| 1. Makna Per Kata
|
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Dihalalkan bagi kamu hewan buruan laut ) dan makanan (yang berasal dari) laut sebagai kesenangan bagimu, dan bagi orang-orang yang dalam perjalanan; dan diharamkan atasmu (menangkap) hewan buruan darat selama kamu dalam keadaan ihram. Bertakwalah kepada Allah yang hanya kepada-Nya kamu akan dikumpulkan. |
| Prof. Quraish Shihab : Dihalalkan bagi kamu binatang buruan laut, dan makanannya adalah kesenangan bagi kamu, dan bagi orang-orang yang dalam perjalanan; dan diharamkan atas kamu binatang buruan darat, selama kamu dalam keadaan berihram. Dan bertakwalah kepada Allah yang hanya kepada-Nya kamu akan dikumpulkan. |
| HAMKA : Dihalalkan bagi kamu buruan laut, dan makanannya sebagai bekal bagi kamu dan bagi orang-orang pelayar. Tetapi diharamkan atas kamu buruan darat selama kamu dalam ihram. |
| 3. Tafsir أُحِلَّ لَكُمْ صَيْدُ الْبَحْرِ وَطَعَامُهُ مَتَاعًا لَكُمْ وَلِلسَّيَّارَةِ ۖ وَحُرِّمَ عَلَيْكُمْ صَيْدُ الْبَرِّ مَا دُمْتُمْ حُرُمًا ۗ وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ |
| 1. Makna Per Kata
|
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Allah telah menjadikan Ka‘bah, rumah suci itu sebagai pusat kegiatan (peribadatan dan urusan dunia) ) bagi manusia, dan (demikian pula) bulan haram, hadyu (hewan kurban) dan qala?’id (hewan kurban yang diberi kalung). Yang demikian itu agar kamu mengetahui bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa pun yang ada di langit dan apa pun yang ada di bumi dan bahwa Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. |
| Prof. Quraish Shihab : Allah telah menjadikan Ka‘bah, rumah suci itu sebagai qiy?m (pusat peribadatan dan urusan dunia) bagi manusia, dan (demikian pula) bulan Haram, hady (binatang kurban), dan qal?id (binatang kurban yang diberi kalung). Yang demikian itu supaya kamu mengetahui bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang di langit dan apa yang di bumi dan bahwa Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. |
| HAMKA : Allah telah menjadikan Ka'bah, Rumah Yang Suci itu berdiri (teguh) untuk manusia. Begitu pun bulan yang suci dan binatang kurban (bisa) dan (kurban) bertanda. Yang demikian itu supaya kamu tahu bahwasanya Allah adalah Mengetahui apa pun yang ada di semua langit dan apa yang di bumi. Dan bahwasanya Allah atas tiap-tiap sesuatu adalah Mahatahu. |
| 3. Tafsir جَعَلَ اللَّهُ الْكَعْبَةَ الْبَيْتَ الْحَرَامَ قِيَامًا لِلنَّاسِ وَالشَّهْرَ الْحَرَامَ وَالْهَدْيَ وَالْقَلَائِدَ ۚ ذَٰلِكَ لِتَعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَأَنَّ اللَّهَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ |
| 1. Makna Per Kata
|
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Ketahuilah bahwa Allah sangat keras hukuman-Nya dan bahwa Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. |
| Prof. Quraish Shihab : Ketahuilah bahwa Allah sangat keras pembalasan(-Nya) dan bahwa Allah Maha Pengampun, lagi Maha Pengasih. |
| HAMKA : Ketahuilah olehmu bahwasanya Allah adalah sangat pedih siksa-Nya, dan sesungguhnya Allah pun sangat pengampun lagi penyayang. |
| 3. Tafsir اعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ وَأَنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ |
| 1. Makna Per Kata
|
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Kewajiban Rasul tidak lain hanyalah menyampaikan (ajaran Allah). Allah mengetahui apa pun yang kamu tampakkan dan apa pun yang kamu sembunyikan. |
| Prof. Quraish Shihab : Kewajiban rasul tidak lain hanyalah penyampaian (tuntunan Allah swt.), dan Allah mengetahui apa yang kamu tampakkan dan apa yang kamu sembunyikan. |
| HAMKA : Tidak ada kewajiban bagi Rasul melainkan menyampaikan. Dan Allah adalah Mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan. |
| 3. Tafsir مَا عَلَى الرَّسُولِ إِلَّا الْبَلَاغُ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تُبْدُونَ وَمَا تَكْتُمُونَ |
| 1. Makna Per Kata
|
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Katakanlah (Nabi Muhammad), “Tidaklah sama yang buruk dengan yang baik meskipun banyaknya yang buruk itu menarik hatimu. Maka, bertakwalah kepada Allah wahai orang-orang yang berakal sehat agar kamu beruntung.” |
| Prof. Quraish Shihab : Katakanlah (Nabi Muhammad saw.): “Tidak sama yang buruk dengan yang baik, meskipun banyaknya yang buruk itu menarik hatimu, maka bertakwalah kepada Allah, hai Ulul Alb?b (orang-orang yang berakal bersih, murni dan cerdas), supaya kamu mendapat keberuntungan.” |
| HAMKA : Katakanlah: Tidaklah sama barang yang buruk dengan yang baik walaupun engkau tercengang oleh banyaknya yang buruk. Maka, takwalah kamu sekalian kepada Allah, wahai orang-orang yang mempunyai pikiran, supaya kamu beroleh kejayaan. |
| 3. Tafsir قُلْ لَا يَسْتَوِي الْخَبِيثُ وَالطَّيِّبُ وَلَوْ أَعْجَبَكَ كَثْرَةُ الْخَبِيثِ ۚ فَاتَّقُوا اللَّهَ يَا أُولِي الْأَلْبَابِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ |
| 1. Makna Per Kata
|
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menanyakan (kepada Nabimu) hal-hal yang jika diterangkan kepadamu (niscaya) menyusahkan kamu. Jika kamu menanyakannya ketika Al-Qur’an sedang diturunkan, (niscaya) akan diterangkan kepadamu. Allah telah memaafkan (kamu) tentang hal itu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun. |
| Prof. Quraish Shihab : Hai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menanyakan hal-hal yang jika diterangkan kepada kamu, (niscaya) menyusahkan kamu dan jika kamu menanyakannya di waktu al-Qur’an sedang diturunkan, (niscaya) akan diterangkan kepada kamu. Allah telah memaafkan tuntutan itu. Dan Allah Maha Pengampun, lagi Maha Penyantun. |
| HAMKA : Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu tanyakan hal-hal yang jika diterangkan kepada kamu akan menyusahkan kamu. Tetapi, jika kamu bertanya dari hal (ayat-ayat) itu seketika diturunkan Al-Qur'an itu, niscaya akan diterangkanlah kepada kamu. Allah telah memaafkan kamu karena Allah itu adalah Pengampun lagi Pemaaf. |
| 3. Tafsir يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَسْأَلُوا عَنْ أَشْيَاءَ إِنْ تُبْدَ لَكُمْ تَسُؤْكُمْ وَإِنْ تَسْأَلُوا عَنْهَا حِينَ يُنَزَّلُ الْقُرْآنُ تُبْدَ لَكُمْ عَفَا اللَّهُ عَنْهَا ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ حَلِيمٌ |
| 1. Makna Per Kata
|
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Sungguh, segolongan manusia sebelum kamu telah menanyakan hal-hal serupa itu (kepada nabi mereka), kemudian mereka menjadi kafir karenanya. |
| Prof. Quraish Shihab : Sesungguh, telah ditanyakan hal-hal serupa oleh segolongan manusia sebelum kamu, kemudian merkea menjadi orang-orang kafir semuanya. |
| HAMKA : Sesungguhnya telah menanyakan akan hal itu suatu kaum sebelum kamu. Kemudian, jadilah mereka orang-orang yang kafir lantaran itu. |
| 3. Tafsir قَدْ سَأَلَهَا قَوْمٌ مِنْ قَبْلِكُمْ ثُمَّ أَصْبَحُوا بِهَا كَافِرِينَ |
| 1. Makna Per Kata
|
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Allah tidak pernah menetapkan sedikit pun (aturan) menyangkut ba?i?rah, ) sa?’ibah, ) wa?i?lah, ) dan ?a?m. ) Akan tetapi, orang-orang yang kafir membuat-buat kedustaan terhadap Allah dan kebanyakan mereka tidak mengerti. |
| Prof. Quraish Shihab : Allah tidak pernah menjadikan bah?rah, tidak juga s?’ibah, tidak juga wa??lah dan tidak juga ??m. Tetapi, orang-orang kafir mengada-adakan kebohongan besar terhadap Allah, tetapi kebanyakan mereka tidak berpikir. |
| HAMKA : Tidaklah Allah menjadikan Bahirah, Saaibah, Washilah, dan tidak pula Haam. Akan tetapi, orang-orang kafirlah yang membuat-buat atas nama Allah akan kedustaan. Dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang tidak berakal. |
| 3. Tafsir مَا جَعَلَ اللَّهُ مِنْ بَحِيرَةٍ وَلَا سَائِبَةٍ وَلَا وَصِيلَةٍ وَلَا حَامٍ ۙ وَلَٰكِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا يَفْتَرُونَ عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ ۖ وَأَكْثَرُهُمْ لَا يَعْقِلُونَ |