.:: Per Jilid + Tafsir Al-Mahfuzh ::.

JILID 14 - JUZ 7-B

Hal. 132

إِنَّمَا يَسْتَجِيبُ الَّذِينَ يَسْمَعُونَ ۘ وَالْمَوْتَىٰ يَبْعَثُهُمُ اللَّهُ ثُمَّ إِلَيْهِ يُرْجَعُونَ

Kemenag RI 2019: Hanya orang-orang yang menyimak (ayat-ayat Allah) sajalah yang mematuhi (seruan-Nya). Adapun orang-orang yang mati ) kelak akan dibangkitkan oleh Allah, kemudian kepada-Nya mereka dikembalikan. (QS. 6 : 36)
Prof. Quraish Shihab: Sesungguhnya hanya orang-orang yang mendengar sajalah yang memperkenankan (seruan Allah swt.) dengan sungguh-sungguh, sedangkan orang-orang yang mati akan dibangkitkan oleh Allah, kemudian hanya kepada-Nya mereka akan dikembalikan.
HAMKA: Hanya saja yang mau menyahut ialah orang-orang yang mendengar. Sedang orang-orang yang mati itu akan dibangkitkan mereka oleh Allah. Kemudian itu kepada-Nyalah mereka akan dikembalikan.

وَقَالُوا لَوْلَا نُزِّلَ عَلَيْهِ آيَةٌ مِنْ رَبِّهِ ۚ قُلْ إِنَّ اللَّهَ قَادِرٌ عَلَىٰ أَنْ يُنَزِّلَ آيَةً وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُونَ

Kemenag RI 2019: Mereka (orang-orang musyrik) berkata, “Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Nabi Muhammad) suatu bukti (mukjizat) dari Tuhannya?” Katakanlah, “Sesungguhnya Allah Maha Kuasa menurunkan suatu bukti (mukjizat), tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.” (QS. 6 : 37)
Prof. Quraish Shihab: Mereka (orang-orang musyrik) berkata, "Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Nabi Muhammad saw.) suatu bukti (mukjizat) dari Tuhan Pemeliharanya?" Katakanlah (Nabi Muhammad saw.), "Sesungguhnya Allah kuasa menurunkan suatu ayat (berupa mukjizat aral t selain itu), tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui."
HAMKA: Dan mereka berkata, “Mengapa tidak diturunkan kepadanya satu ayat dari Tuhannya?” Katakanlah, “Sesungguhnya Allah berkuasa bahwa akan menurunkan satu ayat,” tetapi kebanyakan dari mereka tidaklah mengetahui.

وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا طَائِرٍ يَطِيرُ بِجَنَاحَيْهِ إِلَّا أُمَمٌ أَمْثَالُكُمْ ۚ مَا فَرَّطْنَا فِي الْكِتَابِ مِنْ شَيْءٍ ۚ ثُمَّ إِلَىٰ رَبِّهِمْ يُحْشَرُونَ

Kemenag RI 2019: Tidak ada seekor hewan pun (yang berada) di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan semuanya merupakan umat (juga) seperti kamu. ) Tidak ada sesuatu pun yang Kami luputkan di dalam kitab, ) kemudian kepada Tuhannya mereka dikumpulkan. (QS. 6 : 38)
Prof. Quraish Shihab: Dan tidak ada makhluk melata di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan umar-umat t juga) seperti kamu (manusia). Tidak Kami lupakan sesuatu pun dalam al-Kitab (al-Quran atau LAuh al-Mahfuzh), kemudian hanya kepada Tuhan Pemelihara merekalah, mereka dikumpulkan.
HAMKA: Dan tidak ada makhluk melata di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan umat-umat (juga) seperti kamu (manusia). Tidak Kami lupakan sesuatu pun dalam al-Kitab (al-Qur’an atau Lauh al-Mahfuzh), kemudian hanya kepada Tuhan Pemelihara merekalah mereka dikumpulkan.

وَالَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا صُمٌّ وَبُكْمٌ فِي الظُّلُمَاتِ ۗ مَنْ يَشَإِ اللَّهُ يُضْلِلْهُ وَمَنْ يَشَأْ يَجْعَلْهُ عَلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

Kemenag RI 2019: Orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami (seperti orang yang) tuli dan bisu, serta berada dalam berbagai kegelapan. Siapa yang dikehendaki Allah (dalam kesesatan), niscaya disesatkan-Nya. Siapa yang dikehendaki Allah (dalam petunjuk), niscaya Dia menjadikannya berada di atas jalan yang lurus. ) (QS. 6 : 39)
Prof. Quraish Shihab: Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami adalah tuli dan bisu, (sebagaimana halnya orang yang) berada dalam gelap gulita. Barang siapa dikehendaki Allah (untuk sesat karena kecenderungan hatinya untuk sesat), pasti disesatkannya. Dan barang siapa dikehendaki Allah (untuk diberi petunjuk karena menempuh jalan petunjuk), pasti Dia menjadikannya (berada) di atas jalan lebar yang lurus.
HAMKA: Dan orang-orang yang telah mendustakan ayat-ayat Kami itu adalah tuli dan bisu di dalam berbagai kegelapan. Barang siapa yang Allah kehendaki, niscaya akan Dia sesatkan dia dan barang siapa yang Dia kehendaki, akan Dia jadikan dia di atas jalan yang lurus.

قُلْ أَرَأَيْتَكُمْ إِنْ أَتَاكُمْ عَذَابُ اللَّهِ أَوْ أَتَتْكُمُ السَّاعَةُ أَغَيْرَ اللَّهِ تَدْعُونَ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ

Kemenag RI 2019: Katakanlah (Nabi Muhammad), “Terangkanlah kepadaku (bahwa) jika siksaan Allah sampai kepadamu (di dunia) atau hari Kiamat sampai kepadamu, apakah kamu (tetap) akan menyeru (tuhan) selain Allah, jika kamu (merasa) orang yang benar?” (QS. 6 : 40)
Prof. Quraish Shihab: Katakanlah (kepada para pendusta itu, wahai Nabi Muhammad saw.), "Beritahukanlah kepadaku (tentang keadaan diri kamu) jika datang siksa Allah kepada kamu, atau datang kepada kamu Hari Kiamat, apakah kamu menyeru selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar?"
HAMKA: Katakanlah: cobalah kabarkan kamu adzab Allah atau datang kepada kamu Kiamat, apakah kepada yang selain Allah kamu akan menyeru? Jika memang kamu orang-orang yang benar.

بَلْ إِيَّاهُ تَدْعُونَ فَيَكْشِفُ مَا تَدْعُونَ إِلَيْهِ إِنْ شَاءَ وَتَنْسَوْنَ مَا تُشْرِكُونَ

Kemenag RI 2019: Tidak! Hanya kepada-Nya kamu menyeru. Maka, jika Dia menghendaki, Dia hilangkan apa (bahaya dan siksa) yang (karenanya) kamu memohon kepada-Nya, dan (karena dahsyatnya keadaan) kamu tinggalkan apa yang kamu persekutukan (dengan Allah). (QS. 6 : 41)
Prof. Quraish Shihab: Tidak! Tetapi hanya Dia-lah yang kamu seru, maka Dia menghilangkan apa (bahaya dan siksa) yang karenanya kamu berdoa kepada-Nya jika Dia menghendaki. Dan (karena dahsyatnya bahaya dan mencekamnya keadaan) kamu lupakan apa (sembahan-sembahan) yang kamu sekutukan (dengan Allah swt.).
HAMKA: Bahkan, Dialah yang kamu seru maka Dialah yang akan melepaskan apa yang kamu mohonkan kepada-Nya itu, jika Dia kehendaki dan akan lupakan kamu kepada apa yang kamu persekutukan itu.

وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا إِلَىٰ أُمَمٍ مِنْ قَبْلِكَ فَأَخَذْنَاهُمْ بِالْبَأْسَاءِ وَالضَّرَّاءِ لَعَلَّهُمْ يَتَضَرَّعُونَ

Kemenag RI 2019: Sungguh, Kami telah mengutus (para rasul) kepada umat-umat sebelum engkau, (tetapi mereka membangkang,) kemudian Kami siksa mereka dengan (menimpakan) kemelaratan dan kesengsaraan, agar tunduk merendahkan diri (kepada Allah). (QS. 6 : 42)
Prof. Quraish Shihab: Dan demi (keagungan dan kekuasaan Kami)! Sungguh, Kami telah mengutus kepada umat-umat sebelum engkau (Nabi Muhammad saw.), tetapi mereka membangkang. Maka Kami siksa mereka dengan kesengsaraan dan kemelaratan supaya mereka tunduk merendahkan diri.
HAMKA: Dan sesungguhnya Kami telah mengutus (beberapa) umat-umat sebelum engkau (Nabi Muhammad saw.), kemudian Kami timpakan kepada mereka kesengsaraan dan penderitaan agar mereka tunduk dengan merendahkan diri (kepada Allah).

فَلَوْلَا إِذْ جَاءَهُمْ بَأْسُنَا تَضَرَّعُوا وَلَٰكِنْ قَسَتْ قُلُوبُهُمْ وَزَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطَانُ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Kemenag RI 2019: Akan tetapi, mengapa mereka tidak tunduk merendahkan diri (kepada Allah) ketika siksaan Kami datang menimpa mereka? Bahkan hati mereka telah menjadi keras dan setan pun menjadikan terasa indah bagi mereka apa yang selalu mereka kerjakan. (QS. 6 : 43)
Prof. Quraish Shihab: Maka, mengapa mereka tidak tunduk merendahkan diri ketika datang siksa Kami kepada mereka? Bahkan hati mereka telah menjadi keras, dan setan (pun) memperindah bagi mereka apa yang (selalu) mereka kerjakan.
HAMKA: Mengapalah, tatkala telah datang kepada mereka bencana dan Kami, tidak mereka merendahkan diri. Akan tetapi, keraslah hati mereka dan disanjung-sanjungkan oleh setan kepada mereka segala yang telah mereka kerjakan itu.

فَلَمَّا نَسُوا مَا ذُكِّرُوا بِهِ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ أَبْوَابَ كُلِّ شَيْءٍ حَتَّىٰ إِذَا فَرِحُوا بِمَا أُوتُوا أَخَذْنَاهُمْ بَغْتَةً فَإِذَا هُمْ مُبْلِسُونَ

Kemenag RI 2019: Maka, ketika mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan pintu-pintu segala sesuatu (kesenangan) untuk mereka, sehingga ketika mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka secara tiba-tiba, maka ketika itu mereka terdiam putus asa. (QS. 6 : 44)
Prof. Quraish Shihab: Maka, ketika mereka mengabaikan apa yang diperingatkan kepada mereka dengannya, Kami membukakan pintu-pintu segala sesuatu (yang berkaitan dengan kesenangan duniawi) untuk mereka. Sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan tiba-tiba, maka seketika itu mereka terdiam berputus asa.
HAMKA: Maka tatkala mereka telah lupa apa yang telah diperingatkan kepada mereka, Kami bukakanlah untuk mereka pintu-pintu dari tiap-tiap sesuatu. Sehingga apabila mereka telah bergembira dengan apa yang diberikan kepada mereka itu, Kami siksa lah mereka dengan sekonyong-konyong. Tiba-tiba, mereka pun merasa kecewa.
Hal. 133

فَقُطِعَ دَابِرُ الْقَوْمِ الَّذِينَ ظَلَمُوا ۚ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Kemenag RI 2019: Maka, orang-orang yang zalim itu dimusnahkan sampai ke akar-akarnya. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. (QS. 6 : 45)
Prof. Quraish Shihab: Maka, dimusnahkanlah kaum yang zalim (itu) sampai ke akar-akarnya, dan segala puji hanya bagi Allah, Tuhan Pemelihara seluruh alam.
HAMKA: Lalu dipotong habislah bibit-bibit kaum yang zalim. Dan sekalian puji-pujian adalah untuk Allah, Tuhan serwa sekalian alam.

قُلْ أَرَأَيْتُمْ إِنْ أَخَذَ اللَّهُ سَمْعَكُمْ وَأَبْصَارَكُمْ وَخَتَمَ عَلَىٰ قُلُوبِكُمْ مَنْ إِلَٰهٌ غَيْرُ اللَّهِ يَأْتِيكُمْ بِهِ ۗ انْظُرْ كَيْفَ نُصَرِّفُ الْآيَاتِ ثُمَّ هُمْ يَصْدِفُونَ

Kemenag RI 2019: Katakanlah (Nabi Muhammad), “Terangkanlah kepadaku jika Allah mencabut pendengaran dan penglihatan serta menutup hatimu, siapakah tuhan selain Allah yang kuasa mengembalikannya kepadamu?” Perhatikanlah, bagaimana Kami menjelaskan berulang-ulang (kepada mereka) tanda-tanda kekuasaan (Kami), tetapi mereka tetap berpaling. (QS. 6 : 46)
Prof. Quraish Shihab: Katakanlah (Nabi Muhammad saw.), "Terangkanlah kepadaku jika Allah mengambil pendengaran kamu dan penglihatan-penglihatan kamu serta mengunci mati hati kamu, siapakah Tuhan selain Allah (yang mengembalikannya kepada kamu)?" Perhatikanlah, bagaimana Kami berkali-kali menjelaskan tanda-tanda (kebesaran dan kekuasaan Kami), kemudian mereka (tetap) berpaling.
HAMKA: Katakanlah, “Bagaimana pikiran kamu jika dicabut Allah pendengaran kamu dan penglihatan kamu dan Dia materai hati kamu Siapakah Tuhan selain Allah yang akan mengembalikannya kepada kamu?” Perhatikanlah, betapa Kami mengulang-ulang ayat-ayat itu. Kemudian itu, mereka pun berpaling juga.

قُلْ أَرَأَيْتَكُمْ إِنْ أَتَاكُمْ عَذَابُ اللَّهِ بَغْتَةً أَوْ جَهْرَةً هَلْ يُهْلَكُ إِلَّا الْقَوْمُ الظَّالِمُونَ

Kemenag RI 2019: Katakanlah (Nabi Muhammad), “Terangkanlah kepadaku jika siksaan Allah sampai kepadamu secara tiba-tiba atau terang-terangan, adakah yang dibinasakan (Allah) selain orang-orang yang zalim?” (QS. 6 : 47)
Prof. Quraish Shihab: Katakanlah (Nabi Muhammad saw.), "Terangkanlah kepadaku jika datang siksa Allah kepada kamu dengan tiba-tiba atau terang-terangan, maka adakah yang dibinasakan selain kaum yang zalim?"
HAMKA: Katakanlah, “Kabarkanlah kepadaku jika datang kepada kamu azab Allah dengan tiba-tiba atau berterang-terang adakah yang dibinasakan selain dari kaum yang aniaya?”

وَمَا نُرْسِلُ الْمُرْسَلِينَ إِلَّا مُبَشِّرِينَ وَمُنْذِرِينَ ۖ فَمَنْ آمَنَ وَأَصْلَحَ فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

Kemenag RI 2019: Tidaklah Kami utus para rasul melainkan untuk memberi kabar gembira dan memberi peringatan. Siapa beriman dan mengadakan perbaikan, maka tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati. (QS. 6 : 48)
Prof. Quraish Shihab: Dan tidaklah Kami mengutus para rasul melainkan sebagai pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan. Barang siapa beriman dan mengadakan perbaikan, maka tidak ada rasa takut pada mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.
HAMKA: Dan tidaklah Kami mengutus rasul-rasul itu melainkan sebagai pembawa berita gembira dan berita ancaman. Maka barangsiapa yang beriman dan berbuat perbaikan, tiadalah ada ketakutan atas mereka dan tiadalah mereka berduka cita.

وَالَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا يَمَسُّهُمُ الْعَذَابُ بِمَا كَانُوا يَفْسُقُونَ

Kemenag RI 2019: Orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami akan ditimpa azab karena mereka selalu berbuat fasik (berbuat dosa). (QS. 6 : 49)
Prof. Quraish Shihab: Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, siksa akan menimpa mereka karena mereka selalu berbuat fasik (keluar dari ketaatan kepada Allah swt.).
HAMKA: Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami itu akan mengenailah kepada mereka azab dan sebab apa yang telah mereka fasikkan itu.

قُلْ لَا أَقُولُ لَكُمْ عِنْدِي خَزَائِنُ اللَّهِ وَلَا أَعْلَمُ الْغَيْبَ وَلَا أَقُولُ لَكُمْ إِنِّي مَلَكٌ ۖ إِنْ أَتَّبِعُ إِلَّا مَا يُوحَىٰ إِلَيَّ ۚ قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الْأَعْمَىٰ وَالْبَصِيرُ ۚ أَفَلَا تَتَفَكَّرُونَ

Kemenag RI 2019: Katakanlah (Nabi Muhammad), “Aku tidak mengatakan kepadamu bahwa perbendaharaan (rezeki) Allah ada padaku, aku (sendiri) tidak mengetahui yang gaib, dan aku tidak (pula) mengatakan kepadamu bahwa aku malaikat. Aku tidak mengikuti kecuali apa yang diwahyukan kepadaku.” Katakanlah, “Apakah sama orang yang buta dengan orang yang melihat? Apakah kamu tidak memikirkan(-nya)?” (QS. 6 : 50)
Prof. Quraish Shihab: Katakanlah (Nabi Muhammad saw.), "Aku tidak mengatakan kepada kamu bahwa terdapat padaku gudang-gudang (rezeki dan kekayaan) Allah, dan aku tidak mengetahui yang gaib (tanpa bantuan dari Allah swt.), dan tidak (pula) aku mengatakan kepada kamu bahwa aku adalah malaikat. Aku tidak mengikuti kecuali apa yang diwahyukan kepadaku." Katakanlah, "Apakah sama orang yang buta dengan orang yang melihat?" Maka tidakkah kamu berpikir?
HAMKA: Katakanlah, “Tidaklah aku akan berkata kepadamu bahwa di sisiku ada beberapa perbendaharaan Allah dan tidaklah aku mengetahui akan yang gaib dan tidaklah aku akan mengatakan kepada kamu bahwa aku ini adalah malaikat. Tidak lain yang aku ikuti hanyalah apa yang diwahyukan kepadaku.” Katakanlah, “Apakah bersamaan yang buta dengan yang nyalang? Apakah kamu tidak berpikir?”

وَأَنْذِرْ بِهِ الَّذِينَ يَخَافُونَ أَنْ يُحْشَرُوا إِلَىٰ رَبِّهِمْ ۙ لَيْسَ لَهُمْ مِنْ دُونِهِ وَلِيٌّ وَلَا شَفِيعٌ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ

Kemenag RI 2019: Peringatkanlah dengannya (Al-Qur’an) orang-orang yang takut akan dikumpulkan menghadap Tuhannya (pada hari Kiamat). Tidak ada bagi mereka pelindung dan pemberi syafaat (pertolongan) selain Allah, agar mereka bertakwa. (QS. 6 : 51)
Prof. Quraish Shihab: Dan berilah peringatan dengannya (al-Qur’an) kepada orang-orang yang takut akan dikumpulkan kepada Tuhan Pemelihara mereka, sedangkan bagi mereka tidak ada pelindung dan tidak (pula) pemberi syafaat selain Allah, supaya mereka bertakwa.
HAMKA: Dan ancamkanlah dengan dia (Al-Qur’an) kepada orang-orang yang takut bahwa mereka dikumpulkan kepada Tuhan mereka. Tidak ada bagi mereka selain dari-Nya pelindung dan tidak pula yang akan menolong melepaskan. Mudah-mudahan mereka menjadi orang-orang yang bertakwa.

وَلَا تَطْرُدِ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ ۖ مَا عَلَيْكَ مِنْ حِسَابِهِمْ مِنْ شَيْءٍ وَمَا مِنْ حِسَابِكَ عَلَيْهِمْ مِنْ شَيْءٍ فَتَطْرُدَهُمْ فَتَكُونَ مِنَ الظَّالِمِينَ

Kemenag RI 2019: Janganlah engkau (Nabi Muhammad) mengusir orang-orang yang menyeru Tuhannya pada pagi dan petang hari, sedangkan mereka mengharapkan keridaan-Nya. Engkau tidak memikul tanggung jawab sedikit pun terhadap perbuatan mereka dan mereka (pun) tidak memikul tanggung jawab sedikit pun terhadap perbuatanmu, sehingga engkau (tidak berhak) mengusir mereka. (Jika dilakukan,) engkau termasuk orang-orang yang zalim. ) (QS. 6 : 52)
Prof. Quraish Shihab: Dan janganlah engkau (Nabi Muhammad saw.) mengusir orang-orang (miskin) yang menyeru Tuhan Pemelihara mereka di pagi hari dan di petang hari, sedangkan mereka menghendaki keridaan-Nya. Engkau tidak memikul sedikit pun perhitungan (tanggung jawab) terhadap mereka, dan mereka tidak memikul sedikit pun perhitungan (tanggung jawab) terhadap engkau. Maka, (jika) engkau mengusir mereka, engkau termasuk orang-orang yang zalim.
HAMKA: Dan janganlah engkau usir orang-orang yang menyeru Tuhan mereka pada pagi hari dan petang yang menginginkan wajah Tuhannya. Tidaklah kewajiban engkau atas sesuatu dari perhitungan mereka. Dan tidak (pula) kewajiban mereka atas sesuatu dari perbuatan engkau. Maka bila engkau usir mereka, jadilah engkau dari orang-orang yang zalim.
Hal. 134

وَكَذَٰلِكَ فَتَنَّا بَعْضَهُمْ بِبَعْضٍ لِيَقُولُوا أَهَٰؤُلَاءِ مَنَّ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنْ بَيْنِنَا ۗ أَلَيْسَ اللَّهُ بِأَعْلَمَ بِالشَّاكِرِينَ

Kemenag RI 2019: Demikianlah Kami telah menguji sebagian mereka (yang kaya dan berkuasa) dengan sebagian yang lain (yang miskin dan menderita), sehingga mereka (yang kaya dan kufur itu) berkata, “Orang-orang semacam inikah (yang status sosialnya rendah) di antara kita yang diberi anugerah oleh Allah?” (Allah berfirman,) “Tidakkah Allah lebih mengetahui tentang mereka yang bersyukur (kepada-Nya)?” (QS. 6 : 53)
Prof. Quraish Shihab: Dan demikianlah telah Kami uji sebagian mereka dengan sebagian yang lain, sehingga mereka (yang kaya dan berkuasa) berkata, “Orang-orang semacam inikah (yang status sosialnya sangat rendah) di antara kita yang dianugerahi (karunia) oleh Allah kepada mereka?” Tidakkah Allah lebih mengetahui tentang orang-orang yang bersyukur (kepada-Nya)?
HAMKA: Dan demikianlah telah Kami uji sebagian dari mereka dengan yang sebagian sehingga mereka pun berkata, “Apakah orang-orang ini yang diberi karunia Allah atas mereka di antara kita?” Bukankah Allah itu lebih tahu akan orang-orang yang bersyukur?

وَإِذَا جَاءَكَ الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِآيَاتِنَا فَقُلْ سَلَامٌ عَلَيْكُمْ ۖ كَتَبَ رَبُّكُمْ عَلَىٰ نَفْسِهِ الرَّحْمَةَ ۖ أَنَّهُ مَنْ عَمِلَ مِنْكُمْ سُوءًا بِجَهَالَةٍ ثُمَّ تَابَ مِنْ بَعْدِهِ وَأَصْلَحَ فَأَنَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Kemenag RI 2019: Apabila orang-orang yang beriman pada ayat-ayat Kami datang kepadamu, katakanlah, “Sal?mun ‘alaikum (semoga keselamatan tercurah kepadamu).” Tuhanmu telah menetapkan sifat kasih sayang pada diri-Nya, (yaitu) siapa yang berbuat kejahatan di antara kamu karena kejahilan (kebodohan, kecerobohan, dorongan nafsu, amarah dan sebagainya), kemudian dia bertobat setelah itu dan memperbaiki diri, maka sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. 6 : 54)
Prof. Quraish Shihab: Dan apabila orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami datang kepadamu (Nabi Muhammad saw.), maka katakanlah, “Sal?mun ‘alaikum (Salam sejahtera bagi kamu).” Tuhan Pemelihara kamu telah menetapkan atas Diri-Nya rahmat, (yaitu) bahwa barang siapa berbuat kejahatan di antara kamu disebabkan oleh kejahilan (kecerobohan, dorongan nafsu, atau amarah dan semacamnya), kemudian dia bertobat setelah melakukannya serta mengadakan perbaikan, maka sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Pengasih.
HAMKA: Dan jika datang kepada engkau orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami maka katakanlah, “Selamat sejahtera atas kamu! Tuhan kamu telah mewajibkan atas diri-Nya sendiri akan memberi rahmat. (Yaitu) barang siapa di antara kamu yang beramal dengan suatu kejahatan karena kebodohan kemudian itu diperbuat sesudahnya dan memperbaiki maka sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun lagi Penyayang.”

وَكَذَٰلِكَ نُفَصِّلُ الْآيَاتِ وَلِتَسْتَبِينَ سَبِيلُ الْمُجْرِمِينَ

Kemenag RI 2019: Demikianlah Kami terangkan ayat-ayat Al-Qur’an secara terperinci (agar terlihat jelas jalan kebenaran) dan agar terlihat jelas (pula) jalan para pendurhaka. (QS. 6 : 55)
Prof. Quraish Shihab: Demikianlah Kami menjelaskan ayat-ayat (keterangan-keterangan dan tuntunan-tuntunan Kami) secara terperinci, dan supaya jelas jalan para pendurhaka. Katakanlah (Nabi Muhammad saw.), “Sesungguhnya aku dilarang menyembah
HAMKA: Dan demikianlah Kami menjelaskan beberapa ayat supaya dapat jelaslah ke mana jalan bagi orang-orang yang berbuat kesalahan besar.

قُلْ إِنِّي نُهِيتُ أَنْ أَعْبُدَ الَّذِينَ تَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ ۚ قُلْ لَا أَتَّبِعُ أَهْوَاءَكُمْ ۙ قَدْ ضَلَلْتُ إِذًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُهْتَدِينَ

Kemenag RI 2019: Katakanlah (Nabi Muhammad), “Sesungguhnya aku dilarang menyembah tuhan-tuhan yang kamu sembah selain Allah.” Katakanlah, “Aku tidak akan mengikuti keinginanmu. Jika berbuat demikian, sungguh tersesatlah aku, dan aku tidak termasuk orang yang mendapat petunjuk.” (QS. 6 : 56)
Prof. Quraish Shihab: Katakanlah (Nabi Muhammad saw.), “Sesungguhnya aku dilarang menyembah (sesuatu) yang kamu sembah selain Allah.” Katakanlah, “Aku tidak akan mengikuti hawa nafsu kamu, sungguh sesatlah aku jika (berbuat) demikian, dan tidaklah (pula) aku termasuk orang-orang yang mendapat petunjuk.”
HAMKA: Katakanlah, “Sesungguhnya aku telah dilarang menyembah apa yang kamu seru selain dari Allah itu.” Katakanlah, “Tidakkah aku akan mengikuti kehendak kamu. Karena sesungguhnya telah sesatlah aku kalau begitu dan tidaklah aku daripada orang-orang yang diberi petunjuk.”

قُلْ إِنِّي عَلَىٰ بَيِّنَةٍ مِنْ رَبِّي وَكَذَّبْتُمْ بِهِ ۚ مَا عِنْدِي مَا تَسْتَعْجِلُونَ بِهِ ۚ إِنِ الْحُكْمُ إِلَّا لِلَّهِ ۖ يَقُصُّ الْحَقَّ ۖ وَهُوَ خَيْرُ الْفَاصِلِينَ

Kemenag RI 2019: Katakanlah (Nabi Muhammad), “Aku (berada) di atas keterangan yang nyata (kebenarannya, yaitu Al-Qur’an) dari Tuhanku, sedangkan kamu mendustakannya. Bukanlah kewenanganku (untuk menurunkan azab) yang kamu tuntut untuk disegerakan kedatangannya. Menetapkan hukum itu hanyalah hak Allah. Dia menerangkan kebenaran dan Dia pemberi keputusan yang terbaik.” (QS. 6 : 57)
Prof. Quraish Shihab: atakanlah (Nabi Muhammad saw.), “Sesungguhnya aku berada di atas sesuatu keterangan yang sangat nyata (kebenarannya, yaitu al-Qur’an) dari Tuhan Pemeliharaku, sedangkan kamu mendustakannya. Tidak terdapat di sisiku (wewenang untuk menurunkan) apa (siksa) yang kamu tuntut untuk disegerakan kedatangannya. Menetapkan hukum hanyalah hak (milik) Allah. Dia menjelaskan yang sebenarnya dan Dia-lah sebaik-baik Pemberi penjelasan.”
HAMKA: Katakanlah, “Sesungguhnya aku adalah di atas keterangan yang nyata dari Tuhanku, tetapi kamu mendustakannya. Tidaklah ada kepadaku apa yang kamu harapkan cepat itu. Karena tidaklah ada hukum melainkan bagi Allah. Dialah yang akan menerangkan kebenaran dan Dialah yang sebaik-baik Pemutus.”

قُلْ لَوْ أَنَّ عِنْدِي مَا تَسْتَعْجِلُونَ بِهِ لَقُضِيَ الْأَمْرُ بَيْنِي وَبَيْنَكُمْ ۗ وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالظَّالِمِينَ

Kemenag RI 2019: Katakanlah (Nabi Muhammad), “Seandainya ada padaku (kewenangan untuk menurunkan) apa (azab) yang kamu minta agar disegerakan kedatangannya, tentu selesailah segala perkara antara aku dan kamu.” ) Allah lebih mengetahui tentang orang-orang yang zalim. (QS. 6 : 58)
Prof. Quraish Shihab: Katakanlah (Nabi Muhammad saw.), “Jika seandainya ada padaku (wewenang dan kekuasaan untuk menurunkan) apa (siksa) yang kamu minta supaya disegerakan kedatangannya, tentu telah selesailah urusan (yang ada) antara aku dan kamu. Dan Allah lebih mengetahui tentang orang-orang zalim.”
HAMKA: Katakanlah, “Jikalau adalah di sisiku apa yang kamu harapkan cepat itu niscaya berlaku lah perkara di antara aku dan di antara kamu. Sedangkan Allah itu lebih mengetahui siapa-siapa orang yang zalim.”

وَعِنْدَهُ مَفَاتِحُ الْغَيْبِ لَا يَعْلَمُهَا إِلَّا هُوَ ۚ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ ۚ وَمَا تَسْقُطُ مِنْ وَرَقَةٍ إِلَّا يَعْلَمُهَا وَلَا حَبَّةٍ فِي ظُلُمَاتِ الْأَرْضِ وَلَا رَطْبٍ وَلَا يَابِسٍ إِلَّا فِي كِتَابٍ مُبِينٍ

Kemenag RI 2019: Kunci-kunci semua yang gaib ada pada-Nya; tidak ada yang mengetahuinya selain Dia. Dia mengetahui apa yang ada di darat dan di laut. Tidak ada sehelai daun pun yang gugur yang tidak diketahui-Nya. Tidak ada sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak pula sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan (tertulis) dalam kitab yang nyata (Lauhulmahfuz). (QS. 6 : 59)
Prof. Quraish Shihab: Dan di sisi-Nya kunci-kunci gaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia. Dan Dia mengetahui apa yang ada di daratan dan di lautan. Dan tidak ada sehelai daun pun yang jatuh melainkan Dia mengetahuinya (pula). Dan tidak (pula) sebutir biji yang jatuh dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan (semuanya) tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).
HAMKA: Dan pada sisi-Nyalah kunci-kunci yang gaib. Tidaklah mengetahui akan dia kecuali Dia dan Dialah yang mengetahui apa yang di darat dan di laut. Dan tidaklah gugur dari sehelai daun pun kecuali dengan pengetahuan-Nya dan tidak pun satu biji di gelap gulita bumi dan tidak yang basah dan tidak yang kering, melainkan ada di dalam kitab yang nyata.
Hal. 135

وَهُوَ الَّذِي يَتَوَفَّاكُمْ بِاللَّيْلِ وَيَعْلَمُ مَا جَرَحْتُمْ بِالنَّهَارِ ثُمَّ يَبْعَثُكُمْ فِيهِ لِيُقْضَىٰ أَجَلٌ مُسَمًّى ۖ ثُمَّ إِلَيْهِ مَرْجِعُكُمْ ثُمَّ يُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

Kemenag RI 2019: Dialah yang menidurkan kamu pada malam hari dan Dia mengetahui apa yang kamu kerjakan pada siang hari. Kemudian, Dia membangunkan kamu padanya (siang hari) untuk disempurnakan umurmu yang telah ditetapkan. Kemudian kepada-Nya tempat kamu kembali, lalu Dia memberitahukan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. (QS. 6 : 60)
Prof. Quraish Shihab: Dan Dia-lah yang mematikan (menidurkan) kamu di malam (hari), sedangkan Dia mengetahui apa yang kamu kerjakan pada siang (hari); kemudian Dia membangkitkan (membangunkan) kamu pada siang itu untuk disempurnakan ajal (batas akhir umur kamu) yang telah ditentukan. Kemudian, kepada-Nya-lah tempat kamu kembali, lalu Dia memberitahukan kepada kamu apa yang dahulu kamu kerjakan.
HAMKA: Dan Dialah yang memegang (nyawamu) pada waktu malam dan yang mengetahui apa yang kamu kerjakan pada siang hari kemudian itu akan dibangkitkan-Nya kamu kepada-Nya supaya disempurnakan waktu yang telah ditentukan. Kemudian, kepada-Nyalah kamu akan kembali. Kemudian Dia akan mengabarkan kepada kamu apa yang kamu kerjakan.

وَهُوَ الْقَاهِرُ فَوْقَ عِبَادِهِ ۖ وَيُرْسِلُ عَلَيْكُمْ حَفَظَةً حَتَّىٰ إِذَا جَاءَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ تَوَفَّتْهُ رُسُلُنَا وَهُمْ لَا يُفَرِّطُونَ

Kemenag RI 2019: Dialah Penguasa mutlak di atas semua hamba-Nya, dan Dia mengutus kepadamu malaikat-malaikat penjaga, sehingga apabila kematian datang kepada salah seorang di antara kamu, malaikat-malaikat Kami mencabut nyawanya, dan mereka tidak melalaikan tugasnya. (QS. 6 : 61)
Prof. Quraish Shihab: Dan Dia-lah Penguasa di atas para hamba-Nya. Dan Dia mengutus kepada kamu (para malaikat yang bertugas sebagai) para penjaga, sampai apabila datang kematian kepada salah seorang di antara kamu, dia diwafatkan oleh para rasul Kami (para malaikat maut), sedangkan mereka tidak melalaikan (kewajibannya).
HAMKA: Dan Dialah yang sangat Perkasa atas hamba-hamba-Nya dan Dia kirimkan kepada kamu pemelihara sehingga apabila datang kepada seseorang kamu kematian, diambillah akan dia oleh utusan-utusan Kami, dan tidaklah mereka itu leter (terlalai).

ثُمَّ رُدُّوا إِلَى اللَّهِ مَوْلَاهُمُ الْحَقِّ ۚ أَلَا لَهُ الْحُكْمُ وَهُوَ أَسْرَعُ الْحَاسِبِينَ

Kemenag RI 2019: Kemudian mereka (hamba-hamba Allah) dikembalikan kepada Allah, Penguasa mereka yang sebenarnya. Ketahuilah bahwa segala hukum (pada hari itu) hanya milik-Nya, Dialah pembuat perhitungan yang paling cepat. (QS. 6 : 62)
Prof. Quraish Shihab: Kemudian, mereka dikembalikan kepada Allah, Penguasa mereka yang hak (benar). Ketahuilah bahwa hanya bagi-Nya segala hukum. Dan Dia-lah Pembuat perhitungan yang paling cepat.
HAMKA: Kemudian itu, dikembalikanlah mereka itu kepada Allah, yang dipertuhan mereka yang sebenarnya. Ketahuilah, bahwa kepunyaan-Nya lah segala hukum dan Dia adalah secepat-cepat Penghitung.

قُلْ مَنْ يُنَجِّيكُمْ مِنْ ظُلُمَاتِ الْبَرِّ وَالْبَحْرِ تَدْعُونَهُ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً لَئِنْ أَنْجَانَا مِنْ هَٰذِهِ لَنَكُونَنَّ مِنَ الشَّاكِرِينَ

Kemenag RI 2019: Katakanlah (Nabi Muhammad), “Siapakah yang dapat menyelamatkanmu dari berbagai kegelapan (bencana) di darat dan di laut, ketika kamu berdoa kepada-Nya dengan rendah hati dan dengan suara yang lembut (dengan berkata), ‘Sungguh, jika Dia menyelamatkan kami dari (bencana) ini, tentulah kami menjadi orang-orang yang bersyukur.’” (QS. 6 : 63)
Prof. Quraish Shihab: Katakanlah (Nabi Muhammad saw.), “Siapakah yang (dapat) menyelamatkan kamu dari aneka kegelapan (bencana yang terjadi) di darat dan di laut, yang (saat terjadinya bencana itu) kamu berdoa kepada-Nya dengan berendah diri serta dengan merahasiakan (suaramu sambil berkata), ‘Jika Dia benar-benar telah menyelamatkan kami dari (bencana) ini, tentulah kami menjadi orang-orang yang bersyukur.’”
HAMKA: Katakanlah, “Siapakah yang akan menyelamatkan kamu dari bencana-bencana darat dan laut tatkala kamu memohon kepada-Nya dengan kerendahan dan bersunyi. Jika Dia selamatkan kami dari ini, niscaya jadilah kami daripada orang-orang yang bersyukur.”

قُلِ اللَّهُ يُنَجِّيكُمْ مِنْهَا وَمِنْ كُلِّ كَرْبٍ ثُمَّ أَنْتُمْ تُشْرِكُونَ

Kemenag RI 2019: Katakanlah (Nabi Muhammad), “Allah yang menyelamatkanmu darinya (bencana itu) dan dari segala macam kesusahan. Kemudian, kamu (kembali) mempersekutukan-Nya.” (QS. 6 : 64)
Prof. Quraish Shihab: Katakanlah (Nabi Muhammad saw.), “Allah menyelamatkan kamu darinya dan dari segala macam kesusahan, kemudian kamu (kembali) mempersekutukan-Nya.”
HAMKA: Katakanlah, “Allah-lah yang menyelamatkan kamu daripada itu, dan daripada tiap-tiap kesusahan, kemudian kamu mempersekutukan-Nya.”

قُلْ هُوَ الْقَادِرُ عَلَىٰ أَنْ يَبْعَثَ عَلَيْكُمْ عَذَابًا مِنْ فَوْقِكُمْ أَوْ مِنْ تَحْتِ أَرْجُلِكُمْ أَوْ يَلْبِسَكُمْ شِيَعًا وَيُذِيقَ بَعْضَكُمْ بَأْسَ بَعْضٍ ۗ انْظُرْ كَيْفَ نُصَرِّفُ الْآيَاتِ لَعَلَّهُمْ يَفْقَهُونَ

Kemenag RI 2019: Katakanlah (Nabi Muhammad), “Dialah Yang Maha Kuasa mengirimkan azab kepadamu, dari atas atau dari bawah kakimu ) atau Dia memecah belah kamu menjadi golongan-golongan (yang saling bertentangan) dan merasakan kepada sebagian kamu keganasan sebagian yang lain.” Perhatikanlah, bagaimana Kami menjelaskan berulang-ulang tanda-tanda (kekuasaan Kami) agar mereka memahami(-nya). ) (QS. 6 : 65)
Prof. Quraish Shihab: Katakanlah (Nabi Muhammad saw.), “Dia Maha Kuasa untuk mengirimkan kepada kamu siksa dari atas kamu (seperti guntur, kilat, atau angin ribut) atau dari bawah kaki kamu (seperti gempa dan banjir), atau Dia memecah-belah kamu menjadi golongan-golongan (yang saling bertentangan) dan menjadikan sebagian kamu merasakan keganasan sebagian yang lain.” Perhatikanlah bagaimana Kami berkali-kali menjelaskan tanda-tanda (kebesaran dan kekuasaan Kami) supaya mereka memahami.
HAMKA: Katakanlah, “Dialah Yang Mahakuasa atas membangkitkan azab kepada kamu, dari atas kamu dan dari bawah kaki kamu atau menjadikan kamu bergolong-golongan dan merasakan akan sebagian kamu benci yang sebagian. Pandanglah betapa Kami menerangkan ayat-ayat supaya mereka mengerti.”

وَكَذَّبَ بِهِ قَوْمُكَ وَهُوَ الْحَقُّ ۚ قُلْ لَسْتُ عَلَيْكُمْ بِوَكِيلٍ

Kemenag RI 2019: Kaummu mendustakannya (azab) ) padahal (azab) itu benar adanya. Katakanlah (Nabi Muhammad), “Aku ini bukanlah penanggung jawab kamu.” (QS. 6 : 66)
Prof. Quraish Shihab: Sedangkan kaummu mendustakannya, padahal ia (azab atau al-Qur’an) benar adanya. Katakanlah (Nabi Muhammad saw.), “Aku bukanlah seorang wakil atas kamu (pembela yang diserahi urusan kamu).”
HAMKA: Dan telah mendustakan akan Dia kaum engkau, padahal Dia itu adalah kebenaran. Katakanlah, “Bukanlah aku ini berkuasa atas kamu.”

لِكُلِّ نَبَإٍ مُسْتَقَرٌّ ۚ وَسَوْفَ تَعْلَمُونَ

Kemenag RI 2019: Setiap berita (yang dibawa oleh rasul) ada (waktu) terjadinya dan kelak kamu akan mengetahui. (QS. 6 : 67)
Prof. Quraish Shihab: Untuk setiap berita ada waktu (terjadinya), dan kamu akan mengetahuinya.
HAMKA: Bagi tiap-tiap berita ada masa ketentuannya, dan kamu pun akan tahu sendiri kelak.

وَإِذَا رَأَيْتَ الَّذِينَ يَخُوضُونَ فِي آيَاتِنَا فَأَعْرِضْ عَنْهُمْ حَتَّىٰ يَخُوضُوا فِي حَدِيثٍ غَيْرِهِ ۚ وَإِمَّا يُنْسِيَنَّكَ الشَّيْطَانُ فَلَا تَقْعُدْ بَعْدَ الذِّكْرَىٰ مَعَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ

Kemenag RI 2019: Apabila engkau (Nabi Muhammad) melihat orang-orang memperolok-olokkan ayat-ayat Kami, maka tinggalkanlah mereka hingga mereka beralih ke pembicaraan lain. Jika setan benar-benar menjadikan engkau lupa (akan larangan ini), setelah ingat kembali janganlah engkau duduk bersama kaum yang zalim. (QS. 6 : 68)
Prof. Quraish Shihab: Dan apabila engkau (Nabi Muhammad saw.) melihat orang-orang yang membicarakan (ayat-ayat Kami atas dorongan hawa nafsu dengan maksud memperolok-olokkan), maka tinggalkanlah mereka sampai mereka membicarakan pembicaraan selainnya. Dan jika setan benar-benar menjadikan engkau lupa (akan larangan ini), maka setelah teringat kembali, janganlah engkau duduk bersama kaum yang zalim.
HAMKA: Dan apabila engkau lihat orang-orang yang memperolok-olokkan ayat-ayat Kami maka berpalinglah dari mereka sehingga mereka pindah mempercakapkan yang lain. Dan jika engkau dijadikan lupa oleh setan maka janganlah duduk sesudah engkau ingat, bersama kaum yang zalim itu.
Hal. 136

وَمَا عَلَى الَّذِينَ يَتَّقُونَ مِنْ حِسَابِهِمْ مِنْ شَيْءٍ وَلَٰكِنْ ذِكْرَىٰ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ

Kemenag RI 2019: Orang-orang yang bertakwa tidak ada tanggung jawab sedikit pun atas (dosa-dosa) mereka, tetapi (berkewajiban memberi) peringatan agar mereka (juga) bertakwa. (QS. 6 : 69)
Prof. Quraish Shihab: Dan tidak ada sedikit pun pertanggungjawaban atas orang-orang yang bertakwa terhadap (dosa-dosa) mereka (orang-orang yang durhaka), tetapi (orang-orang yang bertakwa berkewajiban memberi) peringatan supaya mereka (orang-orang durhaka itu) bertakwa.
HAMKA: Dan tidaklah atas orang-orang yang bertakwa dari satu pun perhitungan pun dengan orang itu, tetapi hanya peringatan supaya mereka terpelihara.

وَذَرِ الَّذِينَ اتَّخَذُوا دِينَهُمْ لَعِبًا وَلَهْوًا وَغَرَّتْهُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا ۚ وَذَكِّرْ بِهِ أَنْ تُبْسَلَ نَفْسٌ بِمَا كَسَبَتْ لَيْسَ لَهَا مِنْ دُونِ اللَّهِ وَلِيٌّ وَلَا شَفِيعٌ وَإِنْ تَعْدِلْ كُلَّ عَدْلٍ لَا يُؤْخَذْ مِنْهَا ۗ أُولَٰئِكَ الَّذِينَ أُبْسِلُوا بِمَا كَسَبُوا ۖ لَهُمْ شَرَابٌ مِنْ حَمِيمٍ وَعَذَابٌ أَلِيمٌ بِمَا كَانُوا يَكْفُرُونَ

Kemenag RI 2019: Tinggalkanlah orang-orang yang menjadikan agamanya sebagai permainan dan kelengahan, dan mereka telah tertipu oleh kehidupan dunia. Peringatkanlah (mereka) dengannya (Al-Qur’an) agar seseorang tidak terjerumus (ke dalam neraka), karena perbuatannya sendiri. Tidak ada baginya pelindung dan pemberi syafaat (pertolongan) selain Allah. Jika dia hendak menebus dengan segala macam tebusan apa pun, niscaya tidak akan diterima. Mereka itulah orang-orang yang dijerumuskan (ke dalam neraka), karena perbuatan mereka sendiri. Mereka mendapat minuman dari air yang mendidih dan azab yang pedih karena mereka selalu kufur. (QS. 6 : 70)
Prof. Quraish Shihab: Dan tinggalkanlah orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai permainan dan kelengahan, dan mereka telah terpedaya oleh kehidupan dunia. Peringatkanlah dengan (al-Qur’an) itu supaya seseorang tidak terhalangi (dari rahmat Allah) karena perbuatannya. Tidak ada baginya pelindung dan tidak (pula) pemberi syafaat selain Allah. Dan betapapun dia menebus dengan segala tebusan, tentu tidak akan diterima darinya. Mereka itulah orang-orang yang dijerumuskan (ke dalam neraka) disebabkan perbuatan mereka. Bagi mereka minuman dari air yang mendidih dan azab yang sangat pedih disebabkan karena mereka dahulu (di dunia) terus-menerus melakukan kekufuran.
HAMKA: Dan biarkanlah orang-orang yang telah mengambil agama mereka menjadi permainan dan kelalaian dan telah ditipu mereka oleh kehidupan dunia. Maka peringatkanlah dengan dia (Al-Qur’an) agar terpelihara suatu diri dari terjerumus karena usahanya tidak ada baginya lain daripada Allah seorang pelindung pun dan tidak pula yang akan melepaskan. Dan jika dia hendak menebus pun dengan segala penebusan, tidaklah akan diterima daripadanya. Mereka itulah orang yang dijerumuskan dengan sebab apa yang mereka kerjakan sendiri. Adalah bagi mereka minuman dari air yang mendidih dan adzab yang pedih dari sebab mereka kufur.

قُلْ أَنَدْعُو مِنْ دُونِ اللَّهِ مَا لَا يَنْفَعُنَا وَلَا يَضُرُّنَا وَنُرَدُّ عَلَىٰ أَعْقَابِنَا بَعْدَ إِذْ هَدَانَا اللَّهُ كَالَّذِي اسْتَهْوَتْهُ الشَّيَاطِينُ فِي الْأَرْضِ حَيْرَانَ لَهُ أَصْحَابٌ يَدْعُونَهُ إِلَى الْهُدَى ائْتِنَا ۗ قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدَىٰ ۖ وَأُمِرْنَا لِنُسْلِمَ لِرَبِّ الْعَالَمِينَ

Kemenag RI 2019: Katakanlah (Nabi Muhammad), “Apakah kita akan memohon pada sesuatu selain Allah, yang tidak dapat memberi manfaat dan tidak (pula) mendatangkan mudarat kepada kita, dan (apakah) kita akan dikembalikan ke belakang (kufur dan sesat), setelah Allah memberi petunjuk kepada kita, seperti orang yang telah disesatkan oleh setan di bumi, dalam keadaan kebingungan,” sedangkan dia mempunyai kawan-kawan yang selalu mengajaknya ke jalan yang lurus (dengan mengatakan), ‘Ikutilah kami.’?” Katakanlah, “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya). Kita diperintahkan agar berserah diri kepada Tuhan semesta alam, (QS. 6 : 71)
Prof. Quraish Shihab: Katakanlah (Nabi Muhammad saw.), “Apakah kami akan menyeru selain Allah sesuatu yang tidak dapat memberi manfaat kepada kami dan tidak (pula) memberi mudarat kepada kami, dan (apakah) kami akan dikembalikan ke belakang (murtad dan sesat) sesudah Allah memberi petunjuk kepada kami, seperti orang yang diajak oleh setan-setan meluncur jatuh ke dalam bumi (jurang) dalam keadaan bingung, sedangkan dia mempunyai kawan-kawan (orang-orang beriman) yang memanggilnya kepada petunjuk dengan mengatakan, ‘Marilah datang kepada kami.’” Katakanlah, “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah (yang sebenarnya) petunjuk, dan kami diperintah supaya berserah diri kepada Tuhan Pemelihara seluruh alam.
HAMKA: Katakanlah, “Apakah akan kita seru selain daripada Allah, barang yang tidak bermanafaat buat kita dan tidak memberi mudarat buat kita dan dikembalikan kita atas tumit kita sesudah kita diberi petunjuk oleh Allah? Sebagai orang yang diharu oleh setan-setan di bumi, dalam keadaan bingung, padahal dia ada mempunyai kawan-kawan yang menyeru dia ke jalan yang benar (dengan berkata), ‘Marilah kepada kami’.” Katakanlah, “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk. Dan disuruh kami supaya menyerahkan diri kepada Tuhan semesta alam.”

وَأَنْ أَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَاتَّقُوهُ ۚ وَهُوَ الَّذِي إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ

Kemenag RI 2019: dan agar melaksanakan salat serta bertakwa kepada-Nya.” Dialah Tuhan yang hanya kepada-Nya kamu semua akan dihimpun. (QS. 6 : 72)
Prof. Quraish Shihab: Dan laksanakanlah shalat dengan sempurna dan bertakwalah kepada-Nya. Dia-lah Yang hanya kepada-Nya kamu akan dikumpulkan.”
HAMKA: Dan bahwa hendaklah kamu mendirikan shalat dan bertakwa kamu kepada-Nya dan kepada-Nyalah kamu sekali-kali akan dikumpulkan.

وَهُوَ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ بِالْحَقِّ ۖ وَيَوْمَ يَقُولُ كُنْ فَيَكُونُ ۚ قَوْلُهُ الْحَقُّ ۚ وَلَهُ الْمُلْكُ يَوْمَ يُنْفَخُ فِي الصُّورِ ۚ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ ۚ وَهُوَ الْحَكِيمُ الْخَبِيرُ

Kemenag RI 2019: Dialah yang menciptakan langit dan bumi dengan hak (benar). (Sungguh benar ketetapan-Nya) pada hari (ketika) Dia berkata, “Jadilah!” Maka, jadilah sesuatu itu. Firman-Nya adalah benar, dan milik-Nyalah segala kekuasaan pada waktu sangkakala ditiup. Dia mengetahui yang gaib dan yang nyata. Dialah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Teliti. (QS. 6 : 73)
Prof. Quraish Shihab: Dia-lah Yang menciptakan langit dan bumi dengan (cara dan tujuan yang) hak (benar). Dan (sungguh benar ketetapan-Nya) pada hari ketika Dia berfirman, “Jadilah!” Maka, jadilah ia. Firman-Nya adalah hak (mantap, tidak mengalami perubahan dan tidak diragukan). Dan milik-Nya segala kekuasaan pada hari (ketika) sangkakala ditiup. Dia mengetahui yang gaib dan yang nyata. Dan Dia-lah Yang Mahabijaksana, lagi Mahateliti.
HAMKA: Dan Dialah yang telah menjadikan semesta langit dan bumi dengan benar dan hari yang akan berkata Dia, “Jadilah!” Maka dia pun terjadilah. Kata-kata-Nya adalah benar, bagi-Nya-lah kerajaan pada hari akan ditiup sangkakala. Dan mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata. Dan Dia adalah Mahabijaksana lagi amat Mengetahui.
Hal. 137

وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ لِأَبِيهِ آزَرَ أَتَتَّخِذُ أَصْنَامًا آلِهَةً ۖ إِنِّي أَرَاكَ وَقَوْمَكَ فِي ضَلَالٍ مُبِينٍ

Kemenag RI 2019: (Ingatlah) ketika Ibrahim berkata kepada ayahnya, ) Azar, “Apakah (pantas) engkau menjadikan berhala-berhala itu sebagai tuhan? Sesungguhnya aku melihat engkau dan kaummu dalam kesesatan yang nyata.” (QS. 6 : 74)
Prof. Quraish Shihab: Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata kepada bapaknya, Azar, “Pantaskah engkau menjadikan berhala-berhala sebagai sesembahan? Sesungguhnya aku melihat engkau dan kaummu dalam kesesatan yang nyata.”
HAMKA: Dan (ingatlah) tatkala berkata Ibrahim kepada ayahnya Azar, "Adakah patut engkau anggap berhala-berhala itu sebagai tuhan-tuhan? Sesungguhnya aku lihat engkau dan kaum engkau adalah dalam kesesatan yang nyata."

وَكَذَٰلِكَ نُرِي إِبْرَاهِيمَ مَلَكُوتَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَلِيَكُونَ مِنَ الْمُوقِنِينَ

Kemenag RI 2019: Demikianlah Kami memperlihatkan kepada Ibrahim kekuasaan (Kami yang terdapat) di langit dan bumi dan agar dia termasuk orang-orang yang yakin. (QS. 6 : 75)
Prof. Quraish Shihab: Dan demikianlah Kami memperlihatkan kepada Ibrahim kerajaan (Kami yang terdapat di) langit dan bumi, agar dia termasuk orang-orang yang mantap keyakinannya.
HAMKA: Dan demikian pula Kami perlihatkan kepada Ibrahim kerajaan semua langit dan bumi dan supaya jadilah dia dari orang-orang yang sebenar benar yakin.

فَلَمَّا جَنَّ عَلَيْهِ اللَّيْلُ رَأَىٰ كَوْكَبًا ۖ قَالَ هَٰذَا رَبِّي ۖ فَلَمَّا أَفَلَ قَالَ لَا أُحِبُّ الْآفِلِينَ

Kemenag RI 2019: Ketika malam telah menjadi gelap, dia (Ibrahim) melihat sebuah bintang (lalu) dia berkata, “Inilah Tuhanku.” Maka, ketika bintang itu terbenam dia berkata, “Aku tidak suka kepada yang terbenam.” ) (QS. 6 : 76)
Prof. Quraish Shihab: Ketika malam telah menjadi gelap, dia (Ibrahim) melihat sebuah bintang, lalu berkata, “Inilah Tuhanku.” Tetapi ketika bintang itu tenggelam, dia berkata, “Aku tidak suka kepada sesuatu yang tenggelam.”
HAMKA: Maka tatkala telah gelap baginya malam, melihatlah dia akan sebuah bintang. Dia pun berkata, "Inikah Tuhanku?" Maka sesudah bintang itu hilang, dia pun berkata, "Aku tidak suka kepada segala yang hilang."

فَلَمَّا رَأَى الْقَمَرَ بَازِغًا قَالَ هَٰذَا رَبِّي ۖ فَلَمَّا أَفَلَ قَالَ لَئِنْ لَمْ يَهْدِنِي رَبِّي لَأَكُونَنَّ مِنَ الْقَوْمِ الضَّالِّينَ

Kemenag RI 2019: Kemudian, ketika dia melihat bulan terbit dia berkata (kepada kaumnya), “Inilah Tuhanku.” Akan tetapi, ketika bulan itu terbenam dia berkata, “Sungguh, jika Tuhanku tidak memberi petunjuk kepadaku, pastilah aku termasuk kaum yang sesat.” (QS. 6 : 77)
Prof. Quraish Shihab: Kemudian ketika dia melihat bulan terbit, dia berkata, “Inilah Tuhanku.” Tetapi ketika bulan itu terbenam, dia berkata, “Jika Tuhanku tidak memberi petunjuk kepadaku, pastilah aku termasuk kaum yang sesat.”
HAMKA: Maka tatkala dia melihat bulan terbit, berkatalah dia, "Inikah Tuhanku?" Sesudah bulan itu hilang dia berkata, "Jika tidaklah aku ditunjuki oleh Tuhanku, niscaya jadilah aku dari kaum yang tersesat!"

فَلَمَّا رَأَى الشَّمْسَ بَازِغَةً قَالَ هَٰذَا رَبِّي هَٰذَا أَكْبَرُ ۖ فَلَمَّا أَفَلَتْ قَالَ يَا قَوْمِ إِنِّي بَرِيءٌ مِمَّا تُشْرِكُونَ

Kemenag RI 2019: Kemudian, ketika dia melihat matahari terbit dia berkata (lagi kepada kaumnya), “Inilah Tuhanku. Ini lebih besar.” Akan tetapi, ketika matahari terbenam dia berkata, “Wahai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari yang kamu persekutukan.” (QS. 6 : 78)
Prof. Quraish Shihab: Kemudian ketika dia melihat matahari terbit, dia berkata, “Inilah Tuhanku, ini lebih besar.” Tetapi ketika matahari itu terbenam, dia berkata, “Wahai kaumku! Sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu sekutukan (dengan Allah).”
HAMKA: Maka tatkala dia melihat matahari terbit, berkatalah dia, "Inikah Tuhanku? Ini lebih besar!" Maka tatkala dia telah terbenam, berkatalah dia, "Wahai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan."

إِنِّي وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيفًا ۖ وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya aku menghadapkan wajahku (hanya) kepada Yang menciptakan langit dan bumi dengan (mengikuti) agama yang lurus dan aku bukanlah termasuk orang-orang musyrik. (QS. 6 : 79)
Prof. Quraish Shihab: Sesungguhnya aku menghadapkan wajahku kepada Yang menciptakan langit dan bumi dengan cenderung kepada agama yang benar, dan aku tidak termasuk orang-orang musyrik.
HAMKA: "Sesungguhnya aku hadapkanlah wajahku kepada yang menjadikan semua langit dan bumi dengan ikhlas dan tidaklah aku daripada orang-orang yang mempersekutukan."

وَحَاجَّهُ قَوْمُهُ ۚ قَالَ أَتُحَاجُّونِّي فِي اللَّهِ وَقَدْ هَدَانِ ۚ وَلَا أَخَافُ مَا تُشْرِكُونَ بِهِ إِلَّا أَنْ يَشَاءَ رَبِّي شَيْئًا ۗ وَسِعَ رَبِّي كُلَّ شَيْءٍ عِلْمًا ۗ أَفَلَا تَتَذَكَّرُونَ

Kemenag RI 2019: Kaumnya membantah. Dia (Ibrahim) berkata, “Apakah kamu hendak membantahku tentang Allah, padahal Dia benar-benar telah memberi petunjuk kepadaku? Aku tidak takut kepada yang kamu persekutukan dengan-Nya, kecuali Tuhanku menghendaki sesuatu. Ilmu Tuhanku meliputi segala sesuatu. Tidakkah kamu dapat mengambil pelajaran?” (QS. 6 : 80)
Prof. Quraish Shihab: Dan dia (Ibrahim) dibantah oleh kaumnya. Dia berkata, “Apakah kamu memperdebatkan dengan aku tentang Allah, padahal Dia telah memberi petunjuk kepadaku? Aku tidak takut kepada apa yang kamu sekutukan dengan-Nya, kecuali jika Tuhanku menghendaki sesuatu (atas diriku). Pengetahuan Tuhanku meliputi segala sesuatu. Maka tidakkah kamu mengingat?”
HAMKA: Dan membantahlah kaumnya kepadanya. Dia pun berkata, "Apakah akan kamu bantah aku perihal Allah? Padahal Dia telah memberi petunjuk kepadaku dan tidaklah aku takut apa yang kamu persekutukan dengan Dia itu kecuali sesuatu yang dikehendaki Allah, Tuhanku. Meliputi ilmu Tuhanku akan tiap-tiap sesuatu. Apakah kamu tidak mau ingat?

وَكَيْفَ أَخَافُ مَا أَشْرَكْتُمْ وَلَا تَخَافُونَ أَنَّكُمْ أَشْرَكْتُمْ بِاللَّهِ مَا لَمْ يُنَزِّلْ بِهِ عَلَيْكُمْ سُلْطَانًا ۚ فَأَيُّ الْفَرِيقَيْنِ أَحَقُّ بِالْأَمْنِ ۖ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ

Kemenag RI 2019: Bagaimana mungkin aku takut kepada yang kamu sekutukan (dengan Allah), padahal kamu tidak takut menyekutukan sesuatu dengan Allah yang Dia (sendiri) tidak pernah menurunkan kepadamu alasan apa pun. Maka, golongan yang manakah dari keduanya yang lebih berhak mendapat keamanan (dari malapetaka) jika kamu mengetahui?” ) (QS. 6 : 81)
Prof. Quraish Shihab: Bagaimana aku takut kepada apa yang kamu sekutukan, padahal kamu tidak takut menyekutukan Allah dengan sesuatu yang Dia tidak menurunkan alasan (pembenaran) kepadamu tentangnya? Maka, manakah di antara dua golongan itu yang lebih berhak mendapat keamanan (dari siksa dan malapetaka), jika kamu mengetahui?
HAMKA: Dan betapa aku akan takut kepada apa yang kamu persekutukan itu padahal kamu tidak takut bahwa kamu telah mempersekutukan dengan Allah barang yang tidak diturunkannya kepada kamu suatu keterangan pun tentang itu? Maka yang manakah di antara kedua golongan itu yang lebih patut mendapat keamanan? Jika adalah kamu mengetahui?
Hal. 138

الَّذِينَ آمَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوا إِيمَانَهُمْ بِظُلْمٍ أُولَٰئِكَ لَهُمُ الْأَمْنُ وَهُمْ مُهْتَدُونَ

Kemenag RI 2019: Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), merekalah orang-orang yang mendapat rasa aman dan mendapat petunjuk. (QS. 6 : 82)
Prof. Quraish Shihab: Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanan, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.
HAMKA: Orang-orang yang beriman dan tidak mencampurkan iman mereka dengan kegelapan adalah bagi mereka itu keamanan dan mereka itulah orang-orang yang mendapat hidayah.

وَتِلْكَ حُجَّتُنَا آتَيْنَاهَا إِبْرَاهِيمَ عَلَىٰ قَوْمِهِ ۚ نَرْفَعُ دَرَجَاتٍ مَنْ نَشَاءُ ۗ إِنَّ رَبَّكَ حَكِيمٌ عَلِيمٌ

Kemenag RI 2019: Itulah keterangan yang Kami anugerahkan kepada Ibrahim untuk menghadapi kaumnya. Kami tinggikan orang yang Kami kehendaki beberapa derajat. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui. (QS. 6 : 83)
Prof. Quraish Shihab: Dan itulah hujjah (bukti yang sangat jelas dari) Kami yang Kami anugerahkan kepada Ibrahim atas kaumnya. Kami tinggikan derajat siapa yang Kami kehendaki. Sesungguhnya Tuhan Pemeliharamu Mahabijaksana, lagi Maha Mengetahui.
HAMKA: Dan inilah hujjah Kami yang telah Kami datangkan kepada Ibrahim untuk menghadapi kaumnya. Kami angkatkan beberapa derajat barangsiapa yang Kami kehendaki. Sesungguhnya Tuhan engkau adalah Mahabijaksana Maha Mengetahui.

وَوَهَبْنَا لَهُ إِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ ۚ كُلًّا هَدَيْنَا ۚ وَنُوحًا هَدَيْنَا مِنْ قَبْلُ ۖ وَمِنْ ذُرِّيَّتِهِ دَاوُودَ وَسُلَيْمَانَ وَأَيُّوبَ وَيُوسُفَ وَمُوسَىٰ وَهَارُونَ ۚ وَكَذَٰلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ

Kemenag RI 2019: Kami telah menganugerahkan kepadanya Ishaq dan Ya‘qub. Tiap-tiap mereka telah Kami beri petunjuk. Sebelumnya Kami telah menganugerahkan petunjuk kepada Nuh. (Kami juga menganugerahkan petunjuk) kepada sebagian dari keturunannya, yaitu Daud, Sulaiman, Ayyub, Yusuf, Musa, dan Harun. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat kebaikan. (QS. 6 : 84)
Prof. Quraish Shihab: Dan Kami telah menganugerahkan kepadanya (Ibrahim) Ishaq dan Ya‘qub. Semua telah Kami beri petunjuk. Dan kepada Nuh sebelum itu (juga) telah Kami beri petunjuk, dan kepada sebagian dari keturunannya, yaitu Daud, Sulaiman, Ayyub, Yusuf, Musa, dan Harun. Dan demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik (muhsin).
HAMKA: Dan telah Kami karuniakan kepada Ishaq dan Yaqub. Semuanya telah Kami beri petunjuk dan Nuh pun telah Kami beri petunjuk sebelumnya. Dan dari anak-cucunya ialah Dawud dan Sulaiman dan Ayyub dan Yusuf dan Musa dan Harun. Dan demikianlah Kami memberi ganjaran kepada orang-orang yang berbuat kebaikan.

وَزَكَرِيَّا وَيَحْيَىٰ وَعِيسَىٰ وَإِلْيَاسَ ۖ كُلٌّ مِنَ الصَّالِحِينَ

Kemenag RI 2019: (Demikian juga kepada) Zakaria, Yahya, Isa, dan Ilyas. Semuanya termasuk orang-orang yang saleh. (QS. 6 : 85)
Prof. Quraish Shihab: Dan (juga) Zakariyya, Yahya, ‘Isa, dan Ilyas. Semua termasuk orang-orang saleh.
HAMKA: Dan Zakariya dan Yahya dan Isa dan Ilyas. Semuanya adalah daripada orang-orang yang saleh.

وَإِسْمَاعِيلَ وَالْيَسَعَ وَيُونُسَ وَلُوطًا ۚ وَكُلًّا فَضَّلْنَا عَلَى الْعَالَمِينَ

Kemenag RI 2019: (Begitu juga kepada) Ismail, Ilyasa’, Yunus, dan Lut. Tiap-tiap mereka Kami lebihkan daripada (umat) seluruh alam (pada masanya). (QS. 6 : 86)
Prof. Quraish Shihab: Dan (juga) Ismail, Ilyasa‘, Yunus, dan Luth. Masing-masing Kami lebihkan derajatnya di atas seluruh alam (umat pada masanya).
HAMKA: Dan Ismail dan Ilyasa' dan Yunus dan Luth. Dan semuanya telah Kami lebihkan daripada manusia-manusia (yang lain).

وَمِنْ آبَائِهِمْ وَذُرِّيَّاتِهِمْ وَإِخْوَانِهِمْ ۖ وَاجْتَبَيْنَاهُمْ وَهَدَيْنَاهُمْ إِلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

Kemenag RI 2019: (Kami lebihkan pula) sebagian dari nenek moyang mereka, keturunan mereka, dan saudara-saudara mereka. Kami telah memilih mereka (menjadi nabi dan rasul) dan Kami memberi mereka petunjuk menuju jalan yang lurus. (QS. 6 : 87)
Prof. Quraish Shihab: Dan (Kami lebihkan pula derajat) sebagian dari bapak-bapak mereka, keturunan mereka, dan saudara-saudara mereka. Kami telah memilih mereka dan menunjukkan mereka ke jalan yang lurus.
HAMKA: Dan juga sebagian dari bapak-bapak mereka dan anak cucu mereka dan saudara-saudara mereka dan telah Kami pilih mereka dan telah Kami beri petunjuk mereka kepada jalan yang lurus.

ذَٰلِكَ هُدَى اللَّهِ يَهْدِي بِهِ مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ ۚ وَلَوْ أَشْرَكُوا لَحَبِطَ عَنْهُمْ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Kemenag RI 2019: Demikian itu petunjuk Allah. Dengannya Dia memberi petunjuk kepada siapa saja di antara hamba-hamba-Nya yang Dia kehendaki. Seandainya mereka mempersekutukan Allah, pasti sia-sialah amal yang telah mereka kerjakan. (QS. 6 : 88)
Prof. Quraish Shihab: Itulah petunjuk Allah; dengan itu Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya. Jika mereka menyekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka apa yang telah mereka kerjakan.
HAMKA: Demikian itulah petunjuk Allah diberi tunjuk-Nya dengan Dia barangsiapa yang Dia kehendaki dari hamba-hamba-Nya. Dan jika mereka mempersekutukan, niscaya gugurlah dari mereka apa-apa pun yang mereka amalkan.

أُولَٰئِكَ الَّذِينَ آتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ وَالْحُكْمَ وَالنُّبُوَّةَ ۚ فَإِنْ يَكْفُرْ بِهَا هَٰؤُلَاءِ فَقَدْ وَكَّلْنَا بِهَا قَوْمًا لَيْسُوا بِهَا بِكَافِرِينَ

Kemenag RI 2019: Mereka itulah orang-orang yang telah Kami anugerahi kitab, hikmah, dan kenabian. Jika orang-orang (Quraisy) itu mengingkarinya, Kami akan menyerahkannya kepada kaum yang tidak mengingkarinya. (QS. 6 : 89)
Prof. Quraish Shihab: Mereka itulah orang-orang yang telah Kami anugerahkan kitab, hukum, dan kenabian. Jika orang-orang itu (penduduk Mekah) mengingkarinya, maka sungguh Kami akan menyerahkannya kepada kaum yang sama sekali tidak mengingkarinya.
HAMKA: Mereka itulah orang-orang yang telah Kami berikan Kitab dan hukum dan nubuwwah dan jika tidak juga mau percaya mereka itu maka sesungguhnya akan Kami sediakan suatu kaum yang lain yang tiada akan mengingkarinya.

أُولَٰئِكَ الَّذِينَ هَدَى اللَّهُ ۖ فَبِهُدَاهُمُ اقْتَدِهْ ۗ قُلْ لَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ أَجْرًا ۖ إِنْ هُوَ إِلَّا ذِكْرَىٰ لِلْعَالَمِينَ

Kemenag RI 2019: Mereka itulah (para nabi) yang telah diberi petunjuk oleh Allah. Maka, ikutilah petunjuk mereka. Katakanlah (Nabi Muhammad), “Aku tidak meminta imbalan kepadamu atasnya (menyampaikan Al-Qur’an).” (Al-Qur’an) itu hanyalah peringatan untuk (umat) seluruh alam. (QS. 6 : 90)
Prof. Quraish Shihab: Mereka itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah, maka ikutilah petunjuk mereka. Katakanlah (Nabi Muhammad saw.), “Aku tidak meminta kepadamu upah sedikit pun atasnya (penyampaian wahyu al-Qur’an). Sesungguhnya al-Qur’an itu tidak lain hanyalah peringatan bagi seluruh alam.”
HAMKA: Mereka itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah maka dengan petunjuk mereka itulah hendaknya engkau teladani dia. Katakanlah, "Tidakkah aku meminta upah kepada kamu; ini tidak lain hanyalah peringatan untuk seisi alam."
Hal. 139

وَمَا قَدَرُوا اللَّهَ حَقَّ قَدْرِهِ إِذْ قَالُوا مَا أَنْزَلَ اللَّهُ عَلَىٰ بَشَرٍ مِنْ شَيْءٍ ۗ قُلْ مَنْ أَنْزَلَ الْكِتَابَ الَّذِي جَاءَ بِهِ مُوسَىٰ نُورًا وَهُدًى لِلنَّاسِ ۖ تَجْعَلُونَهُ قَرَاطِيسَ تُبْدُونَهَا وَتُخْفُونَ كَثِيرًا ۖ وَعُلِّمْتُمْ مَا لَمْ تَعْلَمُوا أَنْتُمْ وَلَا آبَاؤُكُمْ ۖ قُلِ اللَّهُ ۖ ثُمَّ ذَرْهُمْ فِي خَوْضِهِمْ يَلْعَبُونَ

Kemenag RI 2019: Mereka (Bani Israil) tidak mengagungkan Allah sebagaimana mestinya ketika mereka berkata, “Allah tidak menurunkan sesuatu pun kepada manusia.” Katakanlah (Nabi Muhammad), “Siapakah yang menurunkan kitab suci (Taurat) yang dibawa Musa sebagai cahaya dan petunjuk bagi manusia? Kamu (Bani Israil) menjadikannya lembaran-lembaran lepas. Kamu memperlihatkan (sebagiannya) dan banyak yang kamu sembunyikan, padahal telah diajarkan kepadamu apa yang tidak diketahui baik olehmu maupun oleh nenek moyangmu.” Katakanlah, “Allah.” Kemudian, biarkanlah mereka bermain-main dalam kesesatannya. ) (QS. 6 : 91)
Prof. Quraish Shihab: Mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya ketika mereka berkata, “Allah tidak menurunkan sesuatu pun kepada manusia.” Katakanlah (Nabi Muhammad saw.), “Siapakah yang menurunkan Kitab (Taurat) yang dibawa oleh Musa sebagai cahaya dan petunjuk bagi manusia? Kamu menjadikannya lembaran-lembaran kertas (yang bercerai-berai); sebagian kamu perlihatkan, dan banyak yang kamu sembunyikan. Dan telah diajarkan kepadamu apa yang kamu dan nenek moyangmu tidak mengetahuinya.” Katakanlah, “Allah (yang menurunkannya).” Kemudian biarkanlah mereka bermain-main dalam kesesatan mereka.
HAMKA: Dan tidaklah mereka menilai Allah dengan sebenar-benar penilaian ketika mereka berkata, "Tidakkah Allah menurunkan sesuatu kepada manusia." Katakanlah, "Siapakah yang telah menurunkan kitab yang telah dibawa oleh Musa sebagai cahaya dan petunjuk bagi manusia yang kamu jadikan kertas-kertas, kamu terangkan akan dia dan kamu sembunyikan yang lebih banyak dan telah diajarkan kepada kamu apa yang tidak kamu ketahui, dan tidak pun (diketahui) oleh bapak-bapak kamu." Kata kanlah, "Allah!" Kemudian itu biarkanlah mereka itu bermain-main dalam kesesatan mereka.

وَهَٰذَا كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ مُبَارَكٌ مُصَدِّقُ الَّذِي بَيْنَ يَدَيْهِ وَلِتُنْذِرَ أُمَّ الْقُرَىٰ وَمَنْ حَوْلَهَا ۚ وَالَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْآخِرَةِ يُؤْمِنُونَ بِهِ ۖ وَهُمْ عَلَىٰ صَلَاتِهِمْ يُحَافِظُونَ

Kemenag RI 2019: Ini (Al-Qur’an) adalah kitab suci yang telah Kami turunkan lagi diberkahi yang membenarkan kitab-kitab yang (diturunkan) sebelumnya dan agar engkau memberi peringatan kepada (penduduk) Ummul Qura (Makkah) dan orang-orang yang ada di sekitarnya. Orang-orang yang beriman pada (kehidupan) akhirat (tentu) beriman padanya (Al-Qur’an) dan mereka selalu memelihara salatnya. (QS. 6 : 92)
Prof. Quraish Shihab: Dan ini adalah Kitab (al-Qur’an) yang telah Kami turunkan, Kitab yang diberkahi, yang membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya, agar engkau (Nabi Muhammad saw.) memberi peringatan kepada (penduduk) Ummul Qura (Mekah) dan orang-orang yang berada di sekitarnya. Orang-orang yang beriman kepada (kehidupan) akhirat tentu beriman kepadanya (al-Qur’an), dan mereka selalu memelihara salat mereka.
HAMKA: Dan inilah Kitab yang Kami turunkan itu yang bahagia, yang membenarkan apa yang ada sebelumnya untuk memberi peringatan kepada Ummul Qura dan orang-orang yang ada di sekitarnya. Dan orang-orang yang beriman dengan akhirat, akan beriman dengan dia dan mereka itu terhadap kepada shalat mereka adalah memelihara.

وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرَىٰ عَلَى اللَّهِ كَذِبًا أَوْ قَالَ أُوحِيَ إِلَيَّ وَلَمْ يُوحَ إِلَيْهِ شَيْءٌ وَمَنْ قَالَ سَأُنْزِلُ مِثْلَ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ ۗ وَلَوْ تَرَىٰ إِذِ الظَّالِمُونَ فِي غَمَرَاتِ الْمَوْتِ وَالْمَلَائِكَةُ بَاسِطُو أَيْدِيهِمْ أَخْرِجُوا أَنْفُسَكُمُ ۖ الْيَوْمَ تُجْزَوْنَ عَذَابَ الْهُونِ بِمَا كُنْتُمْ تَقُولُونَ عَلَى اللَّهِ غَيْرَ الْحَقِّ وَكُنْتُمْ عَنْ آيَاتِهِ تَسْتَكْبِرُونَ

Kemenag RI 2019: Siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang mengada-adakan dusta terhadap Allah atau yang berkata, “Telah diwahyukan kepadaku,” padahal tidak diwahyukan sesuatu pun kepadanya dan orang yang berkata, “Aku akan mendatangkan seperti yang diturunkan Allah.” Seandainya saja engkau melihat pada waktu orang-orang zalim itu (berada) dalam kesakitan sakratulmaut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya (sembari berkata), “Keluarkanlah nyawamu!” Pada hari ini kamu akan dibalas dengan azab yang sangat menghinakan karena kamu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya. (QS. 6 : 93)
Prof. Quraish Shihab: Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah atau berkata, “Telah diwahyukan kepadaku,” padahal tidak diwahyukan sesuatu pun kepadanya; dan orang yang berkata, “Aku akan menurunkan seperti apa yang diturunkan Allah.” Dan jika (seandainya) engkau (Nabi Muhammad saw.) melihat ketika orang-orang zalim dalam tekanan sakaratul maut, sedang para malaikat membuka tangan mereka (sambil berkata), “Keluarkanlah nyawa kalian! Pada hari ini kalian dibalas dengan azab yang sangat menghinakan karena apa yang selalu kalian katakan terhadap Allah tanpa kebenaran, dan karena kalian menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya.”
HAMKA: Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang membuat-buat dusta atas nama Allah atau dia berkata, "Telah diwahyukan kepadaku." Padahal, tidaklah diwahyukan kepadanya sebuah pun. Dan orang yang berkata, "Akan aku turunkan seperti apa yang diturunkan oleh Allah." Dan alangkah ngerinya kalau engkau melihat orang-orang yang zalim itu dalam sakaratul maut, sedangkan malaikat mengulurkan tangan mereka. Keluarkanlah nyawa-nyawa kamu! Di hari inilah kamu akan dibalas dengan adzab yang hina dari sebab apa yang telah pernah kamu kata-katakan atas nama Allah hal yang tidak benar dan adalah kamu dari ayat-ayat-Nya berlaku sombong.

وَلَقَدْ جِئْتُمُونَا فُرَادَىٰ كَمَا خَلَقْنَاكُمْ أَوَّلَ مَرَّةٍ وَتَرَكْتُمْ مَا خَوَّلْنَاكُمْ وَرَاءَ ظُهُورِكُمْ ۖ وَمَا نَرَىٰ مَعَكُمْ شُفَعَاءَكُمُ الَّذِينَ زَعَمْتُمْ أَنَّهُمْ فِيكُمْ شُرَكَاءُ ۚ لَقَدْ تَقَطَّعَ بَيْنَكُمْ وَضَلَّ عَنْكُمْ مَا كُنْتُمْ تَزْعُمُونَ

Kemenag RI 2019: (Kini) kamu benar-benar datang kepada Kami sendiri-sendiri sebagaimana Kami ciptakan kamu pada mulanya. Kamu sudah meninggalkan di belakangmu (di dunia) apa yang telah Kami karuniakan kepadamu. Kami tidak melihat bersamamu para pemberi syafaat (pertolongan) yang kamu anggap bagi dirimu sebagai sekutu-sekutu(-Ku). Sungguh, telah terputus (semua pertalian) antara kamu dan telah lenyap dari kamu apa yang dahulu kamu sangka (sebagai sekutu Allah). (QS. 6 : 94)
Prof. Quraish Shihab: Dan sungguh, kamu (setelah dicabut ruhmu dan setelah sekian lama berada di alam barzakh) benar-benar akan datang kepada Kami sendiri-sendiri sebagaimana Kami menciptakan kamu pertama kali, dan kamu tinggalkan di belakangmu apa yang telah Kami karuniakan kepadamu. Dan Kami tidak melihat besertamu pemberi syafaat yang dahulu kamu anggap sebagai sekutu-sekutu Allah di antara kamu. Sungguh, telah terputuslah pertalian antara kamu dengan mereka, dan lenyaplah dari kamu apa yang dahulu kamu sangka (sebagai sekutu Allah swt.).
HAMKA: Dan sesungguhnya kamu akan datang kepada Kami sendiri-sendiri sebagaimana telah Kami jadikan kamu pertama kali dan telah kamu tinggalkan apa yang telah Kami berikan kepada kamu di belakang punggungmu dan tidak Kami melihat ada beserta kamu orang-orang yang kamu (menyelisihkan) kamu yang kamu anggap sebagai sekutu-sekutu Allah. Sesungguhnya telah terputuslah di antara kamu dan telah menyertakan kamu apa yang kamu anggap itu.
Hal. 140

إِنَّ اللَّهَ فَالِقُ الْحَبِّ وَالنَّوَىٰ ۖ يُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَمُخْرِجُ الْمَيِّتِ مِنَ الْحَيِّ ۚ ذَٰلِكُمُ اللَّهُ ۖ فَأَنَّىٰ تُؤْفَكُونَ

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya Allah yang menumbuhkan butir (padi-padian) dan biji (buah-buahan). Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup. Itulah (kekuasaan) Allah. Maka, bagaimana kamu dapat dipalingkan? (QS. 6 : 95)
Prof. Quraish Shihab: Sesungguhnya Allah adalah (Zat) Yang membelah butir (tumbuh-tumbuhan) dan biji (buah-buahan). Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati, dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup. Itulah Allah, maka mengapa kamu masih berpaling?
HAMKA: Sesungguhnya Allah-lah Pembelah buah dan biji. Dia yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati, dan pengeluar yang mati dari yang hidup. Demikian itulah Allah maka ke mana lagi kamu akan dipalingkan?

فَالِقُ الْإِصْبَاحِ وَجَعَلَ اللَّيْلَ سَكَنًا وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ حُسْبَانًا ۚ ذَٰلِكَ تَقْدِيرُ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ

Kemenag RI 2019: (Dia) yang menyingsingkan pagi dan menjadikan malam untuk beristirahat, serta (menjadikan) matahari dan bulan untuk perhitungan. Itulah ketetapan Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. (QS. 6 : 96)
Prof. Quraish Shihab: Dia (Allah) Yang menjadikan pagi, dan Dia menjadikan malam untuk beristirahat, dan (menjadikan) matahari dan bulan untuk perhitungan. Itulah ketetapan Allah Yang Maha Perkasa, Maha Mengetahui.
HAMKA: Sesungguhnya Allah lah Pembe lah buah dan biji. Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati, pengeluar yang mati dari yang hidup. Demikian itulah Allah maka kemana lagi kamu akan dipalingkan?

وَهُوَ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ النُّجُومَ لِتَهْتَدُوا بِهَا فِي ظُلُمَاتِ الْبَرِّ وَالْبَحْرِ ۗ قَدْ فَصَّلْنَا الْآيَاتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ

Kemenag RI 2019: Dialah yang menjadikan bagimu bintang-bintang agar kamu menjadikannya petunjuk dalam kegelapan (yang pekat) di darat dan di laut. Sungguh, Kami telah memerinci tanda-tanda (kekuasaan Kami) kepada kaum yang mengetahui. (QS. 6 : 97)
Prof. Quraish Shihab: Dan Dia (Allah) Yang menjadikan bintang-bintang untuk kamu, agar dengan bintang-bintang itu kamu mendapat petunjuk dalam kegelapan di darat dan di laut. Sungguh, Kami telah menjelaskan secara rinci tanda-tanda (kebesaran dan kekuasaan Kami) bagi orang-orang yang mengetahui.
HAMKA: an Dialah yang telah menjadikan untuk kamu bintang-bintang untuk kamu berpedoman dengan dia pada kegelapan darat dan laut. Sesungguhnya telah Kami jelaskan tanda-tanda bagi kaum yang berpengetahuan.

وَهُوَ الَّذِي أَنْشَأَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ فَمُسْتَقَرٌّ وَمُسْتَوْدَعٌ ۗ قَدْ فَصَّلْنَا الْآيَاتِ لِقَوْمٍ يَفْقَهُونَ

Kemenag RI 2019: Dialah yang menciptakanmu dari diri yang satu (Adam), maka (bagimu) ada tempat menetap dan tempat menyimpan. ) Sungguh, Kami telah memerinci tanda-tanda (kekuasaan Kami) kepada kaum yang memahami. (QS. 6 : 98)
Prof. Quraish Shihab: Dan Dia (Allah) Yang menciptakan kamu dari diri yang satu; maka ada tempat menetap (rahim) dan ada tempat penyimpanan (dalam tanah). Sungguh, Kami telah menjelaskan secara rinci tanda-tanda (kebesaran dan kekuasaan Kami) bagi orang-orang yang memahami.
HAMKA: Dan Dialah yang telah menimbulkan kamu daripada diri yang satu lalu ditetapkan dan ditumpangankan. Sesungguhnya bagi Kami telah jelaskan ayat-ayat bagi kaum yang mau memahami.

وَهُوَ الَّذِي أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجْنَا بِهِ نَبَاتَ كُلِّ شَيْءٍ فَأَخْرَجْنَا مِنْهُ خَضِرًا نُخْرِجُ مِنْهُ حَبًّا مُتَرَاكِبًا وَمِنَ النَّخْلِ مِنْ طَلْعِهَا قِنْوَانٌ دَانِيَةٌ وَجَنَّاتٍ مِنْ أَعْنَابٍ وَالزَّيْتُونَ وَالرُّمَّانَ مُشْتَبِهًا وَغَيْرَ مُتَشَابِهٍ ۗ انْظُرُوا إِلَىٰ ثَمَرِهِ إِذَا أَثْمَرَ وَيَنْعِهِ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكُمْ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ

Kemenag RI 2019: Dialah yang menurunkan air dari langit lalu dengannya Kami menumbuhkan segala macam tumbuhan. Maka, darinya Kami mengeluarkan tanaman yang menghijau. Darinya Kami mengeluarkan butir yang bertumpuk (banyak). Dari mayang kurma (mengurai) tangkai-tangkai yang menjuntai. (Kami menumbuhkan) kebun-kebun anggur. (Kami menumbuhkan pula) zaitun dan delima yang serupa dan yang tidak serupa. Perhatikanlah buahnya pada waktu berbuah dan menjadi masak. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang beriman. (QS. 6 : 99)
Prof. Quraish Shihab: Dan Dia (Allah) Yang menurunkan air dari langit, lalu dengan itu Kami tumbuhkan segala macam tumbuh-tumbuhan, maka dari tumbuh-tumbuhan itu Kami keluarkan tanaman yang menghijau. Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak bertumpuk; dan dari mayang kurma muncul tangkai-tangkai yang menjulai, dan kebun-kebun anggur, zaitun, dan delima, yang serupa (bentuk dan warnanya), dan tidak serupa (rasa dan sifatnya). Perhatikanlah buahnya ketika berbuah dan (perhatikanlah pula) kematangannya. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang beriman.
HAMKA: Dan Dialah yang telah menurunkan air dari langit maka Kami keluarkan dengan dia tumbuhan dari tiap-tiap sesuatu lalu Kami keluarkan daripadanya kehidupan, yang Kami keluarkan daripadanya biji-biji yang bertumpun dan dari kurma dari mayangnya (jadi) tandan yang mudah dipetik, dan kebun-kebun dari anggur dan zaitun dan delima yang bersamaan dan yang tidak bersamaan.

وَجَعَلُوا لِلَّهِ شُرَكَاءَ الْجِنَّ وَخَلَقَهُمْ ۖ وَخَرَقُوا لَهُ بَنِينَ وَبَنَاتٍ بِغَيْرِ عِلْمٍ ۚ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَىٰ عَمَّا يَصِفُونَ

Kemenag RI 2019: Mereka (orang-orang musyrik) menjadikan jin sekutu-sekutu bagi Allah, padahal Dia yang menciptakannya (jin-jin itu). Mereka berbohong terhadap-Nya (dengan mengatakan bahwa Allah mempunyai) anak laki-laki dan anak perempuan, tanpa (dasar) pengetahuan. ) Maha Suci dan Maha Tinggi Dia dari sifat-sifat yang mereka gambarkan. (QS. 6 : 100)
Prof. Quraish Shihab: Dan mereka (orang-orang musyrik) menjadikan jin sebagai sekutu bagi Allah, padahal Dialah yang menciptakan jin. Dan mereka mengada-adakan kebohongan dengan mengatakan bahwa Allah mempunyai anak laki-laki dan perempuan tanpa (dasar) ilmu. Mahasuci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka sifatkan.
HAMKA: Dan mereka jadikan bagi Allah sekutu-sekutu daripada jin, padahal Dialah yang menjadikan mereka. Dan mereka karang-karangkan untuk Dia anak-anak laki-laki dan anak-anak perempuan dengan tidak ada pengetahuan. Mahasuci lah Dia dan Mahatinggi daripada apa yang mereka sifatkan itu.

بَدِيعُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۖ أَنَّىٰ يَكُونُ لَهُ وَلَدٌ وَلَمْ تَكُنْ لَهُ صَاحِبَةٌ ۖ وَخَلَقَ كُلَّ شَيْءٍ ۖ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

Kemenag RI 2019: Dia (Allah) pencipta langit dan bumi. Bagaimana (mungkin) Dia mempunyai anak, padahal Dia tidak mempunyai istri? Dia menciptakan segala sesuatu dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu. (QS. 6 : 101)
Prof. Quraish Shihab: Dia (Allah) Pencipta langit dan bumi. Bagaimana mungkin Dia mempunyai anak, padahal Dia tidak mempunyai istri. Dia menciptakan segala sesuatu, dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.
HAMKA: Perjalanan semua langit dan bumi. Bagaimana akan ada bagi-Nya anak? Padahal tidak ada bagi-Nya istri! Dan Dialah yang menjadikan segala sesuatu. Dan Dia atas tiap-tiap sesuatu adalah Mengetahui.
Hal. 141

ذَٰلِكُمُ اللَّهُ رَبُّكُمْ ۖ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ فَاعْبُدُوهُ ۚ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ وَكِيلٌ

Kemenag RI 2019: Itulah Allah Tuhanmu. Tidak ada tuhan selain Dia, pencipta segala sesuatu. Maka, sembahlah Dia. Dialah pemelihara segala sesuatu. (QS. 6 : 102)
Prof. Quraish Shihab: Demikianlah Allah, Tuhan Pemelihara kamu; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Pencipta segala sesuatu. Maka sembahlah Dia. Dan Dia adalah Pemelihara segala sesuatu.
HAMKA: Demikian itulah Allah, Tuhan kamu. Tidak ada tuhan melainkan Dia. Yang menjadikan tiap sesuatu maka sembahlah Dia dan Dia atas tiap-tiap sesuatu adalah Pemelihara.

لَا تُدْرِكُهُ الْأَبْصَارُ وَهُوَ يُدْرِكُ الْأَبْصَارَ ۖ وَهُوَ اللَّطِيفُ الْخَبِيرُ

Kemenag RI 2019: Dia tidak dapat dijangkau oleh penglihatan mata, sedangkan Dia dapat menjangkau segala penglihatan itu. Dialah Yang Maha Halus lagi Maha Teliti. (QS. 6 : 103)
Prof. Quraish Shihab: Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedangkan Dia dapat melihat segala penglihatan. Dialah Yang Mahahalus, Maha Teliti.
HAMKA: Tidaklah mencapai akan Dia pemandangan tetapi Dia mencapai pemandangan pemandang an itu. Dan Dia adalah Amat Halus lagi Amat Tahu.

قَدْ جَاءَكُمْ بَصَائِرُ مِنْ رَبِّكُمْ ۖ فَمَنْ أَبْصَرَ فَلِنَفْسِهِ ۖ وَمَنْ عَمِيَ فَعَلَيْهَا ۚ وَمَا أَنَا عَلَيْكُمْ بِحَفِيظٍ

Kemenag RI 2019: Sungguh, telah datang kepadamu bukti-bukti yang nyata dari Tuhanmu. Siapa yang melihat (bukti-bukti itu), ) maka (manfaatnya) bagi dirinya sendiri dan siapa yang buta (tidak melihat bukti-bukti itu), maka (akibat buruknya) bagi dirinya sendiri, sedangkan aku (Nabi Muhammad) bukanlah pengawas(-mu). (QS. 6 : 104)
Prof. Quraish Shihab: Katakanlah (Nabi Muhammad saw.): “Sungguh, telah datang kepadamu bukti-bukti yang nyata dari Tuhanmu. Maka barang siapa melihat (dengan mata hatinya), maka (manfaatnya) untuk dirinya sendiri. Dan barang siapa buta (tidak melihat kebenaran), maka (kerugiannya) atas dirinya sendiri. Dan aku tidaklah menjadi pemelihara (pengawas)mu.”
HAMKA: Sesungguhnya telah datang kepada kamu beberapa pandangan dari Tuhan kamu. Barangsiapa yang telah memandang maka itu adalah untuk dirinya dan barangsiapa yang membuta, itu pun untuk celaka untuk dirinya juga dan bukanlah aku penjagaz atas kamu.

وَكَذَٰلِكَ نُصَرِّفُ الْآيَاتِ وَلِيَقُولُوا دَرَسْتَ وَلِنُبَيِّنَهُ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ

Kemenag RI 2019: Demikianlah Kami menjelaskan berulang-ulang ayat-ayat Kami (agar orang-orang beriman mengambil pelajaran darinya) dan agar mereka (orang-orang musyrik) mengatakan, “Engkau telah mempelajari (ayat-ayat itu dari Ahlulkitab),” dan agar Kami menjelaskannya (Al-Qur’an) kepada kaum yang mengetahui. (QS. 6 : 105)
Prof. Quraish Shihab: Demikianlah Kami berulang kali menjelaskan ayat-ayat Kami, agar mereka (orang-orang musyrik) berkata: “Engkau (Muhammad) telah mempelajari (ayat-ayat itu dari ahli kitab),” dan agar Kami menjelaskannya (al-Qur’an) kepada kaum yang mengetahui.
HAMKA: Dan seperti demikianlah, Kami telah memperpaling-palingkan ayat-ayat, tetapi akhirnya mereka berkata, "Engkau telah membaca!" Dan untuk Kami menerangkannya kepada kaum yang hendak tahu.

اتَّبِعْ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ ۖ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ وَأَعْرِضْ عَنِ الْمُشْرِكِينَ

Kemenag RI 2019: Ikutilah apa (Al-Qur’an) yang telah diwahyukan kepadamu (Nabi Muhammad) dari tuhanmu. Tidak ada tuhan selain Dia. Berpalinglah pula dari orang-orang musyrik. (QS. 6 : 106)
Prof. Quraish Shihab: Ikutilah apa yang telah diwahyukan kepadamu (Nabi Muhammad saw.) dari Tuhanmu; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia; dan berpalinglah dari orang-orang musyrik.
HAMKA: Ikutilah apa yang telah diwahyukan kepada engkau daripada Tuhan engkau. Tidak ada Tuhan melainkan Dia dan berpalinglah dari orang-orang yang mempersekutukan itu.

وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ مَا أَشْرَكُوا ۗ وَمَا جَعَلْنَاكَ عَلَيْهِمْ حَفِيظًا ۖ وَمَا أَنْتَ عَلَيْهِمْ بِوَكِيلٍ

Kemenag RI 2019: Sekiranya Allah menghendaki, niscaya mereka tidak mempersekutukan(-Nya). Kami tidak menjadikan engkau pengawas mereka dan engkau bukan pula penanggung jawab mereka. (QS. 6 : 107)
Prof. Quraish Shihab: Dan sekiranya Allah menghendaki, niscaya mereka tidak mempersekutukan-Nya. Dan Kami tidak menjadikan engkau (Nabi Muhammad saw.) sebagai pemelihara bagi mereka, dan engkau bukanlah pula seorang pengawas atas mereka.
HAMKA: Dan jikalau Allah menghendaki, tidaklah mereka akan mempersekutukan. Dan tidaklah Kami jadikan engkau menjadi penjagaza atas mereka dan tidaklah engkau atas mereka menjadi pengurus.

وَلَا تَسُبُّوا الَّذِينَ يَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ فَيَسُبُّوا اللَّهَ عَدْوًا بِغَيْرِ عِلْمٍ ۗ كَذَٰلِكَ زَيَّنَّا لِكُلِّ أُمَّةٍ عَمَلَهُمْ ثُمَّ إِلَىٰ رَبِّهِمْ مَرْجِعُهُمْ فَيُنَبِّئُهُمْ بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Kemenag RI 2019: Janganlah kamu memaki (sesembahan) yang mereka sembah selain Allah karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa (dasar) pengetahuan. Demikianlah, Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Tuhan merekalah tempat kembali mereka, lalu Dia akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan. (QS. 6 : 108)
Prof. Quraish Shihab: Dan janganlah kamu (wahai kaum Muslimin) memaki sembahan-sembahan yang mereka seru selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan. Demikianlah Kami jadikan indah bagi setiap umat perbuatan mereka. Kemudian kepada Tuhanlah tempat kembali mereka, lalu Dia akan memberitahukan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan.
HAMKA: Dan janganlah kamu maki apa yang mereka seru selain Allah karena mereka akan memaki Allah (pula) dengan sebab tak ada ilmu. Seperti demikianlah, telah Kami hiasi bagi tiap-tiap umat akan amalan mereka kemudian itu kepada Tuhan merekalah mereka mengembalikan mereka. Maka, Dia akan menerangkan kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan itu.

وَأَقْسَمُوا بِاللَّهِ جَهْدَ أَيْمَانِهِمْ لَئِنْ جَاءَتْهُمْ آيَةٌ لَيُؤْمِنُنَّ بِهَا ۚ قُلْ إِنَّمَا الْآيَاتُ عِنْدَ اللَّهِ ۖ وَمَا يُشْعِرُكُمْ أَنَّهَا إِذَا جَاءَتْ لَا يُؤْمِنُونَ

Kemenag RI 2019: Mereka bersumpah dengan (nama) Allah dengan sebenar-benarnya sumpah (bahwa) sungguh jika datang suatu bukti (mukjizat) kepada mereka, pastilah mereka akan beriman kepadanya. Katakanlah, “Sesungguhnya bukti-bukti itu hanya ada pada sisi Allah.” Kamu tidak akan mengira bahwa jika bukti (mukjizat) itu datang, mereka tidak juga akan beriman. ) (QS. 6 : 109)
Prof. Quraish Shihab: Mereka (kaum musyrik) bersumpah dengan sungguh-sungguh menggunakan (nama) Allah, bahwa sesungguhnya jika datang kepada mereka suatu mukjizat, pastilah mereka akan beriman kepadanya. Katakanlah (Nabi Muhammad saw.): “Sesungguhnya mukjizat-mukjizat itu hanya ada pada sisi Allah.” Dan apakah yang memberitahumu bahwa apabila mukjizat datang, mereka (juga tetap) tidak akan beriman?
HAMKA: Dan bersumpahlah mereka dengan nama Allah, sebenar-benar persumpahan jika datang kepada mereka suatu ayat, sungguh-sungguh mereka akan beriman! Katakanlah, "Ayat-ayat itu tidaklah ada hanya pada sisi Allah!" Dan kalaupun diwariyatkan kepada kamu bahwasanya ayat ayat itu apabila datang, mereka tidak juga akan beriman.

وَنُقَلِّبُ أَفْئِدَتَهُمْ وَأَبْصَارَهُمْ كَمَا لَمْ يُؤْمِنُوا بِهِ أَوَّلَ مَرَّةٍ وَنَذَرُهُمْ فِي طُغْيَانِهِمْ يَعْمَهُونَ

Kemenag RI 2019: (Kamu pun tidak akan mengira bahwa) Kami akan memalingkan hati dan penglihatan mereka seperti pertama kali mereka tidak beriman kepadanya (Al-Qur’an) serta Kami membiarkan mereka bingung dalam kesesatan. (QS. 6 : 110)
Prof. Quraish Shihab: Dan Kami palingkan hati mereka dan penglihatan mereka, sebagaimana mereka tidak beriman kepadanya (al-Qur’an) pada permulaannya, dan Kami biarkan mereka dalam kedurhakaan mereka, terombang-ambing.
HAMKA: Dan akan Kami perpaling-palingkan hati mereka dan pandangan-pandangan mereka, sebagaimana mereka tidak beriman sejak pertama kali. "Dan Kami biarkan mereka di dalam kesesatan itu pada kebingungan.