Kemenag RI 2019:Seandainya Kami benar-benar menurunkan malaikat kepada mereka (sebagai saksi kebenaran Rasul), orang yang telah mati pun (Kami hidupkan kembali lalu) berbicara dengan mereka, dan Kami kumpulkan di hadapan mereka segala sesuatu (yang mereka inginkan), mereka tidak juga akan beriman, kecuali jika Allah menghendaki. Namun, kebanyakan mereka tidak mengetahui (hakikat ini).
(QS 6 : 111)
Quraish Shihab:Dan jika seandainya Kami menurunkan para malaikat kepada mereka (kaum musyrik), dan orang-orang yang mati berbicara dengan mereka, dan Kami mengumpulkan segala sesuatu ke hadapan mereka, tentu mereka tidak (juga) akan beriman, kecuali jika Allah menghendaki (berdasarkan kecenderungan dan pilihan masing-masing), tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui (hakikat ini). HAMKA:Dan walaupun Kami turunkan kepada mereka malaikat dan Kami percakapkan kepada mereka orang mati, dan Kami kumpulkan atas mereka segala sesuatu berhadapan, niscaya tidaklah mereka akan beriman kecuali bahwa Allah menghendaki. Tetapi, kebanyakan mereka tidak tahu.
Kemenag RI 2019:Demikianlah (sebagaimana Kami menjadikan bagimu musuh) Kami telah menjadikan (pula) bagi setiap nabi musuh yang terdiri atas setan-setan (berupa) manusia dan jin. Sebagian mereka membisikkan kepada sebagian yang lain perkataan yang indah sebagai tipuan. Seandainya Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak akan melakukannya. Maka, tinggalkan mereka bersama apa yang mereka ada-adakan (kebohongan).
(QS 6 : 112)
Quraish Shihab:Dan demikianlah (sebagaimana Kami jadikan setan dan manusia sebagai musuh bagimu wahai Nabi Muhammad saw.), Kami jadikan (pula) bagi setiap nabi musuh, yaitu setan-setan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin; sebagian mereka membisikkan kepada sebagian yang lain perkataan-perkataan yang indah untuk menipu. Dan jika seandainya Tuhan Pemeliharamu menghendaki, tentu mereka tidak mengerjakannya (tetapi permusuhan itu terjadi untuk menguji manusia), maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan. HAMKA:Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap Nabi itu ada musuh, setan-setan manusia dan jin, membisikkan setengah mereka kepada yang setengah (lain)nya kata-kata yang lemak manis sebagai tipu daya. Dan, jika Tuhan engkau menghendaki tidaklah mereka berbuat begitu. Maka, biarkanlah mereka dengan apa yang mereka buat-buatkan itu.
Kemenag RI 2019:(Setan-setan itu saling membisikkan perkataan yang indah juga) agar hati kecil orang-orang yang tidak beriman pada akhirat tertarik pada bisikan itu serta menyenanginya, dan agar mereka melakukan apa yang biasa mereka (setan-setan itu) lakukan.
(QS 6 : 113)
Quraish Shihab:Dan supaya hati kecil orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat cenderung kepadanya (tipu daya dan bisikan halus setan), dan supaya mereka merasa senang kepadanya dan supaya mereka mengerjakan apa yang mereka (setan-setan) kerjakan. HAMKA:Dan supaya tertarik kepadanya hati orang-orang yang tidak percaya kepada akhirat dan supaya mereka ridha kepadanya. Dan supaya mereka kerjakan keburukan apa yang hendak mereka kerjakan.
Kemenag RI 2019:Maka, apakah (pantas) aku mencari selain Allah sebagai hakim, padahal Dialah yang menurunkan Kitab (Al-Qur’an) kepadamu (dengan penjelasan) secara terperinci? Orang-orang yang telah Kami anugerahi Kitab Suci mengetahui (bahwa) sesungguhnya (Al-Qur’an) itu diturunkan dari Tuhanmu dengan benar. Maka, janganlah sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu.
(QS 6 : 114)
Quraish Shihab:(Katakanlah, wahai Nabi Muhammad saw.): “Maka, apakah selain Allah (yang patut) aku cari sebagai hakim, padahal Dia yang telah menurunkan al-Kitab (al-Qur’an) kepadamu dengan terperinci?” Dan orang-orang yang telah Kami anugerahkan kitab kepada mereka mengetahui bahwa al-Qur’an diturunkan dari Tuhan Pemeliharamu dengan haq (benar dan mengandung kebenaran). Maka, janganlah sekali-kali engkau termasuk orang-orang yang ragu. HAMKA:Apakah yang selain Allah yang akan aku mintakan jadi hakim? Padahal, Dialah yang menurunkan kitab kepada kamu dengan terang. Sedang orang-orang yang telah Kami beri kitab itu pun tahu bahwasanya dia diturunkan dari Tuhan engkau dengan sebenarnya. Maka janganlah engkau sekali-kali termasuk orang-orang yang ragu-ragu.
Kemenag RI 2019:Telah sempurna kalimat Tuhanmu (Al-Qur’an) dengan (mengandung) kebenaran dan keadilan. Tidak ada (seorang pun) yang dapat mengubah kalimat-kalimat-Nya. Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
(QS 6 : 115)
Quraish Shihab:Dan telah sempurnalah kalimat Tuhan Pemeliharamu (al-Qur’an) dalam keadaan benar dan adil. Tidak ada yang dapat mengubah kalimat-kalimat-Nya dan Dia-lah Yang Maha Mendengar, lagi Maha Mengetahui. HAMKA:Dan telah sempurna kalimat Tuhan engkau, dalam keadaan benar dan adil. Sekali-kali, tidak ada pengganti dari kalimat-kalimat-Nya. Dan, Dia adalah Maha Mendengar lagi Mengetahui.
Kemenag RI 2019:Jika engkau mengikuti (kemauan) kebanyakan orang (kafir) di bumi ini (dalam urusan agama), niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka hanya mengikuti persangkaan belaka dan mereka hanyalah membuat kebohongan.
(QS 6 : 116)
Quraish Shihab:Dan jika engkau (Nabi Muhammad saw.) menuruti (saran dan cara hidup) kebanyakan (manusia) yang berada di bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti dugaan, dan mereka tidak lain hanyalah mengira-ngira. HAMKA:Dan, jika engkau ikut kebanyakan orang di bumi ini, niscaya akan mereka sesatkan engkau daripada jalan Allah. Karena, tidak ada yang mereka ikuti kecuali sangka-sangka. Dan, tidaklah mereka kecuali berdusta.
Kemenag RI 2019:Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dia (pula) yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.
(QS 6 : 117)
Quraish Shihab:Sesungguhnya Tuhan Pemeliharamu, Dia-lah Yang lebih mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya dan Dia lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. HAMKA:Sesungguhnya Tuhan engkau, Dialah Yang Lebih Tahu siapa yang sesat daripada jalan-Nya, dan Dialah yang Lebih Tahu siapa yang mendapat petunjuk.
Kemenag RI 2019:Makanlah sebagian apa (daging hewan halal) yang (ketika disembelih) disebut nama Allah jika kamu beriman pada ayat-ayat-Nya.
(QS 6 : 118)
Quraish Shihab:Maka, makanlah dari apa (binatang-binatang yang halal) yang disebut nama Allah atasnya (saat disembelih), jika kamu orang-orang mukmin pada ayat-ayat-Nya. HAMKA:Maka, makanlah dari apa yang disembelih dengan menyebut nama Allah atasnya, jika memang kamu beriman pada ayat-ayat-Nya.
Kemenag RI 2019:Mengapa kamu tidak mau memakan sesuatu (daging hewan) yang (ketika disembelih) disebut nama Allah. Padahal, Allah telah menjelaskan secara rinci kepadamu sesuatu yang Dia haramkan kepadamu, kecuali jika kamu dalam keadaan terpaksa. Sesungguhnya banyak yang menyesatkan (orang lain) dengan mengikuti hawa nafsunya tanpa dasar pengetahuan. Sesungguhnya Tuhanmu lebih mengetahui orang-orang yang melampaui batas.
(QS 6 : 119)
Quraish Shihab:Dan mengapa kamu tidak mau makan apa (daging binatang) yang disebut nama Allah atasnya (saat disembelih), padahal sungguh Dia telah menjelaskan secara rinci kepada kamu apa yang diharamkan-Nya atas kamu, kecuali apa yang terpaksa kamu makan. Dan sesungguhnya banyak (manusia) benar-benar (sesat dan hendak) menyesatkan (orang lain) dengan hawa nafsu mereka tanpa pengetahuan. Sesungguhnya Tuhan Pemelihara kamu, Dia-lah yang lebih mengetahui orang-orang yang melampaui batas. HAMKA:Mengapa kamu tidak akan memakan dari apa yang disebutkan nama Allah atasnya, padahal telah Dia jelaskan kepada kamu apa yang Dia haramkan atas kamu kecuali apa yang terpaksa kamu kepadanya. Dan, sesungguhnya kebanyakan (orang) telah menyesatkan dengan hawa nafsu mereka, dengan tidak pengetahuan. Dan, sesungguhnya Tuhan engkau, Dialah yang lebih mengetahui siapa orang-orang yang melanggar batas.
Kemenag RI 2019:Tinggalkanlah dosa yang terlihat dan yang tersembunyi. Sesungguhnya orang-orang yang mengerjakan (perbuatan) dosa kelak akan dibalas (dengan siksaan) karena apa yang mereka kerjakan.
(QS 6 : 120)
Quraish Shihab:Dan tinggalkanlah dosa yang tampak dan yang tersembunyi. Sesungguhnya orang-orang yang selalu mengerjakan dosa, kelak diberi balasan (yang setimpal) dengan apa yang selalu mereka perbuat. HAMKA:Dan jauhilah zahir dosa dan batinnya. Dan sesungguhnya orang-orang yang berbuat sesuatu dosa, akan dibalaslah dengan apa yang telah dikerjakan.
Kemenag RI 2019:Janganlah kamu memakan sesuatu dari (daging hewan) yang (ketika disembelih) tidak disebut nama Allah. Perbuatan itu benar-benar suatu kefasikan. Sesungguhnya setan benar-benar selalu membisiki kawan-kawannya ) agar mereka membantahmu. Jika kamu menuruti mereka, sesungguhnya kamu benar-benar musyrik.
(QS 6 : 121)
Quraish Shihab:Dan janganlah kamu makan dari apa yang tidak disebut nama Allah atasnya (saat disembelih), dan sesungguhnya ia (memakan sembelihan itu) adalah benar-benar suatu kefasikan (keluar dari ketaatan kepada Allah swt.). Sesungguhnya setan-setan membisikkan kepada kawan-kawan mereka supaya mereka membantah kamu; dan jika kamu menuruti mereka, sesungguhnya kamu tentulah menjadi orang-orang musyrik. HAMKA:Dan, janganlah kamu makan dari apa yang tidak disebutkan nama Allah atasnya, dan sesungguhnya itu adalah suatu kedurhakaan. Dan, sesungguhnya setan-setan itu membisikkan kepada pengikut-pengikut mereka, supaya mereka membantah kamu. Dan, jika kamu menuruti mereka, sesungguhnya musyriklah kamu.
Kemenag RI 2019:Apakah orang yang sudah mati lalu Kami hidupkan dan beri dia cahaya yang membuatnya dapat berjalan di tengah-tengah orang banyak, seperti orang yang berada dalam kegelapan sehingga dia tidak dapat keluar dari sana? Demikianlah, dijadikan terasa indah bagi orang-orang kafir apa yang mereka kerjakan.
(QS 6 : 122)
Quraish Shihab:Apakah orang yang (sudah) mati (jiwanya dan tenggelam dalam gelapnya kekufuran) kemudian dia Kami hidupkan (dengan iman dan takwa) dan Kami jadikan untuknya cahaya (Islam yang terang), yang dengannya (cahaya itu) dia dapat berjalan di tengah-tengah (masyarakat) manusia; serupa dengan (keadaan) orang yang berada dalam aneka kegelapan yang dia tidak dapat keluar darinya? Demikianlah dijadikan indah (oleh setan) bagi orang-orang kafir apa yang mereka kerjakan. HAMKA:Dan apakah orang yang telah mati lalu Kami hidupkan dia dan Kami jadikan baginya cahaya, yang berjalan dia dengan (cahaya) itu di antara manusia, akan sama seperti orang yang dalam kegelapan, yang tidak ada jalan keluar daripadanya? Demikian itulah, telah dihiasi bagi orang-orang yang kafir itu apa-apa yang telah mereka kerjakan.
Kemenag RI 2019:Demikian pula pada setiap negeri Kami jadikan orang-orang jahatnya ) sebagai pembesar agar melakukan tipu daya di sana. Padahal, mereka hanya menipu diri sendiri tanpa menyadarinya.
(QS 6 : 123)
Quraish Shihab:Dan demikianlah Kami jadikan pada setiap negeri para pemimpin pendurhakanya, supaya mereka melakukan tipu daya di dalamnya. Dan mereka tidak memperdaya melainkan diri mereka (sendiri), sedangkan mereka tidak menyadari. HAMKA:Dan demikianlah, telah Kami jadikan pada tiap-tiap negeri beberapa orang-orang besar jadi pendurhaka supaya mereka menipu daya di dalamnya. Padahal, tidaklah mereka menipu daya melainkan kepada diri mereka sendiri, namun mereka tidaklah sadar.
Kemenag RI 2019:Apabila datang suatu ayat kepada mereka, mereka berkata, “Kami tidak akan beriman hingga diberikan kepada kami (sesuatu) seperti apa yang diberikan kepada rasul-rasul Allah.” Allah lebih mengetahui di mana Dia menempatkan tugas kerasulan-Nya. Orang-orang yang berdosa nanti akan ditimpa kehinaan di sisi Allah dan azab yang keras karena tipu daya yang mereka lakukan.
(QS 6 : 124)
Quraish Shihab:Dan apabila datang suatu ayat (bukti yang jelas) kepada mereka, mereka berkata: “Kami sekali-kali tidak akan beriman, sampai diberikan kepada kami yang serupa dengan apa yang telah diberikan kepada para utusan Allah.” Allah lebih mengetahui di mana Dia menempatkan (tugas) kerasulan-Nya. Orang-orang yang berdosa, kelak ditimpa kehinaan di sisi Allah dan azab yang sangat keras disebabkan mereka selalu membuat tipu daya. HAMKA:Dan apabila datang kepada mereka suatu ayat, mereka berkata, “Sekali-kali, kami tidak akan percaya sehingga didatangkan seumpama apa yang didatangkan kepada rasul-rasul Allah.” Tetapi, Allah-lah yang lebih mengetahui kira-kira di mana yang patut Dia menjadikan risalah-Nya. Akan mengenailah kepada orang-orang yang berdosa itu suatu kehinaan dari sisi Allah dan siksaan yang sangat, lantaran apa yang mereka tipu dayakan itu.
Kemenag RI 2019:Maka, siapa yang Allah kehendaki mendapat hidayah, Dia akan melapangkan dadanya untuk menerima Islam. Siapa yang Dia kehendaki menjadi sesat, Dia akan menjadikan dadanya sempit lagi sesak seakan-akan dia sedang mendaki ke langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman.
(QS 6 : 125)
Quraish Shihab:Maka, barang siapa (yang) Allah kehendaki untuk dianugerahi-Nya petunjuk (karena kecenderungan hatinya untuk memperoleh petunjuk), pasti Dia melapangkan dadanya untuk Islam. Dan barang siapa (yang) dikehendaki (Allah swt.) untuk disesatkan-Nya (karena kecenderungan hatinya untuk sesat), pasti Dia menjadikan dadanya sempit lagi sesak, bagaikan sedang mendaki di langit. Demikianlah Allah menimpakan siksa atas orang-orang yang tidak beriman. HAMKA:Dan barang siapa dikehendaki Allah hendak memberinya petunjuk, niscaya akan Dia bukakan dadanya buat (menerima) Islam. Dan barang siapa yang Dia kehendaki menyesatkannya, dijadikanlah dadanya sempit picik, seakan-akan dia akan meningkat ke langit. Seperti demikianlah Allah menjadikan kekotoran atas orang-orang yang tidak mau beriman.
Kemenag RI 2019:Inilah jalan Tuhanmu yang lurus. Sungguh, Kami telah menjelaskan secara rinci ayat-ayat (Kami) kepada orang-orang yang mengambil pelajaran.
(QS 6 : 126)
Quraish Shihab:Dan inilah jalan Tuhan Pemeliharamu, (jalan yang) lurus. Sungguh, Kami telah menjelaskan secara rinci ayat-ayat (keterangan dan bukti kebenaran) kepada orang-orang yang mengambil pelajaran. HAMKA:Dan inilah jalan Tuhan engkau, yang lurus. Sesungguhnya telah Kami jelaskan ayat-ayat Kami kepada kaum yang mau ingat.
Kemenag RI 2019:Bagi mereka (disediakan) tempat yang damai (surga) di sisi Tuhannya. Dialah pelindung mereka karena apa (amal kebajikan) yang mereka kerjakan.
(QS 6 : 127)
Quraish Shihab:Untuk mereka (disediakan) negeri aman pada sisi Tuhan Pemelihara mereka dan Dia-lah Pelindung mereka disebabkan apa yang selalu mereka kerjakan. HAMKA:Bagi mereka adalah negeri yang sejahtera di sisi Tuhan mereka dan Dialah penolong mereka, dengan sebab apa yang mereka amalkan.
Kemenag RI 2019:(Ingatlah) pada hari ketika Dia mengumpulkan mereka semua (dan Allah berfirman), “Wahai golongan jin, kamu telah sering kali (menyesatkan) manusia.” Kawan-kawan ) mereka dari golongan manusia berkata, “Ya Tuhan, kami telah saling mendapatkan kesenangan ) dan kami telah sampai pada waktu yang telah Engkau tentukan buat kami.” Allah berfirman, “Nerakalah tempat kamu selama-lamanya, kecuali jika Allah menghendaki lain.” Sesungguhnya Tuhanmu Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.
(QS 6 : 128)
Quraish Shihab:Dan (ingatlah), pada hari ketika Dia mengumpulkan mereka semua (baik yang taat maupun yang durhaka), Allah berfirman: “Hai golongan jin (yang durhaka)! Sungguh, kamu telah banyak (menyesatkan) manusia,” dan telah berkata bekas kawan-kawan mereka (di dunia) dari golongan manusia: “Tuhan Pemelihara kami! Sebagian kami telah memperoleh kesenangan (sementara) dari sebagian (yang lain) dan kami (bersama para jin durhaka itu) telah sampai kepada batas akhir (kematian) yang telah Engkau tentukan bagi kami.” Dia berfirman: “Neraka itulah kediaman kamu, dalam keadaan kekal di dalamnya, kecuali apa yang dikehendaki Allah.” Sesungguhnya Tuhan Pemelihara kamu Maha Bijaksana, lagi Maha Mengetahui. HAMKA:Dan (ingatlah) akan hari, yang akan Dia himpunkan mereka sekalian, “Wahai sekalian golongan jin, sesungguhnya kamu telah mendapat banyak (hasil) dari manusia.” Dan berkata pengikut-pengikut mereka dari (kalangan) manusia, “Wahai Tuhan kami, telah bersenang-senang setengah kami dengan yang setengah dan telah sampai kami kepada ajal kami yang telah Engkau tentukan bagi kami.” Berfirman Dia, “Nerakalah tempat kamu dalam keadaan kekal di dalamnya.” Kecuali apa yang dikehendaki oleh Allah. Sesungguhnya Tuhan engkau adalah Mahabijaksana, lagi Mengetahui.
Kemenag RI 2019:Demikianlah Kami jadikan sebagian orang-orang zalim berteman dengan sebagian lainnya, sebagai balasan atas apa yang selalu mereka kerjakan.
(QS 6 : 129)
Quraish Shihab:Dan demikianlah Kami jadikan sebagian orang-orang yang zalim menjadi dekat bagi sebagian yang lain disebabkan apa yang selalu mereka usahakan. HAMKA:Dan demikianlah akan Kami iringkan sebagian orang-orang yang zalim itu dengan yang sebagian, lantaran apa yang telah mereka usahakan.
Kemenag RI 2019:(Allah berfirman,) “Wahai golongan jin dan manusia, tidakkah sudah datang kepadamu rasul-rasul dari kalanganmu sendiri yang menyampaikan ayat-ayat-Ku kepadamu dan memperingatkanmu tentang pertemuan pada hari ini?” Mereka menjawab, “(Ya,) kami menjadi saksi atas diri kami sendiri.” Namun, mereka tertipu oleh kehidupan dunia. Mereka telah menjadi saksi atas diri mereka sendiri bahwa mereka adalah orang kafir.
(QS 6 : 130)
Quraish Shihab:Hai golongan jin dan manusia! Apakah belum datang kepada kamu para rasul dari kalangan kamu (sendiri), yang menyampaikan (dan menjelaskan) kepada kamu ayat-ayat-Ku dan memberi peringatan kepada kamu terhadap pertemuan kamu dengan hari ini (Hari Kebangkitan)? Mereka berkata: “Kami menjadi saksi (bahwa Engkau telah mengutus para rasul, dan kami telah melakukan penganiayaan) atas diri kami sendiri.” Kehidupan dunia telah memperdaya mereka, dan mereka menjadi saksi atas diri mereka (sendiri) bahwa mereka adalah (benar-benar) orang-orang kafir. HAMKA:“Wahai golongan jin dan manusia, bukankah telah datang kepada kamu beberapa rasul dari (kalangan) kamu, yang menceritakan kepada kamu tentang ayat-ayat-Ku dan telah memberi ancaman kepada kamu dari hal pertemuan hari kamu ini?” Berkata mereka, “Kami telah menyaksikan atas diri-diri kami.” Dan telah tertipu mereka oleh kehidupan dunia dan mereka pun telah menyaksikan atas kesalahan diri-diri mereka bahwa sesungguhnya mereka memang telah menjadi orang-orang yang kafir.
Kemenag RI 2019:Demikian itu (pengutusan para rasul) karena Tuhanmu tidak akan membinasakan suatu negeri karena kezaliman (mereka), sedangkan penduduknya dalam keadaan belum tahu.
(QS 6 : 131)
Quraish Shihab:Yang demikian itu (diutusnya para rasul) adalah karena Tuhan Pemelihara kamu tidaklah membinasakan kota-kota (beserta penduduknya) disebabkan kezaliman (apa pun yang mereka lakukan), sedangkan penduduknya dalam keadaan lengah (tidak tahu dan tidak sadar tentang apa yang dikehendaki Allah swt. dari mereka serta apa dampak dari ketaatan dan pelanggaran mereka). HAMKA:Demikianlah karena Tuhan engkau tidaklah membinasakan negeri-negeri itu dengan aniaya, sedang penduduknya lalai.
Kemenag RI 2019:Masing-masing orang ada tingkatannya, (sesuai) dengan apa yang mereka kerjakan. Tuhanmu tidak lengah terhadap apa yang mereka kerjakan.
(QS 6 : 132)
Quraish Shihab:Dan setiap orang memperoleh derajat-derajat (tingkat-tingkat di surga atau neraka) dari (seimbang dengan) apa yang telah mereka kerjakan. Dan Tuhan Pemeliharamu sekadar tidak lengah dari apa yang mereka perbuat (baik yang durhaka maupun yang taat). HAMKA:Dan bagi tiap-tiap seseorang ada beberapa derajat dari apa yang mereka amalkan. Dan tidaklah Tuhan engkau lalai dari apa yang mereka amalkan itu.
Kemenag RI 2019:Tuhanmulah Yang Maha Kaya lagi penuh rahmat. Jika menghendaki, Dia akan memusnahkanmu. Setelah itu, Dia akan menggantimu dengan yang dikehendaki-Nya, sebagaimana Dia menjadikan kamu dari keturunan kaum lain (sebelummu).
(QS 6 : 133)
Quraish Shihab:Dan Tuhan Pemeliharamu adalah Maha Kaya, lagi Pemilik rahmat. Jika Dia menghendaki, pasti Dia memusnahkan kamu dan mengganti (kamu) setelah kamu (dimusnahkan-Nya) dengan apa (makhluk dari jenis manusia atau jenis lain) yang dikehendaki-Nya, sebagaimana Dia telah menjadikan kamu dari keturunan kaum yang lain. HAMKA:Dan Tuhan engkau adalah kaya, mempunyai rahmat. Jika Dia kehendaki, niscaya akan dibinasakan-Nya kamu dan diganti-Nya sesudah kamu (dengan) siapa yang Dia kehendaki, sebagaimana telah Dia jadikan kamu dari keturunan kaum yang lain.
Kemenag RI 2019:Sesungguhnya apa pun yang dijanjikan kepadamu pasti datang dan kamu tidak mampu menolaknya.
(QS 6 : 134)
Quraish Shihab:Sesungguhnya apa yang dijanjikan (Allah swt.) kepada kamu (seperti kehadiran Hari Kiamat, surga dan neraka) pasti datang, dan kamu sekali-kali tidak sanggup menolaknya. HAMKA:Sesungguhnya apa yang dijanjikan kepada kamu, pastilah datang, dan tidaklah kamu akan terlepas.
Kemenag RI 2019:Katakanlah (Nabi Muhammad), “Wahai kaumku, berbuatlah menurut kedudukanmu, aku pun berbuat (demikian). Kelak kamu akan mengetahui siapa yang akan memperoleh tempat (terbaik) di akhirat (nanti). Sesungguhnya orang-orang yang zalim tidak akan beruntung.
(QS 6 : 135)
Quraish Shihab:Katakanlah (Nabi Muhammad saw.): “Hai kaumku! Berbuatlah sesuai kedudukan kamu, sesungguhnya aku (pun) berbuat; kelak kamu pasti mengetahui siapa yang memperoleh kesudahan (yang baik) dari dunia ini. Sesungguhnya orang-orang zalim tidak akan mendapat keberuntungan. HAMKA:Katakanlah, “Wahai kaumku, beramallah kamu menurut kesanggupan kamu. Sesungguhnya aku pun akan beramal. Maka, akan mengetahui kamu, siapakah yang akan dan baginya, akibat (baik) di akhirat. Sesungguhnya, tidaklah akan beroleh bahagia orang-orang yang zalim.”
Kemenag RI 2019:Mereka menyediakan sebagian dari sesuatu yang Allah ciptakan, yaitu hasil tanaman dan hewan ternak, untuk Allah sambil berkata menurut persangkaan mereka, “Ini untuk Allah dan yang ini untuk berhala-berhala kami.” Bagian yang (disediakan) untuk berhala-berhala mereka tidak akan sampai kepada Allah, sedangkan bagian yang (disediakan) untuk Allah akan sampai pada berhala-berhala mereka. ) Sangat buruk ketetapan mereka itu.
(QS 6 : 136)
Quraish Shihab:Dan mereka (yang menyekutukan Allah swt.) memperuntukkan bagi Allah dari apa yang telah Dia kembangbiakkan bagian dari tanaman dan ternak, lalu mereka berkata sesuai dengan anggapan mereka: “Ini untuk Allah dan ini untuk sekutu-sekutu (berhala-berhala) kami.” Maka, apa yang diperuntukkan bagi sekutu-sekutu mereka tidak sampai kepada Allah; dan apa yang diperuntukkan bagi Allah, maka itu sampai kepada sekutu-sekutu mereka. HAMKA:Dan mereka adakan pembagian untuk Allah dari apa yang Dia jadikan; dari ladang dan binatang-binatang ternak, seraya mereka berkata, “Ini adalah untuk Allah menurut pendakwaan mereka dan ini untuk berhala-berhala kami.” Namun, apa yang mereka untukkan bagi berhala-berhala itu, tidak sampai kepada Allah. Dan, apa yang untuk Allah maka itu sampai kepada berhala-berhala mereka. Sangat buruklah apa yang mereka putuskan itu.
Kemenag RI 2019:Demikianlah berhala-berhala mereka (setan) menjadikan terasa indah bagi banyak orang musyrik membunuh anak-anak mereka untuk membinasakan mereka dan mengacaukan agama mereka sendiri. ) Seandainya Allah berkehendak, niscaya mereka tidak akan mengerjakannya. Biarkanlah mereka bersama apa (kebohongan) yang mereka ada-adakan.
(QS 6 : 137)
Quraish Shihab:Dan demikianlah sekutu-sekutu mereka telah menjadikan banyak di antara (golongan) orang-orang musyrik memandang indah pembunuhan anak-anak mereka, sehingga akibatnya membinasakan mereka dan mengaburkan bagi mereka (pemahaman) agama mereka. Dan jika seandainya Allah menghendaki, pasti mereka tidak mengerjakannya (tetapi Allah swt. tidak menghendaki karena Dia telah menganugerahkan kepada manusia kebebasan untuk memilah dan memilih), maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan. HAMKA:Dan demikian pula, dinampakkan bagus pada kebanyakan dari musyrikin itu membunuh anak-anak mereka, oleh sekutu-sekutu mereka karena hendak menjerumuskan mereka dan karena hendak menimbulkan keraguan atas mereka berkenaan dengan agama mereka. Kalau Allah menghendaki, niscaya tidaklah mereka berbuat begitu. Maka, biarkanlah mereka dan biarkanlah apa yang mereka ada-adakan itu.
Kemenag RI 2019:Mereka berkata menurut anggapan mereka, “Inilah hewan ternak dan hasil bumi yang dilarang, tidak boleh dimakan, kecuali oleh orang yang kami kehendaki. Ada pula hewan yang diharamkan punggungnya (tidak boleh ditunggangi) dan ada hewan ternak yang (ketika disembelih) boleh tidak menyebut nama Allah.” (Hal itu) sebagai kebohongan terhadap Allah. Kelak Allah akan membalas semua yang mereka ada-adakan.
(QS 6 : 138)
Quraish Shihab:Dan (selain kesesatan yang lalu), mereka (juga) mengatakan: “Inilah binatang ternak dan tanaman yang dilarang, tidak boleh (ada yang) memakannya, kecuali siapa yang kami kehendaki (yaitu, para pelayan berhala),” menurut anggapan mereka (yang keliru). Dan (ada) binatang ternak yang diharamkan menungganginya dan binatang ternak yang mereka tidak menyebut nama Allah atasnya (sewaktu mereka sembelih, atau mereka kendarai untuk melaksanakan haji sambil mengumandangkan nama berhala-berhala mereka, bukan nama Allah swt.). (Ucapan itu) semata-mata kedustaan terhadap-Nya. Kelak Dia membalas mereka terhadap apa yang selalu mereka ada-adakan. HAMKA:Dan, mereka berkata, “Ini adalah binatang-binatang ternak dan ladang larangan yang seorang pun tidak boleh memakannya kecuali siapa-siapa yang kami kehendaki,” menurut pendakwaan dan beberapa binatang ternak yang diharamkan menungganginya dan beberapa binatang ternak yang tidak disebut nama Allah (ketika menyembelihnya) karena mengada-adakan atasnya. Maka Dia akan membalas kepada mereka dari apa yang telah mereka ada-adakan itu.
Kemenag RI 2019:Mereka juga berkata, “Apa yang ada di dalam perut hewan ternak ini khusus untuk kaum laki-laki kami dan haram bagi istri-istri kami.” Jika (yang ada di dalam perut itu dilahirkan dalam keadaan) mati, semua boleh (memakannya). Kelak Allah akan membalas ketetapan mereka. Sesungguhnya Dia Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.
(QS 6 : 139)
Quraish Shihab:Dan mereka mengatakan: “Apa yang dalam perut binatang ternak ini (janin dan atau susunya) adalah khusus untuk laki-laki kami dan diharamkan atas pasangan-pasangan kami (wanita),” dan jika ia (yang dalam perut itu dilahirkan dalam keadaan) mati, maka mereka (laki-laki dan wanita) bersekutu (untuk makan anak binatang yang lahir mati itu atau minum susunya). Kelak Allah membalas mereka atas penyifatan mereka itu (bahwa ini halal dan ini haram). Sesungguhnya Dia Maha Bijaksana, lagi Maha Mengetahui. HAMKA:Dan, mereka berkata, “Apa yang ada di dalam perut binatang-binatang ternak ini adalah halal untuk laki-laki kami dan diharamkan untuk istri-istri kami.” Dan jika kandungan binatang-binatang itu mati maka mereka bersekutu padanya. Allah akan membalas kepada mereka tentang aturan yang mereka sifatkan itu. Sesungguhnya Dia adalah Mahabijaksana lagi Mengetahui.
Kemenag RI 2019:Sungguh rugi orang-orang yang membunuh anak-anak mereka karena kebodohan tanpa pengetahuan dan mengharamkan rezeki yang dikaruniakan Allah kepada mereka dengan (semata-mata) membuat-buat kebohongan terhadap Allah. Sungguh, mereka telah sesat dan tidak mendapat petunjuk.
(QS 6 : 140)
Quraish Shihab:Sungguh, telah merugi orang-orang yang telah membunuh anak-anak mereka karena kebodohan, lagi tanpa pengetahuan, dan mereka mengharamkan rezeki yang telah dianugerahkan Allah kepada mereka (antara lain berupa binatang dan tanaman) semata-mata mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. Sungguh, mereka telah sesat dan bukanlah mereka orang-orang yang mendapat petunjuk. HAMKA:Sesungguhnya telah rugi orang-orang yang membunuh anak-anak mereka karena pandir dan tidak mempunyai pengetahuan dan telah mereka haramkan apa yang telah dihalalkan Allah kepada mereka, semata-mata karena dibuat-buat saja dusta atas nama Allah. Sesungguhnya mereka telah sesat, dan tidaklah mereka mendapat petunjuk.
Kemenag RI 2019:Dialah yang menumbuhkan tanaman-tanaman yang merambat dan yang tidak merambat, pohon kurma, tanaman yang beraneka ragam rasanya, serta zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya) dan tidak serupa (rasanya). Makanlah buahnya apabila ia berbuah dan berikanlah haknya (zakatnya) pada waktu memetik hasilnya. Akan tetapi, janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.
(QS 6 : 141)
Quraish Shihab:Dan Dia-lah yang menjadikan kebun-kebun yang berjunjung (yang disanggah tiang) dan yang tidak berjunjung, pohon kurma, tanaman yang beraneka ragam rasanya, zaitun dan delima yang serupa (dalam bentuk dan warnanya) dan tidak serupa (aroma dan kegunaannya). Makanlah sebagian buahnya bila ia berbuah, dan tunaikanlah (dari sebagian yang lain) haknya di hari memetik (hasilnya) dan janganlah kamu berlebih-lebihan (dalam segala hal). Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan. HAMKA:Dan Dialah yang telah menimbulkan kebun-kebun yang dijunjungkan dan yang bukan dijunjungkan, dan pohon kurma, tumbuh-tumbuhan yang berlainan rasanya dan zaitun, dan delima yang bersamaan dan yang bukan bersamaan. “Maka makanlah dari buahnya apabila dia berbuah dan keluarkanlah haknya di hari pengenatannya dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Dia tidaklah suka kepada orang-orang yang berlebih-lebihan.”
Kemenag RI 2019:Di antara hewan-hewan ternak itu ada yang dijadikan pengangkut beban dan ada (pula) yang untuk disembelih. Makanlah rezeki yang diberikan Allah kepadamu. Janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya dia adalah musuh yang nyata bagimu.
(QS 6 : 142)
Quraish Shihab:Dan dari (jenis) binatang ternak itu (ada yang) Dia jadikan untukmu sebagian pengangkutan dan sebagian untuk dimakan. HAMKA:Dan dari binatang-binatang ternak itu ada pengangkut dan (ada) sembelihan. “Makanlah dari apa yang telah dikaruniakan kepada kamu oleh Allah dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya dia terhadap kamu adalah musuh yang nyata.”
Kemenag RI 2019:Ada delapan hewan ternak yang berpasangan (empat pasang, yaitu) sepasang domba dan sepasang kambing. Katakanlah, “Apakah yang Dia haramkan itu dua yang jantan, dua yang betina, atau yang ada dalam kandungan kedua betinanya? Terangkanlah kepadaku berdasarkan pengetahuan jika kamu orang yang benar.”
