Juz 9


[Halaman 162]

قَالَ الْمَلَأُ الَّذِينَ اسْتَكْبَرُوا مِنْ قَوْمِهِ لَنُخْرِجَنَّكَ يَا شُعَيْبُ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَكَ مِنْ قَرْيَتِنَا أَوْ لَتَعُودُنَّ فِي مِلَّتِنَا ۚ قَالَ أَوَلَوْ كُنَّا كَارِهِينَ

Kemenag RI 2019: Para pemuka yang sombong dari kaumnya berkata, “Wahai Syu'aib, sungguh, kami akan mengusirmu bersama orang-orang yang beriman kepadamu dari negeri kami, kecuali engkau benar-benar kembali kepada agama kami.” Syu?aib berkata, “Apakah (kami kembali padanya) meskipun kami membenci(-nya)? (QS 7 : 88)
Quraish Shihab: Para pemuka dari kaumnya yang sangat sombong berkata: “Wahai Syuaib! sungguh, kami pasti mengusirmu dan orang-orang yang beriman bersamamu dari kota kami atau engkau harus benar-benar kembali ke agama kami.” Dia (Nabi Syuaib as.) menjawab: “Apakah (kamu akan mengusir atau mengembalikan kami ke keadaan semula) walaupun kami tidak menyukai (apa yang kamu kerjakan)?
HAMKA: Berkata pemuka-pemuka yang menyombong dari kaumnya itu, “Sesungguhnya akan kami keluarkan engkau, hai Syu’aib dan orang-orang yang beriman beserta engkau dari desa kami atau kamu sungguh-sungguh kembali kepada agama kami.” Dia berkata, “Bagaimana kalau kami tidak suka?”

قَدِ افْتَرَيْنَا عَلَى اللَّهِ كَذِبًا إِنْ عُدْنَا فِي مِلَّتِكُمْ بَعْدَ إِذْ نَجَّانَا اللَّهُ مِنْهَا ۚ وَمَا يَكُونُ لَنَا أَنْ نَعُودَ فِيهَا إِلَّا أَنْ يَشَاءَ اللَّهُ رَبُّنَا ۚ وَسِعَ رَبُّنَا كُلَّ شَيْءٍ عِلْمًا ۚ عَلَى اللَّهِ تَوَكَّلْنَا ۚ رَبَّنَا افْتَحْ بَيْنَنَا وَبَيْنَ قَوْمِنَا بِالْحَقِّ وَأَنْتَ خَيْرُ الْفَاتِحِينَ

Kemenag RI 2019: Sungguh, kami telah mengada-adakan kebohongan besar kepada Allah jika kami kembali pada agamamu setelah Allah menyelamatkan kami darinya. Tidaklah patut kami kembali padanya, kecuali jika Allah Tuhan kami menghendaki. Pengetahuan Tuhan kami meliputi segala sesuatu. Hanya kepada Allah kami bertawakal. Wahai Tuhan kami, berilah keputusan antara kami dan kaum kami dengan hak (adil). Engkaulah pemberi keputusan terbaik.” (QS 7 : 89)
Quraish Shihab: Sungguh, kami telah mengada-adakan kebohongan besar terhadap Allah, jika kami kembali kepada agama kamu sesudah Allah menyelamatkan kami darinya. Dan tidaklah patut kami kembali (masuk) ke dalamnya kecuali jika Allah, Tuhan Pemelihara kami menghendaki. Pengetahuan Tuhan Pemelihara kami meliputi segala sesuatu. Kepada Allah kami bertawakkal. Tuhan Pemelihara kami, putuskanlah antara kami dan antara kaum kami dengan haq (adil) dan Engkaulah Pemberi putusan yang sebaik-baiknya.”
HAMKA: Sesungguhnya kami telah mengadakan dusta kepada Allah jika kami kembali kepada agama kamu sesudah kami diselamatkan Allah daripadanya dan tidaklah bagi kami akan kembali kepadanya kecuali jika dikehendaki Tuhan kami. Amat luaslah pengetahuan Tuhan kami atas tiap-tiap sesuatu, kepada Allah-lah kami bertawakal. Ya Tuhan kami! Bukakanlah kebenaran di antara kami dan di antara kaum kami karena Engkaulah yang sebaik-baik pembuka kebenaran.

وَقَالَ الْمَلَأُ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ قَوْمِهِ لَئِنِ اتَّبَعْتُمْ شُعَيْبًا إِنَّكُمْ إِذًا لَخَاسِرُونَ

Kemenag RI 2019: Para pemuka orang-orang yang kufur dari kaumnya berkata (kepada sesamanya), “Sungguh, jika kamu mengikuti Syu?aib, niscaya kamu benar-benar menjadi orang-orang yang rugi.” (QS 7 : 90)
Quraish Shihab: Dan para pemuka orang-orang yang kafir dari kaumnya berkata: “Jika kamu benar-benar mengikuti Syuaib sesungguhnya kamu—jika demikian—menjadi orang-orang yang rugi.”
HAMKA: Dan berkata pemuka-pemuka yang kufur dari kaumnya itu, “Jika kamu mengikuti Syu’aib sesungguhnya kamu itu adalah orang-orang yang rugi.”

فَأَخَذَتْهُمُ الرَّجْفَةُ فَأَصْبَحُوا فِي دَارِهِمْ جَاثِمِينَ

Kemenag RI 2019: Maka, gempa (dahsyat) menimpa mereka sehingga mereka menjadi (mayat-mayat yang) bergelimpangan di dalam (reruntuhan) tempat tinggal mereka. (QS 7 : 91)
Quraish Shihab: Maka, mereka ditimpa gempa (yang dahsyat), maka jadilah mereka (mayat-mayat) yang bergelimpangan di tempat tinggal mereka.
HAMKA: Maka ditimpalah mereka oleh suatu gempa lalu terbenamlah mereka di tempat tinggal mereka.

الَّذِينَ كَذَّبُوا شُعَيْبًا كَأَنْ لَمْ يَغْنَوْا فِيهَا ۚ الَّذِينَ كَذَّبُوا شُعَيْبًا كَانُوا هُمُ الْخَاسِرِينَ

Kemenag RI 2019: Orang-orang yang mendustakan Syu'aib seakan-akan belum pernah tinggal di (negeri) itu. Mereka yang mendustakan Syu?aib itulah orang-orang yang rugi. (QS 7 : 92)
Quraish Shihab: Orang-orang yang mendustakan Syuaib seolah-olah mereka belum pernah bertempat tinggal di dalamnya (negeri mereka), orang-orang yang mendustakan Syuaib mereka itulah orang-orang yang rugi.
HAMKA: Orang-orang yang mendustakan Syu’aib, seakan-akan tidak pernah ada di situ; orang-orang yang telah mendustakan Syu’aib adalah mereka orang-orang yang rugi.

فَتَوَلَّىٰ عَنْهُمْ وَقَالَ يَا قَوْمِ لَقَدْ أَبْلَغْتُكُمْ رِسَالَاتِ رَبِّي وَنَصَحْتُ لَكُمْ ۖ فَكَيْفَ آسَىٰ عَلَىٰ قَوْمٍ كَافِرِينَ

Kemenag RI 2019: (Ketika Syu?aib yakin azab akan menimpa kaum kafir,) ia meninggalkan mereka seraya berkata, “Wahai kaumku, sungguh aku benar-benar telah menyampaikan risalah Tuhanku kepadamu dan aku telah menasihatimu. Maka, bagaimana aku akan bersedih terhadap kaum kafir?” (QS 7 : 93)
Quraish Shihab: (Akibat kebinasaan yang menimpa kaumnya), maka dia (Nabi Syuaib as.) meninggalkan mereka (seraya) berkata: “Hai kaumku, demi (Allah)! Sungguh, aku telah menyampaikan kepada kamu risalah-risalah (pesan dan amanah) Tuhan Pemeliharaku dan aku telah menasihati kamu, maka bagaimana aku bersedih terhadap kaum kafir?”
HAMKA: Lalu berpalinglah dia dari mereka dan berkata, “Wahai kaumku! Sesungguhnya telah aku sampaikan kepada kamu segala risalah dari Tuhanku dan telah aku nasihati kamu maka betapalah aku akan bersedih atas kaum yang kafir.”

وَمَا أَرْسَلْنَا فِي قَرْيَةٍ مِنْ نَبِيٍّ إِلَّا أَخَذْنَا أَهْلَهَا بِالْبَأْسَاءِ وَالضَّرَّاءِ لَعَلَّهُمْ يَضَّرَّعُونَ

Kemenag RI 2019: Kami tidak mengutus seorang nabi pun di suatu negeri, (lalu penduduknya mendustakan nabi itu,) melainkan Kami timpakan kepada penduduknya kesempitan dan penderitaan agar mereka (tunduk dengan) merendahkan diri. (QS 7 : 94)
Quraish Shihab: Dan Kami tidak mengutus kepada (penduduk) suatu negeri seorang nabi pun (lalu mereka mendurhakai nabi itu), melainkan Kami timpakan terhadap penduduknya kesulitan dan penderitaan supaya mereka tunduk (merendahkan diri, dan) bermohon (ampun dan keselamatan pada Allah swt.).
HAMKA: Dan, tidaklah Kami utus seorang nabi pun pada suatu negeri melainkan Kami kenakan kepada penduduknya kesusahan dan kemelaratan supaya mereka mau merendahkan diri.

ثُمَّ بَدَّلْنَا مَكَانَ السَّيِّئَةِ الْحَسَنَةَ حَتَّىٰ عَفَوْا وَقَالُوا قَدْ مَسَّ آبَاءَنَا الضَّرَّاءُ وَالسَّرَّاءُ فَأَخَذْنَاهُمْ بَغْتَةً وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ

Kemenag RI 2019: Kemudian, Kami ganti penderitaan itu dengan kesenangan (sehingga keturunan dan harta mereka) bertambah banyak. Lalu, mereka berkata, “Sungguh, nenek moyang kami telah merasakan penderitaan dan kesenangan.” Maka, Kami timpakan siksaan atas mereka dengan tiba-tiba, sedangkan mereka tidak menyadari. (QS 7 : 95)
Quraish Shihab: Kemudian, Kami mengganti kesusahan itu dengan kesenangan hingga (keturunan dan harta) mereka bertambah banyak dan mereka berkata: “Sungguh, nenek moyang kami pun telah disentuh penderitaan dan kesenangan.” Maka, Kami timpakan (siksa) atas mereka secara tiba-tiba, sedangkan mereka tidak menyadari.
HAMKA: Kemudian Kami gantikanlah kebaikan itu di tempat keburukan sehingga mereka berkembang biak dan mereka berkata, “Sesungguhnya kemelaratan dan kesenangan telah menyentuh bapak-bapak kami.” Lalu Kami siksa mereka dengan tiba-tiba sedang mereka tidaklah sadar.

[Halaman 163]

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَٰكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

Kemenag RI 2019: Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, niscaya Kami akan membukakan untuk mereka berbagai keberkahan dari langit dan bumi. Akan tetapi, mereka mendustakan (para rasul dan ayat-ayat Kami). Maka, Kami menyiksa mereka disebabkan oleh apa yang selalu mereka kerjakan. (QS 7 : 96)
Quraish Shihab: Padahal, jika seandainya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami melimpahkan kepada mereka berkah-berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (para rasul dan ayat-ayat Kami), maka Kami timpakan (siksa) atas mereka disebabkan apa yang selalu mereka usahakan.
HAMKA: Dan, jika penduduk negeri-negeri itu beriman dan bertakwa, sesungguhnya akan Kami bukakan kepada mereka beberapa berkah dari langit dan bumi. Akan tetapi, mereka telah mendustakan maka Kami siksa mereka dengan sebab apa yang telah mereka usahakan.

أَفَأَمِنَ أَهْلُ الْقُرَىٰ أَنْ يَأْتِيَهُمْ بَأْسُنَا بَيَاتًا وَهُمْ نَائِمُونَ

Kemenag RI 2019: Apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari siksa Kami yang datang pada malam hari ketika mereka sedang tidur? (QS 7 : 97)
Quraish Shihab: Apakah penduduk negeri-negeri (itu) merasa aman dari kedatangan siksa Kami kepada mereka di waktu malam saat mereka sedang tidur?
HAMKA: Maka merasa amankah penduduk negeri-negeri itu bahwa datang kepada mereka siksaan Kami di waktu malam padahal mereka sedang tidur.

أَوَأَمِنَ أَهْلُ الْقُرَىٰ أَنْ يَأْتِيَهُمْ بَأْسُنَا ضُحًى وَهُمْ يَلْعَبُونَ

Kemenag RI 2019: Atau, apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari siksa Kami yang datang pada waktu duha (waktu menjelang tengah hari) ketika mereka sedang bermain? (QS 7 : 98)
Quraish Shihab: Atau apakah penduduk negeri-negeri (itu) merasa aman dari kedatangan siksa Kami kepada mereka di waktu Dhuha (ketika matahari naik sepenggalah) saat mereka sedang bermain?
HAMKA: Atau merasa amankah penduduk negeri-negeri itu bahwa datang kepada mereka siksaan Kami menjelang tengah hari padahal mereka sedang bermain-main?

أَفَأَمِنُوا مَكْرَ اللَّهِ ۚ فَلَا يَأْمَنُ مَكْرَ اللَّهِ إِلَّا الْقَوْمُ الْخَاسِرُونَ

Kemenag RI 2019: Atau, apakah mereka merasa aman dari siksa Allah (yang tidak terduga-duga)? Tidak ada orang yang merasa aman dari siksa Allah, selain kaum yang rugi. (QS 7 : 99)
Quraish Shihab: Atau apakah mereka merasa aman dari makar (siksa) Allah? Tidak ada yang merasa aman dari makar Allah kecuali kaum yang rugi.
HAMKA: Adakah mereka merasa aman dari siasat Allah? Maka tidaklah ada yang aman (merasa) aman dari siasat Allah melainkan kaum yang rugi.

أَوَلَمْ يَهْدِ لِلَّذِينَ يَرِثُونَ الْأَرْضَ مِنْ بَعْدِ أَهْلِهَا أَنْ لَوْ نَشَاءُ أَصَبْنَاهُمْ بِذُنُوبِهِمْ ۚ وَنَطْبَعُ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ فَهُمْ لَا يَسْمَعُونَ

Kemenag RI 2019: Ataukah belum juga jelas bagi orang-orang yang mewarisi suatu negeri setelah (lenyap) penduduknya, bahwa seandainya Kami menghendaki, Kami benar-benar akan menimpakan (siksa) kepada mereka karena dosa-dosanya? Kami akan mengunci hati mereka sehingga mereka tidak dapat mendengar (pelajaran). (QS 7 : 100)
Quraish Shihab: Apakah belum jelas bagi orang-orang yang mewarisi suatu negeri sesudah (lenyap) penduduknya, bahwa jika seandainya Kami menghendaki, pasti Kami timpakan terhadap mereka (siksa) disebabkan dosa-dosa mereka; dan Kami mengunci mati hati mereka, sehingga mereka tidak (dapat) mendengar.
HAMKA: Apakah tidak jelas oleh orang-orang yang mewarisi bumi sesudah ahlinya bahwa kalau Kami mau, niscaya Kami siksa lah mereka dengan sebab dosa-dosa mereka dan Kami cap hati mereka lantaran mereka tidak mau mendengar.

تِلْكَ الْقُرَىٰ نَقُصُّ عَلَيْكَ مِنْ أَنْبَائِهَا ۚ وَلَقَدْ جَاءَتْهُمْ رُسُلُهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ فَمَا كَانُوا لِيُؤْمِنُوا بِمَا كَذَّبُوا مِنْ قَبْلُ ۚ كَذَٰلِكَ يَطْبَعُ اللَّهُ عَلَىٰ قُلُوبِ الْكَافِرِينَ

Kemenag RI 2019: Negeri-negeri (yang telah Kami binasakan) itu Kami ceritakan sebagian kisahnya kepadamu (Nabi Muhammad). Sungguh, rasul-rasul mereka telah datang dengan membawa bukti-bukti yang nyata kepada mereka. Akan tetapi, mereka tidak mau beriman pada apa yang telah mereka dustakan sebelumnya. Demikianlah Allah mengunci hati orang-orang yang kafir. (QS 7 : 101)
Quraish Shihab: Itulah negeri-negeri (yang telah Kami binasakan), Kami kisahkan kepadamu (Nabi Muhammad saw.) sebagian dari berita-berita (penting)-nya. Dan demi (keagungan dan kekuasaan Kami)! Sungguh, telah datang kepada mereka para rasul mereka dengan bukti-bukti nyata, maka mereka tidak beriman kepada apa yang dahulu telah mereka dustakan. Demikianlah Allah mengunci mati hati orang-orang kafir.
HAMKA: Negeri-negeri itu, Kami ceritakan kepada engkau berita-beritanya dan sesungguhnya telah datang kepada mereka rasul-rasul mereka dengan keterangan-keterangan, tetapi mereka tidak mau percaya kepada apa yang telah mereka dustakan terlebih dahulu. Demikianlah Allah mencap atas hati orang-orang yang kafir.

وَمَا وَجَدْنَا لِأَكْثَرِهِمْ مِنْ عَهْدٍ ۖ وَإِنْ وَجَدْنَا أَكْثَرَهُمْ لَفَاسِقِينَ

Kemenag RI 2019: Kami tidak mendapati kebanyakan mereka memenuhi janji. Sesungguhnya Kami dapati kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik. (QS 7 : 102)
Quraish Shihab: Dan Kami tidak mendapati bagi kebanyakan mereka (menepati) sedikit janji (pun). Sesungguhnya Kami mendapati kebanyakan mereka adalah orang-orang yang benar-benar fasik (keluar dari ketaatan kepada Allah swt.).
HAMKA: Dan tidaklah Kami dapati kebanyakan mereka itu menepati janji, tetapi sesungguhnya Kami dapati kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.

ثُمَّ بَعَثْنَا مِنْ بَعْدِهِمْ مُوسَىٰ بِآيَاتِنَا إِلَىٰ فِرْعَوْنَ وَمَلَئِهِ فَظَلَمُوا بِهَا ۖ فَانْظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُفْسِدِينَ

Kemenag RI 2019: Kemudian, Kami utus Musa setelah mereka dengan membawa tanda-tanda (kekuasaan) Kami kepada Fir‘aun dan pemuka-pemuka kaumnya. Lalu, mereka mengingkarinya. Perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berbuat kerusakan. (QS 7 : 103)
Quraish Shihab: Kemudian Kami mengutus sesudah mereka Musa dengan ayat-ayat (mukjizat dan tanda-tanda kebesaran) Kami kepada Firaun dan para pemuka kaumnya, lalu mereka menganiayanya, maka perhatikanlah bagaimana kesudahan para perusak.
HAMKA: Kemudian itu Kami bangkitkan sesudah mereka itu Musa dengan ayat-ayat Kami kepada Fir’aun dan orang-orang besarnya, tetapi mereka telah berlaku zalim terhadap ayat-ayat itu. Maka, pandanglah betapa kesudahan orang-orang yang berbuat kerusakan.

وَقَالَ مُوسَىٰ يَا فِرْعَوْنُ إِنِّي رَسُولٌ مِنْ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Kemenag RI 2019: Musa berkata, “Wahai Fir‘aun, sesungguhnya aku adalah seorang utusan dari Tuhan semesta alam. (QS 7 : 104)
Quraish Shihab: Dan Musa berkata: “Hai Firaun! Sesungguhnya aku adalah utusan dari Tuhan Pemelihara seluruh alam
HAMKA: Dan, berkata Musa, “Wahai Fir’aun! Sesungguhnya aku ini adalah utusan dari Tuhan Pemelihara seluruh alam.

[Halaman 164]

حَقِيقٌ عَلَىٰ أَنْ لَا أَقُولَ عَلَى اللَّهِ إِلَّا الْحَقَّ ۚ قَدْ جِئْتُكُمْ بِبَيِّنَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ فَأَرْسِلْ مَعِيَ بَنِي إِسْرَائِيلَ

Kemenag RI 2019: Wajib atasku tidak mengatakan (sesuatu) terhadap Allah, kecuali yang hak (benar). Sungguh, aku datang kepadamu dengan membawa bukti yang nyata dari Tuhanmu. Maka, lepaskanlah Bani Israil (pergi) bersamaku.” (QS 7 : 105)
Quraish Shihab: Wajib atasku tidak mengatakan (sesuatu) terhadap Allah, kecuali yang haq (benar). Sungguh, aku datang kepada kamu dengan membawa bukti yang nyata (berupa aneka mukjizat yang bersumber) dari Tuhan Pemelihara kamu, maka lepaskanlah Bani Israil (pergi) bersama aku (menuju Bait al-Maqdis).
HAMKA: Betul-betul aku tidak mengatakan melainkan yang benar. Sesungguhnya aku datang kepada kamu dengan keterangan dari Tuhan kamu maka biarkanlah bersama aku Bani Israil itu.”

قَالَ إِنْ كُنْتَ جِئْتَ بِآيَةٍ فَأْتِ بِهَا إِنْ كُنْتَ مِنَ الصَّادِقِينَ

Kemenag RI 2019: Dia (Fir‘aun) berkata, “Jika benar engkau membawa suatu bukti, tunjukkanlah, kalau kamu termasuk orang-orang yang benar.” (QS 7 : 106)
Quraish Shihab: Dia (Firaun) berkata: “Jika benar engkau telah membawa suatu bukti, maka datangkanlah (bukti itu) jika engkau termasuk orang-orang yang benar.”
HAMKA: Dia berkata, “Jika adalah kedatangan engkau ini dengan suatu ayat maka datangkanlah dia jika adalah engkau dari orang-orang yang benar.”

فَأَلْقَىٰ عَصَاهُ فَإِذَا هِيَ ثُعْبَانٌ مُبِينٌ

Kemenag RI 2019: Maka, dia (Musa) melemparkan tongkatnya, tiba-tiba ia (tongkat itu) menjadi ular besar yang nyata. (QS 7 : 107)
Quraish Shihab: Maka, dia (Nabi Musa as.) melemparkan tongkatnya, lalu tiba-tiba ia (berubah menjadi) ular yang nyata.
HAMKA: Maka, dilemparkanlah tongkatnya lalu tiba-tiba dia menjadi satu ular yang nyata.

وَنَزَعَ يَدَهُ فَإِذَا هِيَ بَيْضَاءُ لِلنَّاظِرِينَ

Kemenag RI 2019: Dia menarik tangannya, tiba-tiba ia (tangan itu) menjadi putih (bercahaya) bagi orang-orang yang melihat(-nya). (QS 7 : 108)
Quraish Shihab: Dan dia menarik tangannya (dari dalam lubang leher bajunya), lalu tiba-tiba ia (tangan itu) menjadi putih bercahaya (yang tampak jelas) bagi orang-orang yang melihat-(nya).
HAMKA: Dan, dia kembangkan tangannya lalu tiba-tiba dia putih kelihatan bagi orang-orang yang melihat.

قَالَ الْمَلَأُ مِنْ قَوْمِ فِرْعَوْنَ إِنَّ هَٰذَا لَسَاحِرٌ عَلِيمٌ

Kemenag RI 2019: Para pemuka kaum Fir‘aun berkata, “Sesungguhnya orang ini benar-benar penyihir yang sangat pandai. (QS 7 : 109)
Quraish Shihab: Para pemuka dari kaum Firaun berkata: “Sesungguhnya ini (Nabi Musa as.) benar-benar adalah penyihir yang sangat pandai.
HAMKA: Berkata pemuka-pemuka dari kaum Fir’aun itu, “Sesungguhnya dia ini adalah seorang ahli sihir yang berpengetahuan.

يُرِيدُ أَنْ يُخْرِجَكُمْ مِنْ أَرْضِكُمْ ۖ فَمَاذَا تَأْمُرُونَ

Kemenag RI 2019: Dia hendak mengusir kamu dari negerimu.” (Fir‘aun berkata,) “Maka, apa saran kamu?” (QS 7 : 110)
Quraish Shihab: Dia (Nabi Musa as.) hendak mengeluarkan kamu dari negeri kamu. Maka, apakah yang kamu perintahkan?”
HAMKA: Dia hendak mengeluarkan kamu dari bumi kamu; apakah yang akan kamu perintahkan?

قَالُوا أَرْجِهْ وَأَخَاهُ وَأَرْسِلْ فِي الْمَدَائِنِ حَاشِرِينَ

Kemenag RI 2019: Mereka (para pemuka) itu menjawab, “Beri tangguhlah dia dan saudaranya dan utuslah ke kota-kota beberapa orang untuk mengumpulkan (para penyihir) (QS 7 : 111)
Quraish Shihab: Mereka (para pemuka kaum Firaun) berkata: “Beri tangguhlah dia dan saudaranya (Nabi Harun as.) serta kirimlah ke kota-kota (beberapa orang yang) akan mengumpulkan (para ahli sihir),
HAMKA: Mereka berkata, “Berilah dia dan saudaranya kesempatan dan kirimlah (utusan-utusan) ke kota-kota buat mengumpulkan orang.

يَأْتُوكَ بِكُلِّ سَاحِرٍ عَلِيمٍ

Kemenag RI 2019: (agar) mereka membawa semua penyihir yang pandai kepadamu.” (QS 7 : 112)
Quraish Shihab: (supaya) mereka membawa kepadamu semua penyihir yang sangat pandai.”
HAMKA: Nanti mereka akan datang kepada engkau dengan tiap-tiap ahli sihir yang berpengetahuan.”

وَجَاءَ السَّحَرَةُ فِرْعَوْنَ قَالُوا إِنَّ لَنَا لَأَجْرًا إِنْ كُنَّا نَحْنُ الْغَالِبِينَ

Kemenag RI 2019: Para penyihir datang kepada Fir‘aun. Mereka berkata, “(Apakah) kami benar-benar akan mendapat imbalan jika kami menang?” (QS 7 : 113)
Quraish Shihab: Dan datanglah para penyihir itu kepada Firaun mengatakan: “(Apakah) kami benar-benar akan memperoleh upah, jika sesungguhnya kami yang (menjadi) para pemenang?”
HAMKA: Dan, datanglah ahli-ahli sihir itu kepada Fir’aun dan mereka berkata, “Sesungguhnya tentulah untuk kami ada upah jika adalah kami yang menang.”

قَالَ نَعَمْ وَإِنَّكُمْ لَمِنَ الْمُقَرَّبِينَ

Kemenag RI 2019: Dia (Fir‘aun) menjawab, “Ya, bahkan sesungguhnya kamu pasti termasuk orang-orang yang didekatkan (kedudukannya kepadaku).” (QS 7 : 114)
Quraish Shihab: Dia (Firaun) berkata: “Ya, dan sesungguhnya kamu benar-benar (akan) termasuk orang-orang yang didekatkan (kedudukannya padaku).”
HAMKA: Dia jawab, “Ya! Bahkan kamu akan jadi orang-orang yang didekatkan.”

قَالُوا يَا مُوسَىٰ إِمَّا أَنْ تُلْقِيَ وَإِمَّا أَنْ نَكُونَ نَحْنُ الْمُلْقِينَ

Kemenag RI 2019: Mereka (para penyihir) berkata, “Wahai Musa, engkaukah yang akan melemparkan (lebih dahulu) atau kami yang melemparkan?” (QS 7 : 115)
Quraish Shihab: Mereka (para penyihir) berkata: “Wahai Musa! Engkau yang melemparkan (terlebih dahulu), dan bisa (juga) kami yang menjadi pelempar.”
HAMKA: Mereka berkata, “Hai Musa! Engkaukah yang akan melempar kart (lebih dahulu) atau kamikah yang akan terlebih dahulu melemparkan?”

قَالَ أَلْقُوا ۖ فَلَمَّا أَلْقَوْا سَحَرُوا أَعْيُنَ النَّاسِ وَاسْتَرْهَبُوهُمْ وَجَاءُوا بِسِحْرٍ عَظِيمٍ

Kemenag RI 2019: Dia (Musa) menjawab, “Lemparkanlah (lebih dahulu)!” Maka, ketika melemparkan (tali-temali), mereka menyihir mata orang banyak dan menjadikan mereka takut. Mereka memperlihatkan sihir yang hebat (menakjubkan). (QS 7 : 116)
Quraish Shihab: Dia (Nabi Musa as.) menjawab: “Lemparkanlah (terlebih dahulu apa yang hendak kamu lempar)!” Maka, ketika mereka melemparkan (tali temali itu), mereka menyihir mata orang banyak (tali temali terlihat bagaikan ular-ular yang bergerak dan bertumpuk satu sama lain) dan menjadikan mereka sangat takut, dan mereka (para penyihir itu) mendatangkan sihir yang sangat besar.
HAMKA: Dia jawab, “Lemparkanlah!” Maka tatkala telah mereka lemparkan, mereka sihirilah mata manusia dan mereka pertakut-takuti mereka dan datangkanlah mereka dengan sihir yang besar.

وَأَوْحَيْنَا إِلَىٰ مُوسَىٰ أَنْ أَلْقِ عَصَاكَ ۖ فَإِذَا هِيَ تَلْقَفُ مَا يَأْفِكُونَ

Kemenag RI 2019: Kami wahyukan kepada Musa, “Lemparkanlah tongkatmu!” Maka, tiba-tiba ia menelan (habis) segala kepalsuan mereka. (QS 7 : 117)
Quraish Shihab: Dan telah Kami wahyukan kepada Musa: “Lemparkanlah tongkatmu!” Maka, tiba-tiba ia menelan apa yang mereka bohongkan (yakni sihir dan sulap yang mereka lakukan).
HAMKA: Dan, Kami wahyukan kepada Musa, “Lemparkanlah tongkatmu itu!” Tiba-tiba ditelannya apa yang mereka pertunjukkan itu.

فَوَقَعَ الْحَقُّ وَبَطَلَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Kemenag RI 2019: Maka, terbuktilah kebenaran dan sia-sialah segala yang mereka kerjakan. (QS 7 : 118)
Quraish Shihab: Maka, nyatalah yang haq (benar dan mantap) dan batallah apa yang selalu mereka kerjakan.
HAMKA: Maka tetaplah yang benar dan batallah segala apa yang mereka berbuat itu.

فَغُلِبُوا هُنَالِكَ وَانْقَلَبُوا صَاغِرِينَ

Kemenag RI 2019: Mereka dikalahkan di tempat itu dan jadilah mereka orang-orang yang hina. (QS 7 : 119)
Quraish Shihab: Maka mereka (para penyihir) dikalahkan di tempat itu dan berbaliklah mereka menjadi orang-orang yang hina.
HAMKA: Lantaran itu, kalahlah mereka semua di sana dan berbaliklah mereka menjadi kecil.

وَأُلْقِيَ السَّحَرَةُ سَاجِدِينَ

Kemenag RI 2019: Para penyihir itu tersungkur dalam keadaan sujud. ) (QS 7 : 120)
Quraish Shihab: Dan para penyihir itu disungkurkan (oleh rasa takut kepada Allah swt. dan oleh rasa kagum pada mukjizat Nabi Musa as.) dalam keadaan bersujud (kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai tanda syukur dan juga tanda berlepas diri dari kekufuran dan kepatuhan kepada Firaun).
HAMKA: Dan, tunduklah ahli-ahli sihir itu bersujud.

[Halaman 165]

قَالُوا آمَنَّا بِرَبِّ الْعَالَمِينَ

Kemenag RI 2019: Mereka berkata, “Kami beriman kepada Tuhan semesta alam, (QS 7 : 121)
Quraish Shihab: Mereka (para penyihir) berkata: “Kami telah beriman kepada Tuhan Pemelihara seluruh alam,
HAMKA: Mereka katakan, “Kami telah percaya kepada Tuhan Pemelihara sekalian alam.

رَبِّ مُوسَىٰ وَهَارُونَ

Kemenag RI 2019: (yaitu) Tuhannya Musa dan Harun.” (QS 7 : 122)
Quraish Shihab: Tuhan Pemelihara Musa dan Harun.”
HAMKA: (Yaitu) Tuhan Musa dan Harun.”

قَالَ فِرْعَوْنُ آمَنْتُمْ بِهِ قَبْلَ أَنْ آذَنَ لَكُمْ ۖ إِنَّ هَٰذَا لَمَكْرٌ مَكَرْتُمُوهُ فِي الْمَدِينَةِ لِتُخْرِجُوا مِنْهَا أَهْلَهَا ۖ فَسَوْفَ تَعْلَمُونَ

Kemenag RI 2019: Fir‘aun berkata, “Mengapa kamu beriman kepadanya sebelum aku memberi izin kepadamu? Sesungguhnya ini benar-benar tipu muslihat yang telah kamu rencanakan di kota ini untuk mengusir penduduknya. Kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu ini). (QS 7 : 123)
Quraish Shihab: Dia (Firaun) berkata: “Apakah kamu beriman kepadanya (Nabi Musa as.) sebelum aku memberi izin kepada kamu? Sesungguhnya ini adalah makar yang telah kamu rencanakan di kota ini, supaya kamu mengeluarkan penduduknya darinya; maka kelak kamu mengetahui (akibat perbuatan kamu itu).”
HAMKA: Berkata Fir’aun, “Kamu percaya kepadanya, sebelum aku berizin kepadamu. Sesungguhnya ini adalah suatu tipu daya yang telah kamu perbuat di dalam negeri ini untuk mengeluarkan penduduknya dari dalamnya. Lantaran itu kamu akan tahu sendiri.

لَأُقَطِّعَنَّ أَيْدِيَكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ مِنْ خِلَافٍ ثُمَّ لَأُصَلِّبَنَّكُمْ أَجْمَعِينَ

Kemenag RI 2019: Pasti akan aku potong tangan dan kakimu dengan bersilang (tangan kanan dan kaki kiri atau sebaliknya) kemudian sungguh akan aku salib kamu semua.” (QS 7 : 124)
Quraish Shihab: (Aku bersumpah), Demi (kekuasaanku)! Sesungguhnya aku benar-benar akan memotong tangan-tangan dan kaki-kaki kamu secara bersilang, kemudian sungguh aku benar-benar akan menyalib kamu semua.”
HAMKA: Sungguh, akan aku potong tangan kamu dan kaki kamu cara berselang kemudian itu akan aku salibkan kamu semuanya.”

قَالُوا إِنَّا إِلَىٰ رَبِّنَا مُنْقَلِبُونَ

Kemenag RI 2019: Mereka (para penyihir) menjawab, “Sesungguhnya kami hanya akan kembali kepada Tuhan kami. (QS 7 : 125)
Quraish Shihab: Mereka (para penyihir) menjawab: “Sesungguhnya kami hanya akan kembali kepada Tuhan Pemelihara kami.
HAMKA: Mereka menjawab, “Sesungguhnya kami akan pulang kepada Tuhan.

وَمَا تَنْقِمُ مِنَّا إِلَّا أَنْ آمَنَّا بِآيَاتِ رَبِّنَا لَمَّا جَاءَتْنَا ۚ رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَتَوَفَّنَا مُسْلِمِينَ

Kemenag RI 2019: Engkau (Fir‘aun) tidak menghukum kami, kecuali karena kami beriman kepada ayat-ayat Tuhan kami ketika ayat-ayat itu datang kepada kami.” (Mereka berdoa,) “Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan matikanlah kami dalam keadaan muslim (berserah diri kepada-Mu).” (QS 7 : 126)
Quraish Shihab: Dan engkau tidak membenci kami, melainkan (karena) kami telah beriman kepada ayat-ayat Tuhan Pemelihara kami ketika (ayat-ayat itu) datang kepada kami. Tuhan Pemelihara kami, curahkanlah kesabaran kepada kami dan wafatkanlah kami dalam keadaan Muslim (tunduk patuh dan berserah diri kepada Allah swt.).”
HAMKA: Dan, tidaklah engkau mendendam kepada kami melainkan karena kami telah percaya kepada ayat-ayat Tuhan kami setelah dia datang kepada kami. Ya Tuhan kami, lapangkanlah kami dalam keadaan sabar dan wafatkanlah kami di dalam Islam!

وَقَالَ الْمَلَأُ مِنْ قَوْمِ فِرْعَوْنَ أَتَذَرُ مُوسَىٰ وَقَوْمَهُ لِيُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ وَيَذَرَكَ وَآلِهَتَكَ ۚ قَالَ سَنُقَتِّلُ أَبْنَاءَهُمْ وَنَسْتَحْيِي نِسَاءَهُمْ وَإِنَّا فَوْقَهُمْ قَاهِرُونَ

Kemenag RI 2019: Para pemuka dari kaum Fir‘aun berkata, “Apakah engkau akan membiarkan Musa dan kaumnya sehingga mereka berbuat kerusakan di negeri ini (Mesir) dan dia (Musa) meninggalkanmu dan tuhan-tuhanmu?” (Fir‘aun) menjawab, “Akan kita bunuh anak-anak laki-laki mereka dan kita biarkan hidup anak-anak perempuan mereka. Sesungguhnya kita berkuasa penuh atas mereka.” (QS 7 : 127)
Quraish Shihab: Dan berkatalah para pemuka dari kaum Firaun: “Apakah engkau akan membiarkan Musa dan kaumnya sehingga akibatnya mereka membuat kerusakan di bumi dan meninggalkanmu kamu serta sesembahan-sesembahanmu?” Dia (Firaun) menjawab: “Akan kita bunuh anak-anak laki-laki mereka dan kita biarkan hidup (anak-anak) perempuan mereka (untuk disiksa dan dilecehkan) dan sesungguhnya kita berkuasa penuh atas mereka.”
HAMKA: Dan, berkata pemuka-pemuka dari kaum Fir’aun itu, “Apakah akan engkau biarkan Musa dan kaumnya membuat kerusakan di bumi dan dia tinggalkan engkau dan tuhan-tuhan engkau?” Dia berkata, “Akan kita bunuh anak-anak laki-laki mereka dan kita biarkan hidup perempuan-perempuan mereka karena sesungguhnya kita atas mereka adalah sangat berkuasa.”

قَالَ مُوسَىٰ لِقَوْمِهِ اسْتَعِينُوا بِاللَّهِ وَاصْبِرُوا ۖ إِنَّ الْأَرْضَ لِلَّهِ يُورِثُهَا مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ ۖ وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِينَ

Kemenag RI 2019: Musa berkata kepada kaumnya, “Mohonlah pertolongan kepada Allah dan bersabarlah. Sesungguhnya bumi (ini) milik Allah. Dia akan mewariskannya kepada siapa saja yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya. Kesudahan (yang baik) adalah bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS 7 : 128)
Quraish Shihab: Musa berkata kepada kaumnya: “Mohonlah pertolongan kepada Allah dan bersabarlah; sesungguhnya bumi milik Allah, diwariskan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya dari para hamba-Nya. Dan kesudahan (yang baik) bagi orang-orang yang bertakwa.”
HAMKA: Berkata Musa kepada kaumnya, “Bermohon pertolonganlah kepada Allah dan bersabarlah, sesungguhnya bumi ini adalah kepunyaan Allah. Dia wariskan kepada siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hamba-Nya dan akibat kebaikan terakhir adalah bagi orang-orang yang bertakwa.”

قَالُوا أُوذِينَا مِنْ قَبْلِ أَنْ تَأْتِيَنَا وَمِنْ بَعْدِ مَا جِئْتَنَا ۚ قَالَ عَسَىٰ رَبُّكُمْ أَنْ يُهْلِكَ عَدُوَّكُمْ وَيَسْتَخْلِفَكُمْ فِي الْأَرْضِ فَيَنْظُرَ كَيْفَ تَعْمَلُونَ

Kemenag RI 2019: Mereka (kaum Musa) berkata, “Kami telah ditindas (oleh Fir‘aun) sebelum engkau datang kepada kami dan setelah engkau datang.” (Musa) menjawab, “Mudah-mudahan Tuhanmu membinasakan musuhmu dan menjadikan kamu penguasa di bumi lalu Dia akan melihat bagaimana perbuatanmu.” (QS 7 : 129)
Quraish Shihab: Mereka (kaum Nabi Musa as.) berkata: “Kami telah diganggu sebelum engkau datang kepada kami dan sesudah engkau datang.” Dia (Nabi Musa as.) menjawab: “Mudah-mudahan Tuhan Pemelihara kamu membinasakan musuh kamu dan menjadikan kamu penguasa di bumi, lalu Dia akan melihat bagaimana kamu berbuat.”
HAMKA: Mereka berkata, “Telah disakiti kami sebelum engkau datang kepada kami dan sesudah engkau mendatangi kami!” Dia berkata, “Mudah-mudahan Tuhan kamu akan membinasakan musuh kamu dan menjadikan kamu khalifah di bumi. Namun, Dia akan melihat bagaimana kamu bekerja.”

وَلَقَدْ أَخَذْنَا آلَ فِرْعَوْنَ بِالسِّنِينَ وَنَقْصٍ مِنَ الثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُونَ

Kemenag RI 2019: Sungguh, Kami telah menghukum Fir‘aun dan kaumnya dengan (mendatangkan) kemarau panjang dan kekurangan buah-buahan agar mereka mengambil pelajaran. (QS 7 : 130)
Quraish Shihab: Demi (keagungan dan kekuasaan Kami)! Sungguh, Kami telah menghukum (Firaun dan) kaum Firaun dengan masa-masa sulit dan kekurangan buah-buahan, supaya mereka mengambil pelajaran.
HAMKA: Dan, sesungguhnya telah Kami timpakan kepada keluarga Fir’aun itu kekeringan dan kekurangan hasil buah-buahan supaya maulah mereka ingat.

[Halaman 166]

فَإِذَا جَاءَتْهُمُ الْحَسَنَةُ قَالُوا لَنَا هَٰذِهِ ۖ وَإِنْ تُصِبْهُمْ سَيِّئَةٌ يَطَّيَّرُوا بِمُوسَىٰ وَمَنْ مَعَهُ ۗ أَلَا إِنَّمَا طَائِرُهُمْ عِنْدَ اللَّهِ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُونَ

Kemenag RI 2019: Maka, apabila kebaikan (kemakmuran) datang kepada mereka, mereka berkata, “Kami pantas mendapatkan ini (karena usaha kami).” Jika ditimpa kesusahan, mereka lemparkan sebab kesialan itu kepada Musa dan orang-orang yang bersamanya. Ketahuilah, sesungguhnya ketentuan tentang nasib mereka (baik dan buruk) di sisi Allah, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui. (QS 7 : 131)
Quraish Shihab: Maka, apabila celah datang kepada mereka (kaum Firaun) kebaikan, mereka berkata: “Bagi kami hal ini (wajar).” Dan jika mereka ditimpa kesusahan, mereka lemparkan kesialan kepada Musa dan siapa yang bersamanya. Ketahuilah, sesungguhnya ketentuan tentang kadar (baik dan buruk) mereka adalah (ketetapan) dari Allah, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.
HAMKA: Maka, apabila datang kepada mereka suatu kebaikan, mereka berkata, “Untuk kitalah ini!” Dan jika menimpa kepada mereka suatu kesukaran, mereka pun mempersalahkan Musa dan orang-orang yang serta dengan dia. Ketahuilah, tidak lain kesialan mereka itu hanyalah dari sisi Allah. Akan tetapi, kebanyakan mereka tidak mau tahu.

وَقَالُوا مَهْمَا تَأْتِنَا بِهِ مِنْ آيَةٍ لِتَسْحَرَنَا بِهَا فَمَا نَحْنُ لَكَ بِمُؤْمِنِينَ

Kemenag RI 2019: Mereka (kaum Fir‘aun) berkata (kepada Musa), “Bukti apa pun yang engkau bawa kepada kami untuk menyihir kami dengannya, kami tidak akan beriman kepadamu.” (QS 7 : 132)
Quraish Shihab: Mereka (kaum Firaun) berkata: “Betapapun engkau mendatangkan tanda kepada kami (berupa mukjizat atau bukti kebenaranmu) untuk menyihir kami dengannya, maka tidaklah kami menjadi orang-orang mukmin padamu.”
HAMKA: Dan, mereka berkata, “Apa jua pun keterangan yang engkau bawakan kepada kami, untuk menyihir kami dengan dia, tetapi kami tidaklah percaya kepada engkau.”

فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمُ الطُّوفَانَ وَالْجَرَادَ وَالْقُمَّلَ وَالضَّفَادِعَ وَالدَّمَ آيَاتٍ مُفَصَّلَاتٍ فَاسْتَكْبَرُوا وَكَانُوا قَوْمًا مُجْرِمِينَ

Kemenag RI 2019: Maka, Kami kirimkan kepada mereka (siksa berupa) banjir besar, belalang, kutu, katak, dan darah (air minum berubah menjadi darah) sebagai bukti-bukti yang jelas dan terperinci. Akan tetapi, mereka tetap menyombongkan diri dan mereka adalah kaum pendurhaka. (QS 7 : 133)
Quraish Shihab: (Disebabkan kedurhakaan Firaun dan kaumnya), Kami kirimkan kepada mereka (siksa berupa) topan, belalang, kutu, katak-katak dan darah sebagai bukti-bukti yang jelas, tetapi mereka sangat menyombongkan diri dan mereka adalah kaum pendurhaka.
HAMKA: Maka, Kami kirimlah kepada mereka angin topan, belalang, kutu-kutu, kodok-kodok, dan darah sebagai bukti yang terpisah-pisah, tetapi mereka menyombong juga dan adalah mereka itu kaum yang durhaka.

وَلَمَّا وَقَعَ عَلَيْهِمُ الرِّجْزُ قَالُوا يَا مُوسَى ادْعُ لَنَا رَبَّكَ بِمَا عَهِدَ عِنْدَكَ ۖ لَئِنْ كَشَفْتَ عَنَّا الرِّجْزَ لَنُؤْمِنَنَّ لَكَ وَلَنُرْسِلَنَّ مَعَكَ بَنِي إِسْرَائِيلَ

Kemenag RI 2019: Ketika azab (yang telah diterangkan itu) menimpa mereka, mereka pun berkata, “Wahai Musa, mohonkanlah untuk kami kepada Tuhanmu sesuai dengan janji-Nya kepadamu. Jika engkau dapat menghilangkan azab itu dari kami, niscaya kami akan beriman kepadamu dan pasti akan kami biarkan Bani Israil pergi bersamamu.” (QS 7 : 134)
Quraish Shihab: Dan ketika siksa (itu) menimpa mereka, mereka berkata: “Wahai Musa! Mohonkanlah untuk kami kepada Tuhan Pemeliharamu dengan apa (yakni perkenan-Nya mengabulkan doamu, atau kenabianmu atau rahasia Ilahi yang engkau peroleh) yang dianugerahkan padamu. Sesungguhnya jika engkau (dengan doamu berhasil) melenyapkan siksa (itu) dari kami, pasti kami akan beriman kepadamu dan pasti kami akan membiarkan Bani Israil pergi bersamamu.”
HAMKA: Dan, tatkala telah menimpa kepada mereka bencana itu, mereka berkata, “Wahai Musa! Doakanlah untuk kami kepada Tuhan engkau dengan apa yang telah dijanjikan-Nya kepada engkau. Sesungguhnya jika telah engkau lepaskan kami dari bencana itu, sungguh kami akan percaya kepada engkau dan akan kami serahkan bersama engkau Bani Israil itu.”

فَلَمَّا كَشَفْنَا عَنْهُمُ الرِّجْزَ إِلَىٰ أَجَلٍ هُمْ بَالِغُوهُ إِذَا هُمْ يَنْكُثُونَ

Kemenag RI 2019: Namun, setelah Kami hilangkan azab itu dari mereka hingga batas waktu yang harus mereka penuhi, ternyata mereka ingkar janji. (QS 7 : 135)
Quraish Shihab: Maka, setelah Kami lenyapkan siksa (itu) dari mereka hingga batas waktu yang mereka sampai kepadanya, tiba-tiba mereka memungkirinya.
HAMKA: Maka, tatkala telah Kami lepaskan mereka dari bencana itu sehingga suatu masa yang mereka sampai kepadanya, tiba-tiba mereka pun mungkir.

فَانْتَقَمْنَا مِنْهُمْ فَأَغْرَقْنَاهُمْ فِي الْيَمِّ بِأَنَّهُمْ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا وَكَانُوا عَنْهَا غَافِلِينَ

Kemenag RI 2019: Maka, Kami membalas mereka (dengan siksa yang lebih berat). Kami tenggelamkan mereka di laut karena mereka telah mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka adalah orang-orang yang lengah terhadapnya. (QS 7 : 136)
Quraish Shihab: Maka, Kami membalas mereka (dengan siksa yang lebih berat), maka (ketika siksa itu datang), Kami tenggelamkan mereka di laut (Merah), karena sesungguhnya mereka telah mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka adalah orang-orang yang lalai padanya.
HAMKA: Maka, Kami balaslah kepada mereka dan Kami tenggelamkan mereka ke dalam laut karena mereka telah mendustakan ayat-ayat Kami dan adalah mereka itu lalai daripadanya.

وَأَوْرَثْنَا الْقَوْمَ الَّذِينَ كَانُوا يُسْتَضْعَفُونَ مَشَارِقَ الْأَرْضِ وَمَغَارِبَهَا الَّتِي بَارَكْنَا فِيهَا ۖ وَتَمَّتْ كَلِمَتُ رَبِّكَ الْحُسْنَىٰ عَلَىٰ بَنِي إِسْرَائِيلَ بِمَا صَبَرُوا ۖ وَدَمَّرْنَا مَا كَانَ يَصْنَعُ فِرْعَوْنُ وَقَوْمُهُ وَمَا كَانُوا يَعْرِشُونَ

Kemenag RI 2019: Kami wariskan kepada kaum yang selalu tertindas itu, bumi bagian timur dan bagian baratnya ) yang telah Kami berkahi. (Dengan demikian,) telah sempurnalah firman Tuhanmu yang baik itu (sebagai janji) untuk Bani Israil disebabkan kesabaran mereka. Kami hancurkan apa pun yang telah dibuat Fir‘aun dan kaumnya serta apa pun yang telah mereka bangun. ) (QS 7 : 137)
Quraish Shihab: Dan Kami wariskan kepada kaum yang telah ditindas (itu), (negeri-negeri) bagian timur bumi dan bagian baratnya yang telah Kami berkahi. Dan (dengan demikian) telah sempurnalah kalimat (janji) Tuhan Pemelihara kamu yang baik untuk Bani Israil disebabkan kesabaran mereka. Dan Kami hancurkan apa yang telah dibuat Firaun dan kaumnya dan apa yang telah mereka bangun.
HAMKA: Dan, telah Kami wariskan kepada kaum yang tertindas itu timur-timur bumi dan barat-baratnya yang telah Kami berkat padanya dan sempurnalah kalimat Tuhan engkau yang sebaik-baiknya atas Bani Israil, lantaran kesabaran mereka dan telah Kami hancurkan apa-apa yang diperbuat oleh Fir’aun dan kaumnya dan apa-apa yang telah mereka dirikan.

[Halaman 167]

وَجَاوَزْنَا بِبَنِي إِسْرَائِيلَ الْبَحْرَ فَأَتَوْا عَلَىٰ قَوْمٍ يَعْكُفُونَ عَلَىٰ أَصْنَامٍ لَهُمْ ۚ قَالُوا يَا مُوسَى اجْعَلْ لَنَا إِلَٰهًا كَمَا لَهُمْ آلِهَةٌ ۚ قَالَ إِنَّكُمْ قَوْمٌ تَجْهَلُونَ

Kemenag RI 2019: Kami menyeberangkan Bani Israil (melintasi) laut itu (dengan selamat). Ketika mereka sampai kepada suatu kaum yang masih tetap menyembah berhala, mereka (Bani Israil) berkata, “Wahai Musa, buatlah untuk kami tuhan (berupa berhala) sebagaimana tuhan-tuhan mereka.” (Musa) menjawab, “Sesungguhnya kamu adalah kaum yang bodoh.” (QS 7 : 138)
Quraish Shihab: Dan Kami seberangkan Bani Israil ke (suatu tempat, menjauhi) lautan itu, lalu setelah mereka sampai kepada suatu kaum yang tekun menyembah berhala-berhala kepunyaan mereka, mereka (Bani Israil) b
HAMKA: Dan telah Kami seberangkan Bani Israil di lautan maka datanglah mereka kepada suatu kaum yang bertekun menyembah beberapa berhala bagi mereka. Berkata mereka, "Wahai Musa buatkanlah bagi kami suatu tuhan sebagaimana bagi mereka itu ada beberapa tuhan." Dia berkata, "Sungguhlah kamu ini suatu kaum yang bodoh."

إِنَّ هَٰؤُلَاءِ مُتَبَّرٌ مَا هُمْ فِيهِ وَبَاطِلٌ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya apa yang mereka anut (kemusyrikan) akan dihancurkan dan akan sia-sia apa yang telah mereka kerjakan. (QS 7 : 139)
Quraish Shihab: Sesungguhnya mereka (para penyembah berhala) itu akan dihancurkan apa (kepercayaan) yang sedang mereka anut, dan akan batal (tidak bermanfaat sedikitpun) apa yang selalu mereka kerjakan.
HAMKA: Sesungguhnya mereka itu akan dibinasakanlah keadaan mereka dan batallah apa yang mereka kerjakan itu.

قَالَ أَغَيْرَ اللَّهِ أَبْغِيكُمْ إِلَٰهًا وَهُوَ فَضَّلَكُمْ عَلَى الْعَالَمِينَ

Kemenag RI 2019: Dia (Musa) berkata (kepada kaumnya), “Apakah aku mencarikan untukmu tuhan selain Allah, padahal Dialah yang telah melebihkan kamu atas segala umat (pada masa itu)?” (QS 7 : 140)
Quraish Shihab: Dia (Nabi Musa as.) berkata: “Patutkah aku mencari Tuhan selain Allah untuk kamu, padahal Dia-lah yang telah melebihkan kamu atas seluruh alam (umat di masanya).”
HAMKA: Apakah yang selain dari Allah akan aku carikan untuk menjadi Tuhan? Padahal Dia telah memuliakan kamu daripada sekelian manusia.

وَإِذْ أَنْجَيْنَاكُمْ مِنْ آلِ فِرْعَوْنَ يَسُومُونَكُمْ سُوءَ الْعَذَابِ ۖ يُقَتِّلُونَ أَبْنَاءَكُمْ وَيَسْتَحْيُونَ نِسَاءَكُمْ ۚ وَفِي ذَٰلِكُمْ بَلَاءٌ مِنْ رَبِّكُمْ عَظِيمٌ

Kemenag RI 2019: (Ingatlah wahai Bani Israil) ketika Kami menyelamatkan kamu dari para pengikut Fir‘aun yang menyiksa kamu dengan siksaan yang paling buruk. Mereka membunuh anak-anakmu yang laki-laki dan membiarkan hidup anak-anakmu yang perempuan. Pada yang demikian itu terdapat cobaan yang besar dari Tuhanmu. (QS 7 : 141)
Quraish Shihab: Dan (ingatlah), ketika Kami menyelamatkan kamu dari para pengikut Firaun; mereka menimpakan kepada kamu seburuk-buruk siksa, mereka membunuh anak-anak kamu yang laki-laki dan membiarkan hidup (anak-anak kamu yang) perempuan (untuk disiksa dan dilecehkan). Dan pada yang demikian itu terdapat cobaan yang sangat besar dari Tuhan Pemelihara kamu.
HAMKA: Dan (ingatlah) tatkala Kami telah menyelamatkan kamu dari keluarga Fir’aun padahal mereka sedang menyakiti kamu dengan sejahat-jahat siksaan. Mereka bunuh anak-anak laki-laki kamu dan mereka biarkan hidup perempuan-perempuan kamu sedang pada yang demikian itu adalah suatu bala yang amat besar dari Tuhan kamu.

وَوَاعَدْنَا مُوسَىٰ ثَلَاثِينَ لَيْلَةً وَأَتْمَمْنَاهَا بِعَشْرٍ فَتَمَّ مِيقَاتُ رَبِّهِ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً ۚ وَقَالَ مُوسَىٰ لِأَخِيهِ هَارُونَ اخْلُفْنِي فِي قَوْمِي وَأَصْلِحْ وَلَا تَتَّبِعْ سَبِيلَ الْمُفْسِدِينَ

Kemenag RI 2019: Kami telah menjanjikan Musa (untuk memberikan kitab Taurat setelah bermunajat selama) tiga puluh malam. Kami sempurnakan jumlah malam itu dengan sepuluh (malam lagi). Maka, lengkaplah waktu yang telah ditentukan Tuhannya empat puluh malam. Musa berkata kepada saudaranya, (yaitu) Harun, “Gantikanlah aku dalam (memimpin) kaumku, perbaikilah (dirimu dan kaummu), dan janganlah engkau mengikuti jalan orang-orang yang berbuat kerusakan.” (QS 7 : 142)
Quraish Shihab: Dan telah Kami janjikan kepada Musa (untuk bermunajat kepada Kami dan Kami akan menganugerahkan kitab Taurat sesudah berlalu waktu) tiga puluh malam, dan Kami menyempurnakannya dengan sepuluh (malam lagi), maka sempurnalah waktu yang telah ditentukan Tuhan Pemeliharanya, (yaitu) empat puluh malam. Dan berkata Musa kepada saudaranya Harun: “Gantikanlah aku dalam (memimpin) kaumku, dan perbaikilah, dan janganlah engkau mengikuti jalan para pembuat kerusakan.”
HAMKA: Dan (ingatlah) telah Kami janjikan kepada Musa tiga puluh malam dan telah Kami cukupkan dia dengan sepuluh lagi sehingga sempurnalah dengan (tambahan) itu, waktu perjanjian dari Tuhannya itu empat puluh malam. Dan, berkatalah Musa kepada saudaranya Harun, “Gantikanlah aku pada kaummu dan berbuat baiklah dan jangan engkau ikuti jalan orang-orang yang membuat kerusakan.”

وَلَمَّا جَاءَ مُوسَىٰ لِمِيقَاتِنَا وَكَلَّمَهُ رَبُّهُ قَالَ رَبِّ أَرِنِي أَنْظُرْ إِلَيْكَ ۚ قَالَ لَنْ تَرَانِي وَلَٰكِنِ انْظُرْ إِلَى الْجَبَلِ فَإِنِ اسْتَقَرَّ مَكَانَهُ فَسَوْفَ تَرَانِي ۚ فَلَمَّا تَجَلَّىٰ رَبُّهُ لِلْجَبَلِ جَعَلَهُ دَكًّا وَخَرَّ مُوسَىٰ صَعِقًا ۚ فَلَمَّا أَفَاقَ قَالَ سُبْحَانَكَ تُبْتُ إِلَيْكَ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُؤْمِنِينَ

Kemenag RI 2019: Ketika Musa datang untuk (bermunajat) pada waktu yang telah Kami tentukan (selama empat puluh hari) dan Tuhan telah berfirman (langsung) kepadanya, dia berkata, “Ya Tuhanku, tampakkanlah (diri-Mu) kepadaku agar aku dapat melihat Engkau.” Dia berfirman, “Engkau tidak akan (sanggup) melihat-Ku, namun lihatlah ke gunung itu. Jika ia tetap di tempatnya (seperti sediakala), niscaya engkau dapat melihat-Ku.” Maka, ketika Tuhannya menampakkan (keagungan-Nya) pada gunung itu, ) gunung itu hancur luluh dan Musa pun jatuh pingsan. Setelah Musa sadar, dia berkata, “Maha Suci Engkau. Aku bertobat kepada-Mu dan aku adalah orang yang pertama-tama beriman.” (QS 7 : 143)
Quraish Shihab: Dia berfirman: “Wahai Musa! Sesungguhnya Aku telah memilihmu atas manusia untuk membawa risalah-risalah-Ku (pesan dan amanah-Ku) dan firman-Ku, maka berpegang teguhlah kepada apa yang telah Aku anugerahkan kepadamu dan hendaklah engkau termasuk orang-orang yang bersyukur.”
HAMKA: Dan, tatkala Musa telah datang di waktu yang telah Kami tentukan itu dan telah bercakap Tuhannya kepadanya, berkatalah dia, “Ya Tuhanku! Tunjukkanlah diri-Mu, aku ingin melihat Engkau.” Dia bersabda, “Sekali-kali engkau tidak akan dapat melihat Aku. Namun, lihatlah ke gunung itu; jika dia telah tetap pada tempatnya maka engkau akan melihat Daku. Maka, tatkala Tuhannya telah menunjukkan diri pada gunung itu maka menjadi hancurlah dia dan tersungkurlah Musa, pingsan. Setelah dia sadar, berkatalah dia, “Mahasuci Engkau. Aku bertobat kepada Engkau dan aku adalah orang yang pertama sekali beriman.”

[Halaman 168]

قَالَ يَا مُوسَىٰ إِنِّي اصْطَفَيْتُكَ عَلَى النَّاسِ بِرِسَالَاتِي وَبِكَلَامِي فَخُذْ مَا آتَيْتُكَ وَكُنْ مِنَ الشَّاكِرِينَ

Kemenag RI 2019: Dia berfirman, “Wahai Musa, sesungguhnya Aku memilih (melebihkan) engkau dari manusia (yang lain) untuk membawa risalah dan berbicara (langsung) dengan-Ku. Maka, berpegang teguhlah pada apa yang Aku berikan kepadamu dan jadilah kamu termasuk orang-orang yang bersyukur.” (QS 7 : 144)
Quraish Shihab: Dia berfirman: “Wahai Musa! Sesungguhnya Aku telah memilihmu atas manusia untuk membawa risalah- risalah-Ku (pesan dan amanah-Ku) dan firman-Ku, maka berpegang teguhlah kepada apa yang telah Aku anugerahkan kepadamu dan hendaklah engkau termasuk orang- orang yang bersyukur.
HAMKA: Dia berkata, “Wahai, Musa! Sesungguhnya Aku telah memilih engkau atas sekelian manusia dengan risalah-risalah-Ku dan kalam-Ku. Sebab itu, ambillah apa yang telah Aku berikan kepada engkau itu dan jadilah engkau dari orang-orang yang bersyukur.”

وَكَتَبْنَا لَهُ فِي الْأَلْوَاحِ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ مَوْعِظَةً وَتَفْصِيلًا لِكُلِّ شَيْءٍ فَخُذْهَا بِقُوَّةٍ وَأْمُرْ قَوْمَكَ يَأْخُذُوا بِأَحْسَنِهَا ۚ سَأُرِيكُمْ دَارَ الْفَاسِقِينَ

Kemenag RI 2019: Kami telah menuliskan untuk Musa pada lauh-lauh (Taurat) ) segala sesuatu sebagai pelajaran dan penjelasan untuk segala hal. Lalu (Kami berfirman kepadanya,) “Berpegang teguhlah padanya dengan sungguh-sungguh dan suruhlah kaummu berpegang padanya dengan sebaik-baiknya. ) Aku akan memperlihatkan kepadamu (kehancuran) negeri orang-orang fasik.” ) (QS 7 : 145)
Quraish Shihab: Dan telah Kami tuliskan untuknya pada lauh-lauh (Taurat) segala sesuatu, sebagai pelajaran dan penjelasan secara rinci bagi segala sesuatu (yang dibutuhkan oleh Bani Israil pada masa itu), maka ambillah ia (Taurat) dengan teguh dan suruhlah kaummu mengambil yang terbaik darinya (perintahkan mereka melaksanakan kandungannya), kelak Aku perlihatkan kepada kamu negeri orang-orang fasik (keluar dari ketaatan kepada Allah swt.).
HAMKA: Dan, Kami tuliskan untuknya di dalam loh tiap-tiap sesuatu sebagai pengajaran dan penjelasan bagi tiap-tiap sesuatu. Lantaran itu ambillah dia dengan teguh dan perintahkanlah akan engkau magangkan sebagi yang sebaik-baiknya. Akan Aku tunjukkan kepada kamu tempat orang-orang yang berbuat fasik.

سَأَصْرِفُ عَنْ آيَاتِيَ الَّذِينَ يَتَكَبَّرُونَ فِي الْأَرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ وَإِنْ يَرَوْا كُلَّ آيَةٍ لَا يُؤْمِنُوا بِهَا وَإِنْ يَرَوْا سَبِيلَ الرُّشْدِ لَا يَتَّخِذُوهُ سَبِيلًا وَإِنْ يَرَوْا سَبِيلَ الْغَيِّ يَتَّخِذُوهُ سَبِيلًا ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا وَكَانُوا عَنْهَا غَافِلِينَ

Kemenag RI 2019: Aku akan memalingkan orang-orang yang menyombongkan diri di bumi tanpa alasan yang benar dari tanda-tanda (kekuasaan-Ku). Jika mereka melihat semua tanda-tanda itu, mereka tetap tidak mau beriman padanya. Jika mereka melihat jalan kebenaran, mereka tetap tidak mau menempuhnya. (Sebaliknya,) jika mereka melihat jalan kesesatan, mereka menempuhnya. Demikian itu adalah karena mereka mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka selalu lengah terhadapnya. (QS 7 : 146)
Quraish Shihab: Aku akan memalingkan dari ayat-ayat (tanda-tanda kebesaran dan keagungan)-Ku orang-orang yang sangat angkuh di bumi tanpa haq (alasan yang benar). Jika mereka melihat setiap ayat-(Ku), mereka tidak beriman kepadanya. Dan jika mereka melihat jalan (yang membawa kepada) petunjuk (menuju kebenaran dan kebajikan), mereka tidak menjadikannya jalan (yang seharusnya mereka tempuh), tetapi jika mereka melihat jalan kesesatan, mereka menjadikannya jalan. Yang demikian itu adalah karena mereka mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka terhadapnya selalu lalai.
HAMKA: Akan Aku palingkan dari ayat-ayat-Ku orang-orang yang takabur di bumi dengan tidak benar dan jika mereka melihat tiap-tiap ayat, mereka tidak mau beriman kepadanya. Dan, meskipun mereka melihat jalan petunjuk, mereka tidak juga (mau) mengambilnya jadi jalan. Namun, jika melihat jalan sesat, mereka ambillah dia jadi jalan. Demikian itu karena mereka telah mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka daripadanya adalah lalai.

وَالَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا وَلِقَاءِ الْآخِرَةِ حَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ ۚ هَلْ يُجْزَوْنَ إِلَّا مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Kemenag RI 2019: Orang-orang yang mendustakan tanda-tanda (kekuasaan) Kami dan adanya pertemuan akhirat, sia-sialah amal mereka. Bukankah mereka (tidak) akan dibalas, kecuali (sesuai dengan) apa yang telah mereka kerjakan. (QS 7 : 147)
Quraish Shihab: Dan orang-orang yang mendus takan ayat-ayat Kami dan pertemuan (yang dijanjikan Allah swt. di) akhirat, sia-sialah amal-amal mereka. Apakah mereka tidak dibalas melainkan dengan (balasan yang setimpal dengan) apa yang telah mereka kerjakan?
HAMKA: Dan, orang-orang yang mendustakan ayat Kami dan pertemuan akhirat, gugurlah segala amalan mereka. Apakah akan dibalas mereka kecuali dengan apa yang mereka amalkan?

وَاتَّخَذَ قَوْمُ مُوسَىٰ مِنْ بَعْدِهِ مِنْ حُلِيِّهِمْ عِجْلًا جَسَدًا لَهُ خُوَارٌ ۚ أَلَمْ يَرَوْا أَنَّهُ لَا يُكَلِّمُهُمْ وَلَا يَهْدِيهِمْ سَبِيلًا ۘ اتَّخَذُوهُ وَكَانُوا ظَالِمِينَ

Kemenag RI 2019: Kaum Musa, setelah kepergian (Musa ke Gunung Sinai), membuat (sembahan berupa) patung anak sapi yang bertubuh dan dapat melenguh (bersuara) ) dari perhiasan emas mereka. Apakah mereka tidak mengetahui bahwa (patung) anak sapi itu tidak dapat berbicara dengan mereka dan tidak dapat (pula) menunjukkan jalan (kebaikan) kepada mereka? (Bahkan,) mereka menjadikannya (sebagai sembahan). Mereka adalah orang-orang zalim. (QS 7 : 148)
Quraish Shihab: Dan kaum Musa, sesudah (kepergian)-nya (ke gunung Thur untuk bermunajat kepada Allah swt.), membuat dari perhiasan- perhiasan mereka (patung) anak sapi yang bertubuh dan bersuara. Tidakkah mereka melihat bahwa ia (patung anak sapi itu) tidak dapat berbicara kepada mereka dan tidak dapat menunjukkan jalan kepada mereka? Mereka menjadikannya (sesembahan) dan mereka adalah orang-orang zalim.
HAMKA: Dan, telah mengambil kaum Musa sesudah dia, dari perhiasan mereka seekor anak sapi bertubuh yang memiliki suara. Apakah tidak mereka perhatikan bahwasanya dia tidak bisa bercakap dengan mereka dan tidak (bisa) menunjuki mereka jalan? Mereka mengambilnya (sebagai berhala); dan mereka itu adalah orang-orang yang zalim.

وَلَمَّا سُقِطَ فِي أَيْدِيهِمْ وَرَأَوْا أَنَّهُمْ قَدْ ضَلُّوا قَالُوا لَئِنْ لَمْ يَرْحَمْنَا رَبُّنَا وَيَغْفِرْ لَنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

Kemenag RI 2019: Setelah mereka (sangat) menyesali perbuatannya dan mengetahui bahwa mereka benar-benar sesat, mereka berkata, “Sungguh, jika Tuhan kami tidak memberi rahmat kepada kami dan tidak mengampuni kami, pastilah kami menjadi orang-orang yang merugi.” (QS 7 : 149)
Quraish Shihab: 149. Dan setelah mereka sangat menyesali perbuatannya dan mengetahui bahwa mereka sungguh telah tersesat (dari jalan kebenaran), mereka pun berkata: “Jika Tuhan Pemelihara kami benar- benar tidak merahmati kami dan mengampuni kami, tentulah kami benar-benar termasuk orang-orang rugi.
HAMKA: Dan, setelah jatuh dari tangan mereka dan mereka lihat bahwasanya mereka telah tersesat, mereka berkata, “Sungguh, jika tidaklah memberi ampun kita Tuhan kita dan tidak merahmati kita, sesungguhnya jadilah kita orang-orang yang rugi.”

[Halaman 169]

وَلَمَّا رَجَعَ مُوسَىٰ إِلَىٰ قَوْمِهِ غَضْبَانَ أَسِفًا قَالَ بِئْسَمَا خَلَفْتُمُونِي مِنْ بَعْدِي ۖ أَعَجِلْتُمْ أَمْرَ رَبِّكُمْ ۖ وَأَلْقَى الْأَلْوَاحَ وَأَخَذَ بِرَأْسِ أَخِيهِ يَجُرُّهُ إِلَيْهِ ۚ قَالَ ابْنَ أُمَّ إِنَّ الْقَوْمَ اسْتَضْعَفُونِي وَكَادُوا يَقْتُلُونَنِي فَلَا تُشْمِتْ بِيَ الْأَعْدَاءَ وَلَا تَجْعَلْنِي مَعَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ

Kemenag RI 2019: Ketika Musa kembali kepada kaumnya dalam keadaan marah lagi sedih, dia berkata, “Alangkah buruknya perbuatan yang kamu kerjakan selama kepergianku! Apakah kamu hendak mendahului janji Tuhanmu?” ) Musa pun melemparkan lauh-lauh (Taurat) itu dan memegang kepala (menjambak) saudaranya (Harun) sambil menariknya ke arahnya. (Harun) berkata, “Wahai anak ibuku, kaum ini telah menganggapku lemah dan hampir saja mereka membunuhku. Oleh karena itu, janganlah engkau menjadikan musuh-musuh menyorakiku (karena melihat perlakuan kasarmu terhadapku). Janganlah engkau menjadikanku (dalam pandanganmu) bersama kaum yang zalim.” (QS 7 : 150)
Quraish Shihab: Dan ketika Musa telah kembali kepada kaumnya dalam keadaan marah dan sedih (karena mengetahui kaumnya menyembah patung anak sapi), berkatalah dia (khususnya kepada Nabi Harun as. dan para pemuka kaumnya): “Alangkah buruknya pelaksanaan tugas yang kamu lakukan sesudah (kepergian)-ku! Apakah kamu hendak mendahului urusan (mempercepat jatuhnya siksa) Tuhan Pemelihara kamu?” Dan (Nabi Musa as.) melemparkan lauh-lauh (yang diterima dari Allah swt. melalui malaikat ketika bermunajat) dan memegang (rambut) kepala saudaranya (Nabi Harun as.) sambil menariknya ke arahnya. Dia (Nabi Harun as.) berkata: “Wahai putra ibu-(ku)! Sesungguhnya kaum ini telah menganggapku lemah dan hampir saja mereka membunuhku, sebab itu janganlah engkau menjadikan musuh-musuh bergembira melihatku (dengan kecamanmu yang keras ini), dan janganlah engkau jadikan aku bersama kaum yang zalim.”
HAMKA: Dan, tatkala Musa telah kembali kepada kaumnya dalam keadaan marah, ia hati, berkatalah dia, “Buruk sekali apa yang kamu kerjakan, menggantikan aku sepeninggalku. Apakah patut kamu mendahului perintah Tuhan kamu?” Lalu dilemparkannya alwah itu dan dipegangnya kepala saudaranya seraya ditariknya. Dia berkata, “Wahai anak ibuku, sesungguhnya kaum itu memandangku lemah dan nyarislah mereka membunuhku. Sebab itu, janganlah engkau gembirakan musuh terhadap aku dan janganlah engkau masukkan aku bersama kaum yang zalim.”

قَالَ رَبِّ اغْفِرْ لِي وَلِأَخِي وَأَدْخِلْنَا فِي رَحْمَتِكَ ۖ وَأَنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ

Kemenag RI 2019: Dia (Musa) berdoa, “Ya Tuhanku, ampunilah aku dan saudaraku serta masukkanlah kami ke dalam rahmat-Mu. Engkaulah Maha Penyayang dari semua yang penyayang.” (QS 7 : 151)
Quraish Shihab: Dia (Nabi Musa as.) berkata: “Tuhan Pemeliharaku, ampunilah aku dan saudaraku dan masukkanlah kami ke dalam rahmat-Mu, dan Engkau adalah Maha Pengasih di antara para pengasih.”
HAMKA: Berkata dia, “Ya Tuhanku, ampunilah akan daku dan akan saudaraku dan masukkanlah kiranya kami ke dalam rahmat Engkau karena Engkau adalah Yang Paling Penyayang dari segala yang penyayang.”

إِنَّ الَّذِينَ اتَّخَذُوا الْعِجْلَ سَيَنَالُهُمْ غَضَبٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَذِلَّةٌ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۚ وَكَذَٰلِكَ نَجْزِي الْمُفْتَرِينَ

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya orang-orang yang menjadikan (patung) anak sapi (sebagai sembahan) kelak akan menerima kemurkaan dan kehinaan dari Tuhan mereka dalam kehidupan di dunia. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang mengada-ada. (QS 7 : 152)
Quraish Shihab: Sesungguhnya orang-orang yang menjadikan (patung) anak sapi (sebagai sesembahan), kelak menimpa mereka murka dari Tuhan Pemelihara mereka dan kehinaan di kehidupan dunia. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang mengada-adakan kebohongan.
HAMKA: Sesungguhnya orang-orang yang telah mengambil ‘ijil itu, akan mencapai kepada mereka kemurkaan dari Tuhan mereka dan kehinaan pada hidup di dunia. Dan, demikianlah Kami akan membalas orang-orang yang membuat dusta.

وَالَّذِينَ عَمِلُوا السَّيِّئَاتِ ثُمَّ تَابُوا مِنْ بَعْدِهَا وَآمَنُوا إِنَّ رَبَّكَ مِنْ بَعْدِهَا لَغَفُورٌ رَحِيمٌ

Kemenag RI 2019: Orang-orang yang mengerjakan keburukan, kemudian setelah itu bertobat dan beriman, sesungguhnya Tuhanmu, setelah (tobat) itu, Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS 7 : 153)
Quraish Shihab: Dan orang-orang yang mengerjakan kejahatan-kejahatan, kemudian bertaubat sesudah (kedurhakaan yang dilakukannya) itu dan beriman; sesungguhnya Tuhan Pemeliharamu, pasti sesudahnya (taubat yang disertai iman) Maha Pengampun, lagi Maha Pengasih.
HAMKA: Dan, orang-orang yang beramal dengan kejahatan, kemudian mereka pun tobat sesudahnya dan beriman pula; sesungguhnya Tuhan engkau sesudah itu adalah Maha Pengampun lagi Penyayang.

وَلَمَّا سَكَتَ عَنْ مُوسَى الْغَضَبُ أَخَذَ الْأَلْوَاحَ ۖ وَفِي نُسْخَتِهَا هُدًى وَرَحْمَةٌ لِلَّذِينَ هُمْ لِرَبِّهِمْ يَرْهَبُونَ

Kemenag RI 2019: Setelah amarah Musa mereda, dia mengambil (kembali) lauh-lauh (Taurat) itu. Di dalam tulisannya terdapat petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang takut kepada Tuhannya. (QS 7 : 154)
Quraish Shihab: Dan sesudah reda amarah Musa, dia mengambil lauh-lauh itu; dan dalam tulisannya terdapat petunjuk dan rahmat untuk orang-orang yang kepada Tuhan Pemelihara mereka, selalu takut.
HAMKA: Dan, tatkala telah surut dari Musa kemarahan itu, dia ambillah alwah itu dan di dalam naskahnya ada petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang ada rasa takut kepada Tuhan mereka.

وَاخْتَارَ مُوسَىٰ قَوْمَهُ سَبْعِينَ رَجُلًا لِمِيقَاتِنَا ۖ فَلَمَّا أَخَذَتْهُمُ الرَّجْفَةُ قَالَ رَبِّ لَوْ شِئْتَ أَهْلَكْتَهُمْ مِنْ قَبْلُ وَإِيَّايَ ۖ أَتُهْلِكُنَا بِمَا فَعَلَ السُّفَهَاءُ مِنَّا ۖ إِنْ هِيَ إِلَّا فِتْنَتُكَ تُضِلُّ بِهَا مَنْ تَشَاءُ وَتَهْدِي مَنْ تَشَاءُ ۖ أَنْتَ وَلِيُّنَا فَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا ۖ وَأَنْتَ خَيْرُ الْغَافِرِينَ

Kemenag RI 2019: Musa memilih tujuh puluh orang dari kaumnya untuk (memohon tobat kepada Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan. Ketika mereka ditimpa gempa bumi, Musa berkata, “Ya Tuhanku, jika Engkau kehendaki, tentulah Engkau membinasakan mereka dan aku sebelum ini. Apakah Engkau akan membinasakan kami karena perbuatan orang-orang yang kurang akal di antara kami? (Penyembahan terhadap patung anak sapi) itu hanyalah cobaan dari-Mu. Engkau menyesatkan siapa yang Engkau kehendaki dengan cobaan itu dan Engkau memberi petunjuk siapa yang Engkau kehendaki. ) Engkaulah Pelindung kami. Maka, ampunilah kami dan berilah kami rahmat. Engkaulah sebaik-baik pemberi ampun.” (QS 7 : 155)
Quraish Shihab: Dan Musa memilih dari kaumnya tujuh puluh lelaki (untuk memohonkan taubat) pada waktu yang telah Kami tentukan. Maka, ketika mereka ditimpa gempa (yang dahsyat), dia (Nabi Musa as.) berkata: “Tuhan Pemeliharaku, jika seandainya Engkau menghendaki, tentulah Engkau membinasakan mereka dan aku sebelum ini (kami menghadap ke hadirat-Mu). Apakah Engkau membinasakan kami karena perbuatan orang-orang yang picik di antara kami? (Apa yang dilakukan oleh para penyembah patung anak sapi) itu hanyalah cobaan dari-Mu (terhadap mereka dan terhadap kami), Engkau sesatkan dengannya siapa yang Engkau kehendaki (kesesatannya setelah nyata kehendak mereka untuk sesat) dan Engkau beri petunjuk siapa yang Engkau kehendaki (berdasarkan kesiapan jiwa untuk menerima petunjuk). Engkau-lah Wali (Pemimpin dan Pelindung) kami, maka ampunilah kami dan rahmatilah kami dan Engkau adalah sebaik-baik Pemberi ampun.
HAMKA: Dan, dipilihlah oleh Musa dari kaumnya itu tujuh puluh laki-laki untuk pertemuan Kami. Maka, tatkala gempa datang menimpa mereka, berkatalah dia, “Ya Tuhanku! Kalau Engkau kehendaki, tentu telah Engkau binasakan mereka terlebih dahulu dan aku sendiri pun. Apakah Engkau akan membinasakan kami karena perbuatan orang-orang yang pandir di antara kami. Ini tidak lain hanyalah percobaan Engkau juga, akan Engkau sesatkan dengan dia barangsiapa yang Engkau kehendaki dan akan Engkau beri petunjuk barangsiapa yang Engkau kehendaki. Engkaulah pelindung kami, sebab itu ampunilah kami dan rahmatilah kami, sedang Engkau adalah yang sebaik-baik pemberi ampun.”

[Halaman 170]

وَاكْتُبْ لَنَا فِي هَٰذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ إِنَّا هُدْنَا إِلَيْكَ ۚ قَالَ عَذَابِي أُصِيبُ بِهِ مَنْ أَشَاءُ ۖ وَرَحْمَتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ ۚ فَسَأَكْتُبُهَا لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَالَّذِينَ هُمْ بِآيَاتِنَا يُؤْمِنُونَ

Kemenag RI 2019: Tetapkanlah untuk kami kebaikan di dunia ini dan di akhirat. Sesungguhnya kami kembali (bertobat) kepada Engkau. (Allah) berfirman, “Siksa-Ku akan Aku timpakan kepada siapa yang Aku kehendaki dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu. Akan Aku tetapkan rahmat-Ku bagi orang-orang yang bertakwa dan menunaikan zakat serta bagi orang-orang yang beriman pada ayat-ayat Kami.” (QS 7 : 156)
Quraish Shihab: Dan tetapkanlah untuk kami hasanah (segala yang baik) di dunia ini dan di akhirat; sesungguhnya kami telah kembali (bertaubat) kepada-Mu.” Dia berfirman: “Siksa-Ku akan Aku timpakan kepada siapa yang Aku kehendaki dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu. Maka, akan Aku tetapkan (rahmat-Ku yang khusus dan berkesinambungan) untuk orang-orang yang bertakwa, (terutama) yang menunaikan zakat dan mereka yang terhadap ayat-ayat Kami terus menerus beriman.”
HAMKA: Dan, tuliskanlah kiranya untuk kami suatu kebaikan di dunia dan (juga) di akhirat; sesungguhnya kami telah bertobat kepada Engkau. Dia berfirman, “Azab-Ku akan Aku kenakan dia kepada barangsiapa yang Aku kehendaki dan rahmat-Ku meliputi tiap-tiap sesuatu. Maka, akan Aku tuliskan dia untuk orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang mengeluarkan zakat dan orang-orang yang percaya kepada ayat-ayat Kami.”

الَّذِينَ يَتَّبِعُونَ الرَّسُولَ النَّبِيَّ الْأُمِّيَّ الَّذِي يَجِدُونَهُ مَكْتُوبًا عِنْدَهُمْ فِي التَّوْرَاةِ وَالْإِنْجِيلِ يَأْمُرُهُمْ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَاهُمْ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبَاتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبَائِثَ وَيَضَعُ عَنْهُمْ إِصْرَهُمْ وَالْأَغْلَالَ الَّتِي كَانَتْ عَلَيْهِمْ ۚ فَالَّذِينَ آمَنُوا بِهِ وَعَزَّرُوهُ وَنَصَرُوهُ وَاتَّبَعُوا النُّورَ الَّذِي أُنْزِلَ مَعَهُ ۙ أُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

Kemenag RI 2019: (Yaitu,) orang-orang yang mengikuti Rasul (Muhammad), Nabi yang ummi (tidak pandai baca tulis) yang (namanya) mereka temukan tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada pada mereka. Dia menyuruh mereka pada yang makruf, mencegah dari yang mungkar, menghalalkan segala yang baik bagi mereka, mengharamkan segala yang buruk bagi mereka, dan membebaskan beban-beban serta belenggu-belenggu yang ada pada mereka. ) Adapun orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya, dan mengikuti cahaya terang yang diturunkan bersamanya (Al-Qur’an), mereka itulah orang-orang beruntung. (QS 7 : 157)
Quraish Shihab: Orang-orang yang mengikuti Rasul (Nabi Muhammad saw.), Nabi yang ummi (yang tidak pandai membaca dan menulis) yang mereka (ulama Yahudi dan Nasrani) mendapatinya tertulis dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka. Dia (Nabi Muhammad saw.) menyuruh mereka kepada yang maruf (kebaikan) dan mencegah mereka dari yang munkar (keburukan) dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan atas mereka segala yang buruk dan menyingkirkan dari mereka beban-beban mereka dan belenggu-belenggu yang tadinya ada pada mereka. Maka, orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang (tuntunan yang diturunkan al-Qur’an) bersamanya, mereka itulah orang-orang yang beruntung.
HAMKA: (Yaitu) orang-orang yang menuruti akan Rasul, Nabi yang ummi, yang mereka dapati akan dia tertulis di sisi mereka dalam Taurat dan Injil, yang menyuruh akan mereka berbuat yang ma’ruf dan mencegah akan mereka berbuat yang mungkar dan yang menghalalkan bagi mereka akan yang baik-baik dan mengharamkan atas mereka yang keji-keji; dan yang menanggalkan dari mereka beban yang memberati mereka dan belenggu-belenggu yang ada di atas diri mereka. Maka, orang-orang yang beriman kepadanya dan memuliakannya dan menolong akan dia dan mengikut akan cahaya yang diturunkan bersamanya dia, itulah orang-orang yang akan beroleh kejayaan.

قُلْ يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ جَمِيعًا الَّذِي لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۖ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ يُحْيِي وَيُمِيتُ ۖ فَآمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ الَّذِي يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَكَلِمَاتِهِ وَاتَّبِعُوهُ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

Kemenag RI 2019: Katakanlah (Nabi Muhammad), “Wahai manusia, sesungguhnya aku ini utusan Allah bagi kamu semua, Yang memiliki kerajaan langit dan bumi, tidak ada tuhan selain Dia, serta Yang menghidupkan dan mematikan. Maka, berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, (yaitu) nabi ummi (tidak pandai baca tulis) yang beriman kepada Allah dan kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya). Ikutilah dia agar kamu mendapat petunjuk.” (QS 7 : 158)
Quraish Shihab: Katakanlah (Nabi Muhammad saw.): “Hai (seluruh) manusia! Sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepada kamu semua, yang memiliki kerajaan langit dan bumi; tidak ada Tuhan (Yang Kuasa dan berhak disembah) melainkan Dia, yang menghidupkan dan mematikan, maka berimanlah kepada Allah dan Rasul-Nya, Nabi yang ummi (tidak pandai membaca dan menulis), yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab)-Nya dan ikutilah dia, supaya kamu mendapat petunjuk.”
HAMKA: Katakanlah, “Wahai manusia! Sesungguhnya aku ini adalah rasul Allah kepada kamu sekalian; (Tuhan) Yang mempunyai kerajaan semua langit dan bumi; tidak ada Tuhan melainkan Dia, Yang menghidupkan dan yang mematikan. Maka, percayalah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya yang ummi, yang beriman kepada Allah dan kalimat-kalimat-Nya; dan ikutilah dia, mudah-mudahan kamu mendapat petunjuk-Nya.”

وَمِنْ قَوْمِ مُوسَىٰ أُمَّةٌ يَهْدُونَ بِالْحَقِّ وَبِهِ يَعْدِلُونَ

Kemenag RI 2019: Di antara kaum Musa terdapat suatu umat yang memberi petunjuk (kepada manusia) dengan (dasar) kebenaran dan dengan itu (pula) mereka berlaku adil. ) (QS 7 : 159)
Quraish Shihab: Dan di antara kaum Musa terdapat suatu umat yang memberi petunjuk (kepada umat manusia, khususnya Bani Israil) dengan (cara dan tujuan yang) haq (benar), dan dengannya mereka selalu berlaku adil.
HAMKA: Dan daripada kaum Musa itu ada satu umat yang memimpin dengan kebenaran dan dengan (kebenaran) itu mereka berlaku adil.

[Halaman 171]

وَقَطَّعْنَاهُمُ اثْنَتَيْ عَشْرَةَ أَسْبَاطًا أُمَمًا ۚ وَأَوْحَيْنَا إِلَىٰ مُوسَىٰ إِذِ اسْتَسْقَاهُ قَوْمُهُ أَنِ اضْرِبْ بِعَصَاكَ الْحَجَرَ ۖ فَانْبَجَسَتْ مِنْهُ اثْنَتَا عَشْرَةَ عَيْنًا ۖ قَدْ عَلِمَ كُلُّ أُنَاسٍ مَشْرَبَهُمْ ۚ وَظَلَّلْنَا عَلَيْهِمُ الْغَمَامَ وَأَنْزَلْنَا عَلَيْهِمُ الْمَنَّ وَالسَّلْوَىٰ ۖ كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ ۚ وَمَا ظَلَمُونَا وَلَٰكِنْ كَانُوا أَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ

Kemenag RI 2019: Kami membagi mereka (Bani Israil) menjadi dua belas suku yang tiap-tiap mereka berjumlah besar. Kami wahyukan kepada Musa ketika kaumnya meminta air kepadanya, “Pukullah batu itu dengan tongkatmu!” Maka, memancarlah dari (batu) itu dua belas mata air. Sungguh, setiap suku telah mengetahui tempat minumnya masing-masing. Kami naungi mereka dengan awan dan Kami turunkan kepada mereka manna dan salwa. ) (Kami berfirman), “Makanlah yang baik-baik dari rezeki yang telah Kami anugerahkan kepadamu.” Mereka tidak menzalimi Kami, tetapi merekalah yang selalu menzalimi dirinya sendiri. (QS 7 : 160)
Quraish Shihab: Dan Kami cerai-beraikan dan pencarkan mereka (orang-orang Yahudi) menjadi dua belas suku (sebagai) umat- umat (besar), dan telah Kami wahyu kan kepada Musa ketika kaumnya meminta air kepadanya: “Pukullah batu (itu) dengan tongkatmu!” Maka, memancarlah darinya dua belas mata Sungguh, setiap orang (suku) air. telah mengetahui tempat minum mereka. Dan Kami naungkan awan di atas mereka serta Kami turunkan kepada mereka al-mann dan as-salwd. (Kami berfirman): “Makanlah dari rezeki yang baik-baik yang telah Kami anugerahkan kepada kamu. (Walaupun sebagian besar tidak bersyukur) dan (terus berbuat dosa); mereka tidaklah menganiaya Kami, tetapi merekalah yang selalu menganiaya diri mereka (sendiri).
HAMKA: Dan Kami bagi-bagi mereka kepada dua belas keluarga, sebagai umat-umat; dan Kami wahyukan kepada Musa ketika kaumnya meminta minuman kepadanya, supaya engkau pukul batu itu dengan tongkatmu itu. Lalu, terpancarlah daripadanya dua belas mata air, yang telah tahu saja tiap-tiap manusia di mana tempat minum mereka. Dan, telah Kami tudungi atas mereka awan dan telah kami turunkan kepada mereka manna dan salwa. Makanlah dari yang baik-baik yang telah Kami karuniakan kepada kamu. Dan, tidaklah mereka menganiaya Kami. Akan tetapi, adalah mereka menganiaya diri mereka sendiri.

وَإِذْ قِيلَ لَهُمُ اسْكُنُوا هَٰذِهِ الْقَرْيَةَ وَكُلُوا مِنْهَا حَيْثُ شِئْتُمْ وَقُولُوا حِطَّةٌ وَادْخُلُوا الْبَابَ سُجَّدًا نَغْفِرْ لَكُمْ خَطِيئَاتِكُمْ ۚ سَنَزِيدُ الْمُحْسِنِينَ

Kemenag RI 2019: (Ingatlah) ketika dikatakan kepada mereka (Bani Israil), “Tinggallah di negeri ini (Baitulmaqdis) dan makanlah dari (hasil bumi)-nya di mana saja kamu kehendaki, serta katakanlah, ‘Bebaskanlah kami dari dosa,’ lalu masukilah pintu gerbangnya sambil membungkuk! (Jika kamu melakukan itu semua,) niscaya Kami mengampuni kesalahan-kesalahanmu.” Kami akan menambah (karunia) kepada orang-orang yang berbuat kebaikan. (QS 7 : 161)
Quraish Shihab: Dan (ingatlah), ketika dikatakan (oleh Allah swt. melalui rasul) kepada mereka: “Tinggallah di negeri ini (Baitul Maqdis atau Yerusalem Lama) dan makanlah dari (hasil bumi)-nya di mana (dan kapan) saja yang kamu kehendaki.” Dan katakanlah: “Hiththah (bebaskanlah kami dari dosa-dosa kami yang banyak dan besar) dan masukilah pintu gerbang sambil membungkuk, pasti Kami ampuni kesalahan-kesalahan kamu.” Kelak Kami tambah (anugerah Kami) kepada orang-orang muhsin (orang-orang yang selalu berbuat yang lebih baik).
HAMKA: Dan, (ingatlah) tatkala dikatakan kepada mereka, “Berdiamlah di negeri ini dan makanlah dari padanya mana-mana yang kamu sukai dan katakanlah, ‘Kami mohon ampun.’ Dan masuklah ke dalam pintu itu dalam keadaan sujud, niscaya akan Kami ampuni kesalahan-kesalahan kamu, akan Kami tambah bagi orang-orang yang berbuat kebaikan.”

فَبَدَّلَ الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْهُمْ قَوْلًا غَيْرَ الَّذِي قِيلَ لَهُمْ فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ رِجْزًا مِنَ السَّمَاءِ بِمَا كَانُوا يَظْلِمُونَ

Kemenag RI 2019: Maka, orang-orang yang zalim di antara mereka mengganti (perkataan itu) dengan perkataan yang tidak diperintahkan kepada mereka. ) Lalu, Kami timpakan kepada mereka azab dari langit karena mereka selalu berbuat zalim. (QS 7 : 162)
Quraish Shihab: Kemudian, orang-orang yang zalim di antara mereka itu mengganti (perkataan yang diperintahkan itu) dengan perkataan yang tidak di katakan kepada mereka, maka Kami timpakan kepada mereka siksa dari langit disebabkan kezaliman mereka.
HAMKA: Maka, menggantikanlah orang-orang yang zalim dari mereka, dengan kata lain yang bukan dikatakan kepada mereka. Lantaran itu Kami turunkanlah kepada mereka suatu bencana dari langit, akibat dari kezaliman mereka itu.

وَاسْأَلْهُمْ عَنِ الْقَرْيَةِ الَّتِي كَانَتْ حَاضِرَةَ الْبَحْرِ إِذْ يَعْدُونَ فِي السَّبْتِ إِذْ تَأْتِيهِمْ حِيتَانُهُمْ يَوْمَ سَبْتِهِمْ شُرَّعًا وَيَوْمَ لَا يَسْبِتُونَ ۙ لَا تَأْتِيهِمْ ۚ كَذَٰلِكَ نَبْلُوهُمْ بِمَا كَانُوا يَفْسُقُونَ

Kemenag RI 2019: Tanyakanlah kepada mereka tentang negeri ) yang terletak di dekat laut ketika mereka melanggar aturan pada hari Sabat, ) (yaitu) ketika datang kepada mereka ikan-ikan (yang berada di sekitar) mereka bermunculan di permukaan air. Padahal, pada hari-hari yang bukan Sabat ikan-ikan itu tidak datang kepada mereka. Demikianlah Kami menguji mereka karena mereka selalu berlaku fasik. (QS 7 : 163)
Quraish Shihab: Dan tanyakanlah (Nabi Muhammad saw.) kepada mereka tentang negeri yang terletak di dekat laut (teluk Aqabah, kota Aylah sekarang) ketika mereka melanggar (aturan) pada hari Sabtu, ketika datang kepada mereka ikan-ikan mereka terapung-apung di permukaan air, dan di hari-hari yang bukan Sabtu, ikan-ikan itu tidak datang kepada mereka. Demikianlah Kami menguji mereka disebabkan mereka (sering kali) berbuat fasik (keluar dari ketaatan kepada Allah swt.).
HAMKA: Dan, tanyakanlah kepada mereka perihal negeri yang di dekat laut itu, seketika mereka melanggar peraturan pada hari Sabtu, ketika datang kepada mereka ikan-ikan itu berkilat-kilat di hari mereka bersabat itu, sedang di hari mereka tidak bersabat (ikan-ikan) itu tidak datang kepada mereka. Demikianlah Kami mencoba mereka dengan sebab mereka adalah kaum yang fasik.

[Halaman 172]

وَإِذْ قَالَتْ أُمَّةٌ مِنْهُمْ لِمَ تَعِظُونَ قَوْمًا ۙ اللَّهُ مُهْلِكُهُمْ أَوْ مُعَذِّبُهُمْ عَذَابًا شَدِيدًا ۖ قَالُوا مَعْذِرَةً إِلَىٰ رَبِّكُمْ وَلَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ

Kemenag RI 2019: (Ingatlah) ketika salah satu golongan di antara mereka berkata, “Mengapa kamu menasihati kaum yang akan dibinasakan atau diazab Allah dengan azab yang sangat keras?” Mereka menjawab, “Agar kami mempunyai alasan (lepas tanggung jawab) kepada Tuhanmu ) dan agar mereka bertakwa.” (QS 7 : 164)
Quraish Shihab: Dan ketika suatu umat (golongan) di antara mereka (Bani Israil) berkata: “Mengapa kamu menasihati kaum yang Allah akan membinasakan mereka atau menyiksa mereka dengan siksa yang sangat keras?” Mereka (golongan yang selalu memberi nasihat) menjawab: “Supaya kami mempunyai alasan (dan pelepas tanggung jawab) kepada Tuhan Pemelihara kamu, dan supaya mereka bertakwa.”
HAMKA: Dan, (ingat pulalah) tatkala berkata suatu umat dari antara mereka, “Mengapa kamu beri pengajaran suatu kaum yang Allah telah membinasakan mereka atau mengadzab mereka dengan azab yang sangat?” Mereka menjawab, “Untuk melepaskan kewajiban kepada Tuhan kamu dan supaya mereka bertakwa.”

فَلَمَّا نَسُوا مَا ذُكِّرُوا بِهِ أَنْجَيْنَا الَّذِينَ يَنْهَوْنَ عَنِ السُّوءِ وَأَخَذْنَا الَّذِينَ ظَلَمُوا بِعَذَابٍ بَئِيسٍ بِمَا كَانُوا يَفْسُقُونَ

Kemenag RI 2019: Maka, setelah mereka melupakan apa yang diperingatkan kepada mereka, Kami selamatkan orang-orang yang mencegah (orang berbuat) keburukan dan Kami timpakan kepada orang-orang yang zalim azab yang keras karena mereka selalu berbuat fasik. (QS 7 : 165)
Quraish Shihab: Maka, ketika mereka (golongan yang diberi nasihat) melupakan apa yang diperingatkan kepada mereka, Kami selamatkan orang-orang yang melarang keburukan dan Kami timpakan kepada orang-orang yang zalim siksa yang sangat buruk, disebabkan mereka selalu berbuat fasik (keluar dari ketaatan kepada Allah swt.).
HAMKA: Maka, tatkala mereka telah lupa apa yang diperingatkan kepada mereka, Kami selamatkanlah orang-orang yang telah mencegah dari kejahatan dan Kami siksa orang-orang yang aniaya itu dengan azab yang pedih dari sebab mereka telah berbuat fasik.

فَلَمَّا عَتَوْا عَنْ مَا نُهُوا عَنْهُ قُلْنَا لَهُمْ كُونُوا قِرَدَةً خَاسِئِينَ

Kemenag RI 2019: Kemudian, ketika mereka bersikeras (melampaui batas) terhadap segala yang dilarang, Kami katakan kepada mereka, “Jadilah kamu kera yang hina!” (QS 7 : 166)
Quraish Shihab: Maka, ketika mereka melampaui batas terhadap apa yang mereka dilarang mengerjakannya, Kami berfirman kepada mereka: “Jadilah kamu kera-kera yang hina, lagi terkutuk!”
HAMKA: Maka tatkala mereka telah melanggar apa yang dilarang daripadanya, Kami katakanlah kepada mereka, “Jadilah kamu monyet-monyet yang hina.”

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكَ لَيَبْعَثَنَّ عَلَيْهِمْ إِلَىٰ يَوْمِ الْقِيَامَةِ مَنْ يَسُومُهُمْ سُوءَ الْعَذَابِ ۗ إِنَّ رَبَّكَ لَسَرِيعُ الْعِقَابِ ۖ وَإِنَّهُ لَغَفُورٌ رَحِيمٌ

Kemenag RI 2019: (Ingatlah) ketika Tuhanmu memberitahukan bahwa sungguh Dia akan mengirimkan kepada mereka (Bani Israil) orang-orang yang akan menimpakan seburuk-buruk azab kepada mereka sampai hari Kiamat. Sesungguhnya Tuhanmu sangat cepat hukuman-Nya dan sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS 7 : 167)
Quraish Shihab: Dan ingatlah (Nabi Muhammad saw.), ketika Tuhan Pemeliharamu memaklumkan sesungguhnya Dia pasti akan mengirim (dari satu tempat) kepada mereka (orang-orang Yahudi yang durhaka itu) sampai pada Hari Kiamat, siapa (orang-orang) yang akan menimpakan kepada mereka seburuk-buruk siksa. Sesungguhnya Tuhan Pemelihara kamu pasti sangat cepat pembalasan-Nya, dan sesungguhnya Dia benar-benar Maha Pengampun, lagi Maha Penyayang.
HAMKA: Dan, (ingatlah) tatkala Tuhan engkau memberitahukan bahwa sesungguhnya Dia akan membangkitkan atas mereka, hingga Hari Kiamat, orang yang akan menimpakan kepada mereka seburuk-buruk azab. Sesungguhnya Tuhan engkau itu, adalah sangat cepat siksaan-Nya dan sesungguhnya Dia itu pun adalah Pengampun lagi Penyayang.

وَقَطَّعْنَاهُمْ فِي الْأَرْضِ أُمَمًا ۖ مِنْهُمُ الصَّالِحُونَ وَمِنْهُمْ دُونَ ذَٰلِكَ ۖ وَبَلَوْنَاهُمْ بِالْحَسَنَاتِ وَالسَّيِّئَاتِ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

Kemenag RI 2019: Kami membagi mereka di bumi ini menjadi beberapa golongan. Di antaranya ada orang-orang yang saleh dan ada (pula) yang tidak. Kami menguji mereka dengan berbagai kebaikan dan keburukan agar mereka kembali (pada kebenaran). (QS 7 : 168)
Quraish Shihab: Dan Kami cerai-beraikan dan pencarkan mereka (orang-orang Yahudi) di bumi ini (menjadi) beberapa golongan; di antara mereka ada orang-orang yang saleh dan di antara mereka ada (juga) yang tidak demikian. Dan Kami telah (dan pasti akan) menguji mereka dengan kebaikan-kebaikan dan (juga dengan) keburukan-keburukan, supaya mereka kembali (kepada kebenaran).
HAMKA: Dan, Kami potong-potong mereka di bumi ini menjadi beberapa umat. Di antara mereka ada yang shalih dan ada (di antara mereka itu tidak demikian dan Kami coba mereka dengan berbagai kebaikan dan berbagai kejahatan, supaya mereka kembali.

فَخَلَفَ مِنْ بَعْدِهِمْ خَلْفٌ وَرِثُوا الْكِتَابَ يَأْخُذُونَ عَرَضَ هَٰذَا الْأَدْنَىٰ وَيَقُولُونَ سَيُغْفَرُ لَنَا وَإِنْ يَأْتِهِمْ عَرَضٌ مِثْلُهُ يَأْخُذُوهُ ۚ أَلَمْ يُؤْخَذْ عَلَيْهِمْ مِيثَاقُ الْكِتَابِ أَنْ لَا يَقُولُوا عَلَى اللَّهِ إِلَّا الْحَقَّ وَدَرَسُوا مَا فِيهِ ۗ وَالدَّارُ الْآخِرَةُ خَيْرٌ لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ ۗ أَفَلَا تَعْقِلُونَ

Kemenag RI 2019: Kemudian, setelah mereka, datanglah generasi (yang lebih buruk) yang mewarisi kitab suci (Taurat). Mereka mengambil harta benda (duniawi) yang rendah ini (sebagai ganti dari kebenaran). Lalu, mereka berkata, “Kami akan diampuni.” Jika nanti harta benda (duniawi) datang kepada mereka sebanyak itu, niscaya mereka akan mengambilnya (juga). Bukankah mereka sudah terikat perjanjian dalam kitab suci (Taurat) bahwa mereka tidak akan mengatakan kepada Allah, kecuali yang benar, dan mereka pun telah mempelajari apa yang tersebut di dalamnya? Negeri akhirat itu lebih baik bagi mereka yang bertakwa. Maka, tidakkah kamu mengerti? (QS 7 : 169)
Quraish Shihab: Maka, digantikanlah sesudah mereka (orang-orang Yahudi terdahulu) generasi (lain yang lebih buruk) yang mewarisi al-Kitab (Taurat); mereka (generasi yang baru itu) mengambil harta (duniawi) yang rendah ini, dan berkata: “Kami akan diampuni (oleh Allah swt.).” Dan jika datang kepada mereka harta serupa (itu), niscaya mereka (terus-menerus) akan mengambilnya (juga). Bukankah telah dikukuhkan (oleh Allah swt.) dari mereka perjanjian (yang kuat dalam) al-Kitab (Taurat), (yaitu) bahwa mereka tidak akan mengatakan terhadap Allah kecuali yang haq (benar), padahal mereka telah mempelajari apa yang tersebut di dalamnya? Dan negeri akhirat lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka, tidakkah kamu berpikir?
HAMKA: Maka, menggantikanlah sesudah mereka itu suatu keturunan yang mewarisi kitab, mereka ambil benda-benda yang rendah ini dan mereka berkata, “Kita akan diampuni!” Dan jika datang (juga) kepada mereka benda seperti itu, mereka pun mengambilnya pula. Bukankah telah diambil perjanjian atas mereka dalam kitab itu bahwa mereka tidak boleh berkata atas nama Allah melainkan perkara yang benar? Sedangkan mereka pun telah membaca apa yang ada di dalamnya? Padahal negeri akhirat adalah lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Apakah mereka tidak mau mempergunakan akal?

وَالَّذِينَ يُمَسِّكُونَ بِالْكِتَابِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ إِنَّا لَا نُضِيعُ أَجْرَ الْمُصْلِحِينَ

Kemenag RI 2019: Orang-orang yang berpegang teguh pada kitab suci (Taurat) dan melaksanakan salat, sesungguhnya Kami tidak akan menyia-nyiakan pahala orang-orang saleh. (QS 7 : 170)
Quraish Shihab: Dan orang-orang yang berpegang teguh dengan al-Kitab (Taurat) dan melaksanakan shalat secara sempurna, sesungguhnya Kami tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang selalu melakukan kebaikan dan perbaikan.
HAMKA: Dan, orang-orang yang berpegang teguh dengan kitab dan mereka pun mendirikan shalat, sesungguhnya Kami tidaklah akan menyiakan pahala bagi orang-orang yang berbuat perbaikan.

[Halaman 173]

وَإِذْ نَتَقْنَا الْجَبَلَ فَوْقَهُمْ كَأَنَّهُ ظُلَّةٌ وَظَنُّوا أَنَّهُ وَاقِعٌ بِهِمْ خُذُوا مَا آتَيْنَاكُمْ بِقُوَّةٍ وَاذْكُرُوا مَا فِيهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Kemenag RI 2019: (Ingatlah) ketika Kami mengangkat gunung (dari akarnya) ke atas mereka, seakan-akan (gunung) itu awan dan mereka yakin bahwa (gunung) itu akan jatuh menimpa mereka. (Kami berfirman kepada mereka,) “Peganglah dengan teguh apa yang telah Kami anugerahkan kepadamu serta ingatlah selalu (amalkanlah) apa yang tersebut di dalamnya agar kamu bertakwa.” (QS 7 : 171)
Quraish Shihab: Dan (ingatlah), ketika Kami mencabut sehingga terangkat gunung (Thursina) ke atas mereka seolah-olah ia naungan (awan) dan mereka yakin bahwa gunung itu akan jatuh menimpa mereka. (Ketika itu Kami firmankan kepada mereka): “Peganglah dengan teguh apa yang telah Kami anugerahkan kepada kamu, dan ingatlah (amalkan selalu) apa yang terdapat di dalamnya supaya kamu bertakwa!”
HAMKA: Dan (ingatlah) tatkala Kami angkatkan gunung itu di atas mereka, seakan-akan sebuah atap dan mereka telah menyangka bahwa gunung itu akan jatuh kepada mereka. “Peganglah Kitab yang telah Kami berikan kepada kamu dengan teguh dan ingatlah apa-apa yang ada padanya, supaya kamu bertakwa.”

وَإِذْ أَخَذَ رَبُّكَ مِنْ بَنِي آدَمَ مِنْ ظُهُورِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَأَشْهَدَهُمْ عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ ۖ قَالُوا بَلَىٰ ۛ شَهِدْنَا ۛ أَنْ تَقُولُوا يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّا كُنَّا عَنْ هَٰذَا غَافِلِينَ

Kemenag RI 2019: (Ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan dari tulang punggung anak cucu Adam, keturunan mereka dan Allah mengambil kesaksiannya terhadap diri mereka sendiri (seraya berfirman), “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab, “Betul (Engkau Tuhan kami), kami bersaksi.” (Kami melakukannya) agar pada hari Kiamat kamu (tidak) mengatakan, “Sesungguhnya kami lengah terhadap hal ini,” (QS 7 : 172)
Quraish Shihab: Dan (ingatlah), ketika Tuhan Pemeliharamu mengeluarkan dari anak-cucu Adam dari punggung (sulbi orang tua) mereka, keturunan mereka, dan Dia mempersaksikan mereka atas diri mereka (sendiri): “Bukankah Aku Tuhan Pemelihara kamu?” Mereka menjawab: “Betul! Kami telah menyaksikan.” (Kami lakukan yang demikian itu) supaya pada Hari Kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang lengah terhadap ini.”
HAMKA: Dan, (ingatlah) tatkala Tuhan engkau mengambil dari anak cucu Adam dari tulang-tulang punggung mereka dan Dia jadikan mereka saksi atas diri mereka sendiri. “Bukankah Aku Tuhan kamu?” Semua menjawab, “Memang kami menyaksikan.” Supaya jangan kamu berkata di Hari Kiamat, “Sesungguhnya kami lalai dari ini.”

أَوْ تَقُولُوا إِنَّمَا أَشْرَكَ آبَاؤُنَا مِنْ قَبْلُ وَكُنَّا ذُرِّيَّةً مِنْ بَعْدِهِمْ ۖ أَفَتُهْلِكُنَا بِمَا فَعَلَ الْمُبْطِلُونَ

Kemenag RI 2019: atau agar kamu (tidak) mengatakan, “Sesungguhnya nenek moyang kami telah mempersekutukan (Tuhan) sejak dahulu, sedangkan kami adalah keturunan yang (datang) setelah mereka. Maka, apakah Engkau akan menyiksa kami karena perbuatan para pelaku kebatilan?” ) (QS 7 : 173)
Quraish Shihab: Atau (supaya) kamu (tidak) mengatakan: “Sesungguhnya nenek moyang kami telah menyekutukan (Allah swt.) sejak dahulu, sedangkan kami adalah anak-anak keturunan (yang datang) sesudah mereka. Maka, apakah Engkau akan membinasakan kami karena perbuatan para pembuat kebatilan?”
HAMKA: Atau supaya tidak kamu katakan, “Yang musyrik itu hanyalah bapak-bapak kami yang dahulu sedang kami ini hanyalah keturunan sesudah mereka. Maka, apakah Engkau akan membinasakan kami lantaran apa yang dikerjakan oleh orang-orang yang berbuat salah?”

وَكَذَٰلِكَ نُفَصِّلُ الْآيَاتِ وَلَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

Kemenag RI 2019: Demikianlah Kami menjelaskan secara terperinci ayat-ayat itu dan agar mereka kembali (kepada kebenaran). (QS 7 : 174)
Quraish Shihab: Dan demikianlah Kami menjelaskan secara rinci ayat-ayat (bukti-bukti keesaan dan perintah Kami) itu, supaya mereka kembali (kepada kebenaran dan fithrah).
HAMKA: Dan, demikianlah Kami jelaskan ayat-ayat itu, supaya mereka kembali.

وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ الَّذِي آتَيْنَاهُ آيَاتِنَا فَانْسَلَخَ مِنْهَا فَأَتْبَعَهُ الشَّيْطَانُ فَكَانَ مِنَ الْغَاوِينَ

Kemenag RI 2019: Bacakanlah (Nabi Muhammad) kepada mereka (tentang) berita orang yang telah Kami anugerahkan ayat-ayat Kami kepadanya. Kemudian, dia melepaskan diri dari (ayat-ayat) itu, lalu setan mengikutinya (dan terus menggodanya) sehingga dia termasuk orang yang sesat. (QS 7 : 175)
Quraish Shihab: Dan (sampaikanlah wahai Nabi Muhammad saw.) kepada mereka (orang-orang musyrik), berita (tentang) orang yang telah Kami anugerahkan kepadanya ayat-ayat Kami, kemudian dia melepaskan diri darinya (dan tidak mengamalkan pesan ayat-ayat itu), maka dia diikuti oleh setan sehingga dia termasuk orang-orang sesat.
HAMKA: Dan, bacakanlah kepada mereka berita orang yang telah Kami datangkan kepadanya ayat-ayat Kami, tetapi dia terlepas daripadanya; maka setan pun menjadikan dia pengikutnya lalu jadilah dia daripada orang-orang yang tersesat.

وَلَوْ شِئْنَا لَرَفَعْنَاهُ بِهَا وَلَٰكِنَّهُ أَخْلَدَ إِلَى الْأَرْضِ وَاتَّبَعَ هَوَاهُ ۚ فَمَثَلُهُ كَمَثَلِ الْكَلْبِ إِنْ تَحْمِلْ عَلَيْهِ يَلْهَثْ أَوْ تَتْرُكْهُ يَلْهَثْ ۚ ذَٰلِكَ مَثَلُ الْقَوْمِ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا ۚ فَاقْصُصِ الْقَصَصَ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ

Kemenag RI 2019: Seandainya Kami menghendaki, niscaya Kami tinggikan (derajat)-nya dengan (ayat-ayat) itu, tetapi dia cenderung pada dunia dan mengikuti hawa nafsunya. Maka, perumpamaannya seperti anjing. Jika kamu menghalaunya, ia menjulurkan lidahnya dan jika kamu membiarkannya, dia menjulurkan lidahnya (juga). Demikian itu adalah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka, ceritakanlah kisah-kisah itu agar mereka berpikir. (QS 7 : 176)
Quraish Shihab: Dan jika seandainya Kami menghendaki, pasti Kami meninggikan (derajat)nya dengannya (pengamalan ayat-ayat itu), tetapi dia cenderung ke dunia dan mengikuti hawa nafsunya, maka perumpamaannya adalah seperti anjing. Jika engkau menghalaunya, ia menjulurkan lidahnya, dan jika engkau membiarkannya, ia menjulurkan lidahnya juga. Demikian itulah perumpamaan kaum yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka, ceritakanlah kisah-kisah (itu) supaya mereka berpikir.
HAMKA: Dan, jika Kami kehendaki, niscaya Kami angkatkanlah dia dengan (ayat-ayat) itu. Akan tetapi, dia melekat ke bumi dan memperturutkan hawa nafsunya. Maka, perumpamaannya adalah seperti anjing, yang jika engkau halaukan dia, lidahnya dijulurkannya; atau engkau biarkan dia, tetapi lidahnya dijulurkannya juga. Demikianlah perumpamaan kaum yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka, ceritakanlah cerita-cerita itu, supaya mereka berpikir.

سَاءَ مَثَلًا الْقَوْمُ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا وَأَنْفُسَهُمْ كَانُوا يَظْلِمُونَ

Kemenag RI 2019: Sangat buruk perumpamaan kaum yang mendustakan ayat-ayat Kami. Mereka hanya menzalimi diri mereka sendiri. (QS 7 : 177)
Quraish Shihab: Sangat buruklah perumpamaan kaum yang mendustakan ayat-ayat Kami (karena mereka mengabaikan tuntunan pengetahuannya, bahkan berbuat zalim), dan terhadap diri mereka (sendiri, bukan terhadap orang lain), mereka (terus-menerus) berbuat zalim.
HAMKA: Buruklah perumpamaan kaum yang mendustakan ayat-ayat Kami itu dan kepada diri mereka sendirilah mereka berbuat aniaya.

مَنْ يَهْدِ اللَّهُ فَهُوَ الْمُهْتَدِي ۖ وَمَنْ يُضْلِلْ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ

Kemenag RI 2019: Siapa saja yang Allah beri petunjuk, dialah yang mendapat petunjuk dan siapa saja yang Allah sesatkan, merekalah orang-orang yang merugi. (QS 7 : 178)
Quraish Shihab: Barang siapa dianugerahi petunjuk oleh Allah (karena kecenderungan hatinya untuk memperoleh petunjuk-Nya), maka dialah yang mendapat petunjuk; dan barang siapa disesatkan-Nya (karena kecenderungan hatinya untuk sesat), maka mereka itulah orang-orang yang rugi.
HAMKA: Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah maka itulah orang yang beroleh petunjuk; dan barangsiapa yang Dia sesatkan, mereka itulah orang-orang yang rugi.

[Halaman 174]

وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِنَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ ۖ لَهُمْ قُلُوبٌ لَا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لَا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آذَانٌ لَا يَسْمَعُونَ بِهَا ۚ أُولَٰئِكَ كَالْأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ ۚ أُولَٰئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ

Kemenag RI 2019: Sungguh, Kami benar-benar telah menciptakan banyak dari kalangan jin dan manusia untuk (masuk neraka) Jahanam (karena kesesatan mereka). Mereka memiliki hati yang tidak mereka pergunakan untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan memiliki mata yang tidak mereka pergunakan untuk melihat (ayat-ayat Allah), serta memiliki telinga yang tidak mereka pergunakan untuk mendengarkan (ayat-ayat Allah). Mereka seperti hewan ternak, bahkan lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lengah. (QS 7 : 179)
Quraish Shihab: Dan demi (keagungan dan kekuasaan Kami)! Sungguh, Kami telah menciptakan untuk (isi neraka) Jahannam banyak dari jin dan manusia (karena kesesatan mereka); mereka mempunyai hati, (tetapi) mereka tidak mempergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah swt.), dan mereka mempunyai mata, (tetapi) mereka tidak mempergunakannya (untuk melihat tanda-tanda kekuasaan Allah swt.), dan mereka mempunyai telinga, (tetapi) mereka tidak mempergunakannya (untuk mendengar petunjuk-petunjuk Allah swt.). Mereka itu seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat. Mereka itulah orang-orang yang lalai.
HAMKA: Dan, sesungguhnya telah Kami sediakan untuk neraka Jahannam beberapa banyak dari jin dan manusia. Pada mereka ada hati, (tetapi) mereka tidak mau memperhatikan dengan dia. Dan, pada mereka ada mata, (tetapi mereka tidak mau melihat dengan dia. Dan, pada mereka ada telinga, (tetapi) mereka tidak mau mendengarkan dengan dia. Itulah orang-orang yang seperti binatang ternak, bahkan mereka itu lebih sesat. Mereka itu adalah orang-orang yang lalai.

وَلِلَّهِ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ فَادْعُوهُ بِهَا ۖ وَذَرُوا الَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِي أَسْمَائِهِ ۚ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Kemenag RI 2019: Allah memiliki Asmaulhusna (nama-nama yang terbaik). Maka, bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut (Asmaulhusna) itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyalahartikan nama-nama-Nya. ) Mereka kelak akan mendapat balasan atas apa yang telah mereka kerjakan. (QS 7 : 180)
Quraish Shihab: Dan (hanya) milik Allah al-Asma al-Husna (nama-nama Allah swt. yang terbaik dan sempurna), maka bermohonlah kepada-Nya dengan (menyebut salah satu dari al-Asma’ al-Husna) itu. Dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang (dari kebenaran) dalam (menyebut) nama-nama-Nya (atau menyandangkan sesuatu yang tidak layak bagi Zat Allah Yang Maha Agung), kelak mereka dibalas (disebabkan oleh) apa yang telah mereka kerjakan.
HAMKA: Dan, bagi Allah-lah nama-nama yang baik; sebab itu serulah akan Dia dengan nama-nama itu dan biarkanlah orang-orang yang tidak percaya kepada nama-nama-Nya itu. Mereka akan diganjari atas apa-apa yang telah mereka kerjakan.

وَمِمَّنْ خَلَقْنَا أُمَّةٌ يَهْدُونَ بِالْحَقِّ وَبِهِ يَعْدِلُونَ

Kemenag RI 2019: Di antara orang-orang yang telah Kami ciptakan ada umat yang memberi petunjuk dengan (dasar) kebenaran dan dengan itu (pula) mereka berlaku adil. (QS 7 : 181)
Quraish Shihab: Dan di antara siapa yang Kami ciptakan, ada umat yang memberi petunjuk dengan (cara dan tujuan yang) haq (benar), dan dengannya mereka (selalu) berlaku adil.
HAMKA: Dan, di antara yang telah Kami jadikan itu, ada umat yang memberi petunjuk dengan kebenaran dan dengan dia mereka berlaku adil.

وَالَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا سَنَسْتَدْرِجُهُمْ مِنْ حَيْثُ لَا يَعْلَمُونَ

Kemenag RI 2019: Orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami akan Kami biarkan mereka berangsur-angsur (menuju kebinasaan) dari arah yang tidak mereka ketahui. ) (QS 7 : 182)
Quraish Shihab: Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, kelak Kami menarik mereka berangsur-angsur (menuju kebinasaan) dengan cara yang tidak mereka ketahui.
HAMKA: Dan, orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, akan Kami lalaikan langkahan mereka dari jurusan yang mereka sendiri tidak tahu.

وَأُمْلِي لَهُمْ ۚ إِنَّ كَيْدِي مَتِينٌ

Kemenag RI 2019: Aku memberi tenggang waktu kepada mereka. Sesungguhnya rencana-Ku sangat teguh. (QS 7 : 183)
Quraish Shihab: Dan Aku menangguhkan (siksa) bagi mereka (dengan menganugerahkan kenikmatan yang menjadikan mereka lupa daratan). Sesungguhnya rencana-Ku sangat teguh.
HAMKA: Dan, Aku ulur waktu untuk mereka; sesungguhnya pembalasan-Ku sangat teguh.

أَوَلَمْ يَتَفَكَّرُوا ۗ مَا بِصَاحِبِهِمْ مِنْ جِنَّةٍ ۚ إِنْ هُوَ إِلَّا نَذِيرٌ مُبِينٌ

Kemenag RI 2019: Apakah mereka tidak merenungkan bahwa teman mereka (Nabi Muhammad) tidak gila sedikit pun? Dia hanyalah seorang pemberi peringatan yang jelas. (QS 7 : 184)
Quraish Shihab: Apakah mereka (yang mendustakan ayat-ayat Allah swt. dan ditangguhkan siksa atas mereka itu) lengah dan tidak memikirkan bahwa teman mereka (Nabi Muhammad saw.) tidak mempunyai sedikit pun kegilaan. Dia tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan, lagi pemberi penjelasan.
HAMKA: Apakah mereka tidak mau memikirkan; tidaklah teman mereka itu seorang dari yang gila. Lain tidak dia itu hanyalah seorang pemberi ancaman yang nyata.

أَوَلَمْ يَنْظُرُوا فِي مَلَكُوتِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا خَلَقَ اللَّهُ مِنْ شَيْءٍ وَأَنْ عَسَىٰ أَنْ يَكُونَ قَدِ اقْتَرَبَ أَجَلُهُمْ ۖ فَبِأَيِّ حَدِيثٍ بَعْدَهُ يُؤْمِنُونَ

Kemenag RI 2019: Apakah mereka tidak memperhatikan kerajaan langit dan bumi dan segala apa yang Allah ciptakan dan kemungkinan telah makin dekatnya waktu (kebinasaan) mereka? Lalu, berita mana lagi setelah ini yang akan mereka percayai? (QS 7 : 185)
Quraish Shihab: Apakah mereka tidak memperhatikan kerajaan langit dan bumi dan apa yang diciptakan Allah dari segala sesuatu, dan bahwa boleh jadi telah semakin dekat ajal mereka? Maka, kepada berita manakah (lagi) sesudahnya yang mereka akan percaya?
HAMKA: Apakah mereka tidak memandang kepada kerajaan semua langit dan bumi, dan apa-apa yang telah dijadikan Allah dari sesuatu dan bahwa boleh jadi telah dekat ajal mereka? Maka kepada perkataan yang manakah lagi sesudah itu, mereka hendak percaya.

مَنْ يُضْلِلِ اللَّهُ فَلَا هَادِيَ لَهُ ۚ وَيَذَرُهُمْ فِي طُغْيَانِهِمْ يَعْمَهُونَ

Kemenag RI 2019: Siapa saja yang Allah sesatkan, tidak ada yang mampu memberinya petunjuk dan Dia akan membiarkannya terombang-ambing dalam kesesatan. ) (QS 7 : 186)
Quraish Shihab: Barang siapa yang Allah menyesatkannya (karena kecenderungan hatinya untuk sesat), maka baginya tidak ada lagi pemberi petunjuk. Dan Dia membiarkan mereka berrombang-ambing dalam kesesatan mereka.
HAMKA: Barangsiapa yang disesatkan oleh Allah maka tidaklah ada baginya pemberi petunjuk; dan Dia akan membiarkan mereka dalam kesesatan itu, jadi kebingungan.

يَسْأَلُونَكَ عَنِ السَّاعَةِ أَيَّانَ مُرْسَاهَا ۖ قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ رَبِّي ۖ لَا يُجَلِّيهَا لِوَقْتِهَا إِلَّا هُوَ ۚ ثَقُلَتْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ لَا تَأْتِيكُمْ إِلَّا بَغْتَةً ۗ يَسْأَلُونَكَ كَأَنَّكَ حَفِيٌّ عَنْهَا ۖ قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ اللَّهِ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

Kemenag RI 2019: Mereka menanyakan kepadamu (Nabi Muhammad) tentang kiamat, “Kapan terjadi?” Katakanlah, “Sesungguhnya pengetahuan tentangnya hanya ada pada Tuhanku. Tidak ada (seorang pun) yang dapat menjelaskan waktu terjadinya selain Dia. (Kiamat) itu sangat berat (huru-haranya bagi makhluk yang) di langit dan di bumi. Ia tidak akan datang kepadamu kecuali secara tiba-tiba.” Mereka bertanya kepadamu seakan-akan engkau mengetahuinya. Katakanlah (Nabi Muhammad), “Sesungguhnya pengetahuan tentangnya hanya ada pada Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (QS 7 : 187)
Quraish Shihab: Mereka bertanya kepadamu (Nabi Muhammad saw.) tentang Kiamat: “Kapankah terjadinya?” Katakanlah (Nabi Muhammad saw.): “Sesungguhnya pengetahuan tentang Kiamat hanya pada sisi Tuhan Pemeliharaku, tidak ada yang dapat menjelaskannya. Kiamat itu sangat berat bagi makhluk yang ada di langit dan di bumi, dan tidak akan datang kepada kalian kecuali secara tiba-tiba.” Mereka bertanya seolah-olah engkau mengetahuinya. Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan rentang waktu Kiamat hanya di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya.”
HAMKA: Mereka bertanya kepada engkau perihal Sa‘ah, bilakah datangnya. Katakanlah, “Pengetahuan tentangnya adalah di sisi Tuhanku. Tidak ada yang bisa menampakkannya pada waktunya melainkan Dia. Beratlah urusan itu di langit dan di bumi. Dia tidak akan datang kepada kamu, kecuali dengan tiba-tiba.” Mereka akan, bertanya kepada engkau seolah-olah engkau lebih dekat perihal itu. Katakanlah, “Namun ilmunya hanyalah di sisi Allah. Akan tetapi, kebanyakan manusia tidaklah mengetahui.”

[Halaman 175]

قُلْ لَا أَمْلِكُ لِنَفْسِي نَفْعًا وَلَا ضَرًّا إِلَّا مَا شَاءَ اللَّهُ ۚ وَلَوْ كُنْتُ أَعْلَمُ الْغَيْبَ لَاسْتَكْثَرْتُ مِنَ الْخَيْرِ وَمَا مَسَّنِيَ السُّوءُ ۚ إِنْ أَنَا إِلَّا نَذِيرٌ وَبَشِيرٌ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ

Kemenag RI 2019: Katakanlah (Nabi Muhammad), “Aku tidak kuasa mendatangkan manfaat maupun menolak mudarat bagi diriku, kecuali apa yang Allah kehendaki. Seandainya aku mengetahui yang gaib, niscaya aku akan berbuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan bahaya tidak akan menimpaku. Aku hanyalah pemberi peringatan dan pembawa berita gembira bagi kaum yang beriman.” (QS 7 : 188)
Quraish Shihab: Katakanlah (Nabi Muhammad saw.): “Aku tidak memunyai sedikit pun kekuasaan untuk mendatangkan bagi diriku manfaat dan tidak pula menolak mudharat, kecuali apa yang dikehendaki Allah. Dan jika seandainya aku mengetahui yang gaib, tentulah aku memperbanyak kebajikan dan aku tidak akan disentuh keburukan. Aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan, dan pembawa kabar gembira bagi kaum yang beriman.”
HAMKA: Katakanlah, “Tidaklah aku kuasa mendatangkan manfaat atas diriku sendiri dan tidak pula menolak bahaya, kecuali apa yang dikehendaki oleh Allah. Dan, kalau adalah aku mengetahui yang ghaib, niscaya telah aku kumpulkan harta yang banyak-banyak dan tentulah tidak akan menimpa aku sesuatu kesusahan. Tidaklah aku ini melainkan pemberi ancaman dan warta gembira bagi kamu yang beriman.”

هُوَ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَجَعَلَ مِنْهَا زَوْجَهَا لِيَسْكُنَ إِلَيْهَا ۖ فَلَمَّا تَغَشَّاهَا حَمَلَتْ حَمْلًا خَفِيفًا فَمَرَّتْ بِهِ ۖ فَلَمَّا أَثْقَلَتْ دَعَوَا اللَّهَ رَبَّهُمَا لَئِنْ آتَيْتَنَا صَالِحًا لَنَكُونَنَّ مِنَ الشَّاكِرِينَ

Kemenag RI 2019: Dialah yang menciptakan kamu dari jiwa yang satu (Adam) dan darinya Dia menjadikan pasangannya agar dia cenderung dan merasa tenteram kepadanya. Kemudian, setelah ia mencampurinya, dia (istrinya) mengandung dengan ringan. Maka, ia pun melewatinya dengan mudah. Kemudian, ketika dia merasa berat, keduanya (suami istri) memohon kepada Allah, Tuhan mereka, “Sungguh, jika Engkau memberi kami anak yang saleh, pasti kami termasuk orang-orang yang bersyukur.” ) (QS 7 : 189)
Quraish Shihab: Dialah Yang menciptakan kamu (keturunan Nabi Adam as.) dari diri yang satu dan darinya Dia menjadikan pasangannya, supaya dia merasa tenang (dan cenderung) kepada pasangannya. Maka setelah dicampurinya, dia mengandung kandungan yang ringan, dan itu berlangsung (dalam keadaan ringan) dengannya beberapa waktu lamanya. Lalu ketika dia merasa berat, keduanya bermohon kepada Allah, Tuhan Pemelihara mereka berdua: “Demi kekuasaan dan kebesaran-Mu! Jika Engkau menganugerahi kami (anak) yang sempurna, tentulah kami benar-benar termasuk orang-orang yang bersyukur.”
HAMKA: Dialah yang telah menciptakan kamu daripada diri yang satu, dan Dia jadikan daripadanya istrinya, supaya dia merasa tenang dengan dia. Maka, tatkala dia telah mencampurinya, mengandunglah dia satu kandungan yang ringan lalu dia terus dengan dia. Maka, tatkala telah berat, berdoalah keduanya kepada Allah, “Sesungguhnya jika Engkau anugerahi kami anak laki-laki yang baik, akan jadilah kami daripada orang-orang yang bersyukur.”

فَلَمَّا آتَاهُمَا صَالِحًا جَعَلَا لَهُ شُرَكَاءَ فِيمَا آتَاهُمَا ۚ فَتَعَالَى اللَّهُ عَمَّا يُشْرِكُونَ

Kemenag RI 2019: Kemudian, setelah Dia memberi keduanya seorang anak yang saleh, mereka menjadikan sekutu bagi Allah ) dalam (penciptaan) anak yang telah Dia anugerahkan kepada mereka. Maka, Maha Tinggi Allah dari apa yang mereka persekutukan. (QS 7 : 190)
Quraish Shihab: Maka, ketika Allah menganugerahi keduanya (pasangan itu, anak) yang sempurna, maka keduanya menjadikan bagi-Nya sekutu-sekutu (yang mereka anggap sebagai pemberi anugerah) terhadap apa (anak) yang telah dianugerahkan Allah kepada keduanya (yakni, mereka tidak bersyukur). Maka, Maha Tinggi Allah dari apa yang mereka sekutukan.
HAMKA: Maka, tatkala Dia telah memberikan kepada keduanya putra yang baik, mereka adakanlah bagi-Nya sekutu-sekutu dalam hal apa yang telah Dia berikan itu. Mahasucilah Allah dari apa yang mereka persekutukan itu.

أَيُشْرِكُونَ مَا لَا يَخْلُقُ شَيْئًا وَهُمْ يُخْلَقُونَ

Kemenag RI 2019: Apakah mereka mempersekutukan (Allah dengan) sesuatu (berhala) yang tidak dapat menciptakan sesuatu apa pun, padahal ia (berhala) sendiri diciptakan? (QS 7 : 191)
Quraish Shihab: Apakah mereka menyekutukan apa yang tidak dapat menciptakan sesuatu pun, sedangkan mereka (sekutu-sekutu itu) diciptakan oleh manusia?
HAMKA: Apakah mereka persekutukan apa-apa yang tidak menjadikan sesuatu padahal merekalah yang dijadikan?

وَلَا يَسْتَطِيعُونَ لَهُمْ نَصْرًا وَلَا أَنْفُسَهُمْ يَنْصُرُونَ

Kemenag RI 2019: (Berhala) itu tidak dapat memberikan pertolongan kepada mereka (para penyembahnya) dan (bahkan) kepada dirinya sendiri pun ia tidak dapat memberi pertolongan. (QS 7 : 192)
Quraish Shihab: Dan mereka (sekutu-sekutu itu) tidak mampu memberi mereka (para penyembahnya) pertolongan, dan kepada diri mereka sendiri pun mereka tidak dapat menolong.
HAMKA: Dan, tidaklah mereka sanggup menolong mereka dan diri mereka sendiri pun tidak bisa mereka tolong?

وَإِنْ تَدْعُوهُمْ إِلَى الْهُدَىٰ لَا يَتَّبِعُوكُمْ ۚ سَوَاءٌ عَلَيْكُمْ أَدَعَوْتُمُوهُمْ أَمْ أَنْتُمْ صَامِتُونَ

Kemenag RI 2019: Jika kamu (orang-orang musyrik) menyeru mereka (berhala-berhala itu) untuk memberi petunjuk kepadamu, mereka tidak akan memenuhi seruanmu. Sama saja (hasilnya) buatmu, apakah kamu menyeru mereka atau berdiam diri. (QS 7 : 193)
Quraish Shihab: Dan jika kamu (orang-orang musyrik) menyeru mereka (sekutu-sekutu) kepada petunjuk, tidaklah mereka mengikuti kamu, sama saja bagi kamu apakah kamu menyeru mereka ataupun kamu berdiam diri.
HAMKA: Dan, jika kamu ajak mereka kepada petunjuk, tidaklah mereka mau menuruti kamu. Sama saja atas kamu, apakah kamu ajak mereka atau pun kamu berdiam diri.

إِنَّ الَّذِينَ تَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ عِبَادٌ أَمْثَالُكُمْ ۖ فَادْعُوهُمْ فَلْيَسْتَجِيبُوا لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya berhala-berhala yang kamu seru selain Allah adalah makhluk (yang lemah) seperti kamu. Maka, serulah mereka, lalu biarlah mereka memenuhi seruanmu, jika kamu orang yang benar. (QS 7 : 194)
Quraish Shihab: Sesungguhnya (berhala-berhala) yang kamu seru selain Allah adalah para hamba yang serupa kamu. Maka serulah mereka, lalu biarkanlah mereka memperkenankan (permohonan) untuk kamu, jika kamu orang-orang yang benar.
HAMKA: Sesungguhnya yang kamu seru selain dari Allah itu adalah hamba-hamba seperti kamu juga. Maka, (cobalah) kamu seru mereka supaya memperkenankan permohonan kamu, jika adalah kamu orang-orang yang benar.

أَلَهُمْ أَرْجُلٌ يَمْشُونَ بِهَا ۖ أَمْ لَهُمْ أَيْدٍ يَبْطِشُونَ بِهَا ۖ أَمْ لَهُمْ أَعْيُنٌ يُبْصِرُونَ بِهَا ۖ أَمْ لَهُمْ آذَانٌ يَسْمَعُونَ بِهَا ۗ قُلِ ادْعُوا شُرَكَاءَكُمْ ثُمَّ كِيدُونِ فَلَا تُنْظِرُونِ

Kemenag RI 2019: Apakah mereka (berhala) mempunyai kaki untuk berjalan, mempunyai tangan untuk memegang dengan keras, ) mempunyai mata untuk melihat, atau mempunyai telinga untuk mendengar? Katakanlah (Nabi Muhammad), “Panggillah (berhala-berhalamu) yang kamu anggap sekutu Allah, kemudian lakukanlah tipu daya (untuk mencelakakan)-ku dan jangan kamu tunda lagi. (QS 7 : 195)
Quraish Shihab: Apakah mereka mempunyai kaki yang dengannya mereka berjalan, atau tangan yang dengannya mereka memegang dengan keras, atau mata yang dengannya mereka melihat, atau telinga yang dengannya mereka mendengar? Katakanlah (Nabi Muhammad saw.): “Panggillah sekutu-sekutu kamu, kemudian lakukanlah tipu daya terhadapku dengan segera tanpa memberi tangguh kepadaku.”
HAMKA: Apakah ada pada mereka kaki yang mereka berjalan dengan dia? Atau adakah pada mereka tangan yang mereka meninjun dengan dia? Atau adakah bagi mereka mata yang mereka melihat dengan dia? Atau adakah bagi mereka telinga yang mereka mendengar dengan dia? Katakanlah, “Serulah sekutu-sekutu kamu itu, kemudian itu cobakanlah tipu dayamu kepada-Ku maka cobalah, jangan Aku diberi tempo.”

[Halaman 176]

إِنَّ وَلِيِّيَ اللَّهُ الَّذِي نَزَّلَ الْكِتَابَ ۖ وَهُوَ يَتَوَلَّى الصَّالِحِينَ

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya pelindungku adalah Allah yang telah menurunkan kitab suci (Al-Qur’an). Dia melindungi orang-orang saleh. (QS 7 : 196)
Quraish Shihab: Sesungguhnya Wali-ku (Pelindung, Pembela, dan Penolongku) adalah Allah yang telah menurunkan al-Kitab (al-Qur’an) dan Dia menjadi Wali orang-orang saleh.
HAMKA: Sesungguhnya pelindungku ialah Allah, yang telah menurunkan kitab dan Dialah yang melindungi orang-orang yang shalih.

وَالَّذِينَ تَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ لَا يَسْتَطِيعُونَ نَصْرَكُمْ وَلَا أَنْفُسَهُمْ يَنْصُرُونَ

Kemenag RI 2019: Berhala-berhala yang kamu seru selain Allah tidaklah sanggup menolongmu, bahkan tidak dapat menolong dirinya sendiri. (QS 7 : 197)
Quraish Shihab: Dan yang kamu seru selain Dia tidaklah mereka mampu menolong kamu, bahkan terhadap diri mereka sendiri pun, mereka tidak dapat menolongnya.
HAMKA: Dan, mereka yang kamu seru selain dari Dia, tidaklah mereka sanggup menolong kamu dan tidak pula menolong diri mereka sendiri.

وَإِنْ تَدْعُوهُمْ إِلَى الْهُدَىٰ لَا يَسْمَعُوا ۖ وَتَرَاهُمْ يَنْظُرُونَ إِلَيْكَ وَهُمْ لَا يُبْصِرُونَ

Kemenag RI 2019: Jika kamu menyeru mereka (berhala-berhala) untuk memberi petunjuk, mereka tidak dapat mendengarnya. Kamu mengira mereka memperhatikanmu, padahal mereka tidak melihat.” (QS 7 : 198)
Quraish Shihab: Dan jika kamu (para penyembah berhala) menyeru mereka (sekutu-sekutu) kepada petunjuk, mereka tidak mendengar. Dan engkau melihat mereka (sekutu-sekutu) memandang kepadamu, padahal mereka tidak melihat.
HAMKA: Dan, jika kamu seru mereka kepada petunjuk, tidaklah mereka mau mendengarkan dan engkau lihatlah mereka itu memandang kepada engkau, padahal mereka tidaklah melihat.

خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلِينَ

Kemenag RI 2019: Jadilah pemaaf, perintahlah (orang-orang) pada yang makruf, dan berpalinglah dari orang-orang bodoh. (QS 7 : 199)
Quraish Shihab: Jadilah pemaaf dan suruhlah (orang mengerjakan) yang maruf, serta berpalinglah dari orang-orang jahil.
HAMKA: Ambillah cara memaafkan dan suruhlah berbuat yang ma’ruf dan berpalinglah dari orang-orang yang bodoh.

وَإِمَّا يَنْزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ ۚ إِنَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Kemenag RI 2019: Jika setan benar-benar menggodamu dengan halus, berlindunglah kepada Allah. ) Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS 7 : 200)
Quraish Shihab: Dan apabila engkau benar-benar dibisikkan (dirayu dengan halus) oleh setan dengan satu bisikan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, lagi Maha Mengetahui.
HAMKA: Dan, jika mengenai kepada engkau suatu gangguan dari setan maka berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Dia adalah Mendengar lagi Mengetahui.

إِنَّ الَّذِينَ اتَّقَوْا إِذَا مَسَّهُمْ طَائِفٌ مِنَ الشَّيْطَانِ تَذَكَّرُوا فَإِذَا هُمْ مُبْصِرُونَ

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa, jika mereka dibayang-bayangi pikiran jahat (berbuat dosa) dari setan, mereka pun segera ingat (kepada Allah). Maka, seketika itu juga mereka melihat (kesalahan-kesalahannya). (QS 7 : 201)
Quraish Shihab: Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa apabila mereka disentuh godaan dari setan, mereka mengingat (Allah swt.), maka seketika itu juga mereka melihat (dan menyadari kesalahannya).
HAMKA: Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa apabila menyentuh akan mereka suatu gangguan dari setan; mereka pun (segera) ingat lalu mereka pun melihat.

وَإِخْوَانُهُمْ يَمُدُّونَهُمْ فِي الْغَيِّ ثُمَّ لَا يُقْصِرُونَ

Kemenag RI 2019: Teman-teman mereka (orang kafir dan fasik) membantu setan-setan dalam kesesatan, kemudian mereka tidak henti-hentinya (menyesatkan). (QS 7 : 202)
Quraish Shihab: Dan teman-teman mereka (para pendurhaka) membantu mereka dalam kesesatan, kemudian mereka tidak henti-hentinya menyesatkan.
HAMKA: Dan, kawan-kawan mereka menolong mereka di dalam kesesatan, kemudian mereka tidak berhenti.

وَإِذَا لَمْ تَأْتِهِمْ بِآيَةٍ قَالُوا لَوْلَا اجْتَبَيْتَهَا ۚ قُلْ إِنَّمَا أَتَّبِعُ مَا يُوحَىٰ إِلَيَّ مِنْ رَبِّي ۚ هَٰذَا بَصَائِرُ مِنْ رَبِّكُمْ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ

Kemenag RI 2019: Jika engkau (Nabi Muhammad) tidak membacakan satu ayat kepada mereka, mereka berkata, “Mengapa tidak engkau buat sendiri ayat itu?” Katakanlah, “Sesungguhnya aku hanya mengikuti apa yang diwahyukan Tuhanku kepadaku. (Al-Qur’an) ini adalah bukti-bukti yang nyata dari Tuhanmu, petunjuk, dan rahmat bagi kaum yang beriman.” (QS 7 : 203)
Quraish Shihab: Dan apabila engkau (Nabi Muhammad saw.) tidak membawakan suatu ayat kepada mereka (seperti apa yang mereka inginkan), mereka berkata: “Mengapa engkau tidak memilihnya (dari apa yang kami usulkan, atau membuat al-Qur’an yang lain)?” Katakanlah (Nabi Muhammad saw.): “Sesungguhnya aku hanya mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku dari Tuhan Pemeliharaku. (Al-Qur’an) ini adalah bukti-bukti yang nyata dari Tuhan Pemelihara kamu, petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.”
HAMKA: Dan, apabila tidak engkau bawakan kepada mereka suatu ayat, mereka berkata, “Mengapa tidak engkau pilihkan dia?” Katakanlah, “Yang aku turuti hanyalah apa yang diwahyukan kepadaku daripada Tuhanku. Ini adalah beberapa pandangan dari Tuhan kamu dan petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.”

وَإِذَا قُرِئَ الْقُرْآنُ فَاسْتَمِعُوا لَهُ وَأَنْصِتُوا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

Kemenag RI 2019: Jika dibacakan Al-Qur’an, dengarkanlah (dengan saksama) dan diamlah agar kamu dirahmati. (QS 7 : 204)
Quraish Shihab: Dan apabila dibacakan (ayat-ayat) al-Qur’an, maka dengarkanlah ia dengan tekun, diperhatikanlah dengan tenang supaya kamu mendapat rahmat.
HAMKA: Dan, apabila dibacakan orang Al-Qur’an maka dengarkanlah dia dan berdiam dirilah. Moga-moga kamu mendapat rahmat.

وَاذْكُرْ رَبَّكَ فِي نَفْسِكَ تَضَرُّعًا وَخِيفَةً وَدُونَ الْجَهْرِ مِنَ الْقَوْلِ بِالْغُدُوِّ وَالْآصَالِ وَلَا تَكُنْ مِنَ الْغَافِلِينَ

Kemenag RI 2019: Ingatlah Tuhanmu dalam hatimu dengan rendah hati dan rasa takut pada waktu pagi dan petang, dengan tidak mengeraskan suara, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lengah. (QS 7 : 205)
Quraish Shihab: Dan seburlah (dan ingatlah nama) Tuhan Pemeliharamu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengetamkan (mengabaikan) hati di waktu pagi dan petang, dan janganlah engkau termasuk orang-orang yang lengah.
HAMKA: Dan, sebutlah Tuhan engkau di dalam hatimu dengan merendah diri dan takut; dan tidak dengan kata-kata yang keras, pada pagi hari dan petang; dan janganlah engkau termasuk orang-orang yang lalai.

إِنَّ الَّذِينَ عِنْدَ رَبِّكَ لَا يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِهِ وَيُسَبِّحُونَهُ وَلَهُ يَسْجُدُونَ ۩

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya (malaikat) yang ada di sisi Tuhanmu tidak menyombongkan diri dari ibadah kepada-Nya dan mereka menyucikan-Nya. Hanya kepada-Nya mereka bersujud. ) (QS 7 : 206)
Quraish Shihab: Sesungguhnya mereka (para malaikat) yang ada di sisi Tuhan Pemeliharamu tidaklah menyombongkan diri (dalam hal menyembah-Nya) dan mereka bertasbih kepada-Nya dan hanya kepada-Nya mereka bersujud.
HAMKA: Sesungguhnya mereka yang berada di sisi Tuhan engkau, tidaklah mereka menyombong daripada ibadah kepada-Nya; dan mereka pun mengucapkan kesucian atas-Nya; dan kepada-Nyalah mereka bersujud.

[Halaman 177]

يَسْأَلُونَكَ عَنِ الْأَنْفَالِ ۖ قُلِ الْأَنْفَالُ لِلَّهِ وَالرَّسُولِ ۖ فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَصْلِحُوا ذَاتَ بَيْنِكُمْ ۖ وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

Kemenag RI 2019: Mereka bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang (pembagian) harta rampasan perang. Katakanlah, “Harta rampasan perang itu milik Allah dan Rasul (menurut ketentuan Allah dan Rasul-Nya). Maka, bertakwalah kepada Allah dan perbaikilah hubungan di antara sesamamu dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya jika kamu orang-orang mukmin.” (QS 8 : 1)
Quraish Shihab: Mereka bertanya kepadamu (Nabi Muhammad saw.) tentang (pembagian) harta rampasan perang (yang diperoleh tanpa melalui peperangan). Katakanlah (Nabi Muhammad saw.): "Harta rampasan perang itu milik Allah dan Rasul, maka bertakwalah kepada Allah dan perbaikilah (hubungan) di antara sesamamu, dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya, jika kamu adalah orang-orang mukmin."
HAMKA: Mereka bertanya kepada engkau tentang rampasan perang. Katakanlah, "Rampasan perang adalah untuk Allah dan Rasul-Nya maka takwalah kepada dan perbaikilah keadaan di antara kamu dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya; jika me-mang kamu orang-orang yang beriman.

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah mereka yang jika disebut nama Allah, ) gemetar hatinya dan jika dibacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, bertambah (kuat) imannya dan hanya kepada Tuhannya mereka bertawakal, (QS 8 : 2)
Quraish Shihab: Orang-orang mukmin hanyalah mereka yang apabila disebut (nama) Allah, gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, maka bertambah iman mereka dan kepada Tuhan Pemelihara mereka, mereka berserah diri.
HAMKA: Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu ialah orang-orang yang apabila disebut nama Allah takutlah hati mereka dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, bartambahlah bagi mereka keimanan dan kepada Tuhan merekalah, mereka itu bertawakal.

الَّذِينَ يُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ

Kemenag RI 2019: (yaitu) orang-orang yang melaksanakan salat dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka. (QS 8 : 3)
Quraish Shihab: (Yaitu) orang-orang yang melaksanakan shalat secara berkesinambungan, dan menafkahkan sebagian (rezeki) yang Kami anugerahkan kepada mereka.
HAMKA: (Yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat dan dari apa yang dikaruniakan kepada mereka, mereka belanjakan.

أُولَٰئِكَ هُمُ الْمُؤْمِنُونَ حَقًّا ۚ لَهُمْ دَرَجَاتٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَمَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ

Kemenag RI 2019: Mereka itulah orang-orang yang benar-benar beriman. Bagi mereka derajat (tinggi) di sisi Tuhannya dan ampunan serta rezeki yang mulia. (QS 8 : 4)
Quraish Shihab: Mereka itulah orang-orang mukmin yang haq (sebenarnya, lagi mantap imannya). Bagi mereka derajat-derajat (yang tinggi) di sisi Tuhan Pemelihara mereka, dan ampunan serta rezeki yang mulia.
HAMKA: Mereka itulah orang-orang beriman yang sebenarnya; bagi mereka beberapa derajat di sisi Tuhan mereka dan ampunan dan karunia yang mulia.

كَمَا أَخْرَجَكَ رَبُّكَ مِنْ بَيْتِكَ بِالْحَقِّ وَإِنَّ فَرِيقًا مِنَ الْمُؤْمِنِينَ لَكَارِهُونَ

Kemenag RI 2019: (Peristiwa itu) ) sebagaimana Tuhanmu menyuruhmu pergi dari rumahmu dengan (berdasar) kebenaran meskipun sesungguhnya sebagian orang-orang yang beriman, itu tidak menyukainya. (QS 8 : 5)
Quraish Shihab: Sebagaimana (keadaanmu dahulu ketika) engkau (Nabi Muhammad saw.) dikeluarkan oleh Tuhan Pemeliharamu dari rumahmu (untuk berperang di Badar) dengan cara yang haq (benar), padahal sesungguhnya sebagian dari orang-orang mukmin benar-benar tidak senang (untuk keluar menghadapi musuh).
HAMKA: Sebagaimana Tuhan engkau telah menge-luarkan engkau dari rumah engkau dengan ke-benaran, padahal sesungguhnya segolongan dari orang-orang yang beriman tidak suka.

يُجَادِلُونَكَ فِي الْحَقِّ بَعْدَمَا تَبَيَّنَ كَأَنَّمَا يُسَاقُونَ إِلَى الْمَوْتِ وَهُمْ يَنْظُرُونَ

Kemenag RI 2019: Mereka membantahmu (Nabi Muhammad) tentang kebenaran (Perang Badar) setelah nyata (bahwa mereka pasti menang) seakan-akan mereka dihalau pada kematian dan melihat (sebab kematian itu). (QS 8 : 6)
Quraish Shihab: Mereka membantahmu (Nabi Muhammad saw.) tentang kebenaran (yakni keharusan keluar kota menghadapi musuh) sesudah ia (menjadi jelas) seakan-akan mereka dihalau menuju kematian sedang mereka melihat (bahwa kematian benar-benar dekat).
HAMKA: Mereka membantah engkau tentang kebe-naran itu sesudah dia nyata, seakan-akan mereka diseret kepada maut; sedang mereka melihat.

[Halaman 178]

وَإِذْ يَعِدُكُمُ اللَّهُ إِحْدَى الطَّائِفَتَيْنِ أَنَّهَا لَكُمْ وَتَوَدُّونَ أَنَّ غَيْرَ ذَاتِ الشَّوْكَةِ تَكُونُ لَكُمْ وَيُرِيدُ اللَّهُ أَنْ يُحِقَّ الْحَقَّ بِكَلِمَاتِهِ وَيَقْطَعَ دَابِرَ الْكَافِرِينَ

Kemenag RI 2019: (Ingatlah) ketika Allah menjanjikan kepadamu bahwa salah satu dari dua golongan ) (yang kamu hadapi) adalah milikmu, sedangkan kamu menginginkan bahwa yang tidak mempunyai kekuatan senjatalah milikmu. Akan tetapi, Allah hendak menetapkan yang benar (Islam) dengan ketentuan-Nya dan memusnahkan orang-orang kafir sampai ke akar-akarnya (QS 8 : 7)
Quraish Shihab: Dan (ingatlah), ketika Allah menjanjikan kepadamu bahwa salah satu dari dua golongan (yang kamu hadapi) menjadi milikmu, sedangkan kamu menginginkan bahwa yang tidak mempunyai kekuatan (senjata) yang untuk kamu, dan Allah menghendaki untuk menetapkan yang haq (kebenaran yang sempurna, yakni agama Islam) dengan kalimat-kalimat-Nya, dan memusnahkan orang-orang kafir hingga ke akar-akarnya.
HAMKA: Dan, (ingatlah) tatkala Allah menjanjikan kepada kamu salah satu dari dua golongan, bahwa dia itu adalah untuk kamu;, tetapi kamu ingin supaya yang tidak bersenjata itu untuk kamu. Dan, Allah berkehendak membuktikan kebenaran dengan kalimat-kalimat-Nya dan me-mutus akar-akar kaum yang kafir.

لِيُحِقَّ الْحَقَّ وَيُبْطِلَ الْبَاطِلَ وَلَوْ كَرِهَ الْمُجْرِمُونَ

Kemenag RI 2019: agar Allah menetapkan yang benar (Islam) dan menghilangkan yang batil (syirik), walaupun para pendosa (musyrik) itu tidak menyukai(-nya). (QS 8 : 8)
Quraish Shihab: Supaya Allah menetapkan yang haq (kebenaran sempurna, yakni agama Islam) dan membatalkan yang batil (salah dan sesat), walaupun para pendurhaka tidak menyukai (ketetapan Allah swt. itu).
HAMKA: Supaya Dia tetapkan kebenaran dan Dia hapuskan kebatilan walaupun tidak suka orang-orang yang berdosa itu.

إِذْ تَسْتَغِيثُونَ رَبَّكُمْ فَاسْتَجَابَ لَكُمْ أَنِّي مُمِدُّكُمْ بِأَلْفٍ مِنَ الْمَلَائِكَةِ مُرْدِفِينَ

Kemenag RI 2019: (Ingatlah) ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu Dia mengabulkan(-nya) bagimu (seraya berfirman), “Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu berupa seribu malaikat yang datang berturut-turut.” (QS 8 : 9)
Quraish Shihab: (Ingatlah), ketika kamu (Nabi Muhammad saw.) memohon pertolongan kepada Tuhan Pemeliharamu, lalu Allah mengabulkan permohonanmu (dengan berfirman), “Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut.”
HAMKA: (Ingatlah) tatkala kamu memohon per tolongan kepada Tuhan kamu, lalu Dia perkenan-kan bagi kamu, (seraya kata-Nya), "Sesungguhnya Aku akan membantu kamu dengan seribu dari malaikat yang beriring-iring.

وَمَا جَعَلَهُ اللَّهُ إِلَّا بُشْرَىٰ وَلِتَطْمَئِنَّ بِهِ قُلُوبُكُمْ ۚ وَمَا النَّصْرُ إِلَّا مِنْ عِنْدِ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

Kemenag RI 2019: Allah tidak menjadikannya (bala bantuan itu), melainkan sebagai kabar gembira dan agar hatimu menjadi tenteram karenanya. Kemenangan itu hanyalah dari sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS 8 : 10)
Quraish Shihab: Dan Allah tidak menjadikannya (pemberian bala bantuan itu) melainkan sebagai kabar gembira (bagi kamu) dan agar hatimu merasa tenteram karenanya. Dan kemenangan itu hanyalah dari Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
HAMKA: Dan, tidaklah Allah menjadikan bantuan itu, melainkan sebagai berita gembira dan supaya tenteramlah dengan dia hati kamu; dan tidaklah ada kemenangan melainkan dari sisi Allah; se sungguhnya Allah adalah Mahagagah lagi Bijak sana.

إِذْ يُغَشِّيكُمُ النُّعَاسَ أَمَنَةً مِنْهُ وَيُنَزِّلُ عَلَيْكُمْ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً لِيُطَهِّرَكُمْ بِهِ وَيُذْهِبَ عَنْكُمْ رِجْزَ الشَّيْطَانِ وَلِيَرْبِطَ عَلَىٰ قُلُوبِكُمْ وَيُثَبِّتَ بِهِ الْأَقْدَامَ

Kemenag RI 2019: (Ingatlah) ketika Allah membuat kamu mengantuk sebagai penenteraman dari-Nya dan menurunkan air (hujan) dari langit kepadamu untuk menyucikan kamu dengan (hujan) itu, menghilangkan gangguan-gangguan setan dari dirimu, dan menguatkan hatimu serta memperteguh telapak kakimu. (QS 8 : 11)
Quraish Shihab: (Ingatlah), ketika rasa kantuk meliputi kamu sebagai suatu penenteraman dari Allah, dan Dia menurunkan air dari langit kepadamu untuk menyucikan kamu dengannya dan menghilangkan darimu gangguan setan (berupa kekhawatiran), serta untuk menguatkan hatimu dan meneguhkan dengan air itu telapak kakimu (agar tidak goyah).
HAMKA: Dan, (ingatlah) tatkala Dia jadikan kamu mengantuk sebagai keamanan daripada-Nya dan Dia turunkan atas kamu air dari langit, untuk membersihkan kamu dan menghabiskan dari kamu kekotoran setan dan supaya Dia perkuat hati kamu dan Dia teguhkan dengan dia pendirian kamu.

إِذْ يُوحِي رَبُّكَ إِلَى الْمَلَائِكَةِ أَنِّي مَعَكُمْ فَثَبِّتُوا الَّذِينَ آمَنُوا ۚ سَأُلْقِي فِي قُلُوبِ الَّذِينَ كَفَرُوا الرُّعْبَ فَاضْرِبُوا فَوْقَ الْأَعْنَاقِ وَاضْرِبُوا مِنْهُمْ كُلَّ بَنَانٍ

Kemenag RI 2019: (Ingatlah) ketika Tuhanmu mewahyukan kepada para malaikat, “Sesungguhnya Aku bersamamu. Maka, teguhkanlah (pendirian) orang-orang yang beriman. Kelak Aku akan menimpakan rasa takut ke dalam hati orang-orang yang kufur. Maka, tebaslah bagian atas leher mereka dan potonglah tiap-tiap ujung jari mereka. ) (QS 8 : 12)
Quraish Shihab: (Ingatlah), ketika Tuhan Pemeliharamu mewahyukan kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku bersama kamu, maka teguhkanlah pendirian orang-orang yang beriman. Akan Aku masukkan rasa takut ke dalam hati orang-orang kafir, maka penggallah kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka.”
HAMKA: (Ingatlah) tatkala Tuhan engkau mewahyu kan kepada malaikat, "Sesungguhnya Aku adalah beserta kamu. Oleh sebab itu tetapkanlah hati orang-orang beriman. Akan Aku masukkan rasa takut ke dalam hati orang-orang yang kafir. Maka, pancunglah di atas kuduk dan pukullah daripada mereka tiap-tiap ujung jari mereka."

ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ شَاقُّوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ ۚ وَمَنْ يُشَاقِقِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَإِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

Kemenag RI 2019: (Ketentuan) yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka menentang Allah dan Rasul-Nya. Siapa yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya. (QS 8 : 13)
Quraish Shihab: Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka menentang Allah dan Rasul-Nya. Barang siapa menentang Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya Allah sangat keras pembalasan-Nya.
HAMKA: Yang demikian ialah karena mereka telah melanggar Allah dan Rasul-Nya; dan barangsiapa yang melanggar Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya Allah adalah sangat pedih siksaan-Nya.

ذَٰلِكُمْ فَذُوقُوهُ وَأَنَّ لِلْكَافِرِينَ عَذَابَ النَّارِ

Kemenag RI 2019: Demikian itu (hukuman dunia yang ditimpakan atasmu). Maka, rasakanlah hukuman itu, dan (di hari Kiamat) sesungguhnya bagi orang-orang kafir ada azab neraka. (QS 8 : 14)
Quraish Shihab: Itulah (siksa duniawi yang dijatuhkan atas kamu, hai para pembangkang), maka rasakanlah! Dan sesungguhnya bagi orang-orang kafir itu ada (lagi) azab neraka.
HAMKA: Begitulah maka rasakanlah olehmu itu; dan sesungguhnya bagi orang-orang yang kafir adalah siksaan neraka.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا لَقِيتُمُ الَّذِينَ كَفَرُوا زَحْفًا فَلَا تُوَلُّوهُمُ الْأَدْبَارَ

Kemenag RI 2019: Wahai orang-orang yang beriman, jika kamu bertemu orang-orang kafir yang akan menyerangmu, janganlah kamu berbalik membelakangi mereka (mundur). (QS 8 : 15)
Quraish Shihab: Hai orang-orang yang beriman! Apabila kamu bertemu dengan orang-orang kafir yang siap berperang (menyerbu kamu), maka janganlah kamu membelakangi mereka.
HAMKA: Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu bertemu dengan orang,orang yang kafr itu dalam suatu penyerbuan, janganlah kamu memalingkan punggung dari mereka.

وَمَنْ يُوَلِّهِمْ يَوْمَئِذٍ دُبُرَهُ إِلَّا مُتَحَرِّفًا لِقِتَالٍ أَوْ مُتَحَيِّزًا إِلَىٰ فِئَةٍ فَقَدْ بَاءَ بِغَضَبٍ مِنَ اللَّهِ وَمَأْوَاهُ جَهَنَّمُ ۖ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ

Kemenag RI 2019: Siapa yang mundur pada waktu itu, kecuali berbelok untuk (siasat) perang atau hendak menggabungkan diri dengan pasukan yang lain, dia pasti akan kembali dengan membawa kemurkaan Allah. Tempatnya adalah (neraka) Jahanam dan (itulah) seburuk-buruk tempat kembali. (QS 8 : 16)
Quraish Shihab: Barang siapa membelakangi mereka (yakni mundur karena takut) pada waktu itu, kecuali berbelok untuk (menerapkan siasat) peperangan atau menggabungkan diri dengan pasukan yang lain, maka sungguh dia kembali dengan kemurkaan dari Allah, dan tempatnya adalah (neraka) Jahanam. Dan (itulah) seburuk-buruk tempat kembali.
HAMKA: Dan, barangsiapa yang memalingkan pung gung dari antara mereka di hari Itu, kecuali ka-rena hendak mengatur siasat perang atau karena hendak menggabungkan diri dengan suatu rombongan maka sesungguhnya dia telah kermbal dengan kemurkaan dari Allah dan tempat mereka adalah dalam neraka Jahannam. Dan, itulah seburuk-buruk tempat kembali.

[Halaman 179]

فَلَمْ تَقْتُلُوهُمْ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ قَتَلَهُمْ ۚ وَمَا رَمَيْتَ إِذْ رَمَيْتَ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ رَمَىٰ ۚ وَلِيُبْلِيَ الْمُؤْمِنِينَ مِنْهُ بَلَاءً حَسَنًا ۚ إِنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Kemenag RI 2019: Maka, (sebenarnya) bukan kamu yang membunuh mereka, melainkan Allah yang membunuh mereka dan bukan engkau yang melempar ketika engkau melempar, melainkan Allah yang melempar. (Allah berbuat demikian untuk membinasakan mereka) dan untuk memberi kemenangan kepada orang-orang mukmin dengan kemenangan yang baik. ) Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS 8 : 17)
Quraish Shihab: Maka (sebenarnya) bukan kamu (kaum Muslim) yang membunuh mereka, tetapi Allah yang membunuh mereka, dan bukan engkau (Nabi Muhammad saw.) yang melempar (batu atau pasir kecil) ketika engkau melempar, tetapi Allah yang melempar. Dia (melakukan hal itu untuk) membinasakan kaum musyrik dan menganugerahkan kepada orang-orang mukmin dari sisi-Nya anugerah yang baik. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar, lagi Maha Mengetahui.
HAMKA: Maka, bukanlah kamu yang mermbunuh mereka, tetapiAllahlahyang membunuhmereka. Dan bukanlah engkau yang melempar tatkala engkau melempar, melainkan Allahlah yang melempar,; karena Dia hendak memberikepada orangsorang yang berimansuatu pemberian yang balk. Sesungguhnya Allah adalah Maha Men dengar lagi Mengetahui.

ذَٰلِكُمْ وَأَنَّ اللَّهَ مُوهِنُ كَيْدِ الْكَافِرِينَ

Kemenag RI 2019: Demikian itu (adalah kemenangan yang besar) dan sesungguhnya Allah melemahkan tipu daya orang-orang kafir. (QS 8 : 18)
Quraish Shihab: Demikianlah (karunia Allah swt. kepada kamu), dan sesungguhnya Allah melemahkan tipu daya orang-orang kafir.
HAMKA: Begitulah! Dan sesungguhnya Allah me-lemahkantijpu daya orangyorang yang kafr.

