Juz 4


[Halaman 62]

لَنْ تَنَالُوا الْبِرَّ حَتَّىٰ تُنْفِقُوا مِمَّا تُحِبُّونَ ۚ وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ شَيْءٍ فَإِنَّ اللَّهَ بِهِ عَلِيمٌ

Kemenag RI 2019: Kamu sekali-kali tidak akan memperoleh kebajikan (yang sempurna) sebelum kamu menginfakkan sebagian harta yang kamu cintai. Apa pun yang kamu infakkan, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui tentangnya. (QS 3 : 92)
Quraish Shihab:
HAMKA:

كُلُّ الطَّعَامِ كَانَ حِلًّا لِبَنِي إِسْرَائِيلَ إِلَّا مَا حَرَّمَ إِسْرَائِيلُ عَلَىٰ نَفْسِهِ مِنْ قَبْلِ أَنْ تُنَزَّلَ التَّوْرَاةُ ۗ قُلْ فَأْتُوا بِالتَّوْرَاةِ فَاتْلُوهَا إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ

Kemenag RI 2019: Semua makanan halal bagi Bani Israil, kecuali makanan yang diharamkan oleh Israil (Ya‘qub) atas dirinya sebelum Taurat diturunkan. ) Katakanlah (Nabi Muhammad), “Bawalah Taurat lalu bacalah, jika kamu orang-orang yang benar.” (QS 3 : 93)
Quraish Shihab:
HAMKA:

فَمَنِ افْتَرَىٰ عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ مِنْ بَعْدِ ذَٰلِكَ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ

Kemenag RI 2019: Maka, siapa yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah ) setelah itu, mereka itulah orang-orang zalim. (QS 3 : 94)
Quraish Shihab:
HAMKA:

قُلْ صَدَقَ اللَّهُ ۗ فَاتَّبِعُوا مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ

Kemenag RI 2019: Katakanlah (Nabi Muhammad), “Maha Benar Allah (dalam firman-Nya).” Maka, ikutilah agama Ibrahim yang hanif dan dia tidaklah termasuk orang-orang musyrik. (QS 3 : 95)
Quraish Shihab:
HAMKA:

إِنَّ أَوَّلَ بَيْتٍ وُضِعَ لِلنَّاسِ لَلَّذِي بِبَكَّةَ مُبَارَكًا وَهُدًى لِلْعَالَمِينَ

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya rumah (ibadah) pertama yang dibangun untuk manusia adalah (Baitullah) yang (berada) di Bakkah (Makkah) ) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi seluruh alam. (QS 3 : 96)
Quraish Shihab:
HAMKA:

فِيهِ آيَاتٌ بَيِّنَاتٌ مَقَامُ إِبْرَاهِيمَ ۖ وَمَنْ دَخَلَهُ كَانَ آمِنًا ۗ وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا ۚ وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ

Kemenag RI 2019: Di dalamnya terdapat tanda-tanda yang jelas, (di antaranya) Maqam Ibrahim. ) Siapa yang memasukinya (Baitullah), maka amanlah dia. (Di antara) kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, (yaitu bagi) orang yang mampu ) mengadakan perjalanan ke sana. Siapa yang mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu pun) dari seluruh alam. (QS 3 : 97)
Quraish Shihab: Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) Maqam Ibrahim; barang siapa memasukinya (Baitullah), menjadi amanlah dia; mengerjakan haji menuju Baitullah adalah kewajiban manusia terhadap Allah, (yaitu bagi) yang mampu mengadakan perjalanan ke sana; barang siapa kafir, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (dan tidak butuh) pada seluruh alam.
HAMKA: Disana ada tanda-tanda yang nyata, tempat berdiri Ibrahim; dan barang siapa yang masuk ke nya, amanlah dia. Dan karena Allah wajib atas manusia pergi haji ke rumah itu, yaitu siapa yang sanggup menuju ke sana. Dan barang siapa yang kugur, maka sesungguhnya Allah adalah Mahakaya dari sekalian makhluk.

قُلْ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لِمَ تَكْفُرُونَ بِآيَاتِ اللَّهِ وَاللَّهُ شَهِيدٌ عَلَىٰ مَا تَعْمَلُونَ

Kemenag RI 2019: Katakanlah (Nabi Muhammad), “Wahai Ahlulkitab, mengapa kamu terus-menerus mengingkari ayat-ayat Allah, padahal Allah Maha Menyaksikan apa yang kamu kerjakan?” (QS 3 : 98)
Quraish Shihab: Katakanlah: "Wahai Ahlal-Kitab, mengapa kamu terus-menerus mengingkari ayat-ayat Allah, padahal Allah Maha menyaksikan apa yang kamu kerjakan?"
HAMKA: Katakanlah: Wahai Ahlul Kitab! Mengapa kamu tidak peraya kepada ayat-ayat Allah itu, padahal Allah menyaksikan apa-apa yang kamu kerjakan?

قُلْ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لِمَ تَصُدُّونَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ مَنْ آمَنَ تَبْغُونَهَا عِوَجًا وَأَنْتُمْ شُهَدَاءُ ۗ وَمَا اللَّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ

Kemenag RI 2019: Katakanlah (Nabi Muhammad), “Wahai Ahlulkitab, mengapa kamu terus-menerus menghalang-halangi orang-orang yang beriman dari jalan Allah? Kamu (memang) menghendakinya (jalan Allah itu) menjadi bengkok, sedangkan kamu menyaksikan. ) Allah tidak lengah terhadap apa yang kamu kerjakan.” (QS 3 : 99)
Quraish Shihab: Katakanlah: Wahai Ahl al-Kitab, mengapa kamu terus-menerus menghalang-halangi dari jalan Allah orang-orang yang telah beriman, kamu menghendakinya menjadi bengkok, padahal kamu menyaksikan?" Allah sekali-kali tidak lalai dari apa yang kamu kerjakan.
HAMKA: Katakanlah: Wahai Ahlul Kitab! Mengapa kamu palingkan orang-orang yang telah beriman dari jalan Allah, karena keinginan kamu agar dia bengkok? Padahal kamu menyaksikan? Dan tidaklah Allah lengah dari yang kamu kerjakan.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تُطِيعُوا فَرِيقًا مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ يَرُدُّوكُمْ بَعْدَ إِيمَانِكُمْ كَافِرِينَ

Kemenag RI 2019: Wahai orang-orang yang beriman, jika kamu mengikuti segolongan dari orang yang diberi Alkitab, niscaya mereka akan mengembalikan kamu menjadi orang-orang kafir setelah beriman. (QS 3 : 100)
Quraish Shihab: "Wahai orang-orang yang beriman, seanda,inya kamu mengi,kuti sebagian dari orang-orang yang diberi al-Kitab, niscaya mereka akan mengembalikan kamu menjadi orang kafir sesudah kamu beriman.
HAMKA: Wahai orang-orang yang beriman! Jikalau kamu ikuti (kehendak) segolongan dari orang-orang yang keturunan kitab itu, niscsya akan mereka kembalikan kamu menjadi kafir, sesudah kamu beriman.

[Halaman 63]

وَكَيْفَ تَكْفُرُونَ وَأَنْتُمْ تُتْلَىٰ عَلَيْكُمْ آيَاتُ اللَّهِ وَفِيكُمْ رَسُولُهُ ۗ وَمَنْ يَعْتَصِمْ بِاللَّهِ فَقَدْ هُدِيَ إِلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

Kemenag RI 2019: Bagaimana kamu (sampai) menjadi kafir, padahal ayat-ayat Allah dibacakan kepada kamu dan Rasul-Nya (Nabi Muhammad) pun berada di tengah-tengah kamu? Siapa yang berpegang teguh pada (agama) Allah, sungguh dia telah diberi petunjuk ke jalan yang lurus. (QS 3 : 101)
Quraish Shihab: Bagaimana kamu menjadi kafir, padahal dibacakan (disampaikan) kepada kamu ayat-ayat Allah, dan Rasul-Nya pun berada di tengahtengah kamu? Barang siapa berpegang teguh kepada (agama) Allah, maka sungguh dia telah diberi petunjuk kepada jalan lebar yang lurus. 
HAMKA: Dan bagaimana kamu akan kufur, padahal telah dibacakan kepada kamu ayat-ayat Allah, dan di antara kamu ada Rasul-Nya? Dan barangsiapa yang berpegang teguh dengan Allah, maka sesungguhnya telah diberi petunjuk dia kepada jalan yang lurus. 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

Kemenag RI 2019: Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim. (QS 3 : 102)
Quraish Shihab: Hai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan Muslim (tunduk patuh dan berserah diri kepada Allah swt.). 
HAMKA: Wahai orang-orang yang beriman! Takwalah kamu kepada Allah sebenar-benar takwa; dan janganlah kamu mati melainkan di dalam keadaan Muslimin

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا ۚ وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنْتُمْ عَلَىٰ شَفَا حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

Kemenag RI 2019: Berpegangteguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, janganlah bercerai berai, dan ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu bermusuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara. (Ingatlah pula ketika itu) kamu berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari sana. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu mendapat petunjuk. (QS 3 : 103)
Quraish Shihab: Dan berpegang teguhlah kamu semua kepada tali (agama) Allah (yakni al-Qur’an), dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah nikmat Allah kepada kamu ketika kamu dahulu (pada masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Dia mempersatukan hati kamu, lalu menjadilah kamu karena nikmat-Nya, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang api (neraka), lalu Dia menyelamatkan kamu darinya. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat-Nya kepada kamu, supaya kamu mendapat petunjuk. 
HAMKA: Dan berpegang teguhlah kamu sekalian pada tali Allah dan janganlah kamu bercerai-berai; dan ingatlah olehmu nikmat Allah atas kamu; seketika kamu sedang bermusuh-musuhan telah dijinakkan-Nya antara hati kamu masing-masing, sehingga dengan nikmat Allah kamu jadi bersaudara. Padahal dahulunya kamu telah di pinggir lubang neraka, tetapi kamu telah diselamatkan-Nya daripadanya. Demikianlah Allah menyatakan tanda-tanda-Nya kepada kamu, supaya kamu mendapat petunjuk.

وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ ۚ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

Kemenag RI 2019: Hendaklah ada di antara kamu segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. ) Mereka itulah orang-orang yang beruntung. (QS 3 : 104)
Quraish Shihab: Dan hendaklah ada di antara kamu (segolongan) umat yang mengajak kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma‘ruf dan mencegah yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung. 
HAMKA: Hendaklah ada antara kamu satu golongan yang mengajak kepada kebaikan menyuruh berbuat yang ma’ruf dan melarang perbuatan mungkar. Dan mereka itu, ialah orang-orang yang beroleh kemenangan.

وَلَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ تَفَرَّقُوا وَاخْتَلَفُوا مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْبَيِّنَاتُ ۚ وَأُولَٰئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ

Kemenag RI 2019: Janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih setelah sampai kepada mereka keterangan yang jelas. Mereka itulah orang-orang yang mendapat azab yang sangat berat. (QS 3 : 105)
Quraish Shihab: Dan janganlah kamu menjadi serupa dengan orang-orang yang berkelompok-kelompok dan berselisih sesudah datang keterangan-keterangan yang jelas kepada mereka. Mereka itulah orang-orang yang mendapat azab yang sangat besar. 
HAMKA: Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang telah berpecah-belah dan berselisih sesudah datang kepada mereka keterangan-keterangan. Dan bagi mereka itulah siksaan yang besar.

يَوْمَ تَبْيَضُّ وُجُوهٌ وَتَسْوَدُّ وُجُوهٌ ۚ فَأَمَّا الَّذِينَ اسْوَدَّتْ وُجُوهُهُمْ أَكَفَرْتُمْ بَعْدَ إِيمَانِكُمْ فَذُوقُوا الْعَذَابَ بِمَا كُنْتُمْ تَكْفُرُونَ

Kemenag RI 2019: (Azab itu terjadi) pada hari ketika ada wajah yang putih berseri dan ada pula wajah yang hitam kusam. Adapun orang-orang yang berwajah hitam kusam (kepada mereka dikatakan), “Mengapa kamu kafir setelah beriman? Oleh karena itu, rasakanlah azab yang disebabkan kekafiranmu.” (QS 3 : 106)
Quraish Shihab: Pada hari (yang di waktu itu) ada wajah-wajah yang putih berseri, dan ada pula wajah-wajah yang hitam muram. Adapun orang-orang yang hitam muram wajah-wajah mereka, (kepada mereka dikatakan): “Kenapa kamu kafir sesudah kamu beriman? Karena itu, rasakanlah azab disebabkan kekafiran kamu.” 
HAMKA: Pada hari yang wajah-wajah menjadi putih dan wajah-wajah (yang lain) menjadi hitam; maka adapun kepada orang-orang yang menjadi hitam muka itu dikatakan: Bukankah kamu telah kufur sesudah kamu beriman? Maka rasailah adzab, sebab kamu telah kufur itu.

وَأَمَّا الَّذِينَ ابْيَضَّتْ وُجُوهُهُمْ فَفِي رَحْمَةِ اللَّهِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

Kemenag RI 2019: Adapun orang-orang yang berwajah putih berseri, mereka berada dalam rahmat Allah (surga). Mereka kekal di dalamnya. (QS 3 : 107)
Quraish Shihab: Dan adapun orang-orang yang putih berseri wajah-wajah mereka, maka mereka berada dalam rahmat Allah; mereka kekal di dalamnya. 
HAMKA: Dan adapun orang-orang yang putih muka itu, maka di rahmat Allah-lah mereka itu akan kekal.

تِلْكَ آيَاتُ اللَّهِ نَتْلُوهَا عَلَيْكَ بِالْحَقِّ ۗ وَمَا اللَّهُ يُرِيدُ ظُلْمًا لِلْعَالَمِينَ

Kemenag RI 2019: Itulah ayat-ayat Allah yang Kami bacakan kepadamu dengan benar dan tidaklah Allah berkehendak melakukan kezaliman pada semesta alam. (QS 3 : 108)
Quraish Shihab: Itulah ayat-ayat Allah, Kami membacakannya (mewahyukannya) kepadamu (Nabi Muhammad saw.) dengan haq (benar); dan tidaklah Allah berkehendak menganiaya (siapa pun) di seluruh alam.
HAMKA: Demikian itulah tanda-tanda dari Allah, Kami bacakan kepadamu dengan sebenarnya. Dan tidaklah Allah bermaksud zalim kepada makhluk

[Halaman 64]

وَلِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۚ وَإِلَى اللَّهِ تُرْجَعُ الْأُمُورُ

Kemenag RI 2019: Milik Allahlah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi dan hanya kepada Allah segala urusan dikembalikan. (QS 3 : 109)
Quraish Shihab: Dan milik Allah apa yang di langit dan apa yang di bumi; dan hanya kepada Allah dikembalikan segala urusan. 
HAMKA: Kepunyaan Allah-lah apa-apa yang ada di langit dan yang di bumi. Dan kepada Allah-lah akan dikembalikan segala urusan.

كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ ۗ وَلَوْ آمَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ ۚ مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ الْفَاسِقُونَ

Kemenag RI 2019: Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia (selama) kamu menyuruh (berbuat) yang makruf, mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Seandainya Ahlulkitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka. Di antara mereka ada yang beriman dan kebanyakan mereka adalah orang-orang fasik. (QS 3 : 110)
Quraish Shihab: Kamu (kaum Muslim) adalah umat yang terbaik yang dikeluarkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah yang munkar, dan beriman kepada Allah. Dan jika seandainya Ahl al-Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada orang-orang mukmin (yang mantap imannya), dan kebanyakan mereka adalah orang-orang fasik (keluar dari ketaatan kepada Allah swt.). 
HAMKA: Kamu adalah sebaik-baik umat yang telah dikeluarkan antara manusia; (karena) kamu menyuruh berbuat yang ma’ruf dan melarang perbuatan yang mungkar serta percaya kepada Allah. Dan kalau sekiranya berimanlah Ahlul Kitab sesungguhnya itulah yang baik bagi mereka (tetapi) antara mereka ada yang beriman dan kebanyakan mereka adalah orang-orang fasik.

لَنْ يَضُرُّوكُمْ إِلَّا أَذًى ۖ وَإِنْ يُقَاتِلُوكُمْ يُوَلُّوكُمُ الْأَدْبَارَ ثُمَّ لَا يُنْصَرُونَ

Kemenag RI 2019: Mereka tidak akan membahayakanmu, kecuali gangguan-gangguan kecil saja. Jika mereka memerangi kamu, niscaya mereka berbalik ke belakang (kalah), kemudian mereka tidak mendapat pertolongan. (QS 3 : 111)
Quraish Shihab: Sekali-kali mereka (orang-orang fasik) tidak akan dapat mendatangkan mudharat (bencana atau musibah) kepada kamu, tetapi (hanya) gangguan-gangguan (saja). Dan jika mereka berperang melawan kamu, mereka berbalik dari kamu (melarikan diri) ke belakang, kemudian mereka tidak akan mendapat pertolongan. 
HAMKA: Tidaklah mereka akan membahayakan kamu, kecuali mengganggu (sedikit); dan jika mereka memerangi kamu, mereka akan berbalik punggung kepada kamu (kalah), sesudah itu mereka tidak akan dimenangkan

ضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ الذِّلَّةُ أَيْنَ مَا ثُقِفُوا إِلَّا بِحَبْلٍ مِنَ اللَّهِ وَحَبْلٍ مِنَ النَّاسِ وَبَاءُوا بِغَضَبٍ مِنَ اللَّهِ وَضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ الْمَسْكَنَةُ ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ كَانُوا يَكْفُرُونَ بِآيَاتِ اللَّهِ وَيَقْتُلُونَ الْأَنْبِيَاءَ بِغَيْرِ حَقٍّ ۚ ذَٰلِكَ بِمَا عَصَوْا وَكَانُوا يَعْتَدُونَ

Kemenag RI 2019: Kehinaan ditimpakan kepada mereka di mana saja mereka berada, kecuali jika mereka (berpegang) pada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian) dengan manusia. Mereka pasti mendapat murka dari Allah dan kesengsaraan ditimpakan kepada mereka. Yang demikian itu karena mereka mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi tanpa hak (alasan yang benar). Yang demikian itu karena mereka durhaka dan melampaui batas. (QS 3 : 112)
Quraish Shihab: Ditimpakanlah atas mereka kenistaan di mana saja mereka berada, kecuali (jika mereka berpegang) kepada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian) dengan manusia. Dan mereka kembali mendapat kemurkaan dari Allah dan mereka ditimpa kerendahan. Yang demikian itu karena mereka mengkufuri ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi tanpa (alasan) yang memang tidak dibenarkan. Yang demikian itu disebabkan mereka selalu durhaka dan melampaui batas. 
HAMKA: Mereka itu ditimpa kehinaan dimana saja mereka berada, kecuali (jika mereka berpegang) pada tali Allah dan tali manusia. Sepantasnya mereka kena murka Allah dan ditimpa kehinaan (kemiskinan) Yang demikian itu ialah karena sesungguhnya mereka telah kufur kepada ayat-ayat Allah dan mereka bunuh nabi-nabi dengan tiada kebenaran. Demikianlah, karena mereka telah durhaka dan melanggar peraturan.

لَيْسُوا سَوَاءً ۗ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ أُمَّةٌ قَائِمَةٌ يَتْلُونَ آيَاتِ اللَّهِ آنَاءَ اللَّيْلِ وَهُمْ يَسْجُدُونَ

Kemenag RI 2019: Mereka tidak sama. Di antara Ahlulkitab ada golongan yang lurus. ) Mereka membaca ayat-ayat Allah pada malam hari dalam keadaan bersujud (salat). (QS 3 : 113)
Quraish Shihab: Mereka (Ahl al-Kitab) itu tidak sama; di antara mereka ada golongan yang berlaku lurus, mereka membaca ayat-ayat Allah di waktu-waktu malam, sedangkan mereka bersujud.
HAMKA: Tidaklah mereka itu sama. Antara Ahlul Kitab itu ada yang lurus; mereka baca ayat-ayat Allah di tengah malam dan mereka pun merendah diri

يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَأُولَٰئِكَ مِنَ الصَّالِحِينَ

Kemenag RI 2019: Mereka beriman kepada Allah dan hari Akhir, menyuruh (berbuat) yang makruf, mencegah dari yang mungkar, dan bersegera (mengerjakan) berbagai kebajikan. Mereka itu termasuk orang-orang saleh. (QS 3 : 114)
Quraish Shihab: Mereka beriman kepada Allah dan Hari Kemudian, mereka menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah yang munkar dan bersegera (mengerjakan) berbagai kebajikan; mereka itu termasuk orang-orang saleh.
HAMKA: Mereka pun percaya kepada Allah dan hari Kemudian, dan mereka pun menyuruh berbuat yang ma’ruf (baik) dan melarang perbuatan yang mungkar dan mereka pun berlomba-lomba di dalam kebaikan. Mereka itu adalah golongan orang-orang saleh.

وَمَا يَفْعَلُوا مِنْ خَيْرٍ فَلَنْ يُكْفَرُوهُ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ بِالْمُتَّقِينَ

Kemenag RI 2019: Kebaikan apa pun yang mereka kerjakan, mereka tidak akan dihalangi dari (pahala)-nya. Allah Maha Mengetahui orang-orang bertakwa. (QS 3 : 115)
Quraish Shihab: Dan apa saja kebajikan yang mereka kerjakan, maka sekali-kali mereka tidak dikufuri (senantiasa disyukuri dan diberi ganjaran); dan Allah Maha Mengetahui orang-orang yang bertakwa
HAMKA: Kebaikan apa pun yang mereka kerjakan, sekali-kali tidaklah akan dihilangkan pahalanya dari mereka. Dan Allah Maha Mengetahui orang-orang yang bertakwa.

[Halaman 65]

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا لَنْ تُغْنِيَ عَنْهُمْ أَمْوَالُهُمْ وَلَا أَوْلَادُهُمْ مِنَ اللَّهِ شَيْئًا ۖ وَأُولَٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ ۚ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya orang-orang yang kufur, baik harta maupun anak-anaknya, sedikit pun tidak dapat menolak (azab) Allah. Mereka itu penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya. (QS 3 : 116)
Quraish Shihab: Sesungguhnya orang-orang yang kafir, sekali-kali tidaklah akan bermanfaat bagi mereka harta mereka, tidak (juga) anak-anak mereka, dalam menolak (azab) Allah sedikit pun. Dan mereka adalah para penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya
HAMKA: Sesungguhnya orang-orang kufur itu, tidaklah harta benda dan anak-anak mereka akan menolak sebarang siksa pun dari Allah; dan mereka itu adalah ahli neraka, mereka kekal di dalamnya.

مَثَلُ مَا يُنْفِقُونَ فِي هَٰذِهِ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا كَمَثَلِ رِيحٍ فِيهَا صِرٌّ أَصَابَتْ حَرْثَ قَوْمٍ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ فَأَهْلَكَتْهُ ۚ وَمَا ظَلَمَهُمُ اللَّهُ وَلَٰكِنْ أَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ

Kemenag RI 2019: Perumpamaan harta yang mereka infakkan di dalam kehidupan dunia ini adalah ibarat angin yang mengandung hawa sangat dingin yang menimpa tanaman (milik) suatu kaum yang menzalimi diri sendiri, lalu (angin itu) merusaknya. Allah tidak menzalimi mereka, tetapi mereka yang menzalimi diri sendiri. (QS 3 : 117)
Quraish Shihab: Perumpamaan apa yang mereka nafkahkan di kehidupan dunia ini, adalah seperti angin yang mengandung hawa sangat dingin yang menimpa tanaman kaum yang menganiaya diri mereka (sendiri), lalu (angin itu) merusaknya. Allah tidak menganiaya mereka, tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka (sendiri).
HAMKA: Perumpamaan bagi apa yang mereka belanjakan di dunia ini, adalah laksana angin yang di dalamnya ada udara yang sangat sejuk, yang menimpa tanam-tanaman kaum yang telah menganiaya diri mereka sendiri, lalu angin itu membinasakannya. Dan bukanlah Allah yang menganiaya mereka, melainkan terhadap diri mereka sendirilah mereka aniaya.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا بِطَانَةً مِنْ دُونِكُمْ لَا يَأْلُونَكُمْ خَبَالًا وَدُّوا مَا عَنِتُّمْ قَدْ بَدَتِ الْبَغْضَاءُ مِنْ أَفْوَاهِهِمْ وَمَا تُخْفِي صُدُورُهُمْ أَكْبَرُ ۚ قَدْ بَيَّنَّا لَكُمُ الْآيَاتِ ۖ إِنْ كُنْتُمْ تَعْقِلُونَ

Kemenag RI 2019: Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil teman kepercayaan dari orang-orang di luar kalangan (agama)-mu (karena) mereka tidak henti-hentinya (mendatangkan) kemudaratan bagimu. Mereka menginginkan apa yang menyusahkanmu. Sungguh, telah nyata kebencian dari mulut mereka dan apa yang mereka sembunyikan dalam hati lebih besar. Sungguh, Kami telah menerangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu berpikir. (QS 3 : 118)
Quraish Shihab: Hai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mengambil orangorang yang di luar kalangan kamu" menjadi teman kepercayaan kamu, (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagi kamu. Mereka menginginkan apa yang menyusahkan kamu. Sungguh, telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka lebih besar. Sungguh, Kami telah menjelaskan kepada kamu tanda-tanda (yang membedakan kawan dari lawan), jika kamu berpikir.
HAMKA: Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu jadikan sebagai kawan rapat lain dari golongan kamu; tidaklah mereka henti-hentinya menarik kecelakaan untuk kamu, mereka sukanian apa-apa yang akan menyulitkan kamu. Sesungguhnya kebencian telah jelas (keluar) dari mulut mereka, tetapi apa yang disembunyikan oleh dada mereka adalah lebih besar. Sungguh telah Kami nyatakan kepada kamu tanda-tanda itu, jika kamu mau berpikir

هَا أَنْتُمْ أُولَاءِ تُحِبُّونَهُمْ وَلَا يُحِبُّونَكُمْ وَتُؤْمِنُونَ بِالْكِتَابِ كُلِّهِ وَإِذَا لَقُوكُمْ قَالُوا آمَنَّا وَإِذَا خَلَوْا عَضُّوا عَلَيْكُمُ الْأَنَامِلَ مِنَ الْغَيْظِ ۚ قُلْ مُوتُوا بِغَيْظِكُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ

Kemenag RI 2019: Begitulah kamu. Kamu menyukai mereka, padahal mereka tidak menyukaimu, dan kamu beriman pada semua kitab. Apabila mereka berjumpa denganmu, mereka berkata, “Kami beriman.” Apabila mereka menyendiri, mereka menggigit ujung jari karena murka kepadamu. Katakanlah, “Matilah kamu karena kemurkaanmu itu!” Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala isi hati. (QS 3 : 119)
Quraish Shihab: Beginilah kamu, kamu menyukai mereka, padahal mereka tidak menyukai kamu, sedangkan kamu beriman kepada semua kitab. Apabila mereka menjumpai kamu, mereka berkata: “Kami telah beriman” dan apabila mereka menyendiri, mereka menggigit ujung jari sebab marah bercampur benci terhadap kamu. Katakanlah: “Matilah kamu karena kemarahan dan kebencianmu (itu).” Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala isi hati.
HAMKA: Inilah kamu! Kamu kasih kepada mereka, padahal mereka tidak kasih kepada kamu, dan kamu beriman kepada (isi) kitab semuanya. Padahal apabila mereka bertemu dengan kamu, mereka berkata, Kami telah beriman! Tetapi apabila mereka telah berpisah, mereka menggigit jari karena sangat geram dan benci. Katakanlah: Matilah kamu dalam gerammu! Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui akan apa yang ada di dalam setiap dada.

إِنْ تَمْسَسْكُمْ حَسَنَةٌ تَسُؤْهُمْ وَإِنْ تُصِبْكُمْ سَيِّئَةٌ يَفْرَحُوا بِهَا ۖ وَإِنْ تَصْبِرُوا وَتَتَّقُوا لَا يَضُرُّكُمْ كَيْدُهُمْ شَيْئًا ۗ إِنَّ اللَّهَ بِمَا يَعْمَلُونَ مُحِيطٌ

Kemenag RI 2019: Jika kamu memperoleh kebaikan, (niscaya) mereka bersedih hati. Adapun jika kamu tertimpa bencana, mereka bergembira karenanya. Jika kamu bersabar dan bertakwa, tidaklah tipu daya mereka akan menyusahkan kamu sedikit pun. Sesungguhnya Allah Maha Meliputi segala yang mereka kerjakan. (QS 3 : 120)
Quraish Shihab: Jika kamu disentuh (mendapat walau sedikit) kebaikan, niscaya mereka tidak senang, tetapi jika kamu ditimpa bencana, mereka bergembira karenanya. Jika kamu bersabar dan bertakwa, niscaya tipu daya mereka sedikit pun tidak mendatangkan kemudharatan kepada kamu Sesungguhnya Allah Maha Meliputi segala yang mereka kerjakan.
HAMKA: Jika kamu beroleh kebaikan, mereka pun susah. Dan jika kamu ditimpa oleh kesusahan, mereka pun gembira. Akan tetapi, jika kamu, semua bersabar dan bertakwa, tidaklah akan mencelakakan kamu sedikit jua pun tipu daya mereka. Sesungguhnya Allah mengepung apa pun yang mereka kerjakan

وَإِذْ غَدَوْتَ مِنْ أَهْلِكَ تُبَوِّئُ الْمُؤْمِنِينَ مَقَاعِدَ لِلْقِتَالِ ۗ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Kemenag RI 2019: (Ingatlah) ketika engkau (Nabi Muhammad) berangkat pada pagi hari meninggalkan keluargamu untuk mengatur orang-orang mukmin pada pos-pos pertempuran. ) Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS 3 : 121)
Quraish Shihab: Dan (ingatlah) ketika engkau (Nabi Muhammad saw.) berangkat pada pagi hari dari (rumah) keluargamu dan menempatkan orang-orang mukmin di beberapa tempat untuk berperang. Allah Maha Mendengar, lagi Maha Mengetahui.
HAMKA: Dan (ingatlah) tatkala engkau keluar dari ahlimu pagi-pagi, menyiapkan tempat-tempat kedudukan untuk berperang bagi orang-orang beriman. Allah Mendengar lagi Mengetahui.

[Halaman 66]

إِذْ هَمَّتْ طَائِفَتَانِ مِنْكُمْ أَنْ تَفْشَلَا وَاللَّهُ وَلِيُّهُمَا ۗ وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ

Kemenag RI 2019: (Ingatlah) ketika dua golongan dari pihak kamu ) ingin (mundur) karena takut, padahal Allah adalah penolong mereka. Oleh karena itu, hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakal. (QS 3 : 122)
Quraish Shihab: Ketikaduagolongan dari i pasukan1 Icanm terbetik daluni pikirannya keinginan untuk menggagalkan (niatnya berperang karena takut mati), padahal Allah adalah Penolong bagi keduanya (golongan ini). (Karena itu), hendaklah Kepada Allah saja
HAMKA: (Ingatlah) tatkala dua golongan antara kamu hampir saja lemah, Allah menjadi pelindung mereka keduanya. Dan kepada Allah-lah bertawakal orang-orang yang beriman.

وَلَقَدْ نَصَرَكُمُ اللَّهُ بِبَدْرٍ وَأَنْتُمْ أَذِلَّةٌ ۖ فَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Kemenag RI 2019: Sungguh, Allah benar-benar telah menolong kamu dalam Perang Badar, padahal kamu (pada saat itu) adalah orang-orang lemah. ) Oleh karena itu, bertakwalah kepada Allah agar kamu bersyukur. (QS 3 : 123)
Quraish Shihab: Dan demi (Allah)! Sungguh, Allah telah menolong kamu dalam perang Badar, sedangkan kamu (ketika itu) adalah orang-orang yang lemah Karena ini, bertakwalah kepada Allah, supaya k.imu mensyukuri-(Nya)
HAMKA: Sesungguhnya Allah telah menolong kamu di Badar, padahal kamu (waktu itu) lemah. Dan takwalah kepada Allah, supaya kamu berterima kasih.

إِذْ تَقُولُ لِلْمُؤْمِنِينَ أَلَنْ يَكْفِيَكُمْ أَنْ يُمِدَّكُمْ رَبُّكُمْ بِثَلَاثَةِ آلَافٍ مِنَ الْمَلَائِكَةِ مُنْزَلِينَ

Kemenag RI 2019: (Ingatlah) ketika engkau (Nabi Muhammad) mengatakan kepada orang-orang mukmin, “Apakah tidak cukup bagimu bahwa Tuhanmu membantumu dengan tiga ribu malaikat yang diturunkan (dari langit)?” (QS 3 : 124)
Quraish Shihab: (Ingadali), ketika engkau (Nabi Muhammad saw.) mengatakan kepada orang orang mukmin: Apakah tidak akan cukup bagi kamu bahwa Tuhan Pemelihara kamu membantu kamu dengan tiga ribu malaikat yang diturunkan?”
HAMKA: (Ingatlah) tatkala engkau berkata kepada orang-orang yang beriman itu: Tidakkah cukup bagi kamu bahwa Tuhan kamu akan membantu kamu dengan tiga ribu malaikat yangditurunkan?

بَلَىٰ ۚ إِنْ تَصْبِرُوا وَتَتَّقُوا وَيَأْتُوكُمْ مِنْ فَوْرِهِمْ هَٰذَا يُمْدِدْكُمْ رَبُّكُمْ بِخَمْسَةِ آلَافٍ مِنَ الْمَلَائِكَةِ مُسَوِّمِينَ

Kemenag RI 2019: “Ya (cukup).” Jika kamu bersabar dan bertakwa, lalu mereka datang menyerang kamu dengan tiba-tiba, niscaya Allah menolongmu dengan lima ribu malaikat yang memakai tanda. (QS 3 : 125)
Quraish Shihab: Ya (cukup), jika kamti bersabar dan bertakwa dan mereka datang menyerang kamu dengan seketika iru juga, pasti Allah menolong kamu dengan lima ribu malaikat yang memakai tanda.
HAMKA: Sungguh! Jika kamu bersabar dan bertakwa, walaupun mereka itu datang kepada kamu segera sekarang ini juga, Tuhan kamu akan membantu kamu dengan lima ribu malaikat dalam keadaan menyerbu

وَمَا جَعَلَهُ اللَّهُ إِلَّا بُشْرَىٰ لَكُمْ وَلِتَطْمَئِنَّ قُلُوبُكُمْ بِهِ ۗ وَمَا النَّصْرُ إِلَّا مِنْ عِنْدِ اللَّهِ الْعَزِيزِ الْحَكِيمِ

Kemenag RI 2019: Allah tidak menjadikannya (pertolongan itu) kecuali hanya sebagai kabar gembira bagi (kemenangan)-mu dan agar hatimu tenang karenanya. Tidak ada kemenangan selain dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS 3 : 126)
Quraish Shihab: Allah ridak menjadikannya (pemberian bala-bantuan itu) melainkan sebagai kabar gembira bagi kamu, dan supaya tenteram hati kamu karenanya. Dan kemenangan itu hanyalah dari sisi Allah Yang Maha Perkasa, lagi Malta Bijaksana.
HAMKA: Tidaklah Allah menjadikan yang demikian itu, melainkan sebagai berita gembira bagi kamu supaya tenteramlah hati kamu karenanya. Dan tidaklah ada kemenangan, melainkan dari sisi Allah, Yang Mahagagah, lagi Bijaksana.

لِيَقْطَعَ طَرَفًا مِنَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَوْ يَكْبِتَهُمْ فَيَنْقَلِبُوا خَائِبِينَ

Kemenag RI 2019: (Hal itu dilakukan) untuk membinasakan segolongan orang yang kufur ) atau untuk menjadikan mereka hina sehingga mereka kembali tanpa memperoleh apa pun. (QS 3 : 127)
Quraish Shihab: (Allah swt. melakukan hal demikian itu) supaya Dia membinasakan sekelompok kecil dari orang-orang kafir, atau menjadikan mereka hina, lalu mereka kembali dalam keadaan kecewa.
HAMKA: Karena Dia hendak memotong sebagian dari orang-orang yang kafir itu dan hendak mendukacitakan mereka, maka pulanglah mereka dalam keadaan hampa.

لَيْسَ لَكَ مِنَ الْأَمْرِ شَيْءٌ أَوْ يَتُوبَ عَلَيْهِمْ أَوْ يُعَذِّبَهُمْ فَإِنَّهُمْ ظَالِمُونَ

Kemenag RI 2019: Hal itu sama sekali bukan menjadi urusanmu (Nabi Muhammad), ) apakah Allah menerima tobat mereka atau mengazabnya karena sesungguhnya mereka orang-orang zalim. (QS 3 : 128)
Quraish Shihab: Tidak ada sedikit pun (campur tangan) darimu (Nabi Muhammad sawj) dalam urusan (mereka), atau Dia menerima taubat mereka (kaum musyrik), arau mengazab mereka, karena sesungguhnya mereka itu orang-orang zalim.
HAMKA: Tidaklah suatu jua pun hak bagimu; apakah Allah menerima tobat mereka ataupun Dia hendak mengadzab mereka. Lantaran mereka itu adalah orang-orang yang zalim

وَلِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۚ يَغْفِرُ لِمَنْ يَشَاءُ وَيُعَذِّبُ مَنْ يَشَاءُ ۚ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Kemenag RI 2019: Milik Allahlah segala yang ada di langit dan segala yang ada di bumi. Dia mengampuni siapa yang Dia kehendaki dan mengazab siapa yang Dia kehendaki. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS 3 : 129)
Quraish Shihab: Dan milik Allah apa yang di langit dan apa yang di bumi. Dia memberi ampun kepada siapa yang Dia kehendaki dan menyiksa siapa yang Dia kehendaki I berdasarkan kemauan dan kecenderungan masingmasing); dan Allah Maha Pengampun, lagi Maha Pengasih.
HAMKA: Kepunyaan Allah-lah segala yang ada di seluruh langit dan bumi. Dia ampuni siapa yang Dia kehendaki dan Dia siksa siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Penyayang.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَأْكُلُوا الرِّبَا أَضْعَافًا مُضَاعَفَةً ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Kemenag RI 2019: Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda ) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung. (QS 3 : 130)
Quraish Shihab: Hai orang orang yang beriman! { anganlah kamu memakan riba dengan icrljpai ganda dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu beruntung.
HAMKA: Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu memakan riba berlipat ganda. Dan takwalah kepada Allah, supaya kamu beroleh kemenangan

وَاتَّقُوا النَّارَ الَّتِي أُعِدَّتْ لِلْكَافِرِينَ

Kemenag RI 2019: Lindungilah dirimu dari api neraka yang disediakan bagi orang-orang kafir. (QS 3 : 131)
Quraish Shihab: Dan peliharalah dirimu dari api neraka, yang disediakan untuk orang-orang kafir.
HAMKA: Dan kendaklah kamu takut kepada api neraka yang telah disediakan untuk orang-orang kafir.

وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَالرَّسُولَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

Kemenag RI 2019: Taatilah Allah dan Rasul (Nabi Muhammad) agar kamu diberi rahmat. (QS 3 : 132)
Quraish Shihab: Dan taatilah Allah dan Rasul, supaya kamu diberi rahmat
HAMKA: Taatlah kepada Allah dan Rasul supaya kamu diberi rahmat

[Halaman 67]

وَسَارِعُوا إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ

Kemenag RI 2019: Bersegeralah menuju ampunan dari Tuhanmu dan surga (yang) luasnya (seperti) langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa, (QS 3 : 133)
Quraish Shihab: Dan bersegeralah kamu menuju ampunan dari Tuhan Pemelihara kamu dan surga yang lebarnya (selebar) langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa.
HAMKA: Berlomba-lombalah kamu sekalian kepada ampunan Tuhan kamu dan surga yang (luasnya) seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.

الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

Kemenag RI 2019: (yaitu) orang-orang yang selalu berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, orang-orang yang mengendalikan kemurkaannya, dan orang-orang yang memaafkan (kesalahan) orang lain. Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan. (QS 3 : 134)
Quraish Shihab: (Yaitu) orang-orang yang nmiiulkuhleuii (hartanya), di waktu lapang maupun sempit, dan orangorang yang (mampu) menahan anutali dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang orang muhsin (orang yang selalu berbuat yang lebih baik).
HAMKA: (Yaitu) orang-orang yang menderma dalam waktu senang dan susah, dan orang-orang yang menahan marah dan memberi maaf manusia. Dan Allah adalah sangat kasih kepada orang-orang yang berbuat baik.

وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَنْ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا اللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَىٰ مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ

Kemenag RI 2019: Demikian (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menzalimi diri sendiri, ) mereka (segera) mengingat Allah lalu memohon ampunan atas dosa-dosanya. Siapa (lagi) yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Allah? Mereka pun tidak meneruskan apa yang mereka kerjakan (perbuatan dosa itu) sedangkan mereka mengetahui(-nya). (QS 3 : 135)
Quraish Shihab: Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri mereka sendiri (dengan berbuat dosa), mereka mengingat Allah, lalu memohon ampun atas dosa dosa mereka. Dan siapa (lagi) yang dapat mengampuni dosa selain? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan (keji) itu, sedangkan mereka mengetahui.
HAMKA: Dan orang-orang yang apabila pernah berbuat keji atau menganiaya diri mereka sendiri; lalu mereka ingat akan Allah, dan mereka pun memohon ampun dosa-dosa mereka. Padahal siapakah lagi yang akan mengampuni dosa-dosa kalau bukan Allah? Dan tidak mereka berketerusan atas apa yang pernah mereka kerjakan itu, padahal mereka mengetahui.

أُولَٰئِكَ جَزَاؤُهُمْ مَغْفِرَةٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَجَنَّاتٌ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا ۚ وَنِعْمَ أَجْرُ الْعَامِلِينَ

Kemenag RI 2019: Mereka itu balasannya adalah ampunan dari Tuhan mereka dan surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya. (Itulah) sebaik-baik pahala bagi orang-orang yang mengerjakan (amal-amal saleh). (QS 3 : 136)
Quraish Shihab: Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan Pemelihara mereka dan surga-surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya; dan itulah sebaik-baik ganjaran (yang dianugerahkan Allah swt. bagi) orang-orang yang menger
HAMKA: Balasan bagi mereka itu adalah ampunan dari Tuhan mereka dan surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; kekal mereka di dalamnya. Dan alangkah eloknya balasan bagi orang-orang yang beramal

قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِكُمْ سُنَنٌ فَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَانْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُكَذِّبِينَ

Kemenag RI 2019: Sungguh, telah berlalu sebelum kamu sunah-sunah (Allah). ) Oleh karena itu, berjalanlah di (segenap penjuru) bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan para pendusta (rasul-rasul). (QS 3 : 137)
Quraish Shihab: Sungguh, telah berlalu sebelum kamu sunnah-sunnah karena itu berjalanlah di bumi, dan perhatikanlah bagaimana kesudahan para pendusta.
HAMKA: Sesungguhnya beberapa contoh telah lalu sebelum kamu. Maka, mengembaralah kamu di bumi lalu tengoklah bagaimana akibat orang-orang yang mendustakan agama

هَٰذَا بَيَانٌ لِلنَّاسِ وَهُدًى وَمَوْعِظَةٌ لِلْمُتَّقِينَ

Kemenag RI 2019: Inilah (Al-Qur’an) suatu keterangan yang jelas untuk semua manusia, petunjuk, dan pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa. (QS 3 : 138)
Quraish Shihab: Ini (al-Qur‘aji) adalah penjelasan bagi seluruh manusia, dan petunjuk serta peringatan bagi orang-orang yang bertakwa.
HAMKA: Ini adalah penjelasan bagi manusia, petunjuk dan pengajaran bagi orang-orang yang bertakwa

وَلَا تَهِنُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَنْتُمُ الْأَعْلَوْنَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

Kemenag RI 2019: Janganlah kamu (merasa) lemah dan jangan (pula) bersedih hati, padahal kamu paling tinggi (derajatnya) jika kamu orang-orang mukmin. (QS 3 : 139)
Quraish Shihab: Janganlah laniu melemali, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamu adalah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika Kuntu orang-orang mukmin.
HAMKA: Dan janganlah kamu merasa lemah dan berduka cita. Karena kamu adalah paling tinggi, jika kamu (benar-benar) orang-orang beriman.

إِنْ يَمْسَسْكُمْ قَرْحٌ فَقَدْ مَسَّ الْقَوْمَ قَرْحٌ مِثْلُهُ ۚ وَتِلْكَ الْأَيَّامُ نُدَاوِلُهَا بَيْنَ النَّاسِ وَلِيَعْلَمَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَيَتَّخِذَ مِنْكُمْ شُهَدَاءَ ۗ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ الظَّالِمِينَ

Kemenag RI 2019: Jika kamu (pada Perang Uhud) mendapat luka, maka mereka pun (pada Perang Badar) mendapat luka yang serupa. Masa (kejayaan dan kehancuran) itu Kami pergilirkan di antara manusia (agar mereka mendapat pelajaran) dan Allah mengetahui orang-orang beriman (yang sejati) dan sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada. Allah tidak menyukai orang-orang zalim. (QS 3 : 140)
Quraish Shihab: Jika kamu mendapat luka (pada perang Uhud), maka sungguh kaum (kafir) itu pun mendapat luka yang serupa (pada perang Badar). Dan hari-hari (masa kemenangan dan kegagalan) itu. Kami pcrgilirkan di antara manusia dan supaya Allah mengetahui orang-orang yang beriman dan supaya sebagian kamu di|.tdiknn-Nya syuhada. Dan Allah tidak menyukai orang-orang zalim;
HAMKA: Jika kamu mendapat keparahan, sesungguhnya kaum itu pun telah mendapat keparahan seumpama itu pula, karena demikianlah hari-hari itu Kami pergilirkan antara manusia. Dan lagi karena Allah hendak membuktikan (siapa) mereka yang beriman dan karena hendak mengambil dari antara kamu penyaksi-penyaksi. Dan Allah tidaklah suka kepada orang-orang yang zalim

[Halaman 68]

وَلِيُمَحِّصَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَيَمْحَقَ الْكَافِرِينَ

Kemenag RI 2019: (Pergiliran tersebut juga) agar Allah membersihkan orang-orang yang beriman (dari dosa mereka) dan membinasakan orang-orang kafir. (QS 3 : 141)
Quraish Shihab: dan supaya Allah membersihkan orang-orang yang beriman dan membinasakan orang-orang kafir.
HAMKA: Dan oleh karena Allah hendak menyaring orang-orang yang beriman dan hendak menyapu habis orang-orang yang kafir.

أَمْ حَسِبْتُمْ أَنْ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَعْلَمِ اللَّهُ الَّذِينَ جَاهَدُوا مِنْكُمْ وَيَعْلَمَ الصَّابِرِينَ

Kemenag RI 2019: Apakah kamu mengira akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad ) di antara kamu dan belum nyata pula orang-orang yang sabar. (QS 3 : 142)
Quraish Shihab: Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal Allah belum mengetahui (dalam kenyataan) orang-orang yang berjihad di antara kamu, dan mengetahui (bersama itu pula) orang-orang yang sabar.
HAMKA: Atau apakah kamu menyangka bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum dibuktikan Allah (siapa) orang-orang yang berjuang sungguh-sungguh dari antara kamu dan dibuktikan-Nya pula orang-orang yang sabar.

وَلَقَدْ كُنْتُمْ تَمَنَّوْنَ الْمَوْتَ مِنْ قَبْلِ أَنْ تَلْقَوْهُ فَقَدْ رَأَيْتُمُوهُ وَأَنْتُمْ تَنْظُرُونَ

Kemenag RI 2019: Sungguh, kamu benar-benar mengharapkan mati (syahid) sebelum kamu menghadapinya (peperangan). Maka, (sekarang) kamu sungguh telah melihat (peperangan itu) dan menyaksikan (kematian). (QS 3 : 143)
Quraish Shihab: Demi (Allah)! Sungguh, kamu mengharapkan kematian (mati syahid) sebelum kamu menghadapinya (peperangan itu); lalu sungguh kamu telah melihatnya, sedangkan kamu menyaksikan-(nya).
HAMKA: Sesungguhnya kamu pernah mengharapharapkan mati sebelum kamu berhadapan dengan dia. Maka, sekarang, sesungguhnya telah kamu lihat dia dan kamu sedang memandanginya.

وَمَا مُحَمَّدٌ إِلَّا رَسُولٌ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهِ الرُّسُلُ ۚ أَفَإِنْ مَاتَ أَوْ قُتِلَ انْقَلَبْتُمْ عَلَىٰ أَعْقَابِكُمْ ۚ وَمَنْ يَنْقَلِبْ عَلَىٰ عَقِبَيْهِ فَلَنْ يَضُرَّ اللَّهَ شَيْئًا ۗ وَسَيَجْزِي اللَّهُ الشَّاكِرِينَ

Kemenag RI 2019: (Nabi) Muhammad hanyalah seorang rasul. Sebelumnya telah berlalu beberapa rasul. ) Apakah jika dia wafat atau dibunuh, kamu berbalik ke belakang (murtad)? Siapa yang berbalik ke belakang, maka ia tidak akan mendatangkan mudarat kepada Allah sedikit pun. Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur. (QS 3 : 144)
Quraish Shihab: Muhammad, tidak lain hanyalah seorang rasul. Telah berlalu sebelumnya beberapa rasul. Apakah jika dia wafat atau dibunuh, kamu berbalik ke belakang (murtad). Barang siapa berbalik ke belakang, maka dia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada Allah sedikit pun; dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.
HAMKA: Tidak lain Muhammad itu, hanyalah seorang Rasul dan telah lalu beberapa Rasul sebelumnya. Apakah apabila dia mati atau terbunuh, kamu akan berpaling di atas kedua tumit kamu? Barangsiapa yang berpaling atas kedua tumitnya, maka sekali-kali tidaklah dia akan membahayakan bagi Allah sedikit pun. Allah akan memberikan ganjaran bagi siapa-siapa yang bersyukur

وَمَا كَانَ لِنَفْسٍ أَنْ تَمُوتَ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ كِتَابًا مُؤَجَّلًا ۗ وَمَنْ يُرِدْ ثَوَابَ الدُّنْيَا نُؤْتِهِ مِنْهَا وَمَنْ يُرِدْ ثَوَابَ الْآخِرَةِ نُؤْتِهِ مِنْهَا ۚ وَسَنَجْزِي الشَّاكِرِينَ

Kemenag RI 2019: Setiap yang bernyawa tidak akan mati, kecuali dengan izin Allah sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. Siapa yang menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala (dunia) itu dan siapa yang menghendaki pahala akhirat, niscaya Kami berikan (pula) kepadanya pahala (akhirat) itu. Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur. (QS 3 : 145)
Quraish Shihab: Tidak ada satu jiwa pun akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. Barang siapa menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya sebagian darinya (pahala dunia itu), dan barang siapa menghendaki pahala akhirat, Kami berikan (pula) kepadanya sebagian darinya (pahala akhirat). Dan Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur
HAMKA: Tidak ada satu jiwa pun akan mati, melainkan dengan izin Allah. Suratan telah dijanjikan Barangsiapa yang menghendaki upah dunia, niscaya akan Kami berikan daripadanya dan barang-siapa yang menghendaki pahala akhirat, Kami berikan juga. Dan akan Kami beri pahala orang orang yang bersyukur.

وَكَأَيِّنْ مِنْ نَبِيٍّ قَاتَلَ مَعَهُ رِبِّيُّونَ كَثِيرٌ فَمَا وَهَنُوا لِمَا أَصَابَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَمَا ضَعُفُوا وَمَا اسْتَكَانُوا ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الصَّابِرِينَ

Kemenag RI 2019: Betapa banyak nabi yang berperang didampingi sejumlah besar dari pengikut(-nya) yang bertakwa. Mereka tidak (menjadi) lemah karena bencana yang menimpanya di jalan Allah, tidak patah semangat, dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah mencintai orang-orang yang sabar. (QS 3 : 146)
Quraish Shihab: Dan berapa banyak nabi yang berperang bersama mereka, sejumlah besar dari pengikut-(nya) yang bertakwa. Mereka tidak menjadi lemah karena (bencana) yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak menyerah; dan Allah menyukai orang-orang yang sabar
HAMKA: Berapa banyaklah Nabi, yang telah berperang bersama orang-orang yang bersandaran Tuhan; amat banyaknya. Tidaklah mereka merasa lemah lantaran musibah yang menimpa mereka pada jalan Allah, tidaklah mereka merasa lesu, dan tidaklah mereka pernah mundur. Sedang Allah adalah bersama-sama orang-orang yang sabar

وَمَا كَانَ قَوْلَهُمْ إِلَّا أَنْ قَالُوا رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَإِسْرَافَنَا فِي أَمْرِنَا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

Kemenag RI 2019: Tidak lain ucapan mereka kecuali doa, “Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebihan dalam urusan kami, ) tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.” (QS 3 : 147)
Quraish Shihab: Tidak ada ucapan mereka selain ucapan (doa); “Tuhan Pemelihara kami, ampunilah dosa-dosa kami dan (tindakan-tindakan) kami yang berlebihan dalam urusan kami dan tetapkanlah pendirian kami, dan menangkanlah kami atas kaum kafir.”
HAMKA: Tidak lain ucapan mereka, selain, 'Ya Tuhan kami! Ampunilah kiranya dosa-dosa kami, pelanggaran-pelanggaran kami dalam hal-ihwal kami; tetapkanlah langkah kami dan tolonglah kami atas kaum yang kafir.’

فَآتَاهُمُ اللَّهُ ثَوَابَ الدُّنْيَا وَحُسْنَ ثَوَابِ الْآخِرَةِ ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

Kemenag RI 2019: Maka, Allah menganugerahi mereka balasan (di) dunia ) dan pahala yang baik (di) akhirat. Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan. (QS 3 : 148)
Quraish Shihab: Karena itu, Allah menganugerahi mereka pahala (di) dunia dan pahala yang baik (di) akhirat. Dan Allah menyukai orang-orang muhsin (orang yang selalu berbuat yang lebih baik)
HAMKA: Maka Allah pun memberikan ganjaran dunia kepada mereka dan sebaik-baik ganjaran akhirat. Allah amat suka kepada orang-orang yang berbuat baik.

[Halaman 69]

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تُطِيعُوا الَّذِينَ كَفَرُوا يَرُدُّوكُمْ عَلَىٰ أَعْقَابِكُمْ فَتَنْقَلِبُوا خَاسِرِينَ

Kemenag RI 2019: Wahai orang-orang yang beriman, jika kamu menaati orang-orang yang kufur, niscaya mereka akan mengembalikan kamu ke belakang (murtad). Akibatnya, kamu akan kembali dalam keadaan merugi. (QS 3 : 149)
Quraish Shihab: Hai orang-orang yang beriman! Jika kamu menaati orang-orang yang kafir, niscaya mereka mengembalikan kamu ke belakang (murtad), maka jadilah kamu orang-orang yang rugi.
HAMKA: Wahai orang-orang yang beriman! Jikalau kamu ikuti orang orang yang kafir itu, niscaya mereka akan memutarkan kamu atas tumit kamu. Maka, akan terpalinglah kamu dalam keadaan rugi.

بَلِ اللَّهُ مَوْلَاكُمْ ۖ وَهُوَ خَيْرُ النَّاصِرِينَ

Kemenag RI 2019: Namun, (hanya) Allahlah pelindungmu dan Dia penolong yang terbaik. (QS 3 : 150)
Quraish Shihab: Tetapi (taatilah Allah swt.), Allah adalah Pelindung kamu, dan Dia-lah sebaik-baik Penolong
HAMKA: Bahkan Allah-lah Pelindung kamu dan Dialah yang sebaik-baik Penolong

سَنُلْقِي فِي قُلُوبِ الَّذِينَ كَفَرُوا الرُّعْبَ بِمَا أَشْرَكُوا بِاللَّهِ مَا لَمْ يُنَزِّلْ بِهِ سُلْطَانًا ۖ وَمَأْوَاهُمُ النَّارُ ۚ وَبِئْسَ مَثْوَى الظَّالِمِينَ

Kemenag RI 2019: Kami akan memasukkan rasa takut ke dalam hati orang-orang yang kufur karena mereka mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan keterangan tentangnya. Tempat kembali mereka adalah neraka. (Itulah) seburuk-buruk tempat tinggal (bagi) orang-orang zalim. (QS 3 : 151)
Quraish Shihab: Akan Kami masukkan ke dalam hati orang-orang kafir rasa takut, sebab mereka menyekutukan Allah dengan sesuatu yang Dia tidak menurunkan keterangan tentang itu. Tempat kembali mereka ialah neraka; dan (itulah) seburuk-buruk tempat tinggal orang-orang zalim.
HAMKA: Akan Kami letakkan rasa takut ke dalam hati orang-orang yang kafir itu, karena mereka telah mempersekutukan Allah dengan barang yang tidak diturunkan keterangan untuknya. Tempat kembali mereka ialah neraka dan seburuk-buruknyalah tempat kembali orang-orang yang zalim itu

وَلَقَدْ صَدَقَكُمُ اللَّهُ وَعْدَهُ إِذْ تَحُسُّونَهُمْ بِإِذْنِهِ ۖ حَتَّىٰ إِذَا فَشِلْتُمْ وَتَنَازَعْتُمْ فِي الْأَمْرِ وَعَصَيْتُمْ مِنْ بَعْدِ مَا أَرَاكُمْ مَا تُحِبُّونَ ۚ مِنْكُمْ مَنْ يُرِيدُ الدُّنْيَا وَمِنْكُمْ مَنْ يُرِيدُ الْآخِرَةَ ۚ ثُمَّ صَرَفَكُمْ عَنْهُمْ لِيَبْتَلِيَكُمْ ۖ وَلَقَدْ عَفَا عَنْكُمْ ۗ وَاللَّهُ ذُو فَضْلٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ

Kemenag RI 2019: Sungguh, Allah benar-benar telah memenuhi janji-Nya kepadamu ketika kamu membunuh mereka dengan izin-Nya sampai pada saat kamu (dalam keadaan) lemah, berselisih dalam urusan itu, ) dan mengabaikan (perintah Rasul) setelah Allah memperlihatkan kepadamu apa yang kamu sukai. ) Di antara kamu ada orang yang menghendaki dunia dan di antara kamu ada (pula) orang yang menghendaki akhirat. Kemudian, Allah memalingkan kamu dari mereka ) untuk mengujimu. Sungguh, Dia benar-benar telah memaafkan kamu. Allah mempunyai karunia (yang diberikan) kepada orang-orang mukmin. (QS 3 : 152)
Quraish Shihab: Dan demi (Allah)! Sungguh, Allah telah memenuhi janji-Nya kepada kamu (pada perang Badar dan perang Uhud), ketika kamu membunuh mereka (kaum musyrikin) dengan izin-Nya sampai pada saat kamu lemah dan berselisih dalam urusan (itu) dan kamu durhaka (melanggar perintah Nabi Muhammad saw.) sesudah Dia memperlihatkan kepada kamu apa yang kamu sukai. Di antara kamu ada yang menghendaki dunia dan di antara kamu ada yang menghendaki akhirat. Kemudian Dia memalingkan kamu dari mereka (yakni menggagalkan kemenangan kamu atas mereka) untuk menguji kamu. Dan demi (Allah)! Sungguh, Dia telah memaafkan kamu. Dan Allah memiliki karunia atas orang-orang mukmin.
HAMKA: Sesungguhnya Allah telah memenuhi janjiNya kepada kamu, ketika kamu sirnakan mereka dengan sungguh-sungguh dengan izin-Nya, hingga apabila kamu telah jadi lemah hati dan berbantahan dalam hal itu serta mendurhaka sesudah diperlihatkan-Nya kepadamu apa yang kamu sukai. Antara kamu memang ada yang menghendaki dunia dan ada yang menghendaki akhirat. Kemudian, Dia palingkan kamu dari mereka, sebagai percobaan kepadamu. Akan tetapi, sesungguhnya telah dimaafkan-Nya kamu. Karena Allah mempunyai kurnia atas orang-orang yang beriman

إِذْ تُصْعِدُونَ وَلَا تَلْوُونَ عَلَىٰ أَحَدٍ وَالرَّسُولُ يَدْعُوكُمْ فِي أُخْرَاكُمْ فَأَثَابَكُمْ غَمًّا بِغَمٍّ لِكَيْلَا تَحْزَنُوا عَلَىٰ مَا فَاتَكُمْ وَلَا مَا أَصَابَكُمْ ۗ وَاللَّهُ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

Kemenag RI 2019: (Ingatlah) ketika kamu lari dan tidak menoleh kepada siapa pun, sedangkan Rasul (Muhammad) memanggilmu dari belakang. Oleh karena itu, Allah menimpakan kepadamu kesedihan demi kesedihan ) agar kamu tidak bersedih hati (lagi) terhadap apa yang luput dari kamu dan terhadap apa yang menimpamu. Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan. (QS 3 : 153)
Quraish Shihab: (Ingatlah), ketika kamu lari (meninggalkan medan pertempuran) dan tidak menoleh kepada seorang (pun), sedangkan Rasul (Nabi Muhammad saw.) memanggil (kelompok) kamu yang lain (yang melarikan diri), karena itu Aliah mengganjar kamu kesedihan atas kesedihan, supaya kamu jangan bersedih hati terhadap apa yang luput dari kamu (yaitu kemenangan dan harta rampasan) dan terhadap apa yang menimpa kamu. Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.
HAMKA: (Ingatlah) tatkala kamu lari dan tidak berpaling kepada seorang jua pun, padahal Rasul telah menghimbaumu dari belakangmu. Lalu Dia timpakan kepadamu satu kesusahan hati dengan sebab satu kesusahan hati. Agar kamu tidak berduka cita atas (keuntungan) yang telah luput dari kamu dan tidak pula atas bahaya yang menimpa kamu. Allah amat mengetahui apa jua pun yang kamu kerjakan.

[Halaman 70]

ثُمَّ أَنْزَلَ عَلَيْكُمْ مِنْ بَعْدِ الْغَمِّ أَمَنَةً نُعَاسًا يَغْشَىٰ طَائِفَةً مِنْكُمْ ۖ وَطَائِفَةٌ قَدْ أَهَمَّتْهُمْ أَنْفُسُهُمْ يَظُنُّونَ بِاللَّهِ غَيْرَ الْحَقِّ ظَنَّ الْجَاهِلِيَّةِ ۖ يَقُولُونَ هَلْ لَنَا مِنَ الْأَمْرِ مِنْ شَيْءٍ ۗ قُلْ إِنَّ الْأَمْرَ كُلَّهُ لِلَّهِ ۗ يُخْفُونَ فِي أَنْفُسِهِمْ مَا لَا يُبْدُونَ لَكَ ۖ يَقُولُونَ لَوْ كَانَ لَنَا مِنَ الْأَمْرِ شَيْءٌ مَا قُتِلْنَا هَاهُنَا ۗ قُلْ لَوْ كُنْتُمْ فِي بُيُوتِكُمْ لَبَرَزَ الَّذِينَ كُتِبَ عَلَيْهِمُ الْقَتْلُ إِلَىٰ مَضَاجِعِهِمْ ۖ وَلِيَبْتَلِيَ اللَّهُ مَا فِي صُدُورِكُمْ وَلِيُمَحِّصَ مَا فِي قُلُوبِكُمْ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ

Kemenag RI 2019: Setelah kamu ditimpa kesedihan, kemudian Dia menurunkan rasa aman kepadamu (berupa) kantuk yang meliputi segolongan dari kamu, ) sedangkan segolongan lagi ) telah mencemaskan diri mereka sendiri. Mereka berprasangka yang tidak benar terhadap Allah seperti sangkaan jahiliah. ) Mereka berkata, “Adakah sesuatu yang dapat kita perbuat dalam urusan ini?” Katakanlah (Nabi Muhammad), “Sesungguhnya segala urusan itu di tangan Allah.” Mereka menyembunyikan dalam hatinya apa yang tidak mereka terangkan kepadamu. Mereka berkata, “Seandainya ada sesuatu yang dapat kami perbuat dalam urusan ini, niscaya kami tidak akan dibunuh (dikalahkan) di sini.” Katakanlah (Nabi Muhammad), “Seandainya kamu ada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditetapkan akan mati terbunuh itu keluar (juga) ke tempat mereka terbunuh.” Allah (berbuat demikian) untuk menguji yang ada dalam dadamu dan untuk membersihkan yang ada dalam hatimu. Allah Maha Mengetahui segala isi hati. (QS 3 : 154)
Quraish Shihab: Kemudian Dia menurunkan kepada kamu ketenteraman (berupa) kantuk sejenak setelah kesedihan yang meliputi segolongan kamu, sedangkan segolongan (lagi) sungguh telah dicemaskan oleh diri mereka sendiri; mereka menyangka yang tidak benar terhadap Allah (seperti) sangkaan Jahiliyah." Mereka berkata: “Apakah ada bagi kita sesuatu (hak campur tangan) dalam urusan ini?” Katakanlah (Nabi Muhammad saw.): “Sesungguhnya segala urusan di tangan Allah.” Mereka menyembunyikan dalam hati mereka apa yang tidak mereka tampakkan kepadamu; mereka berkata: “Jika seandainya ada bagi kita sesuatu (hak campur tangan) dalam urusan ini, niscaya kita tidak akan dibunuh (dikalahkan) di sini.” Katakanlah (Nabi Muhammad saw.): “Jika seandainya kamu berada di rumah-rumah kamu, niscaya orangorang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh (itu), akan keluar (juga) ke tempat mereka terbunuh.” Dan Allah (berbuat demikian) untuk menguji apa yang ada dalam dada kamu dan untuk membersihkan apa yang ada dalam hati kamu. Allah Maha Mengetahui segala isi hati.
HAMKA: Kemudian diturunkan-Nyalah suatu rasa keamanan kepadamu, sesudah kesusahan itu, yaitu mengantuk yang mengenai segolongan antara kamu dan segolongan (lagi) telah mementingkan diri sendiri; mereka menyangka-nyangka hal yang tidak benar atas Allah, yaitu persangkaan jahiliyyah. Mereka berkata, “Apakah ada kekuasaan kita agak sedikit pun dalam hal ini?” Katakanlah, “Sesungguhnya hal ini semuanya adalah kepunyaan Allah.” Mereka sembunyikan dalam diri mereka hal yang mereka nyatakan kepadamu. Mereka berkata, "Kalau ada pikiran kita dalam hal ini tentu tidak terbunuh kita di sini.” Katakanlah, “Walaupun kamu sedang berada dalam rumah kamu, niscaya akan keluarlah orang-orang yang telah tertulis atasnya kematian itu menuju tempat mereka terbaring (terbunuh) Akan tetapi, Allah hendak menguji apa yang ada dalam dadamu masing-masing. Dan Allah mengetahui apa yang ada dalam dada-dada itu.”

إِنَّ الَّذِينَ تَوَلَّوْا مِنْكُمْ يَوْمَ الْتَقَى الْجَمْعَانِ إِنَّمَا اسْتَزَلَّهُمُ الشَّيْطَانُ بِبَعْضِ مَا كَسَبُوا ۖ وَلَقَدْ عَفَا اللَّهُ عَنْهُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ حَلِيمٌ

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya orang-orang yang berpaling di antara kamu pada hari ketika dua pasukan bertemu, ) sesungguhnya mereka hanyalah digelincirkan oleh setan disebabkan sebagian kesalahan (dosa) yang telah mereka perbuat. Allah benar-benar telah memaafkan mereka. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun. (QS 3 : 155)
Quraish Shihab: Sesungguhnya orang-orang yang berpaling (enggan berperang atau lari dari medan perang) di antara kamu pada hari bertemu dua pasukan (mereka tidak melakukan hal itu kecuali) hanya (karena mereka dirayu) sehingga digelincirkan oleh setan, disebabkan sebagian apa (kesalahan) yang telah mereka perbuat. Dan demi (Allah)! Sungguh, Allah telah memberi maaf kepada mereka. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun, lagi Maha Penyantun.
HAMKA: Sesungguhnya orang-orang yang berpaling antara kamu pada hari pertempuran dua angkatan itu, lain tidak, mereka telah digelincirkan oleh setan, sebab sebagian dari yang mereka usahakan sendiri. Akan tetapi, sesungguhnya Allah telah memaafkan kamu. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun, lagi sangat sabar

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ كَفَرُوا وَقَالُوا لِإِخْوَانِهِمْ إِذَا ضَرَبُوا فِي الْأَرْضِ أَوْ كَانُوا غُزًّى لَوْ كَانُوا عِنْدَنَا مَا مَاتُوا وَمَا قُتِلُوا لِيَجْعَلَ اللَّهُ ذَٰلِكَ حَسْرَةً فِي قُلُوبِهِمْ ۗ وَاللَّهُ يُحْيِي وَيُمِيتُ ۗ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

Kemenag RI 2019: Wahai orang-orang yang beriman, janganlah seperti orang-orang yang kufur dan berbicara tentang saudara-saudaranya, apabila mereka mengadakan perjalanan di bumi atau berperang, “Seandainya mereka tetap bersama kami, tentulah mereka tidak mati dan tidak terbunuh.” (Allah membiarkan mereka bersikap demikian) karena Allah hendak menjadikan itu (kelak) sebagai penyesalan di hati mereka. Allah menghidupkan dan mematikan. Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. (QS 3 : 156)
Quraish Shihab: Hai orang-orang yang beriman! langanlah kamit menjadi seperti onuig-urang yang kafir (yakni orangorang munafik I yangmengatakan kepada saudara-saudara mereka apabila mereka mengadakan perjalanan di bumi atau mereka berperang: “Jika seandainya mereka tetap bersama-sama kira, tentulah mereka tidak mati dan tidak dibunuh." (Akibatnya) yang demikian itu, Allah menjadikan rasa penyesalan yang besar di dalam had mereka. Allah menghidupkan dan mematikan. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.
HAMKA: Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu jadi sebagai orang-orang yang kafir yang berkata kepada saudara-saudaranya, apabila mereka itu bepergian di bumi atau mereka jadi tentara, “Kalau mereka tinggal bersama kita,tentu mereka tidakakan mati dan tidak terbunuh.” Karena Allah hendak menjadikan yang demikian suatu penyesalan di hati mereka. Padahal Allah-lah yang menghidupkan dan yang mematikan. Dan Allah ada melihat yang kamu kerjakan.

وَلَئِنْ قُتِلْتُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَوْ مُتُّمْ لَمَغْفِرَةٌ مِنَ اللَّهِ وَرَحْمَةٌ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُونَ

Kemenag RI 2019: Sungguh, jika kamu gugur di jalan Allah atau mati, ) pastilah ampunan Allah dan rahmat-Nya lebih baik (bagimu) daripada apa (harta rampasan) yang mereka kumpulkan. (QS 3 : 157)
Quraish Shihab: Dan jika kamu benar-benar terbunuh (gugur) di jalan Allah atau meninggal (dengan cara apapun yang ditetapkan-Nya), tentulah ampunan Allah dan rahmat-Nya lebih baik (bagi kamu) dari apa yang mereka kumpulkan.
HAMKA: Sesungguhnya jika kamu terbunuh pada jalan Allah ataupun mati, maka ampunan dan rahmat dari Allah, lebih baik dari yang mereka kumpulkan.

[Halaman 71]

وَلَئِنْ مُتُّمْ أَوْ قُتِلْتُمْ لَإِلَى اللَّهِ تُحْشَرُونَ

Kemenag RI 2019: Sungguh, jika kamu mati atau gugur, pastilah kepada Allah kamu dikumpulkan. (QS 3 : 158)
Quraish Shihab: Dan jika kamu benar-benar meninggal atau gugur, pasti kepada Allah saja kamu akan dikumpulkan.
HAMKA: Dan sesungguhnya jika kamu mati ataupun terbunuh, kepada Allah-lah kamu akan dikumpulkan.

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ ۖ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ ۖ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ ۖ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ

Kemenag RI 2019: Maka, berkat rahmat Allah engkau (Nabi Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Seandainya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka akan menjauh dari sekitarmu. Oleh karena itu, maafkanlah mereka, mohonkanlah ampunan untuk mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam segala urusan (penting). Kemudian, apabila engkau telah membulatkan tekad, bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertawakal. (QS 3 : 159)
Quraish Shihab: Maka, disebabkan rahmat dari Allah-lah, engkau (Nabi Muhammad saw.) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Jika seandainya engkau berlaku keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang bertawakkal (kepadaNya)
HAMKA: Maka dengan rahmat dari Allah, engkau telah berlaku lemah lembut kepada mereka. Karena sekiranya engkau bertindak kasar, berkeras hati, niscaya berserak-seraklah mereka dari kelilingmu. Maka, maafkanlah mereka dan  mohonkanlah ampun untuk mereka, ajaklah mereka bermusyawarah dalam urusan itu. Apabila telah bulat hatimu, maka tawakallah kepada Allah; sesungguhnya Allah amat suka kepada orang-orang yang bertawaka.

إِنْ يَنْصُرْكُمُ اللَّهُ فَلَا غَالِبَ لَكُمْ ۖ وَإِنْ يَخْذُلْكُمْ فَمَنْ ذَا الَّذِي يَنْصُرُكُمْ مِنْ بَعْدِهِ ۗ وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ

Kemenag RI 2019: Jika Allah menolongmu, tidak ada yang (dapat) mengalahkanmu dan jika Dia membiarkanmu (tidak memberimu pertolongan), siapa yang (dapat) menolongmu setelah itu? Oleh karena itu, hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakal. (QS 3 : 160)
Quraish Shihab: Jika Allah menolong kamu, maka tidak ada yang dapat mengalahkan kamu; jika Allah membiarkan kamu, maka siapakah gerangan yang dapat menolong kamu sesudah-Nya? Karena itu, hendaklah kepada Allah saja orangorang mukmin bertawakkal.
HAMKA: Jika Allah hendak menolongmu, maka tidak siapa pun dapat mengalahkan kamu; dan jika Dia hendak mengalahkan kamu, siapakah lagi yang akan menolongmu sesudah Dia? Dan kepada Allah-lah hendaknya bertawakal orang-orang yang beriman

وَمَا كَانَ لِنَبِيٍّ أَنْ يَغُلَّ ۚ وَمَنْ يَغْلُلْ يَأْتِ بِمَا غَلَّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۚ ثُمَّ تُوَفَّىٰ كُلُّ نَفْسٍ مَا كَسَبَتْ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ

Kemenag RI 2019: Tidak layak seorang nabi menyelewengkan (harta rampasan perang). Siapa yang menyelewengkan (-nya), niscaya pada hari Kiamat dia akan datang membawa apa yang diselewengkannya itu. Kemudian, setiap orang akan diberi balasan secara sempurna sesuai apa yang mereka lakukan dan mereka tidak dizalimi. (QS 3 : 161)
Quraish Shihab: Tidak mungkin (dan tidak ada wujudnya) bagi seorang nabi berkhianat. Barang siapa berkhianat, pasti pada Hari Kiamat dia akan datang membawa apa yang dikhianatkannya itu; kemudian setiap diri akan diberi (pahalanya) dengan cukup atas apa yang telah diusahakan(nya), sedangkan mereka (sedikitpun) tidak dianiaya (dirugikan)
HAMKA: Tidaklah ada seorang Nabi pun berlaku curang. Dan barangsiapa yang berlaku curang, maka akan datanglah dia dengan barang yang dicuranginya itu pada hari Kiamat. Kemudian, akan dibayar penuh untuk tiap-tiap diri apa yang dianiaya.

أَفَمَنِ اتَّبَعَ رِضْوَانَ اللَّهِ كَمَنْ بَاءَ بِسَخَطٍ مِنَ اللَّهِ وَمَأْوَاهُ جَهَنَّمُ ۚ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ

Kemenag RI 2019: Apakah orang yang mengikuti (jalan) rida Allah sama dengan orang yang kembali dengan membawa kemurkaan dari Allah dan tempatnya adalah (neraka) Jahanam? Itulah seburuk-buruk tempat kembali. (QS 3 : 162)
Quraish Shihab: Apakah orang yang mengikuti (dengan sungguh-sungguh) keridhaan Allah sama dengan orang yang kembali membawa kemurkaan dari Allah dan tempatnya adalah (neraka) Jahannam? Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.
HAMKA: Apakah orang yang menuruti keridhaan Allah akan serupa dengan orang yang pulang dengan kemurkaan Allah? Dan tempat mereka kembali ialah neraka Jahannam; itulah seburuk-buruk tempat kembali. 

هُمْ دَرَجَاتٌ عِنْدَ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ بَصِيرٌ بِمَا يَعْمَلُونَ

Kemenag RI 2019: Mereka bertingkat-tingkat di sisi Allah. Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan. (QS 3 : 163)
Quraish Shihab: (Kedudukan) mereka (penghuni surga) itu bertingkat-tingkat di sisi Allah, dan Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan.
HAMKA: Mereka itu (terbagi ke dalam) beberapa derajat di sisi Allah. Dan Allah memandang apa pun yang mereka kerjakan.

لَقَدْ مَنَّ اللَّهُ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ إِذْ بَعَثَ فِيهِمْ رَسُولًا مِنْ أَنْفُسِهِمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِنْ كَانُوا مِنْ قَبْلُ لَفِي ضَلَالٍ مُبِينٍ

Kemenag RI 2019: Sungguh, Allah benar-benar telah memberi karunia kepada orang-orang mukmin ketika (Dia) mengutus di tengah-tengah mereka seorang Rasul (Muhammad) dari kalangan mereka sendiri yang membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, menyucikan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Kitab Suci (Al-Qur’an) dan hikmah. Sesungguhnya mereka sebelum itu benar-benar dalam kesesatan yang nyata. (QS 3 : 164)
Quraish Shihab: Demi (Allah)! Sungguh, Allah telah menganugerahkan karunia kepada orang-orang mukmin ketika (Allah swt.) mengutus di antara mereka seorang rasul dari kalangan mereka sendiri, yang (terus-menerus) membacakan (menyampaikan) kepada mereka ayat-ayat Allah, menyucikan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Kitab (al-Qur’an) dan Hikmah (asSunnah). Dan sungguh, keadaan mereka sebelum itu, adalah benarbenar dalam kesesatan yang nyata.
HAMKA: Sesungguhnya Allah telah berkenan kepada orang-orang yang beriman, tatkala Dia bangkitkan seorang Rasul dari antara mereka yang membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya dan membersihkan mereka serta mengajari mereka kitab dan hikmat, meski pun mereka sebelum itu di dalam kesesatan yang nyata.

أَوَلَمَّا أَصَابَتْكُمْ مُصِيبَةٌ قَدْ أَصَبْتُمْ مِثْلَيْهَا قُلْتُمْ أَنَّىٰ هَٰذَا ۖ قُلْ هُوَ مِنْ عِنْدِ أَنْفُسِكُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Kemenag RI 2019: Apakah ketika kamu ditimpa musibah (kekalahan pada Perang Uhud), padahal kamu telah memperoleh (kenikmatan) dua kali lipatnya (pada Perang Badar), kamu berkata, “Dari mana datangnya (kekalahan) ini?” Katakanlah, “Itu dari (kesalahan) dirimu sendiri.” Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS 3 : 165)
Quraish Shihab: Dan apakah ketika (kamu melakukan kesalahan dan meninggalkan tuntunan Rasul saw. sehingga) kamu ditimpa musibah (berupa kekalahan pada perang Uhud), (padahal) kamu sungguh telah menimpakan kekalahan dua kali lipat (atas musuh-musuh kamu pada perang Badar), kamu berkata: “Dari mana (datangnya kegagalan) ini?” Katakanlah: “Itu dari (kesalahan) diri kamu (sendiri).” Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
HAMKA: Apakah pada waktu kamu ditimpa suatu malapetaka  -padahal kamu telah menang dua kali- kamu berkata,"Dari mana ini?". Katakanlah,"Dia adalah dari diri kamu sendiri". Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu. 

[Halaman 72]

وَمَا أَصَابَكُمْ يَوْمَ الْتَقَى الْجَمْعَانِ فَبِإِذْنِ اللَّهِ وَلِيَعْلَمَ الْمُؤْمِنِينَ

Kemenag RI 2019: Apa yang menimpa kamu pada hari ketika dua pasukan bertemu terjadi atas izin Allah dan agar Dia mengetahui siapa orang (yang benar-benar) beriman (QS 3 : 166)
Quraish Shihab: Apa yang menimpa kamu pada hari bertemunya dua pasukan (dalam pertempuran), maka itu adalah dengan izin Allah, dan supaya (Dia) mengetahui (dalam kenyataan) siapa orang-orang mukmin,
HAMKA: Dan apa pun yang menimpa kamu pada hari bertemu dua angkatan, itu adalah dengan izin Allah, supaya Dia membuktikan (siapa) orang-orang yang beriman.

