| 1. Makna Per Kata
|
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Mereka mengira bahwa tidak akan terjadi fitnah (azab akibat dosa-dosa mereka). Oleh karena itu, mereka menjadi buta dan tuli. Setelah itu Allah menerima tobat mereka, kemudian banyak di antara mereka buta dan tuli (lagi). Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan. |
| Prof. Quraish Shihab : Dan mereka mengira bahwa tidak akan ada suatu bencana (yang me nimpa mereka), maka mereka menjadi buta (tidak dapat melihat tanda-tanda kebesaran Allah swt.) dan tuli (tidak mendengar petunjuk dan peringatan- peringatan-Nya), kemudian (mereka sadar dan bertaubat, maka) Allah menerima taubat mereka, kemudian banyak dari mereka buta dan tuli (lagi). Dan Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan. |
| HAMKA : Mereka mengira tidak akan ada ujian, maka mereka pun menjadi buta dan tuli. Kemudian Allah menerima tobat mereka, tetapi setelah itu kebanyakan dari mereka kembali buta dan tuli. Dan Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan. |
| 3. Tafsir وَحَسِبُوا أَلَّا تَكُونَ فِتْنَةٌ فَعَمُوا وَصَمُّوا ثُمَّ تَابَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ ثُمَّ عَمُوا وَصَمُّوا كَثِيرٌ مِنْهُمْ ۚ وَاللَّهُ بَصِيرٌ بِمَا يَعْمَلُونَ |
| 1. Makna Per Kata
|
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Sungguh, telah kufur orang-orang yang berkata, “Sesungguhnya Allah itulah Almasih putra Maryam.” Almasih (sendiri) berkata, “Wahai Bani Israil, sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu!” Sesungguhnya siapa yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka sungguh, Allah mengharamkan surga baginya dan tempatnya ialah neraka. Tidak ada seorang penolong pun bagi orang-orang zalim itu. |
| Prof. Quraish Shihab : Demi (Allah)! Sungguh, telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah adalah al-Masih putra Maryam,” padahal al-Masih berkata: “Hai Bani Israil! Sembahlah Allah Tuhan Pemeliharaku dan Tuhan Pemelihara kamu. barang siapa Sesungguhnya menyekutukan Allah, maka sungguh Allah telah mengharamkan baginya surga dan tempatnya adalah neraka. Dan tidak ada bagi orang-orang zalim (satu) penolong (pun).” |
| HAMKA : Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata, "Sesungguhnya Allah adalah al-Masih putra Maryam!" Padahal al-Masih sendiri berkata, "Wahai Bani Israil! Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhan kalian!" Sesungguhnya barang siapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka sungguh Allah telah mengharamkan surga baginya, dan tempat kembalinya adalah neraka. Dan bagi orang-orang zalim tidak ada penolong. |
| 3. Tafsir لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ ۖ وَقَالَ الْمَسِيحُ يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ اعْبُدُوا اللَّهَ رَبِّي وَرَبَّكُمْ ۖ إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ ۖ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ |
| 1. Makna Per Kata
|
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Sungguh, telah kufur orang-orang yang mengatakan bahwa Allah adalah salah satu dari yang tiga, padahal tidak ada tuhan selain Tuhan Yang Maha Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan, pasti orang-orang yang kufur di antara mereka akan ditimpa azab yang sangat pedih. |
| Prof. Quraish Shihab : Demi (Allah)! Sungguh, telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah salah satu dari tiga,” padahal sekali-kali tidak ada Tuhan (Yang Kuasa dan berhak disembah) melainkan Tuhan Yang Maha Esa semata-mata. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan, pasti orang-orang yang kafir di antara mereka akan ditimpa azab yang sangat pedih. |
| HAMKA : Dan sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata, "Sesungguhnya Allah adalah salah satu dari yang tiga." Padahal tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan, niscaya akan menimpa mereka azab yang pedih. |
| 3. Tafsir لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ ثَالِثُ ثَلَاثَةٍ ۘ وَمَا مِنْ إِلَٰهٍ إِلَّا إِلَٰهٌ وَاحِدٌ ۚ وَإِنْ لَمْ يَنْتَهُوا عَمَّا يَقُولُونَ لَيَمَسَّنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ |
| 1. Makna Per Kata
|
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Tidakkah mereka bertobat kepada Allah dan memohon ampunan kepada-Nya, padahal Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang? |
| Prof. Quraish Shihab : Maka, tidakkah mereka bertaubat kepada Allah dan memohon ampunan- Nya. Dan Allah Maha Pengampun, lagi Maha Pengasih. |
| HAMKA : Maka, mengapa mereka tidak juga bertobat kepada Allah dan memohon ampun kepada-Nya? Padahal Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. |
| 3. Tafsir أَفَلَا يَتُوبُونَ إِلَى اللَّهِ وَيَسْتَغْفِرُونَهُ ۚ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ |
| 1. Makna Per Kata
|
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Almasih putra Maryam hanyalah seorang rasul. Sebelumnya pun sudah berlalu beberapa rasul. Ibunya adalah seorang yang berpegang teguh pada kebenaran. Keduanya makan (seperti halnya manusia biasa). Perhatikanlah bagaimana Kami menjelaskan ayat-ayat (tanda-tanda kekuasaan) kepada mereka (Ahlulkitab), kemudian perhatikanlah bagaimana mereka dipalingkan (dari kebenaran). |
| Prof. Quraish Shihab : Al-Masih putra Maryam tidak lain hanyalah seorang rasul. Sungguh, telah berlalu sebelumnya beberapa rasul, dan ibunya adalah seorang shiddiqab (yang sangat benar dalam niat, ucapan dan prilakunya), keduanya senantiasa memakan makanan. Perhatikanlah bagaimana Kami menjelaskan kepada mereka (Ahl al-Kitab) ayat-ayat (bukti-bukti, tanda-tanda, dan argumentasi yang beraneka ragam), kemudian perhatikanlah bagaimana mereka dipalingkan (tidak mau mengerti tentang tanda- tanda itu). |
| HAMKA : Al-Masih putra Maryam tidak lain hanyalah seorang rasul, seperti para rasul yang telah mendahuluinya. Dan ibunya adalah seorang wanita yang sangat taat. Keduanya biasa makan makanan seperti manusia lainnya. Perhatikanlah bagaimana Kami menjelaskan tanda-tanda kebesaran Kami kepada mereka, tetapi lihatlah bagaimana mereka tetap berpaling. |
| 3. Tafsir مَا الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ إِلَّا رَسُولٌ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهِ الرُّسُلُ وَأُمُّهُ صِدِّيقَةٌ ۖ كَانَا يَأْكُلَانِ الطَّعَامَ ۗ انْظُرْ كَيْفَ نُبَيِّنُ لَهُمُ الْآيَاتِ ثُمَّ انْظُرْ أَنَّىٰ يُؤْفَكُونَ |
| 1. Makna Per Kata
|
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Katakanlah (Nabi Muhammad), “Mengapa kamu menyembah selain Allah sesuatu yang tidak dapat mendatangkan kepadamu mudarat dan tidak (pula) manfaat?” Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. |
| Prof. Quraish Shihab : Katakanlah (Nabi Muhammad saw. dan siapa saja): “Apakah kamu menyembah selain dari Allah, sesuatu yang tidak mampu mendatangkan mudharat kepada kamu dan tidak (pula) memberi manfaat?” Dan Allah, Dia Yang Maha Mendengar, lagi Maha Mengetahui. |
| HAMKA : Katakanlah, "Apakah kalian menyembah selain Allah, sesuatu yang tidak berkuasa mendatangkan mudarat maupun manfaat bagi kalian? Padahal Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." |
| 3. Tafsir قُلْ أَتَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ مَا لَا يَمْلِكُ لَكُمْ ضَرًّا وَلَا نَفْعًا ۚ وَاللَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ |