.:: Per Jilid + Tafsir Al-Mahfuzh ::.

JILID 10 - JUZ 5-B

Hal. 92

اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۚ لَيَجْمَعَنَّكُمْ إِلَىٰ يَوْمِ الْقِيَامَةِ لَا رَيْبَ فِيهِ ۗ وَمَنْ أَصْدَقُ مِنَ اللَّهِ حَدِيثًا

Kemenag RI 2019: Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Sungguh, Dia pasti mengumpulkan kamu pada hari Kiamat yang tidak ada keraguan di dalamnya. Siapakah yang lebih benar perkataannya daripada Allah? (QS. 4 : 87)
Prof. Quraish Shihab: "Allah, tidak ada Tuhan selain Dia. Sesungguhnya Dia akan mengumpulkan kamu di Hari Kiamat yang tidak ada keraguan di dalamnya. Dan siapakah orang yang lebih benar perkataannya daripada Allah?"
HAMKA: Allah! Tidak ada Tuhan selain Dia. Sesungguhnya Dia akan mengumpulkan kamu pada Hari Kiamat. Tidak ada keraguan tentang hal itu. Dan siapakah yang lebih benar ucapannya selain dari Allah?

فَمَا لَكُمْ فِي الْمُنَافِقِينَ فِئَتَيْنِ وَاللَّهُ أَرْكَسَهُمْ بِمَا كَسَبُوا ۚ أَتُرِيدُونَ أَنْ تَهْدُوا مَنْ أَضَلَّ اللَّهُ ۖ وَمَنْ يُضْلِلِ اللَّهُ فَلَنْ تَجِدَ لَهُ سَبِيلًا

Kemenag RI 2019: Mengapa kamu (wahai orang mukmin) (terpecah) menjadi dua golongan dalam (menghadapi) orang-orang munafik, padahal Allah telah mengembalikan mereka (pada kekufuran) karena usaha mereka sendiri? Apakah kamu bermaksud memberi petunjuk kepada orang yang telah dibiarkan sesat oleh Allah? Siapa yang dibiarkan sesat oleh Allah niscaya engkau (Nabi Muhammad) tidak akan menemukan jalan baginya (untuk diberi petunjuk). (QS. 4 : 88)
Prof. Quraish Shihab: "Maka mengapa kamu menjadi dua golongan dalam menghadapi orang-orang munafik, padahal Allah telah membalikkan mereka kepada kekafiran disebabkan usaha mereka sendiri? Apakah kamu berkehendak memberi petunjuk kepada orang-orang yang telah disesatkan Allah? Barang siapa yang disesatkan Allah, sekali-kali engkau tidak akan mendapatkan jalan untuknya."
HAMKA: Mengapa kamu menjadi dua golongan (menghadapi) kaum munafik itu? Padahal Allah telah menjerumuskan mereka. Apakah kamu hendak memberikan petunjuk kepada orang yang telah disesatkan Allah? Dan barangsiapa yang disesatkan oleh Allah, maka sekali-kali tidaklah akan engkau dapat untuknya satu jalan pun.

وَدُّوا لَوْ تَكْفُرُونَ كَمَا كَفَرُوا فَتَكُونُونَ سَوَاءً ۖ فَلَا تَتَّخِذُوا مِنْهُمْ أَوْلِيَاءَ حَتَّىٰ يُهَاجِرُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ ۚ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَخُذُوهُمْ وَاقْتُلُوهُمْ حَيْثُ وَجَدْتُمُوهُمْ ۖ وَلَا تَتَّخِذُوا مِنْهُمْ وَلِيًّا وَلَا نَصِيرًا

Kemenag RI 2019: Mereka sangat menginginkan agar kamu mau menjadi kufur sebagaimana mereka telah kufur sehingga kamu sama (dengan mereka). Janganlah kamu jadikan siapa pun di antara mereka sebagai teman setia ) sebelum mereka berpindah pada jalan Allah. Jika mereka berpaling, tawan dan bunuhlah mereka di mana pun kamu temukan mereka. Janganlah kamu jadikan seorang pun di antara mereka sebagai teman setia dan jangan pula sebagai penolong. (QS. 4 : 89)
Prof. Quraish Shihab: Mereka ingin sekali jika seandainya kamu menjadi kafir sebagaimana mereka telah menjadi kafir, sehingga kamu menjadi sama (dengan mereka). Maka, janganlah kamu jadikan siapa pun di antara mereka orang-orang dekat dan penolong, hingga mereka berhijrah pada jalan Allah. Maka jika mereka berpaling, tawan dan bunuhlah mereka di mana saja kamu dapati mereka, dan janganlah kamu menjadikan seorang (pun) di antara mereka sebagai teman dekat dan jangan (pula menjadikannya sebagai) penolong,
HAMKA: Mereka ingin agar kamu kafir seperti mereka kafir, maka jadilah kamu sama dengan mereka. Sebab itu, janganlah kamu jadikan mereka sahabat-sahabatmu, sehingga mereka berhijrah di jalan Allah. Maka jika mereka berpaling, tawanlah mereka dan bunuhlah mereka di mana saja kamu dapati mereka, dan janganlah kamu jadikan mereka sahabat, serta jangan seorang pun menjadi pembantu mereka.

إِلَّا الَّذِينَ يَصِلُونَ إِلَىٰ قَوْمٍ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَهُمْ مِيثَاقٌ أَوْ جَاءُوكُمْ حَصِرَتْ صُدُورُهُمْ أَنْ يُقَاتِلُوكُمْ أَوْ يُقَاتِلُوا قَوْمَهُمْ ۚ وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ لَسَلَّطَهُمْ عَلَيْكُمْ فَلَقَاتَلُوكُمْ ۚ فَإِنِ اعْتَزَلُوكُمْ فَلَمْ يُقَاتِلُوكُمْ وَأَلْقَوْا إِلَيْكُمُ السَّلَمَ فَمَا جَعَلَ اللَّهُ لَكُمْ عَلَيْهِمْ سَبِيلًا

Kemenag RI 2019: Kecuali, orang-orang yang menjalin hubungan dengan suatu kaum yang antara kamu dan kaum itu ada perjanjian (damai, mereka jangan dibunuh atau jangan ditawan). (Demikian juga) orang-orang yang datang kepadamu, sedangkan hati mereka berat untuk memerangi kamu atau memerangi kaumnya. Seandainya Allah menghendaki, niscaya Dia berikan kekuasaan kepada mereka untuk menghadapi kamu sehingga mereka memerangimu. Akan tetapi, jika mereka membiarkanmu (tidak mengganggumu), tidak memerangimu, dan menawarkan perdamaian kepadamu (menyerah), Allah tidak memberi jalan bagimu (untuk menawan dan membunuh) mereka. (QS. 4 : 90)
Prof. Quraish Shihab: kecuali orang-orang (kafir) yang (lari dari kamu sehingga) sampai kepada suatu kaum (untuk meminta perlindungan), yang telah ada perjanjian antara kamu dan mereka (maka janganlah engkau tawan atau bunuh mereka itu) atau (demikian juga) orang-orang yang telah datang kepada kamu, sedangkan hati mereka merasa keberatan untuk memerangi kamu dan memerangi kaumnya. Jika Allah menghendaki, pasti Dia memberi kekuasaan kepada mereka terhadap kamu, sehingga tentulah mereka memerangi kamu. Tetapi, jika mereka membiarkan kamu, dan tidak memerangi kamu serta mengemukakan penyerahan diri kepada kamu, maka Allah tidak memberi jalan bagi kamu terhadap mereka (untuk menawan atau membunuh mereka).
HAMKA: Mereka ingin jikalau kamu kafir (pula) sebagaimana mereka kafir, maka jadilah kamu bersamaan. Sebab itu janganlah kamu ambil mereka jadi sahabat-sahabat, sehingga mereka pun berhijrah pada jalan Allah. Maka jika mereka berpaling, tawanlah mereka dan bunuhlah mereka di mana saja kamu dapati mereka, dan jangan ada yang kamu ambil mereka jadi sahabat atau pembantu.

سَتَجِدُونَ آخَرِينَ يُرِيدُونَ أَنْ يَأْمَنُوكُمْ وَيَأْمَنُوا قَوْمَهُمْ كُلَّ مَا رُدُّوا إِلَى الْفِتْنَةِ أُرْكِسُوا فِيهَا ۚ فَإِنْ لَمْ يَعْتَزِلُوكُمْ وَيُلْقُوا إِلَيْكُمُ السَّلَمَ وَيَكُفُّوا أَيْدِيَهُمْ فَخُذُوهُمْ وَاقْتُلُوهُمْ حَيْثُ ثَقِفْتُمُوهُمْ ۚ وَأُولَٰئِكُمْ جَعَلْنَا لَكُمْ عَلَيْهِمْ سُلْطَانًا مُبِينًا

Kemenag RI 2019: Akan kamu dapati (golongan) lain yang menginginkan agar mereka hidup aman bersamamu dan aman (pula) bersama kaumnya. Setiap kali mereka diajak kembali kepada fitnah (syirik), mereka pun terjerumus ke dalamnya. Oleh karena itu, jika mereka tidak membiarkanmu (tetap mengganggumu), tidak pula mau menawarkan perdamaian kepadamu, dan tidak menahan tangan mereka (dari memerangimu), tawanlah dan bunuhlah mereka di mana saja kamu temukan. Merekalah orang-orang yang Kami berikan kepadamu alasan yang nyata (untuk menawan dan membunuh) mereka. (QS. 4 : 91)
Prof. Quraish Shihab: Kelak kamu mendapati (golongan-golongan) lain, yang bermaksud supaya mereka aman dari kamu dan aman (pula) dari kaum mereka. Setiap mereka diajak kembali kepada fitnah (syirik dan kedurhakaan), mereka terjun ke dalamnya. Karena itu, jika mereka tidak membiarkan kamu dan (tidak) mau mengemukakan penyerahan diri kepada kamu, serta (tidak) menahan tangan-tangan mereka (untuk memerangi atau mengganggu), maka tawanlah mereka dan bunuhlah mereka di mana saja kamu temukan mereka, dan merekalah orang-orang yang Kami berikan kepada kamu alasan yang nyata (untuk menawan atau membunuh) mereka.
HAMKA: Akan kamu dapati (pula) beberapa orang lain, yang ingin supaya mereka aman daripada kamu dan aman daripada kaum mereka. Tiap kali mereka dikembalikan kepada fitnah, terjerumuslah mereka ke dalamnya. Maka jika tidak mereka tinggalkan kamu dan tidak menawarkan perdamaian kepada kamu, dan tidak memberhentikan tangan mereka, maka tawanlah mereka dan bunuhlah mereka di mana saja pun kamu dapati mereka. Karena mereka itu, telah Kami jadikan untuk kamu kekuasaan yang nyata atas mereka.
Hal. 93

وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ أَنْ يَقْتُلَ مُؤْمِنًا إِلَّا خَطَأً ۚ وَمَنْ قَتَلَ مُؤْمِنًا خَطَأً فَتَحْرِيرُ رَقَبَةٍ مُؤْمِنَةٍ وَدِيَةٌ مُسَلَّمَةٌ إِلَىٰ أَهْلِهِ إِلَّا أَنْ يَصَّدَّقُوا ۚ فَإِنْ كَانَ مِنْ قَوْمٍ عَدُوٍّ لَكُمْ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَتَحْرِيرُ رَقَبَةٍ مُؤْمِنَةٍ ۖ وَإِنْ كَانَ مِنْ قَوْمٍ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَهُمْ مِيثَاقٌ فَدِيَةٌ مُسَلَّمَةٌ إِلَىٰ أَهْلِهِ وَتَحْرِيرُ رَقَبَةٍ مُؤْمِنَةٍ ۖ فَمَنْ لَمْ يَجِدْ فَصِيَامُ شَهْرَيْنِ مُتَتَابِعَيْنِ تَوْبَةً مِنَ اللَّهِ ۗ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا

Kemenag RI 2019: Tidak patut bagi seorang mukmin membunuh seorang mukmin, kecuali karena tersalah (tidak sengaja). Siapa yang membunuh seorang mukmin karena tersalah (hendaklah) memerdekakan seorang hamba sahaya mukmin dan (membayar) tebusan yang diserahkan kepada keluarganya (terbunuh), kecuali jika mereka (keluarga terbunuh) membebaskan pembayaran. Jika dia (terbunuh) dari kaum yang memusuhimu, padahal dia orang beriman, (hendaklah pembunuh) memerdekakan hamba sahaya mukmin. Jika dia (terbunuh) dari kaum (kafir) yang ada perjanjian (damai) antara mereka dengan kamu, (hendaklah pembunuh) membayar tebusan yang diserahkan kepada keluarganya serta memerdekakan hamba sahaya mukmin. Siapa yang tidak mendapatkan (hamba sahaya) hendaklah berpuasa dua bulan berturut-turut sebagai (ketetapan) cara bertobat dari Allah. Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (QS. 4 : 92)
Prof. Quraish Shihab: Dan tidak (ada kepatuhan, bahkan tidak ada wujudnya) bagi seorang mukmin membunuh seorang mukmin, kecuali karena tersalah (atau tidak disengaja), dan barang siapa membunuh seorang mukmin karena tersalah, maka (wajiblah) dia memerdekakan seorang hamba sahaya mukmin serta membayar diat¹³? yang diserahkan kepada keluarganya (yakni keluarga yang terbunuh), kecuali jika mereka (keluarga terbunuh) bersedekah (atau membebaskan keluarga pembunuh dari membayar diat). Jika si terbunuh dari kaum yang memusuhi kamu padahal dia mukmin, maka (wajiblah bagi si pembunuh) memerdekakan hamba sahaya mukmin. Dan jika dia (si pembunuh dari kaum yang telah ada perjanjian (damai dan tidak saling menyerang) antara kamu dengan mereka, maka (wajiblah baginya) membayar diat yang diserahkan kepada keluarga terbunuh serta memerdekakan hamba sahaya mukmin. Barang siapa tidak memperolehnya (yakni diat), maka wajiblah dia (si pembunuh) berpuasa dua bulan berturut-turut sebagai (ketetapan cara) taubat dari Allah. Dan adalah Allah Maha Mengetahui, lagi Maha Bijaksana.
HAMKA: Dan tidaklah ada bagi seorang Mukmin membunuh seorang Mukmin lain kecuali karena keliru. Dan barangsiapa membunuh seorang Mukmin dengan keliru, hendaklah memerdekakan seorang budak yang Mukmin, dan diyat yang diserahkan kepada keluarganya, kecuali jika mereka bersedekah. Akan tetapi jika yang terbunuh itu dari kaum yang menjadi musuh bagi kamu, padahal dia seorang Mukmin, maka hendaklah memerdekakan seorang budak yang Mukmin pula. Dan jika yang terbunuh itu dari suatu kaum yang di antara kamu dan mereka ada suatu perjanjian, maka diyat yang diserahkan kepada keluarganya dan memerdekakan seorang budak yang Mukmin. Tetapi barangsiapa tidak mendapat, maka dengan puasa dua bulan berturut-turut, sebagai tobat dari Allah. Dan adalah Allah itu Mahatahu, lagi Bijaksana.

وَمَنْ يَقْتُلْ مُؤْمِنًا مُتَعَمِّدًا فَجَزَاؤُهُ جَهَنَّمُ خَالِدًا فِيهَا وَغَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِ وَلَعَنَهُ وَأَعَدَّ لَهُ عَذَابًا عَظِيمًا

Kemenag RI 2019: Siapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja, balasannya adalah (neraka) Jahanam. Dia kekal di dalamnya. Allah murka kepadanya, melaknatnya, dan menyediakan baginya azab yang sangat besar. (QS. 4 : 93)
Prof. Quraish Shihab: Dan barang siapa membunuh seorang mukmin dengan sengaja, maka balasannya adalah neraka Jahannam, dia kekal di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan melaknatnya serta menyediakan azab yang sangat besar baginya.
HAMKA: Dan barangsiapa yang membunuh seorang Mukmin dengan sengaja, maka balasannya ialah Jahannam, kekal di dalamnya, dan murkalah Allah atasnya, dan Dia laknat akan dia dan Dia sediakan untuknya siksaan yang besar.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا ضَرَبْتُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَتَبَيَّنُوا وَلَا تَقُولُوا لِمَنْ أَلْقَىٰ إِلَيْكُمُ السَّلَامَ لَسْتَ مُؤْمِنًا تَبْتَغُونَ عَرَضَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا فَعِنْدَ اللَّهِ مَغَانِمُ كَثِيرَةٌ ۚ كَذَٰلِكَ كُنْتُمْ مِنْ قَبْلُ فَمَنَّ اللَّهُ عَلَيْكُمْ فَتَبَيَّنُوا ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرًا

Kemenag RI 2019: Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu pergi (berperang) di jalan Allah, bertabayunlah (carilah kejelasan) dan janganlah kamu mengatakan kepada orang yang mengucapkan salam kepadamu, “Kamu bukan seorang mukmin,” (lalu kamu membunuhnya) dengan maksud mencari harta benda kehidupan dunia karena di sisi Allah ada harta yang banyak. Demikianlah keadaan kamu dahulu, lalu Allah menganugerahkan nikmat-Nya kepadamu, maka telitilah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. 4 : 94)
Prof. Quraish Shihab: Hai orang-orang yang beriman! Apabila kamu pergi (berperang) di jalan Allah, maka telitilah (siapa yang kamu hadapi dan berhati-hatilah dalam mengambil keputusan untuk membunuh) dan janganlah kamu mengatakan kepada orang yang mengucapkan salam (dan atau menyerahkan diri) kepada kamu: “Engkau bukan seorang mukmin,” (lalu kamu membunuhnya) dengan maksud mencari harta (di) kehidupan dunia, karena di sisi Allah ada harta yang banyak. Demikianlah keadaan kamu dahulu (ketika kamu menyembunyikan keimanan kamu), lalu Allah menganugerahkan nikmat-Nya atas kamu (antara lain keberanian menampakkan keimanan), maka telitilah. Sesungguhnya adalah Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.
HAMKA: Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu pergi (berperang) pada jalan Allah, maka telitilah, dan janganlah kamu katakan kepada orang yang memberi salam kepada kamu, "Engkau bukan orang Mukmin!" Karena kamu mengharapkan kehidupan dunia, padahal di sisi Allah-lah harta yang banyak. Begitulah juga keadaan kamu dahulu, maka memberi kumialah Allah kepadamu. Sebab itu telitilah! Sesungguhnya Allah adalah Amat Tahu apa yang kamu kerjakan.
Hal. 94

لَا يَسْتَوِي الْقَاعِدُونَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ غَيْرُ أُولِي الضَّرَرِ وَالْمُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ ۚ فَضَّلَ اللَّهُ الْمُجَاهِدِينَ بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ عَلَى الْقَاعِدِينَ دَرَجَةً ۚ وَكُلًّا وَعَدَ اللَّهُ الْحُسْنَىٰ ۚ وَفَضَّلَ اللَّهُ الْمُجَاهِدِينَ عَلَى الْقَاعِدِينَ أَجْرًا عَظِيمًا

Kemenag RI 2019: Tidak sama orang-orang mukmin yang duduk (tidak turut berperang) tanpa mempunyai uzur dengan orang-orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwanya. Allah melebihkan derajat orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk (tidak ikut berperang tanpa uzur). Kepada masing-masing, Allah menjanjikan (pahala) yang terbaik (surga), (tetapi) Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang-orang yang duduk dengan pahala yang besar. (QS. 4 : 95)
Prof. Quraish Shihab: Tidaklah sama ant.tra orang-orang mukmin yang duduk (ridak turut berperang) selain vang memunyai uzur (alasan yang dibenarkan agama) dengan orang-orang (mukmin) yang bcrpndd di jalan Allali dengan ha n a dan jiwa mereka. Allah melebihkan orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwa mereka atas orang orang yang duduk, satu derajat. All.Ui menjanjikan ipalukt) yang lebih baik kepada masing-masing dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang duduk dengan pahala yang besar.
HAMKA: Orang-orang yang duduk dari kalangan orang yang beriman yang tidak berhalangan, tidaklah sama dengan orang-orang yang berjihad pada jalan Allah dengan harta benda mereka dan diri-diri mereka. Allah telah melebihkan orang-orang yang berjihad dengan harta benda mereka dan diri mereka itu, daripada orang-orang yang duduk, satu derajat. Tetapi untuk tiap-tiap satu dari keduanya telah dijanjikan Allah kebaikan. Dan Allah telah melebihkan orang-orang Mujahidin daripada orang yang duduk, dengan ganjaran yang besar.

دَرَجَاتٍ مِنْهُ وَمَغْفِرَةً وَرَحْمَةً ۚ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

Kemenag RI 2019: (Yaitu,) beberapa derajat dari-Nya, serta ampunan dan rahmat. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. 4 : 96)
Prof. Quraish Shihab: (yaitu) beberapa derajat dari-Nya, dan ampunan serta rahmat. Allah Maha Pengampun, lagi Maha Pengasih.
HAMKA: Yaitu) beberapa derajat daripadanya, dan ampunan, dan rahmat. Dan adalah Allah itu Pengampun, lagi Penyayang.

إِنَّ الَّذِينَ تَوَفَّاهُمُ الْمَلَائِكَةُ ظَالِمِي أَنْفُسِهِمْ قَالُوا فِيمَ كُنْتُمْ ۖ قَالُوا كُنَّا مُسْتَضْعَفِينَ فِي الْأَرْضِ ۚ قَالُوا أَلَمْ تَكُنْ أَرْضُ اللَّهِ وَاسِعَةً فَتُهَاجِرُوا فِيهَا ۚ فَأُولَٰئِكَ مَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ ۖ وَسَاءَتْ مَصِيرًا

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya orang-orang yang dicabut nyawanya oleh malaikat dalam keadaan menzalimi dirinya, ) mereka (malaikat) bertanya, “Bagaimana kamu ini?” Mereka menjawab, “Kami adalah orang-orang yang tertindas di bumi (Makkah).” Mereka (malaikat) bertanya, “Bukankah bumi Allah itu luas sehingga kamu dapat berhijrah di sana?” Maka, tempat mereka itu (neraka) Jahanam dan itu seburuk-buruk tempat kembali. (QS. 4 : 97)
Prof. Quraish Shihab: Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan oleh para malaikat dalam keadaan menganiaya diri mereka (sendiri), mereka (para malaikat) bertanya: "Dalam keadaan bagaimana kamu dahulu?" Mereka menjawab: “Kami orang-orang yang sangat lemah di bumi.” Mereka (para malaikat) berkata: “Bukankah bumi Allah luas, sehingga kamu dapat berhijrah di sana?" Maka, orang-orang itu tempatnya adalah (neraka) Jahannam, dan ia adalah seburuk-buruk tempat tinggal.
HAMKA: esungguhnya orang-orang yang akan diterima oleh malaikat, padahal mereka telah menzalimi diri mereka, akan bertanya (malaikat), "Darihal apakah keadaan kamu?" Mereka menjawab, "Kami ini tertindas di bumi!" Mereka berkata, "Bukankah bumi Allah itu luas? Untuk kamu berhijrah padanya?" Maka mereka itu, tempat kembali mereka adalah Jahannam, dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.

إِلَّا الْمُسْتَضْعَفِينَ مِنَ الرِّجَالِ وَالنِّسَاءِ وَالْوِلْدَانِ لَا يَسْتَطِيعُونَ حِيلَةً وَلَا يَهْتَدُونَ سَبِيلًا

Kemenag RI 2019: Kecuali, mereka yang tertindas dari (kalangan) laki-laki, perempuan, dan anak-anak yang tidak berdaya dan tidak mengetahui jalan (untuk berhijrah). (QS. 4 : 98)
Prof. Quraish Shihab: Kecuali orang-orang yang sangat lemah, baik laki-laki, atau perempuan, atau anak-anak yang tidak mampu berdaya upaya dan tidak mengetahui jalan keluar yang tepat menghadapi kesulitan dan ancaman.
HAMKA: Kecuali orang-orang yang tertindas dari laki-laki, perempuan, dan kanak-kanak yang tidak sanggup berdaya-upaya dan mereka tidak mendapat suatu jalan pun.

فَأُولَٰئِكَ عَسَى اللَّهُ أَنْ يَعْفُوَ عَنْهُمْ ۚ وَكَانَ اللَّهُ عَفُوًّا غَفُورًا

Kemenag RI 2019: Mereka itu, mudah-mudahan Allah memaafkannya. Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun. (QS. 4 : 99)
Prof. Quraish Shihab: Mereka itu mudah-mudahan Allah memaafkan mereka, dan Allah adalah Maha Pemaaf, lagi Maha Pengampun.
HAMKA: Maka mereka itu, mudah-mudahan Allah akan memaafkan mereka, dan adalah Allah itu Pemaaf, lagi Pengampun.

وَمَنْ يُهَاجِرْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ يَجِدْ فِي الْأَرْضِ مُرَاغَمًا كَثِيرًا وَسَعَةً ۚ وَمَنْ يَخْرُجْ مِنْ بَيْتِهِ مُهَاجِرًا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ ثُمَّ يُدْرِكْهُ الْمَوْتُ فَقَدْ وَقَعَ أَجْرُهُ عَلَى اللَّهِ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

Kemenag RI 2019: Siapa yang berhijrah di jalan Allah niscaya akan mendapatkan di bumi ini tempat hijrah yang banyak dan kelapangan (rezeki dan hidup). Siapa yang keluar dari rumahnya untuk berhijrah karena Allah dan Rasul-Nya, kemudian meninggal (sebelum sampai ke tempat tujuan), sungguh, pahalanya telah ditetapkan di sisi Allah. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. 4 : 100)
Prof. Quraish Shihab: Barang siapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di bumi ini tempat yang luas dan rezeki yang banyak. Barang siapa keluar dari rumahnya dalam keadaan berhijrah menuju Allah dan Rasul-Nya, lalu dia didapati oleh maut, maka sungguh telah tetap ganjarannya di sisi Allah. Dan Allah adalah Maha Pengampun, lagi Maha Pengasih.
HAMKA: Dan barangsiapa yang berhijrah pada jalan Allah, niscaya dia akan bertemu di bumi ini tempat berlindung yang banyak dan kelapangan. Dan barangsiapa yang keluar dari rumahnya berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian dicapai oleh maut, maka sesungguhnya telah tersedia pahalanya atas Allah, dan adalah Allah itu Pengampun, lagi Penyayang.

وَإِذَا ضَرَبْتُمْ فِي الْأَرْضِ فَلَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَنْ تَقْصُرُوا مِنَ الصَّلَاةِ إِنْ خِفْتُمْ أَنْ يَفْتِنَكُمُ الَّذِينَ كَفَرُوا ۚ إِنَّ الْكَافِرِينَ كَانُوا لَكُمْ عَدُوًّا مُبِينًا

Kemenag RI 2019: Apabila kamu bepergian di bumi, maka tidak dosa bagimu untuk mengqasar salat jika kamu takut diserang orang-orang yang kufur. Sesungguhnya orang-orang kafir itu adalah musuh yang nyata bagimu. (QS. 4 : 101)
Prof. Quraish Shihab: Dan apabila kamu bepergian di bumi, maka tidaklah mengapa kamu meng-qashar sebagian shalat jika kamu takut diserang orang-orang kafir. Sesungguhnya orang-orang kafir itu adalah musuh yang nyata bagi kamu.
HAMKA: Dan apabila kamu bepergian di bumi, maka tidaklah mengapa atas kamu bahwa kamu mengqasharkan shalat, jika kamu takut bahwa akan diganggu oleh orang-orang kafir. Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu, adalah mereka terhadap kamu musuh yang nyata.
Hal. 95

وَإِذَا كُنْتَ فِيهِمْ فَأَقَمْتَ لَهُمُ الصَّلَاةَ فَلْتَقُمْ طَائِفَةٌ مِنْهُمْ مَعَكَ وَلْيَأْخُذُوا أَسْلِحَتَهُمْ فَإِذَا سَجَدُوا فَلْيَكُونُوا مِنْ وَرَائِكُمْ وَلْتَأْتِ طَائِفَةٌ أُخْرَىٰ لَمْ يُصَلُّوا فَلْيُصَلُّوا مَعَكَ وَلْيَأْخُذُوا حِذْرَهُمْ وَأَسْلِحَتَهُمْ ۗ وَدَّ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوْ تَغْفُلُونَ عَنْ أَسْلِحَتِكُمْ وَأَمْتِعَتِكُمْ فَيَمِيلُونَ عَلَيْكُمْ مَيْلَةً وَاحِدَةً ۚ وَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ إِنْ كَانَ بِكُمْ أَذًى مِنْ مَطَرٍ أَوْ كُنْتُمْ مَرْضَىٰ أَنْ تَضَعُوا أَسْلِحَتَكُمْ ۖ وَخُذُوا حِذْرَكُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ أَعَدَّ لِلْكَافِرِينَ عَذَابًا مُهِينًا

Kemenag RI 2019: Apabila engkau (Nabi Muhammad) berada di tengah-tengah mereka (sahabatmu dan dalam keadaan takut diserang), lalu engkau hendak melaksanakan salat bersama mereka, hendaklah segolongan dari mereka berdiri (salat) bersamamu dengan menyandang senjatanya. Apabila mereka (yang salat bersamamu) telah sujud (menyempurnakan satu rakaat), hendaklah mereka pindah dari belakangmu (untuk menghadapi musuh). Lalu, hendaklah datang golongan lain yang belum salat agar mereka salat bersamamu ) dan hendaklah mereka bersiap siaga dengan menyandang senjatanya. Orang-orang yang kufur ingin agar kamu lengah terhadap senjata dan harta bendamu, lalu mereka menyerbumu secara tiba-tiba. Tidak ada dosa bagimu meletakkan senjata jika kamu mendapat suatu kesusahan, baik karena hujan maupun karena sakit dan bersiap siagalah kamu. ) Sesungguhnya Allah telah menyediakan azab yang menghinakan bagi orang-orang kafir. (QS. 4 : 102)
Prof. Quraish Shihab: Dan apabila engkau (Nabi Muhammad SAW) berada di tengah-tengah mereka (kaum Muslim), lalu engkau hendak melaksanakan shalat bersama-sama mereka, maka hendaklah segolongan dari mereka berdiri (shalat) bersamamu dan menyandang senjata mereka, kemudian apabila mereka sujud, maka hendaklah mereka pindah dari belakangmu (untuk menghadapi musuh dan berjaga-jaga) dan hendaklah datang golongan kedua yang belum shalat, lalu hendaklah mereka shalat bersamamu, dan hendaklah mereka bersiap siaga dan menyandang senjata mereka. Orang-orang kafir ingin jika seandainya kamu lengah terhadap senjata kamu dan harta benda kamu, lalu mereka menyerbu kamu sekaligus. Dan tidak ada dosa atas kamu meletakkan senjata-senjata kamu jika kamu mendapat sesuatu kesusahan seperti karena hujan atau karena kamu sakit; dan siap-siagalah. Sesungguhnya Allah telah menyediakan bagi orang-orang kafir azab yang sangat menghinakan.
HAMKA: Dan jika engkau di antara mereka, lalu engkau mendirikan shalat, mengimami mereka, maka hendaklah berdiri segolongan dari mereka bersama engkau, dan hendaklah mereka memegang senjata-senjata mereka. Maka apabila mereka telah sujud, hendaklah mereka berada di belakang kamu, dan hendaklah datang pula segolongan yang lain yang belum shalat, maka hendaklah mereka shalat bersama engkau, dan hendaklah mereka mengambil penjagaan mereka dan memegang senjata-senjata mereka. Ingin sekali orang-orang yang kafir itu kalau kamu lengah dari senjata-senjata kamu dan perlengkapan-perlengkapan kamu, lalu mereka bisa menyerang kamu dengan sekali serang. Tetapi tidaklah mengapa atas kamu, jika ada halangan bagi kamu dari sebab hujan, atau kamu dalam keadaan sakit, bahwa kamu lepaskan senjata kamu. Dan perteguhlah penjagaan kamu. Sesungguhnya Allah telah menyediakan untuk orang yang kafir, siksaan yang menghina.

فَإِذَا قَضَيْتُمُ الصَّلَاةَ فَاذْكُرُوا اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِكُمْ ۚ فَإِذَا اطْمَأْنَنْتُمْ فَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ ۚ إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا

Kemenag RI 2019: Apabila kamu telah menyelesaikan salat, berzikirlah kepada Allah (mengingat dan menyebut-Nya), baik ketika kamu berdiri, duduk, maupun berbaring. Apabila kamu telah merasa aman, laksanakanlah salat itu (dengan sempurna). Sesungguhnya salat itu merupakan kewajiban yang waktunya telah ditentukan atas orang-orang mukmin. (QS. 4 : 103)
Prof. Quraish Shihab: Maka, apabila kamu telah menyelesaikan shalat (kamu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk, dan di waktu berbaring. Selanjutnya, apabila kamu telah merasa aman, maka laksanakanlah shalat dengan sempurna (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat (itu) adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang mukmin.
HAMKA: Maka apabila telah kamu selesaikan shalat, maka ingatlah Allah, di kala berdiri, di kala duduk, dan di kala berbaring di rusuk kamu. Maka apabila kamu telah tenteram, maka dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu atas orang-orang yang beriman adalah kewajiban yang diwaktukan.

وَلَا تَهِنُوا فِي ابْتِغَاءِ الْقَوْمِ ۖ إِنْ تَكُونُوا تَأْلَمُونَ فَإِنَّهُمْ يَأْلَمُونَ كَمَا تَأْلَمُونَ ۖ وَتَرْجُونَ مِنَ اللَّهِ مَا لَا يَرْجُونَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا

Kemenag RI 2019: Janganlah kamu merasa lemah dalam mengejar kaum itu (musuhmu). Jika kamu menderita kesakitan, sesungguhnya mereka pun menderita kesakitan sebagaimana yang kamu rasakan. (Bahkan) kamu dapat mengharapkan dari Allah apa yang tidak dapat mereka harapkan. Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (QS. 4 : 104)
Prof. Quraish Shihab: Dan janganlah kamu berhati lemah dalam mengejar mereka (musuh-musuh kamu). Jika kamu kesakitan, maka sesungguhnya mereka juga menderita kesakitan sebagaimana kamu, sedangkan kamu mengharap dari Allah apa yang tidak mereka harapkan. Dan adalah Allah Maha Mengetahui, lagi Maha Bijaksana.
HAMKA: Dan janganlah kamu lengah dalam mengejar kaum itu. Jika kamu menderita sakit, maka sesungguhnya mereka pun menderita sakit pula sebagaimana yang kamu derita. Sedang kamu mengharapkan dari Allah, hal yang tidak mereka harapkan. Dan adalah Allah itu Maha Mengetahui, lagi Bijaksana. You said:

إِنَّا أَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ لِتَحْكُمَ بَيْنَ النَّاسِ بِمَا أَرَاكَ اللَّهُ ۚ وَلَا تَكُنْ لِلْخَائِنِينَ خَصِيمًا

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab (Al-Qur’an) kepadamu (Nabi Muhammad) dengan hak agar kamu memutuskan (perkara) di antara manusia dengan apa yang telah Allah ajarkan kepadamu. Janganlah engkau menjadi penentang (orang yang tidak bersalah) karena (membela) para pengkhianat. ) (QS. 4 : 105)
Prof. Quraish Shihab: Sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu (wahai Nabi Muhammad SAW) Kitab (Al-Qur’an) dengan haq (benar dan mengandung kebenaran), supaya engkau mengadili antara manusia dengan apa yang telah Allah perlihatkan kepadamu, dan janganlah engkau menjadi penentang (bagi orang yang tidak bersalah) karena (membela) para pengkhianat
HAMKA: Sesungguhnya telah Kami turunkan kepadamu Kitab itu dengan kebenaran, supaya engkau hukumkan di antara manusia dengan apa yang telah diperlihatkan Allah kepadamu. Dan janganlah engkau menjadi pembela bagi orang-orang yang khianat.
Hal. 96

وَاسْتَغْفِرِ اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ كَانَ غَفُورًا رَحِيمًا

Kemenag RI 2019: Mohonlah ampunan kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. 4 : 106)
Prof. Quraish Shihab: Dan mohonlah ampun kepada Allah. Sesungguhnya Allah adalah Maha Pengampun, lagi Maha Pengasih.
HAMKA: Dan mohonkanlah ampun kepada Allah. Sesungguhnya Allah adalah Maha Pengampun, lagi Penyayang.

وَلَا تُجَادِلْ عَنِ الَّذِينَ يَخْتَانُونَ أَنْفُسَهُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ خَوَّانًا أَثِيمًا

Kemenag RI 2019: Janganlah engkau (Nabi Muhammad) berdebat untuk (membela) orang-orang yang mengkhianati dirinya. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang selalu berkhianat dan bergelimang dosa. (QS. 4 : 107)
Prof. Quraish Shihab: Dan janganlah engkau (Nabi Muhammad SAW) berdebat (untuk membela) orang-orang yang mengkhianati diri mereka (yakni mengkhianati orang lain). Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang selalu berkhianat, lagi bergelimang dosa.
HAMKA: Dan janganlah engkau membela orang-orang yang mengkhianati diri mereka. Sesungguhnya Allah tidak suka kepada orang yang berkhianat dan berdosa.

يَسْتَخْفُونَ مِنَ النَّاسِ وَلَا يَسْتَخْفُونَ مِنَ اللَّهِ وَهُوَ مَعَهُمْ إِذْ يُبَيِّتُونَ مَا لَا يَرْضَىٰ مِنَ الْقَوْلِ ۚ وَكَانَ اللَّهُ بِمَا يَعْمَلُونَ مُحِيطًا

Kemenag RI 2019: Mereka dapat bersembunyi dari manusia, tetapi tidak dapat bersembunyi dari Allah. Dia bersama (mengawasi) mereka ketika pada malam hari mereka menetapkan keputusan rahasia yang tidak diridai-Nya. Allah Maha Meliputi apa yang mereka kerjakan. (QS. 4 : 108)
Prof. Quraish Shihab: Mereka (para pengkhianat) bersembunyi dari manusia, tetapi mereka tidak bersembunyi dari Allah, padahal Dia bersama mereka ketika di malam hari mereka menetapkan ucapan yang tidak Dia ridhai. Dan adalah Allah Maha Meliputi apa yang mereka kerjakan.
HAMKA: Mereka bersembunyi dari manusia, tetapi mereka tidak dapat bersembunyi dari Allah. Padahal Dia ada bersama mereka ketika mereka menyusun-nyusun (rencana) pada malam hari, perkataan yang Dia tidak ridhoi. Dan Allah itu telah mengepung apa-apa yang mereka kerjakan.

هَا أَنْتُمْ هَٰؤُلَاءِ جَادَلْتُمْ عَنْهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا فَمَنْ يُجَادِلُ اللَّهَ عَنْهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَمْ مَنْ يَكُونُ عَلَيْهِمْ وَكِيلًا

Kemenag RI 2019: Begitulah kamu. Kamu berdebat untuk (membela) mereka dalam kehidupan dunia ini. Akan tetapi, siapa yang akan menentang Allah untuk (membela) mereka pada hari Kiamat? Atau, siapakah yang menjadi pelindung mereka (dari azab Allah)? (QS. 4 : 109)
Prof. Quraish Shihab: Hai, beginilah kamu! Kamu telah berdebat untuk (membela) mereka di kehidupan dunia (ini). Maka, siapakah yang akan mendebat Allah untuk mereka pada Hari Kiamat? Atau siapakah yang menjadi pelindung mereka?
HAMKA: Ha! Itulah kamu, orang-orang yang telah membela mereka dalam kehidupan dunia. Maka siapakah yang akan membela mereka di hari Kiamat? Atau siapakah yang akan menjadi pengurus atas mereka?

وَمَنْ يَعْمَلْ سُوءًا أَوْ يَظْلِمْ نَفْسَهُ ثُمَّ يَسْتَغْفِرِ اللَّهَ يَجِدِ اللَّهَ غَفُورًا رَحِيمًا

Kemenag RI 2019: Siapa yang berbuat kejahatan atau menganiaya dirinya, kemudian memohon ampunan kepada Allah, niscaya akan mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. 4 : 110)
Prof. Quraish Shihab: Dan barang siapa mengerjakan kejahatan (terhadap orang lain) atau menganiaya diri sendiri, kemudian mohon ampun kepada Allah, niscaya dia mendapati Allah Maha Pengampun, lagi Maha Pengasih.
HAMKA: Dan barangsiapa yang berbuat suatu kejahatan atau menganiaya dirinya, kemudian dia pun memohon ampun kepada Allah, niscaya akan didapatinya Allah itu Maha Pengampun, lagi Penyayang.

وَمَنْ يَكْسِبْ إِثْمًا فَإِنَّمَا يَكْسِبُهُ عَلَىٰ نَفْسِهِ ۚ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا

Kemenag RI 2019: Siapa yang berbuat dosa sesungguhnya dia mengerjakannya untuk merugikan dirinya sendiri. Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (QS. 4 : 111)
Prof. Quraish Shihab: Barang siapa mengerjakan dosa, maka sesungguhnya dia mengerjakannya atas (kemudharatan) dirinya (sendiri). Dan adalah Allah Maha Mengetahui, lagi Maha Bijaksana.
HAMKA: Dan barangsiapa yang mengusahakan suatu dosa, maka usahanya itu hanya akan celaka bagi dirinya sendiri. Dan Allah itu Maha Mengetahui, lagi Bijaksana.

وَمَنْ يَكْسِبْ خَطِيئَةً أَوْ إِثْمًا ثُمَّ يَرْمِ بِهِ بَرِيئًا فَقَدِ احْتَمَلَ بُهْتَانًا وَإِثْمًا مُبِينًا

Kemenag RI 2019: Siapa yang berbuat kesalahan atau dosa, kemudian menuduhkannya kepada orang yang tidak bersalah, sungguh telah memikul suatu kebohongan dan dosa yang nyata. (QS. 4 : 112)
Prof. Quraish Shihab: Dan barang siapa mengerjakan kesalahan atau dosa, kemudian dia melemparkannya kepada orang yang tidak bersalah, maka sungguh dia telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata.
HAMKA: Dan barangsiapa yang mengusahakan suatu kejahatan atau dosa, kemudian dia tuduhkan kejahatan itu kepada seorang yang bersih, maka sesungguhnya dia telah memikul suatu dusta besar dan dosa yang nyata.

وَلَوْلَا فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكَ وَرَحْمَتُهُ لَهَمَّتْ طَائِفَةٌ مِنْهُمْ أَنْ يُضِلُّوكَ وَمَا يُضِلُّونَ إِلَّا أَنْفُسَهُمْ ۖ وَمَا يَضُرُّونَكَ مِنْ شَيْءٍ ۚ وَأَنْزَلَ اللَّهُ عَلَيْكَ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَعَلَّمَكَ مَا لَمْ تَكُنْ تَعْلَمُ ۚ وَكَانَ فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكَ عَظِيمًا

Kemenag RI 2019: Kalau bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepadamu (Nabi Muhammad), tentu segolongan dari mereka berkeinginan keras untuk menyesatkanmu. Akan tetapi, mereka tidak menyesatkan, kecuali dirinya sendiri dan tidak membahayakanmu sedikit pun. Allah telah menurunkan Kitab (Al-Qur’an) dan hikmah (sunah) kepadamu serta telah mengajarkan kepadamu apa yang tadinya belum kamu ketahui. Karunia Allah yang dilimpahkan kepadamu itu sangat besar. (QS. 4 : 113)
Prof. Quraish Shihab: Jika seandainya bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepadamu (Nabi Muhammad SAW), tentulah segolongan dari mereka (orang-orang munafik dan orang-orang yang bersangka baik tetapi keliru) berkeinginan keras menyesatkanmu. Tetapi, mereka tidak (dapat) menyesatkanmu melainkan diri mereka sendiri, dan mereka tidak dapat membahayakanmu sedikit (pun). Dan Allah telah menurunkan Kitab (Al-Qur’an) dan Hikmah (as-Sunnah) kepadamu, dan telah mengajarkan kepadamu apa yang belum engkau ketahui. Dan adalah karunia Allah sangat besar atasmu.
HAMKA: Dan kalau bukan karena kurnia Allah atasmu, dan rahmat-Nya, sesungguhnya setengah dari mereka telah bertekad jahat hendak menyesatkanmu. Tetapi mereka tidak dapat menyesatkanmu, kecuali diri mereka sendiri. Dan mereka tidak akan dapat membahayakanmu sedikit pun. Dan telah diturunkan oleh Allah Kitab itu kepadamu, dan hikmah, dan telah Dia ajarkan kepadamu hal-hal yang tadinya engkau tidak tahu. Dan kurnia Allah kepadamu adalah amat besar.
Hal. 97

لَا خَيْرَ فِي كَثِيرٍ مِنْ نَجْوَاهُمْ إِلَّا مَنْ أَمَرَ بِصَدَقَةٍ أَوْ مَعْرُوفٍ أَوْ إِصْلَاحٍ بَيْنَ النَّاسِ ۚ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَٰلِكَ ابْتِغَاءَ مَرْضَاتِ اللَّهِ فَسَوْفَ نُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًا

Kemenag RI 2019: Tidak ada kebaikan pada banyak pembicaraan rahasia mereka, kecuali (pada pembicaraan rahasia) orang yang menyuruh bersedekah, (berbuat) kebaikan, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Siapa yang berbuat demikian karena mencari rida Allah kelak Kami anugerahkan kepadanya pahala yang sangat besar. (QS. 4 : 114)
Prof. Quraish Shihab: Tidak ada kebaikan pada banyak bisikan mereka, kecuali dari orang yang menyuruh (orang lain) memberi sedekah, atau berbuat kebaikan, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Dan barang siapa berbuat demikian karena mencari keridhaan Allah, maka kelak Kami menganugerahkan kepadanya ganjaran yang sangat besar.
HAMKA: Tidaklah ada kebaikan pada kebanyakan bisik-bisik mereka itu, kecuali orang yang menyuruh dengan sedekah, atau perbuatan yang patut, atau mendamaikan di antara manusia. Dan barangsiapa yang berbuat demikian itu, karena menginginkan keridhaan Allah, maka sungguhnya Dia akan memberinya kelak pahala yang besar.

وَمَنْ يُشَاقِقِ الرَّسُولَ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ الْهُدَىٰ وَيَتَّبِعْ غَيْرَ سَبِيلِ الْمُؤْمِنِينَ نُوَلِّهِ مَا تَوَلَّىٰ وَنُصْلِهِ جَهَنَّمَ ۖ وَسَاءَتْ مَصِيرًا

Kemenag RI 2019: Siapa yang menentang Rasul (Nabi Muhammad) setelah jelas kebenaran baginya dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan dalam kesesatannya dan akan Kami masukkan ke dalam (neraka) Jahanam. Itu seburuk-buruk tempat kembali. (QS. 4 : 115)
Prof. Quraish Shihab: Dan barang siapa menentang Rasul (Nabi Muhammad SAW) sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami arahkan dia ke arah yang dipilihnya dan Kami masukkan dia ke (neraka) Jahannam, dan (Jahannam itu) seburuk-buruk tempat kembali.
HAMKA: Dan barangsiapa yang memusuhi Rasul setelah jelas baginya petunjuk, lalu diikutinya jalan orang-orang yang tidak beriman, maka akan Kami palingkan dia ke mana dia berpaling, dan akan Kami masukkan dia ke dalam neraka Jahannam, dan itulah tempat kembali yang seburuk-buruknya.

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ ۚ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا بَعِيدًا

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni (dosa) karena mempersekutukan-Nya (syirik), tetapi Dia mengampuni apa (dosa) yang selain (syirik) itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Siapa pun yang mempersekutukan Allah sungguh telah tersesat jauh. (QS. 4 : 116)
Prof. Quraish Shihab: Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni siapa yang menyekutukan-Nya dengan sesuatu, dan mengampuni dosa selain dari itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya (berdasarkan ketetapan dan kebijaksanaan-Nya). Barang siapa menyekutukan Allah, maka sungguh dia telah sesat dengan kesesatan yang jauh.
HAMKA: Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni orang yang mempersekutukan-Nya. Namun, Dia akan mengampuni selain itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya dia telah sesat dalam kesesatan yang jauh.

إِنْ يَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ إِلَّا إِنَاثًا وَإِنْ يَدْعُونَ إِلَّا شَيْطَانًا مَرِيدًا

Kemenag RI 2019: Mereka tidak menyembah selain Dia, kecuali berhala dan mereka juga tidak menyembah, kecuali setan yang durhaka. (QS. 4 : 117)
Prof. Quraish Shihab: Yang mereka seru selain Dia tidak lain hanyalah berhala, dan dengan menyembah berhala itu mereka pada hakikatnya tidak lain hanyalah menyembah setan yang durhaka.
HAMKA: Mereka tidak menyeru selain dari-Nya, kecuali perempuan-perempuan, dan mereka tidak menyeru selain setan yang durhaka.

لَعَنَهُ اللَّهُ ۘ وَقَالَ لَأَتَّخِذَنَّ مِنْ عِبَادِكَ نَصِيبًا مَفْرُوضًا

Kemenag RI 2019: Allah melaknatnya. Dia (setan) berkata, “Aku benar-benar akan mengambil bagian tertentu dari hamba-hamba-Mu. ) (QS. 4 : 118)
Prof. Quraish Shihab: Allah melaknatnya. Ia (setan) berkata: “Aku benar-benar akan mengambil dari para hamba-Mu (yang lemah imannya) bagian yang sudah ditentukan.”
HAMKA: Allah telah mengutuknya. Dan dia (setan) berkata, "Sesungguhnya aku akan mengambil sebagian dari hamba-hamba-Mu, suatu bagian yang tertentu."

وَلَأُضِلَّنَّهُمْ وَلَأُمَنِّيَنَّهُمْ وَلَآمُرَنَّهُمْ فَلَيُبَتِّكُنَّ آذَانَ الْأَنْعَامِ وَلَآمُرَنَّهُمْ فَلَيُغَيِّرُنَّ خَلْقَ اللَّهِ ۚ وَمَنْ يَتَّخِذِ الشَّيْطَانَ وَلِيًّا مِنْ دُونِ اللَّهِ فَقَدْ خَسِرَ خُسْرَانًا مُبِينًا

Kemenag RI 2019: Aku benar-benar akan menyesatkan mereka, membangkitkan angan-angan kosong mereka, menyuruh mereka (untuk memotong telinga-telinga binatang ternaknya) hingga mereka benar-benar memotongnya, ) dan menyuruh mereka (mengubah ciptaan Allah) hingga benar-benar mengubahnya.” ) Siapa yang menjadikan setan sebagai pelindung selain Allah sungguh telah menderita kerugian yang nyata. (QS. 4 : 119)
Prof. Quraish Shihab: Dan aku benar-benar akan menyesatkan mereka, dan aku benar-benar akan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka dan aku benar-benar akan menyuruh mereka (memotong telinga-telinga binatang ternak), lalu mereka benar-benar memotongnya, dan aku benar-benar akan menyuruh mereka (mengubah ciptaan Allah swt.), lalu mereka benar-benar mengubah ciptaan Allah itu.” Barang siapa menjadikan setan sebagai pelindung selain Allah, maka sungguh dia menderita kerugian yang nyata.
HAMKA: Dan sesungguhnya aku akan menyesatkan mereka, dan sungguh aku akan menjanjikan kepada mereka angan-angan, dan aku akan memerintah mereka, sehingga mereka memotong telinga binatang ternak, dan sungguh aku akan memerintah mereka hingga mereka mengubah perbuatan Allah. Dan barangsiapa yang mengambil setan sebagai pelindung selain Allah, sesungguhnya dia telah rugi, rugi yang nyata sekali.

يَعِدُهُمْ وَيُمَنِّيهِمْ ۖ وَمَا يَعِدُهُمُ الشَّيْطَانُ إِلَّا غُرُورًا

Kemenag RI 2019: (Setan) memberikan janji-janji kepada mereka dan membangkitkan angan-angan kosong mereka. Padahal, setan tidak menjanjikan kepada mereka, kecuali tipuan belaka. (QS. 4 : 120)
Prof. Quraish Shihab: (Setan) memberikan janji-janji kepada mereka dan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka, padahal setan itu tidak menjanjikan kepada mereka selain dari tipuan (belaka).
HAMKA: Setan akan memberikan janji-janji kepada mereka dan memenuhi mereka dengan angan-angan. Dan tidak ada yang dijanjikan oleh setan kepada mereka, selain tipu daya belaka.

أُولَٰئِكَ مَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ وَلَا يَجِدُونَ عَنْهَا مَحِيصًا

Kemenag RI 2019: Mereka (yang tertipu) itu tempatnya di (neraka) Jahanam dan tidak akan menemukan tempat (lain untuk) lari darinya. (QS. 4 : 121)
Prof. Quraish Shihab: Mereka itu (yang percaya dan mengikuti setan) tempatnya (adalah neraka) Jahannam dan mereka tidak memperoleh tempat lari darinya.
HAMKA: Tempat kembali mereka adalah Jahannam. Dan mereka tidak akan menemukan tempat untuk mengelak dari sana.
Hal. 98

وَالَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ سَنُدْخِلُهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ۖ وَعْدَ اللَّهِ حَقًّا ۚ وَمَنْ أَصْدَقُ مِنَ اللَّهِ قِيلًا

Kemenag RI 2019: Orang-orang yang beriman dan beramal saleh akan Kami masukkan ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Janji Allah itu benar. Siapakah yang lebih benar perkataannya daripada Allah? (QS. 4 : 122)
Prof. Quraish Shihab: Orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, akan Kami masukkan mereka ke surga-surga yang di bawahnya mengalir sungaisungai, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Janji Allah itu benar. Dan siapakah yang lebih benar perkataannya daripada Allah?
HAMKA: Dan orang-orang yang beriman dan beramal saleh, akan Kami masukkan mereka ke dalam surga-surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai, kekal mereka di dalamnya selama-lamanya. Janji Allah yang benar. Dan siapakah lagi selain Allah yang lebih benar perkataannya?

لَيْسَ بِأَمَانِيِّكُمْ وَلَا أَمَانِيِّ أَهْلِ الْكِتَابِ ۗ مَنْ يَعْمَلْ سُوءًا يُجْزَ بِهِ وَلَا يَجِدْ لَهُ مِنْ دُونِ اللَّهِ وَلِيًّا وَلَا نَصِيرًا

Kemenag RI 2019: (Pahala dari Allah) bukanlah (menurut) angan-anganmu ) dan bukan (pula menurut) angan-angan Ahlulkitab. Siapa yang mengerjakan kejahatan niscaya akan dibalas sesuai dengan (kejahatan itu) dan dia tidak akan menemukan untuknya pelindung serta penolong selain Allah. (QS. 4 : 123)
Prof. Quraish Shihab: (Pahala dari Allah swt.) bukanlah menurut angan-angan kamu yang kosong dan tidak (pula) menurut angan-angan Ahli Kitab. Barang siapa mengerjakan kejahatan, niscaya akan diberi balasan (yang setimpal) dengannya dan dia tidak akan memperoleh pelindung baginya dan tidak (pula) penolong selain Allah
HAMKA: Bukanlah angan-angan kamu dan bukan pula angan-angan Ahlul-Kitab. Barangsiapa yang berbuat suatu kejahatan, niscaya akan dibalas dengan itu pula. Dan tidaklah dia akan mendapatkan selain Allah sebagai pelindung dan pembela.

وَمَنْ يَعْمَلْ مِنَ الصَّالِحَاتِ مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَأُولَٰئِكَ يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ وَلَا يُظْلَمُونَ نَقِيرًا

Kemenag RI 2019: Siapa yang beramal saleh, baik laki-laki maupun perempuan, sedangkan dia beriman, akan masuk ke dalam surga dan tidak dizalimi sedikit pun. (QS. 4 : 124)
Prof. Quraish Shihab: Dan barang siapa mengerjakan sebagian arnal-amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan sedangkan dia mukmin, maka mereka itu akan masuk surga; dan mereka tidak dianiaya sedikit (pun)
HAMKA: Dan barangsiapa yang berbuat pekerjaan-pekerjaan yang saleh, baik laki-laki maupun perempuan, sedang dia beriman, maka mereka itu akan masuk ke dalam surga, dan tidaklah mereka akan dianiaya walaupun sedikit.

وَمَنْ أَحْسَنُ دِينًا مِمَّنْ أَسْلَمَ وَجْهَهُ لِلَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ وَاتَّبَعَ مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا ۗ وَاتَّخَذَ اللَّهُ إِبْرَاهِيمَ خَلِيلًا

Kemenag RI 2019: Siapakah yang lebih baik agamanya daripada orang yang memasrahkan dirinya kepada Allah, sedangkan dia muhsin (orang yang berbuat kebaikan) dan mengikuti agama Ibrahim yang hanif? Allah telah menjadikan Ibrahim sebagai kekasih(-Nya). (QS. 4 : 125)
Prof. Quraish Shihab: Dan siapakah yang lebih baik agamanya daripada orang yang ikhlas menyerahkan wajahnya (totalitas dirinya) kepada Allah, sedangkan dia muhsin (selalu berbuat yang lebih baik), dan telah mengikuti agama Ibrahim yang lurus? Dan Allah telah menjadikan Ibrahim kesayangan-(Nya)
HAMKA: Dan siapakah yang lebih baik agamanya daripada orang yang telah menyerahkan wajahnya kepada Allah, sedang dia berbuat kebajikan, dan mengikuti Agama Ibrahim yang hanif? Padahal Allah telah mengambil Ibrahim itu menjadi kekasih-Nya.

وَلِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۚ وَكَانَ اللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ مُحِيطًا

Kemenag RI 2019: Hanya milik Allah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Allah Maha Meliputi segala sesuatu. (QS. 4 : 126)
Prof. Quraish Shihab: Dan milik Allah apa yang di langit dan yang di bumi, dan adalah Allah Maha Meliputi segala sesuatu.
HAMKA: Dan kepunyaan Allah-lah apa yang ada di langit dan di bumi. Dan adalah Allah itu Maha Meliputi segala sesuatu.

وَيَسْتَفْتُونَكَ فِي النِّسَاءِ ۖ قُلِ اللَّهُ يُفْتِيكُمْ فِيهِنَّ وَمَا يُتْلَىٰ عَلَيْكُمْ فِي الْكِتَابِ فِي يَتَامَى النِّسَاءِ اللَّاتِي لَا تُؤْتُونَهُنَّ مَا كُتِبَ لَهُنَّ وَتَرْغَبُونَ أَنْ تَنْكِحُوهُنَّ وَالْمُسْتَضْعَفِينَ مِنَ الْوِلْدَانِ وَأَنْ تَقُومُوا لِلْيَتَامَىٰ بِالْقِسْطِ ۚ وَمَا تَفْعَلُوا مِنْ خَيْرٍ فَإِنَّ اللَّهَ كَانَ بِهِ عَلِيمًا

Kemenag RI 2019: Mereka meminta fatwa kepada engkau (Nabi Muhammad) tentang perempuan. Katakanlah, “Allah memberi fatwa kepadamu tentang mereka, ) dan apa yang dibacakan kepadamu dalam Al-Qur’an tentang para perempuan yatim yang tidak kamu berikan sesuatu (maskawin) yang ditetapkan untuk mereka, sedangkan kamu ingin menikahi mereka, ) serta (tentang) anak-anak yang tidak berdaya. (Allah juga memberi fatwa kepadamu) untuk mengurus anak-anak yatim secara adil. Kebajikan apa pun yang kamu kerjakan, sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya. (QS. 4 : 127)
Prof. Quraish Shihab: Mereka meminta fatwa kepadamu (Nabi Muhammad SAW) tentang wanita-wanita. Katakanlah: “Allah memberi fatwa kepadamu tentang mereka, dan apa yang dibacakan (disampaikan) kepada kamu dalam Kitab (Al-Qur’an) tentang wanita-wanita yatim yang kamu tidak memberikan kepada mereka apa yang ditetapkan untuk mereka, sedangkan kamu ingin menikahi mereka dan tentang anak-anak yang sangat lemah. Dan (Allah SWT menyuruh kamu) supaya kamu mengurus anak-anak yatim secara adil. Dan kebajikan apa saja yang kamu kerjakan, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahuinya.”
HAMKA: Dan mereka meminta fatwa kepadamu mengenai perempuan-perempuan. Katakanlah, “Allah akan memberi keterangan kepada kamu mengenai mereka, dan (juga) apa-apa yang dibacakan kepadamu dalam Kitab ini mengenai anak-anak yatim perempuan yang tidak kamu serahkan kepada mereka apa yang diwajibkan untuk mereka, padahal kamu ingin menikahi mereka, dan (juga) mengenai anak-anak yang lemah, dan agar kamu mengurus anak-anak yatim itu dengan adil. Maka apapun yang kamu perbuat mengenai kebaikan, sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya."
Hal. 99

وَإِنِ امْرَأَةٌ خَافَتْ مِنْ بَعْلِهَا نُشُوزًا أَوْ إِعْرَاضًا فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِمَا أَنْ يُصْلِحَا بَيْنَهُمَا صُلْحًا ۚ وَالصُّلْحُ خَيْرٌ ۗ وَأُحْضِرَتِ الْأَنْفُسُ الشُّحَّ ۚ وَإِنْ تُحْسِنُوا وَتَتَّقُوا فَإِنَّ اللَّهَ كَانَ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرًا

Kemenag RI 2019: Jika seorang perempuan khawatir suaminya akan nusyuz ) atau bersikap tidak acuh, keduanya dapat mengadakan perdamaian yang sebenarnya. ) Perdamaian itu lebih baik (bagi mereka), walaupun manusia itu menurut tabiatnya kikir. ) Jika kamu berbuat kebaikan dan memelihara dirimu (dari nusyuz dan sikap tidak acuh) sesungguhnya Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan. (QS. 4 : 128)
Prof. Quraish Shihab: Dan jika seorang wanita khawatir akan nusyuz (keangkuhan suami yang mengakibatkannya meremehkan istri dan menghalang-halangi hak-haknya) atau sikap berpaling (yakni sikap tidak acuh) dari suaminya (sehingga si istri merasa tidak mendapatkan sikap ramah yang dikhawatirkan dapat mengantar pada perceraian), maka tidak ada dosa bagi keduanya mengadakan perdamaian antar keduanya yang sebenar-benarnya, dan perdamaian itu lebih baik, walaupun kekikiran selalu dihadirkan dalam jiwa (manusia). Dan jika kamu berbuat ihsan (memperlakukan orang lain lebih baik dari perlakuannya terhadap diri sendiri) dan bertakwa, maka sesungguhnya Allah adalah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.
HAMKA: Dan jika seorang perempuan takut akan timbulnya kebencian atau perpalangan dari suaminya, maka tidaklah mengapa bagi mereka untuk berdamai di antara keduanya dengan suatu perdamaian. Dan perdamaian itu adalah jalan yang baik. Padahal jiwa-jiwa itu cenderung pada kedegilan. Dan jika kamu berbuat baik dan bertakwa, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu perbuat.

وَلَنْ تَسْتَطِيعُوا أَنْ تَعْدِلُوا بَيْنَ النِّسَاءِ وَلَوْ حَرَصْتُمْ ۖ فَلَا تَمِيلُوا كُلَّ الْمَيْلِ فَتَذَرُوهَا كَالْمُعَلَّقَةِ ۚ وَإِنْ تُصْلِحُوا وَتَتَّقُوا فَإِنَّ اللَّهَ كَانَ غَفُورًا رَحِيمًا

Kemenag RI 2019: Kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara istri-istri(-mu) walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian. Oleh karena itu, janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai) sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung. Jika kamu mengadakan islah (perbaikan) dan memelihara diri (dari kecurangan), sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. 4 : 129)
Prof. Quraish Shihab: Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara istri-istri (mu), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian, karena itu janganlah kamu terlalu cenderung (kepada salah satu istri) sehingga kamu biarkan (istrimu) yang lain terkatung-katung. Dan jika kamu mengadakan ishlah (perbaikan) dan bertakwa, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Pengampun, lagi Maha Pengasih.
HAMKA: Dan sekali-kali tidaklah kamu akan sanggup berlaku adil antara perempuan-perempuan, bagaimanapun kamu berusaha. Sebab itu, janganlah kamu terlalu condong, sehingga kamu biarkan dia seperti tergantung. Dan jika kamu berbuat damai dan menjaga takwa, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.

وَإِنْ يَتَفَرَّقَا يُغْنِ اللَّهُ كُلًّا مِنْ سَعَتِهِ ۚ وَكَانَ اللَّهُ وَاسِعًا حَكِيمًا

Kemenag RI 2019: Jika keduanya bercerai, Allah akan memberi kecukupan kepada masing-masing dari keluasan (karunia)-Nya. Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Bijaksana. (QS. 4 : 130)
Prof. Quraish Shihab: Jika keduanya bercerai, maka Allah akan memberi kecukupan kepada masing-masing dari keluasan (karunia)-Nya. Dan adalah Allah Maha Luas, lagi Maha Bijaksana.
HAMKA: Dan jika keduanya bercerai, Allah akan mencukupkan bagi masing-masing dari Kurnia-Nya. Dan Allah Maha Luas, lagi Maha Bijaksana.

وَلِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ وَلَقَدْ وَصَّيْنَا الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَإِيَّاكُمْ أَنِ اتَّقُوا اللَّهَ ۚ وَإِنْ تَكْفُرُوا فَإِنَّ لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۚ وَكَانَ اللَّهُ غَنِيًّا حَمِيدًا

Kemenag RI 2019: Hanya milik Allah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Sungguh, Kami telah mewasiatkan kepada orang-orang yang diberi kitab suci sebelum kamu dan (juga) kepadamu (umat Islam) agar bertakwa kepada Allah. Akan tetapi, jika kamu kufur, maka sesungguhnya hanya milik Allah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji. (QS. 4 : 131)
Prof. Quraish Shihab: Dan milik Allah apa yang di langit dan apa yang di bumi, dan demi (keagungan dan kekuasaan Kami), sungguh Kami telah mewasiatkan kepada orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan (juga) kepada kamu (umat Islam); bertakwalah kepada Allah. Tetapi jika kamu kafir, maka sesungguhnya milik Allah apa yang di langit dan yang di bumi dan Allah adalah Maha Kaya, lagi Maha Terpuji.
HAMKA: Dan bagi Allah-lah apa yang ada di semua langit dan apa yang ada di bumi. Dan sesungguhnya telah Kami pesankan kepada orang-orang yang telah diberi Kitab dari sebelum kamu dan kepada kamu juga, supaya bertakwalah kamu kepada Allah. Tetapi jika kamu kufur, maka sesungguhnya kepunyaan Allah-lah apa yang ada di semua langit dan apa yang ada di bumi. Dan Allah itu Mahakaya, lagi Maha Terpuji.

وَلِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۚ وَكَفَىٰ بِاللَّهِ وَكِيلًا

Kemenag RI 2019: Hanya milik Allah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Cukuplah Allah sebagai pemelihara. (QS. 4 : 132)
Prof. Quraish Shihab: Dan milik Allah apa yang di langit dan apa yang di bumi. Cukuplah Allah sebagai Pemelihara.
HAMKA: Dan bagi Allah-lah apa yang ada di semua langit dan apa yang ada di bumi, dan cukuplah Allah sebagai Pengawas.

إِنْ يَشَأْ يُذْهِبْكُمْ أَيُّهَا النَّاسُ وَيَأْتِ بِآخَرِينَ ۚ وَكَانَ اللَّهُ عَلَىٰ ذَٰلِكَ قَدِيرًا

Kemenag RI 2019: Jika Dia menghendaki, niscaya Dia musnahkan kamu semua wahai manusia, dan Dia datangkan (umat) yang lain (sebagai penggantimu). Allah Maha Kuasa berbuat demikian. (QS. 4 : 133)
Prof. Quraish Shihab: Jika Dia menghendaki, pasti Dia memusnahkan kamu hai manusia, dan Dia datangkan umat yang lain. Dan adalah Allah Maha Kuasa berbuat demikian.
HAMKA: Jika Dia kehendaki, niscaya Dia habiskan kamu wahai manusia dan akan didatangkan-Nya dengan yang lain. Dan Allah atas tiap-tiap sesuatu Menentukan.

مَنْ كَانَ يُرِيدُ ثَوَابَ الدُّنْيَا فَعِنْدَ اللَّهِ ثَوَابُ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ۚ وَكَانَ اللَّهُ سَمِيعًا بَصِيرًا

Kemenag RI 2019: Siapa yang menghendaki pahala dunia, maka di sisi Allah ada pahala dunia dan akhirat. Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (QS. 4 : 134)
Prof. Quraish Shihab: Barang siapa menghendaki pahala (di) dunia (saja), maka di sisi Allah ada pahala (di) dunia dan akhirat. Dan adalah Allah Maha Mendengar, lagi Maha Melihat.
HAMKA: Barangsiapa yang menginginkan pahala dunia, maka di sisi Allah ada pahala dunia dan akhirat. Dan Allah itu Mendengar, lagi Melihat.
Hal. 100

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ بِالْقِسْطِ شُهَدَاءَ لِلَّهِ وَلَوْ عَلَىٰ أَنْفُسِكُمْ أَوِ الْوَالِدَيْنِ وَالْأَقْرَبِينَ ۚ إِنْ يَكُنْ غَنِيًّا أَوْ فَقِيرًا فَاللَّهُ أَوْلَىٰ بِهِمَا ۖ فَلَا تَتَّبِعُوا الْهَوَىٰ أَنْ تَعْدِلُوا ۚ وَإِنْ تَلْوُوا أَوْ تُعْرِضُوا فَإِنَّ اللَّهَ كَانَ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرًا

Kemenag RI 2019: Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penegak keadilan dan saksi karena Allah, walaupun kesaksian itu memberatkan dirimu sendiri, ibu bapakmu, atau kerabatmu. Jika dia (yang diberatkan dalam kesaksian) kaya atau miskin, Allah lebih layak tahu (kemaslahatan) keduanya. Maka, janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang (dari kebenaran). Jika kamu memutarbalikkan (kata-kata) atau berpaling (enggan menjadi saksi), sesungguhnya Allah Maha Teliti terhadap segala apa yang kamu kerjakan. (QS. 4 : 135)
Prof. Quraish Shihab: Hai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu para penegak keadilan, menjadi para saksi karena Allah, meskipun terhadap dirimu sendiri atau ibu-bapak dan para kerabatmu. Jika dia kaya ataupun miskin, maka Allah lebih layak tahu (kebaikan) keduanya. Maka, janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang (dari kebenaran). Dan jika kamu memutarbalikkan (kata-kata) atau berpaling (enggan menjadi saksi), maka sesungguhnya Allah adalah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.
HAMKA: Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu orang-orang yang tegak dengan keadilan, menjadi saksi karena Allah, walaupun terhadap dirimu sendiri, ataupun kedua ibu bapak, ataupun keluarga kerabat. Jika dia kaya ataupun fakir, maka Allah adalah lebih hampir dengan mereka berdua. Sebab itu, janganlah kamu ikuti hawa nafsu, hingga kamu berpaling. Karena jika kamu putar-putar atau berpaling, maka sesungguhnya Allah terhadap apa yang kamu perbuat itu sangat Mengetahui.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا آمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي نَزَّلَ عَلَىٰ رَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي أَنْزَلَ مِنْ قَبْلُ ۚ وَمَنْ يَكْفُرْ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا بَعِيدًا

Kemenag RI 2019: Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah, Rasul-Nya (Nabi Muhammad), Kitab (Al-Qur’an) yang diturunkan kepada Rasul-Nya, dan kitab yang Dia turunkan sebelumnya. Siapa yang kufur kepada Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para rasul-Nya, dan hari Akhir sungguh dia telah tersesat sangat jauh. (QS. 4 : 136)
Prof. Quraish Shihab: Hai orang-orang yang beriman! Berimanlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada Kitab (Al-Qur’an) yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya, serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barang siapa kafir kepada Allah, atau para malaikat-Nya, atau kitab-kitab-Nya, atau para rasul-Nya atau Hari Kemudian, maka sungguh dia telah sesat dengan kesesatan yang jauh.
HAMKA: Wahai orang-orang yang beriman! Percayalah kepada Allah dan Rasul-Nya, dan Kitab yang telah Dia turunkan kepada Rasul-Nya, serta Kitab yang telah diturunkan sebelum itu. Dan barangsiapa yang tidak mau percaya kepada Allah dan malaikat-malaikat-Nya, dan Kitab-Kitab-Nya, dan rasul-rasul-Nya, serta hari Kemudian, maka sesungguhnya dia telah sesat, sesat yang sejauh-jauhnya.

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا ثُمَّ كَفَرُوا ثُمَّ آمَنُوا ثُمَّ كَفَرُوا ثُمَّ ازْدَادُوا كُفْرًا لَمْ يَكُنِ اللَّهُ لِيَغْفِرَ لَهُمْ وَلَا لِيَهْدِيَهُمْ سَبِيلًا

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya orang-orang yang beriman, lalu kufur, kemudian beriman (lagi), kemudian kufur (lagi), lalu bertambah kekufurannya, Allah tidak akan mengampuninya dan tidak (pula) menunjukkan kepadanya jalan (yang lurus). (QS. 4 : 137)
Prof. Quraish Shihab: Sesungguhnya orang-orang yang beriman kemudian kafir, kemudian beriman kemudian kafir (lagi), kemudian bertambah kekafirannya, maka sekali-kali Allah tidak akan mengampuni mereka, dan tidak (pula) menunjukkan kepada mereka jalan yang lurus.
HAMKA: Sesungguhnya orang-orang yang beriman, kemudian itu mereka kafir, kemudian beriman pula, kemudian kafir lagi, kemudian bertambah kekafirannya; maka sekali-kali tidaklah Allah akan memberi ampun kepada mereka dan tidak pula akan memberi mereka petunjuk kepada jalan yang benar.

بَشِّرِ الْمُنَافِقِينَ بِأَنَّ لَهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا

Kemenag RI 2019: Berilah kabar ‘gembira’ kepada orang-orang munafik bahwa sesungguhnya bagi mereka azab yang sangat pedih. (QS. 4 : 138)
Prof. Quraish Shihab: Sampaikanlah kepada orang-orang munafik bahwa bagi mereka azab yang sangat pedih.
HAMKA: Gembirakanlah orang-orang yang munafik itu, bahwa untuk mereka adalah adzab siksaan yang pedih.

الَّذِينَ يَتَّخِذُونَ الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِ الْمُؤْمِنِينَ ۚ أَيَبْتَغُونَ عِنْدَهُمُ الْعِزَّةَ فَإِنَّ الْعِزَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًا

Kemenag RI 2019: (Yaitu) orang-orang yang menjadikan orang-orang kafir sebagai pelindung ) dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? (Ketahuilah) sesungguhnya semua kemuliaan itu milik Allah. (QS. 4 : 139)
Prof. Quraish Shihab: (Yaitu) mereka yang menjadikan orang-orang kafir sebagai para wali (teman akrab, pembela atau pelindung) dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi mereka? Karena sesungguhnya kekuatan itu milik Allah semua.
HAMKA: (Yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir jadi pemimpin-pemimpin, yang bukan dari orang-orang beriman. Apakah mereka hendak mencari kemuliaan dari sisi mereka itu? Padahal sesungguhnya kemuliaan itu adalah bagi Allah belaka.

وَقَدْ نَزَّلَ عَلَيْكُمْ فِي الْكِتَابِ أَنْ إِذَا سَمِعْتُمْ آيَاتِ اللَّهِ يُكْفَرُ بِهَا وَيُسْتَهْزَأُ بِهَا فَلَا تَقْعُدُوا مَعَهُمْ حَتَّىٰ يَخُوضُوا فِي حَدِيثٍ غَيْرِهِ ۚ إِنَّكُمْ إِذًا مِثْلُهُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ جَامِعُ الْمُنَافِقِينَ وَالْكَافِرِينَ فِي جَهَنَّمَ جَمِيعًا

Kemenag RI 2019: Sungguh, Allah telah menurunkan (ketentuan) bagimu dalam Kitab (Al-Qur’an) bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan (oleh orang-orang kafir), janganlah kamu duduk bersama mereka hingga mereka memasuki pembicaraan yang lain. Sesungguhnya kamu (apabila tetap berbuat demikian) tentulah serupa dengan mereka. Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan semua orang munafik dan orang kafir di (neraka) Jahanam. (QS. 4 : 140)
Prof. Quraish Shihab: Padahal, sungguh Allah telah menurunkan kepada kamu (umat Islam) dalam Kitab (Al-Qur’an) bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan dipermainkan, maka janganlah kamu duduk bersama mereka, sampai mereka membicarakan pembicaraan selainnya. Sesungguhnya apabila (kamu berbuat) demikian, tentulah kamu serupa dengan mereka. Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan orang-orang munafik dan orang-orang kafir semuanya di (neraka) Jahannam.
HAMKA: Dan sesungguhnya Dia telah turunkan kepada kamu dalam Kitab ini, bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah, lalu mereka tidak mempercayainya dan mereka mengolok-olokkannya, maka janganlah kamu duduk bersama mereka, sehingga mereka memasuki pembicaraan lainnya. Sesungguhnya, pada waktu itu, kamu sudah seumpama mereka. Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan orang-orang yang munafik dan orang-orang yang kafir di dalam Jahannam semuanya.
Hal. 101

الَّذِينَ يَتَرَبَّصُونَ بِكُمْ فَإِنْ كَانَ لَكُمْ فَتْحٌ مِنَ اللَّهِ قَالُوا أَلَمْ نَكُنْ مَعَكُمْ وَإِنْ كَانَ لِلْكَافِرِينَ نَصِيبٌ قَالُوا أَلَمْ نَسْتَحْوِذْ عَلَيْكُمْ وَنَمْنَعْكُمْ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ ۚ فَاللَّهُ يَحْكُمُ بَيْنَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۗ وَلَنْ يَجْعَلَ اللَّهُ لِلْكَافِرِينَ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ سَبِيلًا

Kemenag RI 2019: (Mereka itu adalah) orang-orang yang menunggu-nunggu (peristiwa) yang akan terjadi pada dirimu. Apabila kamu mendapat kemenangan dari Allah, mereka berkata, “Bukankah kami (turut berperang) bersamamu?” Jika orang-orang kafir mendapat bagian (dari kemenangan), mereka berkata, “Bukankah kami turut memenangkanmu dan membela kamu dari orang-orang mukmin?” Allah akan memberi keputusan di antara kamu pada hari Kiamat. Allah tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk mengalahkan orang-orang mukmin. (QS. 4 : 141)
Prof. Quraish Shihab: Mereka itu adalah orang-orang munafik yang menunggu-nunggu peristiwa menyedihkan yang akan terjadi pada dirimu. Maka, jika kamu mendapatkan kemenangan dari Allah, mereka berkata, "Bukankah kami ikut serta bersama kamu?" Dan jika orang-orang kafir mendapat bagian dari keberuntungan atau kemenangan, mereka berkata, "Bukankah kami mampu menguasai dan membunuh kamu, tetapi kami justru melindungi dan membela kamu dari orang-orang mukmin?" Allah akan memberi putusan di antara kamu pada Hari Kiamat, dan Allah sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk memusnahkan atau menunjukkan kekeliruan ajaran orang-orang mukmin.
HAMKA: (Mereka itu ialah) orang-orang yang menunggu-nunggu (perubahan) atas kamu. Maka jika ada bagi kamu satu kemenangan dari Allah, mereka pun berkata, "Bukankah kami ini pun bersamamu?" Akan tetapi jika ada bagi orang-orang yang kafir itu bagian, mereka pun berkata, "Bukankah kami telah menunjuki atas kamu dan telah merintangi kamu dari orang-orang yang beriman itu?" Maka Allah akan memutuskan di antara kamu di hari Kiamat. Dan sekali-kali tidaklah Allah akan memberikan suatu jalan pun untuk orang-orang yang kafir, terhadap orang-orang yang beriman

إِنَّ الْمُنَافِقِينَ يُخَادِعُونَ اللَّهَ وَهُوَ خَادِعُهُمْ وَإِذَا قَامُوا إِلَى الصَّلَاةِ قَامُوا كُسَالَىٰ يُرَاءُونَ النَّاسَ وَلَا يَذْكُرُونَ اللَّهَ إِلَّا قَلِيلًا

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya orang-orang munafik itu hendak menipu Allah, tetapi Allah membalas tipuan mereka (dengan membiarkan mereka larut dalam kesesatan dan penipuan mereka). Apabila berdiri untuk salat, mereka melakukannya dengan malas dan bermaksud riya di hadapan manusia. Mereka pun tidak mengingat Allah, kecuali sedikit sekali. (QS. 4 : 142)
Prof. Quraish Shihab: Sesungguhnya orang-orang munafik itu berusaha menipu Allah, dan Dia pun membalas tipuan mereka dengan membiarkan mereka larut dalam kesesatan dan penipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat, mereka berdiri dengan malas. Mereka riya di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.
HAMKA: Sesungguhnya orang-orang yang munafik itu menipu Allah. Dan Allah pun membalas penipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat, mereka berdiri dengan malas. Mereka hendak menonjolkan diri di hadapan manusia, dan tidaklah mereka mengingat Allah, kecuali sedikit.

مُذَبْذَبِينَ بَيْنَ ذَٰلِكَ لَا إِلَىٰ هَٰؤُلَاءِ وَلَا إِلَىٰ هَٰؤُلَاءِ ۚ وَمَنْ يُضْلِلِ اللَّهُ فَلَنْ تَجِدَ لَهُ سَبِيلًا

Kemenag RI 2019: Mereka (orang-orang munafik) dalam keadaan ragu antara yang demikian (iman atau kafir), tidak termasuk golongan (orang beriman) ini dan tidak (pula) golongan (orang kafir) itu. Siapa yang dibiarkan sesat oleh Allah (karena tidak mengikuti tuntunan-Nya dan memilih kesesatan), kamu tidak akan menemukan jalan (untuk memberi petunjuk) baginya. (QS. 4 : 143)
Prof. Quraish Shihab: Mereka (orang-orang munafik) dalam keadaan terombang-ambing, tidak kepada golongan mukmin ini dan tidak pula kepada golongan kafir itu. Barang siapa disesatkan oleh Allah karena enggan mengikuti tuntunan-Nya dan memilih kesesatan, maka engkau (Nabi Muhammad SAW) sekali-kali tidak akan mendapatkan jalan (memperoleh petunjuk) untuknya.
HAMKA: Keadaan mereka terombang-ambing di antara yang demikian itu, tidak kepada mereka ini dan tidak pula kepada mereka itu. Dan barangsiapa yang disesatkan oleh Allah, maka sekali-kali tidak akan engkau dapatkan untuk mereka suatu jalan pun.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِ الْمُؤْمِنِينَ ۚ أَتُرِيدُونَ أَنْ تَجْعَلُوا لِلَّهِ عَلَيْكُمْ سُلْطَانًا مُبِينًا

Kemenag RI 2019: Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menjadikan orang-orang kafir sebagai teman setia ) dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah kamu ingin memberi alasan yang jelas bagi Allah (untuk menjatuhkan hukuman) atasmu? (QS. 4 : 144)
Prof. Quraish Shihab: Hai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menjadikan orang-orang kafir sebagai wali (teman akrab, pembela, atau pelindung) dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Maukah kamu mengadakan alasan yang nyata bagi Allah untuk menyiksa kamu?
HAMKA: Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu ambil orang-orang kafir menjadi pemimpin, yang bukan dari orang-orang yang beriman. Apakah kamu ingin agar Allah menjadikan atas kamu suatu kekuasaan yang nyata?

إِنَّ الْمُنَافِقِينَ فِي الدَّرْكِ الْأَسْفَلِ مِنَ النَّارِ وَلَنْ تَجِدَ لَهُمْ نَصِيرًا

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) di tingkat paling bawah dari neraka. Kamu tidak akan mendapat seorang penolong pun bagi mereka. (QS. 4 : 145)
Prof. Quraish Shihab: Sesungguhnya orang-orang munafik ditempatkan pada tingkat yang paling bawah dari neraka. Dan engkau sekali-kali tidak akan mendapatkan satu penolong pun bagi mereka.
HAMKA: Sesungguhnya orang-orang yang munafik itu berada di tingkat yang paling bawah dari neraka. Dan sekali-kali tidak akan engkau dapati untuk mereka satu penolong pun.

إِلَّا الَّذِينَ تَابُوا وَأَصْلَحُوا وَاعْتَصَمُوا بِاللَّهِ وَأَخْلَصُوا دِينَهُمْ لِلَّهِ فَأُولَٰئِكَ مَعَ الْمُؤْمِنِينَ ۖ وَسَوْفَ يُؤْتِ اللَّهُ الْمُؤْمِنِينَ أَجْرًا عَظِيمًا

Kemenag RI 2019: Kecuali, orang-orang yang bertobat, memperbaiki diri, ) berpegang teguh pada (agama) Allah, dan dengan ikhlas (menjalankan) agama mereka karena Allah, mereka itu bersama orang-orang mukmin. Kelak Allah akan memberikan pahala yang besar kepada orang-orang mukmin. (QS. 4 : 146)
Prof. Quraish Shihab: Kecuali, orang-orang yang telah bertaubat dengan menyesali dan meninggalkan kemunafikan mereka, serta telah mengadakan perbaikan dan berpegang teguh pada agama Allah dengan tulus ikhlas mengerjakan ajaran agama mereka karena Allah. Maka mereka itu bersama orang-orang mukmin, dan kelak Allah memberikan pahala yang sangat besar kepada orang-orang mukmin.
HAMKA: Kecuali orang-orang yang telah tobat, memperbaiki diri, berpegang teguh dengan Allah, dan mengikhlaskan agama mereka kepada Allah. Maka mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang beriman. Dan Allah akan memberikan ganjaran yang besar kepada orang-orang yang beriman.

مَا يَفْعَلُ اللَّهُ بِعَذَابِكُمْ إِنْ شَكَرْتُمْ وَآمَنْتُمْ ۚ وَكَانَ اللَّهُ شَاكِرًا عَلِيمًا

Kemenag RI 2019: Allah tidak akan menyiksamu jika kamu bersyukur dan beriman. Allah Maha Mensyukuri ) lagi Maha Mengetahui. (QS. 4 : 147)
Prof. Quraish Shihab: Apa manfaatnya bagi Allah untuk menyiksa kamu, jika kamu bersyukur dan beriman? Dan adalah Allah Maha Mensyukuri orang-orang yang taat dan berbuat kebajikan, lagi Maha Mengetahui.
HAMKA: Apakah Allah akan mengadzab kamu jika kamu telah bersyukur dan beriman? Dan adalah Allah itu Pembalas terima kasih lagi Mengetahui.