وَلِيَعْلَمَ الَّذِينَ نَافَقُوا ۚ وَقِيلَ لَهُمْ تَعَالَوْا قَاتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَوِ ادْفَعُوا ۖ قَالُوا لَوْ نَعْلَمُ قِتَالًا لَاتَّبَعْنَاكُمْ ۗ هُمْ لِلْكُفْرِ يَوْمَئِذٍ أَقْرَبُ مِنْهُمْ لِلْإِيمَانِ ۚ يَقُولُونَ بِأَفْوَاهِهِمْ مَا لَيْسَ فِي قُلُوبِهِمْ ۗ وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا يَكْتُمُونَ

Kemenag RI 2019: dan mengetahui orang-orang yang munafik. Dikatakan kepada mereka, “Marilah berperang di jalan Allah atau pertahankanlah (dirimu).” Mereka menjawab, “Seandainya kami mengetahui (bagaimana cara) berperang, tentulah kami mengikutimu.” Mereka pada hari itu lebih dekat pada kekufuran daripada keimanan. Mereka mengatakan dengan mulutnya sesuatu yang tidak ada dalam hatinya. Allah lebih mengetahui segala sesuatu yang mereka sembunyikan. (QS 3 : 167)
Quraish Shihab: dan supaya Dia mengetahui siapa orang-orang yang munafik. Kepada mereka dikatakan: “Marilah berperang di jalan Allah atau pertahankanlah (diri, keluarga dan negeri kamu).’’ Mereka (orang-orang yang munafik) berkata: “Jika seandainya kami mengetahui (akan terjadi) peperangan, tentulah kami mengikuti kamu.” Mereka pada hari itu lebih dekat kepada kekafiran daripada keimanan. Mereka mengatakan dengan mulut mereka apa yang tidak terkandung dalam hati mereka. Dan Allah lebih mengetahui apa yang mereka sembunyikan.
HAMKA: Dan supaya dibuktikan-Nya pula orang-orang yang munafik. Dikatakan orang kepada mereka, "Marilah berperang pada jalan Allah, atau pertahankanlah!” Mereka menjawab, “Kalau kami tahu berperang, niscaya kami telah menurutkan kamu.” Pada hari itu mereka itu terlebih dekat kepada kufur daripada kepada imam. Mereka katakan apa yangtidakada dalam hati mereka. Dan Allah lebih tahu apa yang mereka sembunyikan.

الَّذِينَ قَالُوا لِإِخْوَانِهِمْ وَقَعَدُوا لَوْ أَطَاعُونَا مَا قُتِلُوا ۗ قُلْ فَادْرَءُوا عَنْ أَنْفُسِكُمُ الْمَوْتَ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ

Kemenag RI 2019: (Mereka itu adalah) orang-orang yang berbicara tentang saudara-saudaranya (yang ikut berperang dan terbunuh), sedangkan mereka sendiri tidak turut berperang, “Seandainya mereka mengikuti kami, tentulah mereka tidak terbunuh.” Katakanlah, “Cegahlah kematian itu dari dirimu jika kamu orang-orang benar.” (QS 3 : 168)
Quraish Shihab: Orang-orang yang mengatakan tentang saudara-saudara mereka (yang telah gugur), padahal mereka tidak membantu (berperang): “Jika seandainya mereka mengikuti kita (kembali ke Madinah dan tidak ikut berperang), tentulah mereka tidak terbunuh.” Katakanlah: “Tolaklah kematian (itu) dari diri kamu, jika kamu orang-orang yang benar.”
HAMKA: (Yaitu) mereka berkata kepada kawan-kawannya sambil mundur. “Kalau mereka itu menuruti kita, tidaklah mereka akan terbunuh.” Katakanlah, “Kalau begitu cobalah tolak maut itu dari diri kamu, jika memang kamu orang-orang yang benar.”

وَلَا تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ قُتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَمْوَاتًا ۚ بَلْ أَحْيَاءٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُونَ

Kemenag RI 2019: Jangan sekali-kali kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati. Sebenarnya, mereka itu hidup dan dianugerahi rezeki di sisi Tuhannya. ) (QS 3 : 169)
Quraish Shihab: Janganlah sekali-kali engkau (siapapun engkau) mengira (bahwa) orang-orang yang gugur di jalan Allah adalah orang-orang mati; bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhan Pemelihara mereka dengan dianugerahi rezeki
HAMKA: Sekali-kali janganlah engkau mengira bahwa orang-orang yang terbunuh pada jalan Allah itu mati, bahkan mereka hidup. Di sisi Tuhan, mereka diberi rezeki.

فَرِحِينَ بِمَا آتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ وَيَسْتَبْشِرُونَ بِالَّذِينَ لَمْ يَلْحَقُوا بِهِمْ مِنْ خَلْفِهِمْ أَلَّا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

Kemenag RI 2019: Mereka bergembira dengan karunia yang Allah anugerahkan kepadanya dan bergirang hati atas (keadaan) orang-orang yang berada di belakang yang belum menyusul mereka, ) yaitu bahwa tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati. (QS 3 : 170)
Quraish Shihab: Mereka bergembira disebabkan karunia Allah yang telah dianugerahkan-Nya kepada mereka. Dan mereka benar-benar bergirang hati terhadap orang-orang yang (masih) tinggal di belakang yang belum menyusul mereka, bahwa tidak ada rasa takut menimpa mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.
HAMKA: Mereka bersuka cita dengan apa yang diberikan Allah kepada mereka dari kurnia-Nya, dan mereka pun girang akan orang-orang yang di belakang mereka, karena tidak ada ketakutan atas mereka, dan tidak pula mereka akan merasa duka cita.

يَسْتَبْشِرُونَ بِنِعْمَةٍ مِنَ اللَّهِ وَفَضْلٍ وَأَنَّ اللَّهَ لَا يُضِيعُ أَجْرَ الْمُؤْمِنِينَ

Kemenag RI 2019: Mereka bergirang hati dengan nikmat dan karunia dari Allah dan bahwa sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang mukmin, (QS 3 : 171)
Quraish Shihab: Mereka benar-benar bergirang hati dengan nikmat dan karunia dari Allah, dan bahwa Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang mukmin
HAMKA: Mereka bergirang hati dengan nikmat dan kumia Allah. Bahwasanya Allah tidaklah menyia-nyiakan ganjaran orang-orang yang beriman

الَّذِينَ اسْتَجَابُوا لِلَّهِ وَالرَّسُولِ مِنْ بَعْدِ مَا أَصَابَهُمُ الْقَرْحُ ۚ لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا مِنْهُمْ وَاتَّقَوْا أَجْرٌ عَظِيمٌ

Kemenag RI 2019: (yaitu) orang-orang yang memenuhi (seruan) Allah dan Rasul setelah mereka menderita luka-luka (dalam Perang Uhud). Orang-orang yang berbuat kebaikan dan bertakwa di antara mereka akan mendapat pahala yang sangat besar, (QS 3 : 172)
Quraish Shihab: (Yaitu) orang-orang yang memenuhi (seruan) Allah dan Rasul (Nabi Muhammad saw.) dengan sepenuh hati, sesudah mereka mendapat luka berat. Bagi orang-orang yang berbuat kebajikan di antara mereka lagi bertakwa ada pahala yang sangat besar.
HAMKA: Orang-orang yang menyambut ajakan Allah dan Rasul sesudah mereka ditimpa keparahan. Untuk orang-orang yang berbuat baik dan bertakwa antara mereka suatu pahala yang besar.

الَّذِينَ قَالَ لَهُمُ النَّاسُ إِنَّ النَّاسَ قَدْ جَمَعُوا لَكُمْ فَاخْشَوْهُمْ فَزَادَهُمْ إِيمَانًا وَقَالُوا حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ

Kemenag RI 2019: (yaitu) mereka yang (ketika ada) orang-orang mengatakan kepadanya, “Sesungguhnya orang-orang (Quraisy) telah mengumpulkan (pasukan) untuk (menyerang) kamu. Oleh karena itu, takutlah kepada mereka,” ternyata (ucapan) itu menambah (kuat) iman mereka dan mereka menjawab, “Cukuplah Allah (menjadi penolong) bagi kami dan Dia sebaik-baik pelindung.” (QS 3 : 173)
Quraish Shihab: (Yaitu) orang-orang (yang menaati Allah swt. dan Rasul saw.) yang kepada mereka (ada) orang-orang yang mengatakan: “Sesungguhnya manusia (kaum musyrik) sungguh telah mengumpulkan (kekuatan) menghadapi kamu, karena itu takutlah kepada mereka,” maka (perkataan itu) menambah keimanan mereka dan mereka menjawab: “Cukuplah bagi kami Allah dan Dia adalah sebaik-baik Wakil''
HAMKA: Manusia telah berkata kepada mereka, “Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan (tentara) untuk (memerangi) kamu, takutlah kamu kepada mereka.” Maka (kata-kata) itu telah membawa iman mereka, dan mereka berkata, “Allah cukup bagi kami dan Dialah sebaik-baik penjaga.”

[Halaman 73]

فَانْقَلَبُوا بِنِعْمَةٍ مِنَ اللَّهِ وَفَضْلٍ لَمْ يَمْسَسْهُمْ سُوءٌ وَاتَّبَعُوا رِضْوَانَ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ ذُو فَضْلٍ عَظِيمٍ

Kemenag RI 2019: Mereka kembali dengan nikmat dan karunia dari Allah. Mereka tidak ditimpa suatu bencana dan mereka mengikuti (jalan) rida Allah. Allah mempunyai karunia yang besar. (QS 3 : 174)
Quraish Shihab: Maka, mereka kembali dengan nikmat dan karunia yang besar dari Allah. Keburukan tidak menyentuh mereka dan mereka mengikuti (dengan sungguh-sungguh) keridhaan Allah. Dan Allah Pemilik karunia yang sangat besar
HAMKA: Maka kembalilah mereka dengan nikmat dan kurnia dari Allah, dalam keadaan tidak satu pun bahaya menyinggung mereka. Mereka ikuti keridhaan Allah. Allah mempunyai kurnia yang besar.

إِنَّمَا ذَٰلِكُمُ الشَّيْطَانُ يُخَوِّفُ أَوْلِيَاءَهُ فَلَا تَخَافُوهُمْ وَخَافُونِ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya mereka hanyalah setan yang menakut-nakuti (kamu) dengan teman-teman setianya. ) Oleh karena itu, janganlah takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku, jika kamu orang-orang mukmin. (QS 3 : 175)
Quraish Shihab: Sesungguhnya itu (yang menyampaikan berita musuh telah mengumpulkan kekuatan) tidak lain hanyalah setan yang menakut-nakuti kawan-kawannya (orang-orang munafik), karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku, jika kamu orang-orang mukmin.
HAMKA: Yang demikian itu tidak lain hanyalah setan yang hendak mempertakut-takuti pengikut pengikutnya. Lantaran itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku, jika memang kamu orang-orang yang beriman.

وَلَا يَحْزُنْكَ الَّذِينَ يُسَارِعُونَ فِي الْكُفْرِ ۚ إِنَّهُمْ لَنْ يَضُرُّوا اللَّهَ شَيْئًا ۗ يُرِيدُ اللَّهُ أَلَّا يَجْعَلَ لَهُمْ حَظًّا فِي الْآخِرَةِ ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ

Kemenag RI 2019: Janganlah engkau (Nabi Muhammad) dirisaukan oleh orang-orang yang dengan cepat melakukan kekufuran. Sesungguhnya sedikit pun mereka tidak merugikan Allah. Allah tidak akan memberi bagian (pahala) kepada mereka di akhirat dan mereka akan mendapat azab yang sangat besar. (QS 3 : 176)
Quraish Shihab: Janganlah engkau (Nabi Muhammad saw.) disedihkan oleh orangorang yang bersegera dalam kekafiran; sesungguhnya mereka sekali-kali tidak dapat mendatangkan mudharat (bahaya dan kerugian) kepada (agama dan atau para pejuang agama) Allah sedikit pun. Allah berkehendak tidak akan memberi bagian (ganjaran) kepada mereka di akhirat, dan bagi mereka azab yang sangat besar.
HAMKA: Janganlah engkau berduka, sebab orang-orang yang bersegera dalam kekufuran itu. Sesungguhnya sekali-kali tidaklah mereka akan menyusahkan Allah sedikit juapun. Allah hendak membuat mereka tidak mendapat bagian di akhirat; dan bagi mereka siksaan besar.

إِنَّ الَّذِينَ اشْتَرَوُا الْكُفْرَ بِالْإِيمَانِ لَنْ يَضُرُّوا اللَّهَ شَيْئًا وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya orang-orang yang membeli kekufuran dengan iman sedikit pun tidak merugikan Allah dan akan mendapat azab yang sangat pedih. (QS 3 : 177)
Quraish Shihab: Sesungguhnya orang-orang yang membeli (mengambil) kekufuran dengan (meninggalkan) iman, mereka sekali-kali tidak dapat mendatangkan mudharat kepada Allah sedikit pun; dan bagi mereka azab yang sangat pedih.
HAMKA: Sesungguhnya orang-orang yang membeli kekufuran dengan iman, sekali-kali tidaklah membahayakan Allah sedikit pun. Dan bagi mereka siksaan yang pedih. 

وَلَا يَحْسَبَنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّمَا نُمْلِي لَهُمْ خَيْرٌ لِأَنْفُسِهِمْ ۚ إِنَّمَا نُمْلِي لَهُمْ لِيَزْدَادُوا إِثْمًا ۚ وَلَهُمْ عَذَابٌ مُهِينٌ

Kemenag RI 2019: Jangan sekali-kali orang-orang kafir mengira bahwa sesungguhnya tenggang waktu yang Kami berikan kepadanya ) baik bagi dirinya. Sesungguhnya Kami memberinya tenggang waktu hanya agar dosa mereka makin bertambah dan mereka akan mendapat azab yang menghinakan. (QS 3 : 178)
Quraish Shihab: Dan janganlah sekali-kali orangorang yang kafir mengira bahwa pemberian tangguh Kami kepada mereka (sehingga tidak disiksa sekarang, atau mereka memperoleh bagian duniawi di kehidupan dunia ini) adalah baik bagi mereka. Sesungguhnya Kami memberi tangguh kepada mereka hanyalah supaya bertambah-tambah dosa mereka; dan bagi mereka azab yang sangat menghinakan.
HAMKA: Sekali-kali janganlah orang-orang yang kafir itu mengira, bahwa Kami membiarkan mereka (begitu), suatu kebaikan bagi mereka. Kami membiarkan mereka hanyalah supaya mereka menambah-nambah dosa. Untuk mereka siksaan yang menghinakan. 

مَا كَانَ اللَّهُ لِيَذَرَ الْمُؤْمِنِينَ عَلَىٰ مَا أَنْتُمْ عَلَيْهِ حَتَّىٰ يَمِيزَ الْخَبِيثَ مِنَ الطَّيِّبِ ۗ وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُطْلِعَكُمْ عَلَى الْغَيْبِ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ يَجْتَبِي مِنْ رُسُلِهِ مَنْ يَشَاءُ ۖ فَآمِنُوا بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ ۚ وَإِنْ تُؤْمِنُوا وَتَتَّقُوا فَلَكُمْ أَجْرٌ عَظِيمٌ

Kemenag RI 2019: Allah tidak akan membiarkan orang-orang mukmin dalam keadaan sebagaimana kamu sekarang ini, ) (tetapi Allah akan mengujinya) sehingga Dia membedakan yang buruk dari yang baik. ) Allah tidak akan memperlihatkan kepadamu hal-hal yang gaib, ) tetapi Allah memilih siapa yang Dia kehendaki di antara rasul-rasul-Nya. ) Oleh karena itu, berimanlah kepada Allah dan rasul-rasul-Nya. Jika kamu beriman dan bertakwa, kamu akan mendapat pahala yang sangat besar. (QS 3 : 179)
Quraish Shihab: Allah sekali-kali tidak akan membiarkan orang-orang mukmin sebagaimana keadaan kamu selama ini (berbaur dan menyatu dengan orang-orang munafik), sehingga Dia membedakan yang buruk (orang-orang munafik) dari yang baik (orang-orang mukmin yang mantap imannya). Dan Allah sekali-kali tidak akan memperlihatkan kepada kamu yang gaib, tetapi Allah memilih siapa yang dikehendaki-Nya dari para rasul-Nya. Karena itu, berimanlah kepada Allah dan para rasul-Nya; dan jika kamu beriman dan bertakwa, maka bagi kamu pahala yang sangat besar.
HAMKA: Tidaklah Allah akan membiarkan orang-orang yang beriman dalam keadaan seperti keadaan kamu (saja), sampai Dia sisihkan antara yang buruk dengan yang baik. Dan tidaklah Allah akan memperlihatkan perkara yang gaib kepada kamu. Akan tetapi Allah memilih rasul-rasul-Nya barangsiapa yang Dia kehendaki. Sebab itu, percayalah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya. Dan jika kamu beriman dan bertakwa, untuk kamu pahala yang besar. 

وَلَا يَحْسَبَنَّ الَّذِينَ يَبْخَلُونَ بِمَا آتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ هُوَ خَيْرًا لَهُمْ ۖ بَلْ هُوَ شَرٌّ لَهُمْ ۖ سَيُطَوَّقُونَ مَا بَخِلُوا بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۗ وَلِلَّهِ مِيرَاثُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۗ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

Kemenag RI 2019: Jangan sekali-kali orang-orang yang kikir dengan karunia yang Allah anugerahkan kepadanya mengira bahwa (kekikiran) itu baik bagi mereka. Sebaliknya, (kekikiran) itu buruk bagi mereka. Pada hari Kiamat, mereka akan dikalungi dengan sesuatu yang dengannya mereka berbuat kikir. Milik Allahlah warisan (yang ada di) langit dan di bumi. Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan. (QS 3 : 180)
Quraish Shihab: Janganlah sekali-kali orang-orang yang kikir dengan apa yang Allah anugerahkan kepada mereka dari karunia-Nya mengira bahwa ia (kekikiran itu) baik bagi mereka. Bahkan, ia buruk bagi mereka. Apa yang mereka kikirkan itu akan dikalungkan di (leher) mereka pada Hari Kiamat. Dan milik Allah segala warisan yang ada di langit dan di bumi. Dan Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.
HAMKA: Dan janganlah orang-orang yang bakhil menyangka terhadap yang diberikan Allah kepada mereka dari kurnia-Nya, bahwa begitulah yang baik bagi mereka. Bahkan itulah yang jahat untuk mereka (karena) yang mereka bakhilkan itu akan digantungkan di leher mereka pada hari Kiamat. Dan untuk Allah-lah pusaka segenap langit dan bumi. Allah amat tahu atas apa-apa yang kamu perbuat

[Halaman 74]

لَقَدْ سَمِعَ اللَّهُ قَوْلَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ فَقِيرٌ وَنَحْنُ أَغْنِيَاءُ ۘ سَنَكْتُبُ مَا قَالُوا وَقَتْلَهُمُ الْأَنْبِيَاءَ بِغَيْرِ حَقٍّ وَنَقُولُ ذُوقُوا عَذَابَ الْحَرِيقِ

Kemenag RI 2019: Sungguh, Allah benar-benar telah mendengar perkataan orang-orang (Yahudi) yang mengatakan, “Sesungguhnya Allah itu miskin dan kami kaya.” Kami akan mencatat perkataan mereka dan pembunuhan terhadap nabi-nabi yang mereka lakukan tanpa hak (alasan yang benar). Kami akan mengatakan (kepada mereka pada hari Kiamat), “Rasakanlah azab yang membakar!” (QS 3 : 181)
Quraish Shihab: Demi (Allah)! Sungguh, Allah telah mendengar perkataan orang-orang yang mengatakan: “Sesungguhnya Allah miskin dan kami orang-orang kaya.” Kami akan mencatat perkataan mereka dan pembunuhan mereka terhadap para nabi tanpa (alasan) yang memang tidak dibenarkan, dan Kami akan mengatakan: “Rasakanlah azab yang membakar!”
HAMKA: Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan orang-orang yang berkata, “Bahwasanya Allah itu miskin dan kami kaya.” Akan Kami tuliskan yang mereka katakan itu dan juga pembunuhan mereka atas nabi-nabi dengan tidak wajar, dan akan Kami katakan, “Rasailah olehmu siksa pembakaran!” 

ذَٰلِكَ بِمَا قَدَّمَتْ أَيْدِيكُمْ وَأَنَّ اللَّهَ لَيْسَ بِظَلَّامٍ لِلْعَبِيدِ

Kemenag RI 2019: Yang demikian itu disebabkan oleh perbuatan tanganmu (sendiri) dan sesungguhnya Allah (sama sekali) tidak menzalimi hamba-hamba-Nya. (QS 3 : 182)
Quraish Shihab: (Azab) yang demikian itu disebabkan perbuatan tangan kamu sendiri. Sesungguhnya Allah sekali-kali bukanlah Penganiaya para hambaNya.
HAMKA: Yang demikian itu adalah lantaran dosa yang telah dilakukan oleh tangan-tangan kamu. Dan sesungguhnya Allah tidaklah aniaya terhadap hamba-hamba-Nya.

الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ عَهِدَ إِلَيْنَا أَلَّا نُؤْمِنَ لِرَسُولٍ حَتَّىٰ يَأْتِيَنَا بِقُرْبَانٍ تَأْكُلُهُ النَّارُ ۗ قُلْ قَدْ جَاءَكُمْ رُسُلٌ مِنْ قَبْلِي بِالْبَيِّنَاتِ وَبِالَّذِي قُلْتُمْ فَلِمَ قَتَلْتُمُوهُمْ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ

Kemenag RI 2019: (Mereka adalah) orang-orang (Yahudi) yang mengatakan, “Sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepada kami agar kami tidak beriman kepada seorang rasul sebelum dia mendatangkan kepada kami kurban yang dimakan api (yang datang dari langit).” Katakanlah (Nabi Muhammad), “Sungguh, beberapa rasul sebelumku telah datang kepadamu dengan (membawa) bukti-bukti yang nyata dan membawa apa yang kamu sebutkan. Akan tetapi, mengapa kamu membunuh mereka jika kamu orang-orang yang benar?” (QS 3 : 183)
Quraish Shihab: (Yaitu) orang-orang (Yahudi) yang mengatakan: “Sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepada kami, supaya kami jangan beriman kepada seorang rasul, sebelum dia mendatangkan kepada kami kurban (yang dipersembahkan kepada Allah swt.) yang (habis terbakar) dimakan api.” Katakanlah (Nabi Muhammad saw.): “Sungguh, telah datang kepada kamu beberapa orang rasul sebelumku, membawa keterangan-keterangan yang nyata dan membawa apa yang kamu sebutkan, maka mengapa kamu membunuh mereka jika kamu orangorang yang benar?”
HAMKA: Orang-orang berkata, “Sesungguhnya Allah telah memesankan kepada kami, supaya kami tidak beriman kepada seorang Rasul, kecuali kalau dia bawakan kepada kami suatu kurban yang dimakan oleh api. Katakanlah, “Sungguh telah datang kepada kamu beberapa Rasul sebelum aku dengan keterangan-keterangan dan dengan yang kamu katakan itu; tetapi mengapa kamu bunuhi mereka, jika memang kamu orang-orang yang benar?

فَإِنْ كَذَّبُوكَ فَقَدْ كُذِّبَ رُسُلٌ مِنْ قَبْلِكَ جَاءُوا بِالْبَيِّنَاتِ وَالزُّبُرِ وَالْكِتَابِ الْمُنِيرِ

Kemenag RI 2019: Maka, jika mereka mendustakanmu (Nabi Muhammad), sungguh rasul-rasul sebelummu pun telah didustakan. Mereka datang dengan (membawa) mukjizat-mukjizat yang nyata, zubur, ) dan Alkitab yang memberi penjelasan yang sempurna. (QS 3 : 184)
Quraish Shihab: Maka,jikamerekamendustakanmu (Nabi Muhammad saw.), maka sungguh para rasul sebelummu (pun) telah didustakan (pula), mereka membawa keterangan-keterangan yang nyata, dan Zabur dan kitab yang memberi penjelasan yang sempurna.
HAMKA: Maka jika mereka mendustakan engkau, sesungguhnya telah didustakan pula rasul-rasul sebelum engkau yang telah datang dengan keterangan-keterangan dan berbagai kitab dan kitab yang menerangi

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۖ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

Kemenag RI 2019: Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Hanya pada hari Kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu. Siapa yang dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh dia memperoleh kemenangan. Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya. (QS 3 : 185)
Quraish Shihab: Setiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada Hari Kiamat sajalah disempurnakan pahala kamu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke surga, maka sungguh dia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdaya.
HAMKA: Tiap-tiap yang bernyawa merasakan mati; sesungguhnya kelak akan disempurnakan balasan kamu pada hari Kiamat. Barangsiapa yang dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, telah berjayalah dia. Kehidupan dunia ini tidak lain dari benda tipuan.

لَتُبْلَوُنَّ فِي أَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ وَلَتَسْمَعُنَّ مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَمِنَ الَّذِينَ أَشْرَكُوا أَذًى كَثِيرًا ۚ وَإِنْ تَصْبِرُوا وَتَتَّقُوا فَإِنَّ ذَٰلِكَ مِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ

Kemenag RI 2019: Kamu pasti akan diuji dalam (urusan) hartamu dan dirimu. Kamu pun pasti akan mendengar banyak hal yang sangat menyakitkan hati dari orang-orang yang diberi Alkitab sebelum kamu dan dari orang-orang musyrik. Jika kamu bersabar dan bertakwa, sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang (patut) diutamakan. (QS 3 : 186)
Quraish Shihab: Pasti kamu benar-benar akan diuji menyangkut harta kamu dan diri kamu. Dan pasti kamu benar-benar akan mendengar dari orangorang yang diberi kitab sebelum kamu dan dari orang-orang yang menyekutukan (Allah swt. dengan yang lain), gangguan yang banyak. Jika kamu bersabar dan bertakwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang patut diutamakan.
HAMKA: Sesungguhnya kamu akan dikenakan percobaan pada harta bendamu dan dirimu serta kamu akan dengar celaan yang banyak sekali dari orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan dari orang-orang yang mempersekutukan Allah. Akan tetapi, jika kamu bersabar dan bertakwa sesungguhnya yang demikian termasuk perkara yang paling penting.

[Halaman 75]

وَإِذْ أَخَذَ اللَّهُ مِيثَاقَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ لَتُبَيِّنُنَّهُ لِلنَّاسِ وَلَا تَكْتُمُونَهُ فَنَبَذُوهُ وَرَاءَ ظُهُورِهِمْ وَاشْتَرَوْا بِهِ ثَمَنًا قَلِيلًا ۖ فَبِئْسَ مَا يَشْتَرُونَ

Kemenag RI 2019: (Ingatlah) ketika Allah membuat perjanjian dengan orang-orang yang telah diberi Alkitab (dengan berfirman), “Hendaklah kamu benar-benar menerangkan (isi Alkitab itu) kepada manusia dan janganlah kamu menyembunyikannya.” Lalu, mereka melemparkannya (janji itu) ke belakang punggung mereka (mengabaikannya) dan menukarnya dengan harga yang murah. Maka, itulah seburuk-buruk jual beli yang mereka lakukan. (QS 3 : 187)
Quraish Shihab: Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil janji (dari) orang-orang yang telah diberi kitab (yaitu): “Hendaklah kamu benar-benar menerangkannya (kitab itu) kepada manusia, dan jangan kamu menyembunyikannya.” Lalu mereka melemparkannya ke belakang punggung mereka dan mereka membelinya dengan harga yang sedikit. Sangatlah buruk apa yang mereka beli.
HAMKA: Dan (ingatlah)tatkala Allah mengambil janji orang-orang yang diberi kitab itu. “Hendaklah kamu terangkan isi Kitab itu kepada manusia dan janganlah kamu sembunyikan.” Tetapi mereka memungkiri perjanjian itu, mereka menjualnya dengan harga yang sedikit. Alangkah jahat tukaran yang mereka terima itu.

لَا تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ يَفْرَحُونَ بِمَا أَتَوْا وَيُحِبُّونَ أَنْ يُحْمَدُوا بِمَا لَمْ يَفْعَلُوا فَلَا تَحْسَبَنَّهُمْ بِمَفَازَةٍ مِنَ الْعَذَابِ ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

Kemenag RI 2019: Jangan sekali-kali kamu mengira bahwa orang yang gembira dengan apa (perbuatan buruk) yang telah mereka kerjakan dan suka dipuji atas perbuatan (yang mereka anggap baik) yang tidak mereka lakukan, kamu jangan sekali-kali mengira bahwa mereka akan lolos dari azab. Mereka akan mendapat azab yang sangat pedih. (QS 3 : 188)
Quraish Shihab: Janganlah sekali-kali engkau (siapapun engkau) mengira bahwa orani’-oiang yang bergembira dengan .tpn ikedurhakiiinl yang telah mereka kerjakan d.m mereka mkri dipuji aus perbuatan yang belum merdra kerjakan, maka janganlah sekali-kali kamu mengira bahwa mereka terlepas dari azab, dan bagi mereka azab yang sangat pedih.
HAMKA: Sekali-kali janganlah engkau sangka orangorang yang bergembira dengan yang mereka lakukan dan senang sekali bila dipuji dalam hal yang tidak pernah mereka kerjakan. Sekali-kali janganlah engkau sangka, bahwa mereka akan terlepas dari adzab. Bahkan untuk mereka adzab yang pedih.

وَلِلَّهِ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۗ وَاللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Kemenag RI 2019: Milik Allahlah kerajaan langit dan bumi. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS 3 : 189)
Quraish Shihab: Milik Allah kerajaan langit dan bumi, dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu
HAMKA: Bagi Allah kerajaan langit dan bumi; Allah Mahakuasa atas tiap-tiap sesuatu.

إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi serta pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal, (QS 3 : 190)
Quraish Shihab: Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih berganti(nya) malam dan siang, benar-benar terdapat tanda-tanda (kemahakuasaan Allah swt.) bagi UlulAlbab (orang-orang yang berakal bersih, murni dan cerah)
HAMKA: Sesungguhnya dalam kejadian langit dan bumi serta silih bergantinya siang dan malam, terdapat beberapa tanda bagi orang-orang yang berakal.

الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Kemenag RI 2019: (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, atau dalam keadaan berbaring, dan memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), “Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia. Maha Suci Engkau. Lindungilah kami dari azab neraka. (QS 3 : 191)
Quraish Shihab: (Yaitu) orang-orang yang mengingat Allah dalam keadaan berdiri atau duduk atau berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi: “Tuhan Pemelihara kami, tidaklah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Mahasuci Engkau, maka peliharalah kami dari azab neraka.
HAMKA: (Yaitu) orang-orang yang mengingati Allah sewaktu berdiri, duduk atau berbaring dan mereka pikirkan hal kejadian langit dan bumi, Tuhan kami! Tidaklah Engkau jadikan (semuanya) ini dengan sia-sia. Mahasuci Engkau! Maka peliharakanlah kiranya kami dari adzab neraka.

رَبَّنَا إِنَّكَ مَنْ تُدْخِلِ النَّارَ فَقَدْ أَخْزَيْتَهُ ۖ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ

Kemenag RI 2019: Ya Tuhan kami, sesungguhnya orang yang Engkau masukkan ke dalam neraka, maka Engkau benar-benar telah menghinakannya dan tidak ada seorang penolong pun bagi orang yang zalim. (QS 3 : 192)
Quraish Shihab: Tuhan Pemelihara kami, sesungguhnya siapa yang Engkau masukkan ke neraka, maka sungguh Engkau telah menghinakan dia, dan tidak ada bagi orang orang zalim (satu) 
HAMKA: Ya Tuhan kami! Sesungguhnya barangsiapa yang Engkau masukkan ke dalam neraka, sesungguhnya telah Engkau hinakan dia. Dan tidaklah ada seorang penolong pun bagi orang-orang yang aniaya. 

رَبَّنَا إِنَّنَا سَمِعْنَا مُنَادِيًا يُنَادِي لِلْإِيمَانِ أَنْ آمِنُوا بِرَبِّكُمْ فَآمَنَّا ۚ رَبَّنَا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَكَفِّرْ عَنَّا سَيِّئَاتِنَا وَتَوَفَّنَا مَعَ الْأَبْرَارِ

Kemenag RI 2019: Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar orang yang menyeru pada keimanan, yaitu ‘Berimanlah kamu kepada Tuhanmu,’ maka kami pun beriman. Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami, hapuskanlah kesalahan-kesalahan kami, dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang selalu berbuat kebaikan. (QS 3 : 193)
Quraish Shihab:  Tuhan Pemelihara kami, sesungguhnya kami mendengar penyeru yang menyeru kepada iman (yaitu): “Berimanlah kamu kepada Tuhan Pemelihara kamu,” maka kami (pun) beriman. Tuhan Pemelihara kami, ampunilah bagi kami dosa-dosa kami dan tutuplah dari kami kesalahan-kesalahan kami, dan wafatkanlah kami bersama orang-orang yang sangat luas dan banyak kebajikan.
HAMKA: Tuhan kami! Sesungguhnya telah kami dengar seruan penyeru yang menyeru kepada iman, Berimanlah kamu kepada Tuhanmu! Maka kami pun telah beriman. Ya Tuhan kami, ampunilah kami, hapuskanlah dosa-dosa kami, dan hapuskanlah kejahatan-kejahatan kami, dan terimalah kiranya kami bersama-sama orang-orang yang berbuat bakti

رَبَّنَا وَآتِنَا مَا وَعَدْتَنَا عَلَىٰ رُسُلِكَ وَلَا تُخْزِنَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۗ إِنَّكَ لَا تُخْلِفُ الْمِيعَادَ

Kemenag RI 2019: Ya Tuhan kami, anugerahilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami melalui rasul-rasul-Mu dan janganlah Engkau hinakan kami pada hari Kiamat. Sesungguhnya Engkau tidak pernah mengingkari janji.” (QS 3 : 194)
Quraish Shihab: Tuhan Pemelihara kami, dan anugerahilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami melalui para rasul-Mu, dan janganlah Engkau hinakan kami pada Hari Kiamat. Sesungguhnya Engkau tidak menyalahi janji.”
HAMKA: Tuhan kami! Kumiailah kami dengan yang telah Engkau janjikan kepada kami dengan perantaraan rasul-rasul Engkau, dan janganlah Engkau hinakan kami pada hari Kiamat. Sesungguhnya Engkau tidaklah memungkiri janji

[Halaman 76]

فَاسْتَجَابَ لَهُمْ رَبُّهُمْ أَنِّي لَا أُضِيعُ عَمَلَ عَامِلٍ مِنْكُمْ مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَىٰ ۖ بَعْضُكُمْ مِنْ بَعْضٍ ۖ فَالَّذِينَ هَاجَرُوا وَأُخْرِجُوا مِنْ دِيَارِهِمْ وَأُوذُوا فِي سَبِيلِي وَقَاتَلُوا وَقُتِلُوا لَأُكَفِّرَنَّ عَنْهُمْ سَيِّئَاتِهِمْ وَلَأُدْخِلَنَّهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ ثَوَابًا مِنْ عِنْدِ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الثَّوَابِ

Kemenag RI 2019: Maka, Tuhan mereka memperkenankan permohonannya (dengan berfirman), “Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan perbuatan orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki maupun perempuan, (karena) sebagian kamu adalah (keturunan) dari sebagian yang lain. Maka, orang-orang yang berhijrah, diusir dari kampung halamannya, disakiti pada jalan-Ku, berperang, dan terbunuh, pasti akan Aku hapus kesalahan mereka dan pasti Aku masukkan mereka ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai sebagai pahala dari Allah. Di sisi Allahlah ada pahala yang baik.” (QS 3 : 195)
Quraish Shihab:  Maka, Tuhan Pemelihara mereka memerkenankan bagi mereka (permohonan mereka). (Allah swt. berfirman); “Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang yang beramal di antara kamu, (baik) laki-laki atau perempuan, (karena) sebagian kamu (berasal) dari sebagian yang lain. Maka, orang-orang yang berhijrah dan yang diusir dari kampung halaman mereka, yang disakiti pada jalan-Ku, dan yang berperang dan yang dibunuh, pasti akan Aku tutup kesalahan-kesalahan mereka dan pasti Aku masukkan mereka ke surga-surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai sebagai pahala dari sisi Allah. Dan Allah, di sisi-Nya, pahala yang baik.”
HAMKA: Maka Tuhan mereka memperkenankan permohonan mereka: Bahwasanya Aku tidaklah menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal antara kamu, laki-laki atau perempuan (karena) sebagian kamu adalah berasal dari sebagian yang lain. Maka, orang-orang yang telah berhijrah dan diusir dari negeri-negeri mereka yang disakiti pada jalan-Ku, yang berperang dan terbunuh; sesungguhnya akan Aku hapuskan kesalahan-kesalahan mereka dan akan Aku masukkan mereka ke dalam surga, yang di bawahnya mengalir air sungai, sebagai ganjaran dari Allah. Dan di sisi Allah-lah ganjaran yang sebaik-baiknya.

لَا يَغُرَّنَّكَ تَقَلُّبُ الَّذِينَ كَفَرُوا فِي الْبِلَادِ

Kemenag RI 2019: Jangan sekali-kali kamu teperdaya oleh bolak-balik perjalanan orang-orang yang kufur di seluruh negeri. (QS 3 : 196)
Quraish Shihab: Janganlah sekali-kali engkau teperdaya oleh kebebasan orang-orang yang kafir bergerak di negeri-negeri.
HAMKA: Janganlah engkau terpesona oleh keleluasaan orang-orang kafir di dalam negeri-negeri

مَتَاعٌ قَلِيلٌ ثُمَّ مَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ ۚ وَبِئْسَ الْمِهَادُ

Kemenag RI 2019: (Semua itu hanyalah) kesenangan sementara, kemudian tempat kembali mereka ialah (neraka) Jahanam. Itulah seburuk-buruk tempat tinggal. (QS 3 : 197)
Quraish Shihab: (Itu) hanyalah kesenangan sementara, kemudian tempat tinggal mereka ialah (neraka) Jahannam; dan (Jahannam itu) adalah seburuk-buruk tempat tinggal.
HAMKA: Kesenangan yang sedikit! Kemudian tempat kembali mereka ialah Jahannam, dan alangkah buruknya tempat ketetapan itu.

لَٰكِنِ الَّذِينَ اتَّقَوْا رَبَّهُمْ لَهُمْ جَنَّاتٌ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا نُزُلًا مِنْ عِنْدِ اللَّهِ ۗ وَمَا عِنْدَ اللَّهِ خَيْرٌ لِلْأَبْرَارِ

Kemenag RI 2019: Akan tetapi, orang-orang yang bertakwa kepada Tuhannya, mereka akan mendapat surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai dan mereka kekal di dalamnya sebagai karunia dari Allah. Apa yang di sisi Allah itu lebih baik bagi orang-orang yang selalu berbuat baik. (QS 3 : 198)
Quraish Shihab: Tetapi orang-orang yang bertakwa kepada Tuhan Pemelihara mereka, bagi mereka surga-surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai, sedangkan mereka kekal di dalamnya (sebagai anugerah) yang dihidangkan dari sisi Allah. Dan apa yang di sisi Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang sangat luas dan banyak kebajikan.
HAMKA: Tetapi orang-orang yang bertakwa kepada Allah, untuk mereka surga yang mengalir di bawahnya air sungai, kekal mereka di dalamnya, sebagai pemberian dari sisi Allah. Dan yang di sisi Allah itu adalah lebih baik bagi orang-orang yang berbakti.

وَإِنَّ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ لَمَنْ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْكُمْ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِمْ خَاشِعِينَ لِلَّهِ لَا يَشْتَرُونَ بِآيَاتِ اللَّهِ ثَمَنًا قَلِيلًا ۗ أُولَٰئِكَ لَهُمْ أَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya di antara Ahlulkitab ada yang beriman kepada Allah dan pada apa yang diturunkan kepada kamu dan yang diturunkan kepada mereka. Mereka berendah hati kepada Allah dan tidak menukarkan ayat-ayat Allah dengan harga murah. Mereka itu memperoleh pahala di sisi Tuhannya. Sesungguhnya Allah Maha Cepat perhitungan-Nya. (QS 3 : 199)
Quraish Shihab:  Dan sesungguhnya di antara Ahl al-Kitab benar-benar ada yang beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kamu dan apa yang diturunkan kepada mereka, sedang mereka dalam keadaan khusyuk kepada Allah; mereka tidak membeli ayat-ayat Allah dengan harga yang sedikit. Mereka itu memperoleh pahala mereka di sisi Tuhan Pemelihara mereka. Sesungguhnya Allah sangat cepat perhitungan-(Nya).
HAMKA: Sesungguhnya sebagian dari Ahlul Kitab, ada (juga) yang beriman kepada Allah dan (kepada) yang diturunkan kepada kamu dan yang diturunkan kepada mereka. Dalam keadaan khusyu’ kepada Allah, tidak mereka jual ayat-ayat Allah dengan harga yang sedikit. Mereka itu memperoleh ganjaran di sisi Allah. Sesungguhnya Allah cepat sekali perkiraan-Nya.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Kemenag RI 2019: Wahai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu, kuatkanlah kesabaranmu, tetaplah bersiap siaga di perbatasan (negerimu), dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung. (QS 3 : 200)
Quraish Shihab: Hai orang-orang yang beriman! Bersabarlah dan kuatkanlah kesabaran kamu dan tetaplah bersiap siaga dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu beruntung.
HAMKA: Wahai orang-orang yang beriman! Bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaran kamu, bersiap-siagalah dan bertakwalah kita kepada Allah, supaya kamu mendapat kemenangan.

[Halaman 77]

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

Kemenag RI 2019: Wahai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakanmu dari diri yang satu (Adam) dan Dia menciptakan darinya pasangannya (Hawa). Dari keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. ) Bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta dan (peliharalah) hubungan kekeluargaan. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu. (QS 4 : 1)
Quraish Shihab: Hai seluruh manusia! Bertakwalah kepada Tuhan Pemelihara kamu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan menciptakan darinya pasangannya; Dia mem-perkembangbiakkan dari keduanya laki-laki yang banyak dan perempuan. Dan bertakwalah kepada Allah Yang dengan (nama)-Nya kamu saling meminta dan (pelihara pula) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah adalah Maha mengawasi kamu.
HAMKA: Hai sekalian manusia! Bertakwalah kamu kepada Tuhanmu, yang telah menjadikan kamu dari satu diri, dan daripadanya dijadikan-Nya istrinya serta dari keduanya Dia memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Bertakwalah kepada Allah, yang kamu telah tanya-bertanya tentang (nama)-Nya, dan (peliharalah) kekeluargaan. Sesungguhnya Allah Pengawas atas kamu.

وَآتُوا الْيَتَامَىٰ أَمْوَالَهُمْ ۖ وَلَا تَتَبَدَّلُوا الْخَبِيثَ بِالطَّيِّبِ ۖ وَلَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَهُمْ إِلَىٰ أَمْوَالِكُمْ ۚ إِنَّهُ كَانَ حُوبًا كَبِيرًا

Kemenag RI 2019: Berikanlah kepada anak-anak yatim (yang sudah dewasa) harta mereka. Janganlah kamu menukar yang baik dengan yang buruk dan janganlah kamu makan harta mereka bersama hartamu. Sesungguhnya (tindakan menukar dan memakan) itu adalah dosa yang besar. (QS 4 : 2)
Quraish Shihab: Dan berikanlah kepada anak-anak yatim harta mereka, dan janganlah kamu menukar yang baik dengan yang buruk dan janganlah kamu makan harta mereka bersama harta kamu. Sesungguhnya itu adalah dosa yang besar.
HAMKA: Berikanlah kepada anak-anak yatim itu harta mereka, janganlah kamu menukarkan sesuatu yang buruk kepada yang baik, dan jangan kamu makan harta mereka (dengan jalan mencampuradukkannya) kepada harta-hartamu. Sesungguhnya itu dosa yang besar.

وَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تُقْسِطُوا فِي الْيَتَامَىٰ فَانْكِحُوا مَا طَابَ لَكُمْ مِنَ النِّسَاءِ مَثْنَىٰ وَثُلَاثَ وَرُبَاعَ ۖ فَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تَعْدِلُوا فَوَاحِدَةً أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَلَّا تَعُولُوا

Kemenag RI 2019: Jika kamu khawatir tidak akan mampu berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana kamu menikahinya), nikahilah perempuan (lain) yang kamu senangi: dua, tiga, atau empat. Akan tetapi, jika kamu khawatir tidak akan mampu berlaku adil, (nikahilah) seorang saja atau hamba sahaya perempuan yang kamu miliki. Yang demikian itu lebih dekat untuk tidak berbuat zalim. (QS 4 : 3)
Quraish Shihab: Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap wanita-wanita yatim (apabila kamu menikahi mereka), maka nikahilah yang kamu senangi dari wanita-wanita (lain): dua, tiga atau empat. Lalu, jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (nikahilah) seorang saja, atau hamba sahaya¹¹³ wanita yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.
HAMKA: Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil (bila menikahi) anak-anak yatim, maka nikahilah perempuan-perempuan (lain) yang kamu senangi; dua, tiga atau empat. Akan tetapi, jika kamu takut tidak akan bisa berlaku adil, maka seorang sajalah, atau hamba sahaya yang kamu miliki. Yangdemikian itulah yang lebih memungkinkan kamu terhindar dari berlaku sewenang-wenang. 

وَآتُوا النِّسَاءَ صَدُقَاتِهِنَّ نِحْلَةً ۚ فَإِنْ طِبْنَ لَكُمْ عَنْ شَيْءٍ مِنْهُ نَفْسًا فَكُلُوهُ هَنِيئًا مَرِيئًا

Kemenag RI 2019: Berikanlah mahar kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian yang penuh kerelaan. Kemudian, jika mereka menyerahkan kepada kamu sebagian dari (mahar) itu dengan senang hati, terimalah dan nikmatilah pemberian itu dengan senang hati. (QS 4 : 4)
Quraish Shihab: Berikanlah maskawin kepada wanita-wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan. Lalu, jika mereka dengan senang hati menyerahkan untuk kamu sebagian darinya, maka makanlah (ambil dan pergunakanlah pemberian) itu (sebagai pemberian) yang menyenangkan, lagi baik akibatnya.
HAMKA: Berikanlah kepada perempuan-perempuan itu mas kawin mereka, sebagai kewajiban. Akan tetapi, jika mereka berikan kepada kamu sebagian dari padanya, dengan hati senang, maka makanlah dengan senang sentosa.

وَلَا تُؤْتُوا السُّفَهَاءَ أَمْوَالَكُمُ الَّتِي جَعَلَ اللَّهُ لَكُمْ قِيَامًا وَارْزُقُوهُمْ فِيهَا وَاكْسُوهُمْ وَقُولُوا لَهُمْ قَوْلًا مَعْرُوفًا

Kemenag RI 2019: Janganlah kamu serahkan kepada orang-orang yang belum sempurna akalnya harta (mereka yang ada dalam kekuasaan)-mu yang Allah jadikan sebagai pokok kehidupanmu. Berilah mereka belanja dan pakaian dari (hasil harta) itu dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang baik. (QS 4 : 5)
Quraish Shihab: Dan janganlah kamu menyerahkan kepada orang-orang yang belum sempurna akalnya (yang tidak bisa mengelola harta benda), harta kamu (atau harta mereka yang ada dalam kekuasaan kamu) yang dijadikan Allah untuk kamu sebagai pokok kehidupan. Berilah mereka (bagian dari harta itu) dan pakaian serta ucapkanlah kepada mereka perkataan yang baik.
HAMKA: Janganlah kamu berikan kepada orang-orang yang bodoh harta kamu, yang telah dijadikan Allah bagimu pokok penghidupan adanya; berilah mereka makan padanya dan berilah mereka pakaian serta katakanlah kepada mereka kata-kata yang baik

وَابْتَلُوا الْيَتَامَىٰ حَتَّىٰ إِذَا بَلَغُوا النِّكَاحَ فَإِنْ آنَسْتُمْ مِنْهُمْ رُشْدًا فَادْفَعُوا إِلَيْهِمْ أَمْوَالَهُمْ ۖ وَلَا تَأْكُلُوهَا إِسْرَافًا وَبِدَارًا أَنْ يَكْبَرُوا ۚ وَمَنْ كَانَ غَنِيًّا فَلْيَسْتَعْفِفْ ۖ وَمَنْ كَانَ فَقِيرًا فَلْيَأْكُلْ بِالْمَعْرُوفِ ۚ فَإِذَا دَفَعْتُمْ إِلَيْهِمْ أَمْوَالَهُمْ فَأَشْهِدُوا عَلَيْهِمْ ۚ وَكَفَىٰ بِاللَّهِ حَسِيبًا

Kemenag RI 2019: Ujilah anak-anak yatim itu (dalam hal mengatur harta) sampai ketika mereka cukup umur untuk menikah. Lalu, jika menurut penilaianmu mereka telah pandai (mengatur harta), serahkanlah kepada mereka hartanya. Janganlah kamu memakannya (harta anak yatim) melebihi batas kepatutan dan (janganlah kamu) tergesa-gesa (menghabiskannya) sebelum mereka dewasa. Siapa saja (di antara pemelihara itu) mampu, maka hendaklah dia menahan diri (dari memakan harta anak yatim itu) dan siapa saja yang fakir, maka bolehlah dia makan harta itu menurut cara yang baik. Kemudian, apabila kamu menyerahkan harta itu kepada mereka, hendaklah kamu adakan saksi-saksi. Cukuplah Allah sebagai pengawas. (QS 4 : 6)
Quraish Shihab: Dan ujilah anak-anak yatim (dalam hal pengelolaan dan penggunaan harta) sampai mereka mencapai pernikahan. Maka jika kamu telah mengetahui adanya pada mereka kecerdasan, maka serahkanlah kepada mereka harta-harta mereka. Dan janganlah kamu menggunakan harta anak-anak yatim lebih dari batas kepatutan dan (janganlah juga kamu) tergesa-gesa membelanjakan harta itu sebelum mereka dewasa. Barang siapa mampu, maka hendaklah menahan diri (menggunakan harta anak-anak yatim) dan barang siapa miskin, maka bolehlah dia makan (harta itu) menurut cara yang patut. Lalu, apabila kamu menyerahkan harta mereka kepada mereka, maka hendaklah kamu mengadakan persaksian atas (penyerahan harta itu kepada) mereka. Dan cukuplah Allah sebagai Pengawas.
HAMKA: Hendaklah kamu selidiki anak-anak yatim itu, hingga sampai waktunya untuk menikah. Jika kamu tilik pada mereka telah ada kecerdikan, serahkanlah harta mereka kepada mereka. Dan janganlah kamu makan harta itu dengan boros dan cepat-cepat sebelum mereka dewasa. Barangsiapa yang kaya, hendaklah dia menahan diri dan barangsiapa yang fakir, bolehlah makan secara patut. Kemudian, apabila kamu menyerahkan harta mereka kepada mereka, hendaklah kamu adakan saksi atasnya. Dan cukuplah Allah sebagai Penghitung.

[Halaman 78]

لِلرِّجَالِ نَصِيبٌ مِمَّا تَرَكَ الْوَالِدَانِ وَالْأَقْرَبُونَ وَلِلنِّسَاءِ نَصِيبٌ مِمَّا تَرَكَ الْوَالِدَانِ وَالْأَقْرَبُونَ مِمَّا قَلَّ مِنْهُ أَوْ كَثُرَ ۚ نَصِيبًا مَفْرُوضًا

Kemenag RI 2019: Bagi laki-laki ada hak bagian dari harta peninggalan kedua orang tua dan kerabatnya dan bagi perempuan ada hak bagian (pula) dari harta peninggalan kedua orang tua dan kerabatnya, baik sedikit maupun banyak, menurut bagian yang telah ditetapkan. (QS 4 : 7)
Quraish Shihab: Bagi laki-laki (ada) bagian dari apa (harta) peninggalan ibu-bapak dan para kerabat, dan bagi wanita (ada) bagian dari apa (harta) peninggalan ibu-bapak dan para kerabat, sedikit atau banyak darinya, (berdasarkan) bagian yang telah ditetapkan (oleh Allah swt.).
HAMKA: Untuk laki-laki ada bagian dari yang ditinggalkan oleh ibu bapak dan keluarga yang dekat; dan untuk perempuan-perempuan pun ada bagian dari yang ditinggalkan oleh ibu bapak dan keluarga yang dekat, dari (peninggalan) yang sedikit ataupun banyak; bagian yang sudah ditetapkan.

وَإِذَا حَضَرَ الْقِسْمَةَ أُولُو الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينُ فَارْزُقُوهُمْ مِنْهُ وَقُولُوا لَهُمْ قَوْلًا مَعْرُوفًا

Kemenag RI 2019: Apabila (saat) pembagian itu hadir beberapa kerabat, ) anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, berilah mereka sebagian dari harta itu ) dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang baik. (QS 4 : 8)
Quraish Shihab: Dan apabila (pada saat) pembagian itu hadir kerabat (yang tidak berhak mendapat warisan, atau) anak yatim dan orang-orang miskin, maka berilah mereka sebagian dari harta itu dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang baik.
HAMKA: Dan apabila hadir tatkala membagi-bagi itu kerabat, anak-anak yatim dan orang-orang miskin, beri rezekilah mereka dari harta itu, dan katakanlah kepada mereka kata-kata yang sepatutnya.

وَلْيَخْشَ الَّذِينَ لَوْ تَرَكُوا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافًا خَافُوا عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا اللَّهَ وَلْيَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا

Kemenag RI 2019: Hendaklah merasa takut orang-orang yang seandainya (mati) meninggalkan setelah mereka, keturunan yang lemah (yang) mereka khawatir terhadapnya. Maka, bertakwalah kepada Allah dan berbicaralah dengan tutur kata yang benar (dalam hal menjaga hak-hak keturunannya). (QS 4 : 9)
Quraish Shihab: Dan hendaklah takut (kepada Allah swt.) orang-orang yang jika seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar, lagi tepat.
HAMKA: Hendaklah orang-orang merasa cemas seandainya meninggalkan keturunan yang lemah, yang mereka khawatir atas mereka. Maka, bertakwalah kepada Allah dan katakanlah perkataan yang tepat.

إِنَّ الَّذِينَ يَأْكُلُونَ أَمْوَالَ الْيَتَامَىٰ ظُلْمًا إِنَّمَا يَأْكُلُونَ فِي بُطُونِهِمْ نَارًا ۖ وَسَيَصْلَوْنَ سَعِيرًا

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api dalam perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka). (QS 4 : 10)
Quraish Shihab: Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sesungguhnya mereka itu hanya menelan api dalam perut mereka dan mereka akan masuk ke (dalam) api yang menyala-nyala (neraka).
HAMKA: Sesungguh orang-orang yang memakan harta benda anak-anak yatim dengan aniaya, lain tidak melainkan menelan api ke dalam perut mereka. Dan mereka akan masuk ke api yang bernyala-nyala

يُوصِيكُمُ اللَّهُ فِي أَوْلَادِكُمْ ۖ لِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ الْأُنْثَيَيْنِ ۚ فَإِنْ كُنَّ نِسَاءً فَوْقَ اثْنَتَيْنِ فَلَهُنَّ ثُلُثَا مَا تَرَكَ ۖ وَإِنْ كَانَتْ وَاحِدَةً فَلَهَا النِّصْفُ ۚ وَلِأَبَوَيْهِ لِكُلِّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا السُّدُسُ مِمَّا تَرَكَ إِنْ كَانَ لَهُ وَلَدٌ ۚ فَإِنْ لَمْ يَكُنْ لَهُ وَلَدٌ وَوَرِثَهُ أَبَوَاهُ فَلِأُمِّهِ الثُّلُثُ ۚ فَإِنْ كَانَ لَهُ إِخْوَةٌ فَلِأُمِّهِ السُّدُسُ ۚ مِنْ بَعْدِ وَصِيَّةٍ يُوصِي بِهَا أَوْ دَيْنٍ ۗ آبَاؤُكُمْ وَأَبْنَاؤُكُمْ لَا تَدْرُونَ أَيُّهُمْ أَقْرَبُ لَكُمْ نَفْعًا ۚ فَرِيضَةً مِنَ اللَّهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيمًا حَكِيمًا

Kemenag RI 2019: Allah mensyariatkan (mewajibkan) kepadamu tentang (pembagian warisan untuk) anak-anakmu, (yaitu) bagian seorang anak laki-laki sama dengan bagian dua orang anak perempuan. ) Jika anak itu semuanya perempuan yang jumlahnya lebih dari dua, bagian mereka dua pertiga dari harta yang ditinggalkan. Jika dia (anak perempuan) itu seorang saja, dia memperoleh setengah (harta yang ditinggalkan). Untuk kedua orang tua, bagian masing-masing seperenam dari harta yang ditinggalkan, jika dia (yang meninggal) mempunyai anak. Jika dia (yang meninggal) tidak mempunyai anak dan dia diwarisi oleh kedua orang tuanya (saja), ibunya mendapat sepertiga. Jika dia (yang meninggal) mempunyai beberapa saudara, ibunya mendapat seperenam. (Warisan tersebut dibagi) setelah (dipenuhi) wasiat yang dibuatnya atau (dan dilunasi) utangnya. (Tentang) orang tuamu dan anak-anakmu, kamu tidak mengetahui siapa di antara mereka yang lebih banyak manfaatnya bagimu. Ini adalah ketetapan Allah. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (QS 4 : 11)
Quraish Shihab:  Allah mewasiatkan kamu (tentang pembagian warisan) untuk anak-anak kamu. (Yaitu), bagian seorang anak lelaki sama dengan bagian dua orang anak perempuan; dan jika anak itu (semuanya) perempuan lebih dari dua, maka bagi mereka dua pertiga dari apa (harta) yang ditinggalkan; Jika anak perempuan itu seorang (saja), maka dia mendapat setengah. Dan untuk dua orang ibu-bapaknya, bagi masing-masing dari keduanya seperenam dari yang ditinggalkan, jika yang meninggal itu memunyai anak. Jika dia tidak memunyai anak dan dia diwarisi oleh ibu-bapaknya (saja), maka ibunya mendapat sepertiga; jika dia (yang meninggal itu) memunyai beberapa saudara, maka ibunya mendapat seperenam. (Pembagian-pembagian tersebut) sesudah (dipenuhinya) wasiat¹¹? (dan) atau (dilunasi) utang(nya). Orang tua kamu dan anak-anak kamu, kamu tidak mengetahui siapa di antara mereka yang lebih dekat manfaatnya bagi kamu. (Ini adalah) ketetapan dari Allah. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui, lagi Maha Bijaksana.
HAMKA: Allah mewajibkan kamu terhadap anak-anak kamu; untuk seorang anak laki-laki sama dengan dua bagian anak perempuan. Jika perempuan lebih dari dua, maka bagi mereka dua pertiga dari harta yang ditinggalkan. Jika hanya seorang (anak perempuan), maka untuknya separuh. Dan bagi kedua ibu bapaknya (si mati), masing-masing seperenam dari harta yang ditinggalkan, jika si mati mempunyai anak. Jika tidak mempunyai anak, sedang ahli warisnya itu hanya kedua ibu bapaknya, maka untuk ibunya sepertiga. Jika si mati mempunyai beberapa saudara, untuk ibunya seperenam, (yaitu) sesudah wasiatnya dipenuhi dan atau utangnya dibayarkan. Bapakbapak kamu ataupun anak-anak kamu tidaklah kamu ketahui siapakah antara mereka yang lebih manfaatnya bagimu. (Semuanya ini adalah) ketetapan dari Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui dan Mahabijaksana.

[Halaman 79]

وَلَكُمْ نِصْفُ مَا تَرَكَ أَزْوَاجُكُمْ إِنْ لَمْ يَكُنْ لَهُنَّ وَلَدٌ ۚ فَإِنْ كَانَ لَهُنَّ وَلَدٌ فَلَكُمُ الرُّبُعُ مِمَّا تَرَكْنَ ۚ مِنْ بَعْدِ وَصِيَّةٍ يُوصِينَ بِهَا أَوْ دَيْنٍ ۚ وَلَهُنَّ الرُّبُعُ مِمَّا تَرَكْتُمْ إِنْ لَمْ يَكُنْ لَكُمْ وَلَدٌ ۚ فَإِنْ كَانَ لَكُمْ وَلَدٌ فَلَهُنَّ الثُّمُنُ مِمَّا تَرَكْتُمْ ۚ مِنْ بَعْدِ وَصِيَّةٍ تُوصُونَ بِهَا أَوْ دَيْنٍ ۗ وَإِنْ كَانَ رَجُلٌ يُورَثُ كَلَالَةً أَوِ امْرَأَةٌ وَلَهُ أَخٌ أَوْ أُخْتٌ فَلِكُلِّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا السُّدُسُ ۚ فَإِنْ كَانُوا أَكْثَرَ مِنْ ذَٰلِكَ فَهُمْ شُرَكَاءُ فِي الثُّلُثِ ۚ مِنْ بَعْدِ وَصِيَّةٍ يُوصَىٰ بِهَا أَوْ دَيْنٍ غَيْرَ مُضَارٍّ ۚ وَصِيَّةً مِنَ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَلِيمٌ

Kemenag RI 2019: Bagimu (para suami) seperdua dari harta yang ditinggalkan oleh istri-istrimu, jika mereka tidak mempunyai anak. Jika mereka (istri-istrimu) itu mempunyai anak, kamu mendapat seperempat dari harta yang ditinggalkannya setelah (dipenuhi) wasiat yang mereka buat atau (dan setelah dibayar) utangnya. Bagi mereka (para istri) seperempat harta yang kamu tinggalkan jika kamu tidak mempunyai anak. Jika kamu mempunyai anak, bagi mereka (para istri) seperdelapan dari harta yang kamu tinggalkan (setelah dipenuhi) wasiat yang kamu buat atau (dan setelah dibayar) utang-utangmu. Jika seseorang, baik laki-laki maupun perempuan, meninggal dunia tanpa meninggalkan ayah dan anak, tetapi mempunyai seorang saudara laki-laki (seibu) atau seorang saudara perempuan (seibu), bagi masing-masing dari kedua jenis saudara itu seperenam harta. Akan tetapi, jika mereka (saudara-saudara seibu itu) lebih dari seorang, mereka bersama-sama dalam bagian yang sepertiga itu, setelah (dipenuhi wasiat) yang dibuatnya atau (dan setelah dibayar) utangnya dengan tidak menyusahkan (ahli waris). ) Demikianlah ketentuan Allah. Allah Maha Mengetahui lagi Maha Penyantun. (QS 4 : 12)
Quraish Shihab: Dan bagi kamu seperdua dari harta yang ditinggalkan oleh istri-istri kamu, jika mereka tidak memunyai anak. Jika mereka (istri-istri kamu itu) memunyai anak, maka kamu mendapat seperempat dari harta yang mereka tinggalkan sesudah wasiat yang mereka wasiatkan (dan) atau (dilunasi) utang(nya). Dan bagi mereka (istri-istri) seperempat harta yang kamu tinggalkan jika kamu tidak memunyai anak. Jika kamu memunyai anak, maka bagi mereka (istri-istri) seperdelapan dari harta yang kamu tinggalkan sesudah dipenuhi wasiat yang kamu buat (dan) atau (dilunasi) utang (kamu). Jika seseorang laki-laki atau perempuan mati tidak meninggalkan ayah dan tidak meninggalkan anak, tetapi dia memunyai seorang saudara laki-laki atau seorang saudara perempuan, maka bagi masing-masing dari kedua (jenis) saudara itu seperenam harta (yang ditinggalkan). Tetapi jika mereka (saudara-saudara seibu itu) lebih dari seorang, maka mereka bersama-sama dalam (bagian) yang sepertiga itu, sesudah dipenuhi wasiat yang dibuat olehnya (dan) atau (dilunasi) utang(nya) dengan tidak memberi mudharat (kepada siapa pun, termasuk ahli waris). (Itulah) wasiat dari Allah, dan Allah Maha Mengetahui, lagi Maha Penyantun.
HAMKA: Dan untuk kamu separuh dari harta yang ditinggalkan oleh istri-istrimu, jika mereka tidak mempunyai anak. Jika mereka mempunyai anak, maka untukmu seperempat dari harta yang mereka tinggalkan, (yaitu) sesudah wasiat mereka dipenuhi, ataupun utang mereka dibayarkan. Dan untuk mereka seperempat dari harta yang kamu tinggalkan, jika kamu tidak mempunyai anak. Akan tetapi, jika kamu mempunyai anak, maka untuk mereka (istri itu) seperdelapan dari harta yang kamu tinggalkan, (yaitu) sesudah wasiat dipehuni atau utang dibayarkan. Dan jika seorang laki-laki atau perempuan yang diwarisi itu Kalalah (tidak mempunyai ibu, bapak, dan anak), tetapi mempunyai seorang saudara laki-laki atau seorang saudara perempuan, maka untuk mereka itu masing-masing seperenam. Akan tetapi, jika mereka lebih dari itu, maka bersekutulah mereka pada yang sepertiga itu, (yaitu) sesudah wasiatnya dipenuhi ataupun utangnya dibayarkan, (dengan) tidak menyusahkan. Ketetapan dari Allah dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Penyabar.

تِلْكَ حُدُودُ اللَّهِ ۚ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ يُدْخِلْهُ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا ۚ وَذَٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

Kemenag RI 2019: Itu adalah batas-batas (ketentuan) Allah. Siapa saja yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia akan memasukkannya ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. (Mereka) kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang sangat besar. (QS 4 : 13)
Quraish Shihab: Itu adalah hukum-hukum Allah.¹¹? Barang siapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, pasti Dia memasukkannya ke surga-surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai, sedangkan mereka kekal di dalamnya; dan itulah keberuntungan yang sangat besar.
HAMKA: Yang demikian itulah batas-batas Allah. Dan barangsiapa yangtaat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya akan dimasukkan-Nya ke surga, mengalir air sungai di bawahnya; mereka kekal di dalamnya. Yang demikianlah kejayaan yang besar.

وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَيَتَعَدَّ حُدُودَهُ يُدْخِلْهُ نَارًا خَالِدًا فِيهَا وَلَهُ عَذَابٌ مُهِينٌ

Kemenag RI 2019: Siapa saja yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya serta melanggar batas-batas ketentuan-Nya, niscaya Dia akan memasukkannya ke dalam api neraka. (Dia) kekal di dalamnya. Baginya azab yang menghinakan. (QS 4 : 14)
Quraish Shihab: Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya dan melanggar ketentuan-ketentuan-Nya, pasti Dia memasukkannya dalam api neraka, sedangkan dia kekal di dalamnya; dan baginya azab yang menghinakan.
HAMKA: Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya dan melanggar akan batas-batasNya, niscaya akan dimasukkan-Nya ke dalam neraka, kekal di dalamnya, dan baginya adzab yang menghinakan.

[Halaman 80]

وَاللَّاتِي يَأْتِينَ الْفَاحِشَةَ مِنْ نِسَائِكُمْ فَاسْتَشْهِدُوا عَلَيْهِنَّ أَرْبَعَةً مِنْكُمْ ۖ فَإِنْ شَهِدُوا فَأَمْسِكُوهُنَّ فِي الْبُيُوتِ حَتَّىٰ يَتَوَفَّاهُنَّ الْمَوْتُ أَوْ يَجْعَلَ اللَّهُ لَهُنَّ سَبِيلًا

Kemenag RI 2019: Para wanita yang melakukan perbuatan keji ) di antara wanita-wanita kamu, maka mintalah kesaksian atas (perbuatan keji)-nya dari empat orang di antara kamu. Apabila mereka telah memberikan kesaksian, tahanlah mereka (para wanita itu) dalam rumah sampai mereka menemui ajal atau sampai Allah memberi jalan (yang lain) kepadanya. ) (QS 4 : 15)
Quraish Shihab: Dan (terhadap) wanita-wanita yang mendatangi perbuatan yang sangat keji (berzina atau berhubungan dengan sesama jenis) dari wanita-wanita kamu, maka hendaklah kamu mempersaksikan atas mereka empat orang saksi laki-laki di antara kamu. Lalu, apabila mereka telah memberi persaksian, maka tahanlah mereka dalam rumah sampai maut menyempurnakan ajal mereka, atau sampai Allah memberi jalan (penyelesaian) bagi mereka.
HAMKA: Dan (terhadap) siapa-siapa yang mengerjakan yang keji dari antara perempuan-perempuan kamu, maka hendaklah kamu adakan empat orang saksi dari antara kamu atas mereka; jika mereka telah memberikan kesaksian, maka tahanlah perempuan-perempuan itu di dalam rumah, hingga maut datang kepada mereka, atau Allah mengadakan jalan lain untuk mereka. 

وَاللَّذَانِ يَأْتِيَانِهَا مِنْكُمْ فَآذُوهُمَا ۖ فَإِنْ تَابَا وَأَصْلَحَا فَأَعْرِضُوا عَنْهُمَا ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ تَوَّابًا رَحِيمًا

Kemenag RI 2019: (Jika ada) dua orang di antara kamu yang melakukannya (perbuatan keji), berilah hukuman kepada keduanya. Jika keduanya bertobat dan memperbaiki diri, biarkanlah mereka. Sesungguhnya Allah adalah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang. (QS 4 : 16)
Quraish Shihab: Dan (terhadap) dua orang laki-laki yang melakukan perbuatan keji (berzina dan berhubungan dengan sesama jenis) diantara kamu, maka jatuhilah hukuman kepada keduanya, lalu jika keduanya bertaubat dan memperbaiki diri, maka biarkanlah mereka. Sesungguhnya Allah adalah Maha Penerima taubat, lagi Maha Pengasih.
HAMKA: (Terhadap) dua orang yang mengerjakan yang keji antara kamu, maka kamu sakitilah keduanya. (Tetapi) jika mereka telah tobat dan memperbaiki diri, maka hendaklah kamu berpaling dari mereka keduanya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang

إِنَّمَا التَّوْبَةُ عَلَى اللَّهِ لِلَّذِينَ يَعْمَلُونَ السُّوءَ بِجَهَالَةٍ ثُمَّ يَتُوبُونَ مِنْ قَرِيبٍ فَأُولَٰئِكَ يَتُوبُ اللَّهُ عَلَيْهِمْ ۗ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya tobat yang pasti diterima Allah itu hanya bagi mereka yang melakukan keburukan karena kebodohan, kemudian mereka segera bertobat. Merekalah yang Allah terima tobatnya. Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (QS 4 : 17)
Quraish Shihab: Sesungguhnya taubat (yakni penerimaan taubat yang diwajibkan Allah swt. atas Diri-Nya) di sisi Allah hanyalah (taubat) bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan disebabkan kejahilan (didorong oleh ketidaksadaran akan dampak buruk dari kejahatan itu), yang kemudian mereka bertaubat dengan segera, maka mereka itulah yang diterima Allah taubatnya; dan Allah adalah Maha Mengetahui, lagi Maha Bijaksana.
HAMKA: Sesungguhnya tobat yang diterima Allah itu hanyalah tobat orang-orang yang berbuat suatu kejahatan dengan kebodohan, kemudian mereka pun tobat selekas-lekasnya. Mereka itulah yang diterima Allah tobatnya. Allah Maha Mengetahui dan Mahabijaksana

وَلَيْسَتِ التَّوْبَةُ لِلَّذِينَ يَعْمَلُونَ السَّيِّئَاتِ حَتَّىٰ إِذَا حَضَرَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ إِنِّي تُبْتُ الْآنَ وَلَا الَّذِينَ يَمُوتُونَ وَهُمْ كُفَّارٌ ۚ أُولَٰئِكَ أَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا

Kemenag RI 2019: Tidaklah tobat itu (diterima Allah) bagi orang-orang yang melakukan keburukan sehingga apabila datang ajal kepada seorang di antara mereka, (barulah) dia mengatakan, “Saya benar-benar bertobat sekarang.” Tidak (pula) bagi orang-orang yang meninggal dunia, sementara mereka di dalam kekufuran. Telah Kami sediakan azab yang sangat pedih bagi mereka. (QS 4 : 18)
Quraish Shihab:  Dan tidaklah taubat itu (diterima Allah swt.) untuk orang-orang yang mengerjakan kejahatan-kejahatan (yang) hingga apabila datang kepada seseorang di antara mereka kematian, (barulah) dia mengatakan: “Sesungguhnya aku bertaubat sekarang.” Dan tidak (pula bagi) orang-orang yang mati, sedangkan mereka dalam kekafiran. Itulah orang-orang yang telah Kami sediakan bagi mereka azab yang sangat pedih.
HAMKA: Dan tidaklah tobat orang-orang yang berbuat kejahatan-kejahatan, (yang) hingga apabila maut telah datang kepada seseorang antara mereka, (barulah) dia berkata, “Sesungguhnya tobatlah aku sekarang!” Dan tidak (pula diterima tobat) orang-orang yang mati, padahal mereka kafir. (Bagi) mereka itu telah Kami sediakan adzab yang pedih.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَحِلُّ لَكُمْ أَنْ تَرِثُوا النِّسَاءَ كَرْهًا ۖ وَلَا تَعْضُلُوهُنَّ لِتَذْهَبُوا بِبَعْضِ مَا آتَيْتُمُوهُنَّ إِلَّا أَنْ يَأْتِينَ بِفَاحِشَةٍ مُبَيِّنَةٍ ۚ وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ ۚ فَإِنْ كَرِهْتُمُوهُنَّ فَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَيَجْعَلَ اللَّهُ فِيهِ خَيْرًا كَثِيرًا

Kemenag RI 2019: Wahai orang-orang yang beriman, tidak halal bagi kamu mewarisi perempuan dengan jalan paksa. ) Janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, kecuali apabila mereka melakukan perbuatan keji yang nyata. Pergaulilah mereka dengan cara yang patut. Jika kamu tidak menyukai mereka, (bersabarlah) karena boleh jadi kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan kebaikan yang banyak di dalamnya. (QS 4 : 19)
Quraish Shihab: Hai orang-orang yang beriman! Tidak halal bagi kamu mewarisi (harta atau diri) wanita dengan jalan paksa dan janganlah kamu menyusahkan mereka¹¹? karena (kamu) hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya (berupa maskawin atau mengambil warisan dari bekas suaminya), kecuali apabila mereka melakukan perbuatan keji yang nyata (maka kamu boleh mengambil sebagian dari harta itu dengan menuntut cerai). Dan bergaullah dengan mereka secara ma’ruf (patut). Selanjutnya, apabila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah dan jangan terburu-buru menceraikannya) karena boleh jadi kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.
HAMKA: Wahai orang-orang yang beriman! Tidaklah halal bagi kamu mewarisi perempuan-perempuan kamu dengan paksa. Janganlah kamu menyusahkan mereka lantaran hendak mendapat sebagian dari yang telah kamu berikan kepada mereka, kecuali jika mereka melakukan kekejian yang nyata. Pergaulilah mereka dengan cara yang patut, dan sekiranya kamu tidak senang kepada mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan kebaikan yang banyak padanya.

[Halaman 81]

وَإِنْ أَرَدْتُمُ اسْتِبْدَالَ زَوْجٍ مَكَانَ زَوْجٍ وَآتَيْتُمْ إِحْدَاهُنَّ قِنْطَارًا فَلَا تَأْخُذُوا مِنْهُ شَيْئًا ۚ أَتَأْخُذُونَهُ بُهْتَانًا وَإِثْمًا مُبِينًا

Kemenag RI 2019: Jika kamu ingin mengganti istri dengan istri yang lain, sedangkan kamu telah memberikan kepada salah seorang di antara mereka harta yang banyak (sebagai mahar), janganlah kamu mengambilnya kembali sedikit pun. Apakah kamu akan mengambilnya kembali dengan cara dusta dan dosa yang nyata? (QS 4 : 20)
Quraish Shihab:  Dan jika kamu (para suami) ingin mengganti (menceraikan) pasangan (istri) dengan pasangan yang lain (istri baru), sedangkan kamu telah memberikan kepada seseorang di antara mereka harta yang banyak (berupa maskawin), maka janganlah kamu mengambil kembali darinya sedikit pun. Apakah kamu akan mengambilnya kembali dengan (melakukan) tuduhan dusta dan dengan (menanggung) dosa yang nyata?
HAMKA: Dan jika kamu bermaksud mengganti seorang istri dengan istri lain, padahal telah kamu berikan kepada salah seorang mereka harta yang banyak, maka janganlah kamu ambil sedikit pun dari harta itu. Apakah (patut) kamu mengambilnya dengan cara yang mengejutkan itu dan dosa yang nyata?

وَكَيْفَ تَأْخُذُونَهُ وَقَدْ أَفْضَىٰ بَعْضُكُمْ إِلَىٰ بَعْضٍ وَأَخَذْنَ مِنْكُمْ مِيثَاقًا غَلِيظًا

Kemenag RI 2019: Bagaimana kamu akan mengambilnya (kembali), padahal kamu telah menggauli satu sama lain (sebagai suami istri) dan mereka pun (istri-istrimu) telah membuat perjanjian yang kuat (ikatan pernikahan) denganmu? (QS 4 : 21)
Quraish Shihab: Bagaimana kamu akan mengambilnya kembali, padahal sungguh sebagian kamu telah bergaul luas (sebagai suami-istri) dengan sebagian yang lain. Dan mereka (istri-istri) telah mengambil dari kamu perjanjian yang teguh (untuk hidup bersama dan saling menjaga rahasia).
HAMKA: Dan bagaimana kamu akan mengambilnya, padahal telah berpadu sebagian kamu kepada yang sebagian? Dan telah mereka ambil dari kamu janji yang berat?

وَلَا تَنْكِحُوا مَا نَكَحَ آبَاؤُكُمْ مِنَ النِّسَاءِ إِلَّا مَا قَدْ سَلَفَ ۚ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَمَقْتًا وَسَاءَ سَبِيلًا

Kemenag RI 2019: Janganlah kamu menikahi wanita-wanita yang telah dinikahi oleh ayahmu, kecuali (kejadian pada masa) yang telah lampau. Sesungguhnya (perbuatan) itu sangat keji dan dibenci (oleh Allah) dan seburuk-buruk jalan (yang ditempuh). (QS 4 : 22)
Quraish Shihab:  Dan janganlah kamu nikahi apa (wanita-wanita) yang telah dinikahi (walau belum dicampuri) oleh ayah-ayah kamu (baik ayah langsung, maupun kakek, baik dari sisi ayah maupun ibu), terkecuali apa yang telah lampau (sebelum turunnya larangan ini). Sesungguhnya perbuatan itu sangat keji dan dibenci (oleh Allah swt.) serta seburuk-buruk jalan.
HAMKA: Janganlah kamu nikahi perempuan-perempuan yang telah dinikahi oleh ayahmu, kecuali (kejadian pada masa) yang telah lampau. Sesungguhnya perbuatan itu amat keji, dibenci Allah dan sejahat-jahat jalan.

حُرِّمَتْ عَلَيْكُمْ أُمَّهَاتُكُمْ وَبَنَاتُكُمْ وَأَخَوَاتُكُمْ وَعَمَّاتُكُمْ وَخَالَاتُكُمْ وَبَنَاتُ الْأَخِ وَبَنَاتُ الْأُخْتِ وَأُمَّهَاتُكُمُ اللَّاتِي أَرْضَعْنَكُمْ وَأَخَوَاتُكُمْ مِنَ الرَّضَاعَةِ وَأُمَّهَاتُ نِسَائِكُمْ وَرَبَائِبُكُمُ اللَّاتِي فِي حُجُورِكُمْ مِنْ نِسَائِكُمُ اللَّاتِي دَخَلْتُمْ بِهِنَّ فَإِنْ لَمْ تَكُونُوا دَخَلْتُمْ بِهِنَّ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ وَحَلَائِلُ أَبْنَائِكُمُ الَّذِينَ مِنْ أَصْلَابِكُمْ وَأَنْ تَجْمَعُوا بَيْنَ الْأُخْتَيْنِ إِلَّا مَا قَدْ سَلَفَ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ غَفُورًا رَحِيمًا

Kemenag RI 2019: Diharamkan atas kamu (menikahi) ibu-ibumu, anak-anak perempuanmu, saudara-saudara perempuanmu, saudara-saudara perempuan ayahmu, saudara-saudara perempuan ibumu, anak-anak perempuan dari saudara laki-lakimu, anak-anak perempuan dari saudara perempuanmu, ibu yang menyusuimu, saudara-saudara perempuanmu sesusuan, ibu istri-istrimu (mertua), anak-anak perempuan dari istrimu (anak tiri) yang dalam pemeliharaanmu ) dari istri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum bercampur dengan istrimu itu (dan sudah kamu ceraikan), tidak berdosa bagimu (menikahinya), (dan diharamkan bagimu) istri-istri anak kandungmu (menantu), dan (diharamkan pula) mengumpulkan (dalam pernikahan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali (kejadian pada masa) yang telah lampau. Sesungguhnya Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS 4 : 23)
Quraish Shihab: Diharamkan atas kamu (menikahi) ibu-ibu kamu; anak-anak kamu yang perempuan; saudara-saudara kamu yang perempuan, saudara-saudara ayah kamu yang perempuan; saudara-saudara ibu kamu yang perempuan; anak-anak perempuan dari saudara-saudara kamu yang laki-laki; anak-anak perempuan dari saudara-saudara kamu yang perempuan; ibu-ibu kamu yang menyusui kamu; saudara-saudara.
HAMKA: Diharamkan atas kamu (menikahi) ibu-ibu kamu, anak-anak perempuan kamu, saudara-saudara perempuan ayah, saudara-saudara perempuan ibumu, anak-anak perempuan saudara laki-laki, anak-anak perempuan saudara perempuan, ibu-ibumu yang pernah menyusui kamu, saudara-saudara perempuan kamu sepesusuan, ibu-ibu istri-istrimu, anak-anak perempuan yang dalam pangkuanmu dari istri-istrimu, yang telah kamu campuri. Akan tetapi, jika belum kamu campuri mereka, maka tiada halangan atas kamu. Dan istri-istri anak kandungmu laki-laki; dan (jangan) kamu mengumpulkan dua saudara perempuan, kecuali (kejadian pada masa) yang te|ah lampau. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun dan Maha  Penyayang.

Jadwal Shalat DKI Jakarta 18-4-2026
Subuh 04:37 | Zhuhur 11:54 | Ashar 15:14 | Maghrib 17:54 | Isya 19:02 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia
www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia