1. Peradaban Mesir Kuno
- Dewa-dewa utama: Ra (dewa matahari), Osiris (dewa kehidupan dan kematian), Isis (dewi ibu dan sihir), Horus (dewa langit), dan banyak lainnya.
- Masyarakat Mesir Kuno percaya pada banyak dewa yang mengatur berbagai aspek kehidupan, seperti alam, hidup, kematian, dan kekuasaan.
2. Peradaban Yunani Kuno
- Dewa-dewa utama: Zeus (dewa langit dan petir), Hera (dewi pernikahan), Poseidon (dewa laut), Athena (dewi kebijaksanaan), Ares (dewa perang), dan banyak lainnya.
- Dalam mitologi Yunani, ada banyak dewa dan dewi yang mengatur berbagai elemen kehidupan dan alam semesta.
3. Peradaban Romawi Kuno
- Dewa-dewa utama: Jupiter (dewa langit dan petir), Juno (dewi pernikahan), Neptunus (dewa laut), Mars (dewa perang), Venus (dewi cinta), dan banyak lainnya.
- Romawi mengadopsi banyak dewa dari Yunani dan mengadaptasi konsep politeisme dalam kehidupan sehari-hari serta kepercayaan terhadap dewa-dewi yang melindungi negara dan masyarakat.
4. Peradaban Mesopotamia (Sumeria, Babilonia, Asyur)
- Dewa-dewa utama: Anu (dewa langit), Enlil (dewa angin), Marduk (dewa utama Babilonia), Ishtar (dewi cinta dan perang), dan banyak lainnya.
- Di Mesopotamia, politeisme sangat kuat, dengan dewa-dewi yang dikaitkan dengan alam, kekuasaan kerajaan, dan takdir manusia.
5. Peradaban Hindu Kuno
- Dewa-dewa utama: Brahma (dewa pencipta), Vishnu (dewa pemelihara), Shiva (dewa perusak), serta berbagai dewa-dewi lain seperti Lakshmi (dewi kekayaan), Saraswati (dewi ilmu pengetahuan), dan Ganesha (dewa kebijaksanaan).
- Dalam agama Hindu, dewa-dewi memainkan berbagai peran dalam kehidupan dan alam semesta. Meskipun ada konsep Brahman sebagai sumber tunggal, agama ini sangat menekankan banyak dewa yang merepresentasikan aspek-aspek kehidupan yang berbeda.
6. Peradaban China Kuno
- Dewa-dewa utama: Tian (Langit), Dewa-Dewa Leluhur, serta berbagai dewa lokal dan penjaga yang ada di berbagai wilayah.
- Di China, kepercayaan terhadap Lingkungan Alam dan dewa-dewi dalam tradisi Taoisme dan Konfusianisme juga sangat dihormati, meskipun ada pengaruh ajaran monoteistik.
7. Peradaban Aztec (Meksiko Kuno)
- Dewa-dewa utama: Quetzalcoatl (dewa angin dan pengetahuan), Huitzilopochtli (dewa matahari dan perang), Tezcatlipoca (dewa langit dan kekuasaan), dan banyak lainnya.
- Peradaban Aztec sangat terikat pada kepercayaan terhadap banyak dewa yang berhubungan dengan elemen alam, kehidupan, dan perang.
8. Peradaban Inca (Peru Kuno)
- Dewa-dewa utama: Inti (dewa matahari), Pachamama (dewi bumi), Viracocha (dewa pencipta), dan banyak lainnya.
- Peradaban Inca mempercayai banyak dewa yang mengatur kehidupan sosial, alam, dan kepercayaan terhadap kekuatan alam.
9. Peradaban Nordik (Skandinavia Kuno)
- Dewa-dewa utama: Odin (dewa utama), Thor (dewa petir), Freyja (dewi cinta dan kesuburan), Loki (dewa kejahatan), dan banyak lainnya.
- Dalam mitologi Nordik, dewa-dewi sangat penting dalam banyak aspek kehidupan, termasuk alam, keberanian, dan takdir.
10. Peradaban Jepang Kuno (Shinto)
- Kami: Dalam agama Shinto, kami merujuk pada berbagai roh, dewa, atau kekuatan alam yang bisa berupa dewa alam, leluhur, atau makhluk lain yang dianggap sakral.
- Shinto memiliki pandangan politeistik dengan menghormati banyak roh yang terdapat di alam, seperti pohon, gunung, sungai, dan tempat-tempat suci.
11. Peradaban Afrika Kuno
- Berbagai suku dan peradaban di Afrika mengembangkan sistem kepercayaan politeistik dengan banyak dewa yang berhubungan dengan alam dan leluhur. Contoh terkenal adalah kepercayaan di Mesir Kuno (seperti yang disebutkan sebelumnya) serta di beberapa suku di Afrika Barat yang percaya pada berbagai roh dan dewa alam.