Juz 3


[Halaman 42]

تِلْكَ الرُّسُلُ فَضَّلْنَا بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ ۘ مِنْهُمْ مَنْ كَلَّمَ اللَّهُ ۖ وَرَفَعَ بَعْضَهُمْ دَرَجَاتٍ ۚ وَآتَيْنَا عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ الْبَيِّنَاتِ وَأَيَّدْنَاهُ بِرُوحِ الْقُدُسِ ۗ وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ مَا اقْتَتَلَ الَّذِينَ مِنْ بَعْدِهِمْ مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَتْهُمُ الْبَيِّنَاتُ وَلَٰكِنِ اخْتَلَفُوا فَمِنْهُمْ مَنْ آمَنَ وَمِنْهُمْ مَنْ كَفَرَ ۚ وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ مَا اقْتَتَلُوا وَلَٰكِنَّ اللَّهَ يَفْعَلُ مَا يُرِيدُ

Kemenag RI 2019: Para rasul itu Kami lebihkan sebagian mereka atas sebagian (yang lain). Di antara mereka ada yang Allah berbicara (langsung) dengannya dan sebagian lagi Dia tinggikan beberapa derajat. Kami telah menganugerahkan kepada Isa putra Maryam bukti-bukti yang sangat jelas (mukjizat) dan Kami memperkuat dia dengan Ruhulkudus (Jibril). Seandainya Allah menghendaki, niscaya orang-orang setelah mereka tidak akan saling membunuh setelah bukti-bukti sampai kepada mereka. Akan tetapi, mereka berselisih sehingga ada di antara mereka yang beriman dan ada (pula) yang kufur. Andaikata Allah menghendaki, tidaklah mereka saling membunuh. Namun, Allah melakukan apa yang Dia kehendaki. (QS 2 : 253)
Quraish Shihab: Para rasul itu Kami lebihkan sebagian (dari) mereka atas sebagian (yang lain). Di antara mereka ada yang Allah berkata-kata (langsung dengan dia) dan sebagian dari mereka Dia meninggikannya (beberapa) derajat. Dan Kami telah menganugerahkan kepada ‘Isa putra Maryam bukti-bukti yang sangat jelas (mukjizat) serta Kami kukuhkan dia dengan Ruhul Qudus (Malaikat Jibril as.) Dan jika seandainya Allah menghendaki, (pasti) tidaklah saling membunuh orang-orang yang (datang) sesudah mereka (para rasul itu), setelah datang kepada mereka bukti-bukti yang sangat jelas (itu), tetapi mereka berselisih. Maka, ada di antara mereka yang beriman dan ada (pula) di antara mereka yang kafir. Dan jika seandainya Allah menghendaki, tidaklah mereka saling membunuh, tetapi Allah berbuat apa yang dikehendaki-Nya.
HAMKA: Rasul-rasul itu, Kami lebihkan sebagian mereka dari sebagian; di antara mereka ada yang berkata-kata Allah kepadanya dan Dia tinggikan derajat setengah mereka, dan telah Kami berikan beberapa keterangan kepada Isa anak Maryam dan Kami sokong dia dengan Ruhul Qudus; dan kalau Allah menghendaki tidaklah berbunuh-bunuhan orang-orang yang sesudah mereka, akan tetapi mereka telah berselisih sesudah datang kepada mereka keterangan-keterangan itu. Maka, di antara mereka ada yang beriman dan di antara mereka ada yang kufur. Dan, jikalau Allah menghendaki, niscaya tidaklah mereka akan berbunuh-bunuhan. Akan tetapi, Allah berbuat apa yang Dia kehendaki.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَنْفِقُوا مِمَّا رَزَقْنَاكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ يَوْمٌ لَا بَيْعٌ فِيهِ وَلَا خُلَّةٌ وَلَا شَفَاعَةٌ ۗ وَالْكَافِرُونَ هُمُ الظَّالِمُونَ

Kemenag RI 2019: Wahai orang-orang yang beriman, infakkanlah sebagian dari rezeki yang telah Kami anugerahkan kepadamu sebelum datang hari (Kiamat) yang tidak ada (lagi) jual beli padanya (hari itu), tidak ada juga persahabatan yang akrab, dan tidak ada pula syafaat. Orang-orang kafir itulah orang-orang zalim. (QS 2 : 254)
Quraish Shihab: Hai orang-orang yang beriman! Nafkahkanlah (di jalan Allah swt.), sebagian dari rezeki yang telah Kami anugerahkan kepada kamu sebelum datang hari (Kiamat) yang tidak ada (lagi) jual beli padanya (di hari itu), dan tidak ada (lagi) persahabatan yang akrab, dan tidak ada lagi syafaat. Dan orang-orang kafir itulah orang-orang zalim.
HAMKA: Wahai, orang-orang yang beriman! Belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami karuniakan kepada kamu sebelum datang kepada kamu suatu hari, yang tidak ada perdagangan padanya, dan tidak ada persahabatan dan tidak ada syafaat; dan orang-orang yang kafir itulah orang-orang yang zalim.

اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ۖ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

Kemenag RI 2019: Allah, tidak ada tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak dilanda oleh kantuk dan tidak (pula) oleh tidur. Milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun dari ilmu-Nya, kecuali apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya (ilmu dan kekuasaan-Nya) meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dialah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung. (QS 2 : 255)
Quraish Shihab: Allah, tidakadaTuhan (YangKuasa dan berhak disembah) melainkan Dia, Yang Maha Hidup, Maha Kekal, lagi terus-menerus mengurus makhluk-Nya. Dia tidak dikalahkan oleh kantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang di langit dan apa yang di bumi, tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya; Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui sesuatu dari ilmu-Nya melainkan apa yang dikehendaki-Nya; Kursi (ilmu/ kekuasaan)-Nya meliputi langit dan bumi. Dia tidak lelah memelihara keduanya dan Dia Maha Tinggi, lagi Maha Agung.”
HAMKA: Tuhan Allah tldak ada Tuhan melainkan Dia, Yang Hidup, Yang berdiri sendiri-Nya. Dia tidak dihampiri oleh kantuk dan tidak (pula) oleh tidur. Kepunyaan-Nya apa yang ada di semua langit dan apa yang di bumi. Siapa yang akan memohonkan syafaat di sisi-Nya kalau bukan dengan izin-Nya? Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka, sedang mereka tidaklah meliputi sesuatu jua pun dari ilmu-Nya, kecuali apa yang Dia kehendaki. Meliputi penge tahuan-Nya akan semua langit dan bumi, dan tidaklah memberati-Nya memeliharanya kedua nya; dan Dia adalah Mahatinggi lagi Mahaagung.

لَا إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ ۖ قَدْ تَبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ ۚ فَمَنْ يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِنْ بِاللَّهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَىٰ لَا انْفِصَامَ لَهَا ۗ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Kemenag RI 2019: Tidak ada paksaan dalam (menganut) agama (Islam). Sungguh, telah jelas jalan yang benar dari jalan yang sesat. Siapa yang ingkar kepada tagut ) dan beriman kepada Allah sungguh telah berpegang teguh pada tali yang sangat kuat yang tidak akan putus. Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS 2 : 256)
Quraish Shihab: Tidak ada paksaan untuk (menganut) agama (Islam); sungguh telah jelas jalan yang benar dari jalan yang sesat. Karena itu, barang siapa ingkar kepada thaghut dan beriman kepada Allah, maka sungguh dia telah berpegang teguh kepada gantungan tali yang sangat kuat yang tidak akan putus. Allah Maha Mendengar, lagi Maha Mengetahui.
HAMKA: Tidak ada paksaan dalam agama. Telah nyata kebenaran dan kesesatan. Maka, barangsiapa yang menolak segala pelanggaran besar dan beriman kepada Allah maka sesungguhnya telah berpeganglah dia dengan tali yang amat teguh, yang tidak akan putus selama-lamanya. Dan Allah adalah Maha Mendengar, lagi Mengetahui.

[Halaman 43]

اللَّهُ وَلِيُّ الَّذِينَ آمَنُوا يُخْرِجُهُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ ۖ وَالَّذِينَ كَفَرُوا أَوْلِيَاؤُهُمُ الطَّاغُوتُ يُخْرِجُونَهُمْ مِنَ النُّورِ إِلَى الظُّلُمَاتِ ۗ أُولَٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

Kemenag RI 2019: Allah adalah pelindung orang-orang yang beriman. Dia mengeluarkan mereka dari aneka kegelapan menuju cahaya (iman). Sedangkan orang-orang yang kufur, pelindung-pelindung mereka adalah tagut. Mereka (tagut) mengeluarkan mereka (orang-orang kafir itu) dari cahaya menuju aneka kegelapan. Mereka itulah para penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya. (QS 2 : 257)
Quraish Shihab: Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia (terus-menerus) mengeluarkan mereka dari aneka kegelapan kepada cahaya terang-benderang (iman). Dan orang-orang yang kafir, para pelindung mereka adalah thaghut, semua (terus-menerus) mengeluarkan mereka dari cahaya terang-benderang kepada aneka kegelapan (kekafiran). Mereka itulah para penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.
HAMKA: Allah-lah Pemimpin bagi orang-orang yang beriman. Dia mengeluarkan mereka dari gelap gulita kepada terang benderang. Akan tetapi, orang-orang yang tidak mau percaya. Pemimpin mereka ialah pelanggar-pelanggar batas. Mereka itu akan mengeluarkan mereka dari cahaya terang kepada gelap gullta. Mereka itulah ahli neraka. Mereka akan kekal padanya.

أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِي حَاجَّ إِبْرَاهِيمَ فِي رَبِّهِ أَنْ آتَاهُ اللَّهُ الْمُلْكَ إِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّيَ الَّذِي يُحْيِي وَيُمِيتُ قَالَ أَنَا أُحْيِي وَأُمِيتُ ۖ قَالَ إِبْرَاهِيمُ فَإِنَّ اللَّهَ يَأْتِي بِالشَّمْسِ مِنَ الْمَشْرِقِ فَأْتِ بِهَا مِنَ الْمَغْرِبِ فَبُهِتَ الَّذِي كَفَرَ ۗ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ

Kemenag RI 2019: Tidakkah kamu memperhatikan orang yang mendebat Ibrahim mengenai Tuhannya karena Allah telah menganugerahkan kepadanya (orang itu) kerajaan (kekuasaan), (yakni) ketika Ibrahim berkata, “Tuhankulah yang menghidupkan dan mematikan.” (Orang itu) berkata, “Aku (pun) dapat menghidupkan dan mematikan.” Ibrahim berkata, “Kalau begitu, sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur. Maka, terbitkanlah ia dari barat.” Akhirnya, bingunglah orang yang kufur itu. Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang zalim. (QS 2 : 258)
Quraish Shihab: Tidakkah kamu memperhatikan orang yang mendebat Ibrahim tentang Tuhan Pemeliharanya (Allah swt.) karena Allah telah menganugerahkan kepadanya (orang itu) kekuasaan. Ketika Ibrahim mengatakan: “Tuhan Pemeliharaku ialah Yang menghidupkan dan mematikan.” (Orang itu) berkata: “Aku (juga) dapat menghidupkan (membiarkan hidup) dan mematikan (membunuh).” Ibrahim berkata: “Maka, (kalau demikian) sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah ia dari barat!” lalu heran terdiamlah orang yang kafir (itu); Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang zalim.
HAMKA: Atau tidakkah engkau pikirkan dari hal orang yang membantah Ibrahim tentang Tuhannya? Lantaran Allah telah memberikan kerajaan kepadanya?Tatkala Ibrahim berkata, "Tuhankulah yang menghidupkan dan mematikan." Dia berkata, "Akulah yang menghidupkan dan mematikan." Berkata Ibrahim, "Maka sesungguhnya Allah mendatangkan matahari dari timur maka cobalah datangkan matahari itu dari barat!" Maka terdiamlah orang yang kafir itu. Dan, Allah tidaklah akan memberi petunjuk kepada kaum yang zalim!

أَوْ كَالَّذِي مَرَّ عَلَىٰ قَرْيَةٍ وَهِيَ خَاوِيَةٌ عَلَىٰ عُرُوشِهَا قَالَ أَنَّىٰ يُحْيِي هَٰذِهِ اللَّهُ بَعْدَ مَوْتِهَا ۖ فَأَمَاتَهُ اللَّهُ مِائَةَ عَامٍ ثُمَّ بَعَثَهُ ۖ قَالَ كَمْ لَبِثْتَ ۖ قَالَ لَبِثْتُ يَوْمًا أَوْ بَعْضَ يَوْمٍ ۖ قَالَ بَلْ لَبِثْتَ مِائَةَ عَامٍ فَانْظُرْ إِلَىٰ طَعَامِكَ وَشَرَابِكَ لَمْ يَتَسَنَّهْ ۖ وَانْظُرْ إِلَىٰ حِمَارِكَ وَلِنَجْعَلَكَ آيَةً لِلنَّاسِ ۖ وَانْظُرْ إِلَى الْعِظَامِ كَيْفَ نُنْشِزُهَا ثُمَّ نَكْسُوهَا لَحْمًا ۚ فَلَمَّا تَبَيَّنَ لَهُ قَالَ أَعْلَمُ أَنَّ اللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Kemenag RI 2019: Atau, seperti orang yang melewati suatu negeri yang (bangunan-bangunannya) telah roboh menutupi (reruntuhan) atap-atapnya. Dia berkata, “Bagaimana Allah menghidupkan kembali (negeri) ini setelah kehancurannya?” Lalu, Allah mematikannya selama seratus tahun, kemudian membangkitkannya (kembali). Dia (Allah) bertanya, “Berapa lama engkau tinggal (di sini)?” Dia menjawab, “Aku tinggal (di sini) sehari atau setengah hari.” Allah berfirman, “Sebenarnya engkau telah tinggal selama seratus tahun. Lihatlah makanan dan minumanmu yang belum berubah, (tetapi) lihatlah keledaimu (yang telah menjadi tulang-belulang) dan Kami akan menjadikanmu sebagai tanda (kekuasaan Kami) bagi manusia. Lihatlah tulang-belulang (keledai itu), bagaimana Kami menyusunnya kembali, kemudian Kami membalutnya dengan daging (sehingga hidup kembali).” Maka, ketika telah nyata baginya, dia pun berkata, “Aku mengetahui bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” ) (QS 2 : 259)
Quraish Shihab: Atau (tidakkah kamu memperhatikan) orang yang melalui suatu negeri yang (temboknya) telah roboh menutupi atapnya. Dia (orang itu) berkata: “Bagaimana Allah menghidupkan kembali (negeri) ini setelah hancur?” Maka, Allah mematikannya (orang itu) seratus tahun, kemudian membangkitkannya (kembali). Dia (Allah swt.) bertanya: “Berapa (lama) engkau tinggal (di sini)?” Dia (orang itu) menjawab: “Aku telah tinggal (di sini) sehari atau setengah hari.” Dia berfirman: “Sebenarnya engkau telah tinggal (di sini) seratus tahun (lamanya), maka lihatlah kepada makanan dan minumanmu yang belum lagi berubah, dan lihatlah kepada keledaimu (yang telah menjadi tulang belulang) dan Kami akan menjadikanmu tanda (kekuasaan Kami) bagi manusia; dan lihatlah kepada tulang belulang (keledai itu), bagaimana Kami menyusunnya kembali, kemudian Kami membalutnya dengan daging.” Maka, ketika telah nyata kepadanya (bagaimana Allah swt. menghidupkan yang telah mati), dia (orang itu pun) berkata: “Aku tahu bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.”
HAMKA: Atau seperti seorang yang pemah melalui sebuah negeri, sedangkan negeri itu telah runtuh bangunan-bangunannya. Dia berkata, "Bagai manakah agaknya · kelak Allah akan menghidup kannya sesudah matinya?" Maka dimatikanlah dia oleh Allah seratus tahun, kemudian itu Dia bangkitkan kembali. Bertanya Dia, "Berapa lamanya engkau telah terdiam?" Dia menjawab, "Aku telah berdiam sehari atau sebagian hari." Berfirman Dia, "Bahkan engkau telah berdiam seratus tahun. Maka, lihatlah kepada makananmu dan minumanmu itu, tidaklah dia berubah. Dan, lihatlah kepada keledaimu! Dan oleh karena Kami hendak menjadikan engkau suatu tanda bagi manusia. Dan, lihatlah kepada tulang-tulang itu, betapa Kami membangkitkannya kembali, kemudian Kami pakaikan kepadanya daging." Maka tatkala telah jelas kepadanya, berkatalah dia, "Tahulah aku (sekarang) bahwasanya Allah atas tiap-tiap sesuatu adalah Mahakuasa."

[Halaman 44]

وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ أَرِنِي كَيْفَ تُحْيِي الْمَوْتَىٰ ۖ قَالَ أَوَلَمْ تُؤْمِنْ ۖ قَالَ بَلَىٰ وَلَٰكِنْ لِيَطْمَئِنَّ قَلْبِي ۖ قَالَ فَخُذْ أَرْبَعَةً مِنَ الطَّيْرِ فَصُرْهُنَّ إِلَيْكَ ثُمَّ اجْعَلْ عَلَىٰ كُلِّ جَبَلٍ مِنْهُنَّ جُزْءًا ثُمَّ ادْعُهُنَّ يَأْتِينَكَ سَعْيًا ۚ وَاعْلَمْ أَنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

Kemenag RI 2019: (Ingatlah) ketika Ibrahim berkata, “Ya Tuhanku, perlihatkanlah kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan orang-orang mati.” Dia (Allah) berfirman, “Belum percayakah engkau?” Dia (Ibrahim) menjawab, “Aku percaya, tetapi agar hatiku tenang.” Dia (Allah) berfirman, “Kalau begitu, ambillah empat ekor burung, lalu dekatkanlah kepadamu (potong-potonglah). Kemudian, letakkanlah di atas setiap bukit satu bagian dari tiap-tiap burung. Selanjutnya, panggillah mereka, niscaya mereka datang kepadamu dengan segera.” Ketahuilah bahwa Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. ) (QS 2 : 260)
Quraish Shihab: Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berkata: “Tuhan Pemeliharaku, perlihatkanlah kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan yang mati!” Dia berfirman: “Belum percayakah engkau?” (Nabi Ibrahim as.) menjawab: “Aku telah percaya, tetapi supaya hatiku mantap.” Dia berfirman: “(Kalau demikian), maka ambillah empat ekor unggas, lalu dekatkan mereka kepadamu kemudian cincanglah mereka. Lalu, lemparkan di atas setiap bukit (satu) bagian darinya, kemudian panggillah mereka, (niscaya) mereka datang kepadamu dengan segera. Dan ketahuilah bahwa Allah Maha Perkasa, lagi Maha Bijaksana.
HAMKA: Dan ingatlah tatkala berkata Ibrahim, "Ya, Tuhanku! Perlihatkanlah kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan orang yang telah mati." Berfirman Dia, "Apakah engkau tidak percaya?" Berkata dia, "Sekali-kali bukan begitu, tetapi untuk menetapkan hatiku." Berfirman Dia, "Kalau begitu, ambillah empat ekor burung dan jinakkan lah dia kepada dirimu kemudian letakkanlah di atas tiap-tiap gunung darinya sebagian-sebagian, kemudian itu panggillah mereka, niscaya mereka akan datang kepada engkau dengan segera.' Dan ketahuilah bahwasanya Allah adalah Mahagagah, lagi Mahabijaksana.

مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

Kemenag RI 2019: Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah seperti (orang-orang yang menabur) sebutir biji (benih) yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan (pahala) bagi siapa yang Dia kehendaki. Allah Maha Luas lagi Maha Mengetahui. (QS 2 : 261)
Quraish Shihab: Perumpamaan orang-orang yang menafkahkan harta mereka di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada setiap bulir seratus biji. Allah (terus-menerus) melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya), lagi Maha Mengetahui.
HAMKA: Perumpamaan orang-orang yang mem belanjakan harta benda mereka pada jalan Allah adalah laksana satu biji menumbuhkan tujuh arai; pada tiap-tiap satu arai ada seratus biji. Dan, Allah akan menggandakan (pahala) kepada barang siapa yang dikehendaki-Nya dan Allah adalah Mahaluas, lagi Mengetahui.

الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ثُمَّ لَا يُتْبِعُونَ مَا أَنْفَقُوا مَنًّا وَلَا أَذًى ۙ لَهُمْ أَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

Kemenag RI 2019: Orang-orang yang menginfakkan harta mereka di jalan Allah, kemudian tidak mengiringi apa yang mereka infakkan itu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan penerima), bagi mereka pahala di sisi Tuhan mereka. Tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih. (QS 2 : 262)
Quraish Shihab: Orang-orang yang menafkahkan harta mereka di jalan Allah, kemudian mereka tidak mengiringi apa yang dinafkahkannya dengan menyebut-nyebut pemberiannya, dan tidak (pula) menyakiti (perasaan si penerima), bagi mereka ganjaran mereka di sisi Tuhan Pemelihara mereka. Tidak ada rasa takut menimpa mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.
HAMKA: Orang-orang yang membelanjakan harta benda mereka pada jalan Allah kemudian itu tidak mereka iringkan apa yang telah mereka belanjakan itu dengan membangkit-bangkit dan tidak dengan menyakiti; untuk mereka pahala di sisi Tuhan mereka, dan tidak ada ketakutan atas mereka dan tidaklah mereka akan berduka cita.

قَوْلٌ مَعْرُوفٌ وَمَغْفِرَةٌ خَيْرٌ مِنْ صَدَقَةٍ يَتْبَعُهَا أَذًى ۗ وَاللَّهُ غَنِيٌّ حَلِيمٌ

Kemenag RI 2019: Perkataan yang baik dan pemberian maaf itu lebih baik daripada sedekah yang diiringi tindakan yang menyakiti. Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun. (QS 2 : 263)
Quraish Shihab: Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik daripada sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan si penerima). Allah Maha Kaya, lagi Maha Penyantun.
HAMKA: Suatu kata-kata yang patut dan menutup ( rahasia) lebih baik daripada sedekah yang diiringi dengan menyakiti; dan Allah adalah Mahakaya, lagi Mahasabar.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُبْطِلُوا صَدَقَاتِكُمْ بِالْمَنِّ وَالْأَذَىٰ كَالَّذِي يُنْفِقُ مَالَهُ رِئَاءَ النَّاسِ وَلَا يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۖ فَمَثَلُهُ كَمَثَلِ صَفْوَانٍ عَلَيْهِ تُرَابٌ فَأَصَابَهُ وَابِلٌ فَتَرَكَهُ صَلْدًا ۖ لَا يَقْدِرُونَ عَلَىٰ شَيْءٍ مِمَّا كَسَبُوا ۗ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ

Kemenag RI 2019: Wahai orang-orang yang beriman, jangan membatalkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan penerima), seperti orang yang menginfakkan hartanya karena riya (pamer) kepada manusia, sedangkan dia tidak beriman kepada Allah dan hari Akhir. Perumpamaannya (orang itu) seperti batu licin yang di atasnya ada debu, lalu batu itu diguyur hujan lebat sehingga tinggallah (batu) itu licin kembali. Mereka tidak menguasai sesuatu pun dari apa yang mereka usahakan. Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum kafir. (QS 2 : 264)
Quraish Shihab: Hai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menghapus (ganjaran) sedekah-sedekah kamu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena ingin dilihat manusia (pamrih) dan dia tidak beriman kepada Allah dan Hari Kemudian. Maka, (keadaan orang itu) adalah seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, lalu (batu itu) ditimpa hujan lebat, maka menjadilah ia bersih (tidak bertanah/berdebu). Mereka tidak menguasai sesuatu (pun) dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum kafir.
HAMKA: Wahai, orang-orang yang beriman! Jangan lah kamu rusakkan sedekah kamu dengan mem bangkit-bangkit dan menyakiti, sebagaimana orang yang membelanjakan hartanya dalam ke adaan riya terhadap manusia, dan tidak dia ber iman kepada Allah dan Hari Kemudian. Perumpa maan orang ini adalah laksana satu batu tandus yang di atasnya ada tanah-debu, lalu dia ditimpa oleh hujan lebat maka jadilah dia Hein. Tidak lah mereka berdaya sesuatu pun atas apa yang telah mereka usahakan itu. Dan, Allah tidaklah memberfkan petunjuk kepada orang yang kafir.

[Halaman 45]

وَمَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمُ ابْتِغَاءَ مَرْضَاتِ اللَّهِ وَتَثْبِيتًا مِنْ أَنْفُسِهِمْ كَمَثَلِ جَنَّةٍ بِرَبْوَةٍ أَصَابَهَا وَابِلٌ فَآتَتْ أُكُلَهَا ضِعْفَيْنِ فَإِنْ لَمْ يُصِبْهَا وَابِلٌ فَطَلٌّ ۗ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

Kemenag RI 2019: Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan harta mereka untuk mencari rida Allah dan memperteguh jiwa mereka adalah seperti sebuah kebun di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, lalu ia (kebun itu) menghasilkan buah-buahan dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, hujan gerimis (pun memadai). ) Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. (QS 2 : 265)
Quraish Shihab: Dan perumpamaan orang-orang yang menafkahkan harta mereka karena mencari keridhaan Allah dan untuk keteguhan jiwa mereka, adalah seperti sebuah kebun (yang terletak) di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, maka (kebun itu) menghasilkan buahnya dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka embun/hujan gerimis (pun memadai). Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.
HAMKA: Dan perumpamaan orang-orang yang membelanjakan harta benda mereka karena mengharapkan ridha Allah dan untuk mene guhkan {keyakinan) dalam diri mereka, adalah laksana sebuah kebun di tanah subur, ditimpa dia oleh hujan maka datanglah hasilnya berlipat dua. Maka, walaupun dia tidak ditimpa hujan, hujan rintik pun jadilah. Dan, Allah atas apa yang kamu kerjakan adalah melihat.

أَيَوَدُّ أَحَدُكُمْ أَنْ تَكُونَ لَهُ جَنَّةٌ مِنْ نَخِيلٍ وَأَعْنَابٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ لَهُ فِيهَا مِنْ كُلِّ الثَّمَرَاتِ وَأَصَابَهُ الْكِبَرُ وَلَهُ ذُرِّيَّةٌ ضُعَفَاءُ فَأَصَابَهَا إِعْصَارٌ فِيهِ نَارٌ فَاحْتَرَقَتْ ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمُ الْآيَاتِ لَعَلَّكُمْ تَتَفَكَّرُونَ

Kemenag RI 2019: Apakah salah seorang di antara kamu ingin memiliki kebun kurma dan anggur yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, di sana dia memiliki segala macam buah-buahan. Kemudian, datanglah masa tua, sedangkan dia memiliki keturunan yang masih kecil-kecil. Lalu, kebun itu ditiup angin kencang yang mengandung api sehingga terbakar. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu memikirkan(-nya). (QS 2 : 266)
Quraish Shihab: Apakah (ada) salah seorang di antara kamu yang ingin memunyai kebun kurma dan anggur, yang di bawahnya mengalir sungai-sungai; di dalamnya dia memunyai berbagai macam buah-buahan, kemudian datanglah masa tua (pada orang itu) sedangkan dia memunyai keturunan yang (masih) kecil-kecil. Maka, (kebun itu) diterpa angin ribut yang membawa api, sehingga (kebun itu) terbakar. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat (tanda-tanda kebesaran dan kuasa-Nya) kepada kamu supaya kamu memikirkan(-nya).
HAMKA: Adakah suka seseorang di antara kamu bahwa ada baginya sebuah kebun dari kurma dan anggur, yang mengalir padanya sungai-sungai, dan ada pula baginya di kebun itu berbagai ma cam buah-buahan dan dia pun telah dijelang tua dan dia pun mempunyai anak-cucu yang lemah lemah. Maka, menyeranglah kepadanya angin puting beliung dan padanya ada api maka ter bakarlah (kebun itu ). Demikianlah Allah menjelas kan ayat-ayat-Nya kepada kamu, supaya kamu berpikir.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَنْفِقُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا كَسَبْتُمْ وَمِمَّا أَخْرَجْنَا لَكُمْ مِنَ الْأَرْضِ ۖ وَلَا تَيَمَّمُوا الْخَبِيثَ مِنْهُ تُنْفِقُونَ وَلَسْتُمْ بِآخِذِيهِ إِلَّا أَنْ تُغْمِضُوا فِيهِ ۚ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ حَمِيدٌ

Kemenag RI 2019: Wahai orang-orang yang beriman, infakkanlah sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untukmu. Janganlah kamu memilih yang buruk untuk kamu infakkan, padahal kamu tidak mau mengambilnya, kecuali dengan memicingkan mata (enggan) terhadapnya. Ketahuilah bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji. (QS 2 : 267)
Quraish Shihab: Hai orang-orang yang beriman! Nafkahkanlah yang baik-baik sebagian dari hasil usaha kamu dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk, lalu kamu nafkahkan darinya, padahal kamu (sendiri) tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah bahwa Allah Maha Kaya, lagi Maha Terpuji.
HAMKA: Wahai, orang-orang yang beriman! Belanjakan sebagian dari hasil-hasil usaha kamu yang baik-baik, dan dari apa yang telah Kami keluarkan untuk kamu dari bumi, dan janganlah kamu pilih pilih yang buruk darinya, lalu kamu belanjakan, dan kamu pun tidaklah akan menerimanya melainkan dengan memejamkan mata kamu. Dan, ketahuilah, sesungguhnya Allah Mahakaya lagi Terpuji.

الشَّيْطَانُ يَعِدُكُمُ الْفَقْرَ وَيَأْمُرُكُمْ بِالْفَحْشَاءِ ۖ وَاللَّهُ يَعِدُكُمْ مَغْفِرَةً مِنْهُ وَفَضْلًا ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

Kemenag RI 2019: Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat keji (kikir), sedangkan Allah menjanjikan kamu ampunan dan karunia-Nya. Allah Maha Luas lagi Maha Mengetahui. (QS 2 : 268)
Quraish Shihab: Setan menjanjikan (menakuti-nakuti) kamu dengan kemiskinan, dan ia menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedangkan Allah menjanjikan untuk kamu ampunan dan karunia dari-Nya. Allah Maha Luas (anugerah-Nya), lagi Maha Mengetahui.
HAMKA: Setan mempertakuti kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat keji. Sedang Allah adalah menyediakan ampunan dari-Nya dan karunia. Dan, Allah adalah Mahaluas (pintu rezeki terbuka) lagi Maha mengetahui.

يُؤْتِي الْحِكْمَةَ مَنْ يَشَاءُ ۚ وَمَنْ يُؤْتَ الْحِكْمَةَ فَقَدْ أُوتِيَ خَيْرًا كَثِيرًا ۗ وَمَا يَذَّكَّرُ إِلَّا أُولُو الْأَلْبَابِ

Kemenag RI 2019: Dia (Allah) menganugerahkan hikmah kepada siapa yang Dia kehendaki. Siapa yang dianugerahi hikmah, sungguh dia telah dianugerahi kebaikan yang banyak. Tidak ada yang dapat mengambil pelajaran (darinya), kecuali ululalbab. (QS 2 : 269)
Quraish Shihab: Dia (Allah swt.) menganugerahkan al-Hikmah kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan barang siapa dianugerahi al-Hikmah, maka sungguh dia telah diberi kebaikan yang banyak. Dan tidak dapat mengambil pelajaran (darinya) melainkan Ulul Albab (orang-orang yang berakal bersih, murni dan cerah)
HAMKA: Dia menganugerahkan hikmah kepada barang siapa yang Dia kehendaki, dan barangsiapa yang diberi hikmah maka sesungguhnya dia telah diberi kekayaan yang banyak. Akan tetapi, tidaklah akan ingat melainkan orang-orang yang berpikiran dalam (yang mempunyai inti pikiran).

[Halaman 46]

وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ نَفَقَةٍ أَوْ نَذَرْتُمْ مِنْ نَذْرٍ فَإِنَّ اللَّهَ يَعْلَمُهُ ۗ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ

Kemenag RI 2019: Infak apa pun yang kamu berikan atau nazar apa pun yang kamu janjikan sesungguhnya Allah mengetahuinya. Bagi orang-orang zalim tidak ada satu pun penolong (dari azab Allah). (QS 2 : 270)
Quraish Shihab: Apa saja nafkah yang kamu nafkahkan atau nazar yang kamu nazarkan, ? maka sesungguhnya Allah mengetahuinya. Dan tidak ada bagi orang-orang zalim (satu) penolong (pun).
HAMKA: Dan apa pun perbelanjaan yang kamu belanjakan ataupun nadzar yang kamu nadzarkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya. Dan, bagi orang-orang yang aniaya tidaklah ada orang orang yang akan menolong.

إِنْ تُبْدُوا الصَّدَقَاتِ فَنِعِمَّا هِيَ ۖ وَإِنْ تُخْفُوهَا وَتُؤْتُوهَا الْفُقَرَاءَ فَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۚ وَيُكَفِّرُ عَنْكُمْ مِنْ سَيِّئَاتِكُمْ ۗ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

Kemenag RI 2019: Jika kamu menampakkan sedekahmu, itu baik. (Akan tetapi,) jika kamu menyembunyikannya dan memberikannya kepada orang-orang fakir, itu lebih baik bagimu. Allah akan menghapus sebagian kesalahanmu. Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan. (QS 2 : 271)
Quraish Shihab: Jika kamu menampakkan sedekah-sedekah (kamu, dengan tujuan supaya dicontoh orang lain, bukan untuk riya), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu memberikannya kepada orang-orang fakir, maka (menyembunyikan) itu lebih baik bagi kamu. Dan Dia akan menghapuskan dari kamu sebagian dari kesalahan-kesalahan kamu; dan Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.
HAMKA: Jika kamu tampakkan sedekah-sedekah itu, baguslah itu, dan jika kamu sembunyikan dia dan kamu berikan dia kepada orang-orang fakir maka itu pun terlebih baik lagi buat kamu. Dia akan menghapuskan sebagian dari dosa-dosa kamu, dan Allah atas apa-apa yang kamu kerjakan adalah amat teliti.

لَيْسَ عَلَيْكَ هُدَاهُمْ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ ۗ وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ خَيْرٍ فَلِأَنْفُسِكُمْ ۚ وَمَا تُنْفِقُونَ إِلَّا ابْتِغَاءَ وَجْهِ اللَّهِ ۚ وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ خَيْرٍ يُوَفَّ إِلَيْكُمْ وَأَنْتُمْ لَا تُظْلَمُونَ

Kemenag RI 2019: Bukanlah kewajibanmu (Nabi Muhammad) menjadikan mereka mendapat petunjuk, tetapi Allahlah yang memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki (berdasarkan kesiapannya untuk menerima petunjuk). Kebaikan apa pun yang kamu infakkan, (manfaatnya) untuk dirimu (sendiri). Kamu (orang-orang mukmin) tidak berinfak, kecuali karena mencari rida Allah. Kebaikan apa pun yang kamu infakkan, niscaya kamu akan diberi (pahala) secara penuh dan kamu tidak akan dizalimi. (QS 2 : 272)
Quraish Shihab: Bukanlah kewajibanmu (Nabi Muhammad saw.) menjadikan mereka mendapat petunjuk, tetapi Allah yang menganugerahkan petunjuk (kepada) siapa yang dikehendaki-Nya (berdasarkan kesiapan jiwa untuk menerima petunjuk). Dan apa saja (harta) yang baik yang kamu nafkahkan, maka (pahalanya) untuk diri kamu (sendiri). Dan janganlah kamu menafkahkan sesuatu melainkan karena mencari keridhaan Allah. Dan apa saja (harta) yang baik yang kamu nafkahkan, (niscaya) kamu akan diberi (pahalanya) dengan cukup, sedangkan kamu (sedikit pun) tidak dianiaya (dirugikan).
HAMKA: Bukanlah kewajiban engkau memberi mereka petunjuk, akan tetapi Allah-lah yang akan memberi petunjuk kepada barangsiapa yang Dia kehendaki. Dan, apa yang kamu belanjakan dari kekayaan kamu maka itu adalah untuk dirimu sendiri; dan apa saja pun yang kamu belanjakan, janganlah selain mengharapkan wajah Allah. Dan, apa pun yang kamu belanjakan dari kekayaan, niscaya akan disempumakan untuk kamu, dan tidaklah kamu akan dianiaya.

لِلْفُقَرَاءِ الَّذِينَ أُحْصِرُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ لَا يَسْتَطِيعُونَ ضَرْبًا فِي الْأَرْضِ يَحْسَبُهُمُ الْجَاهِلُ أَغْنِيَاءَ مِنَ التَّعَفُّفِ تَعْرِفُهُمْ بِسِيمَاهُمْ لَا يَسْأَلُونَ النَّاسَ إِلْحَافًا ۗ وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ خَيْرٍ فَإِنَّ اللَّهَ بِهِ عَلِيمٌ

Kemenag RI 2019: (Apa pun yang kamu infakkan) diperuntukkan bagi orang-orang fakir yang terhalang (usahanya karena jihad) di jalan Allah dan mereka tidak dapat berusaha di bumi. Orang yang tidak mengetahuinya mengira bahwa mereka adalah orang-orang kaya karena mereka memelihara diri dari mengemis. Engkau (Nabi Muhammad) mengenal mereka dari ciri-cirinya (karena) mereka tidak meminta secara paksa kepada orang lain. Kebaikan apa pun yang kamu infakkan, sesungguhnya Allah Maha Tahu tentang itu. (QS 2 : 273)
Quraish Shihab: (Apa yang kamu nafkahkan) adalah untuk orang-orang fakir yang terhalangi (usahanya karena jihad) di jalan Allah; mereka tidak dapat memperoleh peluang usaha (untuk memenuhi kebutuhan) di bumi; orang yang tidak tahu mengira mereka (sebagai) orang-orang yang tidak butuh karena mereka memelihara diri dari mengemis. Engkau (Nabi Muhammad saw.) kenal mereka dengan (melihat) tanda-tanda mereka, mereka tidak meminta kepada orang secara mendesak. Dan apa saja (harta) yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan Allah swt.), maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya.
HAMKA: Untuk orang-orang fakir yang telah terikat pada jalan Allah, yang tidak sanggup lagi berusaha di bumi, disangka oleh orang-orang yang tidak tahu bahwa mereka adalah orang-orang yang kaya dan sangat menahan diri, engkau akan dapat mengenal mereka dengan tanda mereka. Mereka tidak meminta-minta kepada manusia memaksa-maksa. Maka, apa pun kekayaan yang kamu belanjakan, sesungguhnya Allah amatlah mengetahuinya.

الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ سِرًّا وَعَلَانِيَةً فَلَهُمْ أَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

Kemenag RI 2019: Orang-orang yang menginfakkan hartanya pada malam dan siang hari, baik secara rahasia maupun terang-terangan, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada rasa takut pada mereka dan tidak (pula) mereka bersedih. (QS 2 : 274)
Quraish Shihab: Orang-orang yang menafkahkan harta mereka di malam dan di siang (hari) secara tersembunyi dan terang-terangan, maka bagi mereka pahala di sisi Tuhan Pemelihara mereka. Tidak ada rasa takut menimpa mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.
HAMKA: Orang-orang yang membelanjakan harta benda mereka malam dan siang, secara rahasia dan terang-terangan maka untuk mereka itu adalah pahala di sisi Tuhan, dan tidaklah ada ketakutan atas mereka dan tidaklah mereka akan berduka cita.

[Halaman 47]

الَّذِينَ يَأْكُلُونَ الرِّبَا لَا يَقُومُونَ إِلَّا كَمَا يَقُومُ الَّذِي يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطَانُ مِنَ الْمَسِّ ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوا إِنَّمَا الْبَيْعُ مِثْلُ الرِّبَا ۗ وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا ۚ فَمَنْ جَاءَهُ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّهِ فَانْتَهَىٰ فَلَهُ مَا سَلَفَ وَأَمْرُهُ إِلَى اللَّهِ ۖ وَمَنْ عَادَ فَأُولَٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

Kemenag RI 2019: Orang-orang yang memakan (bertransaksi dengan) riba tidak dapat berdiri, kecuali seperti orang yang berdiri sempoyongan karena kesurupan setan. Demikian itu terjadi karena mereka berkata bahwa jual beli itu sama dengan riba. Padahal, Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Siapa pun yang telah sampai kepadanya peringatan dari Tuhannya (menyangkut riba), lalu dia berhenti sehingga apa yang telah diperolehnya dahulu menjadi miliknya dan urusannya (terserah) kepada Allah. Siapa yang mengulangi (transaksi riba), mereka itulah penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya. (QS 2 : 275)
Quraish Shihab: Orang-orang yang makan (bertransaksi dengan) riba, tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang dibingungkan oleh setan, (sehingga dia tidak tahu arah) disebabkan sentuhan-(nya) (Keadaan mereka) yang demikian itu adalah karena mereka berkata: “Sesungguhnya jual-beli sama dengan riba,” padahal Allah telah menghalalkan jual-beli dan mengharamkan riba. Maka, barang siapa telah sampai kepadanya peringatan dari Tuhan Pemeliharanya (menyangkut riba), lalu dia berhenti (dari praktik riba), maka baginya apa yang telah diperolehnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (kembali) kepada Allah. Dan barang siapa kembali (bertransaksi riba), maka mereka itu adalah para penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.
HAMKA: Orang-orang yangmemakan riba itu tidaklah akan berdiri, melainkan sebagaimana berdirinya orang yang diharu biru setan dengan tamparan. Menjadi demikian karena sesungguhnya mereka berkata, "Tidak lain perdagangan itu hanyalah seperti riba juga." Sedang Allah telah menghalalkan perdagangan dan mengharamkan riba. Lantaran itu, barangsiapa yang telah kedatangan pengajaran dari Tuhannya lalu dia berhenti maka baginyalah apa yang telah berlalu, dan perkaranya terserahlah kepada Allah, akan tetapi barangsiapa yang kembali (lagi) maka mereka itu menjadi ahli neraka; mereka akan kekal di dalamnya.

يَمْحَقُ اللَّهُ الرِّبَا وَيُرْبِي الصَّدَقَاتِ ۗ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ كَفَّارٍ أَثِيمٍ

Kemenag RI 2019: Allah menghilangkan (keberkahan dari) riba dan menyuburkan sedekah. Allah tidak menyukai setiap orang yang sangat kufur lagi bergelimang dosa. (QS 2 : 276)
Quraish Shihab: Allah memusnahkan riba (sedikit demi sedikit) dan menyuburkan sedekah-sedekah. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sangat ingkar, lagi berbuat banyak dosa.
HAMKA: Allah membasmi riba dan Dia menyuburkan sedekah-sedekah, dan Allah tidaklah suka kepada orang-orang yang sangat ingkar, lagi pembuat dosa.

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَآتَوُا الزَّكَاةَ لَهُمْ أَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya orang-orang yang beriman, beramal saleh, menegakkan salat, dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada rasa takut pada mereka dan tidak (pula) mereka bersedih. (QS 2 : 277)
Quraish Shihab: Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, melaksanakan shalat secara sempurna dan menunaikan zakat, bagi mereka ganjaran mereka di sisi Tuhan Pemelihara mereka. Tidak ada rasa takut menimpa mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.
HAMKA: Sesungguhnya, orang-orang yang beriman dan beramal yang saleh, dan mereka pun mendirikan shalat dan mengeluarkan zakat, untuk mereka pahala di sisi Tuhan, dan tidaklah ada ketakutan mereka dan tidaklah mereka akan berduka cita.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَذَرُوا مَا بَقِيَ مِنَ الرِّبَا إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

Kemenag RI 2019: Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang mukmin. (QS 2 : 278)
Quraish Shihab: Hai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan apa yang tersisa dari riba, jika kamu orang-orang mukmin.
HAMKA: Wahai, orang-orang yang beriman! Takwalah kepada Allah dan tinggalkanlah sisa dari riba itu, jikalau benar-benar kamu orang-orang yang beriman.

فَإِنْ لَمْ تَفْعَلُوا فَأْذَنُوا بِحَرْبٍ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ ۖ وَإِنْ تُبْتُمْ فَلَكُمْ رُءُوسُ أَمْوَالِكُمْ لَا تَظْلِمُونَ وَلَا تُظْلَمُونَ

Kemenag RI 2019: Jika kamu tidak melaksanakannya, ketahuilah akan terjadi perang (dahsyat) dari Allah dan Rasul-Nya. Akan tetapi, jika kamu bertobat, kamu berhak atas pokok hartamu. Kamu tidak berbuat zalim (merugikan) dan tidak dizalimi (dirugikan). (QS 2 : 279)
Quraish Shihab: Maka, jika kamu tidak melaksanakan (apa yang diperintahkan sehingga memungut sisa riba yang belum dipungut), maka ketahuilah akan terjadi perang (dahsyat) dari Allah dan Rasul-Nya (Nabi Muhammad saw.). Dan jika kamu bertaubat, maka bagi kamu pokok harta kamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya.
HAMKA: Akan tetapi, jika tidak kamu kerjakan begitu maka terimalah satu pernyataan perang dari Allah dan Rasul-Nya. Namun, jika kamu bertobat maka bolehlah kamu ambil pokok harta kamu; tidak kamu dianiaya dan tidak pula kamu menganiaya.

وَإِنْ كَانَ ذُو عُسْرَةٍ فَنَظِرَةٌ إِلَىٰ مَيْسَرَةٍ ۚ وَأَنْ تَصَدَّقُوا خَيْرٌ لَكُمْ ۖ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ

Kemenag RI 2019: Jika dia (orang yang berutang itu) dalam kesulitan, berilah tenggang waktu sampai dia memperoleh kelapangan. Kamu bersedekah (membebaskan utang) itu lebih baik bagimu apabila kamu mengetahui(-nya). (QS 2 : 280)
Quraish Shihab: Dan jika dia (orang yang berutang itu) dalam kesulitan, maka berilah tangguh sampai dia lapang. Dan bersedekah itu lebih baik bagi kamu, jika kamu mengetahui.
HAMKA: Dan jika ada yang kesusahan maka berilah tempo sampai ada kelapangan, tetapi kalau kamu bersedekah, adalah itu lebih baik buat kamu jikalau kamu ketahui.

وَاتَّقُوا يَوْمًا تُرْجَعُونَ فِيهِ إِلَى اللَّهِ ۖ ثُمَّ تُوَفَّىٰ كُلُّ نَفْسٍ مَا كَسَبَتْ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ

Kemenag RI 2019: Waspadalah terhadap suatu hari (kiamat) yang padanya kamu semua dikembalikan kepada Allah. Kemudian, setiap orang diberi balasan yang sempurna sesuai dengan apa yang telah dilakukannya dan mereka tidak dizalimi. (QS 2 : 281)
Quraish Shihab: Jagalah diri kamu dari (azab yang terjadi pada) suatu hari (yaitu Hari Kiamat), yang (pada waktu itu) kamu semua dikembalikan kepada Allah. Kemudian setiap diri diberi (pahalanya) dengan cukup atas apa yang telah diusahakan(nya), sedangkan mereka (sedikit pun) tidak dianiaya (dirugikan).
HAMKA: Dan hendaklah kamu takut akan suatu hari yang di hari itu kamu akan dikembalikan kepada Allah; kemudian akan disempurnakan ganjaran tiap-tiap orang dan apa yang telah mereka usahakan. Dan, tidaklah mereka akan dianiaya.

[Halaman 48]

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا تَدَايَنْتُمْ بِدَيْنٍ إِلَىٰ أَجَلٍ مُسَمًّى فَاكْتُبُوهُ ۚ وَلْيَكْتُبْ بَيْنَكُمْ كَاتِبٌ بِالْعَدْلِ ۚ وَلَا يَأْبَ كَاتِبٌ أَنْ يَكْتُبَ كَمَا عَلَّمَهُ اللَّهُ ۚ فَلْيَكْتُبْ وَلْيُمْلِلِ الَّذِي عَلَيْهِ الْحَقُّ وَلْيَتَّقِ اللَّهَ رَبَّهُ وَلَا يَبْخَسْ مِنْهُ شَيْئًا ۚ فَإِنْ كَانَ الَّذِي عَلَيْهِ الْحَقُّ سَفِيهًا أَوْ ضَعِيفًا أَوْ لَا يَسْتَطِيعُ أَنْ يُمِلَّ هُوَ فَلْيُمْلِلْ وَلِيُّهُ بِالْعَدْلِ ۚ وَاسْتَشْهِدُوا شَهِيدَيْنِ مِنْ رِجَالِكُمْ ۖ فَإِنْ لَمْ يَكُونَا رَجُلَيْنِ فَرَجُلٌ وَامْرَأَتَانِ مِمَّنْ تَرْضَوْنَ مِنَ الشُّهَدَاءِ أَنْ تَضِلَّ إِحْدَاهُمَا فَتُذَكِّرَ إِحْدَاهُمَا الْأُخْرَىٰ ۚ وَلَا يَأْبَ الشُّهَدَاءُ إِذَا مَا دُعُوا ۚ وَلَا تَسْأَمُوا أَنْ تَكْتُبُوهُ صَغِيرًا أَوْ كَبِيرًا إِلَىٰ أَجَلِهِ ۚ ذَٰلِكُمْ أَقْسَطُ عِنْدَ اللَّهِ وَأَقْوَمُ لِلشَّهَادَةِ وَأَدْنَىٰ أَلَّا تَرْتَابُوا ۖ إِلَّا أَنْ تَكُونَ تِجَارَةً حَاضِرَةً تُدِيرُونَهَا بَيْنَكُمْ فَلَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَلَّا تَكْتُبُوهَا ۗ وَأَشْهِدُوا إِذَا تَبَايَعْتُمْ ۚ وَلَا يُضَارَّ كَاتِبٌ وَلَا شَهِيدٌ ۚ وَإِنْ تَفْعَلُوا فَإِنَّهُ فُسُوقٌ بِكُمْ ۗ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۖ وَيُعَلِّمُكُمُ اللَّهُ ۗ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

Kemenag RI 2019: Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu berutang piutang untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu mencatatnya. Hendaklah seorang pencatat di antara kamu menuliskannya dengan benar. Janganlah pencatat menolak untuk menuliskannya sebagaimana Allah telah mengajar-kan kepadanya. Hendaklah dia mencatat(-nya) dan orang yang berutang itu mendiktekan(-nya). Hendaklah dia bertakwa kepada Allah, Tuhannya, dan janganlah dia menguranginya sedikit pun. Jika yang berutang itu orang yang kurang akalnya, lemah (keadaannya), atau tidak mampu mendiktekan sendiri, hendaklah walinya mendiktekannya dengan benar. Mintalah kesaksian dua orang saksi laki-laki di antara kamu. Jika tidak ada (saksi) dua orang laki-laki, (boleh) seorang laki-laki dan dua orang perempuan di antara orang-orang yang kamu sukai dari para saksi (yang ada) sehingga jika salah seorang (saksi perempuan) lupa, yang lain mengingatkannya. Janganlah saksi-saksi itu menolak apabila dipanggil. Janganlah kamu bosan mencatatnya sampai batas waktunya, baik (utang itu) kecil maupun besar. Yang demikian itu lebih adil di sisi Allah, lebih dapat menguatkan kesaksian, dan lebih mendekatkan kamu pada ketidakraguan, kecuali jika hal itu merupakan perniagaan tunai yang kamu jalankan di antara kamu. Maka, tidak ada dosa bagi kamu jika kamu tidak mencatatnya. Ambillah saksi apabila kamu berjual beli dan janganlah pencatat mempersulit (atau dipersulit), begitu juga saksi. Jika kamu melakukan (yang demikian), sesungguhnya hal itu suatu kefasikan padamu. Bertakwalah kepada Allah, Allah memberikan pengajaran kepadamu dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (QS 2 : 282)
Quraish Shihab: Hai orang-orang yang beriman! Apabila kamu bermuamalah (bertransaksi) tidak secara tunai sampai waktu yang ditentukan, maka hendaklah kamu menulisnya. Dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menulis(nya) dengan adil. Dan janganlah penulis enggan menulisnya, karena Allah telah mengajarkannya, maka hendaklah dia menulis, dan hendaklah orang yang berutang itu mendiktekan (apa yang akan ditulis itu), dan hendaklah dia bertakwa kepada Allah Tuhan Pemeliharanya, dan janganlah dia mengurangi sedikit pun darinya. Jika yang berutang itu orang yang lemah akalnya atau lemah (keadaannya) atau dia (sendiri) tidak mampu mendiktekan, maka hendaklah walinya mendiktekan dengan adil. Dan persaksikanlah dengan dua orang saksi dari orang-orang lelaki di antara kamu. Jika bukan dua orang (saksi) laki-laki, maka (boleh) seorang laki-laki dan dua orang perempuan dari para saksi yang kamu ridhai, supaya (jika) seorang (dari saksi perempuan) lupa, maka yang seorang (lagi) mengingatkannya. Janganlah para saksi itu enggan (memberi keterangan) apabila mereka dipanggil; dan janganlah kamu jemu menulisnya (utang itu), (baik) kecil maupun besar, sampai batas waktu (membayar)-nya. Yang demikian itu lebih adil di sisi Allah, lebih dapat menguatkan persaksian dan lebih dekat kepada ketidakraguan kamu. Kecuali, jika ia (muamalah atau transaksi tersebut) merupakan perniagaan tunai yang kamu jalankan di antara kamu, maka tidak ada dosa bagi kamu, (jika) kamu tidak menulisnya. Dan persaksikanlah apabila kamu berjual-beli; dan janganlah penulis dan saksi mendatangkan mudharat bagi yang bertransaksi (dan jangan juga yang bertransaksi mendatangkan mudharat bagi para saksi dan penulis). Jika kamu lakukan (yang demikian), maka sesungguhnya (hal) itu adalah suatu kefasikan pada diri kamu. Dan bertakwalah kepada Allah; Allah mengajarkan kepada kamu; dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
HAMKA: Wahai, orang-orang yang beriman! Apabila kamu mengadakan suatu perikatan utang-utang buat dipenuhi di suatu masa yang tertentu maka tuliskanlah dia. Hendaklah menulis di antara kamu seorang penulls dengan adil, dan fanganlah enggan seorang penulis menullskan sebagaimana yang telah diafarkan akan dia oleh Allah. Maka, hendaklah dia menuliskan, dan hendaklah merencanakan orang yang berkewajiban atasnya; dan hendaklah dia takut kepada Allah, Tuhannya, dan janganlah dia mengurangi sedikit pun daripadanya. Maka, jika orang berkewajiban itu seorang yang safih atau lemah, atau dia tidak sanggup merencanakan maka hendaklah walinya yang merencanakan dengan adil. Dan, hendaklah kamu adakan dua saksi dari laki-laki kamu. Akan tetapi, jika tidak ada dua laki-laki, maka. (bolehlah) seorang laki-laki dan dua perempuan, di antara saksi-saksi yang kamu sukai. Supaya jika seorang di antara kedua (perempuan) itu keliru, supaya diperingatkan oleh yang seorang lagi. Dan, janganlah enggan saksi-saksi apabila mereka diundang Qadi saksi}. Dan, janganlah kamu jemu menuliskannya, kecilataupunbesar, buat dipenuhi pada masanya. Yang demikian itulah yang lebih adil di sisi Allah dan lebih teguh dekat untuk tidak ada keragu-raguan. Kecuali perdagangan tunai yang kamu adakan di antara kamu maka tidaklah mengapa tidak kamu tuliskan. Dan, hendaklah kamu mengadakan saksi jika kamu berjual bell. Dan, tidak boleh dipersusahkan penulis dan tidak pula saksi. Karena, kalau kamu berbuat begitu aka yang begitu adalah suatu kedurhakaan pada diri kamu masing-masing. Dan, hendaklah kamu bertakwa kepada Allah, dan Allah akan mengafar kamu. Dan, Allah atas tiap-tiap sesuatu adalah Maha Mengetahui.

[Halaman 49]

وَإِنْ كُنْتُمْ عَلَىٰ سَفَرٍ وَلَمْ تَجِدُوا كَاتِبًا فَرِهَانٌ مَقْبُوضَةٌ ۖ فَإِنْ أَمِنَ بَعْضُكُمْ بَعْضًا فَلْيُؤَدِّ الَّذِي اؤْتُمِنَ أَمَانَتَهُ وَلْيَتَّقِ اللَّهَ رَبَّهُ ۗ وَلَا تَكْتُمُوا الشَّهَادَةَ ۚ وَمَنْ يَكْتُمْهَا فَإِنَّهُ آثِمٌ قَلْبُهُ ۗ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ

Kemenag RI 2019: Jika kamu dalam perjalanan, sedangkan kamu tidak mendapatkan seorang pencatat, hendaklah ada barang jaminan yang dipegang. Akan tetapi, jika sebagian kamu memercayai sebagian yang lain, hendaklah yang dipercayai itu menunaikan amanatnya (utangnya) dan hendaklah dia bertakwa kepada Allah, Tuhannya. Janganlah kamu menyembunyikan kesaksian karena siapa yang menyembunyikannya, sesungguhnya hatinya berdosa. Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS 2 : 283)
Quraish Shihab: Jika kamu dalam perjalanan, sedangkan kamu tidak mendapatkan seorang penulis, maka (hendaklah ada) barang tanggungan yang dipegang (oleh yang memberi utang). Tetapi, jika sebagian kamu memercayai sebagian yang lain, maka hendaklah yang dipercayai menunaikan amanatnya (utangnya) dan hendaklah dia bertakwa kepada Allah Tuhan Pemeliharanya; dan janganlah kamu (para saksi) menyembunyikan persaksian. Dan barang siapa menyembunyikannya, maka sesungguhnya dia adalah orang yang berdosa hatinya; dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
HAMKA: Dan jlka kamu di dalam perjalanan, sedang kamu tidak mendapat seorang penulls maka hendaklah kamu pegang barang-barang agunan. Akan tetapi, jika percaya yang setengah kamu akan yang setengah maka hendaklah orang yang diserahi amanah itu menunaikan amanahnya, dan hendaklah takwa kepada Allah, Tuhannya. Dan, janganlah kamu sembunyikan kesaksian. Dan, barangsiapa yang menyembunylkan (kesaksian) itu maka sesungguhnya telah berdosalah hatinya. Dan, Allah mengetahul apa yang kamu kerjakan.

لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ وَإِنْ تُبْدُوا مَا فِي أَنْفُسِكُمْ أَوْ تُخْفُوهُ يُحَاسِبْكُمْ بِهِ اللَّهُ ۖ فَيَغْفِرُ لِمَنْ يَشَاءُ وَيُعَذِّبُ مَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Kemenag RI 2019: Milik Allahlah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Jika kamu menyatakan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikannya, niscaya Allah memperhitungkannya bagimu. Dia mengampuni siapa saja yang Dia kehendaki dan mengazab siapa pun yang Dia kehendaki. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS 2 : 284)
Quraish Shihab: Milik Allah apa yang di langit dan apa yang di bumi. Jika kamu menampakkan apa yang ada dalam hati kamu atau kamu menyembunyikannya, (pasti) Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang (perbuatan kamu) itu. Maka, Dia mengampuni siapa yang dikehendaki-Nya (bagi yang menyesali perbuatannya, dan bertekad untuk tidak mengulangi dan memohon ampunan) dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya (bagi yang tetap bergelimang dalam dosa); dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
HAMKA: Kepunyaan Allah apa yang di semua langit dan apa yang di bumi. Dan, jika kamu tampakkan apa yangdihatikamu ataupun kamu sembunyikan, tetapi Allah akan memperhatikannya jua. Maka, akan diberi ampun-Nya bagi siapa yang Dia kehendaki dan akan disiksa-Nya barangsiapa yang Dia kehendaki. Dan, Allah atas tiap-tiap sesuatu adalah Mahakuasa.

آمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ ۚ كُلٌّ آمَنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ ۚ وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا ۖ غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ

Kemenag RI 2019: Rasul (Muhammad) beriman pada apa (Al-Qur’an) yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang mukmin. Masing-masing beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab kitab-Nya, dan rasul-rasul-Nya. (Mereka berkata,) “Kami tidak membeda-bedakan seorang pun dari rasul-rasul-Nya.” Mereka juga berkata, “Kami dengar dan kami taat. Ampunilah kami, wahai Tuhan kami. Hanya kepada-Mu tempat (kami) kembali.” (QS 2 : 285)
Quraish Shihab: Rasul (Nabi Muhammad saw.) telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya dari Tuhan Pemeliharanya, demikian pula orang-orang mukmin. Semua telah beriman kepada Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, dan para rasul-Nya. (Mereka mengatakan): “Kami tidak membeda-bedakan antara seorang pun (dengan yang lain) dari para rasul-Nya,” dan mereka mengatakan: “Kami dengar dan kami taat. Kami (memohon) ampunan-Mu, Tuhan Pemelihara kami, hanya kepada Engkau-lah tempat kembali.”
HAMKA: Rasul itu percaya kepada apa yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, dan ( demikian juga) orang-orang yang beriman. Tiap-tiap mereka percaya kepada Allah dan Malaikat-Nya dan kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. Tidaklah Kami membeda-bedakan di antara seorang ( dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya. Dan, mereka pun berkata, "Kami dengar dan kami taati. Ampunan-Mu, ya Tuhan kami, dan kepada Engkaulah tempat kembali."

لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ ۖ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا ۚ أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

Kemenag RI 2019: Allah tidak membebani seseorang, kecuali menurut kesanggupannya. Baginya ada sesuatu (pahala) dari (kebajikan) yang diusahakannya dan terhadapnya ada (pula) sesuatu (siksa) atas (kejahatan) yang diperbuatnya. (Mereka berdoa,) “Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami salah. Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami. Maka, tolonglah kami dalam menghadapi kaum kafir.” (QS 2 : 286)
Quraish Shihab: Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai kesanggupannya. Baginya (pahala dari) apa (kebajikan) yang telah diusahakannya, dan baginya (siksa dari) apa (kejahatan) yang diusahakannya. (Mereka berdoa): “Tuhan Pemelihara kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami bersalah. Tuhan Pemelihara kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami (beban) yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Tuhan Pemelihara kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami (memikul)-nya. Maafkanlah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkau-lah Penolong kami, maka menangkanlah kami atas kaum kafir.”
HAMKA: Tidaklah Allah memberati suatu diri melainkan sekadar terpikul olehnya. Dia akan mendapat pahala dari apa yang dia usahakan dan akan mendapat siksa atas apa yang dia usahakan pula. Ya, Tuhan kami! Janganlah Engkau tuntut kami di atas kealpaan kami dan kekeliruan kami. Ya, Tuhan kami! Janganlah Engkau pikulkan ke atas kami siksa, sebagaimana yang pemah Engkau pikulkan atas orang-orang yang sebelum kami. Ya, Tuhan kami! Janganlah Engkau timpakan ke atas kami perintah yang tidak bertenaga kami dengan dia, dan maafkanlah (dosa-dosa) kami dan ampunilah kami dan kasihanilah kami; Engkaulah penolong kami. Maka, tolonglah kami atas mengalahkan kaum yang tidak mau percaya.

[Halaman 50]

الم

Kemenag RI 2019: Alif Laam Miim. (QS 3 : 1)
Quraish Shihab: Alif Laam Miim.
HAMKA: Alif Laam Miim.

اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ

Kemenag RI 2019: Allah, tidak ada tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup lagi Maha Mengurus (makhluk-Nya) secara terus-menerus. (QS 3 : 2)
Quraish Shihab: Allah, tidak ada Tuhan melainkan Dia. Yamg Hidup kekal lagi terus-menerus mengurus makhluk-Nya.
HAMKA: Allah, tidak ada Tuhan selain Dia, Yang Hidup, Yang Berdiri Sendiri-Nya.

نَزَّلَ عَلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ وَأَنْزَلَ التَّوْرَاةَ وَالْإِنْجِيلَ

Kemenag RI 2019: Dia menurunkan kepadamu (Nabi Muhammad) Kitab (Al-Qur’an) dengan hak, membenarkan (kitab-kitab) sebelumnya, serta telah menurunkan Taurat dan Injil (QS 3 : 3)
Quraish Shihab: Dia telah menurunkan kepadamu al-Kitab dengan haq, membenarkan kitab yang telah diturunkan sebelumnya dan menurunkan Taurat dan Injil.
HAMKA: Dia telah menurunkan kepada engkau sebuah kitab dengan kebenaran menyetujui (isi kitab) yang ada di hadapannya, dan Dia telah menurunkan Taurat dan lnjil.

مِنْ قَبْلُ هُدًى لِلنَّاسِ وَأَنْزَلَ الْفُرْقَانَ ۗ إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا بِآيَاتِ اللَّهِ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌ ۗ وَاللَّهُ عَزِيزٌ ذُو انْتِقَامٍ

Kemenag RI 2019: sebelum (turunnya Al-Qur’an) sebagai petunjuk bagi manusia, dan menurunkan Al-Furq?n (pembeda yang hak dan yang batil). Sesungguhnya orang-orang yang kufur terhadap ayat-ayat Allah, bagi mereka azab yang sangat keras. Allah Maha Perkasa lagi mempunyai balasan (siksa). (QS 3 : 4)
Quraish Shihab: (sebelum al-Qur'an), untuk menjadi petunjuk bagi manusia, dan Dia menurunkan al-Furqan. Sesungguhnya orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah bagi mereka siksa yang berat; dan Allah Mahaperkasa lagi mempunyai balasan (siksa).
HAMKA: Terlebih dahulu; petunjuk bagi manusia, dan Dia turunkan al-Furqan. Sesungguhnya, orang-orang yang tidak mau percaya kepada ayat-ayat Allah, bagi mereka adalah adzab yang sangat. Dan, Allah adalah Mahagagah, mempunyai siksaan.

إِنَّ اللَّهَ لَا يَخْفَىٰ عَلَيْهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya bagi Allah tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi di bumi dan tidak pula di langit. (QS 3 : 5)
Quraish Shihab: Sesungguhnya bagi Allah tidak ada satu pun yang tersembunyi di bumi dan tidak (pula) di langit.
HAMKA: Sesungguhnya, Allah itu, tidak ada yang tersembunyi atas-Nya sesuatu jua pun di langit dan dibumi.

هُوَ الَّذِي يُصَوِّرُكُمْ فِي الْأَرْحَامِ كَيْفَ يَشَاءُ ۚ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

Kemenag RI 2019: Dialah (Allah) yang membentuk kamu dalam rahim sebagaimana yang Dia kehendaki. ) Tidak ada tuhan selain Dia, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS 3 : 6)
Quraish Shihab: Dia-lah yang membentuk kamu dalam rahim sebagaimana dikehendaki-Nya. Tidak ada Tuhan (Yang Kuasa dan berhak disembah) melainkan Dia, Yang Maha Perkasa, lagi Maha Bijaksana.
HAMKA: Dialah yang memberimu rupa di dalam kandungan-kandungan sebagaimana yang dikehendaki-Nya. Tidak ada Tuhan melainkan Dia, Yang Gagah Perkasa, Yang Bijaksana.

هُوَ الَّذِي أَنْزَلَ عَلَيْكَ الْكِتَابَ مِنْهُ آيَاتٌ مُحْكَمَاتٌ هُنَّ أُمُّ الْكِتَابِ وَأُخَرُ مُتَشَابِهَاتٌ ۖ فَأَمَّا الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ زَيْغٌ فَيَتَّبِعُونَ مَا تَشَابَهَ مِنْهُ ابْتِغَاءَ الْفِتْنَةِ وَابْتِغَاءَ تَأْوِيلِهِ ۗ وَمَا يَعْلَمُ تَأْوِيلَهُ إِلَّا اللَّهُ ۗ وَالرَّاسِخُونَ فِي الْعِلْمِ يَقُولُونَ آمَنَّا بِهِ كُلٌّ مِنْ عِنْدِ رَبِّنَا ۗ وَمَا يَذَّكَّرُ إِلَّا أُولُو الْأَلْبَابِ

Kemenag RI 2019: Dialah (Allah) yang menurunkan Kitab (Al-Qur’an) kepadamu (Nabi Muhammad). Di antara ayat-ayatnya ada yang muhkamat, ) itulah pokok-pokok isi Kitab (Al-Qur’an) dan yang lain mutasyabihat. ) Adapun orang-orang yang dalam hatinya ada kecenderungan pada kesesatan, mereka mengikuti ayat-ayat yang mutasyabihat untuk menimbulkan fitnah (kekacauan dan keraguan) dan untuk mencari-cari takwilnya. Padahal, tidak ada yang mengetahui takwilnya, kecuali Allah. Orang-orang yang ilmunya mendalam berkata, “Kami beriman kepadanya (Al-Qur’an), semuanya dari Tuhan kami.” Tidak ada yang dapat mengambil pelajaran, kecuali ululalbab. (QS 3 : 7)
Quraish Shihab: Dia Yang menurunkan al-Kitab (al-Qur’an) kepadamu (Nabi Muhammad saw.). Di antara ayat-ayat-(nya) ada yang muhkamat, itulah pokok-pokok isi al-Qur’an, dan yang lain mutasydbihat. Adapun orang-orang yang dalam hatinya ada kecenderungan kepada kesesatan, maka mereka mengikuti dengan sungguh-sungguh apa (ayat-ayat) yang mutasyabihat untuk menimbulkan fitnah (kekacauan dan kerancuan berpikir serta keraguan di kalangan orang-orang beriman) dan untuk mencari-cari tawil-nya (yang sesuai dengan keratan mereka), padahal tidak ada yang mengetahui takwilnya melainkan Allah. Dan orang orang yang mendalam ilmunya berkata : "Kami beriman dengannya (al-Qur’an), semua dari sisi Tuhan Pemelihara kami.” Dan tidak dapat mengambil pelajaran (darinya) melainkan Ulil Albab (orang-orang yang berakal bersih, murni dan cerah).
HAMKA: Dia yang telah menurunkan kepada engkau sebuah kitab, sebagian darinya adalah ayat-ayat yang muhkam, yaitulah ibu dari Kitab, dan yang lain adalah (ayat-ayat) yang mutasyabih. Adapun orang-orang yang di dalam hatinya ada kesesatan maka mereka cari-carilah yang mutasyabih darinya itu, karena hendak membuat fitnah dan karena hendak menakwil. Padahal tidaklah mengetahui akan takwilnya itu melainkan Allah. Dan, orang-orang yang telah mendalam kepadanya ilmu, berkata mereka, "Kami percaya kepadanya, semuanya itu adalah dari sisi Tuhan kami." Dan tidaklah akan mengerti kecuali orang-orang yang mempunyai isi pikiran juga.

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ

Kemenag RI 2019: (Mereka berdoa,) “Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami berpaling setelah Engkau berikan petunjuk kepada kami dan anugerahkanlah kepada kami rahmat dari hadirat-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Pemberi. (QS 3 : 8)
Quraish Shihab: Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami berpaling, sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan anugerahkanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu, karena sesungguhnya Engkau Maha Pemberi (anugerah).
HAMKA: Wahai, Tuhan kami! Janganlah Engkau sesatkan hati kami sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kiranya kepada kami rahmat langsung dari Engkau. Sesungguhnya, Engkau adalah pemberi karunia.

رَبَّنَا إِنَّكَ جَامِعُ النَّاسِ لِيَوْمٍ لَا رَيْبَ فِيهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ لَا يُخْلِفُ الْمِيعَادَ

Kemenag RI 2019: Wahai Tuhan kami, sesungguhnya Engkaulah yang mengumpulkan manusia pada hari yang tidak ada keraguan padanya.” Sesungguhnya Allah tidak menyalahi janji. (QS 3 : 9)
Quraish Shihab: Wahai, Tuhan kami! Sesungguhnya, Engkaulah yang akan mengumpulkan manusia pada hari yang tidak diragukan lagi padanya." Sesungguhnya, Allah tidaklah menyalahi janji.
HAMKA: Tuhan kami, sesungguhnya Engkau mengumpulkan manusia untuk (menerima pembalasan pada) hari yang tidak ada keraguan padanya. Sesungguhanya Engkau tidak menyalahi janji.

[Halaman 51]

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا لَنْ تُغْنِيَ عَنْهُمْ أَمْوَالُهُمْ وَلَا أَوْلَادُهُمْ مِنَ اللَّهِ شَيْئًا ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمْ وَقُودُ النَّارِ

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya orang-orang yang kufur, tidak akan berguna bagi mereka sedikit pun harta benda dan anak-anak mereka (untuk menyelamatkan diri) dari (azab) Allah. Mereka itulah bahan bakar api neraka. (QS 3 : 10)
Quraish Shihab: Sesungguhnya orang-orang yang kafir, sekali-kali tidak akan berguna bagi mereka harta benda mereka, tidak juga anak-anak mereka, terhadap {siksa) Allah sedikit pun. Dan mereka itu adalah bahan bakar api neraka.
HAMKA: Sesungguhnya, orang-orang yang kafir itu tidaklah akan dapat melepaskan mereka, harta benda mereka dan tidak pula anak-anak mereka dari Allah sesuatu jua pun. Dan, mereka itu semuanya adalah bakaran neraka.

كَدَأْبِ آلِ فِرْعَوْنَ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ ۚ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا فَأَخَذَهُمُ اللَّهُ بِذُنُوبِهِمْ ۗ وَاللَّهُ شَدِيدُ الْعِقَابِ

Kemenag RI 2019: (Keadaan mereka) seperti keadaan pengikut Fir‘aun dan orang-orang sebelum mereka. Mereka mendustakan ayat-ayat Kami. Oleh sebab itu, Allah menyiksa mereka karena dosa-dosanya. Allah sangat keras hukuman-Nya. (QS 3 : 11)
Quraish Shihab: Mereka seperti kebiasaan kaum Fir'aun dan orang-orang yang sebelum mereka, mereka mendustakan ayat-ayat Kami; karena itu Allah telah menyiksa mereka disebabkan dosa-dosa mereka. Dan Allah sangat keras pembalasan-Nya.
HAMKA: Sebagaimana halnya dengan keluarga Fir'aun dan orang-orang yang sebelum mereka. Mereka telah mendustakan ayat-ayat Kami. Maka, Allah akan menyiksa mereka dengan dosa mereka. Dan, Allah adalah sangat pedih siksaan-Nya.

قُلْ لِلَّذِينَ كَفَرُوا سَتُغْلَبُونَ وَتُحْشَرُونَ إِلَىٰ جَهَنَّمَ ۚ وَبِئْسَ الْمِهَادُ

Kemenag RI 2019: Katakanlah (Nabi Muhammad) kepada orang-orang yang kufur, “Kamu (pasti) akan dikalahkan dan digiring ke dalam (neraka) Jahanam. Itulah seburuk-buruk tempat tinggal.” (QS 3 : 12)
Quraish Shihab: Katakanlah kepada orang-orang yang kafir, "Kamu pasti akan dikalahkan dan akan digiring ke ]ahannam. Dan itulah ayunan (tempat) yang seburuk-buruknya"
HAMKA: Katakanlah kepada orang-orang yang kafir itu, "Kamu akan dikalahkan dan akan dikumpulkan kepada Jahannam, (yaitu) seburuk-buruk tempat persediaan."

قَدْ كَانَ لَكُمْ آيَةٌ فِي فِئَتَيْنِ الْتَقَتَا ۖ فِئَةٌ تُقَاتِلُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَأُخْرَىٰ كَافِرَةٌ يَرَوْنَهُمْ مِثْلَيْهِمْ رَأْيَ الْعَيْنِ ۚ وَاللَّهُ يُؤَيِّدُ بِنَصْرِهِ مَنْ يَشَاءُ ۗ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَعِبْرَةً لِأُولِي الْأَبْصَارِ

Kemenag RI 2019: Sungguh, telah ada tanda (bukti) bagimu pada dua golongan yang bertemu (dalam pertempuran. ) Satu golongan berperang di jalan Allah dan (golongan) yang lain kafir yang melihat dengan mata kepala bahwa mereka (golongan muslim) dua kali lipat jumlahnya. Allah menguatkan siapa yang Dia kehendaki dengan pertolongan-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai penglihatan (mata hati). (QS 3 : 13)
Quraish Shihab: Sesungguhnya telah ada bukti bagi kamu pada dua golongan yang telah bertemu (bertempur). Segolongan bertemu (berperang) di jalan Allah dan {segolongan) yang lain kafir. Mereka melihat mereka dengan penglihatan mata (sebanyak) dua kali jumlah mereka. Allah menguatkan dengan bantuan-Nya siapa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai pandangan.
HAMKA: Sesungguhnya, telah ada bagi kamu suatu tanda pada dua golongan yang bertemu. Yang satu golongan berperang di jalan Allah dan yang lain adalah kafir. Mereka (yang berperang karena Allah) melihat kepada mereka (yang kafir) dengan penglihatan mata, dua kali sebanyak mereka. Padahal Allah menyokong dengan pertolongan-Nya siapa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya, pada yang demikian itu adalah suatu ibarat bagi orang yang mempunyai pikiran.

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ۗ ذَٰلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الْمَآبِ

Kemenag RI 2019: Dijadikan indah bagi manusia kecintaan pada aneka kesenangan yang berupa perempuan, anak-anak, harta benda yang bertimbun tak terhingga berupa emas, perak, kuda pilihan, binatang ternak, dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allahlah tempat kembali yang baik. (QS 3 : 14)
Quraish Shihab: 'Dijadikan indah bagi manusia kecintaan kepada aneka syahwat, yaitu wanita-wanita, anak-anak lelaki, harta yang tidak terbilang lagi berlipat ganda dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang ternak, dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik
HAMKA: Diperhiaskan bagi manusia kesukaan kepada barang yang diingin, (yaitu) dari hal perempuan dan anak laki-laki dan berpikul-pikul emas dan perak, dan kuda kendaraan yang diasuh, dan binatang-binatang temak dan sawah ladang. Yang demikian itulah perhiasan hidup di dunia. Namun, di sisi Allah ada (lagi) sebaik tempat kembali.

قُلْ أَؤُنَبِّئُكُمْ بِخَيْرٍ مِنْ ذَٰلِكُمْ ۚ لِلَّذِينَ اتَّقَوْا عِنْدَ رَبِّهِمْ جَنَّاتٌ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَأَزْوَاجٌ مُطَهَّرَةٌ وَرِضْوَانٌ مِنَ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ بَصِيرٌ بِالْعِبَادِ

Kemenag RI 2019: Katakanlah, “Maukah aku beri tahukan kepadamu sesuatu yang lebih baik daripada yang demikian itu?” Untuk orang-orang yang bertakwa, di sisi Tuhan mereka ada surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya dan (untuk mereka) pasangan yang disucikan serta rida Allah. Allah Maha Melihat hamba-hamba-Nya. (QS 3 : 15)
Quraish Shihab: Katakanlah,"Inginkah kuberitahukan kepada kamu apa yang lebih baik dari yang demikian itu?" Untuk orang-orang yang bertakwa, pada sisi Tuhan mereka, ada surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya; mereka kekal di dalamnya. Dan (mereka dianugerahi) pasangan-pasangan yang disucikan serta keridhaan yang sangat besar bersumber dari Allah. Allah Maha Melihat hamba-hamba-Nya.
HAMKA: Katakanlah, "Sukakah kamu ceritakan kepada kamu apa yang lebih baik daripada yang demikian, di sisi Tuhan mereka, bagi orang-orang yang bertakwa?" lalah surga-surga, yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, kekal mereka di dalamnya, dan istri-istri yang suci, dan keridhaan dari Allah. Dan, Allah adalah melihat akan hamba-hamba-Nya.

[Halaman 52]

الَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا إِنَّنَا آمَنَّا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Kemenag RI 2019: (Yaitu) orang-orang yang berdoa, “Wahai Tuhan kami, sesungguhnya kami benar-benar telah beriman. Maka, ampunilah dosa-dosa kami dan selamatkanlah kami dari azab neraka.” (QS 3 : 16)
Quraish Shihab: (Yaitu) orang-orang yang berdoa, "Tuhan kami, sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah dosa-dosa kami dan peliharalah kami dari siksa neraka
HAMKA: {Yaitu) orang-orang yang berkata, "Ya, Tuhan kami! Sesungguhnya, kami telah beriman. Oleh karena itu, ampunilah bagi kami dosadosa kami dan peliharakanlah kami dari siksaan neraka."

الصَّابِرِينَ وَالصَّادِقِينَ وَالْقَانِتِينَ وَالْمُنْفِقِينَ وَالْمُسْتَغْفِرِينَ بِالْأَسْحَارِ

Kemenag RI 2019: (Juga) orang-orang yang sabar, benar, taat, dan berinfak, serta memohon ampunan pada akhir malam. (QS 3 : 17)
Quraish Shihab: yakni orang-orang yang sabar, benar, taat, bernafkah, dan yang beristighfar di waktu sahur".
HAMKA: (Yaitu) orang-orang yang sabar dan orang-orang yang jujur dan orang-orang yang sungguh-sungguh taat dan orang-orang yang membelanjakan harta dan orang-orang yang memohon ampun di ujung malam.

شَهِدَ اللَّهُ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ وَالْمَلَائِكَةُ وَأُولُو الْعِلْمِ قَائِمًا بِالْقِسْطِ ۚ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

Kemenag RI 2019: Allah menyatakan bahwa tidak ada tuhan selain Dia, (Allah) yang menegakkan keadilan. (Demikian pula) para malaikat dan orang berilmu. Tidak ada tuhan selain Dia, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS 3 : 18)
Quraish Shihab: Allah menyaksikan bahwa tidak ada Tuhan melainkan Dia, para malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyaksikan yang demikian). Dia Yang menegakkan keadilan (yang memuaskan semua pihak). Tiada Tuhan melainkan Dia, Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana
HAMKA: Allah telah menjelaskan bahwa tiada Tuhan selain Dia. Demikianpun Malaikat dan orang-orang berilmu; bahwa Dia berdiri dengan keadilan. Tidaklah ada Tuhan selain Dia. Mahagagah lagi Bijaksana.

إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ ۗ وَمَا اخْتَلَفَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ إِلَّا مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْعِلْمُ بَغْيًا بَيْنَهُمْ ۗ وَمَنْ يَكْفُرْ بِآيَاتِ اللَّهِ فَإِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya agama (yang diridai) di sisi Allah ialah Islam. Orang-orang yang telah diberi kitab tidak berselisih, kecuali setelah datang pengetahuan kepada mereka karena kedengkian di antara mereka. Siapa yang kufur terhadap ayat-ayat Allah, sesungguhnya Allah sangat cepat perhitungan(-Nya). (QS 3 : 19)
Quraish Shihab: Sesungguhnya agama (yang disyariatkan) di sisi Allah adalah Islam. Tidak berselisih orang-orang yang telah diberi al-Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka karena kedengkian di antara mereka. Barang siapa kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.
HAMKA: Sesungguhnya, yang agama di sisi Allah ialah Islam. Akan tetapi, tidaklah berselisih orang-orang yang diberi Kitab itu melainkan sesudah didatangkan kepada mereka ilmu, lantaran pelanggaran batas di antara mereka. Dan, barangsiapa yang kufur terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah adalah amat cepat perhitungan-Nya.

فَإِنْ حَاجُّوكَ فَقُلْ أَسْلَمْتُ وَجْهِيَ لِلَّهِ وَمَنِ اتَّبَعَنِ ۗ وَقُلْ لِلَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ وَالْأُمِّيِّينَ أَأَسْلَمْتُمْ ۚ فَإِنْ أَسْلَمُوا فَقَدِ اهْتَدَوْا ۖ وَإِنْ تَوَلَّوْا فَإِنَّمَا عَلَيْكَ الْبَلَاغُ ۗ وَاللَّهُ بَصِيرٌ بِالْعِبَادِ

Kemenag RI 2019: Jika mereka mendebat engkau (Nabi Muhammad) katakanlah, “Aku berserah diri kepada Allah dan (demikian pula) orang-orang yang mengikutiku.” Katakanlah kepada orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang telah diberi Kitab (Taurat dan Injil) dan kepada orang-orang yang umi, ) “Sudahkah kamu masuk Islam?” Jika mereka telah masuk Islam, sungguh mereka telah mendapat petunjuk. Akan tetapi, jika mereka berpaling, sesungguhnya kewajibanmu hanyalah menyampaikan. Allah Maha Melihat hamba-hamba-Nya. (QS 3 : 20)
Quraish Shihab: Maka, jika mereka mendebatmu (Nabi Muhammad saw.), maka katakanlah:    “Aku menyerahkan wajahku (diriku) kepada Allah dan (demikian pula) siapa yang mengikutiku.” Dan katakanlah kepada orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang telah diberi al-Kitab (Taurat dan Injil) dan kepada orang-orang ummi (mereka yang tidak mendapat kitab suci): “Apakah kamu telah menyerahkan diri kamu (memeluk Islam)?” Jika mereka telah menyerahkan diri, maka sungguh mereka telah mendapat petunjuk, dan jika mereka berpaling, maka sesungguhnya (kewajiban)-mu hanyalah penyampaian (ayat-ayat Allah swt.). Dan Allah Maha Melihat para hamba-Nya.
HAMKA: Maka, jika mereka membantah engkau, katakanlah, "Aku telah menyerah diri kepada Allah, demikian juga orang-orang yang mengikutiku." Dan tanyakanlah kepada orang-orang yang telah diberi Kitab itu dan kepada orangorang yang ummi, "Sudahkah kamu menyerah din?" Maka jika mereka telah menyerah diri maka sesungguhnya telah mendapat petunjuklah mereka. Dan, jika mereka berpaling maka tidak lain kewajiban engkau hanyalah menyampaikan; dan Allah adalah amat memandang kepada hamba-Nya.

إِنَّ الَّذِينَ يَكْفُرُونَ بِآيَاتِ اللَّهِ وَيَقْتُلُونَ النَّبِيِّينَ بِغَيْرِ حَقٍّ وَيَقْتُلُونَ الَّذِينَ يَأْمُرُونَ بِالْقِسْطِ مِنَ النَّاسِ فَبَشِّرْهُمْ بِعَذَابٍ أَلِيمٍ

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya orang-orang yang kufur terhadap ayat-ayat Allah, membunuh para nabi tanpa hak (alasan yang benar), dan membunuh manusia yang memerintahkan keadilan, sampaikanlah kepada mereka kabar ‘gembira’ tentang azab yang pedih. (QS 3 : 21)
Quraish Shihab: Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi yang memang tidak dibenarkan, dan membunuh orang-orang yang menyuruh berbuat adil dari (kelompok) manusia, maka gembirakanlah mereka dengan azab yang sangat pedih.
HAMKA: Sesungguhnya, orang-orang yang kufur pada perintah-perintah Allah dan membunuh nabi-nabi dengan tidak benar dan membunuh orang-orang yang menyuruhkan keadilan kepada manusia maka beri ancamanlah mereka dengan siksa yang pedih.

أُولَٰئِكَ الَّذِينَ حَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَمَا لَهُمْ مِنْ نَاصِرِينَ

Kemenag RI 2019: Mereka itulah orang-orang yang amalnya sia-sia di dunia dan di akhirat dan tidak ada bagi mereka satu penolong pun. (QS 3 : 22)
Quraish Shihab: Mereka itu adalah orang-orang yang sia-sia amal-amal mereka di dunia dan akhirat, dan mereka sekali-kali tidak memperoleh (satu) penolong (pun).
HAMKA: ltulah orang-orang yang telah percuma amal-amal mereka di dunia dan di akhirat, dan tidak ada bagi mereka orang-orang yang akan menolong.

[Halaman 53]

أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ أُوتُوا نَصِيبًا مِنَ الْكِتَابِ يُدْعَوْنَ إِلَىٰ كِتَابِ اللَّهِ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ يَتَوَلَّىٰ فَرِيقٌ مِنْهُمْ وَهُمْ مُعْرِضُونَ

Kemenag RI 2019: Tidakkah engkau (Nabi Muhammad) memerhatikan orang-orang (Yahudi) yang telah diberi bagian (pengetahuan) kitab (Taurat)? Mereka diajak (berpegang) pada kitab Allah untuk memutuskan (perkara) di antara mereka, kemudian segolongan dari mereka berpaling dan menolak (kebenaran). (QS 3 : 23)
Quraish Shihab: Tidakkah engkau mengetahui orang-orang (Yahudi) yang telah diberi bagian dari al-Kitab (Taurat), mereka diseru kepada Kitab Allah supaya (Kitab itu) menetapkan hukum di antara mereka; kemudian sebagian dari mereka meninggalkan (seruan itu), dan mereka dalam keadaan berpaling (dari kebenaran).
HAMKA: Tidaklah engkau perhatikan orang-orang yang telah diberi sebagian dari Kitab, (ketika) diajak mereka pada Kitab Allah, supaya memutuskan di antara mereka? Kemudian berpaling sebagian dari mereka, padahal mereka membelakang? 

ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوا لَنْ تَمَسَّنَا النَّارُ إِلَّا أَيَّامًا مَعْدُودَاتٍ ۖ وَغَرَّهُمْ فِي دِينِهِمْ مَا كَانُوا يَفْتَرُونَ

Kemenag RI 2019: Demikian itu disebabkan bahwa mereka berkata, “Api neraka tidak akan menyentuh kami, kecuali beberapa hitungan hari saja.” Mereka teperdaya dalam agamanya oleh apa yang selalu mereka ada-adakan. (QS 3 : 24)
Quraish Shihab: Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka berkata: “Neraka tidak akan menyentuh kami kecuali beberapa hari yang dapat dihitung.” Dan apa yang dahulu mereka ada-adakan telah memperdaya mereka dalam agama mereka.
HAMKA: Yang demikian karena mereka berkata, "Sekali-kali kami tidak akan disentuh oleh apl neraka, melainkan beberapa hari saja. Karena mereka telah dltipu dalam hal agama mereka, oleh karangan-karangan (pemimpin-pemimpin) mereka.

فَكَيْفَ إِذَا جَمَعْنَاهُمْ لِيَوْمٍ لَا رَيْبَ فِيهِ وَوُفِّيَتْ كُلُّ نَفْسٍ مَا كَسَبَتْ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ

Kemenag RI 2019: Bagaimanakah (nanti) jika mereka Kami kumpulkan pada hari (Kiamat) yang tidak ada keraguan padanya dan setiap jiwa diberi balasan yang sempurna sesuai dengan apa yang telah dikerjakannya tanpa dizalimi? (QS 3 : 25)
Quraish Shihab: Bagaimanakah apabila mereka Kami kumpulkan pada hari (Kiamat) yang tidak ada keraguan padanya? Dan setiap diri akan diberi (pahalanya) dengan cukup atas apa yang telah diusahakan(nya), sedangkan mereka (sedikitpun) tidak dianiaya (dirugikan).
HAMKA: Bagaimanalah hal mereka (kelak) apabila kami kumpulkan mereka pada hari yang tidak diragu-ragukan lagi padanya, dan disempumakan bagi tiap-tiap seorang apa yang mereka usahakan, padahal mereka tidak akan dianiaya?

قُلِ اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَنْ تَشَاءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاءُ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاءُ ۖ بِيَدِكَ الْخَيْرُ ۖ إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Kemenag RI 2019: Katakanlah (Nabi Muhammad), “Wahai Allah, Pemilik kekuasaan, Engkau berikan kekuasaan kepada siapa pun yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kekuasaan dari siapa yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan siapa yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan siapa yang Engkau kehendaki. Di tangan-Mulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS 3 : 26)
Quraish Shihab:  Katakanlah (Nabi Muhammad saw.): “Allah Pemilik kerajaan, Engkau berikan kerajaan (kekuasaan) kepada siapa yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan (kekuasaan) dari siapa yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan siapa yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan siapa yang Engkau kehendaki. Hanya di tangan-Mu segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.
HAMKA: Katakanlah, "Ya, Tuhan yang memiliki segala kekuasaan. Engkau berikan kekuasaan kepada barang siapa yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kekuasaan dari barangsiapa yang Engkau kehendaki, dan Engkau muliakan barangsiapa yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan barangsiapa yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebaikan. Sesungguhnya, Engkau atas tiap-tiap sesuatu adalah Mahakuasa.

تُولِجُ اللَّيْلَ فِي النَّهَارِ وَتُولِجُ النَّهَارَ فِي اللَّيْلِ ۖ وَتُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَتُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ ۖ وَتَرْزُقُ مَنْ تَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ

Kemenag RI 2019: Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Engkau berikan rezeki kepada siapa yang Engkau kehendaki tanpa perhitungan.” (QS 3 : 27)
Quraish Shihab: Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau mas ulekan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau (terus-menerus) menganugerahkan rezeki kepada siapa yang Engkau kehendaki tanpa batas.”
HAMKA: Engkau masukkan malam kepada siang dan Engkau masukkan siang kepada malam, dan Engkau keluarkan hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan, Engkau memberi rezeki siapa yang Engkau kehendaki dengan tidak berkira.

لَا يَتَّخِذِ الْمُؤْمِنُونَ الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِ الْمُؤْمِنِينَ ۖ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَٰلِكَ فَلَيْسَ مِنَ اللَّهِ فِي شَيْءٍ إِلَّا أَنْ تَتَّقُوا مِنْهُمْ تُقَاةً ۗ وَيُحَذِّرُكُمُ اللَّهُ نَفْسَهُ ۗ وَإِلَى اللَّهِ الْمَصِيرُ

Kemenag RI 2019: Janganlah orang-orang mukmin menjadikan orang kafir sebagai para wali ) dengan mengesampingkan orang-orang mukmin. Siapa yang melakukan itu, hal itu sama sekali bukan dari (ajaran) Allah, kecuali untuk menjaga diri dari sesuatu yang kamu takuti dari mereka. Allah memperingatkan kamu tentang diri-Nya (siksa-Nya). Hanya kepada Allah tempat kembali. (QS 3 : 28)
Quraish Shihab: Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Barang siapa berbuat seperti itu niscaya dia tidak dengan Allah sedikit pun, kecuali menghindar dari sesuatu yang kamu takuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri {siksa)-Nya. Dan hanya kepada Allah tempat kembali (segala sesuatu).
HAMKA: Janganlah mengambil orang-orang yang Mukminin orang-orang yang kafir jadi pemimpin lebih dari orang-orang yang beriman. Dan, barangsiapa yang berbuat demikian itu maka tidaklah ada dari Allah sesuatu jua pun. Kecuali bahwa kamu berawas diri dari mereka itu sebenar awas. Dan, Allah memperingatkan kamu benar-benar akan diri-Nya. Dan, kepada Allah-lah tujuan kamu.

قُلْ إِنْ تُخْفُوا مَا فِي صُدُورِكُمْ أَوْ تُبْدُوهُ يَعْلَمْهُ اللَّهُ ۗ وَيَعْلَمُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ وَاللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Kemenag RI 2019: Katakanlah (Nabi Muhammad), “Jika kamu menyembunyikan apa yang ada dalam hatimu atau kamu menampakkannya, Allah pasti mengetahuinya.” Dia mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS 3 : 29)
Quraish Shihab: Katakanlah, "jika kamu menyembunyikan apa yang ada dalam hatimu atau kamu melahirkannya, pasti Allah mengetahui. "Allah mengetahui apa yang di langit dan apa yang di bumi. Dan Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.
HAMKA: Katakanlah, "Jika kamu sembunyikan apa yang ada dalam dada kamu ataupun kamu tampakkannya, tetapi Allah mengetahuinya juga." Dan Dia pun mengetahui apa yang ada di semua langlt dan apa yang di bumi. Dan, Allah atas tiap-tiap sesuatu Mahakuasa.

[Halaman 54]

يَوْمَ تَجِدُ كُلُّ نَفْسٍ مَا عَمِلَتْ مِنْ خَيْرٍ مُحْضَرًا وَمَا عَمِلَتْ مِنْ سُوءٍ تَوَدُّ لَوْ أَنَّ بَيْنَهَا وَبَيْنَهُ أَمَدًا بَعِيدًا ۗ وَيُحَذِّرُكُمُ اللَّهُ نَفْسَهُ ۗ وَاللَّهُ رَءُوفٌ بِالْعِبَادِ

Kemenag RI 2019: (Ingatlah) pada hari (ketika) setiap jiwa mendapatkan (balasan) atas kebajikan yang telah dikerjakannya dihadirkan, (begitu juga balasan) atas kejahatan yang telah dia kerjakan. Dia berharap seandainya ada jarak yang jauh antara dia dan hari itu. Allah memperingatkan kamu akan (siksa)-Nya. Allah Maha Penyayang terhadap hamba-hamba-Nya. (QS 3 : 30)
Quraish Shihab: Pada hari ketika setiap jiwa menemukan segala apa yang telah dikerjakannya dari sedikit kebaikan pun dihadirkan (di hadapannya), dan apa yang telah dikerjakannya dari kejahatan; dia ingin kalau kiranya antara dia dengan kejahatan itu ada jarak yang jauh; dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya. Dan Allah Maha Penyayang kepada hamba-hamba-Nya.
HAMKA: (lngatlah) akan hari yang tiap-tiap orang akan menerima ganjaran amal baik yang telah tersedia. Dan, amalan-amalan yang buruk pun, inginlah dia (kiranya) di antara balasan amal buruknya ltu dengan dirinya diantarai oleh masa yang jauh. Dan, Allah memperingatkan kamu benar-benar akan diri-Nya. Dan, Allah amatlah sayang kepada hamba-hamba-Nya.

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Kemenag RI 2019: Katakanlah (Nabi Muhammad), “Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah akan mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS 3 : 31)
Quraish Shihab: Katakanlah: 'Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah akan mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. "Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
HAMKA: Katakanlah, "Jika memang kamu cinta kepada Allah maka turutkanlah aku, niscaya cinta pula Allah kepada kamu dan akan diampuniNya dosa-dosa kamu." Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Penyayang.

قُلْ أَطِيعُوا اللَّهَ وَالرَّسُولَ ۖ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَإِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْكَافِرِينَ

Kemenag RI 2019: Katakanlah (Nabi Muhammad), “Taatilah Allah dan Rasul(-Nya). Jika kamu berpaling, sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir.” (QS 3 : 32)
Quraish Shihab: Katakanlah: "Taatlah kepada Allah dan Rasul; jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir."
HAMKA: Katakanlah, "Hendaklah kamu taat · kepada Allah dan Rasul. Akan tetapi, jika kamu berpaling maka sesungguhnya Allah tidak suka kepada orang-orang yang kafir."

إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَىٰ آدَمَ وَنُوحًا وَآلَ إِبْرَاهِيمَ وَآلَ عِمْرَانَ عَلَى الْعَالَمِينَ

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim, dan keluarga Imran atas seluruh alam (manusia pada zamannya masing-masing). (QS 3 : 33)
Quraish Shihab: Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim, dan keluarga Imran atas umat-umat (di masa mereka masing-masing),
HAMKA: Sesungguhnya, Allah telah telah memilih Adam dan Nuh dan keluarga Ibrahim dan keluarga lmran atas sekalian bangsa-bangsa.

ذُرِّيَّةً بَعْضُهَا مِنْ بَعْضٍ ۗ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Kemenag RI 2019: (Mereka adalah) satu keturunan, sebagiannya adalah (keturunan) dari sebagian yang lain. Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS 3 : 34)
Quraish Shihab: (sebagai) satu keturunan yang sebagiannya (keturunan) dari yang lain. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui".
HAMKA: (lalah) keturunan, yang sebagiannya adalah dari yang sebagian. Dan, Allah Maha Mendengar, lagi Mengetahui.

إِذْ قَالَتِ امْرَأَتُ عِمْرَانَ رَبِّ إِنِّي نَذَرْتُ لَكَ مَا فِي بَطْنِي مُحَرَّرًا فَتَقَبَّلْ مِنِّي ۖ إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Kemenag RI 2019: (Ingatlah) ketika istri Imran ) berkata, “Wahai Tuhanku, sesungguhnya aku menazarkan kepada-Mu apa yang ada di dalam kandunganku murni untuk-Mu (berkhidmat di Baitulmaqdis). Maka, terimalah (nazar itu) dariku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS 3 : 35)
Quraish Shihab: (Ingatlah), ketika istri 'Imran berkata: "Tuhanku, sesungguhnya aku menazarkan kepada-Mu, apa (anak) yang dalam kandunganku kiranya menjadi seorangyang dibebaskan ( dari segala ikatan dengan makhluk). Karena itu, terimalah (nazar itu) dariku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. 
HAMKA: (lngatlah) tatkala bermohon istri lmran, "Ya, Tuhanku! Sesungguhnya, aku telah bernadzar (anak) yang dalam perutku ini akan diperhambakan kepada Engkau. Sebab itu, terimalah dariku. Sesungguhnya, Engkau adalah Maha Pendengar, lagi Mengetahui."

فَلَمَّا وَضَعَتْهَا قَالَتْ رَبِّ إِنِّي وَضَعْتُهَا أُنْثَىٰ وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا وَضَعَتْ وَلَيْسَ الذَّكَرُ كَالْأُنْثَىٰ ۖ وَإِنِّي سَمَّيْتُهَا مَرْيَمَ وَإِنِّي أُعِيذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

Kemenag RI 2019: Ketika melahirkannya, dia berkata, “Wahai Tuhanku, aku telah melahirkan anak perempuan.” Padahal, Allah lebih tahu apa yang dia (istri Imran) lahirkan. “Laki-laki tidak sama dengan perempuan. Aku memberinya nama Maryam serta memohon perlindungan-Mu untuknya dan anak cucunya dari setan yang terkutuk.” (QS 3 : 36)
Quraish Shihab: "Maka tatkala istri Imran melahirkan anaknya, dia pun berkata: "Tuhanku, sesungguhnya aku melahirkannya seorang anak perempuan-dan Allah lebih mengetahui apa yang dilahirkannya itu; dan anak laki-laki tidaklah seperti anak perempuan. Sesungguhnya aku telah menamai dia Maryam dan aku mohon perlindungan untuknya serta keturunannya kepada-Mu dari (gangguan) setan yang terkutuk."
HAMKA: Maka, tatkala telah dilahirkannya, dia pun berkata, "Tuhanku, sesungguhnya aku telah melahirkannya perempuan." Padahal Allah terlebih mengetahui apa yang dilahirkannya itu. Dan, tidaklah laki-laki seperti perempuan. "Dan aku telah menamainya Maryam, dan sesungguhnya aku memperlindungkannya dan keturunannya kepada Engkau, dari setan terkutuk."

فَتَقَبَّلَهَا رَبُّهَا بِقَبُولٍ حَسَنٍ وَأَنْبَتَهَا نَبَاتًا حَسَنًا وَكَفَّلَهَا زَكَرِيَّا ۖ كُلَّمَا دَخَلَ عَلَيْهَا زَكَرِيَّا الْمِحْرَابَ وَجَدَ عِنْدَهَا رِزْقًا ۖ قَالَ يَا مَرْيَمُ أَنَّىٰ لَكِ هَٰذَا ۖ قَالَتْ هُوَ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ ۖ إِنَّ اللَّهَ يَرْزُقُ مَنْ يَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ

Kemenag RI 2019: Dia (Allah) menerimanya (Maryam) dengan penerimaan yang baik, membesarkannya dengan pertumbuhan yang baik, dan menyerahkan pemeliharaannya kepada Zakaria. Setiap kali Zakaria masuk menemui di mihrabnya, dia mendapati makanan di sisinya. Dia berkata, “Wahai Maryam, dari mana ini engkau peroleh?” Dia (Maryam) menjawab, “Itu dari Allah.” Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki tanpa perhitungan. (QS 3 : 37)
Quraish Shihab: Maka Tuhan Pemeliharanya menerimanya dengan penerimaan yang baik, dan menumbuhkembangkannya (mendidiknya) dengan pendidikan yang baik dan Allah menjadikan Zakariyya pemeliharanya. Setiap Zakariyya masuk untuk menemuinya di mihrab, dia mendapati rezeki di sisinya. Zakariyya bertanya: "Wahai Maryam, dari mana engkau memeroleh (rezeki) ini?" Dia menjawab: '1a dari sisi Allah, sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa hisab"
HAMKA: Maka, diterimalah (permohonannya itu) oleh Tuhannya dengan penerimaan yang baik, dan Dia pertumbuhkan dia dengan pertumbuhan yang baik, dan mengasuh akan dia Zakaria. Tiaptiap masuk Zakaria ke tempatnya di mihrab, didapatinya ada makanan disisinya, berkata dia, "Wahai, Maryam! Dari mana engkau dapat ini?" Dia menjawab, "Dia adalah dari Allah. Karena, sesungguhnya Allah memberikan rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki dengan tidak berkira."

[Halaman 55]

هُنَالِكَ دَعَا زَكَرِيَّا رَبَّهُ ۖ قَالَ رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً ۖ إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاءِ

Kemenag RI 2019: Di sanalah Zakaria berdoa kepada Tuhannya. Dia berkata, “Wahai Tuhanku, karuniakanlah kepadaku keturunan yang baik dari sisi-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa.” (QS 3 : 38)
Quraish Shihab: Di sanalah Zakariyya berdoa kepada Tuhannya seraya berkata: ''Tuhanku, anugerahilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang berkualitas. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa. 
HAMKA: Pada waktu itu berdoalah Zakaria kepada Tuhannya, katanya, "Ya, Tuhanku! berilah kepadaku dart sisi Engkau keturunan yang baik. Sesungguhnya, Engkau adalah Pendengar permohonan.

فَنَادَتْهُ الْمَلَائِكَةُ وَهُوَ قَائِمٌ يُصَلِّي فِي الْمِحْرَابِ أَنَّ اللَّهَ يُبَشِّرُكَ بِيَحْيَىٰ مُصَدِّقًا بِكَلِمَةٍ مِنَ اللَّهِ وَسَيِّدًا وَحَصُورًا وَنَبِيًّا مِنَ الصَّالِحِينَ

Kemenag RI 2019: Lalu, Malaikat (Jibril) memanggilnya ketika dia berdiri melaksanakan salat di mihrab, “Allah menyampaikan kabar gembira kepadamu dengan (kelahiran) Yahya yang membenarkan kalimat dari Allah, ) (menjadi) anutan, menahan diri (dari hawa nafsu), dan seorang nabi di antara orang-orang saleh.” (QS 3 : 39)
Quraish Shihab: "Maka para malaikat memanggilnya ketika dia sedang berdiri melakukan shalat di mihrab. (Katanya): ''Sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kelahiran Yab_ya, Pembenar kalimat Allah, panutan, berkemampuan menahan diri, dan seorang nabi yang termasuk kelompok orang-orang saleh. "
HAMKA: Maka, menyerulah kepadanya Malaikat, sedang dia sembahyang di mihrab, "Sesungguhnya, Allah menggembirakan engkau dengan Yahya, yang akan membenarkan kalimat dart allah dan akan menjadi pemimpin dan akan terpelihara dan seorang nabi dari kaum yang saleh."

قَالَ رَبِّ أَنَّىٰ يَكُونُ لِي غُلَامٌ وَقَدْ بَلَغَنِيَ الْكِبَرُ وَامْرَأَتِي عَاقِرٌ ۖ قَالَ كَذَٰلِكَ اللَّهُ يَفْعَلُ مَا يَشَاءُ

Kemenag RI 2019: Dia (Zakaria) berkata, “Wahai Tuhanku, bagaimana aku bisa mendapat anak, sedangkan aku sudah sangat tua dan istriku pun mandul?” (Allah) berfirman, “Demikianlah, Allah melakukan apa yang Dia kehendaki.” (QS 3 : 40)
Quraish Shihab: Dia berkata: "Tuhanku, bagaimana aku bisa mendapat anak sedangusia lanjut telah mencapaiku dan istriku pun seorang wanita mandul?" Allah beifi.rman: ''Demikianlah, Allah berbuat apa yang Dia kehendaki. " 
HAMKA: Dia berkata, "Ya, Tuhanku! Adakanlah untukku suatu tanda." Dia berfirman, "Tanda engkau ialah bahwa engkau tidak akan bercakap-cakap dengan manusia tiga hari, kecuali dengan isyarat, dan ingatlah Tuhan engkau sebanyak-banyaknya, dan bertasbihlah petang dan pagi."

قَالَ رَبِّ اجْعَلْ لِي آيَةً ۖ قَالَ آيَتُكَ أَلَّا تُكَلِّمَ النَّاسَ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ إِلَّا رَمْزًا ۗ وَاذْكُرْ رَبَّكَ كَثِيرًا وَسَبِّحْ بِالْعَشِيِّ وَالْإِبْكَارِ

Kemenag RI 2019: Dia (Zakaria) berkata, “Wahai Tuhanku, berilah aku suatu tanda (kehamilan istriku).” Allah berfirman, “Tandanya bagimu adalah engkau tidak (dapat) berbicara dengan manusia selama tiga hari, kecuali dengan isyarat. Sebutlah (nama) Tuhanmu sebanyak-banyaknya dan bertasbihlah pada waktu petang dan pagi hari.” (QS 3 : 41)
Quraish Shihab: Dia berkata, "Tuhanku, berilah aku suatu tanda. "Allah berfirman: "Tandanya bagimu adalah engkau tidak berbicara dengan manusia selama tiga hari, kecuali dengan isyarat. Dan sebutlah Tuhanmu sebanyak-banyaknya serta bertasbihlah di waktu petang dan pagi hari. "
HAMKA: Dan (ingatlah) tatkala berkata Malaikat, ''Wahai, Maryam! Sesungguhnya, Allah telah memilih engkau dan membersihkan engkau dan telah memuliakan engkau atas sekalian perempuan di alam."

وَإِذْ قَالَتِ الْمَلَائِكَةُ يَا مَرْيَمُ إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَاكِ وَطَهَّرَكِ وَاصْطَفَاكِ عَلَىٰ نِسَاءِ الْعَالَمِينَ

Kemenag RI 2019: (Ingatlah) ketika Malaikat (Jibril) berkata, “Wahai Maryam, sesungguhnya Allah telah memilihmu, menyucikanmu, dan melebihkanmu di atas seluruh perempuan di semesta alam (pada masa itu). (QS 3 : 42)
Quraish Shihab: Dan (ingatlah) ketika para malaikat berkata: "Wahai Maryam, sesungguhnya Allah telah memilihmu, menyucikanmu, dan memilihmu atas segala wanita di dunia. 
HAMKA: Demikianlah dari berita-berita gaib yang Kami wahyukan kepada engkau dan tidaklah engkau beserta mereka ketika mereka membuang undi tentang siapa di antara mereka yang akan mengasuh Maryam, dan tidak ada engkau di dekat mereka ketika mereka berbantah.

يَا مَرْيَمُ اقْنُتِي لِرَبِّكِ وَاسْجُدِي وَارْكَعِي مَعَ الرَّاكِعِينَ

Kemenag RI 2019: Wahai Maryam, taatlah kepada Tuhanmu, sujudlah, dan rukuklah bersama orang-orang yang rukuk.” (QS 3 : 43)
Quraish Shihab: Wahai Maryam, taatlah kepada Tuhanmu serta sujud dan rukuklah bersama orang-orang yang rukuk. "
HAMKA: ''Wahai, Maryann! Tunduklah kepada Tuhan engkau dan sujudlah dan ruku'lah bersama orang-orang yang ruku' ."

ذَٰلِكَ مِنْ أَنْبَاءِ الْغَيْبِ نُوحِيهِ إِلَيْكَ ۚ وَمَا كُنْتَ لَدَيْهِمْ إِذْ يُلْقُونَ أَقْلَامَهُمْ أَيُّهُمْ يَكْفُلُ مَرْيَمَ وَمَا كُنْتَ لَدَيْهِمْ إِذْ يَخْتَصِمُونَ

Kemenag RI 2019: Itulah sebagian dari berita-berita gaib yang Kami wahyukan kepadamu (Nabi Muhammad). Padahal, engkau tidak bersama mereka ketika mereka melemparkan pena ) mereka (untuk mengundi) siapa di antara mereka yang akan memelihara Maryam dan engkau tidak bersama mereka ketika mereka bersengketa. (QS 3 : 44)
Quraish Shihab: '1tulah (sebagi,an) dari berita-berita (penting) yanggaib yang Kami wahyukan kepadamu padahal engkau tidak berada di sisi mereka, ketika mereka melemparkan anak-anak panah mereka (untuk mengimdi) siapa di antara mereka yang akan memelihara Maryam. Dan engkau tidak berada di sisi mereka ketika mereka bersengketa. "
HAMKA: Demikianlah dari berita-berita gaib yang Kami wahyukan kepada engkau dan tidaklah engkau beserta mereka ketika mereka membuang undi tentang siapa di antara mereka yang akan mengasuh Maryam, dan tidak ada engkau di dekat mereka ketika mereka berbantah.

إِذْ قَالَتِ الْمَلَائِكَةُ يَا مَرْيَمُ إِنَّ اللَّهَ يُبَشِّرُكِ بِكَلِمَةٍ مِنْهُ اسْمُهُ الْمَسِيحُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ وَجِيهًا فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَمِنَ الْمُقَرَّبِينَ

Kemenag RI 2019: (Ingatlah) ketika Malaikat (Jibril) berkata, “Wahai Maryam, sesungguhnya Allah menyampaikan kabar gembira kepadamu tentang (kelahiran anak yang diciptakan) dengan kalimat dari-Nya, namanya Isa Almasih putra Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat serta termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah). (QS 3 : 45)
Quraish Shihab: (Ingatlah) ketika para malaikat berkata: "Wahai Maryam, sesungguhnyaA!lah menggembirakan engkau dengan kalimat (yang datang) dari-Nya, namanya al-Maszb_ 1sa putra Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah). 
HAMKA: (lngatlah) tatkala berkata Malaikat, "Wahai, Maryam! Sesungguhnya, Allah memberitakan kepada engkau bahwa engkau akan dapat satu kalimah dari-Nya, namanya al-Masih Isa anak Maryam, yang termulia di dunia dan di akhirat, dan seorang dari mereka yang dihampirkan."

[Halaman 56]

وَيُكَلِّمُ النَّاسَ فِي الْمَهْدِ وَكَهْلًا وَمِنَ الصَّالِحِينَ

Kemenag RI 2019: Dia berbicara dengan manusia (sewaktu) dalam buaian dan ketika sudah dewasa serta termasuk orang-orang saleh.” (QS 3 : 46)
Quraish Shihab: Dia berbicara dengan manusia ketika dia masih dalam buaian dan ketika sudah dewasa dan dia termasuk di antara orang-orang yang saleh. "
HAMKA: Dan akan bercakap dengan manusia di dalam buaian dan di masa tua dan dari orangorang yang saleh."

قَالَتْ رَبِّ أَنَّىٰ يَكُونُ لِي وَلَدٌ وَلَمْ يَمْسَسْنِي بَشَرٌ ۖ قَالَ كَذَٰلِكِ اللَّهُ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ ۚ إِذَا قَضَىٰ أَمْرًا فَإِنَّمَا يَقُولُ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ

Kemenag RI 2019: Dia (Maryam) berkata, “Wahai Tuhanku, bagaimana mungkin aku akan mempunyai anak, padahal tidak ada seorang laki-laki pun yang menyentuhku?” Dia (Allah) berfirman, “Demikianlah, Allah menciptakan apa yang Dia kehendaki.” Apabila Dia hendak menetapkan sesuatu, Dia hanya berkata padanya, “Jadilah!” Maka, jadilah sesuatu itu. (QS 3 : 47)
Quraish Shihab: Maryam berkata: 'Tuhanku, bagaimana bisa aku mempunyai anak, padahal aku belum pernah disentuh oleh seorang laki-laki pun. " Allah berfirman: ''Demikianlah, Allah mencipta apa yang dikehendaki-Nya. Apabila Dia menetapkan suatu urusan, maka Dia berfirman kepadanya: Jadilah!' Maka terjadilah ia. "
HAMKA: Dia berkata, "Ya, Tuhanku! Bagaimana jalannya aku akan beranak, padahal aku belum pemah disentuh manusia?" Dia berkata, "Demikianlah Allah menjadikan apa yang Dia kehendaki. Apabila Dia telah menentukan sesuatu, Dia berkata kepadanya, 'Jadilah!' Maka dia pun jadi."

وَيُعَلِّمُهُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَالتَّوْرَاةَ وَالْإِنْجِيلَ

Kemenag RI 2019: Dia (Allah) mengajarkan kepadanya (Isa) kitab, ) hikmah, ) Taurat, dan Injil. (QS 3 : 48)
Quraish Shihab: Dan Dia (Allah) akan mengajarkan kepadanya al-Kitab, hikmah, Taurat, dan Injil.
HAMKA: Dan Dia akan mengajarinya Kitab dan hikmah dan Taurat dan lnjil.

وَرَسُولًا إِلَىٰ بَنِي إِسْرَائِيلَ أَنِّي قَدْ جِئْتُكُمْ بِآيَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ ۖ أَنِّي أَخْلُقُ لَكُمْ مِنَ الطِّينِ كَهَيْئَةِ الطَّيْرِ فَأَنْفُخُ فِيهِ فَيَكُونُ طَيْرًا بِإِذْنِ اللَّهِ ۖ وَأُبْرِئُ الْأَكْمَهَ وَالْأَبْرَصَ وَأُحْيِي الْمَوْتَىٰ بِإِذْنِ اللَّهِ ۖ وَأُنَبِّئُكُمْ بِمَا تَأْكُلُونَ وَمَا تَدَّخِرُونَ فِي بُيُوتِكُمْ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

Kemenag RI 2019: (Allah akan menjadikannya) sebagai seorang rasul kepada Bani Israil. (Isa berkata,) “Sesungguhnya aku telah datang kepadamu dengan tanda (mukjizat) dari Tuhanmu, sesungguhnya aku membuatkan bagimu (sesuatu) dari tanah yang berbentuk seperti burung. Lalu, aku meniupnya sehingga menjadi seekor burung dengan izin Allah. Aku menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahir dan orang yang berpenyakit buras (belang) serta menghidupkan orang-orang mati dengan izin Allah. Aku beri tahukan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kerasulanku) bagimu jika kamu orang-orang mukmin. (QS 3 : 49)
Quraish Shihab: serta Rasul kepada Bani Isra'il (yang berkata kepada mereka): "Sesungguhnya aku telah datang kepada kamu dengan membawa sesuatu tanda (mukjiZllt) dari Tuhan kamu, yaitu aku membuat untuk kamu dari tanah (sesuatu yang) berbentuk seperti burung; kemudian aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan seizin Allah; dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak lahir dan orang yang berpenyakit sopak; dan aku menghidupkan orang mati dengan seizin Allah; serta aku beritahukan kepada kamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu adalah suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagi kamu jika kamu orang-orang mukmin. "
HAMKA: Dan rasul kepada Bani lsrail, "Sesungguhnya, aku telah datang kepada kamu dengan ayat dari Tuhan kamu. Sesungguhnya, aku dapat membuat untuk kamu dari tanah seperti bentuk burung, lalu aku embuskan padanya maka jadilah dia burung dengan izin Allah. Dan, aku dapat menyembuhkan orang buta dan orang disupak {balak) dan menghidupkan orang yang telah mati dengan izin Allah. Dan, aku dapat menceritakan kepada kamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di dalam rumah-rumah kamu. Sesungguhnya, pada yang demikian itu adalah satu tanda bagimu, jika memang kamu beriman." 

وَمُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيَّ مِنَ التَّوْرَاةِ وَلِأُحِلَّ لَكُمْ بَعْضَ الَّذِي حُرِّمَ عَلَيْكُمْ ۚ وَجِئْتُكُمْ بِآيَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَطِيعُونِ

Kemenag RI 2019: (Aku diutus untuk) membenarkan Taurat yang (diturunkan) sebelumku dan untuk menghalalkan bagi kamu sebagian perkara yang telah diharamkan untukmu. Aku datang kepadamu dengan membawa tanda (mukjizat) dari Tuhanmu. Oleh karena itu, bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. (QS 3 : 50)
Quraish Shihab: "Dan (aku diutus kepadamu) membenarkan Taurat yang datang sebelumku, dan untuk menghalalkan bagi kamu sebagian yang telah diharamkan untuk kamu, dan aku datang kepada kamu dengan membawa suatu tanda (mukjizat) dari Tuhanmu. Maka, bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. "
HAMKA: Dan membenarkan apa yang di hadapanku dari Taurat dan untuk menghalalkan bagi kamu apa yang pemah diharamkan atas kamu, dan aku datang kepada kamu dengan ayat dari Tuhan kamu. Maka, takwalah kepada Allah dan taatilah aku."

إِنَّ اللَّهَ رَبِّي وَرَبُّكُمْ فَاعْبُدُوهُ ۗ هَٰذَا صِرَاطٌ مُسْتَقِيمٌ

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya Allah itu Tuhanku dan Tuhanmu. Oleh karena itu, sembahlah Dia. Inilah jalan yang lurus.” (QS 3 : 51)
Quraish Shihab: "Sesungguhnya Allah, Tuhanku dan Tuhanmu, karena itu sembahlah Dia. Inilah jalan lebar yang lurus. "
HAMKA: Sesungguhnya, Allah adalah Tuhanku dan Tuhan kamu, sebab itu sembahlah Dia. lnilah jalan yang lurus."

فَلَمَّا أَحَسَّ عِيسَىٰ مِنْهُمُ الْكُفْرَ قَالَ مَنْ أَنْصَارِي إِلَى اللَّهِ ۖ قَالَ الْحَوَارِيُّونَ نَحْنُ أَنْصَارُ اللَّهِ آمَنَّا بِاللَّهِ وَاشْهَدْ بِأَنَّا مُسْلِمُونَ

Kemenag RI 2019: Ketika Isa merasakan kekufuran mereka (Bani Israil), dia berkata, “Siapakah yang akan menjadi penolongku untuk (menegakkan agama) Allah?” Para hawari (sahabat setianya) menjawab, “Kamilah penolong (agama) Allah. Kami beriman kepada Allah dan saksikanlah sesungguhnya kami adalah orang-orang muslim. (QS 3 : 52)
Quraish Shihab: Maka, tatkala 1sa merasakan dari sebagian mereka keingkaran, berkatalah dia: "Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku menuju kepada Allah?" Para b.awariyyun menjawab: ''Kamilah penolong-penolong (agama) Allah. Kami beriman kepada Allah; dan saksikanlah bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang muslim (yang berserah diri). "
HAMKA: Maka, tatkala terasa oleh Isa kekafiran mereka, berkatalah dia, "Siapakah yang akan menolongku pada Allah?" Menjawablah Hawariyun, "Kamilah penolong-penolong Allah dan kami naik saksi bahwa kami ini adalah menyerahkan diri.

[Halaman 57]

رَبَّنَا آمَنَّا بِمَا أَنْزَلْتَ وَاتَّبَعْنَا الرَّسُولَ فَاكْتُبْنَا مَعَ الشَّاهِدِينَ

Kemenag RI 2019: Wahai Tuhan kami, kami telah beriman pada apa yang Engkau turunkan dan kami telah mengikuti Rasul. Oleh karena itu, tetapkanlah kami bersama orang-orang yang memberikan kesaksian.” (QS 3 : 53)
Quraish Shihab: "Tuhan kami, kami telah beriman kepada apa yang telah Engkau turunkan dan kami telah mengikuti rasul karena itu tetapkanlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi."
HAMKA: "Ya, Tuhan kami! Kami telah percaya kepada apa yang telah Engkau turunkan dan kami pun telah mengikut Rasul itu. Sebab itu, tuliskanlah kiranya kami bersama-sama orang-orang yang telah menyaksikan."

وَمَكَرُوا وَمَكَرَ اللَّهُ ۖ وَاللَّهُ خَيْرُ الْمَاكِرِينَ

Kemenag RI 2019: Mereka (orang-orang kafir) membuat tipu daya dan Allah pun membalas tipu daya (mereka). Allah sebaik-baik pembalas tipu daya. (QS 3 : 54)
Quraish Shihab: ''Mereka melakukan tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik Pembalas tipu daya. "
HAMKA: Dan mereka telah mernbuat tipu daya, tetapi Allah pun telah menipu daya pula, dan Allah adalah sepandai-pandai (pembalas) tipu daya.

إِذْ قَالَ اللَّهُ يَا عِيسَىٰ إِنِّي مُتَوَفِّيكَ وَرَافِعُكَ إِلَيَّ وَمُطَهِّرُكَ مِنَ الَّذِينَ كَفَرُوا وَجَاعِلُ الَّذِينَ اتَّبَعُوكَ فَوْقَ الَّذِينَ كَفَرُوا إِلَىٰ يَوْمِ الْقِيَامَةِ ۖ ثُمَّ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأَحْكُمُ بَيْنَكُمْ فِيمَا كُنْتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ

Kemenag RI 2019: (Ingatlah) ketika Allah berfirman, “Wahai Isa, sesungguhnya Aku mengambilmu, mengangkatmu kepada-Ku, menyucikanmu dari orang-orang yang kufur, dan menjadikan orang-orang yang mengikutimu lebih unggul daripada orang-orang yang kufur hingga hari Kiamat. Kemudian, kepada-Kulah kamu kembali, lalu Aku beri keputusan tentang apa yang selalu kamu perselisihkan. (QS 3 : 55)
Quraish Shihab: (Ingatlah) ketika Allah berfirman: "Wahai 1sa, sesungguhnya Aku akan mewafatkan engkau dan mengangkatmu kepada-Ku serta membersihkanmu dari orang-orang yang kafir dan menjadikan orang-orang yang mengikutimu di atas orang-orang yang kafir sampai pada Hari Kiamat. Kemudian hanya kepada Akulah pengembalian kamu, lalu Aku memutuskan di antara kamu tentang hal-hal yang kamu berselisih padanya. "
HAMKA: (lngatlah) tatkala Allah berkata, "Wahai, Isa! Sesungguhnya, Aku akan rnewafatkan engkau dan mengangkat engkau kepada-Ku dan membersihkan engkau dari orang-orang yang kafir, dan akan menjadikan orang-orang yang rnengikut engkau lebih atas dari orang-orang yang kafir itu sampai Hari Kiamat. Maka, kepada Akulah tempat kamu kembali rnaka akan Aku putuskan nanti di antara kamu dan hal apa-apa yang telah kamu perselisihkan padanya itu."

فَأَمَّا الَّذِينَ كَفَرُوا فَأُعَذِّبُهُمْ عَذَابًا شَدِيدًا فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَمَا لَهُمْ مِنْ نَاصِرِينَ

Kemenag RI 2019: Adapun orang-orang yang kufur akan Aku azab mereka dengan azab yang sangat keras di dunia dan di akhirat dan sekali-kali tidak ada penolong bagi mereka.” (QS 3 : 56)
Quraish Shihab: "Maka, adapun orang-orang yang kafir, maka akan Ku-siksa mereka dengan siksa yang sangat keras di dunia dan di akhirat, dan mereka tidak memeroleh penolong. " 
HAMKA: Maka, adapun orang-orang yang kafir itu maka akan Aku siksalah rnereka dengan siksaan yang sangat di dunia dan di akhirat. Dan, tidaklah ada bagi mereka orang-orang yang akan menolong.

وَأَمَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ فَيُوَفِّيهِمْ أُجُورَهُمْ ۗ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ الظَّالِمِينَ

Kemenag RI 2019: Sementara itu, orang-orang yang beriman dan beramal saleh akan Dia berikan pahala mereka dengan sempurna. Allah tidak menyukai orang-orang zalim. (QS 3 : 57)
Quraish Shihab: Sedang orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, maka Dia akan memberi mereka dengan sempurna pahala amal-amal mereka; Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, makaAllah akan memberikan kepada mereka dengan sempurna pahala amal-amal mereka; dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim. 
HAMKA: Dan adapun orang-orang yang beriman dan rnengamalkan perbuatan-perbuatan yang saleh maka akan Dia sempumakan ganjaran-ganjaran mereka. Dan, Allah tidaklah suka kepada orangorang yang aniaya.

ذَٰلِكَ نَتْلُوهُ عَلَيْكَ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ

Kemenag RI 2019: Itulah (kisah Isa) yang Kami bacakan kepadamu (Nabi Muhammad) sebagian bukti-bukti (kebenaranmu sebagai rasul) dan peringatan yang penuh hikmah (Al-Qur’an). (QS 3 : 58)
Quraish Shihab: Demikianlah Kami membacakannya kepadamu sebagian dari bukti-bukti dan adz-dzikir yang penuh hikmah. "
HAMKA: Demikianlah, telah Kami bacakan dia kepada engkau, sebagian dari ayat-ayat dan peringatan yang amat bijaksana.

إِنَّ مَثَلَ عِيسَىٰ عِنْدَ اللَّهِ كَمَثَلِ آدَمَ ۖ خَلَقَهُ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ قَالَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya perumpamaan (penciptaan) Isa bagi Allah adalah seperti (penciptaan) Adam. Dia menciptakannya dari tanah kemudian berfirman kepadanya, “Jadilah!” Maka, jadilah sesuatu itu. (QS 3 : 59)
Quraish Shihab: Sesungguhnya misal 'lsa di sisi Allah adalah semisal Adam. Allah menciptakannya dari tanah, kemudian beifirman kepadanya: 'Jadilah!" Maka terjadilah ia."
HAMKA: Sesungguhnya, perbandingan Isa di sisi Allah, adalah seumpama Adam jua. Dijadikan-Nya dia dari tanah, kemudian Dia berkata, "Jadilah!" maka dia pun jadi. 

الْحَقُّ مِنْ رَبِّكَ فَلَا تَكُنْ مِنَ الْمُمْتَرِينَ

Kemenag RI 2019: Kebenaran itu dari Tuhanmu. Oleh karena itu, janganlah engkau (Nabi Muhammad) termasuk orang-orang yang ragu. (QS 3 : 60)
Quraish Shihab: ''Kebenaran mutlak datang dari Tuhanmu, karena itu janganlah engkau termasu k orang-orang yang ragu.
HAMKA: Kebenaran adalah dan Tuhan engkau maka janganlah engkau termasuk orang yang ragu-ragu. 

فَمَنْ حَاجَّكَ فِيهِ مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ فَقُلْ تَعَالَوْا نَدْعُ أَبْنَاءَنَا وَأَبْنَاءَكُمْ وَنِسَاءَنَا وَنِسَاءَكُمْ وَأَنْفُسَنَا وَأَنْفُسَكُمْ ثُمَّ نَبْتَهِلْ فَنَجْعَلْ لَعْنَتَ اللَّهِ عَلَى الْكَاذِبِينَ

Kemenag RI 2019: Siapa yang membantahmu dalam hal ini setelah datang ilmu kepadamu, maka katakanlah (Nabi Muhammad), “Marilah kita panggil anak-anak kami dan anak-anak kamu, istri-istri kami dan istri-istri kamu, diri kami dan diri kamu, kemudian marilah kita bermubahalah ) agar laknat Allah ditimpakan kepada para pendusta.” (QS 3 : 61)
Quraish Shihab: Siapa yang membantahmu dalam ha! ini sesudah datang kepadamu ilmu maka katakanlah (kepadanya): "Mari/ah kita memanggil anak-anak kami dan anak-anak kamu, istri-istri kami dan istri-istri kamu, diri kami dan diri kamu; kemudian marilah kita bermubahalah kepada Allah dan kita minta supaya laknat Allah ditimpakan kepada para pembohong. 
HAMKA: Maka, barangsiapa yang membantah Engkau dart hal itu, sesudah datang kepada engkau pengetahuan maka katakanlah, "Martlah kemari! Kita ajak anak-anak kami dan anak-anak kamu dan istri-istri kami dan istri-istri kamu, dan diri-diri kami dan diri-diri kamu, kemudian itu kita adakan mubahalah, dan kita jadikan kiranya laknat Allah atas orang-orang yang berdusta. 

[Halaman 58]

إِنَّ هَٰذَا لَهُوَ الْقَصَصُ الْحَقُّ ۚ وَمَا مِنْ إِلَٰهٍ إِلَّا اللَّهُ ۚ وَإِنَّ اللَّهَ لَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya ini benar-benar kisah yang hak. Tidak ada tuhan selain Allah, dan sesungguhnya Allahlah yang benar-benar Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS 3 : 62)
Quraish Shihab: "Sesungguhnya ini adalah kisah yang benar. Tidak ada Tuhan selain Allah; dan sesungguhnya Allah, Dialah Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana. 
HAMKA: Sesungguhnya, ini adalah suatu kisah yang benar, dan tidaklah ada dari satu Tuhan pun selain Allah, dan sesungguhnya Allah, Dialah yang Gagah, lagi Bijaksana.

فَإِنْ تَوَلَّوْا فَإِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ بِالْمُفْسِدِينَ

Kemenag RI 2019: Jika mereka berpaling, (ketahuilah) bahwa sesungguhnya Allah Maha Mengetahui orang-orang yang berbuat kerusakan. (QS 3 : 63)
Quraish Shihab: Maka jika mereka berkeras berpaling (dari kebenaran), maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui orang-orang yang berbuat kerusakan."
HAMKA: Maka, jika mereka berpaling, sesungguhnya Allah Mahatahu siapa orang-orang yang merusak.

قُلْ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ تَعَالَوْا إِلَىٰ كَلِمَةٍ سَوَاءٍ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ أَلَّا نَعْبُدَ إِلَّا اللَّهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهِ شَيْئًا وَلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللَّهِ ۚ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَقُولُوا اشْهَدُوا بِأَنَّا مُسْلِمُونَ

Kemenag RI 2019: Katakanlah (Nabi Muhammad), “Wahai Ahlulkitab, marilah (kita) menuju pada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, (yakni) kita tidak menyembah selain Allah, kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun, dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan-tuhan selain Allah.” Jika mereka berpaling, katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang muslim.” (QS 3 : 64)
Quraish Shihab: Katakanlah: "Wahai Ahl al-Kitab, marilah menuju kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatu pun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan-tuhan selain Allah. ]ika mereka berpaling maka katakanlah: "Saksikanlah bahwa kami adalah orang-orang muslim yang berserah diri (kepada Allah). "
HAMKA: Katakanlah, "Wahai, Ahlul Kitab! Marilah kemari kepada kalimat yang sama di antara kami dan di antara kamu, yaitu bahwa janganlah kita menyembah melainkan kepada Allah, dan jangan kita menyekutukan sesuatu dengan Dia, dan jangan menjadikan sebagian dari kita akan sebagian menjadi Tuhan-Tuhan selain dari Allah." Maka jika mereka berpaling, hendaklah kamu katakan, "Saksikanlah olehmu bahwasanya kami ini adalah orang-orang yang Islam."

يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لِمَ تُحَاجُّونَ فِي إِبْرَاهِيمَ وَمَا أُنْزِلَتِ التَّوْرَاةُ وَالْإِنْجِيلُ إِلَّا مِنْ بَعْدِهِ ۚ أَفَلَا تَعْقِلُونَ

Kemenag RI 2019: Wahai Ahlulkitab, mengapa kamu berbantah-bantahan ) tentang Ibrahim? Padahal, Taurat dan Injil tidak diturunkan, kecuali setelah dia (Ibrahim). Apakah kamu tidak mengerti? (QS 3 : 65)
Quraish Shihab: "Wahai Ahl al-Kitab, mengapa kamu bantah-membantah tentang ha! Ibrahim, padahal Taurat dan Injil tidak diturunkan melainkan sesudah Ibrahim. Apakah kamu tidak menggunakan akal kalian?"
HAMKA: Wahal, Ahlul Kitab! Mengapa kamu bersilang sengketa tentang Ibrahim? Padahal tidaklah diturunkan Taurat dan lnjil melainkan sesudah dia? Apakah kamu tidak berpiklr?  

هَا أَنْتُمْ هَٰؤُلَاءِ حَاجَجْتُمْ فِيمَا لَكُمْ بِهِ عِلْمٌ فَلِمَ تُحَاجُّونَ فِيمَا لَيْسَ لَكُمْ بِهِ عِلْمٌ ۚ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

Kemenag RI 2019: Begitulah kamu. Kamu berbantah-bantahan tentang apa yang kamu ketahui, ) tetapi mengapa kamu berbantah-bantahan (juga) tentang apa yang tidak kamu ketahui? ) Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui. (QS 3 : 66)
Quraish Shihab: ''Beginilah kamu. Kamu ini bantah-membantah menyangkut apa yang kamu miliki dari sedikit pengetahuan; maka kenapa kamu bantah-membantah  tentang hal yang tidak kamu ketahui sedikit pun? Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui. "
HAMKA: lngatlah! Kamu ini adalah orang-orang yang pemah berbantah-bantahan dari hal yang ada  pengetahuan kamu padanya, tetapi (sekarang) mengapa kamu berbantah-bantahan dalam hal yang tidak ada pengetahuan kamu padanya? Dan Allah itu mengetahui, sedangkan kamu tidaklah mengetahui.

مَا كَانَ إِبْرَاهِيمُ يَهُودِيًّا وَلَا نَصْرَانِيًّا وَلَٰكِنْ كَانَ حَنِيفًا مُسْلِمًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ

Kemenag RI 2019: Ibrahim bukanlah seorang Yahudi dan bukan pula seorang Nasrani, melainkan dia adalah seorang yang hanif ) lagi berserah diri (muslim). Dia bukan pula termasuk (golongan) orang-orang musyrik. (QS 3 : 67)
Quraish Shihab: '1brahfm bukan seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani, akan tetapi dia adalah seorang yang lurus lagi. berserah diri (kepada Allah) dan sekali-kali bukanlah dia termasuk golongan orang-orang musyrik. "
HAMKA: Bukanlah Ibrahim itu seorang Yahudi dan bukan pula seorang Nasrani, akan tetapi adalah seorang yang bersih dari kesesatan lagi Muslim, dan tidaklah dia dari seorang yang mempersekutukan.

إِنَّ أَوْلَى النَّاسِ بِإِبْرَاهِيمَ لَلَّذِينَ اتَّبَعُوهُ وَهَٰذَا النَّبِيُّ وَالَّذِينَ آمَنُوا ۗ وَاللَّهُ وَلِيُّ الْمُؤْمِنِينَ

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya orang yang paling dekat dengan Ibrahim adalah orang-orang yang mengikutinya, Nabi ini (Nabi Muhammad), dan orang-orang yang beriman. Allah adalah pelindung orang-orang mukmin. (QS 3 : 68)
Quraish Shihab: 'Sesungguhnya orang yang paling dekat kepada Ibrahim ialah orang-orang yang bersungguh-sungguh mengikutinya dan Nabi ini serta orang-orang yang beriman, dan Allah adalah Pelindung semua orang-orang mukmin. "
HAMKA: Sesungguhnya, manusia yang paling dekat kepada Ibrahim ialah orang-orang yang menurutkan dia dan Nabi ini dan orang-orang yang beriman. Dan, Allah adalah pembela dari orang-orang yang beriman.

وَدَّتْ طَائِفَةٌ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ لَوْ يُضِلُّونَكُمْ وَمَا يُضِلُّونَ إِلَّا أَنْفُسَهُمْ وَمَا يَشْعُرُونَ

Kemenag RI 2019: Segolongan Ahlulkitab ingin menyesatkan kamu. Padahal, mereka tidak menyesatkan (siapa pun), kecuali diri mereka sendiri. Akan tetapi, mereka tidak sadar. (QS 3 : 69)
Quraish Shihab: ''Segolongan dari kelompok Ahl al-Kitab ingi,n seandainya mereka menyesatkan kamu, padahal mereka (sebenarnya) tidak menyesatkan melainkan diri mereka sendiri, dan mereka tidak menyadari. "
HAMKA: lngin sekali segolongan dari Ahlul Kitab itu kalau dapat menyesatkan kamu. Akan tetapi, tidaklah akan mereka sesatkan kecuali diri mereka sendiri, sedang mereka tidaklah merasa.  

يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لِمَ تَكْفُرُونَ بِآيَاتِ اللَّهِ وَأَنْتُمْ تَشْهَدُونَ

Kemenag RI 2019: Wahai Ahlulkitab, mengapa kamu mengingkari ayat-ayat Allah, ) padahal kamu mengetahui (kebenarannya)? (QS 3 : 70)
Quraish Shihab: "Wahai Ahl al-Kitab, mengapa kamu terus-menerus mengingkari ayat-ayat Allah, padahal kamu menyaksikan (kebenarannya)? 
HAMKA: Wahai, Ahlul Kitab! Mengapa kamu tidak mau percaya kepada ayat-ayat Allah, padahal kamu menyaksikan?  

[Halaman 59]

يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لِمَ تَلْبِسُونَ الْحَقَّ بِالْبَاطِلِ وَتَكْتُمُونَ الْحَقَّ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ

Kemenag RI 2019: Wahai Ahlulkitab, mengapa kamu mencampuradukkan yang hak dengan yang batil ) dan kamu menyembunyikan kebenaran, ) padahal kamu mengetahui? (QS 3 : 71)
Quraish Shihab: Wahai Ahl al-Kitab, mengapa kamu mencampuradukkan yang b.aq dengan yang batih dan menyembunyikan kebenaran, padahal kamu mengetahui?"
HAMKA: Wahai, Ahlul-kitab! Mengapa kamu campur aduk kebenaran itu dengan kepalsuan dan kamu sembunyikan kebenaran, padahal kamu mengetahuinya. 

وَقَالَتْ طَائِفَةٌ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ آمِنُوا بِالَّذِي أُنْزِلَ عَلَى الَّذِينَ آمَنُوا وَجْهَ النَّهَارِ وَاكْفُرُوا آخِرَهُ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

Kemenag RI 2019: Segolongan Ahlulkitab berkata (kepada sesamanya), “Berimanlah kamu pada apa yang diturunkan kepada orang-orang yang beriman pada awal siang dan ingkarlah pada akhir (siang) agar mereka kembali (pada kekufuran). (QS 3 : 72)
Quraish Shihab: Segolongan dari Ahl al-Kitab berkata: ''Perlihatkanlah (seolah-olah) kamu beriman kepada apa yang diturunkan kepada orang-orangyang beriman pada permulaan siang dan ingkarilah ia pada akhirnya supaya mereka kembali (kepada kekufaran). "
HAMKA: Dan berkata segolongan dari Ahlul Kitab itu, "Berimanlah kepada apa yang diturunkan kepada orang-orang yang beriman itu di siang hari dan kufurlah kepadanya di waktu petang, supaya mereka kembali." 

وَلَا تُؤْمِنُوا إِلَّا لِمَنْ تَبِعَ دِينَكُمْ قُلْ إِنَّ الْهُدَىٰ هُدَى اللَّهِ أَنْ يُؤْتَىٰ أَحَدٌ مِثْلَ مَا أُوتِيتُمْ أَوْ يُحَاجُّوكُمْ عِنْدَ رَبِّكُمْ ۗ قُلْ إِنَّ الْفَضْلَ بِيَدِ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

Kemenag RI 2019: Janganlah kamu percaya selain kepada orang yang mengikuti agamamu.” ) Katakanlah (Nabi Muhammad), “Sesungguhnya petunjuk (yang sempurna) itu hanyalah petunjuk Allah. (Janganlah kamu percaya) bahwa seseorang akan diberi seperti apa yang diberikan kepada kamu atau mereka akan menyanggah kamu di hadapan Tuhanmu.” Katakanlah (Nabi Muhammad), “Sesungguhnya karunia itu di tangan Allah. Dia menganugerahkannya kepada siapa yang Dia kehendaki. Allah Maha Luas lagi Maha Mengetahui.” (QS 3 : 73)
Quraish Shihab: Dan janganlah kamu percaya kecuali kepada orang yang mengikuti agamamu. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk yang sempurna ialah petunjuk Allah, dan bahwa akan diberikan kepada seseorang seperti apa yang diberikan kepada kamu, dan bahwa mereka akan mengalahkan hujjahmu di sisi Tuhanmu. " Katakanlah: "Sesungguhnya karunia itu di tangan Allah, Allah memberikan karunia-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah Mahaluas lagi Maha Mengetahui.
HAMKA:  "Dan janganlah kamu percaya melainkan kepada orang-orang yang menuruti agama kamu." Katakanlah, "Sesungguhnya, yang petunjuk ialah petunjuk Allah, bahwa akan diberikan kepada seseorang sebagaimana pemberian yang diberikan kepada kamu, atau akan ada orang yang menempelak kamu di sisi Tuhan kamu." Katakanlah, "Sesungguhnya, karunia itu adalah di tangan Allah, diberikan-Nya akan dia kepada barangsiapa yang Dia kehendaki. Dan, Allah itu adalah Mahaluas, lagi Mengetahui."  

يَخْتَصُّ بِرَحْمَتِهِ مَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ

Kemenag RI 2019: Dia menentukan rahmat-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki dan Allah memiliki karunia yang besar. (QS 3 : 74)
Quraish Shihab: "Allah menentukan rahmat-Nya (kenabian) kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah mempunyai karunia yang besar.
HAMKA: Dia menentukan rahmat-Nya kepada barang siapa yang Dia kehendaki dan Allah adalah mempunyai karunia yang besar. 

وَمِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ مَنْ إِنْ تَأْمَنْهُ بِقِنْطَارٍ يُؤَدِّهِ إِلَيْكَ وَمِنْهُمْ مَنْ إِنْ تَأْمَنْهُ بِدِينَارٍ لَا يُؤَدِّهِ إِلَيْكَ إِلَّا مَا دُمْتَ عَلَيْهِ قَائِمًا ۗ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوا لَيْسَ عَلَيْنَا فِي الْأُمِّيِّينَ سَبِيلٌ وَيَقُولُونَ عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ وَهُمْ يَعْلَمُونَ

Kemenag RI 2019: Di antara Ahlulkitab ada orang yang jika engkau percayakan kepadanya harta yang banyak, niscaya dia mengembalikannya kepadamu. Akan tetapi, ada (pula) di antara mereka orang yang jika engkau percayakan kepadanya satu dinar, dia tidak mengembalikannya kepadamu, kecuali jika engkau selalu menagihnya. Yang demikian itu disebabkan mereka berkata, “Tidak ada dosa bagi kami terhadap orang-orang umi.” ) Mereka mengatakan hal yang dusta terhadap Allah, padahal mereka mengetahui. (QS 3 : 75)
Quraish Shihab: Di antara Ahli al-Kitab ada orang yang jika engkau mempercayakan kepadanya harta yang banyak, dikembalikannya kepadamu; dan di antara mereka ada orang yang jika engkau mempercayakan kepadanya satu dinar, tidak dikembalikannya padamu, kecuali jika kamu selalu menagihnya. Yang demikian itu disebabkan karena mereka mengatakan: "Tidak ada dosa bagj kami terhadap orang-orang ummi. "Mereka berkata dusta terhadap Allah, padahal mereka mengetahui.
HAMKA: Dan setengah dari Ahlul Kitab itu ada yang kalau engkau percayai dia satu pikul, dia akan menunaikannya kepada engkau. Dan, setengah mereka, ada yang kalau engkau percayai dengan satu dinar, tidak ditunaikannya dia kepada engkau kecuali kalau tetap engkau mendesaknya. Menjadi demikian karena mereka berkata, "Tidak ada dosa atas kita terhadap orang-orang yang bodoh itu." Dan mereka katakan kedustaan atas Allah, padahal mereka mengetahui.

بَلَىٰ مَنْ أَوْفَىٰ بِعَهْدِهِ وَاتَّقَىٰ فَإِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَّقِينَ

Kemenag RI 2019: Bukan begitu! Siapa yang menepati janji dan bertakwa, sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertakwa. (QS 3 : 76)
Quraish Shihab: Bukan demikian, sebenarnya siapa yang menepati janjinya dan bertakwa, maak sesungguhnya Allah menyukai orang yang bertakwa
HAMKA: Bahkan! Barangsiapa yang menyempumakan janji-Nya dan dia pun bertakwa maka sesungguhnya Allah adalah amat suka kepada orang-orang yang bertakwa.

إِنَّ الَّذِينَ يَشْتَرُونَ بِعَهْدِ اللَّهِ وَأَيْمَانِهِمْ ثَمَنًا قَلِيلًا أُولَٰئِكَ لَا خَلَاقَ لَهُمْ فِي الْآخِرَةِ وَلَا يُكَلِّمُهُمُ اللَّهُ وَلَا يَنْظُرُ إِلَيْهِمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلَا يُزَكِّيهِمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya orang-orang yang memperjualbelikan janji Allah dan sumpah-sumpah mereka dengan harga murah, mereka itu tidak memperoleh bagian di akhirat, Allah tidak akan menyapa mereka, tidak akan memperhatikan mereka pada hari Kiamat, dan tidak akan menyucikan mereka. Bagi mereka azab yang pedih. (QS 3 : 77)
Quraish Shihab: "Sesungguhnya orang-orang yang membeli janji Allah dan sumpah-sumpah mereka dengan harga yang sedikit, mereka itu tidak mendapat bagian di akhirat, dan Allah tidak akan berkata-kata dengan mereka, tidak akan melihat kepada mereka pada Hari Kiamat dan tidak akan menyucikan mereka. Dan bagi mereka siksa yang pedih. "
HAMKA: Sesungguhnya, orang-orang yang membeli dengan mempergunakan janji Allah dan sumpahsumpah mereka akan harga yang sedikit, itulah orang-orang yang tidak akan ada bagian bagi mereka di akhirat, dan tidaklah Allah akan bercakap-cakap dengan mereka dan tidaklah Dia akan memandang kepada mereka di Hari Kiamat, dan tidaklah Allah akan membersihkan mereka. Dan, bagi mereka siksa yang pedih.

[Halaman 60]

وَإِنَّ مِنْهُمْ لَفَرِيقًا يَلْوُونَ أَلْسِنَتَهُمْ بِالْكِتَابِ لِتَحْسَبُوهُ مِنَ الْكِتَابِ وَمَا هُوَ مِنَ الْكِتَابِ وَيَقُولُونَ هُوَ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ وَمَا هُوَ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ وَيَقُولُونَ عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ وَهُمْ يَعْلَمُونَ

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya di antara mereka (Bani Israil) ada segolongan yang memutar-mutar lidahnya (ketika membaca) Alkitab agar kamu menyangka (yang mereka baca) itu sebagian dari Alkitab. Padahal, itu bukan dari Alkitab. Mereka berkata, “Itu dari Allah.” Padahal, itu bukan dari Allah. Mereka mengatakan hal yang dusta terhadap Allah, sedangkan mereka mengetahui. (QS 3 : 78)
Quraish Shihab: ''Sesungguhnya di antara mereka ada segokmgan yang memutar-mutar lidahnya membaca al-Kitab supaya kamu mengira yang dibacanya itu sebagian dari alKitab, padahal ia bukan dari al-Kitab dan mereka mengatakan secara terusmenerus: Ia dari sisi Allah: padahal ia bukan dari sisi Allah. Mereka berkata dusta terhadap Allah, sedang mereka mengetahui. "
HAMKA: Dan sesungguhnya di antara mereka ada sebagian yang memutar-mutar lidah mereka pada Kitab, supaya kamu sangka dia memang darl Kitab, padahal tidaklah dia darl Kitab, dan mereka katakan bahwa dia itu dari sisi Allah, padahal tidaklah dia dari sisi Allah, dan mereka katakan atas nama Allah suatu kedustaan, padahal mereka mengetahui.

مَا كَانَ لِبَشَرٍ أَنْ يُؤْتِيَهُ اللَّهُ الْكِتَابَ وَالْحُكْمَ وَالنُّبُوَّةَ ثُمَّ يَقُولَ لِلنَّاسِ كُونُوا عِبَادًا لِي مِنْ دُونِ اللَّهِ وَلَٰكِنْ كُونُوا رَبَّانِيِّينَ بِمَا كُنْتُمْ تُعَلِّمُونَ الْكِتَابَ وَبِمَا كُنْتُمْ تَدْرُسُونَ

Kemenag RI 2019: Tidak sepatutnya seseorang diberi Alkitab, hukum, dan kenabian oleh Allah, kemudian dia berkata kepada manusia, “Jadilah kamu para penyembahku, bukan (penyembah) Allah,” tetapi (hendaknya dia berkata), “Jadilah kamu para pengabdi Allah karena kamu selalu mengajarkan kitab dan mempelajarinya!” (QS 3 : 79)
Quraish Shihab: Tidak wajar bagi seseorang manusia yang Allah berikan kepadanya al-Kitdb, hukum dan kenabian, kemudian dia berkata kepada manusia: "Hendaklah kamu menjadi penyembah-penyembahku bukan penyembah Allah. "Akan tetapi ( dia berkata): "Hendaklah kamu menjadi orang-orang rabbani karena kamu selalu mengajarkan al-Kitdb dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya. "
HAMKA: Tidaklah layak bagi kalangan manusia yang diberikan Allah kepadanya Kitab dan hukum dan nubuwwat, kemudian dia berkata kepada manusia, "Hendaklah kamu menjadi hamba-hamba bagiku, bukan hamba Allah." Tetapi ( dia berkata), "Jadilah kamu orang-orang ketuhanan, dari sebab kamu mengajakan Kitab itu dan dari sebab kamu membacanya."

وَلَا يَأْمُرَكُمْ أَنْ تَتَّخِذُوا الْمَلَائِكَةَ وَالنَّبِيِّينَ أَرْبَابًا ۗ أَيَأْمُرُكُمْ بِالْكُفْرِ بَعْدَ إِذْ أَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

Kemenag RI 2019: Tidak (sepatutnya) pula dia menyuruh kamu menjadikan para malaikat dan para nabi sebagai tuhan. Apakah (patut) dia menyuruh kamu (berbuat) kekufuran setelah kamu menjadi muslim? (QS 3 : 80)
Quraish Shihab: ''Dan (tidak wajar pula baginya) menyuruh kamu menjadikan malaikatmalaikat dan para nabi sebagai tuhan. Apakah (patut) dia menyuruhmu berbuat kekafiran di saat kamu telah menjadi orang yang berserah diri {orangorang muslim)?"
HAMKA: Dan tidaklah Dia menyuruh kamu mengambil Malaikat dan nabi-nabi menjadi tuhan-tuhan. Apakah (mungkin) kamu kufur sesudah kamu menjadi orang yang berserah diri?

وَإِذْ أَخَذَ اللَّهُ مِيثَاقَ النَّبِيِّينَ لَمَا آتَيْتُكُمْ مِنْ كِتَابٍ وَحِكْمَةٍ ثُمَّ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مُصَدِّقٌ لِمَا مَعَكُمْ لَتُؤْمِنُنَّ بِهِ وَلَتَنْصُرُنَّهُ ۚ قَالَ أَأَقْرَرْتُمْ وَأَخَذْتُمْ عَلَىٰ ذَٰلِكُمْ إِصْرِي ۖ قَالُوا أَقْرَرْنَا ۚ قَالَ فَاشْهَدُوا وَأَنَا مَعَكُمْ مِنَ الشَّاهِدِينَ

Kemenag RI 2019: (Ingatlah) ketika Allah mengambil perjanjian dari para nabi, “Manakala Aku memberikan kitab dan hikmah kepadamu, lalu datang kepada kamu seorang rasul yang membenarkan apa yang ada pada kamu, niscaya kamu akan sungguh-sungguh beriman kepadanya dan menolongnya.” ) Allah berfirman, “Apakah kamu mengakui dan menerima perjanjian dengan-Ku atas yang demikian itu?” Mereka menjawab, “Kami mengakui.” Allah berfirman, “Kalau begitu, bersaksilah kamu (para nabi) dan Aku menjadi saksi (pula) bersama kamu.” (QS 3 : 81)
Quraish Shihab: (Ingatlah) ketikaAllah mengambil perjanjian dari para nabi: ''Sungguh, apa saja yang Aku anugerahkan kepadamu berupa kitab dan hikmah, kemudian datang kepadamu seorang rasul yang membenarkan apa yang ada padamu, niscaya kamu akan sungguh-sungguh beriman kepadanya dan menolongnya. " Allah ber.firman: "Apakah kamu mengakui dan menerima perjanjian-Ku terhadap yang demikian itu?" Mereka menjawab: ''Kami mengakui. "Allah berfirman: ''Kalau begitu saksikanlah ( wahai para nabi) dan Aku menjadi saksi (pula) bersama kamu.
HAMKA: Dan (ingatlah) tatkala Allah mengadakan perjanjian dengan nabi-nabi, "Jika datang kepada kamu kitab dan hikmat, kemudian datang pula kepada kamu seorang Rasul, yang membenarkan apa yang ada pada kamu, bahwa kamu akan sungguh-sungguh percaya kepadanya dan sungguh-sungguh akan membelanya.11 Dia bertanya, "Sudahkan kamu bertkrar dan kamu terima perjanjian-Ku itu? Mereka menjawab, "Kami telah bertkrar. Berfirmanlah Dia, "Maka saksikanlah olehmu dan aku pun bersama-sama dengan kamu dari golongan yang menyaksikan.

فَمَنْ تَوَلَّىٰ بَعْدَ ذَٰلِكَ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ

Kemenag RI 2019: Siapa yang berpaling setelah itu, mereka itulah orang-orang fasik. (QS 3 : 82)
Quraish Shihab: Barang siapa berpaling sesudah itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.
HAMKA: Maka barangsiapa yang berpaling sesudah yang demikian itu maka itulah mereka-mereka yang fasik.

أَفَغَيْرَ دِينِ اللَّهِ يَبْغُونَ وَلَهُ أَسْلَمَ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ طَوْعًا وَكَرْهًا وَإِلَيْهِ يُرْجَعُونَ

Kemenag RI 2019: Mengapa mereka mencari agama selain agama Allah? Padahal, hanya kepada-Nya apa yang ada di langit dan di bumi berserah diri, baik dengan suka maupun terpaksa, dan hanya kepada-Nya mereka dikembalikan. (QS 3 : 83)
Quraish Shihab: ''Maka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah, padahal kepada-Nya-lah berserah diri segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada Allah-Lah mereka dikembalikan. "
HAMKA: Apakah yang lain dart agama Allah yang mereka kehendaki? Padahal kepada-Nyalah menyerah apa-apa yang ada di semua langit dan bumi, dengan suka sendirt, atau dengan terpaksa? Dan kepada-Nyalah mereka akan dikembalikan.

[Halaman 61]

قُلْ آمَنَّا بِاللَّهِ وَمَا أُنْزِلَ عَلَيْنَا وَمَا أُنْزِلَ عَلَىٰ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ وَالْأَسْبَاطِ وَمَا أُوتِيَ مُوسَىٰ وَعِيسَىٰ وَالنَّبِيُّونَ مِنْ رَبِّهِمْ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْهُمْ وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ

Kemenag RI 2019: Katakanlah (Nabi Muhammad), “Kami beriman kepada Allah dan pada apa yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya‘qub beserta anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa, Isa, serta para nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorang pun di antara mereka dan hanya kepada-Nya kami berserah diri.” (QS 3 : 84)
Quraish Shihab: Katakanlah: ''Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan atas kami dan yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail dan Ishaq serta Ya'qub, dan anak-anaknya, dan apa yang diberikan kepada Musa, dan para nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorang pun di antara mereka dan hanya kepada-Nya-lah kami menyerahkan diri. "
HAMKA: Katakanlah, "Kami percaya kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim dan Ismail, dan lshaq dan Ya'kub dan anak-cucu, dan apa yang dibertkan kepada Musa dan Isa dan nabi-nabi dari Tuhan mereka. Tidaklah kami memperbedabedakan di antara seorang pun dart mereka itu, dan kami, kepada-Nyalah kami menyerah.

وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ

Kemenag RI 2019: Siapa yang mencari agama selain Islam, sekali-kali (agamanya) tidak akan diterima darinya dan di akhirat dia termasuk orang-orang yang rugi. (QS 3 : 85)
Quraish Shihab: "Barang siapa mencari agama selain Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima darinya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi. "
HAMKA: Dan barangsiapa yang menginginkan selain dari Islam menjadi agama maka sekali-kali tidaklah akan diterima dartnya. Dan, dia pada hart akhirat adalah seorang dari orang-orang yang rugi.

كَيْفَ يَهْدِي اللَّهُ قَوْمًا كَفَرُوا بَعْدَ إِيمَانِهِمْ وَشَهِدُوا أَنَّ الرَّسُولَ حَقٌّ وَجَاءَهُمُ الْبَيِّنَاتُ ۚ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ

Kemenag RI 2019: Bagaimana (mungkin) Allah akan memberi petunjuk kepada suatu kaum yang kufur setelah mereka beriman dan mengakui bahwa Rasul (Muhammad) itu benar dan bukti-bukti yang jelas telah sampai kepada mereka? Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang zalim. (QS 3 : 86)
Quraish Shihab: Bagaimana Allah akan memberi petunjuk kepada suatu kaum yang kafir sesudah mereka beriman, serta mereka telah mengakui bahwa Rasul itu (Muhammad) benar-benar rasul dan keterangan-keterangan pun telah datang kepada mereka? Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orangyang zalim. "
HAMKA: Bagaimanakah Allah akan memberi petunjuk kepada suatu kaum yang kufur sesudah mereka beriman, dan telah pemah mengaku bahwa Rasul itu benar? Dan telah datang kepada mereka keterangan-keterangan? Dan Allah tidaklah akan memberi hidayah kepada kaum yang aniaya. 

أُولَٰئِكَ جَزَاؤُهُمْ أَنَّ عَلَيْهِمْ لَعْنَةَ اللَّهِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ

Kemenag RI 2019: Mereka itu, balasannya adalah ditimpa laknat Allah, para malaikat, dan manusia seluruhnya. (QS 3 : 87)
Quraish Shihab: ''Mereka itu, balasannya ialah: laknat Allah ditimpakan atas mereka, (demikian pula) laknat para malaikat dan manusia seluruhnya,
HAMKA: Mereka itu, balasan mereka ialah bahwa atas mereka laknat Allah dan Malaikat dan manusia sekalian.

خَالِدِينَ فِيهَا لَا يُخَفَّفُ عَنْهُمُ الْعَذَابُ وَلَا هُمْ يُنْظَرُونَ

Kemenag RI 2019: Mereka kekal di dalamnya (laknat). Tidak akan diringankan azab dari mereka, dan mereka tidak diberi penangguhan, (QS 3 : 88)
Quraish Shihab: mereka kekal di dalamnya, tidak diringankan siksa dari mereka, dan tidak (pula) mereka diberi tangguh. "
HAMKA: Kekal mereka di dalamnya. Tidak akan diringankan atas mereka itu siksaan, dan tidaklah mereka akan diberi kesempatan.

إِلَّا الَّذِينَ تَابُوا مِنْ بَعْدِ ذَٰلِكَ وَأَصْلَحُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Kemenag RI 2019: kecuali orang-orang yang bertobat setelah itu dan memperbaiki (dirinya). Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS 3 : 89)
Quraish Shihab: "Kecuali orang-orang yang bertaubat sesudah itu, dan mengadakan perbaikan. Maka sesunggu,hnya Allah Maha Pengampun lagi, Maha Penyayang. "
HAMKA: Kecuali orang-orang yang tobat sesudah demikian dan memperbaiki; maka sesungguhnya Allah adalah Maha Pengampun, lagi Penyayang. 

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا بَعْدَ إِيمَانِهِمْ ثُمَّ ازْدَادُوا كُفْرًا لَنْ تُقْبَلَ تَوْبَتُهُمْ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الضَّالُّونَ

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya orang-orang yang kufur setelah beriman, kemudian bertambah kekufurannya, tidak akan diterima tobatnya dan mereka itulah orang-orang sesat. (QS 3 : 90)
Quraish Shihab: ''Sesunggu,hnya orang-orang yang kafir sesudah keimanan mereka, kemudian bertambah kekafirannya, sekali-kali tidak akan diterima taubatnya; dan mereka itulah orang-orang yang sesat. "
HAMKA: Sesungguhnya, orang-orang yang kafir sesudah mereka beriman, kemudian bertambah-tambah kufur mereka, sekali-kali tidaklah akan diterima tobat mereka. Dan, mereka itulah orang-orang yang telah sesat.

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا وَمَاتُوا وَهُمْ كُفَّارٌ فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْ أَحَدِهِمْ مِلْءُ الْأَرْضِ ذَهَبًا وَلَوِ افْتَدَىٰ بِهِ ۗ أُولَٰئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ وَمَا لَهُمْ مِنْ نَاصِرِينَ

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya orang-orang yang kufur dan mati sebagai orang-orang kafir tidak akan diterima (tebusan) dari seseorang di antara mereka sekalipun (berupa) emas sepenuh bumi, sekiranya dia hendak menebus diri dengannya. Mereka itulah orang-orang yang mendapat azab yang pedih dan tidak ada penolong bagi mereka. (QS 3 : 91)
Quraish Shihab: "Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan mati sedang mereka tetap dalam kekafirannya, maka tidaklah akan diterima dari seseorang di antara mereka  emas sepenuh bumi, walaupun dia menebus diri dengannya. Bagi mereka itulah siksa yangpedih dan sekali-kali mereka tidak memeroleh sedikit penolongpun. "
HAMKA: Sesungguhnya, orang-orang yang kafir lalu mati, sedang mereka tetap dalam kafir, sekali-kali tidaklah akan diterima dari mereka, sekalipun emas sepenuh bumi, untuk menebus diri dengan dia. Mereka itu, bagi mereka adalah siksaan yang pedih, dan tidaklah mereka akan mendapat orang-orang yang akan membantu .

Jadwal Shalat DKI Jakarta 18-4-2026
Subuh 04:37 | Zhuhur 11:54 | Ashar 15:14 | Maghrib 17:54 | Isya 19:02 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia
www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia