Kemenag RI 2019:Allah tidak menyukai perkataan buruk (yang diucapkan) secara terus terang, kecuali oleh orang yang dizalimi. ) Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
(QS 4 : 148)
Quraish Shihab:Allah tidak menyukai perbuatan terang-terangan dengan keburukan menyangkut ucapan, kecuali yang dilakukan dengan sangat terpaksa oleh orang yang dianiaya. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. HAMKA:llah tidak menyukai penyebaran perkataan-perkataan yang buruk, kecuali oleh orang yang telah teraniaya. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
Kemenag RI 2019:Jika kamu menampakkan atau menyembunyikan suatu kebaikan atau memaafkan suatu kesalahan, sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Kuasa.
(QS 4 : 149)
Quraish Shihab:Jika kamu menampakkan suatu kebaikan atau menyembunyikannya atau memaafkan suatu kesalahan, maka sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Kuasa. HAMKA:Jika kamu memperlihatkan kebaikan, menyembunyikannya, atau memaafkan suatu keburukan, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Pemaaf lagi Maha Kuasa.
Kemenag RI 2019:Sesungguhnya orang-orang yang kufur kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan bermaksud membeda-bedakan ) antara (keimanan kepada) Allah dan rasul-rasul-Nya dengan mengatakan, “Kami beriman kepada sebagian dan kami mengingkari sebagian (yang lain),” serta bermaksud mengambil jalan tengah antara itu (keimanan atau kekufuran),
(QS 4 : 150)
Quraish Shihab:Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada Allah dan para rasul-Nya, serta bermaksud memisahkan antara keimanan kepada Allah dan keimanan kepada para rasul-Nya dengan mengatakan, “Kami beriman kepada sebagian, dan kami kafir terhadap sebagian,” serta bermaksud mengambil jalan tengah di antara yang demikian itu, HAMKA:Sesungguhnya orang-orang yang kufur kepada Allah dan rasul-rasul-Nya, dan mereka hendak memisah-misahkan antara Allah dan rasul-rasul-Nya, seraya berkata, "Kami percaya kepada sebagian, dan kami kufur terhadap sebagian lainnya," serta mereka ingin mengambil jalan tengah di antara (keimanan dan kekufuran) itu.
Kemenag RI 2019:merekalah orang-orang kafir yang sebenarnya. Kami telah menyediakan untuk orang-orang kafir azab yang menghinakan.
(QS 4 : 151)
Quraish Shihab:mereka itulah orang-orang kafir sebenar-benarnya. Kami telah menyediakan untuk orang-orang kafir azab yang menghinakan. HAMKA:Itulah orang-orang yang sebenarnya kafir. Dan Kami telah sediakan bagi orang-orang yang kafir itu azab yang menghinakan.
Kemenag RI 2019:Adapun orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan tidak membeda-bedakan seorang pun di antara mereka (para rasul), kelak Allah akan memberikan pahala kepada mereka. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
(QS 4 : 152)
Quraish Shihab:Orang-orang yang beriman kepada Allah dan para rasul-Nya serta tidak membeda-bedakan seorang pun di antara mereka, kelak Allah akan memberikan kepada mereka pahala mereka. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Pengasih. HAMKA:Adapun orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-rasul-Nya, serta tidak memisah-misahkan di antara seorang pun dari mereka, akan diberikan kepada mereka ganjaran mereka. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Kemenag RI 2019:Ahlulkitab ) meminta kepadamu (Nabi Muhammad) agar engkau menurunkan sebuah kitab dari langit kepada mereka. Sungguh, mereka telah meminta kepada Musa yang lebih besar daripada itu. Mereka berkata, “Perlihatkanlah Allah kepada kami secara nyata.” Maka, petir menyambar mereka karena kezalimannya. Kemudian, mereka menjadikan anak sapi ) (sebagai sembahan), (padahal) telah datang kepada mereka bukti-bukti (ketauhidan) yang nyata, lalu Kami memaafkan yang demikian itu. Kami telah menganugerahkan kepada Musa kekuasaan yang nyata.
(QS 4 : 153)
Quraish Shihab:Ahl al-Kitab (orang-orang Yahudi) meminta kepadamu (Nabi Muhammad ?) supaya engkau menurunkan kepada mereka sebuah kitab dari langit. Maka sungguh, mereka telah meminta kepada Musa yang lebih besar dari itu. Mereka berkata, “Perlihatkanlah Allah kepada kami dengan nyata.” Karena itu, mereka disambar petir disebabkan kezaliman mereka. Kemudian mereka menyembah patung anak sapi setelah datang kepada mereka bukti-bukti yang nyata. Namun, Kami maafkan mereka atas hal itu, dan telah Kami anugerahkan kepada Musa kekuasaan yang nyata. HAMKA:Ahlul Kitab meminta kepadamu (wahai Muhammad) agar diturunkan kepada mereka sebuah kitab dari langit. Padahal mereka telah meminta kepada Musa sesuatu yang lebih besar dari itu, lalu mereka berkata, "Perlihatkanlah kepada kami Allah secara terang-terangan." Maka mereka disambar petir karena kezaliman mereka. Kemudian mereka menyembah anak sapi setelah datang kepada mereka keterangan-keterangan yang jelas. Namun Kami maafkan mereka atas hal itu, dan Kami berikan kepada Musa kekuasaan yang nyata.
Kemenag RI 2019:Kami pun telah mengangkat gunung (Sinai) di atas mereka untuk (menguatkan) perjanjian mereka. ) Kami perintahkan kepada mereka, “Masukilah pintu gerbang (Baitulmaqdis) itu sambil bersujud”. Kami perintahkan pula kepada mereka, “Janganlah melanggar (peraturan) pada hari Sabat.” Kami telah mengambil dari mereka perjanjian yang kukuh.
(QS 4 : 154)
Quraish Shihab:Kami telah mengangkat gunung Thur di atas mereka untuk mengikat perjanjian mereka. Kami perintahkan kepada mereka, “Masukilah pintu gerbang itu sambil bersujud!” Dan Kami perintahkan pula kepada mereka, “Janganlah kamu melanggar perintah pada hari Sabtu.” Kami telah mengambil dari mereka perjanjian yang kukuh. HAMKA:Dan Kami angkatkan gunung ke atas mereka untuk mengambil janji mereka, dan Kami katakan kepada mereka, "Masuklah ke dalam pintu itu dalam keadaan sujud!" Dan Kami juga katakan kepada mereka, "Janganlah kalian melanggar aturan pada hari Sabtu." Dan Kami telah mengambil dari mereka janji yang kukuh.
Kemenag RI 2019:Maka, (Kami hukum mereka) ) karena mereka melanggar perjanjian itu, kafir terhadap keterangan-keterangan Allah, membunuh nabi-nabi tanpa hak (alasan yang benar), dan mengatakan, “Hati kami tertutup.” Sebenarnya Allah telah mengunci hati mereka karena kekufurannya. Maka, mereka tidak beriman kecuali hanya sebagian kecil (dari mereka).
(QS 4 : 155)
Quraish Shihab:Maka, Kami hukum mereka disebabkan pelanggaran mereka terhadap perjanjian mereka, dan karena kekafiran mereka terhadap ayat-ayat Allah serta pembunuhan mereka terhadap para nabi yang tidak dibenarkan. Mereka juga berkata, “Hati kami tertutup.” Bahkan, Allah telah mengunci hati mereka karena kekafiran mereka. Karena itu, mereka tidak beriman kecuali sebagian kecil dari mereka. HAMKA:Maka Kami kutuk mereka karena mereka memungkiri janji mereka, kufur terhadap ayat-ayat Allah, membunuh nabi-nabi tanpa alasan yang benar, serta karena mereka berkata, "Hati kami tertutup." Bahkan Allah telah mencap hati mereka karena kekufuran mereka, sehingga mereka tidak beriman kecuali sedikit.
Kemenag RI 2019:(Kami juga menghukum mereka) karena kekufuran mereka dan tuduhan mereka terhadap Maryam dengan tuduhan palsu lagi sangat keji.
(QS 4 : 156)
Quraish Shihab:Dan Kami hukum pula mereka karena kekafiran mereka dan tuduhan mereka terhadap Maryam dengan kedustaan yang sangat besar. HAMKA:Dan juga karena kekufuran mereka, serta ucapan mereka terhadap Maryam dengan tuduhan dusta yang besar.
Kemenag RI 2019:(Kami menghukum pula mereka) karena ucapan mereka, “Sesungguhnya kami telah membunuh Almasih, Isa putra Maryam, Rasul Allah,” ) padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh adalah) orang yang menurut mereka menyerupai (Isa). Sesungguhnya mereka yang berselisih pendapat tentangnya (pembunuhan Isa), selalu dalam keragu-raguan terhadapnya. Mereka benar-benar tidak mengetahui (siapa sebenarnya yang dibunuh itu), kecuali mengikuti persangkaan belaka. (Jadi,) mereka tidak yakin telah membunuhnya.
(QS 4 : 157)
Quraish Shihab:Dan karena ucapan mereka, “Sesungguhnya kami telah membunuh al-Masih, ‘Isa putra Maryam, rasul Allah,” padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak pula menyalibnya. Tetapi (yang mereka bunuh adalah) seseorang yang diserupakan bagi mereka. Sesungguhnya, orang-orang yang berselisih paham tentang itu benar-benar dalam keragu-raguan. Mereka tidak memiliki sedikit pun pengetahuan tentang hal itu selain mengikuti persangkaan belaka. Dan mereka tidak membunuhnya dengan yakin. HAMKA:Dan karena perkataan mereka, "Sesungguhnya kami telah membunuh Al-Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah." Padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak pula menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh) diserupakan bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih tentang hal itu berada dalam keraguan. Mereka tidak memiliki pengetahuan tentangnya, kecuali mengikuti sangkaan belaka. Dan mereka tidak membunuhnya secara pasti.
Kemenag RI 2019:Akan tetapi, Allah telah mengangkatnya (Isa) ke hadirat-Nya. ) Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
(QS 4 : 158)
Quraish Shihab:Tetapi Allah telah mengangkatnya (‘Isa as.) kepada-Nya. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. HAMKA:Bahkan Allah telah mengangkatnya kepada-Nya. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
Kemenag RI 2019:Tidak ada seorang pun di antara Ahlulkitab, kecuali beriman kepadanya (Isa) menjelang kematiannya. ) Pada hari Kiamat dia (Isa) akan menjadi saksi mereka.
(QS 4 : 159)
Quraish Shihab:Tidak ada seorang pun dari Ahl al-Kitab melainkan akan beriman kepadanya (‘Isa as.) sebelum kematiannya. Dan pada Hari Kiamat, dia akan menjadi saksi terhadap mereka. HAMKA:Dan tidak seorang pun dari Ahlul Kitab melainkan pasti akan beriman kepadanya sebelum kematiannya. Dan pada hari Kiamat, Isa akan menjadi saksi atas mereka.
Kemenag RI 2019:Karena kezaliman orang-orang Yahudi, Kami mengharamkan atas mereka (makanan-makanan) yang baik yang (dahulu) pernah dihalalkan bagi mereka; juga karena mereka sering menghalangi (orang lain) dari jalan Allah,
(QS 4 : 160)
Quraish Shihab:Maka, disebabkan kezaliman orang-orang Yahudi, Kami mengharamkan atas mereka makanan yang baik-baik yang sebelumnya dihalalkan bagi mereka, dan karena mereka banyak menghalangi orang lain dari jalan Allah. HAMKA:Maka karena kezaliman orang-orang Yahudi, Kami haramkan atas mereka beberapa hal yang baik yang sebelumnya dihalalkan bagi mereka, dan karena mereka menghalangi (manusia) dari jalan Allah dengan sangat.
Kemenag RI 2019:melakukan riba, padahal sungguh mereka telah dilarang darinya; dan memakan harta orang dengan cara tidak sah (batil). Kami sediakan untuk orang-orang kafir di antara mereka azab yang sangat pedih.
(QS 4 : 161)
Quraish Shihab:Dan karena mereka memakan riba, padahal mereka telah dilarang darinya, serta memakan harta orang lain dengan cara yang batil. Kami telah menyediakan bagi orang-orang kafir di antara mereka azab yang pedih. HAMKA:Dan karena mereka memakan riba, padahal mereka telah dilarang daripadanya, serta karena mereka memakan harta manusia dengan cara yang salah. Dan Kami telah menyediakan bagi orang-orang kafir di antara mereka azab yang pedih.
Kemenag RI 2019:Akan tetapi, orang-orang yang ilmunya mendalam di antara mereka dan orang-orang mukmin beriman pada (Al-Qur’an) yang diturunkan kepadamu (Nabi Muhammad) dan pada (kitab-kitab) yang diturunkan sebelummu. (Begitu pula) mereka yang melaksanakan salat, yang menunaikan zakat, dan yang beriman kepada Allah serta hari Akhir. Kepada mereka akan Kami berikan pahala yang besar.
(QS 4 : 162)
Quraish Shihab:Tetapi orang-orang yang mantap dalam ilmu di antara mereka, dan orang-orang yang beriman, mereka percaya kepada apa yang telah diturunkan kepadamu (Nabi Muhammad ) dan apa yang telah diturunkan sebelum kamu (Taurat, Injil, dan Zabur). Mereka juga melaksanakan shalat, menunaikan zakat, dan beriman kepada Allah serta Hari Akhir. Mereka itulah yang akan Kami anugerahi pahala yang sangat besar. HAMKA:Tetapi orang-orang yang mendalam ilmunya di antara mereka, dan orang-orang yang beriman, mereka beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu (wahai Muhammad) dan kepada apa yang telah diturunkan sebelumnya. Terlebih lagi orang-orang yang mendirikan salat, mengeluarkan zakat, dan beriman kepada Allah dan Hari Akhir. Mereka itulah yang akan Kami berikan ganjaran yang besar.
Kemenag RI 2019:Sesungguhnya Kami telah mewahyukan kepadamu (Nabi Muhammad) sebagaimana Kami telah mewahyukan kepada Nuh dan nabi-nabi setelahnya. Kami telah mewahyukan pula kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya‘qub dan keturunan(-nya), Isa, Ayyub, Yunus, Harun, dan Sulaiman. Kami telah memberikan (Kitab) Zabur kepada Daud.
(QS 4 : 163)
Quraish Shihab:Sesungguhnya Kami telah mewahyukan kepadamu (Nabi Muhammad saw.) sebagaimana Kami telah mewahyukan kepada Nuh dan para nabi yang sesudahnya. Kami telah mewahyukan kepada Ibrahim, Isma’il, Ishaq, Ya’qub, dan anak cucu mereka, serta kepada ‘Isa, Ayyub, Yunus, Harun, dan Sulaiman. Dan Kami telah menganugerahkan kepada Daud (Kitab) Zabur. HAMKA:Sesungguhnya telah Kami wahyukan kepada engkau sebagaimana yang telah Kami wahyukan kepada Nuh dan nabi-nabi setelahnya. Dan telah Kami wahyukan kepada Ibrahim, Isma’il, Ishaq, Ya’qub, anak cucu mereka, Isa, Ayub, Yunus, Harun, dan Sulaiman. Dan telah Kami berikan kepada Dawud kitab Zabur.
Kemenag RI 2019:Ada beberapa rasul yang telah Kami ceritakan (kisah) tentang mereka kepadamu sebelumnya dan ada (pula) beberapa rasul (lain) yang tidak Kami ceritakan (kisah) tentang mereka kepadamu. Allah telah benar-benar berbicara kepada Musa (secara langsung). )
(QS 4 : 164)
Quraish Shihab:(Kami telah mengutus) para rasul lainnya, sebagian dari mereka telah Kami kisahkan kepadamu sebelumnya, dan sebagian lagi tidak Kami kisahkan kepadamu. Dan Allah telah berbicara kepada Musa secara langsung. HAMKA:Dan kepada beberapa rasul yang sungguh telah Kami kisahkan kepadamu sebelumnya, serta beberapa rasul lain yang tidak Kami kisahkan kepada engkau. Dan Allah telah berbicara kepada Musa dengan benar-benar berbicara.
Kemenag RI 2019:(Kami mengutus) rasul-rasul sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan agar tidak ada alasan bagi manusia untuk membantah Allah setelah rasul-rasul itu (diutus). Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
(QS 4 : 165)
Quraish Shihab:(Kami mengutus mereka sebagai) para rasul pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan, supaya tidak ada alasan bagi manusia untuk membantah Allah setelah datangnya para rasul itu. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. HAMKA:Para rasul itu diutus dengan membawa berita gembira dan peringatan, agar tidak ada alasan bagi manusia untuk membantah Allah setelah diutusnya para rasul itu. Dan Allah adalah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.
Kemenag RI 2019:Akan tetapi, Allah bersaksi atas apa (Al-Qur’an) yang telah diturunkan-Nya kepadamu (Nabi Muhammad). Dia menurunkannya dengan ilmu-Nya. (Demikian pula) para malaikat pun bersaksi. Cukuplah Allah menjadi saksi.
(QS 4 : 166)
Quraish Shihab:Tetapi ketahuilah, Allah menyaksikan apa yang diturunkan kepadamu (Nabi Muhammad ?). Dia menurunkannya (Al-Qur'an) dengan ilmu-Nya; dan para malaikat pun menyaksikan. Cukuplah Allah menjadi saksi. HAMKA:Tetapi Allah menjadi saksi bahwa apa yang telah Dia turunkan kepadamu itu, benar-benar diturunkan-Nya dengan ilmu-Nya, dan para malaikat pun menjadi saksi. Dan cukuplah Allah sebagai saksi.
Kemenag RI 2019:Sesungguhnya orang-orang yang kufur dan menghalang-halangi (orang lain) dari jalan Allah, benar-benar telah tersesat jauh.
(QS 4 : 167)
Quraish Shihab:Sesungguhnya orang-orang kafir dan menghalang-halangi orang lain dari jalan Allah, mereka sungguh telah tersesat dalam kesesatan yang jauh. HAMKA:Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan berpaling dari jalan Allah, mereka benar-benar telah sesat, sesat yang sangat jauh.
Kemenag RI 2019:Sesungguhnya orang-orang yang kufur dan melakukan kezaliman, Allah tidak akan mengampuni mereka dan tidak akan menunjukkan kepada mereka jalan apa pun,
(QS 4 : 168)
Quraish Shihab:Sesungguhnya orang-orang kafir (yang mengingkari kebenaran) dan berbuat zalim (dengan menyekutukan Allah Yang Maha Esa), sekali-kali Allah tidak akan mengampuni mereka dan tidak akan menunjukkan mereka ke jalan (kebenaran). HAMKA:Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan menganiaya diri mereka, Allah tidak akan mengampuni mereka dan tidak akan menunjukkan mereka suatu jalan pun.
Kemenag RI 2019:kecuali jalan ke (neraka) Jahanam. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Hal itu bagi Allah (sangat) mudah.
(QS 4 : 169)
Quraish Shihab:Kecuali ke jalan menuju (neraka) Jahannam; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Dan yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. HAMKA:Kecuali jalan ke Jahannam, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Dan hal tersebut adalah mudah bagi Allah.
Kemenag RI 2019:Wahai manusia, sungguh telah datang Rasul (Nabi Muhammad) kepadamu dengan (membawa) kebenaran dari Tuhanmu. Maka, berimanlah (kepadanya). Itu lebih baik bagimu. Jika kamu kufur, (itu tidak merugikan Allah sedikit pun) karena sesungguhnya milik Allahlah apa yang di langit dan di bumi. Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
(QS 4 : 170)
Quraish Shihab:Wahai seluruh manusia! Sungguh, telah datang kepada kalian seorang Rasul (Nabi Muhammad saw.) dengan haq (benar dan membawa kebenaran) dari Tuhanmu. Maka berimanlah, itu lebih baik bagi kalian. Jika kalian kafir, sesungguhnya segala yang ada di langit dan bumi adalah milik Allah. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. HAMKA:Wahai sekalian manusia! Sesungguhnya telah datang kepada kamu rasul dengan membawa kebenaran dari Tuhanmu, maka percayalah kepadanya! Itulah yang terbaik bagi kamu. Namun jika kamu tidak mau beriman, maka sesungguhnya milik Allah-lah apa yang ada di langit dan di bumi. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
Kemenag RI 2019:Wahai Ahlulkitab, janganlah kamu berlebih-lebihan dalam (menjalankan) agamamu ) dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah, kecuali yang benar. Sesungguhnya Almasih, Isa putra Maryam, hanyalah utusan Allah dan (makhluk yang diciptakan dengan) kalimat-Nya ) yang Dia sampaikan kepada Maryam dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. ) Maka, berimanlah kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan, “(Tuhan itu) tiga.” Berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya hanya Allahlah Tuhan Yang Maha Esa. Maha Suci Dia dari (anggapan) mempunyai anak. Milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Cukuplah Allah sebagai pelindung.
(QS 4 : 171)
Quraish Shihab:Wahai Ahlul Kitab! Janganlah kamu berlebih-lebihan dalam melaksanakan agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al-Masih, ‘Isa putra Maryam itu adalah utusan Allah yang diciptakan dengan kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan dengan tiupan ruh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan para rasul-Nya. Janganlah kamu mengatakan, “(Tuhan itu) tiga.” Berhentilah dari ucapan dan kepercayaan itu! Itu lebih baik bagi kamu. Sesungguhnya Allah adalah Tuhan Yang Maha Esa. Mahasuci Allah dari memiliki anak. Segala yang ada di langit dan di bumi adalah milik-Nya. Cukuplah Allah sebagai Wakil (Pemelihara dan Pelindung). HAMKA:Wahai Ahlul Kitab! Janganlah kamu berlebih-lebihan dalam agama kamu, dan janganlah kamu berkata atas nama Allah kecuali yang sebenarnya. Sesungguhnya al-Masih Isa anak Maryam itu tidak lain hanyalah Rasulullah dan kalimat-Nya yang Dia letakkan kepada Maryam, serta Ruh yang datang dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya, dan janganlah kamu katakan: "Tiga!" Berhentilah! Itulah yang sebaik-baiknya bagi kamu, karena sesungguhnya Allah itu, tidak lain, melainkan Tuhan yang Tunggal. Amat sucilah Dia, bahwa Dia tidak memiliki anak. Kepunyaan-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi, dan cukuplah dengan Allah sebagai Pelindung.
Kemenag RI 2019:Almasih tidak akan pernah enggan menjadi hamba Allah dan begitu pula para malaikat yang dekat (kepada Allah). Siapa yang enggan menyembah-Nya dan menyombongkan diri, maka Allah akan mengumpulkan mereka semua kepada-Nya.
(QS 4 : 172)
Quraish Shihab:Al-Masih (Nabi ‘Isa a.s.) sama sekali tidak enggan menjadi hamba Allah, begitu pula para malaikat yang terdekat. Barang siapa enggan menyembah-Nya dan menyombongkan diri, kelak Allah akan mengumpulkan mereka semua kepada-Nya. HAMKA:Sekali-kali tidaklah merasa malu al-Masih itu bahwa dia menjadi hamba dari Allah, dan tidak pula malaikat-malaikat yang telah dihampirkan (oleh Allah) Dan barangsiapa yang
merasa malu daripada beribadah kepada-Nya, lagi
menyombong, maka Dia akan mengumpulkan
mereka kepada-Nya, sekaliannya.
Kemenag RI 2019:Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, Allah akan menyempurnakan pahala bagi mereka dan menambah sebagian dari karunia-Nya. Sementara itu, orang-orang yang enggan (menyembah Allah) dan menyombongkan diri, maka Allah akan mengazab mereka dengan azab yang pedih. Mereka pun tidak akan mendapatkan pelindung dan penolong selain Allah.
(QS 4 : 173)
Quraish Shihab:Adapun orang-orang yang
beriman dan mengerjakan amal-
amal saleh, maka (Allah swt.) akan
menyempurnakan pahala mereka
dan akan menambah untuk mereka
sebagian karunia-Nya. Adapun orang-
orang yang enggan (menjadi hamba
Allah swt. dengan mengabaikan
tuntunan-Nya) dan menyombongkan
diri, maka Dia akan menyiksa mereka
dengan azab yang pedih, dan mereka
tidak akan ada bagi mereka pelindung
dan tidak (pula) penolong selain Allah. HAMKA:Adapun orang-orang yang beriman dan beramal saleh, maka Dia akan menyempurnakan ganjaran-ganjaran mereka dan akan menambah pula untuk mereka dari karunia-Nya. Adapun orang yang merasa malu dan bersombong diri, maka Dia akan mengadzab mereka dengan adzab yang pedih. Dan tidaklah mereka akan mendapatkan pelindung selain Allah, dan tidak pula seorang penolong pun.
Kemenag RI 2019:Wahai manusia, sesungguhnya telah sampai kepadamu bukti kebenaran (Nabi Muhammad dengan mukjizatnya) dari Tuhanmu dan telah Kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang (Al-Qur’an).
(QS 4 : 174)
Quraish Shihab:Wahai manusia! Sungguh, telah datang kepada kamu bukti kebenaran (kenabian Muhammad saw.) dari Tuhan Pemeliharamu, dan Kami telah menurunkan kepada kamu cahaya terang benderang (Al-Qur’an). HAMKA:Wahai sekalian manusia! Sesungguhnya telah datang kepada kamu keterangan dari Tuhan kamu. Dan telah Kami turunkan kepada kamu cahaya yang nyata.
Kemenag RI 2019:Adapun orang-orang yang beriman kepada Allah dan berpegang teguh pada (agama)-Nya, maka Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmat dan karunia dari-Nya (surga) serta menunjukkan mereka jalan yang lurus kepada-Nya.
(QS 4 : 175)
Quraish Shihab:Adapun orang-orang yang beriman kepada Allah dan berpegang pada tuntunan agama-Nya, pasti Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmat-Nya, menganugerahkan limpahan karunia-Nya, dan menunjukkan mereka jalan lebar yang lurus menuju kepada-Nya. HAMKA:Adapun orang-orang yang beriman kepada Allah dan berpegang teguh kepada-Nya, maka akan dimasukkan-Nya mereka ke dalam rahmat dari-Nya dan kemurahan. Dan akan Dia beri petunjuk kepada mereka ke jalan yang lurus.
Kemenag RI 2019:Mereka meminta fatwa kepadamu (tentang kal?lah). ) Katakanlah, “Allah memberi fatwa kepadamu tentang kal?lah, (yaitu) jika seseorang meninggal dan dia tidak mempunyai anak, tetapi mempunyai seorang saudara perempuan, bagiannya (saudara perempuannya itu) seperdua dari harta yang ditinggalkannya. Adapun saudara laki-lakinya mewarisi (seluruh harta saudara perempuan) jika dia tidak mempunyai anak. Akan tetapi, jika saudara perempuan itu dua orang, bagi keduanya dua pertiga dari harta yang ditinggalkan. Jika mereka (ahli waris itu terdiri atas) beberapa saudara laki-laki dan perempuan, bagian seorang saudara laki-laki sama dengan bagian dua orang saudara perempuan. Allah menerangkan (hukum ini) kepadamu agar kamu tidak tersesat. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”
(QS 4 : 176)
Quraish Shihab:Mereka meminta fatwa kepadamu (Nabi Muhammad SAW). Katakanlah: "Allah memberi fatwa kepada kamu tentang kalalah (seseorang yang meninggal dunia tanpa memiliki anak dan ayah): jika seseorang meninggal dunia dan ia tidak memiliki anak, tetapi memiliki seorang saudara perempuan, maka saudara perempuan itu memperoleh setengah dari harta yang ditinggalkannya; dan jika yang meninggal adalah saudara perempuannya dan ia memiliki saudara laki-laki, maka saudara laki-laki itu mewarisi seluruh hartanya (dengan ketentuan bahwa saudara perempuan yang meninggal itu tidak memiliki anak). Jika saudara perempuan itu ada dua orang, maka keduanya memperoleh dua pertiga dari harta yang ditinggalkan. Dan jika ada saudara-saudara laki-laki dan perempuan, maka bagian seorang saudara laki-laki adalah sebesar dua bagian saudara perempuan. Allah menjelaskan kepada kamu supaya kamu tidak sesat. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu." HAMKA:Mereka meminta fatwa kepadamu! Katakanlah, "Allah akan memberi fatwa kepada kamu tentang kalalah. Jika seseorang meninggal dan tidak ada anak, namun memiliki seorang saudara perempuan, maka untuknya separuh dari apa yang ditinggalkan. Dan jika saudara perempuan itu tidak memiliki anak, maka dia (saudara perempuan) yang akan mewarisinya. Jika ada dua saudara perempuan, maka keduanya berhak mendapatkan dua pertiga dari harta yang ditinggalkan. Dan jika terdapat saudara laki-laki dan perempuan, maka bagi laki-laki bagian yang setara dengan dua bagian perempuan. Allah menjelaskan hal ini agar kamu tidak tersesat. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu."
Kemenag RI 2019:Wahai orang-orang yang beriman, penuhilah janji-janji! ) Dihalalkan bagimu hewan ternak, kecuali yang akan disebutkan kepadamu (keharamannya) dengan tidak menghalalkan berburu ketika kamu sedang berihram (haji atau umrah). Sesungguhnya Allah menetapkan hukum sesuai dengan yang Dia kehendaki.
(QS 5 : 1)
Quraish Shihab:Hai orang-orang yang beriman! Penuhilah akad-akad. Dihalalkan bagi kamu binatang ternak, kecuali apa yang akan dibacakan (disampaikan) kepada kamu, dengan tidak menghalalkan berburu ketika kamu sedang dalam keadaan berihram. Sesungguhnya Allah menetapkan hukum menurut yang Dia kehendaki. HAMKA:Wahai orang-orang yang beriman! Sempurnakanlah perjanjian-perjanjian (yang telah kamu buat)! Dihalalkan bagi kamu binatang ternak, kecuali yang akan disebutkan nanti, dalam keadaan tidak menghalalkan buruan saat kamu berihram. Sesungguhnya Allah memutuskan apa yang Dia kehendaki.
Kemenag RI 2019:Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syiar-syiar (kesucian) Allah, ) jangan (melanggar kehormatan) bulan-bulan haram, ) jangan (mengganggu) hadyu (hewan-hewan kurban) ) dan qal?’id (hewan-hewan kurban yang diberi tanda), ) dan jangan (pula mengganggu) para pengunjung Baitulharam sedangkan mereka mencari karunia dan rida Tuhannya! ) Apabila kamu telah bertahalul (menyelesaikan ihram), berburulah (jika mau). Janganlah sekali-kali kebencian(-mu) kepada suatu kaum, karena mereka menghalang-halangimu dari Masjidilharam, mendorongmu berbuat melampaui batas (kepada mereka). Tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah sangat berat siksaan-Nya.
(QS 5 : 2)
Quraish Shihab:Hai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu melanggar syi'ar-syi'ar Allah, dan jangan (melanggar kehormatan) bulan-bulan Haram, jangan (mengganggu) al-hadyu dan al-qalaid dan jangan (mengganggu) para pengunjung Baitullah sedangkan mereka mencari karunia dan keridhaan dari Tuhan Pemelihara mereka. Apabila kamu telah bertahallul (atau
karena satu dan lain sebab, kamu tidak menyelesaikan ibadah haji kamu, misalnya karena sakit atau terkepung musuh), maka berburulah (jika kamu mau). Dan janganlah sekali-kali kebencian kamu terhadap suatu kaum karena mereka menghalang-halangi kamu dari Masjid al-Haram, mendorong kamu berbuat sesuatu yang melampaui batas (terhadap mereka). Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan ketakwaan, dan jangan tolong-menolong dalam dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah sangat keras pembalasan-(Nya). HAMKA:Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu melanggar syiar-syiar Allah, dan jangan pada bulan-bulan yang dihormati, dan jangan pada binatang kurban, dan jangan pada kalungan leher, dan jangan pada orang-orang yang datang berduyun ke rumah yang mulia, dengan harapan memperoleh kurnia Tuhan mereka dan keridhaan-Nya. Dan apabila kamu telah tahallul (selesai melaksanakan ibadah haji), bolehlah kamu berburu, dan janganlah kebencian terhadap suatu kaum menyebabkan kamu melampaui batas, karena mereka pernah menghalangimu dari Masjidil Haram. Bertolong-tolonglah kamu dalam kebaikan dan ketakwaan, dan janganlah kamu bertolong-tolongan dalam dosa dan permusuhan. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah sangat keras siksaan-Nya.
Kemenag RI 2019:Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, dan (daging hewan) yang disembelih bukan atas (nama) Allah, yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang (sempat) kamu sembelih. ) (Diharamkan pula) apa yang disembelih untuk berhala. (Demikian pula) mengundi nasib dengan azl?m (anak panah), ) (karena) itu suatu perbuatan fasik. Pada hari ini ) orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu. Oleh sebab itu, janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridai Islam sebagai agamamu. Maka, siapa yang terpaksa karena lapar, bukan karena ingin berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
(QS 5 : 3)
Quraish Shihab:Diharamkan bagi kamu bangkai, darah, daging babi, dan (binatang) yang (ketika) disembelih (disebut nama) selain Allah, yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang kamu (sempat) menyembelihnya, dan yang disembelih untuk berhala-berhala. Dan (diharamkan juga atas kamu) mengundi nasib dengan anak panah, itu adalah kefasikan (keluar dari ketaatan kepada Allah swt.). Pada hari ini orang-orang yang kafir telah berputus asa untuk (mengalahkan) agama kamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Aku sempurnakan untuk kamu agama kamu, dan telah Aku cukupkan kepada kamu nikmat-Ku, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agama bagi kamu. Maka, barang siapa (dalam keadaan) terpaksa (memakannya) karena kelaparan dan tanpa sengaja berbuat dosa, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun, lagi Maha Pengasih. HAMKA:Diharamkan bagi kamu bangkai, darah, daging babi, dan apa yang disembelih untuk selain Allah, serta yang mati tercekik, yang mati terpukul, yang mati terjatuh, yang mati terkena tanduk, dan yang dimakan oleh binatang buas, kecuali yang sempat kamu sembelih. Juga yang disembelih di atas patung (Nushub), dan yang kamu peroleh dengan mengundi nasib. Semua itu adalah kedurhakaan. Pada hari ini, orang-orang kafir telah putus asa terhadap agamamu. Karena itu, janganlah kamu takut kepada mereka, dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini, Aku telah sempurnakan agamamu untukmu, Aku telah cukupkan nikmat-Ku atasmu, dan Aku ridhoi Islam sebagai agamamu. Namun, siapa yang terpaksa karena kelaparan, bukan karena sengaja ingin berdosa, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Kemenag RI 2019:Mereka bertanya kepadamu (Nabi Muhammad), “Apakah yang dihalalkan bagi mereka?” Katakanlah, “Yang dihalalkan bagimu adalah (makanan-makanan) yang baik dan (buruan yang ditangkap) oleh binatang pemburu yang telah kamu latih untuk berburu, yang kamu latih menurut apa yang telah diajarkan Allah kepadamu. Maka, makanlah apa yang ditangkapnya untukmu ) dan sebutlah nama Allah (waktu melepasnya). Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah sangat cepat perhitungan-Nya.”
(QS 5 : 4)
Quraish Shihab:Mereka bertanya kepadamu (Nabi Muhammad SAW): "Apakah makanan yang dihalalkan bagi mereka?" Katakanlah: "Dihalalkan bagi kamu (memakan) yang baik-baik, serta (binatang buruan) yang ditangkap oleh hewan pemburu yang telah kamu latih dengan mengajarkannya berburu menurut apa yang diajarkan Allah kepadamu. Maka, makanlah apa yang ditangkapnya untukmu, dan sebutlah nama Allah saat melepas hewan pemburu itu. Bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah sangat cepat perhitungan-Nya." HAMKA:Mereka bertanya kepadamu apa yang dihalalkan bagi mereka. Katakanlah, "Telah dihalalkan bagi kamu segala yang baik-baik, dan apa yang kamu ajar dari binatang-binatang pemburu, yang kamu latih untuk berburu sesuai dengan apa yang telah diajarkan Allah kepadamu. Maka makanlah apa yang mereka tangkap untuk kamu, dan sebutlah nama Allah atasnya, dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah sangat cepat perhitungan-Nya."
Kemenag RI 2019:Pada hari ini dihalalkan bagimu segala (makanan) yang baik. Makanan (sembelihan) Ahlulkitab itu halal bagimu dan makananmu halal (juga) bagi mereka. (Dihalalkan bagimu menikahi) perempuan-perempuan yang menjaga kehormatan di antara perempuan-perempuan yang beriman dan perempuan-perempuan yang menjaga kehormatan di antara orang-orang yang diberi kitab suci sebelum kamu, apabila kamu membayar maskawin mereka untuk menikahinya, tidak dengan maksud berzina, dan tidak untuk menjadikan (mereka) pasangan gelap (gundik). Siapa yang kufur setelah beriman, maka sungguh sia-sia amalnya dan di akhirat dia termasuk orang-orang yang rugi.
(QS 5 : 5)
Quraish Shihab:Pada hari ini, dihalalkan bagi kamu memakan yang baik-baik. Makanan orang-orang yang diberi kitab (Yahudi dan Nasrani) halal bagi kamu, dan makanan kamu halal bagi mereka.
Juga dihalalkan bagi kamu menikahi wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara wanita-wanita mukmin, serta wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu, asalkan kamu telah membayar maskawin mereka dengan maksud menjaga kesucian, bukan untuk berzina atau menjadikannya pasangan secara sembunyi-sembunyi (gundik).
Barang siapa kafir setelah beriman, maka sungguh hapuslah amalnya, dan di akhirat kelak, dia termasuk orang-orang yang rugi. HAMKA:Pada hari ini, telah dihalalkan bagimu segala yang baik-baik, dan makanan orang-orang yang diberi Kitab itu halal bagimu, dan makanan kamu pun halal bagi mereka. Dan perempuan-perempuan merdeka dari kalangan Mukminat, serta perempuan-perempuan merdeka dari mereka yang diberi Kitab sebelum kamu, apabila kamu telah memberikan mahar kepada mereka. Dalam keadaan menikah, bukan berzina, dan bukan mengambil pasangan secara diam-diam. Barangsiapa yang menolak keimanan, maka amalannya akan sia-sia, dan dia di akhirat termasuk golongan orang-orang yang rugi.
Kemenag RI 2019:Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu berdiri hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku serta usaplah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai kedua mata kaki. Jika kamu dalam keadaan junub, mandilah. Jika kamu sakit, ) dalam perjalanan, kembali dari tempat buang air (kakus), atau menyentuh ) perempuan, lalu tidak memperoleh air, bertayamumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Allah tidak ingin menjadikan bagimu sedikit pun kesulitan, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu agar kamu bersyukur.
(QS 5 : 6)
Quraish Shihab:Hai orang-orang yang beriman!
Apabila kamu hendak melaksanakan shalat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai dengan siku-siku, sapulah kepalamu, dan basuhlah kakimu sampai dengan kedua mata kaki.
Jika kamu dalam keadaan junub, maka mandilah. Namun, jika kamu sakit, dalam perjalanan, atau salah seorang di antara kamu kembali dari tempat buang air, atau kamu telah menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan tanah yang baik (suci). Sapulah wajahmu dan tanganmu dengan tanah itu.
Allah tidak menghendaki kesulitan untuk kamu, tetapi Dia hendak menyucikan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya atas kamu, supaya kamu bersyukur. HAMKA:Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu berdiri untuk shalat, maka basuhlah muka kamu dan tangan kamu hingga siku, sapulah kepala kamu, dan basuhlah kaki kamu hingga kedua mata kaki. Dan jika kamu dalam keadaan berjunub, maka bersucilah kamu. Jika kamu sedang sakit, dalam perjalanan, atau telah datang dari tempat buang air besar, atau kamu telah menyentuh perempuan, tetapi kamu tidak menemukan air, maka bertayamumlah dengan tanah yang baik. Sapulah wajah kamu dan tangan kamu dengan tanah tersebut. Allah tidak ingin memberatkan kamu, tetapi Dia ingin mensucikan kamu dan Dia ingin menyempurnakan nikmat-Nya atas kamu, agar kamu bersyukur.
Kemenag RI 2019:Ingatlah nikmat Allah kepadamu dan perjanjian-Nya ) yang telah Dia ikatkan kepadamu ketika kamu mengatakan, “Kami mendengar dan kami menaati.” Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala isi hati.
(QS 5 : 7)
Quraish Shihab:Dan ingatlah nikmat Allah yang telah Dia berikan kepada kamu, serta perjanjian-Nya yang telah Dia ikatkan dengan kamu, ketika kamu berkata, "Kami dengar dan kami taati." Maka bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui isi hati (setiap makhluk). HAMKA:Dan ingatlah olehmu akan nikmat Allah atas kamu dan perjanjian-Nya yang telah Dia janjikan kepadamu, ketika kamu berkata, "Kami dengar dan kami taati." Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang ada di dalam hati kamu.
Kemenag RI 2019:Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penegak (kebenaran) karena Allah (dan) saksi-saksi (yang bertindak) dengan adil. Janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlakulah adil karena (adil) itu lebih dekat pada takwa. Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan.
(QS 5 : 8)
Quraish Shihab:Hai orang-orang yang beriman!
Jadilah kamu orang-orang yang selalu menegakkan keadilan karena Allah, menjadi saksi yang jujur dan adil.
Janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum membuatmu berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena keadilan itu lebih dekat kepada takwa. Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan. HAMKA:Wahai orang-orang yang beriman! Hendaklah kamu menjadi orang yang lurus karena Allah, menjadi saksi dengan adil, dan janganlah karena kebencian dari suatu kaum, kamu tidak berlaku adil. Berlaku adillah! Itulah yang akan mendekatkan kamu kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
Kemenag RI 2019:Allah telah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan beramal saleh (bahwa) bagi mereka ampunan dan pahala yang besar.
(QS 5 : 9)
Quraish Shihab:Allah telah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, bahwa mereka akan mendapatkan ampunan dan pahala yang sangat besar. HAMKA:Allah telah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan beramal saleh, untuk mereka ampunan dan ganjaran yang besar.
Kemenag RI 2019:Adapun orang-orang yang kufur dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itulah penghuni (neraka) Jahim.
(QS 5 : 10)
Quraish Shihab:Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, baik yang tertulis maupun yang terhampar di alam semesta, mereka itulah para penghuni neraka Jahim. HAMKA:Dan orang-orang yang kufur dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu akan menjadi sahabat neraka.
Kemenag RI 2019:Wahai orang-orang yang beriman, ingatlah nikmat Allah (yang dianugerahkan) kepadamu ketika suatu kaum bermaksud hendak menyerangmu dengan tangannya, lalu Dia menahan tangan (mencegah) mereka dari kamu. Bertakwalah kepada Allah dan hanya kepada Allahlah hendaknya orang-orang mukmin itu bertawakal.
(QS 5 : 11)
Quraish Shihab:Hai orang-orang yang beriman!
Ingatlah nikmat Allah kepada kamu ketika suatu kaum bermaksud hendak menggerakkan tangan mereka kepada kamu (untuk berbuat jahat, membunuh, atau memerangi kamu), lalu Allah menahan tangan mereka dari kamu. Maka bertakwalah kepada Allah, dan hendaknya kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakkal. HAMKA:Wahai orang-orang yang beriman! Ingatlah nikmat Allah atas kamu, ketika suatu kaum berniat jahat untuk mengulurkan tangan mereka kepadamu, namun Allah menghalangi tangan mereka itu dari kamu. Dan bertakwalah kepada Allah, dan hanya kepada Allah hendaknya orang-orang yang beriman bertawakal.
Kemenag RI 2019:Sungguh, Allah benar-benar telah mengambil perjanjian dengan Bani Israil dan Kami telah mengangkat dua belas orang pemimpin di antara mereka. Allah berfirman, “Aku bersamamu. Sungguh, jika kamu mendirikan salat, menunaikan zakat, beriman kepada rasul-rasul-Ku dan membantu mereka, serta kamu meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, ) pasti akan Aku hapus kesalahan-kesalahanmu dan akan Aku masukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Maka, siapa yang kufur di antaramu setelah itu, sungguh dia telah tersesat dari jalan yang lurus.”
(QS 5 : 12)
Quraish Shihab:Demi Allah! Sungguh, Allah telah mengambil perjanjian dari Bani Israil, dan Kami telah mengutus di antara mereka dua belas orang pemimpin. Allah berfirman:
"Sesungguhnya Aku bersama kamu, jika kamu benar-benar melaksanakan shalat dengan sempurna, menunaikan zakat, beriman kepada para rasul-Ku, mendukung mereka, dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, Aku pasti akan menghapus dosa-dosa kamu dan memasukkan kamu ke dalam surga-surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. Maka barang siapa kafir di antara kamu setelah itu, sungguh dia telah tersesat dari jalan yang lurus." HAMKA:Dan sesungguhnya Allah telah mengambil janji dari Bani Israil, dan Kami telah mengangkat dari kalangan mereka dua belas pemimpin. Dan Allah berfirman, "Sesungguhnya Aku bersama kamu. Jika kamu mendirikan shalat, mengeluarkan zakat, beriman kepada rasul-rasul-Ku, membantu mereka, dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, maka sesungguhnya Aku akan mengampuni dosa-dosa kamu, dan Aku akan memasukkan kamu ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Barangsiapa yang kafir setelah itu, maka sesungguhnya dia telah tersesat dari jalan yang lurus."
Kemenag RI 2019:(Namun,) karena mereka melanggar janjinya, Kami melaknat mereka dan Kami menjadikan hati mereka keras membatu. Mereka suka mengubah firman-firman (Allah) dari tempat-tempatnya ) dan mereka (sengaja) melupakan sebagian pesan yang telah diperingatkan kepada mereka. Engkau (Nabi Muhammad) senantiasa akan melihat pengkhianatan dari mereka, kecuali sekelompok kecil di antara mereka (yang tidak berkhianat). Maka, maafkanlah mereka dan biarkanlah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang muhsin.
(QS 5 : 13)
Quraish Shihab:Maka, disebabkan oleh pelanggaran perjanjian mereka, Kami melaknat mereka dan menjadikan hati mereka keras membatu. Mereka mengubah perkataan-perkataan Allah dari tempat-tempatnya dan melupakan sebagian dari apa yang telah diperingatkan kepada mereka (dalam Kitab Taurat).
Engkau (Nabi Muhammad SAW) akan selalu mengetahui pengkhianatan dari mereka, kecuali dari segelintir kecil di antara mereka. Maka maafkanlah mereka yang tidak berkhianat dan biarkanlah mereka. Sungguh, Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan (muhsin). HAMKA:Maka, akibat dari pengingkaran mereka terhadap janji mereka, Kami kutuk mereka dan Kami jadikan hati mereka keras. Mereka mengubah-ubah kata-kata dari tempat-tempatnya, dan dengan sengaja mereka melupakan sebagian dari apa yang telah diwahyukan kepada mereka. Dan engkau akan terus melihat pengkhianatan yang muncul dari mereka, kecuali sedikit dari mereka. Maka maafkanlah mereka dan tinggalkanlah mereka. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.
Kemenag RI 2019:Dari orang-orang yang mengatakan, “Sesungguhnya kami adalah orang Nasrani,” Kami telah mengambil perjanjian. Kemudian, mereka melupakan sebagian pesan yang telah diperingatkan kepada mereka. Maka, Kami menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara mereka hingga hari Kiamat. Kelak Allah akan memberitakan kepada mereka apa yang selama ini mereka perbuat.
(QS 5 : 14)
Quraish Shihab:Dan di antara orang-orang yang mengatakan, "Sesungguhnya kami adalah orang-orang Nasrani," ada yang telah Kami ambil perjanjian mereka, tetapi mereka melupakan sebagian dari apa yang telah diperingatkan kepada mereka (dalam Kitab Injil). Maka Kami timbulkan permusuhan dan kebencian di antara mereka hingga Hari Kiamat. Kelak Allah akan memberitahukan kepada mereka apa yang selalu mereka perbuat. HAMKA:Dan sebagian dari mereka berkata, "Sesungguhnya kami adalah Nashara!" Kami telah mengambil perjanjian dari mereka, tetapi mereka melupakan sebagian dari apa yang diingatkan kepada mereka. Maka Kami timbulkan permusuhan dan kebencian di antara mereka hingga hari Kiamat. Dan Allah akan memberitakan kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan.
Kemenag RI 2019:Wahai Ahlulkitab, sungguh rasul Kami telah datang kepadamu untuk menjelaskan banyak hal dari (isi) kitab suci yang kamu sembunyikan dan membiarkan (tidak menjelaskan) banyak hal (pula). Sungguh, telah datang kepadamu cahaya dari Allah dan kitab suci ) yang jelas.
(QS 5 : 15)
Quraish Shihab:Hai Ahl al-Kitab!
Sungguh, telah datang kepada kamu Rasul Kami (yang nama dan sifat-sifatnya tercantum dalam kitab yang ada pada kamu), menjelaskan kepada kamu banyak dari isi Kitab yang kamu sembunyikan dan membiarkan (tidak menjelaskan) banyak lainnya. Sungguh, telah datang kepada kamu cahaya (Nabi Muhammad SAW) dari Allah dan Kitab (Al-Qur'an) yang menerangkan. HAMKA:Wahai Ahlul Kitab! Sungguh telah datang kepada kamu Utusan Kami, menerangkan kepada kamu banyak hal dari apa yang telah kamu sembunyikan dari al-Kitab, dan Dia maafkan dari yang
banyak lagi. Sungguh telah datang kepada kamu
dari Allah suatu cahaya dan kitab yang nyata.
Kemenag RI 2019:Dengannya (kitab suci) Allah menunjukkan kepada orang yang mengikuti rida-Nya jalan-jalan keselamatan, mengeluarkannya dari berbagai kegelapan menuju cahaya dengan izin-Nya, dan menunjukkan kepadanya (satu) jalan yang lurus.
(QS 5 : 16)
Quraish Shihab:Dengan cahaya dan kitab suci itu, Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridhaan-Nya ke jalan-jalan keselamatan. Dia mengeluarkan mereka dari berbagai kegelapan menuju cahaya yang terang benderang dengan izin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus. HAMKA:Dengan kitab itu, Allah memberi petunjuk
kepada barangsiapa yang mengikuti keridhaanNya, kepada berbagai jalan kedamaian, dan
Dia mengeluarkan mereka daripada gelap
gulita kepada cahaya, dengan izin-Nya, dan Dia
menunjuki mereka kepada jalan yang lurus.
Kemenag RI 2019:Sungguh, benar-benar telah kufur orang-orang yang berkata, “Sesungguhnya Allah itulah Almasih putra Maryam.” Katakanlah (Nabi Muhammad), “(Jika benar begitu,) siapakah yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah jika Dia hendak membinasakan Almasih putra Maryam, ibunya, dan seluruh yang berada di bumi?” Milik Allahlah kerajaan langit, bumi, dan apa yang ada di antara keduanya. Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
(QS 5 : 17)
Quraish Shihab:Demi Allah! Sungguh, telah kafirlah orang-orang yang berkata, "Sesungguhnya Allah itu adalah Al-Masih putra Maryam." Katakanlah (wahai Nabi Muhammad SAW):
"Siapakah yang dapat menghalangi kehendak Allah jika Dia hendak membinasakan Al-Masih putra Maryam beserta ibunya dan semua yang berada di bumi ini?"
Milik Allah-lah kerajaan langit dan bumi serta apa yang ada di antara keduanya. Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. HAMKA:Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan bahwa Allah itu adalah al-Masih anak Maryam, mereka telah kafir. Katakanlah, "Jika demikian, siapa yang memiliki kekuasaan untuk menahan sesuatu dari Allah, jika Dia ingin membinasakan al-Masih anak Maryam, ibunya, dan semua orang yang ada di bumi? Bagi Allah-lah kekuasaan atas segala langit dan bumi, dan apa yang ada di antara keduanya. Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki, dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu."
Kemenag RI 2019:Orang Yahudi dan orang Nasrani berkata, “Kami adalah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya.” Katakanlah, “(Jika benar begitu,) mengapa Allah menyiksa kamu karena dosa-dosamu? Sebaliknya, kamu adalah manusia (biasa) di antara orang-orang yang Dia ciptakan. Dia mengampuni siapa yang Dia kehendaki dan menyiksa siapa yang Dia kehendaki (pula). Milik Allahlah kerajaan langit, bumi, dan apa yang ada di antara keduanya, dan kepada-Nya semua akan kembali.”
(QS 5 : 18)
Quraish Shihab:Orang-orang Yahudi dan Nasrani mengatakan, "Kami adalah anak-anak Allah dan para kekasih-Nya." Katakanlah (wahai Nabi Muhammad SAW): "Mengapa Allah menyiksa kamu karena dosa-dosa kamu?" Bahkan, kamu adalah manusia biasa di antara makhluk-makhluk yang diciptakan-Nya. Dia mengampuni siapa yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya. Milik Allah-lah kerajaan langit dan bumi serta apa yang ada di antara keduanya. Dan hanya kepada-Nya tempat kembali. HAMKA:Dan orang-orang Yahudi dan Nasrani berkata, "Kami ini adalah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya." Katakanlah, "Jika demikian, mengapa Dia mengadzab kamu karena dosa-dosa kamu? Bahkan kamu itu hanyalah manusia dari makhluk yang diciptakan oleh-Nya. Dia memberi ampun kepada siapa yang Dia kehendaki dan menyiksa siapa yang Dia kehendaki. Bagi Allah-lah kekuasaan atas semua langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, dan kepada-Nyalah tempat kembali."
Kemenag RI 2019:Wahai Ahlulkitab, sungguh rasul Kami telah datang kepadamu untuk memberi penjelasan setelah beberapa saat terhentinya (pengutusan) rasul-rasul agar kamu tidak mengatakan, “Tidak ada yang datang kepada kami, baik pembawa berita gembira maupun pemberi peringatan.” Sungguh, telah datang kepadamu pembawa berita gembira dan pemberi peringatan. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
(QS 5 : 19)
Quraish Shihab:Hai Ahl al-Kitab!
Sungguh, telah datang kepada kamu Rasul Kami (Nabi Muhammad SAW), menjelaskan kepada kamu setelah terputusnya pengiriman para rasul, supaya kamu tidak mengatakan, "Tidak datang kepada kami seorang pembawa kabar gembira, tidak pula seorang pemberi peringatan." Maka sungguh telah datang kepada kamu pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. HAMKA:Wahai Ahlul Kitab! Sesungguhnya telah datang kepada kamu Utusan Kami, yang menerangkan kepada kamu setelah terputusnya rasul-rasul, supaya kamu tidak mengatakan, "Tidak ada seorang pun yang datang kepada kami sebagai pembawa berita kesukaan atau pembawa ancaman." Sesungguhnya telah datang kepada kamu pembawa berita kesukaan dan pembawa ancaman. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Kemenag RI 2019:(Ingatlah) ketika Musa berkata kepada kaumnya, “Wahai kaumku, ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika Dia mengangkat nabi-nabi di antaramu, menjadikanmu (terhormat seperti) para raja, dan menganugerahkan kepadamu apa yang belum pernah Dia anugerahkan kepada seorang pun di antara umat yang lain.
(QS 5 : 20)
Quraish Shihab:Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada kaumnya (Bani Israil):
“Hai kaumku! Ingatlah nikmat Allah kepada kamu ketika Dia mengangkat para nabi di antara kamu, menjadikan kamu raja-raja, dan telah menganugerahkan kepada kamu apa yang belum pernah dianugerahkan-Nya kepada seorang pun di antara umat manusia.” HAMKA:Dan ingatlah ketika Musa berkata kepada kaumnya, "Wahai kaumku, ingatlah nikmat Allah atas kamu, ketika Dia menjadikan di antara kamu nabi-nabi, menjadikan kamu raja-raja, dan memberikan kepada kamu hal yang tidak pernah diberikan kepada seorang pun dari seluruh alam."
Kemenag RI 2019:Wahai kaumku, masuklah ke tanah suci (Baitulmaqdis) yang telah Allah tentukan bagimu ) dan janganlah berbalik ke belakang (karena takut kepada musuh), nanti kamu menjadi orang-orang yang rugi.”
(QS 5 : 21)
Quraish Shihab:Hai kaumku! Masuklah ke tanah yang disucikan yang telah ditetapkan Allah bagi kamu, dan janganlah kamu lari ke belakang sehingga kamu menjadi orang-orang yang rugi. HAMKA:Wahai kaumku! Masuklah kamu ke dalam Tanah Suci yang telah ditentukan Allah untuk kamu, dan janganlah kamu berpaling dari-Nya. Karena jika kamu berpaling, kamu akan menjadi orang-orang yang rugi.
Kemenag RI 2019:Mereka berkata, “Wahai Musa, sesungguhnya di dalamnya (negeri itu) ada orang-orang yang sangat kuat dan kejam. Kami tidak akan memasukinya sebelum mereka keluar. Jika mereka keluar dari sana, kami pasti akan masuk.”
(QS 5 : 22)
Quraish Shihab:Mereka berkata: "Wahai Musa! Sesungguhnya di sana ada kaum yang gagah perkasa, dan kami sekali-kali tidak akan memasukinya sebelum mereka keluar darinya. Maka jika mereka keluar darinya, barulah kami akan masuk." HAMKA:Mereka berkata, "Wahai Musa! Sesungguhnya di sana ada suatu kaum yang bengis, dan kami tidak akan masuk ke sana, kecuali mereka keluar dari sana. Jika mereka keluar, baru kami akan masuk."
Kemenag RI 2019:Berkatalah dua orang laki-laki di antara mereka yang bertakwa, yang keduanya telah diberi nikmat oleh Allah, “Masukilah pintu gerbang negeri itu untuk (menyerang) mereka (penduduk Baitulmaqdis). Jika kamu memasukinya, kamu pasti akan menang. Bertawakallah hanya kepada Allah, jika kamu orang-orang mukmin.”
(QS 5 : 23)
Quraish Shihab:Berkatalah dua orang di antara orang-orang yang takut, yang Allah telah menganugerahkan nikmat atas keduanya: “Serbulah mereka melalui pintu gerbang (kota) itu, maka apabila kamu menyerbunya niscaya kamu akan menang. Dan hendaklah kepada Allah (saja) kamu bertawakkal, jika kamu benar-benar orang-orang mukmin.” HAMKA:Berkata dua orang laki-laki dari golongan orang-orang yang takut, yang telah diberi nikmat oleh Allah, "Masuklah kamu ke sana melalui pintunya. Jika kamu sudah masuk, kamu akan menang. Bertawakal lah kepada Allah, jika kamu benar-benar orang-orang yang beriman."
Kemenag RI 2019:Mereka berkata, “Wahai Musa, sesungguhnya kami sampai kapan pun tidak akan memasukinya selama mereka masih ada di dalamnya. Oleh karena itu, pergilah engkau bersama Tuhanmu, lalu berperanglah kamu berdua. Sesungguhnya kami tetap berada di sini saja.”
(QS 5 : 24)
Quraish Shihab:Mereka berkata: “Wahai Musa! Se
sungguhnya kami sekali-sekali tidak
akan memasukinya selama-lamanya,
selagi mereka ada di dalamnya, karena
itu pergilah engkau bersama Tuhan
Pemeliharamu, dan berperanglah kamu
berdua, sesungguhnya kami di sini akan
duduk (menanti).” HAMKA:Mereka berkata, "Wahai Musa! Kami tidak akan masuk ke sana selama mereka masih ada di sana. Maka pergilah kamu bersama Tuhanmu, berperanglah kalian, sementara kami tetap di sini."
Kemenag RI 2019:Dia (Musa) berkata, “Ya Tuhanku, aku tidak mempunyai kekuasaan apa pun, kecuali atas diriku sendiri dan saudaraku. Oleh sebab itu, pisahkanlah antara kami dan kaum yang fasik itu.”
(QS 5 : 25)
Quraish Shihab:Dia (Nabi Musa as.) berkata:
“Tuhan Pemeliharaku, sesungguhnya
aku tidak menguasai kecuali diriku
(sendiri) bersama saudaraku (Nabi
Harun as.). Sebab itu, pisahkanlah
antara kami dengan orang-orang yang
fasik (keluar dari ketaatan kepada
Allah swt.). HAMKA:Musa berkata, "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku tidak menguasai selain diriku dan saudaraku, maka pisahkanlah antara kami dan kaum yang fasik itu."
Kemenag RI 2019:(Allah) berfirman, “(Jika demikian,) sesungguhnya (negeri) itu terlarang buat mereka selama empat puluh tahun. (Selama itu) mereka akan mengembara kebingungan di bumi. Maka, janganlah engkau (Musa) bersedih atas (nasib) kaum yang fasik itu.”
(QS 5 : 26)
Quraish Shihab:Dia
sesungguhnya
berfirman:
ia
(negeri
“Maka,
itu)
diharamkan atas mereka selama empat
puluh tahun, mereka akan tersesat di
bumi (padang pasir sekeliling negeri
itu). Maka, janganlah engkau (Nabi
Musa as.) bersedih hati atas orang-
orang yang fasik (keluar dari ketaatan
kepada Allah swt.). HAMKA:Allah berfirman, "Sesungguhnya tanah suci itu diharamkan bagi mereka selama empat puluh tahun. Mereka akan merayap di bumi, maka janganlah kamu bersedih hati atas kaum yang fasik itu."
Kemenag RI 2019:Bacakanlah (Nabi Muhammad) kepada mereka berita tentang dua putra Adam dengan sebenarnya. Ketika keduanya mempersembahkan kurban, kemudian diterima dari salah satunya (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). Dia (Qabil) berkata, “Sungguh, aku pasti akan membunuhmu.” Dia (Habil) berkata, “Sesungguhnya Allah hanya menerima (amal) dari orang-orang yang bertakwa.
(QS 5 : 27)
Quraish Shihab:Bacakanlah
(sampaikanlah)
kepada mereka berita (kisah) kedua
putra Adam dengan sebenarnya;
ketika keduanya mempersembahkan
kurban, maka diterima dari salah
seorang dari mereka berdua (Habil)
dan tidak diterima dari yang lain
(Qabil). Dia (Qabil) berkata: “Aku
pasti membunuhmu!” Dia (Habil)
menjawab:
“Sesungguhnya Allah
hanya menerima (dengan penerimaan
yang sempurna) dari orang-orang yang
bertakwa. HAMKA:Dan bacakanlah kepada mereka berita dua orang anak Adam dengan benar, tatkala keduanya mengurbankan akan suatu kurban, maka diterima dari yang seorang dari mereka berdua dan tidak diterima dari yang seorang lagi, berkata dia, “Sungguh engkau akan aku bunuh!” Menjawab dia, “Yang diterima oleh Allah hanyalah yang dari orang-orang yang bertakwa.”
Kemenag RI 2019:Sesungguhnya jika engkau (Qabil) menggerakkan tanganmu kepadaku untuk membunuhku, aku tidak akan menggerakkan tanganku kepadamu untuk membunuhmu. Sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan semesta alam.
(QS 5 : 28)
Quraish Shihab:Sungguh, jika engkau benar-benar
menggerakkan tanganmu kepadaku
untuk membunuhku, aku sekali-kali
tidak akan menggerakkan tanganku
kepadamu untuk membunuhmu.
Sesungguhnya aku takut kepada Allah,
Tuhan Pemelihara seluruh alam. HAMKA:Sesungguhnya jika engkau melepaskan tangan engkau karena hendak membunuh aku, tidaklah aku akan melepaskan tanganku kepada engkau karena hendak membunuh engkau, karena sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan sarwa sekalian alam.
Kemenag RI 2019:Sesungguhnya aku ingin engkau kembali (kepada-Nya) dengan (membawa) dosa (karena membunuh)-ku dan dosamu (sebelum itu) sehingga engkau akan termasuk penghuni neraka. Itulah balasan bagi orang-orang yang zalim.”
(QS 5 : 29)
Quraish Shihab:Sesungguhnya aku ingin supaya
engkau kembali dengan (membawa) dosa (pembunuhan terhadap)-ku
dan dosamu sendiri, sehingga menyebabkan engkau menjadi penghuni
neraka, dan yang demikian itulah balasan bagi orang-orang zalim.” HAMKA:Sesungguhnya aku mau engkau pikul dosaku dan dosamu, lalu engkau jadi ahli neraka, dan demikian itulah balasan bagi orang-orang yang zalim.
Kemenag RI 2019:Kemudian, hawa nafsunya (Qabil) mendorong dia untuk membunuh saudaranya. ) Maka, dia pun (benar-benar) membunuhnya sehingga dia termasuk orang-orang yang rugi.
(QS 5 : 30)
Quraish Shihab:Maka, hawa nafsunya menjadikan dia (Qabil) rela mem
bunuh saudaranya, maka dia (Qabil) membunuhnya (Habil), maka
menjadilah dia di antara orang-orang yang rugi. HAMKA:Tetapi telah menuduhkan kepadanya nafsunya membunuh saudaranya, lalu dibunuhnyalah dia, maka jadilah dia dari golongan orang-orang yang rugi.
Kemenag RI 2019:Kemudian, Allah mengirim seekor burung gagak untuk menggali tanah supaya Dia memperlihatkan kepadanya (Qabil) bagaimana cara mengubur mayat saudaranya. ) (Qabil) berkata, “Celakalah aku! Mengapa aku tidak mampu berbuat seperti burung gagak ini sehingga aku dapat mengubur mayat saudaraku?” Maka, jadilah dia termasuk orang-orang yang menyesal.
(QS 5 : 31)
Quraish Shihab:Kemudian, Allah mengutus seekor burung gagak menggali-
gali di bumi untuk memperlihatkan kepadanya (Qabil) bagaimana
dia menguburkan mayat saudaranya. Dia (Qabil) berkata: “Aduhai,
celakalah aku! Mengapa aku tidak mampu berbuat seperti burung
gagak ini, lalu aku dapat menguburkan mayat saudaraku?” Karena itu,
menjadilah dia di antara orang-orang yang menyesal. HAMKA:Maka dikirim Allah-lah seekor gagak mengorek-ngorek di bumi untuk memperlihatkan kepadanya bagaimana menguburkan bangkai saudaranya itu, berkata dia, “Wahai celakanya aku! Lemahkah aku bahwa akan ada seumpama gagak ini, buat menimbun bangkai saudaraku.” Maka jadilah dia dari orang-orang menyesal.
Kemenag RI 2019:Oleh karena itu, Kami menetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil bahwa siapa yang membunuh seseorang bukan karena (orang yang dibunuh itu) telah membunuh orang lain atau karena telah berbuat kerusakan di bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh semua manusia. ) Sebaliknya, siapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, dia seakan-akan telah memelihara kehidupan semua manusia. Sungguh, rasul-rasul Kami benar-benar telah datang kepada mereka dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas. Kemudian, sesungguhnya banyak di antara mereka setelah itu melampaui batas di bumi.
(QS 5 : 32)
Quraish Shihab:Oleh
karena
itu,
Kami
menetapkan atas Bani Israil, bahwa
barang siapa membunuh satu jiwa,
bukan karena (orang itu membunuh)
jiwa orang lain, atau (bukan) karena
membuat kerusakan di bumi, maka
seolah-olah dia telah membunuh
manusia semuanya. Dan barang siapa
memeliharanya (kehidupan seorang
manusia), maka seolah-olah dia telah
memelihara
kehidupan
manusia
semuanya. Dan demi (keagungan
dan kekuasaan Kami)! Sungguh, telah
datang kepada mereka para rasul Kami
dengan keterangan-keterangan yang
jelas, kemudian sesungguhnya banyak
dari mereka sesudah itu benar-benar
melampaui batas di bumi. HAMKA:Oleh karena itu Kami wajibkanlah kepada Bani Israil, bahwa barangsiapa membunuh seseorang, yang bukan karena membunuh (pula), atau berbuat kerusakan di bumi, maka seakan-akan adalah dia telah membunuh manusia semuanya, dan barangsiapa yang menghidupkannya, maka adalah dia seakan-akan menghidupkan manusia semuanya. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka rasul-rasul Kami dengan berbagai keterangan, kemudian itu sesungguhnya kebanyakan di antara mereka sesudah yang demikian itu, di atas bumi ini, sungguh melewati batas.
Kemenag RI 2019:Balasan bagi orang-orang yang memerangi Allah dan rasul-Nya serta membuat kerusakan di bumi hanyalah dibunuh, disalib, dipotong tangan dan kaki mereka secara silang, atau diasingkan dari tempat kediamannya. Yang demikian itu merupakan kehinaan bagi mereka di dunia dan di akhirat (kelak) mereka mendapat azab yang sangat berat, )
(QS 5 : 33)
Quraish Shihab:Sesungguhnya balasan bagi orang-
orang yang memerangi (melanggar
silang,
dengan angkuh ketentuan-ketentuan)
Allah dan Rasul-Nya dan membuat
kerusakan di bumi, hanyalah mereka
dibunuh atau disalib, atau dipotong
tangan dan kaki mereka dengan ber
atau dibuang dari negeri
(tempat kediamannya). Yang demikian
itu (sebagai suatu) penghinaan untuk
mereka di dunia, dan di akhirat (bila
mereka tidak bertaubat) bagi mereka
azab yang sangat besar. HAMKA:Tidak ada lain balasan bagi orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan mengusahakan kerusuhan di bumi, selain dari dibunuh mereka, atau disalibkan mereka, atau dipotong tangan-tangan mereka dan kaki-kaki mereka berselang-seling, atau dibuang dari bumi itu. Yang demikian itu adalah suatu penghinaan bagi mereka di dunia ini, dan untuk mereka di akhirat adalah azab yang besar.
Kemenag RI 2019:kecuali orang-orang yang bertobat sebelum kamu dapat menangkapnya. Maka, ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
(QS 5 : 34)
Quraish Shihab:Kecuali
orang-orang
yang
bertaubat (di antara mereka) sebelum
kamu dapat menguasai (menangkap)
mereka; maka ketahuilah bahwa
Allah Maha Pengampun, lagi Maha
Pengasih. HAMKA:Kecuali orang-orang yang bertobat dari sebelum kamu dapat menangkap mereka. Maka ketahuilah bahwasanya Allah adalah Maha Pengampun, lagi Penyayang.
Kemenag RI 2019:Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, carilah wasilah (jalan untuk mendekatkan diri) kepada-Nya, dan berjihadlah (berjuanglah) di jalan-Nya agar kamu beruntung.
(QS 5 : 35)
Quraish Shihab:Hai orang-orang yang beriman!
Bertakwalah kepada Allah dan ber
sungguh-sungguhlah mencari jalan
(yang mendekatkan diri) kepada Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat
keberuntungan. HAMKA:Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang menyampaikan kamu kepada-Nya, dan bersungguh-sungguhlah pada jalan-Nya, mudah-mudahan kamu mendapat kejayaan.
Kemenag RI 2019:Sesungguhnya orang-orang yang kufur, seandainya memiliki segala apa yang ada di bumi dan ditambah (lagi) dengan sebanyak itu untuk menebus diri mereka dari azab hari Kiamat, niscaya semua (tebusan) itu tidak akan diterima dari mereka. Bagi mereka azab yang sangat pedih.
(QS 5 : 36)
Quraish Shihab:Sesungguhnya orang-orang yang kafir, jika seandainya bagi mereka
semua (kekayaan) yang ada di bumi dan (ditambah) sebanyak isi bumi
itu (lagi) bersamanya untuk menebus diri mereka dengan itu dari azab
Hari Kiamat, niscaya (tebusan itu) tidak akan diterima dari mereka,
(karena itu pastilah) mereka bagi azab yang sangat pedih. HAMKA:Sesungguhnya orang-orang yang kufur, walaupun mereka mempunyai apa yang ada di bumi ini semua, dan seumpama itu pula sertanya karena hendak menebus diri mereka dengan dia daripada siksaan hari Kiamat, niscaya tidaklah akan diterima dari mereka. Dan bagi mereka adalah siksaan yang pedih.
Kemenag RI 2019:Mereka ingin keluar dari neraka, tetapi tidak akan dapat keluar dari sana. Bagi mereka azab yang kekal.
(QS 5 : 37)
Quraish Shihab:Mereka ingin keluar dari neraka,
padahal mereka sekali-kali tidak
dapat keluar darinya, dan mereka
memperoleh azab yang kekal. HAMKA:Mereka ingin bahwa keluar dari neraka, padahal tidak mereka akan keluar dari dalamnya, sedang bagi mereka adalah siksaan yang tetap.
Kemenag RI 2019:Laki-laki maupun perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya sebagai balasan atas perbuatan yang mereka lakukan dan sebagai siksaan dari Allah. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
(QS 5 : 38)
Quraish Shihab:Pencuri laki-laki dan pencuri
perempuan, maka potonglah tangan
keduanya (sebagai) balasan bagi apa
yang mereka berdua perbuat dan
(sebagai) siksa dari Allah. Dan Allah
Maha Perkasa, lagi Maha Bijaksana. HAMKA:Dan laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, maka hendaklah kamu potong tangan mereka sebagai balasan atas apa yang telah mereka perbuat itu, sebagai contoh menakutkan dari Allah. Dan Allah adalah Mahagagah, lagi Bijaksana.
Kemenag RI 2019:Maka, siapa yang bertobat setelah melakukan kezaliman dan memperbaiki diri, sesungguhnya Allah menerima tobatnya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
(QS 5 : 39)
Quraish Shihab:Maka, barang siapa bertaubat
sesudah melakukan penganiayaannya
(pencurian itu) dan memperbaiki (diri),
maka sesungguhnya Allah menerima
taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha
Pengampun, lagi Maha Pengasih. HAMKA:Maka barangsiapa yang tobat sesudah kezalimannya, dan berbuat perbaikan, maka sesungguhnya Allah akan memberi tobat atasnya. Sesungguhnya Allah adalah Maha Pengampun, lagi Penyayang.
Kemenag RI 2019:Tidakkah engkau tahu bahwa sesungguhnya milik Allahlah kerajaan langit dan bumi? Dia menyiksa siapa yang Dia kehendaki dan mengampuni siapa yang Dia kehendaki. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
(QS 5 : 40)
Quraish Shihab:Tidakkah engkau mengetahui,
sesungguhnya Allah Yang memiliki
kerajaan langit dan bumi, Dia
menyiksa siapa yang dikehendaki-
Nya dan mengampuni siapa yang
dikehendaki-Nya
(berdasarkan
kemauan dan kecenderungan masing-
masing). Dan Allah Maha Kuasa atas
segala sesuatu. HAMKA:Apakah tidak engkau ketahui bahwasanya Allah, bagi-Nyalah kerajaan semua langit dan bumi? bumi. Dia akan menyiksa barangsiapa yang Dia
kehendaki dan akan memberi ampun barang
siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah atas tiap-tiap
sesuatu adalah Mahakuasa.
Kemenag RI 2019:Wahai Rasul (Muhammad), janganlah engkau disedihkan oleh orang-orang yang bersegera dalam kekufuran, yaitu orang-orang (munafik) yang mengatakan dengan mulut mereka, “Kami telah beriman,” padahal hati mereka belum beriman, dan juga orang-orang Yahudi. (Mereka adalah) orang-orang yang sangat suka mendengar (berita-berita) bohong lagi sangat suka mendengar (perkataan-perkataan) orang lain yang belum pernah datang kepadamu. Mereka mengubah firman-firman (Allah) setelah berada di tempat-tempat yang (sebenar)-nya. Mereka mengatakan, “Jika ini yang diberikan kepada kamu, terimalah. Jika kamu diberi yang bukan ini, hati-hatilah.” Siapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, maka sekali-kali engkau tidak akan mampu menolak sesuatu pun dari Allah. Mereka itu adalah orang-orang yang Allah tidak hendak menyucikan hati mereka. Di dunia mereka mendapat kehinaan dan di akhirat akan mendapat azab yang sangat berat.
(QS 5 : 41)
Quraish Shihab:Wahai Rasul (Nabi Muhammad saw.)! Hendaknya engkau jangan disedihkan oleh orang-orang yang bersegera dalam kekafiran, yaitu (di antara) orang-orang yang mengatakan
dengan mulut-mulut mereka: “Kami telah beriman,” padahal hati mereka belum beriman; dan di antara orang-orang Yahudi, mereka sangat suka mendengar kebohongan dan sangat suka mendengar (perkataan-perkataan) kaum lain yang belum pernah datang kepadamu (Nabi Muhammad saw.); mereka mengubah perkataan-perkataan (Allah swt.) setelah (mantap berada) di tempat-tempatnya. Mereka mengatakan: “Jika diberikan ini kepada kamu, maka terimalah, dan jika kamu diberi yang bukan ini, maka hati-hatilah.” Barang siapa Allah menghendaki kesesatannya (karena enggan beriman), maka sekali-kali engkau tidak akan mampu menolak sesuatu (pun) dari Allah. Mereka itu adalah orang-orang yang Allah tidak hendak menyucikan hati mereka. Mereka di dunia mendapat kehinaan dan bagi mereka di akhirat azab yang sangat besar. HAMKA:Wahai Rasul! Janganlah mendukacitakan
engkau orang-orang yang berlomba dalam ke
kufuran dari antara orang-orang yang berkata
dengan mulut mereka, “Kami telah beriman,”
padahal tidaklah beriman hati mereka, dan dari
antara orang-orang Yahudi. Mereka mendengar
untuk berdusta. Mereka mendengar untuk sua
tu kaum yang lain yang tidak datang kepada
engkau. Mereka mengubah kalimat-kalimat dari
sesudah (teratur) tempat-tempatnya. Mereka
berkata, “Jika didatangkan kepada kamu (hu
kum) begini, maka terimalah dia, dan jika tidak didatangkannya kepada kamu, maka hendaklah
kamu berjaga diri.” Dan barangsiapa yang dike
hendaki Allah akan mengujinya, maka sekali-kali
tidaklah engkau berkuasa (menolaknya) daripada
Allah sesuatu pun. Itulah orang-orang yang
tidak dikehendaki (lagi) oleh Allah bahwa akan
membersihkan hati mereka. Bagi mereka di dunia
ini kehinaan dan bagi mereka di akhirat adzab
yang besar.
Kemenag RI 2019:Mereka (orang-orang Yahudi itu) sangat suka mendengar berita bohong lagi banyak memakan makanan yang haram. Maka, jika mereka datang kepadamu (Nabi Muhammad untuk meminta putusan), berilah putusan di antara mereka atau berpalinglah dari mereka. Jika engkau berpaling, mereka tidak akan membahayakanmu sedikit pun. Akan tetapi, jika engkau memutuskan (perkara mereka), putuskanlah dengan adil. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang adil.
(QS 5 : 42)
Quraish Shihab:(Orang-orang Yahudi adalah) orang-orang yang suka mendengar kebohongan dan banyak memakan yang haram (seperti riba dan sogok-menyogok). Maka, apabila mereka datang kepadamu maka putuskan-lah (perkara) di antara mereka, atau berpalinglah dari mereka; jika engkau berpaling dari mereka, maka mereka tidak akan memberi mudharat kepadamu sedikit pun. Dan jika engkau memutuskan (perkara) mereka, maka putuskanlah (perkara) di antara mereka dengan adil, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil. HAMKA:Mereka suka mendengar-dengar untuk berdusta; mereka suka memakan harta haram. Maka jika mereka datang kepada engkau, hukumlah di antara mereka atau berpalinglah dari mereka. Dan jika engkau berpaling daripada mereka, tidaklah mereka akan membahayakan bagi engkau sesuatu pun. Dan jika engkau menghukum, maka hukumlah di antara mereka dengan adil. Sesungguhnya Allah cinta kepada orang-orang yang berlaku adil.
Kemenag RI 2019:Bagaimana mereka menjadikanmu sebagai hakim mereka, sedangkan mereka mempunyai Taurat yang di dalamnya (ada) hukum Allah, kemudian mereka berpaling (dari putusanmu) setelah itu? Mereka benar-benar bukanlah orang-orang mukmin.
(QS 5 : 43)
Quraish Shihab:Dan bagaimanakah mereka menjadikanmu (Nabi Muhammad saw.) hakim mereka, padahal mereka memunyai Taurat yang di dalamnya terdapat hukum Allah, kemudian mereka berpaling sesudah itu? Mereka (sungguh) bukanlah orang-orang mukmin. HAMKA:Dan bagaimanalah mereka menjadikan engkau hakim? Padahal di sisi mereka ada Taurat? Di dalamnya ada Hukum Allah, kemudian itu mereka pun berpaling dari sesudah itu? Dan tidaklah mereka itu orang-orang yang beriman?
Kemenag RI 2019:Sesungguhnya Kami telah menurunkan Taurat. Di dalamnya ada petunjuk dan cahaya. Dengannya para nabi, yang berserah diri (kepada Allah), memberi putusan atas perkara orang Yahudi. Demikian pula para rabi dan ulama-ulama mereka (juga memberi putusan) sebab mereka diperintahkan (oleh Allah untuk) menjaga kitab Allah dan mereka merupakan saksi-saksi terhadapnya. Oleh karena itu, janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi) takutlah kepada-Ku. Janganlah kamu menukar ayat-ayat-Ku dengan harga yang murah. Siapa yang tidak memutuskan (suatu urusan) menurut ketentuan yang diturunkan Allah, maka mereka itulah orang-orang kafir. )
(QS 5 : 44)
Quraish Shihab:Sesungguhnya Kami telah menurunkan Taurat, di dalamnya terdapat petunjuk dan cahaya. Dengannya para nabi (dari kalangan Bani Israil) yang berserah diri (kepada Allah swt.) memutuskan (perkara) untuk orang-orang Yahudi, juga riibbdniyyini dan para pendeta, karena mereka diperintahkan (oleh Allah swt. supaya) memelihara kitab Allah dan mereka menjadi para saksi terhadapnya. Maka, janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi) takutlah kepada-Ku. Dan janganlah kamu menukarkan ayat-ayat-Ku dengan harga yang sedikit. Barang siapa tidak memutuskan (perkara) menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang kafir. HAMKA:Sesungguhnya telah Kami turunkan Taurat. Di dalamnya ada petunjuk dan cahaya, menghukum dengan dia nabi-nabi yang menyerah diri (kepada Allah) terhadap orang-orang Yahudi. Dan juga pendeta-pendeta dan orang-orang alim dengan apa yang telah diamanahi mereka dari Kitab Allah. Dan adalah mereka itu menjadi saksi atasnya. Maka janganlah kamu takuti manusia tetapi takutlah Aku; dan janganlah kau jual ayat-ayat-Ku dengan harga yang sedikit. Dan barangsiapa yang tidak menghukum dengan apa yang diturunkan Allah, maka adalah mereka itu orang-orang yang kafir.
Kemenag RI 2019:Kami telah menetapkan bagi mereka (Bani Israil) di dalamnya (Taurat) bahwa nyawa (dibalas) dengan nyawa, mata dengan mata, hidung dengan hidung, telinga dengan telinga, gigi dengan gigi, dan luka-luka (pun) ada kisasnya (balasan yang sama). Siapa yang melepaskan (hak kisasnya), maka itu (menjadi) penebus dosa baginya. Siapa yang tidak memutuskan (suatu urusan) menurut ketentuan yang diturunkan Allah, maka mereka itulah orang-orang zalim.
(QS 5 : 45)
Quraish Shihab:Dan Kami telah menetapkan terhadap mereka (Bani Israil) di dalamnya (Taurat) bahwa jiwa (dibalas) dengan jiwa, mata dengan mata, hidung dengan hidung, telinga dengan telinga, gigi dengan gigi, dan luka-luka (pun) ada qisasnya. Barang siapa menyedekahkannya (tidak menuntut hak), maka itu (menjadi) penebus dosa baginya. Barang siapa tidak memutuskan (perkara) menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang zalim. HAMKA:Dan telah Kami wajibkan atas mereka di dalamnya, bahwasanya jiwa (balas) dengan jiwa, mata dengan mata, hidung dengan hidung, telinga dengan telinga, gigi dengan gigi, dan luka-luka ada qisasnya. Maka barangsiapa yang mendermakan hak balas itu maka adalah itu penebus baginya. Dan barangsiapa yang tidak menghukum dengan apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang aniaya.
Kemenag RI 2019:Kami meneruskan jejak mereka (para nabi Bani Israil) dengan (mengutus) Isa putra Maryam yang membenarkan apa (kitab suci) yang sebelumnya, yaitu Taurat. Kami menurunkan Injil kepadanya (yang) di dalamnya terdapat petunjuk dan cahaya; yang membenarkan kitab suci yang sebelumnya, yaitu Taurat; dan menjadi petunjuk serta pengajaran bagi orang-orang yang bertakwa.
(QS 5 : 46)
Quraish Shihab:Dan Kami telah mengiringkan jejak mereka (para nabi Bani Israil) dengan ‘Isa putra Maryam, membenarkan apa (kitab) yang sebelumnya, yaitu Taurat. Dan Kami telah menganugerahkan kepadanya Injil. Di dalamnya terdapat petunjuk dan cahaya dan (Kitab Injil itu) membenarkan apa (kitab) yang sebelumnya, yaitu Taurat dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa. HAMKA:Dan telah Kami iringi atas jejak-jejak mereka dengan Isa anak Maryam, sebagai menggenapi bagi yang terlebih dahulu daripadanya dari Taurat; dan telah Kami berikan kepadanya Injil. Di dalamnya ada petunjuk dan cahaya dan sebagai menggenapi bagi apa yang terdahulu daripadanya dari Taurat, dan petunjuk dan pengajaran bagi orang-orang yang (mau) bertakwa.
Kemenag RI 2019:Hendaklah pengikut Injil memutuskan (urusan) menurut apa yang diturunkan Allah di dalamnya. ) Siapa yang tidak memutuskan (suatu urusan) menurut ketentuan yang diturunkan Allah, maka mereka itulah orang-orang fasik.
(QS 5 : 47)
Quraish Shihab:Hendaklah para pengikut Injil, memutuskan (perkara) menurut apa yang diturunkan Allah di dalamnya. Barang siapa tidak memutuskan (perkara) menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itulah orang-orang fasik (keluar dari ketaatan kepada Allah swt.). HAMKA:Maka hendaklah menghukum Ahlul Injil dengan apa yang telah diturunkan oleh Allah padanya. Dan barangsiapa yang tidak menghukum dengan apa yang diturunkan oleh Allah, maka itulah orang-orang yang fasik.
Kemenag RI 2019:Kami telah menurunkan kitab suci (Al-Qur’an) kepadamu (Nabi Muhammad) dengan (membawa) kebenaran sebagai pembenar kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya dan sebagai penjaganya (acuan kebenaran terhadapnya). Maka, putuskanlah (perkara) mereka menurut aturan yang diturunkan Allah dan janganlah engkau mengikuti hawa nafsu mereka dengan (meninggalkan) kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk setiap umat di antara kamu Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Seandainya Allah menghendaki, niscaya Dia menjadikanmu satu umat (saja). Akan tetapi, Allah hendak mengujimu tentang karunia yang telah Dia anugerahkan kepadamu. Maka, berlomba-lombalah dalam berbuat kebaikan. Hanya kepada Allah kamu semua kembali, lalu Dia memberitahukan kepadamu apa yang selama ini kamu perselisihkan.
(QS 5 : 48)
Quraish Shihab:Dan Kami telah menurunkan kepa damu (Nabi Muhammad saw.) al-Kitab (al-Quran) dengan haq (benar dan me ngandung kebenaran), membenarkan apa yang sebelumnya dari kitab-kitab dan (juga sebagai) batu ujian (yakni tolok ukur kebenaran) terhadapnya (kitab-kitab); maka putuskanlah (perkara) di antara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah engkau mengikuti hawa nafsu mereka dengan (meninggalkan kebenaran) yang telah datang kepadamu. Bagi masing-masing (umat) Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Jika seandainya Allah menghendaki, pasti Dia menjadikan kamu satu umat (saja), tetapi Dia hendak menguji kamu melalui apa yang telah dianugerahkan- Nya kepada kamu, maka berlomba- lombalah kamu (dalam) berbuat aneka kebajikan. Hanya kepada Allah-lah tempat kamu semua kembali, lalu Dia akan memberitahukan kepada kamu tentang apa yang yang dahulu kamu berselisih tentangnya. HAMKA:Dan telah Kami turunkan kepada engkau Kitab itu dengan kebenaran, menggenapkan apa yang terlebih dahulu daripadanya dari Kitab, dan sebagai penyaksi atasnya. Maka hukumkanlah di antara mereka dengan apa yang telah diturunkan Allah, dan janganlah engkau turuti hawa nafsu mereka, dari apa pun yang akan memalingkan engkau daripada kebenaran. Bagi tiap-tiapnya itu telah Kami adakan peraturan dan jalan. Dan jikalau Allah menghendaki, sesungguhnya telah dijadikan kamu semua umat yang satu. Akan tetapi diberi-Nya ujian kamu pada apa yang telah diberikan-Nya kepada kamu itu. Sebab itu berlomba-lombalah berbuat kebajikan-kebajikan. Kepada Allah-lah tempat kembali kamu sekalian, maka akan diberitakan-Nya kepada kamu tentang apa yang telah kamu perselisihkan kepada-Nya.
Kemenag RI 2019:Hendaklah engkau memutuskan (urusan) di antara mereka menurut aturan yang diturunkan Allah dan janganlah engkau mengikuti hawa nafsu mereka. Waspadailah mereka agar mereka tidak dapat memperdayakan engkau untuk meninggalkan sebagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah berkehendak menimpakan musibah kepada mereka disebabkan sebagian dosa-dosa mereka. Sesungguhnya banyak dari manusia adalah orang-orang yang fasik.
(QS 5 : 49)
Quraish Shihab:Dan hendaklah engkau (Nabi Muhammad saw.) memutuskan (perkara) di antara mereka (Ahl al- Kitab dan selain mereka) menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah engkau mengikuti hawa nafsu mereka. Dan berhati-hatilah terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkanmu dari sebagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu.151 Jika mereka berpaling, maka ketahuilah sesungguhnya Allah hendak menimpakan musibah kepada mereka disebabkan sebagian dosa-dosa mereka. Dan sesung guhnya banyak dari manusia adalah orang-orang yang benar-benar fasik (keluar dari ketaatan kepada Allah swt.). HAMKA:Dan bahwa hendaklah engkau menghukum di antara mereka itu dengan apa yang telah diturunkan oleh Allah, dan janganlah engkau turuti hawa nafsu mereka, dan berjaga dirilah engkau dari mereka agar jangan sampai mereka fitnahi engkau dari setengah apa yang diturunkan Allah kepada engkau. Maka sekiranya mereka berpaling, ketahuilah oleh engkau bahwa Allah tidaklah mau, melainkan menyiksa mereka dengan setengah dari dosa-dosa mereka. Dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia adalah sungguh-sungguh fasik.
Kemenag RI 2019:Apakah hukum jahiliah yang mereka kehendaki? (Hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang meyakini (agamanya)?
(QS 5 : 50)
Quraish Shihab:Apakah hukum Jahiliyah155 yang mereka kehendaki, dan siapakah
yang lebih baik dari Allah dalam menetapkan hukum bagi kaum yang
(mau) meyakini? HAMKA:Apakah hukum secara jahiliyah yang mereka ingini? Padahal siapakah yang lebih baik daripada Allah hukum-Nya? Bagi kaum yang berkeyakinan?
Kemenag RI 2019:Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menjadikan orang Yahudi dan Nasrani sebagai teman setia(-mu). ) Sebagian mereka menjadi teman setia bagi sebagian yang lain. Siapa di antara kamu yang menjadikan mereka teman setia, maka sesungguhnya dia termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang zalim.
(QS 5 : 51)
Quraish Shihab:Hai orang-orang yang beriman!
Janganlah kamu menjadikan orang-
orang Yahudi dan Nasrani sebagai
para wali (teman dekat dan penolong),
sebagian mereka adalah wali (teman
dekat dan penolong) bagi sebagian
yang lain. Barang siapa di antara kamu
menjadikan mereka (yang memusuhi
Islam itu sebagai) orang-orang dekat
dan penolong, maka sesungguhnya
dia termasuk sebagian (dari kelompok)
mereka. Sesungguhnya Allah tidak
memberi petunjuk kepada kaum yang
zalim. HAMKA:Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mengambil orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin; sebagian mereka adalah pemimpin-pemimpin dari yang sebagian. Dan barangsiapa yang menjadikan mereka pemimpin di antara kamu, maka sesungguhnya dia itu telah tergolong dari mereka. Sesungguhnya Allah tidaklah akan memberi petunjuk kepada kaum yang zalim.
Kemenag RI 2019:Maka, kamu akan melihat orang-orang yang hatinya berpenyakit segera mendekati mereka (Yahudi dan Nasrani) seraya berkata, “Kami takut akan tertimpa mara bahaya.” Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenangan (kepada Rasul-Nya) atau suatu keputusan dari sisi-Nya sehingga mereka menyesali apa yang mereka rahasiakan dalam diri mereka.
(QS 5 : 52)
Quraish Shihab:Maka, engkau akan melihat orang-
orang yang ada penyakit dalam hati
mereka bersegera mendekati mereka
(orang-orang Yahudi dan Nasrani)
seraya berkata: “Kami takut mendapat
marabahaya.” Mudah-mudahan Allah
akan mendatangkan kemenangan atau
suatu ketetapan dari sisi-Nya. Karena
itu, mereka menjadi orang-orang yang
menyesal terhadap apa yang mereka
rahasiakan dalam diri mereka. HAMKA:Maka akan engkau lihat orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit, berlomba-lombalah bila mereka kepada mereka, berkata mereka, “Kami takut bahwa akan menimpa kepada kami kecelakaan.” Maka moga-mogalah Allah akan mendatangkan kemenangan atau suatu keadaan dari sisi-Nya. Maka jadilah mereka itu, atas apa yang mereka simpan-simpan dalam hati mereka, menjadi orang-orang yang menyesal.
Kemenag RI 2019:Orang-orang yang beriman akan berkata, “Inikah orang yang bersumpah dengan (nama) Allah secara sungguh-sungguh bahwa mereka benar-benar beserta kamu?” Segala amal mereka menjadi sia-sia sehingga mereka menjadi orang-orang yang rugi.
(QS 5 : 53)
Quraish Shihab:Dan orang-orang yang beriman
berkata:
“Mereka itukah yang
bersumpah dengan (nama) Allah
dengan segala kesungguhan bahwa
mereka benar-benar bersama kamu?”
Sia-sialah segala amal mereka, maka
(dengan demikian) mereka menjadi
orang-orang yang rugi. HAMKA:Dan berkata orang-orang yang beriman, “Orang-orang inikah yang telah bersumpah dengan nama Allah dengan kesungguhan sumpah mereka, bahwa mereka adalah bersama kamu?” Telah gugurlah amal-amal mereka, maka jadilah mereka orang-orang yang merugi.
Kemenag RI 2019:Wahai orang-orang yang beriman, siapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Dia mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang-orang mukmin dan bersikap tegas terhadap orang-orang kafir. Mereka berjihad di jalan Allah dan tidak takut pada celaan orang yang mencela. Itulah karunia Allah yang diberikan-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki. Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.
(QS 5 : 54)
Quraish Shihab:Hai orang-orang yang beriman!
Barang siapa di antara kamu murtad
dari agamanya, maka kelak Allah
mendatangkan suatu kaum yang
Allah mencintai mereka dan mereka
(pun) mencintai-Nya. Lemah lembut
terhadap orang-orang mukmin, tegas
terhadap orang-orang kafir. Mereka
berjihad di jalan Allah dan tidak takut
kepada celaan pencela. Itulah karunia
dianugerahkan-Nya kepada
siapa yang Dia kehendaki (sesuai
dengan kuasa dan kebijaksanaan-Nya),
dan Allah Maha Luas (anugerah-Nya),
lagi Maha Mengetahui. HAMKA:Wahai orang-orang yang beriman! Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, maka akan didatangkan oleh Allah suatu kaum yang dicintai-Nya, dan mereka pun mencintai-Nya, yang merendah diri kepada orang-orang yang beriman, gagah perkasa menghadapi orang-orang kafir, yang mereka berjihad pada jalan Allah, dan tidak mereka takut akan celaan orang yang mencela. Yang demikianlah karunia Allah, yang Dia berikan kepada barangsiapa yang Dia kehendaki. Dan Allah adalah Mahaluas, lagi Mahatahu.
Kemenag RI 2019:Sesungguhnya penolongmu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman yang menegakkan salat dan menunaikan zakat seraya tunduk (kepada Allah).
(QS 5 : 55)
Quraish Shihab:Sesungguhnya Wali (Pelindung dan Penolong) kamu hanyalah
Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman yang melaksanakan
shalat secara berkesinambungan dan menunaikan zakat, seraya rukuk
(tunduk kepada Allah swt. dan melaksanakan tuntunan-tuntunan-
Nya). HAMKA:Tidak ada pemimpin bagi kamu, kecuali Allah dan Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan shalat dan mengeluarkan zakat, dan mereka itu semuanya tunduk.
Kemenag RI 2019:Siapa yang menjadikan Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman sebagai penolongnya, sesungguhnya para pengikut Allah itulah yang akan menjadi pemenang.
(QS 5 : 56)
Quraish Shihab:Dan barang siapa mengambil Allah, Rasul-Nya dan orang-orang
yang beriman menjadi wali (penolong), maka sesungguhnya kelompok
pengikut Allah itulah (yang akan menjadi) para pemenang. HAMKA:Dan barangsiapa yang menjadikan Allah dan Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman menjadi pemimpin, maka sesungguhnya partai Allah, mereka itulah yang akan menang.
Kemenag RI 2019:Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menjadikan orang-orang yang menjadikan agamamu bahan ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi kitab suci sebelummu dan orang-orang kafir, sebagai teman setia(-mu). ) Bertakwalah kepada Allah jika kamu orang-orang mukmin.
(QS 5 : 57)
Quraish Shihab:Hai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menjadikan orang-
orang yang membuat agama kamu bahan olok-olokan dan permainan,
(yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi Kitab sebelum kamu dan
orang-orang yang kafir, sebagai wali (teman dekat dan penolong). Dan
bertakwalah kepada Allah jika kamu orang-orang mukmin. HAMKA:Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mengambil orang-orang yang telah menjadikan agamamu sebagai ejekan dan permainan—(yaitu) dari orang-orang yang telah diberi kitab sebelum kamu, dan orang-orang yang kafir—sebagai pemimpin-pemimpin. Bertakwalah kepada Allah jika memang kamu orang-orang yang beriman.
Kemenag RI 2019:Apabila kamu menyeru untuk (melaksanakan) salat, mereka menjadikannya bahan ejekan dan permainan. Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka orang-orang yang tidak mengerti.
(QS 5 : 58)
Quraish Shihab:Dan apabila kamu menyeru
(mereka) untuk (melaksanakan) shalat,
mereka menjadikannya bahan olok-
olokan dan permainan. Itu adalah
karena sesungguhnya mereka kaum
yang tidak mau berpikir. HAMKA:Dan apabila kamu menyeru mereka kepada shalat, mereka menjadikannya sebagai ejekan dan permainan. Yang demikian itu karena mereka adalah kaum yang tidak berakal.
Kemenag RI 2019:Katakanlah, “Wahai Ahlulkitab, apakah kamu memandang kami salah hanya karena kami beriman kepada Allah, pada apa yang diturunkan kepada kami (Al-Qur’an), pada apa yang diturunkan sebelumnya, dan (kami yakin bahwa) sesungguhnya kebanyakan kamu adalah orang-orang fasik?”
(QS 5 : 59)
Quraish Shihab:Katakanlah (Nabi Muhammad
saw.): “Hai Ahl al-Kitab! Apakah
kamu memandang kami salah, hanya
karena kami beriman kepada Allah,
kepada apa yang diturunkan kepada
kami dan kepada apa yang diturunkan
sebelumnya, dan bahwa kebanyakan di
antara kamu adalah orang-orang fasik
(keluar dari ketaatan kepada Allah
swt.)? ’ HAMKA:Katakanlah, "Wahai Ahlul Kitab! Bukankah kebencian kalian kepada kami itu hanyalah karena kami beriman kepada Allah, kepada apa yang diturunkan kepada kami, dan kepada apa yang diturunkan sebelumnya? Dan bahwasanya kebanyakan dari kalian adalah orang-orang yang fasik."
Kemenag RI 2019:Katakanlah (Nabi Muhammad), “Apakah akan aku beritakan kepadamu tentang sesuatu yang lebih buruk pembalasannya daripada itu ) di sisi Allah? (Yaitu balasan) orang yang dilaknat dan dimurkai Allah (yang) di antara mereka Dia jadikan kera dan babi. ) (Di antara mereka ada pula yang) menyembah Tagut.” Mereka itu lebih buruk tempatnya dan lebih tersesat dari jalan yang lurus.
(QS 5 : 60)
Quraish Shihab:Katakanlah (Nabi Muhammad
saw.): “Apakah akan aku beritahukan
kepada kamu tentang (orang-orang)
yang lebih buruk pembalasannya dari
(orang-orang fasik) itu di sisi Allah?
Yaitu, orang-orang yang dilaknat dan
dimurkai Allah. Di antara mereka ada
yang Dia jadikan kera-kera dan babi-
babi; dan (orang) yang menyembah
thaghnt?l5b Mereka itu lebih buruk
kedudukan-(nya) dan lebih tersesat
dari jalan yang lurus. HAMKA:Katakanlah, "Maukah aku beritakan kepada kalian sesuatu yang lebih buruk balasannya di sisi Allah daripada yang demikian itu?" Yaitu orang-orang yang telah dilaknat oleh Allah, yang dimurkai-Nya, dan yang Dia jadikan kera-kera serta babi-babi, serta penyembah thagut. Mereka itulah orang-orang yang paling buruk tempatnya dan paling sesat dari jalan yang lurus.
Kemenag RI 2019:Apabila (Ahlulkitab yang munafik) datang kepadamu, mereka berkata, “Kami telah beriman,” padahal mereka datang dengan kekufuran dan mereka pergi (juga) dengannya (kekufuran). Allah lebih mengetahui apa yang selalu mereka sembunyikan.
(QS 5 : 61)
Quraish Shihab:Dan apabila orang-orang (Yahudi
atau munafik) datang kepada kamu,
mereka berkata: “Kami telah beriman,”
padahal sungguh mereka telah datang
(kepada kamu) dengan kekufiiran dan
sungguh mereka pergi dengannya (pula),
dan Allah lebih mengetahui apa yang
mereka sembunyikan. HAMKA:Dan apabila mereka datang kepadamu, mereka berkata, "Kami telah beriman!" Padahal sesungguhnya mereka masuk dengan kekafiran dan keluar pun dengan itu juga. Dan Allah lebih mengetahui apa yang mereka sembunyikan.
Kemenag RI 2019:Kamu akan melihat banyak di antara mereka (Ahlulkitab) berlomba-lomba dalam perbuatan dosa, permusuhan, dan memakan (makanan) yang haram. Sungguh, itulah seburuk-buruk apa yang selalu mereka kerjakan.
(QS 5 : 62)
Quraish Shihab:Dan engkau akan melihat banyak
dari mereka bersegera dalam dosa,
permusuhan dan makan yang haram.
Benar-benar sangat buruk apa yang
telah mereka kerjakan. HAMKA:Dan engkau akan melihat kebanyakan dari mereka berlomba-lomba dalam dosa, permusuhan, dan memakan yang haram. Sungguh buruk apa yang mereka kerjakan.
Kemenag RI 2019:Mengapa para ulama dan pendeta tidak melarang mereka mengucapkan perkataan bohong dan memakan (makanan) yang haram? Sungguh, itulah seburuk- buruk apa yang selalu mereka perbuat.
(QS 5 : 63)
Quraish Shihab:Mengapa rabbdniyyim dan para
pendeta (mereka) tidak menghalangi
mereka dari perkataan mereka yang
dosa dan makanan mereka yang haram?
Benar-benar sangat buruk apa yang telah mereka perbuat. HAMKA:Mengapa para pendeta dan ulama mereka tidak melarang mereka dari perkataan dosa dan memakan yang haram? Sungguh buruk apa yang telah mereka perbuat.
Kemenag RI 2019:Orang-orang Yahudi berkata, “Tangan Allah terbelenggu (kikir).” Sebenarnya tangan merekalah yang dibelenggu. Mereka dilaknat disebabkan apa yang telah mereka katakan. Sebaliknya, kedua tangan-Nya terbuka (Maha Pemurah). Dia memberi rezeki sebagaimana Dia kehendaki. (Al-Qur’an) yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu itu pasti akan menambah kedurhakaan dan kekufuran bagi kebanyakan mereka. Kami timbulkan permusuhan dan kebencian di antara mereka sampai hari Kiamat. Setiap kali mereka menyalakan api peperangan, Allah memadamkannya. Mereka berusaha (menimbulkan) kerusakan di bumi. Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.
(QS 5 : 64)
Quraish Shihab:Dan orang-orang Yahudi berkata: “Tangan Allah terbelenggu
(kikir).” Tangan merekalah yang dibelenggu dan merekalah yang
dilaknat disebabkan apa yang telah mereka katakan. (Tidak demikian),
tetapi kedua tangan-Nya terbuka; Dia menafkahkan sebagaimana Dia
kehendaki. Dan apa yang diturunkan kepadamu (berupa tuntunan, di
antaranya adalah wahyu al-Qur’an) dari Tuhan Pemelihara kamu, pasti
akan menambah pelampauan batas dan kekufuran bagi banyak (orang)
di antara mereka. Dan Kami campakkan permusuhan dan kebencian di
antara mereka hingga Hari Kiamat. Setiap kali mereka menyalakan api
peperangan, Allah memadamkannya dan mereka berbuat kerusakan di
bumi, dan Allah tidak menyukai para pembuat kerusakan. HAMKA:Dan orang-orang Yahudi berkata, "Tangan Allah terbelenggu!" Padahal yang terbelenggu adalah tangan mereka sendiri, dan mereka dikutuk karena apa yang mereka katakan itu. Bahkan kedua tangan-Nya terbuka, Dia memberi rezeki sebagaimana yang Dia kehendaki. Dan apa yang telah diturunkan oleh Tuhanmu kepadamu itu akan semakin menambah kedurhakaan dan kekufuran bagi kebanyakan dari mereka. Dan Kami akan timpakan di antara mereka permusuhan dan kebencian hingga hari Kiamat. Setiap kali mereka menyalakan api peperangan, Allah memadamkannya. Mereka terus berusaha membuat kerusakan di bumi, padahal Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.
Kemenag RI 2019:Seandainya Ahlulkitab itu beriman dan bertakwa, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahan mereka dan tentu Kami masukkan mereka ke dalam surga-surga yang penuh kenikmatan.
(QS 5 : 65)
Quraish Shihab:Dan jika seandainya Ahl al-Kitab
beriman dan bertakwa, pastilah Kami
hapus kesalahan-kesalahan mereka
dan pastilah Kami masukkan mereka
(ke) surga-surga Na‘im (yang penuh
kenikmatan). HAMKA:Dan sekiranya Ahlul Kitab itu beriman dan
bertakwa, niscaya Kami hapuskanlah dari mereka
kesalahan-kesalahan mereka, dan niscaya Kami
masukkanlah mereka ke dalam surga-surga ke
nikmatan.
Kemenag RI 2019:Seandainya mereka menegakkan (hukum) Taurat, Injil, dan (Al-Qur’an) yang diturunkan kepada mereka dari Tuhan mereka, niscaya mereka akan mendapat makanan dari atas mereka dan dari bawah kaki mereka. ) Di antara mereka ada umat yang menempuh jalan yang lurus. Sementara itu, banyak di antara mereka sangat buruk apa yang mereka kerjakan.
(QS 5 : 66)
Quraish Shihab:Dan jika seandainya mereka sungguh-sungguh menegakkan Taurat, Injil dan apa yang diturunkan kepada mereka dari Tuhan Pemelihara mereka, niscaya mereka akan makan
(memperoleh rezeki yang bersumber) dari atas mereka dan dari bawah kaki mereka. " Di antara mereka ada golongan yang pertengahan. Dan banyak di antara mereka yang sangat buruk apa yang mereka kerjakan. HAMKA:Dan sekiranya mereka benar-benar menegakkan Taurat dan Injil serta apa yang telah diturunkan kepada mereka dari Tuhan mereka, niscaya mereka akan mendapatkan rezeki dari atas mereka dan dari bawah kaki mereka. Di antara mereka ada golongan yang berlaku adil, tetapi kebanyakan dari mereka sangat buruk amal perbuatannya.
Kemenag RI 2019:Wahai Rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan Tuhanmu kepadamu. Jika engkau tidak melakukan (apa yang diperintahkan itu), berarti engkau tidak menyampaikan risalah-Nya. Allah menjaga engkau dari (gangguan) manusia. ) Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang kafir.
(QS 5 : 67)
Quraish Shihab:Wahai Rasul! Sampaikanlah apa
yang diturunkan kepadamu dari
Tuhan Pemeliharamu. Dan jika tidak
engkau kerjakan, maka engkau tidak
menyampaikan amanah-Nya. Allah
memeliharamu
dari
(gangguan)
manusia. Sesungguhnya Allah tidak
memberi petunjuk kepada kaum kafir. HAMKA:Wahai Rasul! Sampaikanlah apa yang telah diturunkan kepadamu dari Tuhanmu. Jika tidak engkau lakukan, maka engkau tidaklah menyampaikan perintah-Nya. Dan Allah akan melindungimu dari manusia. Sesungguhnya Allah tidak akan memberi petunjuk kepada kaum yang kafir.
Kemenag RI 2019:Katakanlah (Nabi Muhammad), “Wahai Ahlulkitab, kamu tidak menganut sesuatu pun (agama yang benar) hingga kamu menegakkan ajaran-ajaran Taurat, Injil, dan (Al-Qur’an) yang diturunkan Tuhanmu kepadamu.” Apa yang diturunkan Tuhanmu kepadamu pasti akan membuat banyak di antara mereka lebih durhaka dan ingkar. Maka, janganlah engkau bersedih terhadap kaum yang kafir itu.
(QS 5 : 68)
Quraish Shihab:Katakanlah (Nabi Muhammad
saw.):
“Hai Ahl al-Kitab! Kamu
tidak berada di atas satu pijakan
(agama) sedikit pun hingga kamu
menegakkan (ajaran) Taurat, Injil
dan apa yang diturunkan kepada
kamu dari Tuhan Pemelihara kamu.”
Dan apa yang diturunkan kepadamu
(berupa tuntunan, di antaranya
adalah wahyu al-Qur’an) dari Tuhan
Pemeliharamu, pasti akan menambah
pidampaujii batas dan kekufuran bagi
banyak (orang) di antara mereka;
muka j:5J i gaillaJ i engkau bersedih hati
rfrhadap orang-orang kafir. HAMKA:Katakanlah, "Wahai Ahlul Kitab! Kalian tidak berada di atas kebenaran hingga kalian menegakkan Taurat dan Injil, serta apa yang telah diturunkan kepada kalian dari Tuhan kalian." Dan apa yang diturunkan dari Tuhanmu itu bagi kebanyakan mereka hanyalah menambah kedurhakaan dan kekafiran. Maka janganlah engkau bersedih terhadap kaum yang kafir itu.
Kemenag RI 2019:Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang Yahudi, Sabiin, dan Nasrani, siapa yang beriman kepada Allah, hari Akhir, dan beramal saleh, tidak ada rasa takut yang menimpa mereka dan mereka pun tidak bersedih.
(QS 5 : 69)
Quraish Shihab:Sesungguhnya orang-orang yang
beriman (kepada Nabi Muhammad
saw.),
orang-orang Yahudi (yang
mengaku beriman kepada Nabi Musa
as.), Shabi’in (kaum musyrik atau
penganut agama dan kepercayaan lain) dan orang-orang Nasrani (yang mengaku beriman kepada Nabi
‘Isa as.), siapa saja (di antara mereka) beriman kepada Allah dan Hari
Kemudian serta mengerjakan amal saleh, maka tidak ada rasa takut
menimpa mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati. HAMKA:Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang Yahudi, orang-orang Shabi’un, dan Nasrani—barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir serta beramal saleh, maka tidak ada ketakutan bagi mereka dan mereka tidak akan bersedih hati.
Kemenag RI 2019:Sungguh, Kami benar-benar telah mengambil perjanjian dari Bani Israil dan telah mengutus rasul-rasul kepada mereka. ) Setiap kali rasul datang kepada mereka dengan membawa apa yang tidak sesuai dengan hawa nafsu mereka, sebagian (dari rasul itu) mereka dustakan dan sebagian yang lain mereka bunuh.
(QS 5 : 70)
Quraish Shihab:Demi (keagungan dan kekuasaan Kami)! Sungguh, Kami telah
mengambil perjanjian dari Bani Israil dan Kami telah mengutus
kepada mereka para utusan. (Tetapi), setiap datang seorang utusan
kepada mereka dengan membawa apa yang tidak diingini oleh hawa
nafsu mereka, sekelompok (dari para rasul itu) mereka dustakan dan
sekelompok (lainnya) mereka bunuh. HAMKA:Sesungguhnya Kami telah mengambil perjanjian dari Bani Israil dan telah Kami utus kepada mereka para rasul. Setiap kali datang seorang rasul kepada mereka dengan membawa ajaran yang tidak sesuai dengan hawa nafsu mereka, mereka mendustakannya. Bahkan, sebagian mereka membunuhnya.
Kemenag RI 2019:Mereka mengira bahwa tidak akan terjadi fitnah (azab akibat dosa-dosa mereka). Oleh karena itu, mereka menjadi buta dan tuli. Setelah itu Allah menerima tobat mereka, kemudian banyak di antara mereka buta dan tuli (lagi). Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan.
(QS 5 : 71)
Quraish Shihab:Dan mereka mengira bahwa tidak
akan ada suatu bencana (yang me
nimpa mereka), maka mereka menjadi
buta (tidak dapat melihat tanda-tanda
kebesaran Allah swt.) dan tuli (tidak
mendengar petunjuk dan peringatan-
peringatan-Nya), kemudian (mereka
sadar dan bertaubat, maka) Allah
menerima taubat mereka, kemudian
banyak dari mereka buta dan tuli
(lagi). Dan Allah Maha Melihat apa
yang mereka kerjakan. HAMKA:Mereka mengira tidak akan ada ujian, maka mereka pun menjadi buta dan tuli. Kemudian Allah menerima tobat mereka, tetapi setelah itu kebanyakan dari mereka kembali buta dan tuli. Dan Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan.
Kemenag RI 2019:Sungguh, telah kufur orang-orang yang berkata, “Sesungguhnya Allah itulah Almasih putra Maryam.” Almasih (sendiri) berkata, “Wahai Bani Israil, sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu!” Sesungguhnya siapa yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka sungguh, Allah mengharamkan surga baginya dan tempatnya ialah neraka. Tidak ada seorang penolong pun bagi orang-orang zalim itu.
(QS 5 : 72)
Quraish Shihab:Demi (Allah)! Sungguh, telah
kafirlah orang-orang yang berkata:
“Sesungguhnya Allah adalah al-Masih
putra Maryam,” padahal al-Masih
berkata: “Hai Bani Israil! Sembahlah
Allah Tuhan Pemeliharaku dan Tuhan
Pemelihara
kamu.
barang
siapa
Sesungguhnya
menyekutukan
Allah, maka sungguh Allah telah
mengharamkan baginya surga dan
tempatnya adalah neraka. Dan tidak
ada bagi orang-orang zalim (satu)
penolong (pun).” HAMKA:Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata, "Sesungguhnya Allah adalah al-Masih putra Maryam!" Padahal al-Masih sendiri berkata, "Wahai Bani Israil! Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhan kalian!" Sesungguhnya barang siapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka sungguh Allah telah mengharamkan surga baginya, dan tempat kembalinya adalah neraka. Dan bagi orang-orang zalim tidak ada penolong.
Kemenag RI 2019:Sungguh, telah kufur orang-orang yang mengatakan bahwa Allah adalah salah satu dari yang tiga, padahal tidak ada tuhan selain Tuhan Yang Maha Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan, pasti orang-orang yang kufur di antara mereka akan ditimpa azab yang sangat pedih.
(QS 5 : 73)
Quraish Shihab:Demi (Allah)! Sungguh, telah
kafirlah orang-orang yang berkata:
“Sesungguhnya Allah salah satu
dari tiga,” padahal sekali-kali tidak
ada Tuhan (Yang Kuasa dan berhak
disembah) melainkan Tuhan Yang
Maha Esa semata-mata. Jika mereka
tidak berhenti dari apa yang mereka
katakan, pasti orang-orang yang kafir
di antara mereka akan ditimpa azab
yang sangat pedih. HAMKA:Dan sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata, "Sesungguhnya Allah adalah salah satu dari yang tiga." Padahal tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan, niscaya akan menimpa mereka azab yang pedih.
Kemenag RI 2019:Tidakkah mereka bertobat kepada Allah dan memohon ampunan kepada-Nya, padahal Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang?
(QS 5 : 74)
Quraish Shihab:Maka, tidakkah mereka bertaubat
kepada Allah dan memohon ampunan-
Nya. Dan Allah Maha Pengampun,
lagi Maha Pengasih. HAMKA:Maka, mengapa mereka tidak juga bertobat kepada Allah dan memohon ampun kepada-Nya? Padahal Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Kemenag RI 2019:Almasih putra Maryam hanyalah seorang rasul. Sebelumnya pun sudah berlalu beberapa rasul. Ibunya adalah seorang yang berpegang teguh pada kebenaran. Keduanya makan (seperti halnya manusia biasa). Perhatikanlah bagaimana Kami menjelaskan ayat-ayat (tanda-tanda kekuasaan) kepada mereka (Ahlulkitab), kemudian perhatikanlah bagaimana mereka dipalingkan (dari kebenaran).
(QS 5 : 75)
Quraish Shihab:Al-Masih putra Maryam tidak lain
hanyalah seorang rasul. Sungguh, telah
berlalu sebelumnya beberapa rasul, dan
ibunya adalah seorang shiddiqab (yang
sangat benar dalam niat, ucapan dan prilakunya), keduanya senantiasa
memakan makanan. Perhatikanlah bagaimana Kami menjelaskan
kepada mereka (Ahl al-Kitab) ayat-ayat (bukti-bukti, tanda-tanda,
dan argumentasi yang beraneka ragam), kemudian perhatikanlah
bagaimana mereka dipalingkan (tidak mau mengerti tentang tanda-
tanda itu). HAMKA:Al-Masih putra Maryam tidak lain hanyalah seorang rasul, seperti para rasul yang telah mendahuluinya. Dan ibunya adalah seorang wanita yang sangat taat. Keduanya biasa makan makanan seperti manusia lainnya. Perhatikanlah bagaimana Kami menjelaskan tanda-tanda kebesaran Kami kepada mereka, tetapi lihatlah bagaimana mereka tetap berpaling.
Kemenag RI 2019:Katakanlah (Nabi Muhammad), “Mengapa kamu menyembah selain Allah sesuatu yang tidak dapat mendatangkan kepadamu mudarat dan tidak (pula) manfaat?” Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
(QS 5 : 76)
Quraish Shihab:Katakanlah (Nabi Muhammad saw. dan siapa saja): “Apakah kamu
menyembah selain dari Allah, sesuatu yang tidak mampu mendatangkan
mudharat kepada kamu dan tidak (pula) memberi manfaat?” Dan
Allah, Dia Yang Maha Mendengar, lagi Maha Mengetahui. HAMKA:Katakanlah, "Apakah kalian menyembah selain Allah, sesuatu yang tidak berkuasa mendatangkan mudarat maupun manfaat bagi kalian? Padahal Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."
Kemenag RI 2019:Katakanlah (Nabi Muhammad), “Wahai Ahlulkitab, janganlah kamu berlebih-lebihan dalam (urusan) agamamu tanpa hak. Janganlah kamu mengikuti hawa nafsu kaum yang benar-benar tersesat sebelum kamu dan telah menyesatkan banyak (manusia) serta mereka sendiri pun tersesat dari jalan yang lurus.”
(QS 5 : 77)
Quraish Shihab:Katakanlah (Nabi Muhammadsaw.):
“Hai Ahl al-Kitab! Janganlah kamu ber
lebih-lebihan dalam (melaksanakan)
agama kamu dengan cara tidak benar.
Dan janganlah kamu mengikuti hawa
nafsu orang-orang yang sungguh telah
tersesat dahulu (sebelum datangnya
Nabi Muhammad saw.) dan mereka
telah menyesatkan banyak (orang),
dan mereka sesat dari jalan yang lurus
(sesudah datangnya Nabi Muhammad
saw.). HAMKA:Katakanlah, "Wahai Ahlul Kitab! Janganlah kalian berlebih-lebihan dalam agama kalian di luar kebenaran, dan janganlah kalian mengikuti hawa nafsu suatu kaum yang telah tersesat sejak dahulu, serta telah menyesatkan banyak orang, dan mereka pun telah menyimpang dari jalan yang lurus."
Kemenag RI 2019:Orang-orang yang kufur dari Bani Israil telah dilaknat (oleh Allah) melalui lisan (ucapan) Daud dan Isa putra Maryam. Hal itu karena mereka durhaka dan selalu melampaui batas.
(QS 5 : 78)
Quraish Shihab:Telah
dilaknat
orang-orang
kafir dari Bani Israil disebabkan
oleh (ucapan) lisan Daud (yang
melaksanakan syariat Nabi Musa as.)
dan (juga ucapan) ‘Isa putra Maryam
(yang mengukuhkan syariat Nabi
Musa as.). Yang demikian (kutukan
kedua Nabi) itu, disebabkan mereka
telah durhaka dan melampaui batas. HAMKA:Orang-orang kafir dari Bani Israil telah dikutuk melalui lisan Dawud dan Isa putra Maryam. Hal itu karena mereka telah berbuat durhaka dan selalu melanggar aturan.
Kemenag RI 2019:Mereka tidak saling mencegah perbuatan mungkar yang mereka lakukan. Sungguh, itulah seburuk-buruk apa yang selalu mereka lakukan.
(QS 5 : 79)
Quraish Shihab:Mereka tidak saling melarang
tindakan
munkar yang mereka
perbuat. Benar-benar sangat buruk apa
yang selalu mereka perbuat. HAMKA:Mereka tidak saling melarang perbuatan mungkar yang telah mereka lakukan. Sungguh buruk apa yang telah mereka kerjakan.
Kemenag RI 2019:Engkau melihat banyak di antara mereka bersekutu dengan orang-orang yang kufur (musyrik). Sungguh, itulah seburuk-buruk apa yang mereka lakukan untuk diri mereka sendiri (sehingga mengakibatkan) Allah murka kepada mereka. Mereka akan kekal dalam azab.
(QS 5 : 80)
Quraish Shihab:Engkau melihat banyak dari mereka
(Ahl al-Kitab) yang menjadikan orang-
orang yang kafir sebagai wali (teman
dekat dan penolong). Demi (Allah)!
Sungguh, sangat buruk apa yang
mereka ajukan untuk diri mereka,
(yaitu) murka Allah atas mereka; dan
dalam azab mereka kekal. HAMKA:Engkau akan melihat bahwa kebanyakan dari mereka menjadikan orang-orang kafir sebagai pemimpin. Sungguh buruk apa yang telah mereka persiapkan untuk diri mereka sendiri, hingga mereka mendapat kemurkaan Allah dan akan kekal dalam azab.
Kemenag RI 2019:Seandainya mereka beriman kepada Allah, Nabi (Muhammad), dan apa yang diturunkan kepadanya, niscaya mereka tidak akan menjadikan orang musyrik itu sebagai sekutu. ) Akan tetapi, banyak di antara mereka adalah orang-orang fasik.
(QS 5 : 81)
Quraish Shihab:Jika seandainya mereka (Ahl al-
Kitab) beriman kepada Allah, kepada
Nabi (Nabi Musa as. atau kepada Nabi
Muhammad saw.) dan kepada apa yang
diturunkan kepadanya (berupa Taurat
atau al-Qur’an), tentu mereka tidak
akan menjadikan mereka (orang-orang
kafir itu) sebagai wali (teman dekat dan
penolong), tetapi banyak dari mereka
adalah orang-orang fasik (keluar dari ketaatan kepada Allah swt.) HAMKA:Sekiranya mereka beriman kepada Allah, kepada Nabi itu, dan kepada apa yang diturunkan kepadanya, tentulah mereka tidak akan menjadikan orang-orang kafir sebagai pemimpin. Tetapi kebanyakan dari mereka adalah orang-orang fasik.
Kemenag RI 2019:Pasti akan engkau dapati orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman, yaitu orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. Pasti akan engkau dapati pula orang yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman, yaitu orang-orang yang berkata, “Sesungguhnya kami adalah orang Nasrani.” Hal itu karena di antara mereka terdapat para pendeta dan rahib, juga karena mereka tidak menyombongkan diri.
(QS 5 : 82)
Quraish Shihab:Pasti, engkau (Nabi Muhammad saw.) benar-benar akan mendapati
orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang
yang beriman, (yaitu) orang-orang Yahudi dan orang-orang yang
menyekutukan (Allah swt.). Dan demi (Allah)! Engkau pasti akan
mendapati yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang
yang beriman, (yaitu) orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya kami
adalah orang-orang Nasrani.” Yang demikian itu karena di antara
mereka itu terdapat para pendeta1'’8 dan para rahib,lw (dan juga)
karena sesungguhnya mereka tidak menyombongkan diri. HAMKA:Engkau akan mendapati bahwa orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang beriman adalah orang-orang Yahudi dan mereka yang mempersekutukan Allah. Dan engkau akan mendapati bahwa orang yang paling dekat dalam kasih sayang terhadap orang-orang beriman adalah mereka yang berkata, "Sesungguhnya kami ini adalah orang-orang Nasrani." Hal itu karena di antara mereka terdapat pendeta-pendeta dan rahib-rahib, serta karena mereka tidak menyombongkan diri.