| 1. Makna Per Kata
|
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Demikianlah Kami telah menguji sebagian mereka (yang kaya dan berkuasa) dengan sebagian yang lain (yang miskin dan menderita), sehingga mereka (yang kaya dan kufur itu) berkata, “Orang-orang semacam inikah (yang status sosialnya rendah) di antara kita yang diberi anugerah oleh Allah?” (Allah berfirman,) “Tidakkah Allah lebih mengetahui tentang mereka yang bersyukur (kepada-Nya)?” |
| Prof. Quraish Shihab : Dan demikianlah telah Kami uji sebagian mereka dengan sebagian yang lain, sehingga mereka (yang kaya dan berkuasa) berkata, “Orang-orang semacam inikah (yang status sosialnya sangat rendah) di antara kita yang dianugerahi (karunia) oleh Allah kepada mereka?” Tidakkah Allah lebih mengetahui tentang orang-orang yang bersyukur (kepada-Nya)? |
| HAMKA : Dan demikianlah telah Kami uji sebagian dari mereka dengan yang sebagian sehingga mereka pun berkata, “Apakah orang-orang ini yang diberi karunia Allah atas mereka di antara kita?” Bukankah Allah itu lebih tahu akan orang-orang yang bersyukur? |
| 3. Tafsir وَكَذَٰلِكَ فَتَنَّا بَعْضَهُمْ بِبَعْضٍ لِيَقُولُوا أَهَٰؤُلَاءِ مَنَّ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنْ بَيْنِنَا ۗ أَلَيْسَ اللَّهُ بِأَعْلَمَ بِالشَّاكِرِينَ |
| 1. Makna Per Kata
|
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Apabila orang-orang yang beriman pada ayat-ayat Kami datang kepadamu, katakanlah, “Sal?mun ‘alaikum (semoga keselamatan tercurah kepadamu).” Tuhanmu telah menetapkan sifat kasih sayang pada diri-Nya, (yaitu) siapa yang berbuat kejahatan di antara kamu karena kejahilan (kebodohan, kecerobohan, dorongan nafsu, amarah dan sebagainya), kemudian dia bertobat setelah itu dan memperbaiki diri, maka sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. |
| Prof. Quraish Shihab : Dan apabila orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami datang kepadamu (Nabi Muhammad saw.), maka katakanlah, “Sal?mun ‘alaikum (Salam sejahtera bagi kamu).” Tuhan Pemelihara kamu telah menetapkan atas Diri-Nya rahmat, (yaitu) bahwa barang siapa berbuat kejahatan di antara kamu disebabkan oleh kejahilan (kecerobohan, dorongan nafsu, atau amarah dan semacamnya), kemudian dia bertobat setelah melakukannya serta mengadakan perbaikan, maka sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Pengasih. |
| HAMKA : Dan jika datang kepada engkau orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami maka katakanlah, “Selamat sejahtera atas kamu! Tuhan kamu telah mewajibkan atas diri-Nya sendiri akan memberi rahmat. (Yaitu) barang siapa di antara kamu yang beramal dengan suatu kejahatan karena kebodohan kemudian itu diperbuat sesudahnya dan memperbaiki maka sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun lagi Penyayang.” |
| 3. Tafsir وَإِذَا جَاءَكَ الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِآيَاتِنَا فَقُلْ سَلَامٌ عَلَيْكُمْ ۖ كَتَبَ رَبُّكُمْ عَلَىٰ نَفْسِهِ الرَّحْمَةَ ۖ أَنَّهُ مَنْ عَمِلَ مِنْكُمْ سُوءًا بِجَهَالَةٍ ثُمَّ تَابَ مِنْ بَعْدِهِ وَأَصْلَحَ فَأَنَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ |
| 1. Makna Per Kata
|
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Demikianlah Kami terangkan ayat-ayat Al-Qur’an secara terperinci (agar terlihat jelas jalan kebenaran) dan agar terlihat jelas (pula) jalan para pendurhaka. |
| Prof. Quraish Shihab : Demikianlah Kami menjelaskan ayat-ayat (keterangan-keterangan dan tuntunan-tuntunan Kami) secara terperinci, dan supaya jelas jalan para pendurhaka. Katakanlah (Nabi Muhammad saw.), “Sesungguhnya aku dilarang menyembah |
| HAMKA : Dan demikianlah Kami menjelaskan beberapa ayat supaya dapat jelaslah ke mana jalan bagi orang-orang yang berbuat kesalahan besar. |
| 3. Tafsir وَكَذَٰلِكَ نُفَصِّلُ الْآيَاتِ وَلِتَسْتَبِينَ سَبِيلُ الْمُجْرِمِينَ |
| 1. Makna Per Kata
|
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Katakanlah (Nabi Muhammad), “Sesungguhnya aku dilarang menyembah tuhan-tuhan yang kamu sembah selain Allah.” Katakanlah, “Aku tidak akan mengikuti keinginanmu. Jika berbuat demikian, sungguh tersesatlah aku, dan aku tidak termasuk orang yang mendapat petunjuk.” |
| Prof. Quraish Shihab : Katakanlah (Nabi Muhammad saw.), “Sesungguhnya aku dilarang menyembah (sesuatu) yang kamu sembah selain Allah.” Katakanlah, “Aku tidak akan mengikuti hawa nafsu kamu, sungguh sesatlah aku jika (berbuat) demikian, dan tidaklah (pula) aku termasuk orang-orang yang mendapat petunjuk.” |
| HAMKA : Katakanlah, “Sesungguhnya aku telah dilarang menyembah apa yang kamu seru selain dari Allah itu.” Katakanlah, “Tidakkah aku akan mengikuti kehendak kamu. Karena sesungguhnya telah sesatlah aku kalau begitu dan tidaklah aku daripada orang-orang yang diberi petunjuk.” |
| 3. Tafsir قُلْ إِنِّي نُهِيتُ أَنْ أَعْبُدَ الَّذِينَ تَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ ۚ قُلْ لَا أَتَّبِعُ أَهْوَاءَكُمْ ۙ قَدْ ضَلَلْتُ إِذًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُهْتَدِينَ |
| 1. Makna Per Kata
|
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Katakanlah (Nabi Muhammad), “Aku (berada) di atas keterangan yang nyata (kebenarannya, yaitu Al-Qur’an) dari Tuhanku, sedangkan kamu mendustakannya. Bukanlah kewenanganku (untuk menurunkan azab) yang kamu tuntut untuk disegerakan kedatangannya. Menetapkan hukum itu hanyalah hak Allah. Dia menerangkan kebenaran dan Dia pemberi keputusan yang terbaik.” |
| Prof. Quraish Shihab : atakanlah (Nabi Muhammad saw.), “Sesungguhnya aku berada di atas sesuatu keterangan yang sangat nyata (kebenarannya, yaitu al-Qur’an) dari Tuhan Pemeliharaku, sedangkan kamu mendustakannya. Tidak terdapat di sisiku (wewenang untuk menurunkan) apa (siksa) yang kamu tuntut untuk disegerakan kedatangannya. Menetapkan hukum hanyalah hak (milik) Allah. Dia menjelaskan yang sebenarnya dan Dia-lah sebaik-baik Pemberi penjelasan.” |
| HAMKA : Katakanlah, “Sesungguhnya aku adalah di atas keterangan yang nyata dari Tuhanku, tetapi kamu mendustakannya. Tidaklah ada kepadaku apa yang kamu harapkan cepat itu. Karena tidaklah ada hukum melainkan bagi Allah. Dialah yang akan menerangkan kebenaran dan Dialah yang sebaik-baik Pemutus.” |
| 3. Tafsir قُلْ إِنِّي عَلَىٰ بَيِّنَةٍ مِنْ رَبِّي وَكَذَّبْتُمْ بِهِ ۚ مَا عِنْدِي مَا تَسْتَعْجِلُونَ بِهِ ۚ إِنِ الْحُكْمُ إِلَّا لِلَّهِ ۖ يَقُصُّ الْحَقَّ ۖ وَهُوَ خَيْرُ الْفَاصِلِينَ |
| 1. Makna Per Kata
|
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Katakanlah (Nabi Muhammad), “Seandainya ada padaku (kewenangan untuk menurunkan) apa (azab) yang kamu minta agar disegerakan kedatangannya, tentu selesailah segala perkara antara aku dan kamu.” ) Allah lebih mengetahui tentang orang-orang yang zalim. |
| Prof. Quraish Shihab : Katakanlah (Nabi Muhammad saw.), “Jika seandainya ada padaku (wewenang dan kekuasaan untuk menurunkan) apa (siksa) yang kamu minta supaya disegerakan kedatangannya, tentu telah selesailah urusan (yang ada) antara aku dan kamu. Dan Allah lebih mengetahui tentang orang-orang zalim.” |
| HAMKA : Katakanlah, “Jikalau adalah di sisiku apa yang kamu harapkan cepat itu niscaya berlaku lah perkara di antara aku dan di antara kamu. Sedangkan Allah itu lebih mengetahui siapa-siapa orang yang zalim.” |
| 3. Tafsir قُلْ لَوْ أَنَّ عِنْدِي مَا تَسْتَعْجِلُونَ بِهِ لَقُضِيَ الْأَمْرُ بَيْنِي وَبَيْنَكُمْ ۗ وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالظَّالِمِينَ |
| 1. Makna Per Kata
|
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Kunci-kunci semua yang gaib ada pada-Nya; tidak ada yang mengetahuinya selain Dia. Dia mengetahui apa yang ada di darat dan di laut. Tidak ada sehelai daun pun yang gugur yang tidak diketahui-Nya. Tidak ada sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak pula sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan (tertulis) dalam kitab yang nyata (Lauhulmahfuz). |
| Prof. Quraish Shihab : Dan di sisi-Nya kunci-kunci gaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia. Dan Dia mengetahui apa yang ada di daratan dan di lautan. Dan tidak ada sehelai daun pun yang jatuh melainkan Dia mengetahuinya (pula). Dan tidak (pula) sebutir biji yang jatuh dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan (semuanya) tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh). |
| HAMKA : Dan pada sisi-Nyalah kunci-kunci yang gaib. Tidaklah mengetahui akan dia kecuali Dia dan Dialah yang mengetahui apa yang di darat dan di laut. Dan tidaklah gugur dari sehelai daun pun kecuali dengan pengetahuan-Nya dan tidak pun satu biji di gelap gulita bumi dan tidak yang basah dan tidak yang kering, melainkan ada di dalam kitab yang nyata. |
| 3. Tafsir وَعِنْدَهُ مَفَاتِحُ الْغَيْبِ لَا يَعْلَمُهَا إِلَّا هُوَ ۚ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ ۚ وَمَا تَسْقُطُ مِنْ وَرَقَةٍ إِلَّا يَعْلَمُهَا وَلَا حَبَّةٍ فِي ظُلُمَاتِ الْأَرْضِ وَلَا رَطْبٍ وَلَا يَابِسٍ إِلَّا فِي كِتَابٍ مُبِينٍ |