< 110 | Halaman 111 | 112 >

[2] Al-Baqarah : 22 (الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ فِرَاشًا وَالسَّمَاءَ بِنَاءً)

1. Makna Per Kata

 

2. Terjemah
Kemenag RI 2019 : (Dialah) yang menjadikan bagimu bumi (sebagai) hamparan dan langit sebagai atap, dan Dialah yang menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan (hujan) itu buah-buahan sebagai rezeki untuk kamu. Oleh karena itu, janganlah kamu mengadakan tandingan-tandingan bagi Allah, padahal kamu mengetahui.
Prof. Quraish Shihab : (Dia-lah) Yang menjadikan bumi (sebagai) hamparan bagi kamu dan langit (sebagai) atap, dan Dia menurunkan sebagian air dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan (air) itu (sebagian) buah-buahan sebagai bagian rezeki untuk kamu karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, sedangkan kamu mengetahui.
HAMKA : Yang telah menjadikan untuk kamu akan bumi jadi hamparan dan langit sebagai bangunan, dan diturunkan-Nya air dari langit maka keluarlah dengan sebabnya buah-buahan, rezeki bagi kamu; maka, janganlah kamu adakan bagi Allah sekutu-sekutu, padahal kamu mengetahui.
3. Tafsir

الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ فِرَاشًا وَالسَّمَاءَ بِنَاءً وَأَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجَ بِهِ مِنَ الثَّمَرَاتِ رِزْقًا لَكُمْ ۖ فَلَا تَجْعَلُوا لِلَّهِ أَنْدَادًا وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ

[5] Al-Maidah : 18 (وَقَالَتِ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَىٰ نَحْنُ أَبْنَاءُ اللَّهِ وَأَحِبَّاؤُهُ)

1. Makna Per Kata

 

2. Terjemah
Kemenag RI 2019 : Orang Yahudi dan orang Nasrani berkata, “Kami adalah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya.” Katakanlah, “(Jika benar begitu,) mengapa Allah menyiksa kamu karena dosa-dosamu? Sebaliknya, kamu adalah manusia (biasa) di antara orang-orang yang Dia ciptakan. Dia mengampuni siapa yang Dia kehendaki dan menyiksa siapa yang Dia kehendaki (pula). Milik Allahlah kerajaan langit, bumi, dan apa yang ada di antara keduanya, dan kepada-Nya semua akan kembali.”
Prof. Quraish Shihab : Orang-orang Yahudi dan Nasrani mengatakan, "Kami adalah anak-anak Allah dan para kekasih-Nya." Katakanlah (wahai Nabi Muhammad SAW): "Mengapa Allah menyiksa kamu karena dosa-dosa kamu?" Bahkan, kamu adalah manusia biasa di antara makhluk-makhluk yang diciptakan-Nya. Dia mengampuni siapa yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya. Milik Allah-lah kerajaan langit dan bumi serta apa yang ada di antara keduanya. Dan hanya kepada-Nya tempat kembali.
HAMKA : Dan orang-orang Yahudi dan Nasrani berkata, "Kami ini adalah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya." Katakanlah, "Jika demikian, mengapa Dia mengadzab kamu karena dosa-dosa kamu? Bahkan kamu itu hanyalah manusia dari makhluk yang diciptakan oleh-Nya. Dia memberi ampun kepada siapa yang Dia kehendaki dan menyiksa siapa yang Dia kehendaki. Bagi Allah-lah kekuasaan atas semua langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, dan kepada-Nyalah tempat kembali."
3. Tafsir

وَقَالَتِ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَىٰ نَحْنُ أَبْنَاءُ اللَّهِ وَأَحِبَّاؤُهُ ۚ قُلْ فَلِمَ يُعَذِّبُكُمْ بِذُنُوبِكُمْ ۖ بَلْ أَنْتُمْ بَشَرٌ مِمَّنْ خَلَقَ ۚ يَغْفِرُ لِمَنْ يَشَاءُ وَيُعَذِّبُ مَنْ يَشَاءُ ۚ وَلِلَّهِ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا ۖ وَإِلَيْهِ الْمَصِيرُ

