.:: Per Jilid + Tafsir Al-Mahfuzh ::.

JILID 9 - JUZ 5-A

Hal. 82

وَالْمُحْصَنَاتُ مِنَ النِّسَاءِ إِلَّا مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ۖ كِتَابَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ ۚ وَأُحِلَّ لَكُمْ مَا وَرَاءَ ذَٰلِكُمْ أَنْ تَبْتَغُوا بِأَمْوَالِكُمْ مُحْصِنِينَ غَيْرَ مُسَافِحِينَ ۚ فَمَا اسْتَمْتَعْتُمْ بِهِ مِنْهُنَّ فَآتُوهُنَّ أُجُورَهُنَّ فَرِيضَةً ۚ وَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ فِيمَا تَرَاضَيْتُمْ بِهِ مِنْ بَعْدِ الْفَرِيضَةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيمًا حَكِيمًا

Kemenag RI 2019: (Diharamkan juga bagi kamu menikahi) perempuan-perempuan yang bersuami, kecuali hamba sahaya perempuan (tawanan perang) yang kamu miliki ) sebagai ketetapan Allah atas kamu. Dihalalkan bagi kamu selain (perempuan-perempuan) yang demikian itu, yakni kamu mencari (istri) dengan hartamu (mahar) untuk menikahinya, bukan untuk berzina. Karena kenikmatan yang telah kamu dapatkan dari mereka, berikanlah kepada mereka imbalannya (maskawinnya) sebagai suatu kewajiban. Tidak ada dosa bagi kamu mengenai sesuatu yang saling kamu relakan sesudah menentukan kewajiban (itu). ) Sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (QS. 4 : 24)
Prof. Quraish Shihab:

Dan (diharamkan juga bagi kamu menikahi) wanita-wanita yang bersuami, kecuali para hamba sahaya yang kamu miliki (akibat perang mempertahankan agama). Itu sebagai ketetapan Allah atas kamu. Dan dihalalkan bagi kamu selain (wanita-wanita) yang demikian itu, (supaya kamu) mencari (istri) dengan harta kamu untuk memelihara kesucian tidak dengan maksud berzina. Maka, istri-istri yang telah kamu nikmati (campuri) di antara mereka, berikanlah kepada mereka imbalannya (maskawinnya) sebagai suatu kewajiban; dan tidak ada dosa bagi kamu terhadap sesuatu yang kamu telah saling merelakannya, sesudah menentukan kewajiban (itu). Sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui, lagi Maha Bijaksana.


HAMKA: Dan (diharamkan juga) wanita-wanita yang bersuami, kecuali budak-budak yang kamu miliki. (Hukum ini adalah) ketetapan Allah atas kamu. Dan dihalalkan bagi kamu selain dari yang demikian (yaitu wanita-wanita yang tidak bersuami), untuk kamu mencari istri dengan hartamu, untuk menikahinya, bukan untuk berzina. Maka, siapa saja di antara kamu yang menikmati dari mereka (dengan menikah), berikanlah kepada mereka maharnya sebagai suatu kewajiban. Dan tidak ada dosa bagimu untuk melakukan kesepakatan setelah (penetapan) mahar itu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana.

وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ مِنْكُمْ طَوْلًا أَنْ يَنْكِحَ الْمُحْصَنَاتِ الْمُؤْمِنَاتِ فَمِنْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ مِنْ فَتَيَاتِكُمُ الْمُؤْمِنَاتِ ۚ وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِإِيمَانِكُمْ ۚ بَعْضُكُمْ مِنْ بَعْضٍ ۚ فَانْكِحُوهُنَّ بِإِذْنِ أَهْلِهِنَّ وَآتُوهُنَّ أُجُورَهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ مُحْصَنَاتٍ غَيْرَ مُسَافِحَاتٍ وَلَا مُتَّخِذَاتِ أَخْدَانٍ ۚ فَإِذَا أُحْصِنَّ فَإِنْ أَتَيْنَ بِفَاحِشَةٍ فَعَلَيْهِنَّ نِصْفُ مَا عَلَى الْمُحْصَنَاتِ مِنَ الْعَذَابِ ۚ ذَٰلِكَ لِمَنْ خَشِيَ الْعَنَتَ مِنْكُمْ ۚ وَأَنْ تَصْبِرُوا خَيْرٌ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Kemenag RI 2019: Siapa di antara kamu yang tidak mempunyai biaya untuk menikahi perempuan merdeka yang mukmin (boleh menikahi) perempuan mukmin dari para hamba sahaya yang kamu miliki. Allah lebih tahu tentang keimananmu. Sebagian kamu adalah sebagian dari yang lain (seketurunan dari Adam dan Hawa). Oleh karena itu, nikahilah mereka dengan izin keluarga (tuan) mereka dan berilah mereka maskawin dengan cara yang pantas, dalam keadaan mereka memelihara kesucian diri, bukan pezina dan bukan (pula) perempuan yang mengambil laki-laki lain sebagai piaraannya. Apabila mereka telah berumah tangga (bersuami), tetapi melakukan perbuatan keji (zina), (hukuman) atas mereka adalah setengah dari hukuman perempuan-perempuan merdeka (yang tidak bersuami). Hal itu (kebolehan menikahi hamba sahaya) berlaku bagi orang-orang yang takut terhadap kesulitan (dalam menghindari zina) di antara kamu. Kesabaranmu lebih baik bagi kamu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. 4 : 25)
Prof. Quraish Shihab:

Dan barang siapa di antara kamu yang tidak cukup mampu untuk menikahi wanita-wanita merdeka mukmin, maka (dia boleh menikahi) wanita mukmin dari para hamba sahaya yang kamu miliki (akibat perang mempertahankan agama). Allah mengetahui keimanan kamu; sebagian kamu adalah dari sebagian yang lain, karena itu nikahilah mereka dengan izin keluarga (tuan) mereka dan berilah maskawin mereka menurut (cara dan ukuran) yang patut, dan dalam keadaan mereka memelihara kesucian diri tidak dengan maksud berzina dan bukan (pula) wanita yang mengambil laki-laki sebagai piaraannya; dan apabila mereka telah memelihara diri mereka (dengan menikah) kemudian mereka mengerjakan perbuatan yang keji (zina), maka atas mereka separuh siksa (hukuman yang ditetapkan) atas wanita-wanita merdeka yang telah bersuami. (Kebolehan menikahi wanita hamba sahaya) itu, adalah bagi orang-orang yang takut kepada kesulitan (menjaga diri) di antara kamu, dan kesabaran itu lebih baik bagi kamu. Dan Allah Maha Pengampun, lagi Maha Pengasih.

HAMKA: Dan barangsiapa di antara kamu yang tidak memiliki kemampuan untuk menikahi wanita merdeka yang beriman, maka (bolehlah menikahi) budak-budak wanita yang kamu miliki yang beriman. Allah lebih mengetahui keimananmu; sebagian kamu berasal dari sebagian yang lain. Maka nikahilah mereka dengan izin keluarga mereka, dan berikanlah mahar mereka dengan pantas, sebagai (tanda) perkawinan, bukan untuk berzina atau menjadikannya sebagai gundik. Dan apabila mereka telah menjadi istri (dan kemudian) melakukan perbuatan keji, maka hukumannya adalah setengah dari hukuman yang dikenakan kepada wanita-wanita merdeka. Yang demikian itu adalah bagi siapa yang khawatir melakukan perzinaan di antara kamu. Dan jika kamu bersabar, itu lebih baik bagimu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

يُرِيدُ اللَّهُ لِيُبَيِّنَ لَكُمْ وَيَهْدِيَكُمْ سُنَنَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَيَتُوبَ عَلَيْكُمْ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

Kemenag RI 2019: Allah hendak menerangkan (syariat-Nya) kepadamu, menunjukkan kepadamu berbagai jalan (kehidupan) orang yang sebelum kamu (para nabi dan orang-orang saleh), dan menerima tobatmu. Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (QS. 4 : 26)
Prof. Quraish Shihab: Allah hendak menjelaskan kepada kamu (hukum-hukum-Nya) dan menunjukkan kepada kamu jalan-jalan orang yang sebelum kamu (para nabi dan orang-orang yang taat) dan menerima taubat kamu. Allah Maha Mengetahui, lagi Maha Bijaksana.


HAMKA: Allah hendak menerangkan kepada kamu, dan hendak menunjukkan kepada kamu jalan-jalan yang ditempuh oleh orang-orang sebelum kamu. Dan Dia hendak menerima tobatmu. Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
Hal. 83

وَاللَّهُ يُرِيدُ أَنْ يَتُوبَ عَلَيْكُمْ وَيُرِيدُ الَّذِينَ يَتَّبِعُونَ الشَّهَوَاتِ أَنْ تَمِيلُوا مَيْلًا عَظِيمًا

Kemenag RI 2019: Allah hendak menerima tobatmu, sedangkan orang-orang yang mengikuti hawa nafsu menghendaki agar kamu berpaling sejauh-jauhnya (dari kebenaran). (QS. 4 : 27)
Prof. Quraish Shihab:

Dan Allah hendak menerima taubat kamu, sedangkan orang-orang yang mengikuti hawa nafsu bermaksud supaya kamu berpaling (dari kebenaran) sejauh-jauhnya.


HAMKA: Dan Allah hendak menerima tobatmu. Tetapi orang-orang yang mengikuti hawa nafsu mereka menginginkan agar kamu menyimpang dengan penyimpangan yang besar.

يُرِيدُ اللَّهُ أَنْ يُخَفِّفَ عَنْكُمْ ۚ وَخُلِقَ الْإِنْسَانُ ضَعِيفًا

Kemenag RI 2019: Allah hendak memberikan keringanan kepadamu dan manusia diciptakan (dalam keadaan) lemah. (QS. 4 : 28)
Prof. Quraish Shihab:

Allah hendak meringankan kamu dan manusia diciptakan lemah.


HAMKA: Allah hendak meringankan (beban) kamu, karena manusia diciptakan dalam keadaan lemah.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ إِلَّا أَنْ تَكُونَ تِجَارَةً عَنْ تَرَاضٍ مِنْكُمْ ۚ وَلَا تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا

Kemenag RI 2019: Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan harta sesamamu dengan cara yang batil (tidak benar), kecuali berupa perniagaan atas dasar suka sama suka di antara kamu. Janganlah kamu membunuh dirimu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu. (QS. 4 : 29)
Prof. Quraish Shihab:

 Hai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu makan harta kamu di antara kamu dengan jalan yang batil (dengan melanggar ketentuan agama atau persyaratan yang disepakati). Tetapi, (hendaklah) dengan perniagaan yang berdasar kerelaan di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh diri kamu (atau membunuh orang lain dengan tanpa hak); sesungguhnya Allah terhadap kamu adalah Maha Pengasih.


HAMKA: Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu memakan harta-harta sesamamu dengan cara yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang dilakukan secara suka sama suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu. Sesungguhnya Allah sangat menyayangimu.

وَمَنْ يَفْعَلْ ذَٰلِكَ عُدْوَانًا وَظُلْمًا فَسَوْفَ نُصْلِيهِ نَارًا ۚ وَكَانَ ذَٰلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرًا

Kemenag RI 2019: Siapa yang berbuat demikian dengan cara melanggar aturan dan berbuat zalim kelak Kami masukkan dia ke dalam neraka. Yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (QS. 4 : 30)
Prof. Quraish Shihab:

 Dan barang siapa berbuat demikian dengan melakukan agresi dan aniaya, maka Kami kelak memasukkannya ke neraka. Yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.


HAMKA: Dan barangsiapa melakukan hal tersebut dengan melanggar batas dan berbuat zalim, maka Kami akan memasukkannya ke dalam neraka. Dan yang demikian itu bagi Allah adalah mudah.

إِنْ تَجْتَنِبُوا كَبَائِرَ مَا تُنْهَوْنَ عَنْهُ نُكَفِّرْ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَنُدْخِلْكُمْ مُدْخَلًا كَرِيمًا

Kemenag RI 2019: Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang (mengerjakan)-nya, niscaya Kami menghapus kesalahan-kesalahanmu dan Kami memasukkanmu ke tempat yang mulia (surga). (QS. 4 : 31)
Prof. Quraish Shihab:

 Jika kamu (berusaha dengan sungguh-sungguh) menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang kamu dilarang (mengerjakan)nya, pasti Kami hapus kesalahan-kesalahan kamu dan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (surga).


HAMKA: Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar yang dilarang bagimu, niscaya Kami akan menghapuskan kesalahan-kesalahanmu, dan Kami akan memasukkanmu ke tempat yang mulia.

وَلَا تَتَمَنَّوْا مَا فَضَّلَ اللَّهُ بِهِ بَعْضَكُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ ۚ لِلرِّجَالِ نَصِيبٌ مِمَّا اكْتَسَبُوا ۖ وَلِلنِّسَاءِ نَصِيبٌ مِمَّا اكْتَسَبْنَ ۚ وَاسْأَلُوا اللَّهَ مِنْ فَضْلِهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا

Kemenag RI 2019: Janganlah kamu berangan-angan (iri hati) terhadap apa yang telah dilebihkan Allah kepada sebagian kamu atas sebagian yang lain. Bagi laki-laki ada bagian dari apa yang mereka usahakan dan bagi perempuan (pun) ada bagian dari apa yang mereka usahakan. Mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui segala sesuatu. (QS. 4 : 32)
Prof. Quraish Shihab:

Dan janganlah kamu berangan-angan (yang menghasilkan ketamakan) terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebagian kamu (yang kualitasnya lebih baik atau jumlahnya) lebih banyak dari (apa yang dianugerahkan-Nya kepada) sebagian yang lain. Bagi laki-laki ada bagian dari apa yang mereka usahakan, dan bagi wanita-wanita (pun) ada bagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui segala sesuatu.


HAMKA: Dan janganlah kamu mengangan-angankan apa yang telah dikaruniakan Allah kepada sebagian kamu lebih banyak dari sebagian yang lain. Bagi laki-laki ada bagian dari apa yang mereka usahakan, dan bagi perempuan juga ada bagian dari apa yang mereka usahakan. Mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

وَلِكُلٍّ جَعَلْنَا مَوَالِيَ مِمَّا تَرَكَ الْوَالِدَانِ وَالْأَقْرَبُونَ ۚ وَالَّذِينَ عَقَدَتْ أَيْمَانُكُمْ فَآتُوهُمْ نَصِيبَهُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدًا

Kemenag RI 2019: Bagi setiap (laki-laki dan perempuan) Kami telah menetapkan para ahli waris atas apa yang ditinggalkan oleh kedua orang tuanya dan karib kerabatnya. Orang-orang yang kamu telah bersumpah setia dengan mereka, berikanlah bagian itu kepada mereka. Sesungguhnya Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu. (QS. 4 : 33)
Prof. Quraish Shihab:

Bagi setiap (harta peninggalan) yang ditinggalkan ibu-bapak dan karib kerabat, Kami jadikan para ahli warisnya. Dan orang-orang yang kamu telah bersumpah setia dengan mereka, maka berilah mereka bagian mereka. Sesungguhnya Allah adalah menyaksikan segala sesuatu.


HAMKA: Dan untuk setiap orang telah Kami tetapkan ahli waris dari apa yang ditinggalkannya, yaitu orang tua dan kerabat yang paling dekat, serta orang-orang yang telah terikat janji oleh tanganmu. Maka berikanlah kepada mereka bagiannya. Sesungguhnya Allah menyaksikan segala sesuatu.
Hal. 84

الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ بِمَا فَضَّلَ اللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ وَبِمَا أَنْفَقُوا مِنْ أَمْوَالِهِمْ ۚ فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللَّهُ ۚ وَاللَّاتِي تَخَافُونَ نُشُوزَهُنَّ فَعِظُوهُنَّ وَاهْجُرُوهُنَّ فِي الْمَضَاجِعِ وَاضْرِبُوهُنَّ ۖ فَإِنْ أَطَعْنَكُمْ فَلَا تَبْغُوا عَلَيْهِنَّ سَبِيلًا ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيًّا كَبِيرًا

Kemenag RI 2019: Laki-laki (suami) adalah penanggung jawab ) atas para perempuan (istri) karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (perempuan) dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari hartanya. Perempuan-perempuan saleh adalah mereka yang taat (kepada Allah) dan menjaga diri ketika (suaminya) tidak ada karena Allah telah menjaga (mereka). Perempuan-perempuan yang kamu khawatirkan akan nusyuz, ) berilah mereka nasihat, tinggalkanlah mereka di tempat tidur (pisah ranjang), dan (kalau perlu,) pukullah mereka (dengan cara yang tidak menyakitkan). Akan tetapi, jika mereka menaatimu, janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkan mereka. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar. (QS. 4 : 34)
Prof. Quraish Shihab:

Para lelaki (suami) adalah pemimpin dan penanggung jawab atas wanita-wanita (istri), oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Maka, wanita yang saleh, ialah yang taat, memelihara diri ketika (suami) tidak di tempat, oleh karena Allah telah memelihara mereka. Wanita-wanita yang kamu khawatirkan pembangkangan¹²? mereka, maka nasihatilah mereka dan tinggalkanlah mereka di tempat-tempat pembaringan dan (jika itu belum membuatnya jera) pukullah mereka (dengan cara yang tidak menyakitkan). Lalu, jika mereka telah menaati kamu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkan mereka. Sesungguhnya Allah adalah Maha Tinggi, lagi Maha Besar.


HAMKA: Laki-laki adalah pemimpin bagi perempuan, karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (perempuan), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Maka perempuan yang baik adalah yang taat kepada Allah dan menjaga dirinya ketika suaminya tidak ada, karena Allah telah menjaga mereka. Dan perempuan-perempuan yang kamu khawatirkan akan kedurhakaannya, maka nasihatilah mereka, pisahkanlah mereka di tempat tidur, dan pukullah mereka. Tetapi jika mereka taat kepadamu, maka janganlah kamu mencari-cari alasan untuk menyusahkan mereka. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.

وَإِنْ خِفْتُمْ شِقَاقَ بَيْنِهِمَا فَابْعَثُوا حَكَمًا مِنْ أَهْلِهِ وَحَكَمًا مِنْ أَهْلِهَا إِنْ يُرِيدَا إِصْلَاحًا يُوَفِّقِ اللَّهُ بَيْنَهُمَا ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيمًا خَبِيرًا

Kemenag RI 2019: Jika kamu (para wali) khawatir terjadi persengketaan di antara keduanya, utuslah seorang juru damai dari keluarga laki-laki dan seorang juru damai dari keluarga perempuan. Jika keduanya bermaksud melakukan islah (perdamaian), niscaya Allah memberi taufik kepada keduanya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Teliti. (QS. 4 : 35)
Prof. Quraish Shihab:

Dan jika kamu khawatir ada persengketaan antara keduanya (suami-istri), maka kirimlah seorang juru damai yang bijaksana dari keluarga laki-laki dan seorang juru damai yang bijaksana dari keluarga perempuan. Jika keduanya bermaksud mengadakan perbaikan, niscaya Allah memberi taufik¹²¹ kepada suami-istri (itu). Sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui, lagi Mahateliti.


HAMKA: Dan jika kamu khawatir akan terjadi perselisihan antara keduanya, maka utuslah seorang hakam dari pihak laki-laki dan seorang hakam dari pihak perempuan. Jika keduanya bermaksud mengadakan perbaikan, niscaya Allah akan memberi taufik kepada keduanya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.

وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا ۖ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَبِذِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينِ وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْبِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالًا فَخُورًا

Kemenag RI 2019: Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Berbuat baiklah kepada kedua orang tua, karib kerabat, anak-anak ya tim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh, teman sejawat, ibnusabil, serta hamba sahaya yang kamu miliki. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang sombong lagi sangat membanggakan diri. (QS. 4 : 36)
Prof. Quraish Shihab:

Sembahlah Allah dan janganlah kamu menyekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dan (persembahkanlah) kebajikan yang sempurna kepada ibu-bapak, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan jauh, teman sejawat, orang-orang dalam perjalanan yang memerlukan pertolongan dan hamba sahaya yang kamu miliki. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong, lagi membangga-banggakan diri.


HAMKA: Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, kerabat dekat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat, tetangga jauh, teman sejawat, ibnu sabil, dan hamba sahaya yang kamu miliki. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang sombong dan membanggakan diri.

الَّذِينَ يَبْخَلُونَ وَيَأْمُرُونَ النَّاسَ بِالْبُخْلِ وَيَكْتُمُونَ مَا آتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ ۗ وَأَعْتَدْنَا لِلْكَافِرِينَ عَذَابًا مُهِينًا

Kemenag RI 2019: (Yaitu) orang-orang yang kikir, menyuruh orang (lain) berbuat kikir, dan menyembunyikan karunia yang telah dianugerahkan Allah kepada mereka. Kami telah menyediakan untuk orang-orang kafir itu azab yang menghinakan. (QS. 4 : 37)
Prof. Quraish Shihab:

(Yaitu) yang berlaku kikir dan menyuruh orang (lain) berbuat kikir, dan menyembunyikan apa yang telah dianugerahkan Allah kepada mereka dari karunia-Nya. Kami telah menyediakan untuk orang-orang kafir azab yang sangat menghinakan. Allah adalah Maha Pemaaf, lagi Maha Pengampun.
HAMKA: (Yaitu) orang-orang yang kikir dan menyuruh orang lain berbuat kikir, serta menyembunyikan apa yang telah diberikan Allah kepada mereka dari karunia-Nya. Dan Kami telah menyediakan bagi orang-orang yang kafir itu azab yang menghinakan.

Hal. 85

وَالَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ رِئَاءَ النَّاسِ وَلَا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَلَا بِالْيَوْمِ الْآخِرِ ۗ وَمَنْ يَكُنِ الشَّيْطَانُ لَهُ قَرِينًا فَسَاءَ قَرِينًا

Kemenag RI 2019: (Allah juga tidak menyukai) orang-orang yang menginfakkan hartanya karena riya kepada orang (lain) dan orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari Akhir. Siapa yang menjadikan setan sebagai temannya, (ketahuilah bahwa) dia adalah seburuk-buruk teman. (QS. 4 : 38)
Prof. Quraish Shihab: Dan (juga) orang-orang yang menafkahkan harta mereka karena riya kepada manusia, dan orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada Hari Kemudian. Barang siapa menjadikan setan sebagai temannya, maka ia (setan) adalah seburuk-buruk teman.
HAMKA: Dan (juga) orang-orang yang menafkahkan harta mereka karena riya kepada manusia dan tidak beriman kepada Allah dan hari akhir. Barangsiapa yang setan menjadi temannya, maka setan itu adalah teman yang seburuk-buruknya.

وَمَاذَا عَلَيْهِمْ لَوْ آمَنُوا بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَأَنْفَقُوا مِمَّا رَزَقَهُمُ اللَّهُ ۚ وَكَانَ اللَّهُ بِهِمْ عَلِيمًا

Kemenag RI 2019: Apa ruginya bagi mereka seandainya mereka beriman kepada Allah dan hari Akhir serta menginfakkan sebagian rezeki yang telah dianugerahkan Allah kepada mereka? Allah adalah Maha Mengetahui (keadaan) mereka. (QS. 4 : 39)
Prof. Quraish Shihab:

Apakah ruginya bagi mereka, jika seandainya mereka beriman ke-pada Allah dan Hari Kemudian dan menafkahkan sehagj.m rezeki yang relah dianugerahkan Allah kepada mereka? Dan adalah Allah Maha Mengetahui I keadaan) mereka.


HAMKA: Dan mengapakah mereka tidak beriman kepada Allah dan hari akhir, serta menafkahkan sebagian dari rezeki yang telah diberikan Allah kepada mereka? Allah Maha Mengetahui tentang mereka.

إِنَّ اللَّهَ لَا يَظْلِمُ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ ۖ وَإِنْ تَكُ حَسَنَةً يُضَاعِفْهَا وَيُؤْتِ مِنْ لَدُنْهُ أَجْرًا عَظِيمًا

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya Allah tidak akan menzalimi (seseorang) walaupun sebesar zarah. Jika (sesuatu yang sebesar zarah) itu berupa kebaikan, niscaya Allah akan melipatgandakannya dan memberikan pahala yang besar dari sisi-Nya. (QS. 4 : 40)
Prof. Quraish Shihab:

Sesungguhnya Allah tidak menganiaya (seseorang walaupun) sebesar zarrah,¹- dan jika ada kebajikan sebesar zarrah, pasri Dia .ikan melipatgandakannya dan memberikan pahala yang sangat besar dari sisi-Nya.


HAMKA: Sesungguhnya Allah tidak akan menzalimi seseorang walaupun sebesar zarah. Dan jika ada kebaikan, niscaya Allah akan melipatgandakannya dan memberikan dari sisi-Nya pahala yang besar.

فَكَيْفَ إِذَا جِئْنَا مِنْ كُلِّ أُمَّةٍ بِشَهِيدٍ وَجِئْنَا بِكَ عَلَىٰ هَٰؤُلَاءِ شَهِيدًا

Kemenag RI 2019: Bagaimanakah (keadaan manusia kelak pada hari Kiamat) jika Kami mendatangkan seorang saksi (rasul) dari setiap umat dan Kami mendatangkan engkau (Nabi Muhammad) sebagai saksi atas mereka? (QS. 4 : 41)
Prof. Quraish Shihab:

Maka, bagaimanakah (aneka keadaan yang dialami nrang-nrang kafir nanti) apabila Kami mendatangkan seorang saksi dari setiap umat dan Kami mendatangkan engkau (Nabi Muhammad sawi) sebagai saksi aras mereka itu?


HAMKA: Maka bagaimanakah (keadaan mereka kelak), apabila Kami mendatangkan seorang saksi dari setiap umat, dan Kami mendatangkan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas mereka?

يَوْمَئِذٍ يَوَدُّ الَّذِينَ كَفَرُوا وَعَصَوُا الرَّسُولَ لَوْ تُسَوَّىٰ بِهِمُ الْأَرْضُ وَلَا يَكْتُمُونَ اللَّهَ حَدِيثًا

Kemenag RI 2019: Pada hari itu orang-orang yang kufur dan mendurhakai Rasul (Nabi Muhammad) berharap seandainya mereka diratakan dengan tanah (dikubur atau hancur luluh menjadi tanah), padahal mereka tidak dapat menyembunyikan suatu kejadian pun dari Allah. (QS. 4 : 42)
Prof. Quraish Shihab:

Pada hari itu orang-orang kafir dan urang-orang yang mendurhakai rasul. ingin jika seandainya mereka disamaratakan dengan ranah (karena midu dan takut), dan mereka tidak dapat menyembunyikan suatu kejadian pun dari Allah.


HAMKA: Pada hari itu, orang-orang yang kafir dan mendurhakai Rasul ingin sekali jika mereka disamakan dengan tanah, dan mereka tidak dapat menyembunyikan dari Allah suatu perkataan pun.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَقْرَبُوا الصَّلَاةَ وَأَنْتُمْ سُكَارَىٰ حَتَّىٰ تَعْلَمُوا مَا تَقُولُونَ وَلَا جُنُبًا إِلَّا عَابِرِي سَبِيلٍ حَتَّىٰ تَغْتَسِلُوا ۚ وَإِنْ كُنْتُمْ مَرْضَىٰ أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِنْكُمْ مِنَ الْغَائِطِ أَوْ لَامَسْتُمُ النِّسَاءَ فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَفُوًّا غَفُورًا

Kemenag RI 2019: Wahai orang-orang yang beriman, janganlah mendekati salat, sedangkan kamu dalam keadaan mabuk sampai kamu sadar akan apa yang kamu ucapkan dan jangan (pula menghampiri masjid ketika kamu) dalam keadaan junub, kecuali sekadar berlalu (saja) sehingga kamu mandi (junub). Jika kamu sakit, sedang dalam perjalanan, salah seorang di antara kamu kembali dari tempat buang air, atau kamu telah menyentuh perempuan, ) sedangkan kamu tidak mendapati air, maka bertayamumlah kamu dengan debu yang baik (suci). Usaplah wajah dan tanganmu (dengan debu itu). Sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun. (QS. 4 : 43)
Prof. Quraish Shihab:

Hai orang orang yang beiimou! Janganlah kamu mendekati shalat sedangkan kamu dalam keadaan mabuk, (tetapi shalatlah dengan khusyuk dan penuh kesadaran) sehingga kamu mengetahui apa yang kamu ucapkan, dan tidak juga (dibenarkan bagi) kamu (menghampiri masjid) dalam keadaan junub’ terkecuali sekadar berlalu (saja), hingga kamu mandi. Duli jika kamu sakit atau dalam per jalanan atau salah seorang di antara kamu kembali dari tempat buang ah atau kamu telah menyentuh perempuan,¹ ’’ lalu kamu tidak mendapati air. maka bertayaminumlah¹ dengan tanah yang baik (suci); maka sapulah wajah kamu dan tangan kamu. Sesungguhnya   Allah adalah Maha Pemaaf, lagi Maha Pengampun.


HAMKA: Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mendekati salat ketika kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan. Dan jangan (pula mendekati salat) dalam keadaan junub, kecuali sekadar lewat saja, hingga kamu mandi. Dan jika kamu sakit atau sedang dalam perjalanan, atau datang dari tempat buang air, atau kamu menyentuh perempuan, lalu kamu tidak mendapatkan air, maka bertayamumlah dengan tanah yang bersih; sapulah wajahmu dan tanganmu. Sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun.

أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ أُوتُوا نَصِيبًا مِنَ الْكِتَابِ يَشْتَرُونَ الضَّلَالَةَ وَيُرِيدُونَ أَنْ تَضِلُّوا السَّبِيلَ

Kemenag RI 2019: Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang telah diberi bagian (pengetahuan) dari Kitab (Taurat)? Mereka membeli kesesatan dan menghendaki agar kamu tersesat dari jalan (yang benar). (QS. 4 : 44)
Prof. Quraish Shihab:

Tidakkah kamu memperhatikan uratig-urarig (Yahudi) yang telah diberi bagian dan al-Kitab (Taurat)? Mereka membeli kesesalan dan mereka bermaksud supaya kamu tersesat dari jalan (yang benar).


HAMKA: Tidakkah engkau memperhatikan orang-orang yang telah diberi sebagian dari Kitab? Mereka membeli kesesatan dan menginginkan agar kamu tersesat dari jalan yang benar.
Hal. 86

وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِأَعْدَائِكُمْ ۚ وَكَفَىٰ بِاللَّهِ وَلِيًّا وَكَفَىٰ بِاللَّهِ نَصِيرًا

Kemenag RI 2019: Allah lebih tahu (daripada kamu) tentang musuh-musuhmu. Cukuplah Allah menjadi pelindung dan cukuplah Allah menjadi penolong (kamu). (QS. 4 : 45)
Prof. Quraish Shihab:

Dan Allah lebih mengetahui (daripada kamu) tentang para musuh kamu. Dan cukuplah Allah sebagai Pelindung dan cukuplah .Allah sebagai Penolong.


HAMKA: Dan Allah lebih mengetahui siapa musuh-musuhmu. Cukuplah Allah menjadi Pelindung, dan cukuplah Allah menjadi Penolong.

مِنَ الَّذِينَ هَادُوا يُحَرِّفُونَ الْكَلِمَ عَنْ مَوَاضِعِهِ وَيَقُولُونَ سَمِعْنَا وَعَصَيْنَا وَاسْمَعْ غَيْرَ مُسْمَعٍ وَرَاعِنَا لَيًّا بِأَلْسِنَتِهِمْ وَطَعْنًا فِي الدِّينِ ۚ وَلَوْ أَنَّهُمْ قَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا وَاسْمَعْ وَانْظُرْنَا لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ وَأَقْوَمَ وَلَٰكِنْ لَعَنَهُمُ اللَّهُ بِكُفْرِهِمْ فَلَا يُؤْمِنُونَ إِلَّا قَلِيلًا

Kemenag RI 2019: Di antara orang-orang Yahudi ada yang mengubah perkataan dari tempat-tempatnya. Mereka berkata, “Kami mendengar, tetapi kami membangkang.” (Mereka mengatakan pula,) “Dengarkanlah,” sedangkan (engkau Nabi Muhammad sebenarnya) tidak mendengar apa pun. (Mereka mengatakan,) r?‘in? ) dengan memutarbalikkan lidahnya dan mencela agama. Seandainya mereka mengatakan, “Kami mendengar dan patuh. Dengarkanlah dan perhatikanlah kami,” tentulah itu lebih baik bagi mereka dan lebih tepat. Akan tetapi, Allah melaknat mereka karena kekufurannya. Mereka tidak beriman, kecuali sedikit sekali. (QS. 4 : 46)
Prof. Quraish Shihab:

(Yaitu) orang-orang Yahudi; mereka  dan mereka berkata:"Kami mendengar, tetapi kami tidak menaati."  kami tidak mendengar” Dan mereka mengatakan: "Ra'ina" (perhatikan keadaan atau kemauan kami).” dengan memutar-muiar lidah mereka dan mencerca agama. Jika seandainya mereka mengatakan: “Kami mendengar dan kami patuh, dan dengarlah, dan perhatikanlah kami, tentulah itu lebih baik bagi mereka dan lebih tepat, tetapi Allah mengutuk mereka, karena kekafiran mereka. Mereka tidak beriman kecuali iman, yang sangat tipis.


HAMKA: Di antara orang-orang Yahudi, ada yang mengubah kalimat-kalimat dari tempatnya, dan mereka berkata, "Kami mendengar tetapi kami mendurhakai," dan "Dengarlah!" dengan maksud yang tidak benar, serta "Raa'ina," dengan memutar-mutar lidah mereka dan mencela agama. Seandainya mereka berkata, "Kami mendengar dan kami taat, dengarlah, dan perhatikanlah kami," tentu itu lebih baik bagi mereka dan lebih lurus. Tetapi Allah telah mengutuk mereka karena kekufuran mereka, sehingga mereka tidak beriman kecuali sedikit.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ آمِنُوا بِمَا نَزَّلْنَا مُصَدِّقًا لِمَا مَعَكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ نَطْمِسَ وُجُوهًا فَنَرُدَّهَا عَلَىٰ أَدْبَارِهَا أَوْ نَلْعَنَهُمْ كَمَا لَعَنَّا أَصْحَابَ السَّبْتِ ۚ وَكَانَ أَمْرُ اللَّهِ مَفْعُولًا

Kemenag RI 2019: Wahai orang-orang yang telah diberi Kitab, berimanlah pada apa yang telah Kami turunkan (Al-Qur’an) yang membenarkan Kitab yang ada padamu sebelum Kami mengubah wajah-wajah(-mu), lalu Kami putar ke belakang (sebagai penghinaan) atau Kami laknat mereka sebagaimana Kami melaknat orang-orang (yang berbuat maksiat) pada hari Sabat (Sabtu). Ketetapan Allah (pasti) berlaku. (QS. 4 : 47)
Prof. Quraish Shihab:

Hai orang-orang yang sudah diberi al-kitan! Berimanlah kamu kepada apa yang telah Kami turunkan (Al-Quran) yang membenarkan apa (kitab) yang ada pada kamu sebelum Kami mengubah wajah-wajah (kamu), lalu Kami putar ke belakang atau Kami melaknat mereka sebagaimana Kami telah melaknat orang-orang (yang berbuat maksiat) pada hari Sabtu. DAn adalah ketetapan Allah (pasti) berlalu. 


HAMKA: Wahai orang-orang yang telah diberi kitab! Berimanlah kepada apa yang telah Kami turunkan, yang membenarkan apa yang ada padamu, sebelum Kami menghapus wajah-wajah (mereka), lalu Kami balikkan ke belakang, atau Kami kutuk mereka sebagaimana Kami telah mengutuk orang-orang yang melanggar hari Sabtu. Dan ketetapan Allah pasti terlaksana.

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ ۚ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَىٰ إِثْمًا عَظِيمًا

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni (dosa) karena mempersekutukan-Nya (syirik), tetapi Dia mengampuni apa (dosa) yang selain (syirik) itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Siapa pun yang mempersekutukan Allah sungguh telah berbuat dosa yang sangat besar. (QS. 4 : 48)
Prof. Quraish Shihab: Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa mempersekutukan-Nya (syirik), dan mengampuni dosa yang selain dari itu bagi siapa yang Dia kehendaki (berdasarkan ketetapan dan kebijaksanaan-Nya). Barangsiapa menyekutukan Allah, maka sungguh dia telah berbuat dosa yang besar.
HAMKA: Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa mempersekutukan-Nya (syirik), tetapi Dia mengampuni dosa yang selain dari itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Barangsiapa mempersekutukan Allah, maka sungguh, dia telah berbuat dosa yang besar.

أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ يُزَكُّونَ أَنْفُسَهُمْ ۚ بَلِ اللَّهُ يُزَكِّي مَنْ يَشَاءُ وَلَا يُظْلَمُونَ فَتِيلًا

Kemenag RI 2019: Tidakkah engkau memperhatikan orang-orang yang menganggap dirinya suci? Sebenarnya Allah menyucikan siapa yang Dia kehendaki dan mereka tidak dizalimi sedikit pun. (QS. 4 : 49)
Prof. Quraish Shihab: Tidakkah engkau melihat orang-orang yang menganggap diri mereka suci? Sebenarnya, Allah-lah yang menyucikan siapa yang Dia kehendaki. Mereka tidak akan dizalimi sedikit pun.
HAMKA: Tidakkah engkau memperhatikan orang-orang yang menganggap diri mereka suci? Sebenarnya Allah-lah yang menyucikan siapa yang Dia kehendaki, dan mereka tidak akan dizalimi sedikit pun.

انْظُرْ كَيْفَ يَفْتَرُونَ عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ ۖ وَكَفَىٰ بِهِ إِثْمًا مُبِينًا

Kemenag RI 2019: Perhatikanlah betapa mereka mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. Cukuplah perbuatan itu menjadi dosa yang nyata (bagi mereka). (QS. 4 : 50)
Prof. Quraish Shihab: Perhatikanlah betapa mereka mengada-adakan kebohongan terhadap Allah! Cukuplah perbuatan itu sebagai dosa yang nyata.
HAMKA: Perhatikanlah, betapa mereka mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. Cukuplah yang demikian itu sebagai dosa yang nyata.

أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ أُوتُوا نَصِيبًا مِنَ الْكِتَابِ يُؤْمِنُونَ بِالْجِبْتِ وَالطَّاغُوتِ وَيَقُولُونَ لِلَّذِينَ كَفَرُوا هَٰؤُلَاءِ أَهْدَىٰ مِنَ الَّذِينَ آمَنُوا سَبِيلًا

Kemenag RI 2019: Tidakkah engkau memperhatikan orang-orang (Yahudi) yang telah diberi bagian (pengetahuan) dari Kitab (Taurat), (betapa) mereka percaya kepada jibt dan tagut ) serta mengatakan kepada orang-orang kafir (musyrik Makkah) bahwa mereka itu lebih benar jalannya daripada orang-orang yang beriman. (QS. 4 : 51)
Prof. Quraish Shihab: Tidakkah engkau (wahai Nabi Muhammad SAW) memperhatikan orang-orang yang diberi bagian dari Kitab? Mereka percaya kepada sebagian Kitab dan kufur terhadap sebagian yang lain, dan mereka berkata kepada orang-orang kafir (kaum musyrik Mekkah), “Mereka (orang-orang kafir) itu lebih benar jalannya daripada orang-orang yang beriman.”
HAMKA: Tidakkah engkau melihat orang-orang yang telah diberi sebagian dari Kitab? Mereka mempercayai kesesatan dan penyelewengan, serta berkata tentang orang-orang kafir, "Mereka itu lebih benar jalannya daripada orang-orang yang beriman."
Hal. 87

أُولَٰئِكَ الَّذِينَ لَعَنَهُمُ اللَّهُ ۖ وَمَنْ يَلْعَنِ اللَّهُ فَلَنْ تَجِدَ لَهُ نَصِيرًا

Kemenag RI 2019: Mereka itulah yang dilaknat Allah. Siapa pun yang dilaknat Allah niscaya engkau (Nabi Muhammad) tidak akan mendapat penolong baginya. (QS. 4 : 52)
Prof. Quraish Shihab: Mereka (orang-orang Yahudi) itulah orang-orang yang dilaknat Allah (dijauhkan dari rahmat-Nya). Barangsiapa yang dilaknat Allah, pasti kamu tidak akan menemukan seorang penolong pun untuknya.
HAMKA: Mereka itulah orang-orang yang telah dikutuk oleh Allah. Dan barangsiapa yang dikutuk oleh Allah, maka tidak ada seorang pun yang dapat membantunya.

أَمْ لَهُمْ نَصِيبٌ مِنَ الْمُلْكِ فَإِذًا لَا يُؤْتُونَ النَّاسَ نَقِيرًا

Kemenag RI 2019: Ataukah mereka mempunyai bagian dari kerajaan (kekuasaan)? Meskipun ada, mereka tidak akan memberikan (kebajikan) sedikit pun kepada manusia. (QS. 4 : 53)
Prof. Quraish Shihab: Ataukah mereka memiliki bagian dari kerajaan (kekuasaan)? Meskipun mereka memilikinya, mereka tidak akan memberikan sedikit pun kepada manusia.
HAMKA: Ataukah mereka memiliki bagian dari kerajaan? Jika demikian, mereka tidak akan memberikan kepada manusia meskipun sebesar biji zarah.

أَمْ يَحْسُدُونَ النَّاسَ عَلَىٰ مَا آتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ ۖ فَقَدْ آتَيْنَا آلَ إِبْرَاهِيمَ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَآتَيْنَاهُمْ مُلْكًا عَظِيمًا

Kemenag RI 2019: Ataukah mereka dengki kepada manusia karena karunia yang telah dianugerahkan Allah kepadanya? Sungguh, Kami telah menganugerahkan kitab dan hikmah kepada keluarga Ibrahim dan Kami telah menganugerahkan kerajaan (kekuasaan) yang sangat besar kepada mereka. (QS. 4 : 54)
Prof. Quraish Shihab: Ataukah mereka iri hati kepada manusia karena anugerah yang telah Allah berikan kepada mereka (seperti Nabi Muhammad SAW dan umatnya)? Sungguh, Kami telah memberikan kitab dan hikmah kepada keluarga Ibrahim, serta menganugerahkan kepada mereka kerajaan yang sangat besar.
HAMKA: Ataukah mereka iri hati kepada manusia atas apa yang telah diberikan Allah kepada mereka dari karunia-Nya? Sesungguhnya Kami telah memberikan kepada keluarga Ibrahim Kitab dan Hikmah, serta kerajaan yang besar.

فَمِنْهُمْ مَنْ آمَنَ بِهِ وَمِنْهُمْ مَنْ صَدَّ عَنْهُ ۚ وَكَفَىٰ بِجَهَنَّمَ سَعِيرًا

Kemenag RI 2019: Lalu, di antara mereka ada yang beriman kepadanya dan di antara mereka ada pula yang berpaling darinya. Cukuplah (bagi mereka neraka) Jahanam yang apinya menyala-nyala. (QS. 4 : 55)
Prof. Quraish Shihab: Maka, di antara mereka ada yang beriman kepadanya (mengakui anugerah itu) dan ada yang menolak. Dan cukuplah neraka Jahannam yang menyala-nyala apinya sebagai balasan bagi mereka.
HAMKA: Maka di antara mereka ada yang beriman kepadanya, dan di antara mereka ada yang berpaling darinya. Padahal, cukuplah neraka Jahannam sebagai tempat pembakaran.

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا بِآيَاتِنَا سَوْفَ نُصْلِيهِمْ نَارًا كُلَّمَا نَضِجَتْ جُلُودُهُمْ بَدَّلْنَاهُمْ جُلُودًا غَيْرَهَا لِيَذُوقُوا الْعَذَابَ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَزِيزًا حَكِيمًا

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya orang-orang yang kufur pada ayat-ayat Kami kelak akan Kami masukkan ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti dengan kulit yang lain agar mereka merasakan (kepedihan) azab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. 4 : 56)
Prof. Quraish Shihab: Sesungguhnya orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Kami (menutupi kebenaran dan bukti keesaan Allah serta kebenaran para utusan-Nya), kelak Kami masukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti dengan kulit yang lain agar mereka merasakan azab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
HAMKA: Sesungguhnya orang-orang yang menampik ayat-ayat Kami, akan Kami bakar mereka dengan api. Tiap kali kulit mereka masak, Kami ganti dengan kulit lainnya, supaya mereka merasakan azab itu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Kuat, lagi Maha Bijaksana.

وَالَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ سَنُدْخِلُهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ۖ لَهُمْ فِيهَا أَزْوَاجٌ مُطَهَّرَةٌ ۖ وَنُدْخِلُهُمْ ظِلًّا ظَلِيلًا

Kemenag RI 2019: Orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan akan Kami masukkan ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Di sana mereka mempunyai pasangan-pasangan yang disucikan dan Kami masukkan mereka ke tempat yang teduh lagi nyaman. (QS. 4 : 57)
Prof. Quraish Shihab: Orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, kelak Kami masukkan mereka ke dalam surga-surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Di sana mereka memiliki pasangan-pasangan yang disucikan, dan Kami masukkan mereka ke tempat yang teduh berkesinambungan.
HAMKA: Dan orang-orang yang beriman dan beramal saleh, akan Kami masukkan mereka ke dalam surga-surga, yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Kekal mereka di dalamnya. Di sana juga ada istri-istri yang suci, dan Kami masukkan mereka ke bawah lindungan yang nyaman.

إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَىٰ أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ أَنْ تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ ۚ إِنَّ اللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ سَمِيعًا بَصِيرًا

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanah kepada pemiliknya. Apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia, hendaklah kamu tetapkan secara adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang paling baik kepadamu. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (QS. 4 : 58)
Prof. Quraish Shihab: Sesungguhnya Allah menyuruh kamu untuk menyampaikan amanah-amanah kepada pemiliknya, dan apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia, hendaklah kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.
HAMKA: Sesungguhnya Allah memerintahkan kamu supaya menunaikan amanah kepada ahlinya. Dan apabila kamu menghukum di antara manusia, hendaklah kamu hukumkan dengan adil. Sesungguhnya dengan sebaik-baiknyalah Allah menasihati kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Memandang.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ ۖ فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۚ ذَٰلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا

Kemenag RI 2019: Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nabi Muhammad) serta ululamri (pemegang kekuasaan) di antara kamu. Jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu, kembalikanlah kepada Allah (Al-Qur’an) dan Rasul (sunahnya) jika kamu beriman kepada Allah dan hari Akhir. Yang demikian itu lebih baik (bagimu) dan lebih bagus akibatnya (di dunia dan di akhirat). (QS. 4 : 59)
Prof. Quraish Shihab: Hai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasul-Nya (Nabi Muhammad SAW), dan ulil amri (pemerintah) di antara kamu. Maka jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu, kembalikanlah kepada Allah (kepada al-Qur'an) dan Rasul (Sunnah-Nya), jika kamu beriman kepada Allah dan Hari Kemudian. Yang demikian itu lebih baik dan lebih baik akibatnya (di dunia dan akhirat).
HAMKA: Wahai orang-orang yang beriman, taatlah kamu kepada Allah dan taatlah kamu kepada Rasul dan kepada orang-orang yang berkuasa dari antara kamu. Maka jika bertikaian kamu dalam sesuatu hal, hendaklah kamu kembalikan dianya kepada Allah dan Rasul, jika memang kamu percaya kepada Allah dan Hari Kemudian. Itulah yang sebaik-baik dan seelok-elok pengertian.
Hal. 88

أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ يَزْعُمُونَ أَنَّهُمْ آمَنُوا بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ يُرِيدُونَ أَنْ يَتَحَاكَمُوا إِلَى الطَّاغُوتِ وَقَدْ أُمِرُوا أَنْ يَكْفُرُوا بِهِ وَيُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُضِلَّهُمْ ضَلَالًا بَعِيدًا

Kemenag RI 2019: Tidakkah engkau (Nabi Muhammad) memperhatikan orang-orang yang mengaku bahwa mereka telah beriman pada apa yang diturunkan kepadamu (Al-Qur’an) dan pada apa yang diturunkan sebelummu? Mereka hendak bertahkim kepada tagut, padahal mereka telah diperintahkan untuk mengingkarinya. Setan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) kesesatan yang sangat jauh. (QS. 4 : 60)
Prof. Quraish Shihab: Tidakkah engkau (Nabi Muhammad SAW) memperhatikan orang-orang yang mengaku telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu (al-Qur'an) dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu? Mereka hendak berhakim kepada thaghut, padahal mereka telah diperintah untuk mengingkarinya. Dan setan bermaksud menyesatkan mereka dengan penyesatan yang jauh.
HAMKA: Tidakkah engkau lihat kepada orang-orang yang berkata bahwa mereka telah beriman dengan apa yang telah diturunkan kepadamu dan apa yang diturunkan sebelum engkau, padahal mereka meminta hukum kepada thagut sedang mereka sudah diperintah supaya jangan percaya kepadanya? Dan setan ingin menyesatkan mereka, sesat yang sejauh-jauhnya.

وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ تَعَالَوْا إِلَىٰ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَإِلَى الرَّسُولِ رَأَيْتَ الْمُنَافِقِينَ يَصُدُّونَ عَنْكَ صُدُودًا

Kemenag RI 2019: Apabila dikatakan kepada mereka, “Marilah (patuh) pada apa yang telah diturunkan Allah dan (patuh) kepada Rasul,” engkau (Nabi Muhammad) melihat orang-orang munafik benar-benar berpaling darimu. (QS. 4 : 61)
Prof. Quraish Shihab: Apabila dikatakan kepada mereka, “Marilah menuju kepada apa (petunjuk dan hukum) yang telah Allah turunkan dan kepada Rasul (Nabi Muhammad SAW),” tentu engkau lihat orang-orang munafik berpaling darimu dengan sekuat-kuatnya.
HAMKA: Dan apabila dikatakan kepada mereka, “Kemarilah kepada apa yang diturunkan Allah dan kepada Rasul,” engkau lihatlah orang-orang yang munafik itu berpaling darimu dengan sekuat-kuatnya.

فَكَيْفَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ بِمَا قَدَّمَتْ أَيْدِيهِمْ ثُمَّ جَاءُوكَ يَحْلِفُونَ بِاللَّهِ إِنْ أَرَدْنَا إِلَّا إِحْسَانًا وَتَوْفِيقًا

Kemenag RI 2019: Bagaimana halnya apabila (kelak) musibah menimpa mereka (orang munafik) karena perbuatannya sendiri. Kemudian, mereka datang kepadamu (Nabi Muhammad) sambil bersumpah, “Demi Allah, kami sekali-kali tidak menghendaki selain kebaikan dan perdamaian.” (QS. 4 : 62)
Prof. Quraish Shihab: Maka, bagaimana halnya apabila mereka (orang-orang musyrik) ditimpa musibah disebabkan perbuatan tangan mereka sendiri, kemudian mereka datang kepadamu sambil bersumpah, “Demi Allah! Kami sekali-kali tidak menghendaki selain kebaikan (yang menyeluruh terhadap semua pihak) dan penyesuaian (di antara mereka yang berselisih).”
HAMKA: Maka betapalah (halnya) apabila menimpa kepada mereka suatu bahaya, lantaran perbuatan tangan mereka sendiri, kemudian mereka datang kepadamu sambil bersumpah, “Demi Allah! Maksud kami tidak lain hanyalah kebaikan dan perdamaian.”

أُولَٰئِكَ الَّذِينَ يَعْلَمُ اللَّهُ مَا فِي قُلُوبِهِمْ فَأَعْرِضْ عَنْهُمْ وَعِظْهُمْ وَقُلْ لَهُمْ فِي أَنْفُسِهِمْ قَوْلًا بَلِيغًا

Kemenag RI 2019: Mereka itulah orang-orang yang Allah ketahui apa yang ada di dalam hatinya. Oleh karena itu, berpalinglah dari mereka, nasihatilah mereka, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang membekas pada jiwanya. (QS. 4 : 63)
Prof. Quraish Shihab: Mereka itu adalah orang-orang yang Allah mengetahui apa yang dalam hati mereka. Karena itu, berpalinglah dari mereka, dan berilah mereka pelajaran yang menyentuh hati, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas dalam diri mereka.
HAMKA: Mereka itu adalah orang-orang yang Allah mengetahui apa yang ada dalam hati mereka. Maka berpalinglah dari mereka dan beri pengajaranlah mereka, dan katakanlah kepada mereka kata-kata yang membekas dalam hati mereka.

وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ رَسُولٍ إِلَّا لِيُطَاعَ بِإِذْنِ اللَّهِ ۚ وَلَوْ أَنَّهُمْ إِذْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ جَاءُوكَ فَاسْتَغْفَرُوا اللَّهَ وَاسْتَغْفَرَ لَهُمُ الرَّسُولُ لَوَجَدُوا اللَّهَ تَوَّابًا رَحِيمًا

Kemenag RI 2019: Kami tidak mengutus seorang rasul pun, kecuali untuk ditaati dengan izin Allah. Seandainya mereka (orang-orang munafik) setelah menzalimi dirinya datang kepadamu (Nabi Muhammad), lalu memohon ampunan kepada Allah, dan Rasul pun memohonkan ampunan untuk mereka, niscaya mereka mendapati Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang. (QS. 4 : 64)
Prof. Quraish Shihab: Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun melainkan untuk ditaati dengan izin Allah. Sesungguhnya, jika seandainya mereka (orang-orang munafik) ketika menganiaya dirinya datang kepadamu (Nabi Muhammad SAW) lalu memohon ampun kepada Allah, dan Rasul pun memohonkan ampun untuk mereka, tentulah mereka mendapati Allah Maha Penerima Taubat, lagi Maha Pengasih.
HAMKA: Dan tidaklah Kami mengutus seorang Rasul pun, melainkan supaya ditaati dengan izin Allah. Dan jika mereka itu, sesudah menganiaya diri mereka sendiri, datang kepadamu, lalu mereka memohon ampun kepada Allah, dan Rasul pun memohonkan ampun (pula) untuk mereka, niscaya mereka akan mendapati Allah adalah Pemberi taubat lagi Penyayang.

فَلَا وَرَبِّكَ لَا يُؤْمِنُونَ حَتَّىٰ يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لَا يَجِدُوا فِي أَنْفُسِهِمْ حَرَجًا مِمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

Kemenag RI 2019: Demi Tuhanmu, mereka tidak beriman hingga bertahkim kepadamu (Nabi Muhammad) dalam perkara yang diperselisihkan di antara mereka. Kemudian, tidak ada keberatan dalam diri mereka terhadap putusan yang engkau berikan dan mereka terima dengan sepenuhnya. (QS. 4 : 65)
Prof. Quraish Shihab: Maka, demi Tuhan Pemeliharamu, mereka tidak beriman hingga mereka menjadikan engkau (Nabi Muhammad SAW) hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang engkau berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.
HAMKA: Maka sungguh tidak, demi Allah, mereka tidaklah beriman, hingga mereka menjadikan engkau sebagai hakim dalam hal-hal yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak mendapati di dalam diri mereka keberatan atas apa yang engkau putuskan, dan mereka pun menyerah dengan penyerahan yang sepenuhnya.
Hal. 89

وَلَوْ أَنَّا كَتَبْنَا عَلَيْهِمْ أَنِ اقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ أَوِ اخْرُجُوا مِنْ دِيَارِكُمْ مَا فَعَلُوهُ إِلَّا قَلِيلٌ مِنْهُمْ ۖ وَلَوْ أَنَّهُمْ فَعَلُوا مَا يُوعَظُونَ بِهِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ وَأَشَدَّ تَثْبِيتًا

Kemenag RI 2019: Seandainya Kami perintahkan kepada mereka (orang-orang munafik), “Bunuhlah dirimu atau keluarlah kamu dari kampung halamanmu,” niscaya mereka tidak akan melakukannya, kecuali sebagian kecil dari mereka. Seandainya mereka melaksanakan pengajaran yang diberikan kepada mereka, sungguh itu lebih baik bagi mereka dan lebih menguatkan (iman mereka). (QS. 4 : 66)
Prof. Quraish Shihab: Dan sesungguhnya jika Kami perintahkan kepada mereka (orang-orang munafik), “Bunuhlah diri kamu atau keluarlah dari kampung halaman kamu!” niscaya mereka tidak akan melakukannya, kecuali sebagian kecil dari mereka. Dan sesungguhnya jika mereka melaksanakan pengajaran yang diberikan kepada mereka, tentulah hal yang demikian itu lebih baik bagi mereka dan lebih menguatkan iman mereka.
HAMKA: Dan kalau kiranya Kami wajibkan atas mereka, supaya “bunuhlah diri kamu, atau keluarlah kamu dari kampung-kampung kamu,” tidaklah akan mereka lakukan, kecuali sedikit saja dari mereka. Dan kalau mereka mengerjakan apa yang diajarkan kepada mereka, niscaya itu lebih baik bagi mereka dan lebih tepat.

وَإِذًا لَآتَيْنَاهُمْ مِنْ لَدُنَّا أَجْرًا عَظِيمًا

Kemenag RI 2019: Jika demikian (halnya), pasti Kami anugerahkan kepada mereka dari sisi Kami pahala yang sangat besar (QS. 4 : 67)
Prof. Quraish Shihab: Dan kalau demikian, pasti Kami menganugerahkan kepada mereka dari sisi Kami pahala yang sangat besar.
HAMKA: Dan pada waktu itu, niscaya Kami berikan kepada mereka, dari sisi Kami, ganjaran yang besar.

وَلَهَدَيْنَاهُمْ صِرَاطًا مُسْتَقِيمًا

Kemenag RI 2019: dan pasti Kami tunjukkan kepada mereka jalan yang lurus. (QS. 4 : 68)
Prof. Quraish Shihab: Dan pasti Kami tunjuki mereka jalan yang lebar dan lurus.
HAMKA: Dan niscaya Kami beri mereka petunjuk jalan yang lurus.

وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَالرَّسُولَ فَأُولَٰئِكَ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ ۚ وَحَسُنَ أُولَٰئِكَ رَفِيقًا

Kemenag RI 2019: Siapa yang menaati Allah dan Rasul (Nabi Muhammad), mereka itulah orang-orang yang (akan dikumpulkan) bersama orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, (yaitu) para nabi, para pencinta kebenaran, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. (QS. 4 : 69)
Prof. Quraish Shihab: Dan barang siapa yang menaati Allah dan Rasul maka mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu nabi-nabi, shiddiqin, syuhada: dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.
HAMKA: Dan barangsiapa yang taat kepada Allah dan Rasul, maka mereka akan bersama dengan orang-orang yang diberi nikmat oleh Allah, dari nabi-nabi, shiddiqin, syuhada, dan shalihin. Mereka adalah sebaik-baik teman dekat.

ذَٰلِكَ الْفَضْلُ مِنَ اللَّهِ ۚ وَكَفَىٰ بِاللَّهِ عَلِيمًا

Kemenag RI 2019: Itulah karunia dari Allah. Cukuplah Allah Yang Maha Mengetahui. (QS. 4 : 70)
Prof. Quraish Shihab: Yang demikian itu adalah karunia dari Allah. Dan cukuplah Allah Yang Maha Mengetahui.
HAMKA: Itulah kurnia dari Allah. Dan cukuplah Allah sebagai Maha Mengetahui.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا خُذُوا حِذْرَكُمْ فَانْفِرُوا ثُبَاتٍ أَوِ انْفِرُوا جَمِيعًا

Kemenag RI 2019: Wahai orang-orang yang beriman, bersiap siagalah dan majulah (ke medan pertempuran) secara berkelompok-kelompok atau majulah bersama-sama (serentak). (QS. 4 : 71)
Prof. Quraish Shihab: Hai orang-orang yang beriman! Bersiap siagalah menghadapi musuh Allah dan Rasul-Nya, lalu majulah berkelompok-kelompok, atau majulah bersama-sama!
HAMKA: Wahai orang-orang yang beriman! Ambillah persediaan kamu lalu majulah berkelompok-kelompok atau majulah bersama-sama.

وَإِنَّ مِنْكُمْ لَمَنْ لَيُبَطِّئَنَّ فَإِنْ أَصَابَتْكُمْ مُصِيبَةٌ قَالَ قَدْ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيَّ إِذْ لَمْ أَكُنْ مَعَهُمْ شَهِيدًا

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya di antara kamu pasti ada orang yang sangat enggan pergi (ke medan pertempuran). Jika kamu ditimpa musibah, dia berkata, “Sungguh, Allah telah menganugerahkan nikmat kepadaku karena aku tidak ikut berperang bersama mereka.” (QS. 4 : 72)
Prof. Quraish Shihab: Dan sesungguhnya di antara kamu (orang-orang beriman) ada orang yang benar-benar berlambat-lambat (berat hati untuk berjuang). Maka jika kamu ditimpa musibah, dia berkata, “Sungguh, Allah telah menganugerahkan nikmat kepadaku karena aku tidak bersama mereka menjadi saksi (ikut berperang sehingga gugur, atau terluka atau kehilangan harta benda).”
HAMKA: Dan sesungguhnya di antara kamu ada yang sungguh-sungguh terbelakang, maka jika menimpa kepada kamu satu bahaya, dia berkata, “Sesungguhnya Allah telah memberi nikmat ke padaku, karena aku tidak turut menyaksikan bersama mereka.”

وَلَئِنْ أَصَابَكُمْ فَضْلٌ مِنَ اللَّهِ لَيَقُولَنَّ كَأَنْ لَمْ تَكُنْ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَهُ مَوَدَّةٌ يَا لَيْتَنِي كُنْتُ مَعَهُمْ فَأَفُوزَ فَوْزًا عَظِيمًا

Kemenag RI 2019: Sungguh, jika kamu mendapat karunia (kemenangan) dari Allah, tentulah dia mengatakan seakan-akan belum pernah ada hubungan kasih sayang antara kamu dengan dia, “Aduhai, sekiranya aku dahulu bersama mereka, tentu aku akan memperoleh kemenangan yang agung (pula).” (QS. 4 : 73)
Prof. Quraish Shihab: Dan jika kamu benar-benar memperoleh karunia dari Allah, tentulah dia menginginkan, seolah-olah belum pernah ada hubungan kasih sayang di antara kamu dengan dia: “Aduhai, kiranya aku (dahulu) ada bersama-sama mereka, tentu aku mendapatkan kemenangan yang sangat besar.”
HAMKA: Akan tetapi, jika kamu mendapatkan suatu kurnia dari Allah, dia akan berkata seolah-olah tidak ada hubungan di antara kamu dan mereka. “Alangkah baiknya jika aku ada bersama mereka, tentu aku pun akan memperoleh keuntungan yang besar.”

فَلْيُقَاتِلْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ الَّذِينَ يَشْرُونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا بِالْآخِرَةِ ۚ وَمَنْ يُقَاتِلْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَيُقْتَلْ أَوْ يَغْلِبْ فَسَوْفَ نُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًا

Kemenag RI 2019: Oleh karena itu, hendaklah orang-orang yang membeli kehidupan dunia dengan (kehidupan) akhirat berperang di jalan Allah! Siapa yang berperang di jalan Allah dan gugur atau memperoleh kemenangan niscaya kelak Kami anugerahkan kepadanya pahala yang sangat besar. (QS. 4 : 74)
Prof. Quraish Shihab: Karena itu, hendaklah orang-orang yang menjual kehidupan dunia dengan kehidupan akhirat berperang di jalan Allah. Barang siapa berperang di jalan Allah, baik gugur atau menang, maka kelak Kami berikan kepadanya pahala yang sangat besar.
HAMKA: Lantaran itu, berperanglah di jalan Allah bagi orang yang menjual kehidupan dunia dengan kehidupan akhirat. Barang siapa yang berperang di jalan Allah, lalu dia terbunuh atau menang, maka Kami akan memberikan kepadanya ganjaran yang besar.
Hal. 90

وَمَا لَكُمْ لَا تُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَالْمُسْتَضْعَفِينَ مِنَ الرِّجَالِ وَالنِّسَاءِ وَالْوِلْدَانِ الَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا أَخْرِجْنَا مِنْ هَٰذِهِ الْقَرْيَةِ الظَّالِمِ أَهْلُهَا وَاجْعَلْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ وَلِيًّا وَاجْعَلْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ نَصِيرًا

Kemenag RI 2019: Mengapa kamu tidak berperang di jalan Allah dan (membela) orang-orang yang lemah dari (kalangan) laki-laki, perempuan, dan anak-anak yang berdoa, “Wahai Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri ini (Makkah) yang penduduknya zalim. Berilah kami pelindung dari sisi-Mu dan berilah kami penolong dari sisi-Mu.” (QS. 4 : 75)
Prof. Quraish Shihab: Mengapa kamu tidak mau berjuang di jalan Allah dan membela orang-orang yang lemah, baik laki-laki, wanita, maupun anak-anak yang berdoa: “Tuhan Pemelihara kami, keluarkanlah kami dari negeri ini (Mekkah) yang zalim penduduknya dan berilah kami pelindung dari sisi Engkau, serta berilah kami penolong dari sisi Engkau.”
HAMKA: Mengapa kamu tidak mau berperang di jalan Allah dan membela orang-orang yang tertindas, baik laki-laki, perempuan, maupun anak-anak, yang berdoa, “Ya Tuhan kami! Keluarkanlah kami dari negeri ini yang penduduknya zalim, dan jadikanlah bagi kami dari sisi Engkau seorang pembela.”

الَّذِينَ آمَنُوا يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ۖ وَالَّذِينَ كَفَرُوا يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ الطَّاغُوتِ فَقَاتِلُوا أَوْلِيَاءَ الشَّيْطَانِ ۖ إِنَّ كَيْدَ الشَّيْطَانِ كَانَ ضَعِيفًا

Kemenag RI 2019: Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah dan orang-orang yang kufur berperang di jalan tagut. Perangilah kawan-kawan setan itu. Sesungguhnya tipu daya setan itu lemah. (QS. 4 : 76)
Prof. Quraish Shihab: Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut, maka perangilah kawan-kawan dan para pengikut setan, karena sesungguhnya tipu daya setan itu lemah.
HAMKA: Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, sedangkan orang-orang kafir berperang di jalan thagut. Maka perangilah pengikut-pengikut setan itu. Sesungguhnya tipu daya setan itu lemah.

أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ قِيلَ لَهُمْ كُفُّوا أَيْدِيَكُمْ وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ فَلَمَّا كُتِبَ عَلَيْهِمُ الْقِتَالُ إِذَا فَرِيقٌ مِنْهُمْ يَخْشَوْنَ النَّاسَ كَخَشْيَةِ اللَّهِ أَوْ أَشَدَّ خَشْيَةً ۚ وَقَالُوا رَبَّنَا لِمَ كَتَبْتَ عَلَيْنَا الْقِتَالَ لَوْلَا أَخَّرْتَنَا إِلَىٰ أَجَلٍ قَرِيبٍ ۗ قُلْ مَتَاعُ الدُّنْيَا قَلِيلٌ وَالْآخِرَةُ خَيْرٌ لِمَنِ اتَّقَىٰ وَلَا تُظْلَمُونَ فَتِيلًا

Kemenag RI 2019: Tidakkah engkau memperhatikan orang-orang yang dikatakan kepada mereka, “Tahanlah tanganmu (dari berperang), tegakkanlah salat, dan tunaikanlah zakat!” Ketika mereka diwajibkan berperang, tiba-tiba segolongan mereka (munafik) takut kepada manusia (musuh) seperti ketakutan mereka kepada Allah, bahkan lebih takut daripada itu. Mereka berkata, “Wahai Tuhan kami, mengapa Engkau wajibkan berperang kepada kami? Mengapa tidak Engkau tangguhkan (kewajiban berperang) kepada kami beberapa waktu lagi?” Katakanlah, “Kesenangan di dunia ini hanyalah sedikit, sedangkan akhirat itu lebih baik bagi orang yang bertakwa dan kamu tidak akan dizalimi sedikit pun.” (QS. 4 : 77)
Prof. Quraish Shihab: Tidakkah kamu memperhatikan orang-orang yang dikatakan kepada mereka: “Tahanlah tangan-tangan kamu (janganlah berperang karena belum tiba saatnya), laksanakanlah shalat dengan sempurna dan tunaikanlah zakat!” Tetapi, setelah diwajibkan kepada mereka perang, tiba-tiba segolongan dari mereka takut kepada manusia seperti ketakutan mereka kepada Allah, bahkan lebih dahsyat takutnya. Mereka berkata: “Tuhan Pemelihara kami, mengapa Engkau wajibkan kepada kami peperangan? Kiranya Engkau tangguhkan ke waktu yang dekat.” Katakanlah: “Kesenangan dunia (hanya) sedikit, dan akhirat itu lebih baik untuk orang-orang yang bertakwa dan kamu tidak akan dianiaya sedikit pun.”
HAMKA: Tidakkah engkau lihat orang-orang yang pernah dikatakan kepada mereka, “Tahanlah tangan kamu dan dirikanlah shalat serta berikanlah zakat!” Namun ketika diperintahkan kepada mereka untuk berperang, tiba-tiba sebagian dari mereka takut kepada manusia sebagaimana mereka takut kepada Allah, bahkan lebih takut lagi. Mereka berkata, “Ya Tuhan kami! Mengapa diperintahkan kepada kami untuk berperang? Mengapa tidak Engkau biarkan kami hingga ajal kami tiba?” Katakanlah, “Kesenangan dunia itu sedikit, dan akhirat lebih baik bagi orang yang bertakwa, dan kamu tidak akan dianiaya sedikit pun.”

أَيْنَمَا تَكُونُوا يُدْرِكْكُمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنْتُمْ فِي بُرُوجٍ مُشَيَّدَةٍ ۗ وَإِنْ تُصِبْهُمْ حَسَنَةٌ يَقُولُوا هَٰذِهِ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ ۖ وَإِنْ تُصِبْهُمْ سَيِّئَةٌ يَقُولُوا هَٰذِهِ مِنْ عِنْدِكَ ۚ قُلْ كُلٌّ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ ۖ فَمَالِ هَٰؤُلَاءِ الْقَوْمِ لَا يَكَادُونَ يَفْقَهُونَ حَدِيثًا

Kemenag RI 2019: Di mana pun kamu berada, kematian akan mendatangimu, meskipun kamu berada dalam benteng yang kukuh. Jika mereka (orang-orang munafik) memperoleh suatu kebaikan, mereka berkata, “Ini dari sisi Allah” dan jika mereka ditimpa suatu keburukan, mereka berkata, “Ini dari engkau (Nabi Muhammad).” Katakanlah, “Semuanya (datang) dari sisi Allah.” Mengapa orang-orang itu hampir tidak memahami pembicaraan? (QS. 4 : 78)
Prof. Quraish Shihab: Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, meskipun kamu berada di dalam benteng-benteng yang tinggi lagi kokoh. Dan jika mereka (orang-orang munafik) memperoleh kebaikan, mereka mengatakan: “Ini dari sisi Allah,” dan jika mereka ditimpa bencana, mereka mengatakan: “Ini dari engkau (Nabi Muhammad saw.).” Katakanlah: “Semuanya dari sisi Allah.” Maka mengapa orang-orang itu hampir saja tidak memahami pembicaraan?
HAMKA: Di mana saja kamu berada, kematian akan menemukan kamu, meskipun kamu berada di dalam benteng yang kokoh. Jika mereka memperoleh kebaikan, mereka berkata, “Ini adalah dari sisi Allah,” tetapi jika mereka ditimpa kesulitan, mereka berkata, “Ini adalah dari sisi engkau.” Katakanlah, “Semua itu dari sisi Allah.” Mengapa kaum itu hampir-hampir tidak memahami perkataan?

مَا أَصَابَكَ مِنْ حَسَنَةٍ فَمِنَ اللَّهِ ۖ وَمَا أَصَابَكَ مِنْ سَيِّئَةٍ فَمِنْ نَفْسِكَ ۚ وَأَرْسَلْنَاكَ لِلنَّاسِ رَسُولًا ۚ وَكَفَىٰ بِاللَّهِ شَهِيدًا

Kemenag RI 2019: Kebaikan (nikmat) apa pun yang kamu peroleh (berasal) dari Allah, sedangkan keburukan (bencana) apa pun yang menimpamu itu disebabkan oleh (kesalahan) dirimu sendiri. Kami mengutus engkau (Nabi Muhammad) menjadi Rasul kepada (seluruh) manusia. Cukuplah Allah sebagai saksi. (QS. 4 : 79)
Prof. Quraish Shihab: Apa saja nikmat yang engkau peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu maka dari (kesalahan) dirimu sendiri. Kami telah mengutusmu (Nabi Muhammad saw.) menjadi rasul kepada seluruh manusia. Dan cukuplah Allah menjadi Saksi.
HAMKA: Apa saja kebaikan yang menimpamu adalah dari Allah, dan apa saja kesulitan yang menimpa kamu adalah dari dirimu sendiri. Kami telah mengutus rasul kepada manusia, dan cukuplah Allah sebagai Penyaksi.
Hal. 91

مَنْ يُطِعِ الرَّسُولَ فَقَدْ أَطَاعَ اللَّهَ ۖ وَمَنْ تَوَلَّىٰ فَمَا أَرْسَلْنَاكَ عَلَيْهِمْ حَفِيظًا

Kemenag RI 2019: Siapa yang menaati Rasul (Muhammad), maka sungguh telah menaati Allah. Siapa yang berpaling, maka Kami tidak mengutus engkau (Nabi Muhammad) sebagai pemelihara ) mereka. (QS. 4 : 80)
Prof. Quraish Shihab: Barang siapa menaati Rasul (Nabi Muhammad SAW), maka sungguh dia telah menaati Allah. Dan barang siapa berpaling, maka Kami tidak mengutusmu (Nabi Muhammad SAW) untuk menjadi pengawas atas mereka.
HAMKA: Barangsiapa yang taat kepada Rasul, maka sesungguhnya dia telah taat kepada Allah. Tetapi barangsiapa yang berpaling, maka Kami tidak mengutusmu sebagai pengawas atas mereka.

وَيَقُولُونَ طَاعَةٌ فَإِذَا بَرَزُوا مِنْ عِنْدِكَ بَيَّتَ طَائِفَةٌ مِنْهُمْ غَيْرَ الَّذِي تَقُولُ ۖ وَاللَّهُ يَكْتُبُ مَا يُبَيِّتُونَ ۖ فَأَعْرِضْ عَنْهُمْ وَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ ۚ وَكَفَىٰ بِاللَّهِ وَكِيلًا

Kemenag RI 2019: Mereka (orang-orang munafik) berkata, “(Kewajiban kami hanyalah) taat.” Akan tetapi, apabila mereka telah pergi darimu (Nabi Muhammad), sebagian mereka mengatur siasat pada malam hari (mengambil keputusan) berbeda dari yang telah mereka katakan. Allah mencatat siasat yang mereka atur pada malam hari itu. Berpalinglah dari mereka dan bertawakallah kepada Allah. Cukuplah Allah sebagai pelindung. (QS. 4 : 81)
Prof. Quraish Shihab: Mereka (orang-orang munafik) mengatakan: “Kami (sepenuhnya) taat.” Tetapi, apabila mereka telah keluar dari sisimu, sebagian dari mereka mengatur siasat di malam hari, berbeda dengan yang telah mereka katakan. Allah mencatat apa (siasat) yang mereka atur di malam hari itu, maka berpalinglah dari mereka dan bertawakkallah kepada Allah. Cukuplah Allah menjadi Wakil (Penjaga, Pelindung, dan Pemelihara).
HAMKA: Mereka berkata, “Kami taat!” Namun ketika mereka berpisah darimu, sebagian dari mereka berbisik di malam hari, berbeda dengan apa yang mereka katakan. Allah mencatat apa yang mereka bisikkan di malam hari itu. Oleh karena itu, berpalinglah daripadamu dan bertawakalah kepada Allah. Cukuplah Allah sebagai Pembela.

أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ ۚ وَلَوْ كَانَ مِنْ عِنْدِ غَيْرِ اللَّهِ لَوَجَدُوا فِيهِ اخْتِلَافًا كَثِيرًا

Kemenag RI 2019: Tidakkah mereka menadaburi Al-Qur’an? Seandainya (Al-Qur’an) itu tidak datang dari sisi Allah, tentulah mereka menemukan banyak pertentangan di dalamnya. (QS. 4 : 82)
Prof. Quraish Shihab: Maka, tidakkah mereka memperhatikan al-Qur’an? Jika seandainya ia (al-Qur’an itu) bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapati di dalamnya pertentangan yang banyak.
HAMKA: Apakah mereka tidak merenungkan Al-Qur'an? Jika Al-Qur'an itu bukan dari sisi Allah, niscaya mereka akan menemukan banyak pertentangan di dalamnya.

وَإِذَا جَاءَهُمْ أَمْرٌ مِنَ الْأَمْنِ أَوِ الْخَوْفِ أَذَاعُوا بِهِ ۖ وَلَوْ رَدُّوهُ إِلَى الرَّسُولِ وَإِلَىٰ أُولِي الْأَمْرِ مِنْهُمْ لَعَلِمَهُ الَّذِينَ يَسْتَنْبِطُونَهُ مِنْهُمْ ۗ وَلَوْلَا فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُ لَاتَّبَعْتُمُ الشَّيْطَانَ إِلَّا قَلِيلًا

Kemenag RI 2019: Apabila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanan (kemenangan) atau ketakutan (kekalahan), mereka menyebarluaskannya. Padahal, seandainya mereka menyerahkannya kepada Rasul dan ululamri (pemegang kekuasaan) di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya (secara resmi) dari mereka (Rasul dan ululamri). Sekiranya bukan karena karunia dan rahmat Allah kepadamu, tentulah engkau mengikuti setan, kecuali sebagian kecil saja (di antara kamu). (QS. 4 : 83)
Prof. Quraish Shihab: Dan apabila datang kepada mereka suatu persoalan tentang keamanan atau pun ketakutan, mereka lalu menyebarluaskannya. Jika seandainya mereka mengembalikannya kepada Rasul (Nabi Muhammad SAW) dan ulil amri di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya mengetahuinya dari mereka (dari Rasul SAW dan ulil amri). Kalau bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu, tentulah kamu mengikuti setan, kecuali sebagian kecil saja (di antara kamu).
HAMKA: Dan apabila datang kepada mereka suatu berita, baik tentang keamanan maupun kecemasan, mereka menyebarluaskannya. Padahal jika mereka mengembalikannya kepada Rasul dan kepada orang-orang yang berkuasa di antara mereka, niscaya hal itu akan diketahui oleh orang-orang yang menyelidikinya di antara mereka. Dan kalau bukan karena kurnia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu, niscaya kamu semua telah mengikuti setan, kecuali sedikit.

فَقَاتِلْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ لَا تُكَلَّفُ إِلَّا نَفْسَكَ ۚ وَحَرِّضِ الْمُؤْمِنِينَ ۖ عَسَى اللَّهُ أَنْ يَكُفَّ بَأْسَ الَّذِينَ كَفَرُوا ۚ وَاللَّهُ أَشَدُّ بَأْسًا وَأَشَدُّ تَنْكِيلًا

Kemenag RI 2019: Maka, berperanglah engkau (Nabi Muhammad) di jalan Allah. Tidaklah engkau dibebani (tanggung jawab), kecuali (yang terkait) dengan dirimu sendiri. Kobarkanlah (semangat) orang-orang mukmin (untuk berperang). Semoga Allah menolak serangan orang-orang yang kufur itu. Allah sangat dahsyat kekuatan-Nya dan sangat keras siksaan-Nya. (QS. 4 : 84)
Prof. Quraish Shihab: Maka, berperanglah engkau (Nabi Muhammad SAW) pada jalan Allah, tidaklah engkau dibebani melainkan dengan kewajibanmu sendiri. Kobarkanlah semangat orang-orang mukmin. Mudah-mudahan Allah menolak serangan orang-orang yang kafir. Allah sangat besar kekuatan-Nya dan sangat keras siksa-Nya.
HAMKA: Maka berperanglah di jalan Allah; kamu tidak dibebani melainkan dengan kewajibanmu sendiri. Kerahkanlah orang-orang yang beriman. Mudah-mudahan Allah akan menahan kekuatan orang-orang kafir itu. Allah Maha Kuat dan Maha Pedih siksa-Nya.

مَنْ يَشْفَعْ شَفَاعَةً حَسَنَةً يَكُنْ لَهُ نَصِيبٌ مِنْهَا ۖ وَمَنْ يَشْفَعْ شَفَاعَةً سَيِّئَةً يَكُنْ لَهُ كِفْلٌ مِنْهَا ۗ وَكَانَ اللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ مُقِيتًا

Kemenag RI 2019: Siapa yang memberi pertolongan yang baik niscaya akan memperoleh bagian (pahala) darinya. Siapa yang memberi pertolongan yang buruk niscaya akan menanggung bagian (dosa) darinya. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS. 4 : 85)
Prof. Quraish Shihab: Barang siapa memberikan syafaat yang baik (yakni menjadi perantara sehingga orang lain dapat melaksanakan tuntunan agama), niscaya dia akan memperoleh bagian (pahala) dirinya. Dan barang siapa memberi syafaat (yakni menjadi perantara terjadinya) yang buruk, niscaya dia akan memikul bagian (dosa) darinya. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
HAMKA: Barangsiapa yang memberikan syafaat yang baik, niscaya dia akan memperoleh keuntungan daripadanya. Dan barangsiapa yang memberikan syafaat yang buruk, niscaya dia akan menanggung akibatnya. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

وَإِذَا حُيِّيتُمْ بِتَحِيَّةٍ فَحَيُّوا بِأَحْسَنَ مِنْهَا أَوْ رُدُّوهَا ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ حَسِيبًا

Kemenag RI 2019: Apabila kamu dihormati dengan suatu penghormatan (salam), balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik daripadanya atau balaslah dengan yang sepadan. Sesungguhnya Allah Maha Memperhitungkan segala sesuatu. (QS. 4 : 86)
Prof. Quraish Shihab: Apabila kamu dihormati dengan suatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik, atau balaslah dengan yang serupa. Sesungguhnya Allah Maha Memperhitungkan atas segala sesuatu.
HAMKA: Dan apabila kamu diberi hormat dengan suatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik daripadanya, atau balaslah dengan yang sama. Sesungguhnya Allah Maha Menghitung segala sesuatu.