Ayat 1
بَرَاءَةٌ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ إِلَى الَّذِينَ عَاهَدْتُمْ مِنَ الْمُشْرِكِينَ
Kemenag RI 2019
(Inilah pernyataan) pemutusan hubungan dari Allah dan Rasul-Nya (Nabi Muhammad) kepada orang-orang musyrik yang kamu telah mengadakan perjanjian dengan mereka (untuk tidak saling berperang).
(Ref)
Quraish Shihab
(Inilah pernyataan) pemutusan hubungan dari Allah dan Rasul-Nya (Nabi Muhammad saw.) kepada orang-orang musyrik yang kamu (kaum Muslim) telah mengadakan perjanjian dengan mereka (untuk tidak saling berperang).
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
(Suatu) pemutusan perhubungan dari Allah dan Rasul-Nya kepada orang-orang yang telah kamu adakan perjanjian, dari orang-orang musyrikin itu.
Ayat 2
فَسِيحُوا فِي الْأَرْضِ أَرْبَعَةَ أَشْهُرٍ وَاعْلَمُوا أَنَّكُمْ غَيْرُ مُعْجِزِي اللَّهِ ۙ وَأَنَّ اللَّهَ مُخْزِي الْكَافِرِينَ
Kemenag RI 2019
Berjalanlah kamu (kaum musyrik) di bumi selama empat bulan dan ketahuilah bahwa kamu tidak dapat melemahkan Allah. Sesungguhnya Allah menghinakan orang-orang kafir.
(Ref)
Quraish Shihab
Maka, berjalanlah kamu (orang-orang kafir) di bumi (dengan bebas, sebagaimana keadaan kamu sebelum pemutusan hubungan selama empat bulan); dan ketahuilah bahwa kamu tidak akan dapat melemahkan Allah, dan bahwa Allah menghinakan orang-orang kafir.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Maka bolehlah kamu melawat-lawat di bumi selama empat bulan. Dan ketahuilah olehmu bahwasanya kamu tidak akan terlepas dari Allah. Dan bahwasanya Allah akan menghinakan orang-orang yang kafir.
Ayat 3
وَأَذَانٌ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ إِلَى النَّاسِ يَوْمَ الْحَجِّ الْأَكْبَرِ أَنَّ اللَّهَ بَرِيءٌ مِنَ الْمُشْرِكِينَ ۙ وَرَسُولُهُ ۚ فَإِنْ تُبْتُمْ فَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۖ وَإِنْ تَوَلَّيْتُمْ فَاعْلَمُوا أَنَّكُمْ غَيْرُ مُعْجِزِي اللَّهِ ۗ وَبَشِّرِ الَّذِينَ كَفَرُوا بِعَذَابٍ أَلِيمٍ
Kemenag RI 2019
Suatu maklumat dari Allah dan Rasul-Nya kepada umat manusia pada hari haji akbar ) bahwa sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya berlepas diri dari orang-orang musyrik. Jika kamu (kaum musyrik) bertobat, itu lebih baik bagimu; dan jika kamu berpaling, ketahuilah bahwa kamu tidak dapat melemahkan Allah. Berilah kabar ‘gembira’ (Nabi Muhammad) kepada orang-orang yang kufur (bahwa mereka akan mendapat) azab yang pedih.
(Ref)
Quraish Shihab
Dan (inilah) permakluman dari Allah dan Rasul-Nya (Nabi Muhammad saw.) kepada manusia pada Hari Haji Akbar, bahwa Allah berlepas diri dari orang-orang musyrik, demikian juga Rasul-Nya. Kemudian, jika kamu (kaum musyrik) bertaubat, maka ia (taubat itu) baik bagi kamu dan jika kamu berpaling, maka ketahuilah bahwa kamu tidak dapat melemahkan Allah. Dan gembirakanlah orang-orang kafir dengan siksa yang pedih.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Dan (inilah pula) satu pemberitahuan dari Allah dan Rasul-Nya kepada manusia pada Hari Haji Yang Besar bahwasanya Allah memutuskan hubungan dengan orang-orang musyrikin itu, dan begitu (pula) Rasul-Nya. Maka jika kamu bertobat, maka itulah yang lebih baik bagi kamu. Tetapi jika kamu berpaling, maka ketahuilah bahwasanya kamu tidaklah akan terlepas dari Allah. Dan peringatkanlah kepada orang-orang yang kafir itu akan suatu adzab yang pedih.
Ayat 4
إِلَّا الَّذِينَ عَاهَدْتُمْ مِنَ الْمُشْرِكِينَ ثُمَّ لَمْ يَنْقُصُوكُمْ شَيْئًا وَلَمْ يُظَاهِرُوا عَلَيْكُمْ أَحَدًا فَأَتِمُّوا إِلَيْهِمْ عَهْدَهُمْ إِلَىٰ مُدَّتِهِمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَّقِينَ
Kemenag RI 2019
(Ketetapan itu berlaku,) kecuali atas orang-orang musyrik yang telah mengadakan perjanjian dengan kamu dan mereka sedikit pun tidak mengurangi (isi perjanjian) dan tidak (pula) mereka membantu seseorang pun yang memusuhi kamu. Maka, terhadap mereka itu penuhilah janjinya sampai batas waktunya. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa.
(Ref)
Quraish Shihab
(Ketetapan itu berlaku) kecuali kelompok yang kamu (Nabi Muhammad saw. dan kaum Muslim) telah mengadakan perjanjian dengan mereka di antara (golongan) orang-orang musyrik, kemudian mereka tidak mengurangi bagi kamu sesuatu pun (dari isi perjanjian yang menjadi hak kamu) dan mereka tidak membantu seseorang yang memusuhi kamu, maka terhadap mereka itu penuhilah janji mereka sampai batas waktu mereka. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Kecuali mereka yang telah kamu ikat perjanjian dari orang-orang musyrikin itu, kemudian mereka tidak mencederai janji kamu itu sedikitpun dan tidak (pula) mereka membantu seseorang yang melawan kamu, maka sempurnakanlah olehmu kepada mereka perjanjian mereka itu sampai habis waktunya. Sesungguhnya Allah amat suka kepada orang-orang yang takwa.
Ayat 5
فَإِذَا انْسَلَخَ الْأَشْهُرُ الْحُرُمُ فَاقْتُلُوا الْمُشْرِكِينَ حَيْثُ وَجَدْتُمُوهُمْ وَخُذُوهُمْ وَاحْصُرُوهُمْ وَاقْعُدُوا لَهُمْ كُلَّ مَرْصَدٍ ۚ فَإِنْ تَابُوا وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَآتَوُا الزَّكَاةَ فَخَلُّوا سَبِيلَهُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ
Kemenag RI 2019
Apabila bulan-bulan haram telah berlalu, ) bunuhlah (dalam peperangan) orang-orang musyrik (yang selama ini menganiaya kamu) di mana saja kamu temui! Tangkaplah dan kepunglah mereka serta awasilah di setiap tempat pengintaian! Jika mereka bertobat dan melaksanakan salat serta menunaikan zakat, berilah mereka kebebasan. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
(Ref)
Quraish Shihab
Apabila telah berlalu bulan-bulan Haram, maka bunuhlah orang-orang musyrik (yang selama ini menganiaya dan menghalangi kamu melaksanakan tuntunan Allah swt.) di mana saja kamu dapati mereka, dan tangkaplah mereka, kepunglah mereka dan intailah mereka di setiap tempat pengintaian. Jika mereka bertaubat dan melaksanakan shalat dengan sempurna dan menunaikan zakat, maka lepaskanlah jalan mereka (berilah mereka kebebasan). Sesungguhnya Allah Maha Pengampun, lagi Maha Pengasih.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Maka apabila telah luput bulan-bulan yang dihormati itu, maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu di mana saja kamu dapat mereka, dan lawanlah mereka dan kepunglah mereka dan tunggulah mereka di tiap-tiap tempat pengintaian. Maka jika mereka tobat dan mereka dirikan shalat dan mereka keluarkan zakat, maka berikanlah jalan mereka. Sesungguhnya Allah adalah Maha Pengampun, Maha Penyayang.
Ayat 6
وَإِنْ أَحَدٌ مِنَ الْمُشْرِكِينَ اسْتَجَارَكَ فَأَجِرْهُ حَتَّىٰ يَسْمَعَ كَلَامَ اللَّهِ ثُمَّ أَبْلِغْهُ مَأْمَنَهُ ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ قَوْمٌ لَا يَعْلَمُونَ
Kemenag RI 2019
Jika seseorang di antara orang-orang musyrik ada yang meminta pelindungan kepada engkau (Nabi Muhammad), lindungilah dia supaya dapat mendengar firman Allah kemudian antarkanlah dia ke tempat yang aman baginya. (Demikian) itu karena sesungguhnya mereka adalah kaum yang tidak mengetahui.
(Ref)
Quraish Shihab
Dan jika seorang di antara (golongan) orang-orang musyrik meminta perlindungan kepadamu (Nabi Muhammad saw.), maka lindungilah dia supaya dia dapat mendengar firman Allah, kemudian antarlah dia ke tempat yang aman baginya. Itulah (perlakuan yang seharusnya kamu berikan) karena sesungguhnya mereka adalah kaum yang tidak mengetahui (risalah kenabian dan tuntunan Ilahi).
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Dan, jika seorang dari orang musyrik itu meminta perlindungan kepada engkau, maka berilah dia perlindungan, sehingga dia mendengar Kalam Allah. Kemudian itu sampaikanlah dia ke tempat keamanannya. Jadi demikian ialah karena sesungguhnya mereka itu adalah suatu kau yang tidak mengetahui.
Ayat 7
كَيْفَ يَكُونُ لِلْمُشْرِكِينَ عَهْدٌ عِنْدَ اللَّهِ وَعِنْدَ رَسُولِهِ إِلَّا الَّذِينَ عَاهَدْتُمْ عِنْدَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ ۖ فَمَا اسْتَقَامُوا لَكُمْ فَاسْتَقِيمُوا لَهُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَّقِينَ
Kemenag RI 2019
Bagaimana mungkin ada perjanjian (damai) untuk orang-orang musyrik di sisi Allah dan Rasul-Nya, kecuali untuk orang-orang yang kamu telah membuat perjanjian (Hudaibiah) dengan mereka di dekat Masjidilharam? Selama mereka berlaku lurus terhadapmu, berlaku luruslah pula kamu terhadap mereka. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertakwa.
(Ref)
Quraish Shihab
Bagaimana (mungkin) ada perjanjian (damai) di sisi Allah dan di sisi Rasul-Nya (Nabi Muhammad saw.) untuk orang-orang musyrik? (Perjanjian tidak dapat dilanjutkan) kecuali dengan orang-orang yang kamu telah mengadakan perjanjian (Hudaibiyah dengan mereka) di dekat Masjid al-Haram, maka selama mereka berlaku lurus terhadap kamu (dalam perjanjian itu), hendaklah kamu berlaku lurus (pula) terhadap mereka. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Bagaimana akan ada bagi orang-orang musyrikin itu satu janji di sisi Allah dan Rasul-Nya? Kecuali orang-orang yang telah kamu ikat janji dengan mereka di Masjidil Haram. Maka selama mereka masih berlaku lurus kepada kamu, maka hendaklah kamu berlaku lurus (pula) terhadap mereka. Sesungguhnya Allah amat suka kepada orang-orang yang bertakwa.
Ayat 8
كَيْفَ وَإِنْ يَظْهَرُوا عَلَيْكُمْ لَا يَرْقُبُوا فِيكُمْ إِلًّا وَلَا ذِمَّةً ۚ يُرْضُونَكُمْ بِأَفْوَاهِهِمْ وَتَأْبَىٰ قُلُوبُهُمْ وَأَكْثَرُهُمْ فَاسِقُونَ
Kemenag RI 2019
Bagaimana (mungkin ada perjanjian demikian,) padahal jika mereka memperoleh kemenangan atas kamu, mereka tidak memelihara hubungan kekerabatan terhadap kamu dan tidak pula (mengindahkan) perjanjian. Mereka menyenangkan kamu dengan mulut mereka, sedangkan hati mereka enggan. Kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.
(Ref)
Quraish Shihab
Bagaimana (mungkin ada perjanjian yang langgeng dari sisi Allah dan Rasul-Nya dengan orang-orang musyrik), padahal (mereka selalu memusuhi kamu, dan berusaha untuk melanggar perjanjian sehingga) jika mereka memperoleh kemenangan atas kamu, mereka tidak memelihara (hubungan kekerabatan) terhadap kamu and tidak (pula mengindahkan) perjanjian. Mereka menyenangkan kamu dengan mulut mereka, sedangkan hati mereka enggan. Dan kebanyakan mereka adalah orang-orang fasik (keluar dari ketaatan kepada Allah swt.).
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Bagaimana; padahal jika mereka menang atas kamu, tidaklah mereka akan memperhatikan kekeluargaan pada kamu dan tidak (pula) jaminan janji? Mereka menyatakan suka kepada kamu dengan mulut mereka, namun hati mereka enggan, dan kebanyakan mereka adalah fasik.
Ayat 9
اشْتَرَوْا بِآيَاتِ اللَّهِ ثَمَنًا قَلِيلًا فَصَدُّوا عَنْ سَبِيلِهِ ۚ إِنَّهُمْ سَاءَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
Kemenag RI 2019
Mereka menukarkan ayat-ayat Allah dengan harga yang murah lalu mereka menghalangi (manusia) dari jalan-Nya. Sesungguhnya sangat buruk apa yang selalu mereka kerjakan.
(Ref)
Quraish Shihab
Mereka menukarkan ayat-ayat (tuntunan dan bukti-bukti kebenaran) Allah dengan harga yang sedikit, maka (dengan demikian) mereka menghalangi (diri sendiri dan orang lain) dari jalan Allah. Sesungguhnya sangat buruk apa yang selalu mereka kerjakan.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Mereka jual ayat-ayat Allah dengan harga yang sedikit, lalu mereka hambat dari jalanNya. Sesungguhnya mereka amat jahatlah apa yang telah mereka kerjakan.
Ayat 10
لَا يَرْقُبُونَ فِي مُؤْمِنٍ إِلًّا وَلَا ذِمَّةً ۚ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُعْتَدُونَ
Kemenag RI 2019
Mereka tidak memelihara (hubungan) kekerabatan dengan orang mukmin dan tidak (pula mengindahkan) perjanjian. Mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.
(Ref)
Quraish Shihab
Mereka tidak memelihara (hubungan) kekerabatan dengan orang mukmin dan tidak (pula mengindahkan) perjanjian. Dan mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Mereka tidak memperhatikan kekeluargaan pada orang yang beriman dan tidak pula janji. Karena mereka itu adalah orang-orang yang melewati batas.
Ayat 11
فَإِنْ تَابُوا وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَآتَوُا الزَّكَاةَ فَإِخْوَانُكُمْ فِي الدِّينِ ۗ وَنُفَصِّلُ الْآيَاتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ
Kemenag RI 2019
Jika mereka bertobat, menegakkan salat, dan menunaikan zakat, mereka adalah saudara-saudaramu seagama. Kami menjelaskan secara terperinci ayat-ayat itu bagi kaum yang mengetahui.
(Ref)
Quraish Shihab
Maka, jika mereka bertaubat, melaksanakan shalat dengan sempurna dan menunaikan zakat, maka (mereka) adalah saudara-saudara kamu seagama. Dan Kami menjelaskan secara rinci ayat-ayat itu kepada kaum yang (hendak) mengetahui.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Tetapi jika mereka bertobat dan mendirikan shalat dan mengeluarkan zakat, maka mereka adalah saudara-saudara kamu dalam agama. Dan Kami jelaskan ayat-ayat itu kepada kaum yang hendak mengetahui.
Ayat 12
وَإِنْ نَكَثُوا أَيْمَانَهُمْ مِنْ بَعْدِ عَهْدِهِمْ وَطَعَنُوا فِي دِينِكُمْ فَقَاتِلُوا أَئِمَّةَ الْكُفْرِ ۙ إِنَّهُمْ لَا أَيْمَانَ لَهُمْ لَعَلَّهُمْ يَنْتَهُونَ
Kemenag RI 2019
Jika mereka melanggar sumpah sesudah perjanjian mereka dan menistakan agamamu, perangilah para pemimpin kekufuran itu karena sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang tidak dapat dipegang sumpahnya supaya mereka berhenti (dari kekufuran dan penganiayaan).
(Ref)
Quraish Shihab
Dan jika mereka melanggar sumpah-sumpah (janji-janji) mereka (dengan kamu) sesudah mereka berjanji, dan mereka mencerca agama kamu, maka perangilah para pemimpin kekufuran, karena sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang tidak berlaku perjanjian mereka, supaya mereka berhenti (melakukan gangguan dan penganiayaan).
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Dan jika mereka mungkir sumpah-sumpah mereka, sesudah janji mereka, dan mereka tikam pada agama kamu, maka perangilah pemimpin-pemimpin kekafiran itu. Karena sesungguhnya mereka itu tidaklah ada sumpah bagi mereka supaya mereka berhenti.
Ayat 13
أَلَا تُقَاتِلُونَ قَوْمًا نَكَثُوا أَيْمَانَهُمْ وَهَمُّوا بِإِخْرَاجِ الرَّسُولِ وَهُمْ بَدَءُوكُمْ أَوَّلَ مَرَّةٍ ۚ أَتَخْشَوْنَهُمْ ۚ فَاللَّهُ أَحَقُّ أَنْ تَخْشَوْهُ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ
Kemenag RI 2019
Mengapa kamu tidak (bersegera) memerangi kaum yang melanggar sumpah-sumpah (perjanjian-perjanjian) mereka, padahal mereka (dahulu) berkemauan keras mengusir Rasul dan mereka yang mulai memerangi kamu pertama kali? Apakah kamu takut kepada mereka? Allahlah yang lebih berhak kamu takuti jika kamu benar-benar orang-orang mukmin.
(Ref)
Quraish Shihab
Apakah kamu (kaum Mukmin) tidak (akan) memerangi kaum yang melanggar perjanjian mereka, padahal telah keras kemauan mereka untuk mengusir Rasul (Nabi Muhammad saw.) dan merekalah yang memulai (memerangi) kamu pertama kali? Apakah kamu takut kepada mereka? Padahal, Allah-lah yang berhak untuk kamu takuti, jika kamu benar-benar orang-orang mukmin.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Apakah tidak akan kamu perangi kaum yang telah mengingkari sumpah-sumpah mereka dan mereka telah pernah bermaksud mengusir Rasul, padahal mereka yang memulai terhadap kamu pertama kali? Apakah kamu takut kepada mereka, padahal Allah lah yang lebih berhak kamu takuti, jika memang kamu orang-orang yang beriman.
Ayat 14
قَاتِلُوهُمْ يُعَذِّبْهُمُ اللَّهُ بِأَيْدِيكُمْ وَيُخْزِهِمْ وَيَنْصُرْكُمْ عَلَيْهِمْ وَيَشْفِ صُدُورَ قَوْمٍ مُؤْمِنِينَ
Kemenag RI 2019
Perangilah mereka! Niscaya Allah akan mengazab mereka dengan (perantaraan) tangan-tanganmu, menghinakan mereka, dan memenangkan kamu atas mereka, serta melegakan hati kaum mukmin
(Ref)
Quraish Shihab
Perangilah mereka, pasti Allah akan menyiksa mereka dengan (perantaraan) tangan-tangan kamu dan Dia akan menghinakan mereka dan menolong kamu terhadap mereka, serta melegakan hati kaum mukmin
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Perangilah mereka, Allah akan menyiksa mereka dengan tangan kamu, dan Dia akan menghinakan mereka dan akan menolong kamu melawan mereka, dan Dia akan menyembuhkan dada orang-orang yang beriman.
Ayat 15
وَيُذْهِبْ غَيْظَ قُلُوبِهِمْ ۗ وَيَتُوبُ اللَّهُ عَلَىٰ مَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ
Kemenag RI 2019
dan menghilangkan kemarahan (dari) hati mereka (orang-orang mukmin). Allah menerima tobat siapa yang Dia kehendaki. Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
(Ref)
Quraish Shihab
dan menghilangkan amarah mereka (kaum Mukmin). Dan Allah menerima taubat orang yang dikehendaki-Nya. Allah Maha Mengetahui, lagi Maha Bijaksana.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Dan Dia akan menghilangkan kekecewaan mereka (yang beriman itu) dan akan diberi tobat oleh Allah barangsiapa yang Dia kehendaki. Dan Allah adalah Maha Mengetahui, lagi Bijaksana.
Ayat 16
أَمْ حَسِبْتُمْ أَنْ تُتْرَكُوا وَلَمَّا يَعْلَمِ اللَّهُ الَّذِينَ جَاهَدُوا مِنْكُمْ وَلَمْ يَتَّخِذُوا مِنْ دُونِ اللَّهِ وَلَا رَسُولِهِ وَلَا الْمُؤْمِنِينَ وَلِيجَةً ۚ وَاللَّهُ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
Kemenag RI 2019
Apakah kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan (tanpa diuji), padahal Allah belum mengetahui (dalam kenyataan) orang-orang yang berjihad di antara kamu dan tidak menjadikan selain Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang mukmin sebagai teman setia. Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
(Ref)
Quraish Shihab
Apakah kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan (tanpa diuji dengan aneka ujian), sedangkan Allah belum mengetahui (dalam kenyataan) orang-orang yang berjihad di antara kamu dan yang tidak menjadikan selain Allah, Rasul-Nya (Nabi Muhammad saw.) dan orang-orang mukmin sebagai teman setia. Dan Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Apakah kamu sangka bahwa kamu akan dibiarkan begitu saja, padahal belum dibuktikan oleh Allah siapa-siapa yang berjihad di antara kamu dan siapa orang-orang yang tidak mengambil selain dari Allah dan tidak Rasul-Nya dan tidak orang-orang yang beriman, sebagai sahabat karib. Dan Allah Amat Tahu apa yang kamu kerjakan.
Ayat 17
مَا كَانَ لِلْمُشْرِكِينَ أَنْ يَعْمُرُوا مَسَاجِدَ اللَّهِ شَاهِدِينَ عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ بِالْكُفْرِ ۚ أُولَٰئِكَ حَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ وَفِي النَّارِ هُمْ خَالِدُونَ
Kemenag RI 2019
Tidaklah pantas bagi orang-orang musyrik itu memakmurkan masjid-masjid Allah, sedangkan mereka bersaksi bahwa diri mereka kafir. Itulah orang-orang yang sia-sia amal mereka dan di dalam nerakalah mereka kekal.
(Ref)
Quraish Shihab
Tidaklah (pantas) orang-orang musyrik memakmurkan masjid-masjid Allah, sedangkan mereka bersaksi bahwa mereka kafir. Itulah orang-orang yang sia-sia amal-amal mereka, dan dalam neraka mereka kekal.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Tidaklah ada bagi orang-orang musyrikin itu bahwa mereka akan meramaikan masjid-masjid Allah, untuk mereka memperlihatkan apa yang ada dalam jiwa-jiwa mereka dari kekufuran. Mereka itu telah gugur amal-amal mereka dan di dalam neraka mereka itu akan kekal.
Ayat 18
إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلَّا اللَّهَ ۖ فَعَسَىٰ أُولَٰئِكَ أَنْ يَكُونُوا مِنَ الْمُهْتَدِينَ
Kemenag RI 2019
Sesungguhnya yang (pantas) memakmurkan masjid-masjid Allah hanyalah orang yang beriman kepada Allah dan hari Akhir, mendirikan salat, menunaikan zakat, serta tidak takut (kepada siapa pun) selain Allah. Mereka itulah yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.
(Ref)
Quraish Shihab
Sesungguhnya yang (pantas) memakmurkan masjid-masjid Allah adalah siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Kemudian, (tetap) melaksanakan shalat dengan sempurna, menunaikan zakat, dan tidak takut kecuali kepada Allah, maka mereka itulah yang diharapkan termasuk orang-orang yang mendapat petunjuk.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Orang-orang yang akan meramaikan masjid-masjid Allah itu hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari Kemudian dan mendirikan shalat dan mengeluarkan zakat, dan tidak ada tempat takutnya melainkan kepada Allah. Maka mudah-mudahan mereka itulah yang akan jadi daripada orang-orang yang mendapat petunjuk.
Ayat 19
أَجَعَلْتُمْ سِقَايَةَ الْحَاجِّ وَعِمَارَةَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ كَمَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَجَاهَدَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ۚ لَا يَسْتَوُونَ عِنْدَ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ
Kemenag RI 2019
Apakah kamu jadikan (orang yang melaksanakan tugas) pemberian minuman (kepada) orang yang menunaikan haji dan mengurus Masjidilharam sama dengan orang yang beriman kepada Allah dan hari Akhir serta berjihad di jalan Allah? Mereka tidak sama di hadapan Allah. Allah tidak memberikan petunjuk kepada kaum yang zalim.
(Ref)
Quraish Shihab
Apakah kamu menjadikan (orang-orang yang bertanggung jawab atas) pemberian minuman kepada yang mengerjakan haji dan (yang bertanggung jawab atas) pemakmuran Masjid al-Haram (tetapi mereka tidak beriman kepada Allah swt.), sama dengan orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari Kemudian serta berjihad di jalan Allah? Mereka tidak sama di sisi Allah; dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada kaum zalim.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Apakah kamu sangka memberi minum orang haji dan meramaikan Masjidil Haram akan sama dengan orang yang beriman kepada Allah dan Hari Kemudian. Dan orang yang berjihad pada jalan Allah? Tidaklah mereka itu sama di sisi Allah. Dan Allah tidaklah akan memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.
Ayat 20
الَّذِينَ آمَنُوا وَهَاجَرُوا وَجَاهَدُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ أَعْظَمُ دَرَجَةً عِنْدَ اللَّهِ ۚ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْفَائِزُونَ
Kemenag RI 2019
Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwa mereka lebih agung derajatnya di hadapan Allah. Mereka itulah orang-orang yang beruntung.
(Ref)
Quraish Shihab
Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta mereka dan jiwa mereka, adalah lebih agung derajatnya di sisi Allah; dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Orang-orang yang beriman dan berhijrah dan berjihad pada jalan Allah, dengan harta benda mereka dan jiwa-jiwa mereka, amat besarlah derajat mereka di sisi Allah dan mereka itu, merekalah orang-orang yang beroleh kejayaan.
Ayat 21
يُبَشِّرُهُمْ رَبُّهُمْ بِرَحْمَةٍ مِنْهُ وَرِضْوَانٍ وَجَنَّاتٍ لَهُمْ فِيهَا نَعِيمٌ مُقِيمٌ
Kemenag RI 2019
Tuhan mereka memberi kabar gembira kepada mereka dengan rahmat dari-Nya, dan keridaan serta surga-surga. Bagi mereka kesenangan yang kekal di dalamnya.
(Ref)
Quraish Shihab
Tuhan Pemelihara mereka menggembirakan mereka dengan rahmat dan keridhaan-(Nya) serta surga-surga, dan bagi mereka di dalamnya kesenangan yang terus-menerus.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Mereka akan diberi kegembiraan oleh Tuhan mereka dengan rahmat dari-Nya, dan keridhaan dan surga-surga. Untuk mereka di dalamnya adalah nikmat yang tetap.
Ayat 22
خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ۚ إِنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ
Kemenag RI 2019
Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Sesungguhnya di sisi Allahlah pahala yang sangat besar.
(Ref)
Quraish Shihab
Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Sesungguhnya di sisi Allah pahala yang sangat besar.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
kekal mereka di dalamnya untuk selama-lamanya. Sesungguhnya Allah, di sisi-Nya adalah ganjaran yang besar.
Ayat 23
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا آبَاءَكُمْ وَإِخْوَانَكُمْ أَوْلِيَاءَ إِنِ اسْتَحَبُّوا الْكُفْرَ عَلَى الْإِيمَانِ ۚ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ
Kemenag RI 2019
Wahai orang-orang beriman, janganlah kamu jadikan bapak-bapakmu dan saudara-saudaramu sebagai pelindung ) jika mereka lebih mencintai kekufuran atas keimanan. Siapa pun di antara kamu yang menjadikan mereka pelindung, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.
(Ref)
Quraish Shihab
Hai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu jadikan bapak-bapak kamu dan saudara-saudara kamu (sebagai) para pemimpin, jika mereka lebih mengutamakan kekufuran atas keimanan; dan barang siapa di antara kamu yang menjadikan mereka pemimpin, maka mereka itulah orang-orang zalim.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu jadikan bapak-bapak kamu dan saudara-saudara kamu sebagai pemimpin, jika mereka itu masih lebih mencintai kufur di atas iman. Dan barangsiapa yang menjadikan mereka itu pemimpin dari kalangan kamu, maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim.
Ayat 24
قُلْ إِنْ كَانَ آبَاؤُكُمْ وَأَبْنَاؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَالٌ اقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَا أَحَبَّ إِلَيْكُمْ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيلِهِ فَتَرَبَّصُوا حَتَّىٰ يَأْتِيَ اللَّهُ بِأَمْرِهِ ۗ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ
Kemenag RI 2019
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, pasangan-pasanganmu, keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, dan perniagaan yang kamu khawatirkan kerugiannya, serta tempat tinggal yang kamu sukai lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan daripada berjihad di jalan-Nya, tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.” Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang fasik.
(Ref)
Quraish Shihab
Katakanlah (Nabi Muhammad saw.): "Jika bapak-bapak kamu, anak-anak kamu, saudara-saudara kamu, istri-istri kamu, kaum kerabat kamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya (Nabi Muhammad saw.) dan (daripada) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya." Dan Allah tidak memberi petunjuk bagi kaum fasik (keluar dari ketaatan kepada Allah swt.).
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Katakanlah, “Jika adalah bapak-bapak kamu dan anak-anak kamu saudara-saudara kamu dan istri-istri kamu dan kaum keluarga kamu dan harta benda yang kamu dapati, dan perniagaan yang kamu takuti akan mundurnya dan tempat-tempat kediaman yang kamu sukai, lebih tercinta kepada kamu daripada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad pada jalan-Nya. Maka tunggulah sehingga Allah mendatangkan ketentuan-Nya. Dan Allah tidaklah akan memberikan petunjuk kepada kaum yang fasik.
Ayat 25
لَقَدْ نَصَرَكُمُ اللَّهُ فِي مَوَاطِنَ كَثِيرَةٍ ۙ وَيَوْمَ حُنَيْنٍ ۙ إِذْ أَعْجَبَتْكُمْ كَثْرَتُكُمْ فَلَمْ تُغْنِ عَنْكُمْ شَيْئًا وَضَاقَتْ عَلَيْكُمُ الْأَرْضُ بِمَا رَحُبَتْ ثُمَّ وَلَّيْتُمْ مُدْبِرِينَ
Kemenag RI 2019
Sungguh, Allah benar-benar telah menolong kamu (orang-orang mukmin) di medan peperangan yang banyak dan pada hari (perang) Hunain ketika banyaknya jumlahmu menakjubkanmu (sehingga membuatmu lengah). Maka, jumlah kamu yang banyak itu tidak memberi manfaat kepadamu sedikit pun dan bumi yang luas itu terasa sempit bagimu kemudian kamu lari berbalik ke belakang (bercerai-berai).
(Ref)
Quraish Shihab
Demi (Allah)! Sungguh, Allah telah menolong kamu (kaum Muslim) di medan peperangan yang banyak; dan pada saat (perang) Hunain, ketika (sebagian) kamu menjadi bangga (dan congkak) karena banyaknya jumlah kamu, maka (jumlah kamu yang banyak itu) tidak memberi manfaat kepada kamu sedikit pun; dan bumi yang luas (itu) telah terasa sempit oleh kamu, kemudian kamu lari berbalik ke belakang (bercerai-berai).
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Sesungguhnya Allah telah menolong kamu di medan perang yang banyak, dan di hari Peperangan Hunain pun, seketika kamu dijadikan bangga oleh banyak bilangan kamu. Maka tidaklah dia berguna bagi kamu sedikit pun, dan menjadi sempitlah bumi yang begitu luasnya atas kamu. Kemudian itu kamu pun berpalinglah dalam keadaan undur.
Ayat 26
ثُمَّ أَنْزَلَ اللَّهُ سَكِينَتَهُ عَلَىٰ رَسُولِهِ وَعَلَى الْمُؤْمِنِينَ وَأَنْزَلَ جُنُودًا لَمْ تَرَوْهَا وَعَذَّبَ الَّذِينَ كَفَرُوا ۚ وَذَٰلِكَ جَزَاءُ الْكَافِرِينَ
Kemenag RI 2019
Kemudian, Allah menurunkan ketenangan (dari)-Nya kepada Rasul-Nya dan kepada orang-orang mukmin, serta menurunkan bala tentara yang kamu tidak melihatnya, juga menyiksa orang-orang yang kafir. Itulah balasan terhadap orang-orang kafir.
(Ref)
Quraish Shihab
Kemudian, Allah menurunkan ketenangan kepada Rasul-Nya dan kepada orang-orang mukmin dan menurunkan bala tentara yang kamu tidak melihatnya dan Dia menyiksa orang-orang yang kafir, dan demikian itulah balasan (yang diturunkan Allah swt.) terhadap orang-orang kafir.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Kemudian itu Allah menurunkan ketenangan ke atas Rasul-Nya dan ke atas orang-orang yang beriman, dan Dia pun menurunkan bala tentara yang tidak kamu lihat akan dia, dan Dia pun menyiksa orang-orang yang kafir itu. Demikianlah balasan atas orang-orang yang kafir.
Ayat 27
ثُمَّ يَتُوبُ اللَّهُ مِنْ بَعْدِ ذَٰلِكَ عَلَىٰ مَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ
Kemenag RI 2019
Setelah itu, Allah menerima tobat orang yang Dia kehendaki. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
(Ref)
Quraish Shihab
Kemudian, sesudah (siksa yang mereka alami) itu, Allah menerima taubat siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Pengampun, lagi Maha Pengasih.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Kemudian Allah pun memberikan tobat-Nya sesudah demikian ke atas barangsiapa yang Dia kehendaki. Dan Allah adalah Maha Pengampun, lagi Penyayang.
Ayat 28
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْمُشْرِكُونَ نَجَسٌ فَلَا يَقْرَبُوا الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ بَعْدَ عَامِهِمْ هَٰذَا ۚ وَإِنْ خِفْتُمْ عَيْلَةً فَسَوْفَ يُغْنِيكُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ إِنْ شَاءَ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ حَكِيمٌ
Kemenag RI 2019
Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya orang-orang musyrik itu najis (kotor jiwanya). Oleh karena itu, janganlah mereka mendekati Masjidilharam setelah tahun ini. ) Jika kamu khawatir menjadi miskin (karena orang kafir tidak datang), Allah nanti akan memberikan kekayaan kepadamu dari karunia-Nya jika Dia menghendaki. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
(Ref)
Quraish Shihab
Hai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya orang-orang musyrik adalah najis, maka janganlah mereka mendekati Masjid al-Haram sesudah tahun ini (tahun 9 Hijrah). Dan jika kamu khawatir menjadi miskin (karena memenuhi tuntunan ini), kelak Allah menganugerahkan kekayaan kepada kamu dari karunia-Nya, jika Dia menghendaki. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui, lagi Maha Bijaksana.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya orang-orang musyrikin itu tidak lain daripada najis. Sebab itu maka janganlah mereka mendekati Masjidil Haram sesudah tahun mereka ini. Dan jika kamu takut akan kepapaan, maka Allah akan mencukupkan kamu dengan kurnia-Nya, jika Dia kehendaki. Sesungguhnya Allah adalah Mahatahu, lagi Mahabijaksana.
Ayat 29
قَاتِلُوا الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَلَا بِالْيَوْمِ الْآخِرِ وَلَا يُحَرِّمُونَ مَا حَرَّمَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَلَا يَدِينُونَ دِينَ الْحَقِّ مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ حَتَّىٰ يُعْطُوا الْجِزْيَةَ عَنْ يَدٍ وَهُمْ صَاغِرُونَ
Kemenag RI 2019
Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan hari akhir, tidak mengharamkan (menjauhi) apa yang telah diharamkan (oleh) Allah dan Rasul-Nya, dan tidak mengikuti agama yang hak (Islam), yaitu orang-orang yang telah diberikan Kitab (Yahudi dan Nasrani) hingga mereka membayar jizyah ) dengan patuh dan mereka tunduk. )
(Ref)
Quraish Shihab
Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada Hari Kemudian dan mereka tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya dan mereka tidak beragama dengan agama yang benar, (yaitu orang-orang) yang diberikan kepada mereka al-Kitab; (perangilah mereka) sampai mereka membayar jizyah dengan patuh, sedangkan mereka dalam keadaan tunduk.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari Kemudian, dan tidak mereka haramkan apa yang diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya dan tidak mereka beragama dengan agama yang benar, (yaitu) dari antara orang-orang yang diberi kitab, sampai mereka membayar jizyah dengan tangan, dalam keadaan mereka merendah diri.
Ayat 30
وَقَالَتِ الْيَهُودُ عُزَيْرٌ ابْنُ اللَّهِ وَقَالَتِ النَّصَارَى الْمَسِيحُ ابْنُ اللَّهِ ۖ ذَٰلِكَ قَوْلُهُمْ بِأَفْوَاهِهِمْ ۖ يُضَاهِئُونَ قَوْلَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ قَبْلُ ۚ قَاتَلَهُمُ اللَّهُ ۚ أَنَّىٰ يُؤْفَكُونَ
Kemenag RI 2019
Orang-orang Yahudi berkata, “Uzair putra Allah,” dan orang-orang Nasrani berkata, “Al-Masih putra Allah.” Itulah ucapan mereka dengan mulut-mulut mereka. Mereka meniru ucapan orang-orang yang kufur sebelumnya. Allah melaknat mereka; bagaimana mereka sampai berpaling?
(Ref)
Quraish Shihab
Orang-orang Yahudi berkata: "Uzair itu putra Allah", dan orang Nasrani berkata: "Al-Macih itu putra Allah." Itulah ucapan mereka dengan mulut-mulut mereka. Mereka menuru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Allah melaknat mereka; bagaimana mereka sampai berpaling?
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Dan telah berkata orang-orang Yahudi, “Uzair adalah anak Allah.” Dan berkata orang Nasrani, “al-Masih adalah anak Allah.” Demikian itulah kata-kata mereka dengan mulut mereka; mereka menyerupai perkataan orang-orang kafir yang dahulu. Diperangi Allah-lah mereka. Bagaimana mereka dapat dipalingkan?
Ayat 31
اتَّخَذُوا أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَانَهُمْ أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللَّهِ وَالْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا إِلَٰهًا وَاحِدًا ۖ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۚ سُبْحَانَهُ عَمَّا يُشْرِكُونَ
Kemenag RI 2019
Mereka menjadikan para rabi (Yahudi) dan para rahib (Nasrani) sebagai tuhan-tuhan selain Allah ) serta (Nasrani mempertuhankan) Al-Masih putra Maryam. Padahal, mereka tidak diperintah, kecuali untuk menyembah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada tuhan selain Dia. Maha Suci Dia dari apa yang mereka persekutukan.
(Ref)
Quraish Shihab
Mereka (Ahl al-Kitab) menjadikan para ahbar (para pemuka agama Yahudi), dan para rahib (para pemuka agama Nasrani) mereka sebagai tuhan-tuhan selain Allah, dan (mereka juga mempertuhankan) al-Masih putra Maryam; padahal mereka tidak diperintah kecuali menyembah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan (Yang Kuasa dan berhak disembah) melainkan Dia. Mahasuci Allah dari apa yang mereka sekutukan.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Telah mereka ambil guru-guru mereka dan pendeta-pendeta mereka menjadi tuhan-tuhan selain Allah dan (juga) al-Masih anak Maryam; padahal tidaklah mereka diperintah, melainkan supaya menyembah kepada Allah Tuhan Yang Maha Esa tidak ada Tuhan melainkan Dia. Maha suci Dia dari apa yang mereka persekutukan itu.
Ayat 32
يُرِيدُونَ أَنْ يُطْفِئُوا نُورَ اللَّهِ بِأَفْوَاهِهِمْ وَيَأْبَى اللَّهُ إِلَّا أَنْ يُتِمَّ نُورَهُ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ
Kemenag RI 2019
Mereka hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut-mulut (ucapan) mereka, tetapi Allah menolaknya, justru hendak menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang kafir itu tidak menyukai.
(Ref)
Quraish Shihab
Mereka berkehendak memadamkan cahaya Allah dengan mulut-mulut (ucapan-ucapan) mereka, padahal Allah enggan (tidak menghendaki) selain menyempurnakan cahaya (agama dan tuntunan)-Nya, walaupun orang-orang kafir tidak menyukai.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Mereka hendak memadamkan cahaya Allah dengan mulut mereka. Tetapi Allah tidak mau melainkan hendak menyempurnakan cahaya-Nya jua, walaupun tidak suka orang-orang yang kafir itu.
Ayat 33
هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَىٰ وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ
Kemenag RI 2019
Dialah yang mengutus Rasul-Nya dengan (membawa) petunjuk dan agama yang benar agar Dia mengunggulkannya atas semua agama walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai.
(Ref)
Quraish Shihab
Dia Yang telah mengutus Rasul-Nya (Nabi Muhammad saw.) dengan (membawa) petunjuk dan agama yang haq (sempurna kebenarannya) supaya dimenangkan-Nya atas semua agama, walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya dengan petunjuk dan agama yang benar. Karena Dia akan tinggikan dia di atas segala agama. Walaupun enggan orang-orang musyrikin itu.
Ayat 34
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ كَثِيرًا مِنَ الْأَحْبَارِ وَالرُّهْبَانِ لَيَأْكُلُونَ أَمْوَالَ النَّاسِ بِالْبَاطِلِ وَيَصُدُّونَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ ۗ وَالَّذِينَ يَكْنِزُونَ الذَّهَبَ وَالْفِضَّةَ وَلَا يُنْفِقُونَهَا فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَبَشِّرْهُمْ بِعَذَابٍ أَلِيمٍ
Kemenag RI 2019
Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya banyak dari para rabi dan rahib benar-benar memakan harta manusia dengan batil serta memalingkan (manusia) dari jalan Allah. Orang-orang yang menyimpan emas dan perak, tetapi tidak menginfakkannya di jalan Allah, berikanlah kabar ‘gembira’ kepada mereka (bahwa mereka akan mendapat) azab yang pedih
(Ref)
Quraish Shihab
Hai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya banyak ahbar (para pemuka agama Yahudi) dan para rahib (para pemuka agama Nasrani) yang benar-benar makan harta orang dengan jalan yang batil dan mereka (juga) menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah. Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka gembirakanlah mereka dengan azab yang sangat pedih.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya kebanyakan dari guru-guru dan pendeta-pendeta itu, mereka telah memakan harta manusia dengan jalan yang batil, dan mereka pun telah menghambat daripada jalan Allah. Dan orang-orang yang menumpuk-numpuk emas dan perak, dan tidak mereka belanjakan pada jalan Allah, maka beri ingatlah mereka dengan adzab yang pedih.
Ayat 35
يَوْمَ يُحْمَىٰ عَلَيْهَا فِي نَارِ جَهَنَّمَ فَتُكْوَىٰ بِهَا جِبَاهُهُمْ وَجُنُوبُهُمْ وَظُهُورُهُمْ ۖ هَٰذَا مَا كَنَزْتُمْ لِأَنْفُسِكُمْ فَذُوقُوا مَا كُنْتُمْ تَكْنِزُونَ
Kemenag RI 2019
pada hari ketika (emas dan perak) itu dipanaskan dalam neraka Jahanam lalu disetrikakan (pada) dahi, lambung, dan punggung mereka (seraya dikatakan), “Inilah apa (harta) yang dahulu kamu simpan untuk dirimu sendiri (tidak diinfakkan). Maka, rasakanlah (akibat dari) apa yang selama ini kamu simpan.”