[5] Al-Maidah : 19 (يَا أَهْلَ الْكِتَابِ قَدْ جَاءَكُمْ رَسُولُنَا يُبَيِّنُ)

1. Makna Per Kata

 

2. Terjemah
Kemenag RI 2019 : Wahai Ahlulkitab, sungguh rasul Kami telah datang kepadamu untuk memberi penjelasan setelah beberapa saat terhentinya (pengutusan) rasul-rasul agar kamu tidak mengatakan, “Tidak ada yang datang kepada kami, baik pembawa berita gembira maupun pemberi peringatan.” Sungguh, telah datang kepadamu pembawa berita gembira dan pemberi peringatan. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Prof. Quraish Shihab : Hai Ahl al-Kitab! Sungguh, telah datang kepada kamu Rasul Kami (Nabi Muhammad SAW), menjelaskan kepada kamu setelah terputusnya pengiriman para rasul, supaya kamu tidak mengatakan, "Tidak datang kepada kami seorang pembawa kabar gembira, tidak pula seorang pemberi peringatan." Maka sungguh telah datang kepada kamu pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
HAMKA : Wahai Ahlul Kitab! Sesungguhnya telah datang kepada kamu Utusan Kami, yang menerangkan kepada kamu setelah terputusnya rasul-rasul, supaya kamu tidak mengatakan, "Tidak ada seorang pun yang datang kepada kami sebagai pembawa berita kesukaan atau pembawa ancaman." Sesungguhnya telah datang kepada kamu pembawa berita kesukaan dan pembawa ancaman. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
3. Tafsir

يَا أَهْلَ الْكِتَابِ قَدْ جَاءَكُمْ رَسُولُنَا يُبَيِّنُ لَكُمْ عَلَىٰ فَتْرَةٍ مِنَ الرُّسُلِ أَنْ تَقُولُوا مَا جَاءَنَا مِنْ بَشِيرٍ وَلَا نَذِيرٍ ۖ فَقَدْ جَاءَكُمْ بَشِيرٌ وَنَذِيرٌ ۗ وَاللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

[5] Al-Maidah : 20 (وَإِذْ قَالَ مُوسَىٰ لِقَوْمِهِ يَا قَوْمِ اذْكُرُوا)

1. Makna Per Kata

 

2. Terjemah
Kemenag RI 2019 : (Ingatlah) ketika Musa berkata kepada kaumnya, “Wahai kaumku, ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika Dia mengangkat nabi-nabi di antaramu, menjadikanmu (terhormat seperti) para raja, dan menganugerahkan kepadamu apa yang belum pernah Dia anugerahkan kepada seorang pun di antara umat yang lain.
Prof. Quraish Shihab : Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada kaumnya (Bani Israil): “Hai kaumku! Ingatlah nikmat Allah kepada kamu ketika Dia mengangkat para nabi di antara kamu, menjadikan kamu raja-raja, dan telah menganugerahkan kepada kamu apa yang belum pernah dianugerahkan-Nya kepada seorang pun di antara umat manusia.”
HAMKA : Dan ingatlah ketika Musa berkata kepada kaumnya, "Wahai kaumku, ingatlah nikmat Allah atas kamu, ketika Dia menjadikan di antara kamu nabi-nabi, menjadikan kamu raja-raja, dan memberikan kepada kamu hal yang tidak pernah diberikan kepada seorang pun dari seluruh alam."
3. Tafsir

وَإِذْ قَالَ مُوسَىٰ لِقَوْمِهِ يَا قَوْمِ اذْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ جَعَلَ فِيكُمْ أَنْبِيَاءَ وَجَعَلَكُمْ مُلُوكًا وَآتَاكُمْ مَا لَمْ يُؤْتِ أَحَدًا مِنَ الْعَالَمِينَ

[5] Al-Maidah : 21 (يَا قَوْمِ ادْخُلُوا الْأَرْضَ الْمُقَدَّسَةَ الَّتِي كَتَبَ)

1. Makna Per Kata

 

2. Terjemah
Kemenag RI 2019 : Wahai kaumku, masuklah ke tanah suci (Baitulmaqdis) yang telah Allah tentukan bagimu ) dan janganlah berbalik ke belakang (karena takut kepada musuh), nanti kamu menjadi orang-orang yang rugi.”
Prof. Quraish Shihab : Hai kaumku! Masuklah ke tanah yang disucikan yang telah ditetapkan Allah bagi kamu, dan janganlah kamu lari ke belakang sehingga kamu menjadi orang-orang yang rugi.
HAMKA : Wahai kaumku! Masuklah kamu ke dalam Tanah Suci yang telah ditentukan Allah untuk kamu, dan janganlah kamu berpaling dari-Nya. Karena jika kamu berpaling, kamu akan menjadi orang-orang yang rugi.
3. Tafsir

يَا قَوْمِ ادْخُلُوا الْأَرْضَ الْمُقَدَّسَةَ الَّتِي كَتَبَ اللَّهُ لَكُمْ وَلَا تَرْتَدُّوا عَلَىٰ أَدْبَارِكُمْ فَتَنْقَلِبُوا خَاسِرِينَ

[5] Al-Maidah : 22 (قَالُوا يَا مُوسَىٰ إِنَّ فِيهَا قَوْمًا جَبَّارِينَ)

1. Makna Per Kata

 

2. Terjemah
Kemenag RI 2019 : Mereka berkata, “Wahai Musa, sesungguhnya di dalamnya (negeri itu) ada orang-orang yang sangat kuat dan kejam. Kami tidak akan memasukinya sebelum mereka keluar. Jika mereka keluar dari sana, kami pasti akan masuk.”
Prof. Quraish Shihab : Mereka berkata: "Wahai Musa! Sesungguhnya di sana ada kaum yang gagah perkasa, dan kami sekali-kali tidak akan memasukinya sebelum mereka keluar darinya. Maka jika mereka keluar darinya, barulah kami akan masuk."
HAMKA : Mereka berkata, "Wahai Musa! Sesungguhnya di sana ada suatu kaum yang bengis, dan kami tidak akan masuk ke sana, kecuali mereka keluar dari sana. Jika mereka keluar, baru kami akan masuk."
3. Tafsir

قَالُوا يَا مُوسَىٰ إِنَّ فِيهَا قَوْمًا جَبَّارِينَ وَإِنَّا لَنْ نَدْخُلَهَا حَتَّىٰ يَخْرُجُوا مِنْهَا فَإِنْ يَخْرُجُوا مِنْهَا فَإِنَّا دَاخِلُونَ

[5] Al-Maidah : 23 (قَالَ رَجُلَانِ مِنَ الَّذِينَ يَخَافُونَ أَنْعَمَ اللَّهُ)

1. Makna Per Kata

 

2. Terjemah
Kemenag RI 2019 : Berkatalah dua orang laki-laki di antara mereka yang bertakwa, yang keduanya telah diberi nikmat oleh Allah, “Masukilah pintu gerbang negeri itu untuk (menyerang) mereka (penduduk Baitulmaqdis). Jika kamu memasukinya, kamu pasti akan menang. Bertawakallah hanya kepada Allah, jika kamu orang-orang mukmin.”
Prof. Quraish Shihab : Berkatalah dua orang di antara orang-orang yang takut, yang Allah telah menganugerahkan nikmat atas keduanya: “Serbulah mereka melalui pintu gerbang (kota) itu, maka apabila kamu menyerbunya niscaya kamu akan menang. Dan hendaklah kepada Allah (saja) kamu bertawakkal, jika kamu benar-benar orang-orang mukmin.”
HAMKA : Berkata dua orang laki-laki dari golongan orang-orang yang takut, yang telah diberi nikmat oleh Allah, "Masuklah kamu ke sana melalui pintunya. Jika kamu sudah masuk, kamu akan menang. Bertawakal lah kepada Allah, jika kamu benar-benar orang-orang yang beriman."
3. Tafsir

قَالَ رَجُلَانِ مِنَ الَّذِينَ يَخَافُونَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمَا ادْخُلُوا عَلَيْهِمُ الْبَابَ فَإِذَا دَخَلْتُمُوهُ فَإِنَّكُمْ غَالِبُونَ ۚ وَعَلَى اللَّهِ فَتَوَكَّلُوا إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

< 110 | 111 | 112 >