(QS 6 : 143)
Quraish Shihab:(Binatang ternak itu ada) delapan pasang (jantan dan betina), dari (jenis) domba dua, dan dari (jenis) kambing dua. Katakanlah (Nabi Muhammad saw. kepada orang-orang musyrik): “Apakah dua yang jantan (domba dan kambing) yang diharamkan (Allah swt.) ataukah dua yang betina (domba dan kambing), ataukah yang ada dalam kandungan kedua betina? Beritahukanlah kepadaku berdasar pengetahuan, jika kamu orang-orang yang benar.” HAMKA:Delapan berpasangan dari biri-biri dua dan dari kambing dua. Tanyakanlah, “Apakah dua yang jantan itu yang Dia haramkan ataukah dua yang betina? Ataukah yang dikandung dalam peranakan dua yang betina itu? Ceritakanlah kepadaku dengan pengetahuan, jika sungguh kamu orang-orang yang benar.”
Kemenag RI 2019:(Dua pasang lagi adalah) sepasang unta dan sepasang sapi. Katakanlah, “Apakah yang Dia haramkan dua yang jantan, dua yang betina, atau yang ada dalam kandungan kedua betinanya? Apakah kamu menjadi saksi ketika Allah menetapkan ini bagimu? Siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah untuk menyesatkan orang-orang tanpa pengetahuan?” ) Sesungguhnya Allah tidak akan memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.
(QS 6 : 144)
Quraish Shihab:Dan (ingatlah) pada hari ketika Allah berfirman: “Hai Isa putra Maryam, ingatlah nikmat-Ku terhadapmu dan terhadap ibumu, ketika Aku menguatkanmu dengan Ruhul Qudus (malaikat Jibril) sehingga engkau dapat berbicara kepada manusia di buaian dan ketika dewasa. Dan ketika Aku mengajarkan kepadamu Kitab (Injil) dan hikmah (yang terkandung di dalamnya), Taurat dan Injil, dan ketika engkau membuat dari tanah (tanah liat) (berupa burung) dengan izin-Ku, lalu engkau meniupnya dan menjadi burung yang hidup dengan izin-Ku. Dan ketika engkau menyembuhkan orang yang buta sejak lahir dan orang yang berpenyakit sopak dengan izin-Ku. Dan ketika engkau mengeluarkan orang-orang mati dengan izin-Ku. Dan ketika Aku menahan Bani Israil (yang engkau lahirkan di masa mereka) dan ketika engkau mengingatkan mereka, jika mereka bersikap ingkar terhadap tanda-tanda-Ku.” HAMKA:Dan dari unta dua dan dari lembu dua. Tanyakanlah, “Apakah dua yang jantan itu yang Dia haramkan ataukah dua yang betina, ataukah yang dikandung dalam peranakan dua yang betina itu? Apakah kamu menyaksikan ketika Allah memerintahkan kamu dengan ini? Maka, siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan dusta atas Allah untuk menyesatkan manusia dengan tidak pengetahuan? Sesungguhnya Allah tidaklah memberi petunjuk kepada kaum yang zalim.”
Kemenag RI 2019:Katakanlah, “Tidak kudapati di dalam apa yang diwahyukan kepadaku sesuatu yang diharamkan memakannya bagi yang ingin memakannya, kecuali (daging) hewan yang mati (bangkai), darah yang mengalir, daging babi karena ia najis, atau yang disembelih secara fasik, (yaitu) dengan menyebut (nama) selain Allah. Akan tetapi, siapa pun yang terpaksa bukan karena menginginkannya dan tidak melebihi (batas darurat), maka sesungguhnya Tuhanmu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
(QS 6 : 145)
Quraish Shihab:Katakanlah (wahai Nabi Muhammad saw.): “Aku tidak menemukan dalam wahyu yang diturunkan kepadaku (al-Qur’an) sesuatu yang diharamkan atas orang yang memakannya, kecuali yang sudah diharamkan atasnya sendiri (sebelum turunnya al-Qur’an). Yaitu, bangkai, darah yang mengalir, daging babi dan binatang yang disembelih dengan menyebut selain nama Allah. Tetapi barang siapa yang dalam keadaan terpaksa (makan) bukan karena maksud durhaka dan tidak melampaui batas, maka sesungguhnya Tuhanmu Maha Pengampun, lagi Maha Penyayang. HAMKA:Katakanlah, “Tidaklah aku dapati di dalam apa yang diwahyukan kepadaku sesuatu yang diharamkan bagi si pemakan yang mau memakannya kecuali bahwa dia itu bangkai atau darah yang mengalir atau daging babi. Karena sesungguhnya dia itu kotor atau suatu pendurhakaan yang disembelih untuk selain Allah. Maka, barang siapa yang terpaksa, bukan karena ingin atau sengaja hendak melebihi, maka sesungguhnya Tuhan engkau adalah Pengampun lagi Penyayang.”
Kemenag RI 2019:Atas orang-orang Yahudi Kami mengharamkan semua (hewan) yang berkuku. ) Kami mengharamkan pula atas mereka lemak sapi dan domba, kecuali yang melekat di punggungnya, yang ada dalam isi perutnya, atau yang bercampur dengan tulang. Demikianlah Kami menghukum mereka karena kedurhakaannya. Sesungguhnya Kami Maha Benar.
(QS 6 : 146)
Quraish Shihab:Dan bagi orang-orang Yahudi, Kami haramkan segala binatang yang bergigi tajam. Dan bagi mereka ada yang Kami perintahkan (dalam Taurat) untuk mengharamkan sebagian makanan sebagaimana telah Kami jelaskan kepada mereka secara rinci. Dan bagi setiap orang yang zalim di antara mereka, sesungguhnya Kami akan menimpakan azab yang keras. HAMKA:Dan, atas orang-orang Yahudi telah Kami haramkan tiap-tiap yang mempunyai kuku, dan dari lembu dan kambing, telah Kami haramkan atas mereka lemaknya. Kecuali, lemak yang ada di punggung keduanya atau di dalam perut, atau apa yang tercampur dengan tulang. Demikian itulah, Kami balas mereka dengan sebab kejahatan mereka. Sesungguhnya Kami adalah benar.
Kemenag RI 2019:Maka, jika mereka mendustakanmu, katakanlah, “Tuhanmu mempunyai rahmat yang luas dan siksa-Nya tidak dapat dielakkan dari orang-orang yang berdosa.”
(QS 6 : 147)
Quraish Shihab:Maka jika mereka mendustakanmu, maka
katakanlah: 'Tuhan kamu mempunyai rahmat yang luas; dan siksa-Nya tidak
dapat ditolak terhadap kaum para pendurhaka: " HAMKA:Maka, jika mereka mendustakan engkau, katakanlah, “Tuhan kamu adalah mempunyai rahmat yang luas dan tidaklah dapat ditolak siksaan-Nya daripada kaum yang berbuat dosa.”
Kemenag RI 2019:Orang-orang musyrik akan berkata, “Jika Allah menghendaki, tentu kami tidak akan mempersekutukan-Nya, begitu pula nenek moyang kami, dan kami tidak akan mengharamkan apa pun.” Seperti itu pula orang-orang sebelum mereka telah mendustakan (para rasul) sampai mereka merasakan azab Kami. Katakanlah (Nabi Muhammad), “Apakah kamu mempunyai dalil yang dapat kamu kemukakan kepada kami? Yang kamu ikuti hanya persangkaan belaka dan kamu hanya mengira-ngira.”
(QS 6 : 148)
Quraish Shihab:Orang-orang yang mempersekutukan Tuhan, akan mengatakan: 'Jika Allah
menghendaki, niscaya kami dan ( demikian juga) bapak-bapak kami tidak
mempersekutukan-Nya dan tidak (pula) kami mengharamkan sesuatu apa pun. "
Demikian pula orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan (para
rasul) sampai mereka merasakan siksaan Kami. Katakanlah: "Apakah kamu
mempunyai sesuatu pengetahuan sehingga dapat kamu mengemukakannya
kepada Kami?" Kamu tidak mengikuti kecuali persangkaan belaka, dan kamu
tidak lain hanya mengira-ngira. HAMKA:Akan berkata orang-orang yang mempersekutukan itu, “Jika Allah menghendaki, niscaya tidaklah kami akan mempersekutukan, tidak (pula) bapak-bapak kami, dan tidak kami akan mengharamkan apa-apa.” Seperti itu pulalah telah mendustakan orang-orang yang sebelum mereka sehingga mereka merasakan siksaan Kami. Tanyakanlah, “Adakah pada kamu suatu ilmu yang bisa kamu keluarkan kepada Kami?” Tidak ada yang kamu ikuti kecuali sangka-sangka dan tidaklah kamu ini melainkan berdusta semua.
Kemenag RI 2019:Katakanlah (Nabi Muhammad), “Hanya milik Allahlah dalil yang kuat. Maka, kalau Dia menghendaki, niscaya kamu semua mendapat petunjuk.”
(QS 6 : 149)
Quraish Shihab:Katakanlah (Nabi Muhammad saw.): “(Jika kamu berkata demikian), maka Allah memiliki hujjah (bukti pembenaran) (atas kebohongan kamu) yang sangat jelas, sebab jika seandainya Dia menghendaki, pasti Dia memberi petunjuk kepada kamu semua (tetapi Allah swt. tidak berkehendak demikian, karena Dia berkehendak untuk memberi kebebasan memilih kepada manusia).” HAMKA:Katakanlah, “Maka pada Allah-lah alasan yang kuat. Maka kalau Dia kehendaki, niscaya diberi-Nya petunjuklah kamu sekalian.”
Kemenag RI 2019:Katakanlah (Nabi Muhammad), “Bawalah saksi-saksimu yang dapat membuktikan bahwa Allah mengharamkan ini.” Jika mereka memberi kesaksian, engkau jangan (ikut pula) memberi kesaksian bersama mereka. Jangan engkau ikuti keinginan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat dan mempersekutukan Tuhan.
(QS 6 : 150)
Quraish Shihab:Katakanlah (Nabi Muhammad saw.): “Hadirkanlah para saksi kamu yang dapat memberikan kesaksian bahwa Allah telah mengharamkan ini.” Jika mereka memberikan kesaksian, maka janganlah engkau (Nabi Muhammad saw.) memberi kesaksian bersama mereka; dan jangan (pula) engkau mengikuti hawa nafsu orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan orang-orang yang tidak beriman kepada (kehidupan) akhirat, sedangkan mereka menyekutukan (sesuatu) dengan Tuhan Pemelihara mereka. HAMKA:Katakanlah, “Bawalah kemari saksi-saksi kamu yang akan menyaksikan bahwa Allah telah mengharamkan ini.” Tetapi, jika mereka telah menyaksikan maka janganlah engkau menjadi saksi bersama mereka dan janganlah engkau ikuti hawa nafsu orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan orang-orang yang tidak percaya kepada akhirat itu, sedang mereka terhadap Tuhan mereka adalah mempersekutukan.
Kemenag RI 2019:Katakanlah (Nabi Muhammad), “Kemarilah! Aku akan membacakan apa yang diharamkan Tuhan kepadamu, (yaitu) janganlah mempersekutukan-Nya dengan apa pun, berbuatbaiklah kepada kedua orang tua, dan janganlah membunuh anak-anakmu karena kemiskinan. (Tuhanmu berfirman,) ‘Kamilah yang memberi rezeki kepadamu dan kepada mereka.’ Janganlah pula kamu mendekati perbuatan keji, baik yang terlihat maupun yang tersembunyi. Janganlah kamu membunuh orang yang diharamkan Allah, kecuali dengan alasan yang benar. ) Demikian itu Dia perintahkan kepadamu agar kamu mengerti.
(QS 6 : 151)
Quraish Shihab:Katakanlah: “Marilah aku bacakan apa yang diharamkan atas kamu oleh Tuhanmu: janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun; berbuat baiklah kepada kedua orang tua, kaum kerabat, anak yatim, orang miskin, tetangga yang dekat, tetangga yang jauh, teman sejawat dan musafir; dan janganlah kamu memboroskan harta dengan boros yang berlebihan. Sesungguhnya orang-orang yang boros itu adalah saudara setan, dan setan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.” HAMKA:Katakanlah, “Kemarilah supaya aku bacakan apa yang diharamkan oleh Tuhan kamu kepada kamu. (Yaitu) bahwa janganlah kamu mempersekutukan dengan Dia sesuatu pun dan dengan kedua ibu-bapak hendaklah berbuat baik dan janganlah kamu bunuh anak-anak kamu karena kepapaan. Kamilah yang memberi rezeki kamu dan kepada mereka. Dan jangan kamu dekati segala kejahian yang zahir daripadanya dan yang batin dan jangan kamu bunuh suatu jiwa yang diharamkan oleh Allah kecuali dengan hak. Demikian itulah Dia wasiatkan kepada kamu supaya kamu mengerti.”
Kemenag RI 2019:Janganlah kamu mendekati (menggunakan) harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih bermanfaat, sampai dia mencapai (usia) dewasa. Sempurnakanlah takaran dan timbangan dengan adil. Kami tidak membebani seseorang melainkan menurut kesanggupannya. Apabila kamu berbicara, lakukanlah secara adil sekalipun dia kerabat(-mu). Penuhilah pula janji Allah. Demikian itu Dia perintahkan kepadamu agar kamu mengambil pelajaran.”
(QS 6 : 152)
Quraish Shihab:Dan janganlah kamu mendekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang terbaik, hingga dia mencapai kedewasaannya. Dan sempurnakanlah takaran dan timbangan dengan adil. Kami tidak membebani seseorang melainkan sesuai kesanggupannya. Dan apabila kamu berucap (maka janganlah berbohong atau curang); berlakulah adil walaupun dia adalah kerabat-(mu), dan penuhilah janji Allah. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepada kamu supaya kamu (selalu) ingat (dan mengambil pelajaran).” HAMKA:Dan jangan kamu dekat harta anak yatim melainkan dengan cara yang amat baik sehingga dia sampai umur. Dan penuhilah sukatan dan timbangan dengan adil. Tidaklah Kami memberat akan suatu diri, melainkan sesanggupnya. Dan apabila kamu berkata-kata hendaklah kamu adil, walaupun adalah dia kerabat kamu. Dan janji Allah hendaklah kamu penuhi. Demikianlah Dia wasiatkan kepada kamu, supaya kamu semuanya ingat.
Kemenag RI 2019:Sungguh, inilah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah! Jangan kamu ikuti jalan-jalan (yang lain) sehingga mencerai-beraikanmu dari jalan-Nya. Demikian itu Dia perintahkan kepadamu agar kamu bertakwa.
(QS 6 : 153)
Quraish Shihab:Dan bahwa ini adalah jalan-Ku yang lebar lagi lurus, maka ikutilah ia; dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), sehingga mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu supaya kamu bertakwa. HAMKA:Dan sesungguhnya ini adalah jalanku yang lurus. Sebab itu turutilah dia. Dan jangan kamu turuti jalan-jalan (lain) karena itu akan memecah-belahkan kamu dari jalan-Nya. Demikianlah Dia wasiatkan kepada kamu supaya kamu semuanya bertakwa.
Kemenag RI 2019:Kemudian, Kami telah menganugerahkan kepada Musa Kitab (Taurat) untuk menyempurnakan (nikmat Kami) kepada orang yang berbuat kebaikan, menjelaskan secara rinci segala sesuatu, serta memberi petunjuk dan rahmat agar mereka beriman kepada pertemuan dengan Tuhannya.
(QS 6 : 154)
Quraish Shihab:Kemudian, Kami telah menganugerahkan kepada Musa al-Kitab (Taurat) untuk menyempurnakan (nikmat Kami) kepada orang yang berbuat kebaikan, dan untuk menjelaskan secara rinci segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat, supaya mereka beriman tentang pertemuan (mereka) dengan Tuhan Pemelihara mereka. HAMKA:Kemudian telah Kami berikan kitab kepada Musa dalam keadaan sempurna atas orang yang berbuat baik dan penjelasan bagi tiap-tiap sesuatu dan petunjuk dan rahmat. Supaya mereka percaya pada pertemuan dengan Tuhan mereka.
Kemenag RI 2019:(Al-Qur’an) ini adalah Kitab yang Kami turunkan lagi diberkahi. Maka, ikutilah dan bertakwalah agar kamu dirahmati.
(QS 6 : 155)
Quraish Shihab:Dan (al-Qur’an) ini adalah kitab yang telah Kami turunkan, (lagi) diberkahi, maka ikutilah ia dan bertakwalah supaya kamu mendapatkan rahmat. HAMKA:Dan ini adalah sebuah kitab yang telah Kami turunkan dia yang diberkati. Ikutilah olehnya akan dia dan bertakwalah. Mudah-mudahan kamu diberi rahmat.
Kemenag RI 2019:(Kami turunkan Al-Qur’an itu) supaya kamu (tidak) mengatakan, “Kitab itu hanya diturunkan kepada dua golongan sebelum kami (Yahudi dan Nasrani) dan sesungguhnya kami lengah dari apa yang mereka baca,”
(QS 6 : 156)
Quraish Shihab:(Kami telah menurunkan al-Qur’an itu) supaya kamu (tidak berdalih pada Hari Kiamat dengan) mengatakan: “Sesungguhnya Kitab itu hanya diturunkan kepada dua golongan (Yahudi dan Nasrani saja) sebelum kami, dan sesungguhnya kami lengah terhadap (apa) yang (berulang-ulang) mereka baca.” HAMKA:Supaya kamu tidak berkata, “Semata-mata diturunkan kitab hanyalah kepada dua golongan sebelum kita dan sesungguhnya kita adalah lalai dari bacaan mereka.”
Kemenag RI 2019:atau supaya kamu (tidak) mengatakan, “Sesungguhnya jikalau Kitab itu diturunkan kepada kami, tentulah kami lebih mendapat petunjuk daripada mereka.” Sungguh, telah datang kepadamu penjelasan yang nyata, petunjuk, dan rahmat dari Tuhanmu. Maka, siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mendustakan ayat-ayat Allah dan berpaling darinya? Kelak, Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang berpaling dari ayat-ayat Kami dengan siksaan yang buruk karena mereka selalu berpaling.
(QS 6 : 157)
Quraish Shihab:Atau supaya kamu (tidak) mengatakan: “Sesungguhnya jika seandainya kitab (itu) diturunkan kepada kami, tentulah kami lebih mendapat petunjuk dari mereka.” Maka sungguh, telah datang kepada kamu keterangan yang nyata dari Tuhan Pemelihara kamu, serta petunjuk dan rahmat. Maka, siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mendustakan ayat-ayat Allah dan berpaling darinya? Kelak Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berpaling dari ayat-ayat Kami dengan azab yang buruk karena mereka selalu berpaling. HAMKA:Atau kamu katakan, “Sesungguhnya kalau diturunkan kepada kami kitab, niscaya kamilah yang akan lebih mendapat petunjuk daripada mereka.” Maka sesungguhnya telah datang kepada kamu keterangan dari Tuhan kamu dan petunjuk dan rahmat. Maka siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah dan berpaling daripadanya? Akan Kami balas orang-orang yang berpaling dari ayat-ayat Kami dengan seburuk-buruk balasan sebab apa yang telah mereka palingkan itu.
Kemenag RI 2019:Yang mereka nanti-nantikan hanyalah kedatangan malaikat kepada mereka, kedatangan Tuhanmu, atau sebagian tanda-tanda dari Tuhanmu. Pada hari datangnya sebagian tanda-tanda Tuhanmu tidak bermanfaat lagi iman seseorang yang belum beriman sebelum itu atau (belum) berusaha berbuat kebajikan dalam masa imannya itu. Katakanlah, “Tunggulah! Sesungguhnya Kami pun menunggu.”
(QS 6 : 158)
Quraish Shihab:Apakah mereka hanya menantikan kedatangan malaikat kepada mereka ataukah kedatangan Tuhan Pemeliharamu (supaya mereka melihat-Nya dengan mata kepala) atau kedatangan sebagian tanda-tanda (mukjizat yang bersifat inderawi dari) Tuhan Pemeliharamu. Pada hari datangnya sebagian tanda-tanda (dari) Tuhan Pemeliharamu, tidaklah bermanfaat (lagi) bagi diri seseorang imannya, yang belum beriman sebelum itu, atau dia (belum) mengusahakan kebaikan dalam masa imannya. Katakanlah: “Tunggulah, sesungguhnya kami (pun) menunggu.” HAMKA:Tidaklah yang mereka tunggu-tunggu, melainkan bahwa datang kepada mereka malaikat atau datang Tuhan engkau atau datang setengah dari ayat-ayat Tuhan engkau. Pada hari datang sebagian dari ayat-ayat Tuhan engkau itu, tidaklah akan memberi manfaat kepada suatu diri imannya, yang tidak beriman lebih dahulu atau dia berusaha pada imannya itu suatu kebaikan. Katakanlah, “Tunggulah olehmu sesungguhnya Kami pun menunggu.”
Kemenag RI 2019:Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah agamanya dan mereka menjadi (terpecah) dalam golongan-golongan, sedikit pun engkau (Nabi Muhammad) tidak bertanggung jawab terhadap mereka. Sesungguhnya urusan mereka (terserah) hanya kepada Allah. Kemudian, Dia akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka perbuat.
(QS 6 : 159)
Quraish Shihab:Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah agama mereka (dengan menciptakan kepercayaan dan praktik-praktik ibadah yang tidak disyariatkan Allah swt.) dan mereka (terpecah) menjadi beberapa golongan, (sungguh tidak diridhai Allah swt.), (karena itu) engkau (Nabi Muhammad saw.) tidak berkaitan sedikit pun dengan mereka. Sesungguhnya urusan mereka hanya (kembali) kepada Allah, kemudian Dia akan memberitahukan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan. HAMKA:Sesungguhnya orang-orang yang memecah-belahkan agama mereka dan jadilah mereka bergolong-golongan, bukanlah engkau daripada mereka, pada apa jua pun. Lain tidak, perkara mereka itu kepada Allah. Kemudian Dia akan memberitakan kepada mereka apa yang mereka kerjakan.
Kemenag RI 2019:Siapa yang berbuat kebaikan, dia akan mendapat balasan sepuluh kali lipatnya. Siapa yang berbuat keburukan, dia tidak akan diberi balasan melainkan yang seimbang dengannya. Mereka (sedikit pun) tidak dizalimi (dirugikan).
(QS 6 : 160)
Quraish Shihab:Barang siapa membawa amal baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat (amal)-nya; dan barang siapa membawa perbuatan buruk, maka dia tidak diberi balasan melainkan setimpal dengan (perbuatan buruhnya, dan mereka (sedikit pun) tidak dianiaya. HAMKA:Dan barang siapa yang datang dengan satu kebaikan maka untuknya adalah sepuluh kali ganda; dan barang siapa yang datang dengan satu kejahatan maka tidaklah dia akan diganjari melainkan seumpamanya. Sedang mereka tidaklah akan dianiaya.
Kemenag RI 2019:Katakanlah (Nabi Muhammad), “Sesungguhnya Tuhanku telah membimbingku ke jalan yang lurus, agama yang benar, agama Ibrahim yang lurus, dan dia (Ibrahim) tidak termasuk orang-orang musyrik.”
(QS 6 : 161)
Quraish Shihab:Katakanlah (Nabi Muhammad saw); “Sesungguhnya aku telah dibimbing oleh Tuhan Pemeliharaku ke jalan lebar yang lurus, agama yang benar; agama Ibrahim yang biuuf (tidak cenderung kepada kebatilan dan jauh dari kepercayaan sesat), dan sekali-kali bukanlah dia (Nabi Ibrahim as.) termasuk (golongan) orang-orang musyrik.” HAMKA:Katakanlah, “Sesungguhnya aku telah diberi petunjuk akan daku oleh Tuhanku kepada jalan yang lurus. Agama yang teguh, agama Ibrahim yang jujur, dan tidaklah dia itu dari orang-orang musyrikin.”
Kemenag RI 2019:Katakanlah (Nabi Muhammad), “Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.
(QS 6 : 162)
Quraish Shihab:Katakanlah (Nabi Muhammad saw): “Sesungguhnya shalatku, ibadahku dan hidup serta matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan Pemelihara seluruh alam. HAMKA:Katakanlah, “Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku adalah karena Allah, Tuhan sarwa sekalian alam.”
Kemenag RI 2019:Tidak ada sekutu bagi-Nya. Itulah yang diperintahkan kepadaku. Aku adalah orang yang pertama dalam kelompok orang muslim.”
(QS 6 : 163)
Quraish Shihab:Tidak ada sekutu bagi-Nya; dan demikian iiuhli yang diperintahkan kr.Lpad;iku, dan aku adalah (orang) yang ptrcatii,! dari (k^pmpak) ^rang-orang Muslim (tunduk patuh diui bvtstmih diri kepada Allah Swt.),” HAMKA:Tidak ada sekutu bagi-Nya; dan begitulah aku diperintah. Dan aku adalah yang mula pertama menyerah diri.
Kemenag RI 2019:Katakanlah (Nabi Muhammad), “Apakah aku (pantas) mencari tuhan selain Allah, padahal Dialah Tuhan bagi segala sesuatu. Setiap orang yang berbuat dosa, dirinya sendirilah yang akan bertanggung jawab. Seseorang tidak akan memikul beban dosa orang lain. Kemudian, kepada Tuhanmulah kamu kembali, lalu Dia akan memberitahukan kepadamu apa yang dahulu kamu perselisihkan.”
(QS 6 : 164)
Quraish Shihab:Katakanlah (Nabi Muhammad saw.): “Apakah aku (patut) mencari Tuhan Pemelihara selain Allah, padahal Dia adalah Tuhan Pemelihara segala sesuatu. Dan tidaklah seorang membuat dosa melainkan (akibat buruk dosa itu) kembali kepada dirinya sendiri; dan seorang y,mg berdosa ridak akan memikul dfflHl orang l.itn. Kemudian, kepada Tuhan Pfeniciihara kamu-lali tumpat kamu kembali, lalu Dia ak.in memberi rabuk.! n kepada kamu tentang apa yang dahulu kamu berselisih tentangnya. HAMKA:Katakanlah, “Apakah yang selain Allah akan aku harapkan menjadi Tuhan? Padahal Dialah Tuhan dari tiap-tiap sesuatu? Dan tidaklah mengusahakan tiap-tiap diri melainkan untuk dirinya. Dan tidaklah akan menanggung seorang penanggung akan tanggungan orang lain. Kemudian kepada Tuhan kamulah tempat kamu kembali. Maka Dialah yang akan memberitakan kepada kamu tentang apa yang telah pernah kamu perselisihkan.”
Kemenag RI 2019:Dialah yang menjadikan kamu sebagai khalifah-khalifah di bumi dan Dia meninggikan sebagian kamu beberapa derajat atas sebagian (yang lain) untuk menguji kamu atas apa yang diberikan-Nya kepadamu. Sesungguhnya Tuhanmu sangat cepat hukuman-Nya. Sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
(QS 6 : 165)
Quraish Shihab:Dan Dia-lah yang menjadikan kamu para khalifah (di) bumi dan Dia meninggikan (derajat) sebagian kamu atas sebagian yang lain beberapa derajat untuk menguji kamu melalui apa yang diberikan-Nya kepada kamu. Sesungguhnya Tuhan Pemelihara kamu sangat cepat pembalasan-(Nya), dan sesungguhnya Dia benar-benar Maha Pengampun, lagi Maha Pengasih.” HAMKA:Dan Dialah yang telah menjadikan kamu khalifah bumi dan telah Dia angkatkan setengah kamu atas yang setengah beberapa derajat. Untuk menguji kamu pada apa-apa yang telah Dia datangkan kepada kamu. Sesungguhnya Tuhan engkau itu sangat cepat siksaan-Nya dan sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun lagi Penyayang.
Kemenag RI 2019:(Inilah) Kitab yang diturunkan kepadamu (Nabi Muhammad), maka janganlah engkau sesak dada karenanya supaya dengan (kitab itu) engkau memberi peringatan, dan menjadi pelajaran bagi orang-orang yang beriman.
(QS 7 : 2)
Quraish Shihab:(Ini adalah) Kitab (al-Qur’an) yang diturunkan (oleh Allah swt.) kepadamu (Nabi Muhammad saw.), maka janganlah dalam dadamu ada kesempitan karenanya (yakni karena penolakan sementara orang terhadap al-Qur’an), supaya engkau memberi peringatan (kepada orang kafir) dengannya dan menjadi pengajaran bagi orang-orang mukmin. HAMKA:Suatu kitab yang telah diturunkan kepada engkau maka janganlah ada dalam dada engkau rasa sesak daripadanya supaya engkau ancamkan dengan dia dan peringatan bagi orang-orang yang beriman.
Kemenag RI 2019:Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu dan janganlah kamu ikuti pelindung ) selain Dia. Sedikit sekali kamu mengambil pelajaran.
(QS 7 : 3)
Quraish Shihab:Ikutilah (hai seluruh manusia) apa yang diturunkan kepada kamu dari Tuhan Pemelihara kamu dan janganlah kamu mengikuti para pemimpin selain-Nya! Sangat sedikit kamu mengambil pelajaran (dari al-Qur’an). HAMKA:Turutilah olehmu apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhan kamu dan janganlah kamu turuti yang selain dari Dia menjadi penolong-penolong. Sedikitlah kamu yang ingat.
Kemenag RI 2019:Betapa banyak negeri yang telah Kami binasakan. Siksaan Kami datang (menimpa penduduknya) pada malam hari atau pada saat mereka beristirahat pada siang hari.
(QS 7 : 4)
Quraish Shihab:Padahal, betapa banyak negeri yang telah Kami binasakan (akibat kedurhakaan penduduknya), maka datanglah siksa Kami menimpanya di waktu mereka berada di malam hari, atau di waktu mereka berbaring di tengah hari. HAMKA:Dan berapa banyak desa yang telah Kami binasakan dia, maka datanglah kepadanya siksaan Kami di tengah malam ataupun sedang mereka tidur tengah hari.
Kemenag RI 2019:Maka, ketika siksaan Kami datang menimpa mereka, keluhan mereka tidak lain hanyalah ucapan “Sesungguhnya kami adalah orang-orang zalim.”
(QS 7 : 5)
Quraish Shihab:Maka, tidak ada keluhan (yang) mereka (ucapkan) di waktu datang kepada mereka siksa Kami, kecuali (penyesalan dan pengakuan dosa, seraya) mengatakan: “Sesungguhnya kami adalah orang-orang zalim.” HAMKA:Maka tiadalah ada seruan mereka ketika datang siksaan Kami itu, kecuali mereka berkata, “Sesungguhnya kami ini orang-orang yang zalim.”
Kemenag RI 2019:Pasti akan Kami tanyai umat yang kepada mereka telah diutus para rasul. Pasti akan Kami tanyai (pula) para rasul.
(QS 7 : 6)
Quraish Shihab:Maka, sungguh Kami pasti akan menanyai (umat-umat) yang telah diutus para rasul kepada mereka dan sungguh Kami pasti akan menanyai (pula) para rasul. HAMKA:Maka sesungguhnya akan Kami periksa orang-orang yang dikirim (rasul-rasul) kepada mereka itu dan sesungguhnya akan Kami periksa rasul-rasul itu sendiri.
Kemenag RI 2019:Kemudian, pasti akan Kami kabarkan (hal itu) kepada mereka berdasarkan ilmu (Kami). Sedikit pun Kami tidak pernah gaib (jauh dari mereka).
(QS 7 : 7)
Quraish Shihab:Maka, sungguh Kami pasti akan mengabarkan (apa yang telah mereka perbuat) kepada mereka berdasarkan pengetahuan (Kami) dan Kami sekali-kali tidak gaib (tidak jauh dari mereka). HAMKA:Maka sesungguhnya akan Kami ceritakan kepada mereka dengan pengetahuan dan sekali-kali tiadalah Kami gaib.
Kemenag RI 2019:Timbangan pada hari itu (menjadi ukuran) kebenaran. Siapa yang berat timbangan (kebaikan)-nya, mereka itulah orang yang beruntung.
(QS 7 : 8)
Quraish Shihab:Timbangan pada hari (Kebangkitan) itu haq (benar), maka barang siapa berat timbangan-timbangan (amal kebaikan)-nya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung. HAMKA:Dan timbangan pada hari itu adalah benar. Maka barangsiapa yang berat timbangannya, maka mereka orang-orang yang beroleh kejayaan.
Kemenag RI 2019:Siapa yang ringan timbangan (kebaikan)-nya, mereka itulah orang yang telah merugikan dirinya sendiri karena mereka selalu mengingkari ayat-ayat Kami.
(QS 7 : 9)
Quraish Shihab:Dan barang siapa ringan timbangan-timbangan (amal kebaikan)-nya, maka mereka itulah orang-orang yang merugikan diri mereka (sendiri), disebabkan mereka selalu mengingkari ayat-ayat Kami. HAMKA:Dan barangsiapa yang ringan timbangannya maka mereka itu adalah orang-orang yang telah merugikan diri mereka sendiri dengan sebab mereka terhadap ayat-ayat Kami berlaku zalim.
Kemenag RI 2019:Sungguh, Kami benar-benar telah menempatkan kamu sekalian di bumi dan Kami sediakan di sana (bumi) penghidupan untukmu. (Akan tetapi,) sedikit sekali kamu bersyukur.
(QS 7 : 10)
Quraish Shihab:Dan demi (keagungan dan kekuasaan Kami)! Sungguh, Kami telah menempatkan kamu di bumi dan Kami adakan bagi kamu di dalamnya penghidupan. Sangat sedikitlah kamu bersyukur. HAMKA:Dan sesungguhnya telah Kami tetapkan kamu di bumi dan telah Kami jadikan untuk kamu di dalamnya beberapa penghidupan. Sedikitlah kamu yang berterima kasih.
Kemenag RI 2019:Sungguh, Kami benar-benar telah menciptakan kamu (Adam), kemudian Kami membentuk (tubuh)-mu. Lalu, Kami katakan kepada para malaikat, “Bersujudlah kamu kepada Adam.” Mereka pun sujud, tetapi Iblis (enggan). Ia (Iblis) tidak termasuk kelompok yang bersujud.
(QS 7 : 11)
Quraish Shihab:Dan demi (keagungan dan kekuasaan Kami)! Sungguh, Kami telah menciptakan (leluhur) kamu (Nabi Adam as.), kemudian Kami bentuk (leluhur) kamu, kemudian Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kepada Adam!” maka mereka segera bersujud, tetapi Iblis (enggan dan angkuh), ia tidak termasuk (kelompok) orang-orang yang sujud. HAMKA:Dan sesungguhnya telah Kami jadikan kamu dan telah Kami beri kamu rupa. Kemudian itu telah Kami katakan kepada Malaikat, “Sujudlah kepada Adam!” Maka sujudlah mereka, kecuali iblis. Tiadalah ada dia dari mereka yang sujud.
Kemenag RI 2019:Dia (Allah) berfirman, “Apakah yang menghalangimu (sehingga) kamu tidak bersujud ketika Aku menyuruhmu?” Ia (Iblis) menjawab, “Aku lebih baik daripada dia. Engkau menciptakanku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah.”
(QS 7 : 12)
Quraish Shihab:Dia berfirman: “Apakah yang menghalangimu sehingga tidak bersujud ketika Aku menyuruhmu?” Ia (Iblis) berkata: “Aku lebih baik darinya, Engkau menciptakan aku dari api, sedangkan Engkau menciptakannya dari tanah.” HAMKA:Dia berfirman, “Apakah yang menghambat engkau sampai tidak sujud ketika Aku perintahkan engkau?” Dia menjawab, “Aku lebih baik dari dia. Engkau telah menjadikan daku dari api dan Engkau telah menjadikannya dari tanah.”
Kemenag RI 2019:Dia (Allah) berfirman, “Turunlah kamu darinya (surga) karena kamu tidak sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya. Keluarlah! Sesungguhnya kamu termasuk makhluk yang hina.”
(QS 7 : 13)
Quraish Shihab:Dia berfirman: “Maka turunlah darinya (surga), karena engkau tidak sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, maka keluarlah, sesungguhnya engkau termasuk orang-orang yang hina.” HAMKA:Berfirman Dia, “Turunlah engkau daripadanya karena tidaklah patut engkau menyombongkan diri. Maka keluarlah engkau, sesungguhnya engkau adalah daripada golongan orang yang kecil.”
قَالَ أَنْظِرْنِي إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَ
Kemenag RI 2019:Ia (Iblis) menjawab, “Berilah aku penangguhan waktu sampai hari mereka dibangkitkan.”
(QS 7 : 14)
Quraish Shihab:Ia (Iblis) berkata: “Beri tangguhlah aku sampai waktu mereka dibangkitkan (dari alam Barzakh pada hari Kiamat).” HAMKA:Dia berkata, “Beri kesempatanlah aku sampai kepada hari mereka akan dibangkitkan.”
قَالَ إِنَّكَ مِنَ الْمُنْظَرِينَ
Kemenag RI 2019:Dia (Allah) berfirman, “Sesungguhnya kamu termasuk mereka yang diberi penangguhan waktu.”
(QS 7 : 15)
Quraish Shihab:Dia berfirman: “Sesungguhnya engkau termasuk mereka yang diberi tangguh.” HAMKA:Dia berfirman, “Sesungguhnya engkau daripada orang-orang yang diberi kesempatan.”
Kemenag RI 2019:Ia (Iblis) menjawab, “Karena Engkau telah menyesatkan aku, pasti aku akan selalu menghalangi mereka dari jalan-Mu yang lurus.
(QS 7 : 16)
Quraish Shihab:Ia (Iblis) berkata: “Karena Engkau telah menyesatkanku (karena kecenderungan hatinya untuk sesat), aku benar-benar akan duduk menghadapi (dan menghalang-halangi) mereka di jalan Engkau yang lebar, lagi lurus. HAMKA:Dia berkata, “Demi sebab Engkau telah menyesatkan daku, maka sungguh aku halangi mereka dari jalan Engkau yang lurus itu.
Kemenag RI 2019:Kemudian, pasti aku akan mendatangi mereka dari depan, dari belakang, dari kanan, dan dari kiri mereka. Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur.”
(QS 7 : 17)
Quraish Shihab:Kemudian, aku tentu akan mendatangi (menjerumuskan) mereka dari depan dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka (sebagai) orang-orang yang bersyukur.” HAMKA:Kemudian itu, aku akan mendatangi mereka dari hadapan mereka dan dari belakang mereka, dan dari kanan mereka dan dari kiri mereka, dan tidaklah akan Engkau dapati kebanyakan mereka itu berterima kasih.
Kemenag RI 2019:Dia (Allah) berfirman, “Keluarlah kamu darinya (surga) dalam keadaan terhina dan terusir! Sungguh, siapa pun di antara mereka yang mengikutimu pasti akan Aku isi (neraka) Jahanam dengan kamu semua.”
(QS 7 : 18)
Quraish Shihab:Dia berfirman: “Keluarlah engkau darinya (surga, dalam keadaan) terhina, lagi terusir. Barang siapa di antara mereka benar-benar mengikutimu, Aku pasti akan memenuhi (neraka) Jahannam dengan kamu semua. HAMKA:Dia berfirman, “Keluarlah engkau daripadanya dalam keadaan terhina dan terusir. Sesungguhnya barangsiapa yang mengikuti engkau di antara mereka, sesungguhnya akan Aku penuhkah Jahannam dengan kamu sekalian.”
Kemenag RI 2019:(Allah berfirman,) “Wahai Adam, tinggallah engkau dan istrimu di surga (ini). Lalu, makanlah apa saja yang kamu berdua sukai dan janganlah kamu berdua mendekati pohon yang satu ini sehingga kamu berdua termasuk orang-orang yang zalim.”
(QS 7 : 19)
Quraish Shihab:Dan wahai Adam! Diamilah olehmu dan istrimu surga (ini), maka makanlah oleh kamu berdua di mana dan kapan saja kamu berdua kehendaki, dan janganlah kamu berdua mendekati pohon ini, sehingga menyebabkan kamu berdua termasuk orang-orang zalim.” HAMKA:Dan wahai Adam! Tinggallah engkau dan istri engkau di surga itu maka makanlah olehmu berdua mana-mana yang kamu sukai, tetapi janganlah kamu berdua mendekat kepada pohon ini, sebab kamu akan termasuk dari mereka yang zalim.
Kemenag RI 2019:Maka, setan membisikkan (pikiran jahat) kepada keduanya yang berakibat tampak pada keduanya sesuatu yang tertutup dari aurat keduanya. Ia (setan) berkata, “Tuhanmu tidak melarang kamu berdua untuk mendekati pohon ini, kecuali (karena Dia tidak senang) kamu berdua menjadi malaikat atau kamu berdua termasuk orang-orang yang kekal (dalam surga).”
(QS 7 : 20)
Quraish Shihab:Maka, setan membisikkan (pikiran jahat) kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari aurat mereka berdua dan ia (setan) berkata: “Tuhan Pemelihara kamu berdua tidak melarang kamu berdua dari mendekati pohon ini, melainkan (karena Dia tidak senang) kamu berdua menjadi malaikat atau kamu berdua tidak menjadi kelompok mereka yang kekal (di surga).” HAMKA:Maka setan pun membisikkan kepada mereka keduanya yang akan menampakkan kepada keduanya dari kemaluan mereka berdua dan berkata, “Tidakkah melarang Tuhan kamu berdua dari pohon ini, melainkan lantaran kamu berdua akan jadi malaikat atau lantaran kamu berdua akan jadi dari orang-orang yang kekal.”
Kemenag RI 2019:Ia (setan) bersumpah kepada keduanya, “Sesungguhnya aku ini bagi kamu berdua benar-benar termasuk para pemberi nasihat.”
(QS 7 : 21)
Quraish Shihab:Dan ia (setan) bersumpah kepada keduanya: “Sesungguhnya aku bagi kamu berdua benar-benar termasuk para pemberi nasihat.” HAMKA:Dan bersumpah dia kepada keduanya, “Sesungguhnyalah aku kepada kamu berdua dari orang yang memberi nasihat.”
Kemenag RI 2019:Ia (setan) menjerumuskan keduanya dengan tipu daya. Maka, ketika keduanya telah mencicipi (buah) pohon itu, tampaklah pada keduanya auratnya dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun (di) surga. Tuhan mereka menyeru mereka, “Bukankah Aku telah melarang kamu berdua dari pohon itu dan Aku telah mengatakan bahwa sesungguhnya setan adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua?”
(QS 7 : 22)
Quraish Shihab:Maka, ia (setan) menurunkan keduanya (dari ketaatan kepada kedurhakaan) dengan tipu daya. Maka, ketika keduanya telah merasakan (buah) pohon (itu), nampaklah bagi keduanya auratnya, dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun (yang ada di) surga. Dan Tuhan Pemelihara mereka menyeru mereka berdua: “Bukankah Aku telah melarang kamu berdua melampaui (mendekati) pohon itu dan telah Aku firmankan kepada kamu berdua, sesungguhnya setan adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua?” HAMKA:Maka dia anjurkanlah keduanya dengan tipu daya. Maka setelah keduanya merasai pohon itu terbukalah bagi keduanya kemaluan keduanya dan bergegaslah keduanya menutup atas keduanya dengan daun-daunan surga. Dan menyerulah Tuhan mereka kepada keduanya, “Bukankah telah Aku larang kamu berdua dari pohon itu dan telah Aku katakan kepada kamu berdua sesungguhnya setan itu bagi kamu berdua adalah musuh yang nyata?”
Kemenag RI 2019:Keduanya berkata, “Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan tidak merahmati kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi.”
(QS 7 : 23)
Quraish Shihab:Keduanya berkata: “Tuhan Pemelihara kami, kami telah menganiaya diri kami, dan jika Engkau tidak mengampuni dan merahmati kami, pastilah kami termasuk orang-orang yang rugi." HAMKA:Keduanya menjawab, “Wahai Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami dan jika tidaklah Engkau ampuni kami dan Engkau rahmati kami. Sesungguhnya jadilah kami dari orang-orang yang rugi.”
Kemenag RI 2019:Dia (Allah) berfirman, “Turunlah kamu! Sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain serta bagi kamu ada tempat tinggal dan kesenangan di bumi sampai waktu yang telah ditentukan.”
(QS 7 : 24)
Quraish Shihab:Dia berfirman: “Turunlah kamu! Sebagian kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain, dan bagi kamu ada tempat kediaman (sementara) di bumi dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan.” HAMKA:Dia berfirman, “Turunlah kamu semua! Yang sebagian kamu dari yang sebagian adalah musuh dan untuk kamu di dalam bumi itu adalah tempat menetap dan untuk bekal, sampai suatu ketika.”
Kemenag RI 2019:Dia (Allah) berfirman, “Di sana kamu hidup, di sana kamu mati, dan dari sana (pula) kamu akan dikeluarkan (dibangkitkan).”
(QS 7 : 25)
Quraish Shihab:Dia berfirman: “Di dalamnya (bumi) kamu hidup dan di dalamnya (bumi) kamu mati, dan darinya (pula) kamu akan dikeluarkan (dibangkitkan di alam Barzakh).” HAMKA:Firman-Nya (pula), “Di dalamnya kamu akan hidup dan di dalamnya kamu semua akan mati dan daripadanya kamu akan dikeluarkan.”
Kemenag RI 2019:Wahai anak cucu Adam, sungguh Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan bulu (sebagai bahan pakaian untuk menghias diri). (Akan tetapi,) pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu merupakan sebagian tanda-tanda (kekuasaan) Allah agar mereka selalu ingat.
(QS 7 : 26)
Quraish Shihab:Hai anak-cucu Adam! Sungguh, Kami telah menurunkan kepada kamu pakaian untuk menutupi aurat-aurat kamu dan bulu (sebagai bahan pakaian yang indah untuk menghias diri). Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebagian dari tanda-tanda (kekuasaan) Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat. HAMKA:Wahai anak-anak Adam, sesungguhnya telah Kami turunkan atas kamu pakaian akan penutup kemaluan kamu dan pakaian perhiasan dan pakaian takwa, tetapi inilah yang lebih baik. Yang demikian itu adalah dari ayat-ayat Allah, mudah-mudahan mereka akan ingat.
Kemenag RI 2019:Wahai anak cucu Adam, janganlah sekali-kali kamu tertipu oleh setan sebagaimana ia (setan) telah mengeluarkan ibu bapakmu dari surga dengan menanggalkan pakaian keduanya untuk memperlihatkan kepada keduanya aurat mereka berdua. Sesungguhnya ia (setan) dan para pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak (bisa) melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan setan-setan itu (sebagai) penolong ) bagi orang-orang yang tidak beriman.
(QS 7 : 27)
Quraish Shihab:Hai anak cucu Adam! Janganlah sekali-kali kamu ditipu oleh setan sebagaimana ia telah mengeluarkan ibu-bapak kamu dari surga, ia mencabut dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya aurat mereka berdua. Sesungguhnya ia (setan) dan para pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak (bisa) melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan setan-setan (sebagai) para pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman.” HAMKA:Wahai anak-anak Adam, janganlah sampai menipu akan kamu setan itu, sebagaimana telah dikeluarkannya kedua ibu-bapakmu dari surga, dia tarik dari keduanya pakaian keduanya supaya kelihatan oleh keduanya kemaluan mereka. Sesungguhnya dia itu melihat kamu, dia dan golongannya, dalam pada itu kamu tidak melihat mereka. Sesungguhnya, Kami telah menjadikan setan-setan itu pemimpin-pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman.
Kemenag RI 2019:Apabila mereka melakukan perbuatan keji, mereka berkata, “Kami mendapati nenek moyang kami melakukan yang demikian dan Allah menyuruh kami mengerjakannya.” Katakanlah (Nabi Muhammad), “Sesungguhnya Allah tidak memerintahkan kekejian. ) Pantaskah kamu mengatakan tentang Allah apa yang tidak kamu ketahui?”
(QS 7 : 28)
Quraish Shihab:Dan apabila mereka melakukan perbuatan keji (seperti berzina, membuka aurat, berthawaf tanpa busana, lalu mendapat teguran), mereka berkata: “Kami mendapati atas dasar itulah nenek moyang kami (sehingga kami mengerjakannya) dan Allah menyuruh kami mengerjakannya.” Katakanlah (Nabi Muhammad saw.): “Sesungguhnya Allah tidak memerintahkan (siapa pun untuk melakukan) kekejian. Pantaskah kamu menyatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?” HAMKA:Dan, apabila mereka mengerjakan sesuatu yang keji, mereka katakan, “Telah kami dapati bapak-bapak kami atas pekerjaan itu dan Allah pun telah memerintahkannya.” Katakanlah, “Sesungguhnya Allah tidaklah memerintahkan barang sesuatu yang keji-keji. Apakah kamu katakan atas Allah sesuatu yang tidak kamu ketahui.”
Kemenag RI 2019:Katakanlah (Nabi Muhammad), “Tuhanku memerintahkan aku berlaku adil. Hadapkanlah wajahmu (kepada Allah) di setiap masjid dan berdoalah kepada-Nya dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya. Kamu akan kembali kepada-Nya sebagaimana Dia telah menciptakan kamu pada permulaan.”
(QS 7 : 29)
Quraish Shihab:Katakanlah (Nabi Muhammad saw.): “Tuhan Pemeliharaku memerintahkan (seluruh manusia) untuk (menegakkan) keadilan, dan luruskanlah wajah-wajah kamu (kepada Allah swt.) di setiap masjid dan berdoalah kepada-Nya dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya. Sebagaimana Dia telah menciptakan kamu pada permulaan, (demikian pula) kamu akan kembali (kepada-Nya).” HAMKA:Katakanlah, “Tuhanku telah memerintahkan dengan perimbangan dan supaya kamu tegakkan wajah-wajahmu di sisi tiap-tiap masjid dan serulah Dia, di dalam keadaan ikhlas agama untuk-Nya. Sebagaimana Dia telah memulakan (menjadikan) kamu, kamu pun akan kembali.”
Kemenag RI 2019:Sekelompok (manusia) telah diberi-Nya petunjuk dan sekelompok (lainnya) telah pasti kesesatan atas mereka. Sesungguhnya mereka menjadikan setan-setan sebagai pelindung ) selain Allah. Mereka mengira bahwa mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.
(QS 7 : 30)
Quraish Shihab:Sekelompok (manusia) telah diberi-Nya petunjuk dan sekelompok (lainnya) telah pasti kesesatan atas mereka (karena enggan memanfaatkan petunjuk). Sesungguhnya mereka menjadikan setan-setan (sebagai) para wali (pelindung) selain Allah, dan mereka mengira bahwa mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.” HAMKA:Satu golongan diberi-Nya petunjuk dan satu golongan (lagi) tertimpa atas mereka kesesatan. Sesungguhnya, mereka telah mengambil setan-setan jadi pemimpin-pemimpin selain Allah dan mereka mengira bahwa mereka adalah mendapat petunjuk.
Kemenag RI 2019:Wahai anak cucu Adam, pakailah pakaianmu yang indah pada setiap (memasuki) masjid dan makan serta minumlah, tetapi janganlah berlebihan. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang berlebihan.
(QS 7 : 31)
Quraish Shihab:Hai anak-cucu Adam! Pakailah pakaian kamu yang indah setiap (memasuki dan berada di) masjid, dan makan serta minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan (dalam segala hal). HAMKA:“Wahai anak-anak Adam, pakailah perhiasan kamu pada tiap-tiap masjid dan makanlah kamu dan minumlah, tetapi jangan berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak suka kepada orang yang berlebih-lebihan.”
Kemenag RI 2019:Katakanlah (Nabi Muhammad), “Siapakah yang mengharamkan perhiasan (dari) Allah yang telah Dia sediakan untuk hamba-hamba-Nya dan rezeki yang baik-baik? Katakanlah, ‘Semua itu adalah untuk orang-orang yang beriman (dan juga tidak beriman) dalam kehidupan dunia, (tetapi ia akan menjadi) khusus (untuk mereka yang beriman saja) pada hari Kiamat.’” Demikianlah Kami menjelaskan secara terperinci ayat-ayat itu kepada kaum yang mengetahui.
(QS 7 : 32)
Quraish Shihab:Katakanlah (Nabi Muhammad saw.): “Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah Dia keluarkan untuk para hamba-Nya dan (siapa pula yang mengharamkan) yang baik-baik dari rezeki?” Katakanlah: “Ia adalah untuk orang-orang yang beriman (dan juga yang tidak beriman) di kehidupan dunia, (tetapi ia akan menjadi) khusus (untuk mereka yang beriman saja) pada Hari Kiamat.” Demikianlah Kami menjelaskan secara rinci ayat-ayat (ketetapan-ketetapan hukum atau bukti-bukti kekuasaan Kami) kepada kaum yang mengetahui. HAMKA:Katakanlah, “Siapakah yang mengharamkan perhiasan Allah yang telah Dia keluarkan untuk hamba-hamba-Nya dan yang baik-baik dari karunia-Nya?” Katakanlah, “Dia adalah untuk orang-orang yang beriman di dalam hidup di dunia dan khusus (untuk mereka) di hari Kiamat. Demikianlah, Kami jelaskan ayat-ayat itu bagi kaum yang mau mengetahui.”
Kemenag RI 2019:Katakanlah (Nabi Muhammad), “Sesungguhnya Tuhanku hanya mengharamkan segala perbuatan keji yang tampak dan yang tersembunyi, perbuatan dosa, dan perbuatan melampaui batas tanpa alasan yang benar. (Dia juga mengharamkan) kamu mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan bukti pembenaran untuk itu dan (mengharamkan) kamu mengatakan tentang Allah apa yang tidak kamu ketahui.”
