| Hal. 42 |
|
تِلْكَ الرُّسُلُ فَضَّلْنَا بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ ۘ مِنْهُمْ مَنْ كَلَّمَ اللَّهُ ۖ وَرَفَعَ بَعْضَهُمْ دَرَجَاتٍ ۚ وَآتَيْنَا عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ الْبَيِّنَاتِ وَأَيَّدْنَاهُ بِرُوحِ الْقُدُسِ ۗ وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ مَا اقْتَتَلَ الَّذِينَ مِنْ بَعْدِهِمْ مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَتْهُمُ الْبَيِّنَاتُ وَلَٰكِنِ اخْتَلَفُوا فَمِنْهُمْ مَنْ آمَنَ وَمِنْهُمْ مَنْ كَفَرَ ۚ وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ مَا اقْتَتَلُوا وَلَٰكِنَّ اللَّهَ يَفْعَلُ مَا يُرِيدُ Kemenag RI 2019: Para rasul itu Kami lebihkan sebagian mereka atas sebagian (yang lain). Di antara mereka ada yang Allah berbicara (langsung) dengannya dan sebagian lagi Dia tinggikan beberapa derajat. Kami telah menganugerahkan kepada Isa putra Maryam bukti-bukti yang sangat jelas (mukjizat) dan Kami memperkuat dia dengan Ruhulkudus (Jibril). Seandainya Allah menghendaki, niscaya orang-orang setelah mereka tidak akan saling membunuh setelah bukti-bukti sampai kepada mereka. Akan tetapi, mereka berselisih sehingga ada di antara mereka yang beriman dan ada (pula) yang kufur. Andaikata Allah menghendaki, tidaklah mereka saling membunuh. Namun, Allah melakukan apa yang Dia kehendaki. (QS. 2 : 253)Prof. Quraish Shihab: Para rasul itu Kami lebihkan sebagian (dari) mereka atas sebagian (yang lain). Di antara mereka ada yang Allah berkata-kata (langsung dengan dia) dan sebagian dari mereka Dia meninggikannya (beberapa) derajat. Dan Kami telah menganugerahkan kepada ‘Isa putra Maryam bukti-bukti yang sangat jelas (mukjizat) serta Kami kukuhkan dia dengan Ruhul Qudus (Malaikat Jibril as.) Dan jika seandainya Allah menghendaki, (pasti) tidaklah saling membunuh orang-orang yang (datang) sesudah mereka (para rasul itu), setelah datang kepada mereka bukti-bukti yang sangat jelas (itu), tetapi mereka berselisih. Maka, ada di antara mereka yang beriman dan ada (pula) di antara mereka yang kafir. Dan jika seandainya Allah menghendaki, tidaklah mereka saling membunuh, tetapi Allah berbuat apa yang dikehendaki-Nya. HAMKA: Rasul-rasul itu, Kami lebihkan sebagian mereka dari sebagian; di antara mereka ada yang berkata-kata Allah kepadanya dan Dia tinggikan derajat setengah mereka, dan telah Kami berikan beberapa keterangan kepada Isa anak Maryam dan Kami sokong dia dengan Ruhul Qudus; dan kalau Allah menghendaki tidaklah berbunuh-bunuhan orang-orang yang sesudah mereka, akan tetapi mereka telah berselisih sesudah datang kepada mereka keterangan-keterangan itu. Maka, di antara mereka ada yang beriman dan di antara mereka ada yang kufur. Dan, jikalau Allah menghendaki, niscaya tidaklah mereka akan berbunuh-bunuhan. Akan tetapi, Allah berbuat apa yang Dia kehendaki. |
|
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَنْفِقُوا مِمَّا رَزَقْنَاكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ يَوْمٌ لَا بَيْعٌ فِيهِ وَلَا خُلَّةٌ وَلَا شَفَاعَةٌ ۗ وَالْكَافِرُونَ هُمُ الظَّالِمُونَ Kemenag RI 2019: Wahai orang-orang yang beriman, infakkanlah sebagian dari rezeki yang telah Kami anugerahkan kepadamu sebelum datang hari (Kiamat) yang tidak ada (lagi) jual beli padanya (hari itu), tidak ada juga persahabatan yang akrab, dan tidak ada pula syafaat. Orang-orang kafir itulah orang-orang zalim. (QS. 2 : 254)Prof. Quraish Shihab: Hai orang-orang yang beriman! Nafkahkanlah (di jalan Allah swt.), sebagian dari rezeki yang telah Kami anugerahkan kepada kamu sebelum datang hari (Kiamat) yang tidak ada (lagi) jual beli padanya (di hari itu), dan tidak ada (lagi) persahabatan yang akrab, dan tidak ada lagi syafaat. Dan orang-orang kafir itulah orang-orang zalim. HAMKA: Wahai, orang-orang yang beriman! Belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami karuniakan kepada kamu sebelum datang kepada kamu suatu hari, yang tidak ada perdagangan padanya, dan tidak ada persahabatan dan tidak ada syafaat; dan orang-orang yang kafir itulah orang-orang yang zalim. |
|
اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ۖ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ Kemenag RI 2019: Allah, tidak ada tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak dilanda oleh kantuk dan tidak (pula) oleh tidur. Milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun dari ilmu-Nya, kecuali apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya (ilmu dan kekuasaan-Nya) meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dialah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung. (QS. 2 : 255)Prof. Quraish Shihab: Allah, tidakadaTuhan (YangKuasa dan berhak disembah) melainkan Dia, Yang Maha Hidup, Maha Kekal, lagi terus-menerus mengurus makhluk-Nya. Dia tidak dikalahkan oleh kantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang di langit dan apa yang di bumi, tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya; Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui sesuatu dari ilmu-Nya melainkan apa yang dikehendaki-Nya; Kursi (ilmu/ kekuasaan)-Nya meliputi langit dan bumi. Dia tidak lelah memelihara keduanya dan Dia Maha Tinggi, lagi Maha Agung.” HAMKA: Tuhan Allah tldak ada Tuhan melainkan Dia, Yang Hidup, Yang berdiri sendiri-Nya. Dia tidak dihampiri oleh kantuk dan tidak (pula) oleh tidur. Kepunyaan-Nya apa yang ada di semua langit dan apa yang di bumi. Siapa yang akan memohonkan syafaat di sisi-Nya kalau bukan dengan izin-Nya? Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka, sedang mereka tidaklah meliputi sesuatu jua pun dari ilmu-Nya, kecuali apa yang Dia kehendaki. Meliputi penge tahuan-Nya akan semua langit dan bumi, dan tidaklah memberati-Nya memeliharanya kedua nya; dan Dia adalah Mahatinggi lagi Mahaagung. |
|
لَا إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ ۖ قَدْ تَبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ ۚ فَمَنْ يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِنْ بِاللَّهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَىٰ لَا انْفِصَامَ لَهَا ۗ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ Kemenag RI 2019: Tidak ada paksaan dalam (menganut) agama (Islam). Sungguh, telah jelas jalan yang benar dari jalan yang sesat. Siapa yang ingkar kepada tagut ) dan beriman kepada Allah sungguh telah berpegang teguh pada tali yang sangat kuat yang tidak akan putus. Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS. 2 : 256)Prof. Quraish Shihab: Tidak ada paksaan untuk (menganut) agama (Islam); sungguh telah jelas jalan yang benar dari jalan yang sesat. Karena itu, barang siapa ingkar kepada thaghut dan beriman kepada Allah, maka sungguh dia telah berpegang teguh kepada gantungan tali yang sangat kuat yang tidak akan putus. Allah Maha Mendengar, lagi Maha Mengetahui. HAMKA: Tidak ada paksaan dalam agama. Telah nyata kebenaran dan kesesatan. Maka, barangsiapa yang menolak segala pelanggaran besar dan beriman kepada Allah maka sesungguhnya telah berpeganglah dia dengan tali yang amat teguh, yang tidak akan putus selama-lamanya. Dan Allah adalah Maha Mendengar, lagi Mengetahui. |
| Hal. 43 |
|
اللَّهُ وَلِيُّ الَّذِينَ آمَنُوا يُخْرِجُهُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ ۖ وَالَّذِينَ كَفَرُوا أَوْلِيَاؤُهُمُ الطَّاغُوتُ يُخْرِجُونَهُمْ مِنَ النُّورِ إِلَى الظُّلُمَاتِ ۗ أُولَٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ Kemenag RI 2019: Allah adalah pelindung orang-orang yang beriman. Dia mengeluarkan mereka dari aneka kegelapan menuju cahaya (iman). Sedangkan orang-orang yang kufur, pelindung-pelindung mereka adalah tagut. Mereka (tagut) mengeluarkan mereka (orang-orang kafir itu) dari cahaya menuju aneka kegelapan. Mereka itulah para penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya. (QS. 2 : 257)Prof. Quraish Shihab: Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia (terus-menerus) mengeluarkan mereka dari aneka kegelapan kepada cahaya terang-benderang (iman). Dan orang-orang yang kafir, para pelindung mereka adalah thaghut, semua (terus-menerus) mengeluarkan mereka dari cahaya terang-benderang kepada aneka kegelapan (kekafiran). Mereka itulah para penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya. HAMKA: Allah-lah Pemimpin bagi orang-orang yang beriman. Dia mengeluarkan mereka dari gelap gulita kepada terang benderang. Akan tetapi, orang-orang yang tidak mau percaya. Pemimpin mereka ialah pelanggar-pelanggar batas. Mereka itu akan mengeluarkan mereka dari cahaya terang kepada gelap gullta. Mereka itulah ahli neraka. Mereka akan kekal padanya. |
|
أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِي حَاجَّ إِبْرَاهِيمَ فِي رَبِّهِ أَنْ آتَاهُ اللَّهُ الْمُلْكَ إِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّيَ الَّذِي يُحْيِي وَيُمِيتُ قَالَ أَنَا أُحْيِي وَأُمِيتُ ۖ قَالَ إِبْرَاهِيمُ فَإِنَّ اللَّهَ يَأْتِي بِالشَّمْسِ مِنَ الْمَشْرِقِ فَأْتِ بِهَا مِنَ الْمَغْرِبِ فَبُهِتَ الَّذِي كَفَرَ ۗ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ Kemenag RI 2019: Tidakkah kamu memperhatikan orang yang mendebat Ibrahim mengenai Tuhannya karena Allah telah menganugerahkan kepadanya (orang itu) kerajaan (kekuasaan), (yakni) ketika Ibrahim berkata, “Tuhankulah yang menghidupkan dan mematikan.” (Orang itu) berkata, “Aku (pun) dapat menghidupkan dan mematikan.” Ibrahim berkata, “Kalau begitu, sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur. Maka, terbitkanlah ia dari barat.” Akhirnya, bingunglah orang yang kufur itu. Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang zalim. (QS. 2 : 258)Prof. Quraish Shihab: Tidakkah kamu memperhatikan orang yang mendebat Ibrahim tentang Tuhan Pemeliharanya (Allah swt.) karena Allah telah menganugerahkan kepadanya (orang itu) kekuasaan. Ketika Ibrahim mengatakan: “Tuhan Pemeliharaku ialah Yang menghidupkan dan mematikan.” (Orang itu) berkata: “Aku (juga) dapat menghidupkan (membiarkan hidup) dan mematikan (membunuh).” Ibrahim berkata: “Maka, (kalau demikian) sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah ia dari barat!” lalu heran terdiamlah orang yang kafir (itu); Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang zalim. HAMKA: Atau tidakkah engkau pikirkan dari hal orang yang membantah Ibrahim tentang Tuhannya? Lantaran Allah telah memberikan kerajaan kepadanya?Tatkala Ibrahim berkata, "Tuhankulah yang menghidupkan dan mematikan." Dia berkata, "Akulah yang menghidupkan dan mematikan." Berkata Ibrahim, "Maka sesungguhnya Allah mendatangkan matahari dari timur maka cobalah datangkan matahari itu dari barat!" Maka terdiamlah orang yang kafir itu. Dan, Allah tidaklah akan memberi petunjuk kepada kaum yang zalim! |
|
أَوْ كَالَّذِي مَرَّ عَلَىٰ قَرْيَةٍ وَهِيَ خَاوِيَةٌ عَلَىٰ عُرُوشِهَا قَالَ أَنَّىٰ يُحْيِي هَٰذِهِ اللَّهُ بَعْدَ مَوْتِهَا ۖ فَأَمَاتَهُ اللَّهُ مِائَةَ عَامٍ ثُمَّ بَعَثَهُ ۖ قَالَ كَمْ لَبِثْتَ ۖ قَالَ لَبِثْتُ يَوْمًا أَوْ بَعْضَ يَوْمٍ ۖ قَالَ بَلْ لَبِثْتَ مِائَةَ عَامٍ فَانْظُرْ إِلَىٰ طَعَامِكَ وَشَرَابِكَ لَمْ يَتَسَنَّهْ ۖ وَانْظُرْ إِلَىٰ حِمَارِكَ وَلِنَجْعَلَكَ آيَةً لِلنَّاسِ ۖ وَانْظُرْ إِلَى الْعِظَامِ كَيْفَ نُنْشِزُهَا ثُمَّ نَكْسُوهَا لَحْمًا ۚ فَلَمَّا تَبَيَّنَ لَهُ قَالَ أَعْلَمُ أَنَّ اللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ Kemenag RI 2019: Atau, seperti orang yang melewati suatu negeri yang (bangunan-bangunannya) telah roboh menutupi (reruntuhan) atap-atapnya. Dia berkata, “Bagaimana Allah menghidupkan kembali (negeri) ini setelah kehancurannya?” Lalu, Allah mematikannya selama seratus tahun, kemudian membangkitkannya (kembali). Dia (Allah) bertanya, “Berapa lama engkau tinggal (di sini)?” Dia menjawab, “Aku tinggal (di sini) sehari atau setengah hari.” Allah berfirman, “Sebenarnya engkau telah tinggal selama seratus tahun. Lihatlah makanan dan minumanmu yang belum berubah, (tetapi) lihatlah keledaimu (yang telah menjadi tulang-belulang) dan Kami akan menjadikanmu sebagai tanda (kekuasaan Kami) bagi manusia. Lihatlah tulang-belulang (keledai itu), bagaimana Kami menyusunnya kembali, kemudian Kami membalutnya dengan daging (sehingga hidup kembali).” Maka, ketika telah nyata baginya, dia pun berkata, “Aku mengetahui bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” ) (QS. 2 : 259)Prof. Quraish Shihab: Atau (tidakkah kamu memperhatikan) orang yang melalui suatu negeri yang (temboknya) telah roboh menutupi atapnya. Dia (orang itu) berkata: “Bagaimana Allah menghidupkan kembali (negeri) ini setelah hancur?” Maka, Allah mematikannya (orang itu) seratus tahun, kemudian membangkitkannya (kembali). Dia (Allah swt.) bertanya: “Berapa (lama) engkau tinggal (di sini)?” Dia (orang itu) menjawab: “Aku telah tinggal (di sini) sehari atau setengah hari.” Dia berfirman: “Sebenarnya engkau telah tinggal (di sini) seratus tahun (lamanya), maka lihatlah kepada makanan dan minumanmu yang belum lagi berubah, dan lihatlah kepada keledaimu (yang telah menjadi tulang belulang) dan Kami akan menjadikanmu tanda (kekuasaan Kami) bagi manusia; dan lihatlah kepada tulang belulang (keledai itu), bagaimana Kami menyusunnya kembali, kemudian Kami membalutnya dengan daging.” Maka, ketika telah nyata kepadanya (bagaimana Allah swt. menghidupkan yang telah mati), dia (orang itu pun) berkata: “Aku tahu bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” HAMKA: Atau seperti seorang yang pemah melalui sebuah negeri, sedangkan negeri itu telah runtuh bangunan-bangunannya. Dia berkata, "Bagai manakah agaknya · kelak Allah akan menghidup kannya sesudah matinya?" Maka dimatikanlah dia oleh Allah seratus tahun, kemudian itu Dia bangkitkan kembali. Bertanya Dia, "Berapa lamanya engkau telah terdiam?" Dia menjawab, "Aku telah berdiam sehari atau sebagian hari." Berfirman Dia, "Bahkan engkau telah berdiam seratus tahun. Maka, lihatlah kepada makananmu dan minumanmu itu, tidaklah dia berubah. Dan, lihatlah kepada keledaimu! Dan oleh karena Kami hendak menjadikan engkau suatu tanda bagi manusia. Dan, lihatlah kepada tulang-tulang itu, betapa Kami membangkitkannya kembali, kemudian Kami pakaikan kepadanya daging." Maka tatkala telah jelas kepadanya, berkatalah dia, "Tahulah aku (sekarang) bahwasanya Allah atas tiap-tiap sesuatu adalah Mahakuasa." |
| Hal. 44 |
|
وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ أَرِنِي كَيْفَ تُحْيِي الْمَوْتَىٰ ۖ قَالَ أَوَلَمْ تُؤْمِنْ ۖ قَالَ بَلَىٰ وَلَٰكِنْ لِيَطْمَئِنَّ قَلْبِي ۖ قَالَ فَخُذْ أَرْبَعَةً مِنَ الطَّيْرِ فَصُرْهُنَّ إِلَيْكَ ثُمَّ اجْعَلْ عَلَىٰ كُلِّ جَبَلٍ مِنْهُنَّ جُزْءًا ثُمَّ ادْعُهُنَّ يَأْتِينَكَ سَعْيًا ۚ وَاعْلَمْ أَنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ Kemenag RI 2019: (Ingatlah) ketika Ibrahim berkata, “Ya Tuhanku, perlihatkanlah kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan orang-orang mati.” Dia (Allah) berfirman, “Belum percayakah engkau?” Dia (Ibrahim) menjawab, “Aku percaya, tetapi agar hatiku tenang.” Dia (Allah) berfirman, “Kalau begitu, ambillah empat ekor burung, lalu dekatkanlah kepadamu (potong-potonglah). Kemudian, letakkanlah di atas setiap bukit satu bagian dari tiap-tiap burung. Selanjutnya, panggillah mereka, niscaya mereka datang kepadamu dengan segera.” Ketahuilah bahwa Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. ) (QS. 2 : 260)Prof. Quraish Shihab: Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berkata: “Tuhan Pemeliharaku, perlihatkanlah kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan yang mati!” Dia berfirman: “Belum percayakah engkau?” (Nabi Ibrahim as.) menjawab: “Aku telah percaya, tetapi supaya hatiku mantap.” Dia berfirman: “(Kalau demikian), maka ambillah empat ekor unggas, lalu dekatkan mereka kepadamu kemudian cincanglah mereka. Lalu, lemparkan di atas setiap bukit (satu) bagian darinya, kemudian panggillah mereka, (niscaya) mereka datang kepadamu dengan segera. Dan ketahuilah bahwa Allah Maha Perkasa, lagi Maha Bijaksana. HAMKA: Dan ingatlah tatkala berkata Ibrahim, "Ya, Tuhanku! Perlihatkanlah kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan orang yang telah mati." Berfirman Dia, "Apakah engkau tidak percaya?" Berkata dia, "Sekali-kali bukan begitu, tetapi untuk menetapkan hatiku." Berfirman Dia, "Kalau begitu, ambillah empat ekor burung dan jinakkan lah dia kepada dirimu kemudian letakkanlah di atas tiap-tiap gunung darinya sebagian-sebagian, kemudian itu panggillah mereka, niscaya mereka akan datang kepada engkau dengan segera.' Dan ketahuilah bahwasanya Allah adalah Mahagagah, lagi Mahabijaksana. |
|
مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ Kemenag RI 2019: Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah seperti (orang-orang yang menabur) sebutir biji (benih) yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan (pahala) bagi siapa yang Dia kehendaki. Allah Maha Luas lagi Maha Mengetahui. (QS. 2 : 261)Prof. Quraish Shihab: Perumpamaan orang-orang yang menafkahkan harta mereka di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada setiap bulir seratus biji. Allah (terus-menerus) melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya), lagi Maha Mengetahui. HAMKA: Perumpamaan orang-orang yang mem belanjakan harta benda mereka pada jalan Allah adalah laksana satu biji menumbuhkan tujuh arai; pada tiap-tiap satu arai ada seratus biji. Dan, Allah akan menggandakan (pahala) kepada barang siapa yang dikehendaki-Nya dan Allah adalah Mahaluas, lagi Mengetahui. |
|
الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ثُمَّ لَا يُتْبِعُونَ مَا أَنْفَقُوا مَنًّا وَلَا أَذًى ۙ لَهُمْ أَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ Kemenag RI 2019: Orang-orang yang menginfakkan harta mereka di jalan Allah, kemudian tidak mengiringi apa yang mereka infakkan itu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan penerima), bagi mereka pahala di sisi Tuhan mereka. Tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih. (QS. 2 : 262)Prof. Quraish Shihab: Orang-orang yang menafkahkan harta mereka di jalan Allah, kemudian mereka tidak mengiringi apa yang dinafkahkannya dengan menyebut-nyebut pemberiannya, dan tidak (pula) menyakiti (perasaan si penerima), bagi mereka ganjaran mereka di sisi Tuhan Pemelihara mereka. Tidak ada rasa takut menimpa mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati. HAMKA: Orang-orang yang membelanjakan harta benda mereka pada jalan Allah kemudian itu tidak mereka iringkan apa yang telah mereka belanjakan itu dengan membangkit-bangkit dan tidak dengan menyakiti; untuk mereka pahala di sisi Tuhan mereka, dan tidak ada ketakutan atas mereka dan tidaklah mereka akan berduka cita. |
|
قَوْلٌ مَعْرُوفٌ وَمَغْفِرَةٌ خَيْرٌ مِنْ صَدَقَةٍ يَتْبَعُهَا أَذًى ۗ وَاللَّهُ غَنِيٌّ حَلِيمٌ Kemenag RI 2019: Perkataan yang baik dan pemberian maaf itu lebih baik daripada sedekah yang diiringi tindakan yang menyakiti. Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun. (QS. 2 : 263)Prof. Quraish Shihab: Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik daripada sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan si penerima). Allah Maha Kaya, lagi Maha Penyantun. HAMKA: Suatu kata-kata yang patut dan menutup ( rahasia) lebih baik daripada sedekah yang diiringi dengan menyakiti; dan Allah adalah Mahakaya, lagi Mahasabar. |
|
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُبْطِلُوا صَدَقَاتِكُمْ بِالْمَنِّ وَالْأَذَىٰ كَالَّذِي يُنْفِقُ مَالَهُ رِئَاءَ النَّاسِ وَلَا يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۖ فَمَثَلُهُ كَمَثَلِ صَفْوَانٍ عَلَيْهِ تُرَابٌ فَأَصَابَهُ وَابِلٌ فَتَرَكَهُ صَلْدًا ۖ لَا يَقْدِرُونَ عَلَىٰ شَيْءٍ مِمَّا كَسَبُوا ۗ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ Kemenag RI 2019: Wahai orang-orang yang beriman, jangan membatalkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan penerima), seperti orang yang menginfakkan hartanya karena riya (pamer) kepada manusia, sedangkan dia tidak beriman kepada Allah dan hari Akhir. Perumpamaannya (orang itu) seperti batu licin yang di atasnya ada debu, lalu batu itu diguyur hujan lebat sehingga tinggallah (batu) itu licin kembali. Mereka tidak menguasai sesuatu pun dari apa yang mereka usahakan. Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum kafir. (QS. 2 : 264)Prof. Quraish Shihab: Hai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menghapus (ganjaran) sedekah-sedekah kamu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena ingin dilihat manusia (pamrih) dan dia tidak beriman kepada Allah dan Hari Kemudian. Maka, (keadaan orang itu) adalah seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, lalu (batu itu) ditimpa hujan lebat, maka menjadilah ia bersih (tidak bertanah/berdebu). Mereka tidak menguasai sesuatu (pun) dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum kafir. HAMKA: Wahai, orang-orang yang beriman! Jangan lah kamu rusakkan sedekah kamu dengan mem bangkit-bangkit dan menyakiti, sebagaimana orang yang membelanjakan hartanya dalam ke adaan riya terhadap manusia, dan tidak dia ber iman kepada Allah dan Hari Kemudian. Perumpa maan orang ini adalah laksana satu batu tandus yang di atasnya ada tanah-debu, lalu dia ditimpa oleh hujan lebat maka jadilah dia Hein. Tidak lah mereka berdaya sesuatu pun atas apa yang telah mereka usahakan itu. Dan, Allah tidaklah memberfkan petunjuk kepada orang yang kafir. |
| Hal. 45 |
|
وَمَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمُ ابْتِغَاءَ مَرْضَاتِ اللَّهِ وَتَثْبِيتًا مِنْ أَنْفُسِهِمْ كَمَثَلِ جَنَّةٍ بِرَبْوَةٍ أَصَابَهَا وَابِلٌ فَآتَتْ أُكُلَهَا ضِعْفَيْنِ فَإِنْ لَمْ يُصِبْهَا وَابِلٌ فَطَلٌّ ۗ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ Kemenag RI 2019: Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan harta mereka untuk mencari rida Allah dan memperteguh jiwa mereka adalah seperti sebuah kebun di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, lalu ia (kebun itu) menghasilkan buah-buahan dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, hujan gerimis (pun memadai). ) Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. (QS. 2 : 265)Prof. Quraish Shihab: Dan perumpamaan orang-orang yang menafkahkan harta mereka karena mencari keridhaan Allah dan untuk keteguhan jiwa mereka, adalah seperti sebuah kebun (yang terletak) di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, maka (kebun itu) menghasilkan buahnya dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka embun/hujan gerimis (pun memadai). Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. HAMKA: Dan perumpamaan orang-orang yang membelanjakan harta benda mereka karena mengharapkan ridha Allah dan untuk mene guhkan {keyakinan) dalam diri mereka, adalah laksana sebuah kebun di tanah subur, ditimpa dia oleh hujan maka datanglah hasilnya berlipat dua. Maka, walaupun dia tidak ditimpa hujan, hujan rintik pun jadilah. Dan, Allah atas apa yang kamu kerjakan adalah melihat. |
|
أَيَوَدُّ أَحَدُكُمْ أَنْ تَكُونَ لَهُ جَنَّةٌ مِنْ نَخِيلٍ وَأَعْنَابٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ لَهُ فِيهَا مِنْ كُلِّ الثَّمَرَاتِ وَأَصَابَهُ الْكِبَرُ وَلَهُ ذُرِّيَّةٌ ضُعَفَاءُ فَأَصَابَهَا إِعْصَارٌ فِيهِ نَارٌ فَاحْتَرَقَتْ ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمُ الْآيَاتِ لَعَلَّكُمْ تَتَفَكَّرُونَ Kemenag RI 2019: Apakah salah seorang di antara kamu ingin memiliki kebun kurma dan anggur yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, di sana dia memiliki segala macam buah-buahan. Kemudian, datanglah masa tua, sedangkan dia memiliki keturunan yang masih kecil-kecil. Lalu, kebun itu ditiup angin kencang yang mengandung api sehingga terbakar. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu memikirkan(-nya). (QS. 2 : 266)Prof. Quraish Shihab: Apakah (ada) salah seorang di antara kamu yang ingin memunyai kebun kurma dan anggur, yang di bawahnya mengalir sungai-sungai; di dalamnya dia memunyai berbagai macam buah-buahan, kemudian datanglah masa tua (pada orang itu) sedangkan dia memunyai keturunan yang (masih) kecil-kecil. Maka, (kebun itu) diterpa angin ribut yang membawa api, sehingga (kebun itu) terbakar. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat (tanda-tanda kebesaran dan kuasa-Nya) kepada kamu supaya kamu memikirkan(-nya). HAMKA: Adakah suka seseorang di antara kamu bahwa ada baginya sebuah kebun dari kurma dan anggur, yang mengalir padanya sungai-sungai, dan ada pula baginya di kebun itu berbagai ma cam buah-buahan dan dia pun telah dijelang tua dan dia pun mempunyai anak-cucu yang lemah lemah. Maka, menyeranglah kepadanya angin puting beliung dan padanya ada api maka ter bakarlah (kebun itu ). Demikianlah Allah menjelas kan ayat-ayat-Nya kepada kamu, supaya kamu berpikir. |
|
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَنْفِقُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا كَسَبْتُمْ وَمِمَّا أَخْرَجْنَا لَكُمْ مِنَ الْأَرْضِ ۖ وَلَا تَيَمَّمُوا الْخَبِيثَ مِنْهُ تُنْفِقُونَ وَلَسْتُمْ بِآخِذِيهِ إِلَّا أَنْ تُغْمِضُوا فِيهِ ۚ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ حَمِيدٌ Kemenag RI 2019: Wahai orang-orang yang beriman, infakkanlah sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untukmu. Janganlah kamu memilih yang buruk untuk kamu infakkan, padahal kamu tidak mau mengambilnya, kecuali dengan memicingkan mata (enggan) terhadapnya. Ketahuilah bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji. (QS. 2 : 267)Prof. Quraish Shihab: Hai orang-orang yang beriman! Nafkahkanlah yang baik-baik sebagian dari hasil usaha kamu dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk, lalu kamu nafkahkan darinya, padahal kamu (sendiri) tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah bahwa Allah Maha Kaya, lagi Maha Terpuji. HAMKA: Wahai, orang-orang yang beriman! Belanjakan sebagian dari hasil-hasil usaha kamu yang baik-baik, dan dari apa yang telah Kami keluarkan untuk kamu dari bumi, dan janganlah kamu pilih pilih yang buruk darinya, lalu kamu belanjakan, dan kamu pun tidaklah akan menerimanya melainkan dengan memejamkan mata kamu. Dan, ketahuilah, sesungguhnya Allah Mahakaya lagi Terpuji. |
|
