| 1. Makna Per Kata
|
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Katakanlah (Nabi Muhammad), “Wahai Ahlulkitab, janganlah kamu berlebih-lebihan dalam (urusan) agamamu tanpa hak. Janganlah kamu mengikuti hawa nafsu kaum yang benar-benar tersesat sebelum kamu dan telah menyesatkan banyak (manusia) serta mereka sendiri pun tersesat dari jalan yang lurus.” |
| Prof. Quraish Shihab : Katakanlah (Nabi Muhammadsaw.): “Hai Ahl al-Kitab! Janganlah kamu ber lebih-lebihan dalam (melaksanakan) agama kamu dengan cara tidak benar. Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang sungguh telah tersesat dahulu (sebelum datangnya Nabi Muhammad saw.) dan mereka telah menyesatkan banyak (orang), dan mereka sesat dari jalan yang lurus (sesudah datangnya Nabi Muhammad saw.). |
| HAMKA : Katakanlah, "Wahai Ahlul Kitab! Janganlah kalian berlebih-lebihan dalam agama kalian di luar kebenaran, dan janganlah kalian mengikuti hawa nafsu suatu kaum yang telah tersesat sejak dahulu, serta telah menyesatkan banyak orang, dan mereka pun telah menyimpang dari jalan yang lurus." |
| 3. Tafsir قُلْ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لَا تَغْلُوا فِي دِينِكُمْ غَيْرَ الْحَقِّ وَلَا تَتَّبِعُوا أَهْوَاءَ قَوْمٍ قَدْ ضَلُّوا مِنْ قَبْلُ وَأَضَلُّوا كَثِيرًا وَضَلُّوا عَنْ سَوَاءِ السَّبِيلِ |
| 1. Makna Per Kata
|
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Orang-orang yang kufur dari Bani Israil telah dilaknat (oleh Allah) melalui lisan (ucapan) Daud dan Isa putra Maryam. Hal itu karena mereka durhaka dan selalu melampaui batas. |
| Prof. Quraish Shihab : Telah dilaknat orang-orang kafir dari Bani Israil disebabkan oleh (ucapan) lisan Daud (yang melaksanakan syariat Nabi Musa as.) dan (juga ucapan) ‘Isa putra Maryam (yang mengukuhkan syariat Nabi Musa as.). Yang demikian (kutukan kedua Nabi) itu, disebabkan mereka telah durhaka dan melampaui batas. |
| HAMKA : Orang-orang kafir dari Bani Israil telah dikutuk melalui lisan Dawud dan Isa putra Maryam. Hal itu karena mereka telah berbuat durhaka dan selalu melanggar aturan. |
| 3. Tafsir لُعِنَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ عَلَىٰ لِسَانِ دَاوُودَ وَعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ ۚ ذَٰلِكَ بِمَا عَصَوْا وَكَانُوا يَعْتَدُونَ |
| 1. Makna Per Kata
|
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Mereka tidak saling mencegah perbuatan mungkar yang mereka lakukan. Sungguh, itulah seburuk-buruk apa yang selalu mereka lakukan. |
| Prof. Quraish Shihab : Mereka tidak saling melarang tindakan munkar yang mereka perbuat. Benar-benar sangat buruk apa yang selalu mereka perbuat. |
| HAMKA : Mereka tidak saling melarang perbuatan mungkar yang telah mereka lakukan. Sungguh buruk apa yang telah mereka kerjakan. |
| 3. Tafsir كَانُوا لَا يَتَنَاهَوْنَ عَنْ مُنْكَرٍ فَعَلُوهُ ۚ لَبِئْسَ مَا كَانُوا يَفْعَلُونَ |
| 1. Makna Per Kata
|
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Engkau melihat banyak di antara mereka bersekutu dengan orang-orang yang kufur (musyrik). Sungguh, itulah seburuk-buruk apa yang mereka lakukan untuk diri mereka sendiri (sehingga mengakibatkan) Allah murka kepada mereka. Mereka akan kekal dalam azab. |
| Prof. Quraish Shihab : Engkau melihat banyak dari mereka (Ahl al-Kitab) yang menjadikan orang- orang yang kafir sebagai wali (teman dekat dan penolong). Demi (Allah)! Sungguh, sangat buruk apa yang mereka ajukan untuk diri mereka, (yaitu) murka Allah atas mereka; dan dalam azab mereka kekal. |
| HAMKA : Engkau akan melihat bahwa kebanyakan dari mereka menjadikan orang-orang kafir sebagai pemimpin. Sungguh buruk apa yang telah mereka persiapkan untuk diri mereka sendiri, hingga mereka mendapat kemurkaan Allah dan akan kekal dalam azab. |
| 3. Tafsir تَرَىٰ كَثِيرًا مِنْهُمْ يَتَوَلَّوْنَ الَّذِينَ كَفَرُوا ۚ لَبِئْسَ مَا قَدَّمَتْ لَهُمْ أَنْفُسُهُمْ أَنْ سَخِطَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ وَفِي الْعَذَابِ هُمْ خَالِدُونَ |
| 1. Makna Per Kata
|
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Seandainya mereka beriman kepada Allah, Nabi (Muhammad), dan apa yang diturunkan kepadanya, niscaya mereka tidak akan menjadikan orang musyrik itu sebagai sekutu. ) Akan tetapi, banyak di antara mereka adalah orang-orang fasik. |
| Prof. Quraish Shihab : Jika seandainya mereka (Ahl al- Kitab) beriman kepada Allah, kepada Nabi (Nabi Musa as. atau kepada Nabi Muhammad saw.) dan kepada apa yang diturunkan kepadanya (berupa Taurat atau al-Qur’an), tentu mereka tidak akan menjadikan mereka (orang-orang kafir itu) sebagai wali (teman dekat dan penolong), tetapi banyak dari mereka adalah orang-orang fasik (keluar dari ketaatan kepada Allah swt.) |
| HAMKA : Sekiranya mereka beriman kepada Allah, kepada Nabi itu, dan kepada apa yang diturunkan kepadanya, tentulah mereka tidak akan menjadikan orang-orang kafir sebagai pemimpin. Tetapi kebanyakan dari mereka adalah orang-orang fasik. |
| 3. Tafsir وَلَوْ كَانُوا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالنَّبِيِّ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مَا اتَّخَذُوهُمْ أَوْلِيَاءَ وَلَٰكِنَّ كَثِيرًا مِنْهُمْ فَاسِقُونَ |
| 1. Makna Per Kata
|
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Pasti akan engkau dapati orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman, yaitu orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. Pasti akan engkau dapati pula orang yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman, yaitu orang-orang yang berkata, “Sesungguhnya kami adalah orang Nasrani.” Hal itu karena di antara mereka terdapat para pendeta dan rahib, juga karena mereka tidak menyombongkan diri. |
| Prof. Quraish Shihab : Pasti, engkau (Nabi Muhammad saw.) benar-benar akan mendapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang Yahudi dan orang-orang yang menyekutukan (Allah swt.). Dan demi (Allah)! Engkau pasti akan mendapati yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya kami adalah orang-orang Nasrani.” Yang demikian itu karena di antara mereka itu terdapat para pendeta1'’8 dan para rahib,lw (dan juga) karena sesungguhnya mereka tidak menyombongkan diri. |
| HAMKA : Engkau akan mendapati bahwa orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang beriman adalah orang-orang Yahudi dan mereka yang mempersekutukan Allah. Dan engkau akan mendapati bahwa orang yang paling dekat dalam kasih sayang terhadap orang-orang beriman adalah mereka yang berkata, "Sesungguhnya kami ini adalah orang-orang Nasrani." Hal itu karena di antara mereka terdapat pendeta-pendeta dan rahib-rahib, serta karena mereka tidak menyombongkan diri. |
| 3. Tafsir لَتَجِدَنَّ أَشَدَّ النَّاسِ عَدَاوَةً لِلَّذِينَ آمَنُوا الْيَهُودَ وَالَّذِينَ أَشْرَكُوا ۖ وَلَتَجِدَنَّ أَقْرَبَهُمْ مَوَدَّةً لِلَّذِينَ آمَنُوا الَّذِينَ قَالُوا إِنَّا نَصَارَىٰ ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّ مِنْهُمْ قِسِّيسِينَ وَرُهْبَانًا وَأَنَّهُمْ لَا يَسْتَكْبِرُونَ |