< 125 | Halaman 126 | 127 >

[5] Al-Maidah : 109 (يَوْمَ يَجْمَعُ اللَّهُ الرُّسُلَ فَيَقُولُ مَاذَا أُجِبْتُمْ)

1. Makna Per Kata

 

2. Terjemah
Kemenag RI 2019 : (Ingatlah) pada hari ketika Allah mengumpulkan para rasul, lalu Dia bertanya (kepada mereka), “Apa jawaban (kaummu) terhadap (seruan)-mu?” Mereka (para rasul) menjawab, “Kami tidak tahu (tentang itu). Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui segala yang gaib.”
Prof. Quraish Shihab : (Ingatlah), pada hari ketika Allah mengumpulkan para rasul, lalu Dia berfirman: “Apa jawaban terhadap kamu?” Mereka menjawab: “Tidak ada pengetahuan kami (tentang itu); sesungguhnya Engkaulah, (dan hanya) Engkaulah Yang Maha Mengetahui perkara-perkara yang gaib.”
HAMKA : Pada hari Allah akan mengumpulkan rasul-rasul, lalu Dia akan bertanya, "Bagaimanakah kamu disambut?" Mereka menjawab, "Tidaklah ada pengetahuan bagi kami. Sesungguhnya Engkaulah yang lebih mengetahui akan hal-hal yang gaib-gaib."
3. Tafsir

يَوْمَ يَجْمَعُ اللَّهُ الرُّسُلَ فَيَقُولُ مَاذَا أُجِبْتُمْ ۖ قَالُوا لَا عِلْمَ لَنَا ۖ إِنَّكَ أَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ

[5] Al-Maidah : 110 (إِذْ قَالَ اللَّهُ يَا عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ)

1. Makna Per Kata

 

2. Terjemah
Kemenag RI 2019 : (Ingatlah) ketika Allah berfirman, “Wahai Isa putra Maryam, ingatlah nikmat-Ku kepadamu dan kepada ibumu sewaktu Aku menguatkanmu dengan Ruhulkudus. Engkau dapat berbicara dengan manusia pada waktu masih dalam buaian dan setelah dewasa. (Ingatlah) ketika Aku mengajarkan menulis kepadamu, (juga) hikmah, Taurat, dan Injil. (Ingatlah) ketika engkau membentuk dari tanah (sesuatu) seperti bentuk burung dengan seizin-Ku, kemudian engkau meniupnya, lalu menjadi seekor burung (yang sebenarnya) dengan seizin-Ku. (Ingatlah) ketika engkau menyembuhkan orang yang buta sejak lahir dan orang yang berpenyakit kusta dengan seizin-Ku. (Ingatlah) ketika engkau mengeluarkan orang mati (dari kubur menjadi hidup) dengan seizin-Ku. (Ingatlah) ketika Aku menghalangi Bani Israil (dari keinginan mereka membunuhmu) pada waktu engkau mengemukakan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, lalu orang-orang kafir di antara mereka berkata, “Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata.”
Prof. Quraish Shihab : (Ingatlah), ketika Allah berfirman: “Wahai ‘Isa putra Maryam! Ingatlah nikmat-Ku kepadamu dan kepada ibumu ketika Aku menguatkanmu dengan Ruh Al-Qudus (Malaikat Jibril as.). Engkau (dapat) berbicara dengan manusia ketika (masih) dalam buaian dan sesudah dewasa; dan (ingatlah) ketika Aku mengajarmu tulis menulis, Hikmah, serta Taurat dan Injil, dan (ingatlah pula) ketika engkau membuat dari tanah (sesuatu) yang seperti bentuk burung dengan izin-Ku, lalu engkau meniup padanya, lalu ia menjadi seekor burung dengan izin-Ku. Dan (ingatlah), ketika engkau menyembuhkan orang yang buta sejak lahir dan orang yang berpenyakit kusta dengan izin-Ku, dan (ingatlah) ketika engkau mengeluarkan (menghidupkan kembali) orang-orang mati dengan izin-Ku, dan ketika Aku menghalangi Bani Israil (untuk menganiaya dan membunuhmu) ketika engkau membawa kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, lalu orang-orang kafir di antara mereka berkata: “Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata.”
HAMKA : (Ingatlah) tatkala berkata Allah kepada Isa anak Maryam, "Ingatlah oleh engkau akan nikmat-Ku atas engkau dan ke atas ibumu, tatkala Aku menyokong engkau dengan Ruhul-Qudus engkau berkata-kata dengan manusia dalam ayunan dan di kala dewasa. Dan (ingatlah) tatkala Aku ajarkan kepada engkau tulisan dan hikmah, Taurat, dan Injil, dan (ingatlah) tatkala engkau menjadikan dari tanah seperti bentuk burung dengan izin-Ku lalu engkau embuskan padanya maka jadilah dia burung dengan izin-Ku, dan engkau sembuhkan orang buta dan penyakit sopak dengan izin-Ku. Dan (ingatlah) tatkala engkau menghidupkan orang yang sudah mati dengan izin-Ku. Dan (ingatlah) tatkala Aku menghambat Bani Israil dari engkau, tatkala engkau datang kepada mereka dengan keterangan-keterangan, lantas berkatalah orang-orang yang kafir di antara mereka 'Ini tidak lain melainkan sihir yang nyata.'"
3. Tafsir

إِذْ قَالَ اللَّهُ يَا عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ اذْكُرْ نِعْمَتِي عَلَيْكَ وَعَلَىٰ وَالِدَتِكَ إِذْ أَيَّدْتُكَ بِرُوحِ الْقُدُسِ تُكَلِّمُ النَّاسَ فِي الْمَهْدِ وَكَهْلًا ۖ وَإِذْ عَلَّمْتُكَ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَالتَّوْرَاةَ وَالْإِنْجِيلَ ۖ وَإِذْ تَخْلُقُ مِنَ الطِّينِ كَهَيْئَةِ الطَّيْرِ بِإِذْنِي فَتَنْفُخُ فِيهَا فَتَكُونُ طَيْرًا بِإِذْنِي ۖ وَتُبْرِئُ الْأَكْمَهَ وَالْأَبْرَصَ بِإِذْنِي ۖ وَإِذْ تُخْرِجُ الْمَوْتَىٰ بِإِذْنِي ۖ وَإِذْ كَفَفْتُ بَنِي إِسْرَائِيلَ عَنْكَ إِذْ جِئْتَهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ فَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْهُمْ إِنْ هَٰذَا إِلَّا سِحْرٌ مُبِينٌ

[5] Al-Maidah : 111 (وَإِذْ أَوْحَيْتُ إِلَى الْحَوَارِيِّينَ أَنْ آمِنُوا بِي)

1. Makna Per Kata

 

2. Terjemah
Kemenag RI 2019 : (Ingatlah) ketika Aku ilhamkan kepada para pengikut setia Isa, “Berimanlah kamu kepada-Ku dan kepada Rasul-Ku.” Mereka menjawab, “Kami telah beriman dan saksikanlah (wahai Rasul) bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri.”
Prof. Quraish Shihab : Dan (ingatlah), ketika Aku mewahyukan (mengilhami) kepada Hawariyyin (para pengikut setia Nabi ‘Isa as.): “Berimanlah kamu kepada-Ku dan kepada Rasul-Ku.” Mereka berkata: “Kami telah beriman dan saksikanlah bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang Muslim (tunduk patuh dan berserah diri kepada Allah swt.).”
HAMKA : Dan (ingatlah) tatkala Aku memberikan ilham kepada Hawariyin, supaya mereka itu beriman kepada engkau dan kepada Rasul-Ku, mereka pun berkata, "Kami telah beriman! Dan saksikanlah bahwa sesungguhnya kami ini adalah orang-orang yang telah berserah diri!"
3. Tafsir

وَإِذْ أَوْحَيْتُ إِلَى الْحَوَارِيِّينَ أَنْ آمِنُوا بِي وَبِرَسُولِي قَالُوا آمَنَّا وَاشْهَدْ بِأَنَّنَا مُسْلِمُونَ

[5] Al-Maidah : 112 (إِذْ قَالَ الْحَوَارِيُّونَ يَا عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ)

1. Makna Per Kata

 

2. Terjemah
Kemenag RI 2019 : (Ingatlah) ketika para pengikut setia Isa berkata, “Wahai Isa putra Maryam, sanggupkah (bersediakah) Tuhanmu menurunkan hidangan dari langit kepada kami?” Isa menjawab, “Bertak-walah kepada Allah jika kamu orang-orang mukmin.”
Prof. Quraish Shihab : (Ingatlah), ketika Hawariyyin (para pengikut setia Nabi ‘Isa as.) berkata: “Wahai ‘Isa putra Maryam! Mampukah Tuhan Pemeliharamu menurunkan untuk kami hidangan dari langit?” Dia (Nabi ‘Isa as.) menjawab: “Bertakwalah kepada Allah jika kamu benar-benar orang-orang mukmin.”
HAMKA : (Ingatlah) tatkala Hawariy?n itu berkata, “Wahai Isa anak Maryam! Apakah berkuasa Tuhan engkau menurunkan kepada kami suatu hidangan dari langit?” Jawabnya, “Takutlah kepada Allah jika betul-betul kamu orang-orang yang beriman.”
3. Tafsir

إِذْ قَالَ الْحَوَارِيُّونَ يَا عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ هَلْ يَسْتَطِيعُ رَبُّكَ أَنْ يُنَزِّلَ عَلَيْنَا مَائِدَةً مِنَ السَّمَاءِ ۖ قَالَ اتَّقُوا اللَّهَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

[5] Al-Maidah : 113 (قَالُوا نُرِيدُ أَنْ نَأْكُلَ مِنْهَا وَتَطْمَئِنَّ قُلُوبُنَا)

1. Makna Per Kata

 

2. Terjemah
Kemenag RI 2019 : Mereka berkata, “Kami ingin makan darinya (hidangan itu) dan agar tenteram hati kami serta agar kami yakin bahwa engkau telah berkata benar kepada kami, dan atasnya (hidangan itu) kami termasuk orang-orang yang menjadi saksi.”
Prof. Quraish Shihab : Mereka berkata: “Kami ingin makan sebagian darinya (hidangan itu) dan (supaya) tenteram hati kami dan (supaya) kami yakin bahwa sungguh engkau telah berkata benar kepada kami, dan kami menjadi orang-orang yang menyaksikannya.”
HAMKA : Mereka berkata, “Kami ingin supaya makan darinya dan supaya tenteramlah hati kami, dan supaya kami tahu bahwa engkau telah berkata yang benar kepada kami dan supaya jadilah kami dari orang-orang yang benar-benar menyaksikan.”
3. Tafsir

قَالُوا نُرِيدُ أَنْ نَأْكُلَ مِنْهَا وَتَطْمَئِنَّ قُلُوبُنَا وَنَعْلَمَ أَنْ قَدْ صَدَقْتَنَا وَنَكُونَ عَلَيْهَا مِنَ الشَّاهِدِينَ

< 125 | 126 | 127 >