الشَّيْطَانُ يَعِدُكُمُ الْفَقْرَ وَيَأْمُرُكُمْ بِالْفَحْشَاءِ ۖ وَاللَّهُ يَعِدُكُمْ مَغْفِرَةً مِنْهُ وَفَضْلًا ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ Kemenag RI 2019: Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat keji (kikir), sedangkan Allah menjanjikan kamu ampunan dan karunia-Nya. Allah Maha Luas lagi Maha Mengetahui. (QS. 2 : 268)Prof. Quraish Shihab: Setan menjanjikan (menakuti-nakuti) kamu dengan kemiskinan, dan ia menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedangkan Allah menjanjikan untuk kamu ampunan dan karunia dari-Nya. Allah Maha Luas (anugerah-Nya), lagi Maha Mengetahui. HAMKA: Setan mempertakuti kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat keji. Sedang Allah adalah menyediakan ampunan dari-Nya dan karunia. Dan, Allah adalah Mahaluas (pintu rezeki terbuka) lagi Maha mengetahui. |
|
يُؤْتِي الْحِكْمَةَ مَنْ يَشَاءُ ۚ وَمَنْ يُؤْتَ الْحِكْمَةَ فَقَدْ أُوتِيَ خَيْرًا كَثِيرًا ۗ وَمَا يَذَّكَّرُ إِلَّا أُولُو الْأَلْبَابِ Kemenag RI 2019: Dia (Allah) menganugerahkan hikmah kepada siapa yang Dia kehendaki. Siapa yang dianugerahi hikmah, sungguh dia telah dianugerahi kebaikan yang banyak. Tidak ada yang dapat mengambil pelajaran (darinya), kecuali ululalbab. (QS. 2 : 269)Prof. Quraish Shihab: Dia (Allah swt.) menganugerahkan al-Hikmah kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan barang siapa dianugerahi al-Hikmah, maka sungguh dia telah diberi kebaikan yang banyak. Dan tidak dapat mengambil pelajaran (darinya) melainkan Ulul Albab (orang-orang yang berakal bersih, murni dan cerah) HAMKA: Dia menganugerahkan hikmah kepada barang siapa yang Dia kehendaki, dan barangsiapa yang diberi hikmah maka sesungguhnya dia telah diberi kekayaan yang banyak. Akan tetapi, tidaklah akan ingat melainkan orang-orang yang berpikiran dalam (yang mempunyai inti pikiran). |
| Hal. 46 |
|
وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ نَفَقَةٍ أَوْ نَذَرْتُمْ مِنْ نَذْرٍ فَإِنَّ اللَّهَ يَعْلَمُهُ ۗ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ Kemenag RI 2019: Infak apa pun yang kamu berikan atau nazar apa pun yang kamu janjikan sesungguhnya Allah mengetahuinya. Bagi orang-orang zalim tidak ada satu pun penolong (dari azab Allah). (QS. 2 : 270)Prof. Quraish Shihab: Apa saja nafkah yang kamu nafkahkan atau nazar yang kamu nazarkan, ? maka sesungguhnya Allah mengetahuinya. Dan tidak ada bagi orang-orang zalim (satu) penolong (pun). HAMKA: Dan apa pun perbelanjaan yang kamu belanjakan ataupun nadzar yang kamu nadzarkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya. Dan, bagi orang-orang yang aniaya tidaklah ada orang orang yang akan menolong. |
|
إِنْ تُبْدُوا الصَّدَقَاتِ فَنِعِمَّا هِيَ ۖ وَإِنْ تُخْفُوهَا وَتُؤْتُوهَا الْفُقَرَاءَ فَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۚ وَيُكَفِّرُ عَنْكُمْ مِنْ سَيِّئَاتِكُمْ ۗ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ Kemenag RI 2019: Jika kamu menampakkan sedekahmu, itu baik. (Akan tetapi,) jika kamu menyembunyikannya dan memberikannya kepada orang-orang fakir, itu lebih baik bagimu. Allah akan menghapus sebagian kesalahanmu. Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan. (QS. 2 : 271)Prof. Quraish Shihab: Jika kamu menampakkan sedekah-sedekah (kamu, dengan tujuan supaya dicontoh orang lain, bukan untuk riya), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu memberikannya kepada orang-orang fakir, maka (menyembunyikan) itu lebih baik bagi kamu. Dan Dia akan menghapuskan dari kamu sebagian dari kesalahan-kesalahan kamu; dan Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan. HAMKA: Jika kamu tampakkan sedekah-sedekah itu, baguslah itu, dan jika kamu sembunyikan dia dan kamu berikan dia kepada orang-orang fakir maka itu pun terlebih baik lagi buat kamu. Dia akan menghapuskan sebagian dari dosa-dosa kamu, dan Allah atas apa-apa yang kamu kerjakan adalah amat teliti. |
|
لَيْسَ عَلَيْكَ هُدَاهُمْ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ ۗ وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ خَيْرٍ فَلِأَنْفُسِكُمْ ۚ وَمَا تُنْفِقُونَ إِلَّا ابْتِغَاءَ وَجْهِ اللَّهِ ۚ وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ خَيْرٍ يُوَفَّ إِلَيْكُمْ وَأَنْتُمْ لَا تُظْلَمُونَ Kemenag RI 2019: Bukanlah kewajibanmu (Nabi Muhammad) menjadikan mereka mendapat petunjuk, tetapi Allahlah yang memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki (berdasarkan kesiapannya untuk menerima petunjuk). Kebaikan apa pun yang kamu infakkan, (manfaatnya) untuk dirimu (sendiri). Kamu (orang-orang mukmin) tidak berinfak, kecuali karena mencari rida Allah. Kebaikan apa pun yang kamu infakkan, niscaya kamu akan diberi (pahala) secara penuh dan kamu tidak akan dizalimi. (QS. 2 : 272)Prof. Quraish Shihab: Bukanlah kewajibanmu (Nabi Muhammad saw.) menjadikan mereka mendapat petunjuk, tetapi Allah yang menganugerahkan petunjuk (kepada) siapa yang dikehendaki-Nya (berdasarkan kesiapan jiwa untuk menerima petunjuk). Dan apa saja (harta) yang baik yang kamu nafkahkan, maka (pahalanya) untuk diri kamu (sendiri). Dan janganlah kamu menafkahkan sesuatu melainkan karena mencari keridhaan Allah. Dan apa saja (harta) yang baik yang kamu nafkahkan, (niscaya) kamu akan diberi (pahalanya) dengan cukup, sedangkan kamu (sedikit pun) tidak dianiaya (dirugikan). HAMKA: Bukanlah kewajiban engkau memberi mereka petunjuk, akan tetapi Allah-lah yang akan memberi petunjuk kepada barangsiapa yang Dia kehendaki. Dan, apa yang kamu belanjakan dari kekayaan kamu maka itu adalah untuk dirimu sendiri; dan apa saja pun yang kamu belanjakan, janganlah selain mengharapkan wajah Allah. Dan, apa pun yang kamu belanjakan dari kekayaan, niscaya akan disempumakan untuk kamu, dan tidaklah kamu akan dianiaya. |
|
لِلْفُقَرَاءِ الَّذِينَ أُحْصِرُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ لَا يَسْتَطِيعُونَ ضَرْبًا فِي الْأَرْضِ يَحْسَبُهُمُ الْجَاهِلُ أَغْنِيَاءَ مِنَ التَّعَفُّفِ تَعْرِفُهُمْ بِسِيمَاهُمْ لَا يَسْأَلُونَ النَّاسَ إِلْحَافًا ۗ وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ خَيْرٍ فَإِنَّ اللَّهَ بِهِ عَلِيمٌ Kemenag RI 2019: (Apa pun yang kamu infakkan) diperuntukkan bagi orang-orang fakir yang terhalang (usahanya karena jihad) di jalan Allah dan mereka tidak dapat berusaha di bumi. Orang yang tidak mengetahuinya mengira bahwa mereka adalah orang-orang kaya karena mereka memelihara diri dari mengemis. Engkau (Nabi Muhammad) mengenal mereka dari ciri-cirinya (karena) mereka tidak meminta secara paksa kepada orang lain. Kebaikan apa pun yang kamu infakkan, sesungguhnya Allah Maha Tahu tentang itu. (QS. 2 : 273)Prof. Quraish Shihab: (Apa yang kamu nafkahkan) adalah untuk orang-orang fakir yang terhalangi (usahanya karena jihad) di jalan Allah; mereka tidak dapat memperoleh peluang usaha (untuk memenuhi kebutuhan) di bumi; orang yang tidak tahu mengira mereka (sebagai) orang-orang yang tidak butuh karena mereka memelihara diri dari mengemis. Engkau (Nabi Muhammad saw.) kenal mereka dengan (melihat) tanda-tanda mereka, mereka tidak meminta kepada orang secara mendesak. Dan apa saja (harta) yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan Allah swt.), maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya. HAMKA: Untuk orang-orang fakir yang telah terikat pada jalan Allah, yang tidak sanggup lagi berusaha di bumi, disangka oleh orang-orang yang tidak tahu bahwa mereka adalah orang-orang yang kaya dan sangat menahan diri, engkau akan dapat mengenal mereka dengan tanda mereka. Mereka tidak meminta-minta kepada manusia memaksa-maksa. Maka, apa pun kekayaan yang kamu belanjakan, sesungguhnya Allah amatlah mengetahuinya. |
|
الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ سِرًّا وَعَلَانِيَةً فَلَهُمْ أَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ Kemenag RI 2019: Orang-orang yang menginfakkan hartanya pada malam dan siang hari, baik secara rahasia maupun terang-terangan, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada rasa takut pada mereka dan tidak (pula) mereka bersedih. (QS. 2 : 274)Prof. Quraish Shihab: Orang-orang yang menafkahkan harta mereka di malam dan di siang (hari) secara tersembunyi dan terang-terangan, maka bagi mereka pahala di sisi Tuhan Pemelihara mereka. Tidak ada rasa takut menimpa mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati. HAMKA: Orang-orang yang membelanjakan harta benda mereka malam dan siang, secara rahasia dan terang-terangan maka untuk mereka itu adalah pahala di sisi Tuhan, dan tidaklah ada ketakutan atas mereka dan tidaklah mereka akan berduka cita. |
| Hal. 47 |
|
الَّذِينَ يَأْكُلُونَ الرِّبَا لَا يَقُومُونَ إِلَّا كَمَا يَقُومُ الَّذِي يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطَانُ مِنَ الْمَسِّ ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوا إِنَّمَا الْبَيْعُ مِثْلُ الرِّبَا ۗ وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا ۚ فَمَنْ جَاءَهُ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّهِ فَانْتَهَىٰ فَلَهُ مَا سَلَفَ وَأَمْرُهُ إِلَى اللَّهِ ۖ وَمَنْ عَادَ فَأُولَٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ Kemenag RI 2019: Orang-orang yang memakan (bertransaksi dengan) riba tidak dapat berdiri, kecuali seperti orang yang berdiri sempoyongan karena kesurupan setan. Demikian itu terjadi karena mereka berkata bahwa jual beli itu sama dengan riba. Padahal, Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Siapa pun yang telah sampai kepadanya peringatan dari Tuhannya (menyangkut riba), lalu dia berhenti sehingga apa yang telah diperolehnya dahulu menjadi miliknya dan urusannya (terserah) kepada Allah. Siapa yang mengulangi (transaksi riba), mereka itulah penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya. (QS. 2 : 275)Prof. Quraish Shihab: Orang-orang yang makan (bertransaksi dengan) riba, tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang dibingungkan oleh setan, (sehingga dia tidak tahu arah) disebabkan sentuhan-(nya) (Keadaan mereka) yang demikian itu adalah karena mereka berkata: “Sesungguhnya jual-beli sama dengan riba,” padahal Allah telah menghalalkan jual-beli dan mengharamkan riba. Maka, barang siapa telah sampai kepadanya peringatan dari Tuhan Pemeliharanya (menyangkut riba), lalu dia berhenti (dari praktik riba), maka baginya apa yang telah diperolehnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (kembali) kepada Allah. Dan barang siapa kembali (bertransaksi riba), maka mereka itu adalah para penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya. HAMKA: Orang-orang yangmemakan riba itu tidaklah akan berdiri, melainkan sebagaimana berdirinya orang yang diharu biru setan dengan tamparan. Menjadi demikian karena sesungguhnya mereka berkata, "Tidak lain perdagangan itu hanyalah seperti riba juga." Sedang Allah telah menghalalkan perdagangan dan mengharamkan riba. Lantaran itu, barangsiapa yang telah kedatangan pengajaran dari Tuhannya lalu dia berhenti maka baginyalah apa yang telah berlalu, dan perkaranya terserahlah kepada Allah, akan tetapi barangsiapa yang kembali (lagi) maka mereka itu menjadi ahli neraka; mereka akan kekal di dalamnya. |
|
يَمْحَقُ اللَّهُ الرِّبَا وَيُرْبِي الصَّدَقَاتِ ۗ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ كَفَّارٍ أَثِيمٍ Kemenag RI 2019: Allah menghilangkan (keberkahan dari) riba dan menyuburkan sedekah. Allah tidak menyukai setiap orang yang sangat kufur lagi bergelimang dosa. (QS. 2 : 276)Prof. Quraish Shihab: Allah memusnahkan riba (sedikit demi sedikit) dan menyuburkan sedekah-sedekah. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sangat ingkar, lagi berbuat banyak dosa. HAMKA: Allah membasmi riba dan Dia menyuburkan sedekah-sedekah, dan Allah tidaklah suka kepada orang-orang yang sangat ingkar, lagi pembuat dosa. |
|
إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَآتَوُا الزَّكَاةَ لَهُمْ أَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ Kemenag RI 2019: Sesungguhnya orang-orang yang beriman, beramal saleh, menegakkan salat, dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada rasa takut pada mereka dan tidak (pula) mereka bersedih. (QS. 2 : 277)Prof. Quraish Shihab: Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, melaksanakan shalat secara sempurna dan menunaikan zakat, bagi mereka ganjaran mereka di sisi Tuhan Pemelihara mereka. Tidak ada rasa takut menimpa mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati. HAMKA: Sesungguhnya, orang-orang yang beriman dan beramal yang saleh, dan mereka pun mendirikan shalat dan mengeluarkan zakat, untuk mereka pahala di sisi Tuhan, dan tidaklah ada ketakutan mereka dan tidaklah mereka akan berduka cita. |
|
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَذَرُوا مَا بَقِيَ مِنَ الرِّبَا إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ Kemenag RI 2019: Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang mukmin. (QS. 2 : 278)Prof. Quraish Shihab: Hai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan apa yang tersisa dari riba, jika kamu orang-orang mukmin. HAMKA: Wahai, orang-orang yang beriman! Takwalah kepada Allah dan tinggalkanlah sisa dari riba itu, jikalau benar-benar kamu orang-orang yang beriman. |
|
فَإِنْ لَمْ تَفْعَلُوا فَأْذَنُوا بِحَرْبٍ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ ۖ وَإِنْ تُبْتُمْ فَلَكُمْ رُءُوسُ أَمْوَالِكُمْ لَا تَظْلِمُونَ وَلَا تُظْلَمُونَ Kemenag RI 2019: Jika kamu tidak melaksanakannya, ketahuilah akan terjadi perang (dahsyat) dari Allah dan Rasul-Nya. Akan tetapi, jika kamu bertobat, kamu berhak atas pokok hartamu. Kamu tidak berbuat zalim (merugikan) dan tidak dizalimi (dirugikan). (QS. 2 : 279)Prof. Quraish Shihab: Maka, jika kamu tidak melaksanakan (apa yang diperintahkan sehingga memungut sisa riba yang belum dipungut), maka ketahuilah akan terjadi perang (dahsyat) dari Allah dan Rasul-Nya (Nabi Muhammad saw.). Dan jika kamu bertaubat, maka bagi kamu pokok harta kamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya. HAMKA: Akan tetapi, jika tidak kamu kerjakan begitu maka terimalah satu pernyataan perang dari Allah dan Rasul-Nya. Namun, jika kamu bertobat maka bolehlah kamu ambil pokok harta kamu; tidak kamu dianiaya dan tidak pula kamu menganiaya. |
|
وَإِنْ كَانَ ذُو عُسْرَةٍ فَنَظِرَةٌ إِلَىٰ مَيْسَرَةٍ ۚ وَأَنْ تَصَدَّقُوا خَيْرٌ لَكُمْ ۖ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ Kemenag RI 2019: Jika dia (orang yang berutang itu) dalam kesulitan, berilah tenggang waktu sampai dia memperoleh kelapangan. Kamu bersedekah (membebaskan utang) itu lebih baik bagimu apabila kamu mengetahui(-nya). (QS. 2 : 280)Prof. Quraish Shihab: Dan jika dia (orang yang berutang itu) dalam kesulitan, maka berilah tangguh sampai dia lapang. Dan bersedekah itu lebih baik bagi kamu, jika kamu mengetahui. HAMKA: Dan jika ada yang kesusahan maka berilah tempo sampai ada kelapangan, tetapi kalau kamu bersedekah, adalah itu lebih baik buat kamu jikalau kamu ketahui. |
|
وَاتَّقُوا يَوْمًا تُرْجَعُونَ فِيهِ إِلَى اللَّهِ ۖ ثُمَّ تُوَفَّىٰ كُلُّ نَفْسٍ مَا كَسَبَتْ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ Kemenag RI 2019: Waspadalah terhadap suatu hari (kiamat) yang padanya kamu semua dikembalikan kepada Allah. Kemudian, setiap orang diberi balasan yang sempurna sesuai dengan apa yang telah dilakukannya dan mereka tidak dizalimi. (QS. 2 : 281)Prof. Quraish Shihab: Jagalah diri kamu dari (azab yang terjadi pada) suatu hari (yaitu Hari Kiamat), yang (pada waktu itu) kamu semua dikembalikan kepada Allah. Kemudian setiap diri diberi (pahalanya) dengan cukup atas apa yang telah diusahakan(nya), sedangkan mereka (sedikit pun) tidak dianiaya (dirugikan). HAMKA: Dan hendaklah kamu takut akan suatu hari yang di hari itu kamu akan dikembalikan kepada Allah; kemudian akan disempurnakan ganjaran tiap-tiap orang dan apa yang telah mereka usahakan. Dan, tidaklah mereka akan dianiaya. |
| Hal. 48 |
|
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا تَدَايَنْتُمْ بِدَيْنٍ إِلَىٰ أَجَلٍ مُسَمًّى فَاكْتُبُوهُ ۚ وَلْيَكْتُبْ بَيْنَكُمْ كَاتِبٌ بِالْعَدْلِ ۚ وَلَا يَأْبَ كَاتِبٌ أَنْ يَكْتُبَ كَمَا عَلَّمَهُ اللَّهُ ۚ فَلْيَكْتُبْ وَلْيُمْلِلِ الَّذِي عَلَيْهِ الْحَقُّ وَلْيَتَّقِ اللَّهَ رَبَّهُ وَلَا يَبْخَسْ مِنْهُ شَيْئًا ۚ فَإِنْ كَانَ الَّذِي عَلَيْهِ الْحَقُّ سَفِيهًا أَوْ ضَعِيفًا أَوْ لَا يَسْتَطِيعُ أَنْ يُمِلَّ هُوَ فَلْيُمْلِلْ وَلِيُّهُ بِالْعَدْلِ ۚ وَاسْتَشْهِدُوا شَهِيدَيْنِ مِنْ رِجَالِكُمْ ۖ فَإِنْ لَمْ يَكُونَا رَجُلَيْنِ فَرَجُلٌ وَامْرَأَتَانِ مِمَّنْ تَرْضَوْنَ مِنَ الشُّهَدَاءِ أَنْ تَضِلَّ إِحْدَاهُمَا فَتُذَكِّرَ إِحْدَاهُمَا الْأُخْرَىٰ ۚ وَلَا يَأْبَ الشُّهَدَاءُ إِذَا مَا دُعُوا ۚ وَلَا تَسْأَمُوا أَنْ تَكْتُبُوهُ صَغِيرًا أَوْ كَبِيرًا إِلَىٰ أَجَلِهِ ۚ ذَٰلِكُمْ أَقْسَطُ عِنْدَ اللَّهِ وَأَقْوَمُ لِلشَّهَادَةِ وَأَدْنَىٰ أَلَّا تَرْتَابُوا ۖ إِلَّا أَنْ تَكُونَ تِجَارَةً حَاضِرَةً تُدِيرُونَهَا بَيْنَكُمْ فَلَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَلَّا تَكْتُبُوهَا ۗ وَأَشْهِدُوا إِذَا تَبَايَعْتُمْ ۚ وَلَا يُضَارَّ كَاتِبٌ وَلَا شَهِيدٌ ۚ وَإِنْ تَفْعَلُوا فَإِنَّهُ فُسُوقٌ بِكُمْ ۗ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۖ وَيُعَلِّمُكُمُ اللَّهُ ۗ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ Kemenag RI 2019: Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu berutang piutang untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu mencatatnya. Hendaklah seorang pencatat di antara kamu