.:: Per Jilid + Tafsir Al-Mahfuzh ::.

JILID 12 - JUZ 6-B

Hal. 112

قَالُوا يَا مُوسَىٰ إِنَّا لَنْ نَدْخُلَهَا أَبَدًا مَا دَامُوا فِيهَا ۖ فَاذْهَبْ أَنْتَ وَرَبُّكَ فَقَاتِلَا إِنَّا هَاهُنَا قَاعِدُونَ

Kemenag RI 2019: Mereka berkata, “Wahai Musa, sesungguhnya kami sampai kapan pun tidak akan memasukinya selama mereka masih ada di dalamnya. Oleh karena itu, pergilah engkau bersama Tuhanmu, lalu berperanglah kamu berdua. Sesungguhnya kami tetap berada di sini saja.” (QS. 5 : 24)
Prof. Quraish Shihab: Mereka berkata: “Wahai Musa! Se sungguhnya kami sekali-sekali tidak akan memasukinya selama-lamanya, selagi mereka ada di dalamnya, karena itu pergilah engkau bersama Tuhan Pemeliharamu, dan berperanglah kamu berdua, sesungguhnya kami di sini akan duduk (menanti).”
HAMKA: Mereka berkata, "Wahai Musa! Kami tidak akan masuk ke sana selama mereka masih ada di sana. Maka pergilah kamu bersama Tuhanmu, berperanglah kalian, sementara kami tetap di sini."

قَالَ رَبِّ إِنِّي لَا أَمْلِكُ إِلَّا نَفْسِي وَأَخِي ۖ فَافْرُقْ بَيْنَنَا وَبَيْنَ الْقَوْمِ الْفَاسِقِينَ

Kemenag RI 2019: Dia (Musa) berkata, “Ya Tuhanku, aku tidak mempunyai kekuasaan apa pun, kecuali atas diriku sendiri dan saudaraku. Oleh sebab itu, pisahkanlah antara kami dan kaum yang fasik itu.” (QS. 5 : 25)
Prof. Quraish Shihab: Dia (Nabi Musa as.) berkata: “Tuhan Pemeliharaku, sesungguhnya aku tidak menguasai kecuali diriku (sendiri) bersama saudaraku (Nabi Harun as.). Sebab itu, pisahkanlah antara kami dengan orang-orang yang fasik (keluar dari ketaatan kepada Allah swt.).
HAMKA: Musa berkata, "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku tidak menguasai selain diriku dan saudaraku, maka pisahkanlah antara kami dan kaum yang fasik itu."

قَالَ فَإِنَّهَا مُحَرَّمَةٌ عَلَيْهِمْ ۛ أَرْبَعِينَ سَنَةً ۛ يَتِيهُونَ فِي الْأَرْضِ ۚ فَلَا تَأْسَ عَلَى الْقَوْمِ الْفَاسِقِينَ

Kemenag RI 2019: (Allah) berfirman, “(Jika demikian,) sesungguhnya (negeri) itu terlarang buat mereka selama empat puluh tahun. (Selama itu) mereka akan mengembara kebingungan di bumi. Maka, janganlah engkau (Musa) bersedih atas (nasib) kaum yang fasik itu.” (QS. 5 : 26)
Prof. Quraish Shihab: Dia sesungguhnya berfirman: ia (negeri “Maka, itu) diharamkan atas mereka selama empat puluh tahun, mereka akan tersesat di bumi (padang pasir sekeliling negeri itu). Maka, janganlah engkau (Nabi Musa as.) bersedih hati atas orang- orang yang fasik (keluar dari ketaatan kepada Allah swt.).
HAMKA: Allah berfirman, "Sesungguhnya tanah suci itu diharamkan bagi mereka selama empat puluh tahun. Mereka akan merayap di bumi, maka janganlah kamu bersedih hati atas kaum yang fasik itu."

وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ ابْنَيْ آدَمَ بِالْحَقِّ إِذْ قَرَّبَا قُرْبَانًا فَتُقُبِّلَ مِنْ أَحَدِهِمَا وَلَمْ يُتَقَبَّلْ مِنَ الْآخَرِ قَالَ لَأَقْتُلَنَّكَ ۖ قَالَ إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللَّهُ مِنَ الْمُتَّقِينَ

Kemenag RI 2019: Bacakanlah (Nabi Muhammad) kepada mereka berita tentang dua putra Adam dengan sebenarnya. Ketika keduanya mempersembahkan kurban, kemudian diterima dari salah satunya (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). Dia (Qabil) berkata, “Sungguh, aku pasti akan membunuhmu.” Dia (Habil) berkata, “Sesungguhnya Allah hanya menerima (amal) dari orang-orang yang bertakwa. (QS. 5 : 27)
Prof. Quraish Shihab: Bacakanlah (sampaikanlah) kepada mereka berita (kisah) kedua putra Adam dengan sebenarnya; ketika keduanya mempersembahkan kurban, maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). Dia (Qabil) berkata: “Aku pasti membunuhmu!” Dia (Habil) menjawab: “Sesungguhnya Allah hanya menerima (dengan penerimaan yang sempurna) dari orang-orang yang bertakwa.
HAMKA: Dan bacakanlah kepada mereka berita dua orang anak Adam dengan benar, tatkala keduanya mengurbankan akan suatu kurban, maka diterima dari yang seorang dari mereka berdua dan tidak diterima dari yang seorang lagi, berkata dia, “Sungguh engkau akan aku bunuh!” Menjawab dia, “Yang diterima oleh Allah hanyalah yang dari orang-orang yang bertakwa.”

لَئِنْ بَسَطْتَ إِلَيَّ يَدَكَ لِتَقْتُلَنِي مَا أَنَا بِبَاسِطٍ يَدِيَ إِلَيْكَ لِأَقْتُلَكَ ۖ إِنِّي أَخَافُ اللَّهَ رَبَّ الْعَالَمِينَ

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya jika engkau (Qabil) menggerakkan tanganmu kepadaku untuk membunuhku, aku tidak akan menggerakkan tanganku kepadamu untuk membunuhmu. Sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan semesta alam. (QS. 5 : 28)
Prof. Quraish Shihab: Sungguh, jika engkau benar-benar menggerakkan tanganmu kepadaku untuk membunuhku, aku sekali-kali tidak akan menggerakkan tanganku kepadamu untuk membunuhmu. Sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan Pemelihara seluruh alam.
HAMKA: Sesungguhnya jika engkau melepaskan tangan engkau karena hendak membunuh aku, tidaklah aku akan melepaskan tanganku kepada engkau karena hendak membunuh engkau, karena sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan sarwa sekalian alam.

إِنِّي أُرِيدُ أَنْ تَبُوءَ بِإِثْمِي وَإِثْمِكَ فَتَكُونَ مِنْ أَصْحَابِ النَّارِ ۚ وَذَٰلِكَ جَزَاءُ الظَّالِمِينَ

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya aku ingin engkau kembali (kepada-Nya) dengan (membawa) dosa (karena membunuh)-ku dan dosamu (sebelum itu) sehingga engkau akan termasuk penghuni neraka. Itulah balasan bagi orang-orang yang zalim.” (QS. 5 : 29)
Prof. Quraish Shihab: Sesungguhnya aku ingin supaya engkau kembali dengan (membawa) dosa (pembunuhan terhadap)-ku dan dosamu sendiri, sehingga menyebabkan engkau menjadi penghuni neraka, dan yang demikian itulah balasan bagi orang-orang zalim.”
HAMKA: Sesungguhnya aku mau engkau pikul dosaku dan dosamu, lalu engkau jadi ahli neraka, dan demikian itulah balasan bagi orang-orang yang zalim.

فَطَوَّعَتْ لَهُ نَفْسُهُ قَتْلَ أَخِيهِ فَقَتَلَهُ فَأَصْبَحَ مِنَ الْخَاسِرِينَ

Kemenag RI 2019: Kemudian, hawa nafsunya (Qabil) mendorong dia untuk membunuh saudaranya. ) Maka, dia pun (benar-benar) membunuhnya sehingga dia termasuk orang-orang yang rugi. (QS. 5 : 30)
Prof. Quraish Shihab: Maka, hawa nafsunya menjadikan dia (Qabil) rela mem bunuh saudaranya, maka dia (Qabil) membunuhnya (Habil), maka menjadilah dia di antara orang-orang yang rugi.
HAMKA: Tetapi telah menuduhkan kepadanya nafsunya membunuh saudaranya, lalu dibunuhnyalah dia, maka jadilah dia dari golongan orang-orang yang rugi.

فَبَعَثَ اللَّهُ غُرَابًا يَبْحَثُ فِي الْأَرْضِ لِيُرِيَهُ كَيْفَ يُوَارِي سَوْءَةَ أَخِيهِ ۚ قَالَ يَا وَيْلَتَا أَعَجَزْتُ أَنْ أَكُونَ مِثْلَ هَٰذَا الْغُرَابِ فَأُوَارِيَ سَوْءَةَ أَخِي ۖ فَأَصْبَحَ مِنَ النَّادِمِينَ

Kemenag RI 2019: Kemudian, Allah mengirim seekor burung gagak untuk menggali tanah supaya Dia memperlihatkan kepadanya (Qabil) bagaimana cara mengubur mayat saudaranya. ) (Qabil) berkata, “Celakalah aku! Mengapa aku tidak mampu berbuat seperti burung gagak ini sehingga aku dapat mengubur mayat saudaraku?” Maka, jadilah dia termasuk orang-orang yang menyesal. (QS. 5 : 31)
Prof. Quraish Shihab: Kemudian, Allah mengutus seekor burung gagak menggali- gali di bumi untuk memperlihatkan kepadanya (Qabil) bagaimana dia menguburkan mayat saudaranya. Dia (Qabil) berkata: “Aduhai, celakalah aku! Mengapa aku tidak mampu berbuat seperti burung gagak ini, lalu aku dapat menguburkan mayat saudaraku?” Karena itu, menjadilah dia di antara orang-orang yang menyesal.
HAMKA: Maka dikirim Allah-lah seekor gagak mengorek-ngorek di bumi untuk memperlihatkan kepadanya bagaimana menguburkan bangkai saudaranya itu, berkata dia, “Wahai celakanya aku! Lemahkah aku bahwa akan ada seumpama gagak ini, buat menimbun bangkai saudaraku.” Maka jadilah dia dari orang-orang menyesal.
Hal. 113

مِنْ أَجْلِ ذَٰلِكَ كَتَبْنَا عَلَىٰ بَنِي إِسْرَائِيلَ أَنَّهُ مَنْ قَتَلَ نَفْسًا بِغَيْرِ نَفْسٍ أَوْ فَسَادٍ فِي الْأَرْضِ فَكَأَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ جَمِيعًا وَمَنْ أَحْيَاهَا فَكَأَنَّمَا أَحْيَا النَّاسَ جَمِيعًا ۚ وَلَقَدْ جَاءَتْهُمْ رُسُلُنَا بِالْبَيِّنَاتِ ثُمَّ إِنَّ كَثِيرًا مِنْهُمْ بَعْدَ ذَٰلِكَ فِي الْأَرْضِ لَمُسْرِفُونَ

Kemenag RI 2019: Oleh karena itu, Kami menetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil bahwa siapa yang membunuh seseorang bukan karena (orang yang dibunuh itu) telah membunuh orang lain atau karena telah berbuat kerusakan di bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh semua manusia. ) Sebaliknya, siapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, dia seakan-akan telah memelihara kehidupan semua manusia. Sungguh, rasul-rasul Kami benar-benar telah datang kepada mereka dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas. Kemudian, sesungguhnya banyak di antara mereka setelah itu melampaui batas di bumi. (QS. 5 : 32)
Prof. Quraish Shihab: Oleh karena itu, Kami menetapkan atas Bani Israil, bahwa barang siapa membunuh satu jiwa, bukan karena (orang itu membunuh) jiwa orang lain, atau (bukan) karena membuat kerusakan di bumi, maka seolah-olah dia telah membunuh manusia semuanya. Dan barang siapa memeliharanya (kehidupan seorang manusia), maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. Dan demi (keagungan dan kekuasaan Kami)! Sungguh, telah datang kepada mereka para rasul Kami dengan keterangan-keterangan yang jelas, kemudian sesungguhnya banyak dari mereka sesudah itu benar-benar melampaui batas di bumi.
HAMKA: Oleh karena itu Kami wajibkanlah kepada Bani Israil, bahwa barangsiapa membunuh seseorang, yang bukan karena membunuh (pula), atau berbuat kerusakan di bumi, maka seakan-akan adalah dia telah membunuh manusia semuanya, dan barangsiapa yang menghidupkannya, maka adalah dia seakan-akan menghidupkan manusia semuanya. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka rasul-rasul Kami dengan berbagai keterangan, kemudian itu sesungguhnya kebanyakan di antara mereka sesudah yang demikian itu, di atas bumi ini, sungguh melewati batas.

إِنَّمَا جَزَاءُ الَّذِينَ يُحَارِبُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَيَسْعَوْنَ فِي الْأَرْضِ فَسَادًا أَنْ يُقَتَّلُوا أَوْ يُصَلَّبُوا أَوْ تُقَطَّعَ أَيْدِيهِمْ وَأَرْجُلُهُمْ مِنْ خِلَافٍ أَوْ يُنْفَوْا مِنَ الْأَرْضِ ۚ ذَٰلِكَ لَهُمْ خِزْيٌ فِي الدُّنْيَا ۖ وَلَهُمْ فِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيمٌ

Kemenag RI 2019: Balasan bagi orang-orang yang memerangi Allah dan rasul-Nya serta membuat kerusakan di bumi hanyalah dibunuh, disalib, dipotong tangan dan kaki mereka secara silang, atau diasingkan dari tempat kediamannya. Yang demikian itu merupakan kehinaan bagi mereka di dunia dan di akhirat (kelak) mereka mendapat azab yang sangat berat, ) (QS. 5 : 33)
Prof. Quraish Shihab: Sesungguhnya balasan bagi orang- orang yang memerangi (melanggar silang, dengan angkuh ketentuan-ketentuan) Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di bumi, hanyalah mereka dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan ber atau dibuang dari negeri (tempat kediamannya). Yang demikian itu (sebagai suatu) penghinaan untuk mereka di dunia, dan di akhirat (bila mereka tidak bertaubat) bagi mereka azab yang sangat besar.
HAMKA: Tidak ada lain balasan bagi orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan mengusahakan kerusuhan di bumi, selain dari dibunuh mereka, atau disalibkan mereka, atau dipotong tangan-tangan mereka dan kaki-kaki mereka berselang-seling, atau dibuang dari bumi itu. Yang demikian itu adalah suatu penghinaan bagi mereka di dunia ini, dan untuk mereka di akhirat adalah azab yang besar.

إِلَّا الَّذِينَ تَابُوا مِنْ قَبْلِ أَنْ تَقْدِرُوا عَلَيْهِمْ ۖ فَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Kemenag RI 2019: kecuali orang-orang yang bertobat sebelum kamu dapat menangkapnya. Maka, ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. 5 : 34)
Prof. Quraish Shihab: Kecuali orang-orang yang bertaubat (di antara mereka) sebelum kamu dapat menguasai (menangkap) mereka; maka ketahuilah bahwa Allah Maha Pengampun, lagi Maha Pengasih.
HAMKA: Kecuali orang-orang yang bertobat dari sebelum kamu dapat menangkap mereka. Maka ketahuilah bahwasanya Allah adalah Maha Pengampun, lagi Penyayang.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَابْتَغُوا إِلَيْهِ الْوَسِيلَةَ وَجَاهِدُوا فِي سَبِيلِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Kemenag RI 2019: Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, carilah wasilah (jalan untuk mendekatkan diri) kepada-Nya, dan berjihadlah (berjuanglah) di jalan-Nya agar kamu beruntung. (QS. 5 : 35)
Prof. Quraish Shihab: Hai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan ber sungguh-sungguhlah mencari jalan (yang mendekatkan diri) kepada Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan.
HAMKA: Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang menyampaikan kamu kepada-Nya, dan bersungguh-sungguhlah pada jalan-Nya, mudah-mudahan kamu mendapat kejayaan.

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوْ أَنَّ لَهُمْ مَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا وَمِثْلَهُ مَعَهُ لِيَفْتَدُوا بِهِ مِنْ عَذَابِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ مَا تُقُبِّلَ مِنْهُمْ ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya orang-orang yang kufur, seandainya memiliki segala apa yang ada di bumi dan ditambah (lagi) dengan sebanyak itu untuk menebus diri mereka dari azab hari Kiamat, niscaya semua (tebusan) itu tidak akan diterima dari mereka. Bagi mereka azab yang sangat pedih. (QS. 5 : 36)
Prof. Quraish Shihab: Sesungguhnya orang-orang yang kafir, jika seandainya bagi mereka semua (kekayaan) yang ada di bumi dan (ditambah) sebanyak isi bumi itu (lagi) bersamanya untuk menebus diri mereka dengan itu dari azab Hari Kiamat, niscaya (tebusan itu) tidak akan diterima dari mereka, (karena itu pastilah) mereka bagi azab yang sangat pedih.
HAMKA: Sesungguhnya orang-orang yang kufur, walaupun mereka mempunyai apa yang ada di bumi ini semua, dan seumpama itu pula sertanya karena hendak menebus diri mereka dengan dia daripada siksaan hari Kiamat, niscaya tidaklah akan diterima dari mereka. Dan bagi mereka adalah siksaan yang pedih.
Hal. 114

يُرِيدُونَ أَنْ يَخْرُجُوا مِنَ النَّارِ وَمَا هُمْ بِخَارِجِينَ مِنْهَا ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ مُقِيمٌ

Kemenag RI 2019: Mereka ingin keluar dari neraka, tetapi tidak akan dapat keluar dari sana. Bagi mereka azab yang kekal. (QS. 5 : 37)
Prof. Quraish Shihab: Mereka ingin keluar dari neraka, padahal mereka sekali-kali tidak dapat keluar darinya, dan mereka memperoleh azab yang kekal.
HAMKA: Mereka ingin bahwa keluar dari neraka, padahal tidak mereka akan keluar dari dalamnya, sedang bagi mereka adalah siksaan yang tetap.

وَالسَّارِقُ وَالسَّارِقَةُ فَاقْطَعُوا أَيْدِيَهُمَا جَزَاءً بِمَا كَسَبَا نَكَالًا مِنَ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

Kemenag RI 2019: Laki-laki maupun perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya sebagai balasan atas perbuatan yang mereka lakukan dan sebagai siksaan dari Allah. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. 5 : 38)
Prof. Quraish Shihab: Pencuri laki-laki dan pencuri perempuan, maka potonglah tangan keduanya (sebagai) balasan bagi apa yang mereka berdua perbuat dan (sebagai) siksa dari Allah. Dan Allah Maha Perkasa, lagi Maha Bijaksana.
HAMKA: Dan laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, maka hendaklah kamu potong tangan mereka sebagai balasan atas apa yang telah mereka perbuat itu, sebagai contoh menakutkan dari Allah. Dan Allah adalah Mahagagah, lagi Bijaksana.

فَمَنْ تَابَ مِنْ بَعْدِ ظُلْمِهِ وَأَصْلَحَ فَإِنَّ اللَّهَ يَتُوبُ عَلَيْهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Kemenag RI 2019: Maka, siapa yang bertobat setelah melakukan kezaliman dan memperbaiki diri, sesungguhnya Allah menerima tobatnya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. 5 : 39)
Prof. Quraish Shihab: Maka, barang siapa bertaubat sesudah melakukan penganiayaannya (pencurian itu) dan memperbaiki (diri), maka sesungguhnya Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun, lagi Maha Pengasih.
HAMKA: Maka barangsiapa yang tobat sesudah kezalimannya, dan berbuat perbaikan, maka sesungguhnya Allah akan memberi tobat atasnya. Sesungguhnya Allah adalah Maha Pengampun, lagi Penyayang.

أَلَمْ تَعْلَمْ أَنَّ اللَّهَ لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ يُعَذِّبُ مَنْ يَشَاءُ وَيَغْفِرُ لِمَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Kemenag RI 2019: Tidakkah engkau tahu bahwa sesungguhnya milik Allahlah kerajaan langit dan bumi? Dia menyiksa siapa yang Dia kehendaki dan mengampuni siapa yang Dia kehendaki. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS. 5 : 40)
Prof. Quraish Shihab: Tidakkah engkau mengetahui, sesungguhnya Allah Yang memiliki kerajaan langit dan bumi, Dia menyiksa siapa yang dikehendaki- Nya dan mengampuni siapa yang dikehendaki-Nya (berdasarkan kemauan dan kecenderungan masing- masing). Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
HAMKA: Apakah tidak engkau ketahui bahwasanya Allah, bagi-Nyalah kerajaan semua langit dan bumi? bumi. Dia akan menyiksa barangsiapa yang Dia kehendaki dan akan memberi ampun barang siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah atas tiap-tiap sesuatu adalah Mahakuasa.

يَا أَيُّهَا الرَّسُولُ لَا يَحْزُنْكَ الَّذِينَ يُسَارِعُونَ فِي الْكُفْرِ مِنَ الَّذِينَ قَالُوا آمَنَّا بِأَفْوَاهِهِمْ وَلَمْ تُؤْمِنْ قُلُوبُهُمْ ۛ وَمِنَ الَّذِينَ هَادُوا ۛ سَمَّاعُونَ لِلْكَذِبِ سَمَّاعُونَ لِقَوْمٍ آخَرِينَ لَمْ يَأْتُوكَ ۖ يُحَرِّفُونَ الْكَلِمَ مِنْ بَعْدِ مَوَاضِعِهِ ۖ يَقُولُونَ إِنْ أُوتِيتُمْ هَٰذَا فَخُذُوهُ وَإِنْ لَمْ تُؤْتَوْهُ فَاحْذَرُوا ۚ وَمَنْ يُرِدِ اللَّهُ فِتْنَتَهُ فَلَنْ تَمْلِكَ لَهُ مِنَ اللَّهِ شَيْئًا ۚ أُولَٰئِكَ الَّذِينَ لَمْ يُرِدِ اللَّهُ أَنْ يُطَهِّرَ قُلُوبَهُمْ ۚ لَهُمْ فِي الدُّنْيَا خِزْيٌ ۖ وَلَهُمْ فِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيمٌ

Kemenag RI 2019: Wahai Rasul (Muhammad), janganlah engkau disedihkan oleh orang-orang yang bersegera dalam kekufuran, yaitu orang-orang (munafik) yang mengatakan dengan mulut mereka, “Kami telah beriman,” padahal hati mereka belum beriman, dan juga orang-orang Yahudi. (Mereka adalah) orang-orang yang sangat suka mendengar (berita-berita) bohong lagi sangat suka mendengar (perkataan-perkataan) orang lain yang belum pernah datang kepadamu. Mereka mengubah firman-firman (Allah) setelah berada di tempat-tempat yang (sebenar)-nya. Mereka mengatakan, “Jika ini yang diberikan kepada kamu, terimalah. Jika kamu diberi yang bukan ini, hati-hatilah.” Siapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, maka sekali-kali engkau tidak akan mampu menolak sesuatu pun dari Allah. Mereka itu adalah orang-orang yang Allah tidak hendak menyucikan hati mereka. Di dunia mereka mendapat kehinaan dan di akhirat akan mendapat azab yang sangat berat. (QS. 5 : 41)
Prof. Quraish Shihab: Wahai Rasul (Nabi Muhammad saw.)! Hendaknya engkau jangan disedihkan oleh orang-orang yang bersegera dalam kekafiran, yaitu (di antara) orang-orang yang mengatakan dengan mulut-mulut mereka: “Kami telah beriman,” padahal hati mereka belum beriman; dan di antara orang-orang Yahudi, mereka sangat suka mendengar kebohongan dan sangat suka mendengar (perkataan-perkataan) kaum lain yang belum pernah datang kepadamu (Nabi Muhammad saw.); mereka mengubah perkataan-perkataan (Allah swt.) setelah (mantap berada) di tempat-tempatnya. Mereka mengatakan: “Jika diberikan ini kepada kamu, maka terimalah, dan jika kamu diberi yang bukan ini, maka hati-hatilah.” Barang siapa Allah menghendaki kesesatannya (karena enggan beriman), maka sekali-kali engkau tidak akan mampu menolak sesuatu (pun) dari Allah. Mereka itu adalah orang-orang yang Allah tidak hendak menyucikan hati mereka. Mereka di dunia mendapat kehinaan dan bagi mereka di akhirat azab yang sangat besar.
HAMKA: Wahai Rasul! Janganlah mendukacitakan engkau orang-orang yang berlomba dalam ke kufuran dari antara orang-orang yang berkata dengan mulut mereka, “Kami telah beriman,” padahal tidaklah beriman hati mereka, dan dari antara orang-orang Yahudi. Mereka mendengar untuk berdusta. Mereka mendengar untuk sua tu kaum yang lain yang tidak datang kepada engkau. Mereka mengubah kalimat-kalimat dari sesudah (teratur) tempat-tempatnya. Mereka berkata, “Jika didatangkan kepada kamu (hu kum) begini, maka terimalah dia, dan jika tidak didatangkannya kepada kamu, maka hendaklah kamu berjaga diri.” Dan barangsiapa yang dike hendaki Allah akan mengujinya, maka sekali-kali tidaklah engkau berkuasa (menolaknya) daripada Allah sesuatu pun. Itulah orang-orang yang tidak dikehendaki (lagi) oleh Allah bahwa akan membersihkan hati mereka. Bagi mereka di dunia ini kehinaan dan bagi mereka di akhirat adzab yang besar.
Hal. 115

سَمَّاعُونَ لِلْكَذِبِ أَكَّالُونَ لِلسُّحْتِ ۚ فَإِنْ جَاءُوكَ فَاحْكُمْ بَيْنَهُمْ أَوْ أَعْرِضْ عَنْهُمْ ۖ وَإِنْ تُعْرِضْ عَنْهُمْ فَلَنْ يَضُرُّوكَ شَيْئًا ۖ وَإِنْ حَكَمْتَ فَاحْكُمْ بَيْنَهُمْ بِالْقِسْطِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ

Kemenag RI 2019: Mereka (orang-orang Yahudi itu) sangat suka mendengar berita bohong lagi banyak memakan makanan yang haram. Maka, jika mereka datang kepadamu (Nabi Muhammad untuk meminta putusan), berilah putusan di antara mereka atau berpalinglah dari mereka. Jika engkau berpaling, mereka tidak akan membahayakanmu sedikit pun. Akan tetapi, jika engkau memutuskan (perkara mereka), putuskanlah dengan adil. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang adil. (QS. 5 : 42)
Prof. Quraish Shihab: (Orang-orang Yahudi adalah) orang-orang yang suka mendengar kebohongan dan banyak memakan yang haram (seperti riba dan sogok-menyogok). Maka, apabila mereka datang kepadamu maka putuskan-lah (perkara) di antara mereka, atau berpalinglah dari mereka; jika engkau berpaling dari mereka, maka mereka tidak akan memberi mudharat kepadamu sedikit pun. Dan jika engkau memutuskan (perkara) mereka, maka putuskanlah (perkara) di antara mereka dengan adil, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.
HAMKA: Mereka suka mendengar-dengar untuk berdusta; mereka suka memakan harta haram. Maka jika mereka datang kepada engkau, hukumlah di antara mereka atau berpalinglah dari mereka. Dan jika engkau berpaling daripada mereka, tidaklah mereka akan membahayakan bagi engkau sesuatu pun. Dan jika engkau menghukum, maka hukumlah di antara mereka dengan adil. Sesungguhnya Allah cinta kepada orang-orang yang berlaku adil.

وَكَيْفَ يُحَكِّمُونَكَ وَعِنْدَهُمُ التَّوْرَاةُ فِيهَا حُكْمُ اللَّهِ ثُمَّ يَتَوَلَّوْنَ مِنْ بَعْدِ ذَٰلِكَ ۚ وَمَا أُولَٰئِكَ بِالْمُؤْمِنِينَ

Kemenag RI 2019: Bagaimana mereka menjadikanmu sebagai hakim mereka, sedangkan mereka mempunyai Taurat yang di dalamnya (ada) hukum Allah, kemudian mereka berpaling (dari putusanmu) setelah itu? Mereka benar-benar bukanlah orang-orang mukmin. (QS. 5 : 43)
Prof. Quraish Shihab: Dan bagaimanakah mereka menjadikanmu (Nabi Muhammad saw.) hakim mereka, padahal mereka memunyai Taurat yang di dalamnya terdapat hukum Allah, kemudian mereka berpaling sesudah itu? Mereka (sungguh) bukanlah orang-orang mukmin.
HAMKA: Dan bagaimanalah mereka menjadikan engkau hakim? Padahal di sisi mereka ada Taurat? Di dalamnya ada Hukum Allah, kemudian itu mereka pun berpaling dari sesudah itu? Dan tidaklah mereka itu orang-orang yang beriman?

إِنَّا أَنْزَلْنَا التَّوْرَاةَ فِيهَا هُدًى وَنُورٌ ۚ يَحْكُمُ بِهَا النَّبِيُّونَ الَّذِينَ أَسْلَمُوا لِلَّذِينَ هَادُوا وَالرَّبَّانِيُّونَ وَالْأَحْبَارُ بِمَا اسْتُحْفِظُوا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ وَكَانُوا عَلَيْهِ شُهَدَاءَ ۚ فَلَا تَخْشَوُا النَّاسَ وَاخْشَوْنِ وَلَا تَشْتَرُوا بِآيَاتِي ثَمَنًا قَلِيلًا ۚ وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْكَافِرُونَ

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya Kami telah menurunkan Taurat. Di dalamnya ada petunjuk dan cahaya. Dengannya para nabi, yang berserah diri (kepada Allah), memberi putusan atas perkara orang Yahudi. Demikian pula para rabi dan ulama-ulama mereka (juga memberi putusan) sebab mereka diperintahkan (oleh Allah untuk) menjaga kitab Allah dan mereka merupakan saksi-saksi terhadapnya. Oleh karena itu, janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi) takutlah kepada-Ku. Janganlah kamu menukar ayat-ayat-Ku dengan harga yang murah. Siapa yang tidak memutuskan (suatu urusan) menurut ketentuan yang diturunkan Allah, maka mereka itulah orang-orang kafir. ) (QS. 5 : 44)
Prof. Quraish Shihab: Sesungguhnya Kami telah menurunkan Taurat, di dalamnya terdapat petunjuk dan cahaya. Dengannya para nabi (dari kalangan Bani Israil) yang berserah diri (kepada Allah swt.) memutuskan (perkara) untuk orang-orang Yahudi, juga riibbdniyyini dan para pendeta, karena mereka diperintahkan (oleh Allah swt. supaya) memelihara kitab Allah dan mereka menjadi para saksi terhadapnya. Maka, janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi) takutlah kepada-Ku. Dan janganlah kamu menukarkan ayat-ayat-Ku dengan harga yang sedikit. Barang siapa tidak memutuskan (perkara) menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang kafir.
HAMKA: Sesungguhnya telah Kami turunkan Taurat. Di dalamnya ada petunjuk dan cahaya, menghukum dengan dia nabi-nabi yang menyerah diri (kepada Allah) terhadap orang-orang Yahudi. Dan juga pendeta-pendeta dan orang-orang alim dengan apa yang telah diamanahi mereka dari Kitab Allah. Dan adalah mereka itu menjadi saksi atasnya. Maka janganlah kamu takuti manusia tetapi takutlah Aku; dan janganlah kau jual ayat-ayat-Ku dengan harga yang sedikit. Dan barangsiapa yang tidak menghukum dengan apa yang diturunkan Allah, maka adalah mereka itu orang-orang yang kafir.

وَكَتَبْنَا عَلَيْهِمْ فِيهَا أَنَّ النَّفْسَ بِالنَّفْسِ وَالْعَيْنَ بِالْعَيْنِ وَالْأَنْفَ بِالْأَنْفِ وَالْأُذُنَ بِالْأُذُنِ وَالسِّنَّ بِالسِّنِّ وَالْجُرُوحَ قِصَاصٌ ۚ فَمَنْ تَصَدَّقَ بِهِ فَهُوَ كَفَّارَةٌ لَهُ ۚ وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ

Kemenag RI 2019: Kami telah menetapkan bagi mereka (Bani Israil) di dalamnya (Taurat) bahwa nyawa (dibalas) dengan nyawa, mata dengan mata, hidung dengan hidung, telinga dengan telinga, gigi dengan gigi, dan luka-luka (pun) ada kisasnya (balasan yang sama). Siapa yang melepaskan (hak kisasnya), maka itu (menjadi) penebus dosa baginya. Siapa yang tidak memutuskan (suatu urusan) menurut ketentuan yang diturunkan Allah, maka mereka itulah orang-orang zalim. (QS. 5 : 45)
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA: Dan telah Kami wajibkan atas mereka di dalamnya, bahwasanya jiwa (balas) dengan jiwa, mata dengan mata, hidung dengan hidung, telinga dengan telinga, gigi dengan gigi, dan luka-luka ada qisasnya. Maka barangsiapa yang mendermakan hak balas itu maka adalah itu penebus baginya. Dan barangsiapa yang tidak menghukum dengan apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang aniaya.
Hal. 116

وَقَفَّيْنَا عَلَىٰ آثَارِهِمْ بِعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ التَّوْرَاةِ ۖ وَآتَيْنَاهُ الْإِنْجِيلَ فِيهِ هُدًى وَنُورٌ وَمُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ التَّوْرَاةِ وَهُدًى وَمَوْعِظَةً لِلْمُتَّقِينَ

Kemenag RI 2019: Kami meneruskan jejak mereka (para nabi Bani Israil) dengan (mengutus) Isa putra Maryam yang membenarkan apa (kitab suci) yang sebelumnya, yaitu Taurat. Kami menurunkan Injil kepadanya (yang) di dalamnya terdapat petunjuk dan cahaya; yang membenarkan kitab suci yang sebelumnya, yaitu Taurat; dan menjadi petunjuk serta pengajaran bagi orang-orang yang bertakwa. (QS. 5 : 46)
Prof. Quraish Shihab: Dan Kami telah mengiringkan jejak mereka (para nabi Bani Israil) dengan ‘Isa putra Maryam, membenarkan apa (kitab) yang sebelumnya, yaitu Taurat. Dan Kami telah menganugerahkan kepadanya Injil. Di dalamnya terdapat petunjuk dan cahaya dan (Kitab Injil itu) membenarkan apa (kitab) yang sebelumnya, yaitu Taurat dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa.
HAMKA: Dan telah Kami iringi atas jejak-jejak mereka dengan Isa anak Maryam, sebagai menggenapi bagi yang terlebih dahulu daripadanya dari Taurat; dan telah Kami berikan kepadanya Injil. Di dalamnya ada petunjuk dan cahaya dan sebagai menggenapi bagi apa yang terdahulu daripadanya dari Taurat, dan petunjuk dan pengajaran bagi orang-orang yang (mau) bertakwa.

وَلْيَحْكُمْ أَهْلُ الْإِنْجِيلِ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فِيهِ ۚ وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ

Kemenag RI 2019: Hendaklah pengikut Injil memutuskan (urusan) menurut apa yang diturunkan Allah di dalamnya. ) Siapa yang tidak memutuskan (suatu urusan) menurut ketentuan yang diturunkan Allah, maka mereka itulah orang-orang fasik. (QS. 5 : 47)
Prof. Quraish Shihab: Hendaklah para pengikut Injil, memutuskan (perkara) menurut apa yang diturunkan Allah di dalamnya. Barang siapa tidak memutuskan (perkara) menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itulah orang-orang fasik (keluar dari ketaatan kepada Allah swt.).
HAMKA: Maka hendaklah menghukum Ahlul Injil dengan apa yang telah diturunkan oleh Allah padanya. Dan barangsiapa yang tidak menghukum dengan apa yang diturunkan oleh Allah, maka itulah orang-orang yang fasik.

وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ الْكِتَابِ وَمُهَيْمِنًا عَلَيْهِ ۖ فَاحْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ ۖ وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ عَمَّا جَاءَكَ مِنَ الْحَقِّ ۚ لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنْكُمْ شِرْعَةً وَمِنْهَاجًا ۚ وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ لَجَعَلَكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَلَٰكِنْ لِيَبْلُوَكُمْ فِي مَا آتَاكُمْ ۖ فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ ۚ إِلَى اللَّهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيعًا فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ

Kemenag RI 2019: Kami telah menurunkan kitab suci (Al-Qur’an) kepadamu (Nabi Muhammad) dengan (membawa) kebenaran sebagai pembenar kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya dan sebagai penjaganya (acuan kebenaran terhadapnya). Maka, putuskanlah (perkara) mereka menurut aturan yang diturunkan Allah dan janganlah engkau mengikuti hawa nafsu mereka dengan (meninggalkan) kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk setiap umat di antara kamu Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Seandainya Allah menghendaki, niscaya Dia menjadikanmu satu umat (saja). Akan tetapi, Allah hendak mengujimu tentang karunia yang telah Dia anugerahkan kepadamu. Maka, berlomba-lombalah dalam berbuat kebaikan. Hanya kepada Allah kamu semua kembali, lalu Dia memberitahukan kepadamu apa yang selama ini kamu perselisihkan. (QS. 5 : 48)
Prof. Quraish Shihab: Dan Kami telah menurunkan kepa damu (Nabi Muhammad saw.) al-Kitab (al-Quran) dengan haq (benar dan me ngandung kebenaran), membenarkan apa yang sebelumnya dari kitab-kitab dan (juga sebagai) batu ujian (yakni tolok ukur kebenaran) terhadapnya (kitab-kitab); maka putuskanlah (perkara) di antara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah engkau mengikuti hawa nafsu mereka dengan (meninggalkan kebenaran) yang telah datang kepadamu. Bagi masing-masing (umat) Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Jika seandainya Allah menghendaki, pasti Dia menjadikan kamu satu umat (saja), tetapi Dia hendak menguji kamu melalui apa yang telah dianugerahkan- Nya kepada kamu, maka berlomba- lombalah kamu (dalam) berbuat aneka kebajikan. Hanya kepada Allah-lah tempat kamu semua kembali, lalu Dia akan memberitahukan kepada kamu tentang apa yang yang dahulu kamu berselisih tentangnya.
HAMKA: Dan telah Kami turunkan kepada engkau Kitab itu dengan kebenaran, menggenapkan apa yang terlebih dahulu daripadanya dari Kitab, dan sebagai penyaksi atasnya. Maka hukumkanlah di antara mereka dengan apa yang telah diturunkan Allah, dan janganlah engkau turuti hawa nafsu mereka, dari apa pun yang akan memalingkan engkau daripada kebenaran. Bagi tiap-tiapnya itu telah Kami adakan peraturan dan jalan. Dan jikalau Allah menghendaki, sesungguhnya telah dijadikan kamu semua umat yang satu. Akan tetapi diberi-Nya ujian kamu pada apa yang telah diberikan-Nya kepada kamu itu. Sebab itu berlomba-lombalah berbuat kebajikan-kebajikan. Kepada Allah-lah tempat kembali kamu sekalian, maka akan diberitakan-Nya kepada kamu tentang apa yang telah kamu perselisihkan kepada-Nya.

وَأَنِ احْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ وَاحْذَرْهُمْ أَنْ يَفْتِنُوكَ عَنْ بَعْضِ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ إِلَيْكَ ۖ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَاعْلَمْ أَنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ أَنْ يُصِيبَهُمْ بِبَعْضِ ذُنُوبِهِمْ ۗ وَإِنَّ كَثِيرًا مِنَ النَّاسِ لَفَاسِقُونَ

Kemenag RI 2019: Hendaklah engkau memutuskan (urusan) di antara mereka menurut aturan yang diturunkan Allah dan janganlah engkau mengikuti hawa nafsu mereka. Waspadailah mereka agar mereka tidak dapat memperdayakan engkau untuk meninggalkan sebagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah berkehendak menimpakan musibah kepada mereka disebabkan sebagian dosa-dosa mereka. Sesungguhnya banyak dari manusia adalah orang-orang yang fasik. (QS. 5 : 49)
Prof. Quraish Shihab: Dan hendaklah engkau (Nabi Muhammad saw.) memutuskan (perkara) di antara mereka (Ahl al- Kitab dan selain mereka) menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah engkau mengikuti hawa nafsu mereka. Dan berhati-hatilah terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkanmu dari sebagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu.151 Jika mereka berpaling, maka ketahuilah sesungguhnya Allah hendak menimpakan musibah kepada mereka disebabkan sebagian dosa-dosa mereka. Dan sesung guhnya banyak dari manusia adalah orang-orang yang benar-benar fasik (keluar dari ketaatan kepada Allah swt.).
HAMKA: Dan bahwa hendaklah engkau menghukum di antara mereka itu dengan apa yang telah diturunkan oleh Allah, dan janganlah engkau turuti hawa nafsu mereka, dan berjaga dirilah engkau dari mereka agar jangan sampai mereka fitnahi engkau dari setengah apa yang diturunkan Allah kepada engkau. Maka sekiranya mereka berpaling, ketahuilah oleh engkau bahwa Allah tidaklah mau, melainkan menyiksa mereka dengan setengah dari dosa-dosa mereka. Dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia adalah sungguh-sungguh fasik.

أَفَحُكْمَ الْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُونَ ۚ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللَّهِ حُكْمًا لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ

Kemenag RI 2019: Apakah hukum jahiliah yang mereka kehendaki? (Hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang meyakini (agamanya)? (QS. 5 : 50)
Prof. Quraish Shihab: Apakah hukum Jahiliyah155 yang mereka kehendaki, dan siapakah yang lebih baik dari Allah dalam menetapkan hukum bagi kaum yang (mau) meyakini?
HAMKA: Apakah hukum secara jahiliyah yang mereka ingini? Padahal siapakah yang lebih baik daripada Allah hukum-Nya? Bagi kaum yang berkeyakinan?
Hal. 117

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَىٰ أَوْلِيَاءَ ۘ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ ۚ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ

Kemenag RI 2019: Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menjadikan orang Yahudi dan Nasrani sebagai teman setia(-mu). ) Sebagian mereka menjadi teman setia bagi sebagian yang lain. Siapa di antara kamu yang menjadikan mereka teman setia, maka sesungguhnya dia termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang zalim. (QS. 5 : 51)
Prof. Quraish Shihab: Hai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menjadikan orang- orang Yahudi dan Nasrani sebagai para wali (teman dekat dan penolong), sebagian mereka adalah wali (teman dekat dan penolong) bagi sebagian yang lain. Barang siapa di antara kamu menjadikan mereka (yang memusuhi Islam itu sebagai) orang-orang dekat dan penolong, maka sesungguhnya dia termasuk sebagian (dari kelompok) mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang zalim.
HAMKA: Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mengambil orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin; sebagian mereka adalah pemimpin-pemimpin dari yang sebagian. Dan barangsiapa yang menjadikan mereka pemimpin di antara kamu, maka sesungguhnya dia itu telah tergolong dari mereka. Sesungguhnya Allah tidaklah akan memberi petunjuk kepada kaum yang zalim.

فَتَرَى الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ يُسَارِعُونَ فِيهِمْ يَقُولُونَ نَخْشَىٰ أَنْ تُصِيبَنَا دَائِرَةٌ ۚ فَعَسَى اللَّهُ أَنْ يَأْتِيَ بِالْفَتْحِ أَوْ أَمْرٍ مِنْ عِنْدِهِ فَيُصْبِحُوا عَلَىٰ مَا أَسَرُّوا فِي أَنْفُسِهِمْ نَادِمِينَ

Kemenag RI 2019: Maka, kamu akan melihat orang-orang yang hatinya berpenyakit segera mendekati mereka (Yahudi dan Nasrani) seraya berkata, “Kami takut akan tertimpa mara bahaya.” Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenangan (kepada Rasul-Nya) atau suatu keputusan dari sisi-Nya sehingga mereka menyesali apa yang mereka rahasiakan dalam diri mereka. (QS. 5 : 52)
Prof. Quraish Shihab: Maka, engkau akan melihat orang- orang yang ada penyakit dalam hati mereka bersegera mendekati mereka (orang-orang Yahudi dan Nasrani) seraya berkata: “Kami takut mendapat marabahaya.” Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenangan atau suatu ketetapan dari sisi-Nya. Karena itu, mereka menjadi orang-orang yang menyesal terhadap apa yang mereka rahasiakan dalam diri mereka.
HAMKA: Maka akan engkau lihat orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit, berlomba-lombalah bila mereka kepada mereka, berkata mereka, “Kami takut bahwa akan menimpa kepada kami kecelakaan.” Maka moga-mogalah Allah akan mendatangkan kemenangan atau suatu keadaan dari sisi-Nya. Maka jadilah mereka itu, atas apa yang mereka simpan-simpan dalam hati mereka, menjadi orang-orang yang menyesal.

وَيَقُولُ الَّذِينَ آمَنُوا أَهَٰؤُلَاءِ الَّذِينَ أَقْسَمُوا بِاللَّهِ جَهْدَ أَيْمَانِهِمْ ۙ إِنَّهُمْ لَمَعَكُمْ ۚ حَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ فَأَصْبَحُوا خَاسِرِينَ

Kemenag RI 2019: Orang-orang yang beriman akan berkata, “Inikah orang yang bersumpah dengan (nama) Allah secara sungguh-sungguh bahwa mereka benar-benar beserta kamu?” Segala amal mereka menjadi sia-sia sehingga mereka menjadi orang-orang yang rugi. (QS. 5 : 53)
Prof. Quraish Shihab: Dan orang-orang yang beriman berkata: “Mereka itukah yang bersumpah dengan (nama) Allah dengan segala kesungguhan bahwa mereka benar-benar bersama kamu?” Sia-sialah segala amal mereka, maka (dengan demikian) mereka menjadi orang-orang yang rugi.
HAMKA: Dan berkata orang-orang yang beriman, “Orang-orang inikah yang telah bersumpah dengan nama Allah dengan kesungguhan sumpah mereka, bahwa mereka adalah bersama kamu?” Telah gugurlah amal-amal mereka, maka jadilah mereka orang-orang yang merugi.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا مَنْ يَرْتَدَّ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِ فَسَوْفَ يَأْتِي اللَّهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُ أَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى الْكَافِرِينَ يُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلَا يَخَافُونَ لَوْمَةَ لَائِمٍ ۚ ذَٰلِكَ فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَنْ يَشَاءُ ۚ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

Kemenag RI 2019: Wahai orang-orang yang beriman, siapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Dia mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang-orang mukmin dan bersikap tegas terhadap orang-orang kafir. Mereka berjihad di jalan Allah dan tidak takut pada celaan orang yang mencela. Itulah karunia Allah yang diberikan-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki. Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui. (QS. 5 : 54)
Prof. Quraish Shihab: Hai orang-orang yang beriman! Barang siapa di antara kamu murtad dari agamanya, maka kelak Allah mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka (pun) mencintai-Nya. Lemah lembut terhadap orang-orang mukmin, tegas terhadap orang-orang kafir. Mereka berjihad di jalan Allah dan tidak takut kepada celaan pencela. Itulah karunia dianugerahkan-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki (sesuai dengan kuasa dan kebijaksanaan-Nya), dan Allah Maha Luas (anugerah-Nya), lagi Maha Mengetahui.
HAMKA: Wahai orang-orang yang beriman! Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, maka akan didatangkan oleh Allah suatu kaum yang dicintai-Nya, dan mereka pun mencintai-Nya, yang merendah diri kepada orang-orang yang beriman, gagah perkasa menghadapi orang-orang kafir, yang mereka berjihad pada jalan Allah, dan tidak mereka takut akan celaan orang yang mencela. Yang demikianlah karunia Allah, yang Dia berikan kepada barangsiapa yang Dia kehendaki. Dan Allah adalah Mahaluas, lagi Mahatahu.

إِنَّمَا وَلِيُّكُمُ اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَالَّذِينَ آمَنُوا الَّذِينَ يُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَهُمْ رَاكِعُونَ

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya penolongmu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman yang menegakkan salat dan menunaikan zakat seraya tunduk (kepada Allah). (QS. 5 : 55)
Prof. Quraish Shihab: Sesungguhnya Wali (Pelindung dan Penolong) kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman yang melaksanakan shalat secara berkesinambungan dan menunaikan zakat, seraya rukuk (tunduk kepada Allah swt. dan melaksanakan tuntunan-tuntunan- Nya).
HAMKA: Tidak ada pemimpin bagi kamu, kecuali Allah dan Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan shalat dan mengeluarkan zakat, dan mereka itu semuanya tunduk.

وَمَنْ يَتَوَلَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَالَّذِينَ آمَنُوا فَإِنَّ حِزْبَ اللَّهِ هُمُ الْغَالِبُونَ

Kemenag RI 2019: Siapa yang menjadikan Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman sebagai penolongnya, sesungguhnya para pengikut Allah itulah yang akan menjadi pemenang. (QS. 5 : 56)
Prof. Quraish Shihab: Dan barang siapa mengambil Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman menjadi wali (penolong), maka sesungguhnya kelompok pengikut Allah itulah (yang akan menjadi) para pemenang.
HAMKA: Dan barangsiapa yang menjadikan Allah dan Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman menjadi pemimpin, maka sesungguhnya partai Allah, mereka itulah yang akan menang.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الَّذِينَ اتَّخَذُوا دِينَكُمْ هُزُوًا وَلَعِبًا مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَالْكُفَّارَ أَوْلِيَاءَ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

Kemenag RI 2019: Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menjadikan orang-orang yang menjadikan agamamu bahan ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi kitab suci sebelummu dan orang-orang kafir, sebagai teman setia(-mu). ) Bertakwalah kepada Allah jika kamu orang-orang mukmin. (QS. 5 : 57)
Prof. Quraish Shihab: Hai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menjadikan orang- orang yang membuat agama kamu bahan olok-olokan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi Kitab sebelum kamu dan orang-orang yang kafir, sebagai wali (teman dekat dan penolong). Dan bertakwalah kepada Allah jika kamu orang-orang mukmin.
HAMKA: Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mengambil orang-orang yang telah menjadikan agamamu sebagai ejekan dan permainan—(yaitu) dari orang-orang yang telah diberi kitab sebelum kamu, dan orang-orang yang kafir—sebagai pemimpin-pemimpin. Bertakwalah kepada Allah jika memang kamu orang-orang yang beriman.
Hal. 118

وَإِذَا نَادَيْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ اتَّخَذُوهَا هُزُوًا وَلَعِبًا ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ قَوْمٌ لَا يَعْقِلُونَ

Kemenag RI 2019: Apabila kamu menyeru untuk (melaksanakan) salat, mereka menjadikannya bahan ejekan dan permainan. Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka orang-orang yang tidak mengerti. (QS. 5 : 58)
Prof. Quraish Shihab: Dan apabila kamu menyeru (mereka) untuk (melaksanakan) shalat, mereka menjadikannya bahan olok- olokan dan permainan. Itu adalah karena sesungguhnya mereka kaum yang tidak mau berpikir.
HAMKA: Dan apabila kamu menyeru mereka kepada shalat, mereka menjadikannya sebagai ejekan dan permainan. Yang demikian itu karena mereka adalah kaum yang tidak berakal.

قُلْ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ هَلْ تَنْقِمُونَ مِنَّا إِلَّا أَنْ آمَنَّا بِاللَّهِ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْنَا وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلُ وَأَنَّ أَكْثَرَكُمْ فَاسِقُونَ

Kemenag RI 2019: Katakanlah, “Wahai Ahlulkitab, apakah kamu memandang kami salah hanya karena kami beriman kepada Allah, pada apa yang diturunkan kepada kami (Al-Qur’an), pada apa yang diturunkan sebelumnya, dan (kami yakin bahwa) sesungguhnya kebanyakan kamu adalah orang-orang fasik?” (QS. 5 : 59)
Prof. Quraish Shihab: Katakanlah (Nabi Muhammad saw.): “Hai Ahl al-Kitab! Apakah kamu memandang kami salah, hanya karena kami beriman kepada Allah, kepada apa yang diturunkan kepada kami dan kepada apa yang diturunkan sebelumnya, dan bahwa kebanyakan di antara kamu adalah orang-orang fasik (keluar dari ketaatan kepada Allah swt.)? ’
HAMKA: Katakanlah, "Wahai Ahlul Kitab! Bukankah kebencian kalian kepada kami itu hanyalah karena kami beriman kepada Allah, kepada apa yang diturunkan kepada kami, dan kepada apa yang diturunkan sebelumnya? Dan bahwasanya kebanyakan dari kalian adalah orang-orang yang fasik."

قُلْ هَلْ أُنَبِّئُكُمْ بِشَرٍّ مِنْ ذَٰلِكَ مَثُوبَةً عِنْدَ اللَّهِ ۚ مَنْ لَعَنَهُ اللَّهُ وَغَضِبَ عَلَيْهِ وَجَعَلَ مِنْهُمُ الْقِرَدَةَ وَالْخَنَازِيرَ وَعَبَدَ الطَّاغُوتَ ۚ أُولَٰئِكَ شَرٌّ مَكَانًا وَأَضَلُّ عَنْ سَوَاءِ السَّبِيلِ

Kemenag RI 2019: Katakanlah (Nabi Muhammad), “Apakah akan aku beritakan kepadamu tentang sesuatu yang lebih buruk pembalasannya daripada itu ) di sisi Allah? (Yaitu balasan) orang yang dilaknat dan dimurkai Allah (yang) di antara mereka Dia jadikan kera dan babi. ) (Di antara mereka ada pula yang) menyembah Tagut.” Mereka itu lebih buruk tempatnya dan lebih tersesat dari jalan yang lurus. (QS. 5 : 60)
Prof. Quraish Shihab: Katakanlah (Nabi Muhammad saw.): “Apakah akan aku beritahukan kepada kamu tentang (orang-orang) yang lebih buruk pembalasannya dari (orang-orang fasik) itu di sisi Allah? Yaitu, orang-orang yang dilaknat dan dimurkai Allah. Di antara mereka ada yang Dia jadikan kera-kera dan babi- babi; dan (orang) yang menyembah thaghnt?l5b Mereka itu lebih buruk kedudukan-(nya) dan lebih tersesat dari jalan yang lurus.
HAMKA: Katakanlah, "Maukah aku beritakan kepada kalian sesuatu yang lebih buruk balasannya di sisi Allah daripada yang demikian itu?" Yaitu orang-orang yang telah dilaknat oleh Allah, yang dimurkai-Nya, dan yang Dia jadikan kera-kera serta babi-babi, serta penyembah thagut. Mereka itulah orang-orang yang paling buruk tempatnya dan paling sesat dari jalan yang lurus.

وَإِذَا جَاءُوكُمْ قَالُوا آمَنَّا وَقَدْ دَخَلُوا بِالْكُفْرِ وَهُمْ قَدْ خَرَجُوا بِهِ ۚ وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا كَانُوا يَكْتُمُونَ

Kemenag RI 2019: Apabila (Ahlulkitab yang munafik) datang kepadamu, mereka berkata, “Kami telah beriman,” padahal mereka datang dengan kekufuran dan mereka pergi (juga) dengannya (kekufuran). Allah lebih mengetahui apa yang selalu mereka sembunyikan. (QS. 5 : 61)
Prof. Quraish Shihab: Dan apabila orang-orang (Yahudi atau munafik) datang kepada kamu, mereka berkata: “Kami telah beriman,” padahal sungguh mereka telah datang (kepada kamu) dengan kekufiiran dan sungguh mereka pergi dengannya (pula), dan Allah lebih mengetahui apa yang mereka sembunyikan.
HAMKA: Dan apabila mereka datang kepadamu, mereka berkata, "Kami telah beriman!" Padahal sesungguhnya mereka masuk dengan kekafiran dan keluar pun dengan itu juga. Dan Allah lebih mengetahui apa yang mereka sembunyikan.

وَتَرَىٰ كَثِيرًا مِنْهُمْ يُسَارِعُونَ فِي الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَأَكْلِهِمُ السُّحْتَ ۚ لَبِئْسَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Kemenag RI 2019: Kamu akan melihat banyak di antara mereka (Ahlulkitab) berlomba-lomba dalam perbuatan dosa, permusuhan, dan memakan (makanan) yang haram. Sungguh, itulah seburuk-buruk apa yang selalu mereka kerjakan. (QS. 5 : 62)
Prof. Quraish Shihab: Dan engkau akan melihat banyak dari mereka bersegera dalam dosa, permusuhan dan makan yang haram. Benar-benar sangat buruk apa yang telah mereka kerjakan.
HAMKA: Dan engkau akan melihat kebanyakan dari mereka berlomba-lomba dalam dosa, permusuhan, dan memakan yang haram. Sungguh buruk apa yang mereka kerjakan.

لَوْلَا يَنْهَاهُمُ الرَّبَّانِيُّونَ وَالْأَحْبَارُ عَنْ قَوْلِهِمُ الْإِثْمَ وَأَكْلِهِمُ السُّحْتَ ۚ لَبِئْسَ مَا كَانُوا يَصْنَعُونَ

Kemenag RI 2019: Mengapa para ulama dan pendeta tidak melarang mereka mengucapkan perkataan bohong dan memakan (makanan) yang haram? Sungguh, itulah seburuk- buruk apa yang selalu mereka perbuat. (QS. 5 : 63)
Prof. Quraish Shihab: Mengapa rabbdniyyim dan para pendeta (mereka) tidak menghalangi mereka dari perkataan mereka yang dosa dan makanan mereka yang haram? Benar-benar sangat buruk apa yang telah mereka perbuat.
HAMKA: Mengapa para pendeta dan ulama mereka tidak melarang mereka dari perkataan dosa dan memakan yang haram? Sungguh buruk apa yang telah mereka perbuat.

وَقَالَتِ الْيَهُودُ يَدُ اللَّهِ مَغْلُولَةٌ ۚ غُلَّتْ أَيْدِيهِمْ وَلُعِنُوا بِمَا قَالُوا ۘ بَلْ يَدَاهُ مَبْسُوطَتَانِ يُنْفِقُ كَيْفَ يَشَاءُ ۚ وَلَيَزِيدَنَّ كَثِيرًا مِنْهُمْ مَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ طُغْيَانًا وَكُفْرًا ۚ وَأَلْقَيْنَا بَيْنَهُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ إِلَىٰ يَوْمِ الْقِيَامَةِ ۚ كُلَّمَا أَوْقَدُوا نَارًا لِلْحَرْبِ أَطْفَأَهَا اللَّهُ ۚ وَيَسْعَوْنَ فِي الْأَرْضِ فَسَادًا ۚ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ

Kemenag RI 2019: Orang-orang Yahudi berkata, “Tangan Allah terbelenggu (kikir).” Sebenarnya tangan merekalah yang dibelenggu. Mereka dilaknat disebabkan apa yang telah mereka katakan. Sebaliknya, kedua tangan-Nya terbuka (Maha Pemurah). Dia memberi rezeki sebagaimana Dia kehendaki. (Al-Qur’an) yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu itu pasti akan menambah kedurhakaan dan kekufuran bagi kebanyakan mereka. Kami timbulkan permusuhan dan kebencian di antara mereka sampai hari Kiamat. Setiap kali mereka menyalakan api peperangan, Allah memadamkannya. Mereka berusaha (menimbulkan) kerusakan di bumi. Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan. (QS. 5 : 64)
Prof. Quraish Shihab: Dan orang-orang Yahudi berkata: “Tangan Allah terbelenggu (kikir).” Tangan merekalah yang dibelenggu dan merekalah yang dilaknat disebabkan apa yang telah mereka katakan. (Tidak demikian), tetapi kedua tangan-Nya terbuka; Dia menafkahkan sebagaimana Dia kehendaki. Dan apa yang diturunkan kepadamu (berupa tuntunan, di antaranya adalah wahyu al-Qur’an) dari Tuhan Pemelihara kamu, pasti akan menambah pelampauan batas dan kekufuran bagi banyak (orang) di antara mereka. Dan Kami campakkan permusuhan dan kebencian di antara mereka hingga Hari Kiamat. Setiap kali mereka menyalakan api peperangan, Allah memadamkannya dan mereka berbuat kerusakan di bumi, dan Allah tidak menyukai para pembuat kerusakan.
HAMKA: Dan orang-orang Yahudi berkata, "Tangan Allah terbelenggu!" Padahal yang terbelenggu adalah tangan mereka sendiri, dan mereka dikutuk karena apa yang mereka katakan itu. Bahkan kedua tangan-Nya terbuka, Dia memberi rezeki sebagaimana yang Dia kehendaki. Dan apa yang telah diturunkan oleh Tuhanmu kepadamu itu akan semakin menambah kedurhakaan dan kekufuran bagi kebanyakan dari mereka. Dan Kami akan timpakan di antara mereka permusuhan dan kebencian hingga hari Kiamat. Setiap kali mereka menyalakan api peperangan, Allah memadamkannya. Mereka terus berusaha membuat kerusakan di bumi, padahal Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.
Hal. 119

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْكِتَابِ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَكَفَّرْنَا عَنْهُمْ سَيِّئَاتِهِمْ وَلَأَدْخَلْنَاهُمْ جَنَّاتِ النَّعِيمِ

Kemenag RI 2019: Seandainya Ahlulkitab itu beriman dan bertakwa, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahan mereka dan tentu Kami masukkan mereka ke dalam surga-surga yang penuh kenikmatan. (QS. 5 : 65)
Prof. Quraish Shihab: Dan jika seandainya Ahl al-Kitab beriman dan bertakwa, pastilah Kami hapus kesalahan-kesalahan mereka dan pastilah Kami masukkan mereka (ke) surga-surga Na‘im (yang penuh kenikmatan).
HAMKA: Dan sekiranya Ahlul Kitab itu beriman dan bertakwa, niscaya Kami hapuskanlah dari mereka kesalahan-kesalahan mereka, dan niscaya Kami masukkanlah mereka ke dalam surga-surga ke nikmatan.

وَلَوْ أَنَّهُمْ أَقَامُوا التَّوْرَاةَ وَالْإِنْجِيلَ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِمْ مِنْ رَبِّهِمْ لَأَكَلُوا مِنْ فَوْقِهِمْ وَمِنْ تَحْتِ أَرْجُلِهِمْ ۚ مِنْهُمْ أُمَّةٌ مُقْتَصِدَةٌ ۖ وَكَثِيرٌ مِنْهُمْ سَاءَ مَا يَعْمَلُونَ

Kemenag RI 2019: Seandainya mereka menegakkan (hukum) Taurat, Injil, dan (Al-Qur’an) yang diturunkan kepada mereka dari Tuhan mereka, niscaya mereka akan mendapat makanan dari atas mereka dan dari bawah kaki mereka. ) Di antara mereka ada umat yang menempuh jalan yang lurus. Sementara itu, banyak di antara mereka sangat buruk apa yang mereka kerjakan. (QS. 5 : 66)
Prof. Quraish Shihab: Dan jika seandainya mereka sungguh-sungguh menegakkan Taurat, Injil dan apa yang diturunkan kepada mereka dari Tuhan Pemelihara mereka, niscaya mereka akan makan (memperoleh rezeki yang bersumber) dari atas mereka dan dari bawah kaki mereka. " Di antara mereka ada golongan yang pertengahan. Dan banyak di antara mereka yang sangat buruk apa yang mereka kerjakan.
HAMKA: Dan sekiranya mereka benar-benar menegakkan Taurat dan Injil serta apa yang telah diturunkan kepada mereka dari Tuhan mereka, niscaya mereka akan mendapatkan rezeki dari atas mereka dan dari bawah kaki mereka. Di antara mereka ada golongan yang berlaku adil, tetapi kebanyakan dari mereka sangat buruk amal perbuatannya.

يَا أَيُّهَا الرَّسُولُ بَلِّغْ مَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ ۖ وَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَمَا بَلَّغْتَ رِسَالَتَهُ ۚ وَاللَّهُ يَعْصِمُكَ مِنَ النَّاسِ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ

Kemenag RI 2019: Wahai Rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan Tuhanmu kepadamu. Jika engkau tidak melakukan (apa yang diperintahkan itu), berarti engkau tidak menyampaikan risalah-Nya. Allah menjaga engkau dari (gangguan) manusia. ) Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang kafir. (QS. 5 : 67)
Prof. Quraish Shihab: Wahai Rasul! Sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhan Pemeliharamu. Dan jika tidak engkau kerjakan, maka engkau tidak menyampaikan amanah-Nya. Allah memeliharamu dari (gangguan) manusia. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum kafir.
HAMKA: Wahai Rasul! Sampaikanlah apa yang telah diturunkan kepadamu dari Tuhanmu. Jika tidak engkau lakukan, maka engkau tidaklah menyampaikan perintah-Nya. Dan Allah akan melindungimu dari manusia. Sesungguhnya Allah tidak akan memberi petunjuk kepada kaum yang kafir.

قُلْ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لَسْتُمْ عَلَىٰ شَيْءٍ حَتَّىٰ تُقِيمُوا التَّوْرَاةَ وَالْإِنْجِيلَ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْكُمْ مِنْ رَبِّكُمْ ۗ وَلَيَزِيدَنَّ كَثِيرًا مِنْهُمْ مَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ طُغْيَانًا وَكُفْرًا ۖ فَلَا تَأْسَ عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

Kemenag RI 2019: Katakanlah (Nabi Muhammad), “Wahai Ahlulkitab, kamu tidak menganut sesuatu pun (agama yang benar) hingga kamu menegakkan ajaran-ajaran Taurat, Injil, dan (Al-Qur’an) yang diturunkan Tuhanmu kepadamu.” Apa yang diturunkan Tuhanmu kepadamu pasti akan membuat banyak di antara mereka lebih durhaka dan ingkar. Maka, janganlah engkau bersedih terhadap kaum yang kafir itu. (QS. 5 : 68)
Prof. Quraish Shihab: Katakanlah (Nabi Muhammad saw.): “Hai Ahl al-Kitab! Kamu tidak berada di atas satu pijakan (agama) sedikit pun hingga kamu menegakkan (ajaran) Taurat, Injil dan apa yang diturunkan kepada kamu dari Tuhan Pemelihara kamu.” Dan apa yang diturunkan kepadamu (berupa tuntunan, di antaranya adalah wahyu al-Qur’an) dari Tuhan Pemeliharamu, pasti akan menambah pidampaujii batas dan kekufuran bagi banyak (orang) di antara mereka; muka j:5J i gaillaJ i engkau bersedih hati rfrhadap orang-orang kafir.
HAMKA: Katakanlah, "Wahai Ahlul Kitab! Kalian tidak berada di atas kebenaran hingga kalian menegakkan Taurat dan Injil, serta apa yang telah diturunkan kepada kalian dari Tuhan kalian." Dan apa yang diturunkan dari Tuhanmu itu bagi kebanyakan mereka hanyalah menambah kedurhakaan dan kekafiran. Maka janganlah engkau bersedih terhadap kaum yang kafir itu.

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَالَّذِينَ هَادُوا وَالصَّابِئُونَ وَالنَّصَارَىٰ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَعَمِلَ صَالِحًا فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang Yahudi, Sabiin, dan Nasrani, siapa yang beriman kepada Allah, hari Akhir, dan beramal saleh, tidak ada rasa takut yang menimpa mereka dan mereka pun tidak bersedih. (QS. 5 : 69)
Prof. Quraish Shihab: Sesungguhnya orang-orang yang beriman (kepada Nabi Muhammad saw.), orang-orang Yahudi (yang mengaku beriman kepada Nabi Musa as.), Shabi’in (kaum musyrik atau penganut agama dan kepercayaan lain) dan orang-orang Nasrani (yang mengaku beriman kepada Nabi ‘Isa as.), siapa saja (di antara mereka) beriman kepada Allah dan Hari Kemudian serta mengerjakan amal saleh, maka tidak ada rasa takut menimpa mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.
HAMKA: Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang Yahudi, orang-orang Shabi’un, dan Nasrani—barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir serta beramal saleh, maka tidak ada ketakutan bagi mereka dan mereka tidak akan bersedih hati.

لَقَدْ أَخَذْنَا مِيثَاقَ بَنِي إِسْرَائِيلَ وَأَرْسَلْنَا إِلَيْهِمْ رُسُلًا ۖ كُلَّمَا جَاءَهُمْ رَسُولٌ بِمَا لَا تَهْوَىٰ أَنْفُسُهُمْ فَرِيقًا كَذَّبُوا وَفَرِيقًا يَقْتُلُونَ

Kemenag RI 2019: Sungguh, Kami benar-benar telah mengambil perjanjian dari Bani Israil dan telah mengutus rasul-rasul kepada mereka. ) Setiap kali rasul datang kepada mereka dengan membawa apa yang tidak sesuai dengan hawa nafsu mereka, sebagian (dari rasul itu) mereka dustakan dan sebagian yang lain mereka bunuh. (QS. 5 : 70)
Prof. Quraish Shihab: Demi (keagungan dan kekuasaan Kami)! Sungguh, Kami telah mengambil perjanjian dari Bani Israil dan Kami telah mengutus kepada mereka para utusan. (Tetapi), setiap datang seorang utusan kepada mereka dengan membawa apa yang tidak diingini oleh hawa nafsu mereka, sekelompok (dari para rasul itu) mereka dustakan dan sekelompok (lainnya) mereka bunuh.
HAMKA: Sesungguhnya Kami telah mengambil perjanjian dari Bani Israil dan telah Kami utus kepada mereka para rasul. Setiap kali datang seorang rasul kepada mereka dengan membawa ajaran yang tidak sesuai dengan hawa nafsu mereka, mereka mendustakannya. Bahkan, sebagian mereka membunuhnya.
Hal. 120

وَحَسِبُوا أَلَّا تَكُونَ فِتْنَةٌ فَعَمُوا وَصَمُّوا ثُمَّ تَابَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ ثُمَّ عَمُوا وَصَمُّوا كَثِيرٌ مِنْهُمْ ۚ وَاللَّهُ بَصِيرٌ بِمَا يَعْمَلُونَ

Kemenag RI 2019: Mereka mengira bahwa tidak akan terjadi fitnah (azab akibat dosa-dosa mereka). Oleh karena itu, mereka menjadi buta dan tuli. Setelah itu Allah menerima tobat mereka, kemudian banyak di antara mereka buta dan tuli (lagi). Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan. (QS. 5 : 71)
Prof. Quraish Shihab: Dan mereka mengira bahwa tidak akan ada suatu bencana (yang me nimpa mereka), maka mereka menjadi buta (tidak dapat melihat tanda-tanda kebesaran Allah swt.) dan tuli (tidak mendengar petunjuk dan peringatan- peringatan-Nya), kemudian (mereka sadar dan bertaubat, maka) Allah menerima taubat mereka, kemudian banyak dari mereka buta dan tuli (lagi). Dan Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan.
HAMKA: Mereka mengira tidak akan ada ujian, maka mereka pun menjadi buta dan tuli. Kemudian Allah menerima tobat mereka, tetapi setelah itu kebanyakan dari mereka kembali buta dan tuli. Dan Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan.

لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ ۖ وَقَالَ الْمَسِيحُ يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ اعْبُدُوا اللَّهَ رَبِّي وَرَبَّكُمْ ۖ إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ ۖ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ

Kemenag RI 2019: Sungguh, telah kufur orang-orang yang berkata, “Sesungguhnya Allah itulah Almasih putra Maryam.” Almasih (sendiri) berkata, “Wahai Bani Israil, sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu!” Sesungguhnya siapa yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka sungguh, Allah mengharamkan surga baginya dan tempatnya ialah neraka. Tidak ada seorang penolong pun bagi orang-orang zalim itu. (QS. 5 : 72)
Prof. Quraish Shihab: Demi (Allah)! Sungguh, telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah adalah al-Masih putra Maryam,” padahal al-Masih berkata: “Hai Bani Israil! Sembahlah Allah Tuhan Pemeliharaku dan Tuhan Pemelihara kamu. barang siapa Sesungguhnya menyekutukan Allah, maka sungguh Allah telah mengharamkan baginya surga dan tempatnya adalah neraka. Dan tidak ada bagi orang-orang zalim (satu) penolong (pun).”
HAMKA: Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata, "Sesungguhnya Allah adalah al-Masih putra Maryam!" Padahal al-Masih sendiri berkata, "Wahai Bani Israil! Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhan kalian!" Sesungguhnya barang siapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka sungguh Allah telah mengharamkan surga baginya, dan tempat kembalinya adalah neraka. Dan bagi orang-orang zalim tidak ada penolong.

لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ ثَالِثُ ثَلَاثَةٍ ۘ وَمَا مِنْ إِلَٰهٍ إِلَّا إِلَٰهٌ وَاحِدٌ ۚ وَإِنْ لَمْ يَنْتَهُوا عَمَّا يَقُولُونَ لَيَمَسَّنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

Kemenag RI 2019: Sungguh, telah kufur orang-orang yang mengatakan bahwa Allah adalah salah satu dari yang tiga, padahal tidak ada tuhan selain Tuhan Yang Maha Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan, pasti orang-orang yang kufur di antara mereka akan ditimpa azab yang sangat pedih. (QS. 5 : 73)
Prof. Quraish Shihab: Demi (Allah)! Sungguh, telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah salah satu dari tiga,” padahal sekali-kali tidak ada Tuhan (Yang Kuasa dan berhak disembah) melainkan Tuhan Yang Maha Esa semata-mata. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan, pasti orang-orang yang kafir di antara mereka akan ditimpa azab yang sangat pedih.
HAMKA: Dan sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata, "Sesungguhnya Allah adalah salah satu dari yang tiga." Padahal tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan, niscaya akan menimpa mereka azab yang pedih.

أَفَلَا يَتُوبُونَ إِلَى اللَّهِ وَيَسْتَغْفِرُونَهُ ۚ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Kemenag RI 2019: Tidakkah mereka bertobat kepada Allah dan memohon ampunan kepada-Nya, padahal Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang? (QS. 5 : 74)
Prof. Quraish Shihab: Maka, tidakkah mereka bertaubat kepada Allah dan memohon ampunan- Nya. Dan Allah Maha Pengampun, lagi Maha Pengasih.
HAMKA: Maka, mengapa mereka tidak juga bertobat kepada Allah dan memohon ampun kepada-Nya? Padahal Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

مَا الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ إِلَّا رَسُولٌ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهِ الرُّسُلُ وَأُمُّهُ صِدِّيقَةٌ ۖ كَانَا يَأْكُلَانِ الطَّعَامَ ۗ انْظُرْ كَيْفَ نُبَيِّنُ لَهُمُ الْآيَاتِ ثُمَّ انْظُرْ أَنَّىٰ يُؤْفَكُونَ

Kemenag RI 2019: Almasih putra Maryam hanyalah seorang rasul. Sebelumnya pun sudah berlalu beberapa rasul. Ibunya adalah seorang yang berpegang teguh pada kebenaran. Keduanya makan (seperti halnya manusia biasa). Perhatikanlah bagaimana Kami menjelaskan ayat-ayat (tanda-tanda kekuasaan) kepada mereka (Ahlulkitab), kemudian perhatikanlah bagaimana mereka dipalingkan (dari kebenaran). (QS. 5 : 75)
Prof. Quraish Shihab: Al-Masih putra Maryam tidak lain hanyalah seorang rasul. Sungguh, telah berlalu sebelumnya beberapa rasul, dan ibunya adalah seorang shiddiqab (yang sangat benar dalam niat, ucapan dan prilakunya), keduanya senantiasa memakan makanan. Perhatikanlah bagaimana Kami menjelaskan kepada mereka (Ahl al-Kitab) ayat-ayat (bukti-bukti, tanda-tanda, dan argumentasi yang beraneka ragam), kemudian perhatikanlah bagaimana mereka dipalingkan (tidak mau mengerti tentang tanda- tanda itu).
HAMKA: Al-Masih putra Maryam tidak lain hanyalah seorang rasul, seperti para rasul yang telah mendahuluinya. Dan ibunya adalah seorang wanita yang sangat taat. Keduanya biasa makan makanan seperti manusia lainnya. Perhatikanlah bagaimana Kami menjelaskan tanda-tanda kebesaran Kami kepada mereka, tetapi lihatlah bagaimana mereka tetap berpaling.

قُلْ أَتَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ مَا لَا يَمْلِكُ لَكُمْ ضَرًّا وَلَا نَفْعًا ۚ وَاللَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Kemenag RI 2019: Katakanlah (Nabi Muhammad), “Mengapa kamu menyembah selain Allah sesuatu yang tidak dapat mendatangkan kepadamu mudarat dan tidak (pula) manfaat?” Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS. 5 : 76)
Prof. Quraish Shihab: Katakanlah (Nabi Muhammad saw. dan siapa saja): “Apakah kamu menyembah selain dari Allah, sesuatu yang tidak mampu mendatangkan mudharat kepada kamu dan tidak (pula) memberi manfaat?” Dan Allah, Dia Yang Maha Mendengar, lagi Maha Mengetahui.
HAMKA: Katakanlah, "Apakah kalian menyembah selain Allah, sesuatu yang tidak berkuasa mendatangkan mudarat maupun manfaat bagi kalian? Padahal Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."
Hal. 121

قُلْ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لَا تَغْلُوا فِي دِينِكُمْ غَيْرَ الْحَقِّ وَلَا تَتَّبِعُوا أَهْوَاءَ قَوْمٍ قَدْ ضَلُّوا مِنْ قَبْلُ وَأَضَلُّوا كَثِيرًا وَضَلُّوا عَنْ سَوَاءِ السَّبِيلِ

Kemenag RI 2019: Katakanlah (Nabi Muhammad), “Wahai Ahlulkitab, janganlah kamu berlebih-lebihan dalam (urusan) agamamu tanpa hak. Janganlah kamu mengikuti hawa nafsu kaum yang benar-benar tersesat sebelum kamu dan telah menyesatkan banyak (manusia) serta mereka sendiri pun tersesat dari jalan yang lurus.” (QS. 5 : 77)
Prof. Quraish Shihab: Katakanlah (Nabi Muhammadsaw.): “Hai Ahl al-Kitab! Janganlah kamu ber lebih-lebihan dalam (melaksanakan) agama kamu dengan cara tidak benar. Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang sungguh telah tersesat dahulu (sebelum datangnya Nabi Muhammad saw.) dan mereka telah menyesatkan banyak (orang), dan mereka sesat dari jalan yang lurus (sesudah datangnya Nabi Muhammad saw.).
HAMKA: Katakanlah, "Wahai Ahlul Kitab! Janganlah kalian berlebih-lebihan dalam agama kalian di luar kebenaran, dan janganlah kalian mengikuti hawa nafsu suatu kaum yang telah tersesat sejak dahulu, serta telah menyesatkan banyak orang, dan mereka pun telah menyimpang dari jalan yang lurus."

لُعِنَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ عَلَىٰ لِسَانِ دَاوُودَ وَعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ ۚ ذَٰلِكَ بِمَا عَصَوْا وَكَانُوا يَعْتَدُونَ

Kemenag RI 2019: Orang-orang yang kufur dari Bani Israil telah dilaknat (oleh Allah) melalui lisan (ucapan) Daud dan Isa putra Maryam. Hal itu karena mereka durhaka dan selalu melampaui batas. (QS. 5 : 78)
Prof. Quraish Shihab: Telah dilaknat orang-orang kafir dari Bani Israil disebabkan oleh (ucapan) lisan Daud (yang melaksanakan syariat Nabi Musa as.) dan (juga ucapan) ‘Isa putra Maryam (yang mengukuhkan syariat Nabi Musa as.). Yang demikian (kutukan kedua Nabi) itu, disebabkan mereka telah durhaka dan melampaui batas.
HAMKA: Orang-orang kafir dari Bani Israil telah dikutuk melalui lisan Dawud dan Isa putra Maryam. Hal itu karena mereka telah berbuat durhaka dan selalu melanggar aturan.

كَانُوا لَا يَتَنَاهَوْنَ عَنْ مُنْكَرٍ فَعَلُوهُ ۚ لَبِئْسَ مَا كَانُوا يَفْعَلُونَ

Kemenag RI 2019: Mereka tidak saling mencegah perbuatan mungkar yang mereka lakukan. Sungguh, itulah seburuk-buruk apa yang selalu mereka lakukan. (QS. 5 : 79)
Prof. Quraish Shihab: Mereka tidak saling melarang tindakan munkar yang mereka perbuat. Benar-benar sangat buruk apa yang selalu mereka perbuat.
HAMKA: Mereka tidak saling melarang perbuatan mungkar yang telah mereka lakukan. Sungguh buruk apa yang telah mereka kerjakan.

تَرَىٰ كَثِيرًا مِنْهُمْ يَتَوَلَّوْنَ الَّذِينَ كَفَرُوا ۚ لَبِئْسَ مَا قَدَّمَتْ لَهُمْ أَنْفُسُهُمْ أَنْ سَخِطَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ وَفِي الْعَذَابِ هُمْ خَالِدُونَ

Kemenag RI 2019: Engkau melihat banyak di antara mereka bersekutu dengan orang-orang yang kufur (musyrik). Sungguh, itulah seburuk-buruk apa yang mereka lakukan untuk diri mereka sendiri (sehingga mengakibatkan) Allah murka kepada mereka. Mereka akan kekal dalam azab. (QS. 5 : 80)
Prof. Quraish Shihab: Engkau melihat banyak dari mereka (Ahl al-Kitab) yang menjadikan orang- orang yang kafir sebagai wali (teman dekat dan penolong). Demi (Allah)! Sungguh, sangat buruk apa yang mereka ajukan untuk diri mereka, (yaitu) murka Allah atas mereka; dan dalam azab mereka kekal.
HAMKA: Engkau akan melihat bahwa kebanyakan dari mereka menjadikan orang-orang kafir sebagai pemimpin. Sungguh buruk apa yang telah mereka persiapkan untuk diri mereka sendiri, hingga mereka mendapat kemurkaan Allah dan akan kekal dalam azab.

وَلَوْ كَانُوا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالنَّبِيِّ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مَا اتَّخَذُوهُمْ أَوْلِيَاءَ وَلَٰكِنَّ كَثِيرًا مِنْهُمْ فَاسِقُونَ

Kemenag RI 2019: Seandainya mereka beriman kepada Allah, Nabi (Muhammad), dan apa yang diturunkan kepadanya, niscaya mereka tidak akan menjadikan orang musyrik itu sebagai sekutu. ) Akan tetapi, banyak di antara mereka adalah orang-orang fasik. (QS. 5 : 81)
Prof. Quraish Shihab: Jika seandainya mereka (Ahl al- Kitab) beriman kepada Allah, kepada Nabi (Nabi Musa as. atau kepada Nabi Muhammad saw.) dan kepada apa yang diturunkan kepadanya (berupa Taurat atau al-Qur’an), tentu mereka tidak akan menjadikan mereka (orang-orang kafir itu) sebagai wali (teman dekat dan penolong), tetapi banyak dari mereka adalah orang-orang fasik (keluar dari ketaatan kepada Allah swt.)
HAMKA: Sekiranya mereka beriman kepada Allah, kepada Nabi itu, dan kepada apa yang diturunkan kepadanya, tentulah mereka tidak akan menjadikan orang-orang kafir sebagai pemimpin. Tetapi kebanyakan dari mereka adalah orang-orang fasik.

لَتَجِدَنَّ أَشَدَّ النَّاسِ عَدَاوَةً لِلَّذِينَ آمَنُوا الْيَهُودَ وَالَّذِينَ أَشْرَكُوا ۖ وَلَتَجِدَنَّ أَقْرَبَهُمْ مَوَدَّةً لِلَّذِينَ آمَنُوا الَّذِينَ قَالُوا إِنَّا نَصَارَىٰ ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّ مِنْهُمْ قِسِّيسِينَ وَرُهْبَانًا وَأَنَّهُمْ لَا يَسْتَكْبِرُونَ

Kemenag RI 2019: Pasti akan engkau dapati orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman, yaitu orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. Pasti akan engkau dapati pula orang yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman, yaitu orang-orang yang berkata, “Sesungguhnya kami adalah orang Nasrani.” Hal itu karena di antara mereka terdapat para pendeta dan rahib, juga karena mereka tidak menyombongkan diri. (QS. 5 : 82)
Prof. Quraish Shihab: Pasti, engkau (Nabi Muhammad saw.) benar-benar akan mendapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang Yahudi dan orang-orang yang menyekutukan (Allah swt.). Dan demi (Allah)! Engkau pasti akan mendapati yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya kami adalah orang-orang Nasrani.” Yang demikian itu karena di antara mereka itu terdapat para pendeta1'’8 dan para rahib,lw (dan juga) karena sesungguhnya mereka tidak menyombongkan diri.
HAMKA: Engkau akan mendapati bahwa orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang beriman adalah orang-orang Yahudi dan mereka yang mempersekutukan Allah. Dan engkau akan mendapati bahwa orang yang paling dekat dalam kasih sayang terhadap orang-orang beriman adalah mereka yang berkata, "Sesungguhnya kami ini adalah orang-orang Nasrani." Hal itu karena di antara mereka terdapat pendeta-pendeta dan rahib-rahib, serta karena mereka tidak menyombongkan diri.