Kemenag RI 2019:Apabila mereka mendengar sesuatu (Al-Qur’an) yang diturunkan kepada Rasul (Nabi Muhammad), engkau melihat mata mereka bercucuran air mata disebabkan kebenaran yang telah mereka ketahui (dari kitab-kitab mereka sendiri). Mereka berkata, “Ya Tuhan kami, kami telah beriman. Maka, catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi (atas kebenaran Al-Qur’an dan kenabian Muhammad).
(QS 5 : 83)
Quraish Shihab:Dan apabila mereka mendengar apa
(al-Qur’an) yang diturunkan kepada
Rasul (Nabi Muhammad saw.), engkau
melihat mata mereka bercucuran air
mata disebabkan kebenaran yang telah
mereka ketahui seraya berkata: “Tuhan
Pemelihara kami, kami telah beriman,
karena itu catatlah kami bersama orang-
orang yang menjadi saksi. HAMKA:Dan apabila mereka mendengar apa yang diturunkan kepada Rasul, akan engkau lihat air mata mereka meleleh, lantaran apa yang telah mereka ketahui setengah dari kebenaran. Mereka pun berkata, “Ya Tuhan kami, kami telah percaya, sebab itu tuliskanlah kami dari golongan orang-orang yang menyaksikan.”
Kemenag RI 2019:Mengapa kami tidak beriman kepada Allah dan kebenaran yang telah datang kepada kami, padahal kami sangat ingin agar Tuhan kami memasukkan kami bersama kaum yang saleh?”
(QS 5 : 84)
Quraish Shihab:Mengapa kami tidak beriman
kepada Allah dan kepada kebenaran
yang telah datang kepada kami,
padahal kami sangat ingin supaya
Tuhan Pemelihara kami memasukkan
kami bersama kaum yang saleh.” HAMKA:Mengapalah kami tidak akan beriman kepada Allah dan kepada yang datang kepada kami daripada kebenaran dan rindulah kami akan dimasukkan kami oleh Tuhan kami beserta kaum yang saleh.
Kemenag RI 2019:Maka, Allah memberi pahala kepada mereka atas sesuatu yang telah mereka ucapkan, (yaitu) surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya. Itulah balasan (bagi) orang-orang yang berbuat kebaikan.
(QS 5 : 85)
Quraish Shihab:Maka, Allah menganugerahkan
mereka ganjaran sebagai imbalan atas
apa (perkataan) yang mereka ucapkan,
(yaitu) surga-surga yang di bawahnya
mengalir sungai-sungai, sedang mereka
kekal di dalamnya. Dan itulah balasan
bagi orang-orang muhsin (orang-orang
yang selalu berbuat yang lebih baik). HAMKA:Maka memberi pahalalah Allah kepada mereka lantaran apa yang telah mereka katakan itu, yaitu surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, kekal mereka di dalamnya. Dan itulah ganjaran bagi orang-orang yang berbuat baik.
Kemenag RI 2019:Adapun orang-orang yang kufur dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itulah penghuni (neraka) Jahim.
(QS 5 : 86)
Quraish Shihab:Adapun orang-orang yang kafir
dan mendustakan ayat-ayat Kami (baik
yang terbaca maupun yang terhampar
di alam semesta), mereka itu adalah
para penghuni (neraka) Jahim. HAMKA:Dan orang-orang yang kufur dan mendustakan ayat-ayat Kami, adalah mereka itu ahli neraka.
Kemenag RI 2019:Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengharamkan sesuatu yang baik yang telah Allah halalkan bagi kamu, dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.
(QS 5 : 87)
Quraish Shihab:Hai orang-orang yang beriman!
Janganlah kamu haramkan apa yang
baik yang telah Allah halalkan bagi
kamu, dan janganlah kamu melampaui
batas. Sesungguhnya Allah tidak
menyukai orang-orang yang melampaui
batas. HAMKA:Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu haramkan barang baik yang telah dihalalkan Allah bagi kamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak suka kepada orang-orang yang melampaui batas.
Kemenag RI 2019:Makanlah apa yang telah Allah anugerahkan kepadamu sebagai rezeki yang halal lagi baik, dan bertakwalah kepada Allah yang hanya kepada-Nya kamu beriman.
(QS 5 : 88)
Quraish Shihab:Dan makanlah yang halal lagi baik
dari rezeki yang telah Allah anuge-
rahkan kepada kamu, dan bertakwalah
kepada Allah, yang kamu adalah
orang-orang mukmin kepada-Nya. HAMKA:Dan makanlah olehmu apa yang telah dikaruniakan kepada kamu oleh Allah, yang halal lagi baik. Dan bertakwalah kepada Allah, kepada-Nyalah kamu beriman.
Kemenag RI 2019:Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpahmu yang tidak disengaja (untuk bersumpah), tetapi Dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang kamu sengaja. Maka, kafaratnya (denda akibat melanggar sumpah) ialah memberi makan sepuluh orang miskin dari makanan yang (biasa) kamu berikan kepada keluargamu, memberi pakaian kepada mereka, atau memerdekakan seorang hamba sahaya. Siapa yang tidak mampu melakukannya, maka (kafaratnya) berpuasa tiga hari. Itulah kafarat sumpah-sumpahmu apabila kamu bersumpah (dan kamu melanggarnya). Jagalah sumpah-sumpahmu! Demikianlah Allah menjelaskan kepadamu hukum-hukum-Nya agar kamu bersyukur (kepada-Nya).
(QS 5 : 89)
Quraish Shihab:Allah tidak menuntut pertanggung-
jawaban kamu disebabkan sumpah-sumpah kamu yang tidak dimaksudkan (untuk bersumpah), tetapi Dia
menuntut pertanggungjawaban kamu disebabkan sumpah-sumpah
yang kamu sengaja, maka kaffarat-nya (denda akibat melanggar sumpah)
ialah memberi makan sepuluh orang miskin, yaitu dari (makanan) per-
tengahan yang (pada umumnya) kamu berikan kepada keluarga kamu,
atau memberi pakaian kepada mereka atau memerdekakan seorang
hamba sahaya. Barang siapa tidak sanggup (melakukan salah satu
dari yang disebutkan itu), maka (dia wajib) puasa (selama) tiga hari.
Itulah kaffarat sumpah-sumpah kamu apabila kamu bersumpah (dan
kamu melanggarnya). Dan jagalah sumpah kamu. Demikianlah Allah
menjelaskan kepadamu hukum-hukum-Nya supaya kamu bersyukur. HAMKA:Tidaklah disalahkan kamu oleh Allah, dari sebab yang terlanjur dari sumpah kamu. Tetapi, kamu disalahkan-Nya dari sebab sumpah-sumpah yang kamu sungguh-sungguhkan. Maka, denda-nya ialah memberi makan sepuluh orang miskin dengan makanan yang pertengahan daripada ma-kanan yang kamu berikan kepada ahli kamu, atau memberi pakaian untuk mereka, atau memer-dekakan budak. Maka, barangsiapa yang tidak mampu, hendaklah puasa tiga hari. Demikian itu-lah denda sumpah-sumpah kamu apabila kamu bersumpah. Oleh karena itu, peliharalah sum-pah-sumpah kamu apabila kamu bersumpah. De-mikianlah Allah menyatakan kepada kamu akan ayat-ayat-Nya, supaya kamu berterima kasih.
Kemenag RI 2019:Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya minuman keras, berjudi, (berkurban untuk) berhala, dan mengundi nasib dengan anak panah adalah perbuatan keji (dan) termasuk perbuatan setan. Maka, jauhilah (perbuatan-perbuatan) itu agar kamu beruntung.
(QS 5 : 90)
Quraish Shihab:Hai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya khamr (segala yang memabukkan walau sedikit), judi, (berkurban untuk) berhala-berhala, dan panah-panah (yang digunakan untuk mengundi nasib) adalah perbuatan keji yang termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu memperoleh keberuntungan. HAMKA:Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya, arak dan judi dan sembelihan untuk berhala dan undi-undi nasib adalah kotor dari pekerjaan setan. Maka hendaklah kamu jauhi ia, supaya kamu beroleh kejayaan.
Kemenag RI 2019:Sesungguhnya setan hanya bermaksud menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu melalui minuman keras dan judi serta (bermaksud) menghalangi kamu dari mengingat Allah dan (melaksanakan) salat, maka tidakkah kamu mau berhenti?
(QS 5 : 91)
Quraish Shihab:Sesungguhnya setan hanya bermaksud menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu melalui khamr dan judi, serta menghalangi kamu dari mengingat (dan menyebut-nyebut kebesaran dan kuasa) Allah dan (melaksanakan) shalat; maka apakah kamu akan berhenti? HAMKA:Lain tidak, keinginan setan itu hanyalah hendak menimbulkan di antara kamu permusuhan dan berbenci-bencian pada arak dan judi itu, dan hendak memalingkan kamu dari mengingat Allah dan mengingat shalat. Oleh karena itu, tidakkah kamu mau berhenti?
Kemenag RI 2019:Taatlah kamu kepada Allah dan taatlah kamu kepada Rasul serta berhati-hatilah! Jika kamu berpaling, maka ketahuilah bahwa kewajiban Rasul Kami hanyalah menyampaikan (ajaran Allah) dengan jelas.
(QS 5 : 92)
Quraish Shihab:Dan taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul, serta berhati-hatilah (untuk tidak melanggar ketentuan agama). Jika kamu berpaling, maka ketahuilah bahwa kewajiban Rasul Kami hanyalah penyampaian (tuntunan Allah swt.) yang terang. HAMKA:Dan taatlah kamu kepada Allah dan taatlah kamu kepada Rasul dan berhati-hatilah kamu. Maka jikalau kamu berpaling, ketahuilah kewajiban Rasul hanyalah menyampaikan dengan nyata.
Kemenag RI 2019:Tidak ada dosa bagi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh menyangkut sesuatu yang telah mereka makan (dahulu sebelum turunnya aturan yang mengharamkan), apabila mereka bertakwa dan beriman, serta mengerjakan amal-amal saleh, kemudian mereka (tetap) bertakwa dan beriman, selanjutnya mereka (tetap juga) bertakwa dan berbuat kebajikan. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.
(QS 5 : 93)
Quraish Shihab:Tidak ada dosa bagi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh menyangkut apa yang telah mereka makan (sebelum adanya ketentuan dari Allah swt.), apabila mereka bertakwa dan beriman, serta mengerjakan amal-amal saleh, kemudian mereka (tetap) bertakwa dan beriman, kemudian mereka bertakwa dan berbuat ihsan (menempatkan orang lain dengan cara yang lebih baik dari perlakuan terhadap diri sendiri). Dan Allah menyukai orang-orang muhsin (orang-orang yang selalu berbuat yang lebih baik). HAMKA:Tidak ada salahnya bagi orang-orang yang beriman dan beramal yang saleh pada apa-apa yang mereka makan, asalkan mereka bertakwa dan beriman dan beramal yang saleh-saleh. Kemudian itu, mereka pun bertakwa dan beriman, kemudian itu mereka pun bertakwa dan memperbaiki. Dan Allah suka kepada orang yang berbuat kebaikan.
Kemenag RI 2019:Wahai orang-orang yang beriman, sungguh Allah pasti akan mengujimu dengan sesuatu dari hewan buruan yang (mudah) didapat oleh tangan dan tombakmu agar Allah mengetahui siapa yang takut kepada-Nya, meskipun Dia gaib. Siapa yang melanggar (batas) setelah itu, baginya azab yang pedih.
(QS 5 : 94)
Quraish Shihab:Hai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya Allah pasti akan menguji kamu dengan sesuatu dari binatang buruan yang (mudah) didapat oleh tangan dan tombakmu, supaya Allah mengetahui siapa yang takut kepada-Nya, meskipun Dia gaib. Barang siapa melanggar (batas) sesudah itu, maka baginya azab yang sangat pedih. HAMKA:Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya Allah akan memberi cobaan kepada kamu (melarang) sesuatu dari perburuan yang dapat dicapai oleh tangan kamu dan panah-panah kamu. Membutikanlah Allah, siapa yang takut kepada-Nya di tempat tersembunyi. Siapa yang melanggar sesudah itu, untuknya ada lah adzab yang pedih.
Kemenag RI 2019:Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu membunuh hewan buruan, ) ketika kamu sedang berihram (haji atau umrah). Siapa di antara kamu membunuhnya dengan sengaja, dendanya (ialah menggantinya) dengan hewan ternak yang sepadan dengan (hewan buruan) yang dibunuhnya menurut putusan dua orang yang adil di antara kamu sebagai hadyu (hewan kurban) yang (dibawa) sampai ke Ka‘bah ) atau (membayar) kafarat dengan memberi makan orang-orang miskin ) atau berpuasa, seimbang dengan makanan yang dikeluarkan itu, ) agar dia merasakan akibat buruk dari perbuatannya. Allah telah memaafkan perbuatan yang telah lalu. ) Siapa kembali mengerjakannya, pasti Allah akan menyiksanya. Allah Maha Perkasa lagi Maha Memiliki (kekuasaan) untuk membalas.
(QS 5 : 95)
Quraish Shihab:Hai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu membunuh binatang buruan, ketika kamu sedang berihram. Barang siapa di antara kamu membunuhnya dengan sengaja, maka dendanya (sebagai hukuman penggantinya) dengan binatang ternak yang sepadan (nilai) hadyu (dilihat dari segi bentuknya) menurut putusan dua orang yang adil di antara kamu, sebagai hadyu yang dibawa sampai ke Ka'bah; atau (membayar) kafarat dengan memberi makan orang-orang miskin, atau berpuasa. puasa seimbang dengan makanan yang dikeluarkan itu, supaya dia merasakan akibat buruk dari perbuatannya. Allah telah memaafkan apa yang telah lalu. Dan barang siapa kembali mengerjakannya, pasti Allah akan menyiksanya. Allah Maha Perkasa, lagi memiliki (kekuasaan untuk) membalas. HAMKA:Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu membunuh buruan sedang kamu dalam ihram. Karena, barangsiapa di antara kamu membunuhnya dengan sengaja maka dendanya ialah binatang-binatang ternak sebanding dengan yang dibunuh yang akan diputuskan oleh dua orang yang adil di antara kamu, sebagai kurban buat disampaikan ke Ka'bah atau denda memberi makan orang-orang miskin atau sebanding dengan itu puasa, supaya dia rasakan perbuatannya itu. Diberi maaf oleh Allah apa yang telah lalu. Tetapi barangsiapa yang mengulangi lagi maka Allah akan menyiksanya. Dan Allah adalah Mahagagah lagi Pembalas.
Kemenag RI 2019:Dihalalkan bagi kamu hewan buruan laut ) dan makanan (yang berasal dari) laut sebagai kesenangan bagimu, dan bagi orang-orang yang dalam perjalanan; dan diharamkan atasmu (menangkap) hewan buruan darat selama kamu dalam keadaan ihram. Bertakwalah kepada Allah yang hanya kepada-Nya kamu akan dikumpulkan.
(QS 5 : 96)
Quraish Shihab:Dihalalkan bagi kamu binatang buruan laut, dan makanannya adalah kesenangan bagi kamu, dan bagi orang-orang yang dalam perjalanan; dan diharamkan atas kamu binatang buruan darat, selama kamu dalam keadaan berihram. Dan bertakwalah kepada Allah yang hanya kepada-Nya kamu akan dikumpulkan. HAMKA:Dihalalkan bagi kamu buruan laut, dan makanannya sebagai bekal bagi kamu dan bagi orang-orang pelayar. Tetapi diharamkan atas kamu buruan darat selama kamu dalam ihram.
Kemenag RI 2019:Allah telah menjadikan Ka‘bah, rumah suci itu sebagai pusat kegiatan (peribadatan dan urusan dunia) ) bagi manusia, dan (demikian pula) bulan haram, hadyu (hewan kurban) dan qala?’id (hewan kurban yang diberi kalung). Yang demikian itu agar kamu mengetahui bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa pun yang ada di langit dan apa pun yang ada di bumi dan bahwa Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
(QS 5 : 97)
Quraish Shihab:Allah telah menjadikan Ka‘bah, rumah suci itu sebagai qiy?m (pusat peribadatan dan urusan dunia) bagi manusia, dan (demikian pula) bulan Haram, hady (binatang kurban), dan qal?id (binatang kurban yang diberi kalung). Yang demikian itu supaya kamu mengetahui bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang di langit dan apa yang di bumi dan bahwa Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. HAMKA:Allah telah menjadikan Ka'bah, Rumah Yang Suci itu berdiri (teguh) untuk manusia. Begitu pun bulan yang suci dan binatang kurban (bisa) dan (kurban) bertanda. Yang demikian itu supaya kamu tahu bahwasanya Allah adalah Mengetahui apa pun yang ada di semua langit dan apa yang di bumi. Dan bahwasanya Allah atas tiap-tiap sesuatu adalah Mahatahu.
Kemenag RI 2019:Ketahuilah bahwa Allah sangat keras hukuman-Nya dan bahwa Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
(QS 5 : 98)
Quraish Shihab:Ketahuilah bahwa Allah sangat keras pembalasan(-Nya) dan bahwa Allah Maha Pengampun, lagi Maha Pengasih. HAMKA:Ketahuilah olehmu bahwasanya Allah adalah sangat pedih siksa-Nya, dan sesungguhnya Allah pun sangat pengampun lagi penyayang.
Kemenag RI 2019:Kewajiban Rasul tidak lain hanyalah menyampaikan (ajaran Allah). Allah mengetahui apa pun yang kamu tampakkan dan apa pun yang kamu sembunyikan.
(QS 5 : 99)
Quraish Shihab:Kewajiban rasul tidak lain hanyalah penyampaian (tuntunan Allah swt.), dan Allah mengetahui apa yang kamu tampakkan dan apa yang kamu sembunyikan. HAMKA:Tidak ada kewajiban bagi Rasul melainkan menyampaikan. Dan Allah adalah Mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan.
Kemenag RI 2019:Katakanlah (Nabi Muhammad), “Tidaklah sama yang buruk dengan yang baik meskipun banyaknya yang buruk itu menarik hatimu. Maka, bertakwalah kepada Allah wahai orang-orang yang berakal sehat agar kamu beruntung.”
(QS 5 : 100)
Quraish Shihab:Katakanlah (Nabi Muhammad saw.): “Tidak sama yang buruk dengan yang baik, meskipun banyaknya yang buruk itu menarik hatimu, maka bertakwalah kepada Allah, hai Ulul Alb?b (orang-orang yang berakal bersih, murni dan cerdas), supaya kamu mendapat keberuntungan.” HAMKA:Katakanlah: Tidaklah sama barang yang buruk dengan yang baik walaupun engkau tercengang oleh banyaknya yang buruk. Maka, takwalah kamu sekalian kepada Allah, wahai orang-orang yang mempunyai pikiran, supaya kamu beroleh kejayaan.
Kemenag RI 2019:Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menanyakan (kepada Nabimu) hal-hal yang jika diterangkan kepadamu (niscaya) menyusahkan kamu. Jika kamu menanyakannya ketika Al-Qur’an sedang diturunkan, (niscaya) akan diterangkan kepadamu. Allah telah memaafkan (kamu) tentang hal itu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun.
(QS 5 : 101)
Quraish Shihab:Hai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menanyakan hal-hal yang jika diterangkan kepada kamu, (niscaya) menyusahkan kamu dan jika kamu menanyakannya di waktu al-Qur’an sedang diturunkan, (niscaya) akan diterangkan kepada kamu. Allah telah memaafkan tuntutan itu. Dan Allah Maha Pengampun, lagi Maha Penyantun. HAMKA:Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu tanyakan hal-hal yang jika diterangkan kepada kamu akan menyusahkan kamu. Tetapi, jika kamu bertanya dari hal (ayat-ayat) itu seketika diturunkan Al-Qur'an itu, niscaya akan diterangkanlah kepada kamu. Allah telah memaafkan kamu karena Allah itu adalah Pengampun lagi Pemaaf.
Kemenag RI 2019:Sungguh, segolongan manusia sebelum kamu telah menanyakan hal-hal serupa itu (kepada nabi mereka), kemudian mereka menjadi kafir karenanya.
(QS 5 : 102)
Quraish Shihab:Sesungguh, telah ditanyakan hal-hal serupa oleh segolongan manusia sebelum kamu, kemudian merkea menjadi orang-orang kafir semuanya. HAMKA:Sesungguhnya telah menanyakan akan hal itu suatu kaum sebelum kamu. Kemudian, jadilah mereka orang-orang yang kafir lantaran itu.
Kemenag RI 2019:Allah tidak pernah menetapkan sedikit pun (aturan) menyangkut ba?i?rah, ) sa?’ibah, ) wa?i?lah, ) dan ?a?m. ) Akan tetapi, orang-orang yang kafir membuat-buat kedustaan terhadap Allah dan kebanyakan mereka tidak mengerti.
(QS 5 : 103)
Quraish Shihab:Allah tidak pernah menjadikan bah?rah, tidak juga s?’ibah, tidak juga wa??lah dan tidak juga ??m. Tetapi, orang-orang kafir mengada-adakan kebohongan besar terhadap Allah, tetapi kebanyakan mereka tidak berpikir. HAMKA:Tidaklah Allah menjadikan Bahirah, Saaibah, Washilah, dan tidak pula Haam. Akan tetapi, orang-orang kafirlah yang membuat-buat atas nama Allah akan kedustaan. Dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang tidak berakal.
Kemenag RI 2019:Apabila dikatakan kepada mereka, “Marilah mengikuti sesuatu yang Allah turunkan dan (mengikuti) Rasul,” mereka menjawab, “Cukuplah bagi kami apa yang kami dapati pada nenek moyang kami.” Apakah (mereka akan mengikuti nenek moyang mereka) walaupun mereka itu tidak mengetahui sesuatu pun dan tidak (pula) mendapat petunjuk?
(QS 5 : 104)
Quraish Shihab:Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Marilah menuju kepada apa yang diturunkan Allah (untuk dijadikan ketetapan hukum) dan menuju kepada Rasul (menaati hukum),” mereka menjawab: “Cukuplah bagi kami apa yang kami dapati nenek moyang kami (mengerjakannya).” Dan apakah (mereka akan mengikuti juga) walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui sesuatu dan tidak (pula) mendapat petunjuk? HAMKA:Dan apabila dikatakan kepada mereka, "Marilah kepada apa yang diturunkan oleh Allah dan kepada Rasul." Mereka pun menjawab, "Cukuplah bagi kami apa-apa yang telah kami dapati atasnya bapak-bapak kami." Apakah walaupun bapak-bapak mereka itu tidak mengetahui sesuatu dan tidak dapat petunjuk?
Kemenag RI 2019:Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu! Orang yang sesat itu tidak akan memberimu mudarat apabila kamu telah mendapat petunjuk. Hanya kepada Allah kamu kembali semuanya, lalu Dia akan menerangkan kepadamu apa yang selama ini kamu kerjakan.
(QS 5 : 105)
Quraish Shihab:Hai orang-orang yang beriman! Jagalah diri kamu; tidak ada orang sesat yang dapat mendatangkan mudharat kepada kamu apabila kamu telah mendapat petunjuk. Hanya kepada Allah, tempat kamu semua kembali, lalu Dia akan memberitahukan kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan. HAMKA:Wahai orang-orang yang beriman! Jagalah diri kamu! Tidaklah akan membahayakan bagi kamu orang yang telah tersesat apabila kamu telah mendapat petunjuk. Kepada Allah-lah tempat kembali kamu sekalian. Maka Dia akan menjelaskan kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.
Kemenag RI 2019:Wahai orang-orang yang beriman, persaksian di antara kamu, apabila telah datang kepada salah seorang (di antara) kamu (tanda-tanda) kematian, sedangkan dia akan berwasiat, adalah dua orang yang adil di antara kamu atau dua orang selain kamu (nonmuslim) jika kamu dalam perjalanan di bumi lalu kamu ditimpa musibah kematian. Jika kamu ragu (akan kesaksiannya), tahanlah kedua saksi itu setelah salat agar bersumpah dengan nama Allah, “Kami tidak akan mengambil keuntungan dengan sumpah ini walaupun dia karib kerabat dan kami tidak menyembunyikan kesaksian Allah. Sesungguhnya jika demikian, tentu kami termasuk orang-orang yang berdosa.”
(QS 5 : 106)
Quraish Shihab:Hai orang-orang yang beriman! Persaksian di antara kamu apabila (tanda-tanda) kematian telah hadir kepada salah seorang dari kamu, sedangkan dia akan berwasiat, adalah oleh dua orang yang adil di antara kamu, atau dua orang selain kamu jika kamu dalam perjalanan di bumi lalu kamu ditimpa musibah kematian. Kamu tahan (kedua saksi itu) sesudah shalat (untuk bersumpah), lalu keduanya bersumpah dengan (nama) Allah jika kamu ragu: “Kami tidak akan menukarnya dengan harga (yang sedikit) walaupun untuk kerabat, dan kami tidak (pula) menyembunyikan persaksian Allah. Sesungguhnya kalau kami demikian, tentulah kami termasuk para pendosa.” HAMKA:Wahai orang-orang yang beriman! Kesaksian di antara kamu apabila seseorang di antara kamu hampir mati, waktu berwasiat, ialah dua orang yang adil di antara kamu atau dua orang yang bukan dari kamu, jika kamu di dalam perjalanan di bumi lalu bahaya maut menimpa kamu. Kamu tahan keduanya sesudah shalat, keduanya bersumpah dengan nama Allah, jika kamu ragu-ragu. "Kami tidak menjual dia dengan harta, walaupun dia keluarga yang dekat dan kami tidak akan menyembunyikan kesaksian Allah. Karena kalau begitu, sesungguhnya adalah kami dari orang-orang yang berdosa."
Kemenag RI 2019:Jika terbukti kedua saksi itu berbuat dosa, ) maka dua orang yang lain menggantikan kedudukannya, yaitu di antara ahli waris yang berhak dan lebih dekat kepada orang yang meninggal, lalu keduanya bersumpah dengan nama Allah, “Sungguh, kesaksian kami lebih layak diterima daripada kesaksian kedua saksi itu, dan kami tidak melanggar batas. Sesungguhnya jika (berbuat) demikian, tentu kami termasuk orang-orang yang zalim.”
(QS 5 : 107)
Quraish Shihab:Jika ditemukan bahwa keduanya (saksi itu) membuat dosa (berbohong dalam hal persaksian mereka), maka orang yang lain yang berhak, yang lebih dekat kepada orang yang meninggal untuk menggantikan tempat keduanya, lalu keduanya bersumpah dengan (nama) Allah: “Persaksian kami benar-benar lebih layak (diterima) daripada persaksian mereka berdua (kedua saksi itu), dan kami tidak melanggar batas, sesungguhnya kalau demikian, tentulah kami termasuk orang-orang zalim.” HAMKA:Tetapi, apabila didapati bahwa keduanya ternyata berbuat dosa maka hendaklah ada dua orang yang lain yang lebih hampir, dari orang-orang yang diperbuat dosa atasnya itu, akan menggantikan mereka berdua tadi lalu bersumpah dengan nama Allah, "Bahwa kesaksian kami lebih patut (diterima) daripada kesaksian mereka yang berdua itu dan kami tidaklah melampaui batas. Karena kalau begitu niscayalah kami termasuk orang-orang yang aniaya."
Kemenag RI 2019:Hal itu lebih dekat untuk membuat mereka memberikan kesaksian yang sebenarnya, atau mereka merasa takut akan dikembalikan sumpahnya (kepada ahli waris) setelah mereka bersumpah. ) Bertakwalah kepada Allah dan dengarkanlah (perintah-Nya). Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang fasik.
(QS 5 : 108)
Quraish Shihab:Itulah sebaik-baik jalan untuk membuat mereka mengemukakan persaksian mereka (yang sebenarnya), atau mereka takut akan dikembalikan sumpahnya (kepada ahli waris) sesudah mereka bersumpah. Bertakwalah kepada Allah dan dengarkanlah (patuhilah semua perintah-Nya). Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum fasik (keluar dari ketaatan kepada Allah swt.). HAMKA:Yang demikian itulah cara yang lebih dekat supaya orang-orang mendatangkan kesaksian menurut semestinya atau supaya mereka takut akan dikembalikan sumpah-sumpah mereka sesudah mereka bersumpah. Dan bertakwalah kepada Allah dan dengarkanlah. Karena Allah tidak akan menunjuki kaum yang fasik.
Kemenag RI 2019:(Ingatlah) pada hari ketika Allah mengumpulkan para rasul, lalu Dia bertanya (kepada mereka), “Apa jawaban (kaummu) terhadap (seruan)-mu?” Mereka (para rasul) menjawab, “Kami tidak tahu (tentang itu). Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui segala yang gaib.”
(QS 5 : 109)
Quraish Shihab:(Ingatlah), pada hari ketika Allah mengumpulkan para rasul, lalu Dia berfirman: “Apa jawaban terhadap kamu?” Mereka menjawab: “Tidak ada pengetahuan kami (tentang itu); sesungguhnya Engkaulah, (dan hanya) Engkaulah Yang Maha Mengetahui perkara-perkara yang gaib.” HAMKA:Pada hari Allah akan mengumpulkan rasul-rasul, lalu Dia akan bertanya, "Bagaimanakah kamu disambut?" Mereka menjawab, "Tidaklah ada pengetahuan bagi kami. Sesungguhnya Engkaulah yang lebih mengetahui akan hal-hal yang gaib-gaib."
Kemenag RI 2019:(Ingatlah) ketika Allah berfirman, “Wahai Isa putra Maryam, ingatlah nikmat-Ku kepadamu dan kepada ibumu sewaktu Aku menguatkanmu dengan Ruhulkudus. Engkau dapat berbicara dengan manusia pada waktu masih dalam buaian dan setelah dewasa. (Ingatlah) ketika Aku mengajarkan menulis kepadamu, (juga) hikmah, Taurat, dan Injil. (Ingatlah) ketika engkau membentuk dari tanah (sesuatu) seperti bentuk burung dengan seizin-Ku, kemudian engkau meniupnya, lalu menjadi seekor burung (yang sebenarnya) dengan seizin-Ku. (Ingatlah) ketika engkau menyembuhkan orang yang buta sejak lahir dan orang yang berpenyakit kusta dengan seizin-Ku. (Ingatlah) ketika engkau mengeluarkan orang mati (dari kubur menjadi hidup) dengan seizin-Ku. (Ingatlah) ketika Aku menghalangi Bani Israil (dari keinginan mereka membunuhmu) pada waktu engkau mengemukakan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, lalu orang-orang kafir di antara mereka berkata, “Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata.”
(QS 5 : 110)
Quraish Shihab:(Ingatlah), ketika Allah berfirman: “Wahai ‘Isa putra Maryam! Ingatlah nikmat-Ku kepadamu dan kepada ibumu ketika Aku menguatkanmu dengan Ruh Al-Qudus (Malaikat Jibril as.). Engkau (dapat) berbicara dengan manusia ketika (masih) dalam buaian dan sesudah dewasa; dan (ingatlah) ketika Aku mengajarmu tulis menulis, Hikmah, serta Taurat dan Injil, dan (ingatlah pula) ketika engkau membuat dari tanah (sesuatu) yang seperti bentuk burung dengan izin-Ku, lalu engkau meniup padanya, lalu ia menjadi seekor burung dengan izin-Ku. Dan (ingatlah), ketika engkau menyembuhkan orang yang buta sejak lahir dan orang yang berpenyakit kusta dengan izin-Ku, dan (ingatlah) ketika engkau mengeluarkan (menghidupkan kembali) orang-orang mati dengan izin-Ku, dan ketika Aku menghalangi Bani Israil (untuk menganiaya dan membunuhmu) ketika engkau membawa kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, lalu orang-orang kafir di antara mereka berkata: “Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata.” HAMKA:(Ingatlah) tatkala berkata Allah kepada Isa anak Maryam, "Ingatlah oleh engkau akan nikmat-Ku atas engkau dan ke atas ibumu, tatkala Aku menyokong engkau dengan Ruhul-Qudus engkau berkata-kata dengan manusia dalam ayunan dan di kala dewasa. Dan (ingatlah) tatkala Aku ajarkan kepada engkau tulisan dan hikmah, Taurat, dan Injil, dan (ingatlah) tatkala engkau menjadikan dari tanah seperti bentuk burung dengan izin-Ku lalu engkau embuskan padanya maka jadilah dia burung dengan izin-Ku, dan engkau sembuhkan orang buta dan penyakit sopak dengan izin-Ku. Dan (ingatlah) tatkala engkau menghidupkan orang yang sudah mati dengan izin-Ku. Dan (ingatlah) tatkala Aku menghambat Bani Israil dari engkau, tatkala engkau datang kepada mereka dengan keterangan-keterangan, lantas berkatalah orang-orang yang kafir di antara mereka 'Ini tidak lain melainkan sihir yang nyata.'"
Kemenag RI 2019:(Ingatlah) ketika Aku ilhamkan kepada para pengikut setia Isa, “Berimanlah kamu kepada-Ku dan kepada Rasul-Ku.” Mereka menjawab, “Kami telah beriman dan saksikanlah (wahai Rasul) bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri.”
(QS 5 : 111)
Quraish Shihab:Dan (ingatlah), ketika Aku mewahyukan (mengilhami) kepada Hawariyyin (para pengikut setia Nabi ‘Isa as.): “Berimanlah kamu kepada-Ku dan kepada Rasul-Ku.” Mereka berkata: “Kami telah beriman dan saksikanlah bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang Muslim (tunduk patuh dan berserah diri kepada Allah swt.).” HAMKA:Dan (ingatlah) tatkala Aku memberikan ilham kepada Hawariyin, supaya mereka itu beriman kepada engkau dan kepada Rasul-Ku, mereka pun berkata, "Kami telah beriman! Dan saksikanlah bahwa sesungguhnya kami ini adalah orang-orang yang telah berserah diri!"
Kemenag RI 2019:(Ingatlah) ketika para pengikut setia Isa berkata, “Wahai Isa putra Maryam, sanggupkah (bersediakah) Tuhanmu menurunkan hidangan dari langit kepada kami?” Isa menjawab, “Bertak-walah kepada Allah jika kamu orang-orang mukmin.”
(QS 5 : 112)
Quraish Shihab:(Ingatlah), ketika Hawariyyin (para pengikut setia Nabi ‘Isa as.) berkata: “Wahai ‘Isa putra Maryam! Mampukah Tuhan Pemeliharamu menurunkan untuk kami hidangan dari langit?” Dia (Nabi ‘Isa as.) menjawab: “Bertakwalah kepada Allah jika kamu benar-benar orang-orang mukmin.” HAMKA:(Ingatlah) tatkala Hawariy?n itu berkata, “Wahai Isa anak Maryam! Apakah berkuasa Tuhan engkau menurunkan kepada kami suatu hidangan dari langit?” Jawabnya, “Takutlah kepada Allah jika betul-betul kamu orang-orang yang beriman.”
Kemenag RI 2019:Mereka berkata, “Kami ingin makan darinya (hidangan itu) dan agar tenteram hati kami serta agar kami yakin bahwa engkau telah berkata benar kepada kami, dan atasnya (hidangan itu) kami termasuk orang-orang yang menjadi saksi.”
(QS 5 : 113)
Quraish Shihab:Mereka berkata: “Kami ingin makan sebagian darinya (hidangan itu) dan (supaya) tenteram hati kami dan (supaya) kami yakin bahwa sungguh engkau telah berkata benar kepada kami, dan kami menjadi orang-orang yang menyaksikannya.” HAMKA:Mereka berkata, “Kami ingin supaya makan darinya dan supaya tenteramlah hati kami, dan supaya kami tahu bahwa engkau telah berkata yang benar kepada kami dan supaya jadilah kami dari orang-orang yang benar-benar menyaksikan.”
Kemenag RI 2019:Isa putra Maryam berdoa, “Ya Allah Tuhan kami, turunkanlah kepada kami hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami, yaitu bagi orang-orang yang sekarang bersama kami maupun yang datang setelah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan-Mu. Berilah kami rezeki. Engkaulah sebaik-baik pemberi rezeki.”
(QS 5 : 114)
Quraish Shihab:‘Isa putra Maryam berdoa:
“Allahumna, (Ya Allah), Tuhan
Pemelihara kami, turunkanlah kepada
kami suatu hidangan dari langit yang
akan menjadi hari raya bagi kami, bagi
orang-orang yang bersama kami dan
yang datang sesudah kami, dan menjadi
bukti dari-Mu (tentang kekuasaan-
Mu); anugerahkanlah rezeki untuk
kami, dan Engkau-lah sebaik-baik
Pemberi rezeki.” HAMKA:Berkata Isa anak Maryam, “Ya Allah, ya Tuhan kami! Turunkanlah kiranya kepada kami suatu hidangan dari langit, supaya dia menjadi hari raya bagi kami, bagi orang-orang yang permulaan kami dan yang di akhir kami, dan sebagai suatu tanda dari Engkau, dan berilah rezeki akan kami, karena Engkaulah adalah yang sebaik-baik pemberi rezeki.”
Kemenag RI 2019:Allah berfirman, “Sesungguhnya Aku akan menurunkannya (hidangan itu) kepadamu. Siapa yang kufur di antaramu setelah (turun hidangan) itu, sesungguhnya Aku akan mengazabnya dengan azab yang tidak pernah Aku timpakan kepada seorang pun di antara (manusia) seluruh alam.”
(QS 5 : 115)
Quraish Shihab:Allah berfirman: “Sesungguhnya
Aku akan menurunkannya (hidangan)
itu kepada kamu; maka barang siapa
kafir di antara kamu sesudah (turun-
nya hidangan) itu, maka sesungguh-
nya Aku akan mengazabnya dengan
azab yang tidak pernah Aku timpakan
kepada seorang pun di antara umat
manusia.” HAMKA:Berkata-lah Allah, “Sesungguhnya, Aku akan menurunkannya kepada kamu. Barang siapa yang kufur sesudah itu dari antara kamu maka sesungguhnya akan Aku adzab ia dengan suatu adzab yang belum pernah Aku adzabkan kepada seseorang pun daripada isi alam.”
Kemenag RI 2019:(Ingatlah) ketika Allah berfirman, “Wahai Isa putra Maryam, apakah engkau mengatakan kepada orang-orang, ‘Jadikanlah aku dan ibuku sebagai dua tuhan selain Allah?’” Dia (Isa) menjawab, “Maha Suci Engkau, tidak patut bagiku mengatakan apa pun yang bukan hakku. Jika aku pernah mengatakannya tentulah Engkau telah mengetahuinya. Engkau mengetahui apa pun yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa pun yang ada pada diri-Mu. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mengetahui segala yang gaib.”
(QS 5 : 116)
Quraish Shihab:Dan (ingatlah), ketika Allah
berfirman: “Wahai ‘Isa putra Maryam!
Adakah engkau telah mengatakan
kepada manusia: ‘Jadikanlah aku dan
ibuku dua tuhan selain Allah?’” Dia
(Nabi ‘Isa as.) menjawab: “Mahasuci
Engkau, tidaklah (mungkin dan tidak
ada wujudnya) bagiku mengatakan
apa yang bukan hakku. Jika aku
pernah mengatakannya, maka sungguh
Engkau telah mengetahuinya. Engkau
mengetahui apa yang ada pada diriku
dan aku tidak mengetahui apa yang ada
pada diri-Mu. Sesungguhnya Engkau,
(dan hanya) Engkau-lah Yang Maha
Mengetahui perkara-perkara yang gaib. HAMKA:“Dan (ingatlah) tatkala berfirman Allah, ‘Wahai Isa anak Maryam, adakah engkau pernah berkata kepada manusia, ‘Jadikanlah aku dan ibuku sebagai Tuhan selain Allah?’ Dia menjawab, ‘Mahasuci Engkau! Tidaklah patut bagiku bahwa akan mengatakan apa yang tidak hakku. Jika ada aku mengatakannya, niscaya Engkau telah mengetahuinya (sebab) Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku, sedangkan aku tidaklah mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya, Engkaulah yang lebih mengetahui akan hal yang gaib-gaib.’”
Kemenag RI 2019:Aku tidak (pernah) mengatakan kepada mereka kecuali sesuatu yang Engkau perintahkan kepadaku, (yaitu) “Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu.” Aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di tengah-tengah mereka. Setelah Engkau mewafatkan aku, Engkaulah yang mengawasi mereka. Engkau Maha Menyaksikan atas segala sesuatu.
(QS 5 : 117)
Quraish Shihab:Aku tidak (pernah) mengatakan
kepada mereka kecuali apa yang
Engkau perintahkan kepadaku untuk
(mengatakan)-nya, (yaitu): ‘Sembahlah
Allah, Tuhan Pemeliharaku dan Tuhan
Pemelihara kamu,’ dan adalah aku
menjadi saksi terhadap mereka, selama
aku berada di antara mereka. Maka
setelah Engkau wafatkan aku, Engkau-
lah yang mengawasi mereka. Dan
Engkau Maha Menyaksikan atas segala
sesuatu. HAMKA:Tidak ada yang aku katakan kepada mereka, kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku, (yaitu) bahwa hendaklah kamu beribadah kepada Allah, Tuhanku, dan Tuhan kamu. Dan aku menjadi penyaksi atas mereka itu, selama aku ada pada mereka. Namun tatkala telah Engkau wafatkan aku, adalah Engkau yang menjadi pemilik atas mereka. Sedang Engkau, atas tiap-tiap sesuatu adalah Penyaksinya.
Kemenag RI 2019:Jika Engkau menyiksa mereka, sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba-Mu. Jika Engkau mengampuni mereka, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”
(QS 5 : 118)
Quraish Shihab:Jika Engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya mereka adalah para hamba-Mu, dan jika Engkau mengampuni mereka, maka sesungguhnya Engkau-lah Yang Maha Perkasa, lagi Maha Bijaksana." HAMKA:Jika hendak Engkau adzab mereka itu maka sesungguhnya mereka itu adalah hamba Engkau. Dan jika Engkau beri ampun mereka maka sesungguhnya Engkaulah adalah Mahagagah lagi Bijaksana.”
Kemenag RI 2019:Allah berfirman, “Ini adalah hari yang kebenaran orang-orang yang benar bermanfaat bagi mereka. Bagi merekalah surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah rida kepada mereka dan mereka pun rida kepada-Nya. Itulah kemenangan yang agung.”
(QS 5 : 119)
Quraish Shihab:Allah berfirman: "Ini adalah suatu hari yang bermanfaat bagi ash-shiddiqin (orang-orang yang selalu benar dan jujur, atas) kebenaran dan kejujuran mereka. Bagi mereka surga-surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya; Allah ridha pada mereka dan mereka (pun) ridha pada-Nya. Itulah keberuntungan yang sangat besar." HAMKA:Berfirman Allah, “Inilah hari yang akan memberi manfaat kepada orang-orang yang benar, kebenaran mereka. Untuk mereka adalah surga-surga yang mengalir dari bawahnya sungai-sungai, hal keadaan kekal mereka di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada Allah. Yang demikian itulah kemenangan yang besar.”
Kemenag RI 2019:Hanya milik Allah kerajaan langit dan bumi serta apa pun yang ada di dalamnya. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.
(QS 5 : 120)
Quraish Shihab:Milik Allah kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada di dalamnya (yakni di dalam dan permukaan langit dan bumi); dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. HAMKA:Bagi Allah-lah kerajaan semua langit dan bumi dan apa jua pun yang ada pada semuanya. Dan Dia, atas segala sesuatu adalah Mahakuasa.
Kemenag RI 2019:Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan langit dan bumi, dan menjadikan kegelapan-kegelapan dan cahaya. Sungguhpun demikian, orang-orang yang kufur mempersamakan tuhan mereka (dengan sesuatu yang lain).
(QS 6 : 1)
Quraish Shihab:Segala puji hanya bagi Allah Yang telah menciptakan langit dan bumi, dan menjadikan aneka gelap dan terang, kemudian orang-orang yang kafir menyekutukan (sesuatu) dengan Tuhan Pemelihara mereka. HAMKA:Segala puji-pujian untuk Allah yang telah menjadikan semua langit dan bumi dan telah mengadakan yang gelap-gelap dan cahaya. Kemudian, orang-orang yang kafir itu adalah mereka dengan Tuhan mereka, mempersekutukan.
Kemenag RI 2019:Dialah yang menciptakan kamu dari tanah, kemudian Dia menentukan batas waktu hidup (masing-masing). Waktu yang ditentukan (untuk kebangkitan setelah mati) ada pada-Nya. Kemudian, kamu masih meragukannya.
(QS 6 : 2)
Quraish Shihab:Dia-lah Yang menciptakan kamu dari tanah, sesudah itu ditentukan-Nya ajal (masing-masing) dan (ada lagi suatu) ajal (yaitu kebangkitan setelah mati) yang (juga) ditentukan di sisi-Nya, kemudian kamu (masih terus) ragu (akan keniscayaan Hari Kebangkitan itu). HAMKA:Dialah yang telah menjadikan kamu dari tanah, lalu Dia tentukan suatu ajal dan suatu ajal lagi yang telah tertentu ada di sisi-Nya. Kemudian, kamu masih (juga) ragu-ragu.
Kemenag RI 2019:Dialah Allah (yang disembah) di langit dan di bumi. Dia mengetahui apa pun yang kamu rahasiakan dan kamu tampakkan serta mengetahui apa pun yang kamu usahakan.
(QS 6 : 3)
Quraish Shihab:Dan Dia-lah Allah (Yang Kuasa dan disembah) di langit dan di bumi; Dia mengetahui apa yang kamu rahasiakan dan apa yang kamu tampakkan dan mengetahui (pula) apa yang kamu usahakan. HAMKA:Dan Dialah Allah di semua langit dan di bumi. Dia mengetahui akan rahasia kamu dan yang terang kamu dan Dia pun mengetahui apa yang kamu usahakan.
Kemenag RI 2019:Tidaklah datang kepada mereka satu ayat pun dari ayat-ayat ) Tuhan mereka, kecuali mereka (pasti) berpaling darinya.
(QS 6 : 4)
Quraish Shihab:Dan tidak ada suatu ayat (bukti kebenaran) pun dari ayat-ayat Tuhan Pemelihara mereka yang sampai kepada mereka (orang-orang kafir), melainkan mereka selalu berpaling darinya. HAMKA:Dan tidaklah datang kepada mereka satu ayat pun dari ayat-ayat Tuhan mereka, melainkan mereka berpaling daripadanya.
Kemenag RI 2019:Sungguh, mereka telah mendustakan kebenaran (Al-Qur’an) ketika sampai kepada mereka. Maka, kelak akan sampai kepada mereka berita-berita (tentang kebenaran) sesuatu yang selalu mereka perolok-olokkan.
(QS 6 : 5)
Quraish Shihab:Sungguh, mereka telah mendustakan yang haq (kebenaran yang sempurna) ketika (yang haq itu) datang kepada mereka, maka kelak sampai kepada mereka (kenyataan dari) berita-berita yang (selalu) mereka perolok-olokan. HAMKA:Maka, sesungguhnya mereka telah mendustakan kebenaran tatkala dia telah datang kepada mereka. Karena itu, akan datanglah kepada mereka berita-berita tentang apa yang telah mereka perolok-olokan itu.
Kemenag RI 2019:Tidakkah mereka perhatikan betapa banyak generasi sebelum mereka yang telah Kami binasakan? (Yaitu) generasi yang telah Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, yang belum pernah Kami lakukan kepada kamu; dan Kami curahkan air hujan yang lebat, Kami jadikan sungai-sungai mengalir di bawah mereka; lalu Kami binasakan mereka karena dosa-dosa mereka, selanjutnya Kami munculkan sesudah mereka generasi lain.
(QS 6 : 6)
Quraish Shihab:Apakah mereka tidak memperhatikan berapa banyak generasi yang telah Kami binasakan sebelum mereka? Padahal Kami telah meneguhkan mereka di bumi, (yaitu) keteguhan yang belum pernah Kami berikan kepadamu (masyarakat Mekkah), dan Kami kirimkan (awan sehingga menurunkan hujan dari) langit untuk mereka (dengan membawa hujan) yang deras dan Kami jadikan sungai-sungai mengalir di bawah mereka, lalu Kami binasakan mereka karena dosa mereka (sendiri), dan Kami ciptakan sesudah mereka generasi yang lain. HAMKA:Apakah tidak mereka lihat berapa banyak angkatan yang telah Kami binasakan sebelum mereka, yang telah Kami beri beriku kekuasaan yang teguh di bumi, yang tidak Kami berikan kepada kamu. Dan telah Kami turunkan hujan lebat kepada mereka dan telah Kami jadikan sungai-sungai yang mengalir di bawah mereka. Maka, telah Kami binasakan mereka itu karena dosa-dosa mereka dan Kami timbulkan sesudah mereka angkatan yang lain.
Kemenag RI 2019:Seandainya Kami turunkan kepadamu (Nabi Muhammad) kitab (berupa tulisan) pada kertas sehingga mereka dapat menyentuhnya dengan tangan mereka sendiri, pastilah orang-orang kafir itu mengatakan, “Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata.”
(QS 6 : 7)
Quraish Shihab:Dan jika seandainya Kami turunkan kepadamu (Nabi Muhammad saw., al-Qur'an yang berupa) tulisan di atas kertas, lalu mereka dapat memegangnya dengan tangan mereka, tentulah orang-orang yang kafir itu berkata: "Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata." HAMKA:Dan, walaupun Kami turunkan kepada engkau sebuah kitab di atas kertas, sampai mereka pegang dia dengan tangan mereka, sesungguhnya berkatalah orang-orang yang tidak mau percaya itu, “Tidak lain ini hanyalah sihir yang nyata.”
Kemenag RI 2019:Mereka berkata, “Mengapa tidak diturunkan malaikat kepadanya (Nabi Muhammad)?” ) Andaikata Kami turunkan malaikat, niscaya selesailah urusan (mereka dibinasakan karena pengingkaran) kemudian mereka tidak lagi ditangguhkan (sedikit pun untuk bertobat).
(QS 6 : 8)
Quraish Shihab:Dan mereka berkata: "Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Nabi Muhammad saw.) seorang malaikat (yang dapat kami lihat secara nyata dan menyatakan kebenaran Muhammad)?" Sedangkan, jika seandainya Kami turunkan malaikat, tentu selesailah urusan itu, kemudian mereka tidak diberi tangguh (mereka akan dibinasakan seketika)." HAMKA:Dan mereka berkata, “Mengapa maka tidak diturunkan atasnya malak?” Padahal, kalau Kami turunkan malak, tentu selesailah urusan kemudian mereka pun tidaklah akan dipedulikan.
Kemenag RI 2019:Seandainya Kami jadikan dia (rasul) itu (dari) malaikat, tentu Kami jadikan dia (berwujud) laki-laki, dan pasti Kami buat mereka tetap ragu sebagaimana kini mereka ragu. )
(QS 6 : 9)
Quraish Shihab:Dan jika seandainya Kami jadikan dia malaikat, pastilah Kami menjadikan dia laki-laki dan (jika demikian), Kami (pun) akan menjadikan mereka tetap ragu sebagaimana kini mereka ragu. HAMKA:Dan kalau Kami jadikan dia itu malak, niscaya Kami jadikan dia seorang laki-laki dan niscaya Kami ragukan mereka sebagaimana mereka (sekarang) ragu-ragu.
Kemenag RI 2019:Sungguh, rasul-rasul sebelum engkau (Nabi Muhammad) benar-benar telah diperolok-olokkan, maka turunlah kepada orang-orang yang mencemooh mereka (rasul-rasul) apa (azab) yang selalu mereka perolok-olokkan.
(QS 6 : 10)
Quraish Shihab:Demi (Allah)! Sungguh, telah diperolok-olok (pula) para rasul sebelummu (Nabi Muhammad saw.), maka turunlah (siksa) kepada orang-orang yang mengejek di antara mereka (sebagai balasan bagi) apa yang (selalu) mereka perolok-olokan. HAMKA:Dan sesungguhnya telah diperolok-olokkan beberapa rasul sebelum engkau maka turunlah kepada orang-orang yang telah memperolok-olokkan itu di antara mereka (balasan dari) apa yang mereka perolok-olokkan itu.
Kemenag RI 2019:Katakanlah (Nabi Muhammad), “Jelajahilah bumi, kemudian perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan itu.”
(QS 6 : 11)
Quraish Shihab:Katakanlah (Nabi Muhammad saw.): "Berjalanlah di bumi, kemudian perhatikanlah bagaimana kesudahan para pendusta!" HAMKA:Katakanlah, “Mengembaralah di bumi kemudian pandangilah betapa jadinya akibat dari orang orang yang mendustakan.”
Kemenag RI 2019:Katakanlah (Nabi Muhammad), “Milik siapakah apa yang di langit dan di bumi?” Katakanlah, “Milik Allah.” Dia telah menetapkan (sifat) kasih sayang pada diri-Nya. ) Sungguh, Dia pasti akan mengumpulkan kamu pada hari Kiamat yang tidak ada keraguan padanya. Orang-orang yang merugikan dirinya, mereka itu tidak beriman.
(QS 6 : 12)
Quraish Shihab:Katakanlah (Nabi Muhammad saw.): "Milik siapakah apa yang di langit dan di bumi?" Katakanlah: "Milik Allah." Dia telah menetapkan atas Diri-Nya (untuk melimpahkan) rahmat (kepada seluruh alam). Dia pasti akan mengumpulkan kamu pada Hari Kiamat yang tidak ada keraguan padanya. Orang-orang yang merugikan dirinya, maka mereka itu tidak beriman. HAMKA:Katakanlah, “Kepunyaan siapakah yang ada di semua langit dan bumi?” Katakanlah, “Kepunyaan Allah!” Dia telah mewajibkan diri-Nya akan memberi rahmat. Sesungguhnya, akan dikumpulkan-Nya kamu pada hari Kiamat yang tidak ada ragu-ragu tentang itu lagi. Orang-orang yang telah merugikan diri sendiri maka mereka itu tidaklah orang-orang yang beriman.
Kemenag RI 2019:Milik-Nyalah segala sesuatu yang ada pada malam dan siang hari. Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
(QS 6 : 13)
Quraish Shihab:Dan milik-Nya segala yang ada pada malam dan siang hari. Dan Dia-lah Yang Maha Mendengar, lagi Maha Mengetahui. HAMKA:Dan bagi-Nyalah apa yang tenang di malam hari dan siang. Dan Dia adalah mendengar lagi mengetahui.
Kemenag RI 2019:Katakanlah (Nabi Muhammad), “Apakah selain Allah, Pencipta langit dan bumi serta Dia memberi makan dan tidak diberi makan, akan aku jadikan sebagai pelindung?” Katakanlah (Nabi Muhammad), “Sesungguhnya aku diperintahkan agar aku menjadi orang pertama yang berserah diri (kepada Allah), dan jangan sekali-kali kamu masuk golongan orang-orang musyrik.”
(QS 6 : 14)
Quraish Shihab:Katakanlah (Nabi Muhammad saw.): "Apakah (sesuatu) selain Allah itu (wajar) aku jadikan pelindung? (Allah swt.) Pencipta langit dan bumi. Dia memberi makan dan tidak diberi makan." Katakanlah: "Sesungguhnya aku diperintah supaya menjadi orang yang pertama berserah diri (kepada Allah swt.), dan janganlah sekali-kali engkau termasuk (golongan) orang-orang musyrik. HAMKA:Katakanlah, “Adakah yang selain Allah akan aku ambil jadi pemimpin? Pencipta semua langit dan bumi dan Dia yang memberi makan dan bukan Dia yang diberi makan.” Katakanlah, “Sesungguhnya aku disuruh supaya menjadi orang yang mula-mula menyerah diri.” Dan sekali-kali jangan engkau jadi dari golongan orang-orang yang musyrik.
Kemenag RI 2019:Katakanlah, “Sesungguhnya aku takut azab pada hari yang besar (kiamat) jika aku durhaka kepada Tuhanku.”
(QS 6 : 15)
Quraish Shihab:Katakanlah (Nabi Muhammad saw.): "Sesungguhnya aku takut pada azab hari yang besar (Hari Kiamat), jika aku durhaka pada Tuhan Pemeliharaku." HAMKA:Katakanlah, “Sesungguhnya, aku takut jika aku mendurhaka kepada Tuhanku akan adzab di hari yang besar.”
Kemenag RI 2019:Siapa yang dijauhkan darinya (azab) pada hari itu, maka sungguh Dia telah merahmatinya. Itulah keberuntungan yang nyata.
(QS 6 : 16)
Quraish Shihab:Barang siapa dijauhkan darinya (azab) pada hari itu, maka sungguh Dia telah merahmatinya. Dan yang demikian itulah keberuntungan yang nyata. HAMKA:Barangsiapa yang dipalingkan daripadanya (adzab itu) pada hari itu maka sesungguhnya Dia telah memberi rahmat kepadanya dan itulah dia kemenangan yang nyata.
Kemenag RI 2019:Jika Allah menimpakan kemudaratan kepadamu, tidak ada yang dapat menghilangkannya selain Dia; dan jika Dia memberikan kebaikan kepadamu, Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.
(QS 6 : 17)
Quraish Shihab:Dan jika Allah menimpakan kemudharatan (musibah atau bencana) kepadamu, maka tidak ada yang menghilangkannya melainkan Dia. Dan jika Dia menyentuhkan (menganugerahkan walau sedikit) kebaikan kepadamu, maka Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. HAMKA:Dan jika Allah mengenakan engkau dengan suatu bahaya maka tidak seorang pun yang bisa melepaskannya kecuali Dia. Dan jika Dia mengenakan engkau dengan suatu kebaikan maka adalah Dia atas tiap-tiap sesuatu Mahakuasa.
Kemenag RI 2019:Dialah Penguasa atas hamba-hamba-Nya, dan Dialah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.
(QS 6 : 18)
Quraish Shihab:Dan Dia-lah Penguasa atas para hamba-Nya. Dan Dia-lah Yang Maha Bijaksana, lagi Mahateliti. HAMKA:Dan Dialah Yang Mahaperkasa atas hamba-hamba-Nya, dan Dia adalah Mahabijaksana lagi sangat meneliti.
Kemenag RI 2019:Katakanlah (Nabi Muhammad), “Siapakah yang lebih kuat kesaksiannya?” Katakanlah, “Allah. Dia menjadi saksi antara aku dan kamu. Al-Qur’an ini diwahyukan kepadaku supaya dengan itu aku mengingatkan kamu dan orang yang sampai (Al-Qur’an kepadanya). Apakah kamu benar-benar bersaksi bahwa ada tuhan-tuhan lain selain Allah?” Katakanlah, “Aku tidak bersaksi.” Katakanlah, “Sesungguhnya Dialah Tuhan Yang Maha Esa dan aku lepas tangan dari apa yang kamu persekutukan.”
(QS 6 : 19)
Quraish Shihab:Katakanlah (Nabi Muhammad saw.): "Apakah sesuatu yang lebih besar persaksiannya?" Katakanlah: "Allah, Dia menjadi Saksi antara aku dan kamu. Dan al-Qur'an ini diwahyukan kepadaku supaya dengannya aku memberi peringatan kepada kamu dan kepada orang-orang yang (al-Qur'an ini) sampai kepadanya. Apakah sesungguhnya kamu benar-benar menyaksikan bahwa ada sesembahan-sesembahan lain bersama Allah? Katakanlah: 'Aku tidak mengakui.' Katakanlah: 'Sesungguhnya Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu sekutukan.' " HAMKA:Katakanlah, “Apakah yang terlebih besar kesaksiannya?” Katakanlah, “Allah-lah Yang menjadi saksi di antara aku dan di antara kamu. Dan telah diwahyukan kepadaku Al-Qur'an ini untuk memberi ancaman kepada kamu dengan dia dan kepada barangsiapa yang telah sampai. Apakah kamu menyaksikan bahwa beserta Allah ada tuhan-tuhan yang lain?” Katakanlah, “Sesungguhnya aku tidaklah menyaksikan itu!” Katakanlah, “Sesungguhnya hanya Dialah Tuhan Yang Satu dan sesungguhnya aku berlepas diri daripada apa yang kamu persekutukan itu.”
Kemenag RI 2019:Orang-orang yang telah Kami beri Kitab mengenalnya (Nabi Muhammad) seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Orang-orang yang merugikan diri sendiri itu tidak beriman.
(QS 6 : 20)
Quraish Shihab:Orang-orang yang telah Kami anugerahkan kepada mereka al-Kitab (orang-orang Yahudi dan Nasrani) mengenalnya (Nabi Muhammad saw.) seperti mereka mengenal anak-anak mereka. Orang-orang yang merugikan dirinya, maka mereka itu tidak beriman. HAMKA:Orang-orang yang telah Kami berikan kitab
kepada mereka, telah mengenalnya; sebagai-
mana mereka mengenal anak-anak mereka
sendiri. Mereka itu telah merugikan diri mereka
sendiri maka bukanlah mereka itu orang-orang
yang beriman.
Kemenag RI 2019:Siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan suatu kebohongan terhadap Allah atau mendustakan ayat-ayat-Nya? Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu tidak beruntung.
(QS 6 : 21)
Quraish Shihab:Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan kebohongan besar terhadap Allah, atau mendustakan ayat-ayat (bukti-bukti keesaan dan kekuasaan) Nya dan (akan kebenaran al-Qur'an)? Sesungguhnya tidaklah beruntung orang-orang zalim. HAMKA:Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan atas nama Allah akan kedustaan atau mendustakan ayat-ayat-Nya? Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu tidak akan beruntung.
Kemenag RI 2019:(Ingatlah) tatkala Kami kumpulkan mereka semua kemudian Kami berfirman kepada orang-orang yang mempersekutukan Kami, “Manakah sekutu-sekutumu yang kamu sangkakan?”
(QS 6 : 22)
Quraish Shihab:Dan (ingatlah kebohongan mereka terhadap Allah swt. di dunia ini) pada hari (ketika) Kami mengumpulkan mereka semua, kemudian Kami berkata kepada orang-orang yang menyekutukan (Allah swt.): "Di manakah sembahan-sembahan kamu yang dahulu kamu anggap (sekutu-sekutu Kami)?" HAMKA:Dan pada hari Kami mengumpulkan mereka semuanya, kemudian Kami berkata kepada orang-orang yang mempersekutukan, "Di manakah sekutu-sekutu kamu yang dahulunya kamu duga?"
Kemenag RI 2019:Kemudian, mereka tidak punya jawaban atas kebohongan mereka, kecuali (terpaksa) mengatakan, “Demi Allah, Tuhan kami, kami bukanlah orang-orang musyrik.”
(QS 6 : 23)
Quraish Shihab:Kemudian tidak ada fitnah (ucapan dan jawaban yang tidak berdasar) mereka, kecuali mengatakan: "Demi Allah, Tuhan Pemelihara kami, sekali-kali kami bukan orang-orang musyrik." HAMKA:Kemudian, tidaklah ada fitnah bagi mereka melainkan bahwa mereka berkata, "Demi Allah Tuhan kami, tidaklah kami ini orang-orang yang mempersekutukan."
Kemenag RI 2019:Perhatikanlah (Nabi Muhammad) bagaimana mereka berdusta terhadap diri sendiri. Lenyaplah dari mereka apa (kebohongan) yang selalu mereka ada-adakan.
(QS 6 : 24)
Quraish Shihab:Lihatlah, bagaimana mereka telah berdusta terhadap diri mereka (sendiri) dan lenyaplah dari mereka apa (sembahan-sembahan) yang dahulu mereka ada-adakan. HAMKA:Lihatlah bagaimana mereka telah berdusta atas nama diri mereka dan hilanglah dari mereka apa-apa yang dahulunya mereka ada-adakan.
Kemenag RI 2019:Di antara mereka ada yang mendengarkan engkau (Nabi Muhammad membaca Al-Qur’an), padahal Kami menjadikan di hati mereka penutup, (sehingga mereka tidak) memahaminya, dan (Kami jadikan) pada telinga mereka penyumbat. Jika mereka melihat segala tanda kebenaran, mereka tetap tidak beriman padanya, sehingga apabila mereka datang kepadamu untuk membantahmu, orang-orang kafir itu berkata, “Ini (Al-Qur’an) tiada lain hanyalah dongengan orang-orang terdahulu.”
(QS 6 : 25)
Quraish Shihab:Dan di antara mereka (yang mendustakan kebenaran) ada orang yang mendengarkanmu (membaca al-Qur'an), padahal Kami telah meletakkan di atas hati mereka penutup-penutup (karena mereka pada dasarnya tidak mau) memahaminya, dan di telinga mereka ada penyumbat (sehingga mereka tidak mendengar dengan benar). Dan jika mereka melihat segala tanda (kebenaran), mereka tetap tidak (mau) beriman kepadanya. Sehingga apabila mereka datang kepadamu untuk membantahmu, orang-orang yang kafir berkata: "Al-Qur'an ini tidak lain hanyalah dongeng-dongeng orang-orang terdahulu." HAMKA:Dan di antara mereka ada yang mendengar kepadamu. Dan Kami jadikan atas hati mereka penutup sehingga mereka tidak mengerti dan atas telinga mereka ada pekak. Dan walaupun mereka melihat tiap-tiap tanda, mereka tidak akan beriman kepadanya sehingga tatkala mereka datang kepadamu, mereka berbantah-bantahan dengan kamu, berkatalah orang-orang yang kafir, "Tidak lain ini hanyalah dongeng orang-orang dahulu."
Kemenag RI 2019:Mereka melarang (orang lain) mendengarkannya (Al-Qur’an) dan mereka pun menjauhkan diri darinya. Mereka tidak membinasakan kecuali diri mereka sendiri, tetapi mereka tidak menyadari.
(QS 6 : 26)
Quraish Shihab:Mereka melarang (orang lain) mendengarkannya (al-Qur'an) dan mereka menjauhkan diri dari (tuntunan)-nya, dan mereka hanyalah membinasakan diri mereka sendiri, sedangkan mereka tidak menyadari. HAMKA:Dan mereka mencegah orang darinya dan mereka menjauh darinya. Dan tidaklah mereka membinasakan melainkan diri mereka sendiri sedangkan mereka tidak menyadarinya.
Kemenag RI 2019:Seandainya engkau (Nabi Muhammad) melihat ketika mereka dihadapkan ke neraka, mereka berkata, “Seandainya kami dikembalikan (ke dunia), tentu kami tidak akan mendustakan ayat-ayat Tuhan kami, dan kami menjadi orang-orang mukmin.”
(QS 6 : 27)
Quraish Shihab:Dan jika seandainya engkau (Nabi Muhammad saw.) melihat ketika mereka dihadapkan ke neraka, (tentulah engkau akan menyaksikan peristiwa dahsyat; dan ketika itu mereka menyadari dosa-dosa mereka) maka mereka berkata: "Aduhail Kiranya kami dikembalikan (ke dunia) dan kami tidak mendustakan ayat-ayat Tuhan Pemelihara kami, dan kami (akan) termasuk golongan orang-orang mukmin." HAMKA:Dan alangkah hebat kalau engkau lihat
tatkala mereka diberdirikan di pinggir neraka
lalu mereka berkata, “Wahai kiranya, alangkah
baiknya jika kami dikembalikan supaya kami
tidak mendustakan (lagi) akan ayat-ayat Tuhan
kami dan jadilah kami daripada orang-orang
yang beriman.”
Kemenag RI 2019:Namun, (sebenarnya) kejahatan yang mereka selalu sembunyikan dahulu telah tampak bagi mereka. Seandainya dikembalikan (ke dunia), tentu mereka akan mengulang kembali apa yang telah dilarang mengerjakannya. Sesungguhnya mereka benar-benar para pendusta.
(QS 6 : 28)
Quraish Shihab:(Tidak demikian)! Bahkan sebenarnya telah nampak bagi mereka (azab yang tidak dapat mereka elakkan, sebagai akibat dari) apa yang dahulu selalu mereka sembunyikan. Dan jika seandainya mereka dikembalikan (ke dunia), tentulah mereka kembali kepada apa (kejahatan) yang mereka telah dilarang mengerjakannya, dan sesungguhnya mereka benar-benar para pembohong. HAMKA:Bahkan telah nyatalah bagi mereka apa yang mereka sembunyikan dahulunya. Tetapi jika sekiranya mereka dikembalikan pun niscaya mereka akan kembali (pula) kepada apa yang mereka telah dilarang daripadanya itu. Karena sesungguhnya mereka itu adalah pendusta.
Kemenag RI 2019:Mereka pun akan mengatakan, “Hidup hanyalah di dunia ini dan kita tidak akan dibangkitkan.”
(QS 6 : 29)
Quraish Shihab:Dan mereka (pasti) mengatakan (pula): "Kehidupan ini hanyalah kehidupan kita di dunia saja dan kita sekali-kali tidak akan dibangkitkan." HAMKA:Dan mereka berkata, “Ini tidak lain hanyalah kehidupan kita di dunia saja. Dan tidakkah kita akan dibangkitkan.”
Kemenag RI 2019:Seandainya engkau (Nabi Muhammad) melihat ketika mereka dihadapkan kepada Tuhannya (tentulah engkau melihat peristiwa yang luar biasa). Dia berfirman, “Bukankah (kebangkitan) ini benar?” Mereka menjawab, “Sungguh benar, demi Tuhan kami.” Dia berfirman, “Rasakanlah azab ini karena kamu selalu kufur (kepadanya).”
(QS 6 : 30)
Quraish Shihab:Dan jika seandainya engkau (Nabi Muhammad saw.) melihat ketika mereka dihadapkan kepada Tuhan Pemelihara mereka, (tentu engkau akan menyaksikan peristiwa yang tidak tergambarkan dengan kata-kata; dan ketika itu Allah swt.) berfirman: "Bukankah (kebangkitan) ini benar?" Mereka menjawab: "Sungguh benar, demi Tuhan Pemelihara Kami." (Dia) berfirman: "Karena itu rasakanlah azab ini, disebabkan kamu terus menerus mengingkari(-Nya)!" HAMKA:Dan jikalau engkau lihat tatkala mereka didirikan atas api lalu mereka berkata, "Alangkah baiknya jika kami dikembalikan dan tidaklah kami mendustakan ayat-ayat Tuhan kami dan kami akan jadi dari golongan orang-orang yang beriman.”
Kemenag RI 2019:Sungguh rugi orang-orang yang mendustakan pertemuan dengan Allah. Maka, apabila hari Kiamat datang kepada mereka secara tiba-tiba, mereka berkata, “Alangkah besarnya penyesalan kami atas kelalaian kami tentangnya (hari Kiamat),” sambil memikul dosa-dosa di atas punggungnya. Alangkah buruknya apa yang mereka pikul itu.
(QS 6 : 31)
Quraish Shihab:Sungguh, telah merugi orang-orang yang mendustakan Pertemuan dengan Allah sehingga apabila datang kepada mereka Kiamat secara tiba-tiba, mereka berkata: "Alangkah (besar) penyesalan kami terhadap kelalaian kami tentangnya (Hari Kiamat), sedangkan mereka memikul dosa-dosa di atas punggung mereka. Sungguh, sangat buruk apa yang mereka pikul. HAMKA:Sesungguhnya rugilah orang-orang yang mendustakan pertemuan dengan Allah sehingga apabila datang kepada mereka saat itu dengan sekonyong-konyong, berkatalah mereka, "Wahai menyesalnya kita atas apa yang telah kita abaikan di dalam (dunia)." Sedangkan mereka memikul dosa-dosa mereka di bahu mereka. Alangkah buruknya yang mereka pikul itu!
Kemenag RI 2019:Kehidupan dunia hanyalah permainan dan kelengahan, sedangkan negeri akhirat itu, sungguh lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Tidakkah kamu mengerti?
(QS 6 : 32)
Quraish Shihab:Dan tidaklah kehidupan dunia kecuali permainan dan kelengahan, sedangkan negeri akhirat benar-benar lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Tidakkah kamu (hai orang-orang kafir) berpikir? HAMKA:Dan tidaklah kehidupan dunia itu melainkan permainan dan kelalaian. Dan sesungguhnya, kampung akhiratlah yang sebaik-baiknya bagi orang-orang yang bertakwa. Maka, apakah kamu tidak mau berpikir?
Kemenag RI 2019:Sungguh, Kami mengetahui bahwa sesungguhnya apa yang mereka katakan itu betul-betul membuatmu (Nabi Muhammad) bersedih. (Bersabarlah) karena sebenarnya mereka tidak mendustakanmu, tetapi orang-orang zalim itu selalu mengingkari ayat-ayat Allah.
(QS 6 : 33)
Quraish Shihab:Sungguh, Kami mengetahui sesungguhnya apa yang mereka katakan itu tentu menyedihkan hatimu (Nabi Muhammad saw.); (tetapi janganlah bersedih hati), karena sesungguhnya mereka bukan mendustakanmu, tetapi orang-orang yang zalim (itu) mengingkari ayat-ayat Allah. HAMKA:Sesungguhnya, Kami tahu bahwa telah sangat mendukacitakan engkau apa yang mereka katakan. Sesungguhnya bukanlah mereka itu mendustakan engkau, tetapi orang-orang yang zalim itu mengingkari ayat-ayat Allah.
Kemenag RI 2019:Sungguh rasul-rasul sebelum engkau pun telah didustakan, lalu mereka sabar terhadap pendustaan dan penganiayaan (yang dilakukan) terhadap mereka sampai datang pertolongan Kami kepada mereka. Tidak ada yang dapat mengubah kalim?t Allah. ) Sungguh, telah datang kepadamu sebagian berita rasul-rasul itu.
(QS 6 : 34)
Quraish Shihab:Dan demi (Allah)! Sungguh, telah didustakan (pula oleh kaum mereka) para rasul (yang diutus Allah swt.) sebelummu (Nabi Muhammad saw.), tetapi mereka sabar terhadap pendustaan dan gangguan terhadap mereka, sampai datang pertolongan Kami kepada mereka. Dan tidak ada yang dapat mengubah kalimat-kalimat (janji dan ketetapan-ketetapan) Allah. Dan demi (Allah)! Sungguh, telah datang kepadamu sebagian dari berita (penting yang dialami oleh) para rasul. HAMKA:Sesungguhnya, telah didustakan beberapa rasul dari sebelum engkau, tetapi mereka adalah sabar atas apa yang didustakan mereka dan disakiti mereka. Sehingga datanglah kepada mereka pertolongan Kami. Karena tidaklah ada pengganti dari kalimat-kalimat Allah. Dan sesungguhnya telah datang kepada engkau setengah dari berita utusan-utusan itu.
Kemenag RI 2019:Jika keberpalingan mereka terasa berat bagimu (Nabi Muhammad), andaikan engkau dapat membuat lubang di bumi atau tangga ke langit lalu engkau dapat mendatangkan bukti (mukjizat) kepada mereka, (maka buatlah). Seandainya Allah menghendaki, tentu Dia akan menjadikan mereka semua mengikuti petunjuk. Oleh karena itu, janganlah sekali-kali engkau termasuk orang-orang yang bodoh.
(QS 6 : 35)
Quraish Shihab:Dan jika keberpalingan mereka terasa sangat berat bagimu (Nabi Muhammad saw.), maka jika engkau dapat membuat lubang di bumi atau tangga ke langit lalu engkau dapat mendatangkan bukti (mukjizat) kepada mereka. (maka buatlah). Jika seandainya Allah menghendaki, pasti Dia mengumpulkan mereka semua dalam petunjuk, sebab itu janganlah sekali-kali engkau termasuk orang-orang jahil. HAMKA:Dan jika amat besar bagimu perpaligan mereka maka jika engkau sanggup membuat suatu lubang di bumi atau suatu jenjang ke langit lalu engkau bawakan kepada mereka satu ayat! Karena kalau Allah menghendaki, niscaya Dia kumpulkan mereka atas petunjuk itu. Maka, janganlah engkau jadi dari orang-orang yang bodoh.
Kemenag RI 2019:Hanya orang-orang yang menyimak (ayat-ayat Allah) sajalah yang mematuhi (seruan-Nya). Adapun orang-orang yang mati ) kelak akan dibangkitkan oleh Allah, kemudian kepada-Nya mereka dikembalikan.
(QS 6 : 36)
Quraish Shihab:Sesungguhnya hanya orang-orang yang mendengar sajalah yang memperkenankan (seruan Allah swt.) dengan sungguh-sungguh, sedangkan orang-orang yang mati akan dibangkitkan oleh Allah, kemudian hanya kepada-Nya mereka akan dikembalikan. HAMKA:Hanya saja yang mau menyahut ialah orang-orang yang mendengar. Sedang orang-orang yang mati itu akan dibangkitkan mereka oleh Allah. Kemudian itu kepada-Nyalah mereka akan dikembalikan.
Kemenag RI 2019:Mereka (orang-orang musyrik) berkata, “Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Nabi Muhammad) suatu bukti (mukjizat) dari Tuhannya?” Katakanlah, “Sesungguhnya Allah Maha Kuasa menurunkan suatu bukti (mukjizat), tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.”
(QS 6 : 37)
Quraish Shihab:Mereka (orang-orang musyrik) berkata, "Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Nabi Muhammad saw.) suatu bukti (mukjizat) dari Tuhan Pemeliharanya?" Katakanlah (Nabi Muhammad saw.), "Sesungguhnya Allah kuasa menurunkan suatu ayat (berupa mukjizat aral t selain itu), tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui." HAMKA:Dan mereka berkata, “Mengapa tidak diturunkan kepadanya satu ayat dari Tuhannya?” Katakanlah, “Sesungguhnya Allah berkuasa bahwa akan menurunkan satu ayat,” tetapi kebanyakan dari mereka tidaklah mengetahui.
Kemenag RI 2019:Tidak ada seekor hewan pun (yang berada) di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan semuanya merupakan umat (juga) seperti kamu. ) Tidak ada sesuatu pun yang Kami luputkan di dalam kitab, ) kemudian kepada Tuhannya mereka dikumpulkan.
(QS 6 : 38)
Quraish Shihab:Dan tidak ada makhluk melata di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan umar-umat t juga) seperti kamu (manusia). Tidak Kami lupakan
sesuatu pun dalam al-Kitab (al-Quran atau LAuh al-Mahfuzh), kemudian hanya kepada Tuhan Pemelihara merekalah, mereka dikumpulkan. HAMKA:Dan tidak ada makhluk melata di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan umat-umat (juga) seperti kamu (manusia). Tidak Kami lupakan sesuatu pun dalam al-Kitab (al-Qur’an atau Lauh al-Mahfuzh), kemudian hanya kepada Tuhan Pemelihara merekalah mereka dikumpulkan.
Kemenag RI 2019:Orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami (seperti orang yang) tuli dan bisu, serta berada dalam berbagai kegelapan. Siapa yang dikehendaki Allah (dalam kesesatan), niscaya disesatkan-Nya. Siapa yang dikehendaki Allah (dalam petunjuk), niscaya Dia menjadikannya berada di atas jalan yang lurus. )
(QS 6 : 39)
Quraish Shihab:Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami adalah tuli dan bisu, (sebagaimana halnya orang yang) berada dalam gelap gulita. Barang siapa dikehendaki Allah (untuk sesat karena kecenderungan hatinya untuk sesat), pasti disesatkannya. Dan barang siapa dikehendaki Allah (untuk diberi petunjuk karena menempuh jalan petunjuk), pasti Dia menjadikannya (berada) di atas jalan lebar yang lurus. HAMKA:Dan orang-orang yang telah mendustakan ayat-ayat Kami itu adalah tuli dan bisu di dalam berbagai kegelapan. Barang siapa yang Allah kehendaki, niscaya akan Dia sesatkan dia dan barang siapa yang Dia kehendaki, akan Dia jadikan dia di atas jalan yang lurus.
Kemenag RI 2019:Katakanlah (Nabi Muhammad), “Terangkanlah kepadaku (bahwa) jika siksaan Allah sampai kepadamu (di dunia) atau hari Kiamat sampai kepadamu, apakah kamu (tetap) akan menyeru (tuhan) selain Allah, jika kamu (merasa) orang yang benar?”
(QS 6 : 40)
Quraish Shihab:Katakanlah (kepada para pendusta itu, wahai Nabi Muhammad saw.), "Beritahukanlah kepadaku (tentang keadaan diri kamu) jika datang siksa Allah kepada kamu, atau datang kepada kamu Hari Kiamat, apakah kamu menyeru selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar?" HAMKA:Katakanlah: cobalah kabarkan kamu adzab Allah atau datang kepada kamu Kiamat, apakah kepada yang selain Allah kamu akan menyeru? Jika memang kamu orang-orang yang benar.
Kemenag RI 2019:Tidak! Hanya kepada-Nya kamu menyeru. Maka, jika Dia menghendaki, Dia hilangkan apa (bahaya dan siksa) yang (karenanya) kamu memohon kepada-Nya, dan (karena dahsyatnya keadaan) kamu tinggalkan apa yang kamu persekutukan (dengan Allah).
(QS 6 : 41)
Quraish Shihab:Tidak! Tetapi hanya Dia-lah yang kamu seru, maka Dia menghilangkan apa (bahaya dan siksa) yang karenanya kamu berdoa kepada-Nya jika Dia menghendaki. Dan (karena dahsyatnya bahaya dan mencekamnya keadaan) kamu lupakan apa (sembahan-sembahan) yang kamu sekutukan (dengan Allah swt.). HAMKA:Bahkan, Dialah yang kamu seru maka Dialah yang akan melepaskan apa yang kamu mohonkan kepada-Nya itu, jika Dia kehendaki dan akan lupakan kamu kepada apa yang kamu persekutukan itu.
Kemenag RI 2019:Sungguh, Kami telah mengutus (para rasul) kepada umat-umat sebelum engkau, (tetapi mereka membangkang,) kemudian Kami siksa mereka dengan (menimpakan) kemelaratan dan kesengsaraan, agar tunduk merendahkan diri (kepada Allah).
(QS 6 : 42)
Quraish Shihab:Dan demi (keagungan dan kekuasaan Kami)! Sungguh, Kami telah mengutus kepada umat-umat sebelum engkau (Nabi Muhammad saw.), tetapi mereka membangkang. Maka Kami siksa mereka dengan kesengsaraan dan kemelaratan supaya mereka tunduk merendahkan diri. HAMKA:Dan sesungguhnya Kami telah mengutus (beberapa) umat-umat sebelum engkau (Nabi Muhammad saw.), kemudian Kami timpakan kepada mereka kesengsaraan dan penderitaan agar mereka tunduk dengan merendahkan diri (kepada Allah).
Kemenag RI 2019:Akan tetapi, mengapa mereka tidak tunduk merendahkan diri (kepada Allah) ketika siksaan Kami datang menimpa mereka? Bahkan hati mereka telah menjadi keras dan setan pun menjadikan terasa indah bagi mereka apa yang selalu mereka kerjakan.
(QS 6 : 43)
Quraish Shihab:Maka, mengapa mereka tidak tunduk merendahkan diri ketika datang siksa Kami kepada mereka? Bahkan hati mereka telah menjadi keras, dan setan (pun) memperindah bagi mereka apa yang (selalu) mereka kerjakan. HAMKA:Mengapalah, tatkala telah datang kepada mereka bencana dan Kami, tidak mereka merendahkan diri. Akan tetapi, keraslah hati mereka dan disanjung-sanjungkan oleh setan kepada mereka segala yang telah mereka kerjakan itu.
Kemenag RI 2019:Maka, ketika mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan pintu-pintu segala sesuatu (kesenangan) untuk mereka, sehingga ketika mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka secara tiba-tiba, maka ketika itu mereka terdiam putus asa.
(QS 6 : 44)
Quraish Shihab:Maka, ketika mereka mengabaikan apa yang diperingatkan kepada mereka dengannya, Kami membukakan pintu-pintu segala sesuatu (yang berkaitan dengan kesenangan duniawi) untuk mereka. Sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan tiba-tiba, maka seketika itu mereka terdiam berputus asa. HAMKA:Maka tatkala mereka telah lupa apa yang telah diperingatkan kepada mereka, Kami bukakanlah untuk mereka pintu-pintu dari tiap-tiap sesuatu. Sehingga apabila mereka telah bergembira dengan apa yang diberikan kepada mereka itu, Kami siksa lah mereka dengan sekonyong-konyong. Tiba-tiba, mereka pun merasa kecewa.
Kemenag RI 2019:Maka, orang-orang yang zalim itu dimusnahkan sampai ke akar-akarnya. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.
(QS 6 : 45)
Quraish Shihab:Maka, dimusnahkanlah kaum yang zalim (itu) sampai ke akar-akarnya, dan segala puji hanya bagi Allah, Tuhan Pemelihara seluruh alam. HAMKA:Lalu dipotong habislah bibit-bibit kaum yang zalim. Dan sekalian puji-pujian adalah untuk Allah, Tuhan serwa sekalian alam.
Kemenag RI 2019:Katakanlah (Nabi Muhammad), “Terangkanlah kepadaku jika Allah mencabut pendengaran dan penglihatan serta menutup hatimu, siapakah tuhan selain Allah yang kuasa mengembalikannya kepadamu?” Perhatikanlah, bagaimana Kami menjelaskan berulang-ulang (kepada mereka) tanda-tanda kekuasaan (Kami), tetapi mereka tetap berpaling.
(QS 6 : 46)
Quraish Shihab:Katakanlah (Nabi Muhammad saw.), "Terangkanlah kepadaku jika Allah mengambil pendengaran kamu dan penglihatan-penglihatan kamu serta mengunci mati hati kamu, siapakah Tuhan selain Allah (yang mengembalikannya kepada kamu)?" Perhatikanlah, bagaimana Kami berkali-kali menjelaskan tanda-tanda (kebesaran dan kekuasaan Kami), kemudian mereka (tetap) berpaling. HAMKA:Katakanlah, “Bagaimana pikiran kamu jika dicabut Allah pendengaran kamu dan penglihatan kamu dan Dia materai hati kamu Siapakah Tuhan selain Allah yang akan mengembalikannya kepada kamu?” Perhatikanlah, betapa Kami mengulang-ulang ayat-ayat itu. Kemudian itu, mereka pun berpaling juga.
Kemenag RI 2019:Katakanlah (Nabi Muhammad), “Terangkanlah kepadaku jika siksaan Allah sampai kepadamu secara tiba-tiba atau terang-terangan, adakah yang dibinasakan (Allah) selain orang-orang yang zalim?”
(QS 6 : 47)
Quraish Shihab:Katakanlah (Nabi Muhammad saw.), "Terangkanlah kepadaku jika datang siksa Allah kepada kamu dengan tiba-tiba atau terang-terangan, maka adakah yang dibinasakan selain kaum yang zalim?" HAMKA:Katakanlah, “Kabarkanlah kepadaku jika datang kepada kamu azab Allah dengan tiba-tiba atau berterang-terang adakah yang dibinasakan selain dari kaum yang aniaya?”
Kemenag RI 2019:Tidaklah Kami utus para rasul melainkan untuk memberi kabar gembira dan memberi peringatan. Siapa beriman dan mengadakan perbaikan, maka tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati.
(QS 6 : 48)
Quraish Shihab:Dan tidaklah Kami mengutus para rasul melainkan sebagai pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan. Barang siapa beriman dan mengadakan perbaikan, maka tidak ada rasa takut pada mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati. HAMKA:Dan tidaklah Kami mengutus rasul-rasul itu melainkan sebagai pembawa berita gembira dan berita ancaman. Maka barangsiapa yang beriman dan berbuat perbaikan, tiadalah ada ketakutan atas mereka dan tiadalah mereka berduka cita.
Kemenag RI 2019:Orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami akan ditimpa azab karena mereka selalu berbuat fasik (berbuat dosa).
(QS 6 : 49)
Quraish Shihab:Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, siksa akan menimpa mereka karena mereka selalu berbuat fasik (keluar dari ketaatan kepada Allah swt.). HAMKA:Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami itu akan mengenailah kepada mereka azab dan sebab apa yang telah mereka fasikkan itu.
Kemenag RI 2019:Katakanlah (Nabi Muhammad), “Aku tidak mengatakan kepadamu bahwa perbendaharaan (rezeki) Allah ada padaku, aku (sendiri) tidak mengetahui yang gaib, dan aku tidak (pula) mengatakan kepadamu bahwa aku malaikat. Aku tidak mengikuti kecuali apa yang diwahyukan kepadaku.” Katakanlah, “Apakah sama orang yang buta dengan orang yang melihat? Apakah kamu tidak memikirkan(-nya)?”
(QS 6 : 50)
Quraish Shihab:Katakanlah (Nabi Muhammad saw.), "Aku tidak mengatakan kepada kamu bahwa terdapat padaku gudang-gudang (rezeki dan kekayaan) Allah, dan aku tidak mengetahui yang gaib (tanpa bantuan dari Allah swt.), dan tidak (pula) aku mengatakan kepada kamu bahwa aku adalah malaikat. Aku tidak mengikuti kecuali apa yang diwahyukan kepadaku." Katakanlah, "Apakah sama orang yang buta dengan orang yang melihat?" Maka tidakkah kamu berpikir? HAMKA:Katakanlah, “Tidaklah aku akan berkata kepadamu bahwa di sisiku ada beberapa perbendaharaan Allah dan tidaklah aku mengetahui akan yang gaib dan tidaklah aku akan mengatakan kepada kamu bahwa aku ini adalah malaikat. Tidak lain yang aku ikuti hanyalah apa yang diwahyukan kepadaku.” Katakanlah, “Apakah bersamaan yang buta dengan yang nyalang? Apakah kamu tidak berpikir?”
Kemenag RI 2019:Peringatkanlah dengannya (Al-Qur’an) orang-orang yang takut akan dikumpulkan menghadap Tuhannya (pada hari Kiamat). Tidak ada bagi mereka pelindung dan pemberi syafaat (pertolongan) selain Allah, agar mereka bertakwa.
(QS 6 : 51)
Quraish Shihab:Dan berilah peringatan dengannya (al-Qur’an) kepada orang-orang yang takut akan dikumpulkan kepada Tuhan Pemelihara mereka, sedangkan bagi mereka tidak ada pelindung dan tidak (pula) pemberi syafaat selain Allah, supaya mereka bertakwa. HAMKA:Dan ancamkanlah dengan dia (Al-Qur’an) kepada orang-orang yang takut bahwa mereka dikumpulkan kepada Tuhan mereka. Tidak ada bagi mereka selain dari-Nya pelindung dan tidak pula yang akan menolong melepaskan. Mudah-mudahan mereka menjadi orang-orang yang bertakwa.
Kemenag RI 2019:Janganlah engkau (Nabi Muhammad) mengusir orang-orang yang menyeru Tuhannya pada pagi dan petang hari, sedangkan mereka mengharapkan keridaan-Nya. Engkau tidak memikul tanggung jawab sedikit pun terhadap perbuatan mereka dan mereka (pun) tidak memikul tanggung jawab sedikit pun terhadap perbuatanmu, sehingga engkau (tidak berhak) mengusir mereka. (Jika dilakukan,) engkau termasuk orang-orang yang zalim. )
(QS 6 : 52)
Quraish Shihab:Dan janganlah engkau (Nabi Muhammad saw.) mengusir orang-orang (miskin) yang menyeru Tuhan Pemelihara mereka di pagi hari dan di petang hari, sedangkan mereka menghendaki keridaan-Nya. Engkau tidak memikul sedikit pun perhitungan (tanggung jawab) terhadap mereka, dan mereka tidak memikul sedikit pun perhitungan (tanggung jawab) terhadap engkau. Maka, (jika) engkau mengusir mereka, engkau termasuk orang-orang yang zalim. HAMKA:Dan janganlah engkau usir orang-orang yang menyeru Tuhan mereka pada pagi hari dan petang yang menginginkan wajah Tuhannya. Tidaklah kewajiban engkau atas sesuatu dari perhitungan mereka. Dan tidak (pula) kewajiban mereka atas sesuatu dari perbuatan engkau. Maka bila engkau usir mereka, jadilah engkau dari orang-orang yang zalim.
Kemenag RI 2019:Demikianlah Kami telah menguji sebagian mereka (yang kaya dan berkuasa) dengan sebagian yang lain (yang miskin dan menderita), sehingga mereka (yang kaya dan kufur itu) berkata, “Orang-orang semacam inikah (yang status sosialnya rendah) di antara kita yang diberi anugerah oleh Allah?” (Allah berfirman,) “Tidakkah Allah lebih mengetahui tentang mereka yang bersyukur (kepada-Nya)?”
(QS 6 : 53)
Quraish Shihab:Dan demikianlah telah Kami uji sebagian mereka dengan sebagian yang lain, sehingga mereka (yang kaya dan berkuasa) berkata, “Orang-orang semacam inikah (yang status sosialnya sangat rendah) di antara kita yang dianugerahi (karunia) oleh Allah kepada mereka?” Tidakkah Allah lebih mengetahui tentang orang-orang yang bersyukur (kepada-Nya)? HAMKA:Dan demikianlah telah Kami uji sebagian dari mereka dengan yang sebagian sehingga mereka pun berkata, “Apakah orang-orang ini yang diberi karunia Allah atas mereka di antara kita?” Bukankah Allah itu lebih tahu akan orang-orang yang bersyukur?
Kemenag RI 2019:Apabila orang-orang yang beriman pada ayat-ayat Kami datang kepadamu, katakanlah, “Sal?mun ‘alaikum (semoga keselamatan tercurah kepadamu).” Tuhanmu telah menetapkan sifat kasih sayang pada diri-Nya, (yaitu) siapa yang berbuat kejahatan di antara kamu karena kejahilan (kebodohan, kecerobohan, dorongan nafsu, amarah dan sebagainya), kemudian dia bertobat setelah itu dan memperbaiki diri, maka sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
(QS 6 : 54)
Quraish Shihab:Dan apabila orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami datang kepadamu (Nabi Muhammad saw.), maka katakanlah, “Sal?mun ‘alaikum (Salam sejahtera bagi kamu).” Tuhan Pemelihara kamu telah menetapkan atas Diri-Nya rahmat, (yaitu) bahwa barang siapa berbuat kejahatan di antara kamu disebabkan oleh kejahilan (kecerobohan, dorongan nafsu, atau amarah dan semacamnya), kemudian dia bertobat setelah melakukannya serta mengadakan perbaikan, maka sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Pengasih. HAMKA:Dan jika datang kepada engkau orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami maka katakanlah, “Selamat sejahtera atas kamu! Tuhan kamu telah mewajibkan atas diri-Nya sendiri akan memberi rahmat. (Yaitu) barang siapa di antara kamu yang beramal dengan suatu kejahatan karena kebodohan kemudian itu diperbuat sesudahnya dan memperbaiki maka sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun lagi Penyayang.”
Kemenag RI 2019:Demikianlah Kami terangkan ayat-ayat Al-Qur’an secara terperinci (agar terlihat jelas jalan kebenaran) dan agar terlihat jelas (pula) jalan para pendurhaka.
(QS 6 : 55)
Quraish Shihab:Demikianlah Kami menjelaskan ayat-ayat (keterangan-keterangan dan tuntunan-tuntunan Kami) secara terperinci, dan supaya jelas jalan para pendurhaka.
Katakanlah (Nabi Muhammad saw.), “Sesungguhnya aku dilarang menyembah HAMKA:Dan demikianlah Kami menjelaskan beberapa ayat supaya dapat jelaslah ke mana jalan bagi orang-orang yang berbuat kesalahan besar.
Kemenag RI 2019:Katakanlah (Nabi Muhammad), “Sesungguhnya aku dilarang menyembah tuhan-tuhan yang kamu sembah selain Allah.” Katakanlah, “Aku tidak akan mengikuti keinginanmu. Jika berbuat demikian, sungguh tersesatlah aku, dan aku tidak termasuk orang yang mendapat petunjuk.”
(QS 6 : 56)
Quraish Shihab:Katakanlah (Nabi Muhammad saw.), “Sesungguhnya aku dilarang menyembah (sesuatu) yang kamu sembah selain Allah.” Katakanlah, “Aku tidak akan mengikuti hawa nafsu kamu, sungguh sesatlah aku jika (berbuat) demikian, dan tidaklah (pula) aku termasuk orang-orang yang mendapat petunjuk.” HAMKA:Katakanlah, “Sesungguhnya aku telah dilarang menyembah apa yang kamu seru selain dari Allah itu.” Katakanlah, “Tidakkah aku akan mengikuti kehendak kamu. Karena sesungguhnya telah sesatlah aku kalau begitu dan tidaklah aku daripada orang-orang yang diberi petunjuk.”
Kemenag RI 2019:Katakanlah (Nabi Muhammad), “Aku (berada) di atas keterangan yang nyata (kebenarannya, yaitu Al-Qur’an) dari Tuhanku, sedangkan kamu mendustakannya. Bukanlah kewenanganku (untuk menurunkan azab) yang kamu tuntut untuk disegerakan kedatangannya. Menetapkan hukum itu hanyalah hak Allah. Dia menerangkan kebenaran dan Dia pemberi keputusan yang terbaik.”
(QS 6 : 57)
Quraish Shihab:atakanlah (Nabi Muhammad saw.), “Sesungguhnya aku berada di atas sesuatu keterangan yang sangat nyata (kebenarannya, yaitu al-Qur’an) dari Tuhan Pemeliharaku, sedangkan kamu mendustakannya. Tidak terdapat di sisiku (wewenang untuk menurunkan) apa (siksa) yang kamu tuntut untuk disegerakan kedatangannya. Menetapkan hukum hanyalah hak (milik) Allah. Dia menjelaskan yang sebenarnya dan Dia-lah sebaik-baik Pemberi penjelasan.” HAMKA:Katakanlah, “Sesungguhnya aku adalah di atas keterangan yang nyata dari Tuhanku, tetapi kamu mendustakannya. Tidaklah ada kepadaku apa yang kamu harapkan cepat itu. Karena tidaklah ada hukum melainkan bagi Allah. Dialah yang akan menerangkan kebenaran dan Dialah yang sebaik-baik Pemutus.”
Kemenag RI 2019:Katakanlah (Nabi Muhammad), “Seandainya ada padaku (kewenangan untuk menurunkan) apa (azab) yang kamu minta agar disegerakan kedatangannya, tentu selesailah segala perkara antara aku dan kamu.” ) Allah lebih mengetahui tentang orang-orang yang zalim.
(QS 6 : 58)
Quraish Shihab:Katakanlah (Nabi Muhammad saw.), “Jika seandainya ada padaku (wewenang dan kekuasaan untuk menurunkan) apa (siksa) yang kamu minta supaya disegerakan kedatangannya, tentu telah selesailah urusan (yang ada) antara aku dan kamu. Dan Allah lebih mengetahui tentang orang-orang zalim.” HAMKA:Katakanlah, “Jikalau adalah di sisiku apa yang kamu harapkan cepat itu niscaya berlaku lah perkara di antara aku dan di antara kamu. Sedangkan Allah itu lebih mengetahui siapa-siapa orang yang zalim.”
Kemenag RI 2019:Kunci-kunci semua yang gaib ada pada-Nya; tidak ada yang mengetahuinya selain Dia. Dia mengetahui apa yang ada di darat dan di laut. Tidak ada sehelai daun pun yang gugur yang tidak diketahui-Nya. Tidak ada sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak pula sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan (tertulis) dalam kitab yang nyata (Lauhulmahfuz).
(QS 6 : 59)
Quraish Shihab:Dan di sisi-Nya kunci-kunci gaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia. Dan Dia mengetahui apa yang ada di daratan dan di lautan. Dan tidak ada sehelai daun pun yang jatuh melainkan Dia mengetahuinya (pula). Dan tidak (pula) sebutir biji yang jatuh dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan (semuanya) tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh). HAMKA:Dan pada sisi-Nyalah kunci-kunci yang gaib. Tidaklah mengetahui akan dia kecuali Dia dan Dialah yang mengetahui apa yang di darat dan di laut. Dan tidaklah gugur dari sehelai daun pun kecuali dengan pengetahuan-Nya dan tidak pun satu biji di gelap gulita bumi dan tidak yang basah dan tidak yang kering, melainkan ada di dalam kitab yang nyata.
Kemenag RI 2019:Dialah yang menidurkan kamu pada malam hari dan Dia mengetahui apa yang kamu kerjakan pada siang hari. Kemudian, Dia membangunkan kamu padanya (siang hari) untuk disempurnakan umurmu yang telah ditetapkan. Kemudian kepada-Nya tempat kamu kembali, lalu Dia memberitahukan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.
(QS 6 : 60)
Quraish Shihab:Dan Dia-lah yang mematikan (menidurkan) kamu di malam (hari), sedangkan Dia mengetahui apa yang kamu kerjakan pada siang (hari); kemudian Dia membangkitkan (membangunkan) kamu pada siang itu untuk disempurnakan ajal (batas akhir umur kamu) yang telah ditentukan. Kemudian, kepada-Nya-lah tempat kamu kembali, lalu Dia memberitahukan kepada kamu apa yang dahulu kamu kerjakan. HAMKA:Dan Dialah yang memegang (nyawamu) pada waktu malam dan yang mengetahui apa yang kamu kerjakan pada siang hari kemudian itu akan dibangkitkan-Nya kamu kepada-Nya supaya disempurnakan waktu yang telah ditentukan. Kemudian, kepada-Nyalah kamu akan kembali. Kemudian Dia akan mengabarkan kepada kamu apa yang kamu kerjakan.
Kemenag RI 2019:Dialah Penguasa mutlak di atas semua hamba-Nya, dan Dia mengutus kepadamu malaikat-malaikat penjaga, sehingga apabila kematian datang kepada salah seorang di antara kamu, malaikat-malaikat Kami mencabut nyawanya, dan mereka tidak melalaikan tugasnya.
(QS 6 : 61)
Quraish Shihab:Dan Dia-lah Penguasa di atas para hamba-Nya. Dan Dia mengutus kepada kamu (para malaikat yang bertugas sebagai) para penjaga, sampai apabila datang kematian kepada salah seorang di antara kamu, dia diwafatkan oleh para rasul Kami (para malaikat maut), sedangkan mereka tidak melalaikan (kewajibannya). HAMKA:Dan Dialah yang sangat Perkasa atas hamba-hamba-Nya dan Dia kirimkan kepada kamu pemelihara sehingga apabila datang kepada seseorang kamu kematian, diambillah akan dia oleh utusan-utusan Kami, dan tidaklah mereka itu leter (terlalai).
Kemenag RI 2019:Kemudian mereka (hamba-hamba Allah) dikembalikan kepada Allah, Penguasa mereka yang sebenarnya. Ketahuilah bahwa segala hukum (pada hari itu) hanya milik-Nya, Dialah pembuat perhitungan yang paling cepat.
(QS 6 : 62)
Quraish Shihab:Kemudian, mereka dikembalikan kepada Allah, Penguasa mereka yang hak (benar). Ketahuilah bahwa hanya bagi-Nya segala hukum. Dan Dia-lah Pembuat perhitungan yang paling cepat. HAMKA:Kemudian itu, dikembalikanlah mereka itu kepada Allah, yang dipertuhan mereka yang sebenarnya. Ketahuilah, bahwa kepunyaan-Nya lah segala hukum dan Dia adalah secepat-cepat Penghitung.
Kemenag RI 2019:Katakanlah (Nabi Muhammad), “Siapakah yang dapat menyelamatkanmu dari berbagai kegelapan (bencana) di darat dan di laut, ketika kamu berdoa kepada-Nya dengan rendah hati dan dengan suara yang lembut (dengan berkata), ‘Sungguh, jika Dia menyelamatkan kami dari (bencana) ini, tentulah kami menjadi orang-orang yang bersyukur.’”
(QS 6 : 63)
Quraish Shihab:Katakanlah (Nabi Muhammad saw.), “Siapakah yang (dapat) menyelamatkan kamu dari aneka kegelapan (bencana yang terjadi) di darat dan di laut, yang (saat terjadinya bencana itu) kamu berdoa kepada-Nya dengan berendah diri serta dengan merahasiakan (suaramu sambil berkata), ‘Jika Dia benar-benar telah menyelamatkan kami dari (bencana) ini, tentulah kami menjadi orang-orang yang bersyukur.’” HAMKA:Katakanlah, “Siapakah yang akan menyelamatkan kamu dari bencana-bencana darat dan laut tatkala kamu memohon kepada-Nya dengan kerendahan dan bersunyi. Jika Dia selamatkan kami dari ini, niscaya jadilah kami daripada orang-orang yang bersyukur.”
Kemenag RI 2019:Katakanlah (Nabi Muhammad), “Allah yang menyelamatkanmu darinya (bencana itu) dan dari segala macam kesusahan. Kemudian, kamu (kembali) mempersekutukan-Nya.”
(QS 6 : 64)
Quraish Shihab:Katakanlah (Nabi Muhammad saw.), “Allah menyelamatkan kamu darinya dan dari segala macam kesusahan, kemudian kamu (kembali) mempersekutukan-Nya.” HAMKA:Katakanlah, “Allah-lah yang menyelamatkan kamu daripada itu, dan daripada tiap-tiap kesusahan, kemudian kamu mempersekutukan-Nya.”
Kemenag RI 2019:Katakanlah (Nabi Muhammad), “Dialah Yang Maha Kuasa mengirimkan azab kepadamu, dari atas atau dari bawah kakimu ) atau Dia memecah belah kamu menjadi golongan-golongan (yang saling bertentangan) dan merasakan kepada sebagian kamu keganasan sebagian yang lain.” Perhatikanlah, bagaimana Kami menjelaskan berulang-ulang tanda-tanda (kekuasaan Kami) agar mereka memahami(-nya). )
(QS 6 : 65)
Quraish Shihab:Katakanlah (Nabi Muhammad saw.), “Dia Maha Kuasa untuk mengirimkan kepada kamu siksa dari atas kamu (seperti guntur, kilat, atau angin ribut) atau dari bawah kaki kamu (seperti gempa dan banjir), atau Dia memecah-belah kamu menjadi golongan-golongan (yang saling bertentangan) dan menjadikan sebagian kamu merasakan keganasan sebagian yang lain.” Perhatikanlah bagaimana Kami berkali-kali menjelaskan tanda-tanda (kebesaran dan kekuasaan Kami) supaya mereka memahami. HAMKA:Katakanlah, “Dialah Yang Mahakuasa atas membangkitkan azab kepada kamu, dari atas kamu dan dari bawah kaki kamu atau menjadikan kamu bergolong-golongan dan merasakan akan sebagian kamu benci yang sebagian. Pandanglah betapa Kami menerangkan ayat-ayat supaya mereka mengerti.”
Kemenag RI 2019:Kaummu mendustakannya (azab) ) padahal (azab) itu benar adanya. Katakanlah (Nabi Muhammad), “Aku ini bukanlah penanggung jawab kamu.”
(QS 6 : 66)
Quraish Shihab:Sedangkan kaummu mendustakannya, padahal ia (azab atau al-Qur’an) benar adanya. Katakanlah (Nabi Muhammad saw.), “Aku bukanlah seorang wakil atas kamu (pembela yang diserahi urusan kamu).” HAMKA:Dan telah mendustakan akan Dia kaum engkau, padahal Dia itu adalah kebenaran. Katakanlah, “Bukanlah aku ini berkuasa atas kamu.”
لِكُلِّ نَبَإٍ مُسْتَقَرٌّ ۚ وَسَوْفَ تَعْلَمُونَ
Kemenag RI 2019:Setiap berita (yang dibawa oleh rasul) ada (waktu) terjadinya dan kelak kamu akan mengetahui.
(QS 6 : 67)
Quraish Shihab:Untuk setiap berita ada waktu (terjadinya), dan kamu akan mengetahuinya. HAMKA:Bagi tiap-tiap berita ada masa ketentuannya, dan kamu pun akan tahu sendiri kelak.
Kemenag RI 2019:Apabila engkau (Nabi Muhammad) melihat orang-orang memperolok-olokkan ayat-ayat Kami, maka tinggalkanlah mereka hingga mereka beralih ke pembicaraan lain. Jika setan benar-benar menjadikan engkau lupa (akan larangan ini), setelah ingat kembali janganlah engkau duduk bersama kaum yang zalim.
(QS 6 : 68)
Quraish Shihab:Dan apabila engkau (Nabi Muhammad saw.) melihat orang-orang yang membicarakan (ayat-ayat Kami atas dorongan hawa nafsu dengan maksud memperolok-olokkan), maka tinggalkanlah mereka sampai mereka membicarakan pembicaraan selainnya. Dan jika setan benar-benar menjadikan engkau lupa (akan larangan ini), maka setelah teringat kembali, janganlah engkau duduk bersama kaum yang zalim. HAMKA:Dan apabila engkau lihat orang-orang yang memperolok-olokkan ayat-ayat Kami maka berpalinglah dari mereka sehingga mereka pindah mempercakapkan yang lain. Dan jika engkau dijadikan lupa oleh setan maka janganlah duduk sesudah engkau ingat, bersama kaum yang zalim itu.
Kemenag RI 2019:Orang-orang yang bertakwa tidak ada tanggung jawab sedikit pun atas (dosa-dosa) mereka, tetapi (berkewajiban memberi) peringatan agar mereka (juga) bertakwa.
(QS 6 : 69)
Quraish Shihab:Dan tidak ada sedikit pun pertanggungjawaban atas orang-orang yang bertakwa terhadap (dosa-dosa) mereka (orang-orang yang durhaka), tetapi (orang-orang yang bertakwa berkewajiban memberi) peringatan supaya mereka (orang-orang durhaka itu) bertakwa. HAMKA:Dan tidaklah atas orang-orang yang bertakwa dari satu pun perhitungan pun dengan orang itu, tetapi hanya peringatan supaya mereka terpelihara.
Kemenag RI 2019:Tinggalkanlah orang-orang yang menjadikan agamanya sebagai permainan dan kelengahan, dan mereka telah tertipu oleh kehidupan dunia. Peringatkanlah (mereka) dengannya (Al-Qur’an) agar seseorang tidak terjerumus (ke dalam neraka), karena perbuatannya sendiri. Tidak ada baginya pelindung dan pemberi syafaat (pertolongan) selain Allah. Jika dia hendak menebus dengan segala macam tebusan apa pun, niscaya tidak akan diterima. Mereka itulah orang-orang yang dijerumuskan (ke dalam neraka), karena perbuatan mereka sendiri. Mereka mendapat minuman dari air yang mendidih dan azab yang pedih karena mereka selalu kufur.
(QS 6 : 70)
Quraish Shihab:Dan tinggalkanlah orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai permainan dan kelengahan, dan mereka telah terpedaya oleh kehidupan dunia. Peringatkanlah dengan (al-Qur’an) itu supaya seseorang tidak terhalangi (dari rahmat Allah) karena perbuatannya. Tidak ada baginya pelindung dan tidak (pula) pemberi syafaat selain Allah. Dan betapapun dia menebus dengan segala tebusan, tentu tidak akan diterima darinya. Mereka itulah orang-orang yang dijerumuskan (ke dalam neraka) disebabkan perbuatan mereka. Bagi mereka minuman dari air yang mendidih dan azab yang sangat pedih disebabkan karena mereka dahulu (di dunia) terus-menerus melakukan kekufuran. HAMKA:Dan biarkanlah orang-orang yang telah mengambil agama mereka menjadi permainan dan kelalaian dan telah ditipu mereka oleh kehidupan dunia. Maka peringatkanlah dengan dia (Al-Qur’an) agar terpelihara suatu diri dari terjerumus karena usahanya tidak ada baginya lain daripada Allah seorang pelindung pun dan tidak pula yang akan melepaskan. Dan jika dia hendak menebus pun dengan segala penebusan, tidaklah akan diterima daripadanya. Mereka itulah orang yang dijerumuskan dengan sebab apa yang mereka kerjakan sendiri. Adalah bagi mereka minuman dari air yang mendidih dan adzab yang pedih dari sebab mereka kufur.
Kemenag RI 2019:Katakanlah (Nabi Muhammad), “Apakah kita akan memohon pada sesuatu selain Allah, yang tidak dapat memberi manfaat dan tidak (pula) mendatangkan mudarat kepada kita, dan (apakah) kita akan dikembalikan ke belakang (kufur dan sesat), setelah Allah memberi petunjuk kepada kita, seperti orang yang telah disesatkan oleh setan di bumi, dalam keadaan kebingungan,” sedangkan dia mempunyai kawan-kawan yang selalu mengajaknya ke jalan yang lurus (dengan mengatakan), ‘Ikutilah kami.’?” Katakanlah, “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya). Kita diperintahkan agar berserah diri kepada Tuhan semesta alam,
(QS 6 : 71)
Quraish Shihab:Katakanlah (Nabi Muhammad saw.), “Apakah kami akan menyeru selain Allah sesuatu yang tidak dapat memberi manfaat kepada kami dan tidak (pula) memberi mudarat kepada kami, dan (apakah) kami akan dikembalikan ke belakang (murtad dan sesat) sesudah Allah memberi petunjuk kepada kami, seperti orang yang diajak oleh setan-setan meluncur jatuh ke dalam bumi (jurang) dalam keadaan bingung, sedangkan dia mempunyai kawan-kawan (orang-orang beriman) yang memanggilnya kepada petunjuk dengan mengatakan, ‘Marilah datang kepada kami.’” Katakanlah, “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah (yang sebenarnya) petunjuk, dan kami diperintah supaya berserah diri kepada Tuhan Pemelihara seluruh alam. HAMKA:Katakanlah, “Apakah akan kita seru selain daripada Allah, barang yang tidak bermanafaat buat kita dan tidak memberi mudarat buat kita dan dikembalikan kita atas tumit kita sesudah kita diberi petunjuk oleh Allah? Sebagai orang yang diharu oleh setan-setan di bumi, dalam keadaan bingung, padahal dia ada mempunyai kawan-kawan yang menyeru dia ke jalan yang benar (dengan berkata), ‘Marilah kepada kami’.” Katakanlah, “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk. Dan disuruh kami supaya menyerahkan diri kepada Tuhan semesta alam.”
Kemenag RI 2019:dan agar melaksanakan salat serta bertakwa kepada-Nya.” Dialah Tuhan yang hanya kepada-Nya kamu semua akan dihimpun.
(QS 6 : 72)
Quraish Shihab:Dan laksanakanlah shalat dengan sempurna dan bertakwalah kepada-Nya. Dia-lah Yang hanya kepada-Nya kamu akan dikumpulkan.” HAMKA:Dan bahwa hendaklah kamu mendirikan shalat dan bertakwa kamu kepada-Nya dan kepada-Nyalah kamu sekali-kali akan dikumpulkan.
Kemenag RI 2019:Dialah yang menciptakan langit dan bumi dengan hak (benar). (Sungguh benar ketetapan-Nya) pada hari (ketika) Dia berkata, “Jadilah!” Maka, jadilah sesuatu itu. Firman-Nya adalah benar, dan milik-Nyalah segala kekuasaan pada waktu sangkakala ditiup. Dia mengetahui yang gaib dan yang nyata. Dialah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Teliti.
(QS 6 : 73)
Quraish Shihab:Dia-lah Yang menciptakan langit dan bumi dengan (cara dan tujuan yang) hak (benar). Dan (sungguh benar ketetapan-Nya) pada hari ketika Dia berfirman, “Jadilah!” Maka, jadilah ia. Firman-Nya adalah hak (mantap, tidak mengalami perubahan dan tidak diragukan). Dan milik-Nya segala kekuasaan pada hari (ketika) sangkakala ditiup. Dia mengetahui yang gaib dan yang nyata. Dan Dia-lah Yang Mahabijaksana, lagi Mahateliti. HAMKA:Dan Dialah yang telah menjadikan semesta langit dan bumi dengan benar dan hari yang akan berkata Dia, “Jadilah!” Maka dia pun terjadilah. Kata-kata-Nya adalah benar, bagi-Nya-lah kerajaan pada hari akan ditiup sangkakala. Dan mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata. Dan Dia adalah Mahabijaksana lagi amat Mengetahui.
Kemenag RI 2019:(Ingatlah) ketika Ibrahim berkata kepada ayahnya, ) Azar, “Apakah (pantas) engkau menjadikan berhala-berhala itu sebagai tuhan? Sesungguhnya aku melihat engkau dan kaummu dalam kesesatan yang nyata.”
(QS 6 : 74)
Quraish Shihab:Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata kepada bapaknya, Azar, “Pantaskah engkau menjadikan berhala-berhala sebagai sesembahan? Sesungguhnya aku melihat engkau dan kaummu dalam kesesatan yang nyata.” HAMKA:Dan (ingatlah) tatkala berkata Ibrahim kepada ayahnya Azar, "Adakah patut engkau anggap berhala-berhala itu sebagai tuhan-tuhan? Sesungguhnya aku lihat engkau dan kaum engkau adalah dalam kesesatan yang nyata."
Kemenag RI 2019:Demikianlah Kami memperlihatkan kepada Ibrahim kekuasaan (Kami yang terdapat) di langit dan bumi dan agar dia termasuk orang-orang yang yakin.
(QS 6 : 75)
Quraish Shihab:Dan demikianlah Kami memperlihatkan kepada Ibrahim kerajaan (Kami yang terdapat di) langit dan bumi, agar dia termasuk orang-orang yang mantap keyakinannya. HAMKA:Dan demikian pula Kami perlihatkan kepada Ibrahim kerajaan semua langit dan bumi dan supaya jadilah dia dari orang-orang yang sebenar benar yakin.
Kemenag RI 2019:Ketika malam telah menjadi gelap, dia (Ibrahim) melihat sebuah bintang (lalu) dia berkata, “Inilah Tuhanku.” Maka, ketika bintang itu terbenam dia berkata, “Aku tidak suka kepada yang terbenam.” )
(QS 6 : 76)
Quraish Shihab:Ketika malam telah menjadi gelap, dia (Ibrahim) melihat sebuah bintang, lalu berkata, “Inilah Tuhanku.” Tetapi ketika bintang itu tenggelam, dia berkata, “Aku tidak suka kepada sesuatu yang tenggelam.” HAMKA:Maka tatkala telah gelap baginya malam, melihatlah dia akan sebuah bintang. Dia pun berkata, "Inikah Tuhanku?" Maka sesudah bintang itu hilang, dia pun berkata, "Aku tidak suka kepada segala yang hilang."
Kemenag RI 2019:Kemudian, ketika dia melihat bulan terbit dia berkata (kepada kaumnya), “Inilah Tuhanku.” Akan tetapi, ketika bulan itu terbenam dia berkata, “Sungguh, jika Tuhanku tidak memberi petunjuk kepadaku, pastilah aku termasuk kaum yang sesat.”
(QS 6 : 77)
Quraish Shihab:Kemudian ketika dia melihat bulan terbit, dia berkata, “Inilah Tuhanku.” Tetapi ketika bulan itu terbenam, dia berkata, “Jika Tuhanku tidak memberi petunjuk kepadaku, pastilah aku termasuk kaum yang sesat.” HAMKA:Maka tatkala dia melihat bulan terbit, berkatalah dia, "Inikah Tuhanku?" Sesudah bulan itu hilang dia berkata, "Jika tidaklah aku ditunjuki oleh Tuhanku, niscaya jadilah aku dari kaum yang tersesat!"
Kemenag RI 2019:Kemudian, ketika dia melihat matahari terbit dia berkata (lagi kepada kaumnya), “Inilah Tuhanku. Ini lebih besar.” Akan tetapi, ketika matahari terbenam dia berkata, “Wahai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari yang kamu persekutukan.”
(QS 6 : 78)
Quraish Shihab:Kemudian ketika dia melihat matahari terbit, dia berkata, “Inilah Tuhanku, ini lebih besar.” Tetapi ketika matahari itu terbenam, dia berkata, “Wahai kaumku! Sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu sekutukan (dengan Allah).” HAMKA:Maka tatkala dia melihat matahari terbit, berkatalah dia, "Inikah Tuhanku? Ini lebih besar!" Maka tatkala dia telah terbenam, berkatalah dia, "Wahai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan."
Kemenag RI 2019:Sesungguhnya aku menghadapkan wajahku (hanya) kepada Yang menciptakan langit dan bumi dengan (mengikuti) agama yang lurus dan aku bukanlah termasuk orang-orang musyrik.
(QS 6 : 79)
Quraish Shihab:Sesungguhnya aku menghadapkan wajahku kepada Yang menciptakan langit dan bumi dengan cenderung kepada agama yang benar, dan aku tidak termasuk orang-orang musyrik. HAMKA:"Sesungguhnya aku hadapkanlah wajahku kepada yang menjadikan semua langit dan bumi dengan ikhlas dan tidaklah aku daripada orang-orang yang mempersekutukan."
Kemenag RI 2019:Kaumnya membantah. Dia (Ibrahim) berkata, “Apakah kamu hendak membantahku tentang Allah, padahal Dia benar-benar telah memberi petunjuk kepadaku? Aku tidak takut kepada yang kamu persekutukan dengan-Nya, kecuali Tuhanku menghendaki sesuatu. Ilmu Tuhanku meliputi segala sesuatu. Tidakkah kamu dapat mengambil pelajaran?”
(QS 6 : 80)
Quraish Shihab:Dan dia (Ibrahim) dibantah oleh kaumnya. Dia berkata, “Apakah kamu memperdebatkan dengan aku tentang Allah, padahal Dia telah memberi petunjuk kepadaku? Aku tidak takut kepada apa yang kamu sekutukan dengan-Nya, kecuali jika Tuhanku menghendaki sesuatu (atas diriku). Pengetahuan Tuhanku meliputi segala sesuatu. Maka tidakkah kamu mengingat?” HAMKA:Dan membantahlah kaumnya kepadanya. Dia pun berkata, "Apakah akan kamu bantah aku perihal Allah? Padahal Dia telah memberi petunjuk kepadaku dan tidaklah aku takut apa yang kamu persekutukan dengan Dia itu kecuali sesuatu yang dikehendaki Allah, Tuhanku. Meliputi ilmu Tuhanku akan tiap-tiap sesuatu. Apakah kamu tidak mau ingat?
Kemenag RI 2019:Bagaimana mungkin aku takut kepada yang kamu sekutukan (dengan Allah), padahal kamu tidak takut menyekutukan sesuatu dengan Allah yang Dia (sendiri) tidak pernah menurunkan kepadamu alasan apa pun. Maka, golongan yang manakah dari keduanya yang lebih berhak mendapat keamanan (dari malapetaka) jika kamu mengetahui?” )
(QS 6 : 81)
Quraish Shihab:Bagaimana aku takut kepada apa yang kamu sekutukan, padahal kamu tidak takut menyekutukan Allah dengan sesuatu yang Dia tidak menurunkan alasan (pembenaran) kepadamu tentangnya? Maka, manakah di antara dua golongan itu yang lebih berhak mendapat keamanan (dari siksa dan malapetaka), jika kamu mengetahui? HAMKA:Dan betapa aku akan takut kepada apa yang kamu persekutukan itu padahal kamu tidak takut bahwa kamu telah mempersekutukan dengan Allah barang yang tidak diturunkannya kepada kamu suatu keterangan pun tentang itu? Maka yang manakah di antara kedua golongan itu yang lebih patut mendapat keamanan? Jika adalah kamu mengetahui?
Kemenag RI 2019:Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), merekalah orang-orang yang mendapat rasa aman dan mendapat petunjuk.
(QS 6 : 82)
Quraish Shihab:Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanan, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk. HAMKA:Orang-orang yang beriman dan tidak mencampurkan iman mereka dengan kegelapan adalah bagi mereka itu keamanan dan mereka itulah orang-orang yang mendapat hidayah.
Kemenag RI 2019:Itulah keterangan yang Kami anugerahkan kepada Ibrahim untuk menghadapi kaumnya. Kami tinggikan orang yang Kami kehendaki beberapa derajat. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.
(QS 6 : 83)
Quraish Shihab:Dan itulah hujjah (bukti yang sangat jelas dari) Kami yang Kami anugerahkan kepada Ibrahim atas kaumnya. Kami tinggikan derajat siapa yang Kami kehendaki. Sesungguhnya Tuhan Pemeliharamu Mahabijaksana, lagi Maha Mengetahui. HAMKA:Dan inilah hujjah Kami yang telah Kami datangkan kepada Ibrahim untuk menghadapi kaumnya. Kami angkatkan beberapa derajat barangsiapa yang Kami kehendaki. Sesungguhnya Tuhan engkau adalah Mahabijaksana Maha Mengetahui.
Kemenag RI 2019:Kami telah menganugerahkan kepadanya Ishaq dan Ya‘qub. Tiap-tiap mereka telah Kami beri petunjuk. Sebelumnya Kami telah menganugerahkan petunjuk kepada Nuh. (Kami juga menganugerahkan petunjuk) kepada sebagian dari keturunannya, yaitu Daud, Sulaiman, Ayyub, Yusuf, Musa, dan Harun. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat kebaikan.
(QS 6 : 84)
Quraish Shihab:Dan Kami telah menganugerahkan kepadanya (Ibrahim) Ishaq dan Ya‘qub. Semua telah Kami beri petunjuk. Dan kepada Nuh sebelum itu (juga) telah Kami beri petunjuk, dan kepada sebagian dari keturunannya, yaitu Daud, Sulaiman, Ayyub, Yusuf, Musa, dan Harun. Dan demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik (muhsin). HAMKA:Dan telah Kami karuniakan kepada Ishaq dan Yaqub. Semuanya telah Kami beri petunjuk dan Nuh pun telah Kami beri petunjuk sebelumnya. Dan dari anak-cucunya ialah Dawud dan Sulaiman dan Ayyub dan Yusuf dan Musa dan Harun. Dan demikianlah Kami memberi ganjaran kepada orang-orang yang berbuat kebaikan.
Kemenag RI 2019:(Demikian juga kepada) Zakaria, Yahya, Isa, dan Ilyas. Semuanya termasuk orang-orang yang saleh.
(QS 6 : 85)
Quraish Shihab:Dan (juga) Zakariyya, Yahya, ‘Isa, dan Ilyas. Semua termasuk orang-orang saleh. HAMKA:Dan Zakariya dan Yahya dan Isa dan Ilyas. Semuanya adalah daripada orang-orang yang saleh.
Kemenag RI 2019:(Begitu juga kepada) Ismail, Ilyasa’, Yunus, dan Lut. Tiap-tiap mereka Kami lebihkan daripada (umat) seluruh alam (pada masanya).
(QS 6 : 86)
Quraish Shihab:Dan (juga) Ismail, Ilyasa‘, Yunus, dan Luth. Masing-masing Kami lebihkan derajatnya di atas seluruh alam (umat pada masanya). HAMKA:Dan Ismail dan Ilyasa' dan Yunus dan Luth. Dan semuanya telah Kami lebihkan daripada manusia-manusia (yang lain).
Kemenag RI 2019:(Kami lebihkan pula) sebagian dari nenek moyang mereka, keturunan mereka, dan saudara-saudara mereka. Kami telah memilih mereka (menjadi nabi dan rasul) dan Kami memberi mereka petunjuk menuju jalan yang lurus.
(QS 6 : 87)
Quraish Shihab:Dan (Kami lebihkan pula derajat) sebagian dari bapak-bapak mereka, keturunan mereka, dan saudara-saudara mereka. Kami telah memilih mereka dan menunjukkan mereka ke jalan yang lurus. HAMKA:Dan juga sebagian dari bapak-bapak mereka dan anak cucu mereka dan saudara-saudara mereka dan telah Kami pilih mereka dan telah Kami beri petunjuk mereka kepada jalan yang lurus.
Kemenag RI 2019:Demikian itu petunjuk Allah. Dengannya Dia memberi petunjuk kepada siapa saja di antara hamba-hamba-Nya yang Dia kehendaki. Seandainya mereka mempersekutukan Allah, pasti sia-sialah amal yang telah mereka kerjakan.
(QS 6 : 88)
Quraish Shihab:Itulah petunjuk Allah; dengan itu Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya. Jika mereka menyekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka apa yang telah mereka kerjakan. HAMKA:Demikian itulah petunjuk Allah diberi tunjuk-Nya dengan Dia barangsiapa yang Dia kehendaki dari hamba-hamba-Nya. Dan jika mereka mempersekutukan, niscaya gugurlah dari mereka apa-apa pun yang mereka amalkan.
Kemenag RI 2019:Mereka itulah orang-orang yang telah Kami anugerahi kitab, hikmah, dan kenabian. Jika orang-orang (Quraisy) itu mengingkarinya, Kami akan menyerahkannya kepada kaum yang tidak mengingkarinya.
(QS 6 : 89)
Quraish Shihab:Mereka itulah orang-orang yang telah Kami anugerahkan kitab, hukum, dan kenabian. Jika orang-orang itu (penduduk Mekah) mengingkarinya, maka sungguh Kami akan menyerahkannya kepada kaum yang sama sekali tidak mengingkarinya. HAMKA:Mereka itulah orang-orang yang telah Kami berikan Kitab dan hukum dan nubuwwah dan jika tidak juga mau percaya mereka itu maka sesungguhnya akan Kami sediakan suatu kaum yang lain yang tiada akan mengingkarinya.
Kemenag RI 2019:Mereka itulah (para nabi) yang telah diberi petunjuk oleh Allah. Maka, ikutilah petunjuk mereka. Katakanlah (Nabi Muhammad), “Aku tidak meminta imbalan kepadamu atasnya (menyampaikan Al-Qur’an).” (Al-Qur’an) itu hanyalah peringatan untuk (umat) seluruh alam.
(QS 6 : 90)
Quraish Shihab:Mereka itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah, maka ikutilah petunjuk mereka. Katakanlah (Nabi Muhammad saw.), “Aku tidak meminta kepadamu upah sedikit pun atasnya (penyampaian wahyu al-Qur’an). Sesungguhnya al-Qur’an itu tidak lain hanyalah peringatan bagi seluruh alam.” HAMKA:Mereka itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah maka dengan petunjuk mereka itulah hendaknya engkau teladani dia. Katakanlah, "Tidakkah aku meminta upah kepada kamu; ini tidak lain hanyalah peringatan untuk seisi alam."
Kemenag RI 2019:Mereka (Bani Israil) tidak mengagungkan Allah sebagaimana mestinya ketika mereka berkata, “Allah tidak menurunkan sesuatu pun kepada manusia.” Katakanlah (Nabi Muhammad), “Siapakah yang menurunkan kitab suci (Taurat) yang dibawa Musa sebagai cahaya dan petunjuk bagi manusia? Kamu (Bani Israil) menjadikannya lembaran-lembaran lepas. Kamu memperlihatkan (sebagiannya) dan banyak yang kamu sembunyikan, padahal telah diajarkan kepadamu apa yang tidak diketahui baik olehmu maupun oleh nenek moyangmu.” Katakanlah, “Allah.” Kemudian, biarkanlah mereka bermain-main dalam kesesatannya. )
(QS 6 : 91)
Quraish Shihab:Mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya ketika mereka berkata, “Allah tidak menurunkan sesuatu pun kepada manusia.” Katakanlah (Nabi Muhammad saw.), “Siapakah yang menurunkan Kitab (Taurat) yang dibawa oleh Musa sebagai cahaya dan petunjuk bagi manusia? Kamu menjadikannya lembaran-lembaran kertas (yang bercerai-berai); sebagian kamu perlihatkan, dan banyak yang kamu sembunyikan. Dan telah diajarkan kepadamu apa yang kamu dan nenek moyangmu tidak mengetahuinya.” Katakanlah, “Allah (yang menurunkannya).” Kemudian biarkanlah mereka bermain-main dalam kesesatan mereka. HAMKA:Dan tidaklah mereka menilai Allah dengan sebenar-benar penilaian ketika mereka berkata, "Tidakkah Allah menurunkan sesuatu kepada manusia." Katakanlah, "Siapakah yang telah menurunkan kitab yang telah dibawa oleh Musa sebagai cahaya dan petunjuk bagi manusia yang kamu jadikan kertas-kertas, kamu terangkan akan dia dan kamu sembunyikan yang lebih banyak dan telah diajarkan kepada kamu apa yang tidak kamu ketahui, dan tidak pun (diketahui) oleh bapak-bapak kamu." Kata kanlah, "Allah!" Kemudian itu biarkanlah mereka itu bermain-main dalam kesesatan mereka.
Kemenag RI 2019:Ini (Al-Qur’an) adalah kitab suci yang telah Kami turunkan lagi diberkahi yang membenarkan kitab-kitab yang (diturunkan) sebelumnya dan agar engkau memberi peringatan kepada (penduduk) Ummul Qura (Makkah) dan orang-orang yang ada di sekitarnya. Orang-orang yang beriman pada (kehidupan) akhirat (tentu) beriman padanya (Al-Qur’an) dan mereka selalu memelihara salatnya.
(QS 6 : 92)
Quraish Shihab:Dan ini adalah Kitab (al-Qur’an) yang telah Kami turunkan, Kitab yang diberkahi, yang membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya, agar engkau (Nabi Muhammad saw.) memberi peringatan kepada (penduduk) Ummul Qura (Mekah) dan orang-orang yang berada di sekitarnya. Orang-orang yang beriman kepada (kehidupan) akhirat tentu beriman kepadanya (al-Qur’an), dan mereka selalu memelihara salat mereka. HAMKA:Dan inilah Kitab yang Kami turunkan itu yang bahagia, yang membenarkan apa yang ada sebelumnya untuk memberi peringatan kepada Ummul Qura dan orang-orang yang ada di sekitarnya. Dan orang-orang yang beriman dengan akhirat, akan beriman dengan dia dan mereka itu terhadap kepada shalat mereka adalah memelihara.
Kemenag RI 2019:Siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang mengada-adakan dusta terhadap Allah atau yang berkata, “Telah diwahyukan kepadaku,” padahal tidak diwahyukan sesuatu pun kepadanya dan orang yang berkata, “Aku akan mendatangkan seperti yang diturunkan Allah.” Seandainya saja engkau melihat pada waktu orang-orang zalim itu (berada) dalam kesakitan sakratulmaut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya (sembari berkata), “Keluarkanlah nyawamu!” Pada hari ini kamu akan dibalas dengan azab yang sangat menghinakan karena kamu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya.
(QS 6 : 93)
Quraish Shihab:Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah atau berkata, “Telah diwahyukan kepadaku,” padahal tidak diwahyukan sesuatu pun kepadanya; dan orang yang berkata, “Aku akan menurunkan seperti apa yang diturunkan Allah.” Dan jika (seandainya) engkau (Nabi Muhammad saw.) melihat ketika orang-orang zalim dalam tekanan sakaratul maut, sedang para malaikat membuka tangan mereka (sambil berkata), “Keluarkanlah nyawa kalian! Pada hari ini kalian dibalas dengan azab yang sangat menghinakan karena apa yang selalu kalian katakan terhadap Allah tanpa kebenaran, dan karena kalian menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya.” HAMKA:Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang membuat-buat dusta atas nama Allah atau dia berkata, "Telah diwahyukan kepadaku." Padahal, tidaklah diwahyukan kepadanya sebuah pun. Dan orang yang berkata, "Akan aku turunkan seperti apa yang diturunkan oleh Allah." Dan alangkah ngerinya kalau engkau melihat orang-orang yang zalim itu dalam sakaratul maut, sedangkan malaikat mengulurkan tangan mereka. Keluarkanlah nyawa-nyawa kamu! Di hari inilah kamu akan dibalas dengan adzab yang hina dari sebab apa yang telah pernah kamu kata-katakan atas nama Allah hal yang tidak benar dan adalah kamu dari ayat-ayat-Nya berlaku sombong.
Kemenag RI 2019:(Kini) kamu benar-benar datang kepada Kami sendiri-sendiri sebagaimana Kami ciptakan kamu pada mulanya. Kamu sudah meninggalkan di belakangmu (di dunia) apa yang telah Kami karuniakan kepadamu. Kami tidak melihat bersamamu para pemberi syafaat (pertolongan) yang kamu anggap bagi dirimu sebagai sekutu-sekutu(-Ku). Sungguh, telah terputus (semua pertalian) antara kamu dan telah lenyap dari kamu apa yang dahulu kamu sangka (sebagai sekutu Allah).
(QS 6 : 94)
Quraish Shihab:Dan sungguh, kamu (setelah dicabut ruhmu dan setelah sekian lama berada di alam barzakh) benar-benar akan datang kepada Kami sendiri-sendiri sebagaimana Kami menciptakan kamu pertama kali, dan kamu tinggalkan di belakangmu apa yang telah Kami karuniakan kepadamu. Dan Kami tidak melihat besertamu pemberi syafaat yang dahulu kamu anggap sebagai sekutu-sekutu Allah di antara kamu. Sungguh, telah terputuslah pertalian antara kamu dengan mereka, dan lenyaplah dari kamu apa yang dahulu kamu sangka (sebagai sekutu Allah swt.). HAMKA:Dan sesungguhnya kamu akan datang kepada Kami sendiri-sendiri sebagaimana telah Kami jadikan kamu pertama kali dan telah kamu tinggalkan apa yang telah Kami berikan kepada kamu di belakang punggungmu dan tidak Kami melihat ada beserta kamu orang-orang yang kamu (menyelisihkan) kamu yang kamu anggap sebagai sekutu-sekutu Allah. Sesungguhnya telah terputuslah di antara kamu dan telah menyertakan kamu apa yang kamu anggap itu.
Kemenag RI 2019:Sesungguhnya Allah yang menumbuhkan butir (padi-padian) dan biji (buah-buahan). Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup. Itulah (kekuasaan) Allah. Maka, bagaimana kamu dapat dipalingkan?
(QS 6 : 95)
Quraish Shihab:Sesungguhnya Allah adalah (Zat) Yang membelah butir (tumbuh-tumbuhan) dan biji (buah-buahan). Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati, dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup. Itulah Allah, maka mengapa kamu masih berpaling? HAMKA:Sesungguhnya Allah-lah Pembelah buah dan biji. Dia yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati, dan pengeluar yang mati dari yang hidup. Demikian itulah Allah maka ke mana lagi kamu akan dipalingkan?
Kemenag RI 2019:(Dia) yang menyingsingkan pagi dan menjadikan malam untuk beristirahat, serta (menjadikan) matahari dan bulan untuk perhitungan. Itulah ketetapan Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.
(QS 6 : 96)
Quraish Shihab:Dia (Allah) Yang menjadikan pagi, dan Dia menjadikan malam untuk beristirahat, dan (menjadikan) matahari dan bulan untuk perhitungan. Itulah ketetapan Allah Yang Maha Perkasa, Maha Mengetahui. HAMKA:Sesungguhnya Allah lah Pembe lah buah dan biji. Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati, pengeluar yang mati dari yang hidup. Demikian itulah Allah maka kemana lagi kamu akan dipalingkan?
Kemenag RI 2019:Dialah yang menjadikan bagimu bintang-bintang agar kamu menjadikannya petunjuk dalam kegelapan (yang pekat) di darat dan di laut. Sungguh, Kami telah memerinci tanda-tanda (kekuasaan Kami) kepada kaum yang mengetahui.
(QS 6 : 97)
Quraish Shihab:Dan Dia (Allah) Yang menjadikan bintang-bintang untuk kamu, agar dengan bintang-bintang itu kamu mendapat petunjuk dalam kegelapan di darat dan di laut. Sungguh, Kami telah menjelaskan secara rinci tanda-tanda (kebesaran dan kekuasaan Kami) bagi orang-orang yang mengetahui. HAMKA:an Dialah yang telah menjadikan untuk kamu bintang-bintang untuk kamu berpedoman dengan dia pada kegelapan darat dan laut. Sesungguhnya telah Kami jelaskan tanda-tanda bagi kaum yang berpengetahuan.
Kemenag RI 2019:Dialah yang menciptakanmu dari diri yang satu (Adam), maka (bagimu) ada tempat menetap dan tempat menyimpan. ) Sungguh, Kami telah memerinci tanda-tanda (kekuasaan Kami) kepada kaum yang memahami.
(QS 6 : 98)
Quraish Shihab:Dan Dia (Allah) Yang menciptakan kamu dari diri yang satu; maka ada tempat menetap (rahim) dan ada tempat penyimpanan (dalam tanah). Sungguh, Kami telah menjelaskan secara rinci tanda-tanda (kebesaran dan kekuasaan Kami) bagi orang-orang yang memahami. HAMKA:Dan Dialah yang telah menimbulkan kamu daripada diri yang satu lalu ditetapkan dan ditumpangankan. Sesungguhnya bagi Kami telah jelaskan ayat-ayat bagi kaum yang mau memahami.
Kemenag RI 2019:Dialah yang menurunkan air dari langit lalu dengannya Kami menumbuhkan segala macam tumbuhan. Maka, darinya Kami mengeluarkan tanaman yang menghijau. Darinya Kami mengeluarkan butir yang bertumpuk (banyak). Dari mayang kurma (mengurai) tangkai-tangkai yang menjuntai. (Kami menumbuhkan) kebun-kebun anggur. (Kami menumbuhkan pula) zaitun dan delima yang serupa dan yang tidak serupa. Perhatikanlah buahnya pada waktu berbuah dan menjadi masak. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang beriman.
(QS 6 : 99)
Quraish Shihab:Dan Dia (Allah) Yang menurunkan air dari langit, lalu dengan itu Kami tumbuhkan segala macam tumbuh-tumbuhan, maka dari tumbuh-tumbuhan itu Kami keluarkan tanaman yang menghijau. Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak bertumpuk; dan dari mayang kurma muncul tangkai-tangkai yang menjulai, dan kebun-kebun anggur, zaitun, dan delima, yang serupa (bentuk dan warnanya), dan tidak serupa (rasa dan sifatnya). Perhatikanlah buahnya ketika berbuah dan (perhatikanlah pula) kematangannya. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang beriman. HAMKA:Dan Dialah yang telah menurunkan air dari langit maka Kami keluarkan dengan dia tumbuhan dari tiap-tiap sesuatu lalu Kami keluarkan daripadanya kehidupan, yang Kami keluarkan daripadanya biji-biji yang bertumpun dan dari kurma dari mayangnya (jadi) tandan yang mudah dipetik, dan kebun-kebun dari anggur dan zaitun dan delima yang bersamaan dan yang tidak bersamaan.
Kemenag RI 2019:Mereka (orang-orang musyrik) menjadikan jin sekutu-sekutu bagi Allah, padahal Dia yang menciptakannya (jin-jin itu). Mereka berbohong terhadap-Nya (dengan mengatakan bahwa Allah mempunyai) anak laki-laki dan anak perempuan, tanpa (dasar) pengetahuan. ) Maha Suci dan Maha Tinggi Dia dari sifat-sifat yang mereka gambarkan.
(QS 6 : 100)
Quraish Shihab:Dan mereka (orang-orang musyrik) menjadikan jin sebagai sekutu bagi Allah, padahal Dialah yang menciptakan jin. Dan mereka mengada-adakan kebohongan dengan mengatakan bahwa Allah mempunyai anak laki-laki dan perempuan tanpa (dasar) ilmu. Mahasuci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka sifatkan. HAMKA:Dan mereka jadikan bagi Allah sekutu-sekutu daripada jin, padahal Dialah yang menjadikan mereka. Dan mereka karang-karangkan untuk Dia anak-anak laki-laki dan anak-anak perempuan dengan tidak ada pengetahuan. Mahasuci lah Dia dan Mahatinggi daripada apa yang mereka sifatkan itu.
Kemenag RI 2019:Dia (Allah) pencipta langit dan bumi. Bagaimana (mungkin) Dia mempunyai anak, padahal Dia tidak mempunyai istri? Dia menciptakan segala sesuatu dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.
(QS 6 : 101)
Quraish Shihab:Dia (Allah) Pencipta langit dan bumi. Bagaimana mungkin Dia mempunyai anak, padahal Dia tidak mempunyai istri. Dia menciptakan segala sesuatu, dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu. HAMKA:Perjalanan semua langit dan bumi. Bagaimana akan ada bagi-Nya anak? Padahal tidak ada bagi-Nya istri! Dan Dialah yang menjadikan segala sesuatu. Dan Dia atas tiap-tiap sesuatu adalah Mengetahui.
Kemenag RI 2019:Itulah Allah Tuhanmu. Tidak ada tuhan selain Dia, pencipta segala sesuatu. Maka, sembahlah Dia. Dialah pemelihara segala sesuatu.
(QS 6 : 102)
Quraish Shihab:Demikianlah Allah, Tuhan Pemelihara kamu; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Pencipta segala sesuatu. Maka sembahlah Dia. Dan Dia adalah Pemelihara segala sesuatu. HAMKA:Demikian itulah Allah, Tuhan kamu. Tidak ada tuhan melainkan Dia. Yang menjadikan tiap sesuatu maka sembahlah Dia dan Dia atas tiap-tiap sesuatu adalah Pemelihara.
Kemenag RI 2019:Dia tidak dapat dijangkau oleh penglihatan mata, sedangkan Dia dapat menjangkau segala penglihatan itu. Dialah Yang Maha Halus lagi Maha Teliti.
(QS 6 : 103)
Quraish Shihab:Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedangkan Dia dapat melihat segala penglihatan. Dialah Yang Mahahalus, Maha Teliti. HAMKA:Tidaklah mencapai akan Dia pemandangan tetapi Dia mencapai pemandangan pemandang an itu. Dan Dia adalah Amat Halus lagi Amat Tahu.
Kemenag RI 2019:Sungguh, telah datang kepadamu bukti-bukti yang nyata dari Tuhanmu. Siapa yang melihat (bukti-bukti itu), ) maka (manfaatnya) bagi dirinya sendiri dan siapa yang buta (tidak melihat bukti-bukti itu), maka (akibat buruknya) bagi dirinya sendiri, sedangkan aku (Nabi Muhammad) bukanlah pengawas(-mu).
(QS 6 : 104)
Quraish Shihab:Katakanlah (Nabi Muhammad saw.): “Sungguh, telah datang kepadamu bukti-bukti yang nyata dari Tuhanmu. Maka barang siapa melihat (dengan mata hatinya), maka (manfaatnya) untuk dirinya sendiri. Dan barang siapa buta (tidak melihat kebenaran), maka (kerugiannya) atas dirinya sendiri. Dan aku tidaklah menjadi pemelihara (pengawas)mu.” HAMKA:Sesungguhnya telah datang kepada kamu beberapa pandangan dari Tuhan kamu. Barangsiapa yang telah memandang maka itu adalah untuk dirinya dan barangsiapa yang membuta, itu pun untuk celaka untuk dirinya juga dan bukanlah aku penjagaz atas kamu.
Kemenag RI 2019:Demikianlah Kami menjelaskan berulang-ulang ayat-ayat Kami (agar orang-orang beriman mengambil pelajaran darinya) dan agar mereka (orang-orang musyrik) mengatakan, “Engkau telah mempelajari (ayat-ayat itu dari Ahlulkitab),” dan agar Kami menjelaskannya (Al-Qur’an) kepada kaum yang mengetahui.
(QS 6 : 105)
Quraish Shihab:Demikianlah Kami berulang kali menjelaskan ayat-ayat Kami, agar mereka (orang-orang musyrik) berkata: “Engkau (Muhammad) telah mempelajari (ayat-ayat itu dari ahli kitab),” dan agar Kami menjelaskannya (al-Qur’an) kepada kaum yang mengetahui. HAMKA:Dan seperti demikianlah, Kami telah memperpaling-palingkan ayat-ayat, tetapi akhirnya mereka berkata, "Engkau telah membaca!" Dan untuk Kami menerangkannya kepada kaum yang hendak tahu.
Kemenag RI 2019:Ikutilah apa (Al-Qur’an) yang telah diwahyukan kepadamu (Nabi Muhammad) dari tuhanmu. Tidak ada tuhan selain Dia. Berpalinglah pula dari orang-orang musyrik.
(QS 6 : 106)
Quraish Shihab:Ikutilah apa yang telah diwahyukan kepadamu (Nabi Muhammad saw.) dari Tuhanmu; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia; dan berpalinglah dari orang-orang musyrik. HAMKA:Ikutilah apa yang telah diwahyukan kepada engkau daripada Tuhan engkau. Tidak ada Tuhan melainkan Dia dan berpalinglah dari orang-orang yang mempersekutukan itu.
Kemenag RI 2019:Sekiranya Allah menghendaki, niscaya mereka tidak mempersekutukan(-Nya). Kami tidak menjadikan engkau pengawas mereka dan engkau bukan pula penanggung jawab mereka.
(QS 6 : 107)
Quraish Shihab:Dan sekiranya Allah menghendaki, niscaya mereka tidak mempersekutukan-Nya. Dan Kami tidak menjadikan engkau (Nabi Muhammad saw.) sebagai pemelihara bagi mereka, dan engkau bukanlah pula seorang pengawas atas mereka. HAMKA:Dan jikalau Allah menghendaki, tidaklah mereka akan mempersekutukan. Dan tidaklah Kami jadikan engkau menjadi penjagaza atas mereka dan tidaklah engkau atas mereka menjadi pengurus.
Kemenag RI 2019:Janganlah kamu memaki (sesembahan) yang mereka sembah selain Allah karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa (dasar) pengetahuan. Demikianlah, Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Tuhan merekalah tempat kembali mereka, lalu Dia akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan.
(QS 6 : 108)
Quraish Shihab:Dan janganlah kamu (wahai kaum Muslimin) memaki sembahan-sembahan yang mereka seru selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan. Demikianlah Kami jadikan indah bagi setiap umat perbuatan mereka. Kemudian kepada Tuhanlah tempat kembali mereka, lalu Dia akan memberitahukan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan. HAMKA:Dan janganlah kamu maki apa yang mereka seru selain Allah karena mereka akan memaki Allah (pula) dengan sebab tak ada ilmu. Seperti demikianlah, telah Kami hiasi bagi tiap-tiap umat akan amalan mereka kemudian itu kepada Tuhan merekalah mereka mengembalikan mereka. Maka, Dia akan menerangkan kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan itu.
Kemenag RI 2019:Mereka bersumpah dengan (nama) Allah dengan sebenar-benarnya sumpah (bahwa) sungguh jika datang suatu bukti (mukjizat) kepada mereka, pastilah mereka akan beriman kepadanya. Katakanlah, “Sesungguhnya bukti-bukti itu hanya ada pada sisi Allah.” Kamu tidak akan mengira bahwa jika bukti (mukjizat) itu datang, mereka tidak juga akan beriman. )
(QS 6 : 109)
Quraish Shihab:Mereka (kaum musyrik) bersumpah dengan sungguh-sungguh menggunakan (nama) Allah, bahwa sesungguhnya jika datang kepada mereka suatu mukjizat, pastilah mereka akan beriman kepadanya. Katakanlah (Nabi Muhammad saw.): “Sesungguhnya mukjizat-mukjizat itu hanya ada pada sisi Allah.” Dan apakah yang memberitahumu bahwa apabila mukjizat datang, mereka (juga tetap) tidak akan beriman? HAMKA:Dan bersumpahlah mereka dengan nama Allah, sebenar-benar persumpahan jika datang kepada mereka suatu ayat, sungguh-sungguh mereka akan beriman! Katakanlah, "Ayat-ayat itu tidaklah ada hanya pada sisi Allah!" Dan kalaupun diwariyatkan kepada kamu bahwasanya ayat ayat itu apabila datang, mereka tidak juga akan beriman.
Kemenag RI 2019:(Kamu pun tidak akan mengira bahwa) Kami akan memalingkan hati dan penglihatan mereka seperti pertama kali mereka tidak beriman kepadanya (Al-Qur’an) serta Kami membiarkan mereka bingung dalam kesesatan.
(QS 6 : 110)
Quraish Shihab:Dan Kami palingkan hati mereka dan penglihatan mereka, sebagaimana mereka tidak beriman kepadanya (al-Qur’an) pada permulaannya, dan Kami biarkan mereka dalam kedurhakaan mereka, terombang-ambing. HAMKA:Dan akan Kami perpaling-palingkan hati mereka dan pandangan-pandangan mereka, sebagaimana mereka tidak beriman sejak pertama kali. "Dan Kami biarkan mereka di dalam kesesatan itu pada kebingungan.