menuliskannya dengan benar. Janganlah pencatat menolak untuk menuliskannya sebagaimana Allah telah mengajar-kan kepadanya. Hendaklah dia mencatat(-nya) dan orang yang berutang itu mendiktekan(-nya). Hendaklah dia bertakwa kepada Allah, Tuhannya, dan janganlah dia menguranginya sedikit pun. Jika yang berutang itu orang yang kurang akalnya, lemah (keadaannya), atau tidak mampu mendiktekan sendiri, hendaklah walinya mendiktekannya dengan benar. Mintalah kesaksian dua orang saksi laki-laki di antara kamu. Jika tidak ada (saksi) dua orang laki-laki, (boleh) seorang laki-laki dan dua orang perempuan di antara orang-orang yang kamu sukai dari para saksi (yang ada) sehingga jika salah seorang (saksi perempuan) lupa, yang lain mengingatkannya. Janganlah saksi-saksi itu menolak apabila dipanggil. Janganlah kamu bosan mencatatnya sampai batas waktunya, baik (utang itu) kecil maupun besar. Yang demikian itu lebih adil di sisi Allah, lebih dapat menguatkan kesaksian, dan lebih mendekatkan kamu pada ketidakraguan, kecuali jika hal itu merupakan perniagaan tunai yang kamu jalankan di antara kamu. Maka, tidak ada dosa bagi kamu jika kamu tidak mencatatnya. Ambillah saksi apabila kamu berjual beli dan janganlah pencatat mempersulit (atau dipersulit), begitu juga saksi. Jika kamu melakukan (yang demikian), sesungguhnya hal itu suatu kefasikan padamu. Bertakwalah kepada Allah, Allah memberikan pengajaran kepadamu dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (QS. 2 : 282)Prof. Quraish Shihab: Hai orang-orang yang beriman! Apabila kamu bermuamalah (bertransaksi) tidak secara tunai sampai waktu yang ditentukan, maka hendaklah kamu menulisnya. Dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menulis(nya) dengan adil. Dan janganlah penulis enggan menulisnya, karena Allah telah mengajarkannya, maka hendaklah dia menulis, dan hendaklah orang yang berutang itu mendiktekan (apa yang akan ditulis itu), dan hendaklah dia bertakwa kepada Allah Tuhan Pemeliharanya, dan janganlah dia mengurangi sedikit pun darinya. Jika yang berutang itu orang yang lemah akalnya atau lemah (keadaannya) atau dia (sendiri) tidak mampu mendiktekan, maka hendaklah walinya mendiktekan dengan adil. Dan persaksikanlah dengan dua orang saksi dari orang-orang lelaki di antara kamu. Jika bukan dua orang (saksi) laki-laki, maka (boleh) seorang laki-laki dan dua orang perempuan dari para saksi yang kamu ridhai, supaya (jika) seorang (dari saksi perempuan) lupa, maka yang seorang (lagi) mengingatkannya. Janganlah para saksi itu enggan (memberi keterangan) apabila mereka dipanggil; dan janganlah kamu jemu menulisnya (utang itu), (baik) kecil maupun besar, sampai batas waktu (membayar)-nya. Yang demikian itu lebih adil di sisi Allah, lebih dapat menguatkan persaksian dan lebih dekat kepada ketidakraguan kamu. Kecuali, jika ia (muamalah atau transaksi tersebut) merupakan perniagaan tunai yang kamu jalankan di antara kamu, maka tidak ada dosa bagi kamu, (jika) kamu tidak menulisnya. Dan persaksikanlah apabila kamu berjual-beli; dan janganlah penulis dan saksi mendatangkan mudharat bagi yang bertransaksi (dan jangan juga yang bertransaksi mendatangkan mudharat bagi para saksi dan penulis). Jika kamu lakukan (yang demikian), maka sesungguhnya (hal) itu adalah suatu kefasikan pada diri kamu. Dan bertakwalah kepada Allah; Allah mengajarkan kepada kamu; dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. HAMKA: Wahai, orang-orang yang beriman! Apabila kamu mengadakan suatu perikatan utang-utang buat dipenuhi di suatu masa yang tertentu maka tuliskanlah dia. Hendaklah menulis di antara kamu seorang penulls dengan adil, dan fanganlah enggan seorang penulis menullskan sebagaimana yang telah diafarkan akan dia oleh Allah. Maka, hendaklah dia menuliskan, dan hendaklah merencanakan orang yang berkewajiban atasnya; dan hendaklah dia takut kepada Allah, Tuhannya, dan janganlah dia mengurangi sedikit pun daripadanya. Maka, jika orang berkewajiban itu seorang yang safih atau lemah, atau dia tidak sanggup merencanakan maka hendaklah walinya yang merencanakan dengan adil. Dan, hendaklah kamu adakan dua saksi dari laki-laki kamu. Akan tetapi, jika tidak ada dua laki-laki, maka. (bolehlah) seorang laki-laki dan dua perempuan, di antara saksi-saksi yang kamu sukai. Supaya jika seorang di antara kedua (perempuan) itu keliru, supaya diperingatkan oleh yang seorang lagi. Dan, janganlah enggan saksi-saksi apabila mereka diundang Qadi saksi}. Dan, janganlah kamu jemu menuliskannya, kecilataupunbesar, buat dipenuhi pada masanya. Yang demikian itulah yang lebih adil di sisi Allah dan lebih teguh dekat untuk tidak ada keragu-raguan. Kecuali perdagangan tunai yang kamu adakan di antara kamu maka tidaklah mengapa tidak kamu tuliskan. Dan, hendaklah kamu mengadakan saksi jika kamu berjual bell. Dan, tidak boleh dipersusahkan penulis dan tidak pula saksi. Karena, kalau kamu berbuat begitu aka yang begitu adalah suatu kedurhakaan pada diri kamu masing-masing. Dan, hendaklah kamu bertakwa kepada Allah, dan Allah akan mengafar kamu. Dan, Allah atas tiap-tiap sesuatu adalah Maha Mengetahui. |
| Hal. 49 |
|
وَإِنْ كُنْتُمْ عَلَىٰ سَفَرٍ وَلَمْ تَجِدُوا كَاتِبًا فَرِهَانٌ مَقْبُوضَةٌ ۖ فَإِنْ أَمِنَ بَعْضُكُمْ بَعْضًا فَلْيُؤَدِّ الَّذِي اؤْتُمِنَ أَمَانَتَهُ وَلْيَتَّقِ اللَّهَ رَبَّهُ ۗ وَلَا تَكْتُمُوا الشَّهَادَةَ ۚ وَمَنْ يَكْتُمْهَا فَإِنَّهُ آثِمٌ قَلْبُهُ ۗ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ Kemenag RI 2019: Jika kamu dalam perjalanan, sedangkan kamu tidak mendapatkan seorang pencatat, hendaklah ada barang jaminan yang dipegang. Akan tetapi, jika sebagian kamu memercayai sebagian yang lain, hendaklah yang dipercayai itu menunaikan amanatnya (utangnya) dan hendaklah dia bertakwa kepada Allah, Tuhannya. Janganlah kamu menyembunyikan kesaksian karena siapa yang menyembunyikannya, sesungguhnya hatinya berdosa. Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. 2 : 283)Prof. Quraish Shihab: Jika kamu dalam perjalanan, sedangkan kamu tidak mendapatkan seorang penulis, maka (hendaklah ada) barang tanggungan yang dipegang (oleh yang memberi utang). Tetapi, jika sebagian kamu memercayai sebagian yang lain, maka hendaklah yang dipercayai menunaikan amanatnya (utangnya) dan hendaklah dia bertakwa kepada Allah Tuhan Pemeliharanya; dan janganlah kamu (para saksi) menyembunyikan persaksian. Dan barang siapa menyembunyikannya, maka sesungguhnya dia adalah orang yang berdosa hatinya; dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. HAMKA: Dan jlka kamu di dalam perjalanan, sedang kamu tidak mendapat seorang penulls maka hendaklah kamu pegang barang-barang agunan. Akan tetapi, jika percaya yang setengah kamu akan yang setengah maka hendaklah orang yang diserahi amanah itu menunaikan amanahnya, dan hendaklah takwa kepada Allah, Tuhannya. Dan, janganlah kamu sembunyikan kesaksian. Dan, barangsiapa yang menyembunylkan (kesaksian) itu maka sesungguhnya telah berdosalah hatinya. Dan, Allah mengetahul apa yang kamu kerjakan. |
|
لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ وَإِنْ تُبْدُوا مَا فِي أَنْفُسِكُمْ أَوْ تُخْفُوهُ يُحَاسِبْكُمْ بِهِ اللَّهُ ۖ فَيَغْفِرُ لِمَنْ يَشَاءُ وَيُعَذِّبُ مَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ Kemenag RI 2019: Milik Allahlah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Jika kamu menyatakan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikannya, niscaya Allah memperhitungkannya bagimu. Dia mengampuni siapa saja yang Dia kehendaki dan mengazab siapa pun yang Dia kehendaki. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS. 2 : 284)Prof. Quraish Shihab: Milik Allah apa yang di langit dan apa yang di bumi. Jika kamu menampakkan apa yang ada dalam hati kamu atau kamu menyembunyikannya, (pasti) Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang (perbuatan kamu) itu. Maka, Dia mengampuni siapa yang dikehendaki-Nya (bagi yang menyesali perbuatannya, dan bertekad untuk tidak mengulangi dan memohon ampunan) dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya (bagi yang tetap bergelimang dalam dosa); dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. HAMKA: Kepunyaan Allah apa yang di semua langit dan apa yang di bumi. Dan, jika kamu tampakkan apa yangdihatikamu ataupun kamu sembunyikan, tetapi Allah akan memperhatikannya jua. Maka, akan diberi ampun-Nya bagi siapa yang Dia kehendaki dan akan disiksa-Nya barangsiapa yang Dia kehendaki. Dan, Allah atas tiap-tiap sesuatu adalah Mahakuasa. |
|
آمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ ۚ كُلٌّ آمَنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ ۚ وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا ۖ غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ Kemenag RI 2019: Rasul (Muhammad) beriman pada apa (Al-Qur’an) yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang mukmin. Masing-masing beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab kitab-Nya, dan rasul-rasul-Nya. (Mereka berkata,) “Kami tidak membeda-bedakan seorang pun dari rasul-rasul-Nya.” Mereka juga berkata, “Kami dengar dan kami taat. Ampunilah kami, wahai Tuhan kami. Hanya kepada-Mu tempat (kami) kembali.” (QS. 2 : 285)Prof. Quraish Shihab: Rasul (Nabi Muhammad saw.) telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya dari Tuhan Pemeliharanya, demikian pula orang-orang mukmin. Semua telah beriman kepada Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, dan para rasul-Nya. (Mereka mengatakan): “Kami tidak membeda-bedakan antara seorang pun (dengan yang lain) dari para rasul-Nya,” dan mereka mengatakan: “Kami dengar dan kami taat. Kami (memohon) ampunan-Mu, Tuhan Pemelihara kami, hanya kepada Engkau-lah tempat kembali.” HAMKA: Rasul itu percaya kepada apa yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, dan ( demikian juga) orang-orang yang beriman. Tiap-tiap mereka percaya kepada Allah dan Malaikat-Nya dan kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. Tidaklah Kami membeda-bedakan di antara seorang ( dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya. Dan, mereka pun berkata, "Kami dengar dan kami taati. Ampunan-Mu, ya Tuhan kami, dan kepada Engkaulah tempat kembali." |
|
لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ ۖ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا ۚ أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ Kemenag RI 2019: Allah tidak membebani seseorang, kecuali menurut kesanggupannya. Baginya ada sesuatu (pahala) dari (kebajikan) yang diusahakannya dan terhadapnya ada (pula) sesuatu (siksa) atas (kejahatan) yang diperbuatnya. (Mereka berdoa,) “Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami salah. Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami. Maka, tolonglah kami dalam menghadapi kaum kafir.” (QS. 2 : 286)Prof. Quraish Shihab: Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai kesanggupannya. Baginya (pahala dari) apa (kebajikan) yang telah diusahakannya, dan baginya (siksa dari) apa (kejahatan) yang diusahakannya. (Mereka berdoa): “Tuhan Pemelihara kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami bersalah. Tuhan Pemelihara kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami (beban) yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Tuhan Pemelihara kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami (memikul)-nya. Maafkanlah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkau-lah Penolong kami, maka menangkanlah kami atas kaum kafir.” HAMKA: Tidaklah Allah memberati suatu diri melainkan sekadar terpikul olehnya. Dia akan mendapat pahala dari apa yang dia usahakan dan akan mendapat siksa atas apa yang dia usahakan pula. Ya, Tuhan kami! Janganlah Engkau tuntut kami di atas kealpaan kami dan kekeliruan kami. Ya, Tuhan kami! Janganlah Engkau pikulkan ke atas kami siksa, sebagaimana yang pemah Engkau pikulkan atas orang-orang yang sebelum kami. Ya, Tuhan kami! Janganlah Engkau timpakan ke atas kami perintah yang tidak bertenaga kami dengan dia, dan maafkanlah (dosa-dosa) kami dan ampunilah kami dan kasihanilah kami; Engkaulah penolong kami. Maka, tolonglah kami atas mengalahkan kaum yang tidak mau percaya. |
| Hal. 50 |
|
الم Kemenag RI 2019: Alif Laam Miim. (QS. 3 : 1)Prof. Quraish Shihab: Alif Laam Miim. HAMKA: Alif Laam Miim. |
|
اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ Kemenag RI 2019: Allah, tidak ada tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup lagi Maha Mengurus (makhluk-Nya) secara terus-menerus. (QS. 3 : 2)Prof. Quraish Shihab: Allah, tidak ada Tuhan melainkan Dia. Yamg Hidup kekal lagi terus-menerus mengurus makhluk-Nya. HAMKA: Allah, tidak ada Tuhan selain Dia, Yang Hidup, Yang Berdiri Sendiri-Nya. |
|
نَزَّلَ عَلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ وَأَنْزَلَ التَّوْرَاةَ وَالْإِنْجِيلَ Kemenag RI 2019: Dia menurunkan kepadamu (Nabi Muhammad) Kitab (Al-Qur’an) dengan hak, membenarkan (kitab-kitab) sebelumnya, serta telah menurunkan Taurat dan Injil (QS. 3 : 3)Prof. Quraish Shihab: Dia telah menurunkan kepadamu al-Kitab dengan haq, membenarkan kitab yang telah diturunkan sebelumnya dan menurunkan Taurat dan Injil. HAMKA: Dia telah menurunkan kepada engkau sebuah kitab dengan kebenaran menyetujui (isi kitab) yang ada di hadapannya, dan Dia telah menurunkan Taurat dan lnjil. |
|
مِنْ قَبْلُ هُدًى لِلنَّاسِ وَأَنْزَلَ الْفُرْقَانَ ۗ إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا بِآيَاتِ اللَّهِ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌ ۗ وَاللَّهُ عَزِيزٌ ذُو انْتِقَامٍ Kemenag RI 2019: sebelum (turunnya Al-Qur’an) sebagai petunjuk bagi manusia, dan menurunkan Al-Furq?n (pembeda yang hak dan yang batil). Sesungguhnya orang-orang yang kufur terhadap ayat-ayat Allah, bagi mereka azab yang sangat keras. Allah Maha Perkasa lagi mempunyai balasan (siksa). (QS. 3 : 4)Prof. Quraish Shihab: (sebelum al-Qur'an), untuk menjadi petunjuk bagi manusia, dan Dia menurunkan al-Furqan. Sesungguhnya orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah bagi mereka siksa yang berat; dan Allah Mahaperkasa lagi mempunyai balasan (siksa). HAMKA: Terlebih dahulu; petunjuk bagi manusia, dan Dia turunkan al-Furqan. Sesungguhnya, orang-orang yang tidak mau percaya kepada ayat-ayat Allah, bagi mereka adalah adzab yang sangat. Dan, Allah adalah Mahagagah, mempunyai siksaan. |
|
إِنَّ اللَّهَ لَا يَخْفَىٰ عَلَيْهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ Kemenag RI 2019: Sesungguhnya bagi Allah tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi di bumi dan tidak pula di langit. (QS. 3 : 5)Prof. Quraish Shihab: Sesungguhnya bagi Allah tidak ada satu pun yang tersembunyi di bumi dan tidak (pula) di langit. HAMKA: Sesungguhnya, Allah itu, tidak ada yang tersembunyi atas-Nya sesuatu jua pun di langit dan dibumi. |
|
هُوَ الَّذِي يُصَوِّرُكُمْ فِي الْأَرْحَامِ كَيْفَ يَشَاءُ ۚ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ Kemenag RI 2019: Dialah (Allah) yang membentuk kamu dalam rahim sebagaimana yang Dia kehendaki. ) Tidak ada tuhan selain Dia, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. 3 : 6)Prof. Quraish Shihab: Dia-lah yang membentuk kamu dalam rahim sebagaimana dikehendaki-Nya. Tidak ada Tuhan (Yang Kuasa dan berhak disembah) melainkan Dia, Yang Maha Perkasa, lagi Maha Bijaksana. HAMKA: Dialah yang memberimu rupa di dalam kandungan-kandungan sebagaimana yang dikehendaki-Nya. Tidak ada Tuhan melainkan Dia, Yang Gagah Perkasa, Yang Bijaksana. |
|
هُوَ الَّذِي أَنْزَلَ عَلَيْكَ الْكِتَابَ مِنْهُ آيَاتٌ مُحْكَمَاتٌ هُنَّ أُمُّ الْكِتَابِ وَأُخَرُ مُتَشَابِهَاتٌ ۖ فَأَمَّا الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ زَيْغٌ فَيَتَّبِعُونَ مَا تَشَابَهَ مِنْهُ ابْتِغَاءَ الْفِتْنَةِ وَابْتِغَاءَ تَأْوِيلِهِ ۗ وَمَا يَعْلَمُ تَأْوِيلَهُ إِلَّا اللَّهُ ۗ وَالرَّاسِخُونَ فِي الْعِلْمِ يَقُولُونَ آمَنَّا بِهِ كُلٌّ مِنْ عِنْدِ رَبِّنَا ۗ وَمَا يَذَّكَّرُ إِلَّا أُولُو الْأَلْبَابِ Kemenag RI 2019: Dialah (Allah) yang menurunkan Kitab (Al-Qur’an) kepadamu (Nabi Muhammad). Di antara ayat-ayatnya ada yang muhkamat, ) itulah pokok-pokok isi Kitab (Al-Qur’an) dan yang lain mutasyabihat. ) Adapun orang-orang yang dalam hatinya ada kecenderungan pada kesesatan, mereka mengikuti ayat-ayat yang mutasyabihat untuk menimbulkan fitnah (kekacauan dan keraguan) dan untuk mencari-cari takwilnya. Padahal, tidak ada yang mengetahui takwilnya, kecuali Allah. Orang-orang yang ilmunya mendalam berkata, “Kami beriman kepadanya (Al-Qur’an), semuanya dari Tuhan kami.” Tidak ada yang dapat mengambil pelajaran, kecuali ululalbab. (QS. 3 : 7)Prof. Quraish Shihab: Dia Yang menurunkan al-Kitab (al-Qur’an) kepadamu (Nabi Muhammad saw.). Di antara ayat-ayat-(nya) ada yang muhkamat, itulah pokok-pokok isi al-Qur’an, dan yang lain mutasydbihat. Adapun orang-orang yang dalam hatinya ada kecenderungan kepada kesesatan, maka mereka mengikuti dengan sungguh-sungguh apa (ayat-ayat) yang mutasyabihat untuk menimbulkan fitnah (kekacauan dan kerancuan berpikir serta keraguan di kalangan orang-orang beriman) dan untuk mencari-cari tawil-nya (yang sesuai dengan keratan mereka), padahal tidak ada yang mengetahui takwilnya melainkan Allah. Dan orang orang yang mendalam ilmunya berkata : "Kami beriman dengannya (al-Qur’an), semua dari sisi Tuhan Pemelihara kami.” Dan tidak dapat mengambil pelajaran (darinya) melainkan Ulil Albab (orang-orang yang berakal bersih, murni dan cerah). HAMKA: Dia yang telah menurunkan kepada engkau sebuah kitab, sebagian darinya adalah ayat-ayat yang muhkam, yaitulah ibu dari Kitab, dan yang lain adalah (ayat-ayat) yang mutasyabih. Adapun orang-orang yang di dalam hatinya ada kesesatan maka mereka cari-carilah yang mutasyabih darinya itu, karena hendak membuat fitnah dan karena hendak menakwil. Padahal tidaklah mengetahui akan takwilnya itu melainkan Allah. Dan, orang-orang yang telah mendalam kepadanya ilmu, berkata mereka, "Kami percaya kepadanya, semuanya itu adalah dari sisi Tuhan kami." Dan tidaklah akan mengerti kecuali orang-orang yang mempunyai isi pikiran juga. |
|
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ Kemenag RI 2019: (Mereka berdoa,) “Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami berpaling setelah Engkau berikan petunjuk kepada kami dan anugerahkanlah kepada kami rahmat dari hadirat-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Pemberi. (QS. 3 : 8)Prof. Quraish Shihab: Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami berpaling, sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan anugerahkanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu, karena sesungguhnya Engkau Maha Pemberi (anugerah). HAMKA: Wahai, Tuhan kami! Janganlah Engkau sesatkan hati kami sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kiranya kepada kami rahmat langsung dari Engkau. Sesungguhnya, Engkau adalah pemberi karunia. |
|
رَبَّنَا إِنَّكَ جَامِعُ النَّاسِ لِيَوْمٍ لَا رَيْبَ فِيهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ لَا يُخْلِفُ الْمِيعَادَ Kemenag RI 2019: Wahai Tuhan kami, sesungguhnya Engkaulah yang mengumpulkan manusia pada hari yang tidak ada keraguan padanya.” Sesungguhnya Allah tidak menyalahi janji. (QS. 3 : 9)Prof. Quraish Shihab: Wahai, Tuhan kami! Sesungguhnya, Engkaulah yang akan mengumpulkan manusia pada hari yang tidak diragukan lagi padanya." Sesungguhnya, Allah tidaklah menyalahi janji. HAMKA: Tuhan kami, sesungguhnya Engkau mengumpulkan manusia untuk (menerima pembalasan pada) hari yang tidak ada keraguan padanya. Sesungguhanya Engkau tidak menyalahi janji. |
| Hal. 51 |
|
إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا لَنْ تُغْنِيَ عَنْهُمْ أَمْوَالُهُمْ وَلَا أَوْلَادُهُمْ مِنَ اللَّهِ شَيْئًا ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمْ وَقُودُ النَّارِ Kemenag RI 2019: Sesungguhnya orang-orang yang kufur, tidak akan berguna bagi mereka sedikit pun harta benda dan anak-anak mereka (untuk menyelamatkan diri) dari (azab) Allah. Mereka itulah bahan bakar api neraka. (QS. 3 : 10)Prof. Quraish Shihab: Sesungguhnya orang-orang yang kafir, sekali-kali tidak akan berguna bagi mereka harta benda mereka, tidak juga anak-anak mereka, terhadap {siksa) Allah sedikit pun. Dan mereka itu adalah bahan bakar api neraka. HAMKA: Sesungguhnya, orang-orang yang kafir itu tidaklah akan dapat melepaskan mereka, harta benda mereka dan tidak pula anak-anak mereka dari Allah sesuatu jua pun. Dan, mereka itu semuanya adalah bakaran neraka. |
|
كَدَأْبِ آلِ فِرْعَوْنَ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ ۚ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا فَأَخَذَهُمُ اللَّهُ بِذُنُوبِهِمْ ۗ وَاللَّهُ شَدِيدُ الْعِقَابِ Kemenag RI 2019: (Keadaan mereka) seperti keadaan pengikut Fir‘aun dan orang-orang sebelum mereka. Mereka mendustakan ayat-ayat Kami. Oleh sebab itu, Allah menyiksa mereka karena dosa-dosanya. Allah sangat keras hukuman-Nya. (QS. 3 : 11)Prof. Quraish Shihab: Mereka seperti kebiasaan kaum Fir'aun dan orang-orang yang sebelum mereka, mereka mendustakan ayat-ayat Kami; karena itu Allah telah menyiksa mereka disebabkan dosa-dosa mereka. Dan Allah sangat keras pembalasan-Nya. HAMKA: Sebagaimana halnya dengan keluarga Fir'aun dan orang-orang yang sebelum mereka. Mereka telah mendustakan ayat-ayat Kami. Maka, Allah akan menyiksa mereka dengan dosa mereka. Dan, Allah adalah sangat pedih siksaan-Nya. |
|
قُلْ لِلَّذِينَ كَفَرُوا سَتُغْلَبُونَ وَتُحْشَرُونَ إِلَىٰ جَهَنَّمَ ۚ وَبِئْسَ الْمِهَادُ Kemenag RI 2019: Katakanlah (Nabi Muhammad) kepada orang-orang yang kufur, “Kamu (pasti) akan dikalahkan dan digiring ke dalam (neraka) Jahanam. Itulah seburuk-buruk tempat tinggal.” (QS. 3 : 12)Prof. Quraish Shihab: Katakanlah kepada orang-orang yang kafir, "Kamu pasti akan dikalahkan dan akan digiring ke ]ahannam. Dan itulah ayunan (tempat) yang seburuk-buruknya" HAMKA: Katakanlah kepada orang-orang yang kafir itu, "Kamu akan dikalahkan dan akan dikumpulkan kepada Jahannam, (yaitu) seburuk-buruk tempat persediaan." |
|
قَدْ كَانَ لَكُمْ آيَةٌ فِي فِئَتَيْنِ الْتَقَتَا ۖ فِئَةٌ تُقَاتِلُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَأُخْرَىٰ كَافِرَةٌ يَرَوْنَهُمْ مِثْلَيْهِمْ رَأْيَ الْعَيْنِ ۚ وَاللَّهُ يُؤَيِّدُ بِنَصْرِهِ مَنْ يَشَاءُ ۗ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَعِبْرَةً لِأُولِي الْأَبْصَارِ Kemenag RI 2019: Sungguh, telah ada tanda (bukti) bagimu pada dua golongan yang bertemu (dalam pertempuran. ) Satu golongan berperang di jalan Allah dan (golongan) yang lain kafir yang melihat dengan mata kepala bahwa mereka (golongan muslim) dua kali lipat jumlahnya. Allah menguatkan siapa yang Dia kehendaki dengan pertolongan-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai penglihatan (mata hati). (QS. 3 : 13)Prof. Quraish Shihab: Sesungguhnya telah ada bukti bagi kamu pada dua golongan yang telah bertemu (bertempur). Segolongan bertemu (berperang) di jalan Allah dan {segolongan) yang lain kafir. Mereka melihat mereka dengan penglihatan mata (sebanyak) dua kali jumlah mereka. Allah menguatkan dengan bantuan-Nya siapa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai pandangan. HAMKA: Sesungguhnya, telah ada bagi kamu suatu tanda pada dua golongan yang bertemu. Yang satu golongan berperang di jalan Allah dan yang lain adalah kafir. Mereka (yang berperang karena Allah) melihat kepada mereka (yang kafir) dengan penglihatan mata, dua kali sebanyak mereka. Padahal Allah menyokong dengan pertolongan-Nya siapa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya, pada yang demikian itu adalah suatu ibarat bagi orang yang mempunyai pikiran. |
|
زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ۗ ذَٰلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الْمَآبِ Kemenag RI 2019: Dijadikan indah bagi manusia kecintaan pada aneka kesenangan yang berupa perempuan, anak-anak, harta benda yang bertimbun tak terhingga berupa emas, perak, kuda pilihan, binatang ternak, dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allahlah tempat kembali yang baik. (QS. 3 : 14)Prof. Quraish Shihab: 'Dijadikan indah bagi manusia kecintaan kepada aneka syahwat, yaitu wanita-wanita, anak-anak lelaki, harta yang tidak terbilang lagi berlipat ganda dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang ternak, dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik HAMKA: Diperhiaskan bagi manusia kesukaan kepada barang yang diingin, (yaitu) dari hal perempuan dan anak laki-laki dan berpikul-pikul emas dan perak, dan kuda kendaraan yang diasuh, dan binatang-binatang temak dan sawah ladang. Yang demikian itulah perhiasan hidup di dunia. Namun, di sisi Allah ada (lagi) sebaik tempat kembali. |
|
قُلْ أَؤُنَبِّئُكُمْ بِخَيْرٍ مِنْ ذَٰلِكُمْ ۚ لِلَّذِينَ اتَّقَوْا عِنْدَ رَبِّهِمْ جَنَّاتٌ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَأَزْوَاجٌ مُطَهَّرَةٌ وَرِضْوَانٌ مِنَ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ بَصِيرٌ بِالْعِبَادِ Kemenag RI 2019: Katakanlah, “Maukah aku beri tahukan kepadamu sesuatu yang lebih baik daripada yang demikian itu?” Untuk orang-orang yang bertakwa, di sisi Tuhan mereka ada surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya dan (untuk mereka) pasangan yang disucikan serta rida Allah. Allah Maha Melihat hamba-hamba-Nya. (QS. 3 : 15)Prof. Quraish Shihab: Katakanlah,"Inginkah kuberitahukan kepada kamu apa yang lebih baik dari yang demikian itu?" Untuk orang-orang yang bertakwa, pada sisi Tuhan mereka, ada surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya; mereka kekal di dalamnya. Dan (mereka dianugerahi) pasangan-pasangan yang disucikan serta keridhaan yang sangat besar bersumber dari Allah. Allah Maha Melihat hamba-hamba-Nya. HAMKA: Katakanlah, "Sukakah kamu ceritakan kepada kamu apa yang lebih baik daripada yang demikian, di sisi Tuhan mereka, bagi orang-orang yang bertakwa?" lalah surga-surga, yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, kekal mereka di dalamnya, dan istri-istri yang suci, dan keridhaan dari Allah. Dan, Allah adalah melihat akan hamba-hamba-Nya. |