إِنْ تَسْتَفْتِحُوا فَقَدْ جَاءَكُمُ الْفَتْحُ ۖ وَإِنْ تَنْتَهُوا فَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۖ وَإِنْ تَعُودُوا نَعُدْ وَلَنْ تُغْنِيَ عَنْكُمْ فِئَتُكُمْ شَيْئًا وَلَوْ كَثُرَتْ وَأَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُؤْمِنِينَ

Kemenag RI 2019: Jika kamu (kaum kafir) meminta putusan (tentang pihak mana yang benar), sungguh putusan itu telah datang kepadamu (kemenangan kaum muslim pada Perang Badar). Jika kamu berhenti (memusuhi Rasul), itulah yang lebih baik bagimu. Jika kamu kembali (melakukan kezaliman serupa), niscaya Kami akan kembali (mengalahkan kamu). Pasukanmu sedikit pun tidak akan dapat menolak bahaya darimu biarpun (banyak jumlahnya). Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang beriman. (QS 8 : 19)
Quraish Shihab: Jika kamu (kaum kafir) memohon putusan (perihal siapa yang benar), maka sungguh telah datang kepadamu putusan itu (kemenangan kaum Muslim di perang Badar); dan jika kamu berhenti (melakukan hal yang tidak diridai Allah swt.), maka itulah yang baik bagimu; dan jika kamu kembali (melakukan kejahatan serupa), pasti Kami kembali (mengalahkan kamu); dan kelompok kamu sekali-kali tidak akan mencukupi (untuk membela) kamu sedikit pun, walaupun (kelompok kamu) banyak, dan sesungguhnya Allah bersama orang-orang mukmin.
HAMKA: Jika kamu meminta kemenangan maka sesungguhnya telah datang kepada kamu ke-menangan itu. Namun, ika kamu mau berhenti maka itulah yang lebih baik bagi kamu. Akan tetapi, kalau kamu kembali lagi, Kami pun akan kembali. Dan, sekalikali tidaklah akan berfaedah bag' kamu golongan kamu itu sedikit pun, walau pun dia banyak. Dan, bahwasanya Allah adalah beserta orang-orang yang beriman.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَا تَوَلَّوْا عَنْهُ وَأَنْتُمْ تَسْمَعُونَ

Kemenag RI 2019: Wahai orang-orang yang beriman, taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berpaling dari-Nya, padahal kamu mendengar (perintah dan larangan-Nya). (QS 8 : 20)
Quraish Shihab: Hai orang-orang yang beriman! Taatilah kepada Allah dan Rasul-Nya, dan janganlah kamu berpaling dari (tuntunan-tuntunan)-Nya, sedangkan kamu mendengar (tuntunan-tuntunan itu).
HAMKA: Wahai orang-orang yang beriman! Taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya; dan janganlah kamu berpaling daripadanya padahal kamu mendengar.

وَلَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ قَالُوا سَمِعْنَا وَهُمْ لَا يَسْمَعُونَ

Kemenag RI 2019: Janganlah kamu menjadi seperti orang-orang (munafik dan musyrik) yang berkata, “Kami mendengarkan.” Padahal, mereka tidak mendengarkan (tidak mengamalkannya). (QS 8 : 21)
Quraish Shihab: Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang (munafik atau musyrik) yang berkata: “Kami mendengarkan,” padahal mereka tidak mendengarkan (tidak mengamalkannya).
HAMKA: Dan, janganlah kamu jadi seperti orang.orang yang berkata, "Kami telah mendengar, "Padahal, tidaklah mereka mendengar.

إِنَّ شَرَّ الدَّوَابِّ عِنْدَ اللَّهِ الصُّمُّ الْبُكْمُ الَّذِينَ لَا يَعْقِلُونَ

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya seburuk-buruk makhluk yang bergerak di atas bumi dalam pandangan Allah ialah mereka yang tuli dan bisu (tidak mau mendengar dan tidak mau mengatakan kebenaran), yaitu orang-orang yang tidak mengerti. (QS 8 : 22)
Quraish Shihab: Sesungguhnya seburuk-buruk makhluk-makhluk melata (termasuk manusia) di sisi Allah (ialah) yang tuli (sehingga tidak dapat mendengar tuntunan), bisu (sehingga tidak dapat bertanya) dan yang tidak berakal (tidak dapat berpikir dan mengerti apa-apa).
HAMKA: Sesungguhnya sejahatjahat makhluk yang merayap disisi Allah ialah orang-orang yang pekak, tuli, bisu, dan yang tidak mempergunakan akal.

وَلَوْ عَلِمَ اللَّهُ فِيهِمْ خَيْرًا لَأَسْمَعَهُمْ ۖ وَلَوْ أَسْمَعَهُمْ لَتَوَلَّوْا وَهُمْ مُعْرِضُونَ

Kemenag RI 2019: Seandainya Allah mengetahui ada kebaikan pada diri mereka, pasti Dia jadikan mereka dapat mendengar. ) Seandainya Allah menjadikan mereka dapat mendengar, niscaya mereka berpaling dan memang memalingkan diri. (QS 8 : 23)
Quraish Shihab: Jika seandainya Allah mengetahui pada diri mereka ada (kesiapan untuk menerima dan mengamalkan) kebaikan, pastilah Allah menjadikan mereka mendengar (sehingga memperoleh hidayah). Dan jika seandainya Allah menjadikan mereka mendengar, pastilah mereka pasti meninggalkan (apa yang mereka dengar itu) sedang mereka dalam keadaan berpaling (dari kebenaran).
HAMKA: Dan, jilka Allah telah membuktikan pada mereka ada kebaikkan, niscaya Allah akan mem buat mereka mendengar. Dan, kalau Allah telah membuat mereka mendengar, mereka akan berpaling pula padahal mereka menjauhkan diri.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَجِيبُوا لِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُمْ لِمَا يُحْيِيكُمْ ۖ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ يَحُولُ بَيْنَ الْمَرْءِ وَقَلْبِهِ وَأَنَّهُ إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ

Kemenag RI 2019: Wahai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan Rasul (Nabi Muhammad) apabila dia menyerumu pada sesuatu yang memberi kehidupan kepadamu! ) Ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dengan hatinya ) dan sesungguhnya kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan. (QS 8 : 24)
Quraish Shihab: Hai orang-orang yang beriman! Penuhilah (seruan) Allah dan Rasul (Nabi Muhammad saw.), apabila dia (Nabi Muhammad saw.) menyeru kamu kepada apa yang menghidupkan kamu, dan ketahuilah sesungguhnya Allah membatasi antara seseorang dan hatinya (yakni menguasai seluruh jiwa dan raga manusia), dan hanya kepada-Nya-lah kamu akan dikumpulkan.
HAMKA: Wahai orang orang yang beriman! Sam butlah panggilan Allah dan RasulNya apabila kamutelahdipanggilNyakepadaapayangmeng-hidupkan kamu. Dan, ketahuilah bahwasanya Allah akan menghalangi di antara seseorang dengan hatinya dan sesungguhnya kepada-Nya jualah kamu semua akan dikumpulkan.

وَاتَّقُوا فِتْنَةً لَا تُصِيبَنَّ الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْكُمْ خَاصَّةً ۖ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

Kemenag RI 2019: Peliharalah dirimu dari siksaan yang tidak hanya menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Ketahuilah bahwa Allah Maha Keras hukuman-Nya. (QS 8 : 25)
Quraish Shihab: Dan peliharalah dirimu dari siksa yang sekali-kali tidak menimpa secara khusus orang-orang yang zalim di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah sangat keras pembalasan-(Nya).
HAMKA: Dan, jauhilah olehmu suatu fitnah yang tidak akan menimpa orang-orang yang zalim di antara kamu saja. Dan, ketahuilah bahwasanya Allah amatlah pedih siksaan-Nya.

[Halaman 180]

وَاذْكُرُوا إِذْ أَنْتُمْ قَلِيلٌ مُسْتَضْعَفُونَ فِي الْأَرْضِ تَخَافُونَ أَنْ يَتَخَطَّفَكُمُ النَّاسُ فَآوَاكُمْ وَأَيَّدَكُمْ بِنَصْرِهِ وَرَزَقَكُمْ مِنَ الطَّيِّبَاتِ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Kemenag RI 2019: Ingatlah ketika kamu (umat Islam) masih (berjumlah) sedikit lagi tertindas di bumi (Makkah). (Saat itu) kamu takut bahwa orang-orang akan menculikmu, lalu Dia memberimu tempat menetap (Madinah), menjadikanmu kuat dengan pertolongan-Nya, dan memberimu rezeki yang baik agar kamu bersyukur. (QS 8 : 26)
Quraish Shihab: Dan ingatlah (kaum Muslim), ketika kamu (masih berjumlah) sedikit, lagi tertindas di bumi, kamu takut orang-orang menculik kamu (satu per satu), maka Dia menganugerahkan kepada kamu tempat menetap dan menjadikan kamu kuat dengan pertolongan-Nya dan menganugerahkan kepada kamu rezeki yang baik-baik supaya kamu bersyukur.
HAMKA: Dan ingatlah olehmu ketika kamu masih sedikit dan ditindas orang di bumi, takut akan diperkucilkan orang; maka Dia telah melindungi kamu dan menyokong kamu dengan per-tolongan-Nya dan dikaruniai-Nya kamu dengan sebagian yang baik-baik, supaya kamu ber-terima kasih.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَخُونُوا اللَّهَ وَالرَّسُولَ وَتَخُونُوا أَمَانَاتِكُمْ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ

Kemenag RI 2019: Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul serta janganlah kamu mengkhianati amanat yang dipercayakan kepadamu, sedangkan kamu mengetahui. (QS 8 : 27)
Quraish Shihab: Hai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mengkhianati Allah dan (juga jangan mengkhianati) Rasul (Nabi Muhammad saw., tetapi perkenankanlah seruannya) dan janganlah kamu mengkhianati amanah-amanah yang dipercayakan kepada kamu (oleh siapa pun), sedangkan kamu mengetahui.
HAMKA: Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu khianati Allah dan Rasul dan kamu khianati pula amanat-amanat kamu padahal kamu mengetahui.

وَاعْلَمُوا أَنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ وَأَنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ

Kemenag RI 2019: Ketahuilah bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai ujian dan sesungguhnya di sisi Allah ada pahala yang besar. (QS 8 : 28)
Quraish Shihab: Dan ketahuilah bahwa harta kamu dan anak-anak kamu hanyalah cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah pahala yang sangat besar.
HAMKA: Dan, ketahuilah olehmu, sesungguhnya harta benda kamu dan anak-anak kamu hanyalah fitnah (ujian) dan bahwasanya Allah itu di sisinyalah pahala yang besar.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَتَّقُوا اللَّهَ يَجْعَلْ لَكُمْ فُرْقَانًا وَيُكَفِّرْ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ

Kemenag RI 2019: Wahai orang-orang yang beriman, jika kamu bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan furqan (kemampuan membedakan antara yang hak dan batil) kepadamu, menghapus segala kesalahanmu, dan mengampuni (dosa-dosa)-mu. Allah memiliki karunia yang besar. (QS 8 : 29)
Quraish Shihab: Hai orang-orang yang beriman! Jika kamu bertakwa kepada Allah, pasti Dia akan menganugerahkan kepada kamu furqan (pembeda antara yang benar dan salah) dan menghapus kesalahan-kesalahan kamu serta mengampuni kamu. Dan Allah adalah Pemilik karunia yang sangat besar.
HAMKA: Wahai orang orang yang beriman! Jika kamu Nya untuk kamu suatu pembeda dan akan Dia hapuskan daripada kamu kesalahan-kesalahan kamu dan akan Dia ampuni bagi kamu. Dan, Allah adalah mempunyai karunia yang besar.

وَإِذْ يَمْكُرُ بِكَ الَّذِينَ كَفَرُوا لِيُثْبِتُوكَ أَوْ يَقْتُلُوكَ أَوْ يُخْرِجُوكَ ۚ وَيَمْكُرُونَ وَيَمْكُرُ اللَّهُ ۖ وَاللَّهُ خَيْرُ الْمَاكِرِينَ

Kemenag RI 2019: (Ingatlah) ketika orang-orang yang kufur merencanakan tipu daya terhadapmu (Nabi Muhammad) untuk menahan, membunuh, atau mengusirmu. Mereka membuat tipu daya dan Allah membalas tipu daya itu. Allah adalah sebaik-baik pembalas tipu daya. (QS 8 : 30)
Quraish Shihab: Dan (ingatlah), ketika orang-orang kafir memikirkan tipu daya terhadapmu (Nabi Muhammad saw.) untuk menahanmu atau membunuhmu, atau mengusirmu (dari Makkah). Mereka memikirkan untuk melakukan tipu daya, dan Allah (pun) melakukan tipu daya. Dan Allah sebaik-baik Pembalas tipu daya.
HAMKA: Dan, ingatlah tatkala telah mengatur tipu daya orangs-orang kafir itu terhadap engkau, buat menawan engkau atau membunuh engkau atau mengeluarkan engkau. Dan, mereka mengatur tipu daya, sedang Allah pun mengatur tipu daya dan Allah itu adalah sepandaipandai pengatur tipu daya.

وَإِذَا تُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ آيَاتُنَا قَالُوا قَدْ سَمِعْنَا لَوْ نَشَاءُ لَقُلْنَا مِثْلَ هَٰذَا ۙ إِنْ هَٰذَا إِلَّا أَسَاطِيرُ الْأَوَّلِينَ

Kemenag RI 2019: Apabila ayat-ayat Kami dibacakan kepada mereka, mereka berkata, “Sungguh, kami telah mendengar (yang seperti ini). Jika kami menghendaki, niscaya kami dapat mengucapkan yang seperti ini juga. (Al-Qur’an) ini tidak lain hanyalah dongeng orang-orang terdahulu.” (QS 8 : 31)
Quraish Shihab: Dan apabila dibacakan (disampaikan) kepada mereka ayat-ayat Kami, mereka berkata: “Sungguh, kami telah mendengar(nya). Jika seandainya kami menghendaki, tentu kami dapat mengucapkan yang seperti ini. Ini tidak lain hanyalah dongeng orang-orang terdahulu.”
HAMKA: Dan, apabila dibacakan kepada mereka itu ayat-ayat Kami, mereka berkata: sungguh telah kami dengar, Kalau kami mau, kami pun dapat mengatakan yang serupa ini. Ini tidak lain hanya lah dongeng dongeng orang orang purbakala. membaca Al-Qur'an dari balik dinding.

وَإِذْ قَالُوا اللَّهُمَّ إِنْ كَانَ هَٰذَا هُوَ الْحَقَّ مِنْ عِنْدِكَ فَأَمْطِرْ عَلَيْنَا حِجَارَةً مِنَ السَّمَاءِ أَوِ ائْتِنَا بِعَذَابٍ أَلِيمٍ

Kemenag RI 2019: (Ingatlah) ketika mereka (orang-orang musyrik) berkata, “Ya Allah, jika (Al-Qur’an) ini adalah kebenaran dari sisi-Mu, hujanilah kami dengan batu dari langit atau datangkanlah kepada kami azab yang sangat pedih.” (QS 8 : 32)
Quraish Shihab: Dan (ingatlah), ketika mereka berkata: “Ya Allah, jika (al-Qur’an) ini adalah benar-benar dari sisi-Mu, maka hujanilah kami dengan batu-batu dari langit, atau datangkanlah kepada kami siksa yang pedih.”
HAMKA: Dan, ingatlah tatkala mereka berkata, "Ya Tuhan!Jika inilah dia kebenaran itu dari sisi Engkau maka hujankanlah ke atas kami batu batu dari langit atau datangkanlah kepada kami siksaan yang pedih."

وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُعَذِّبَهُمْ وَأَنْتَ فِيهِمْ ۚ وَمَا كَانَ اللَّهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُونَ

Kemenag RI 2019: Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka selama engkau (Nabi Muhammad) berada di antara mereka dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka selama mereka memohon ampunan. (QS 8 : 33)
Quraish Shihab: Dan Allah sekali-kali tidak akan menyiksa mereka, sedangkan engkau (Nabi Muhammad saw.) berada di antara mereka. Dan Allah sekali-kali tidak akan menyiksa mereka, sedangkan mereka memohon ampun.
HAMKA: Dan, tidaklah Allah akan menyiksa mereka, selama engkau ada pada mereka; dan tidaklah Allah menyiksa mereka, padahal mereka memohon ampunan.

[Halaman 181]

وَمَا لَهُمْ أَلَّا يُعَذِّبَهُمُ اللَّهُ وَهُمْ يَصُدُّونَ عَنِ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَمَا كَانُوا أَوْلِيَاءَهُ ۚ إِنْ أَوْلِيَاؤُهُ إِلَّا الْمُتَّقُونَ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُونَ

Kemenag RI 2019: Mengapa Allah tidak mengazab mereka, sedangkan mereka menghalang-halangi (orang) untuk (beribadah di) Masjidilharam? Mereka bukanlah orang-orang yang berhak menjadi pengurusnya. Orang yang berhak menjadi pengurusnya hanyalah orang-orang yang bertakwa, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui. (QS 8 : 34)
Quraish Shihab: Mengapa Allah tidak menyiksa mereka, sedangkan mereka (wajar untuk disiksa, karena mereka) menghalang-halangi (ibadah dan pengamatan) kepada Masjidil Haram, padahal mereka bukanlah para walinya (pemeliharanya). Sesungguhnya para wali-nya tidak lain kecuali orang-orang yang bertakwa, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.
HAMKA: Dan, mengapa mereka tidak (patut) disiksa oleh Allah, padahal mereka menghambat orang dari Masjidil Haram, sedang mereka bukanlah pe.ngurusnya. Tidaklah ada penguasa-penguasanya, melainkan orang-orang yang bertakwa. Akan tetapl, kebanyakan mereka tidaklah mengetahui.

وَمَا كَانَ صَلَاتُهُمْ عِنْدَ الْبَيْتِ إِلَّا مُكَاءً وَتَصْدِيَةً ۚ فَذُوقُوا الْعَذَابَ بِمَا كُنْتُمْ تَكْفُرُونَ

Kemenag RI 2019: Salat mereka di sekitar Baitullah tidak lain hanyalah siulan dan tepuk tangan. Maka, rasakanlah azab ini karena kamu selalu kufur. (QS 8 : 35)
Quraish Shihab: Dan tidaklah shalat mereka di dekat Baitullah, kecuali hanya siulan dan tepuk tangan. Maka, (kelak ketika azab telah jatuh, dikatakan kepada mereka): “Rasakanlah azab disebabkan kamu terus-menerus melakukan kekufuran!”
HAMKA: Dan, tidaklah ada shalat mereka di sisi rumah suci itu melainkan bersiulsiul dan bertepuk tangan, Maka, rasakanlah olehmu adzab, akibat dari kekufuruan kamu itu,

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ لِيَصُدُّوا عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ ۚ فَسَيُنْفِقُونَهَا ثُمَّ تَكُونُ عَلَيْهِمْ حَسْرَةً ثُمَّ يُغْلَبُونَ ۗ وَالَّذِينَ كَفَرُوا إِلَىٰ جَهَنَّمَ يُحْشَرُونَ

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya orang-orang yang kufur menginfakkan harta mereka untuk menghalang-halangi (orang) dari jalan Allah. Mereka akan (terus) menginfakkan harta itu, kemudian (hal itu) menjadi (sebab) penyesalan yang besar bagi mereka. Akhirnya, mereka akan dikalahkan. Ke (neraka) Jahanamlah orang-orang yang kufur itu akan dikumpulkan (QS 8 : 36)
Quraish Shihab: Sesungguhnya orang-orang yang kafir menafkahkan harta mereka untuk menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah. Maka, mereka akan menafkahkannya, lalu (apa yang mereka lakukan itu) menjadi (sebab) penyesalan besar bagi mereka, kemudian mereka akan dikalahkan. Dan ke (neraka) Jahanam orang-orang yang kafir akan dikumpulkan.
HAMKA: Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu menafkahkah harta benda mereka untuk meng hambat orang daripada jalan Allah. Maka, me reka akan membelanjakan harta itu. Akan tetapi kemudian dia akan menjadi penyesalan atas me-reka. Kemudian itu mereka akan dikalahkan. Dan, orang orang yang kafir itu kepada Jahannamlah mereka akan dikumpulkan.

لِيَمِيزَ اللَّهُ الْخَبِيثَ مِنَ الطَّيِّبِ وَيَجْعَلَ الْخَبِيثَ بَعْضَهُ عَلَىٰ بَعْضٍ فَيَرْكُمَهُ جَمِيعًا فَيَجْعَلَهُ فِي جَهَنَّمَ ۚ أُولَٰئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ

Kemenag RI 2019: agar Allah memisahkan (golongan) yang buruk dari yang baik dan menjadikan (golongan) yang buruk itu sebagiannya di atas yang lain, lalu Dia menumpukkan semuanya. Kemudian, Dia menjadikannya ke dalam (neraka) Jahanam. Mereka itulah orang-orang yang rugi. (QS 8 : 37)
Quraish Shihab: Supaya (dengan penjelasan itu) Allah membedakan yang buruk dari yang baik dan menjadikan (golongan manusia) yang buruk sebagiannya di atas sebagian yang lain, lalu kesemuanya ditumpukkan-Nya, maka dijadikan-Nya (semua tumpukan itu) dalam (neraka) Jahanam. Mereka itulah orang-orang yang rugi.
HAMKA: Karena Allah hendak menyisihkan yang buruk dari yang baik. Dan, akan Dia jadikan yang buruk itu setengahnya atas yang setengah, lalu Dia tumpukkan sekaliannya, kemudian Dia masukkan ke dalam neraka Jahannam. Mereka itulah orang.orang yang rugi.

قُلْ لِلَّذِينَ كَفَرُوا إِنْ يَنْتَهُوا يُغْفَرْ لَهُمْ مَا قَدْ سَلَفَ وَإِنْ يَعُودُوا فَقَدْ مَضَتْ سُنَّتُ الْأَوَّلِينَ

Kemenag RI 2019: Katakanlah (Nabi Muhammad) kepada orang-orang yang kufur itu, “Jika mereka berhenti (dari kekufurannya dan masuk Islam), niscaya akan diampuni dosa-dosa mereka yang telah lalu. Jika mereka kembali lagi (memerangi Nabi), sungguh berlaku (kepada mereka) sunah (aturan Allah untuk menjatuhkan sanksi atas) orang-orang terdahulu.” (QS 8 : 38)
Quraish Shihab: Katakanlah (Nabi Muhammad saw.) kepada orang-orang yang kafir: “Jika mereka berhenti (dari kekufuran dan memeluk Islam), pasti Allah akan mengampuni mereka (atas) dosa-dosa yang sudah telah lalu; dan jika mereka kembali (melakukan dosa serupa), maka (Allah swt. akan menjatuhkan sanksi atas mereka) sebagaimana telah dijatuhkan sanksi atas orang-orang terdahulu.”
HAMKA: Katakanlah kepada orang orang yang kafritu, "Jika mereka mau berhenti akan diampunilah bagi mereka apa yang telah berlalu. Jika mereka ka kembali lagi maka sungguh telah berlalu contohorang orang yang terdahulu”.

وَقَاتِلُوهُمْ حَتَّىٰ لَا تَكُونَ فِتْنَةٌ وَيَكُونَ الدِّينُ كُلُّهُ لِلَّهِ ۚ فَإِنِ انْتَهَوْا فَإِنَّ اللَّهَ بِمَا يَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

Kemenag RI 2019: Perangilah mereka sampai tidak ada lagi fitnah (penganiayaan atau syirik) dan agama seutuhnya hanya bagi Allah. Jika mereka berhenti (dari kekufuran), sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan. (QS 8 : 39)
Quraish Shihab: Dan perangilah mereka sehingga tidak ada fitnah (penganiayaan dan atau syirik) dan supaya agama (ketaatan) seluruhnya semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari penganiayaan dan atau kemusyrikan), maka sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan.
HAMKA: Dan, perangilah mereka sehingga tidak ada fitnah lagi dan jadilah agama seluruhnya untuk Allah. Maka, ika mereka berhenti maka sesungguhnya Allah terhadap apa yang mereka kerjakan itu adalah melihat.

وَإِنْ تَوَلَّوْا فَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَوْلَاكُمْ ۚ نِعْمَ الْمَوْلَىٰ وَنِعْمَ النَّصِيرُ

Kemenag RI 2019: Jika mereka berpaling, ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah pelindungmu. Dia adalah sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong. (QS 8 : 40)
Quraish Shihab: Dan jika mereka berpaling, maka ketahuilah bahwa Allah Pelindung kamu. (Dia-lah) sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong.
HAMKA: Dan, jika mereka berpaling maka ketahuilah olehmu bahwasanya Allah adalah pelindungmu, semula mulia pelindung, semulia mulia penolong.

Jadwal Shalat DKI Jakarta 3-6-2026
Subuh 04:36 | Zhuhur 11:52 | Ashar 15:14 | Maghrib 17:48 | Isya 19:00 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia
www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia