Kemenag RI 2019:Wahai Tuhan kami, kami telah beriman pada apa yang Engkau turunkan dan kami telah mengikuti Rasul. Oleh karena itu, tetapkanlah kami bersama orang-orang yang memberikan kesaksian.” Prof. Quraish Shihab:
"Tuhan kami, kami telah beriman kepada apa yang telah Engkau turunkan dan kami telah mengikuti rasul karena itu tetapkanlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi."
Prof. HAMKA:
"Ya, Tuhan kami! Kami telah percaya kepada apa yang telah Engkau turunkan dan kami pun telah mengikut Rasul itu. Sebab itu, tuliskanlah kiranya kami bersama-sama orang-orang yang telah menyaksikan."
Ayat ke-53 ini masih lanjutan dari ayat sebelumnya, yaitu pernyataan dari para pengikut Nabi Isa alaihissalam yaitu para Hawariyyun. Di ayat ini mereka menegaskan pendirian mereka bahwa mereka adalah orang yang beriman kepada kitab suci yang turun kepada Nabi Isa alaihissalam. Mereka juga menegaskan bahwa selalu mengikuti apa yang diperintahkan oleh Nabi Isa. Ayat ini juga dilengkapi dengan lafazh doa permintaan serta harapan mereka, yaitu agar dicatat oleh Allah SWT sebagai orang yang menjadi saksi.
ربنا آمنا بما أنزلت
Lafazh rabbana amanna bermakna (ربنا آمنا) : Ya tuhan kami, kami telah beriman. Lafazh bimaa anzalta (بما أنزلت) artinya : kepada apa yang Engkau turunkan. Apa yang Allah SWT turunkan itu maksudnya kitab suci samawi. Kitab-kitab suci samawi itu sering disebut dengan 'apa yang Allah turunkan'. Namun dalam hal ini khususnya kitab Injil yang turun kepada Nabi Isa alaihissalam.
Sekedar tambahan, kaum Kristiani hari ini mengatakan bahwa kitab suci mereka bukan Injil, tetapi mereka sebut Alkitab atau The Holy Book, atau Bibel. Dan itu bukan 'apa yang Allah SWT turunkan', karena memang bukan perkataan dari Allah.
Kitab suci mereka itu adalah catatan para murid Nabi Isa yang disebut dengan istilah unik, yaitu rosul. Istilah ini agak sedikit mengganggu kita kaum muslimin. Sebab dalam literatur Islam, yang disebut rosul itu adalah nabi utusan Allah yang punya kedudukan lebih unggul. Sementara istilah rosul di Kristen beda lagi pengertiannya, yaitu para murid Nabi Isa.
وَاتَّبَعْنَا الرَّسُولَ
Lafazh wat-taba'na (واتبعنا) artinya : Kami telah mengikuti, sedangkan makna ar-rasula (الرسول) adalah manusia yang diangkat menjadi utusan Allah SWT dengan dibekali dengan wahyu yang dibawa oleh Malaikat Jibrl. Dalam ini rasul yang dimaksud tidak lain adalah Nabi Isa alaihissalam sendiri.
فَاكْتُبْنَا مَعَ الشَّاهِدِينَ
Lafazh faktubna (فَاكْتُبْنَا) adalah bentuk fi'il amr yang fungsinya merupakan perintah. Dalam hal ini maksudnya adalah doa dan permintaan kepada Allah SWT. Asalnya dari (كتب - يكتب) yang punya banyak makna di dalam Al-Quran. Beberapa maknanya antara lain : perintah untuk mewajibkan, sebagaimana perintah puasa, yaitu (كتب عليكم الصيام).
Namun dalam hal ini maknanya bukan mewajibkan tetapi makna yang paling dasar, yaitu tulislah, alias catatlah.
Istilah asy-syahidin (الشاهدين) secara bahasa maknanya : orang-orang yang menjadi saksi. Sebagian ulama ada yang mengatakabn bahwa yang dimaksud tidak lain adalah nabi. Sebab nabi itu memang menjadi saksi atas umatnya nanti di hari akhir.