(Ref)
Quraish Shihab
(Siksa itu terjadi) pada hari (ketika emas dan perak itu) dipanaskan dalam neraka Jahannam, lalu disetrika dengannya dahi mereka, lambung mereka dan punggung mereka; (dan dikatakan kepada mereka): "Inilah apa (harta) yang kamu simpan untuk diri kamu sendiri (tanpa menafkahkannya), maka rasakanlah (akibat dari) apa dahulu yang kamu simpan (itu)."
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
(Yaitu) pada hari yang akan dipanggang (harta benda itu) dalam api neraka Jahannam, lalu diseterikakan dengan dia kepada kening mereka dan rusuk mereka dan punggung mereka. “Inilah apa yang telah kamu tumpuk-tumpukkan untuk diri kamu itu. Lantaran itu rasakanlah apa yang telah kamu tumpuk-tumpukkan itu.”
Ayat 36
إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ ۚ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ ۚ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِينَ كَافَّةً كَمَا يُقَاتِلُونَكُمْ كَافَّةً ۚ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ
Kemenag RI 2019
Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, ) (sebagaimana) ketetapan Allah (di Lauh Mahfuz) pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu padanya (empat bulan itu), dan perangilah orang-orang musyrik semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bertakwa.
(Ref)
Quraish Shihab
Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah adalah dua belas bulan dalam (ketetapan) di sisi Allah (semenjak dahulu), di waktu Dia menciptakan langit dan bumi. Di antaranya (dua belas bulan itu) terdapat empat (bulan) haram (yang agung). Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu di dalamnya (keempat bulan itu) dan perangilah orang-orang musyrik semuanya sebagaimana mereka memerangi kamu semuanya; dan ketahuilah bahwa Allah bersama orang-orang yang bertakwa.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, (demikian) di dalam Kitab Allah, sejak hari Dia menjadikan semua langit dan bumi. Daripadanya adalah empat yang dihormati. Demikianlah agama yang lurus. Maka janganlah kamu menganiaya diri kamu pada bulan-bulan itu. Dan, perangilah orang-orang musyrikin itu seluruhnya sebagaimana merekapun telah memerangi kamu seluruhnya (pula). Dan ketahuilah bahwasanya Allah adalah beserta orang-orang yang memelihara.
Ayat 37
إِنَّمَا النَّسِيءُ زِيَادَةٌ فِي الْكُفْرِ ۖ يُضَلُّ بِهِ الَّذِينَ كَفَرُوا يُحِلُّونَهُ عَامًا وَيُحَرِّمُونَهُ عَامًا لِيُوَاطِئُوا عِدَّةَ مَا حَرَّمَ اللَّهُ فَيُحِلُّوا مَا حَرَّمَ اللَّهُ ۚ زُيِّنَ لَهُمْ سُوءُ أَعْمَالِهِمْ ۗ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ
Kemenag RI 2019
Sesungguhnya pengunduran (bulan haram) itu hanya menambah kekufuran. Orang-orang yang kufur disesatkan dengan (pengunduran) itu, mereka menghalalkannya suatu tahun dan mengharamkannya pada suatu tahun yang lain agar mereka dapat menyesuaikan dengan bilangan yang diharamkan Allah, sehingga mereka menghalalkan apa yang diharamkan Allah. (Oleh setan) telah dijadikan terasa indah bagi mereka perbuatan-perbuatan buruk mereka itu. Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang kafir.
(Ref)
Quraish Shihab
Sesungguhnya mengundurkan (bulan haram dengan tujuan berperang atau melanjutkan peperangan yang dilakukan oleh kaum musyrik) adalah penambahan kekufuran (atas kekufuran yang selama ini mereka sandang), dengannya (mengundurkan bulan-bulan haram itu) orang-orang yang kafir disesatkan (oleh setan dan para pemuka kaum musyrik), mereka menghalalkannya pada suatu tahun dan mengharamkannya pada tahun yang lain, supaya mereka dapat menyesuaikan (dengan) bilangan (keempat bulan) yang Allah mengharamkannya, maka mereka menghalalkan apa yang diharamkan Allah. (Setan) menjadikan indah bagi mereka perbuatan buruk mereka itu. Dan Allah tidak memberi petunjuk kaum yang kafir.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Sesungguhnya mengundur-undurkan itu, hanyalah menambah kufur (saja). Yang tersesat dengan dia orang-orang yang kafir. Mereka halalkan dia di satu tahun dan mereka haramkan dia di satu tahun, karena hendak mereka genapkan bilangan bulan yang diharamkan oleh Allah, lalu mereka halalkan apa yang diharamkan oleh Allah. Disanjung-sanjung bagi mereka perbuatan-perbuatan mereka yang jahat itu. Sedang Allah tidak akan memberi petunjuk bagi kaum yang kafir.
Ayat 38
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا مَا لَكُمْ إِذَا قِيلَ لَكُمُ انْفِرُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ اثَّاقَلْتُمْ إِلَى الْأَرْضِ ۚ أَرَضِيتُمْ بِالْحَيَاةِ الدُّنْيَا مِنَ الْآخِرَةِ ۚ فَمَا مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا فِي الْآخِرَةِ إِلَّا قَلِيلٌ
Kemenag RI 2019
Wahai orang-orang yang beriman, mengapa ketika dikatakan kepada kamu, “Berangkatlah (untuk berperang) di jalan Allah,” kamu merasa berat dan cenderung pada (kehidupan) dunia? Apakah kamu lebih menyenangi kehidupan dunia daripada akhirat? Padahal, kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) di akhirat hanyalah sedikit.
(Ref)
Quraish Shihab
Hai orang-orang yang beriman! Apakah sebabnya apabila dikatakan kepada kamu: "Berangkatlah (untuk berperang) pada jalan Allah!" kamu (merasa) berat (untuk melaksanakannya dan kamu ingin menetap di tempat tinggalmu dan cenderung) ke bumi? Apakah kamu puas dengan kehidupan dunia sebagai ganti kehidupan akhirat? Padahal, kenikmatan hidup (di) dunia (dibandingkan dengan kehidupan) di akhirat hanyalah sedikit.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Wahai orang-orang yang beriman! Gerangan apakah sebabnya jika dikatakan kepada kamu, “Berperanglah pada jalan Allah!” Kamu beratkan badan kamu ke bumi? Apakah kamu lebih suka hidup di dunia daripada akhirat? Maka tidaklah ada bekal hidup di dunia itu terhadap akhirat, melainkan sedikit.
Ayat 39
إِلَّا تَنْفِرُوا يُعَذِّبْكُمْ عَذَابًا أَلِيمًا وَيَسْتَبْدِلْ قَوْمًا غَيْرَكُمْ وَلَا تَضُرُّوهُ شَيْئًا ۗ وَاللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Kemenag RI 2019
Jika kamu tidak berangkat (untuk berperang), niscaya Allah akan menghukum kamu dengan azab yang pedih serta menggantikan kamu dengan kaum yang lain, dan kamu tidak akan merugikan-Nya sedikit pun. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
(Ref)
Quraish Shihab
Jika kamu tidak berangkat (untuk berperang), pasti Allah (akan) menyiksa kamu dengan siksa yang pedih dan mengganti (kamu dengan) kaum yang lain, dan kamu tidak memberi kemudharatan (bencana atau kerugian) terhadap-Nya sedikit (pun) dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Jika kamu tidak pergi berperang, niscaya Dia akan mengadzab kamu dengan adzab yang pedih, dan Dia akan menggantikan dengan suatu kaum yang lain daripada kamu, sedang kamu tidaklah akan membahayakan Dia sedikitpun. Dan Allah atas tiap-tiap sesuatu adalah Mahakuasa.
Ayat 40
إِلَّا تَنْصُرُوهُ فَقَدْ نَصَرَهُ اللَّهُ إِذْ أَخْرَجَهُ الَّذِينَ كَفَرُوا ثَانِيَ اثْنَيْنِ إِذْ هُمَا فِي الْغَارِ إِذْ يَقُولُ لِصَاحِبِهِ لَا تَحْزَنْ إِنَّ اللَّهَ مَعَنَا ۖ فَأَنْزَلَ اللَّهُ سَكِينَتَهُ عَلَيْهِ وَأَيَّدَهُ بِجُنُودٍ لَمْ تَرَوْهَا وَجَعَلَ كَلِمَةَ الَّذِينَ كَفَرُوا السُّفْلَىٰ ۗ وَكَلِمَةُ اللَّهِ هِيَ الْعُلْيَا ۗ وَاللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ
Kemenag RI 2019
Jika kamu tidak menolongnya (Nabi Muhammad), sungguh Allah telah menolongnya, (yaitu) ketika orang-orang kafir mengusirnya (dari Makkah), sedangkan dia salah satu dari dua orang, ketika keduanya berada dalam gua, ketika dia berkata kepada sahabatnya, “Janganlah engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita.” Maka, Allah menurunkan ketenangan kepadanya (Nabi Muhammad), memperkuatnya dengan bala tentara (malaikat) yang tidak kamu lihat, dan Dia menjadikan seruan orang-orang kafir itu seruan yang paling rendah. (Sebaliknya,) firman Allah itulah yang paling tinggi. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
(Ref)
Quraish Shihab
Jika kamu tidak menolongnya (Nabi Muhammad saw.), maka sungguh Allah telah menolongnya, (yaitu) ketika orang-orang yang kafir mengusirnya (dari Mekkah). (Pada waktu itu) dia (Nabi Muhammad saw.) adalah salah satu dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, ketika dia berkata kepada sahabatnya (Abu Bakar ra.): "Janganlah engkau bersedih hati, sesungguhnya Allah bersama kita." Maka, Allah menurunkan ketenangan-Nya atas dirinya (Nabi Muhammad saw.) dan mendukungnya dengan bala tentara yang kamu tidak melihatnya. Dan Dia menjadikan seruan orang-orang yang kafir rendah, sedangkan kalimat Allah (ketetapan-Nya untuk memenangkan Rasul saw. dan agama-Nya) itulah yang tinggi. Allah Maha Perkasa, lagi Maha Bijaksana.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Jika tidak kamu tolong dia maka sesungguhnya Allah telah menolongnya, ketika orang-orang kafir telah mengusirnya, sebagai orang kedua dari yang berdua, tatkala mereka berdua di dalam gua, ketika dia berkata kepada temannya, “Janganlah engkau berduka cita (karena) sesungguhnya Allah ada beserta kita.” Maka Allah telah menurunkan ketenangan-Nya kepadanya dan telah membantunya dengan bala tentara yang tidak kamu lihat akan dia, dan Dia telah menjadikan kalimat orang-orang yang kafir itu di bawah, dan kalimat Allah, itulah yang tertinggi. Dan Allah adalah Mahagagah, lagi Mahabijaksana.
Ayat 41
انْفِرُوا خِفَافًا وَثِقَالًا وَجَاهِدُوا بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ
Kemenag RI 2019
Berangkatlah kamu (untuk berperang), baik dengan rasa ringan maupun dengan rasa berat, dan berjihadlah dengan harta dan jiwamu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.
(Ref)
Quraish Shihab
Berangkatlah (kaum Muslim untuk berperang) baik dalam keadaan ringan ataupun berat, dan berjihadlah dengan harta kamu dan jiwa kamu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagi kamu, jika kamu mengetahui.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Pergilah berperang dalam keadaan ringan dan berat, dan berjihadlah dengan harta benda kamu dan jiwa kamu pada jalan Allah. Karena demikian itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahui.
Ayat 42
لَوْ كَانَ عَرَضًا قَرِيبًا وَسَفَرًا قَاصِدًا لَاتَّبَعُوكَ وَلَٰكِنْ بَعُدَتْ عَلَيْهِمُ الشُّقَّةُ ۚ وَسَيَحْلِفُونَ بِاللَّهِ لَوِ اسْتَطَعْنَا لَخَرَجْنَا مَعَكُمْ يُهْلِكُونَ أَنْفُسَهُمْ وَاللَّهُ يَعْلَمُ إِنَّهُمْ لَكَاذِبُونَ
Kemenag RI 2019
Sekiranya (yang kamu serukan kepada mereka) adalah keuntungan yang mudah diperoleh dan perjalanan yang tidak seberapa jauh, niscaya mereka mengikutimu. Akan tetapi, (mereka enggan karena) tempat yang dituju itu terasa sangat jauh bagi mereka. Mereka akan bersumpah dengan (nama) Allah, “Seandainya kami sanggup niscaya kami berangkat bersamamu.” Mereka membinasakan diri sendiri ) dan Allah mengetahui sesungguhnya mereka benar-benar para pembohong.
(Ref)
Quraish Shihab
Jika seandainya (yang engkau serukan kepada mereka adalah) keuntungan (duniawi) yang dekat (mudah diperoleh) dan perjalanan yang tidak berapa jauh, pastilah mereka mengikutimu (Nabi Muhammad saw.), tetapi (mereka enggan karena terasa) jauh bagi mereka tempat yang dituju. Mereka akan (meminta izin dan) bersumpah dengan (nama) Allah: "Jika seandainya kami sanggup, tentu kami berangkat bersama kamu." Mereka membinasakan diri mereka (disebabkan oleh sumpah palsu dan kebohongan mereka), padahal Allah mengetahui sesungguhnya mereka benar-benar para pembohong.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Kalau ada satu tujuan dekat dan perjalanan yang pendek, maulah mereka mengikut engkau. Akan tetapi telah menjauhkan atas mereka kesulitan. Dan mereka pun akan bersumpah dengan nama Allah, “Jikalau kami sanggup, tentu kami akan keluar bersama kamu.” Mereka membinasakan diri mereka, sedang Allah mengetahui, sesungguhnya mereka itu adalah orang-orang yang berdusta.
Ayat 43
عَفَا اللَّهُ عَنْكَ لِمَ أَذِنْتَ لَهُمْ حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَكَ الَّذِينَ صَدَقُوا وَتَعْلَمَ الْكَاذِبِينَ
Kemenag RI 2019
Allah memaafkanmu (Nabi Muhammad). Mengapa engkau memberi izin kepada mereka (untuk tidak pergi berperang) sehingga jelas bagimu orang-orang yang benar-benar (berhalangan) dan sehingga engkau mengetahui orang-orang yang berdusta?
(Ref)
Quraish Shihab
Allah memaafkanmu (Nabi Muhammad saw.). Mengapa engkau memberi izin kepada mereka (untuk tidak pergi berperang) sehingga jelas bagimu orang-orang yang benar (perihal alasannya) dan sehingga engkau mengetahui para pembohong.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Allah beri maaf engkau! Mengapa engkau izinkan mereka? Sebelum nyata bagi engkau orang-orang yang benar dan engkau ketahui orang-orang yang berdusta?
Ayat 44
لَا يَسْتَأْذِنُكَ الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ أَنْ يُجَاهِدُوا بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ بِالْمُتَّقِينَ
Kemenag RI 2019
Orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari Akhir tidak akan meminta izin kepadamu untuk (tidak ikut) berjihad dengan harta dan jiwa mereka. Allah Maha Mengetahui orang-orang yang bertakwa.
(Ref)
Quraish Shihab
Orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari Kemudian, tidak akan meminta izin kepadamu untuk (tidak ikut) berjihad dengan harta mereka dan jiwa mereka. Dan Allah Maha Mengetahui orang-orang yang bertakwa.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Tidaklah akan meminta izin kepada engkau orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari Kemudian, dari berjihad dengan harta benda mereka dan jiwa mereka. Dan Allah mengetahui akan orang-orang yang bertakwa.
Ayat 45
إِنَّمَا يَسْتَأْذِنُكَ الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَارْتَابَتْ قُلُوبُهُمْ فَهُمْ فِي رَيْبِهِمْ يَتَرَدَّدُونَ
Kemenag RI 2019
Sesungguhnya yang meminta izin kepadamu (Nabi Muhammad untuk tidak berjihad) hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan hari Akhir, dan hati mereka ragu, karena itu mereka selalu bimbang dalam keraguan.
(Ref)
Quraish Shihab
Sesungguhnya yang meminta izin kepadamu (untuk tidak ikut berjihad), hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan Hari Kemudian, dan hati mereka ragu-ragu, karena itu mereka selalu bimbang dalam keragu-raguan mereka.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Yang meminta izin kepada engkau itu hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan hari Kemudian, dan yang telah ragu-ragu hati mereka. Maka mereka di dalam keraguan itu adalah mundur maju.
Ayat 46
وَلَوْ أَرَادُوا الْخُرُوجَ لَأَعَدُّوا لَهُ عُدَّةً وَلَٰكِنْ كَرِهَ اللَّهُ انْبِعَاثَهُمْ فَثَبَّطَهُمْ وَقِيلَ اقْعُدُوا مَعَ الْقَاعِدِينَ
Kemenag RI 2019
Seandainya mereka mau berangkat (sejak semula), niscaya mereka menyiapkan persiapan untuk keberangkatan itu. Akan tetapi, (mereka memang enggan dan oleh sebab itu) Allah tidak menyukai keberangkatan mereka, maka Dia melemahkan keinginan mereka, dan dikatakan (kepada mereka), “Tinggallah kamu bersama orang-orang yang tinggal itu.”
(Ref)
Quraish Shihab
Dan jika seandainya mereka (sejak semula) hendak keluar (untuk berjihad), tentu mereka menyiapkan untuknya persiapan, tetapi (mereka memang enggan dan oleh sebab itu) Allah tidak menyukai keberangkatan mereka, maka Dia melemahkan keinginan mereka (untuk pergi berjihad sejalan dengan keinginan mereka sendiri), dan dikatakan (kepada mereka): "Duduklah bersama orang-orang yang duduk."
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Dan jikalau mereka ingin keluar, niscaya mereka akan menyiapkan persediaan. Tetapi Allah tidaklah mau mereka turut keluar. Lantaran itu Dia telah menghambat mereka, dan dikatakan, “Duduklah kamu bersama orang-orang yang duduk.”
Ayat 47
لَوْ خَرَجُوا فِيكُمْ مَا زَادُوكُمْ إِلَّا خَبَالًا وَلَأَوْضَعُوا خِلَالَكُمْ يَبْغُونَكُمُ الْفِتْنَةَ وَفِيكُمْ سَمَّاعُونَ لَهُمْ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ بِالظَّالِمِينَ
Kemenag RI 2019
Seandainya mereka keluar bersamamu, niscaya mereka tidak akan menambah (kekuatan)-mu, malah hanya akan membuat kekacauan dan mereka tentu bergegas maju ke depan di celah-celah barisanmu untuk mengadakan kekacauan (di barisanmu), sedang di antara kamu ada orang-orang yang sangat suka mendengarkan (perkataan) mereka. Allah Maha Mengetahui orang-orang yang zalim.
(Ref)
Quraish Shihab
Jika seandainya mereka keluar bersama kamu, niscaya mereka tidak menambah (sedikit pun manfaat bagi) kamu selain kerusakan (belaka), dan tentu mereka akan mempercepat (langkah untuk masuk) ke celah-cellah (barisan) kamu, untuk mengadakan kekacauan di antara kamu; sedangkan di dalam kamu ada orang-orang yang sangat suka mendengarkan (perkataan) mereka. Dan Allah Maha Mengetahui orang-orang zalim.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Jikalau pun mereka keluar bersama kamu, tidaklah mereka akan menambah untuk kamu selain kekacauan, dan mereka akan segera masuk ke dalam celah-celah kamu karena menginginkan fitnah. Sedang di dalam kamu ada orang-orang yang suka mendengarkan mereka. Dan Allah adalah Maha Mengetahui akan orang-orang yang zalim.
Ayat 48
لَقَدِ ابْتَغَوُا الْفِتْنَةَ مِنْ قَبْلُ وَقَلَّبُوا لَكَ الْأُمُورَ حَتَّىٰ جَاءَ الْحَقُّ وَظَهَرَ أَمْرُ اللَّهِ وَهُمْ كَارِهُونَ
Kemenag RI 2019
Sungguh, sebelum itu mereka benar-benar sudah berusaha membuat kekacauan dan mereka membolak-balik berbagai urusan (dengan berbagai tipu daya) untuk (mencelakakan)-mu, hingga datanglah kebenaran (berupa pertolongan Allah) dan menanglah urusan (agama) Allah, padahal mereka adalah orang-orang yang tidak menyukainya.
(Ref)
Quraish Shihab
Demi (Allah)! Sungguh, dari dahulu mereka telah mencari-cari (upaya untuk menimbulkan) kekacauan dan mereka membolak-balik berbagai urusan (dengan berbagai tipu daya) untuk (mencelakakan)-mu, hingga datanglah kebenaran dan menanglah urusan (agama) Allah, sedangkan mereka adalah orang-orang yang tidak menyukai-(nya).
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Sesungguhnya mereka telah mengada-adakan fitnah sebelumnya, dan mereka pun telah memutarbalikkan perkara-perkara terhadap engkau, sampai datang kebenaran dan jelaslah kehendak Allah. Sedang mereka tidaklah menyukai itu.
Ayat 49
وَمِنْهُمْ مَنْ يَقُولُ ائْذَنْ لِي وَلَا تَفْتِنِّي ۚ أَلَا فِي الْفِتْنَةِ سَقَطُوا ۗ وَإِنَّ جَهَنَّمَ لَمُحِيطَةٌ بِالْكَافِرِينَ
Kemenag RI 2019
Di antara mereka ada orang yang berkata, “Berilah aku izin (tidak pergi berperang) dan janganlah engkau (Nabi Muhammad) menjerumuskan aku ke dalam fitnah.” Ketahuilah, bahwa mereka (dengan keengganannya pergi berjihad) telah terjerumus ke dalam fitnah. Sesungguhnya (neraka) Jahanam benar-benar meliputi orang-orang kafir.
(Ref)
Quraish Shihab
Dan di antara mereka ada (orang) yang berkata: "Izinkanlah aku (not pergi berperang) dan janganlah engkau menjerumuskan aku ke dalam fitnah." Ketahuilah, bahwa mereka (dengan keengganannya pergi berjihad itu) telah jatuh ke dalam fitnah. Dan sesungguhnya (neraka) Jahannam benar-benar meliputi orang-orang kafir.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Dan di antara mereka ada yang berkata, “Izinkanlah aku (tinggal), dan janganlah engkau fitnahi aku.” Ketahuilah bahwa ke dalam fitnah itulah mereka telah jatuh! Dan sesungguhnya neraka Jahannam akan mengepung orang-orang yang kafir itu.
Ayat 50
إِنْ تُصِبْكَ حَسَنَةٌ تَسُؤْهُمْ ۖ وَإِنْ تُصِبْكَ مُصِيبَةٌ يَقُولُوا قَدْ أَخَذْنَا أَمْرَنَا مِنْ قَبْلُ وَيَتَوَلَّوْا وَهُمْ فَرِحُونَ
Kemenag RI 2019
Jika engkau (Nabi Muhammad) mendapat kebaikan (maka) itu menyakitkan mereka. Akan tetapi, jika engkau ditimpa bencana, mereka berkata, “Sungguh, sejak semula kami telah berhati-hati (dengan tidak pergi berperang)” dan mereka berpaling dengan (perasaan) gembira.
(Ref)
Quraish Shihab
Jika suatu kebaikan menimpamu (Nabi Muhammad saw.), mereka tidak senang; dan jika suatu bencana menimpamu, mereka berkata: "Sungguh, kami sebelumnya telah mengambil ancang-ancang (untuk menjauhkan diri) kami (dari bahaya dengan tidak ikut berperang)," dan mereka berpaling dalam keadaan sangat gembira.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Jika suatu kebaikan mengenai engkau, merasa sakitlah mereka Dan jika suatu musibah menimpa engkau, mereka akan berkata, “Sesungguhnya kami telah berjaga diri terlebih dahulu.” Dan mereka pun berpaling dalam keadaan gembira.
Ayat 51
قُلْ لَنْ يُصِيبَنَا إِلَّا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَنَا هُوَ مَوْلَانَا ۚ وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ
Kemenag RI 2019
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah bagi kami. Dialah Pelindung kami, dan hanya kepada Allah hendaknya orang-orang mukmin bertawakal.
(Ref)
Quraish Shihab
Katakanlah (Nabi Muhammad saw.): "Sekali-kali tidak (ada manfaat atau mudharat yang) akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah bagi kami. Dia Pelindung kami, dan hendaklah kepada Allah (saja) orang-orang mukmin bertawakkal (berserah diri kepada-Nya sesudah melakukan upaya maksimal)."
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Katakanlah, “Sekali-kali tidaklah akan menimpa kepada kami, kecuali apa yang telah dituliskan Allah untuk kami. Dialah Pelindung kami, dan kepada Allah-lah hendaknya bertawakal orang-orang yang beriman.”
Ayat 52
قُلْ هَلْ تَرَبَّصُونَ بِنَا إِلَّا إِحْدَى الْحُسْنَيَيْنِ ۖ وَنَحْنُ نَتَرَبَّصُ بِكُمْ أَنْ يُصِيبَكُمُ اللَّهُ بِعَذَابٍ مِنْ عِنْدِهِ أَوْ بِأَيْدِينَا ۖ فَتَرَبَّصُوا إِنَّا مَعَكُمْ مُتَرَبِّصُونَ
Kemenag RI 2019
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Tidak ada yang kamu tunggu-tunggu (kedatangannya) bagi kami, kecuali salah satu dari dua kebaikan (menang atau mati syahid). (Sebaliknya,) kami menunggu-nunggu bagi kamu bahwa Allah akan menimpakan azab kepadamu dari sisi-Nya atau (azab) melalui tangan kami. Maka, tunggulah, sesungguhnya kami menunggu (pula) bersamamu.”
(Ref)
Quraish Shihab
Katakanlah (Nabi Muhammad saw.): "Tidak ada yang kamu tunggu (kedatangannya) bagi kami, kecuali salah satu dari dua kebaikan (yakni kemenangan atau mati syahid). Dan kami menunggu bagi kamu (terjadinya salah satu dari dua keburukan), bahwa Allah akan menimpakan kepada kamu azab dari sisi-Nya, atau dengan tangan kami. Maka, tunggulah, sesungguhnya kami adalah orang-orang menunggu bersama kamu."
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Katakanlah, “Bukankah tidak kami tunggu-tunggu buat kami kecuali salah satu dari dua kebaikan? Sedang yang kami tunggu-tunggu buat kamu, ialah bahwa Allah akan menimpakan kepada kamu suatu adzab dari sisi-Nya, atau dengan perantaraan tangan kami. Maka tunggulah! Sedang kami pun menunggu (pula) bersama kamu.”
Ayat 53
قُلْ أَنْفِقُوا طَوْعًا أَوْ كَرْهًا لَنْ يُتَقَبَّلَ مِنْكُمْ ۖ إِنَّكُمْ كُنْتُمْ قَوْمًا فَاسِقِينَ
Kemenag RI 2019
Katakanlah (Nabi Muhammad), “(Wahai orang-orang munafik,) infakkanlah (hartamu) baik dengan sukarela maupun dengan terpaksa, (tetapi ketahuilah bahwa infak itu) sekali-kali tidak akan diterima (oleh Allah) dari kamu. Sesungguhnya kamu adalah kaum yang fasik.”
(Ref)
Quraish Shihab
Katakanlah (Nabi Muhammad saw.): "(Hai orang-orang munafik)! Nafkahkanlah dengan (berpura-pura) sukarela maupun dengan terpaksa, (tetapi ketahuilah bahwa nafkah itu) sekali-kali tidak akan diterima (oleh Allah swt.) dari kamu. (Karena) sesungguhnya kamu adalah kaum fasik (keluar dari ketaatan kepada Allah swt.)."
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Katakanlah, “Berbelanjalah dengan kepatuhan atau terpaksa, namun dia tidak jugalah akan diterima dari kamu. Karena sesungguhnya kamu adalah kaum yang fasik.”
Ayat 54
وَمَا مَنَعَهُمْ أَنْ تُقْبَلَ مِنْهُمْ نَفَقَاتُهُمْ إِلَّا أَنَّهُمْ كَفَرُوا بِاللَّهِ وَبِرَسُولِهِ وَلَا يَأْتُونَ الصَّلَاةَ إِلَّا وَهُمْ كُسَالَىٰ وَلَا يُنْفِقُونَ إِلَّا وَهُمْ كَارِهُونَ
Kemenag RI 2019
Tidak ada yang menghalangi infak mereka untuk diterima kecuali karena sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang kufur kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka tidak melaksanakan salat, melainkan dengan malas dan tidak (pula) menginfakkan (harta) mereka, melainkan dengan rasa enggan (terpaksa).
(Ref)
Quraish Shihab
Dan tidak ada yang menghalangi mereka untuk diterima dari mereka nafkah-nafkah mereka, kecuali karena mereka sesungguhnya adalah orang-orang yang kafir kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka tidak melaksanakan shalat melainkan dalam keadaan malas, dan tidak (pula) mereka bernafkah melainkan dalam keadaan terpaksa.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Dan tidaklah ada yang menegah daripada diterima dari mereka perbelanjaan-perbelanjaan mereka itu, kecuali karena bahwasanya mereka telah kafir kepada Allah dan Rasul-Nya, dan tidaklah mereka mengerjakan shalat, melainkan dalam keadaan malas, dan tidak (pula) mereka membelanjakan melainkan dalam keadaan merasa terpaksa.
Ayat 55
فَلَا تُعْجِبْكَ أَمْوَالُهُمْ وَلَا أَوْلَادُهُمْ ۚ إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُعَذِّبَهُمْ بِهَا فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَتَزْهَقَ أَنْفُسُهُمْ وَهُمْ كَافِرُونَ
Kemenag RI 2019
(Oleh karena itu,) janganlah harta dan anak-anak mereka membuatmu kagum. Sesungguhnya Allah hendak menyiksa mereka dengan itu dalam kehidupan dunia dan kelak nyawa mereka keluar dengan susah payah, sedangkan mereka dalam keadaan kafir.
(Ref)
Quraish Shihab
Maka (jika demikian halnya), janganlah harta dan anak-anak mereka menarik hatimu. (Karena) sesungguhnya Allah hendak menyiksa mereka dengannya (harta dan anak-anak mereka) itu di kehidupan dunia, dan kelak nyawa mereka keluar dengan susah payah, sedangkan mereka dalam keadaan kafir.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Lantaran itu janganlah engkau terpesona oleh harta benda mereka. Dan jangan (pula) oleh anak-anak mereka; lain tidak, karena kehendak Allah hanyalah hendak mengadzab mereka dengan dia pada hidup di dunia (ini) dan akan melayang jiwa mereka, sedang mereka dalam keadaan kafir.
Ayat 56
وَيَحْلِفُونَ بِاللَّهِ إِنَّهُمْ لَمِنْكُمْ وَمَا هُمْ مِنْكُمْ وَلَٰكِنَّهُمْ قَوْمٌ يَفْرَقُونَ
Kemenag RI 2019
Mereka (orang-orang munafik) bersumpah dengan (nama) Allah, bahwa sesungguhnya mereka termasuk golonganmu, padahal mereka bukanlah dari golonganmu, tetapi mereka adalah kaum yang sangat takut (kepadamu).
(Ref)
Quraish Shihab
Dan mereka (orang-orang munafik) bersumpah dengan (nama) Allah, sesungguhnya mereka termasuk (golongan) kamu; padahal mereka bukan dari (golongan) kamu, tetapi mereka adalah kaum yang sangat takut (kepada kamu).
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Dan mereka bersumpah dengan nama Allah bahwa sesungguhnya mereka adalah dari golongan kamu, padahal tidaklah mereka dari golongan kamu. Tetapi adalah mereka itu kaum yang pengecut.
Ayat 57
لَوْ يَجِدُونَ مَلْجَأً أَوْ مَغَارَاتٍ أَوْ مُدَّخَلًا لَوَلَّوْا إِلَيْهِ وَهُمْ يَجْمَحُونَ
Kemenag RI 2019
Seandainya mereka memperoleh tempat berlindung, gua-gua, atau lubang-lubang (dalam tanah), niscaya mereka pergi (lari) ke sana dengan secepat-cepatnya.
(Ref)
Quraish Shihab
Jika seandainya mereka memperoleh tempat perlindungan atau gua-gua atau lubang-lubang (di bawah tanah), tentu mereka pergi kepadanya dalam keadaan tergesa-tergesa.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Jikalau mereka dapat tempat berlindung atau gua-gua atau (lubang) tempat sembunyi, tentu mereka berpaling kepadanya dalam keadaan terburu-buru.
Ayat 58
وَمِنْهُمْ مَنْ يَلْمِزُكَ فِي الصَّدَقَاتِ فَإِنْ أُعْطُوا مِنْهَا رَضُوا وَإِنْ لَمْ يُعْطَوْا مِنْهَا إِذَا هُمْ يَسْخَطُونَ
Kemenag RI 2019
Di antara mereka ada yang mencela engkau (Nabi Muhammad) dalam hal (pembagian) sedekah-sedekah (zakat atau rampasan perang). Jika mereka diberi sebagian darinya, mereka bersenang hati, dan jika mereka tidak diberi bagian, dengan serta merta mereka marah.
(Ref)
Quraish Shihab
Dan di antara mereka ada yang mencelamu (Nabi Muhammad saw.) dalam hal (pembagian) sedekah-sedekah (yakni harta rampasan perang atau zakat); jika mereka diberi sebagian darinya, mereka rela, dan jika mereka tidak diberi sebagian darinya, serta merta mereka marah.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Dan sebagian dari mereka ada yang menyesali engkau tentang sedekah. Yaitu, jika mereka diberi sebagian darinya, mereka senang; dan jika tidak diberi sebagian darinya, tiba-tiba mereka pun kecewa.
Ayat 59
وَلَوْ أَنَّهُمْ رَضُوا مَا آتَاهُمُ اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَقَالُوا حَسْبُنَا اللَّهُ سَيُؤْتِينَا اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ وَرَسُولُهُ إِنَّا إِلَى اللَّهِ رَاغِبُونَ
Kemenag RI 2019
Seandainya mereka benar-benar rida dengan apa yang diberikan kepada mereka oleh Allah dan Rasul-Nya, dan berkata, “Cukuplah Allah bagi kami, Allah akan memberikan kepada kami sebagian dari karunia-Nya, dan (demikian pula) Rasul-Nya. Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang selalu hanya berharap kepada Allah.”
(Ref)
Quraish Shihab
Jika seandainya mereka puas dengan apa yang diberikan Allah dan Rasul-Nya kepada mereka, dan berkata: "Cukuplah Allah bagi kami, Allah akan menganugerahkan kepada kami sebagian karunia-Nya dan demikian (pula) Rasul-Nya, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang selalu berharap hanya kepada Allah," (tentu yang demikian itu lebih baik bagi mereka).
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Alangkah baik sekiranya mereka senang menerima apa yang diberikan kepada mereka oleh Allah dan Rasul-Nya dan mereka berkata, “Cukuplah bagi kami Allah! Allah akan mengaruniai kami dengan anugerah-Nya, dan Rasul-Nya pun. Sesungguhnya kami ini kepada Allah-lah kami hendak menuju.”
Ayat 60
إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاءِ وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِي الرِّقَابِ وَالْغَارِمِينَ وَفِي سَبِيلِ اللَّهِ وَابْنِ السَّبِيلِ ۖ فَرِيضَةً مِنَ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ
Kemenag RI 2019
Sesungguhnya zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, para amil zakat, orang-orang yang dilunakkan hatinya (mualaf), untuk (memerdekakan) para hamba sahaya, untuk (membebaskan) orang-orang yang berutang, untuk jalan Allah dan untuk orang-orang yang sedang dalam perjalanan (yang memerlukan pertolongan), sebagai kewajiban dari Allah. Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
(Ref)
Quraish Shihab
Sesungguhnya zakat-zakat (itu) hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, para pengelolanya, para muallaf, serta untuk (memerdekakan) para hamba sahaya, orang-orang yang berutang, (orang-orang yang berjuang) pada jalan Allah, dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan (yang memerlukan pertolongan), sebagai (suatu ketetapan) yang diwajibkan Allah; dan Allah Maha Mengetahui, lagi Maha Bijaksana.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Sedekah-sedekah itu hanyalah untuk orang-orang fakir dan orang-orang miskin dan pengurus-pengurus sedekah itu dan orang-orang yang ditarik hatinya dan untuk melepaskan perbudakan dan orang-orang yang berutang dan pada jalan Allah dan orang-orang perjalanan. (Ialah) sebagai kewajiban dari Allah. Dan Allah adalah Mahatahu, lagi Mahabijaksana.
Ayat 61
وَمِنْهُمُ الَّذِينَ يُؤْذُونَ النَّبِيَّ وَيَقُولُونَ هُوَ أُذُنٌ ۚ قُلْ أُذُنُ خَيْرٍ لَكُمْ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَيُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِينَ وَرَحْمَةٌ لِلَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ ۚ وَالَّذِينَ يُؤْذُونَ رَسُولَ اللَّهِ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ
Kemenag RI 2019
Di antara mereka (kaum munafik) ada orang-orang yang menyakiti Nabi (Muhammad) dan mengatakan, “Dia adalah telinga (yang menampung dan memercayai semua apa yang didengarnya tanpa seleksi).” Katakanlah, “(Nabi Muhammad adalah) telinga yang baik bagi kamu, dia beriman kepada Allah, memercayai orang-orang mukmin, dan menjadi rahmat bagi orang-orang yang beriman di antara kamu.” Orang-orang yang menyakiti Rasulullah bagi mereka azab yang sangat pedih.
(Ref)
Quraish Shihab
Di antara mereka (kaum munafik), ada orang-orang yang menyakiti Nabi (Muhammad saw.) dan mereka mengatakan: "Dia adalah telinga (menampung dan memercayai semua yang didengarnya tanpa seleksi)." Katakanlah: "(Nabi Muhammad saw. adalah) telinga yang baik bagi kamu; dia beriman kepada Allah, memercayai orang-orang mukmin, dan menjadi rahmat bagi orang-orang yang beriman di antara kamu." Dan orang-orang yang menyakiti Rasulullah, bagi mereka azab yang sangat pedih.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Dan dari kalangan mereka ada yang menyakiti Nabi dan mereka berkata, “Dia pendengar!” Katakanlah, “Dia memang pendengar kebaikan bagi kamu; dia percaya kepada Allah dan percaya kepada orang-orang yang beriman dan jadi rahmat bagi orang-orang yang beriman di antara kamu.” Dan orang-orang yang menyakiti Rasulullah saw, bagi mereka adalah adzab yang pedih.
Ayat 62
يَحْلِفُونَ بِاللَّهِ لَكُمْ لِيُرْضُوكُمْ وَاللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَقُّ أَنْ يُرْضُوهُ إِنْ كَانُوا مُؤْمِنِينَ
Kemenag RI 2019
Mereka (orang-orang munafik) bersumpah kepadamu (kaum muslim) dengan (nama) Allah untuk membuat kamu rida, padahal Allah dan Rasul-Nya lebih pantas mereka (raih) keridaan-Nya jika mereka adalah orang-orang beriman.
(Ref)
Quraish Shihab
Mereka bersumpah kepada kamu (kaum Muslim) dengan (nama) Allah untuk mencari keridhaan kamu, padahal mereka lebih berhak mencari ridha Allah dan Rasul-Nya jika mereka adalah orang-orang mukmin.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Mereka akan bersumpah dengan nama Allah kepada kamu, untuk menyenangkan kamu. Padahal Allah dan Rasul-Nya yang lebih patut mereka sukakan, jika adalah mereka orang yang beriman.
Ayat 63
أَلَمْ يَعْلَمُوا أَنَّهُ مَنْ يُحَادِدِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَأَنَّ لَهُ نَارَ جَهَنَّمَ خَالِدًا فِيهَا ۚ ذَٰلِكَ الْخِزْيُ الْعَظِيمُ
Kemenag RI 2019
Tidakkah mereka (orang-orang munafik) mengetahui bahwa siapa yang menentang Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya neraka Jahanamlah baginya. Dia kekal di dalamnya. Itulah kehinaan yang besar.
(Ref)
Quraish Shihab
Tidakkah mereka mengetahui bahwa barang siapa menentang Allah (dengan melanggar perintah-Nya) dan (mengganggu dan menyakiti) Rasul-Nya, maka sesungguhnya baginya neraka Jahannam, dia kekal di dalamnya. Itulah kehinaan yang sangat besar.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Apakah mereka tidak mengetahui bahwasanya barangsiapa yang menentang Allah dan Rasul-Nya, maka untuk dia adalah neraka Jahannam, kekal dia di dalamnya. Yang demikian itulah kehinaan yang besar.
Ayat 64
يَحْذَرُ الْمُنَافِقُونَ أَنْ تُنَزَّلَ عَلَيْهِمْ سُورَةٌ تُنَبِّئُهُمْ بِمَا فِي قُلُوبِهِمْ ۚ قُلِ اسْتَهْزِئُوا إِنَّ اللَّهَ مُخْرِجٌ مَا تَحْذَرُونَ
Kemenag RI 2019
Orang-orang munafik khawatir jika diturunkan suatu surah yang mengungkapkan apa yang ada dalam hati mereka. Katakanlah (kepada mereka), “Olok-oloklah (Allah, Rasul-Nya, dan orang beriman sesukamu). Sesungguhnya Allah pasti akan menampakkan apa yang kamu khawatirkan itu.”
(Ref)
Quraish Shihab
Orang-orang munafik khawatir akan diturunkan atas mereka surah yang memberitahukan kepada mereka apa yang (tersembunyi) dalam hati mereka. Katakanlah (Nabi Muhammad saw. kepada mereka): "Silakan mengolok-olok (Allah swt. dan Rasul-Nya)." Sesungguhnya Allah akan menampakkan apa yang kamu takuti.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Amat takut orang-orang munafik itu bahwa akan diturunkan atas mereka satu surah yang mengabarkan kepada mereka atas apa yang ada dalam hati mereka. Katakanlah, “Perolok-olokkanlah! Sesungguhnya Allah akan mengeluarkan apa yang kamu takutkan itu.”
Ayat 65
وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ لَيَقُولُنَّ إِنَّمَا كُنَّا نَخُوضُ وَنَلْعَبُ ۚ قُلْ أَبِاللَّهِ وَآيَاتِهِ وَرَسُولِهِ كُنْتُمْ تَسْتَهْزِئُونَ
Kemenag RI 2019
Sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka, mereka pasti akan menjawab, “Sesungguhnya kami hanya bersenda gurau dan bermain-main saja.” Katakanlah, “Apakah terhadap Allah, ayat-ayat-Nya, dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?”
(Ref)
Quraish Shihab
Demi (Allah)! Jika engkau (Nabi Muhammad saw.) bertanya kepada mereka (tentang apa yang dilakukan orang-orang munafik itu), tentu mereka akan menjawab: "Sesungguhnya kami hanyalah bersenda-gurau dan bermain-main saja." Katakanlah: "Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya, dan Rasul-Nya kamu terus berolok-olok?"
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Dan jika engkau tanya kepada mereka, tentulah mereka akan berkata, “Kami ini hanyalah bersenda-gurau dan bermain-main.” Katakanlah, “Apakah dengan Allah dan ayat-ayat-Nya dan (dengan) Rasul-Nya kamu hendak berolok-olok?”
Ayat 66
لَا تَعْتَذِرُوا قَدْ كَفَرْتُمْ بَعْدَ إِيمَانِكُمْ ۚ إِنْ نَعْفُ عَنْ طَائِفَةٍ مِنْكُمْ نُعَذِّبْ طَائِفَةً بِأَنَّهُمْ كَانُوا مُجْرِمِينَ
Kemenag RI 2019
Tidak perlu kamu membuat-buat alasan karena kamu telah kufur sesudah beriman. Jika Kami memaafkan sebagian dari kamu (karena telah bertobat), niscaya Kami akan mengazab golongan (yang lain), karena sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang berbuat dosa.
(Ref)
Quraish Shihab
Janganlah kamu mencari dalih! Kamu sungguh telah kafir sesudah beriman. Jika Kami memaafkan segolongan dari kamu, Kami pasti akan menyiksa segolongan (yang lain) karena mereka adalah para pendurhaka.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Janganlah kamu mencahari alasan karena sesungguhnya kamu telah kafir sesudah iman. Jika Kami maafkan suatu golongan dari kamu, niscaya akan Kami adzab segolongan lain, karena sesungguhnya mereka itu adalah orang-orang yang berdosa.
Ayat 67
الْمُنَافِقُونَ وَالْمُنَافِقَاتُ بَعْضُهُمْ مِنْ بَعْضٍ ۚ يَأْمُرُونَ بِالْمُنْكَرِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمَعْرُوفِ وَيَقْبِضُونَ أَيْدِيَهُمْ ۚ نَسُوا اللَّهَ فَنَسِيَهُمْ ۗ إِنَّ الْمُنَافِقِينَ هُمُ الْفَاسِقُونَ
Kemenag RI 2019
Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, satu dengan yang lain (adalah sama saja). Mereka menyuruh (berbuat) mungkar dan mencegah (berbuat) makruf. Mereka pun menggenggam tangannya (kikir). Mereka telah melupakan Allah, maka Allah melupakan mereka. Sesungguhnya orang-orang munafik adalah orang-orang yang fasik.
(Ref)
Quraish Shihab
Orang-orang munafik laki-laki dan orang-orang munafik perempuan, sebagian mereka dari sebagian yang lain, mereka menyuruh (manusia berbuat) yang munkar dan melarang (berbuat) yang ma'ruf dan mereka menggenggamkan tangan mereka (yakni sangat kikir). Mereka telah lupa Allah (meninggalkan tuntunan-Nya), maka Dia melupakan (meninggalkan) mereka (sehingga mereka tidak memperoleh rahmat-Nya). Sesungguhnya orang-orang munafik, merekalah orang-orang fasik (keluar dari ketaatan kepada Allah swt.).
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Laki-laki yang munafik dan perempuan-perempuan yang munafik, yang sebagian mereka adalah dari yang sebagian, (yaitu)mereka menyuruh dengan yang mungkar dan mereka melarang dari yang makruf dan mereka genggamkan tangan mereka. Mereka telah melupakan Allah, maka Allah pun melupakan mereka. Sesungguhnya orang-orang munafik itu, adalah mereka orang-orang yang fasik.
Ayat 68
وَعَدَ اللَّهُ الْمُنَافِقِينَ وَالْمُنَافِقَاتِ وَالْكُفَّارَ نَارَ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا ۚ هِيَ حَسْبُهُمْ ۚ وَلَعَنَهُمُ اللَّهُ ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ مُقِيمٌ
Kemenag RI 2019
Allah telah mengancam orang-orang munafik laki-laki dan perempuan serta orang-orang kafir dengan neraka Jahanam. Mereka kekal di dalamnya. Cukuplah (neraka) itu bagi mereka. Allah melaknat mereka. Bagi mereka azab yang kekal.
(Ref)
Quraish Shihab
Dan Allah menjanjikan orang-orang munafik laki-laki, orang-orang munafik perempuan dan orang-orang kafir (azab) neraka Jahannam. Mereka kekal di dalamnya. Cukuplah (neraka) itu bagi mereka; dan Allah melaknat mereka; dan bagi mereka azab yang terus-menerus.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Allah telah menjanjikan untuk laki-laki munafik dan perempuan-perempuan munafik dan orang-orang yang kufur, neraka Jahannam. Mereka akan kekal di dalamnya. Itulah yang cukup untuk mereka, dan Allah mengutuk mereka, dan bagi mereka adzab yang tetap.
Ayat 69
كَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ كَانُوا أَشَدَّ مِنْكُمْ قُوَّةً وَأَكْثَرَ أَمْوَالًا وَأَوْلَادًا فَاسْتَمْتَعُوا بِخَلَاقِهِمْ فَاسْتَمْتَعْتُمْ بِخَلَاقِكُمْ كَمَا اسْتَمْتَعَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ بِخَلَاقِهِمْ وَخُضْتُمْ كَالَّذِي خَاضُوا ۚ أُولَٰئِكَ حَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ
Kemenag RI 2019
(Kamu, orang-orang munafik,) seperti orang-orang sebelummu. Mereka lebih kuat daripada kamu dan lebih banyak harta dan anak-anaknya. Mereka telah menikmati bagiannya dan kamu telah menikmati bagianmu sebagaimana orang-orang yang sebelummu menikmati bagiannya. Kamu mempercakapkan (hal-hal yang batil) sebagaimana mereka mempercakapkannya. Mereka itu sia-sia amalnya di dunia dan di akhirat. Mereka itulah orang-orang yang rugi.
(Ref)
Quraish Shihab
(Keadaan kamu, hai orang-orang musyrik dan munafik adalah) seperti (keadaan) orang-orang yang sebelum kamu, mereka lebih kuat daripada kamu, dan lebih banyak harta dan anak-anak mereka daripada kamu. Maka, mereka telah menikmati bagian mereka, dan kamu telah menikmati bagian kamu sebagaimana orang-orang yang sebelum kamu menikmati bagian mereka, dan kamu mempercakapkan (sesuatu yang tidak berdasar, seperti kekufuran dan ejekan terhadap Allah swt. dan Rasul-Nya) sebagaimana mereka mempercakapkannya. Mereka (yang lebih kuat dan melebihi kamu) itu, amal-amal mereka menjadi sia-sia di dunia dan di akhirat; dan mereka itulah orang-orang yang rugi.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Seperti juga orang-orang yang sebelum kamu. Adalah mereka itu lebih bersangatan kekuatan daripada kamu dan lebih banyak harta benda dan anak-anak; oleh karena itu mereka telah bersenang-senang dengan bagian mereka, maka kamu pun telah bersenang-senang dengan bagian kamu sebagaimana bersenang-senang orang-orang yang sebelum kamu itu dengan bagian mereka, dan kamu pun telah bersukaria sebagaimana mereka telah bersuka ria. Mereka itu adalah orang-orang yang telah gugur amal-amalan mereka di dunia dan di akhirat, dan mereka itu adalah orang-orang yang rugi.
Ayat 70
أَلَمْ يَأْتِهِمْ نَبَأُ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ قَوْمِ نُوحٍ وَعَادٍ وَثَمُودَ وَقَوْمِ إِبْرَاهِيمَ وَأَصْحَابِ مَدْيَنَ وَالْمُؤْتَفِكَاتِ ۚ أَتَتْهُمْ رُسُلُهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ ۖ فَمَا كَانَ اللَّهُ لِيَظْلِمَهُمْ وَلَٰكِنْ كَانُوا أَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ
Kemenag RI 2019
Apakah tidak sampai kepada mereka berita (tentang) orang-orang sebelum mereka, (yaitu) kaum Nuh, ‘Ad, Samud, kaum Ibrahim, penduduk Madyan, dan (kaum Lut) yang kota-kotanya dijungkirbalikkan? Telah datang kepada mereka rasul-rasul dengan membawa bukti-bukti yang nyata. Allah tidak akan pernah menzalimi mereka, tetapi merekalah yang selalu menzalimi diri sendiri.
(Ref)
Quraish Shihab
Apakah belum datang kepada mereka berita (penting) tentang orang-orang yang sebelum mereka, (yaitu) kaum Nuh, 'Ad, Tsamud, kaum Ibrahim, penduduk Madyan, dan negeri-negeri yang dijungkirbalikkan (oleh Allah swt. sehingga semua musnah)? Telah datang kepada mereka para rasul mereka dengan membawa keterangan-keterangan yang nyata; (namun karena mereka mengejek dan menolak tuntunan para rasul), (maka Allah swt. menyiksa mereka dengan berbagai siksa), dan Allah sekali-kali tidak menganiaya mereka, tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka (sendiri).
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Tidaklah datang kepada mereka perkabaran tentang orang-orang sebelum mereka, (yaitu) kaum Nuh dan ‘Aad dan Tsamud dan kaum Ibrahim dan penduduk Madyan dan negeri-negeri yang sudah dibinasakan itu. Telah datang kepada mereka rasul-rasul mereka berbagai keterangan. Maka tidaklah Allah berlaku aniaya kepada mereka, akan tetapi adalah atas diri mereka sendiri mereka berlaku aniaya.
Ayat 71
وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ ۚ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَيُطِيعُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ ۚ أُولَٰئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللَّهُ ۗ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ
Kemenag RI 2019
Orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan, sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain. ) Mereka menyuruh (berbuat) makruf dan mencegah (berbuat) mungkar, menegakkan salat, menunaikan zakat, dan taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka akan diberi rahmat oleh Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
(Ref)
Quraish Shihab
Dan orang-orang mukmin laki-laki dan orang-orang mukmin perempuan, sebagian mereka menjadi para penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh yang ma'ruf, mencegah yang munkar, dan melaksanakan shalat secara berkesinambungan, menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan dirahmati Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa, lagi Maha Bijaksana.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Dan laki-laki yang beriman dan perempuan-perempuan yang beriman, yang sebagian mereka adalah pemimpin bagi yang sebagian. Mereka itu menyuruh berbuat makruf dan melarang dari yang mungkar, dan mereka mendirikan shalat dan mengeluarkan zakat, dan mereka pun taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu adalah orang-orang yang akan diberi rahmat oleh Allah. Sesungguhnya Allah adalah Mahagagah, lagi Mahabijaksana.
Ayat 72
وَعَدَ اللَّهُ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَمَسَاكِنَ طَيِّبَةً فِي جَنَّاتِ عَدْنٍ ۚ وَرِضْوَانٌ مِنَ اللَّهِ أَكْبَرُ ۚ ذَٰلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ
Kemenag RI 2019
Allah telah menjanjikan kepada orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan, surga-surga yang sungai-sungai mengalir di bawahnya, mereka kekal di dalamnya, dan tempat-tempat yang baik di surga ‘Adn. Rida Allah lebih besar. Itulah kemenangan yang agung.
(Ref)
Quraish Shihab
Allah telah menjanjikan kepada orang-orang mukmin laki-laki dan orang-orang mukmin perempuan, surga-surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya, dan tempat-tempat yang bagus di surga-surga 'Adn. (Mereka juga mendapatkan ridha Allah swt.), dan keridhaan dari Allah adalah lebih besar; itulah kemenangan yang sangat besar.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Allah telah menjanjikan kepada orang-orang laki-laki yang beriman dan orang-orang perempuan yang beriman, surga-surga, yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, kekal mereka di dalamnya, dan tempat-tempat tinggal yang baik di dalam surga Aden. Sedang keridhaan dari Allah adalah lebih besar. Itulah dia kemenangan yang agung.
Ayat 73
يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ جَاهِدِ الْكُفَّارَ وَالْمُنَافِقِينَ وَاغْلُظْ عَلَيْهِمْ ۚ وَمَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ ۖ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ
Kemenag RI 2019
Wahai Nabi, berjihadlah (melawan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka adalah (neraka) Jahanam. (Itulah) seburuk-buruk tempat kembali.
(Ref)
Quraish Shihab
Wahai Nabi! Berjihadlah (menghadapi) orang-orang kafir dan orang-orang munafik dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka adalah (neraka) Jahannam, dan (itulah) seburuk-buruk tempat kembali.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Wahai Nabi! Jihadilah kafir-kafir dan munafik-munafik itu, dan berlaku gagahlah terhadap mereka. Sedang tempat pulang mereka adalah Jahannam, dan itulah yang seburuk-buruk kesudahan.
Ayat 74
يَحْلِفُونَ بِاللَّهِ مَا قَالُوا وَلَقَدْ قَالُوا كَلِمَةَ الْكُفْرِ وَكَفَرُوا بَعْدَ إِسْلَامِهِمْ وَهَمُّوا بِمَا لَمْ يَنَالُوا ۚ وَمَا نَقَمُوا إِلَّا أَنْ أَغْنَاهُمُ اللَّهُ وَرَسُولُهُ مِنْ فَضْلِهِ ۚ فَإِنْ يَتُوبُوا يَكُ خَيْرًا لَهُمْ ۖ وَإِنْ يَتَوَلَّوْا يُعَذِّبْهُمُ اللَّهُ عَذَابًا أَلِيمًا فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ۚ وَمَا لَهُمْ فِي الْأَرْضِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍ
Kemenag RI 2019
Mereka (orang-orang munafik) bersumpah dengan (nama) Allah bahwa mereka tidak mengatakan (sesuatu yang menyakiti Nabi Muhammad). Sungguh, mereka benar-benar telah mengucapkan perkataan kekafiran (dengan mencela Nabi Muhammad) dan (karenanya) menjadi kafir setelah berislam. Mereka menginginkan apa yang tidak dapat mereka capai. ) Mereka tidak mencela melainkan karena Allah dan Rasul-Nya telah melimpahkan karunia-Nya kepada mereka. Maka, jika mereka bertobat, itu lebih baik bagi mereka. Jika berpaling, niscaya Allah akan mengazab mereka dengan azab yang pedih di dunia dan akhirat. Mereka tidak mempunyai pelindung dan tidak (pula) penolong di bumi.
(Ref)
Quraish Shihab
Mereka (orang-orang munafik) bersumpah dengan (nama) Allah, bahwa mereka tidak berkata-kata (tentang sesuatu yang melanggar ajaran agama atau menggangu Nabi Muhammad saw.). Padahal, demi (Allah)! Sungguh, mereka telah mengucapkan kalimat kufur (memaki Nabi Muhammad saw. dan menganggapnya berbohong), dan mereka telah kafir sesudah keislaman mereka dan menginginkan apa yang mereka tidak dapat mencapainya (yakni mengusir atau membunuh Nabi Muhammad saw.), dan mereka tidak mencela, melainkan karena Allah dan Rasul-Nya telah melimpahkan karunia-Nya kepada mereka (padahal sebelumnya mereka hidup dalam kekacauan dan penderitaan). Maka, jika mereka bertaubat, itu adalah lebih baik bagi mereka, dan jika mereka berpaling, pasti Allah akan menyiksa mereka dengan siksa yang pedih di dunia dan di akhirat; dan mereka sekali-kali tidak memperoleh pelindung dan tidak (pula) penolong di bumi (dan tidak pula di akhirat).
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Mereka akan bersumpah dengan nama Allah bahwa mereka tidaklah pernah berkata (begitu), padahal mereka telah pernah mengatakan kalimat kufur, dan mereka telah kafir sesudah Islam, dan mereka sangat mengingini apa yang tidak mereka capai. Dan, tidaklah mereka berdendam, melainkan karena mereka telah dikaya-ratakan oleh Allah dan Rasul-Nya dengan karunia-Nya. Tetapi jika mereka bertobat, itulah yang lebih baik bagi mereka, dan jika mereka berpaling, niscaya akan diadzab oleh Allah, azab yang pedih, di dunia dan akhirat. Dan, tidak akan mereka di dalam bumi ini, dari seorang pelindung pun dan tidak pula seorang penolong.
Ayat 75
وَمِنْهُمْ مَنْ عَاهَدَ اللَّهَ لَئِنْ آتَانَا مِنْ فَضْلِهِ لَنَصَّدَّقَنَّ وَلَنَكُونَنَّ مِنَ الصَّالِحِينَ
Kemenag RI 2019
Di antara mereka ada orang yang telah berjanji kepada Allah, “Sesungguhnya jika Dia memberikan sebagian dari karunia-Nya kepada kami, niscaya kami akan benar-benar bersedekah dan niscaya kami benar-benar termasuk orang-orang yang saleh.”
(Ref)
Quraish Shihab
Dan di antara mereka (orang-orang munafik) ada yang telah berikrar kepada Allah (dengan mengatakan bahwa): "Demi (Allah)! Jika Dia memberikan sebagian karunia-Nya kepada kami, tentu kami akan benar-benar bersedekah dan tentu kami benar-benar akan termasuk orang-orang saleh."
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Dan setengah daripada mereka ada yang berjanji kepada Allah, “Sesungguhnya jika Dia berikan kepada kami sebagian dari karunia-Nya, tentu akan kami sedekahkan. Dan sungguhlah kami akan jadi orang-orang yang saleh.”
Ayat 76
فَلَمَّا آتَاهُمْ مِنْ فَضْلِهِ بَخِلُوا بِهِ وَتَوَلَّوْا وَهُمْ مُعْرِضُونَ
Kemenag RI 2019
Akan tetapi, ketika Allah menganugerahkan kepada mereka sebagian dari karunia-Nya, mereka menjadi kikir dan berpaling seraya menjadi penentang (kebenaran).
(Ref)
Quraish Shihab
Maka, setelah Allah memberikan kepada mereka sebagian karunia-Nya, mereka kikir (and enggan bersedekah) dengannya (karunia itu), dan mereka berpaling dalam keadaan membelakangi (kebenaran).
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Tetapi tatkala diberikan-Nya kepada mereka sebagian daripada karunia-Nya itu, mereka pun bakhil dengan dia, dan mereka pun berpaling, dan mereka pun tak acuh lagi.
Ayat 77
فَأَعْقَبَهُمْ نِفَاقًا فِي قُلُوبِهِمْ إِلَىٰ يَوْمِ يَلْقَوْنَهُ بِمَا أَخْلَفُوا اللَّهَ مَا وَعَدُوهُ وَبِمَا كَانُوا يَكْذِبُونَ
Kemenag RI 2019
Maka, (akibat kekikiran itu) Dia menanamkan kemunafikan dalam hati mereka sampai pada hari mereka menemui-Nya karena mereka telah mengingkari janji yang telah mereka ikrarkan kepada-Nya dan (juga) karena mereka selalu berdusta.
(Ref)
Quraish Shihab
Maka, (kekikiran) itu menimbulkan kemunafikan dalam hati mereka hingga ke waktu mereka menemui-Nya, karena mereka telah memungkiri Allah (melalui) apa (janji) yang telah mereka ikrarkan kepada-Nya dan disebabkan mereka dahulu terus menerus berdusta.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Maka Allah akibatkanlah nifaq di dalam hati mereka, sampai hari yang mereka akan bertemu dengan Dia, lantaran mereka telah menyalahi apa yang telah mereka janjikan dengan Allah, dan dari sebab mereka itu telah berdusta.
Ayat 78
أَلَمْ يَعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ سِرَّهُمْ وَنَجْوَاهُمْ وَأَنَّ اللَّهَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ
Kemenag RI 2019
Tidakkah mereka mengetahui bahwa Allah mengetahui rahasia dan bisikan mereka dan bahwa sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala yang gaib?
(Ref)
Quraish Shihab
Tidakkah mereka mengetahui bahwa Allah mengetahui rahasia dan bisikan mereka, dan bahwa Allah Maha Mengetahui segala yang gaib?
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Tidakkah mereka mengetahui bahwasanya Allah itu mengetahui akan rahasia mereka dan bisik desus mereka? Dan bahwasanya Allah Maha Mengetahui akan perkara-perkara yang tersembunyi.
Ayat 79
الَّذِينَ يَلْمِزُونَ الْمُطَّوِّعِينَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ فِي الصَّدَقَاتِ وَالَّذِينَ لَا يَجِدُونَ إِلَّا جُهْدَهُمْ فَيَسْخَرُونَ مِنْهُمْ ۙ سَخِرَ اللَّهُ مِنْهُمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ
Kemenag RI 2019
Orang-orang (munafik) yang mencela orang-orang beriman yang memberikan sedekah dengan sukarela, (mencela) orang-orang yang tidak mendapatkan (untuk disedekahkan) selain kesanggupannya, lalu mereka mengejeknya. Maka, Allah mengejek mereka dan bagi mereka azab yang sangat pedih.
(Ref)
Quraish Shihab
(Di antara kaum munafik itu) ada orang-orang yang mencela para pemberi sedekah dengan sukarela dari orang-orang mukmin dan (mencela pula) orang-orang yang tidak mendapatkan selain kesanggupan mereka, maka mereka (orang-orang munafik itu) mengejek mereka (yang memberi dan tidak mendapatkan). Allah (pun) mengejek mereka dan bagi mereka azab yang sangat pedih.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
(Yaitu) orang-orang yang menghina terhadap orang-orang yang dengan kemaunnya sendiri, dari kalangan orang-orang beriman yang mengeluarkan sedekah, dan terhadap orang-orang yang tidak sanggup kecuali sekadar tenaga. Maka mereka rendahkan mereka itu. Allah pun merendahkan mereka dan bagi mereka adalah adzab yang pedih.
Ayat 80
اسْتَغْفِرْ لَهُمْ أَوْ لَا تَسْتَغْفِرْ لَهُمْ إِنْ تَسْتَغْفِرْ لَهُمْ سَبْعِينَ مَرَّةً فَلَنْ يَغْفِرَ اللَّهُ لَهُمْ ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ كَفَرُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ ۗ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ
Kemenag RI 2019
(Sama saja) engkau (Nabi Muhammad) memohonkan ampunan bagi mereka atau tidak memohonkan ampunan bagi mereka. Walaupun engkau memohonkan ampunan bagi mereka tujuh puluh kali, Allah tidak akan memberi ampunan kepada mereka. Demikian itu karena mereka kufur kepada Allah dan Rasul-Nya. Allah tidak akan memberi petunjuk kepada kaum yang fasik.
(Ref)
Quraish Shihab
Engkau (Nabi Muhammad saw.) memohonkan ampun bagi mereka atau tidak memohonkan ampun bagi mereka (adalah sama saja). Jika engkau memohonkan ampun bagi mereka tujuh puluh kali, Allah sekali-kali tidak akan memberi ampun kepada mereka. Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka kafir kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum fasik (keluar dari ketaatan kepada Allah swt.).
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Mohonkanlah ampun untuk mereka atau jangan engkau mohonkan ampun untuk mereka, jika pun engkau mohonkan mereka ampun tujuh puluh kali, sekali-kali tidaklah Allah akan memberi ampun mereka. Begitulah jadinya, karena mereka itu telah kafir terhadap Allah dan Rasul-Nya. Sedang Allah tidaklah hendak memberikan petunjuk kepada kaum yang fasik.
Ayat 81
فَرِحَ الْمُخَلَّفُونَ بِمَقْعَدِهِمْ خِلَافَ رَسُولِ اللَّهِ وَكَرِهُوا أَنْ يُجَاهِدُوا بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَقَالُوا لَا تَنْفِرُوا فِي الْحَرِّ ۗ قُلْ نَارُ جَهَنَّمَ أَشَدُّ حَرًّا ۚ لَوْ كَانُوا يَفْقَهُونَ
Kemenag RI 2019
Orang-orang yang ditinggalkan (tidak ikut berperang) merasa gembira dengan duduk-duduk setelah kepergian Rasulullah (ke medan perang). Mereka tidak suka berjihad dengan harta dan jiwa mereka di jalan Allah dan mereka (justru) berkata, “Janganlah kamu berangkat (ke medan perang) di tengah panas terik.” Katakanlah (Nabi Muhammad), “Api neraka Jahanam lebih panas.” Seandainya saja selama ini mereka memahami.
(Ref)
Quraish Shihab
Orang-orang yang ditinggalkan (tidak ikut berperang) bergembira dengan (keberadaan mereka di) tempat tinggal mereka di belakang (yakni sesudah keberangkatan) Rasulullah, dan mereka tidak suka berjihad dengan harta mereka dan jiwa mereka di jalan Allah dan mereka berkata: "Janganlah kamu berangkat (ke medan perang) dalam panas terik ini!" Katakanlah (Nabi Muhammad saw.): "Api (neraka) Jahannam itu lebih keras panas-(nya), jika seandainya mereka memahami."
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Telah bergembira orang-orang yang ditinggalkan itu, dengan sebab tertinggalnya mereka di belakang Rasulullah saw, dan mereka memang keberatan bahwa akan berjihad dengan harta benda mereka dan jiwa-jiwa mereka pada jalan Allah, dan mereka telah mengatakan, “Janganlah kamu pergi berperang di waktu panas.” Katakanlah, “Neraka Jahannam lebih panas, jikalau adalah kamu orang-orang yang berpikiran.”
Ayat 82
فَلْيَضْحَكُوا قَلِيلًا وَلْيَبْكُوا كَثِيرًا جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ
Kemenag RI 2019
Maka, biarkanlah mereka tertawa sedikit (di dunia) dan menangis yang banyak (di akhirat) sebagai balasan terhadap apa yang selalu mereka perbuat.
(Ref)
Quraish Shihab
Maka, hendaklah mereka tertawa sedikit dan menangis banyak (di akhirat, saat mereka dimasukkan ke neraka), sebagai balasan atas apa (kedurhakaan) yang telah mereka usahakan.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Maka biarlah mereka tertawa-tawa sedikit dan menangislah mereka yang banyak, sebagai balasan dari apa yang telah mereka usahakan.
Ayat 83
فَإِنْ رَجَعَكَ اللَّهُ إِلَىٰ طَائِفَةٍ مِنْهُمْ فَاسْتَأْذَنُوكَ لِلْخُرُوجِ فَقُلْ لَنْ تَخْرُجُوا مَعِيَ أَبَدًا وَلَنْ تُقَاتِلُوا مَعِيَ عَدُوًّا ۖ إِنَّكُمْ رَضِيتُمْ بِالْقُعُودِ أَوَّلَ مَرَّةٍ فَاقْعُدُوا مَعَ الْخَالِفِينَ
Kemenag RI 2019
Maka, jika Allah memulangkanmu (Nabi Muhammad) ke satu golongan dari mereka (orang-orang munafik), kemudian mereka meminta izin kepadamu untuk keluar (pergi berperang), katakanlah, “Kamu tidak boleh keluar bersamaku selama-lamanya dan tidak boleh memerangi musuh bersamaku. Sesungguhnya sejak semula kamu telah rida duduk (tidak berperang). Oleh karena itu, duduklah (tinggallah) bersama orang-orang yang tidak ikut (berperang).”
(Ref)
Quraish Shihab
Maka, jika Allah mengembalikanmu (Nabi Muhammad saw.) kepada satu golongan dari mereka (yang tidak ikut berperang bersamamu), kemudian mereka meminta izin kepadamu untuk keluar (berperang pada peperangan yang lain), maka katakanlah: "Kamu sekali-kali tidak akan keluar bersamaku selama-lamanya dan sekali-kali tidak akan berperang bersamaku melawan satu musuh (pun). Sesungguhnya kamu rela duduk (tidak pergi berperang) pada kali yang pertama, karena itu duduklah bersama orang-orang yang tidak ikut (berperang)."
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Maka sekiranya Allah telah mengembalikan mereka kepada satu kelompok dari mereka, lalu mereka mohon izin kepada engkau untuk (turut) keluar. Maka hendaklah engkau katakan, “Sekali-kali kamu tidak akan (boleh) keluar bersama aku selama-lamanya, dan sekali-kali kamu tidak akan memerangi musuh selama-lamanya bersama aku, (karena) sesungguhnya kamu lebih suka tinggal pada permulaan kali. Maka tinggallah kamu (sekarang) bersama-sama orang yang tinggal.
Ayat 84
وَلَا تُصَلِّ عَلَىٰ أَحَدٍ مِنْهُمْ مَاتَ أَبَدًا وَلَا تَقُمْ عَلَىٰ قَبْرِهِ ۖ إِنَّهُمْ كَفَرُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَمَاتُوا وَهُمْ فَاسِقُونَ
Kemenag RI 2019
Janganlah engkau (Nabi Muhammad) melaksanakan salat untuk seseorang yang mati di antara mereka (orang-orang munafik) selama-lamanya dan janganlah engkau berdiri (berdoa) di atas kuburnya. Sesungguhnya mereka ingkar kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka mati dalam keadaan fasik.
(Ref)
Quraish Shihab
Dan janganlah sekali-kali engkau (Nabi Muhammad saw.) menshalatkan seorang yang mati di antara mereka selama-lamanya, dan janganlah engkau berdiri di kuburnya (untuk mendoakannya). Sesungguhnya mereka telah kafir kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka mati dalam keadaan fasik (keluar dari ketaatan kepada Allah swt.).
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Dan sekali-kali janganlah engkau shalatkan atas seorangpun yang telah mati dari mereka itu selama-lamanya dan jangan engkau berdiri di kuburannya. Sesungguhnya mereka itu telah kufur kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka telah mati, padahal mereka dalam fasik.
Ayat 85
وَلَا تُعْجِبْكَ أَمْوَالُهُمْ وَأَوْلَادُهُمْ ۚ إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ أَنْ يُعَذِّبَهُمْ بِهَا فِي الدُّنْيَا وَتَزْهَقَ أَنْفُسُهُمْ وَهُمْ كَافِرُونَ
Kemenag RI 2019
Janganlah harta dan anak-anak mereka membuatmu kagum. Sesungguhnya dengan (sebab harta dan anak) itu Allah berkehendak untuk menyiksa mereka di dunia dan (membiarkan) nyawa mereka melayang dalam keadaan kafir.
(Ref)
Quraish Shihab
Dan janganlah harta and anak-anak mereka menarik hatimu. (Karena) sesungguhnya Allah hendak menyiksa mereka dengannya (harta dan anak-anak mereka itu) di kehidupan dunia, dan kelak nyawa mereka keluar dengan susah payah, sedangkan mereka dalam keadaan kafir.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Dan janganlah engkau terpesona oleh harta benda mereka dan anak-cucu mereka. Kehendak Allah hanya akan mengadzab mereka dengan dia dunia dan di akhirat, dan akan mampus jiwa mereka, sedang mereka itu adalah kafir.
Ayat 86
وَإِذَا أُنْزِلَتْ سُورَةٌ أَنْ آمِنُوا بِاللَّهِ وَجَاهِدُوا مَعَ رَسُولِهِ اسْتَأْذَنَكَ أُولُو الطَّوْلِ مِنْهُمْ وَقَالُوا ذَرْنَا نَكُنْ مَعَ الْقَاعِدِينَ
Kemenag RI 2019
Apabila diturunkan suatu surah (yang memerintahkan orang-orang munafik), “Berimanlah kepada Allah dan berjihadlah bersama Rasul-Nya,” niscaya orang-orang yang berkemampuan di antara mereka meminta izin kepadamu (untuk tidak berjihad) dan mereka berkata, “Biarkanlah kami berada bersama orang-orang yang duduk (tinggal di rumah).”
(Ref)
Quraish Shihab
Dan apabila diturunkan surah (yang memerintahkan orang-orang munafik): "Berimanlah kepada Allah dan berjihadlah bersama Rasul-Nya," niscaya orang-orang yang sanggup di antara mereka, meminta izin kepadamu dan mereka berkata: "Biarkanlah kami berada bersama orang-orang yang duduk (tidak pergi berperang)."
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Dan apabila diturunkan suatu surah (yang menyeru), bahwa hendaklah mereka beriman kepada Allah dan berjihad bersama-sama Rasul-Nya, meminta izinlah kepada engkau orang-orang yang mampu dari mereka, dan mereka katakan, “Biarkanlah kami bersama-sama orang yang tinggal.”
Ayat 87
رَضُوا بِأَنْ يَكُونُوا مَعَ الْخَوَالِفِ وَطُبِعَ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ فَهُمْ لَا يَفْقَهُونَ
Kemenag RI 2019
Mereka rida berada bersama orang-orang yang tidak pergi berperang. ) Hati mereka telah dikunci sehingga tidak memahami.
(Ref)
Quraish Shihab
Mereka rela berada bersama orang-orang yang ditinggal (yang tidak ikut berperang), dan hati mereka telah dikunci mati, maka mereka tidak memahami (kebaikan dan tidak merasakan lezatnya iman dan jihad).
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Mereka lebih senang bahwa ada mereka bersama-sama perempuan-perempuan yang tinggal, dan telah dicap atas hati mereka. Maka tidaklah mereka mengerti.
Ayat 88
لَٰكِنِ الرَّسُولُ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ جَاهَدُوا بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ ۚ وَأُولَٰئِكَ لَهُمُ الْخَيْرَاتُ ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
Kemenag RI 2019
Akan tetapi, Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya berjihad dengan harta dan jiwanya. Mereka memperoleh berbagai kebaikan. Mereka (pula)-lah orang-orang yang beruntung.
(Ref)
Quraish Shihab
Tetapi, Rasul (Nabi Muhammad saw.) dan orang-orang yang beriman bersamanya, mereka berjihad dengan harta mereka dan jiwa mereka. Mereka itulah orang-orang yang memperoleh aneka kebaikan; dan mereka itu (pula) orang-orang yang beruntung.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Tetapi Rasul dan orang-orang yang beriman sertanya telah berjihad dengan harta-harta mereka dan jiwa mereka. Dan mereka itu untuk mereka adalah berbagai kebaikan, dan mereka adalah orang-orang yang berbahagia.
Ayat 89
أَعَدَّ اللَّهُ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا ۚ ذَٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ
Kemenag RI 2019
Allah telah menyediakan bagi mereka surga yang sungai-sungai mengalir di bawahnya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang agung.
(Ref)
Quraish Shihab
Allah telah menyediakan bagi mereka surga-surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang sangat besar.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Allah telah menyediakan untuk mereka surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, kekal mereka di dalamnya. Yang demikian itulah kejayaan yang besar.
Ayat 90
وَجَاءَ الْمُعَذِّرُونَ مِنَ الْأَعْرَابِ لِيُؤْذَنَ لَهُمْ وَقَعَدَ الَّذِينَ كَذَبُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ ۚ سَيُصِيبُ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ
Kemenag RI 2019
Orang-orang Arab Badui yang membuat-buat alasan datang (kepada Nabi) agar diberi izin (untuk tidak berperang). Adapun orang-orang yang mendustakan Allah dan Rasul-Nya duduk berdiam (tidak mengemukakan alasan). Kelak orang-orang yang kufur di antara mereka akan ditimpa azab yang sangat pedih.
(Ref)
Quraish Shihab
Dan telah datang orang-orang yang mengemukakan uzur (alasan, yaitu) orang-orang Arab Badui supaya diberi izin bagi mereka (untuk tidak pergi berjihad), sedangkan orang-orang yang mendustakan Allah dan Rasul-Nya, duduk berdiam diri (tanpa menyampaikan alasan). Kelak orang-orang yang kafir di antara mereka ditimpa azab yang sangat pedih.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Dan datanglah orang-orang yang berhalangan dari Arab Kampung, supaya mereka diberi izin, dan tinggallah orang-orang yang mendustakan Allah dan Rasul-Nya. Allah akan menimpakan kepada orang-orang yang kafir dari mereka suatu adzab yang pedih.
Ayat 91
لَيْسَ عَلَى الضُّعَفَاءِ وَلَا عَلَى الْمَرْضَىٰ وَلَا عَلَى الَّذِينَ لَا يَجِدُونَ مَا يُنْفِقُونَ حَرَجٌ إِذَا نَصَحُوا لِلَّهِ وَرَسُولِهِ ۚ مَا عَلَى الْمُحْسِنِينَ مِنْ سَبِيلٍ ۚ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ
Kemenag RI 2019
Tidak ada dosa (karena tidak pergi berperang) bagi orang-orang yang lemah, sakit, dan yang tidak mendapatkan apa yang akan mereka infakkan, jika mereka ikhlas kepada Allah dan Rasul-Nya. Tidak ada jalan apa pun untuk (menyalahkan) orang-orang yang berbuat baik. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
(Ref)
Quraish Shihab
Tidak ada dosa (disebabkan tidak pergi berjihad) atas orang-orang yang lemah (fisiknya), dan atas orang-orang yang sakit dan atas orang-orang (miskin) yang tidak memperoleh apa yang akan mereka nafkahkan, jika mereka ikhlas kepada Allah dan Rasul-Nya. Tidak ada jalan untuk (menyalahkan atau mencela) orang-orang muhsin (orang yang selalu berbuat yang lebih baik). Dan Allah Maha Pengampun, lagi Maha Pengasih.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Tidaklah salah atas orang-orang yang lemah dan tidak (pula) atas orang-orang yang sakit dan tidak atas orang-orang yang tidak mendapati apa yang akan mereka belanjakan, apabila mereka telah ikhlas kepada Allah dan Rasul-Nya. Tidaklah ada satu jalan pun atas orang-orang yang berbuat baik. Dan Allah adalah Maha Pengampun, lagi Penyayang.
Ayat 92
وَلَا عَلَى الَّذِينَ إِذَا مَا أَتَوْكَ لِتَحْمِلَهُمْ قُلْتَ لَا أَجِدُ مَا أَحْمِلُكُمْ عَلَيْهِ تَوَلَّوْا وَأَعْيُنُهُمْ تَفِيضُ مِنَ الدَّمْعِ حَزَنًا أَلَّا يَجِدُوا مَا يُنْفِقُونَ
Kemenag RI 2019
Tidak (ada dosa) pula bagi orang-orang yang ketika datang kepadamu (Nabi Muhammad) agar engkau menyediakan kendaraan kepada mereka, lalu engkau berkata, “Aku tidak mendapatkan kendaraan untuk membawamu.” Mereka pergi dengan bercucuran air mata karena sedih sebab tidak mendapatkan apa yang akan mereka infakkan (untuk ikut berperang).
(Ref)
Quraish Shihab
Dan tidak ada (pula dosa) atas orang-orang yang apabila mereka datang kepadamu (Nabi Muhammad saw.), supaya engkau memberi mereka kendaraan, engkau berkata: "Aku tidak mendapatkan kendaraan untuk membawa kamu," lalu mereka kembali dalam keadaan mata mereka bercucuran air mata karena kesedihan, karena mereka tidak mendapatkan apa yang akan mereka nafkahkan.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Dan tidak (pula) atas orang-orang yang tatkala datang kepada engkau, minta mereka diberi angkutan, lalu engkau katakan, “Tidak aku dapat kendaraan untuk membawa kamu atasnya. Lalu mereka pun berpaling, sedang mata mereka berlinang-linang dari sebab air mata, lantaran sedih, sebab mereka tidak mempunyai apa-apa yang akan dibelanjakan.
Ayat 93
إِنَّمَا السَّبِيلُ عَلَى الَّذِينَ يَسْتَأْذِنُونَكَ وَهُمْ أَغْنِيَاءُ ۚ رَضُوا بِأَنْ يَكُونُوا مَعَ الْخَوَالِفِ وَطَبَعَ اللَّهُ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ فَهُمْ لَا يَعْلَمُونَ
Kemenag RI 2019
Sesungguhnya satu-satunya celah (untuk menyalahkan) adalah kepada orang-orang yang meminta izin kepadamu (untuk tidak ikut berperang), padahal mereka orang mampu. Mereka rida berada bersama orang-orang yang tidak ikut berperang. Allah telah mengunci hati mereka sehingga mereka tidak mengetahui.
(Ref)
Quraish Shihab
Sesungguhnya jalan (yang dibenarkan untuk mengecam dan mencela) hanyalah terhadap orang-orang yang meminta izin kepadamu (untuk tidak pergi berjihad), sedangkan mereka itu orang-orang mampu. Mereka rela berada bersama-sama orang-orang yang tidak ikut berperang, dan Allah telah mengunci mati hati mereka, maka mereka tidak mengetahui (akibat buruk perbuatan mereka).
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Jalan hanyalah ada terhadap orang-orang yang meminta izin kepada engkau, padahal mereka kaya. Mereka telah senang tinggal bersama orang-orang perempuan. Dan telah dicap Allah hati mereka, namun mereka tidak juga mau tahu.
Ayat 94
يَعْتَذِرُونَ إِلَيْكُمْ إِذَا رَجَعْتُمْ إِلَيْهِمْ ۚ قُلْ لَا تَعْتَذِرُوا لَنْ نُؤْمِنَ لَكُمْ قَدْ نَبَّأَنَا اللَّهُ مِنْ أَخْبَارِكُمْ ۚ وَسَيَرَى اللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ ثُمَّ تُرَدُّونَ إِلَىٰ عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ
Kemenag RI 2019
Mereka (orang-orang munafik yang tidak ikut berperang) akan membuat-buat alasan kepadamu ketika kamu telah pulang kepada mereka. Katakanlah (Nabi Muhammad), “Janganlah kamu membuat-buat alasan. Kami tidak percaya lagi kepadamu. Sungguh, Allah telah memberitahukan kepada kami sebagian berita (tentang) kamu. Allah akan melihat pekerjaanmu, (demikian pula) Rasul-Nya. Kemudian, kamu dikembalikan kepada (Allah) Yang Maha Mengetahui segala yang gaib dan yang nyata, lalu Dia memberitakan kepadamu apa yang selama ini kamu kerjakan.”
(Ref)
Quraish Shihab
(Orang-orang munafik) mengajukan dalih kepada kamu (kaum Muslim), apabila kamu telah kembali (dari medan perang Tabuk) kepada mereka. Katakanlah (Nabi Muhammad saw.): "Janganlah kamu mengajukan dalih; kami benar-benar tidak akan percaya kepada kamu. Sungguh, Allah telah memberitahukan kepada kami sebagian berita-berita (tentang) kamu. Dan Allah akan melihat amal kamu, dan (juga) Rasul-Nya, kemudian kamu akan dikembalikan kepada Yang Maha Mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia memberitahukan kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan."
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Mereka akan menyatakan uzur kepada kamu, tatkala kamu kembali kepada mereka. Katakanlah, “Janganlah kamu menyatakan uzur, sekali-kali kami tidak akan percaya lagi kepada kamu karena sesungguhnya Allah menceritakan kepada kami dari hal perkabaran kamu. Dan Allah akan memerhatikan amal kamu, dan Rasul-Nya pun. Kemudian itu kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui, yang gaib dan yang nyata, lalu akan Dia kabarkan kepada kamu apa yang telah kamu amalkan itu.”
Ayat 95
سَيَحْلِفُونَ بِاللَّهِ لَكُمْ إِذَا انْقَلَبْتُمْ إِلَيْهِمْ لِتُعْرِضُوا عَنْهُمْ ۖ فَأَعْرِضُوا عَنْهُمْ ۖ إِنَّهُمْ رِجْسٌ ۖ وَمَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ
Kemenag RI 2019
Mereka akan bersumpah kepadamu dengan (nama) Allah ketika kamu kembali kepada mereka agar kamu berpaling dari mereka. Maka, berpalinglah dari mereka. Sesungguhnya mereka (berjiwa) kotor dan tempat mereka (neraka) Jahanam sebagai balasan atas apa yang selama ini mereka kerjakan.
(Ref)
Quraish Shihab
Mereka akan bersumpah dengan (nama) Allah kepada kamu, apabila kamu kembali kepada mereka, supaya kamu berpaling dari mereka (dan tidak mengecam atau mencela mereka). Maka, berpalinglah dari mereka, karena sesungguhnya (jiwa) mereka itu kotor (lantaran kedurhakaan dan kekufuran) dan tempat mereka (neraka) Jahannam sebagai balasan atas apa yang telah mereka usahakan.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Mereka akan bersumpah dengan nama Allah kepada kamu apabila kamu telah kembali kepada mereka, supaya kamu berpaling dari mereka. Maka berpalinglah dari mereka, karena sesungguhnya mereka itu adalah kotor, dan tempat mereka kembalilah Jahannam, sebagai ganjaran dari apa yang telah mereka usahakan.
Ayat 96
يَحْلِفُونَ لَكُمْ لِتَرْضَوْا عَنْهُمْ ۖ فَإِنْ تَرْضَوْا عَنْهُمْ فَإِنَّ اللَّهَ لَا يَرْضَىٰ عَنِ الْقَوْمِ الْفَاسِقِينَ
Kemenag RI 2019
Mereka akan bersumpah kepadamu agar kamu rida kepada mereka. Namun, sekalipun kamu rida kepada mereka, sesungguhnya Allah tidak akan rida kepada kaum yang fasik.
(Ref)
Quraish Shihab
Mereka akan bersumpah kepada kamu, supaya kamu ridha kepada mereka. Tetapi, jika kamu ridha kepada mereka, maka sesungguhnya Allah tidak ridha kepada (mereka, karena mereka itu) kaum yang fasik (keluar dari ketaatan kepada Allah swt.).
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Mereka akan bersumpah kepada kamu, supaya kamu suka kepada mereka. Maka jika kamu suka kepada mereka, sesungguhnya Allah tidaklah suka kepada kaum yang fasik itu.
Ayat 97
الْأَعْرَابُ أَشَدُّ كُفْرًا وَنِفَاقًا وَأَجْدَرُ أَلَّا يَعْلَمُوا حُدُودَ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ عَلَىٰ رَسُولِهِ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ
Kemenag RI 2019
Orang-orang Arab Badui lebih kuat kekufuran dan kemunafikannya, serta sangat wajar tidak mengetahui batas-batas (ketentuan) yang diturunkan Allah kepada Rasul-Nya. Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
(Ref)
Quraish Shihab
Orang-orang Arab Badui (yang hidup di pegunungan dan jauh dari tuntunan agama), lebih keras kekafiran dan kemunafikannya, dan lebih wajar (bila) tidak mengetahui hukum-hukum yang diturunkan Allah kepada Rasul-Nya. Dan Allah Maha Mengetahui lagi, Maha Bijaksana.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Arab-arab kampung itu lebih keras kekafirnya dan kemunafikannya dan lebih pantas tidak mengetahui batas-batas apa yang diturunkan oleh Allah kepada Rasul-Nya. Sedang adalah Maha Mengetahui, lagi Mahabijaksana.
Ayat 98
وَمِنَ الْأَعْرَابِ مَنْ يَتَّخِذُ مَا يُنْفِقُ مَغْرَمًا وَيَتَرَبَّصُ بِكُمُ الدَّوَائِرَ ۚ عَلَيْهِمْ دَائِرَةُ السَّوْءِ ۗ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ
Kemenag RI 2019
Di antara orang-orang Arab Badui ada yang memandang apa yang diinfakkannya (di jalan Allah) sebagai suatu kerugian dan menunggu mara bahaya menimpamu. Merekalah yang pasti akan ditimpa giliran (azab) yang buruk. Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
(Ref)
Quraish Shihab
Di antara orang-orang Arab Badui itu, ada yang menjadikan (memandang bahwa) apa yang dinafkahkannya (di jalan Allah swt.) sebagai suatu kerugian, dan (oleh karenanya) dia menunggu-nunggu (dengan sungguh-sungguh) bencana menimpa kamu (supaya mereka tidak terbebani kewajiban bernafkah); merekalah yang ditimpa bencana. Dan Allah Maha Mendengar lagi, Maha Mengetahui.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Dan setengah dari Arab kampung itu ada yang memandang bahwa apa yang dia nafkankan itu sebagai denda, dan dia pun menunggu peredaran zaman atas kamu. Atas merekalah akan jatuh peredaran zaman yang buruk. Dan Allah Maha Mendengar, lagi Mengetahui.
Ayat 99
وَمِنَ الْأَعْرَابِ مَنْ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَيَتَّخِذُ مَا يُنْفِقُ قُرُبَاتٍ عِنْدَ اللَّهِ وَصَلَوَاتِ الرَّسُولِ ۚ أَلَا إِنَّهَا قُرْبَةٌ لَهُمْ ۚ سَيُدْخِلُهُمُ اللَّهُ فِي رَحْمَتِهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ
Kemenag RI 2019
Di antara orang-orang Arab Badui ada yang beriman kepada Allah dan hari kemudian. Dia memandang apa yang diinfakkannya (di jalan Allah) sebagai (sarana) mendekatkan diri kepada Allah dan (sarana untuk memperoleh) doa-doa Rasul. Ketahuilah, sesungguhnya (infak) itu (suatu sarana) bagi mereka untuk mendekatkan diri (kepada Allah). Kelak Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmat (surga)-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
(Ref)
Quraish Shihab
Dan di antara orang-orang Arab Badui, ada (pula) yang beriman kepada Allah dan pada Hari Kemudian, dan menjadikan apa yang dia nafkahkan sebagai (sarana) pendekatan kepada Allah dan (sebagai jalan untuk memperoleh) doa-doa (dari) Rasul (Nabi Muhammad saw.). Ketahuilah, sesungguhnya ia (nafkah itu) adalah (suatu sarana) pendekatan bagi mereka (kepada Allah swt.). Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmat-Nya; sesungguhnya Allah Maha Pengampun, lagi Maha Pengasih.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Dan setengah dari Arab kampung itu ada yang beriman kepada Allah dan hari Kemudian, dan dipandangnya apa yang dia belanjakan itu sebagai pendekatan diri pada sisi Allah dan sebagai shalawat dari Rasul. Ketahuilah, sesungguhnya dia itu satu pendekatan diri bagi mereka. Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmat-Nya. Sesungguhnya Allah adalah Maha Pengampun, lagi Penyayang.
Ayat 100
وَالسَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ۚ ذَٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ
Kemenag RI 2019
Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Ansar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah rida kepada mereka dan mereka pun rida kepada-Nya. Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang agung.
(Ref)
Quraish Shihab
Orang-orang yang mendahului (dalam perlombaan meraih kebajikan) lagi yang pertama (memeluk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik. Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada Allah, dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang sangat besar.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Dan orang-orang yang mendahului yang mula-mula daripada Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang menurut (jejak) mereka dengan kebaikan, Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada-Nya, dan Dia telah menyediakan untuk mereka berbagai surga, yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, dalam keadaan kekal mereka di dalamnya. Yang demikian itulah kejayaan yang besar.
Ayat 101
وَمِمَّنْ حَوْلَكُمْ مِنَ الْأَعْرَابِ مُنَافِقُونَ ۖ وَمِنْ أَهْلِ الْمَدِينَةِ ۖ مَرَدُوا عَلَى النِّفَاقِ لَا تَعْلَمُهُمْ ۖ نَحْنُ نَعْلَمُهُمْ ۚ سَنُعَذِّبُهُمْ مَرَّتَيْنِ ثُمَّ يُرَدُّونَ إِلَىٰ عَذَابٍ عَظِيمٍ
Kemenag RI 2019
Di antara orang-orang Arab Badui yang (tinggal) di sekitarmu ada orang-orang munafik. (Demikian pula) di antara penduduk Madinah (ada juga orang-orang munafik), mereka keterlaluan dalam kemunafikannya. Engkau (Nabi Muhammad) tidak mengetahui mereka, tetapi Kami mengetahuinya. Mereka akan Kami siksa dua kali, ) kemudian mereka akan dikembalikan kepada azab yang besar.
(Ref)
Quraish Shihab
Di antara orang-orang Arab Badui di sekeliling kamu, ada orang-orang munafik; dan (ada juga) di antara penduduk Madinah. Mereka telah terbiasa dalam kemunafikan. Engkau (Nabi Muhammad saw.) tidak mengetahui (siapa) mereka, (tetapi) Kami mengetahui mereka. Kelak mereka Kami siksa dua kali, kemudian mereka akan dikembalikan kepada azab yang sangat besar.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Dan di antara yang sekeliling kamu dari arab-arab kampung itu adalah orang-orang munafik, dan (begitu pula) dari penduduk Madinah, mereka telah licin atas kemunafikan. Engkau tidak tahu siapa mereka. Kamilah yang tahu siapa mereka. Akan Kami adzab mereka dua kali, kemudian itu akan Kami kembalikan mereka kepada adzab yang besar.
Ayat 102
وَآخَرُونَ اعْتَرَفُوا بِذُنُوبِهِمْ خَلَطُوا عَمَلًا صَالِحًا وَآخَرَ سَيِّئًا عَسَى اللَّهُ أَنْ يَتُوبَ عَلَيْهِمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ
Kemenag RI 2019
(Ada pula) orang-orang lain yang mengakui dosa-dosanya. Mereka mencampuradukkan amal yang baik dengan amal lain yang buruk. Mudah-mudahan Allah menerima tobatnya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
(Ref)
Quraish Shihab
Dan (ada juga) orang-orang lain (yang berada di sekeliling kamu di Madinah) yang mengakui dosa-dosa mereka, (tetapi karena iman mereka belum mantap), mereka mencampuradukkan amal saleh dengan (amal) lain yang buruk. Mudah-mudahan Allah menerima taubat mereka. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun, lagi Maha Pengasih.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Dan yang lain lain itu, yang telah mengakui dosa-dosa mereka. Telah mereka campur-adukkan amal yang baik dengan yang buruk. Mudah-mudahan Allah mengampuni mereka, sesungguhnya Allah adalah Maha Pengampun, lagi Penyayang.
Ayat 103
خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ ۖ إِنَّ صَلَاتَكَ سَكَنٌ لَهُمْ ۗ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ
Kemenag RI 2019
Ambillah zakat dari harta mereka (guna) menyucikan ) dan membersihkan mereka, dan doakanlah mereka karena sesungguhnya doamu adalah ketenteraman bagi mereka. Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
(Ref)
Quraish Shihab
Ambillah sedekah (yakni berupa zakat dan sedekah) dari sebagian harta mereka, dengannya engkau (Nabi Muhammad saw.) membersihkan (harta dan jiwa) mereka dan menyucikan (jiwa dan mengembangkan harta) mereka, dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doamu adalah ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar, lagi Maha Mengetahui.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Ambillah dari harta benda mereka sebagai sedekah, untuk engkau membersihkan mereka dan menyucikan mereka dengan dia, dan shalawatlah atas mereka, (karena) sesungguhnya, shalat engkau itu adalah membawa tenteram bagi mereka. Dan Allah adalah Maha Mendengar, lagi Mengetahui.
Ayat 104
أَلَمْ يَعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ هُوَ يَقْبَلُ التَّوْبَةَ عَنْ عِبَادِهِ وَيَأْخُذُ الصَّدَقَاتِ وَأَنَّ اللَّهَ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ
Kemenag RI 2019
Tidakkah mereka mengetahui bahwa Allah menerima tobat hamba-hamba-Nya dan menerima zakat(-nya), dan bahwa Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang?
(Ref)
Quraish Shihab
Tidakkah mereka (yang mencampuradukkan kebaikan dengan keburukan) mengetahui bahwa Allah menerima taubat dari para hamba-Nya dan mengambil sedekah-sedekah (dari mereka), dan sesungguhnya Allah Dia-lah Yang Maha Penerima taubat, lagi Maha Pengasih.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Apakah mereka tidak mengetahui bahwasanya Allah akan menerima tobat dari hamba-hamba-Nya dan akan mengambil sedekah-sedekah dan bahwasanya Allah, adalah Dia pemberi tobat, lagi Penyayang.
Ayat 105
وَقُلِ اعْمَلُوا فَسَيَرَى اللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ وَالْمُؤْمِنُونَ ۖ وَسَتُرَدُّونَ إِلَىٰ عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ
Kemenag RI 2019
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Bekerjalah! Maka, Allah, rasul-Nya, dan orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu. Kamu akan dikembalikan kepada (Zat) yang mengetahui yang gaib dan yang nyata. Lalu, Dia akan memberitakan kepada kamu apa yang selama ini kamu kerjakan.”
(Ref)
Quraish Shihab
Dan katakanlah (Nabi Muhammad saw.): "Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat amal kamu, dan kelak kamu dikembalikan kepada Yang Maha Mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia memberitahukan kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan."
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Dan katakanlah, “Beramallah kamu, maka Allah akan memerhatikan amal kamu, dan Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman. Dan akan dipulangkan kamu kepada yang Mengetahui apa yang gaib dan yang nyata, maka akan diberitakannya kepada kamu apa yang pernah kamu kerjakan.”
Ayat 106
وَآخَرُونَ مُرْجَوْنَ لِأَمْرِ اللَّهِ إِمَّا يُعَذِّبُهُمْ وَإِمَّا يَتُوبُ عَلَيْهِمْ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ
Kemenag RI 2019
Ada (pula) orang-orang lain yang ditangguhkan (balasannya) menunggu keputusan Allah. Mungkin Dia akan mengazab mereka dan mungkin Dia akan menerima tobat mereka. Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
(Ref)
Quraish Shihab
Dan ada (juga) orang-orang lain yang ditangguhkan (penerimaan taubat mereka) sampai ada keputusan Allah; boleh jadi Dia akan mengazab mereka dan boleh jadi Dia menerima taubat mereka. Dan Allah Maha Mengetahui, lagi Maha Bijaksana.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Dan orang-orang yang selain itu, akan ditangguhkan mereka kepada ketentuan Allah. Boleh jadi diadzab-Nya mereka dan boleh jadi diberi-Nya tobat atas mereka. Dan Allah adalah Maha Mengetahui, lagi Mahabijaksana.
Ayat 107
وَالَّذِينَ اتَّخَذُوا مَسْجِدًا ضِرَارًا وَكُفْرًا وَتَفْرِيقًا بَيْنَ الْمُؤْمِنِينَ وَإِرْصَادًا لِمَنْ حَارَبَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ مِنْ قَبْلُ ۚ وَلَيَحْلِفُنَّ إِنْ أَرَدْنَا إِلَّا الْحُسْنَىٰ ۖ وَاللَّهُ يَشْهَدُ إِنَّهُمْ لَكَاذِبُونَ
Kemenag RI 2019
(Di antara orang-orang munafik itu) ada yang mendirikan masjid untuk menimbulkan bencana (pada orang-orang yang beriman), (menyebabkan) kekufuran, memecah belah di antara orang-orang mukmin, dan menunggu kedatangan orang-orang yang sebelumnya telah memerangi Allah dan Rasul-Nya. ) Mereka dengan pasti bersumpah, “Kami hanya menghendaki kebaikan.” Allah bersaksi bahwa sesungguhnya mereka itu benar-benar pendusta (dalam sumpahnya).
(Ref)
Quraish Shihab
Dan (dari kelompok kaum munafik itu ada juga) orang-orang yang mendirikan masjid untuk (menimbulkan) kemudharatan, untuk kekafiran (pengingkaran terhadap Allah swt.) dan (untuk) memecah belah antara orang-orang mukmin dan untuk menunggu (kedatangan) siapa yang memerangi Allah dan Rasul-Nya sejak dahulu (sebelum mereka membangun masjid itu). Demi (Allah)! Pasti mereka akan bersumpah: "Kami tidak menghendaki selain kebaikan!" Dan Allah menyaksikan sesungguhnya mereka adalah para pembohong.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Dan (begitu pula) orang-orang yang telah mengadakan suatu masjid untuk suatu bencana dan kekufuran dan memecah belah di antara orang-orang yang beriman dan untuk mengintip bagi orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya sebelumnya. Namun mereka akan bersumpah, “Tidak ada maksud kami, kecuali kebaikan.” Dan Allah menyaksikan, sesungguhnya mereka itu adalah orang-orang yang berdusta.
Ayat 108
لَا تَقُمْ فِيهِ أَبَدًا ۚ لَمَسْجِدٌ أُسِّسَ عَلَى التَّقْوَىٰ مِنْ أَوَّلِ يَوْمٍ أَحَقُّ أَنْ تَقُومَ فِيهِ ۚ فِيهِ رِجَالٌ يُحِبُّونَ أَنْ يَتَطَهَّرُوا ۚ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُطَّهِّرِينَ
Kemenag RI 2019
Janganlah engkau melaksanakan salat di dalamnya (masjid itu) selama-lamanya. Sungguh, masjid yang didirikan atas dasar takwa sejak hari pertama lebih berhak engkau melaksanakan salat di dalamnya. Di dalamnya ada orang-orang yang gemar membersihkan diri. Allah menyukai orang-orang yang membersihkan diri.
(Ref)
Quraish Shihab
Janganlah engkau (Nabi Muhammad saw.) berdiri di dalamnya untuk selamanya. Sesungguhnya masjid yang dibangun atas dasar takwa sejak hari pertama adalah lebih patut kamu berdiri (dan melaksanakan shalat) di dalamnya. Di dalamnya ada orang-orang yang senang menyucikan diri (baik kesucian lahir maupun batin). Dan Allah menyukai orang-orang menyucikan diri.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Jangan engkau shalat padanya selama-lamanya. Karena sesungguhnya sebuah masjid yang dibangun atas takwa pada permulaan harinya, di sanalah yang lebih benar engkau shalat padanya. Karena di sana ada orang-orang laki-laki yang suka sekali membersihkan diri. Sedang Allah sangat suka kepada orang-orang yang menginginkan kebersihan.
Ayat 109
أَفَمَنْ أَسَّسَ بُنْيَانَهُ عَلَىٰ تَقْوَىٰ مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانٍ خَيْرٌ أَمْ مَنْ أَسَّسَ بُنْيَانَهُ عَلَىٰ شَفَا جُرُفٍ هَارٍ فَانْهَارَ بِهِ فِي نَارِ جَهَنَّمَ ۗ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ
Kemenag RI 2019
Maka, apakah orang-orang yang mendirikan bangunannya (masjid) atas dasar takwa kepada Allah dan rida(-Nya) itu lebih baik, ataukah orang-orang yang mendirikan bangunannya di sisi tepian jurang yang nyaris runtuh, lalu (bangunan) itu roboh bersama-sama dengan dia ke dalam neraka Jahanam? Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang zalim.
(Ref)
Quraish Shihab
Maka, apakah orang yang mendirikan bangunan (masjid)-nya di atas dasar takwa kepada Allah dan keridhaan-(Nya) itu lebih baik, ataukah orang yang mendirikan bangunannya di tepi jurang yang retak, lalu ia (bangunan itu) jatuh bersama-sama dengan dia dalam neraka Jahannam? Dan Allah tidak memberikan petunjuk (kepada) kaum yang zalim.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Maka apakah orang yang mendirikan bangunannya atas (dasar) takwa dari Allah dan karena ridha-Nya yang lebih baik? Ataukah orang yang mendirikan bangunannya di atas tepi jurang yang dalam, lalu bangunan itu membawanya ke dalam neraka Jahannam? Dan Allah tidaklah akan memberikan petunjuk kepada kaum yang zalim.
Ayat 110
لَا يَزَالُ بُنْيَانُهُمُ الَّذِي بَنَوْا رِيبَةً فِي قُلُوبِهِمْ إِلَّا أَنْ تَقَطَّعَ قُلُوبُهُمْ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ
Kemenag RI 2019
Bangunan yang mereka dirikan itu senantiasa menjadi penyebab keraguan (kemunafikan) dalam hati mereka sampai hati mereka terpotong-potong. ) Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
(Ref)
Quraish Shihab
Tidak henti-hentinya bangunan-bangunan mereka yang mereka dirikan menjadi (sebab) keraguan (atau amarah dan kedengkian) dalam hati mereka, kecuali apabila (mereka mati dan) hati mereka telah hancur. Dan Allah Maha Mengetahui, lagi Maha Bijaksana.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Senantiasalah bangunan yang mereka dirikan itu menimbulkan keraguan di dalam hati mereka, kecuali apabila telah terpotong-potong hati mereka itu. Dan Allah adalah Maha Mengetahui, lagi Bijaksana.
Ayat 111
إِنَّ اللَّهَ اشْتَرَىٰ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ أَنْفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ بِأَنَّ لَهُمُ الْجَنَّةَ ۚ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَيَقْتُلُونَ وَيُقْتَلُونَ ۖ وَعْدًا عَلَيْهِ حَقًّا فِي التَّوْرَاةِ وَالْإِنْجِيلِ وَالْقُرْآنِ ۚ وَمَنْ أَوْفَىٰ بِعَهْدِهِ مِنَ اللَّهِ ۚ فَاسْتَبْشِرُوا بِبَيْعِكُمُ الَّذِي بَايَعْتُمْ بِهِ ۚ وَذَٰلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ
Kemenag RI 2019
Sesungguhnya Allah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan surga yang Allah peruntukkan bagi mereka. Mereka berperang di jalan Allah sehingga mereka membunuh atau terbunuh. (Demikian ini adalah) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil, dan Al-Qur’an. Siapakah yang lebih menepati janjinya daripada Allah? Maka, bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu. Demikian itulah kemenangan yang agung.
(Ref)
Quraish Shihab
Sesungguhnya Allah telah (berjanji untuk) membeli dari orang-orang mukmin, jiwa mereka dan harta mereka dengan (menganugerahkan) surga untuk mereka. Mereka berperang di jalan Allah; lalu mereka membunuh dan terbunuh. (Itu telah menjadi) janji atas Diri-Nya (sehingga menjadi janji) yang haq (benar dan mantap, yang telah tertulis) dalam Taurat, Injil dan al-Qur'an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka, bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan yang demikian itulah kemenangan yang sangat besar.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang yang beriman itu jiwa mereka dan harta benda mereka, dengan (bayaran) bahwa untuk mereka adalah surga. Mereka berperang pada jalan Allah, maka mereka pun membunuh dan mereka pun terbunuh: sebagai satu perjanjian yang benar atasnya. (Tersebut) di dalam Taurat, Injil, dan Al-Qur’an. Dan siapakah lagi yang memenuhi janjinya lain dari Allah? Maka bergembiralah kamu dengan baiat kamu yang telah kamu baiatkan dengan dia. Demikian itulah kejayaan yang besar.
Ayat 112
التَّائِبُونَ الْعَابِدُونَ الْحَامِدُونَ السَّائِحُونَ الرَّاكِعُونَ السَّاجِدُونَ الْآمِرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَالنَّاهُونَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَالْحَافِظُونَ لِحُدُودِ اللَّهِ ۗ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ
Kemenag RI 2019
(Mereka itulah) orang-orang yang bertobat, beribadah, memuji (Allah), mengembara (demi ilmu dan agama), ) rukuk dan sujud, menyuruh berbuat makruf dan mencegah berbuat mungkar, serta memelihara hukum-hukum Allah. Sampaikan kabar gembira kepada orang-orang yang beriman.
(Ref)
Quraish Shihab
(Mereka itu adalah) para yang bertaubat, para pengabdi, para pemuji (Allah swt.), para pelawat (melakukan perjalanan untuk berjihad atau mencari ilmu), para pelaku rukuk, para pelaku sujud, para penyuruh (perbuatan) ma'ruf dan para pencegah (perbuatan) munkar dan para pemelihara hukum-hukum Allah. Dan gembirakanlah orang-orang mukmin.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Orang-orang yang bertobat, orang-orang yang beribadah, orang-orang yang memuji, orang-orang yang mengembara, orang-orang yang ruku, orang-orang yang sujud, orang-orang yang menyuruh berbuat yang makruf dan orang-orang yang mencegah dari yang mungkar dan orang-orang yang menjaga batas-batas Allah; dan gembirakanlah orang-orang yang beriman.
Ayat 113
مَا كَانَ لِلنَّبِيِّ وَالَّذِينَ آمَنُوا أَنْ يَسْتَغْفِرُوا لِلْمُشْرِكِينَ وَلَوْ كَانُوا أُولِي قُرْبَىٰ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُمْ أَصْحَابُ الْجَحِيمِ
Kemenag RI 2019
Tidak ada hak bagi Nabi dan orang-orang yang beriman untuk memohonkan ampunan (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik sekalipun mereka ini kerabat(-nya), setelah jelas baginya bahwa sesungguhnya mereka adalah penghuni (neraka) Jahim.
(Ref)
Quraish Shihab
Tidaklah ada (kewajaran dan kemampuan) bagi Nabi (Muhammad saw.) dan orang-orang yang beriman memohonkan ampun bagi orang-orang musyrik walaupun mereka adalah kaum kerabat, sesudah jelas bagi mereka (dengan kematian mereka dalam kemusyrikan atau adanya penjelasan yang pasti dari Allah swt.) bahwa mereka adalah para penghuni (neraka) Jahim.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Tidaklah ada bagi Nabi dan orang-orang yang beriman bahwa memohonkan ampun untuk orang-orang musyrik, meskipun adalah mereka itu kaum kerabat yang terdekat; sesudah jelas bagi mereka bahwa orang-orang itu ahli neraka.
Ayat 114
وَمَا كَانَ اسْتِغْفَارُ إِبْرَاهِيمَ لِأَبِيهِ إِلَّا عَنْ مَوْعِدَةٍ وَعَدَهَا إِيَّاهُ فَلَمَّا تَبَيَّنَ لَهُ أَنَّهُ عَدُوٌّ لِلَّهِ تَبَرَّأَ مِنْهُ ۚ إِنَّ إِبْرَاهِيمَ لَأَوَّاهٌ حَلِيمٌ
Kemenag RI 2019
Adapun permohonan ampunan Ibrahim (kepada Allah) untuk bapaknya, ) tidak lain hanyalah karena suatu janji yang telah dia ikrarkan kepadanya. Maka, ketika jelas baginya (Ibrahim) bahwa dia (bapaknya) adalah musuh Allah, dia (Ibrahim) berlepas diri darinya. Sesungguhnya Ibrahim benar-benar seorang yang sangat lembut hatinya lagi penyantun.
(Ref)
Quraish Shihab
Dan bukanlah permohonan ampun Ibrahim (kepada Allah swt.) untuk bapaknya, kecuali hanyalah karena janji yang telah diikrarkannya kepadanya (bapaknya); maka ketika telah jelas baginya bahwa dia (bapaknya) adalah musuh Allah, dia (Nabi Ibrahim as.) berlepas diri darinya. Sesungguhnya Ibrahim adalah benar-benar orang yang sangat lembut hatinya, lagi penyantun.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Dan tidaklah permohonan ampun Ibrahim itu ayahnya, melainkan karena suatu janji yang telah dijanjikan kepadanya. Tetapi tatkala telah jelas baginya bahwa dia itu musuh bagi Allah, berlepas dirilah dia darinya. Sesungguhnya Ibrahim itu seorang yang penghiba lagi penyabar.
Ayat 115
وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُضِلَّ قَوْمًا بَعْدَ إِذْ هَدَاهُمْ حَتَّىٰ يُبَيِّنَ لَهُمْ مَا يَتَّقُونَ ۚ إِنَّ اللَّهَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ
Kemenag RI 2019
Allah sekali-kali tidak akan menyesatkan suatu kaum setelah Dia memberinya petunjuk sampai Dia menjelaskan kepadanya apa yang harus mereka jauhi. ) Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
(Ref)
Quraish Shihab
Dan Allah sama sekali tidak akan menyesatkan suatu kaum sesudah Dia memberi petunjuk kepada mereka hingga dijelaskan-Nya kepada mereka apa yang harus mereka jauhi. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Dan sekali-kali tidaklah Allah akan menyesatkan suatu kaum sesudah Dia memberi petunjuk mereka sehingga Dia jelaskan kepada mereka apa yang mereka awasi. Sesungguhnya Allah atas tiap-tiap sesuatu adalah Mahatahu.
Ayat 116
إِنَّ اللَّهَ لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۖ يُحْيِي وَيُمِيتُ ۚ وَمَا لَكُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍ
Kemenag RI 2019
Sesungguhnya hanya milik Allah kerajaan langit dan bumi. Dia menghidupkan dan mematikan. Tidak ada pelindung dan penolong bagimu selain Allah.
(Ref)
Quraish Shihab
Sesungguhnya milik Allah kerajaan langit dan bumi. Dia Yang menghidupkan dan mematikan. Dan sekali-kali tidak ada (satu) pelindung dan tidak (pula satu) penolong (pun) bagi kamu selain Allah.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Sesungguhnya Allah, bagi Nyalah kerajaan semua langit dan bumi. Menghidupkan dan mematikan. Dan tidak ada bagimu, selain Allah, pelindung dan tidak penolong.
Ayat 117
لَقَدْ تَابَ اللَّهُ عَلَى النَّبِيِّ وَالْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ الَّذِينَ اتَّبَعُوهُ فِي سَاعَةِ الْعُسْرَةِ مِنْ بَعْدِ مَا كَادَ يَزِيغُ قُلُوبُ فَرِيقٍ مِنْهُمْ ثُمَّ تَابَ عَلَيْهِمْ ۚ إِنَّهُ بِهِمْ رَءُوفٌ رَحِيمٌ
Kemenag RI 2019
Sungguh, Allah benar-benar telah menerima tobat Nabi serta orang-orang Muhajirin dan orang-orang Ansar yang mengikutinya pada masa-masa sulit setelah hati sekelompok dari mereka hampir berpaling (namun) kemudian Allah menerima tobat mereka. Sesungguhnya Dia Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada mereka.
(Ref)
Quraish Shihab
Demi (Allah)! Sungguh, Allah telah menerima taubat Nabi (Muhammad saw.) dan orang-orang Muhajirin serta orang-orang Anshar yang mengikutinya (Nabi Muhammad saw.) pada masa sulit (pada perang Tabuk), setelah hampir saja hati segolongan dari mereka berpaling. Kemudian Dia menerima taubat mereka. Sesungguhnya Dia Maha Penyayang, lagi Maha Pengasih terhadap mereka.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Sungguh, Allah telah memberi tobat atas Nabi dan Muhajirin dan Anshar yang telah mengikutinya pada saat yang sukar itu, sesudah nyaris terpengaruh hati segolongan dari mereka. Kemudian Dia telah memberi tobat atas mereka. Sesungguhnya Dia kepada mereka adalah belas kasihan, lagi penyayang.
Ayat 118
وَعَلَى الثَّلَاثَةِ الَّذِينَ خُلِّفُوا حَتَّىٰ إِذَا ضَاقَتْ عَلَيْهِمُ الْأَرْضُ بِمَا رَحُبَتْ وَضَاقَتْ عَلَيْهِمْ أَنْفُسُهُمْ وَظَنُّوا أَنْ لَا مَلْجَأَ مِنَ اللَّهِ إِلَّا إِلَيْهِ ثُمَّ تَابَ عَلَيْهِمْ لِيَتُوبُوا ۚ إِنَّ اللَّهَ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ
Kemenag RI 2019
Terhadap tiga orang ) yang ditinggalkan (dan ditangguhkan penerimaan tobatnya) hingga ketika bumi terasa sempit bagi mereka, padahal bumi itu luas, dan jiwa mereka pun (terasa) sempit bagi mereka, serta mereka telah mengetahui bahwa tidak ada tempat lari dari (siksaan) Allah melainkan kepada-Nya saja, kemudian (setelah itu semua) Allah menerima tobat mereka agar mereka tetap dalam tobatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Tobat lagi Maha Penyayang.
(Ref)
Quraish Shihab
Dan terhadap tiga orang yang ditinggalkan (ditangguhkan penerimaan taubat mereka) hingga apabila bumi telah menjadi sempit bagi mereka padahal (bumi itu) lapang, dan jiwa mereka (pun) telah sempit atas diri mereka sendiri (akibat penyesalan dan kegelisahan yang memenuhi jiwa mereka), serta mereka telah menduga bahwa tidak ada tempat lari dari (siksa) Allah, kecuali kepada-Nya. Kemudian, Dia menerima taubat mereka supaya mereka (terus-menerus) bertaubat. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat, lagi Maha Pengasih.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Dan juga atas orang tiga yang telah ditinggal di belakang, sehingga apabila telah sempit bagi mereka bumi ini dengan segala lapangannya, dan telah picik atas mereka hati mereka sendiri, dan telah mereka sangka bahwa tidak ada lagi tempat mengelak dari Allah, kecuali kepada-Nya juga. Kemudian Dia telah memberi tobat kepada mereka, supaya mereka kembali. Sesungguhnya Allah adalah Dia Penerima tobat, lagi Penyayang.
Ayat 119
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ
Kemenag RI 2019
Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tetaplah bersama orang-orang yang benar!
(Ref)
Quraish Shihab
Hai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kamu kepada Allah dan beradalah kamu bersama orang-orang yang benar.
Ayat 120
مَا كَانَ لِأَهْلِ الْمَدِينَةِ وَمَنْ حَوْلَهُمْ مِنَ الْأَعْرَابِ أَنْ يَتَخَلَّفُوا عَنْ رَسُولِ اللَّهِ وَلَا يَرْغَبُوا بِأَنْفُسِهِمْ عَنْ نَفْسِهِ ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ لَا يُصِيبُهُمْ ظَمَأٌ وَلَا نَصَبٌ وَلَا مَخْمَصَةٌ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلَا يَطَئُونَ مَوْطِئًا يَغِيظُ الْكُفَّارَ وَلَا يَنَالُونَ مِنْ عَدُوٍّ نَيْلًا إِلَّا كُتِبَ لَهُمْ بِهِ عَمَلٌ صَالِحٌ ۚ إِنَّ اللَّهَ لَا يُضِيعُ أَجْرَ الْمُحْسِنِينَ
Kemenag RI 2019
Tidak sepatutnya bagi penduduk Madinah dan orang-orang Arab Badui yang berdiam di sekitar mereka untuk tidak turut menyertai Rasulullah (pergi berperang) dan tidak pantas (pula) bagi mereka untuk lebih mencintai diri mereka daripada (mencintai) dirinya (Rasulullah). Yang demikian itu karena mereka tidak ditimpa kehausan, kepayahan, dan kelaparan di jalan Allah; tidak (pula) menginjak suatu tempat yang membangkitkan amarah orang-orang kafir; dan tidak menimpakan suatu bencana kepada musuh, kecuali (semua) itu akan dituliskan bagi mereka sebagai suatu amal kebajikan. Sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik.
(Ref)
Quraish Shihab
Tidak sepatutnya bagi penduduk Madinah dan orang-orang Arab Badui yang berdiam di sekitar mereka untuk tidak ikut menyertai Rasulullah dan tidak (patut pula) mencintai diri mereka atas dirinya (Nabi Muhammad saw.). Yang demikian itu adalah karena mereka tidak ditimpa kehausan, kepayahan dan kelaparan pada jalan Allah dan tidak (pula) menginjak suatu tempat yang membangkitkan amarah orang-orang kafir, dan tidak menimpakan sesuatu bencana kepada musuh, melainkan ditulis (oleh malaikat dalam Kitab amal) bagi mereka dengannya suatu amal saleh. Sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang muhsin (orang-orang yang selalu berbuat yang lebih baik),
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Tidaklah (pantas) bagi penduduk Madinah dan orang-orang yang sekeliling mereka, dari arab-arab kampung bahwa mencecer dari Rasulullah saw., dan tidak pula menjauhkan diri mereka dari dirinya. Demikian (karena) sesungguhnya tidaklah akan menimpa kepada mereka dahaga dan tidak kelelahan dan tidak kelaparan pada jalan Allah, dan tidak mereka menginjak suatu penginjakan yang menimbulkan marah orang kafir, dan tidak mereka mencapai suatu kepayahan dari musuh, melainkan dituliskan untuk mereka dari sebab itu sebagai suatu amal yang saleh. Sesungguhnya Allah tidaklah mengabaikan ganjaran untuk orang-orang yang berbuat kebaikan.
Ayat 121
وَلَا يُنْفِقُونَ نَفَقَةً صَغِيرَةً وَلَا كَبِيرَةً وَلَا يَقْطَعُونَ وَادِيًا إِلَّا كُتِبَ لَهُمْ لِيَجْزِيَهُمُ اللَّهُ أَحْسَنَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
Kemenag RI 2019
Tidaklah mereka memberikan infak, baik yang kecil maupun yang besar, dan tidak (pula) melintasi suatu lembah (berjihad), kecuali akan dituliskan bagi mereka (sebagai amal kebajikan) untuk diberi balasan oleh Allah (dengan) yang lebih baik daripada apa yang selama ini mereka kerjakan.
(Ref)
Quraish Shihab
dan mereka tidak menafkahkan suatu nafkah yang kecil dan tidak (pula) yang besar dan tidak melintasi suatu lembah, melainkan dituliskan (oleh malaikat) bagi mereka, supaya Allah memberi balasan kepada mereka yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Dan tidak (pula) mereka membelanjakan suatu perbelanjaan yang kecil dan tidak pula yang besar, dan tidak mereka melintasi suatu valley, melainkan dituliskan untuk mereka. Karena akan diganjari mereka oleh Allah dengan yang lebih baik dari apa yang telah mereka amalkan itu.
Ayat 122
وَمَا كَانَ الْمُؤْمِنُونَ لِيَنْفِرُوا كَافَّةً ۚ فَلَوْلَا نَفَرَ مِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ مِنْهُمْ طَائِفَةٌ لِيَتَفَقَّهُوا فِي الدِّينِ وَلِيُنْذِرُوا قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُوا إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ
Kemenag RI 2019
Tidak sepatutnya orang-orang mukmin pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa sebagian dari setiap golongan di antara mereka tidak pergi (tinggal bersama Rasulullah) untuk memperdalam pengetahuan agama mereka dan memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali, agar mereka dapat menjaga dirinya?
(Ref)
Quraish Shihab
Tidak sepatutnya bagi orang-orang mukmin pergi semuanya (ke medan perang). Maka, mengapa tidak (ada yang) pergi dari setiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaum mereka, apabila mereka telah kembali kepada mereka, supaya mereka berhati-hati.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Dan tidaklah (boleh) orang-orang yang beriman itu turut semuanya. Tetapi alangkah baiknya keluar dari tiap-tiap golongan itu, di antara mereka satu kelompok; supaya mereka memperdalam pengertian tentang agama, dan supaya mereka memberi ancaman kaum mereka apabila mereka kembali kepada kaum mereka itu, supaya mereka berhati-hati.
Ayat 123
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قَاتِلُوا الَّذِينَ يَلُونَكُمْ مِنَ الْكُفَّارِ وَلْيَجِدُوا فِيكُمْ غِلْظَةً ۚ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ
Kemenag RI 2019
Wahai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir ) di sekitarmu dan hendaklah mereka merasakan sikap tegas darimu. Ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang bertakwa.
(Ref)
Quraish Shihab
Hai orang-orang yang beriman! Perangilah orang-orang kafir yang (tinggal) di sekitar kamu (kota Madinah) dan hendaklah mereka menemui kekerasan (sikap tegas, semangat juang, kesabaran dan ketabahan) dari kamu, dan ketahuilah bahwa Allah bersama orang-orang yang takwa.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Wahai orang-orang yang beriman! Perangilah orang-orang yang sekeliling kamu dari kafir-kafir itu, dan hendaklah mereka dapati pada kamu ada kekerasan sikap. Dan ketahuilah bahwasanya Allah adalah beserta orang-orang yang bertakwa.
Ayat 124
وَإِذَا مَا أُنْزِلَتْ سُورَةٌ فَمِنْهُمْ مَنْ يَقُولُ أَيُّكُمْ زَادَتْهُ هَٰذِهِ إِيمَانًا ۚ فَأَمَّا الَّذِينَ آمَنُوا فَزَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَهُمْ يَسْتَبْشِرُونَ
Kemenag RI 2019
Apabila diturunkan suatu surah, di antara mereka (orang-orang munafik) ada yang berkata, “Siapakah di antara kamu yang bertambah imannya dengan (turunnya) surah ini?” Adapun (bagi) orang-orang yang beriman, (surah yang turun) ini pasti menambah imannya dan mereka merasa gembira.
(Ref)
Quraish Shihab
Dan apabila diturunkan surah, maka di antara mereka (orang-orang munafik) ada yang berkata: "Siapakah di antara kamu yang bertambah imannya dengan (surah) ini?" Adapun orang-orang yang beriman, maka ia (surah yang turun itu) menambah iman mereka, dan mereka sangat gembira.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Dan apabila diturunkan satu surah, maka di antara mereka itu ada yang akan berkata, "Siapakah di antara kamu yang bertambah imannya oleh surah ini?" Maka adapun orang-orang yang telah beriman, bertambah-tambahlah iman mereka dan mereka pun merasa gembira.
Ayat 125
وَأَمَّا الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ فَزَادَتْهُمْ رِجْسًا إِلَىٰ رِجْسِهِمْ وَمَاتُوا وَهُمْ كَافِرُونَ
Kemenag RI 2019
Adapun (bagi) orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit, ) (surah yang turun ini) akan menambah kekufuran mereka yang telah ada dan mereka akan mati dalam keadaan kafir.
(Ref)
Quraish Shihab
Dan adapun orang-orang yang dalam hati mereka ada penyakit, maka ia (surah yang turun itu) menambah kekotoran (rohani mereka) di samping kekotoran (yang selama ini telah ada dalam jiwa) mereka dan (kekufuran itu berlanjut hingga) mereka mati dalam keadaan kafir.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Dan adapun orang-orang yang di dalam hati mereka berpenyakit maka bertambahlah atas mereka sesuatu kekotoran di atas kekotoran mereka, padahal mereka di dalam kafir.
Ayat 126
أَوَلَا يَرَوْنَ أَنَّهُمْ يُفْتَنُونَ فِي كُلِّ عَامٍ مَرَّةً أَوْ مَرَّتَيْنِ ثُمَّ لَا يَتُوبُونَ وَلَا هُمْ يَذَّكَّرُونَ
Kemenag RI 2019
Tidakkah mereka (orang-orang munafik) memperhatikan bahwa mereka diuji sekali atau dua kali setiap tahun, tetapi mereka tidak (juga) bertobat dan tidak (pula) mengambil pelajaran?
(Ref)
Quraish Shihab
Dan tidakkah mereka (orang-orang munafik) melihat bahwa mereka diuji sekali atau dua kali setiap tahun, kemudian mereka tidak (juga) bertaubat dan tidak (pula) mengambil pengajaran?
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Dan tidaklah mereka perhatikan bahwa mereka dicoba pada tiap-tiap tahun sekali atau dua kali, kemudian tidak juga mereka tobat, dan tidak juga mereka ingat.
Ayat 127
وَإِذَا مَا أُنْزِلَتْ سُورَةٌ نَظَرَ بَعْضُهُمْ إِلَىٰ بَعْضٍ هَلْ يَرَاكُمْ مِنْ أَحَدٍ ثُمَّ انْصَرَفُوا ۚ صَرَفَ اللَّهُ قُلُوبَهُمْ بِأَنَّهُمْ قَوْمٌ لَا يَفْقَهُونَ
Kemenag RI 2019
Apabila diturunkan suatu surah, satu sama lain di antara mereka saling berpandangan (dengan sikap mengejek sambil berkata), “Adakah seseorang (dari kaum muslim) yang melihat kamu?” Setelah itu mereka pun pergi. Allah memalingkan hati mereka disebabkan mereka adalah kaum yang tidak memahami.
(Ref)
Quraish Shihab
Dan apabila diturunkan surah, sebagian mereka memandang kepada sebagian yang lain (dengan tujuan mengejek, sambil berkata): "Adakah seseorang (dari kaum Muslim) yang melihat kamu?" Sesudah itu mereka pun pergi (meninggalkan majelis Nabi Muhammad saw. dengan sembunyi-sembunyi). Allah telah memalingkan hati mereka (dari mendengar dan memerkenankan tuntunan-Nya) karena mereka adalah kaum yang tidak (mau) memahami.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Dan apabila diturunkan suatu surah, memandanglah yang sebagian mereka kepada yang yang sebagian, "Adakah seseorang yang melihat kamu?" Kemudian itu merekapun berpaling pergi. Allah pun memalingkan hati mereka karena sesungguhnya mereka itu kaum yang tidak mau mengerti.
Ayat 128
لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ
Kemenag RI 2019
Sungguh, benar-benar telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri. Berat terasa olehnya penderitaan yang kamu alami, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, dan (bersikap) penyantun dan penyayang terhadap orang-orang mukmin.
(Ref)
Quraish Shihab
Demi (Allah)! Sungguh, telah datang kepada kamu seorang Rasul (Nabi Muhammad saw.) dari diri (kalangan) kamu (sendiri), berat terasa olehnya apa yang telah membuat kamu menderita; sangat menginginkan (kebaikan) bagi kamu; terhadap orang-orang mukmin sangat penyayang, lagi pengasih.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Sungguh telah datang kepada kamu seorang rasul dari antara dirimu sendiri. Berat baginya apa yang kamu susahkan, sangat ingin akan kebaikan kamu, dan kepada orang-orang yang beriman dia sangat belas kasihan lagi penyayang.
Ayat 129
فَإِنْ تَوَلَّوْا فَقُلْ حَسْبِيَ اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ ۖ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ
Kemenag RI 2019
Jika mereka berpaling (dari keimanan), katakanlah (Nabi Muhammad), “Cukuplah Allah bagiku. Tidak ada tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal dan Dia adalah Tuhan pemilik ‘Arasy (singgasana) yang agung.”
(Ref)
Quraish Shihab
Jika mereka berpaling, maka katakanlah (Nabi Muhammad saw.): "Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan (Yang Kuasa dan berhak disembah) melainkan Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal dan Dia adalah Tuhan Pemelihara, Pemilik 'Arsy yang agung."
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Maka jika mereka berpaling, katakanlah, "Cukuplah bagiku Allah, tidak ada Allah melainkan Dia, kepada-Nyalah aku bertawakal dan Dia adalah yang empunya Arsy yang Agung."