Juz 10


[Halaman 182]

وَاعْلَمُوا أَنَّمَا غَنِمْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَأَنَّ لِلَّهِ خُمُسَهُ وَلِلرَّسُولِ وَلِذِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينِ وَابْنِ السَّبِيلِ إِنْ كُنْتُمْ آمَنْتُمْ بِاللَّهِ وَمَا أَنْزَلْنَا عَلَىٰ عَبْدِنَا يَوْمَ الْفُرْقَانِ يَوْمَ الْتَقَى الْجَمْعَانِ ۗ وَاللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Kemenag RI 2019: Ketahuilah, sesungguhnya apa pun yang kamu peroleh sebagai rampasan perang, ) maka seperlimanya untuk Allah, Rasul, kerabat (Rasul), anak-anak yatim, orang-orang miskin, dan ibnusabil, ) jika kamu beriman kepada Allah dan kepada apa yang Kami turunkan kepada hamba Kami (Nabi Muhammad) pada hari al-furq?n (pembeda), yaitu pada hari bertemunya dua pasukan. ) Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS 8 : 41)
Quraish Shihab: Dan ketahuilah, bahwa apa yang telah kamu peroleh sebagai rampasan perang walau sedikit, maka sesungguhnya untuk Allah seperlimanya, untuk Rasul, untuk para kerabat (Rasul saw.), anak-anak yatim, orang-orang miskin, dan ibnu sabil (orang-orang yang dalam perjalanan yang memerlukan pertolongan), jika kamu beriman kepada Allah dan kepada apa yang Kami telah menurunkan kepada hamba Kami (Nabi Muhammad saw.) pada hari al-furqan, pada hari bertemunya dua pasukan (Muslim dan musyrik di Badar). Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
HAMKA: 42. Tatkala kamu di pinggir gunung yang dekat, sedang mereka dipinggir gunung yang jauh, dan kafilah itu di bawah kamu. Padahal jikalau kamu berianjijanian, niscaya berselisihanlah kamu dengan perjanjian itu. Tetapi Allah hendak menetapkan sesuatu hal yang telah ditentukan.Supaya binasalah orang yang binasa sesudah ada kejelasan dan supaya hidup orang yang hidup sesudah ada kejelasan. Dan sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar, lagi Mengetahui.

إِذْ أَنْتُمْ بِالْعُدْوَةِ الدُّنْيَا وَهُمْ بِالْعُدْوَةِ الْقُصْوَىٰ وَالرَّكْبُ أَسْفَلَ مِنْكُمْ ۚ وَلَوْ تَوَاعَدْتُمْ لَاخْتَلَفْتُمْ فِي الْمِيعَادِ ۙ وَلَٰكِنْ لِيَقْضِيَ اللَّهُ أَمْرًا كَانَ مَفْعُولًا لِيَهْلِكَ مَنْ هَلَكَ عَنْ بَيِّنَةٍ وَيَحْيَىٰ مَنْ حَيَّ عَنْ بَيِّنَةٍ ۗ وَإِنَّ اللَّهَ لَسَمِيعٌ عَلِيمٌ

Kemenag RI 2019: (Yaitu,) ketika kamu berada di pinggir lembah yang dekat (kota Madinah) dan mereka berada di pinggir lembah yang jauh (dari kota Madinah), sedangkan kafilah itu berada lebih rendah daripada kamu (menelusuri pantai). ) Seandainya kamu mengadakan perjanjian (untuk menentukan hari pertempuran), niscaya kamu berbeda pendapat dalam menentukan hari pertempuran itu, tetapi (pertempuran itu terjadi) supaya Allah melaksanakan suatu urusan yang harus terjadi, yaitu agar orang yang binasa itu binasa dengan bukti yang nyata dan agar orang yang hidup itu hidup dengan bukti yang nyata (pula). Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS 8 : 42)
Quraish Shihab: Ketika kamu (pasukan Islam) berada di pinggir lembah yang dekat (kota Madinah), dan mereka (orang-orang kafir) di pinggir lembah yang jauh (dari kota Madinah), sedangkan kafilah berada di bawah kamu (menelusuri pantai). Dan jika seandainya kamu saling berjanji (untuk bertemu dan menentukan hari pertempuran), pastilah kamu berselisih dalam waktu (dan tempat pertempuran), tetapi (pertempuran itu terjadi) supaya Allah menegakkan urusan yang harus terjadi, sehingga yang binasa, binasalah dengan keterangan yang nyata dan yang hidup, hiduplah dengan keterangan yang nyata (pula). Dan sesungguhnya Allah Maha Mendengar, lagi Maha Mengetahui.
HAMKA: Tatkala kamu di pinggir gunung yang dekat, sedang mereka dipinggir gunung yang jauh, dan kafilah itu di bawah kamu. Padahal jikalau kamu berjanji-janjian, niscaya berselisihanlah kamu dengan perjanjian itu. Tapi Allah hendak menetapkan sesuatu yang telah ditentukan. Supaya binasalah orang yang binasa sesudah ada kejelasan dan supaya hidup orang yang hidup sesudah ada kejelasan. Dan sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar, lagi Mengetahui.

إِذْ يُرِيكَهُمُ اللَّهُ فِي مَنَامِكَ قَلِيلًا ۖ وَلَوْ أَرَاكَهُمْ كَثِيرًا لَفَشِلْتُمْ وَلَتَنَازَعْتُمْ فِي الْأَمْرِ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ سَلَّمَ ۗ إِنَّهُ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ

Kemenag RI 2019: (Ingatlah) ketika Allah memperlihatkan mereka kepadamu (Nabi Muhammad) di dalam mimpimu (dalam jumlah) sedikit. Seandainya Allah memperlihatkan mereka kepadamu (dalam jumlah) banyak, niscaya kamu gentar dan kamu akan berbantah-bantahan dalam urusan itu, tetapi Allah telah menyelamatkan (kamu). Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui apa yang ada dalam hati. (QS 8 : 43)
Quraish Shihab: (Ingatlah), ketika Allah menampakkan mereka (pasukan musyrik) kepadamu (Nabi Muhammad saw.) dalam mimpimu (dalam jumlah sedikit). Dan jika seandainya Dia memperlihatkan kepada kamu bahwa mereka (berjumlah) banyak, tentu kamu gentar dan tentu kamu akan berbantah-bantahan dalam urusan itu, tetapi Allah telah menyelamatkan (kamu). Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala isi hati.
HAMKA: (Ingatlah) tatkala Allah memperlihatkan mereka kepada engkau, di dalam mimpi engkau, (bahwa mereka) sedikit. Sedang kalau Dia mem-perlihatkan kepada engkau dalam keadaan banyak, niscaya patah semangatlah kamu dan tentu kamu akan berselisihan dalam perkara itu. Tetapi Allah telah menyelamatkan. Sesung guhnya Dia adalah Amat Mengetahui apa yang ada dalam sekalian dada.

وَإِذْ يُرِيكُمُوهُمْ إِذِ الْتَقَيْتُمْ فِي أَعْيُنِكُمْ قَلِيلًا وَيُقَلِّلُكُمْ فِي أَعْيُنِهِمْ لِيَقْضِيَ اللَّهُ أَمْرًا كَانَ مَفْعُولًا ۗ وَإِلَى اللَّهِ تُرْجَعُ الْأُمُورُ

Kemenag RI 2019: (Ingatlah) ketika Dia memperlihatkan mereka kepada kamu (orang-orang beriman), ketika kamu berjumpa dengan mereka (berjumlah) sedikit menurut penglihatan matamu dan Dia memperlihatkan kamu (berjumlah) sedikit dalam penglihatan mereka supaya Allah melaksanakan suatu urusan yang harus terjadi. Hanya kepada Allah segala urusan dikembalikan. (QS 8 : 44)
Quraish Shihab: Dan (ingatlah), ketika Dia menampakkan mereka (pasukan musyrik) kepada kamu, ketika kamu berjumpa (dengan mereka), dalam (penglihatan) mata kamu (bahwa jumlah mereka) sedikit, dan kamu ditampakkan-Nya sedikit (pula) pada (penglihatan) mata mereka, supaya Allah menetapkan suatu urusan yang harus terjadi. Dan hanya kepada Allah dikembalikan segala urusan.
HAMKA: Dan (ingatlah) tatkala Dia memperlihatkan mereka kepada kamu, di kala kamu telah ber-hadap hadapan bahwa mereka itu sedikit pada pandangan mata kamu. Dan Dia perlihatkan (pula) bahwa kamu sedikit pula pada pandangan mata mereka Karena Allah hendak menetapkan suatu hal yang telah ditintukan. Dan kepada Allah-lah dikembalikan segala perkara.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا لَقِيتُمْ فِئَةً فَاثْبُتُوا وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Kemenag RI 2019: Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu bertemu dengan pasukan (musuh), maka berteguh hatilah dan sebutlah (nama) Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung. (QS 8 : 45)
Quraish Shihab: Hai orang-orang yang beriman! Apabila kamu menemui pasukan (musuh), maka berteguh hatilah dan sebutlah (nama) Allah sebanyak-banyaknya, supaya kamu beruntung.
HAMKA: Wahai orang orang yang beriman! Apabila kamu telah bertemu dengan sekelompok (mu-suh), maka hendaklah kamu tetap, dan ingatlah Allah sebanyak-banyaknya, supaya kamu berbahagia.

[Halaman 183]

وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَا تَنَازَعُوا فَتَفْشَلُوا وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ ۖ وَاصْبِرُوا ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

Kemenag RI 2019: Taatilah Allah dan Rasul-Nya, janganlah kamu berbantah-bantahan yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan kekuatanmu hilang, serta bersabarlah. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar. (QS 8 : 46)
Quraish Shihab: Dan taatilah Allah dan Rasul-Nya, dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatan kamu, dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.
HAMKA: Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, karena kamu akan lemah dan hilang kekuatan kamu, dan hendaklah kamu sabar. Sesungguhnya Allah adalah beserta orang orang yang sabar.

وَلَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ خَرَجُوا مِنْ دِيَارِهِمْ بَطَرًا وَرِئَاءَ النَّاسِ وَيَصُدُّونَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ ۚ وَاللَّهُ بِمَا يَعْمَلُونَ مُحِيطٌ

Kemenag RI 2019: Janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang keluar dari kampung halamannya dengan rasa angkuh dan ingin dipuji orang (riya) serta menghalang-halangi (orang) dari jalan Allah. Allah Maha Meliputi apa yang mereka kerjakan. (QS 8 : 47)
Quraish Shihab: Dan janganlah kamu (orang-orang mukmin) menjadi seperti orang-orang yang keluar dari tempat tinggal mereka dengan angkuh dan dengan maksud riya terhadap manusia serta menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah, sedangkan Allah Maha Meliputi apa yang mereka kerjakan.
HAMKA: Dan janganlah kamu jadi seperti orang-orang yang keluar dari rumahrumah mereka dalam keadan sombong dan menonjol-nonjolkan di kepada manusia, seraya menghalang'i dari Jalan Alah, Dan Alah terhadap aparapa yang kamu kerjakan adalah meliputi.

وَإِذْ زَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطَانُ أَعْمَالَهُمْ وَقَالَ لَا غَالِبَ لَكُمُ الْيَوْمَ مِنَ النَّاسِ وَإِنِّي جَارٌ لَكُمْ ۖ فَلَمَّا تَرَاءَتِ الْفِئَتَانِ نَكَصَ عَلَىٰ عَقِبَيْهِ وَقَالَ إِنِّي بَرِيءٌ مِنْكُمْ إِنِّي أَرَىٰ مَا لَا تَرَوْنَ إِنِّي أَخَافُ اللَّهَ ۚ وَاللَّهُ شَدِيدُ الْعِقَابِ

Kemenag RI 2019: (Ingatlah) ketika setan menjadikan terasa indah bagi mereka perbuatan-perbuatan (dosa) mereka dan mengatakan, “Tidak ada (seorang pun) yang dapat mengalahkan kamu pada hari ini dan sesungguhnya aku adalah penolongmu.” Maka, ketika kedua pasukan itu telah saling melihat (berhadapan), ia (setan) berbalik ke belakang seraya berkata, “Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu, sesungguhnya aku melihat apa (para malaikat) yang tidak kamu lihat. Sesungguhnya aku takut kepada Allah.” Allah sangat keras hukuman-Nya. (QS 8 : 48)
Quraish Shihab: Dan (ingatlah), ketika setan menjadikan mereka (pasukan musyrik) memandang indah perbuatan-perbuatan mereka dan mengatakan: “Tidak (ada satu pun) manusia yang dapat menang terhadap kamu pada hari ini, dan sesungguhnya aku adalah orang dekat kamu.” Maka, ketika kedua pasukan telah saling melihat, ia (setan) balik ke belakang (mundur meninggalkan pasukan musyrik) seraya berkata: “Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu; sesungguhnya aku melihat apa (para malaikat) yang kamu tidak melihat; sesungguhnya aku takut kepada Allah.” Dan Allah sangat keras pembalasan-Nya.
HAMKA: Dan (ingatlah) tatkala setan menyanjung nyanjung terhadap mereka atas perbuatampper-buatan mereka seraya berkata, “Tidakiah ada yang akan mengalahkan kamu pada har ini dari manusia mana pun, dan sesungguhnya aku jadi pelindung kamu.” Maka tatkala telah berhadap-hadapan kedua kelompok itu, berbaliklah dia (setan) atas dua tumitnya dan dia pun berkata, “Sesungguhnya aku berlepas diri daripada kamu, sesungguhnya aku telah melihat apa yang tidak kamu lihat, sesungguhnya aku takut kepada Allah, karena Allah itu amat keras siksaan-Nya.”

إِذْ يَقُولُ الْمُنَافِقُونَ وَالَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ غَرَّ هَٰؤُلَاءِ دِينُهُمْ ۗ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَإِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

Kemenag RI 2019: (Ingatlah) ketika orang-orang munafik dan orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya berkata, “Mereka itu (orang-orang mukmin) ditipu oleh agamanya.” (Allah berfirman,) “Siapa pun yang bertawakal kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS 8 : 49)
Quraish Shihab: (Ingatlah), ketika orang-orang munafik dan orang-orang yang ada penyakit dalam hati mereka berkata: “Mereka itu (orang-orang mukmin) ditipu oleh agama mereka.” Padahal, barang siapa bertawakal kepada Allah, maka sesungguhnya Allah Maha Perkasa, lagi Maha Bijaksana.
HAMKA: Tatkala berkata orangs-orang yang munafik dan orang orang yang di dalam hati mereka ada penyakit. “Telah menipu kepada mereka agama mereka.” Padahal barangsiapa yang bertawakal kepada Allah, maka sesungguhnya Allah

وَلَوْ تَرَىٰ إِذْ يَتَوَفَّى الَّذِينَ كَفَرُوا ۙ الْمَلَائِكَةُ يَضْرِبُونَ وُجُوهَهُمْ وَأَدْبَارَهُمْ وَذُوقُوا عَذَابَ الْحَرِيقِ

Kemenag RI 2019: Seandainya engkau melihat ketika para malaikat mencabut nyawa orang-orang yang kafir sambil memukul wajah-wajah dan punggung-punggung mereka (dan berkata), “Rasakanlah olehmu siksa yang membakar,” (niscaya engkau saksikan sesuatu yang sangat dahsyat). (QS 8 : 50)
Quraish Shihab: Dan jika seandainya engkau melihat (keadaan mereka) ketika para malaikat mematikan orang-orang yang kafir seraya memukul wajah-wajah dan belakang mereka (dan berkata): “Rasakanlah azab yang membakar.”
HAMKA: Dan (alangkah) ngeri kalau engkau melihat, tatkala malaikat menerima orang-orang yang kafr itu, akan mereka pukul muka mereka dan punggung mereka seraya (berkata), “Rasakanlah olehmu siksaan pembakaran.”

ذَٰلِكَ بِمَا قَدَّمَتْ أَيْدِيكُمْ وَأَنَّ اللَّهَ لَيْسَ بِظَلَّامٍ لِلْعَبِيدِ

Kemenag RI 2019: Yang demikian itu disebabkan oleh perbuatan tanganmu (sendiri) dan sesungguhnya Allah (sama sekali) tidak menzalimi hamba-hamba-Nya. (QS 8 : 51)
Quraish Shihab: (Azab) yang demikian itu disebabkan oleh perbuatan tangan kamu (sendiri). Sesungguhnya Allah sekali-kali bukanlah Penganiaya para hamba-Nya.
HAMKA: Yang demikian itu, (ialah) karena apa yang telah dikerjakan dahulunya oleh tangan kamu.Dan bahwasanya Allah tidaklah berlaku zalim kepada hamba-hamba-Nya.

كَدَأْبِ آلِ فِرْعَوْنَ ۙ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ ۚ كَفَرُوا بِآيَاتِ اللَّهِ فَأَخَذَهُمُ اللَّهُ بِذُنُوبِهِمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ قَوِيٌّ شَدِيدُ الْعِقَابِ

Kemenag RI 2019: (Keadaan mereka) serupa dengan keadaan pengikut Fir‘aun dan orang-orang yang sebelum mereka. Mereka mengingkari ayat-ayat Allah, maka Allah menyiksa mereka disebabkan dosa-dosanya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi sangat keras hukuman-Nya. (QS 8 : 52)
Quraish Shihab: Serupa dengan keadaan para pengikut Firaun serta orang-orang yang sebelum mereka, mereka mengingkari ayat-ayat Allah, maka Allah menyiksa mereka disebabkan dosa-dosa mereka. Sesungguhnya Allah Maha Kuat, lagi sangat keras pembalasan-Nya.
HAMKA: Seperti kelakuan keluarga Fir'aun dan orang-orang yang sebelum mereka, Mereka telah kufur belaka kepada ayat-ayat Allah, maka Allah telah menyiksa mereka akibat dosa-dosa mereka, Se sungguhnya Allah adalah Mahakuat lagi sangat pedih siksaan-Nya.

[Halaman 184]

ذَٰلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ لَمْ يَكُ مُغَيِّرًا نِعْمَةً أَنْعَمَهَا عَلَىٰ قَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ ۙ وَأَنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Kemenag RI 2019: Yang demikian itu karena sesungguhnya Allah tidak akan mengubah suatu nikmat yang telah dianugerahkan-Nya kepada suatu kaum sehingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS 8 : 53)
Quraish Shihab: (Keadaan) yang demikian itu adalah karena sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nikmat yang telah dianugerahkan-Nya kepada suatu kaum, hingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka, dan sesungguhnya Allah Maha Mendengar, lagi Maha Mengetahui.
HAMKA: Yang demikian itu, (ialah) karena Allah tidak akan mengubah suatu nikmat yang telah dinikmatkan-Nya kepada suatu kaum sehingga mereka mengubah apa yang ada pada dirimereka masing-masing, Dan, sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar, lagi Maha Mengetahui.

كَدَأْبِ آلِ فِرْعَوْنَ ۙ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ ۚ كَذَّبُوا بِآيَاتِ رَبِّهِمْ فَأَهْلَكْنَاهُمْ بِذُنُوبِهِمْ وَأَغْرَقْنَا آلَ فِرْعَوْنَ ۚ وَكُلٌّ كَانُوا ظَالِمِينَ

Kemenag RI 2019: (Keadaan mereka) serupa dengan keadaan pengikut Fir‘aun dan orang-orang yang sebelum mereka. Mereka mendustakan ayat-ayat Tuhannya. Maka, Kami membinasakan mereka disebabkan oleh dosa-dosanya dan Kami tenggelamkan pengikut Fir‘aun (bersamanya). Semuanya adalah orang-orang zalim. (QS 8 : 54)
Quraish Shihab: Serupa dengan keadaan para pengikut Firaun dan orang-orang yang sebelum mereka, mereka mendustakan ayat-ayat Tuhan Pemelihara mereka, maka Kami membinasakan mereka disebabkan dosa-dosa mereka dan Kami tenggelamkan para pengikut Firaun; dan kesemuanya adalah orang-orang zalim.
HAMKA: Sebagai kelakuan keluarga Fir'aun dan orang-orang yang sebelum mereka. Mereka te-lah mendustakan ayat-ayat Tuhan mereka, maka Kami binasakanlah mereka lantaran dosa-dosa mereka, dan telah Kami tenggelamkan keluarga Fir'aun itu, Dan mereka semuanya itu adalah orang-orang yang zalim.

إِنَّ شَرَّ الدَّوَابِّ عِنْدَ اللَّهِ الَّذِينَ كَفَرُوا فَهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya seburuk-buruk makhluk melata dalam pandangan Allah ialah orang-orang yang kufur karena mereka tidak beriman. (QS 8 : 55)
Quraish Shihab: Sesungguhnya seburuk-buruk makhluk-makhluk melata (termasuk manusia) di sisi Allah (ialah) orang-orang yang kafir, karena mereka tidak beriman.
HAMKA: Sesungguhnya sejahat jahat makhluk yang merayap di sisi Allah, ialah orang-orang yang kafir, Maka mereka itu tidaklah mau beriman.

الَّذِينَ عَاهَدْتَ مِنْهُمْ ثُمَّ يَنْقُضُونَ عَهْدَهُمْ فِي كُلِّ مَرَّةٍ وَهُمْ لَا يَتَّقُونَ

Kemenag RI 2019: (Yaitu,) orang-orang yang engkau telah mengikat perjanjian dengan mereka, kemudian setiap kali berjanji mereka mengkhianati janjinya sedangkan mereka tidak bertakwa. (QS 8 : 56)
Quraish Shihab: (Yaitu) orang-orang yang kamu telah mengambil perjanjian dari mereka, kemudian mereka mengingkari (membatalkan dan melanggar) perjanjian mereka setiap kali (mereka melakukan perjanjian), dan mereka (sama sekali) tidak bertakwa.
HAMKA: (Yaitu) orang orang yang telah engkau perbuat perianjan dengan setengah mereka, ke-mudian itu mereka rusakkan perjanjian mereka itu pada tiap kali, dan mereka tidaklah merasa takut.

فَإِمَّا تَثْقَفَنَّهُمْ فِي الْحَرْبِ فَشَرِّدْ بِهِمْ مَنْ خَلْفَهُمْ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُونَ

Kemenag RI 2019: Maka, jika engkau (Nabi Muhammad) benar-benar mendapati mereka dalam peperangan, cerai-beraikanlah orang-orang yang di belakang mereka dengan (menumpas) mereka agar mereka mengambil pelajaran. (QS 8 : 57)
Quraish Shihab: Maka, apabila engkau (Nabi Muhammad saw.) menemui mereka dalam peperangan, maka cerai-beraikanlah siapa yang di belakang mereka, supaya mereka mengambil pelajaran.
HAMKA: Lantaran itu bilamana engkau menggempur mereka di dalam peperangan, maka hancurkan-lah mereka (untuk contoh) orang-orang yang di belakang mereka, supaya mereka ingat.

وَإِمَّا تَخَافَنَّ مِنْ قَوْمٍ خِيَانَةً فَانْبِذْ إِلَيْهِمْ عَلَىٰ سَوَاءٍ ۚ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْخَائِنِينَ

Kemenag RI 2019: Jika engkau (Nabi Muhammad) benar-benar khawatir (akan terjadi) pengkhianatan dari suatu kaum, kembalikanlah (perjanjian itu) kepada mereka dengan cara seimbang (adil dan jujur). Sesungguhnya Allah tidak menyukai para pengkhianat. (QS 8 : 58)
Quraish Shihab: Dan apabila engkau (Nabi Muhammad saw.) benar-benar khawatir (akan terjadi) pengkhianatan dari suatu kaum, maka kembalikanlah kepada mereka (perjanjian itu) dengan seimbang (adil dan jujur). Sesungguhnya Allah tidak menyukai para pengkhianat.
HAMKA: Dan bilamana engkau takut dari suatu kaum akan timbul khianat, maka campakkan-lah (perjanjian itu) kepada mereka dengan jelas.Sesungguhnya Allah tidaklah suka kepada orang orang yang khianat.

وَلَا يَحْسَبَنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا سَبَقُوا ۚ إِنَّهُمْ لَا يُعْجِزُونَ

Kemenag RI 2019: Janganlah sekali-kali orang-orang kafir itu mengira (bahwa) mereka dapat lolos (dari kekuasaan Allah). Sesungguhnya mereka tidak dapat melemahkan (Allah). (QS 8 : 59)
Quraish Shihab: Dan janganlah sekali-kali orang-orang yang kafir mengira mereka dapat lolos (dari siksa Allah swt.). Sesungguhnya mereka (musuh-musuh kamu) tidak dapat melemahkan (Allah swt.).
HAMKA: Dan sekalikali janganlah menyangka orang-orang yang kafir itu bahwa mereka sudah be-bas. Sesungguhnya mereka tidaklah akan mele-mahkan.

وَأَعِدُّوا لَهُمْ مَا اسْتَطَعْتُمْ مِنْ قُوَّةٍ وَمِنْ رِبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِ عَدُوَّ اللَّهِ وَعَدُوَّكُمْ وَآخَرِينَ مِنْ دُونِهِمْ لَا تَعْلَمُونَهُمُ اللَّهُ يَعْلَمُهُمْ ۚ وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ شَيْءٍ فِي سَبِيلِ اللَّهِ يُوَفَّ إِلَيْكُمْ وَأَنْتُمْ لَا تُظْلَمُونَ

Kemenag RI 2019: Persiapkanlah untuk (menghadapi) mereka apa yang kamu mampu, berupa kekuatan (yang kamu miliki) dan pasukan berkuda. Dengannya (persiapan itu) kamu membuat gentar musuh Allah, musuh kamu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya, (tetapi) Allah mengetahuinya. Apa pun yang kamu infakkan di jalan Allah niscaya akan dibalas secara penuh kepadamu, sedangkan kamu tidak akan dizalimi. (QS 8 : 60)
Quraish Shihab: Dan siapkanlah untuk (menghadapi) mereka apa yang kamu mampu dari kekuatan dan dari kuda-kuda yang ditambatkan (untuk perang) dengan tujuan (menakut-nakuti) musuh Allah dan musuh kamu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahui (siapa) mereka; tetapi Allah mengetahuinya. Apa (saja) yang kamu nafkahkan pada jalan Allah, (pasti) kamu akan diberi (pahalanya) dengan cukup, sedangkan kamu (sedikitpun) tidak dianiaya (dirugikan).
HAMKA: Dan persiapkanlah(untuk menghadapi)mereka apa yang kamu bisa, dari kekuatan dan dari tambatan kuda-kuda untuk kamu mena-kutkan musuh Allah dan musuh kamu dengan dia, dan (musuh) yang lain dari mereka yang tidak kamu ketahui siapa mereka. Allah yang mengetahui siapa mereka. Dan apa pun yang kamu belanjakan pada jalan Allah, akan disem-purnakan (ganjarannya) untuk kamu, dan kamu tidaklah akan teraniaya.

وَإِنْ جَنَحُوا لِلسَّلْمِ فَاجْنَحْ لَهَا وَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ ۚ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Kemenag RI 2019: (Akan tetapi,) jika mereka condong pada perdamaian, condonglah engkau (Nabi Muhammad) padanya dan bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya hanya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS 8 : 61)
Quraish Shihab: Dan jika mereka (orang-orang kafir) condong kepada perdamaian, maka condonglah kepadanya dan bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Dia, (dan hanya) Dia-lah Yang Maha Mendengar, lagi Maha Mengetahui.
HAMKA: Dan jika mereka cenderung kepada perda-maian, maka hendaklah engkau cenderung' pula kepadanya. Dan bertawakallah kepada Allah, se.sungguhrya Dia adalah Maha Mendengar, lag'i Maha Mengetahui.

[Halaman 185]

وَإِنْ يُرِيدُوا أَنْ يَخْدَعُوكَ فَإِنَّ حَسْبَكَ اللَّهُ ۚ هُوَ الَّذِي أَيَّدَكَ بِنَصْرِهِ وَبِالْمُؤْمِنِينَ

Kemenag RI 2019: Jika mereka hendak menipumu, sesungguhnya cukuplah Allah (menjadi Pelindung) bagimu. Dialah yang memperkuat kamu dengan pertolongan-Nya dan dengan (dukungan) orang-orang mukmin. (QS 8 : 62)
Quraish Shihab: Dan jika mereka hendak menipumu (Nabi Muhammad saw.), maka sesungguhnya cukuplah bagimu Allah (untuk menjadi Pelindungmu). Dia-lah yang mendukungmu dengan pertolongan-Nya (saat engkau sendirian sebagaimana dahulu di Makkah) dan (menolongmu) dengan orang-orang mukmin (dalam perang Badar yang lalu dan di masa-masa mendatang).
HAMKA: Dan jika mereka hendak memperdayakan engkau, maka sesungguhnya cukuplah bagi eng-kau Allah. Dialah yang akan meneguhkan engkau dengan pertolongan-Nya dan dengan orang-orang yang beriman.

وَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ ۚ لَوْ أَنْفَقْتَ مَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا مَا أَلَّفْتَ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ أَلَّفَ بَيْنَهُمْ ۚ إِنَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

Kemenag RI 2019: Dia (Allah) mempersatukan hati mereka (orang yang beriman). Seandainya engkau (Nabi Muhammad) menginfakkan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya engkau tidak dapat mempersatukan hati mereka, tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS 8 : 63)
Quraish Shihab: Dan Allah yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman). Jika seandainya engkau (Nabi Muhammad saw.) membelanjakan semua apa yang berada di bumi, niscaya engkau tidak dapat mempersatukan hati mereka, tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Perkasa, lagi Maha Bijaksana.
HAMKA: Dan Dia telah mempersatukan di antara hati kamu. Kalau engkau belanjakan apa yang ada pada bumi semua, tidaklah engkau dapat mempersatukan di antara hati mereka. Akan tetapi, Allahlah yang telah mempersatukan di antara mereka, Sesungguhnya Dia adalah Maha-gagah, lagi Bijaksana.

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ حَسْبُكَ اللَّهُ وَمَنِ اتَّبَعَكَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ

Kemenag RI 2019: Wahai Nabi (Muhammad), cukuplah Allah (menjadi pelindung) bagi engkau dan bagi orang-orang mukmin yang mengikutimu. (QS 8 : 64)
Quraish Shihab: Wahai Nabi (Muhammad saw.)! Cukuplah Allah (sebagai Penolong dan Pembimbing) bagimu dan (bagi) siapa yang mengikutimu dari orang-orang mukmin.
HAMKA: Wahal Nabi!Cokup untuk engkau Alah dan orang orang yang mengkut engkau dari orang.orang yang beriman.

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ حَرِّضِ الْمُؤْمِنِينَ عَلَى الْقِتَالِ ۚ إِنْ يَكُنْ مِنْكُمْ عِشْرُونَ صَابِرُونَ يَغْلِبُوا مِائَتَيْنِ ۚ وَإِنْ يَكُنْ مِنْكُمْ مِائَةٌ يَغْلِبُوا أَلْفًا مِنَ الَّذِينَ كَفَرُوا بِأَنَّهُمْ قَوْمٌ لَا يَفْقَهُونَ

Kemenag RI 2019: Wahai Nabi (Muhammad), kobarkanlah semangat orang-orang mukmin untuk berperang. Jika ada dua puluh orang yang sabar di antara kamu, niscaya mereka dapat mengalahkan dua ratus (orang musuh); dan jika ada seratus orang (yang sabar) di antara kamu, niscaya mereka dapat mengalahkan seribu orang kafir karena mereka (orang-orang kafir itu) adalah kaum yang tidak memahami. ) (QS 8 : 65)
Quraish Shihab: Wahai Nabi (Muhammad saw.)! Kobarkanlah semangat orang-orang mukmin untuk berperang! Jika ada di antara kamu dua puluh orang sabar, niscaya mereka dapat mengalahkan dua ratus (orang). Dan jika ada di antara kamu seratus (orang), tentu mereka dapat mengalahkan seribu (orang) dari orang-orang kafir, karena mereka kaum yang tidak (mau) memahami.
HAMKA: Wahai Nabi! Kerahkanlah orang-orang yang beriman itu kepada berperang. Jika ada dari antara kamu dua puluh orang yang semuanya sabar, mereka akan mengalahkan dua ratus. Dan jika ada di antara kamu seratus, mereka akan mengalahkan seribu dari orang orang yang kafir itu. Karena mereka itu adalah kaum yang tidak mengerti.

الْآنَ خَفَّفَ اللَّهُ عَنْكُمْ وَعَلِمَ أَنَّ فِيكُمْ ضَعْفًا ۚ فَإِنْ يَكُنْ مِنْكُمْ مِائَةٌ صَابِرَةٌ يَغْلِبُوا مِائَتَيْنِ ۚ وَإِنْ يَكُنْ مِنْكُمْ أَلْفٌ يَغْلِبُوا أَلْفَيْنِ بِإِذْنِ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ مَعَ الصَّابِرِينَ

Kemenag RI 2019: Sekarang (saat turunnya ayat ini) Allah telah meringankan kamu karena Dia mengetahui sesungguhnya ada kelemahan padamu. Jika di antara kamu ada seratus orang yang sabar, niscaya mereka dapat mengalahkan dua ratus (orang musuh) dan jika di antara kamu ada seribu orang (yang sabar), niscaya mereka dapat mengalahkan dua ribu orang dengan seizin Allah. Allah beserta orang-orang yang sabar. (QS 8 : 66)
Quraish Shihab: Sekarang (saat turunnya ayat ini), Allah telah meringankan atas kamu (ketentuan satu banding sepuluh dalam menghadapi musuh). Dia mengetahui bahwa pada kamu ada kelemahan. Maka (mulai sekarang), jika ada di antara kamu seratus orang sabar, niscaya mereka dapat mengalahkan dua ratus (orang); dan jika di antara kamu ada seribu (orang), niscaya mereka dapat mengalahkan dua ribu (orang) dengan izin Allah. Dan Allah bersama orang-orang sabar.
HAMKA: Sekarang Alah telah meringankan daripada kamu dan Dia telah membuktkan bahwa pada kamu ada kelemahan, Maka ika ada daipad?kamu seratus yang sabar, mereka akan menga lahkan dua ratus, Dan jika ada di antara kamu seribu, mereka akan mengalahkan dua ribu dengan izin Allah. Dan Allah adalah beserta orang sabar.

مَا كَانَ لِنَبِيٍّ أَنْ يَكُونَ لَهُ أَسْرَىٰ حَتَّىٰ يُثْخِنَ فِي الْأَرْضِ ۚ تُرِيدُونَ عَرَضَ الدُّنْيَا وَاللَّهُ يُرِيدُ الْآخِرَةَ ۗ وَاللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

Kemenag RI 2019: Tidaklah (sepatutnya) bagi seorang nabi mempunyai tawanan sebelum dia dapat melumpuhkan musuhnya di bumi. Kamu menghendaki harta benda duniawi, sedangkan Allah menghendaki (pahala) akhirat (untukmu). Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS 8 : 67)
Quraish Shihab: Tidak (sepatutnya dan tidak mungkin terjadi) bagi seorang nabi mempunyai tawanan sebelum dia kukuh (dengan mengalahkan musuh dan menetapkan kekuasaannya) di bumi. Kamu (orang-orang yang mengusulkan penerimaan tebusan) menghendaki harta duniawi, sedangkan Allah menghendaki (pahala) akhirat bagi kamu. Dan Allah Maha Perkasa, lagi Maha Bijaksana.
HAMKA: Tidaklah patut bagi seorang nabi bahwa ada baginya beberapa orang tawanan, sampai dia porak-porandakan (musuh) di bumi. Kamu menginginkan harta benda dunia, sedang Allah menghendaki akhirat. Dan Allah adalah Maha-gagah, lagi Bijaksana.

لَوْلَا كِتَابٌ مِنَ اللَّهِ سَبَقَ لَمَسَّكُمْ فِيمَا أَخَذْتُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ

Kemenag RI 2019: Seandainya tidak ada ketetapan terdahulu dari Allah, ) niscaya kamu ditimpa siksaan yang besar karena (tebusan) yang kamu ambil. (QS 8 : 68)
Quraish Shihab: Jika seandainya tidak ada ketetapan yang telah terdahulu dari Allah (bahwa Dia tidak akan menjatuhkan siksa sebelum terjadi pelanggaran atas ketentuan yang jelas), tentu kamu ditimpa siksa yang sangat besar disebabkan (tebusan) yang telah kamu ambil (itu).
HAMKA: Jikalau tidaklah keputusan dari Allah yang telah terdahulu, niscaya akan mengenailah kepada kamu, dari sebab apa yang telah kamu ambil itu, azab yang besar.

فَكُلُوا مِمَّا غَنِمْتُمْ حَلَالًا طَيِّبًا ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Kemenag RI 2019: (Jika demikian halnya ketetapan Allah,) makanlah (dan manfaatkanlah) sebagian rampasan perang yang telah kamu peroleh itu sebagai makanan yang halal lagi baik dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS 8 : 69)
Quraish Shihab: Jika demikian halnya ketetapan Allah swt., maka makanlah (dan manfaatkanlah) dari apa (sebagian tebusan) yang telah kamu peroleh dari rampasan perang dalam keadaan halal lagi baik, dan bertakwalah kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun, lagi Maha Pengasih.
HAMKA: Maka makanlah dari apa yang telah kamu rampas itu, sebagai barang yang halal lagi baik. Dan takwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah adalah Maha Pengampun, Maha Penyayang.

[Halaman 186]

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِمَنْ فِي أَيْدِيكُمْ مِنَ الْأَسْرَىٰ إِنْ يَعْلَمِ اللَّهُ فِي قُلُوبِكُمْ خَيْرًا يُؤْتِكُمْ خَيْرًا مِمَّا أُخِذَ مِنْكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Kemenag RI 2019: Wahai Nabi (Muhammad), katakanlah kepada para tawanan perang yang ada di tanganmu, “Jika Allah mengetahui ada kebaikan di dalam hatimu, niscaya Dia akan menganugerahkan kepada kamu yang lebih baik daripada apa (tebusan) yang telah diambil dari kamu dan Dia akan mengampuni kamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS 8 : 70)
Quraish Shihab: Wahai Nabi (Muhammad saw.)! Katakanlah kepada para tawanan yang ada di tangan-tangan kamu: “Jika Allah mengetahui ada kebaikan dalam hati kamu, pasti Dia akan menganugerahkan kepada kamu yang lebih baik dari apa (tebusan) yang telah diambil dari kamu dan Dia akan mengampuni kamu. Allah Maha Pengampun, lagi Maha Pengasih.”
HAMKA: Wahai Nabi! Katakanlah kepada orang-orang tawanan yang ada dalam tangan kamu itu, “Jika Allah mengetahui bahwa di dalam hati kamu ada kebaikan, niscaya Dia pun akan memberikan kebaikan (pula) kepada kamu, lebih baik dari yang telah diambil dari kamu, dan akan dia ampuni kamu. Karena Allah itu adalah Maha Pengampun, Maha Penyayang.”

وَإِنْ يُرِيدُوا خِيَانَتَكَ فَقَدْ خَانُوا اللَّهَ مِنْ قَبْلُ فَأَمْكَنَ مِنْهُمْ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

Kemenag RI 2019: Akan tetapi, jika mereka (para tawanan itu) hendak mengkhianatimu (Nabi Muhammad), sungguh sebelumnya mereka telah berkhianat kepada Allah. Lalu, Dia menjadikanmu menguasai mereka (pada perang Badar). Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (QS 8 : 71)
Quraish Shihab: Tetapi, jika mereka (para tawanan itu) bermaksud berkhianat terhadapmu (Nabi Muhammad saw.), maka sungguh mereka telah berkhianat kepada Allah sebelum (pengkhianatan ini), lalu Dia menjadikan(mu) menguasai mereka (pada perang Badar). Dan Allah Maha Mengetahui, lagi Maha Bijaksana.
HAMKA: Dan jika mereka hendak mengkhianati engkau, maka sesungguhnya mereka pun telah khianat kepada Allah sebelumnya. Tetapi Allah akan menundukkan mereka; dan Allah adalah Maha Mengetahui, lagi Bijaksana.

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَهَاجَرُوا وَجَاهَدُوا بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَالَّذِينَ آوَوْا وَنَصَرُوا أُولَٰئِكَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ ۚ وَالَّذِينَ آمَنُوا وَلَمْ يُهَاجِرُوا مَا لَكُمْ مِنْ وَلَايَتِهِمْ مِنْ شَيْءٍ حَتَّىٰ يُهَاجِرُوا ۚ وَإِنِ اسْتَنْصَرُوكُمْ فِي الدِّينِ فَعَلَيْكُمُ النَّصْرُ إِلَّا عَلَىٰ قَوْمٍ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَهُمْ مِيثَاقٌ ۗ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya orang-orang yang beriman, berhijrah, dan berjihad dengan harta dan jiwanya pada jalan Allah, serta orang-orang yang memberikan tempat kediaman dan memberi pertolongan (kepada Muhajirin), mereka itu sebagiannya merupakan pelindung ) bagi sebagian yang lain. Orang-orang yang beriman tetapi belum berhijrah, maka tidak ada kewajiban sedikit pun atas kamu untuk melindungi mereka sehingga mereka berhijrah. (Akan tetapi,) jika mereka meminta pertolongan kepadamu dalam (urusan pembelaan) agama (Islam), wajib atas kamu memberikan pertolongan, kecuali dalam menghadapi kaum yang telah terikat perjanjian antara kamu dengan mereka. Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. (QS 8 : 72)
Quraish Shihab: Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad dengan harta dan jiwa mereka di jalan Allah, dan orang-orang yang memberikan tempat kediaman dan pertolongan, sebagian dari mereka adalah penolong atas sebagian yang lain. Dan (terhadap) orang-orang yang beriman, tetapi belum berhijrah, maka tidak ada kewajiban sedikitpun atas kamu melindungi mereka, sebelum mereka berhijrah. (Tetapi), jika mereka meminta pertolongan kepada kamu dalam (urusan pembelaan) agama (Islam), maka wajib atas kamu memberikan pertolongan, kecuali terhadap kaum yang telah ada perjanjian antara kamu dengan mereka. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.
HAMKA: Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan berhijrah dan berjihad dengan harta benda mereka dan jiwa mereka pada jalan Allah dan orang-orang yang telah menyambut dan telah menolong adalah mereka itu, yang sebagian mereka menjadi wali dari yang sebagian. Dan orang-orang yang beriman, padahal mereka tidak berhijrah, tidaklah ada bagi kamu perwalian dari mereka sesuatu pun jua, sampai mereka berhijrah. Dan jika mereka meminta bantuan kepada kamu dalam hal agama, maka hendaklah kamu bantu, kecuali atas kaum yang di antara kamu dan antara mereka ada suatu perjanjian Dan Allah atas apa-apa yang kamu kerjakan adalah Melihat.

وَالَّذِينَ كَفَرُوا بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ ۚ إِلَّا تَفْعَلُوهُ تَكُنْ فِتْنَةٌ فِي الْأَرْضِ وَفَسَادٌ كَبِيرٌ

Kemenag RI 2019: Orang-orang yang kufur, sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Jika kamu tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah (untuk saling melindungi), niscaya akan terjadi kekacauan di bumi dan kerusakan yang besar. (QS 8 : 73)
Quraish Shihab: Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka menjadi penolong (bagi) sebagian yang lain. Jika kamu (kaum Muslimin) tidak melaksanakannya (apa yang diperintahkan Allah swt.), tentu akan terjadi kekacauan di bumi dan kerusakan yang besar.
HAMKA: Dan orang-orang yang kafir itu, setengah mereka pun adalah wali atas yang setengah. Jika tidak kamu kerjakan begitu, tentulah akan ada fitnah di bumi dan kerusakan yang besar.

وَالَّذِينَ آمَنُوا وَهَاجَرُوا وَجَاهَدُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَالَّذِينَ آوَوْا وَنَصَرُوا أُولَٰئِكَ هُمُ الْمُؤْمِنُونَ حَقًّا ۚ لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ

Kemenag RI 2019: Orang-orang yang beriman, berhijrah, dan berjihad di jalan Allah, serta orang-orang yang memberi tempat kediaman dan memberi pertolongan (kepada orang Muhajirin), mereka itulah orang-orang mukmin yang sebenarnya. Bagi mereka ampunan (yang besar) dan rezeki yang mulia. (QS 8 : 74)
Quraish Shihab: Dan orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad pada jalan Allah, dan orang-orang yang memberi tempat kediaman dan memberi pertolongan, mereka itulah orang-orang mukmin yang haq (sempurna, lagi mantap imannya). Mereka memperoleh ampunan dan rezeki yang mulia.
HAMKA: Dan orang-orang yang beriman dan berhijrah dan berjihad pada jalan Allah, dan orang-orang yang melindungi dan menolong mereka itu, adalah orang-orang yang sebenarnya beriman. Bagi mereka adalah ampunan dan rezeki yang mulia.

وَالَّذِينَ آمَنُوا مِنْ بَعْدُ وَهَاجَرُوا وَجَاهَدُوا مَعَكُمْ فَأُولَٰئِكَ مِنْكُمْ ۚ وَأُولُو الْأَرْحَامِ بَعْضُهُمْ أَوْلَىٰ بِبَعْضٍ فِي كِتَابِ اللَّهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

Kemenag RI 2019: Orang-orang yang beriman setelah itu, berhijrah, dan berjihad bersamamu, maka mereka itu termasuk (golongan) kamu. Orang-orang yang mempunyai hubungan kerabat itu sebagiannya lebih berhak bagi sebagian yang lain menurut Kitab Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (QS 8 : 75)
Quraish Shihab: Dan orang-orang yang beriman sesudah itu (Nabi Muhammad saw. mengumandangkan dakwah Islam), dan berhijrah serta berjihad bersama kamu (kaum Muslim), maka mereka (termasuk) dari (golongan) kamu (juga). Dan orang-orang yang mempunyai hubungan kekerabatan, sebagian dari mereka lebih berhak (memperoleh bantuan atau warisan) atas sebagian yang lain dalam Kitab Allah (al-Qur’an atau Lauh al-Mahfuzh). Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
HAMKA: Dan orang-orang yang beriman dari sesudah itu, dan berhijrah dan berjihad (pula) beserta kamu, maka mereka itu adalah dari golongan kamu (juga). Akan tetapi, ulul arham (kaum keluarga), yang sebagian mereka lebih utama kepada sebagiannya menurut hukum ketentuan Allah. Sesungguhnya Allah atas tiap-tiap sesuatu adalah Maha Mengetahui.

[Halaman 187]

بَرَاءَةٌ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ إِلَى الَّذِينَ عَاهَدْتُمْ مِنَ الْمُشْرِكِينَ

Kemenag RI 2019: (Inilah pernyataan) pemutusan hubungan dari Allah dan Rasul-Nya (Nabi Muhammad) kepada orang-orang musyrik yang kamu telah mengadakan perjanjian dengan mereka (untuk tidak saling berperang). (QS 9 : 1)
Quraish Shihab: (Inilah pernyataan) pemutusan hubungan dari Allah dan Rasul-Nya (Nabi Muhammad saw.) kepada orang-orang musyrik yang kamu (kaum Muslim) telah mengadakan perjanjian dengan mereka (untuk tidak saling berperang).
HAMKA: (Suatu) pemutusan perhubungan dari Allah dan Rasul-Nya kepada orang-orang yang telah kamu adakan perjanjian, dari orang-orang musyrikin itu.

فَسِيحُوا فِي الْأَرْضِ أَرْبَعَةَ أَشْهُرٍ وَاعْلَمُوا أَنَّكُمْ غَيْرُ مُعْجِزِي اللَّهِ ۙ وَأَنَّ اللَّهَ مُخْزِي الْكَافِرِينَ

Kemenag RI 2019: Berjalanlah kamu (kaum musyrik) di bumi selama empat bulan dan ketahuilah bahwa kamu tidak dapat melemahkan Allah. Sesungguhnya Allah menghinakan orang-orang kafir. (QS 9 : 2)
Quraish Shihab: Maka, berjalanlah kamu (orang-orang kafir) di bumi (dengan bebas, sebagaimana keadaan kamu sebelum pemutusan hubungan selama empat bulan); dan ketahuilah bahwa kamu tidak akan dapat melemahkan Allah, dan bahwa Allah menghinakan orang-orang kafir.
HAMKA: Maka bolehlah kamu melawat-lawat di bumi selama empat bulan. Dan ketahuilah olehmu bahwasanya kamu tidak akan terlepas dari Allah. Dan bahwasanya Allah akan menghinakan orang-orang yang kafir.

وَأَذَانٌ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ إِلَى النَّاسِ يَوْمَ الْحَجِّ الْأَكْبَرِ أَنَّ اللَّهَ بَرِيءٌ مِنَ الْمُشْرِكِينَ ۙ وَرَسُولُهُ ۚ فَإِنْ تُبْتُمْ فَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۖ وَإِنْ تَوَلَّيْتُمْ فَاعْلَمُوا أَنَّكُمْ غَيْرُ مُعْجِزِي اللَّهِ ۗ وَبَشِّرِ الَّذِينَ كَفَرُوا بِعَذَابٍ أَلِيمٍ

Kemenag RI 2019: Suatu maklumat dari Allah dan Rasul-Nya kepada umat manusia pada hari haji akbar ) bahwa sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya berlepas diri dari orang-orang musyrik. Jika kamu (kaum musyrik) bertobat, itu lebih baik bagimu; dan jika kamu berpaling, ketahuilah bahwa kamu tidak dapat melemahkan Allah. Berilah kabar ‘gembira’ (Nabi Muhammad) kepada orang-orang yang kufur (bahwa mereka akan mendapat) azab yang pedih. (QS 9 : 3)
Quraish Shihab: Dan (inilah) permakluman dari Allah dan Rasul-Nya (Nabi Muhammad saw.) kepada manusia pada Hari Haji Akbar, bahwa Allah berlepas diri dari orang-orang musyrik, demikian juga Rasul-Nya. Kemudian, jika kamu (kaum musyrik) bertaubat, maka ia (taubat itu) baik bagi kamu dan jika kamu berpaling, maka ketahuilah bahwa kamu tidak dapat melemahkan Allah. Dan gembirakanlah orang-orang kafir dengan siksa yang pedih.
HAMKA: Dan (inilah pula) satu pemberitahuan dari Allah dan Rasul-Nya kepada manusia pada Hari Haji Yang Besar bahwasanya Allah memutuskan hubungan dengan orang-orang musyrikin itu, dan begitu (pula) Rasul-Nya. Maka jika kamu bertobat, maka itulah yang lebih baik bagi kamu. Tetapi jika kamu berpaling, maka ketahuilah bahwasanya kamu tidaklah akan terlepas dari Allah. Dan peringatkanlah kepada orang-orang yang kafir itu akan suatu adzab yang pedih.

إِلَّا الَّذِينَ عَاهَدْتُمْ مِنَ الْمُشْرِكِينَ ثُمَّ لَمْ يَنْقُصُوكُمْ شَيْئًا وَلَمْ يُظَاهِرُوا عَلَيْكُمْ أَحَدًا فَأَتِمُّوا إِلَيْهِمْ عَهْدَهُمْ إِلَىٰ مُدَّتِهِمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَّقِينَ

Kemenag RI 2019: (Ketetapan itu berlaku,) kecuali atas orang-orang musyrik yang telah mengadakan perjanjian dengan kamu dan mereka sedikit pun tidak mengurangi (isi perjanjian) dan tidak (pula) mereka membantu seseorang pun yang memusuhi kamu. Maka, terhadap mereka itu penuhilah janjinya sampai batas waktunya. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa. (QS 9 : 4)
Quraish Shihab: (Ketetapan itu berlaku) kecuali kelompok yang kamu (Nabi Muhammad saw. dan kaum Muslim) telah mengadakan perjanjian dengan mereka di antara (golongan) orang-orang musyrik, kemudian mereka tidak mengurangi bagi kamu sesuatu pun (dari isi perjanjian yang menjadi hak kamu) dan mereka tidak membantu seseorang yang memusuhi kamu, maka terhadap mereka itu penuhilah janji mereka sampai batas waktu mereka. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa.
HAMKA: Kecuali mereka yang telah kamu ikat perjanjian dari orang-orang musyrikin itu, kemudian mereka tidak mencederai janji kamu itu sedikitpun dan tidak (pula) mereka membantu seseorang yang melawan kamu, maka sempurnakanlah olehmu kepada mereka perjanjian mereka itu sampai habis waktunya. Sesungguhnya Allah amat suka kepada orang-orang yang takwa.

فَإِذَا انْسَلَخَ الْأَشْهُرُ الْحُرُمُ فَاقْتُلُوا الْمُشْرِكِينَ حَيْثُ وَجَدْتُمُوهُمْ وَخُذُوهُمْ وَاحْصُرُوهُمْ وَاقْعُدُوا لَهُمْ كُلَّ مَرْصَدٍ ۚ فَإِنْ تَابُوا وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَآتَوُا الزَّكَاةَ فَخَلُّوا سَبِيلَهُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Kemenag RI 2019: Apabila bulan-bulan haram telah berlalu, ) bunuhlah (dalam peperangan) orang-orang musyrik (yang selama ini menganiaya kamu) di mana saja kamu temui! Tangkaplah dan kepunglah mereka serta awasilah di setiap tempat pengintaian! Jika mereka bertobat dan melaksanakan salat serta menunaikan zakat, berilah mereka kebebasan. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS 9 : 5)
Quraish Shihab: Apabila telah berlalu bulan-bulan Haram, maka bunuhlah orang-orang musyrik (yang selama ini menganiaya dan menghalangi kamu melaksanakan tuntunan Allah swt.) di mana saja kamu dapati mereka, dan tangkaplah mereka, kepunglah mereka dan intailah mereka di setiap tempat pengintaian. Jika mereka bertaubat dan melaksanakan shalat dengan sempurna dan menunaikan zakat, maka lepaskanlah jalan mereka (berilah mereka kebebasan). Sesungguhnya Allah Maha Pengampun, lagi Maha Pengasih.
HAMKA: Maka apabila telah luput bulan-bulan yang dihormati itu, maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu di mana saja kamu dapat mereka, dan lawanlah mereka dan kepunglah mereka dan tunggulah mereka di tiap-tiap tempat pengintaian. Maka jika mereka tobat dan mereka dirikan shalat dan mereka keluarkan zakat, maka berikanlah jalan mereka. Sesungguhnya Allah adalah Maha Pengampun, Maha Penyayang.

وَإِنْ أَحَدٌ مِنَ الْمُشْرِكِينَ اسْتَجَارَكَ فَأَجِرْهُ حَتَّىٰ يَسْمَعَ كَلَامَ اللَّهِ ثُمَّ أَبْلِغْهُ مَأْمَنَهُ ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ قَوْمٌ لَا يَعْلَمُونَ

Kemenag RI 2019: Jika seseorang di antara orang-orang musyrik ada yang meminta pelindungan kepada engkau (Nabi Muhammad), lindungilah dia supaya dapat mendengar firman Allah kemudian antarkanlah dia ke tempat yang aman baginya. (Demikian) itu karena sesungguhnya mereka adalah kaum yang tidak mengetahui. (QS 9 : 6)
Quraish Shihab: Dan jika seorang di antara (golongan) orang-orang musyrik meminta perlindungan kepadamu (Nabi Muhammad saw.), maka lindungilah dia supaya dia dapat mendengar firman Allah, kemudian antarlah dia ke tempat yang aman baginya. Itulah (perlakuan yang seharusnya kamu berikan) karena sesungguhnya mereka adalah kaum yang tidak mengetahui (risalah kenabian dan tuntunan Ilahi).
HAMKA: Dan, jika seorang dari orang musyrik itu meminta perlindungan kepada engkau, maka berilah dia perlindungan, sehingga dia mendengar Kalam Allah. Kemudian itu sampaikanlah dia ke tempat keamanannya. Jadi demikian ialah karena sesungguhnya mereka itu adalah suatu kau yang tidak mengetahui.

[Halaman 188]

كَيْفَ يَكُونُ لِلْمُشْرِكِينَ عَهْدٌ عِنْدَ اللَّهِ وَعِنْدَ رَسُولِهِ إِلَّا الَّذِينَ عَاهَدْتُمْ عِنْدَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ ۖ فَمَا اسْتَقَامُوا لَكُمْ فَاسْتَقِيمُوا لَهُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَّقِينَ

Kemenag RI 2019: Bagaimana mungkin ada perjanjian (damai) untuk orang-orang musyrik di sisi Allah dan Rasul-Nya, kecuali untuk orang-orang yang kamu telah membuat perjanjian (Hudaibiah) dengan mereka di dekat Masjidilharam? Selama mereka berlaku lurus terhadapmu, berlaku luruslah pula kamu terhadap mereka. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertakwa. (QS 9 : 7)
Quraish Shihab: Bagaimana (mungkin) ada perjanjian (damai) di sisi Allah dan di sisi Rasul-Nya (Nabi Muhammad saw.) untuk orang-orang musyrik? (Perjanjian tidak dapat dilanjutkan) kecuali dengan orang-orang yang kamu telah mengadakan perjanjian (Hudaibiyah dengan mereka) di dekat Masjid al-Haram, maka selama mereka berlaku lurus terhadap kamu (dalam perjanjian itu), hendaklah kamu berlaku lurus (pula) terhadap mereka. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa.
HAMKA: Bagaimana akan ada bagi orang-orang musyrikin itu satu janji di sisi Allah dan Rasul-Nya? Kecuali orang-orang yang telah kamu ikat janji dengan mereka di Masjidil Haram. Maka selama mereka masih berlaku lurus kepada kamu, maka hendaklah kamu berlaku lurus (pula) terhadap mereka. Sesungguhnya Allah amat suka kepada orang-orang yang bertakwa.

كَيْفَ وَإِنْ يَظْهَرُوا عَلَيْكُمْ لَا يَرْقُبُوا فِيكُمْ إِلًّا وَلَا ذِمَّةً ۚ يُرْضُونَكُمْ بِأَفْوَاهِهِمْ وَتَأْبَىٰ قُلُوبُهُمْ وَأَكْثَرُهُمْ فَاسِقُونَ

Kemenag RI 2019: Bagaimana (mungkin ada perjanjian demikian,) padahal jika mereka memperoleh kemenangan atas kamu, mereka tidak memelihara hubungan kekerabatan terhadap kamu dan tidak pula (mengindahkan) perjanjian. Mereka menyenangkan kamu dengan mulut mereka, sedangkan hati mereka enggan. Kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik. (QS 9 : 8)
Quraish Shihab: Bagaimana (mungkin ada perjanjian yang langgeng dari sisi Allah dan Rasul-Nya dengan orang-orang musyrik), padahal (mereka selalu memusuhi kamu, dan berusaha untuk melanggar perjanjian sehingga) jika mereka memperoleh kemenangan atas kamu, mereka tidak memelihara (hubungan kekerabatan) terhadap kamu and tidak (pula mengindahkan) perjanjian. Mereka menyenangkan kamu dengan mulut mereka, sedangkan hati mereka enggan. Dan kebanyakan mereka adalah orang-orang fasik (keluar dari ketaatan kepada Allah swt.).
HAMKA: Bagaimana; padahal jika mereka menang atas kamu, tidaklah mereka akan memperhatikan kekeluargaan pada kamu dan tidak (pula) jaminan janji? Mereka menyatakan suka kepada kamu dengan mulut mereka, namun hati mereka enggan, dan kebanyakan mereka adalah fasik.

اشْتَرَوْا بِآيَاتِ اللَّهِ ثَمَنًا قَلِيلًا فَصَدُّوا عَنْ سَبِيلِهِ ۚ إِنَّهُمْ سَاءَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Kemenag RI 2019: Mereka menukarkan ayat-ayat Allah dengan harga yang murah lalu mereka menghalangi (manusia) dari jalan-Nya. Sesungguhnya sangat buruk apa yang selalu mereka kerjakan. (QS 9 : 9)
Quraish Shihab: Mereka menukarkan ayat-ayat (tuntunan dan bukti-bukti kebenaran) Allah dengan harga yang sedikit, maka (dengan demikian) mereka menghalangi (diri sendiri dan orang lain) dari jalan Allah. Sesungguhnya sangat buruk apa yang selalu mereka kerjakan.
HAMKA: Mereka jual ayat-ayat Allah dengan harga yang sedikit, lalu mereka hambat dari jalanNya. Sesungguhnya mereka amat jahatlah apa yang telah mereka kerjakan.

لَا يَرْقُبُونَ فِي مُؤْمِنٍ إِلًّا وَلَا ذِمَّةً ۚ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُعْتَدُونَ

Kemenag RI 2019: Mereka tidak memelihara (hubungan) kekerabatan dengan orang mukmin dan tidak (pula mengindahkan) perjanjian. Mereka itulah orang-orang yang melampaui batas. (QS 9 : 10)
Quraish Shihab: Mereka tidak memelihara (hubungan) kekerabatan dengan orang mukmin dan tidak (pula mengindahkan) perjanjian. Dan mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.
HAMKA: Mereka tidak memperhatikan kekeluargaan pada orang yang beriman dan tidak pula janji. Karena mereka itu adalah orang-orang yang melewati batas.

فَإِنْ تَابُوا وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَآتَوُا الزَّكَاةَ فَإِخْوَانُكُمْ فِي الدِّينِ ۗ وَنُفَصِّلُ الْآيَاتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ

Kemenag RI 2019: Jika mereka bertobat, menegakkan salat, dan menunaikan zakat, mereka adalah saudara-saudaramu seagama. Kami menjelaskan secara terperinci ayat-ayat itu bagi kaum yang mengetahui. (QS 9 : 11)
Quraish Shihab: Maka, jika mereka bertaubat, melaksanakan shalat dengan sempurna dan menunaikan zakat, maka (mereka) adalah saudara-saudara kamu seagama. Dan Kami menjelaskan secara rinci ayat-ayat itu kepada kaum yang (hendak) mengetahui.
HAMKA: Tetapi jika mereka bertobat dan mendirikan shalat dan mengeluarkan zakat, maka mereka adalah saudara-saudara kamu dalam agama. Dan Kami jelaskan ayat-ayat itu kepada kaum yang hendak mengetahui.

وَإِنْ نَكَثُوا أَيْمَانَهُمْ مِنْ بَعْدِ عَهْدِهِمْ وَطَعَنُوا فِي دِينِكُمْ فَقَاتِلُوا أَئِمَّةَ الْكُفْرِ ۙ إِنَّهُمْ لَا أَيْمَانَ لَهُمْ لَعَلَّهُمْ يَنْتَهُونَ

Kemenag RI 2019: Jika mereka melanggar sumpah sesudah perjanjian mereka dan menistakan agamamu, perangilah para pemimpin kekufuran itu karena sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang tidak dapat dipegang sumpahnya supaya mereka berhenti (dari kekufuran dan penganiayaan). (QS 9 : 12)
Quraish Shihab: Dan jika mereka melanggar sumpah-sumpah (janji-janji) mereka (dengan kamu) sesudah mereka berjanji, dan mereka mencerca agama kamu, maka perangilah para pemimpin kekufuran, karena sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang tidak berlaku perjanjian mereka, supaya mereka berhenti (melakukan gangguan dan penganiayaan).
HAMKA: Dan jika mereka mungkir sumpah-sumpah mereka, sesudah janji mereka, dan mereka tikam pada agama kamu, maka perangilah pemimpin-pemimpin kekafiran itu. Karena sesungguhnya mereka itu tidaklah ada sumpah bagi mereka supaya mereka berhenti.

أَلَا تُقَاتِلُونَ قَوْمًا نَكَثُوا أَيْمَانَهُمْ وَهَمُّوا بِإِخْرَاجِ الرَّسُولِ وَهُمْ بَدَءُوكُمْ أَوَّلَ مَرَّةٍ ۚ أَتَخْشَوْنَهُمْ ۚ فَاللَّهُ أَحَقُّ أَنْ تَخْشَوْهُ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

Kemenag RI 2019: Mengapa kamu tidak (bersegera) memerangi kaum yang melanggar sumpah-sumpah (perjanjian-perjanjian) mereka, padahal mereka (dahulu) berkemauan keras mengusir Rasul dan mereka yang mulai memerangi kamu pertama kali? Apakah kamu takut kepada mereka? Allahlah yang lebih berhak kamu takuti jika kamu benar-benar orang-orang mukmin. (QS 9 : 13)
Quraish Shihab: Apakah kamu (kaum Mukmin) tidak (akan) memerangi kaum yang melanggar perjanjian mereka, padahal telah keras kemauan mereka untuk mengusir Rasul (Nabi Muhammad saw.) dan merekalah yang memulai (memerangi) kamu pertama kali? Apakah kamu takut kepada mereka? Padahal, Allah-lah yang berhak untuk kamu takuti, jika kamu benar-benar orang-orang mukmin.
HAMKA: Apakah tidak akan kamu perangi kaum yang telah mengingkari sumpah-sumpah mereka dan mereka telah pernah bermaksud mengusir Rasul, padahal mereka yang memulai terhadap kamu pertama kali? Apakah kamu takut kepada mereka, padahal Allah lah yang lebih berhak kamu takuti, jika memang kamu orang-orang yang beriman.

[Halaman 189]

قَاتِلُوهُمْ يُعَذِّبْهُمُ اللَّهُ بِأَيْدِيكُمْ وَيُخْزِهِمْ وَيَنْصُرْكُمْ عَلَيْهِمْ وَيَشْفِ صُدُورَ قَوْمٍ مُؤْمِنِينَ

Kemenag RI 2019: Perangilah mereka! Niscaya Allah akan mengazab mereka dengan (perantaraan) tangan-tanganmu, menghinakan mereka, dan memenangkan kamu atas mereka, serta melegakan hati kaum mukmin (QS 9 : 14)
Quraish Shihab: Perangilah mereka, pasti Allah akan menyiksa mereka dengan (perantaraan) tangan-tangan kamu dan Dia akan menghinakan mereka dan menolong kamu terhadap mereka, serta melegakan hati kaum mukmin
HAMKA: Perangilah mereka, Allah akan menyiksa mereka dengan tangan kamu, dan Dia akan menghinakan mereka dan akan menolong kamu melawan mereka, dan Dia akan menyembuhkan dada orang-orang yang beriman.

وَيُذْهِبْ غَيْظَ قُلُوبِهِمْ ۗ وَيَتُوبُ اللَّهُ عَلَىٰ مَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

Kemenag RI 2019: dan menghilangkan kemarahan (dari) hati mereka (orang-orang mukmin). Allah menerima tobat siapa yang Dia kehendaki. Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (QS 9 : 15)
Quraish Shihab: dan menghilangkan amarah mereka (kaum Mukmin). Dan Allah menerima taubat orang yang dikehendaki-Nya. Allah Maha Mengetahui, lagi Maha Bijaksana.
HAMKA: Dan Dia akan menghilangkan kekecewaan mereka (yang beriman itu) dan akan diberi tobat oleh Allah barangsiapa yang Dia kehendaki. Dan Allah adalah Maha Mengetahui, lagi Bijaksana.

أَمْ حَسِبْتُمْ أَنْ تُتْرَكُوا وَلَمَّا يَعْلَمِ اللَّهُ الَّذِينَ جَاهَدُوا مِنْكُمْ وَلَمْ يَتَّخِذُوا مِنْ دُونِ اللَّهِ وَلَا رَسُولِهِ وَلَا الْمُؤْمِنِينَ وَلِيجَةً ۚ وَاللَّهُ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

Kemenag RI 2019: Apakah kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan (tanpa diuji), padahal Allah belum mengetahui (dalam kenyataan) orang-orang yang berjihad di antara kamu dan tidak menjadikan selain Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang mukmin sebagai teman setia. Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS 9 : 16)
Quraish Shihab: Apakah kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan (tanpa diuji dengan aneka ujian), sedangkan Allah belum mengetahui (dalam kenyataan) orang-orang yang berjihad di antara kamu dan yang tidak menjadikan selain Allah, Rasul-Nya (Nabi Muhammad saw.) dan orang-orang mukmin sebagai teman setia. Dan Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.
HAMKA: Apakah kamu sangka bahwa kamu akan dibiarkan begitu saja, padahal belum dibuktikan oleh Allah siapa-siapa yang berjihad di antara kamu dan siapa orang-orang yang tidak mengambil selain dari Allah dan tidak Rasul-Nya dan tidak orang-orang yang beriman, sebagai sahabat karib. Dan Allah Amat Tahu apa yang kamu kerjakan.

مَا كَانَ لِلْمُشْرِكِينَ أَنْ يَعْمُرُوا مَسَاجِدَ اللَّهِ شَاهِدِينَ عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ بِالْكُفْرِ ۚ أُولَٰئِكَ حَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ وَفِي النَّارِ هُمْ خَالِدُونَ

Kemenag RI 2019: Tidaklah pantas bagi orang-orang musyrik itu memakmurkan masjid-masjid Allah, sedangkan mereka bersaksi bahwa diri mereka kafir. Itulah orang-orang yang sia-sia amal mereka dan di dalam nerakalah mereka kekal. (QS 9 : 17)
Quraish Shihab: Tidaklah (pantas) orang-orang musyrik memakmurkan masjid-masjid Allah, sedangkan mereka bersaksi bahwa mereka kafir. Itulah orang-orang yang sia-sia amal-amal mereka, dan dalam neraka mereka kekal.
HAMKA: Tidaklah ada bagi orang-orang musyrikin itu bahwa mereka akan meramaikan masjid-masjid Allah, untuk mereka memperlihatkan apa yang ada dalam jiwa-jiwa mereka dari kekufuran. Mereka itu telah gugur amal-amal mereka dan di dalam neraka mereka itu akan kekal.

إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلَّا اللَّهَ ۖ فَعَسَىٰ أُولَٰئِكَ أَنْ يَكُونُوا مِنَ الْمُهْتَدِينَ

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya yang (pantas) memakmurkan masjid-masjid Allah hanyalah orang yang beriman kepada Allah dan hari Akhir, mendirikan salat, menunaikan zakat, serta tidak takut (kepada siapa pun) selain Allah. Mereka itulah yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS 9 : 18)
Quraish Shihab: Sesungguhnya yang (pantas) memakmurkan masjid-masjid Allah adalah siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Kemudian, (tetap) melaksanakan shalat dengan sempurna, menunaikan zakat, dan tidak takut kecuali kepada Allah, maka mereka itulah yang diharapkan termasuk orang-orang yang mendapat petunjuk.
HAMKA: Orang-orang yang akan meramaikan masjid-masjid Allah itu hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari Kemudian dan mendirikan shalat dan mengeluarkan zakat, dan tidak ada tempat takutnya melainkan kepada Allah. Maka mudah-mudahan mereka itulah yang akan jadi daripada orang-orang yang mendapat petunjuk.

أَجَعَلْتُمْ سِقَايَةَ الْحَاجِّ وَعِمَارَةَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ كَمَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَجَاهَدَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ۚ لَا يَسْتَوُونَ عِنْدَ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ

Kemenag RI 2019: Apakah kamu jadikan (orang yang melaksanakan tugas) pemberian minuman (kepada) orang yang menunaikan haji dan mengurus Masjidilharam sama dengan orang yang beriman kepada Allah dan hari Akhir serta berjihad di jalan Allah? Mereka tidak sama di hadapan Allah. Allah tidak memberikan petunjuk kepada kaum yang zalim. (QS 9 : 19)
Quraish Shihab: Apakah kamu menjadikan (orang-orang yang bertanggung jawab atas) pemberian minuman kepada yang mengerjakan haji dan (yang bertanggung jawab atas) pemakmuran Masjid al-Haram (tetapi mereka tidak beriman kepada Allah swt.), sama dengan orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari Kemudian serta berjihad di jalan Allah? Mereka tidak sama di sisi Allah; dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada kaum zalim.
HAMKA: Apakah kamu sangka memberi minum orang haji dan meramaikan Masjidil Haram akan sama dengan orang yang beriman kepada Allah dan Hari Kemudian. Dan orang yang berjihad pada jalan Allah? Tidaklah mereka itu sama di sisi Allah. Dan Allah tidaklah akan memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.

الَّذِينَ آمَنُوا وَهَاجَرُوا وَجَاهَدُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ أَعْظَمُ دَرَجَةً عِنْدَ اللَّهِ ۚ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْفَائِزُونَ

Kemenag RI 2019: Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwa mereka lebih agung derajatnya di hadapan Allah. Mereka itulah orang-orang yang beruntung. (QS 9 : 20)
Quraish Shihab: Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta mereka dan jiwa mereka, adalah lebih agung derajatnya di sisi Allah; dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.
HAMKA: Orang-orang yang beriman dan berhijrah dan berjihad pada jalan Allah, dengan harta benda mereka dan jiwa-jiwa mereka, amat besarlah derajat mereka di sisi Allah dan mereka itu, merekalah orang-orang yang beroleh kejayaan.

[Halaman 190]

يُبَشِّرُهُمْ رَبُّهُمْ بِرَحْمَةٍ مِنْهُ وَرِضْوَانٍ وَجَنَّاتٍ لَهُمْ فِيهَا نَعِيمٌ مُقِيمٌ

Kemenag RI 2019: Tuhan mereka memberi kabar gembira kepada mereka dengan rahmat dari-Nya, dan keridaan serta surga-surga. Bagi mereka kesenangan yang kekal di dalamnya. (QS 9 : 21)
Quraish Shihab: Tuhan Pemelihara mereka menggembirakan mereka dengan rahmat dan keridhaan-(Nya) serta surga-surga, dan bagi mereka di dalamnya kesenangan yang terus-menerus.
HAMKA: Mereka akan diberi kegembiraan oleh Tuhan mereka dengan rahmat dari-Nya, dan keridhaan dan surga-surga. Untuk mereka di dalamnya adalah nikmat yang tetap.

خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ۚ إِنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ

Kemenag RI 2019: Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Sesungguhnya di sisi Allahlah pahala yang sangat besar. (QS 9 : 22)
Quraish Shihab: Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Sesungguhnya di sisi Allah pahala yang sangat besar.
HAMKA: kekal mereka di dalamnya untuk selama-lamanya. Sesungguhnya Allah, di sisi-Nya adalah ganjaran yang besar.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا آبَاءَكُمْ وَإِخْوَانَكُمْ أَوْلِيَاءَ إِنِ اسْتَحَبُّوا الْكُفْرَ عَلَى الْإِيمَانِ ۚ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ

Kemenag RI 2019: Wahai orang-orang beriman, janganlah kamu jadikan bapak-bapakmu dan saudara-saudaramu sebagai pelindung ) jika mereka lebih mencintai kekufuran atas keimanan. Siapa pun di antara kamu yang menjadikan mereka pelindung, maka mereka itulah orang-orang yang zalim. (QS 9 : 23)
Quraish Shihab: Hai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu jadikan bapak-bapak kamu dan saudara-saudara kamu (sebagai) para pemimpin, jika mereka lebih mengutamakan kekufuran atas keimanan; dan barang siapa di antara kamu yang menjadikan mereka pemimpin, maka mereka itulah orang-orang zalim.
HAMKA: Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu jadikan bapak-bapak kamu dan saudara-saudara kamu sebagai pemimpin, jika mereka itu masih lebih mencintai kufur di atas iman. Dan barangsiapa yang menjadikan mereka itu pemimpin dari kalangan kamu, maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim.

قُلْ إِنْ كَانَ آبَاؤُكُمْ وَأَبْنَاؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَالٌ اقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَا أَحَبَّ إِلَيْكُمْ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيلِهِ فَتَرَبَّصُوا حَتَّىٰ يَأْتِيَ اللَّهُ بِأَمْرِهِ ۗ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ

Kemenag RI 2019: Katakanlah (Nabi Muhammad), “Jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, pasangan-pasanganmu, keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, dan perniagaan yang kamu khawatirkan kerugiannya, serta tempat tinggal yang kamu sukai lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan daripada berjihad di jalan-Nya, tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.” Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang fasik. (QS 9 : 24)
Quraish Shihab: Katakanlah (Nabi Muhammad saw.): "Jika bapak-bapak kamu, anak-anak kamu, saudara-saudara kamu, istri-istri kamu, kaum kerabat kamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya (Nabi Muhammad saw.) dan (daripada) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya." Dan Allah tidak memberi petunjuk bagi kaum fasik (keluar dari ketaatan kepada Allah swt.).
HAMKA: Katakanlah, “Jika adalah bapak-bapak kamu dan anak-anak kamu saudara-saudara kamu dan istri-istri kamu dan kaum keluarga kamu dan harta benda yang kamu dapati, dan perniagaan yang kamu takuti akan mundurnya dan tempat-tempat kediaman yang kamu sukai, lebih tercinta kepada kamu daripada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad pada jalan-Nya. Maka tunggulah sehingga Allah mendatangkan ketentuan-Nya. Dan Allah tidaklah akan memberikan petunjuk kepada kaum yang fasik.

لَقَدْ نَصَرَكُمُ اللَّهُ فِي مَوَاطِنَ كَثِيرَةٍ ۙ وَيَوْمَ حُنَيْنٍ ۙ إِذْ أَعْجَبَتْكُمْ كَثْرَتُكُمْ فَلَمْ تُغْنِ عَنْكُمْ شَيْئًا وَضَاقَتْ عَلَيْكُمُ الْأَرْضُ بِمَا رَحُبَتْ ثُمَّ وَلَّيْتُمْ مُدْبِرِينَ

Kemenag RI 2019: Sungguh, Allah benar-benar telah menolong kamu (orang-orang mukmin) di medan peperangan yang banyak dan pada hari (perang) Hunain ketika banyaknya jumlahmu menakjubkanmu (sehingga membuatmu lengah). Maka, jumlah kamu yang banyak itu tidak memberi manfaat kepadamu sedikit pun dan bumi yang luas itu terasa sempit bagimu kemudian kamu lari berbalik ke belakang (bercerai-berai). (QS 9 : 25)
Quraish Shihab: Demi (Allah)! Sungguh, Allah telah menolong kamu (kaum Muslim) di medan peperangan yang banyak; dan pada saat (perang) Hunain, ketika (sebagian) kamu menjadi bangga (dan congkak) karena banyaknya jumlah kamu, maka (jumlah kamu yang banyak itu) tidak memberi manfaat kepada kamu sedikit pun; dan bumi yang luas (itu) telah terasa sempit oleh kamu, kemudian kamu lari berbalik ke belakang (bercerai-berai).
HAMKA: Sesungguhnya Allah telah menolong kamu di medan perang yang banyak, dan di hari Peperangan Hunain pun, seketika kamu dijadikan bangga oleh banyak bilangan kamu. Maka tidaklah dia berguna bagi kamu sedikit pun, dan menjadi sempitlah bumi yang begitu luasnya atas kamu. Kemudian itu kamu pun berpalinglah dalam keadaan undur.

ثُمَّ أَنْزَلَ اللَّهُ سَكِينَتَهُ عَلَىٰ رَسُولِهِ وَعَلَى الْمُؤْمِنِينَ وَأَنْزَلَ جُنُودًا لَمْ تَرَوْهَا وَعَذَّبَ الَّذِينَ كَفَرُوا ۚ وَذَٰلِكَ جَزَاءُ الْكَافِرِينَ

Kemenag RI 2019: Kemudian, Allah menurunkan ketenangan (dari)-Nya kepada Rasul-Nya dan kepada orang-orang mukmin, serta menurunkan bala tentara yang kamu tidak melihatnya, juga menyiksa orang-orang yang kafir. Itulah balasan terhadap orang-orang kafir. (QS 9 : 26)
Quraish Shihab: Kemudian, Allah menurunkan ketenangan kepada Rasul-Nya dan kepada orang-orang mukmin dan menurunkan bala tentara yang kamu tidak melihatnya dan Dia menyiksa orang-orang yang kafir, dan demikian itulah balasan (yang diturunkan Allah swt.) terhadap orang-orang kafir.
HAMKA: Kemudian itu Allah menurunkan ketenangan ke atas Rasul-Nya dan ke atas orang-orang yang beriman, dan Dia pun menurunkan bala tentara yang tidak kamu lihat akan dia, dan Dia pun menyiksa orang-orang yang kafir itu. Demikianlah balasan atas orang-orang yang kafir.

[Halaman 191]

ثُمَّ يَتُوبُ اللَّهُ مِنْ بَعْدِ ذَٰلِكَ عَلَىٰ مَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Kemenag RI 2019: Setelah itu, Allah menerima tobat orang yang Dia kehendaki. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS 9 : 27)
Quraish Shihab: Kemudian, sesudah (siksa yang mereka alami) itu, Allah menerima taubat siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Pengampun, lagi Maha Pengasih.
HAMKA: Kemudian Allah pun memberikan tobat-Nya sesudah demikian ke atas barangsiapa yang Dia kehendaki. Dan Allah adalah Maha Pengampun, lagi Penyayang.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْمُشْرِكُونَ نَجَسٌ فَلَا يَقْرَبُوا الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ بَعْدَ عَامِهِمْ هَٰذَا ۚ وَإِنْ خِفْتُمْ عَيْلَةً فَسَوْفَ يُغْنِيكُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ إِنْ شَاءَ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

Kemenag RI 2019: Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya orang-orang musyrik itu najis (kotor jiwanya). Oleh karena itu, janganlah mereka mendekati Masjidilharam setelah tahun ini. ) Jika kamu khawatir menjadi miskin (karena orang kafir tidak datang), Allah nanti akan memberikan kekayaan kepadamu dari karunia-Nya jika Dia menghendaki. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (QS 9 : 28)
Quraish Shihab: Hai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya orang-orang musyrik adalah najis, maka janganlah mereka mendekati Masjid al-Haram sesudah tahun ini (tahun 9 Hijrah). Dan jika kamu khawatir menjadi miskin (karena memenuhi tuntunan ini), kelak Allah menganugerahkan kekayaan kepada kamu dari karunia-Nya, jika Dia menghendaki. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui, lagi Maha Bijaksana.
HAMKA: Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya orang-orang musyrikin itu tidak lain daripada najis. Sebab itu maka janganlah mereka mendekati Masjidil Haram sesudah tahun mereka ini. Dan jika kamu takut akan kepapaan, maka Allah akan mencukupkan kamu dengan kurnia-Nya, jika Dia kehendaki. Sesungguhnya Allah adalah Mahatahu, lagi Mahabijaksana.

قَاتِلُوا الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَلَا بِالْيَوْمِ الْآخِرِ وَلَا يُحَرِّمُونَ مَا حَرَّمَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَلَا يَدِينُونَ دِينَ الْحَقِّ مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ حَتَّىٰ يُعْطُوا الْجِزْيَةَ عَنْ يَدٍ وَهُمْ صَاغِرُونَ

Kemenag RI 2019: Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan hari akhir, tidak mengharamkan (menjauhi) apa yang telah diharamkan (oleh) Allah dan Rasul-Nya, dan tidak mengikuti agama yang hak (Islam), yaitu orang-orang yang telah diberikan Kitab (Yahudi dan Nasrani) hingga mereka membayar jizyah ) dengan patuh dan mereka tunduk. ) (QS 9 : 29)
Quraish Shihab: Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada Hari Kemudian dan mereka tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya dan mereka tidak beragama dengan agama yang benar, (yaitu orang-orang) yang diberikan kepada mereka al-Kitab; (perangilah mereka) sampai mereka membayar jizyah dengan patuh, sedangkan mereka dalam keadaan tunduk.
HAMKA: Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari Kemudian, dan tidak mereka haramkan apa yang diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya dan tidak mereka beragama dengan agama yang benar, (yaitu) dari antara orang-orang yang diberi kitab, sampai mereka membayar jizyah dengan tangan, dalam keadaan mereka merendah diri.

وَقَالَتِ الْيَهُودُ عُزَيْرٌ ابْنُ اللَّهِ وَقَالَتِ النَّصَارَى الْمَسِيحُ ابْنُ اللَّهِ ۖ ذَٰلِكَ قَوْلُهُمْ بِأَفْوَاهِهِمْ ۖ يُضَاهِئُونَ قَوْلَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ قَبْلُ ۚ قَاتَلَهُمُ اللَّهُ ۚ أَنَّىٰ يُؤْفَكُونَ

Kemenag RI 2019: Orang-orang Yahudi berkata, “Uzair putra Allah,” dan orang-orang Nasrani berkata, “Al-Masih putra Allah.” Itulah ucapan mereka dengan mulut-mulut mereka. Mereka meniru ucapan orang-orang yang kufur sebelumnya. Allah melaknat mereka; bagaimana mereka sampai berpaling? (QS 9 : 30)
Quraish Shihab: Orang-orang Yahudi berkata: "Uzair itu putra Allah", dan orang Nasrani berkata: "Al-Macih itu putra Allah." Itulah ucapan mereka dengan mulut-mulut mereka. Mereka menuru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Allah melaknat mereka; bagaimana mereka sampai berpaling?
HAMKA: Dan telah berkata orang-orang Yahudi, “Uzair adalah anak Allah.” Dan berkata orang Nasrani, “al-Masih adalah anak Allah.” Demikian itulah kata-kata mereka dengan mulut mereka; mereka menyerupai perkataan orang-orang kafir yang dahulu. Diperangi Allah-lah mereka. Bagaimana mereka dapat dipalingkan?

اتَّخَذُوا أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَانَهُمْ أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللَّهِ وَالْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا إِلَٰهًا وَاحِدًا ۖ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۚ سُبْحَانَهُ عَمَّا يُشْرِكُونَ

Kemenag RI 2019: Mereka menjadikan para rabi (Yahudi) dan para rahib (Nasrani) sebagai tuhan-tuhan selain Allah ) serta (Nasrani mempertuhankan) Al-Masih putra Maryam. Padahal, mereka tidak diperintah, kecuali untuk menyembah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada tuhan selain Dia. Maha Suci Dia dari apa yang mereka persekutukan. (QS 9 : 31)
Quraish Shihab: Mereka (Ahl al-Kitab) menjadikan para ahbar (para pemuka agama Yahudi), dan para rahib (para pemuka agama Nasrani) mereka sebagai tuhan-tuhan selain Allah, dan (mereka juga mempertuhankan) al-Masih putra Maryam; padahal mereka tidak diperintah kecuali menyembah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan (Yang Kuasa dan berhak disembah) melainkan Dia. Mahasuci Allah dari apa yang mereka sekutukan.
HAMKA: Telah mereka ambil guru-guru mereka dan pendeta-pendeta mereka menjadi tuhan-tuhan selain Allah dan (juga) al-Masih anak Maryam; padahal tidaklah mereka diperintah, melainkan supaya menyembah kepada Allah Tuhan Yang Maha Esa tidak ada Tuhan melainkan Dia. Maha suci Dia dari apa yang mereka persekutukan itu.

[Halaman 192]

يُرِيدُونَ أَنْ يُطْفِئُوا نُورَ اللَّهِ بِأَفْوَاهِهِمْ وَيَأْبَى اللَّهُ إِلَّا أَنْ يُتِمَّ نُورَهُ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ

Kemenag RI 2019: Mereka hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut-mulut (ucapan) mereka, tetapi Allah menolaknya, justru hendak menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang kafir itu tidak menyukai. (QS 9 : 32)
Quraish Shihab: Mereka berkehendak memadamkan cahaya Allah dengan mulut-mulut (ucapan-ucapan) mereka, padahal Allah enggan (tidak menghendaki) selain menyempurnakan cahaya (agama dan tuntunan)-Nya, walaupun orang-orang kafir tidak menyukai.
HAMKA: Mereka hendak memadamkan cahaya Allah dengan mulut mereka. Tetapi Allah tidak mau melainkan hendak menyempurnakan cahaya-Nya jua, walaupun tidak suka orang-orang yang kafir itu.

هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَىٰ وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ

Kemenag RI 2019: Dialah yang mengutus Rasul-Nya dengan (membawa) petunjuk dan agama yang benar agar Dia mengunggulkannya atas semua agama walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai. (QS 9 : 33)
Quraish Shihab: Dia Yang telah mengutus Rasul-Nya (Nabi Muhammad saw.) dengan (membawa) petunjuk dan agama yang haq (sempurna kebenarannya) supaya dimenangkan-Nya atas semua agama, walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai.
HAMKA: Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya dengan petunjuk dan agama yang benar. Karena Dia akan tinggikan dia di atas segala agama. Walaupun enggan orang-orang musyrikin itu.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ كَثِيرًا مِنَ الْأَحْبَارِ وَالرُّهْبَانِ لَيَأْكُلُونَ أَمْوَالَ النَّاسِ بِالْبَاطِلِ وَيَصُدُّونَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ ۗ وَالَّذِينَ يَكْنِزُونَ الذَّهَبَ وَالْفِضَّةَ وَلَا يُنْفِقُونَهَا فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَبَشِّرْهُمْ بِعَذَابٍ أَلِيمٍ

Kemenag RI 2019: Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya banyak dari para rabi dan rahib benar-benar memakan harta manusia dengan batil serta memalingkan (manusia) dari jalan Allah. Orang-orang yang menyimpan emas dan perak, tetapi tidak menginfakkannya di jalan Allah, berikanlah kabar ‘gembira’ kepada mereka (bahwa mereka akan mendapat) azab yang pedih (QS 9 : 34)
Quraish Shihab: Hai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya banyak ahbar (para pemuka agama Yahudi) dan para rahib (para pemuka agama Nasrani) yang benar-benar makan harta orang dengan jalan yang batil dan mereka (juga) menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah. Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka gembirakanlah mereka dengan azab yang sangat pedih.
HAMKA: Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya kebanyakan dari guru-guru dan pendeta-pendeta itu, mereka telah memakan harta manusia dengan jalan yang batil, dan mereka pun telah menghambat daripada jalan Allah. Dan orang-orang yang menumpuk-numpuk emas dan perak, dan tidak mereka belanjakan pada jalan Allah, maka beri ingatlah mereka dengan adzab yang pedih.

يَوْمَ يُحْمَىٰ عَلَيْهَا فِي نَارِ جَهَنَّمَ فَتُكْوَىٰ بِهَا جِبَاهُهُمْ وَجُنُوبُهُمْ وَظُهُورُهُمْ ۖ هَٰذَا مَا كَنَزْتُمْ لِأَنْفُسِكُمْ فَذُوقُوا مَا كُنْتُمْ تَكْنِزُونَ

Kemenag RI 2019: pada hari ketika (emas dan perak) itu dipanaskan dalam neraka Jahanam lalu disetrikakan (pada) dahi, lambung, dan punggung mereka (seraya dikatakan), “Inilah apa (harta) yang dahulu kamu simpan untuk dirimu sendiri (tidak diinfakkan). Maka, rasakanlah (akibat dari) apa yang selama ini kamu simpan.” (QS 9 : 35)
Quraish Shihab: (Siksa itu terjadi) pada hari (ketika emas dan perak itu) dipanaskan dalam neraka Jahannam, lalu disetrika dengannya dahi mereka, lambung mereka dan punggung mereka; (dan dikatakan kepada mereka): "Inilah apa (harta) yang kamu simpan untuk diri kamu sendiri (tanpa menafkahkannya), maka rasakanlah (akibat dari) apa dahulu yang kamu simpan (itu)."
HAMKA: (Yaitu) pada hari yang akan dipanggang (harta benda itu) dalam api neraka Jahannam, lalu diseterikakan dengan dia kepada kening mereka dan rusuk mereka dan punggung mereka. “Inilah apa yang telah kamu tumpuk-tumpukkan untuk diri kamu itu. Lantaran itu rasakanlah apa yang telah kamu tumpuk-tumpukkan itu.”

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ ۚ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ ۚ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِينَ كَافَّةً كَمَا يُقَاتِلُونَكُمْ كَافَّةً ۚ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, ) (sebagaimana) ketetapan Allah (di Lauh Mahfuz) pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu padanya (empat bulan itu), dan perangilah orang-orang musyrik semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bertakwa. (QS 9 : 36)
Quraish Shihab: Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah adalah dua belas bulan dalam (ketetapan) di sisi Allah (semenjak dahulu), di waktu Dia menciptakan langit dan bumi. Di antaranya (dua belas bulan itu) terdapat empat (bulan) haram (yang agung). Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu di dalamnya (keempat bulan itu) dan perangilah orang-orang musyrik semuanya sebagaimana mereka memerangi kamu semuanya; dan ketahuilah bahwa Allah bersama orang-orang yang bertakwa.
HAMKA: Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, (demikian) di dalam Kitab Allah, sejak hari Dia menjadikan semua langit dan bumi. Daripadanya adalah empat yang dihormati. Demikianlah agama yang lurus. Maka janganlah kamu menganiaya diri kamu pada bulan-bulan itu. Dan, perangilah orang-orang musyrikin itu seluruhnya sebagaimana merekapun telah memerangi kamu seluruhnya (pula). Dan ketahuilah bahwasanya Allah adalah beserta orang-orang yang memelihara.

[Halaman 193]

إِنَّمَا النَّسِيءُ زِيَادَةٌ فِي الْكُفْرِ ۖ يُضَلُّ بِهِ الَّذِينَ كَفَرُوا يُحِلُّونَهُ عَامًا وَيُحَرِّمُونَهُ عَامًا لِيُوَاطِئُوا عِدَّةَ مَا حَرَّمَ اللَّهُ فَيُحِلُّوا مَا حَرَّمَ اللَّهُ ۚ زُيِّنَ لَهُمْ سُوءُ أَعْمَالِهِمْ ۗ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya pengunduran (bulan haram) itu hanya menambah kekufuran. Orang-orang yang kufur disesatkan dengan (pengunduran) itu, mereka menghalalkannya suatu tahun dan mengharamkannya pada suatu tahun yang lain agar mereka dapat menyesuaikan dengan bilangan yang diharamkan Allah, sehingga mereka menghalalkan apa yang diharamkan Allah. (Oleh setan) telah dijadikan terasa indah bagi mereka perbuatan-perbuatan buruk mereka itu. Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang kafir. (QS 9 : 37)
Quraish Shihab: Sesungguhnya mengundurkan (bulan haram dengan tujuan berperang atau melanjutkan peperangan yang dilakukan oleh kaum musyrik) adalah penambahan kekufuran (atas kekufuran yang selama ini mereka sandang), dengannya (mengundurkan bulan-bulan haram itu) orang-orang yang kafir disesatkan (oleh setan dan para pemuka kaum musyrik), mereka menghalalkannya pada suatu tahun dan mengharamkannya pada tahun yang lain, supaya mereka dapat menyesuaikan (dengan) bilangan (keempat bulan) yang Allah mengharamkannya, maka mereka menghalalkan apa yang diharamkan Allah. (Setan) menjadikan indah bagi mereka perbuatan buruk mereka itu. Dan Allah tidak memberi petunjuk kaum yang kafir.
HAMKA: Sesungguhnya mengundur-undurkan itu, hanyalah menambah kufur (saja). Yang tersesat dengan dia orang-orang yang kafir. Mereka halalkan dia di satu tahun dan mereka haramkan dia di satu tahun, karena hendak mereka genapkan bilangan bulan yang diharamkan oleh Allah, lalu mereka halalkan apa yang diharamkan oleh Allah. Disanjung-sanjung bagi mereka perbuatan-perbuatan mereka yang jahat itu. Sedang Allah tidak akan memberi petunjuk bagi kaum yang kafir.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا مَا لَكُمْ إِذَا قِيلَ لَكُمُ انْفِرُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ اثَّاقَلْتُمْ إِلَى الْأَرْضِ ۚ أَرَضِيتُمْ بِالْحَيَاةِ الدُّنْيَا مِنَ الْآخِرَةِ ۚ فَمَا مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا فِي الْآخِرَةِ إِلَّا قَلِيلٌ

Kemenag RI 2019: Wahai orang-orang yang beriman, mengapa ketika dikatakan kepada kamu, “Berangkatlah (untuk berperang) di jalan Allah,” kamu merasa berat dan cenderung pada (kehidupan) dunia? Apakah kamu lebih menyenangi kehidupan dunia daripada akhirat? Padahal, kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) di akhirat hanyalah sedikit. (QS 9 : 38)
Quraish Shihab: Hai orang-orang yang beriman! Apakah sebabnya apabila dikatakan kepada kamu: "Berangkatlah (untuk berperang) pada jalan Allah!" kamu (merasa) berat (untuk melaksanakannya dan kamu ingin menetap di tempat tinggalmu dan cenderung) ke bumi? Apakah kamu puas dengan kehidupan dunia sebagai ganti kehidupan akhirat? Padahal, kenikmatan hidup (di) dunia (dibandingkan dengan kehidupan) di akhirat hanyalah sedikit.
HAMKA: Wahai orang-orang yang beriman! Gerangan apakah sebabnya jika dikatakan kepada kamu, “Berperanglah pada jalan Allah!” Kamu beratkan badan kamu ke bumi? Apakah kamu lebih suka hidup di dunia daripada akhirat? Maka tidaklah ada bekal hidup di dunia itu terhadap akhirat, melainkan sedikit.

إِلَّا تَنْفِرُوا يُعَذِّبْكُمْ عَذَابًا أَلِيمًا وَيَسْتَبْدِلْ قَوْمًا غَيْرَكُمْ وَلَا تَضُرُّوهُ شَيْئًا ۗ وَاللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Kemenag RI 2019: Jika kamu tidak berangkat (untuk berperang), niscaya Allah akan menghukum kamu dengan azab yang pedih serta menggantikan kamu dengan kaum yang lain, dan kamu tidak akan merugikan-Nya sedikit pun. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS 9 : 39)
Quraish Shihab: Jika kamu tidak berangkat (untuk berperang), pasti Allah (akan) menyiksa kamu dengan siksa yang pedih dan mengganti (kamu dengan) kaum yang lain, dan kamu tidak memberi kemudharatan (bencana atau kerugian) terhadap-Nya sedikit (pun) dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
HAMKA: Jika kamu tidak pergi berperang, niscaya Dia akan mengadzab kamu dengan adzab yang pedih, dan Dia akan menggantikan dengan suatu kaum yang lain daripada kamu, sedang kamu tidaklah akan membahayakan Dia sedikitpun. Dan Allah atas tiap-tiap sesuatu adalah Mahakuasa.

إِلَّا تَنْصُرُوهُ فَقَدْ نَصَرَهُ اللَّهُ إِذْ أَخْرَجَهُ الَّذِينَ كَفَرُوا ثَانِيَ اثْنَيْنِ إِذْ هُمَا فِي الْغَارِ إِذْ يَقُولُ لِصَاحِبِهِ لَا تَحْزَنْ إِنَّ اللَّهَ مَعَنَا ۖ فَأَنْزَلَ اللَّهُ سَكِينَتَهُ عَلَيْهِ وَأَيَّدَهُ بِجُنُودٍ لَمْ تَرَوْهَا وَجَعَلَ كَلِمَةَ الَّذِينَ كَفَرُوا السُّفْلَىٰ ۗ وَكَلِمَةُ اللَّهِ هِيَ الْعُلْيَا ۗ وَاللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

Kemenag RI 2019: Jika kamu tidak menolongnya (Nabi Muhammad), sungguh Allah telah menolongnya, (yaitu) ketika orang-orang kafir mengusirnya (dari Makkah), sedangkan dia salah satu dari dua orang, ketika keduanya berada dalam gua, ketika dia berkata kepada sahabatnya, “Janganlah engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita.” Maka, Allah menurunkan ketenangan kepadanya (Nabi Muhammad), memperkuatnya dengan bala tentara (malaikat) yang tidak kamu lihat, dan Dia menjadikan seruan orang-orang kafir itu seruan yang paling rendah. (Sebaliknya,) firman Allah itulah yang paling tinggi. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS 9 : 40)
Quraish Shihab: Jika kamu tidak menolongnya (Nabi Muhammad saw.), maka sungguh Allah telah menolongnya, (yaitu) ketika orang-orang yang kafir mengusirnya (dari Mekkah). (Pada waktu itu) dia (Nabi Muhammad saw.) adalah salah satu dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, ketika dia berkata kepada sahabatnya (Abu Bakar ra.): "Janganlah engkau bersedih hati, sesungguhnya Allah bersama kita." Maka, Allah menurunkan ketenangan-Nya atas dirinya (Nabi Muhammad saw.) dan mendukungnya dengan bala tentara yang kamu tidak melihatnya. Dan Dia menjadikan seruan orang-orang yang kafir rendah, sedangkan kalimat Allah (ketetapan-Nya untuk memenangkan Rasul saw. dan agama-Nya) itulah yang tinggi. Allah Maha Perkasa, lagi Maha Bijaksana.
HAMKA: Jika tidak kamu tolong dia maka sesungguhnya Allah telah menolongnya, ketika orang-orang kafir telah mengusirnya, sebagai orang kedua dari yang berdua, tatkala mereka berdua di dalam gua, ketika dia berkata kepada temannya, “Janganlah engkau berduka cita (karena) sesungguhnya Allah ada beserta kita.” Maka Allah telah menurunkan ketenangan-Nya kepadanya dan telah membantunya dengan bala tentara yang tidak kamu lihat akan dia, dan Dia telah menjadikan kalimat orang-orang yang kafir itu di bawah, dan kalimat Allah, itulah yang tertinggi. Dan Allah adalah Mahagagah, lagi Mahabijaksana.

[Halaman 194]

انْفِرُوا خِفَافًا وَثِقَالًا وَجَاهِدُوا بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ

Kemenag RI 2019: Berangkatlah kamu (untuk berperang), baik dengan rasa ringan maupun dengan rasa berat, dan berjihadlah dengan harta dan jiwamu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. (QS 9 : 41)
Quraish Shihab: Berangkatlah (kaum Muslim untuk berperang) baik dalam keadaan ringan ataupun berat, dan berjihadlah dengan harta kamu dan jiwa kamu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagi kamu, jika kamu mengetahui.
HAMKA: Pergilah berperang dalam keadaan ringan dan berat, dan berjihadlah dengan harta benda kamu dan jiwa kamu pada jalan Allah. Karena demikian itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahui.

لَوْ كَانَ عَرَضًا قَرِيبًا وَسَفَرًا قَاصِدًا لَاتَّبَعُوكَ وَلَٰكِنْ بَعُدَتْ عَلَيْهِمُ الشُّقَّةُ ۚ وَسَيَحْلِفُونَ بِاللَّهِ لَوِ اسْتَطَعْنَا لَخَرَجْنَا مَعَكُمْ يُهْلِكُونَ أَنْفُسَهُمْ وَاللَّهُ يَعْلَمُ إِنَّهُمْ لَكَاذِبُونَ

Kemenag RI 2019: Sekiranya (yang kamu serukan kepada mereka) adalah keuntungan yang mudah diperoleh dan perjalanan yang tidak seberapa jauh, niscaya mereka mengikutimu. Akan tetapi, (mereka enggan karena) tempat yang dituju itu terasa sangat jauh bagi mereka. Mereka akan bersumpah dengan (nama) Allah, “Seandainya kami sanggup niscaya kami berangkat bersamamu.” Mereka membinasakan diri sendiri ) dan Allah mengetahui sesungguhnya mereka benar-benar para pembohong. (QS 9 : 42)
Quraish Shihab: Jika seandainya (yang engkau serukan kepada mereka adalah) keuntungan (duniawi) yang dekat (mudah diperoleh) dan perjalanan yang tidak berapa jauh, pastilah mereka mengikutimu (Nabi Muhammad saw.), tetapi (mereka enggan karena terasa) jauh bagi mereka tempat yang dituju. Mereka akan (meminta izin dan) bersumpah dengan (nama) Allah: "Jika seandainya kami sanggup, tentu kami berangkat bersama kamu." Mereka membinasakan diri mereka (disebabkan oleh sumpah palsu dan kebohongan mereka), padahal Allah mengetahui sesungguhnya mereka benar-benar para pembohong.
HAMKA: Kalau ada satu tujuan dekat dan perjalanan yang pendek, maulah mereka mengikut engkau. Akan tetapi telah menjauhkan atas mereka kesulitan. Dan mereka pun akan bersumpah dengan nama Allah, “Jikalau kami sanggup, tentu kami akan keluar bersama kamu.” Mereka membinasakan diri mereka, sedang Allah mengetahui, sesungguhnya mereka itu adalah orang-orang yang berdusta.

عَفَا اللَّهُ عَنْكَ لِمَ أَذِنْتَ لَهُمْ حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَكَ الَّذِينَ صَدَقُوا وَتَعْلَمَ الْكَاذِبِينَ

Kemenag RI 2019: Allah memaafkanmu (Nabi Muhammad). Mengapa engkau memberi izin kepada mereka (untuk tidak pergi berperang) sehingga jelas bagimu orang-orang yang benar-benar (berhalangan) dan sehingga engkau mengetahui orang-orang yang berdusta? (QS 9 : 43)
Quraish Shihab: Allah memaafkanmu (Nabi Muhammad saw.). Mengapa engkau memberi izin kepada mereka (untuk tidak pergi berperang) sehingga jelas bagimu orang-orang yang benar (perihal alasannya) dan sehingga engkau mengetahui para pembohong.
HAMKA: Allah beri maaf engkau! Mengapa engkau izinkan mereka? Sebelum nyata bagi engkau orang-orang yang benar dan engkau ketahui orang-orang yang berdusta?

لَا يَسْتَأْذِنُكَ الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ أَنْ يُجَاهِدُوا بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ بِالْمُتَّقِينَ

Kemenag RI 2019: Orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari Akhir tidak akan meminta izin kepadamu untuk (tidak ikut) berjihad dengan harta dan jiwa mereka. Allah Maha Mengetahui orang-orang yang bertakwa. (QS 9 : 44)
Quraish Shihab: Orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari Kemudian, tidak akan meminta izin kepadamu untuk (tidak ikut) berjihad dengan harta mereka dan jiwa mereka. Dan Allah Maha Mengetahui orang-orang yang bertakwa.
HAMKA: Tidaklah akan meminta izin kepada engkau orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari Kemudian, dari berjihad dengan harta benda mereka dan jiwa mereka. Dan Allah mengetahui akan orang-orang yang bertakwa.

إِنَّمَا يَسْتَأْذِنُكَ الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَارْتَابَتْ قُلُوبُهُمْ فَهُمْ فِي رَيْبِهِمْ يَتَرَدَّدُونَ

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya yang meminta izin kepadamu (Nabi Muhammad untuk tidak berjihad) hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan hari Akhir, dan hati mereka ragu, karena itu mereka selalu bimbang dalam keraguan. (QS 9 : 45)
Quraish Shihab: Sesungguhnya yang meminta izin kepadamu (untuk tidak ikut berjihad), hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan Hari Kemudian, dan hati mereka ragu-ragu, karena itu mereka selalu bimbang dalam keragu-raguan mereka.
HAMKA: Yang meminta izin kepada engkau itu hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan hari Kemudian, dan yang telah ragu-ragu hati mereka. Maka mereka di dalam keraguan itu adalah mundur maju.

وَلَوْ أَرَادُوا الْخُرُوجَ لَأَعَدُّوا لَهُ عُدَّةً وَلَٰكِنْ كَرِهَ اللَّهُ انْبِعَاثَهُمْ فَثَبَّطَهُمْ وَقِيلَ اقْعُدُوا مَعَ الْقَاعِدِينَ

Kemenag RI 2019: Seandainya mereka mau berangkat (sejak semula), niscaya mereka menyiapkan persiapan untuk keberangkatan itu. Akan tetapi, (mereka memang enggan dan oleh sebab itu) Allah tidak menyukai keberangkatan mereka, maka Dia melemahkan keinginan mereka, dan dikatakan (kepada mereka), “Tinggallah kamu bersama orang-orang yang tinggal itu.” (QS 9 : 46)
Quraish Shihab: Dan jika seandainya mereka (sejak semula) hendak keluar (untuk berjihad), tentu mereka menyiapkan untuknya persiapan, tetapi (mereka memang enggan dan oleh sebab itu) Allah tidak menyukai keberangkatan mereka, maka Dia melemahkan keinginan mereka (untuk pergi berjihad sejalan dengan keinginan mereka sendiri), dan dikatakan (kepada mereka): "Duduklah bersama orang-orang yang duduk."
HAMKA: Dan jikalau mereka ingin keluar, niscaya mereka akan menyiapkan persediaan. Tetapi Allah tidaklah mau mereka turut keluar. Lantaran itu Dia telah menghambat mereka, dan dikatakan, “Duduklah kamu bersama orang-orang yang duduk.”

لَوْ خَرَجُوا فِيكُمْ مَا زَادُوكُمْ إِلَّا خَبَالًا وَلَأَوْضَعُوا خِلَالَكُمْ يَبْغُونَكُمُ الْفِتْنَةَ وَفِيكُمْ سَمَّاعُونَ لَهُمْ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ بِالظَّالِمِينَ

Kemenag RI 2019: Seandainya mereka keluar bersamamu, niscaya mereka tidak akan menambah (kekuatan)-mu, malah hanya akan membuat kekacauan dan mereka tentu bergegas maju ke depan di celah-celah barisanmu untuk mengadakan kekacauan (di barisanmu), sedang di antara kamu ada orang-orang yang sangat suka mendengarkan (perkataan) mereka. Allah Maha Mengetahui orang-orang yang zalim. (QS 9 : 47)
Quraish Shihab: Jika seandainya mereka keluar bersama kamu, niscaya mereka tidak menambah (sedikit pun manfaat bagi) kamu selain kerusakan (belaka), dan tentu mereka akan mempercepat (langkah untuk masuk) ke celah-cellah (barisan) kamu, untuk mengadakan kekacauan di antara kamu; sedangkan di dalam kamu ada orang-orang yang sangat suka mendengarkan (perkataan) mereka. Dan Allah Maha Mengetahui orang-orang zalim.
HAMKA: Jikalau pun mereka keluar bersama kamu, tidaklah mereka akan menambah untuk kamu selain kekacauan, dan mereka akan segera masuk ke dalam celah-celah kamu karena menginginkan fitnah. Sedang di dalam kamu ada orang-orang yang suka mendengarkan mereka. Dan Allah adalah Maha Mengetahui akan orang-orang yang zalim.

[Halaman 195]

لَقَدِ ابْتَغَوُا الْفِتْنَةَ مِنْ قَبْلُ وَقَلَّبُوا لَكَ الْأُمُورَ حَتَّىٰ جَاءَ الْحَقُّ وَظَهَرَ أَمْرُ اللَّهِ وَهُمْ كَارِهُونَ

Kemenag RI 2019: Sungguh, sebelum itu mereka benar-benar sudah berusaha membuat kekacauan dan mereka membolak-balik berbagai urusan (dengan berbagai tipu daya) untuk (mencelakakan)-mu, hingga datanglah kebenaran (berupa pertolongan Allah) dan menanglah urusan (agama) Allah, padahal mereka adalah orang-orang yang tidak menyukainya. (QS 9 : 48)
Quraish Shihab: Demi (Allah)! Sungguh, dari dahulu mereka telah mencari-cari (upaya untuk menimbulkan) kekacauan dan mereka membolak-balik berbagai urusan (dengan berbagai tipu daya) untuk (mencelakakan)-mu, hingga datanglah kebenaran dan menanglah urusan (agama) Allah, sedangkan mereka adalah orang-orang yang tidak menyukai-(nya).
HAMKA: Sesungguhnya mereka telah mengada-adakan fitnah sebelumnya, dan mereka pun telah memutarbalikkan perkara-perkara terhadap engkau, sampai datang kebenaran dan jelaslah kehendak Allah. Sedang mereka tidaklah menyukai itu.

وَمِنْهُمْ مَنْ يَقُولُ ائْذَنْ لِي وَلَا تَفْتِنِّي ۚ أَلَا فِي الْفِتْنَةِ سَقَطُوا ۗ وَإِنَّ جَهَنَّمَ لَمُحِيطَةٌ بِالْكَافِرِينَ

Kemenag RI 2019: Di antara mereka ada orang yang berkata, “Berilah aku izin (tidak pergi berperang) dan janganlah engkau (Nabi Muhammad) menjerumuskan aku ke dalam fitnah.” Ketahuilah, bahwa mereka (dengan keengganannya pergi berjihad) telah terjerumus ke dalam fitnah. Sesungguhnya (neraka) Jahanam benar-benar meliputi orang-orang kafir. (QS 9 : 49)
Quraish Shihab: Dan di antara mereka ada (orang) yang berkata: "Izinkanlah aku (not pergi berperang) dan janganlah engkau menjerumuskan aku ke dalam fitnah." Ketahuilah, bahwa mereka (dengan keengganannya pergi berjihad itu) telah jatuh ke dalam fitnah. Dan sesungguhnya (neraka) Jahannam benar-benar meliputi orang-orang kafir.
HAMKA: Dan di antara mereka ada yang berkata, “Izinkanlah aku (tinggal), dan janganlah engkau fitnahi aku.” Ketahuilah bahwa ke dalam fitnah itulah mereka telah jatuh! Dan sesungguhnya neraka Jahannam akan mengepung orang-orang yang kafir itu.

إِنْ تُصِبْكَ حَسَنَةٌ تَسُؤْهُمْ ۖ وَإِنْ تُصِبْكَ مُصِيبَةٌ يَقُولُوا قَدْ أَخَذْنَا أَمْرَنَا مِنْ قَبْلُ وَيَتَوَلَّوْا وَهُمْ فَرِحُونَ

Kemenag RI 2019: Jika engkau (Nabi Muhammad) mendapat kebaikan (maka) itu menyakitkan mereka. Akan tetapi, jika engkau ditimpa bencana, mereka berkata, “Sungguh, sejak semula kami telah berhati-hati (dengan tidak pergi berperang)” dan mereka berpaling dengan (perasaan) gembira. (QS 9 : 50)
Quraish Shihab: Jika suatu kebaikan menimpamu (Nabi Muhammad saw.), mereka tidak senang; dan jika suatu bencana menimpamu, mereka berkata: "Sungguh, kami sebelumnya telah mengambil ancang-ancang (untuk menjauhkan diri) kami (dari bahaya dengan tidak ikut berperang)," dan mereka berpaling dalam keadaan sangat gembira.
HAMKA: Jika suatu kebaikan mengenai engkau, merasa sakitlah mereka Dan jika suatu musibah menimpa engkau, mereka akan berkata, “Sesungguhnya kami telah berjaga diri terlebih dahulu.” Dan mereka pun berpaling dalam keadaan gembira.

قُلْ لَنْ يُصِيبَنَا إِلَّا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَنَا هُوَ مَوْلَانَا ۚ وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ

Kemenag RI 2019: Katakanlah (Nabi Muhammad), “Tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah bagi kami. Dialah Pelindung kami, dan hanya kepada Allah hendaknya orang-orang mukmin bertawakal. (QS 9 : 51)
Quraish Shihab: Katakanlah (Nabi Muhammad saw.): "Sekali-kali tidak (ada manfaat atau mudharat yang) akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah bagi kami. Dia Pelindung kami, dan hendaklah kepada Allah (saja) orang-orang mukmin bertawakkal (berserah diri kepada-Nya sesudah melakukan upaya maksimal)."
HAMKA: Katakanlah, “Sekali-kali tidaklah akan menimpa kepada kami, kecuali apa yang telah dituliskan Allah untuk kami. Dialah Pelindung kami, dan kepada Allah-lah hendaknya bertawakal orang-orang yang beriman.”

قُلْ هَلْ تَرَبَّصُونَ بِنَا إِلَّا إِحْدَى الْحُسْنَيَيْنِ ۖ وَنَحْنُ نَتَرَبَّصُ بِكُمْ أَنْ يُصِيبَكُمُ اللَّهُ بِعَذَابٍ مِنْ عِنْدِهِ أَوْ بِأَيْدِينَا ۖ فَتَرَبَّصُوا إِنَّا مَعَكُمْ مُتَرَبِّصُونَ

Kemenag RI 2019: Katakanlah (Nabi Muhammad), “Tidak ada yang kamu tunggu-tunggu (kedatangannya) bagi kami, kecuali salah satu dari dua kebaikan (menang atau mati syahid). (Sebaliknya,) kami menunggu-nunggu bagi kamu bahwa Allah akan menimpakan azab kepadamu dari sisi-Nya atau (azab) melalui tangan kami. Maka, tunggulah, sesungguhnya kami menunggu (pula) bersamamu.” (QS 9 : 52)
Quraish Shihab: Katakanlah (Nabi Muhammad saw.): "Tidak ada yang kamu tunggu (kedatangannya) bagi kami, kecuali salah satu dari dua kebaikan (yakni kemenangan atau mati syahid). Dan kami menunggu bagi kamu (terjadinya salah satu dari dua keburukan), bahwa Allah akan menimpakan kepada kamu azab dari sisi-Nya, atau dengan tangan kami. Maka, tunggulah, sesungguhnya kami adalah orang-orang menunggu bersama kamu."
HAMKA: Katakanlah, “Bukankah tidak kami tunggu-tunggu buat kami kecuali salah satu dari dua kebaikan? Sedang yang kami tunggu-tunggu buat kamu, ialah bahwa Allah akan menimpakan kepada kamu suatu adzab dari sisi-Nya, atau dengan perantaraan tangan kami. Maka tunggulah! Sedang kami pun menunggu (pula) bersama kamu.”

قُلْ أَنْفِقُوا طَوْعًا أَوْ كَرْهًا لَنْ يُتَقَبَّلَ مِنْكُمْ ۖ إِنَّكُمْ كُنْتُمْ قَوْمًا فَاسِقِينَ

Kemenag RI 2019: Katakanlah (Nabi Muhammad), “(Wahai orang-orang munafik,) infakkanlah (hartamu) baik dengan sukarela maupun dengan terpaksa, (tetapi ketahuilah bahwa infak itu) sekali-kali tidak akan diterima (oleh Allah) dari kamu. Sesungguhnya kamu adalah kaum yang fasik.” (QS 9 : 53)
Quraish Shihab: Katakanlah (Nabi Muhammad saw.): "(Hai orang-orang munafik)! Nafkahkanlah dengan (berpura-pura) sukarela maupun dengan terpaksa, (tetapi ketahuilah bahwa nafkah itu) sekali-kali tidak akan diterima (oleh Allah swt.) dari kamu. (Karena) sesungguhnya kamu adalah kaum fasik (keluar dari ketaatan kepada Allah swt.)."
HAMKA: Katakanlah, “Berbelanjalah dengan kepatuhan atau terpaksa, namun dia tidak jugalah akan diterima dari kamu. Karena sesungguhnya kamu adalah kaum yang fasik.”

وَمَا مَنَعَهُمْ أَنْ تُقْبَلَ مِنْهُمْ نَفَقَاتُهُمْ إِلَّا أَنَّهُمْ كَفَرُوا بِاللَّهِ وَبِرَسُولِهِ وَلَا يَأْتُونَ الصَّلَاةَ إِلَّا وَهُمْ كُسَالَىٰ وَلَا يُنْفِقُونَ إِلَّا وَهُمْ كَارِهُونَ

Kemenag RI 2019: Tidak ada yang menghalangi infak mereka untuk diterima kecuali karena sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang kufur kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka tidak melaksanakan salat, melainkan dengan malas dan tidak (pula) menginfakkan (harta) mereka, melainkan dengan rasa enggan (terpaksa). (QS 9 : 54)
Quraish Shihab: Dan tidak ada yang menghalangi mereka untuk diterima dari mereka nafkah-nafkah mereka, kecuali karena mereka sesungguhnya adalah orang-orang yang kafir kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka tidak melaksanakan shalat melainkan dalam keadaan malas, dan tidak (pula) mereka bernafkah melainkan dalam keadaan terpaksa.
HAMKA: Dan tidaklah ada yang menegah daripada diterima dari mereka perbelanjaan-perbelanjaan mereka itu, kecuali karena bahwasanya mereka telah kafir kepada Allah dan Rasul-Nya, dan tidaklah mereka mengerjakan shalat, melainkan dalam keadaan malas, dan tidak (pula) mereka membelanjakan melainkan dalam keadaan merasa terpaksa.

[Halaman 196]

فَلَا تُعْجِبْكَ أَمْوَالُهُمْ وَلَا أَوْلَادُهُمْ ۚ إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُعَذِّبَهُمْ بِهَا فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَتَزْهَقَ أَنْفُسُهُمْ وَهُمْ كَافِرُونَ

Kemenag RI 2019: (Oleh karena itu,) janganlah harta dan anak-anak mereka membuatmu kagum. Sesungguhnya Allah hendak menyiksa mereka dengan itu dalam kehidupan dunia dan kelak nyawa mereka keluar dengan susah payah, sedangkan mereka dalam keadaan kafir. (QS 9 : 55)
Quraish Shihab: Maka (jika demikian halnya), janganlah harta dan anak-anak mereka menarik hatimu. (Karena) sesungguhnya Allah hendak menyiksa mereka dengannya (harta dan anak-anak mereka) itu di kehidupan dunia, dan kelak nyawa mereka keluar dengan susah payah, sedangkan mereka dalam keadaan kafir.
HAMKA: Lantaran itu janganlah engkau terpesona oleh harta benda mereka. Dan jangan (pula) oleh anak-anak mereka; lain tidak, karena kehendak Allah hanyalah hendak mengadzab mereka dengan dia pada hidup di dunia (ini) dan akan melayang jiwa mereka, sedang mereka dalam keadaan kafir.

وَيَحْلِفُونَ بِاللَّهِ إِنَّهُمْ لَمِنْكُمْ وَمَا هُمْ مِنْكُمْ وَلَٰكِنَّهُمْ قَوْمٌ يَفْرَقُونَ

Kemenag RI 2019: Mereka (orang-orang munafik) bersumpah dengan (nama) Allah, bahwa sesungguhnya mereka termasuk golonganmu, padahal mereka bukanlah dari golonganmu, tetapi mereka adalah kaum yang sangat takut (kepadamu). (QS 9 : 56)
Quraish Shihab: Dan mereka (orang-orang munafik) bersumpah dengan (nama) Allah, sesungguhnya mereka termasuk (golongan) kamu; padahal mereka bukan dari (golongan) kamu, tetapi mereka adalah kaum yang sangat takut (kepada kamu).
HAMKA: Dan mereka bersumpah dengan nama Allah bahwa sesungguhnya mereka adalah dari golongan kamu, padahal tidaklah mereka dari golongan kamu. Tetapi adalah mereka itu kaum yang pengecut.

لَوْ يَجِدُونَ مَلْجَأً أَوْ مَغَارَاتٍ أَوْ مُدَّخَلًا لَوَلَّوْا إِلَيْهِ وَهُمْ يَجْمَحُونَ

Kemenag RI 2019: Seandainya mereka memperoleh tempat berlindung, gua-gua, atau lubang-lubang (dalam tanah), niscaya mereka pergi (lari) ke sana dengan secepat-cepatnya. (QS 9 : 57)
Quraish Shihab: Jika seandainya mereka memperoleh tempat perlindungan atau gua-gua atau lubang-lubang (di bawah tanah), tentu mereka pergi kepadanya dalam keadaan tergesa-tergesa.
HAMKA: Jikalau mereka dapat tempat berlindung atau gua-gua atau (lubang) tempat sembunyi, tentu mereka berpaling kepadanya dalam keadaan terburu-buru.

وَمِنْهُمْ مَنْ يَلْمِزُكَ فِي الصَّدَقَاتِ فَإِنْ أُعْطُوا مِنْهَا رَضُوا وَإِنْ لَمْ يُعْطَوْا مِنْهَا إِذَا هُمْ يَسْخَطُونَ

Kemenag RI 2019: Di antara mereka ada yang mencela engkau (Nabi Muhammad) dalam hal (pembagian) sedekah-sedekah (zakat atau rampasan perang). Jika mereka diberi sebagian darinya, mereka bersenang hati, dan jika mereka tidak diberi bagian, dengan serta merta mereka marah. (QS 9 : 58)
Quraish Shihab: Dan di antara mereka ada yang mencelamu (Nabi Muhammad saw.) dalam hal (pembagian) sedekah-sedekah (yakni harta rampasan perang atau zakat); jika mereka diberi sebagian darinya, mereka rela, dan jika mereka tidak diberi sebagian darinya, serta merta mereka marah.
HAMKA: Dan sebagian dari mereka ada yang menyesali engkau tentang sedekah. Yaitu, jika mereka diberi sebagian darinya, mereka senang; dan jika tidak diberi sebagian darinya, tiba-tiba mereka pun kecewa.

وَلَوْ أَنَّهُمْ رَضُوا مَا آتَاهُمُ اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَقَالُوا حَسْبُنَا اللَّهُ سَيُؤْتِينَا اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ وَرَسُولُهُ إِنَّا إِلَى اللَّهِ رَاغِبُونَ

Kemenag RI 2019: Seandainya mereka benar-benar rida dengan apa yang diberikan kepada mereka oleh Allah dan Rasul-Nya, dan berkata, “Cukuplah Allah bagi kami, Allah akan memberikan kepada kami sebagian dari karunia-Nya, dan (demikian pula) Rasul-Nya. Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang selalu hanya berharap kepada Allah.” (QS 9 : 59)
Quraish Shihab: Jika seandainya mereka puas dengan apa yang diberikan Allah dan Rasul-Nya kepada mereka, dan berkata: "Cukuplah Allah bagi kami, Allah akan menganugerahkan kepada kami sebagian karunia-Nya dan demikian (pula) Rasul-Nya, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang selalu berharap hanya kepada Allah," (tentu yang demikian itu lebih baik bagi mereka).
HAMKA: Alangkah baik sekiranya mereka senang menerima apa yang diberikan kepada mereka oleh Allah dan Rasul-Nya dan mereka berkata, “Cukuplah bagi kami Allah! Allah akan mengaruniai kami dengan anugerah-Nya, dan Rasul-Nya pun. Sesungguhnya kami ini kepada Allah-lah kami hendak menuju.”

إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاءِ وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِي الرِّقَابِ وَالْغَارِمِينَ وَفِي سَبِيلِ اللَّهِ وَابْنِ السَّبِيلِ ۖ فَرِيضَةً مِنَ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, para amil zakat, orang-orang yang dilunakkan hatinya (mualaf), untuk (memerdekakan) para hamba sahaya, untuk (membebaskan) orang-orang yang berutang, untuk jalan Allah dan untuk orang-orang yang sedang dalam perjalanan (yang memerlukan pertolongan), sebagai kewajiban dari Allah. Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (QS 9 : 60)
Quraish Shihab: Sesungguhnya zakat-zakat (itu) hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, para pengelolanya, para muallaf, serta untuk (memerdekakan) para hamba sahaya, orang-orang yang berutang, (orang-orang yang berjuang) pada jalan Allah, dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan (yang memerlukan pertolongan), sebagai (suatu ketetapan) yang diwajibkan Allah; dan Allah Maha Mengetahui, lagi Maha Bijaksana.
HAMKA: Sedekah-sedekah itu hanyalah untuk orang-orang fakir dan orang-orang miskin dan pengurus-pengurus sedekah itu dan orang-orang yang ditarik hatinya dan untuk melepaskan perbudakan dan orang-orang yang berutang dan pada jalan Allah dan orang-orang perjalanan. (Ialah) sebagai kewajiban dari Allah. Dan Allah adalah Mahatahu, lagi Mahabijaksana.

وَمِنْهُمُ الَّذِينَ يُؤْذُونَ النَّبِيَّ وَيَقُولُونَ هُوَ أُذُنٌ ۚ قُلْ أُذُنُ خَيْرٍ لَكُمْ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَيُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِينَ وَرَحْمَةٌ لِلَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ ۚ وَالَّذِينَ يُؤْذُونَ رَسُولَ اللَّهِ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

Kemenag RI 2019: Di antara mereka (kaum munafik) ada orang-orang yang menyakiti Nabi (Muhammad) dan mengatakan, “Dia adalah telinga (yang menampung dan memercayai semua apa yang didengarnya tanpa seleksi).” Katakanlah, “(Nabi Muhammad adalah) telinga yang baik bagi kamu, dia beriman kepada Allah, memercayai orang-orang mukmin, dan menjadi rahmat bagi orang-orang yang beriman di antara kamu.” Orang-orang yang menyakiti Rasulullah bagi mereka azab yang sangat pedih. (QS 9 : 61)
Quraish Shihab: Di antara mereka (kaum munafik), ada orang-orang yang menyakiti Nabi (Muhammad saw.) dan mereka mengatakan: "Dia adalah telinga (menampung dan memercayai semua yang didengarnya tanpa seleksi)." Katakanlah: "(Nabi Muhammad saw. adalah) telinga yang baik bagi kamu; dia beriman kepada Allah, memercayai orang-orang mukmin, dan menjadi rahmat bagi orang-orang yang beriman di antara kamu." Dan orang-orang yang menyakiti Rasulullah, bagi mereka azab yang sangat pedih.
HAMKA: Dan dari kalangan mereka ada yang menyakiti Nabi dan mereka berkata, “Dia pendengar!” Katakanlah, “Dia memang pendengar kebaikan bagi kamu; dia percaya kepada Allah dan percaya kepada orang-orang yang beriman dan jadi rahmat bagi orang-orang yang beriman di antara kamu.” Dan orang-orang yang menyakiti Rasulullah saw, bagi mereka adalah adzab yang pedih.

[Halaman 197]

يَحْلِفُونَ بِاللَّهِ لَكُمْ لِيُرْضُوكُمْ وَاللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَقُّ أَنْ يُرْضُوهُ إِنْ كَانُوا مُؤْمِنِينَ

Kemenag RI 2019: Mereka (orang-orang munafik) bersumpah kepadamu (kaum muslim) dengan (nama) Allah untuk membuat kamu rida, padahal Allah dan Rasul-Nya lebih pantas mereka (raih) keridaan-Nya jika mereka adalah orang-orang beriman. (QS 9 : 62)
Quraish Shihab: Mereka bersumpah kepada kamu (kaum Muslim) dengan (nama) Allah untuk mencari keridhaan kamu, padahal mereka lebih berhak mencari ridha Allah dan Rasul-Nya jika mereka adalah orang-orang mukmin.
HAMKA: Mereka akan bersumpah dengan nama Allah kepada kamu, untuk menyenangkan kamu. Padahal Allah dan Rasul-Nya yang lebih patut mereka sukakan, jika adalah mereka orang yang beriman.

أَلَمْ يَعْلَمُوا أَنَّهُ مَنْ يُحَادِدِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَأَنَّ لَهُ نَارَ جَهَنَّمَ خَالِدًا فِيهَا ۚ ذَٰلِكَ الْخِزْيُ الْعَظِيمُ

Kemenag RI 2019: Tidakkah mereka (orang-orang munafik) mengetahui bahwa siapa yang menentang Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya neraka Jahanamlah baginya. Dia kekal di dalamnya. Itulah kehinaan yang besar. (QS 9 : 63)
Quraish Shihab: Tidakkah mereka mengetahui bahwa barang siapa menentang Allah (dengan melanggar perintah-Nya) dan (mengganggu dan menyakiti) Rasul-Nya, maka sesungguhnya baginya neraka Jahannam, dia kekal di dalamnya. Itulah kehinaan yang sangat besar.
HAMKA: Apakah mereka tidak mengetahui bahwasanya barangsiapa yang menentang Allah dan Rasul-Nya, maka untuk dia adalah neraka Jahannam, kekal dia di dalamnya. Yang demikian itulah kehinaan yang besar.

يَحْذَرُ الْمُنَافِقُونَ أَنْ تُنَزَّلَ عَلَيْهِمْ سُورَةٌ تُنَبِّئُهُمْ بِمَا فِي قُلُوبِهِمْ ۚ قُلِ اسْتَهْزِئُوا إِنَّ اللَّهَ مُخْرِجٌ مَا تَحْذَرُونَ

Kemenag RI 2019: Orang-orang munafik khawatir jika diturunkan suatu surah yang mengungkapkan apa yang ada dalam hati mereka. Katakanlah (kepada mereka), “Olok-oloklah (Allah, Rasul-Nya, dan orang beriman sesukamu). Sesungguhnya Allah pasti akan menampakkan apa yang kamu khawatirkan itu.” (QS 9 : 64)
Quraish Shihab: Orang-orang munafik khawatir akan diturunkan atas mereka surah yang memberitahukan kepada mereka apa yang (tersembunyi) dalam hati mereka. Katakanlah (Nabi Muhammad saw. kepada mereka): "Silakan mengolok-olok (Allah swt. dan Rasul-Nya)." Sesungguhnya Allah akan menampakkan apa yang kamu takuti.
HAMKA: Amat takut orang-orang munafik itu bahwa akan diturunkan atas mereka satu surah yang mengabarkan kepada mereka atas apa yang ada dalam hati mereka. Katakanlah, “Perolok-olokkanlah! Sesungguhnya Allah akan mengeluarkan apa yang kamu takutkan itu.”

وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ لَيَقُولُنَّ إِنَّمَا كُنَّا نَخُوضُ وَنَلْعَبُ ۚ قُلْ أَبِاللَّهِ وَآيَاتِهِ وَرَسُولِهِ كُنْتُمْ تَسْتَهْزِئُونَ

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka, mereka pasti akan menjawab, “Sesungguhnya kami hanya bersenda gurau dan bermain-main saja.” Katakanlah, “Apakah terhadap Allah, ayat-ayat-Nya, dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?” (QS 9 : 65)
Quraish Shihab: Demi (Allah)! Jika engkau (Nabi Muhammad saw.) bertanya kepada mereka (tentang apa yang dilakukan orang-orang munafik itu), tentu mereka akan menjawab: "Sesungguhnya kami hanyalah bersenda-gurau dan bermain-main saja." Katakanlah: "Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya, dan Rasul-Nya kamu terus berolok-olok?"
HAMKA: Dan jika engkau tanya kepada mereka, tentulah mereka akan berkata, “Kami ini hanyalah bersenda-gurau dan bermain-main.” Katakanlah, “Apakah dengan Allah dan ayat-ayat-Nya dan (dengan) Rasul-Nya kamu hendak berolok-olok?”

لَا تَعْتَذِرُوا قَدْ كَفَرْتُمْ بَعْدَ إِيمَانِكُمْ ۚ إِنْ نَعْفُ عَنْ طَائِفَةٍ مِنْكُمْ نُعَذِّبْ طَائِفَةً بِأَنَّهُمْ كَانُوا مُجْرِمِينَ

Kemenag RI 2019: Tidak perlu kamu membuat-buat alasan karena kamu telah kufur sesudah beriman. Jika Kami memaafkan sebagian dari kamu (karena telah bertobat), niscaya Kami akan mengazab golongan (yang lain), karena sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang berbuat dosa. (QS 9 : 66)
Quraish Shihab: Janganlah kamu mencari dalih! Kamu sungguh telah kafir sesudah beriman. Jika Kami memaafkan segolongan dari kamu, Kami pasti akan menyiksa segolongan (yang lain) karena mereka adalah para pendurhaka.
HAMKA: Janganlah kamu mencahari alasan karena sesungguhnya kamu telah kafir sesudah iman. Jika Kami maafkan suatu golongan dari kamu, niscaya akan Kami adzab segolongan lain, karena sesungguhnya mereka itu adalah orang-orang yang berdosa.

الْمُنَافِقُونَ وَالْمُنَافِقَاتُ بَعْضُهُمْ مِنْ بَعْضٍ ۚ يَأْمُرُونَ بِالْمُنْكَرِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمَعْرُوفِ وَيَقْبِضُونَ أَيْدِيَهُمْ ۚ نَسُوا اللَّهَ فَنَسِيَهُمْ ۗ إِنَّ الْمُنَافِقِينَ هُمُ الْفَاسِقُونَ

Kemenag RI 2019: Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, satu dengan yang lain (adalah sama saja). Mereka menyuruh (berbuat) mungkar dan mencegah (berbuat) makruf. Mereka pun menggenggam tangannya (kikir). Mereka telah melupakan Allah, maka Allah melupakan mereka. Sesungguhnya orang-orang munafik adalah orang-orang yang fasik. (QS 9 : 67)
Quraish Shihab: Orang-orang munafik laki-laki dan orang-orang munafik perempuan, sebagian mereka dari sebagian yang lain, mereka menyuruh (manusia berbuat) yang munkar dan melarang (berbuat) yang ma'ruf dan mereka menggenggamkan tangan mereka (yakni sangat kikir). Mereka telah lupa Allah (meninggalkan tuntunan-Nya), maka Dia melupakan (meninggalkan) mereka (sehingga mereka tidak memperoleh rahmat-Nya). Sesungguhnya orang-orang munafik, merekalah orang-orang fasik (keluar dari ketaatan kepada Allah swt.).
HAMKA: Laki-laki yang munafik dan perempuan-perempuan yang munafik, yang sebagian mereka adalah dari yang sebagian, (yaitu)mereka menyuruh dengan yang mungkar dan mereka melarang dari yang makruf dan mereka genggamkan tangan mereka. Mereka telah melupakan Allah, maka Allah pun melupakan mereka. Sesungguhnya orang-orang munafik itu, adalah mereka orang-orang yang fasik.

وَعَدَ اللَّهُ الْمُنَافِقِينَ وَالْمُنَافِقَاتِ وَالْكُفَّارَ نَارَ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا ۚ هِيَ حَسْبُهُمْ ۚ وَلَعَنَهُمُ اللَّهُ ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ مُقِيمٌ

Kemenag RI 2019: Allah telah mengancam orang-orang munafik laki-laki dan perempuan serta orang-orang kafir dengan neraka Jahanam. Mereka kekal di dalamnya. Cukuplah (neraka) itu bagi mereka. Allah melaknat mereka. Bagi mereka azab yang kekal. (QS 9 : 68)
Quraish Shihab: Dan Allah menjanjikan orang-orang munafik laki-laki, orang-orang munafik perempuan dan orang-orang kafir (azab) neraka Jahannam. Mereka kekal di dalamnya. Cukuplah (neraka) itu bagi mereka; dan Allah melaknat mereka; dan bagi mereka azab yang terus-menerus.
HAMKA: Allah telah menjanjikan untuk laki-laki munafik dan perempuan-perempuan munafik dan orang-orang yang kufur, neraka Jahannam. Mereka akan kekal di dalamnya. Itulah yang cukup untuk mereka, dan Allah mengutuk mereka, dan bagi mereka adzab yang tetap.

[Halaman 198]

كَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ كَانُوا أَشَدَّ مِنْكُمْ قُوَّةً وَأَكْثَرَ أَمْوَالًا وَأَوْلَادًا فَاسْتَمْتَعُوا بِخَلَاقِهِمْ فَاسْتَمْتَعْتُمْ بِخَلَاقِكُمْ كَمَا اسْتَمْتَعَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ بِخَلَاقِهِمْ وَخُضْتُمْ كَالَّذِي خَاضُوا ۚ أُولَٰئِكَ حَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ

Kemenag RI 2019: (Kamu, orang-orang munafik,) seperti orang-orang sebelummu. Mereka lebih kuat daripada kamu dan lebih banyak harta dan anak-anaknya. Mereka telah menikmati bagiannya dan kamu telah menikmati bagianmu sebagaimana orang-orang yang sebelummu menikmati bagiannya. Kamu mempercakapkan (hal-hal yang batil) sebagaimana mereka mempercakapkannya. Mereka itu sia-sia amalnya di dunia dan di akhirat. Mereka itulah orang-orang yang rugi. (QS 9 : 69)
Quraish Shihab: (Keadaan kamu, hai orang-orang musyrik dan munafik adalah) seperti (keadaan) orang-orang yang sebelum kamu, mereka lebih kuat daripada kamu, dan lebih banyak harta dan anak-anak mereka daripada kamu. Maka, mereka telah menikmati bagian mereka, dan kamu telah menikmati bagian kamu sebagaimana orang-orang yang sebelum kamu menikmati bagian mereka, dan kamu mempercakapkan (sesuatu yang tidak berdasar, seperti kekufuran dan ejekan terhadap Allah swt. dan Rasul-Nya) sebagaimana mereka mempercakapkannya. Mereka (yang lebih kuat dan melebihi kamu) itu, amal-amal mereka menjadi sia-sia di dunia dan di akhirat; dan mereka itulah orang-orang yang rugi.
HAMKA: Seperti juga orang-orang yang sebelum kamu. Adalah mereka itu lebih bersangatan kekuatan daripada kamu dan lebih banyak harta benda dan anak-anak; oleh karena itu mereka telah bersenang-senang dengan bagian mereka, maka kamu pun telah bersenang-senang dengan bagian kamu sebagaimana bersenang-senang orang-orang yang sebelum kamu itu dengan bagian mereka, dan kamu pun telah bersukaria sebagaimana mereka telah bersuka ria. Mereka itu adalah orang-orang yang telah gugur amal-amalan mereka di dunia dan di akhirat, dan mereka itu adalah orang-orang yang rugi.

أَلَمْ يَأْتِهِمْ نَبَأُ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ قَوْمِ نُوحٍ وَعَادٍ وَثَمُودَ وَقَوْمِ إِبْرَاهِيمَ وَأَصْحَابِ مَدْيَنَ وَالْمُؤْتَفِكَاتِ ۚ أَتَتْهُمْ رُسُلُهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ ۖ فَمَا كَانَ اللَّهُ لِيَظْلِمَهُمْ وَلَٰكِنْ كَانُوا أَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ

Kemenag RI 2019: Apakah tidak sampai kepada mereka berita (tentang) orang-orang sebelum mereka, (yaitu) kaum Nuh, ‘Ad, Samud, kaum Ibrahim, penduduk Madyan, dan (kaum Lut) yang kota-kotanya dijungkirbalikkan? Telah datang kepada mereka rasul-rasul dengan membawa bukti-bukti yang nyata. Allah tidak akan pernah menzalimi mereka, tetapi merekalah yang selalu menzalimi diri sendiri. (QS 9 : 70)
Quraish Shihab: Apakah belum datang kepada mereka berita (penting) tentang orang-orang yang sebelum mereka, (yaitu) kaum Nuh, 'Ad, Tsamud, kaum Ibrahim, penduduk Madyan, dan negeri-negeri yang dijungkirbalikkan (oleh Allah swt. sehingga semua musnah)? Telah datang kepada mereka para rasul mereka dengan membawa keterangan-keterangan yang nyata; (namun karena mereka mengejek dan menolak tuntunan para rasul), (maka Allah swt. menyiksa mereka dengan berbagai siksa), dan Allah sekali-kali tidak menganiaya mereka, tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka (sendiri).
HAMKA: Tidaklah datang kepada mereka perkabaran tentang orang-orang sebelum mereka, (yaitu) kaum Nuh dan ‘Aad dan Tsamud dan kaum Ibrahim dan penduduk Madyan dan negeri-negeri yang sudah dibinasakan itu. Telah datang kepada mereka rasul-rasul mereka berbagai keterangan. Maka tidaklah Allah berlaku aniaya kepada mereka, akan tetapi adalah atas diri mereka sendiri mereka berlaku aniaya.

وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ ۚ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَيُطِيعُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ ۚ أُولَٰئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللَّهُ ۗ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

Kemenag RI 2019: Orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan, sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain. ) Mereka menyuruh (berbuat) makruf dan mencegah (berbuat) mungkar, menegakkan salat, menunaikan zakat, dan taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka akan diberi rahmat oleh Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS 9 : 71)
Quraish Shihab: Dan orang-orang mukmin laki-laki dan orang-orang mukmin perempuan, sebagian mereka menjadi para penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh yang ma'ruf, mencegah yang munkar, dan melaksanakan shalat secara berkesinambungan, menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan dirahmati Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa, lagi Maha Bijaksana.
HAMKA: Dan laki-laki yang beriman dan perempuan-perempuan yang beriman, yang sebagian mereka adalah pemimpin bagi yang sebagian. Mereka itu menyuruh berbuat makruf dan melarang dari yang mungkar, dan mereka mendirikan shalat dan mengeluarkan zakat, dan mereka pun taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu adalah orang-orang yang akan diberi rahmat oleh Allah. Sesungguhnya Allah adalah Mahagagah, lagi Mahabijaksana.

وَعَدَ اللَّهُ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَمَسَاكِنَ طَيِّبَةً فِي جَنَّاتِ عَدْنٍ ۚ وَرِضْوَانٌ مِنَ اللَّهِ أَكْبَرُ ۚ ذَٰلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

Kemenag RI 2019: Allah telah menjanjikan kepada orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan, surga-surga yang sungai-sungai mengalir di bawahnya, mereka kekal di dalamnya, dan tempat-tempat yang baik di surga ‘Adn. Rida Allah lebih besar. Itulah kemenangan yang agung. (QS 9 : 72)
Quraish Shihab: Allah telah menjanjikan kepada orang-orang mukmin laki-laki dan orang-orang mukmin perempuan, surga-surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya, dan tempat-tempat yang bagus di surga-surga 'Adn. (Mereka juga mendapatkan ridha Allah swt.), dan keridhaan dari Allah adalah lebih besar; itulah kemenangan yang sangat besar.
HAMKA: Allah telah menjanjikan kepada orang-orang laki-laki yang beriman dan orang-orang perempuan yang beriman, surga-surga, yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, kekal mereka di dalamnya, dan tempat-tempat tinggal yang baik di dalam surga Aden. Sedang keridhaan dari Allah adalah lebih besar. Itulah dia kemenangan yang agung.

[Halaman 199]

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ جَاهِدِ الْكُفَّارَ وَالْمُنَافِقِينَ وَاغْلُظْ عَلَيْهِمْ ۚ وَمَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ ۖ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ

Kemenag RI 2019: Wahai Nabi, berjihadlah (melawan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka adalah (neraka) Jahanam. (Itulah) seburuk-buruk tempat kembali. (QS 9 : 73)
Quraish Shihab: Wahai Nabi! Berjihadlah (menghadapi) orang-orang kafir dan orang-orang munafik dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka adalah (neraka) Jahannam, dan (itulah) seburuk-buruk tempat kembali.
HAMKA: Wahai Nabi! Jihadilah kafir-kafir dan munafik-munafik itu, dan berlaku gagahlah terhadap mereka. Sedang tempat pulang mereka adalah Jahannam, dan itulah yang seburuk-buruk kesudahan.

يَحْلِفُونَ بِاللَّهِ مَا قَالُوا وَلَقَدْ قَالُوا كَلِمَةَ الْكُفْرِ وَكَفَرُوا بَعْدَ إِسْلَامِهِمْ وَهَمُّوا بِمَا لَمْ يَنَالُوا ۚ وَمَا نَقَمُوا إِلَّا أَنْ أَغْنَاهُمُ اللَّهُ وَرَسُولُهُ مِنْ فَضْلِهِ ۚ فَإِنْ يَتُوبُوا يَكُ خَيْرًا لَهُمْ ۖ وَإِنْ يَتَوَلَّوْا يُعَذِّبْهُمُ اللَّهُ عَذَابًا أَلِيمًا فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ۚ وَمَا لَهُمْ فِي الْأَرْضِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍ

Kemenag RI 2019: Mereka (orang-orang munafik) bersumpah dengan (nama) Allah bahwa mereka tidak mengatakan (sesuatu yang menyakiti Nabi Muhammad). Sungguh, mereka benar-benar telah mengucapkan perkataan kekafiran (dengan mencela Nabi Muhammad) dan (karenanya) menjadi kafir setelah berislam. Mereka menginginkan apa yang tidak dapat mereka capai. ) Mereka tidak mencela melainkan karena Allah dan Rasul-Nya telah melimpahkan karunia-Nya kepada mereka. Maka, jika mereka bertobat, itu lebih baik bagi mereka. Jika berpaling, niscaya Allah akan mengazab mereka dengan azab yang pedih di dunia dan akhirat. Mereka tidak mempunyai pelindung dan tidak (pula) penolong di bumi. (QS 9 : 74)
Quraish Shihab: Mereka (orang-orang munafik) bersumpah dengan (nama) Allah, bahwa mereka tidak berkata-kata (tentang sesuatu yang melanggar ajaran agama atau menggangu Nabi Muhammad saw.). Padahal, demi (Allah)! Sungguh, mereka telah mengucapkan kalimat kufur (memaki Nabi Muhammad saw. dan menganggapnya berbohong), dan mereka telah kafir sesudah keislaman mereka dan menginginkan apa yang mereka tidak dapat mencapainya (yakni mengusir atau membunuh Nabi Muhammad saw.), dan mereka tidak mencela, melainkan karena Allah dan Rasul-Nya telah melimpahkan karunia-Nya kepada mereka (padahal sebelumnya mereka hidup dalam kekacauan dan penderitaan). Maka, jika mereka bertaubat, itu adalah lebih baik bagi mereka, dan jika mereka berpaling, pasti Allah akan menyiksa mereka dengan siksa yang pedih di dunia dan di akhirat; dan mereka sekali-kali tidak memperoleh pelindung dan tidak (pula) penolong di bumi (dan tidak pula di akhirat).
HAMKA: Mereka akan bersumpah dengan nama Allah bahwa mereka tidaklah pernah berkata (begitu), padahal mereka telah pernah mengatakan kalimat kufur, dan mereka telah kafir sesudah Islam, dan mereka sangat mengingini apa yang tidak mereka capai. Dan, tidaklah mereka berdendam, melainkan karena mereka telah dikaya-ratakan oleh Allah dan Rasul-Nya dengan karunia-Nya. Tetapi jika mereka bertobat, itulah yang lebih baik bagi mereka, dan jika mereka berpaling, niscaya akan diadzab oleh Allah, azab yang pedih, di dunia dan akhirat. Dan, tidak akan mereka di dalam bumi ini, dari seorang pelindung pun dan tidak pula seorang penolong.

وَمِنْهُمْ مَنْ عَاهَدَ اللَّهَ لَئِنْ آتَانَا مِنْ فَضْلِهِ لَنَصَّدَّقَنَّ وَلَنَكُونَنَّ مِنَ الصَّالِحِينَ

Kemenag RI 2019: Di antara mereka ada orang yang telah berjanji kepada Allah, “Sesungguhnya jika Dia memberikan sebagian dari karunia-Nya kepada kami, niscaya kami akan benar-benar bersedekah dan niscaya kami benar-benar termasuk orang-orang yang saleh.” (QS 9 : 75)
Quraish Shihab: Dan di antara mereka (orang-orang munafik) ada yang telah berikrar kepada Allah (dengan mengatakan bahwa): "Demi (Allah)! Jika Dia memberikan sebagian karunia-Nya kepada kami, tentu kami akan benar-benar bersedekah dan tentu kami benar-benar akan termasuk orang-orang saleh."
HAMKA: Dan setengah daripada mereka ada yang berjanji kepada Allah, “Sesungguhnya jika Dia berikan kepada kami sebagian dari karunia-Nya, tentu akan kami sedekahkan. Dan sungguhlah kami akan jadi orang-orang yang saleh.”

فَلَمَّا آتَاهُمْ مِنْ فَضْلِهِ بَخِلُوا بِهِ وَتَوَلَّوْا وَهُمْ مُعْرِضُونَ

Kemenag RI 2019: Akan tetapi, ketika Allah menganugerahkan kepada mereka sebagian dari karunia-Nya, mereka menjadi kikir dan berpaling seraya menjadi penentang (kebenaran). (QS 9 : 76)
Quraish Shihab: Maka, setelah Allah memberikan kepada mereka sebagian karunia-Nya, mereka kikir (and enggan bersedekah) dengannya (karunia itu), dan mereka berpaling dalam keadaan membelakangi (kebenaran).
HAMKA: Tetapi tatkala diberikan-Nya kepada mereka sebagian daripada karunia-Nya itu, mereka pun bakhil dengan dia, dan mereka pun berpaling, dan mereka pun tak acuh lagi.

فَأَعْقَبَهُمْ نِفَاقًا فِي قُلُوبِهِمْ إِلَىٰ يَوْمِ يَلْقَوْنَهُ بِمَا أَخْلَفُوا اللَّهَ مَا وَعَدُوهُ وَبِمَا كَانُوا يَكْذِبُونَ

Kemenag RI 2019: Maka, (akibat kekikiran itu) Dia menanamkan kemunafikan dalam hati mereka sampai pada hari mereka menemui-Nya karena mereka telah mengingkari janji yang telah mereka ikrarkan kepada-Nya dan (juga) karena mereka selalu berdusta. (QS 9 : 77)
Quraish Shihab: Maka, (kekikiran) itu menimbulkan kemunafikan dalam hati mereka hingga ke waktu mereka menemui-Nya, karena mereka telah memungkiri Allah (melalui) apa (janji) yang telah mereka ikrarkan kepada-Nya dan disebabkan mereka dahulu terus menerus berdusta.
HAMKA: Maka Allah akibatkanlah nifaq di dalam hati mereka, sampai hari yang mereka akan bertemu dengan Dia, lantaran mereka telah menyalahi apa yang telah mereka janjikan dengan Allah, dan dari sebab mereka itu telah berdusta.

أَلَمْ يَعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ سِرَّهُمْ وَنَجْوَاهُمْ وَأَنَّ اللَّهَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ

Kemenag RI 2019: Tidakkah mereka mengetahui bahwa Allah mengetahui rahasia dan bisikan mereka dan bahwa sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala yang gaib? (QS 9 : 78)
Quraish Shihab: Tidakkah mereka mengetahui bahwa Allah mengetahui rahasia dan bisikan mereka, dan bahwa Allah Maha Mengetahui segala yang gaib?
HAMKA: Tidakkah mereka mengetahui bahwasanya Allah itu mengetahui akan rahasia mereka dan bisik desus mereka? Dan bahwasanya Allah Maha Mengetahui akan perkara-perkara yang tersembunyi.

الَّذِينَ يَلْمِزُونَ الْمُطَّوِّعِينَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ فِي الصَّدَقَاتِ وَالَّذِينَ لَا يَجِدُونَ إِلَّا جُهْدَهُمْ فَيَسْخَرُونَ مِنْهُمْ ۙ سَخِرَ اللَّهُ مِنْهُمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

Kemenag RI 2019: Orang-orang (munafik) yang mencela orang-orang beriman yang memberikan sedekah dengan sukarela, (mencela) orang-orang yang tidak mendapatkan (untuk disedekahkan) selain kesanggupannya, lalu mereka mengejeknya. Maka, Allah mengejek mereka dan bagi mereka azab yang sangat pedih. (QS 9 : 79)
Quraish Shihab: (Di antara kaum munafik itu) ada orang-orang yang mencela para pemberi sedekah dengan sukarela dari orang-orang mukmin dan (mencela pula) orang-orang yang tidak mendapatkan selain kesanggupan mereka, maka mereka (orang-orang munafik itu) mengejek mereka (yang memberi dan tidak mendapatkan). Allah (pun) mengejek mereka dan bagi mereka azab yang sangat pedih.
HAMKA: (Yaitu) orang-orang yang menghina terhadap orang-orang yang dengan kemaunnya sendiri, dari kalangan orang-orang beriman yang mengeluarkan sedekah, dan terhadap orang-orang yang tidak sanggup kecuali sekadar tenaga. Maka mereka rendahkan mereka itu. Allah pun merendahkan mereka dan bagi mereka adalah adzab yang pedih.

[Halaman 200]

اسْتَغْفِرْ لَهُمْ أَوْ لَا تَسْتَغْفِرْ لَهُمْ إِنْ تَسْتَغْفِرْ لَهُمْ سَبْعِينَ مَرَّةً فَلَنْ يَغْفِرَ اللَّهُ لَهُمْ ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ كَفَرُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ ۗ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ

Kemenag RI 2019: (Sama saja) engkau (Nabi Muhammad) memohonkan ampunan bagi mereka atau tidak memohonkan ampunan bagi mereka. Walaupun engkau memohonkan ampunan bagi mereka tujuh puluh kali, Allah tidak akan memberi ampunan kepada mereka. Demikian itu karena mereka kufur kepada Allah dan Rasul-Nya. Allah tidak akan memberi petunjuk kepada kaum yang fasik. (QS 9 : 80)
Quraish Shihab: Engkau (Nabi Muhammad saw.) memohonkan ampun bagi mereka atau tidak memohonkan ampun bagi mereka (adalah sama saja). Jika engkau memohonkan ampun bagi mereka tujuh puluh kali, Allah sekali-kali tidak akan memberi ampun kepada mereka. Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka kafir kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum fasik (keluar dari ketaatan kepada Allah swt.).
HAMKA: Mohonkanlah ampun untuk mereka atau jangan engkau mohonkan ampun untuk mereka, jika pun engkau mohonkan mereka ampun tujuh puluh kali, sekali-kali tidaklah Allah akan memberi ampun mereka. Begitulah jadinya, karena mereka itu telah kafir terhadap Allah dan Rasul-Nya. Sedang Allah tidaklah hendak memberikan petunjuk kepada kaum yang fasik.

فَرِحَ الْمُخَلَّفُونَ بِمَقْعَدِهِمْ خِلَافَ رَسُولِ اللَّهِ وَكَرِهُوا أَنْ يُجَاهِدُوا بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَقَالُوا لَا تَنْفِرُوا فِي الْحَرِّ ۗ قُلْ نَارُ جَهَنَّمَ أَشَدُّ حَرًّا ۚ لَوْ كَانُوا يَفْقَهُونَ

Kemenag RI 2019: Orang-orang yang ditinggalkan (tidak ikut berperang) merasa gembira dengan duduk-duduk setelah kepergian Rasulullah (ke medan perang). Mereka tidak suka berjihad dengan harta dan jiwa mereka di jalan Allah dan mereka (justru) berkata, “Janganlah kamu berangkat (ke medan perang) di tengah panas terik.” Katakanlah (Nabi Muhammad), “Api neraka Jahanam lebih panas.” Seandainya saja selama ini mereka memahami. (QS 9 : 81)
Quraish Shihab: Orang-orang yang ditinggalkan (tidak ikut berperang) bergembira dengan (keberadaan mereka di) tempat tinggal mereka di belakang (yakni sesudah keberangkatan) Rasulullah, dan mereka tidak suka berjihad dengan harta mereka dan jiwa mereka di jalan Allah dan mereka berkata: "Janganlah kamu berangkat (ke medan perang) dalam panas terik ini!" Katakanlah (Nabi Muhammad saw.): "Api (neraka) Jahannam itu lebih keras panas-(nya), jika seandainya mereka memahami."
HAMKA: Telah bergembira orang-orang yang ditinggalkan itu, dengan sebab tertinggalnya mereka di belakang Rasulullah saw, dan mereka memang keberatan bahwa akan berjihad dengan harta benda mereka dan jiwa-jiwa mereka pada jalan Allah, dan mereka telah mengatakan, “Janganlah kamu pergi berperang di waktu panas.” Katakanlah, “Neraka Jahannam lebih panas, jikalau adalah kamu orang-orang yang berpikiran.”

فَلْيَضْحَكُوا قَلِيلًا وَلْيَبْكُوا كَثِيرًا جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

Kemenag RI 2019: Maka, biarkanlah mereka tertawa sedikit (di dunia) dan menangis yang banyak (di akhirat) sebagai balasan terhadap apa yang selalu mereka perbuat. (QS 9 : 82)
Quraish Shihab: Maka, hendaklah mereka tertawa sedikit dan menangis banyak (di akhirat, saat mereka dimasukkan ke neraka), sebagai balasan atas apa (kedurhakaan) yang telah mereka usahakan.
HAMKA: Maka biarlah mereka tertawa-tawa sedikit dan menangislah mereka yang banyak, sebagai balasan dari apa yang telah mereka usahakan.

فَإِنْ رَجَعَكَ اللَّهُ إِلَىٰ طَائِفَةٍ مِنْهُمْ فَاسْتَأْذَنُوكَ لِلْخُرُوجِ فَقُلْ لَنْ تَخْرُجُوا مَعِيَ أَبَدًا وَلَنْ تُقَاتِلُوا مَعِيَ عَدُوًّا ۖ إِنَّكُمْ رَضِيتُمْ بِالْقُعُودِ أَوَّلَ مَرَّةٍ فَاقْعُدُوا مَعَ الْخَالِفِينَ

Kemenag RI 2019: Maka, jika Allah memulangkanmu (Nabi Muhammad) ke satu golongan dari mereka (orang-orang munafik), kemudian mereka meminta izin kepadamu untuk keluar (pergi berperang), katakanlah, “Kamu tidak boleh keluar bersamaku selama-lamanya dan tidak boleh memerangi musuh bersamaku. Sesungguhnya sejak semula kamu telah rida duduk (tidak berperang). Oleh karena itu, duduklah (tinggallah) bersama orang-orang yang tidak ikut (berperang).” (QS 9 : 83)
Quraish Shihab: Maka, jika Allah mengembalikanmu (Nabi Muhammad saw.) kepada satu golongan dari mereka (yang tidak ikut berperang bersamamu), kemudian mereka meminta izin kepadamu untuk keluar (berperang pada peperangan yang lain), maka katakanlah: "Kamu sekali-kali tidak akan keluar bersamaku selama-lamanya dan sekali-kali tidak akan berperang bersamaku melawan satu musuh (pun). Sesungguhnya kamu rela duduk (tidak pergi berperang) pada kali yang pertama, karena itu duduklah bersama orang-orang yang tidak ikut (berperang)."
HAMKA: Maka sekiranya Allah telah mengembalikan mereka kepada satu kelompok dari mereka, lalu mereka mohon izin kepada engkau untuk (turut) keluar. Maka hendaklah engkau katakan, “Sekali-kali kamu tidak akan (boleh) keluar bersama aku selama-lamanya, dan sekali-kali kamu tidak akan memerangi musuh selama-lamanya bersama aku, (karena) sesungguhnya kamu lebih suka tinggal pada permulaan kali. Maka tinggallah kamu (sekarang) bersama-sama orang yang tinggal.

وَلَا تُصَلِّ عَلَىٰ أَحَدٍ مِنْهُمْ مَاتَ أَبَدًا وَلَا تَقُمْ عَلَىٰ قَبْرِهِ ۖ إِنَّهُمْ كَفَرُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَمَاتُوا وَهُمْ فَاسِقُونَ

Kemenag RI 2019: Janganlah engkau (Nabi Muhammad) melaksanakan salat untuk seseorang yang mati di antara mereka (orang-orang munafik) selama-lamanya dan janganlah engkau berdiri (berdoa) di atas kuburnya. Sesungguhnya mereka ingkar kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka mati dalam keadaan fasik. (QS 9 : 84)
Quraish Shihab: Dan janganlah sekali-kali engkau (Nabi Muhammad saw.) menshalatkan seorang yang mati di antara mereka selama-lamanya, dan janganlah engkau berdiri di kuburnya (untuk mendoakannya). Sesungguhnya mereka telah kafir kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka mati dalam keadaan fasik (keluar dari ketaatan kepada Allah swt.).
HAMKA: Dan sekali-kali janganlah engkau shalatkan atas seorangpun yang telah mati dari mereka itu selama-lamanya dan jangan engkau berdiri di kuburannya. Sesungguhnya mereka itu telah kufur kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka telah mati, padahal mereka dalam fasik.

وَلَا تُعْجِبْكَ أَمْوَالُهُمْ وَأَوْلَادُهُمْ ۚ إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ أَنْ يُعَذِّبَهُمْ بِهَا فِي الدُّنْيَا وَتَزْهَقَ أَنْفُسُهُمْ وَهُمْ كَافِرُونَ

Kemenag RI 2019: Janganlah harta dan anak-anak mereka membuatmu kagum. Sesungguhnya dengan (sebab harta dan anak) itu Allah berkehendak untuk menyiksa mereka di dunia dan (membiarkan) nyawa mereka melayang dalam keadaan kafir. (QS 9 : 85)
Quraish Shihab: Dan janganlah harta and anak-anak mereka menarik hatimu. (Karena) sesungguhnya Allah hendak menyiksa mereka dengannya (harta dan anak-anak mereka itu) di kehidupan dunia, dan kelak nyawa mereka keluar dengan susah payah, sedangkan mereka dalam keadaan kafir.
HAMKA: Dan janganlah engkau terpesona oleh harta benda mereka dan anak-cucu mereka. Kehendak Allah hanya akan mengadzab mereka dengan dia dunia dan di akhirat, dan akan mampus jiwa mereka, sedang mereka itu adalah kafir.

وَإِذَا أُنْزِلَتْ سُورَةٌ أَنْ آمِنُوا بِاللَّهِ وَجَاهِدُوا مَعَ رَسُولِهِ اسْتَأْذَنَكَ أُولُو الطَّوْلِ مِنْهُمْ وَقَالُوا ذَرْنَا نَكُنْ مَعَ الْقَاعِدِينَ

Kemenag RI 2019: Apabila diturunkan suatu surah (yang memerintahkan orang-orang munafik), “Berimanlah kepada Allah dan berjihadlah bersama Rasul-Nya,” niscaya orang-orang yang berkemampuan di antara mereka meminta izin kepadamu (untuk tidak berjihad) dan mereka berkata, “Biarkanlah kami berada bersama orang-orang yang duduk (tinggal di rumah).” (QS 9 : 86)
Quraish Shihab: Dan apabila diturunkan surah (yang memerintahkan orang-orang munafik): "Berimanlah kepada Allah dan berjihadlah bersama Rasul-Nya," niscaya orang-orang yang sanggup di antara mereka, meminta izin kepadamu dan mereka berkata: "Biarkanlah kami berada bersama orang-orang yang duduk (tidak pergi berperang)."
HAMKA: Dan apabila diturunkan suatu surah (yang menyeru), bahwa hendaklah mereka beriman kepada Allah dan berjihad bersama-sama Rasul-Nya, meminta izinlah kepada engkau orang-orang yang mampu dari mereka, dan mereka katakan, “Biarkanlah kami bersama-sama orang yang tinggal.”

[Halaman 201]

رَضُوا بِأَنْ يَكُونُوا مَعَ الْخَوَالِفِ وَطُبِعَ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ فَهُمْ لَا يَفْقَهُونَ

Kemenag RI 2019: Mereka rida berada bersama orang-orang yang tidak pergi berperang. ) Hati mereka telah dikunci sehingga tidak memahami. (QS 9 : 87)
Quraish Shihab: Mereka rela berada bersama orang-orang yang ditinggal (yang tidak ikut berperang), dan hati mereka telah dikunci mati, maka mereka tidak memahami (kebaikan dan tidak merasakan lezatnya iman dan jihad).
HAMKA: Mereka lebih senang bahwa ada mereka bersama-sama perempuan-perempuan yang tinggal, dan telah dicap atas hati mereka. Maka tidaklah mereka mengerti.

لَٰكِنِ الرَّسُولُ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ جَاهَدُوا بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ ۚ وَأُولَٰئِكَ لَهُمُ الْخَيْرَاتُ ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

Kemenag RI 2019: Akan tetapi, Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya berjihad dengan harta dan jiwanya. Mereka memperoleh berbagai kebaikan. Mereka (pula)-lah orang-orang yang beruntung. (QS 9 : 88)
Quraish Shihab: Tetapi, Rasul (Nabi Muhammad saw.) dan orang-orang yang beriman bersamanya, mereka berjihad dengan harta mereka dan jiwa mereka. Mereka itulah orang-orang yang memperoleh aneka kebaikan; dan mereka itu (pula) orang-orang yang beruntung.
HAMKA: Tetapi Rasul dan orang-orang yang beriman sertanya telah berjihad dengan harta-harta mereka dan jiwa mereka. Dan mereka itu untuk mereka adalah berbagai kebaikan, dan mereka adalah orang-orang yang berbahagia.

أَعَدَّ اللَّهُ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا ۚ ذَٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

Kemenag RI 2019: Allah telah menyediakan bagi mereka surga yang sungai-sungai mengalir di bawahnya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang agung. (QS 9 : 89)
Quraish Shihab: Allah telah menyediakan bagi mereka surga-surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang sangat besar.
HAMKA: Allah telah menyediakan untuk mereka surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, kekal mereka di dalamnya. Yang demikian itulah kejayaan yang besar.

وَجَاءَ الْمُعَذِّرُونَ مِنَ الْأَعْرَابِ لِيُؤْذَنَ لَهُمْ وَقَعَدَ الَّذِينَ كَذَبُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ ۚ سَيُصِيبُ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

Kemenag RI 2019: Orang-orang Arab Badui yang membuat-buat alasan datang (kepada Nabi) agar diberi izin (untuk tidak berperang). Adapun orang-orang yang mendustakan Allah dan Rasul-Nya duduk berdiam (tidak mengemukakan alasan). Kelak orang-orang yang kufur di antara mereka akan ditimpa azab yang sangat pedih. (QS 9 : 90)
Quraish Shihab: Dan telah datang orang-orang yang mengemukakan uzur (alasan, yaitu) orang-orang Arab Badui supaya diberi izin bagi mereka (untuk tidak pergi berjihad), sedangkan orang-orang yang mendustakan Allah dan Rasul-Nya, duduk berdiam diri (tanpa menyampaikan alasan). Kelak orang-orang yang kafir di antara mereka ditimpa azab yang sangat pedih.
HAMKA: Dan datanglah orang-orang yang berhalangan dari Arab Kampung, supaya mereka diberi izin, dan tinggallah orang-orang yang mendustakan Allah dan Rasul-Nya. Allah akan menimpakan kepada orang-orang yang kafir dari mereka suatu adzab yang pedih.

لَيْسَ عَلَى الضُّعَفَاءِ وَلَا عَلَى الْمَرْضَىٰ وَلَا عَلَى الَّذِينَ لَا يَجِدُونَ مَا يُنْفِقُونَ حَرَجٌ إِذَا نَصَحُوا لِلَّهِ وَرَسُولِهِ ۚ مَا عَلَى الْمُحْسِنِينَ مِنْ سَبِيلٍ ۚ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Kemenag RI 2019: Tidak ada dosa (karena tidak pergi berperang) bagi orang-orang yang lemah, sakit, dan yang tidak mendapatkan apa yang akan mereka infakkan, jika mereka ikhlas kepada Allah dan Rasul-Nya. Tidak ada jalan apa pun untuk (menyalahkan) orang-orang yang berbuat baik. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS 9 : 91)
Quraish Shihab: Tidak ada dosa (disebabkan tidak pergi berjihad) atas orang-orang yang lemah (fisiknya), dan atas orang-orang yang sakit dan atas orang-orang (miskin) yang tidak memperoleh apa yang akan mereka nafkahkan, jika mereka ikhlas kepada Allah dan Rasul-Nya. Tidak ada jalan untuk (menyalahkan atau mencela) orang-orang muhsin (orang yang selalu berbuat yang lebih baik). Dan Allah Maha Pengampun, lagi Maha Pengasih.
HAMKA: Tidaklah salah atas orang-orang yang lemah dan tidak (pula) atas orang-orang yang sakit dan tidak atas orang-orang yang tidak mendapati apa yang akan mereka belanjakan, apabila mereka telah ikhlas kepada Allah dan Rasul-Nya. Tidaklah ada satu jalan pun atas orang-orang yang berbuat baik. Dan Allah adalah Maha Pengampun, lagi Penyayang.

وَلَا عَلَى الَّذِينَ إِذَا مَا أَتَوْكَ لِتَحْمِلَهُمْ قُلْتَ لَا أَجِدُ مَا أَحْمِلُكُمْ عَلَيْهِ تَوَلَّوْا وَأَعْيُنُهُمْ تَفِيضُ مِنَ الدَّمْعِ حَزَنًا أَلَّا يَجِدُوا مَا يُنْفِقُونَ

Kemenag RI 2019: Tidak (ada dosa) pula bagi orang-orang yang ketika datang kepadamu (Nabi Muhammad) agar engkau menyediakan kendaraan kepada mereka, lalu engkau berkata, “Aku tidak mendapatkan kendaraan untuk membawamu.” Mereka pergi dengan bercucuran air mata karena sedih sebab tidak mendapatkan apa yang akan mereka infakkan (untuk ikut berperang). (QS 9 : 92)
Quraish Shihab: Dan tidak ada (pula dosa) atas orang-orang yang apabila mereka datang kepadamu (Nabi Muhammad saw.), supaya engkau memberi mereka kendaraan, engkau berkata: "Aku tidak mendapatkan kendaraan untuk membawa kamu," lalu mereka kembali dalam keadaan mata mereka bercucuran air mata karena kesedihan, karena mereka tidak mendapatkan apa yang akan mereka nafkahkan.
HAMKA: Dan tidak (pula) atas orang-orang yang tatkala datang kepada engkau, minta mereka diberi angkutan, lalu engkau katakan, “Tidak aku dapat kendaraan untuk membawa kamu atasnya. Lalu mereka pun berpaling, sedang mata mereka berlinang-linang dari sebab air mata, lantaran sedih, sebab mereka tidak mempunyai apa-apa yang akan dibelanjakan.

إِنَّمَا السَّبِيلُ عَلَى الَّذِينَ يَسْتَأْذِنُونَكَ وَهُمْ أَغْنِيَاءُ ۚ رَضُوا بِأَنْ يَكُونُوا مَعَ الْخَوَالِفِ وَطَبَعَ اللَّهُ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ فَهُمْ لَا يَعْلَمُونَ

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya satu-satunya celah (untuk menyalahkan) adalah kepada orang-orang yang meminta izin kepadamu (untuk tidak ikut berperang), padahal mereka orang mampu. Mereka rida berada bersama orang-orang yang tidak ikut berperang. Allah telah mengunci hati mereka sehingga mereka tidak mengetahui. (QS 9 : 93)
Quraish Shihab: Sesungguhnya jalan (yang dibenarkan untuk mengecam dan mencela) hanyalah terhadap orang-orang yang meminta izin kepadamu (untuk tidak pergi berjihad), sedangkan mereka itu orang-orang mampu. Mereka rela berada bersama-sama orang-orang yang tidak ikut berperang, dan Allah telah mengunci mati hati mereka, maka mereka tidak mengetahui (akibat buruk perbuatan mereka).
HAMKA: Jalan hanyalah ada terhadap orang-orang yang meminta izin kepada engkau, padahal mereka kaya. Mereka telah senang tinggal bersama orang-orang perempuan. Dan telah dicap Allah hati mereka, namun mereka tidak juga mau tahu.

Jadwal Shalat DKI Jakarta 3-6-2026
Subuh 04:36 | Zhuhur 11:52 | Ashar 15:14 | Maghrib 17:48 | Isya 19:00 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia
www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia