Kemenag RI 2019:Orang-orang yang kurang akal di antara manusia akan berkata, “Apakah yang memalingkan mereka (kaum muslim) dari kiblat yang dahulu mereka (berkiblat) kepadanya?” Katakanlah (Nabi Muhammad), “Milik Allahlah timur dan barat. Dia memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki ke jalan yang lurus (berdasarkan kesiapannya untuk menerima petunjuk).”
(QS 2 : 142)
Quraish Shihab:Orang-orang yang picik di antara manusia akan berkata: “Apakah yang memalingkan mereka (kaum Muslim) dari kiblat mereka (Baitul Maqdis) (yang dahulu) mereka telah berkiblat kepadanya?” Jawablah (Nabi Muhammad saw.): “Milik Allah timur dan barat; Dia menganugerahi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya (berdasarkan kemauan dan kecenderungan masing-masing) ke jalan lebar yang lurus.” HAMKA:Akan berkata yang bodoh-bodoh dari manusia itu, "Apakah yang memalingkan manusia itu dari kiblat mereka yang telah ada mereka padanya?" Katakanlah, "Kepunyaan Allah timur dan barat. Dia memberi petunjuk siapa yang Dia kehendaki kepada jalan yang lurus."
Kemenag RI 2019:Demikian pula Kami telah menjadikan kamu (umat Islam) umat pertengahan ) agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Nabi Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. Kami tidak menetapkan kiblat (Baitulmaqdis) yang (dahulu) kamu berkiblat kepadanya, kecuali agar Kami mengetahui (dalam kenyataan) siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang berbalik ke belakang. Sesungguhnya (pemindahan kiblat) itu sangat berat, kecuali bagi orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah. Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia.
(QS 2 : 143)
Quraish Shihab:Dan demikianlah Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), ummatan wasathan (umat pertengahan, moderat dan teladan) supaya kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan supaya Rasul (Nabi Muhammad saw.) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. Dan Kami tidak menetapkan kiblat yang menjadi (kiblat) kamu (sekarang), melainkan supaya Kami mengetahui (dalam dunia nyata) siapa yang mengikuti Rasul (Nabi Muhammad saw.) dan siapa yang membelot. Dan benar-benar (pemindahan kiblat itu terasa) sangat berat, kecuali bagi orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah (berdasarkan kemauan dan kecenderungan masing-masing); dan Allah sekali-kali tidak akan menyia-nyiakan iman kamu. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Penyayang, lagi Maha Pengasih kepada manusia. HAMKA:Dan demikianlah, telah Kami jadikan kamu suatu umat yang di tengah, supaya kamu menjadi saksi-saksi atas manusia, dan adalah Rasul men jadi saksi (pula) atas kamu. Dan, tidaklah Kami jadikan kiblat yang telah ada engkau atasnya, melainkan supaya Kami ketahui siapa yang mengikut Rasul dari siapa yang berpaling atas dua tumitnya. Dan, memanglah berat itu kecuali atas orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah. Dan, tidaklah Allah akan menyia-nyiakan iman kamu. Sesungguhnya, Allah terhadap manusia adalah Penyantun lagi Penyayang.
Kemenag RI 2019:Sungguh, Kami melihat wajahmu (Nabi Muhammad) sering menengadah ke langit. Maka, pasti akan Kami palingkan engkau ke kiblat yang engkau sukai. Lalu, hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidilharam. Di mana pun kamu sekalian berada, hadapkanlah wajahmu ke arah itu. Sesungguhnya orang-orang yang diberi kitab ) benar-benar mengetahui bahwa (pemindahan kiblat ke Masjidilharam) itu adalah kebenaran dari Tuhan mereka. Allah tidak lengah terhadap apa yang mereka kerjakan.
(QS 2 : 144)
Quraish Shihab:Sungguh, Kami (sering) melihat wajahmu (Nabi Muhammad saw.) menengadah ke langit, maka, Kami benar-benar akan memalingkanmu ke kiblat yang engkau sukai. Maka palingkanlah wajahmu ke arah Masjid al-Haram? Dan di mana saja kamu berada, maka palingkanlah wajah-wajah kamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi al-Kitab (Taurat dan Injil), mereka benar-benar mengetahui bahwa (berpaling ke Masjid al-Haram) itu adalah benar dari Tuhannya Pemelihara mereka; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan. HAMKA:Sesungguhnya, Kami lihat muka engkau menengadah-nengadah ke langit maka Kami palingkanlah engkau kepada kiblat yang engkau ingini. Sebab itu, palingkanlah muka engkau ke Masjidil Haram. Dan, di mana saja kamu semua berada palingkanlah mukamu ke pihaknya. Dan, sesungguhnya orang-orang yang diberi kitab mengetahui bahwasanya itu adalah kebenaran dari Tuhan mereka. Dan, tidaklah Allah lengah dari apa pun yang kamu amalkan.
Kemenag RI 2019:Sungguh, jika engkau (Nabi Muhammad) mendatangkan ayat-ayat (keterangan) kepada orang-orang yang diberi kitab itu, mereka tidak akan mengikuti kiblatmu. Engkau pun tidak akan mengikuti kiblat mereka. Sebagian mereka (pun) tidak akan mengikuti kiblat sebagian yang lain. Sungguh, jika engkau mengikuti keinginan mereka setelah sampai ilmu kepadamu, niscaya engkau termasuk orang-orang zalim.
(QS 2 : 145)
Quraish Shihab:Dan jika engkau (Nabi Muhammad saw.) benar-benar mendatangkan semua ayat kepada orang-orang yang diberi al-Kitab (Taurat dan Injil), mereka tidak akan mengikuti kiblatmu, dan engkau (pun) tidak akan mengikuti kiblat mereka, dan sebagian mereka (pun) tidak akan mengikuti kiblat sebagian yang lain. Dan jika engkau benar-benar mengikuti keinginan mereka setelah datang ilmu kepadamu, sesungguhnya engkau—kalau demikian—tentu termasuk (golongan) orang-orang zalim. HAMKA:Dan meskipun engkau beri orang-orang yang diberi kitab itu dengan tiap-tiap keterangan, tidaklah mereka akan mengikut kiblat engkau itu. Dan, engkau pun tidaklah akan mengikut kiblat mereka. Dan, tidaklah yang sebagian mereka akan mengikut kiblat yang sebagian. Dan, jikalau engkau perturutkan kemauan-kemauan mereka sesudah datang kepada engkau sebagian dari pengetahuan, sesungguhnya adalah engkau di masa itu dari orang-orang yang aniaya.
Kemenag RI 2019:Orang-orang yang telah Kami anugerahi Kitab (Taurat dan Injil) mengenalnya (Nabi Muhammad) ) seperti mereka mengenal anak-anak mereka sendiri. Sesungguhnya sekelompok dari mereka pasti menyembunyikan kebenaran, sedangkan mereka mengetahui(-nya).
(QS 2 : 146)
Quraish Shihab:Orang-orang yang telah Kami anugerahkan kepada mereka al-Kitab (Taurat dan Injil), mereka mengenalnya (Nabi Muhammad saw.) seperti mereka mengenal anak-anak mereka sendiri. Dan sesungguhnya segolongan dari mereka benar-benar menyembunyikan yang haq (kebenaran yang sempurna), sedangkan mereka mengetahui. HAMKA:Orang-orang yang diberikan kepada mereka kitab, mengenallah mereka akan dia Sebagaimana mereka anak-anak mereka (sendiri). Dan, sesungguhnya sebagian dari mereka, mereka seMbunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui.
Kemenag RI 2019:Kebenaran itu dari Tuhanmu. Maka, janganlah sekali-kali engkau (Nabi Muhammad) termasuk orang-orang yang ragu.
(QS 2 : 147)
Quraish Shihab:Yang haq (kebenaran yang sempurna) dari Tuhan Memeliharamu, sebab itu janganlah sekali-kali engkau termasuk orang-orang yang ragu. HAMKA:Kebenaran adalah dari Tuhan engkau. Maka, sekali-kali janganlah engkau termasuk dari orang yang ragu.
Kemenag RI 2019:Bagi setiap umat ada kiblat yang dia menghadap ke arahnya. Maka, berlomba-lombalah kamu dalam berbagai kebajikan. Di mana saja kamu berada, pasti Allah akan mengumpulkan kamu semuanya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
(QS 2 : 148)
Quraish Shihab:Bagi setiap umat ada kiblatnya yang dia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu (dalam berbuat) kebajikan-kebajikan. Di mana saja kamu berada, (pasti) Allah akan mengumpulkan kamu semuanya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. HAMKA:Dan bagi tiap-tiapnya itu satu tujuan yang dia hadapi. Sebab itu, berlomba-lombalah kamu pada serba kebaikan. Di mana saja kamu berada niscaya akan dikumpulkan Allah kamu sekalian. Sesungguhnya, Allah atas tiap-tiap sesuatu Maha kuasa.
Kemenag RI 2019:Dari mana pun engkau (Nabi Muhammad) keluar, hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidilharam. Sesungguhnya (hal) itu benar-benar (ketentuan) yang hak (pasti, yang tidak diragukan lagi) dari Tuhanmu. Allah tidak lengah terhadap apa yang kamu kerjakan.
(QS 2 : 149)
Quraish Shihab:Dan dari mana saja engkau (Nabi Muhammad saw.) keluar, maka palingkanlah wajahmu ke arah Masjid al-Haram; dan sesungguhnya ia (ketentuan itu) benar-benar sesuatu yanghaq (mantap lagi tidak mengalami perubahan dan atau diragukan) dari Tuhan Pemeliharamu. Dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan. HAMKA:Dan dari mana saja engkau keluar, hadapkanlah muka engkau ke pihak Masjidil Haram. Dan, sesungguhnya (perintah) itu adalah kebenaran dari Tuhan engkau. Dan, tidaklah Allah lengah dari apa pun yang kamu amalkan.
Kemenag RI 2019:Dari mana pun engkau (Nabi Muhammad) keluar, maka hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidilharam. Di mana saja kamu berada, maka hadapkanlah wajahmu ke arahnya agar tidak ada alasan bagi manusia (untuk menentangmu), kecuali orang-orang yang zalim di antara mereka. Maka, janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku agar Aku sempurnakan nikmat-Ku kepadamu dan agar kamu mendapat petunjuk.
(QS 2 : 150)
Quraish Shihab:Dan dari mana saja engkau (Nabi Muhammad saw.) keluar, maka palingkanlah wajahmu ke arah Masjid al-Haram. Dan di mana saja kamu berada, maka palingkanlah wajah-wajah kamu ke arahnya, supaya tidak ada alasan bagi manusia (untuk menentang) kamu, kecuali orang-orang yang berbuat zalim di antara mereka. Maka, janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Dan supaya Aku menyempurnakan nikmat-Ku atas kamu, dan supaya kamu mendapat petunjuk. HAMKA:Dan dari mana saja pun kamu keluar maka hadapkanlah muka engkau ke pihak Masjidil Haram, dan di mana saja pun kamu berada, hendaklah kamu hadapkan muka kamu ke pihaknya. Supaya jangan ada alasan bagi manusia hendak mencela kamu. Kecuali orang-orang yang aniaya di antara mereka maka janganlah kamu takut kepada mereka, dan takutlah kepada Aku. Aku sempumakan nikmat-Ku kepada kamu, dan supaya kamu mendapat petunjuk.
Kemenag RI 2019:Sebagaimana (Kami telah menyempurnakan nikmat kepadamu), Kami pun mengutus kepadamu seorang Rasul (Nabi Muhammad) dari (kalangan) kamu yang membacakan kepadamu ayat-ayat Kami, menyucikan kamu, dan mengajarkan kepadamu Kitab (Al-Qur’an) dan hikmah (sunah), serta mengajarkan apa yang belum kamu ketahui.
(QS 2 : 151)
Quraish Shihab:Sebagaimana (Kami telah menyempurnakan nikmat Kami kepada kamu) Kami telah mengutus kepada kamu Rasul (Nabi Muhammad saw.) dari (kalangan) kamu. Dia membacakan (menyampaikan) ayat-ayat Kami kepada kamu dan menyucikan (jiwa) kamu dan dia mengajarkan kepada kamu al-Kitab (al-Qur’an) dan al-Hikmah (Sunnah), serta mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui. HAMKA:Sebagaimana telah Kami utus kepada kamu seorang rasul dari kalangan kamu sendiri, yang mengajarkan kepada kamu ayat-ayat Kami dan membersihkan kamu dan akan mengajarkan kepada kamu Kitab dan Hikmah, dan akan mengajarkan kepada kamu yang kepada kamu perkaraperkara yang tidak kamu ketahui.
Kemenag RI 2019:Maka, ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku.
(QS 2 : 152)
Quraish Shihab:Karena itu, ingatlah kepada-Ku, (pasti) Aku ingat (pula) kepada kamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku. HAMKA:Maka, ingatlah kepada-Ku, niscaya Aku akan ingat pula kepadamu; dan bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu menjadi kufur.
Kemenag RI 2019:Wahai orang-orang yang beriman, mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.
(QS 2 : 153)
Quraish Shihab:Hai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah swt.) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat, sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar. HAMKA:Wahai, orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan dengan sabar dan shalat; sesungguhnya Allah adalah beserta orang-orang yangsabar.
Kemenag RI 2019:Janganlah kamu mengatakan bahwa orang-orang yang terbunuh di jalan Allah (mereka) telah mati. Namun, (sebenarnya mereka) hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya.
(QS 2 : 154)
Quraish Shihab:Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka itu) mati; bahkan (mereka itu) hidup (bahagia di alam Barzah), tetapi kamu tidak menyadari (kehidupan mereka). HAMKA:Dan janganlah kamu katakan terhadap orang yang terbunuh di jalan Allah bahwa mereka mati. Bahkan mereka hidup, akan tetapi kamu tidak merasa.
Kemenag RI 2019:Kami pasti akan mengujimu dengan sedikit ketakutan dan kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Sampaikanlah (wahai Nabi Muhammad,) kabar gembira kepada orang-orang sabar,
(QS 2 : 155)
Quraish Shihab:Dan sungguh, Kami pasti akan (terus menerus) menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang sabar. HAMKA:Dan sesungguhnya akan Kami beri kamu percobaan dengan sesuatu dari ketakutan dan kelaparan dan kekurangan dari harta benda dan jiwa-jiwa dan buah buahan; dan berilah kabar yang menyukakan kepada orang yang sabar.
Kemenag RI 2019:(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan “Inn? lill?hi wa inn? ilaihi r?ji‘?n” (sesungguhnya kami adalah milik Allah dan sesungguhnya hanya kepada-Nya kami akan kembali).
(QS 2 : 156)
Quraish Shihab:(Yaitu), orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna liLlahi wa inna ilaihi rajiun” (Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan sesungguhnya hanya kepada-Nya kami akan kembali). HAMKA:(Yaitu) orang-orang yang apabila menimpa kepada mereka suatu musibah, mereka berkata, "Sesungguhnya, kita ini dari Allah dan sesungguhnya kepada-Nyalah kita semua akan kembali."
Kemenag RI 2019:Mereka itulah yang memperoleh ampunan dan rahmat dari Tu-hannya dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.
(QS 2 : 157)
Quraish Shihab:Mereka itulah yang mendapat banyak keberkahan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan Pemelihara mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk. HAMKA:Mereka itu akan dikaruniakan atas mereka anugerah-anugerah dari Tuhan mereka dan rahmat, dan mereka itulah orang-orang yang akan mendapat petunjuk.
Kemenag RI 2019:Sesungguhnya Safa dan Marwah merupakan sebagian syiar (agama) Allah. ) Maka, siapa beribadah haji ke Baitullah atau berumrah, tidak ada dosa baginya mengerjakan sai ) antara keduanya. Siapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri, ) lagi Maha Mengetahui.
(QS 2 : 158)
Quraish Shihab:Sesungguhnya Shafa dan Marwa adalah sebagian dari syiar-syiar Allah.³? Maka, barang siapa beribadah haji ke Baitullah atau berumrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sa‘i antara keduanya. Dan barang siapa dengan kerelaan hati mengerjakan suatu kebajikan, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri kebaikan, lagi Maha Mengetahui. HAMKA:Sesungguhnya, Shafa dan Marwah itu adalah daripada syiar-syiar Allah jua. Maka, barangsiapa yang naik haji ke rumah itu atau umrah, tidaklah mengapa bahwa dia keliling pada keduanya. Dan, barangsiapa yang me nambah kerja kebaikan maka sesungguhnya Allah adalah Pembalas terima kasih, lagi Maha Mengetahui.
Kemenag RI 2019:Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan dan petunjuk, setelah Kami jelaskan kepada manusia dalam Kitab (Al-Qur’an), mereka itulah yang dilaknat Allah dan dilaknat (pula) oleh mereka yang melaknat,
(QS 2 : 159)
Quraish Shihab:Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya dalam al-Kitab untuk (kepentingan) manusia, mereka itu dilaknat Allah dan dilaknat (pula) oleh semua (makhluk) yang dapat melaknat. HAMKA:Sesungguhnya, orang-orang yang me nyembunyikan apa yangtelah pemah Kami turun kan dari keterangan-keterangan dan petunjuk, setelah Kami terangkan dianya kepada manusia di dalam Kitab, mereka itu akan dilaknat oleh Allah dan mereka pun akan dilaknat oleh orang orang yang melaknat.
Kemenag RI 2019:kecuali orang-orang yang telah bertobat, mengadakan perbaikan, dan menjelaskan(-nya). ) Mereka itulah yang Aku terima tobatnya. Akulah Yang Maha Penerima Tobat lagi Maha Penyayang.
(QS 2 : 160)
Quraish Shihab:Kecuali orang-orang yang bertaubat dan mengadakan perbaikan serta menerangkan (kebenaran), maka terhadap mereka itu Aku menerima taubat mereka, dan Aku-lah Yang Maha Penerima taubat, lagi Maha Pengasih. HAMKA:Kecuali orang-orang yang bertobat dan berbuat perbaikan dan mereka yang memberikan penjelasan. Maka, mereka itulah yang akan Aku beri tobat atas mereka; dan Aku adalah Pemberi tobat lagi Penyayang.
Kemenag RI 2019:Sesungguhnya orang-orang yang kufur dan mati dalam keadaan kafir, mereka itu mendapat laknat Allah, para malaikat, dan manusia seluruhnya.
(QS 2 : 161)
Quraish Shihab:Sesungguhnya orang-orang kafir (dan menyembunyikan kebenaran yang seharusnya ditampakkan) dan mereka mati (dalam keadaan) kafir, mereka itu mendapat laknat Allah, para malaikat dan manusia semua. HAMKA:Sesungguhnya, orang-orang yang tidak mau percaya, dan mati, padahal mereka masih di dalam kufur. Mereka itu, atas mereka adalah laknat Allah dan Malaikat dan manusia sekaliannya.
Kemenag RI 2019:Mereka kekal di dalamnya (laknat). Tidak akan diringankan azab dari mereka, dan mereka tidak diberi penangguhan.
(QS 2 : 162)
Quraish Shihab:Mereka kekal di dalamnya, tidak diringankan azab dari mereka dan tidak (pula) mereka diberi tangguh. HAMKA:Kekal mereka di dalamnya; tidak akan diringankan adzab atas mereka, dan tidaklah me reka akan dipedulikan.Dan Tuhan kamu itu adalah Tuhan Yang Maha Esa. Tidak ada Tuhan melainkan Dia Yang Mahamurah, lagi Maha Penyayang.
Kemenag RI 2019:Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa. Tidak ada tuhan selain Dia Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
(QS 2 : 163)
Quraish Shihab:Tuhan kamu (adalah) Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan (Yang berhak disembah) melainkan Dia, Pemberi Kasih Yang Maha Pengasih. HAMKA:Dan Tuhan kamu itu adalah Tuhan Yang Maha Esa. Tidak ada Tuhan melainkan Dia Yang Mahamurah, lagi Maha Penyayang.
Kemenag RI 2019:Sesungguhnya pada penciptaan langit dan bumi, pergantian malam dan siang, ) bahtera yang berlayar di laut dengan (muatan) yang bermanfaat bagi manusia, apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengannya Dia menghidupkan bumi setelah mati (kering), dan Dia menebarkan di dalamnya semua jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi, (semua itu) sungguh merupakan tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang mengerti.
(QS 2 : 164)
Quraish Shihab:Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih berganti(nya) malam dan siang, bahtera-bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang bermanfaat bagi manusia, dan apa yang diturunkan Allah dari langit berupa air, lalu dengannya (air itu) Dia hidupkan (suburkan) bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di dalamnya (bumi itu) semua jenis makhluk melata (termasuk manusia), dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; (pada semua itu) benar-benar terdapat tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah swt.) bagi kaum yang berpikir? HAMKA:Sesungguhnya, pada kejadian semua langit dan bumi dan perubahan malam dan siang dan kapal yang berlayar di lautan membawa barang yang bermanfaat bagi manusia, dan apa yang diturunkan Allah dari langit pada air maka dihidupkan-Nya dengan (air) itu bumi, sesudah matinya, seraya disebarkan-Nya padanya dari tiap-tiap jenis binatang, dan peredaran angin, dan awan yang diperintah di antara langit dan bumi; adalah semuanya itu tanda-tanda bagi kaum yang berakal.
Kemenag RI 2019:Di antara manusia ada yang menjadikan (sesuatu) selain Allah sebagai tandingan-tandingan (bagi-Nya) yang mereka cintai seperti mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat kuat cinta mereka kepada Allah. Sekiranya orang-orang yang berbuat zalim itu melihat, ketika mereka melihat azab (pada hari Kiamat), bahwa kekuatan itu semuanya milik Allah dan bahwa Allah sangat keras azab-Nya, (niscaya mereka menyesal).
(QS 2 : 165)
Quraish Shihab:Di antara manusia ada orang-orang yang menyembah sekutu-sekutu selain Allah. Mereka mencintainya sebagaimana (mereka) mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman, cinta mereka kepada Allah sangat kuat. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim (itu) mengetahui ketika mereka melihat azab (pada Hari Kiamat), bahwa semua kekuatan adalah milik Allah dan bahwa Allah sangat keras azab-(Nya, niscaya mereka menyesal). HAMKA:Dan setengah dari manusia ada yang mengambil yang selain Allah menjadi tandingan tandingan, yang mereka cintai mereka itu sebagaimana mencintai Allah. Akan tetapi, orang-orang yang beriman terlebih cintalah mereka akan Allah. Padahal, kalau mengertilah orang-orang yang zalim itu, seketika mereka melihat adzab, bahwasanya kekuatan adalah pada Allah, dan bahwasanya Allah adalah sangat pedih siksa-Nya.
Kemenag RI 2019:(Yaitu) ketika orang-orang yang diikuti berlepas tangan dari orang-orang yang mengikuti saat mereka (orang-orang yang diikuti) melihat azab, dan (ketika) segala hubungan antara mereka terputus.
(QS 2 : 166)
Quraish Shihab:(Yaitu), ketika orang-orang yang diikuti itu berlepas diri dari orang-orang yang mengikuti-(nya), dan mereka melihat azab; dan (ketika segala) hubungan antara mereka terputus (sama sekali). HAMKA:(Yaitu) tatkala melepaskan diri orang-orang yang diikut daripada orang-orang yang mengikut, dan mereka lihatlah adzab, dan putuslah dengan mereka segala harapan.
Kemenag RI 2019:Orang-orang yang mengikuti berkata, “Andaikan saja kami mendapat kesempatan kembali (ke dunia), tentu kami akan berlepas tangan dari mereka sebagaimana mereka berlepas tangan dari kami.” Demikianlah Allah memperlihatkan kepada mereka amal perbuatan mereka sebagai penyesalan bagi mereka. Mereka sungguh tidak akan keluar dari neraka.
(QS 2 : 167)
Quraish Shihab:Dan berkatalah orang-orang yang mengikuti: “Jika seandainya kami dapat kembali (ke dunia), maka kami akan berlepas diri dari mereka, sebagaimana mereka berlepas diri dari kami (pada Hari Kiamat).” Demikianlah Allah memperlihatkan kepada mereka amal-amal mereka (menjadi) aneka penyesalan yang luar biasa bagi mereka; sedangkan mereka sekali-kali tidak akan keluar dari api neraka. HAMKA:Dan berkatalah orang-orangyangmengikut itu, "Kalau sekiranya ada bagi kami (kesempatan) kembali (ke dunia) maka kami pun akan berlepas diri dari mereka, sebagaimana mereka telah berlepas diri dari kami." Demikianlah Allah memperlihatkan kepada mereka akan amal-amal mereka, yang membawa keluhan-keluhan atas mereka. Dan, sekali-kali tidaklah mereka akan keluar dari neraka.
Kemenag RI 2019:Wahai manusia, makanlah sebagian (makanan) di bumi yang halal lagi baik dan janganlah mengikuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya ia bagimu merupakan musuh yang nyata.
(QS 2 : 168)
Quraish Shihab:Hai seluruh manusia! Makanlah yang halal, lagi baik dari apa (yang terdapat) di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan; (karena) sesungguhnya ia (setan) adalah musuh yang nyata bagi kamu. HAMKA:Wahai manusia! Makanlah dari apa yang ada di bumi ini barang yang halal lagi baik, dan jangan kamu ikuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya, dia bagi kamu adalah musuh yang sangat nyata.
Kemenag RI 2019:Sesungguhnya (setan) hanya menyuruh kamu untuk berbuat jahat dan keji serta mengatakan tentang Allah apa yang tidak kamu ketahui.
(QS 2 : 169)
Quraish Shihab:Sesungguhnya ia (setan) hanya menyuruh kamu berbuat jahat dan keji, dan mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui. HAMKA:Yang disuruhkannya kepada kamu hanyalah hal yang jahat dan hal yang keji, dan supaya kamu katakan terhadap Allah hal-hal yang tidak kamu ketahui.
Kemenag RI 2019:Apabila dikatakan kepada mereka, “Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah,” mereka menjawab, “Tidak. Kami tetap mengikuti kebiasaan yang kami dapati pada nenek moyang kami.” Apakah (mereka akan mengikuti juga) walaupun nenek moyang mereka (itu) tidak mengerti apa pun dan tidak mendapat petunjuk?
(QS 2 : 170)
Quraish Shihab:Apabila dikatakan kepada mereka: “Ikutilah dengan sungguh-sungguh apa yang telah diturunkan Allah!” Mereka menjawab: “(Tidak!), tetapi kami (hanya) mengikuti apa yang kami dapati atasnya nenek moyang kami.” Apakah (mereka akan mengikuti juga) walaupun nenek moyang mereka (itu) tidak memahami sesuatu dan tidak (juga) mendapat petunjuk? HAMKA:Dan apabila dikatakan kepada mereka, "lkutlah apa yang diturunkan Allah!" Mereka katakana, "Bahkan kami {hanya) mau mengikut apa yang telah terbiasa atasnya nenek moyang kami." Bagaimana kalau keadaan nenek moyang mereka itu tidak mengerti suatu apa pun dan tidak mendapat petunjuk?
Kemenag RI 2019:Perumpamaan (penyeru) orang-orang yang kufur adalah seperti (penggembala) yang meneriaki (gembalaannya) yang tidak mendengar (memahami) selain panggilan dan teriakan (saja). (Mereka) tuli, bisu, dan buta sehingga mereka tidak mengerti.
(QS 2 : 171)
Quraish Shihab:Perumpamaan (orang yang menyeru) orang-orang yang kafir (kepada kebenaran) adalah seperti (penggembala) yang berteriak memanggil (binatang) yang tidak mendengar (tidak memahami atau tidak dapat memanfaatkan suara panggilan itu) selain panggilan dan seruan (saja). Mereka tuli, bisu, dan buta, maka mereka tidak berpikir. HAMKA:Dan perumpamaan orang-orang yang tidak mau percaya itu ialah seumpama orang yang mengimbau kepada barang yang tidak mendengar kecuali panggllan dan seruan; tuli, bisu, buta. Oleh sebab itu, tidaklah mereka berakal.
Kemenag RI 2019:Wahai orang-orang yang beriman, makanlah apa-apa yang baik yang Kami anugerahkan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah jika kamu benar-benar hanya menyembah kepada-Nya.
(QS 2 : 172)
Quraish Shihab:Hai orang-orang yang beriman! Makanlah dari rezeki yang baik-baik yang Kami anugerahkan kepada kamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika kamu benar-benar hanya menyembah kepada-Nya. HAMKA:Wahai, orang-orang yang beriman! Makanlah daripada yang baik-baik apa yang telah Kami karuniakan kepada kamu, dan bersyukurlah kepada Allah, jikalau memang hanya kepada-Nya kamu menyembah.
Kemenag RI 2019:Sesungguhnya Dia hanya mengharamkan atasmu bangkai, darah, daging babi, dan (daging) hewan yang disembelih dengan (menyebut nama) selain Allah. Akan tetapi, siapa yang terpaksa (memakannya), bukan karena menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
(QS 2 : 173)
Quraish Shihab:Sesungguhnya (Allah swt.) hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi`*¹ dan apa (binatang) yang (ketika) disembelih (disebut nama) selain Allah. Tetapi, barang siapa (dalam keadaan) terpaksa (memakannya) sedangkan dia tidak menginginkan-(nya) dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun, lagi Maha Pengasih. HAMKA:Sesungguhnya, tidakada yang Dia haramkan atas kamu selain bangkai dan darah dan daging babi dan apa yang disembelih untuk yang selain Allah. Akan tetapi~ barangsiapa yang terpaksa, bukan melanggar dan bukan melampaui batas maka tidaklah ada dosa atasnya. Sesungguhnya, Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Kemenag RI 2019:Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah diturunkan Allah, yaitu Kitab (Taurat), dan menukarkannya dengan harga murah, mereka hanya menelan api neraka ke dalam perutnya. Allah tidak akan menyapa mereka pada hari Kiamat dan tidak akan menyucikan mereka. Bagi mereka azab yang sangat pedih.
(QS 2 : 174)
Quraish Shihab:Sesungguhnya orang-orang yang (sedang dan akan) menyembunyikan apa yang telah diturunkan Allah, yaitu al-Kitab, dan menjualnya dengan harga yang sedikit (murah), mereka itu (sebenarnya) tidak memakan (tidak menelan) ke dalam perutnya melainkan api, dan Allah tidak akan berbicara kepada mereka pada Hari Kiamat dan tidak akan menyucikan mereka dan bagi mereka azab yang sangat pedih. HAMKA:Sesungguhnya, orang-orang yang menyembunyikan apa yang diturunkan Allah dari Kitab, dan mereka jual dia dengan harga yang sedikit, itulah mereka yang tidak ada di makannya dalam perutnya selain dari api neraka. Dan, tidaklah akan bercakap Allah dengan mereka di hari kiamat, dan tidaklah Dia akan membersihkan mereka, dan untuk mereka adalah adzab yang pedih.
Kemenag RI 2019:Mereka itulah yang membeli kesesatan dengan petunjuk dan azab dengan ampunan. Maka, alangkah beraninya mereka menentang api neraka.
(QS 2 : 175)
Quraish Shihab:Mereka itulah orang-orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk dan siksa dengan ampunan. Maka, alangkah beraninya mereka menentang api neraka. HAMKA:ltulah orang-orang yang telah membeli kesesatan dengan petunjuk, dan adzab dengan ampunan. Alangkah sabamya mereka atas neraka.
Kemenag RI 2019:Yang demikian itu disebabkan Allah telah menurunkan kitab suci dengan hak. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (kebenaran) kitab suci itu benar-benar dalam perpecahan yang jauh.
(QS 2 : 176)
Quraish Shihab:Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya Allah telah menurunkan al-Kitab dengan haq (benar dan mengandung kebenaran); dan sesungguhnya orang-orang yang berselisih tentang (kebenaran) al-Kitab (Taurat dan Injil), benar-benar dalam penyimpangan yang jauh. HAMKA:Yang demikian ialah karena sesungguhnya Allah telah menurunkan Kitab dengan kebenaran. Dan, sesungguhnya yang masih berselisih dari hal kitab itu adalah di dalam pecah-belah yang jauh.
Kemenag RI 2019:Kebajikan itu bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat, melainkan kebajikan itu ialah (kebajikan) orang yang beriman kepada Allah, hari Akhir, malaikat-malaikat, kitab suci, dan nabi-nabi; memberikan harta yang dicintainya kepada kerabat, anak yatim, orang miskin, musafir, peminta-minta, dan (memerdekakan) hamba sahaya; melaksanakan salat; menunaikan zakat; menepati janji apabila berjanji; sabar dalam kemelaratan, penderitaan, dan pada masa peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.
(QS 2 : 177)
Quraish Shihab:Bukanlah memalingkan wajah kamu ke arah timur dan barat (itu suatu) kebajikan, tetapi kebajikan (itu) ialah beriman kepada Allah, Hari Kemudian, para malaikat, kitab-kitab, para nabi, dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, orang-orang dalam perjalanan yang memerlukan pertolongan, dan orang-orang yang meminta-minta; dan (orang yang memerdekakan) hamba sahaya, dan melaksanakan shalat dengan sempurna, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janji mereka apabila mereka berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan, dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa. HAMKA:177. Bukanlah kebajikan itu lantaran kamu memalingkan mukamu ke arah timur dan barat. Akan tetapi, kebajikan itu ialah bahwa kamu percaya kepada Allah dan hari yang akhir dan Malaikat dan Kitab dan nabi-nabi. Dan, memberikan harta atas cinta kepadanya, kepada keluarga yang hampir dan anak-anak yatim dan orang-orang miskin dan anak perjalanan dan orang-orang yang meminta dan penebus hamba sahaya. Dan, mendirikan shalat dan mengeluarkan zakat, dan orang-orang yang akan memenuhi janji mereka apabila mereka berjanji, dan orang-orang yang sabar di waktu kepayahan dan kesusahan dan seketika peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.
Kemenag RI 2019:Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan kepadamu (melaksanakan) kisas berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh. Orang merdeka dengan orang merdeka, hamba sahaya dengan hamba sahaya, dan perempuan dengan perempuan. Siapa yang memperoleh maaf dari saudaranya hendaklah mengikutinya dengan cara yang patut dan hendaklah menunaikan kepadanya dengan cara yang baik. ) Yang demikian itu adalah keringanan dan rahmat dari Tuhanmu. Siapa yang melampaui batas setelah itu, maka ia akan mendapat azab yang sangat pedih.
(QS 2 : 178)
Quraish Shihab:Hai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu qishas‘² berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh; (dengan ketentuan bahwa) orang merdeka dengan orang merdeka, hamba sahaya dengan hamba sahaya, dan wanita dengan wanita. Maka, barang siapa mendapat suatu pemaafan dari saudaranya, hendaklah (yang memaafkan) mengikuti dengan cara yang patut,¹³ dan hendaklah (yang diberi maaf) membayar (tebusan) kepadanya (yang memberi maaf) dengan cara yang baik.`¹? Yang demikian itu adalah suatu keringanan dari Tuhan Pemelihara kamu dan suatu rahmat. Maka, barang siapa melanggar batas sesudah itu, maka baginya azab yang sangat pedih. HAMKA:Wahai, orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu hukum qishash pada orang-orang yang terbunuh; orang merdeka dengan orang merdeka dan hamba sahaya dengan hamba sahaya dan perempuan dengan perempuan. Akan tetapi, barangsiapa yang diampunkan untuknya dari saudaranya sebagian maka hendaklah mengikuti dengan yang baik, dan tunaikan kepadanya dengan cara yang baik. Demikianlah keringanan dari Tuhanmu dan rahmat. Akan tetapi, barang siapa yang (masih) melanggar sesudah demikian maka untuknya adalah adzab yang pedih.
Kemenag RI 2019:Dalam kisas itu ada (jaminan) kehidupan bagimu, wahai orang-orang yang berakal agar kamu bertakwa.
(QS 2 : 179)
Quraish Shihab:Dan dalam qishash itu ada (jaminan kelangsungan) hidup bagi kamu, hai Ulul Albab (orang-orang yang berakal bersih, murni, dan cerah), supaya kamu bertakwa. HAMKA:Dan untuk kamu di dalam hal qishash itu ada kehidupan, wahai orang-orang yang mempunyai pikiran dalam. Supaya kamu semua menjadi orang-orang yang bertakwa.
Kemenag RI 2019:Diwajibkan kepadamu, apabila seseorang di antara kamu didatangi (tanda-tanda) maut sedang dia meninggalkan kebaikan (harta yang banyak), berwasiat kepada kedua orang tua dan karib kerabat dengan cara yang patut (sebagai) kewajiban bagi orang-orang yang bertakwa. )
(QS 2 : 180)
Quraish Shihab:Diwajibkan atas kamu, apabila seorang di antara kamu didatangi (tanda-tanda) maut, jika dia meninggalkan kebaikan (harta yang banyak), hendaknya (dia) berwasiat untuk ibu-bapak dan karib-kerabatnya menurut cara yang patut,¹¹? (ini adalah) haq (kewajiban yang harus dilaksanakan) atas orang-orang bertakwa. HAMKA:Diwajibkan atas kamu apabila seorang daripada kamu hampir mati jika dia ada meninggalkan harta supaya berwasiat untuk dua ibu bapak dan keluarga terdekat, dengan baik. Kewajiban atas orang-orang yang takwa.
Kemenag RI 2019:Siapa yang mengubahnya (wasiat itu), setelah mendengarnya, sesungguhnya dosanya hanya bagi orang yang mengubahnya. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
(QS 2 : 181)
Quraish Shihab:Maka, barang siapa mengubahnya (wasiat itu) setelah dia mendengar-(nya), maka sesungguhnya dosanya adalah hanya bagi orang-orang yang mengubahnya. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar, lagi Maha Mengetahui. HAMKA:Maka barangsiapa yang mengubahnya setelah dia mendengamya, tidaklah ada dosa melainkan atas orang yang mengubah-ubahnya itu. Sesungguhnya, Allah adalah Maha Mendengar, lagi Mengetahui.
Kemenag RI 2019:Akan tetapi, siapa yang khawatir terhadap pewasiat (akan berlaku) tidak adil atau berbuat dosa, lalu dia mendamaikan mereka, ) dia tidak berdosa. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
(QS 2 : 182)
Quraish Shihab:(Tetapi), barang siapa khawatir terhadap orang yang berwasiat (berlaku) berat sebelah atau berbuat dosa, lalu dia mendamaikan antara mereka, maka tidaklah ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun, lagi Maha Pengasih. HAMKA:Dan barangsiapa yang takut bahwa dari yang berwasiat itu ada kekeliruan atau dosa, lalu diperdamaikannya di antara mereka maka tidaklah dia berdosa. Sesungguhnya, Allah adalah Maha Pengampun lagi Penyayang.
Kemenag RI 2019:Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.
(QS 2 : 183)
Quraish Shihab:Hai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu supaya kamu bertakwa. HAMKA:Wahai, orang-orang yang beriman! Diwajibkan kepada kamu puasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang yang sebelum kamu, supaya kamu menjadi orang yang bertakwa.
Kemenag RI 2019:(Yaitu) beberapa hari tertentu. Maka, siapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), (wajib mengganti) sebanyak hari (yang dia tidak berpuasa itu) pada hari-hari yang lain. Bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, (yaitu) memberi makan seorang miskin. Siapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, ) itu lebih baik baginya dan berpuasa itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.
(QS 2 : 184)
Quraish Shihab:(Yaitu dalam) beberapa hari yang tertentu. Maka, barang siapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu dia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak (hari yang ditinggalkan pada) hari-hari yang lain. Dan (wajib) bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa)?? membayar fidyah, (yaitu): memberi makan orang miskin. Kemudian, barang siapa dengan kerelaan hati mengerjakan suatu kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahui. HAMKA:(Yaitu) beberapa hari yang dihitung. Maka, barangsiapa yang di antara kamu dalam keadaannya di dalam sakit atau dalam perjalanan maka perhitungan dari hari yang lain. Dan, atas orang-orang yang berat mereka atasnya ialah fidyah (yaitu) memberi makanan orang miskin. Namun, siapa yang menderma lebih maka itu adalah baik untuknya. Dan, bahwa berpuasa itu adalah lebih baik buat kamu jika kamu mengetahui.
Kemenag RI 2019:Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan
(QS 2 : 185)
Quraish Shihab:(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, (bulan) yang di dalamnya diturunkan (permulaan) al-Qur’an (sebagai) petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk (itu) serta pembeda (antara yang haq dan yang batil). Karena itu, barang siapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya di) bulan (itu), maka hendaklah dia berpuasa (pada bulan itu), dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (lalu dia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak (hari yang ditinggalkan) pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagi kamu dan tidak menghendaki kesukaran bagi kamu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangan-(nya) dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepada kamu, supaya kamu bersyukur- HAMKA:(Yaitu) sebulan Ramadhan, yang diturunkan padanya Al-Quran, menjadi petunjuk bagi manusia dan penjelasan dari petunjuk itu dan pembeda. Maka, barangsiapa yang menyaksikan bulan di antara kamu hendaklah dia puasa. Dan, barangsiapa yang dalam keadaan sakit atau dalam perjalanan maka hitungan di hari yang lain, Allah menghendaki keringanan untuk kamu, dan bukanlah Allah menghendaki kesukaran untuk kamu. Dan, hendaklah kamu sempumakan hitungan, dan hendaklah kamu membesarkan nama Allah atas apa yang telah diberikan-Nya petunjuk akan kamu, dan supaya kamu bersyukur.
Kemenag RI 2019:Apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang Aku, sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Maka, hendaklah mereka memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku agar mereka selalu berada dalam kebenaran.
(QS 2 : 186)
Quraish Shihab:Apabila para hamba-Ku bertanya kepadamu (Nabi Muhammad saw.) tentang Aku, maka (jawablah), sesungguhnya Aku (sangat) dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia memohon kepada-Ku, maki hendaklah mereka memenuhi (segula perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, supaya mereka selalu berada dalam kebenaran. HAMKA:Dan apabila hamba-hamba-Ku itu bertanya kepada engkau dari hal Aku maka sesungguhnya Aku adalah dekat. Aku perkenankan permohonan orang yang memohon apabila dia memohon kepada-Ku. Maka, hendaklah mereka sambut seruan-ku dan hendaklah mereka percaya kepada-Ku supaya mereka beroleh kecerdikan.
Kemenag RI 2019:Dihalalkan bagimu pada malam puasa bercampur dengan istrimu. Mereka adalah pakaian bagimu dan kamu adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwa kamu tidak dapat menahan dirimu sendiri, tetapi Dia menerima tobatmu dan memaafkanmu. Maka, sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah bagimu. Makan dan minumlah hingga jelas bagimu (perbedaan) antara benang putih dan benang hitam, yaitu fajar. Kemudian, sempurnakanlah puasa sampai (datang) malam. Akan tetapi, jangan campuri mereka ketika kamu (dalam keadaan) beriktikaf di masjid. Itulah batas-batas (ketentuan) Allah. Maka, janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia agar mereka bertakwa.
(QS 2 : 187)
Quraish Shihab:Dihalalkan bagi kamu pada malam hari (bulan) Puasa bercampur dengan istri-istri kamu; mereka itu adalah pakaian bagi kamu dan kamu (pun) adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwa kamu tidak dapat menahan (nafsu) kamu, karena itu Dia menerima taubat kamu dan memberi maaf kepada kamu. Maka, sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah untuk kamu, dan makan minumlah hingga jelas benar bagi kamu benang putih dari benang hitam, (yaitu) fajar. Kemudian, sempurnakanlah puasa (itu) sampai (datang) malam, tetapi janganlah kamu campuri mereka sedangkan kamu beri`tikaf dalam masjid. Itulah hukum-hukum Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat-Nya kepada manusia supaya mereka bertakwa. HAMKA:Dihalalkan bagi kamu pada malam puasa bercampur kepada istri kamu; mereka adalah pakaian bagi kamu dan kamu adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu telah berkhianat kepada diri-diri kamu; maka telah diampuni-Nya kamu dan dimaafkanNya kamu. Maka, sekarang singgunglah mereka dan carilah apa yang telah ditentukan Allah buat kamu. Dan, makanlah dan minumlah, sehingga berbeda bagi kamu tali putih dari tali hitam dari waktu fajar. Kemudian, itu sempumakanlah puasa sampai malam, dan jangan kamu singgung mereka, padahal kamu sedang iktikaf di dalam masjid masjid. ltulah batas-batas Allah maka janganlah kamu dekati akan dia. Demikianlah Allah telah menjelaskan perintah-perintah-Nya kepada manusia, supaya mereka jadi takwa.
Kemenag RI 2019:Janganlah kamu makan harta di antara kamu dengan jalan yang batil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada para hakim dengan maksud agar kamu dapat memakan sebagian harta orang lain itu dengan jalan dosa, padahal kamu mengetahui.
(QS 2 : 188)
Quraish Shihab:Dan janganlah kamu makan harta (sebagian) kamu, di antara kamu dengan jalan yang batil (dengan melanggar ketentuan agama atau persyaratan yang disepakati) dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim (yang berwenang memutuskan), supaya kamu dapat makan sebagian dari harta orang (lain) dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kamu mengetahui. HAMKA:Dan janganlah kamu makan harta benda kamu di antara kamu dengan jalan yang batil dan kamu bawa ke muka hakim-hakim, karena kamu hendak memakan sebagian daripada harta benda manusia dengan dosa, padahal kamu mengetahui.
Kemenag RI 2019:Mereka bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang bulan sabit. ) Katakanlah, “Itu adalah (penunjuk) waktu bagi manusia dan (ibadah) haji.” Bukanlah suatu kebajikan memasuki rumah dari belakangnya, tetapi kebajikan itu adalah (kebajikan) orang yang bertakwa. Masukilah rumah-rumah dari pintu-pintunya, dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung.
(QS 2 : 189)
Quraish Shihab:Mereka bertanya kepadamu (Nabi Muhammad saw.) tentang bulan-bulan sabit. Katakanlah: “Ia (bulan sabit) adalah tanda-tanda waktu bagi manusia dan (bagi ibadah) haji. Dan bukanlah kebajikan memasuki rumah-rumah dari belakangnya, tetapi kebajikan itu ialah (kebajikan) orang yang bertakwa. Dan masuklah ke rumah-rumah itu dari pintunya; dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu beruntung.” HAMKA:Mereka bertanya kepada engkau dari hal bulan sabit. Katakanlah, "Dia itu adalah waktuwaktu yang ditentukan untuk manusia dan (untuk) haji." Dan tidaklah kebajikan itu, bahwa kamu masuk ke rumah kamu dari belakangnya, tetapi yang kebajikan ialah barangsiapa yang takwa, dan datanglah ke rumah-rumah dari pintupintunya, dan takwalah kepada Allah, supaya kamu beroleh kejayaan.
Kemenag RI 2019:Perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu dan jangan melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.
(QS 2 : 190)
Quraish Shihab:Perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, dan janganlah kamu melampaui batas, sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. HAMKA:Dan perangilah pada jalan Allah orangorang yang memerangi kamu, tetapi janganlah melampaui batas. Sesungguhnya, Allah tidak suka kepada orang-orang yang melampaui batas.
Kemenag RI 2019:Bunuhlah mereka (yang memerangimu) di mana pun kamu jumpai dan usirlah mereka dari tempat mereka mengusirmu. Padahal, fitnah ) itu lebih kejam daripada pembunuhan. Lalu janganlah kamu perangi mereka di Masjidilharam, kecuali jika mereka memerangimu di tempat itu. Jika mereka memerangimu, maka perangilah mereka. Demikianlah balasan bagi orang-orang kafir.
(QS 2 : 191)
Quraish Shihab:Dan bunuhlah mereka karena memerangi dan bermaksud membunuh kamu di mana saja kamu temukan mereka dan (bila mereka tidak bermaksud membunuh, dan hanya mengusir kamu) usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu (Mekkah); dan fitnah itu lebih keras lebih besar bahaya dosanya I dari pembunuhan, dan janganlah` kamu memerangi mereka di Masjid al-Haram, kecuali jika mereka memerangi kamu di rempar im. Maka, jika mereka memerangi kamu (di tempat itu), maka bunuhlah mereka. Demikirmlali balasan bagi orang-orang kafir. HAMKA:Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu bertemu mereka, dan keluarkanlah mereka sebagaimana mereka telah mengeluarkan kamu. Dan, fitnah adalah lebih ngeri daripada pembunuhan. Dan jangan kamu perangi rnereka di Masjidll Haram sehingga mereka perangi kamu padanya. Maka, jika mereka perangi kamu maka bunuhlah rnereka. Demikianlah balasan untuk orang-orang yang kafir.
فَإِنِ انْتَهَوْا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ
Kemenag RI 2019:Namun, jika mereka berhenti (memusuhimu), sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
(QS 2 : 192)
Quraish Shihab:Maka, jika mereka berhenti dari memusuhi kamu), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun, lagi` Maha Pengasih. HAMKA:Namun, jika mereka berhenti maka sesungguhnya Allah adalah Maha Pengampun, lagi Penyayang.
Kemenag RI 2019:Perangilah mereka itu sampai tidak ada lagi fitnah dan agama (ketaatan) hanya bagi Allah semata. Jika mereka berhenti (melakukan fitnah), tidak ada (lagi) permusuhan, kecuali terhadap orang-orang zalim.
(QS 2 : 193)
Quraish Shihab:Dan perangilah mereka sehingga tidak ada fitnah (penganiayaan dan atau syirik) dan (sehingga) agama (ketaatan) itu seluruhnya seman mau umuk Allah. |ilu mereka berhenti dari penganiayaan dan atau kemusyrikan), maka tidak ada permusuhan (lagi), kecuali terhadap orang-orang zalim. HAMKA:Dan perangilah mereka sehingga tidak ada fitnah lagi, dan jadilah agama untuk Allah. Akan tetapi, jika mereka telah berhenti maka tidak ada lagi permusuhan, kecuali atas orang-orang yang aniaya.
Kemenag RI 2019:Bulan haram dengan bulan haram ) dan (terhadap) sesuatu yang dihormati ) berlaku (hukum) kisas. Oleh sebab itu, siapa yang menyerang kamu, seranglah setimpal dengan serangannya terhadapmu. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah bersama orang-orang yang bertakwa.
(QS 2 : 194)
Quraish Shihab:Bulan Haram dengan bulan Haram," dan pada sesuatu yang patut dihormati,’¹ (perilaku hukumi rjishas. Oleh sebab itu, barang siapa melakukan peiiycnijigau terhadap kamu. maka lakukan (pula) serangan (pembalasan i seimbang dengan serangan-fnyaj terhadap kamu. Bci takwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah bersama orang-orang yang bertakwa. HAMKA:Bulan yang mulia dengan bulan yang mulia. Dan, segala yang mulia itu ada padanya qishash. Maka, barangsiapa yang melanggar kepada kamu hendaklah langgar pula atasnya, yang setimpal dengan pelanggarannya atas kamu itu. Dan, takwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah adalah beserta orang-orang yang bertakwa
Kemenag RI 2019:Berinfaklah di jalan Allah, janganlah jerumuskan dirimu ke dalam kebinasaan, dan berbuatbaiklah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.
(QS 2 : 195)
Quraish Shihab:Dan belanjakanlah (harta kamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan tangan (diri) kamu ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang muhsin (orang yang selalu berbuat yang lebih baik. HAMKA:Dan berinfaklah pada jalan Allah, dan janganlah kamu lemparkan diri kamu ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah. Sesungguhnya, Allah suka kepada orang-orang yang berbuat baik.
Kemenag RI 2019:Sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah. Akan tetapi, jika kamu terkepung (oleh musuh), (sembelihlah) hadyu ) yang mudah didapat dan jangan mencukur (rambut) kepalamu sebelum hadyu sampai di tempat penyembelihannya. Jika ada di antara kamu yang sakit atau ada gangguan di kepala (lalu dia bercukur), dia wajib berfidyah, yaitu berpuasa, bersedekah, atau berkurban. ) Apabila kamu dalam keadaan aman, siapa yang mengerjakan umrah sebelum haji (tamatu’), dia (wajib menyembelih) hadyu yang mudah didapat. Akan tetapi, jika tidak mendapatkannya, dia (wajib) berpuasa tiga hari dalam (masa) haji dan tujuh (hari) setelah kamu kembali. Itulah sepuluh hari yang sempurna. Ketentuan itu berlaku bagi orang yang keluarganya tidak menetap di sekitar Masjidilharam. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Keras hukuman-Nya.
(QS 2 : 196)
Quraish Shihab:Sempurnakanlah (ibadah) haji dan umrah karena Allah. Maka jika kamu terkepung (terhalang), maka (sembelihlah) hewan kurban yang mudah didapat, dan jangan kamu mencukur (rambut) kepala kamu sebelum hewan kurban sampai di tempat penyembelihannya. Maka barang siapa di antara kamu sakit atau ada gangguan di kepalanya (lalu dia bercukur), maka wajiblah utasnya berfidyah, (yaitu) berpuasa (selama tiga hari) atau bersedekah (makanan untuk enam orang miskin) atau berkurban (dengan menyembelih seekor kambing). Maka, apabila kamu telah (merasa) aman, maka barang siapa ingin mengerjakan haji) tamattu` dengan (mengerjakan) umrah sebelum haji, maka wajiblah dia menyembelih) hewan kurban yang mudah didapat. Tetapi jika dia tidak mendapatkan (binatang kurban atau tidak mampu inuud.ipalkannya). maka dia wajib berpuasa (selama! tiga hari dalam (masa) haji dan tujuh (hati lagi? apabila kamu telah kembali, itulah sepuluh yang sempurna. Demikian itulah (kewajiban membayar fidyah) bagi orang-orang yang keluarganya tidak berada di Masjid al-Haram. Dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah sangat keras pembalasan-(Nya). HAMKA:Dan, sempumakanlah haji dan umrah itu karena Allah. Namun, jika kamu dihalangi, kirimkan kurban sedapatnya. Dan, jangan kamu cukur kepalamu hingga kurban ke penyembelihan. Maka, barangsiapa yang sakit atau ada gangguan di kepalanya, berfidyahlah dengan puasa, sedekah, atau kurban. Namun, jika kamu telah aman, lalu siapa yang bersenang-senang dengan umrah pada haji, hendaklah dibayar dengan kurban sedapatnya. Namun, barangsiapa yang tidak mendapat, hendaklah puasa tiga hari ketika haji dan tujuh hari apabila telah kembali kamu. ltulah sepuluh hari yang sempuma. Yang demikian itu bagi orang yang tidak ada dirinya jadi penduduk Masjidil Haram. Dan, takwalah kepada Allah, dan ketahuilah bahwasanya Allah adalah sangat berat siksaan-Nya.
Kemenag RI 2019:(Musim) haji itu (berlangsung pada) bulan-bulan yang telah dimaklumi. ) Siapa yang mengerjakan (ibadah) haji dalam (bulan-bulan) itu, janganlah berbuat rafa?, ) berbuat maksiat, dan bertengkar dalam (melakukan ibadah) haji. Segala kebaikan yang kamu kerjakan (pasti) Allah mengetahuinya. Berbekallah karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa. Bertakwalah kepada-Ku wahai orang-orang yang mempunyai akal sehat.
(QS 2 : 197)
Quraish Shihab:Haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi,` maka barang siapa mewajibkan (atas dirinya) untuk berhaji di dalam uyu (bulan-bulan itu). maka tidak ada ufitt; (bercampur dengan istri, cumbu rayu, dan hcrkat.i cabul), tidak ada kefasikan (berucap atau berbuat sesuatu yang melanggar norma-norma susila dan agama) dan tidak ada hanrah-bantahan di dalam haji. Dan apa ptm yang kamu kerjakan berupa kebaikan, (pasti) Allah mengetahuinya. Berbekallah kamu! Maka, sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa, dan bcriakwdali kepada Ku. liai Ulul Albab (orang orang yang berakal bersih murni, dan cerahi’ HAMKA:Haji itu adalah beberapa bulan yang telah dimaklumi. Maka, barangsiapa yang memerlukan dirinya berhaji di bulan-bulan itu maka sekali-kali tidak boleh rafats {bercakap kotor) dan tidak boleh fusuq dan tidak boleh berbantah di dalam haji. Dan, apa pun kebaikan yang kamu perbuat, Allah mengetahuinya dan bersiap-bekallah kamu. Maka, sesungguhnya bekal yang sebaik-baiknya ialah takwa. Dan, takwalah kepada-Ku, wahai orang-orang yang berpikir.
Kemenag RI 2019:Bukanlah suatu dosa bagimu mencari karunia dari Tuhanmu (pada musim haji). Apabila kamu bertolak dari Arafah, berzikirlah kepada Allah di Masyarilharam. ) Berzikirlah kepada-Nya karena Dia telah memberi petunjuk kepadamu meskipun sebelumnya kamu benar-benar termasuk orang-orang yang sesat.
(QS 2 : 198)
Quraish Shihab:Tidak ada dosa atas kamu mencari karunia (rezeki hasil perniagaan atau usaha halal lainnya pada musim haji) dari Tuhan Pemelihara kamu. Maka, apabila kamu telah bertolak dari Arafah (menuju ke Muzdalifah), maka berdzikirlah kepada Allah di Masy`ar al-Haram (bukit Quzah di Muzdalifah). Dan berzikir! ah kepada Allah sebagaimana yang ditunjukkan-Nya kepada kamu: dan sesungguhnya kamu sebelum itu benar benar termasuk orang-orang sesat. HAMKA:Tidaklah mengapa bahwa kamu mencari anugerah dari Tuhan kamu. Maka, apabila telah berduyun-duyun kamu dari Arafah, hendaklah kamu menyebut nama Allah di Masy`aril Haram, dan sebutlah akan Dia, sebagaimana Dia telah memberimu petunjuk. Dan, meskipun pada sebelumnya adalah kamu dari orang-orang yang resat.
Kemenag RI 2019:Kemudian, bertolaklah kamu dari tempat orang-orang bertolak (Arafah) dan mohonlah ampunan kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
(QS 2 : 199)
Quraish Shihab:Kemudian, bertolaklah kamu dari tempat bertolaknya orang-orang banyak (Arafah). Dan mohonlah ampun kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha Pengampun, lagi Mana Pengasih. HAMKA:Kemudian, berduyunlah kamu di tempat yang orang-orang lain telah berduyun, dan memohon ampunlah kamu kepada Allah. Sesungguhnya, Allah adalah Pemberi ampun, lagi Penyayang.
Kemenag RI 2019:Apabila kamu telah menyelesaikan manasik (rangkaian ibadah) haji, berzikirlah kepada Allah sebagaimana kamu menyebut-nyebut nenek moyang kamu, bahkan berzikirlah lebih dari itu. Di antara manusia ada yang berdoa, “Ya Tuhan kami, berilah kami (kebaikan) di dunia,” sedangkan di akhirat dia tidak memperoleh bagian apa pun.
(QS 2 : 200)
Quraish Shihab:Maka, apabila lumu telah menyelesaikan ibadah haji kamu, maka berdzikirlah kepada Allah, sebagaimana kamu menyebut-nyebut nenek moyang kamu/’ bahkan berzikirlah lebih teguh (mantap) dari itu. Maka, di antara manusia ada orang yang berdoa: “Tuhan Pemelihara kami, benlah (apa yang menyenangkan hidupi kami di dunia,” dan tidak ada baginya bagian i yang menyenangkan) di akhirat, HAMKA:Maka, apabila telah selesai manasik kamu maka sebutlah nama Allah sebagaimana kamu menyebut-nyebut nama nenek moyang kamu, atau lebih lagi sebutan. Maka, adalah di antara manusia yang berkata, "Ya, Tuhan kami! Berilah kepada kami kebaikan) di dunia!" Tetapi tidak ada baginya pembagian.
Kemenag RI 2019:Di antara mereka ada juga yang berdoa, “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat serta lindungilah kami dari azab neraka.”
(QS 2 : 201)
Quraish Shihab:Dan di antara mereka ada yang berdoa: “Tuhan Pemelihara kami, tinugerahilah kami (segala yang baik) di dunia dan di akhirat dan peliharalah kami dari azab neraka. HAMKA:Dan setengah mereka pula) ada yang berkata, "Ya, Tuhan kami! Berilah kami di dunia kebaikan dan di akhirat pun kebaikan pula). Dan, peliharalah kiranya kami dari siksaan neraka."
Kemenag RI 2019:Mereka itulah yang memperoleh bagian dari apa yang telah mereka kerjakan. Allah Maha Cepat perhitungan-Nya.
(QS 2 : 202)
Quraish Shihab:Mereka itulah orang-orang yang mendapat bagian dari apa yang telah mereka usahakan; dan Allah sangat cepat perhitungan-(Nya). HAMKA:Mereka itu, untuk mereka adalah pembagian dari apa yang mereka usahakan. Dan, Allah adalah yang amat cepat perkiraan-Nya.
Kemenag RI 2019:Berzikirlah kepada Allah pada hari yang telah ditentukan jumlahnya. ) Siapa yang mempercepat (meninggalkan Mina) setelah dua hari, tidak ada dosa baginya. Siapa yang mengakhirkannya tidak ada dosa (pula) baginya, ) (yakni) bagi orang yang bertakwa. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa hanya kepada-Nya kamu akan dikumpulkan.
(QS 2 : 203)
Quraish Shihab:Dan berdzikirlah kepada Allah (dalam) beberapa hari yang berbilang.?? Maka, barang siapa (ingin) cepat (berangkat dari Mina) sesudah dua hari, maka tidak ada dosa baginya. Dan barang siapa (ingin) menangguhkan, maka tidak ada dosa (pula) atasnya bagi orang yang bertakwa. Dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu akan dikumpulkan kepada-Nya. HAMKA:Dan sebutlah Allah pada hari-hari yang telah ditentukan itu. Maka, barangsiapa yang mempercepat dalam dua hari maka tidaklah ada dosa atasnya. Dan, barangsiapa yang mentakhirkan maka tidaklah (pula) ada dosa atasnya; yaitu bagi barangsiapa yang takwa. Dan, takwalah kamu kepada Allah, dan ketahuilah bahwasanya kamu sekalian kepada-Nyalah akan dikumpulkan.
Kemenag RI 2019:Di antara manusia ada yang pembicaraannya tentang kehidupan dunia mengagumkan engkau (Nabi Muhammad) dan dia menjadikan Allah sebagai saksi atas (kebenaran) isi hatinya. Padahal, dia adalah penentang yang paling keras.
(QS 2 : 204)
Quraish Shihab:Di antara manusia ada yang ucapannya tentang kehidupan dunia menarik hati kamu, dan dia menjadikan Allah sebagai Saksi atas apa (kebenaran) dalam hatinya, padahal dia adalah penentang yang paling keras. HAMKA:Dan setengah dari manusia ada yang menarik hati engkau kata-katanya dari hidup di dunia, dan dia menjadikan Allah saksi atas apa yang dalam hatinya, padahal dia adalah sejahatjahat musuh.
Kemenag RI 2019:Apabila berpaling (dari engkau atau berkuasa), dia berusaha untuk berbuat kerusakan di bumi serta merusak tanam-tanaman dan ternak. Allah tidak menyukai kerusakan.
(QS 2 : 205)
Quraish Shihab:Apabila dia berpaling (meninggalkan kamu atau memerintah), dia berjalan di bumi untuk melakukan kerusakan padanya, dan merusak tanam-tanaman dan binatang ternak, dan Allah tidak menyukai kerusakan. HAMKA:Dan apabila telah berpisah berjalanlah dia di bumi hendak merusak padanya dan membinasakan pertanian dan petemakan; padahal Allah tidaklah suka akan kerusakan.
Kemenag RI 2019:Apabila dikatakan kepadanya, “Bertakwalah kepada Allah,” bangkitlah kesombongan yang menyebabkan dia berbuat dosa (lebih banyak lagi). Maka, cukuplah (balasan) baginya (neraka) Jahanam. Sungguh (neraka Jahanam) itu seburuk-buruk tempat tinggal.
(QS 2 : 206)
Quraish Shihab:Dan apabila dikatakan kepadanya: “Bertakwalah kepada Allah,” bangkit (dalam dirinya) kesombongan yang (menyebabkan) dia berbuat dosa (lebih banyak lagi), maka cukuplah baginya (neraka) Jahannam, dan benar-benar (Jahannam itu) seburuk-buruk tempat tinggal. HAMKA:Dan apabila dikatakan kepadanya, "Takwalah kepada Allah?" Dibawalah dia oleh kesombongannya berbuat dosa. Lantaran itu, cukuplah Jahannam untuknya dan itulah seburuk-buruk ketetapan.
Kemenag RI 2019:Di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya untuk mencari rida Allah. Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba(-Nya).
(QS 2 : 207)
Quraish Shihab:Dan di antara manusia ada orang yang membeli (menjual) dirinya karena mencari keridhaan Allah; dan Allah Maha Penyantun kepada para hamba-(Nya). HAMKA:Dan setengah dari manusia ada yang menjual dirinya karena mengharapkan keridhaan Allah. Dan, Allah adalah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya.
Kemenag RI 2019:Wahai orang-orang yang beriman, masuklah ke dalam Islam (kedamaian) secara menyeluruh dan janganlah ikuti langkah-langkah setan! Sesungguhnya ia adalah musuh yang nyata bagimu.
(QS 2 : 208)
Quraish Shihab:Hai orang-orang yang beriman! Masuklah kamu dalam kedamaian (Islam) secara menyeluruh, dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya ia (setan itu) musuh yang nyata bagimu. HAMKA:Wahai, orang-orang yang beriman! Masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhannya dan janganlah kamu turut jejak-jejak setan; sesungguhnya, dia bagi kamu adalah musuh yang nyata.
Kemenag RI 2019:Maka, jika kamu menyimpang (dari jalan Allah) setelah bukti-bukti kebenaran yang nyata sampai kepadamu, ketahuilah bahwa Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
(QS 2 : 209)
Quraish Shihab:Tetapi, jika kamu tergelincir (dari jalan Allah swt.) sesudah datang kepada kamu bukti-bukti kebenaran, maka ketahuilah bahwa Allah Maha Perkasa, lagi Maha Bijaksana. HAMKA:Maka apabila kamu tergelincir sesudah datang kepada kamu penjelasan-penjelasan maka ketahuilah olehmu bahwasanya Allah adalah Mahagagah, lagi Mahabijaksana.
Kemenag RI 2019:Tidak ada yang mereka tunggu-tunggu (pada hari Kiamat), kecuali kedatangan Allah dalam naungan awan bersama malaikat (untuk melakukan perhitungan), sedangkan perkara (mereka) telah diputuskan. Kepada Allahlah segala perkara dikembalikan.
(QS 2 : 210)
Quraish Shihab:Apakah yang mereka nantikan hanya Allah yang datang bersama para malaikat (pada Hari Kiamat) dalam naungan awan? (Jelas bukan itu yang mereka nantikan j. Dan putuskanlah urusan. Dan hanya kepada Allah dikembalikan semua urusan. HAMKA:Tiadalah yang mereka tunggu kecuali bahwa datang kepada mereka itu (siksa) Allah di dalam gumpalan awan bersama Malaikat, padahal perkara telah diputuskan dan kepada Allah akan kembali segala perkara.
Kemenag RI 2019:Tanyakanlah kepada Bani Israil, “Berapa banyak bukti nyata (kebenaran) yang telah Kami anugerahkan kepada mereka?” Siapa yang menukar nikmat Allah (dengan kekufuran) setelah (nikmat itu) datang kepadanya, sesungguhnya Allah Maha Keras hukuman-Nya.
(QS 2 : 211)
Quraish Shihab:Tanyakanlah kepada Bani Israil: “Berapa banyak tanda-tanda (kebenaran) yang nyata yang telah Kami anugerahkan kepada mereka?” Barangsiapa menukar nikmat Allah setelah datang (nikmat itu) kepadanya, maka sesungguhnya Allah sangat keras pembalasan- (Nya). HAMKA:Tanyakanlah kepada Bani lsrail berapakah sudah Kami berikan kepada mereka keterangan yang nyata? Dan barangsiapa yang mengganti nikmat Allah sesudah datang kepadanya maka sesungguhnya Allah amat keras siksaan-Nya.
Kemenag RI 2019:Kehidupan dunia dijadikan terasa indah dalam pandangan orang-orang yang kufur dan mereka (terus) menghina orang-orang yang beriman. Padahal orang-orang yang bertakwa itu berada di atas mereka pada hari Kiamat. Allah memberi rezeki kepada orang yang Dia kehendaki tanpa perhitungan.
(QS 2 : 212)
Quraish Shihab:Kehidupan dunia dijadikan indah dalam pandangan orang-orang yang kafir, dan mereka (terus-menerus) merendahkan orang-orang yang beriman. Padahal orang-orang yang bertakwa (itu) di atas mereka (lebih mulia dari mereka) pada Hari Kiamat. Dan Allah memberi rezeki (secara terus-menerus) kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa batas. HAMKA:Dihiaskan bagi orang-orang yang kafir kehidupan dunia dan mereka hinakan orang-orang yang beriman. Padahal, orang-orang yang bertakwa itu akan lebih atas dari mereka di hari kiamat Dan, Allah mengaruniakan rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya dengan tidak dihitung.
Kemenag RI 2019:Manusia itu (dahulunya) umat yang satu (dalam ketauhidan). (Setelah timbul perselisihan,) lalu Allah mengutus para nabi (untuk) menyampaikan kabar gembira dan peringatan. Allah menurunkan bersama mereka Kitab yang mengandung kebenaran untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan. Tidak ada yang berselisih tentangnya, kecuali orang-orang yang telah diberi (Kitab) setelah bukti-bukti yang nyata sampai kepada mereka, karena kedengkian di antara mereka sendiri. Maka, dengan kehendak-Nya, Allah memberi petunjuk kepada mereka yang beriman tentang kebenaran yang mereka perselisihkan. Allah memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki ke jalan yang lurus (berdasarkan kesiapannya untuk menerima petunjuk).
(QS 2 : 213)
Quraish Shihab:Manusia dahulunya adalah umat yang satu (kemudian mereka berselisih). Lalu, Allah mengutus para nabi sebagai pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan, dan Dia menurunkan bersama mereka kitab suci dengan haq (benar dan mengandung kebenaran), untuk memberi putusan di antara manusia tentang apa (urusan) yang mereka perselisihkan. Dan tidaklah berselisih tentangnya (kitab itu) melainkan orang yang telah didatangkan kepada mereka (kitab itu), (yaitu) setelah datang kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, karena keinginan yang tidak wajar (dengki) di antara mereka sendiri. Maka, Allah memberi petunjuk kepada orang-orang yang beriman kepada kebenaran tentang hal yang mereka perselisihkan itu dengan izin-Nya. Dan Allah memberi petunjuk bagi siapa yang dikehendaki-Nya (berdasarkan kemauan dan kecenderungan masing-masing) kepada jalan lebar yang lurus. HAMKA:Adalah manusia itu umat yang satu. Lalu, Allah mengutus nabi-nabi membawa berita kesukaan dan berita ancaman. Dan, Dia turunkan bersama mereka akan kitab dengan kebenaran. Supaya (kitab itu) memberi keputusan di antara manusia dalam hal-hal yang mereka perselisihkan padanya. Dan, tidaklah berselisih tentang (kitab) itu melainkan orang-orang yang telah diberikan dia kepada mereka, sesudah datang kepada mereka keterangan-keterangan lantaran dengki di antara mereka. Maka, Allah memberikan petunjuk kepada orang-orang yang beriman, dari hal yang diperselisihkan oleh orang-orang itu dengan kebenaran atas izin-Nya. Dan, Allah memberikan petunjuk kepada barangsiapa yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus.
Kemenag RI 2019:Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) seperti (yang dialami) orang-orang terdahulu sebelum kamu. Mereka ditimpa kemelaratan, penderitaan, dan diguncang (dengan berbagai cobaan) sehingga Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya berkata, “Kapankah datang pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat.
(QS 2 : 214)
Quraish Shihab:Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepada kamu (cobaan) sebagaimana (halnya) orang-orang yang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah rasul (pesuruh Allah swt. pada waktu itu) dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah sangat dekat. HAMKA:Ataukah kamu kira bahwa kamu akan masuk ke surga, padahal belum datang kepada kamu seumpama yang pemah datang kepada orang yang telah lalu sebelum kamu; telah menimpa kepada mereka kesusahan, kecelakaan, dan di guncangkan mereka, sehingga berkatalah rasul dan orang-orang yang beriman sertanya, "Bilakah pertolongan Allah?" Ketahuilah! Sesungguhnya, pertolongan Allah itu amat dekat.
Kemenag RI 2019:Mereka bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang apa yang harus mereka infakkan. Katakanlah, “Harta apa saja yang kamu infakkan, hendaknya diperuntukkan bagi kedua orang tua, kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, dan orang yang dalam perjalanan (dan membutuhkan pertolongan).” Kebaikan apa saja yang kamu kerjakan, sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya.
(QS 2 : 215)
Quraish Shihab:Mereka bertanya kepadamu (Nabi Muhammad saw.) tentang apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: “Apa (harta yang baik) yang kamu nafkahkan, maka untuk ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan (yang memerlukan pertolongan).” Dan apa saja kebajikan yang kamu lakukan, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya. HAMKA:Mereka akan bertanya kepada engkau, "Apakah yangakan mereka belanjakan." Katakanlah, "Apa yang akan kamu belanjakan dari kebaikan ialah kepada ibu-bapak dan keluarga karib dan anak-anak yatim dan orang-orang miskin dan anak perjalanan. Dan, apa saja yang kamu perbuat dari hal kebaikan maka sesungguhnya Allah adalah mengetahuinya.
Kemenag RI 2019:Diwajibkan atasmu berperang, padahal itu kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu baik bagimu dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu buruk bagimu. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.
(QS 2 : 216)
Quraish Shihab:Diwajibkan atas kamu berperang, padahal ia (berperang itu) adalah $es uaru yang kamu benci Dan boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia baik bagi kamu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia buruk bagi kamu; Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui. HAMKA:Telah diperintahkan kepada kamu berperang, sedang dia itu tidak kamu sukai. Boleh jadi sesuatu yang tidak kamu sukai, padahal ada baiknya bagi kamu. Dan, boleh jadi kamu sukai sesuatu, padahal dia itu tidak baik bagi kamu. Dan, Allah mengetahui, sedang kamu tidaklah tahu.
Kemenag RI 2019:Mereka bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang berperang pada bulan haram. Katakanlah, “Berperang dalam bulan itu adalah (dosa) besar. Namun, menghalangi (orang) dari jalan Allah, ingkar kepada-Nya, (menghalangi orang masuk) Masjidilharam, dan mengusir penduduk dari sekitarnya, lebih besar (dosanya) dalam pandangan Allah. Fitnah (pemusyrikan dan penindasan) lebih kejam daripada pembunuhan.” Mereka tidak akan berhenti memerangi kamu sampai kamu murtad (keluar) dari agamamu jika mereka sanggup. Siapa di antara kamu yang murtad dari agamanya lalu dia mati dalam kekafiran, sia-sialah amal mereka di dunia dan akhirat. Mereka itulah penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya.
(QS 2 : 217)
Quraish Shihab:Mereka bertanya kepadamu (Nabi Muhammad saw.) tentang berperang pada bulan Haram. Katakanlah; `‘Berperang di dalamnya (bulan itu) adalah (dosa) besar; tetapi menghalang-halangi (manusia dari jalan Allah, kafir kepada Allah, (menghalang-halangi manusia masuki Masjid al-Haram dan mengusir penduduknya dari (sekitar)-nya, lebih besar (balnya dan dosanya) di sisi Allah, Dan berbuat fitnah?’ lebih besar (dosanya) daripada membunuh.” Dan mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu (kaum Muslim) sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agama kamu (kepada kekafiran), jika mereka sanggup. Dan barang siapa murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam keadaan kafir, maka mereka itulah yang sia-sia amal-amal mereka di dunia dan akhirat, dan mereka itulah para penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya. HAMKA:Mereka akan bertanya kepada engkau dari hal bulan yang mulia (tentang) berperang padanya. Katakanlah, "Berperang padanya adalah soal be.sar! Akan tetapi, menjauhkan manusia daripada jalan Allah dan kufur kepada-Nya dan Masjidil Haram serta mengusir penduduk darinya adalah lebih besar di sisi Allah, dan fitnah adalah lebih besar lagi dari pembunuhan. Dan, mereka akan selalu memerangi kamu sehingga (dapatlah) mereka mengembalikan kamu dari agama kamu, jika mereka sanggup. Dan, barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati, padahal dia telah kafir maka mereka itu telah gagallah amalan-amalan mereka di dunia dan di akhirat. Dan, mereka itu adalah penghuni neraka, mereka akan kekal di dalamnya!
Kemenag RI 2019:Sesungguhnya orang-orang yang beriman serta orang-orang yang berhijrah dan berjihad ) di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
(QS 2 : 218)
Quraish Shihab:Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad` di jalan .Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun, lagi Maha Pengasih. HAMKA:Sesungguhnya, orang-orang yang beriman dan orang-orang yang berhijrah dan berjuang pada jalan Allah, itulah orang-orang yang mengharapkan rahmat Allah. Sedang Allah adalah Maha Pengampun lagi Penyayang.
Kemenag RI 2019:Mereka bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang khamar ) dan judi. Katakanlah, “Pada keduanya terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia. (Akan tetapi,) dosa keduanya lebih besar daripada manfaatnya.” Mereka (juga) bertanya kepadamu (tentang) apa yang mereka infakkan. Katakanlah, “(Yang diinfakkan adalah) kelebihan (dari apa yang diperlukan).” Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu berpikir
(QS 2 : 219)
Quraish Shihab:Mereka bertanya kepadamu (Nabi Muhammad SAW.) tentang khamar dan judi. Katakanlah; "Pada keduanya (terdapat) dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya," Dan mereka juga bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah; ` Yang lebih dari keperluan." Demikianlah Allah menjelaskan syariatnyat-(Nya) kepada kamu supaya kamu memikirkannya. HAMKA:Mereka bertanya kepada engkau dari hal minuman keras dan perjudian. Katakanlah, "Pada keduanya itu ada dosa besar dan ada (pula) beberapa manfaat bagi manusia. Akan tetapi, dosa keduanya lebih besar dari manfaat keduanya." Dan mereka bertanya kepada engkau dari hal apa yang akan mereka belanjakan. Katakanlah, "Kelebihan dari yang perlu." Demikianlah Allah telah menjelaskan kepada kamu akan ayat-ayat, supaya kamu berpikir.
Kemenag RI 2019:tentang dunia dan akhirat. Mereka bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang anak-anak yatim. Katakanlah, “Memperbaiki keadaan mereka adalah baik.” Jika kamu mempergauli mereka, mereka adalah saudara-saudaramu. Allah mengetahui orang yang berbuat kerusakan dan yang berbuat kebaikan. Seandainya Allah menghendaki, niscaya Dia mendatangkan kesulitan kepadamu. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
(QS 2 : 220)
Quraish Shihab:tentang dunia dan akhirat. Dan mereka bertanya kepadamu (Nabi Muhammad saw.) tentang anak yatim, katakanlah: “Mengurus (urusan) mereka secara patut adalah baik, dan jika kamu mencampuri mereka (seperti dalam makanan), maka (itulah yang baik dan wajar karena mereka) adalah saudara-saudara kamu. Allah mengetahui (siapa) yang membuat kerusakan dari yang mengadakan perbaikan. Dan jika seandainya Allah menghendaki, pasti D i.i dapat mendatangkan kesulitan kepada kamu. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa, lagi Maha bijaksana. HAMKA:Di dunia dan di akhirat. Dan, mereka pun akan bertanya kepada engkau dari hal anakanak yatim. Katakanlah, "Mengatur baik-baik keadaan mereka adalah lebih baik. Dan, jika kamu bercampur-gaul dengan mereka maka mereka itu adalah saudara-saudara kamu." Dan Allah mengetahui siapa yang merusak siapa yang suka memperbaiki, sekiranya Allah menghendaki niscaya diberati-Nya kamu. Sesungguhnya, Allah adalah Mahagagah, lagi Mahabijaksana.
Kemenag RI 2019:Janganlah kamu menikahi perempuan musyrik hingga mereka beriman! Sungguh, hamba sahaya perempuan yang beriman lebih baik daripada perempuan musyrik, meskipun dia menarik hatimu. Jangan pula kamu menikahkan laki-laki musyrik (dengan perempuan yang beriman) hingga mereka beriman. Sungguh, hamba sahaya laki-laki yang beriman lebih baik daripada laki-laki musyrik meskipun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedangkan Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. (Allah) menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia agar mereka mengambil pelajaran.
(QS 2 : 221)
Quraish Shihab:Dan janganlah kamu nikahi wanita-wanita musyrik sebelum mereka beriman. Dan tentu hamba sahaya wanita mukmin lebih baik daripada wanita musyrik, walaupun dia menarik hati kamu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik laki-laki (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Dan tentu hamba sahaya lelaki mukmin lebih baik dari lelaki musyrik, walaupun dia menarik hati kamu. Mereka (orang-orang musyrik) mengajak (kamu dan anak-anak kamu) ke neraka, sedangkan Allah mengajak (kamu dan siapa pun menuju amal-amal yang dapat mengantar) ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Dia menjelaskan ayat-ayat (tanda-tanda kebesaran dan kekuasaan)-Nya kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran. HAMKA:Dan janganlah kamu kawini perempuanperempuan musyrik sehingga mereka beriman. Dan, sesungguhnya seorang hamba perempuan yang beriman lebih baik daripada perempuan (merdeka) yang musyrik, walaupun (kecantikan) menarik hatimu. Dan, janganlah kamu kawinkan orang-orang laki-laki yang musyrik sehingga mereka beriman. Dan, sesungguhnya seorang budak laki-laki yang beriman lebih baik dari seorang laki-laki musyrik, walaupun kamu tertarik padanya. Mereka itu adalah mengajak kamu kepada neraka, sedang Allah mengajak kamu kepada surga dan maghfirah, dengan izin-Nya. Dan, dijelaskan-Nya ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka ingat.
Kemenag RI 2019:Mereka bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang haid. Katakanlah, “Itu adalah suatu kotoran.” ) Maka, jauhilah para istri (dari melakukan hubungan intim) pada waktu haid dan jangan kamu dekati mereka (untuk melakukan hubungan intim) hingga mereka suci (habis masa haid). Apabila mereka benar-benar suci (setelah mandi wajib), campurilah mereka sesuai dengan (ketentuan) yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertobat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri.
(QS 2 : 222)
Quraish Shihab:Mereka bertanya kepadamu (Nabi Muhammad saw.) tentang haid. Katakanlah: “Ia adalah gangguan.” Oleh sebab itu, hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita (tidak bercampur dengannya) di waktu haid; dan janganlah kamu mendekati mereka sebelum mereka suci (mandi setelah haid berhenti). Apabila mereka telah bersuci, maka campurilah mereka di tempat yang diperintahkan Allah kepada kamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang taubat dan menyukar orang-orang yang bersungguh-sungguh menyucikan diri. HAMKA:Dan mereka bertanya kepada engkau dari hal haid. Katakanlah, "Dia itu adalah suatu gangguan!" Sebab itu, hendaklah kamu menjauhi perempuan-perempuan itu ketika dia berhaid, dan jangan mereka didekati sehingga mereka telah bersih. Maka, apabila mereka telah bersud maka bolehlah kamu menghampiri mereka sebagaimana yang telah perintahkan Allah kepada kamu. Sesungguhnya, Allah suka kepada orangorang yang bertobat, dan suka (pula) kepada orang-orang yang bersuci.
Kemenag RI 2019:Istrimu adalah ladang bagimu. ) Maka, datangilah ladangmu itu (bercampurlah dengan benar dan wajar) kapan dan bagaimana yang kamu sukai. Utamakanlah (hal yang terbaik) untuk dirimu. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu (kelak) akan menghadap kepada-Nya. Sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang mukmin.
(QS 2 : 223)
Quraish Shihab:Istri-istri kamu adalah tanah tempat kamu bercocok-tanam, maka datangilah ranah tempat bercocok-tanam kamu kapan dan bagaimana saja kamu kehendaki. Dan kedepankanlah (hubungan istri itu) untuk (kebaikan) diri kamu, serta bertakwalah kepada Allah, dan ketahuilah bahwa kamu akan menemui-Nya. Dan sampaikanlah kabar gembira (kepada) orang-orang mukmin. HAMKA:lstri-istri kamu adalah sawah ladang bagi kamu. Maka, datangilah sawah ladangmu itu sebagaimana kamu kehendaki. Dan, bersedlalah untuk diri kamu dan takwalah kepada Allah, dan ketahuilah bahwasanya kamu akan menjumpaiNya kelak, dan kabar gembiralah untuk orangorang yang beriman.
Kemenag RI 2019:Janganlah kamu jadikan (nama) Allah dalam sumpahmu sebagai penghalang dari berbuat baik, bertakwa, dan menciptakan kedamaian di antara manusia. Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
(QS 2 : 224)
Quraish Shihab:Janganlah kamu jadikan (nama) Allah dalam sumpali kamu sebagai penghalang untuk berbuat kebajikan, bertakwa, dan mengadakan isbl.iii (perbaikan) di antara manusia. Allah Maha Mendengar (sumpah kamu), lagi Maha Mengetahui (isi hari kamu). HAMKA:Dan janganlah kamu jadikan Allah sebagai penghalang bagi sumpah kamu (yang menghalangi kamu) berbuat kebajikan dan bertakwa dan mendamaikan di antara manusia. Dan, Allah adalah Maha Mendengar dan Mengetahui
Kemenag RI 2019:Allah tidak menghukummu karena sumpahmu yang tidak kamu sengaja, tetapi Dia menghukummu karena sumpah yang diniatkan oleh hatimu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun. )
(QS 2 : 225)
Quraish Shihab:Allah tidak menuntut pertanggungjawaban kamu disebabkan sumpan-sumpali kamu yang tidak dimaksudkan (untuk bersumpah), tetapi Dia menuntut pertanggungjawaban kamu disebabkan (stimp.in-sunipali kamu) yang dilakukan hati kamu. Allah Maha Pengampun, lagi Malta Penyantun. HAMKA:Tidaklah diperhitungkan oleh Allah apa yang sia-sia pada sumpah kamu. Akan tetapi, akan diperhitungkan kamu oleh apa yang diusahakan dia oleh hati kamu. Sedang Allah adalah Maha Pengampun, lagi Maha Penyayang.
Kemenag RI 2019:Orang yang meng-ila’ (bersumpah tidak mencampuri) istrinya diberi tenggang waktu empat bulan. Jika mereka kembali (mencampuri istrinya), sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
(QS 2 : 226)
Quraish Shihab:Kepada orang-orang yang meng-Ua istrinya¹`¹ diberi tangguh empat bulan (lamanya). Kemudian, jika mereka kembali (sebagai suami-istri), maka sesungguhnya Alla.li Maha Pengampun, lagi Malta Pengasih. HAMKA:Dan bagi orang-orang yang bersumpah hendak berjauh diri dari istri-istri mereka, (hendaklah) menunggu (paling lama) empat bulan. Maka, jika mereka kembali (sesudah itu) maka sesungguhnya Allah adalah Maha Pengampun, lagi Penyayang
Kemenag RI 2019:Jika mereka berketetapan hati untuk bercerai, sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
(QS 2 : 227)
Quraish Shihab:Dan jika mereka berketetapan hati untuk talak (bercerai), maka sesungguhnya Allah Maha Mendengar, lagi Maha Mengetahui. HAMKA:Dan jika mereka berazam hendak menalak maka sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Mengetahui
Kemenag RI 2019:Para istri yang diceraikan (wajib) menahan diri mereka (menunggu) tiga kali qur?’ (suci atau haid). Tidak boleh bagi mereka menyembunyikan apa yang diciptakan Allah dalam rahim mereka, jika mereka beriman kepada Allah dan hari Akhir. Suami-suami mereka lebih berhak untuk kembali kepada mereka dalam (masa) itu, jika mereka menghendaki perbaikan. Mereka (para perempuan) mempunyai hak seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang patut. Akan tetapi, para suami mempunyai kelebihan atas mereka. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
(QS 2 : 228)
Quraish Shihab:Wanita-wanita yang ditalak menunggu dengan menahan diri mereka, tiga kali quru`. Dan tidak halal bagi mereka menyembunyikan apa yang diciptakan Allah dalam rahim mereka,`: jika mereka beriman kepada Allah dan Hari Kemudian. Dati suami-suami mereka lebih berhak merujuk mereka dalam (masa menanti) itu, jika mereka (suami-suami) menghendaki islah (rujuk). Dan mereka (istri-istri) mempunyai hak yang seimbang dengan kewajiban mereka menurut cam yang yang patut, Tetapi, suami-suami memunyai (satu) derajat. (tingkatan) atas mereka. Allah Maha Perkasa, lagi Maha Bijaksana, HAMKA:Dan perempuan-perempuan yang ditalak itu hendaklah menahan diri mereka tiga kali bersih, dan tidaklah halal bagi mereka menyembunyikan apa yang dijadikan Allah di dalam peranakan-peranakan mereka jika memang mereka beriman kepada Allah dan hari yang akhir. Sedang suami mereka lebih berhak mengembalikan mereka kepada keadaan yang demikian, jika semuanya hendak mencari damai. Dan, bagi mereka adalah (hak) seumpama (kewajiban) yang atas mereka jua, dengan patut. Dan, laki-laki mempunyai derajat
atas mereka. Dan, Allah adalah Mahagagah lagi Bijaksana.
Kemenag RI 2019:Talak (yang dapat dirujuk) itu dua kali. (Setelah itu suami dapat) menahan (rujuk) dengan cara yang patut atau melepaskan (menceraikan) dengan baik. Tidak halal bagi kamu mengambil kembali sesuatu (mahar) yang telah kamu berikan kepada mereka, kecuali keduanya (suami dan istri) khawatir tidak mampu menjalankan batas-batas ketentuan Allah. Jika kamu (wali) khawatir bahwa keduanya tidak mampu menjalankan batas-batas (ketentuan) Allah, maka keduanya tidak berdosa atas bayaran yang (harus) diberikan (oleh istri) untuk menebus dirinya. ) Itulah batas-batas (ketentuan) Allah, janganlah kamu melanggarnya. Siapa yang melanggar batas-batas (ketentuan) Allah, mereka itulah orang-orang zalim.
(QS 2 : 229)
Quraish Shihab:Talak (yang dapat dirujuk) dua kali. Setelah itu (suami) boleh menahan dengan cara yang parut t rujuk lagi dengan cara yang baik) atau menceraikan tanpa boleh kembali lagi dengan cara yang baik. Tidak halal bagi kamu (suami-istri) mengambil kembali sebagian dari sesuatu yang telah kamu berikan (berupa maskawin atau hadiah-hadiah) kepada mereka (istri-istri), kecuali apabila keduanya (suami-istri) khawatir tidak akan dapat menjalankan hukum-hukum Allah. Maka, jika kamu khawatir bahwa keduanya tidak dapat menjalankan hukum-hukum Allah, maka tidak ada dosa atas keduanya rentang bayaran yang diberikan oleh (istri) untuk menebus dirinya. Itulah hukum-hukum Allah, maka janganlah kamu melanggarnya. Barang siapa melanggar hukum-hukum Allah, maka mereka itulah orang-orang zalim. HAMKA:Talak itu hanya dua kali; sesudah itu peganglah dengan sepatutnya atau lepaskan dengan yang baik. Dan, tidaklah halal bagi kamu bahwa kamu ambil dari sesuatu yang telah kamu berikan kepada mereka, kecuali jika keduanya takut bahwa keduanya tidak akan mendirikan batas batas peraturan Allah. Maka, jika kamu takut mereka berdua tidak akan mendirikan peraturan-raturan Allah maka tidaklah mengapa atas keduanya tentang apa yang ditebuskan si istri dengan dia. Demikianlah peraturan-peraturan Allah maka janganlah kamu langgar akan dia. Dan, barangsiapa yang melanggar peraturanperaturan Allah itulah orang-orang yang zalim
Kemenag RI 2019:Jika dia menceraikannya kembali (setelah talak kedua), perempuan itu tidak halal lagi baginya hingga dia menikah dengan laki-laki yang lain. Jika (suami yang lain itu) sudah menceraikannya, tidak ada dosa bagi keduanya (suami pertama dan mantan istri) untuk menikah kembali jika keduanya menduga akan dapat menjalankan hukum-hukum Allah. Itulah ketentuan-ketentuan Allah yang diterangkan-Nya kepada orang-orang yang (mau) mengetahui.
(QS 2 : 230)
Quraish Shihab:Maka, jika dia (suami) mentalak-nya (sesudah talak kedua), maka dia (bekas istrinya) tidak halal (lagi) baginya sesudah itu, hingga dia menikah dengan suami selainnya. T .alu, jika dia (suami yang baru) mencerai kanny a, maka tidak ada dosa bagi keduanya (suami penamu dengan bekas istrinya) untuk menikah kembali jika keduanya menduga akan dan.it menjalankan hukum-hukum Allah. Itulah hukum-hukum Alhn, dijelaskan-Nya kepada kaum yang (mau) mengetahui. HAMKA:Maka jika dia talak (lagi) akan dia maka tidaklah halal baginya sesudah itu, sehingga dia (perempuan) kawin dengan suami yang lain. Maka, jika ditalaknya (pula) maka tidaklah mengapa atas mereka berdua jika mereka berkembalikan1 (yaitu) jika keras sangka mereka berdua bahwa mereka akan dapat menegakkan peraturan-peraturan Allah. Dan, begitulah peraturan-peraturan Allah dinyatakan-Nya dia, untuk kaum yang (suka) mengetahui.
Kemenag RI 2019:Apabila kamu menceraikan istri(-mu), hingga (hampir) berakhir masa idahnya, ) tahanlah (rujuk) mereka dengan cara yang patut atau ceraikanlah mereka dengan cara yang patut (pula). Janganlah kamu menahan (rujuk) mereka untuk memberi kemudaratan sehingga kamu melampaui batas. Siapa yang melakukan demikian, dia sungguh telah menzalimi dirinya sendiri. Janganlah kamu jadikan ayat-ayat (hukum-hukum) Allah sebagai bahan ejekan. Ingatlah nikmat Allah kepadamu dan apa yang telah diturunkan Allah kepadamu, yaitu Kitab (Al-Qur’an) dan Hikmah (Sunah), untuk memberi pengajaran kepadamu. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
(QS 2 : 231)
Quraish Shihab:Apabila kamu mentalak istri (kamu), lalu mereka mendekati akhir masa iddah-nya, maka rujukilah mereka menurut cara yang patut atau ceraikanlah mereka dengan cara yang patut (pula). Dan janganlah kamu rujuki mereka untuk memberi kemudharatan sehingga mengakibatkan kamu melampaui batas. Dan barang siapa demikian itu, maka sungguh dia telah berbuat aniaya terhadap dirinva sendiri. Dan (Janganlah kamu jadikan hukum-hukum Allah sebagai bahan olok-olokan. Ingatlah nikmat kepada kamu, dan apa yang telah Dia turunkan kepada kamu, (yaitu) al-Kitab (Al-Quran) dan al-Hikmah (Sunnah). Dia (Allah swt.) memberi pengajaran kepada kamu dengannya (apa yang diturunkan-Nya itu). Bertakwalah kepada Allah dah ketahuilah bahwa Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. HAMKA:Dan apabila kamu menalak perempuanperempuan itu, lantas sampai janji mereka (iddah) maka rujuklah kepada mereka dengan yang patut atau lepaskan mereka dengan patut (pula), dan jangan kamu rujuk kepada mereka dengan (maksud) menyusahkan, karena kamu hendak melanggar (peraturan Allah); dan barangsiapa yang berbuat demikian, sesungguhnya dia telah menganiaya dirinya (sendiri). Dan, janganlah kamu ambil ayat-ayat Allah jadi permainan. Dan, ingatlah olehmu nikrnat Allah atas kamu dan apa yang telah Dia turunkan kepada karnu daripada kitab dan hikmah, yang telah dinasihatkan-Nya kepada kamu dengan dia. Dan, takwalah kepada Allah, dan ketahuilah bahwasanya Allah atas tiaptiap sesuatu adalah mengetahui.
Kemenag RI 2019:Apabila kamu (sudah) menceraikan istri(-mu) lalu telah sampai (habis) masa idahnya, janganlah kamu menghalangi mereka untuk menikah dengan (calon) suaminya ) apabila telah terdapat kerelaan di antara mereka dengan cara yang patut. Itulah yang dinasihatkan kepada orang-orang di antara kamu yang beriman kepada Allah dan hari Akhir. Hal itu lebih bersih bagi (jiwa)-mu dan lebih suci (bagi kehormatanmu). Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.
(QS 2 : 232)
Quraish Shihab:Apabila kamu mentalak istri-istri-linu), lalu mereka telah mencapai batas akhir `iddah) mereka, maka janganlah kamu menghalangi mereka menikahi (bakal) suami-suami mereka, apabila telah terdapat kerelaan di antara mereka menurut cara yang patut. Itulah yang dinasihatkan kepada orang-orang dj antara kamu yang beriman Kepada Allah dan Hati Kemudian. Yang demikian ini dapat lebih mengembangkan (hubungan antar) kamu dan lebih suci (bagi jiwa kamu). Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui. HAMKA:Dan apabila kamu talak perempuanperempuan itu, lalu sampai janjinya (iddahnya) maka janganlah kamu harnbat-hambat mereka akan kawin dengan suami-suami mereka, apabila telah berkesukaan di antara mereka dengan secara patut. Demikianlah yang diberi nasihat dengan dia barangsiapa di antara kamu yang beriman kepada Allah dan hari yang akhir. ltulah yang sebersih bersihnya bagi kamu dan sesuci· sucinya. Dan, Allah-lah yang mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.
Kemenag RI 2019:Ibu-ibu hendaklah menyusui anak-anaknya selama dua tahun penuh, bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Kewajiban ayah menanggung makan dan pakaian mereka dengan cara yang patut. Seseorang tidak dibebani, kecuali sesuai dengan kemampuannya. Janganlah seorang ibu dibuat menderita karena anaknya dan jangan pula ayahnya dibuat menderita karena anaknya. Ahli waris pun seperti itu pula. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) berdasarkan persetujuan dan musyawarah antara keduanya, tidak ada dosa atas keduanya. Apabila kamu ingin menyusukan anakmu (kepada orang lain), tidak ada dosa bagimu jika kamu memberikan pembayaran dengan cara yang patut. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.
(QS 2 : 233)
Quraish Shihab:Ibu ibu (hendaklah) menyusui anak-anaknya selama dua tahun penuh." (yaitu) bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan (menjadi kewajiban ayah) auis bayi yang dilahirkan untuknya memberi rezeki (makanan) dan pakaian kepada mereka (ibu-ibu) menurut cara yang parut. Seseorang tidak dibebani melainkan sesuai kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan (juga) seorang ayah karena anaknya, dan pewaris pun betke waiiban demikian, kemudian, apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahuni berdasarkan kerelaan dan permusyawaratan dari keduanya, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin menyusukan anak kamu (pada wanita lain), maka tidak ada dosa bagi kamu apabila kamu memberikan pembayaran menurut cara yang patut. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu Kerjakan. HAMKA:Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempumakan penyusuan. Dan, kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma`ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya, dan waris pun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan pennusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan, jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.
Kemenag RI 2019:Orang-orang yang mati di antara kamu dan meninggalkan istri-istri hendaklah mereka (istri-istri) menunggu dirinya (beridah) empat bulan sepuluh hari. Kemudian, apabila telah sampai (akhir) idah mereka, tidak ada dosa bagimu (wali) mengenai apa yang mereka lakukan terhadap diri mereka ) menurut cara yang patut. Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
(QS 2 : 234)
Quraish Shihab:Orang-orang yang disempurnakan usianya di dunia (meninggal dunia) di antara kamu dengan meninggalkan istri-istri, hendaklah istri-istri itu menunggu dengan menahan diri mereka (ber-‘iddah) empat bulan dan sepuluh (hari). Apabila mereka telah mencapai batas akhir (‘iddah) mereka, maka tidak ada dosa bagi kamu membiarkan mereka berbuat terhadap diri mereka menurut cara yang patut. Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan. HAMKA:Dan orang-orang yang meninggal dari antara kamu, sedang mereka meninggalkan istriistri, hendaklah istri-istri itu menahan diri mereka empat bulan sepuluh hari. Maka, apabila telah sampai janji mereka itu, tidaklah mengapa atas kamu pada apa yang mereka perbuat pada diri mereka dengan sepatutnya Dan Allah terhadap apa yang kamu kerjakan adalah sangat tahu
Kemenag RI 2019:Tidak ada dosa bagimu atas kata sindiran untuk meminang perempuan-perempuan ) atau (keinginan menikah) yang kamu sembunyikan dalam hati. Allah mengetahui bahwa kamu akan menyebut-nyebut mereka. Akan tetapi, janganlah kamu berjanji secara diam-diam untuk (menikahi) mereka, kecuali sekadar mengucapkan kata-kata yang patut (sindiran). Jangan pulalah kamu menetapkan akad nikah sebelum berakhirnya masa idah. Ketahuilah bahwa Allah mengetahui apa yang ada dalam hatimu. Maka, takutlah kepada-Nya. Ketahuilah bahwa Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun.
(QS 2 : 235)
Quraish Shihab:Dan tidak ada dosa bagi kamu meminang wanita-wanita (yang suaminya telah meninggal dan masih dalam masa ‘iddah) itu dengan sindiran atau kamu menyembunyikan (keinginan menikahi mereka) dalam hati kamu. Allah mengetahui bahwa kamu akan membicarakan mereka, tetapi janganlah kamu mengadakan janji (menikahi) mereka secara rahasia kecuali sekadar mengucapkan (kepada mereka) perkataan yang patut. Dan janganlah kamu berketetapan hati untuk berakad nikah, sebelum sampai ketetapan (menyangkut ‘iddah wanita itu) pada akhir masanya. Dan ketahuilah bahwa Allah mengetahui apa yang ada dalam hati kamu; maka takutlah kepada-Nya, dan ketahuilah bahwa Allah Maha Pengampun, lagi Maha Penyantun. HAMKA:Tidaklah dosa atas kamu dari hal peminangan perempuan yang kamu sindirkan atau apa yang kamu simpankan dalam dirimu. Allah mengetahui bahwasanya kamu akan mengenang-ngenang perempuan-perempuan itu. Akan tetapi, jangan kamu be~anji dengan mereka itu secara rahasia. Akan tetapi, hendaklah kamu katakan kata-kata yang sopan. Dan, jangan kamu tentukan ikatan nikah, sehingga sampai catatan kepada janjinya (iddah); dan ketahuilah bahwasanya Allah mengetahui apa yang ada di dalam dirimu masing-masing, sebab itu hati-hatilah terhadap-Nya. Dan, ketahuilah bahwasanya Allah adalah Maha Pengampun, lagi Penyayang.
Kemenag RI 2019:Tidak ada dosa bagimu (untuk tidak membayar mahar) jika kamu menceraikan istri-istrimu yang belum kamu sentuh (campuri) atau belum kamu tentukan maharnya. Berilah mereka mut‘ah, ) bagi yang kaya sesuai dengan kemampuannya dan bagi yang miskin sesuai dengan kemampuannya pula, sebagai pemberian dengan cara yang patut dan ketentuan bagi orang-orang yang berbuat ihsan.
(QS 2 : 236)
Quraish Shihab:Tidak ada kewajiban atas kamu (membayar mahar) jika kamu menceraikan istri-istri (kamu) selama kamu belum menyentuh (mencampuri) mereka atau mewajibkan (atas diri kamu) untuk mereka satu kewajiban (membayar mahar). Dan hendaklah kamu berikan (suatu) pemberian kepada mereka. Orang yang luas (rezekinya) menurut kemampuannya dan orang yang miskin menurut kemampuannya (pula), yaitu pemberian menurut cara yang patut. Yang demikian itu merupakan hak (ketentuan) atas orang-orang muhsin (orang yang selalu berbuat yang lebih baik). HAMKA:Tidaklah ada halangan atas kamu jika kamu menalak perempuan, selama tidak kamu sentuh mereka, atau sebelum kamu tentukan kepada mereka (mahar) yang difardhukan dan berilah mereka bekal; (yaitu) bagi orang yang berkelapangan sekadar (lapangnya), dan bagi yang berkesempitan menurut kadamya (pula), yaitu bekalan yang sepatutnya. Menjadi kewajiban bagi orang-orang yang ingin berbuat kebaikan.
Kemenag RI 2019:Jika kamu menceraikan mereka sebelum kamu sentuh (campuri), padahal kamu sudah menentukan maharnya, maka (bayarlah) separuh dari apa yang telah kamu tentukan, kecuali jika mereka atau pihak yang memiliki kewenangan nikah (suami atau wali) membebaskannya. ) Pembebasanmu itu lebih dekat pada ketakwaan. Janganlah melupakan kebaikan di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.
(QS 2 : 237)
Quraish Shihab:Jika kamu menceraikan mereka (istri-istri kamu) sebelum kamu menyentuh (mencampuri) mereka, dan sungguh kamu telah menetapkan kewajiban (atas diri kamu, yakni mahar) bagi mereka, maka (berikanlah) seperdua dari apa yang telah kamu wajibkan, kecuali jika mereka memaafkan (membebaskan) atau dimaafkan (dibebaskan atau ditambah) oleh orang yang memegang ikatan nikah (wali atau suami), dan pemaafan kamu (itu) lebih dekat kepada takwa. Dan janganlah kamu melupakan jasa keutamaan (hubungan baik) di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. HAMKA:Dan jika kamu talak mereka sebelum kamu menyentuh mereka, padahal telah kamu tentukan untuk mereka (mahar) yang difardhukan itu maka separuhlah dari apa yang kamu fardhukan itu. Kecuali jika mereka maafkan atau memberi maaf yang di tangannya terpegang ikatan nikah itu. Dan, bahwa kamu bermaafmaafan itulah dia yang lebih dekat kepada takwa. Dan, janganlah kamu lupakan kebaktian di antara kamu. Sesungguhnya, Allah terhadap apa yang kamu kerjakan adalah melihat.
Kemenag RI 2019:Peliharalah semua salat (fardu) dan salat Wus??. ) Berdirilah karena Allah (dalam salat) dengan khusyuk.
(QS 2 : 238)
Quraish Shihab:Saling peliharalah (dengan sungguh-sungguh) segala shalat dan (demikian juga) shalat wusthd (pertengahan).?? Laksanakanlah (shalat itu secara sempurna, lagi berkesinambungan dan) khusyuk karena Allah. HAMKA:Peliharalah olehmu dengan sungguhsungguh shalat-shalat itu dan shalat yang paling tengah, dan berdirilah kamu karena Allah dengan khusyu.
Kemenag RI 2019:Jika kamu berada dalam keadaan takut, salatlah dengan berjalan kaki atau berkendaraan. Lalu, apabila kamu telah aman, ingatlah Allah (salatlah) sebagaimana Dia telah mengajarkan kepadamu apa yang tidak kamu ketahui.
(QS 2 : 239)
Quraish Shihab:Maka, jika kamu dalam keadaan takut (bahaya), maka (shalatlah) sambil berjalan atau berkendaraan. Kemudian apabila kamu telah aman, maka sebutlah Allah (shalatlah), sebab Dia telah mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui. HAMKA:Tetapi jika kamu dalam ketakutan maka (kerjakanlah) dengan berjalan atau berkendaraan. Akan tetapi, apabila telah aman kamu maka sebutlah nama Allah sebagaimana yang telah Dia ajarkan kepada kamu, perkara yang (dahulunya) kamu tidak tahu.
Kemenag RI 2019:Orang-orang yang akan mati di antara kamu dan meninggalkan istri-istri hendaklah membuat wasiat untuk istri-istrinya, (yaitu) nafkah sampai setahun tanpa mengeluarkannya (dari rumah). Akan tetapi, jika mereka keluar (sendiri), tidak ada dosa bagimu mengenai hal-hal yang patut yang mereka lakukan terhadap diri mereka sendiri. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
(QS 2 : 240)
Quraish Shihab:Orang-orang yang (merasa akan) disempurnakan (usianya di dunia) di antara kamu dan meninggalkan istri-istri, hendaklah berwasiat untuk istri-istrinya, (yaitu) pemberian nafkah hingga setahun lamanya dengan tidak dipindahkan (dari rumahnya). Tetapi jika mereka pindah (sendiri), maka tidak ada dosa bagi kamu (hai wali atau waris dari yang meninggal) membiarkan mereka berbuat yang patut pada diri mereka. Allah Maha Perkasa, lagi Maha Bijaksana. HAMKA:Dan orang-orang yang meninggal dunia di antara kamu, sedangkan dia meninggalkan istriistri, hendaklah berwasiat untuk istri-istri mereka itu, yaitu supaya diberi bekal sampai setahun tidak dikeluarkan mereka. Akan tetapi, jika mereka keluar (sendiri) maka tidak salahnya atas kamu (membiarkan) apa yang mereka kerjakan pada diri mereka dari perkara yang patut. Dan, Allah adalah Mahagagah, lagi Bijaksana.
Kemenag RI 2019:Bagi istri-istri yang diceraikan terdapat hak mut‘ah dengan cara yang patut. Demikian ini adalah ketentuan bagi orang-orang yang bertakwa.
(QS 2 : 241)
Quraish Shihab:Untuk wanita-wanita yang dicerai (hendaklah diberikan oleh suaminya) mata??menurut cara yang patut, sebagai suatu kewajiban bagi orang-orang yang bertakwa. HAMKA:Dan untuk perempuan-perempuan yang ditalak, wajiblah diberi bekal menurut patutnya; kewajiban atas orang-orang yang takwa
Kemenag RI 2019:Demikianlah Allah menerangkan kepadamu ayat-ayat-Nya agar kamu mengerti.
(QS 2 : 242)
Quraish Shihab:Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat-(Nya) kepada kamu supaya kamu dapat memahami(nya). HAMKA:Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayatNya kepada kamu, supaya kamu berpikir.
Kemenag RI 2019:Tidakkah kamu memperhatikan orang-orang yang keluar dari kampung halamannya dalam jumlah ribuan karena takut mati? Lalu, Allah berfirman kepada mereka, “Matilah kamu!” Kemudian, Allah menghidupkan mereka. Sesungguhnya Allah Pemberi karunia kepada manusia, tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur.
(QS 2 : 243)
Quraish Shihab:Tidakkah kamu memperhatikan orang-orang yang keluar dari kampung halaman mereka, sedangkan mereka beribu-ribu (jumlahnya) karena takut mati; maka Allah berfirman kepada mereka: “Matilah kamu (semua),” kemudian Dia menghidupkan mereka. Sesungguhnya Allah benar-benar memiliki karunia (yang dilimpahkan-Nya) atas manusia, tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur. HAMKA:Atau tidakkah engkau perhatikan orangorang yang keluar dari kampung-kampung mereka, pad a ha I mereka beribu-ribu, karena takut mati? Maka berkatalah Allah kepada mereka, "Matilah kamu semuanya!" Kemudian Dia hidupkan mereka. Sesungguhnya, Allah adalah mempunyai karunia atas manusia, akan tetapi kebanyakan manusia tidaklah bersyukur.
Kemenag RI 2019:Berperanglah kamu di jalan Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
(QS 2 : 244)
Quraish Shihab:Berperanglah kamu di jalan Allah, dan ketahuilah bahwa Allah Maha Mendengar, lagi Maha Mengetahui. HAMKA:Dan berperanglah kamu pada jalan Allah dan ketahuilah olehmu bahwasanya Allah adalah Maha Mendengar, lagi Mengetahui.
Kemenag RI 2019:Siapakah yang mau memberi pinjaman yang baik kepada Allah? ) Dia akan melipatgandakan (pembayaran atas pinjaman itu) baginya berkali-kali lipat. Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki). Kepada-Nyalah kamu dikembalikan.
(QS 2 : 245)
Quraish Shihab:Barang siapa mau memberi kepada Allah pinjaman yang haik, maka Dia akan melipatgandakan (pembayaran pinjaman itu) kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Allah menyempitkan dan melapangkan (rewki), dan hanya kepada-Nya kamu akan dikembalikan, HAMKA:Siapakah dia, yang sudi meminjami Allah dengan pinjaman yang baik, supaya Dia gandakan untuknya dengan pergandaan yang banyak? Dan Allah menahan-nahan dan meluas-lebarkan (menghamparkan), dan kepada kepada-Nyalah kamu sekalian akan kembali.
Kemenag RI 2019:Tidakkah kamu perhatikan para pemuka Bani Israil setelah Musa wafat, (yaitu) ketika mereka berkata kepada seorang nabi mereka, “Angkatlah seorang raja untuk kami, niscaya kami berperang di jalan Allah.” Dia menjawab, “Jangan-jangan jika diwajibkan atasmu berperang, kamu tidak akan berperang juga.” Mereka menjawab, “Mengapa kami tidak akan berperang di jalan Allah, sedangkan sungguh kami telah diusir dari kampung halaman kami dan (dipisahkan dari) anak-anak kami?” ) Akan tetapi, ketika perang diwajibkan atas mereka, mereka berpaling, kecuali sebagian kecil dari mereka. Allah Maha Mengetahui orang-orang zalim.
(QS 2 : 246)
Quraish Shihab:Tidakkah kamu memperhatikan para pemuka dari Bani Israil sesudah Musa, (yaitu) ketika mereka berkata kepada seorang nabi mereka: “Angkatlah untuk kami seorang raja supaya kami berperang (di bawah pimpinannya) di jalan Allah.” Dia (nabi mereka) menjawab: “Apakah sekiranya jika nanti kamu diwajibkan berperang, kamu tidak akan berperang?” Mereka menjawab: “Mengapa kami tidak mau berperang di jalan Allah, padahal sungguh kami telah diusir dari kampung halaman kami dan (dijauhkan dari) anak-anak kami?” Maka, ketika perang diwajibkan atas mereka, mereka berpaling, kecuali sedikit di antara mereka. Dan Allah Maha Mengetahui orang-orang zalim. HAMKA:Tidakkah engkau perhatikan, dari hal pemuka-pemuka Bani lsrail sesudah Musa? Ketika mereka berkata kepada seorang nabi mereka, "Angkatlah untuk kami seorang raja, supaya kami berperang pad a jalan Allah!" Berkata dia, "Apakah tidak akan terjadi kelak, kalau diperintahkan atas kamu berperang, bahwa kamu tidak akan mau berperang?" Mereka menjawab, "Bagaimana kami tidak akan mau berperang pada jalan Allah, padahal kami telah diusir dari kampung halaman kami dan anak-anak kami." Tetapi setelah diperintahkan kepada mereka berperang, berpalinglah mereka kecuali sedikit dari antara mereka. Dan, Allah mengetahui orang-orang yang aniaya.
Kemenag RI 2019:Nabi mereka berkata kepada mereka, “Sesungguhnya Allah telah mengangkat Talut menjadi rajamu.” Mereka menjawab, “Bagaimana (mungkin) dia memperoleh kerajaan (kekuasaan) atas kami, sedangkan kami lebih berhak atas kerajaan itu daripadanya dan dia tidak diberi kekayaan yang banyak?” (Nabi mereka) menjawab, “Sesungguhnya Allah telah memilihnya (menjadi raja) kamu dan memberikan kepadanya kelebihan ilmu dan fisik.” Allah menganugerahkan kerajaan-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki. Allah Maha Luas (kekuasaan dan rezeki-Nya) lagi Maha Mengetahui.
(QS 2 : 247)
Quraish Shihab:Nabi mereka mengatakan pada mereka: “Sesungguhnya Allah benar-benar telah mengutus untuk kamu Thalut menjadi raja.” Mereka menjawab: “Bagaimana (mungkin) dia memunyai wewenang memerintah kami padahal kami lebih berhak (mengendalikan) pemerintahan daripadanya, sedangkan dia (pun) tidak diberi kelapangan dalam harta?” (Nabi mereka) berkata: “Sesungguhnya Allah telah memilihnya atas kamu dan melebihkan untuknya keluasan dalam ilmu dan (keperkasaan) jasmani.” Allah memberikan kekuasaan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Luas (kekuasaan, keagungan dan rezeki-Nya), lagi Maha Mengetahui. HAMKA:Dan berkatalah kepada mereka nabi mereka itu, "Sesungguhnya, Allah telah melantik untuk kamu Thalut menjadi raja." Mereka ber· kata, "Adakah patut dia berkuasa atas kami, padahal kami lebih berhak dengan kekuasaan itu daripadanya. Sedang dia tidak diberi kemampuan dan harta." Berkata dia, "Sesungguhnya, Allah telah memilih dia atas kamu dan telah melebihkannya keluasan daripada pengetahuan dan tubuh." Dan Allah memberikan kerajaan-Nya kepada barangsiapa yang Dia kehendaki. Dan, Allah adalah Mahaluas, lagi Mengetahui.
Kemenag RI 2019:Nabi mereka berkata kepada mereka, “Sesungguhnya tanda kerajaannya ialah datangnya Tabut ) kepadamu yang di dalamnya terdapat ketenangan dari Tuhanmu dan sisa dari apa yang ditinggalkan oleh keluarga Musa dan keluarga Harun yang dibawa oleh para malaikat. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagimu jika kamu orang-orang mukmin.
(QS 2 : 248)
Quraish Shihab:Nabi mereka mengatakan kepada mereka: “Sesungguhnya tanda kekuasaan (kerajaannya), ialah datang-nya Tabut kepada kamu, di dalamnya terdapat ketenangan dari Tuhan Pemelihara kamu dan sisa dari apa yang ditinggalkan oleh keluarga Musa dan keluarga Harun. (Tabut itu) dibawa oleh malaikat. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran dan kekuasaan Allah swt.) bagi kamu, jika kamu orang-orang mukmin. HAMKA:Dan berkata kepada mereka nabi mereka, "Sesungguhnya, tanda kerajaannya ialah bahwa akan datang kepada kamu tabut itu. Di dalamnya ada sesuatu yang menenteramkan hati dari Tuhan kamu, dan sisa dari apa yang ditinggalkan oleh keluarga Musa dan keluarga Harun, yang dipikul akan dia oleh Malaikat." Sesungguhnya, pada yang demikian itu adalah tanda bagi kamu, jika sungguh kamu orang yang beriman.
Kemenag RI 2019:Maka, ketika Talut keluar membawa bala tentara(-nya), dia berkata, “Sesungguhnya Allah akan mengujimu dengan sebuah sungai. Maka, siapa yang meminum (airnya), sesungguhnya dia tidak termasuk (golongan)-ku. Siapa yang tidak meminumnya, sesungguhnya dia termasuk (golongan)-ku kecuali menciduk seciduk dengan tangan.” Akan tetapi, mereka meminumnya kecuali sebagian kecil di antara mereka. Ketika dia (Talut) dan orang-orang yang beriman bersamanya menyeberangi sungai itu, mereka berkata, “Kami tidak kuat lagi pada hari ini melawan Jalut dan bala tentaranya.” Mereka yang meyakini bahwa mereka akan menemui Allah berkata, “Betapa banyak kelompok kecil mengalahkan kelompok besar dengan izin Allah.” Allah bersama orang-orang yang sabar.
(QS 2 : 249)
Quraish Shihab:Maka, ketika Thalut keluar membawa bala tentaranya, dia berkata: “Sesungguhnya Allah akan menguji kamu dengan (suatu) sungai. Maka, barang siapa meminum (air) darinya, maka sesungguhnya dia bukanlah dari (kelompok)-ku. Dan barang siapa tidak meminumnya, maka sesungguhnya dia dari (kelompok)-ku, kecuali yang menciduknya seciduk dengan tangannya.” Maka, mereka meminum darinya kecuali sedikit di antara mereka. Maka, ketika dia (Thalut) dan orang-orang beriman yang bersamanya telah menyeberanginya (sungai itu), mereka berkata: “Tidak ada kesanggupan kami hari (ini) menghadapi Jalut dan bala tentaranya.” Orang-orang yang menduga (keras) bahwa mereka akan menemui Allah (dan ganjaran-Nya) berkata: “Berapa banyak (terjadi), golongan yang sedikit mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah. Dan Allah bersama orang-orang sabar.” HAMKA:Maka tatkala telah berangkat Thalut dengan tentaranya, berkatalah dia, "Sesungguhnya, Allah akan mengujimu dengan satu sungai. Maka, barangsiapa yang minum darinya, tidaklah dia dari golonganku. Dan, barangsiapa yang tidak mengecapnya, sesungguhnya dia itulah dari golonganku kecuali barangsiapa yang menceduk satu cedukan dengan tangannya." Maka, minumlah mereka darinya kecuali sedikit dari antara mereka. Maka, setelah mereka menyeberanginya, dia dan orang-orang yang beriman sertanya, berkatalah mereka, "Sesungguhnya, tidaklah ada kesanggupan bagi kami hari ini terhadap Jalut dan tentaranya." Berkata orangorang yang percaya bahwa mereka akan menemui Allah, "Berapa banyak golongan yang sedikit mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah?" Dan sesungguhnya Allah adalah beserta orang-orang yang sabar.
Kemenag RI 2019:Ketika mereka maju melawan Jalut dan bala tentaranya, mereka berdoa, “Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami, kukuhkanlah langkah kami, dan menangkanlah kami atas kaum yang kafir.”
(QS 2 : 250)
Quraish Shihab:Ketika mereka menghadapi Jalut dan bala tentaranya, mereka (Thalut dan balatentaranya) berdoa: “Tuhan Pemelihara kami! Tuangkanlah kesabaran atas (diri) kami, dan kokohkanlah kaki (dan jiwa) kami dan menangkanlah kami terhadap orang-orang kafir.” HAMKA:Dan tatkala mereka berhadap-hadapan dengan Jalut dan tentaranya itu berkatalah mereka, "Ya, Tuhan kami! Tumpahkanlah kepada kami kesabaran dan teguhkanlah kaki kami, dan tolonglah kami di dalam menghadapi kaum yang kafir.
Kemenag RI 2019:Mereka (tentara Talut) mengalahkan tentara Jalut dengan izin Allah dan Daud membunuh Jalut. Kemudian, Allah menganugerahinya (Daud) kerajaan dan hikmah (kenabian); Dia (juga) mengajarinya apa yang Dia kehendaki. Seandainya Allah tidak menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain, niscaya rusaklah bumi ini. Akan tetapi, Allah mempunyai karunia (yang dilimpahkan-Nya) atas seluruh alam.
(QS 2 : 251)
Quraish Shihab:Mereka (tentara Thalut) mengalahkan bala tentara Jalut dengan izin Allah dan Daud membunuh Jalut, kemudian Allah menganugerahkan kepadanya kekuasaan (kerajaan) dan hikmah, dan Dia mengajarkan kepadanya apa yang dikehendaki-Nya. Dan jika seandainya Allah tidak menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain, pasti rusaklah bumi (ini). Tetapi, Allah memiliki karunia (yang dicurahkan) atas seluruh alam. HAMKA:Maka dapatlah mereka mengalahkan mereka itu dengan izin Allah, seraya membunuhlah Dawud akan Jalut, dan diberikan Allah kepadanya kerajaan dan hikmah, dan diajarkanNya kepadanya apa yang Dia kehendaki. Dan, kalau bukanlah ada pertahanan Allah terhadap manusia, yang sebagian mereka dengan yang sebagian, sesungguhnya telah rusaklah bumi. Akan tetapi, Allah mempunyai karunia atas seluruh alam.
Kemenag RI 2019:Itulah ayat-ayat Allah. Kami membacakannya kepadamu (Nabi Muhammad) dengan benar. Sesungguhnya engkau benar-benar termasuk di antara para rasul.
(QS 2 : 252)
Quraish Shihab:Itulah ayat-ayat Allah. Kami membacakannya (mewahyukannya) kepadamu (Nabi Muhammad saw.) dengan haq (benar) dan sesungguhnya engkau benar-benar seorang di antara para rasul yang diutus. HAMKA:Yang demikian itu adalah ayat-ayat Allah. Kami ceritakan dia kepada engkau dengan benar. Dan, sesungguhnya, engkau adalah seorang di antara orang-orang yang diutus.