| 1. Makna Per Kata
|
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Mereka berkata, “Wahai Musa, sesungguhnya kami sampai kapan pun tidak akan memasukinya selama mereka masih ada di dalamnya. Oleh karena itu, pergilah engkau bersama Tuhanmu, lalu berperanglah kamu berdua. Sesungguhnya kami tetap berada di sini saja.” |
| Prof. Quraish Shihab : Mereka berkata: “Wahai Musa! Se sungguhnya kami sekali-sekali tidak akan memasukinya selama-lamanya, selagi mereka ada di dalamnya, karena itu pergilah engkau bersama Tuhan Pemeliharamu, dan berperanglah kamu berdua, sesungguhnya kami di sini akan duduk (menanti).” |
| HAMKA : Mereka berkata, "Wahai Musa! Kami tidak akan masuk ke sana selama mereka masih ada di sana. Maka pergilah kamu bersama Tuhanmu, berperanglah kalian, sementara kami tetap di sini." |
| 3. Tafsir قَالُوا يَا مُوسَىٰ إِنَّا لَنْ نَدْخُلَهَا أَبَدًا مَا دَامُوا فِيهَا ۖ فَاذْهَبْ أَنْتَ وَرَبُّكَ فَقَاتِلَا إِنَّا هَاهُنَا قَاعِدُونَ |
| 1. Makna Per Kata
|
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Dia (Musa) berkata, “Ya Tuhanku, aku tidak mempunyai kekuasaan apa pun, kecuali atas diriku sendiri dan saudaraku. Oleh sebab itu, pisahkanlah antara kami dan kaum yang fasik itu.” |
| Prof. Quraish Shihab : Dia (Nabi Musa as.) berkata: “Tuhan Pemeliharaku, sesungguhnya aku tidak menguasai kecuali diriku (sendiri) bersama saudaraku (Nabi Harun as.). Sebab itu, pisahkanlah antara kami dengan orang-orang yang fasik (keluar dari ketaatan kepada Allah swt.). |
| HAMKA : Musa berkata, "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku tidak menguasai selain diriku dan saudaraku, maka pisahkanlah antara kami dan kaum yang fasik itu." |
| 3. Tafsir قَالَ رَبِّ إِنِّي لَا أَمْلِكُ إِلَّا نَفْسِي وَأَخِي ۖ فَافْرُقْ بَيْنَنَا وَبَيْنَ الْقَوْمِ الْفَاسِقِينَ |
| 1. Makna Per Kata
|
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : (Allah) berfirman, “(Jika demikian,) sesungguhnya (negeri) itu terlarang buat mereka selama empat puluh tahun. (Selama itu) mereka akan mengembara kebingungan di bumi. Maka, janganlah engkau (Musa) bersedih atas (nasib) kaum yang fasik itu.” |
| Prof. Quraish Shihab : Dia sesungguhnya berfirman: ia (negeri “Maka, itu) diharamkan atas mereka selama empat puluh tahun, mereka akan tersesat di bumi (padang pasir sekeliling negeri itu). Maka, janganlah engkau (Nabi Musa as.) bersedih hati atas orang- orang yang fasik (keluar dari ketaatan kepada Allah swt.). |
| HAMKA : Allah berfirman, "Sesungguhnya tanah suci itu diharamkan bagi mereka selama empat puluh tahun. Mereka akan merayap di bumi, maka janganlah kamu bersedih hati atas kaum yang fasik itu." |
| 3. Tafsir قَالَ فَإِنَّهَا مُحَرَّمَةٌ عَلَيْهِمْ ۛ أَرْبَعِينَ سَنَةً ۛ يَتِيهُونَ فِي الْأَرْضِ ۚ فَلَا تَأْسَ عَلَى الْقَوْمِ الْفَاسِقِينَ |
| 1. Makna Per Kata
|
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Bacakanlah (Nabi Muhammad) kepada mereka berita tentang dua putra Adam dengan sebenarnya. Ketika keduanya mempersembahkan kurban, kemudian diterima dari salah satunya (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). Dia (Qabil) berkata, “Sungguh, aku pasti akan membunuhmu.” Dia (Habil) berkata, “Sesungguhnya Allah hanya menerima (amal) dari orang-orang yang bertakwa. |
| Prof. Quraish Shihab : Bacakanlah (sampaikanlah) kepada mereka berita (kisah) kedua putra Adam dengan sebenarnya; ketika keduanya mempersembahkan kurban, maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). Dia (Qabil) berkata: “Aku pasti membunuhmu!” Dia (Habil) menjawab: “Sesungguhnya Allah hanya menerima (dengan penerimaan yang sempurna) dari orang-orang yang bertakwa. |
| HAMKA : Dan bacakanlah kepada mereka berita dua orang anak Adam dengan benar, tatkala keduanya mengurbankan akan suatu kurban, maka diterima dari yang seorang dari mereka berdua dan tidak diterima dari yang seorang lagi, berkata dia, “Sungguh engkau akan aku bunuh!” Menjawab dia, “Yang diterima oleh Allah hanyalah yang dari orang-orang yang bertakwa.” |
| 3. Tafsir وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ ابْنَيْ آدَمَ بِالْحَقِّ إِذْ قَرَّبَا قُرْبَانًا فَتُقُبِّلَ مِنْ أَحَدِهِمَا وَلَمْ يُتَقَبَّلْ مِنَ الْآخَرِ قَالَ لَأَقْتُلَنَّكَ ۖ قَالَ إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللَّهُ مِنَ الْمُتَّقِينَ |
| 1. Makna Per Kata
|
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Sesungguhnya jika engkau (Qabil) menggerakkan tanganmu kepadaku untuk membunuhku, aku tidak akan menggerakkan tanganku kepadamu untuk membunuhmu. Sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan semesta alam. |
| Prof. Quraish Shihab : Sungguh, jika engkau benar-benar menggerakkan tanganmu kepadaku untuk membunuhku, aku sekali-kali tidak akan menggerakkan tanganku kepadamu untuk membunuhmu. Sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan Pemelihara seluruh alam. |
| HAMKA : Sesungguhnya jika engkau melepaskan tangan engkau karena hendak membunuh aku, tidaklah aku akan melepaskan tanganku kepada engkau karena hendak membunuh engkau, karena sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan sarwa sekalian alam. |
| 3. Tafsir لَئِنْ بَسَطْتَ إِلَيَّ يَدَكَ لِتَقْتُلَنِي مَا أَنَا بِبَاسِطٍ يَدِيَ إِلَيْكَ لِأَقْتُلَكَ ۖ إِنِّي أَخَافُ اللَّهَ رَبَّ الْعَالَمِينَ |
| 1. Makna Per Kata
|
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Sesungguhnya aku ingin engkau kembali (kepada-Nya) dengan (membawa) dosa (karena membunuh)-ku dan dosamu (sebelum itu) sehingga engkau akan termasuk penghuni neraka. Itulah balasan bagi orang-orang yang zalim.” |
| Prof. Quraish Shihab : Sesungguhnya aku ingin supaya engkau kembali dengan (membawa) dosa (pembunuhan terhadap)-ku dan dosamu sendiri, sehingga menyebabkan engkau menjadi penghuni neraka, dan yang demikian itulah balasan bagi orang-orang zalim.” |
| HAMKA : Sesungguhnya aku mau engkau pikul dosaku dan dosamu, lalu engkau jadi ahli neraka, dan demikian itulah balasan bagi orang-orang yang zalim. |
| 3. Tafsir إِنِّي أُرِيدُ أَنْ تَبُوءَ بِإِثْمِي وَإِثْمِكَ فَتَكُونَ مِنْ أَصْحَابِ النَّارِ ۚ وَذَٰلِكَ جَزَاءُ الظَّالِمِينَ |
| 1. Makna Per Kata
|
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Kemudian, hawa nafsunya (Qabil) mendorong dia untuk membunuh saudaranya. ) Maka, dia pun (benar-benar) membunuhnya sehingga dia termasuk orang-orang yang rugi. |
| Prof. Quraish Shihab : Maka, hawa nafsunya menjadikan dia (Qabil) rela mem bunuh saudaranya, maka dia (Qabil) membunuhnya (Habil), maka menjadilah dia di antara orang-orang yang rugi. |
| HAMKA : Tetapi telah menuduhkan kepadanya nafsunya membunuh saudaranya, lalu dibunuhnyalah dia, maka jadilah dia dari golongan orang-orang yang rugi. |
| 3. Tafsir فَطَوَّعَتْ لَهُ نَفْسُهُ قَتْلَ أَخِيهِ فَقَتَلَهُ فَأَصْبَحَ مِنَ الْخَاسِرِينَ |
| 1. Makna Per Kata
|
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Kemudian, Allah mengirim seekor burung gagak untuk menggali tanah supaya Dia memperlihatkan kepadanya (Qabil) bagaimana cara mengubur mayat saudaranya. ) (Qabil) berkata, “Celakalah aku! Mengapa aku tidak mampu berbuat seperti burung gagak ini sehingga aku dapat mengubur mayat saudaraku?” Maka, jadilah dia termasuk orang-orang yang menyesal. |
| Prof. Quraish Shihab : Kemudian, Allah mengutus seekor burung gagak menggali- gali di bumi untuk memperlihatkan kepadanya (Qabil) bagaimana dia menguburkan mayat saudaranya. Dia (Qabil) berkata: “Aduhai, celakalah aku! Mengapa aku tidak mampu berbuat seperti burung gagak ini, lalu aku dapat menguburkan mayat saudaraku?” Karena itu, menjadilah dia di antara orang-orang yang menyesal. |
| HAMKA : Maka dikirim Allah-lah seekor gagak mengorek-ngorek di bumi untuk memperlihatkan kepadanya bagaimana menguburkan bangkai saudaranya itu, berkata dia, “Wahai celakanya aku! Lemahkah aku bahwa akan ada seumpama gagak ini, buat menimbun bangkai saudaraku.” Maka jadilah dia dari orang-orang menyesal. |
| 3. Tafsir فَبَعَثَ اللَّهُ غُرَابًا يَبْحَثُ فِي الْأَرْضِ لِيُرِيَهُ كَيْفَ يُوَارِي سَوْءَةَ أَخِيهِ ۚ قَالَ يَا وَيْلَتَا أَعَجَزْتُ أَنْ أَكُونَ مِثْلَ هَٰذَا الْغُرَابِ فَأُوَارِيَ سَوْءَةَ أَخِي ۖ فَأَصْبَحَ مِنَ النَّادِمِينَ |