(QS 7 : 33)
Quraish Shihab:Katakanlah (Nabi Muhammad saw.): “Sesungguhnya Tuhan Pemeliharaku hanya mengharamkan perbuatan-perbuatan yang keji; (baik) yang tampak dan yang tersembunyi, dan perbuatan dosa, pelampauan batas tanpa (alasan yang) benar, dan (Dia mengharamkan) kamu menyekutukan Allah dengan sesuatu yang Dia tidak menurunkan hujjah (bukti pembenaran) untuk itu dan (mengharamkan pula) mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui.” HAMKA:Katakanlah, “Sesungguhnya yang diharamkan oleh Tuhanku hanyalah kejahatan-kejahatan, yang nyata dan yang tersembunyi dan dosa dan keaniayaan dengan tidak benar dan bahwa kamu persekutukan dengan Allah sesuatu yang tidak Dia turunkan keterangannya dan bahwa kamu katakan atas (nama) Allah sesuatu yang tidak kamu ketahui.”
Kemenag RI 2019:Setiap umat mempunyai ajal (batas waktu). Jika ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta penundaan sesaat pun dan tidak dapat (pula) meminta percepatan.
(QS 7 : 34)
Quraish Shihab:Dan setiap umat mempunyai ajal (mengenai umur dan jatuhnya sanksi); maka apabila telah datang ajal mereka, mereka tidak dapat mengundurkan barang sesaat pun dan tidak (pula) memajukan-(nya). HAMKA:Dan bagi tiap-tiap umat ada ajalnya. Maka apabila datang ajal mereka, tidaklah dapat mereka dimundurkan satu saat pun dan tidak dapat mereka minta dimajukan.
Kemenag RI 2019:Wahai anak cucu Adam, jika datang kepadamu rasul-rasul dari kalanganmu sendiri, yang menceritakan kepadamu ayat-ayat-Ku, siapa pun yang bertakwa dan melakukan perbaikan, tidak ada rasa takut menimpa mereka dan tidak (pula) mereka bersedih.
(QS 7 : 35)
Quraish Shihab:Hai anak-cucu Adam! Jika datang kepada kamu para rasul dari kamu menyampaikan (dan menjelaskan) kepada kamu ayat-ayat-Ku, maka barang siapa bertakwa dan melakukan perbaikan, maka tidak ada rasa takut menimpa mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati. HAMKA:Wahai, anak-anak Adam! Jika datang kepada kamu rasul-rasul dari antara kamu sendiri yang menceritakan kepada kamu ayat-ayat Kami maka barangsiapa yang bertakwa dan berbuat perbaikan, tidaklah ada ketakutan atas mereka dan tidaklah mereka akan berduka cita.
Kemenag RI 2019:Orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.
(QS 7 : 36)
Quraish Shihab:Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, mereka itu para penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya. HAMKA:Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan membesarkan diri terhadapnya, mereka itu adalah ahli-ahli neraka. Mereka di dalamnya akan kekal.
Kemenag RI 2019:Siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah atau yang mendustakan ayat-ayat-Nya? Mereka itu akan memperoleh bagian (yang telah ditentukan) dari ketetapan Allah (di dunia) sehingga apabila datang kepada mereka para utusan (malaikat) Kami untuk mencabut nyawanya, mereka (para malaikat) berkata, “Manakah sembahan yang biasa kamu sembah selain Allah?” Mereka (orang-orang musyrik) menjawab, “Semuanya telah lenyap dari kami.” Mereka memberikan kesaksian terhadap diri mereka sendiri bahwa mereka adalah orang-orang kafir.
(QS 7 : 37)
Quraish Shihab:Maka, siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah atau mendustakan ayat-ayat-Nya? Mereka itu akan memperoleh bagian (yang telah ditentukan) dari ketetapan Allah (di dunia) sehingga apabila datang kepada mereka para utusan Kami untuk mewafatkan mereka, (di waktu itu) mereka (para utusan Kami) bertanya: “Dimana yang biasa kamu sembah selain Allah?” Mereka (orang-orang musyrik) menjawab: “Semuanya telah lenyap dari kami,” dan mereka menyaksikan atas diri mereka bahwa mereka adalah orang-orang kafir. HAMKA:Maka siapakah yang lebih zalim daripada orang yang membuat-buat kedustaan atas nama Allah atau mendustakan ayat-ayat-Nya? Mereka itu akan dicapai oleh nasib mereka dari dalam Al-Kitab sehingga apabila datang kepada mereka utusan-utusan Kami, yang akan mewafatkan mereka, sambil bertanya, “Di manakah apa yang telah kamu seru selain dari Allah itu?” Mereka menjawab, “Mereka telah hilang daripada kami dan mereka pun menyaksikan atas diri mereka sendiri-sendiri bahwasanya mereka dahulunya memang telah kafir.”
Kemenag RI 2019:Allah berfirman, “Masuklah kamu ke dalam api neraka bersama umat-umat yang telah berlalu sebelum kamu dari (golongan) jin dan manusia.” Setiap kali suatu umat masuk, dia melaknat saudaranya, sehingga apabila mereka telah masuk semuanya, berkatalah orang yang (masuk) belakangan (kepada) orang yang (masuk) terlebih dahulu, “Ya Tuhan kami, mereka telah menyesatkan kami. Datangkanlah siksaan api neraka yang berlipat ganda kepada mereka.” Allah berfirman, “Masing-masing mendapatkan (siksaan) yang berlipat ganda, tetapi kamu tidak mengetahui.”
(QS 7 : 38)
Quraish Shihab:Dia berfirman: “Masuklah kamu bersama umat-umat yang sungguh telah berlalu sebelum kamu dari (golongan) jin dan manusia ke dalam neraka.” Setiap suatu umat masuk, dia mengutuk saudaranya sehingga apabila mereka semua telah masuk, berkatalah orang-orang yang masuk kemudian (para pengikut) di antara mereka kepada orang-orang yang masuk terdahulu (para pemimpin): “Tuhan Pemelihara kami, mereka telah menyesatkan kami, sebab itu berikanlah kepada mereka azab berlipat ganda dari neraka.” Dia berfirman: “Masing-masing mendapat (azab) berlipat ganda, tetapi kamu tidak mengetahui.” HAMKA:Berfirman Dia, “Masuklah kamu bersama umat-umat yang telah dahulu dari sebelum kamu daripada jin dan manusia ke dalam neraka!” Tiap-tiap telah masuk suatu umat, melaknatlah dia akan saudaranya sehingga apabila telah berkumpul di dalamnya semuanya, berkatalah yang kemudian tentang mereka yang terdahulu itu: “Ya! Tuhan kami, mereka inilah yang telah menyesatkan kami. Maka berilah kepada mereka azab yang berlipat ganda dari neraka!” Dia berfirman, “Bagi tiap-tiapnya berlipat ganda. Tetapi, kamu tidak tahu.”
Kemenag RI 2019:Orang yang (masuk) terlebih dahulu berkata kepada yang (masuk) belakangan, “Kamu tidak mempunyai kelebihan sedikit pun atas kami. Maka, rasakanlah azab itu karena perbuatan yang telah kamu lakukan.”
(QS 7 : 39)
Quraish Shihab:Dan berkata orang-orang yang masuk terdahulu (para pemimpin) di antara mereka kepada orang-orang yang masuk kemudian (para pengikut): “Kamu tidak mempunyai kelebihan sedikit pun atas kami, maka rasakanlah azab karena perbuatan yang telah kamu usahakan.” HAMKA:Dan berkata mereka yang terdahulu kepada yang kemudian. Maka, tidaklah ada bagi kamu kelebihan atas kami. Sebab itu, rasakanlah azab karena apa yang telah kamu usahakan.
Kemenag RI 2019:Sesungguhnya (bagi) orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit ) dan mereka tidak akan masuk surga sebelum unta masuk ke dalam lubang jarum. ) Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat durhaka.
(QS 7 : 40)
Quraish Shihab:Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, sekali-kali tidak akan dibukakan bagi (amalan, doa dan arwah) mereka pintu-pintu langit dan tidak (pula) mereka masuk surga, hingga unta masuk ke lubang jarum. Demikianlah Kami memberi balasan kepada para pendurhaka. HAMKA:Sesungguhnya orang-orang yang telah mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombong terhadapnya, tidaklah akan dibukakan untuk mereka pintu-pintu langit dan tidaklah mereka akan masuk ke dalam surga sehingga menyelusuplah seekor unta ke dalam lubang jarum. Dan sebagaimana demikianlah Kami membalas orang-orang yang berdosa besar.
Kemenag RI 2019:Bagi mereka (disediakan) alas tidur dari (api neraka) Jahanam dan di atas mereka ada selimut (dari api neraka). Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang zalim.
(QS 7 : 41)
Quraish Shihab:Bagi mereka hamparan (berupa api neraka) Jahanam dan di atas mereka ada selimut (dari api neraka). Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang zalim. HAMKA:Untuk mereka dari Jahannam adalah satu tempat yang sangat rendah dan di atas mereka ada beberapa penutup. Dan, sebagaimana demikianlah Kami membalas orang-orang yang zalim.
Kemenag RI 2019:(Adapun) orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, Kami tidak akan membebani seseorang melainkan menurut kesanggupannya. Mereka itulah penghuni surga. Mereka kekal di dalamnya.
(QS 7 : 42)
Quraish Shihab:Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, Kami tidak membebani seseorang melainkan sesuai kesanggupannya. Mereka itulah para penghuni surga; mereka kekal di dalamnya. HAMKA:Dan orang-orang yang beriman dan beramal saleh, tidak Kami membebani suatu diri melainkan sekadar kesanggupannya. Adalah mereka itu penghuni surga. Mereka akan kekal di dalamnya.
Kemenag RI 2019:Kami mencabut rasa dendam dari dalam dada mereka, (di surga) mengalir di bawah mereka sungai-sungai. Mereka berkata, “Segala puji bagi Allah yang telah menunjukkan kami ke (surga) ini. Kami tidak akan mendapat petunjuk sekiranya Allah tidak menunjukkan kami. Sungguh, rasul-rasul Tuhan kami telah datang membawa kebenaran.” Diserukan kepada mereka, “Itulah surga yang telah diwariskan kepadamu karena apa yang selalu kamu kerjakan.”
(QS 7 : 43)
Quraish Shihab:Dan Kami telah mencabut apa yang berada dalam dada-dada mereka dari semua kedengkian; (di surga sana, di mana mereka berada di tempat yang tinggi yang) di bawah mereka mengalir sungai-sungai, dan mereka berkata: “Segala puji hanya bagi Allah yang telah menunjuki kami (memberi kami bimbingan dan kemampuan untuk beramal sehingga mengantar kami) ke sini (surga ini), sedangkan kami sekali-kali tidak akan mendapat petunjuk jika seandainya Allah tidak memberi kami petunjuk. Demi (Allah)! Sungguh, telah datang para rasul Tuhan Pemelihara kami dengan haq (benar dan membawa kebenaran).” Dan diserukan kepada mereka: “Itulah surga yang diwariskan kepada kamu, disebabkan apa (amal-amal saleh) yang dahulu kamu kerjakan.” HAMKA:Dan Kami cabut apa yang ada di dalam dada mereka dari rasa dengki. Mengalir dari bawahnya sungai-sungai, dan mereka berkata, “Sekalian puji untuk Allah yang telah menunjuki kita untuk ini dan tidaklah kita mendapat petunjuk, kalau tidakkah Allah yang menunjuki kita. Sesungguhnya, telah datang utusan-utusan Tuhan kita dengan kebenaran. Dan, mereka diseru, ‘Bahwa itulah dia surga yang telah diwariskan dia untuk kamu, tersebab dari apa yang telah kamu amalkan.’”
Kemenag RI 2019:Para penghuni surga menyeru para penghuni neraka, “Sungguh, kami telah mendapati sesuatu (surga) yang dijanjikan Tuhan kepada kami itu benar. Apakah kamu telah mendapati (pula) sesuatu (azab) yang dijanjikan Tuhan kepadamu itu benar?” Mereka menjawab, “Benar.” Kemudian penyeru (malaikat) mengumumkan di antara mereka, “Laknat Allah bagi orang-orang yang zalim.”
(QS 7 : 44)
Quraish Shihab:Dan para penghuni surga menyeru kepada para penghuni neraka: “Sungguh, kami benar-benar telah mendapatkan apa (surga) yang pernah Tuhan Pemelihara kami janjikan kepada kami. Maka, apakah kamu benar-benar telah mendapatkan (pula) apa (azab) yang pernah Tuhan Pemelihara kamu janjikan?” Mereka menjawab: "Betul.” Kemudian, seorang penyeru mengumandangkan di antara mereka itu: “Laknat Allah ditimpakan atas orang-orang zalim.” HAMKA:Dan berserulah penghuni surga kepada penghuni neraka, bahwa kami telah mendapati apa yang telah dijanjikan oleh Tuhan kami dengan sebenarnya. Maka sudahlah kamu mendapati apa yang telah dijanjikan oleh Tuhan kamu kamu dengan sebenarnya? Mereka menjawab, “Ya.” Maka berserulah seorang penyeru di antara mereka bahwa laknat Allah-lah atas orang-orang yang zalim.
Kemenag RI 2019:(Mereka adalah) orang-orang yang menghalang-halangi (orang lain) dari jalan Allah serta menginginkan jalan itu menjadi bengkok dan mereka itu orang-orang yang mengingkari (kehidupan) akhirat.
(QS 7 : 45)
Quraish Shihab:(Yaitu) orang-orang yang (terus menerus) menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah dan menginginkannya (jalan itu) menjadi bengkok (berliku-liku dan menyesatkan), dan mereka terhadap akhirat, adalah orang-orang kafir. HAMKA:(Yaitu) orang-orang yang memalingkan (manusia) daripada jalan Allah dan yang ingin supaya jalan itu bengkok, sedang mereka terhadap hari akhirat tidaklah mau percaya.
Kemenag RI 2019:Di antara keduanya (para penghuni surga dan neraka) ada batas pemisah dan di atas tempat yang tertinggi (al-a‘r?f) ) ada orang-orang yang saling mengenal dengan tandanya masing-masing. Mereka menyeru para penghuni surga, “Sal?mun ‘alaikum (semoga keselamatan tercurah kepadamu).” Mereka belum dapat memasukinya, padahal mereka sangat ingin (memasukinya).
(QS 7 : 46)
Quraish Shihab:Dan di antara keduanya (penghuni surga dan neraka) ada batas pemisah; dan di atas A'raf (tempat tertinggi) ada beberapa laki-laki (orang-orang) yang mereka kenal, masing-masing dengan tanda-tanda (khusus) mereka. Dan (mereka yang di atas A'raf) menyeru penduduk surga: “Salamun 'alaikum (salam sejahtera bagi kamu).” Mereka belum (lagi) memasukinya, sedangkan mereka sangat ingin segera (memasukinya). HAMKA:Dan di antara keduanya ada dinding dan di atas benteng itu ada beberapa laki-laki yang mereka mengenal akan tiap-tiap seseorang dengan tanda masing-masing dan menyerulah mereka kepada penghuni surga itu bahwa selamat sejahteralah atas kamu. Mereka belumlah masuk, padahal mereka amat ingin.
Kemenag RI 2019:Apabila pandangan mereka dialihkan ke arah penghuni neraka, mereka berkata, “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau tempatkan kami bersama kaum yang zalim itu.”
(QS 7 : 47)
Quraish Shihab:Dan apabila pandangan mereka dialihkan ke arah penghuni neraka, mereka berkata: “Tuhan Pemelihara kami, janganlah Engkau jadikan (tempatkan) kami bersama kaum yang zalim.” HAMKA:Dan apabila dipalingkan pemandangan mereka ke pihak ahli neraka, mereka berkata, “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami bersama-sama kaum yang zalim.”
Kemenag RI 2019:Orang-orang di atas tempat yang tertinggi (al-a‘r?f) menyeru orang-orang yang mereka kenal dengan tanda-tanda (khusus) sambil berkata, “Tidak ada manfaatnya bagimu (harta) yang kamu kumpulkan dan apa yang selalu kamu sombongkan.
(QS 7 : 48)
Quraish Shihab:Dan mereka yang di atas A‘raf menyeru beberapa laki-laki (beberapa orang dari penghuni neraka) yang mereka mengenalnya dengan tanda-tanda (khusus) mereka, (dengan) mengatakan: “Tidak berguna untuk kamu apa yang kamu kumpulkan (di dunia berupa kekayaan atau kelompok) dan apa saja yang selalu kamu sombongkan. HAMKA:Dan menyeru penghuni benteng tinggi itu kepada orang-orang laki-laki yang mereka kenal dari tanda mereka masing-masing, mereka berkata, “Bukankah tidak berfaedah kepada kamu apa yang kamu kumpul-kumpulkan itu dan apa yang telah kamu besar-besarkan?”
Kemenag RI 2019:Itukah orang-orang yang kamu telah bersumpah (ketika kamu hidup di dunia), bahwa mereka tidak akan diberi rahmat oleh Allah?” (Allah berfirman,) “Masuklah kamu ke dalam surga! Tidak ada rasa takut padamu dan kamu juga tidak akan bersedih.”
(QS 7 : 49)
Quraish Shihab:(Para penghuni surga) itukah orang-orang yang kamu telah bersumpah (ketika kamu hidup di dunia) bahwa mereka tidak akan diberi rahmat oleh Allah?” (Allah swt. berfirman): “Masuklah ke surga, tidak ada rasa takut menimpa kamu dan tidak (pula) kamu bersedih hati.” HAMKA:Apakah ini orang-orang yang pernah kamu sumpahkan bahwa tidaklah Allah akan mencapaikan rahmat kepada mereka, “Masuklah kamu ke dalam surga! Tidak ada ketakutan atas kamu dan tidaklah kamu akan berduka cita.”
Kemenag RI 2019:Para penghuni neraka menyeru para penghuni surga, “Tuangkanlah (sedikit) air kepada kami atau rezeki apa saja yang telah dikaruniakan Allah kepadamu.” Mereka menjawab, “Sesungguhnya Allah telah mengharamkan keduanya (air dan rezeki) bagi orang-orang kafir.”
(QS 7 : 50)
Quraish Shihab:Dan para penghuni neraka menyeru para penghuni surga: “Curahkanlah kepada kami sedikit air atau sedikit dari apa (rezeki) yang telah dikaruniakan Allah kepada kamu.” Mereka menjawab: “Sesungguhnya Allah telah mengharamkan keduanya atas orang-orang kafir. HAMKA:Dan menyerulah ahli neraka itu kepada ahli surga, “Tuangkanlah kepada kami dari air atau dari apa-apa yang telah dikaruniakan Allah kepada kamu.” Mereka menjawab, “Sesungguhnya Allah telah mengharamkan kedua-duanya itu atas orang-orang kafir.”
Kemenag RI 2019:(Mereka adalah) orang-orang yang menjadikan agamanya sebagai kelengahan dan permainan serta mereka telah tertipu oleh kehidupan dunia. Maka, pada hari ini (Kiamat), Kami melupakan mereka sebagaimana mereka dahulu melupakan pertemuan hari ini dan karena mereka selalu mengingkari ayat-ayat Kami.
(QS 7 : 51)
Quraish Shihab:(Yaitu) orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai permainan dan kelengahan, dan (itu semua karena) kehidupan dunia telah memperdaya mereka.” (Allah swt. berfirman): “Maka, pada hari (Kiamat) ini, Kami melupakan mereka sebagaimana mereka melupakan pertemuan mereka dengan hari ini, dan (sebagaimana) mereka selalu mengingkari ayat-ayat Kami.” HAMKA:(Yaitu) orang yang telah mengambil agama jadi kesia-siaan dan permainan dan mereka telah diperdayakan oleh kehidupan dunia. Maka pada hari ini, Kami lupakanlah mereka, sebagaimana mereka telah melupakan pertemuan hari mereka ini dan lantaran mereka telah tidak percaya kepada ayat-ayat Kami.
Kemenag RI 2019:Sungguh, Kami telah mendatangkan kepada mereka Kitab (Al-Qur’an) yang telah Kami jelaskan secara terperinci atas dasar pengetahuan sebagai petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.
(QS 7 : 52)
Quraish Shihab:Dan demi (keagungan dan kekuasaan Kami)! Sungguh, Kami telah mendatangkan kepada mereka sebuah Kitab (al-Qur’an). Kami telah menjelaskannya secara rinci berdasarkan pengetahuan (Kami); ia menjadi petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman. HAMKA:Dan sesungguhnya telah Kami datangkan kepada mereka sebuah kitab, yang telah Kami jelaskan dia dengan dasar pengetahuan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang mau percaya.
Kemenag RI 2019:Tidakkah mereka menunggu kecuali takwilnya (terwujudnya kebenaran Al-Qur’an). Pada hari bukti kebenaran itu tiba, orang-orang yang sebelum itu mengabaikannya berkata, “Sungguh, rasul-rasul Tuhan kami telah datang membawa kebenaran. Maka adakah pemberi syafaat bagi kami yang akan memberikan pertolongan kepada kami atau agar kami dikembalikan (ke dunia) sehingga kami akan beramal tidak seperti perbuatan yang pernah kami lakukan dahulu?” Sungguh, mereka telah merugikan diri sendiri dan telah hilang lenyap dari mereka apa pun yang dahulu mereka ada-adakan.
(QS 7 : 53)
Quraish Shihab:Tidaklah mereka menunggu kecuali takwil-nya. Pada hari datangnya itu, berkatalah orang-orang yang melupakannya sebelum itu: “Sungguh, telah datang para rasul Tuhan Pemelihara kami dengan haq (benar dan membawa kebenaran), maka adakah bagi kami para pemberi syafaat (yang membantu untuk memohonkan pertolongan kepada Allah swt.), sehingga memberi syafaat bagi kami, atau dapatkah kami dikembalikan, sehingga kami dapat beramal yang lain dari yang pernah kami amalkan?” Sungguh, mereka telah merugikan diri sendiri dan telah lenyaplah dari mereka apa (sesembahan-sesembahan) yang dahulu mereka ada-adakan. HAMKA:Tiadakah ada yang mereka tunggu selain kesudahannya. Pada hari datang kesudahannya itu, berkatalah orang-orang yang telah melupakannya terlebih dahulu itu, “Sesungguhnya telah datang utusan-utusan Tuhan kami dengan kebenaran. Lantaran itu adakah penolong-penolong yang akan datang menolong kami atau kami dikembalikan? Supaya akan kami amalkan, lain dari apa yang telah kami amalkan (dahulu).” Sungguh, mereka telah merugikan diri mereka sendiri dan telah lenyap dari mereka apa-apa yang mereka ada-adakan itu.
Kemenag RI 2019:Sesungguhnya Tuhanmu adalah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, ) kemudian Dia bersemayam di atas ?Arasy. ) Dia menutupkan malam pada siang yang mengikutinya dengan cepat. (Dia ciptakan) matahari, bulan, dan bintang-bintang tunduk pada perintah-Nya. Ingatlah! Hanya milik-Nyalah segala penciptaan dan urusan. Maha Berlimpah anugerah Allah, Tuhan semesta alam.
(QS 7 : 54)
Quraish Shihab:Sesungguhnya Tuhan Pemelihara kamu ialah Allah Yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam hari (enam masa), kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy (berkuasa dan mengatur segala yang diciptakan-Nya sehingga berfungsi sebagaimana yang Dia kehendaki). Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang, (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha banyak berkah Allah, Tuhan Pemelihara seluruh alam. HAMKA:Sesungguhnya Tuhan kamu adalah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi di dalam enam hari, kemudian bersemayamlah Dia di atas Arsy. Dia tutupkan malam kepada siang, yang mengiringinya dengan cepat, dan matahari, bulan, dan bintang-bintang, semuanya tunduk kepada ketetapan-Nya. Ketahuilah, bagi-Nyalah seluruh penciptaan dan ketentuan. Mahasucilah Allah pemelihara sekalian alam.
Kemenag RI 2019:Berdoalah kepada Tuhanmu dengan rendah hati dan suara yang lembut. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.
(QS 7 : 55)
Quraish Shihab:Berdoalah kepada Tuhan Pemelihara kamu dengan berendah diri dan dengan (suara lembut seperti orang) merahasiakan (sesuatu). Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang
orang yang melampaui batas. HAMKA:Serulah Tuhanmu dengan merendahkan diri dan bersunyi. Sesungguhnya Dia tidaklah suka kepada orang-orang yang melewati batas.
Kemenag RI 2019:Janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah diatur dengan baik. Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat dengan orang-orang yang berbuat baik.
(QS 7 : 56)
Quraish Shihab:Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi sesudah perbaikannya dan berdoalah kepada-Nya dalam keadaan takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang-orang muhsin. HAMKA:Dan janganlah kamu merusak di bumi sesudah selesainya dan serulah Dia dengan keadaan takut dan sangat harap. Sesungguhnya, rahmat Allah adalah dekat kepada orang-orang yang berbuat kebajikan.
Kemenag RI 2019:Dialah yang mendatangkan angin sebagai kabar gembira yang mendahului kedatangan rahmat-Nya (hujan) sehingga apabila (angin itu) telah memikul awan yang berat, Kami halau ia ke suatu negeri yang mati (tandus), lalu Kami turunkan hujan di daerah itu. Kemudian Kami tumbuhkan dengan hujan itu berbagai macam buah-buahan. Seperti itulah Kami membangkitkan orang-orang mati agar kamu selalu ingat.
(QS 7 : 57)
Quraish Shihab:Dan Dia-lah yang mengirimkan aneka angin sebagai pembawa kabar gembira sebelum (kedatangan) rahmat-Nya (berupa hujan); sehingga apabila (aneka angin itu) telah memikul awan yang berat, Kami halau ia ke suatu negeri yang mati (tandus), lalu Kami turunkan hujan di sana, maka Kami keluarkan dengannya berbagai macam buah-buahan. Seperti itulah Kami membangkitkan orang-orang yang telah mati, supaya kamu selalu ingat (mengambil pelajaran darinya). HAMKA:Dan Dialah yang mengirim berbagai angin sebagai pembawa berita gembira di hadapan rahmat-Nya sehingga apabila dia telah membawa mega yang berat, Kami tariklah dia ke negeri yang mati dan Kami turunkanlah dengan dia air. Maka, Kami keluarkanlah dengan (air) itu tiap-tiap tumbuh-tumbuhan. Demikian pulalah akan Kami hidupkan orang yang telah mati supaya kamu mau ingat.
Kemenag RI 2019:Tanah yang baik, tanaman-tanamannya tumbuh subur seizin Tuhannya. Adapun tanah yang tidak subur, tanaman-tanamannya hanya tumbuh merana. Demikianlah Kami jelaskan berulang kali tanda-tanda kebesaran (Kami) bagi orang-orang yang bersyukur.
(QS 7 : 58)
Quraish Shihab:Dan tanah yang baik, tanaman-tanamannya tumbuh subur dengan izin Tuhan Pemeliharanya; dan (tanah) yang buruk, tanaman-tanamannya hanya tumbuh merana. Demikianlah Kami berkali-kali menjelaskan ayat-ayat (tanda-tanda kebesaran dan kekuasaan Kami) bagi orang-orang yang bersyukur. HAMKA:Dan negeri yang baik akan keluarlah tumbuh-tumbuhannya dengan izin Tuhannya dan yang buruk tidaklah akan keluar melainkan dengan susah-payah. Demikianlah Kami menjelaskan ayat-ayat bagi kaum yang mau berterima kasih.
Kemenag RI 2019:Sungguh, Kami telah mengutus Nuh (sebagai rasul) kepada kaumnya, lalu ia berkata, “Wahai kaumku, sembahlah Allah (karena) tidak ada tuhan bagi kamu selain Dia.” Sesungguhnya (kalau kamu tidak menyembah Allah) aku takut kamu akan ditimpa azab hari yang besar (hari Kiamat).
(QS 7 : 59)
Quraish Shihab:Demi (keagungan dan kekuasaan Kami)! Sungguh, Kami telah mengutus Nuh (sebagai nabi dan rasul) kepada kaumnya, lalu dia berkata: “Hai kaumku! Sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan (Yang Kuasa dan berhak disembah) bagi kamu melainkan Dia. Sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa azab hari yang sangat besar (Hari Kiamat).” HAMKA:Sesungguhnya telah Kami utus Nuh kepada kaumnya maka dia pun berkata, “Wahai kaumnya sembahlah olehmu akan Allah! Tidak ada bagi kamu barang mana pun Tuhan selain Dia. Sesungguhnya aku takut akan datang atas kamu azab hari yang besar.”
Kemenag RI 2019:Pemuka-pemuka dari kaumnya berkata, “Sesungguhnya kami benar-benar melihatmu (berada) dalam kesesatan yang nyata.”
(QS 7 : 60)
Quraish Shihab:Para pemuka dari kaumnya berkata: “Sesungguhnya kami benar-benar melihatmu berada dalam kesesatan yang nyata.” HAMKA:Berkatalah pemuka-pemuka dari kaumnya itu, “Sesungguhnya kami pandang engkau ini adalah di dalam kesesatan yang nyata.”
Kemenag RI 2019:Dia (Nuh) menjawab, “Hai kaumku, tidak ada padaku kesesatan sedikit pun, tetapi aku adalah rasul dari Tuhan semesta alam.
(QS 7 : 61)
Quraish Shihab:Dia (Nabi Nuh as.) berkata: “Hai kaumku! Tidak ada padaku kesesatan sedikit pun, tetapi sesungguhnya aku adalah rasul Tuhan Pemelihara seluruh alam. HAMKA:Berkata dia, “Wahai kaumku, tidaklah padaku ini kesesatan. Akan tetapi, aku ini adalah Rasul daripada Tuhan sarwa sekalian alam.
Kemenag RI 2019:Aku sampaikan kepadamu risalah (amanat) Tuhanku dan aku memberi nasihat kepadamu. Aku mengetahui dari Allah apa yang tidak kamu ketahui.
(QS 7 : 62)
Quraish Shihab:Aku sampaikan kepada kamu risalah-risalah (pesan dan amanah) Tuhan Pemeliharaku dan aku memberi nasihat kepada kamu, dan aku mengetahui dari Allah apa yang tidak kamu ketahui. HAMKA:Akan aku sampaikan kepada kamu risalah dari Tuhanku dan aku akan memberi nasihat kepada kamu dan aku mengetahui dari karunia Allah, hal-ihwal yang tidak kamu ketahui.
Kemenag RI 2019:Apakah kamu (tidak percaya dan) heran bahwa telah datang kepada kamu peringatan dari Tuhanmu kepada seorang laki-laki dari golonganmu agar dia memberi peringatan kepadamu, agar kamu bertakwa, dan agar kamu mendapat rahmat?”
(QS 7 : 63)
Quraish Shihab:Apakah kamu (tidak percaya dan) heran bahwa telah datang kepada kamu tuntunan dari Tuhan Pemelihara kamu atas seorang laki-laki dari (kalangan) kamu, supaya dia memberi peringatan kepada kamu dan (dengan harapan) kamu bertakwa dan supaya kamu mendapat rahmat? HAMKA:Apakah kamu tercengang bahwa datang kepada kamu suatu peringatan dari Tuhan kamu dengan perantaraan seorang laki-laki dari antara kamu untuk mengancam kamu supaya kamu bertakwa dan supaya kamu diberi rahmat?”
Kemenag RI 2019:(Karena) mereka mendustakannya (Nuh), Kami selamatkan dia dan orang-orang yang bersamanya di dalam bahtera serta Kami tenggelamkan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang buta (mata hatinya).
(QS 7 : 64)
Quraish Shihab:Maka, mereka mendustakannya (Nabi Nuh as.), lalu Kami menyelamat kan dia dan orang-orang yang bersamanya dalam bahtera, dan Kami menenggelamkan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang buta (mata hatinya). HAMKA:Tetapi mereka dustakan dia. Maka, Kami selamatkanlah dia dan orang-orang yang besertanya dalam sebuah bahtera. Kami tenggelamkan orang-orang yang telah mendustakan ayat-ayat Kami itu. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang buta.
Kemenag RI 2019:(Kami telah mengutus) kepada (kaum) ‘Ad saudara mereka, Hud. Dia berkata, “Wahai kaumku, sembahlah Allah, tidak ada tuhan bagimu selain Dia. Tidakkah kamu bertakwa?”
(QS 7 : 65)
Quraish Shihab:Dan kepada (kaum) Ad (Kami telah mengutus) saudara mereka, Hud. Dia berkata: “Hai kaumku! Sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagi kamu satu Tuhan pun (Yang Kuasa dan berhak disembah) melainkan Dia. Maka, tidakkah kamu bertakwa?” HAMKA:Dan kepada ‘Ad, saudara mereka Hud. Dia berkata, “Wahai kaumku, sembahlah olehmu akan Allah! Tidak ada bagi kamu barang mana pun Tuhan selain Dia. Apakah kamu tidak mau bertakwa?”
Kemenag RI 2019:Para pemuka yang kufur di antara kaumnya berkata, “Sesungguhnya kami benar-benar melihat kamu dalam keadaan kurang akal dan sesungguhnya kami menduga bahwa kamu termasuk para pembohong.”
(QS 7 : 66)
Quraish Shihab:Para pemuka orang-orang yang kafir di antara kaumnya berkata: “Sesungguhnya kami benar-benar melihatmu dalam kepicikan dan sesungguhnya kami benar-benar menyangkamu termasuk para pembohong." HAMKA:Berkata pemuka-pemuka yang kufur dari kaumnya itu, “Sesungguhnya kami lihat engkau dalam keadaan pandir dan sesungguhnya berat sangka kami bahwa engkau ini adalah dari orang-orang yang mendusta.”
Kemenag RI 2019:Dia (Hud) berkata, “Wahai kaumku, tidak ada padaku kekurangan akal sedikit pun, tetapi aku ini adalah rasul dari Tuhan semesta alam.
(QS 7 : 67)
Quraish Shihab:Dia (Nabi Hud as.) berkata: “Hai kaumku! Tidak ada padaku sedikit kepicikan pun, tetapi, aku adalah rasul dari Tuhan Pemelihara seluruh alam. HAMKA:Dia berkata, “Wahai kaumku, bukanlah padaku ada kepandiran, akan tetapi aku ini adalah utusan dari Tuhan sarwa sekalian alam.
Kemenag RI 2019:Aku sampaikan kepadamu risalah-risalah (amanat) Tuhanku dan aku terhadap kamu adalah penasihat yang tepercaya.
(QS 7 : 68)
Quraish Shihab:Aku sampaikan kepada kamu risalah-risalah (pesan dan amanah) Tuhan Pemeliharaku, dan aku terhadap kamu adalah penasihat yang jujur.” HAMKA:Akan aku sampaikan kepada kamu risalah dari Tuhanku dan aku ini bagi kamu adalah pembawa nasihat yang dipercaya.”
Kemenag RI 2019:Apakah kamu (tidak percaya dan) heran bahwa telah datang kepadamu tuntunan dari Tuhanmu atas seorang laki-laki dari golonganmu supaya dia memberi peringatan kepadamu? Ingatlah, ketika Dia (Allah) menjadikan kamu pengganti-pengganti (yang berkuasa) sesudah kaum Nuh, dan melebihkan kamu dalam penciptaan (berupa) tubuh yang tinggi, besar, dan kuat. Maka, ingatlah nikmat-nikmat Allah supaya kamu mendapat keberuntungan.”
(QS 7 : 69)
Quraish Shihab:Apakah kamu (tidak percaya dan) heran bahwa telah datang kepada kamu tuntunan dari Tuhan Pemelihara kamu atas seorang laki-laki dari (kalangan) kamu, supaya dia memberi peringatan kepada kamu? Dan ingatlah, ketika Dia menjadikan kamu para khalifah (yang berkuasa) setelah kaum Nuh dan melebihkan untuk kamu dalam pencipraan (berupa) ketegaran (jasmani dan pikiran). Maka, ingatlah nikmat- nikmat Allah supaya kamu mendapat keberuntungan. HAMKA:Apakah tercengang kamu bahwa datang kepada kamu peringatan dari Tuhan kamu dengan perantaraan seorang laki-laki dari kalanganmu sendiri untuk menyampaikan ancaman kepada kamu? Dan, ingatlah olehmu, tatkala Dia telah menjadikan kamu khalifah-khalifah sesudah kaum Nuh dan Dia lebihkan kamu pada kejadian. Maka, ingatlah olehmu akan nikmat-nikmat Allah itu supaya kamu berbahagia.
Kemenag RI 2019:Mereka berkata, “Apakah engkau (wahai Hud) datang kepada kami agar kami menyembah Allah semata dan meninggalkan apa yang biasa disembah oleh bapak-bapak kami? Maka, datangkanlah kepada kami apa yang kamu janjikan kepada kami jika kamu termasuk orang-orang yang benar.”
(QS 7 : 70)
Quraish Shihab:Mereka berkata: ‘Apakah engkau (Nabi Hud as.) datang kepada kami supaya kami menyembah Allah satu- satu-Nya dan kami tinggalkan apa yang selalu disembah oleh nenek moyang kami? Maka, datangkanlah apa (siksa) yang engkau janjikan kepada kami, jika engkau termasuk orang orang yang benar.” HAMKA:Mereka bertanya, “Apakah engkau datang kepada kami supaya kami menyembah Allah sendirinya saja? Dan supaya kami tinggalkan apa-apa yang disembah oleh bapak-bapak kami? Kalau begitu, datangkanlah kepada kami apa yang telah engkau janjikan itu, jika engkau dari golongan orang-orang yang benar.”
Kemenag RI 2019:Dia (Hud) berkata, “Sungguh, sudah pasti kamu akan ditimpa azab dan kemarahan dari Tuhanmu. Apakah kamu sekalian hendak berbantah dengan Aku tentang nama-nama (berhala) yang kamu beserta nenek moyangmu menamakannya, padahal Allah tidak menurunkan sedikit pun hujah (alasan pembenaran) untuk itu? Maka, tunggulah (azab dan kemarahan itu)! Sesungguhnya aku bersamamu termasuk orang-orang yang menunggu.”
(QS 7 : 71)
Quraish Shihab:Dia (Nabi Hud as.) berkata: “Sungguh, telah jatuh atas kamu dari Tuhan Pemelihara kamu siksa dan murka. Apakah kamu membantah aku tentang nama-nama (berhala) yang kamu menamainya dan (demikian juga) nenek moyang kamu, padahal Allah tidak menurunkan tentangnya sedikit pun hujjah (alasan pembenaran); maka tunggulah (siksa dan murka Allah swt.)! Sesungguhnya aku bersama kamu termasuk orang- orang yang menunggu.” HAMKA:Dia berkata, “Sesungguhnya telah tertimpa ke atas kamu penyiksaan dan kemurkaan dari Tuhan kamu. Apakah kamu akan membantah tentang nama-nama yang kamu namakan itu? Kamu dan bapak-bapak kamu? Tidaklah ada Allah menurunkan tentang itu dari satu keterangan pun. Maka, tunggulah olehmu, sesungguhnya aku pun bersama kamu daripada orang-orang yang menunggu pula.”
Kemenag RI 2019:Maka, Kami selamatkan dia (Hud) dan orang-orang yang bersamanya karena rahmat yang besar dari Kami, dan Kami binasakan sampai akar-akarnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka bukanlah orang-orang mukmin.
(QS 7 : 72)
Quraish Shihab:Maka, Kami menyelamatkannya (Nabi Hud as.) dan orang-orang yang bersamanya dengan rahmat dari Kami, dan Kami binasakan sampai ke akar-akarnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka tidak pernah merupakan orang-orang mukmin. HAMKA:Maka, Kami selamatkanlah dia dan orang-orang yang beserta dia, dengan rahmat daripada Kami. Dan Kami putuskanlah akar dari orang-orang yang telah mendustakan ayat-ayat Kami itu karena bukanlah mereka daripada orang-orang yang beriman.
Kemenag RI 2019:(Kami telah mengutus) kepada (kaum) Samud saudara mereka, Saleh. Dia berkata, “Wahai kaumku, sembahlah Allah, tidak ada bagi kamu tuhan selain Dia. Sungguh, telah datang kepada kamu bukti yang nyata dari Tuhanmu. Ini adalah unta betina Allah untuk kamu sebagai mukjizat. Maka, biarkanlah ia makan di bumi Allah dan janganlah kamu mengganggunya dengan keburukan apa pun sehingga kamu ditimpa siksa yang sangat pedih.”
(QS 7 : 73)
Quraish Shihab:Dan kepada (kaum) Tsamud (Kami utus) saudara mereka, Shaleh. Dia berkata: “Hai kaumku! Sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagi kamu satu Tuhan pun (Yang Kuasa dan berhak disembah) melainkan Dia. Sungguh, telah datang kepada kamu bukti yang nyata dari Tuhan Pemelihara kamu; ini adalah unta betina dari Allah sebagai tanda (mukjizat) bagi kamu, oleh sebab itu, biarkanlah ia makan di bumi Allah, dan jangan kamu menyentuhnya dengan keburukan sehingga menyebabkan kamu ditimpa siksa yang sangat pedih.” HAMKA:Dan kepada Tsamud, saudara mereka, Shalih. Dia berkata, “Wahai kaumku, sembahlah olehmu Allah! Tidak ada bagi kamu sembarang Tuhan pun selain Dia. Telah datang kepada kamu suatu keterangan daripada Tuhan kamu. Inilah dia unta Allah untuk kamu sebagai satu tanda, maka biarkanlah dia makan dari bumi Allah dan janganlah kamu ganggu dia dengan suatu kejahatan pun. Karena akan menimpa kepada kamu azab yang pedih.”
Kemenag RI 2019:Ingatlah ketika (Allah) menjadikan kamu pengganti-pengganti (yang berkuasa) sesudah ‘Ad dan memberikan tempat bagimu di bumi. Kamu membuat pada dataran rendahnya bangunan-bangunan besar dan kamu pahat gunung-gunungnya menjadi rumah. Maka, ingatlah nikmat-nikmat Allah dan janganlah kamu melakukan kejahatan di bumi dengan berbuat kerusakan.
(QS 7 : 74)
Quraish Shihab:Dan ingatlah ketika (Allah swt.) menjadikan kamu pata khalifah (yang berkuasa) setelah (kaum) ‘Ad, dan Dia menempatkan kamu di bumi; kamu membuat pada dataran-dataran rendahnya bangunan-bangunan besar, dan kamu pahat gunung-gunungnya menjadi rumah-rumah; maka ingatlah nikmat-nikmat Allah dan janganlah kamu melakukan kejahatan di bumi sebagai orang-orang yang berbuat kerusakan. HAMKA:Dan ingatlah oleh kamu ketika Dia telah menjadikan kamu khalifah-khalifah dari sesudah ‘Ad, dan Dia beri kekukuhan kamu di bumi, kamu jadikan dari tanahnya yang rata mahligai-mahligai dan kamu pahat gunung-gunung untuk rumah-rumah. Maka, ingatlah olehmu nikmat-nikmat Allah itu dan janganlah kamu bersemarahaja-lela di bumi membuat kebinasaan.”
Kemenag RI 2019:Pemuka-pemuka yang menyombongkan diri di antara kaumnya berkata kepada orang-orang yang dianggap lemah yang telah beriman di antara mereka, “Tahukah kamu bahwa Saleh diutus (menjadi rasul) oleh Tuhannya?” Mereka menjawab, “Sesungguhnya kami beriman kepada apa (wahyu) yang dibawanya.”
(QS 7 : 75)
Quraish Shihab:Para pemuka dari kaumnya yang sangat sombong berkata kepada orang- orang yang dianggap lemah, yakni yang beriman di antara mereka: 'Apakah kamu mengetahui (percaya) bahwa Shaleh diutus oleh Tuhan Pemeliharanya?” Mereka menjawab: “Sesungguhnya kami beriman kepada apa (wahyu yang Nabi Shaleh as.) diutus untuk (menyampai kan) nya.” HAMKA:Berkata pemuka-pemuka dari orang-orang yang menyombong di dalam kaumnya itu kepada orang-orang yang lemah, bagi yang beriman di antara mereka, “Apakah kamu mengetahui bahwa Shalih itu diutus dari Tuhannya?” Mereka menjawab, “Kami ini percaya kepada apa yang disuruh dia menyampaikan itu.”
Kemenag RI 2019:Orang-orang yang menyombongkan diri berkata, “Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang mengingkari apa yang kamu imani.”
(QS 7 : 76)
Quraish Shihab:Orang-orang yang sombong berkata: “Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang tidak percaya kepada apa yang kamu imani itu.” HAMKA:Berkata orang-orang yang membesarkan diri itu, “Sesungguhnya kami dengan apa yang kamu percayai itu adalah menolak.”
Kemenag RI 2019:Lalu, mereka memotong unta betina itu dan mereka melampaui batas terhadap perintah Tuhan mereka, dan mereka berkata, “Wahai Saleh, datangkanlah kepada kami apa (ancaman siksa) yang engkau janjikan kepada kami jika engkau termasuk orang-orang yang diutus (Allah).”
(QS 7 : 77)
Quraish Shihab:Kemudian, mereka menyembelih unta betina (itu) dan mereka melampaui batas terhadap perintah Tuhan Pemelihara mereka dan berkata: “Wahai Shaleh! Datangkanlah kepada kami apa (siksa) yang engkau janjikan kepada kami, jika engkau termasuk para rasul (yang diutus Allah swt.).” HAMKA:Maka mereka sembelihlah unta itu. Maka mendurhakalah mereka dari perintah Tuhan mereka, seraya mereka berkata, “Hai Shalih, datangkanlah kepada kami apa yang telah engkau janjikan kepada kami itu, jika benar engkau dari orang yang diutus.”
Kemenag RI 2019:Maka, gempa (dahsyat) menimpa mereka sehingga mereka menjadi (mayat-mayat yang) bergelimpangan di dalam (reruntuhan) tempat tinggal mereka.
(QS 7 : 78)
Quraish Shihab:(Karena kesombongan dan perbuatan yang melampaui batas itu), mereka ditimpa gempa (yang dahsyat), maka jadilah mereka (mayat-mayat yang) bergelimpangan di tempat tinggal mereka. HAMKA:Maka menimpalah kepada mereka gempa. Lalu jadilah mereka di dalam rumah mereka menjadi kaku.
Kemenag RI 2019:Maka, dia (Saleh) meninggalkan mereka seraya berkata, “Wahai kaumku, sungguh aku telah menyampaikan kepadamu risalah (amanat) Tuhanku dan aku telah menasihatimu, tetapi kamu tidak menyukai para pemberi nasihat.”
(QS 7 : 79)
Quraish Shihab:Maka, dia (Nabi Shaleh as.) meninggalkan mereka (seraya) berkata: “Hai kaumku! Demi (Allah)! Sungguh, aku telah menyampaikan kepada kamu risalah (pesan dan amanah) Tuhan pemeliharaku dan aku telah menasihati kamu, tetapi kamu tidak menyukai para pemberi nasihat. HAMKA:Maka berpalinglah dia daripada mereka dan dia berkata, “Wahai kaumku, sesungguhnya telah aku sampaikan kepada kamu risalah dari Tuhanku dan aku telah bernasihat kepada kamu, tetapi kamu tidak suka kepada orang-orang yang bernasihat.”
Kemenag RI 2019:(Kami juga telah mengutus) Lut (kepada kaumnya). (Ingatlah) ketika dia berkata kepada kaumnya, “Apakah kamu mengerjakan perbuatan keji yang belum pernah dikerjakan oleh seorang pun sebelum kamu di dunia ini?
(QS 7 : 80)
Quraish Shihab:Dan (Kami juga telah mengutus) Luth.lsl (Ingatlah), ketika dia berkata kepada kaumnya: “Apakah kamu mengerjakan fdhisyah (perbuatan yang sangat buruk, yaitu homoseksual)ls3 yang tidak satu pun (makhluk hidup) mendahului kamu (mengerjakannya) di seluruh alam? HAMKA:Dan Luth, tatkala dia berkata kepada kaumnya, “Apakah kamu berbuat suatu kekejian yang belum pernah dikerjakan oleh seseorang pun dan isi alam ini?”
Kemenag RI 2019:Sesungguhnya kamu benar-benar mendatangi laki-laki untuk melampiaskan syahwat, bukan kepada perempuan, bahkan kamu adalah kaum yang melampaui batas.”
(QS 7 : 81)
Quraish Shihab:Sesungguhnya kamu benar-benar telah mendatangi laki-laki untuk (melampiaskan) syahwat, bukan (mendatangi) wanita, bahkan kamu adalah kaum pelampau batas.” HAMKA:Sesungguhnya kamu mendatangi laki-laki dengan syahwat, bukan kepada perempuan, bahkan kamu ini adalah suatu kaum yang telah melampau.
Kemenag RI 2019:Tidak ada jawaban kaumnya selain berkata, “Usirlah mereka (Lut dan pengikutnya) dari negerimu ini. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang menganggap dirinya suci.”
(QS 7 : 82)
Quraish Shihab:Tidak ada jawaban kaumnya selain mengatakan: “Usirlah mereka (Nabi Luth as.) dari kota kamu, sesungguhnya mereka adalah orang-orang (lemah) yang (terus-menerus) sangat menyucikan diri.” HAMKA:Dan, tiadalah ada jawab kaumnya melainkan bahwa mereka berkata, “Keluarkanlah mereka itu dari desa-desa kamu. Sesungguhnya mereka itu adalah orang-orang yang ingin suci.”
Kemenag RI 2019:Maka, Kami selamatkan dia dan pengikutnya, kecuali istrinya. Dia (istrinya) termasuk (orang-orang kafir) yang tertinggal.
(QS 7 : 83)
Quraish Shihab:Maka Kami selamatkan dia (Nabi Luth as.) dan keluarganya kecuali istrinya; dia termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan). HAMKA:Maka Kami selamatkanlah dia dan ahlinya kecuali istrinya, adalah dia ini termasuk orang-orang yang tertinggal.
Kemenag RI 2019:Kami hujani mereka dengan hujan (batu). Perhatikanlah, bagaimana kesudahan para pendurhaka.
(QS 7 : 84)
Quraish Shihab:Dan Kami hujani atas mereka hujan (batu), maka perhatikanlah bagaimana kesudahan para pendurhaka. HAMKA:Dan Kami hujankanlah atas mereka semacam hujan. Maka lihatlah betapa jadinya akibat orang-orang yang berdosa besar.
Kemenag RI 2019:Kepada penduduk Madyan, Kami (utus) saudara mereka, Syu?aib. Dia berkata, “Wahai kaumku, sembahlah Allah. Tidak ada bagimu tuhan (yang disembah) selain Dia. Sungguh, telah datang kepadamu bukti yang nyata dari Tuhanmu. Maka, sempurnakanlah takaran dan timbangan, dan janganlah merugikan (hak-hak) orang lain sedikit pun. Jangan (pula) berbuat kerusakan di bumi setelah perbaikannya. ) Itulah lebih baik bagimu, jika kamu beriman.”
(QS 7 : 85)
Quraish Shihab:Dan (Kami telah mengutus) kepada (kaum) Madyan” saudara mereka, Syuaib. Dia berkata: “Hai kaumku! Sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagi kamu satu Tuhan pun (Yang Kuasa dan berhak disembah) melainkan Dia. Sungguh, telah datang kepada kamu bukti yang nyata dari Tuhan Pemelihara kamu; maka sempurnakanlah takaran dan timbangan dan janganlah kamu merugikan manusia menyangkut (takaran dan barang-barang timbangan yang akan kamu berikan kepada) mereka dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi sesudah perbaikannya. Yang demikian itu lebih baik bagi kamu, jika kamu orang-orang mukmin. HAMKA:Dan kepada Madyan saudara mereka, Syu’aib. Dia berkata, “Wahai kaumku, sembahlah olehmu akan Allah, tidak ada bagi kamu sembarang Tuhan pun selain Dia. Sesungguhnya, telah datang kepada kamu satu keterangan daripada Tuhan kamu. Sebab itu, cukuplah sukatan dan timbangan dan janganlah kamu rugikan atas manusia hak milik mereka, dan janganlah kamu berbuat kusut di bumi sesudah selesainya. Begitulah yang baik bagi kamu jika kamu mau percaya.”
Kemenag RI 2019:Janganlah kamu duduk di setiap jalan dengan menakut-nakuti dan menghalang-halangi orang-orang yang beriman dari jalan Allah, serta ingin membelokkannya. Ingatlah ketika kamu dahulunya sedikit, lalu Allah memperbanyak jumlah kamu. Perhatikanlah, bagaimana kesudahan orang-orang yang berbuat kerusakan.
(QS 7 : 86)
Quraish Shihab:Dan janganlah kamu duduk di setiap jalan (menuju kebaikan dunia dan akhirat, dengan maksud) menakut-nakuti dan menghalang-halangi (siapa) yang beriman dari jalan Allah dan menginginkannya supaya (jalan Allah swt. itu) menyimpang. Dan ingatlah, ketika dahulu kamu berjumlah) sedikit, lalu Dia memperbanyak kamu, dan perhatikanlah bagaimana kesudahan para perusak. HAMKA:Dan janganlah kamu duduk di tiap-tiap jalan menakut-nakuti dan memalingkan dari jalan Allah terhadap orang-orang yang beriman kepada-Nya, dan kamu ingin menjadikannya bengkok. Dan, ingatlah olehmu ketika kamu masih sedikit, Dia telah membanyakkan kamu. Dan, perhatikanlah olehmu betapa jadinya akibat orang-orang yang berbuat kerusakan.
Kemenag RI 2019:Jika ada segolongan di antara kamu yang beriman kepada (ajaran) yang aku diutus menyampaikannya dan ada (pula) segolongan yang tidak beriman, bersabarlah sampai Allah menetapkan keputusan di antara kita. Dia adalah pemberi putusan yang terbaik.
(QS 7 : 87)
Quraish Shihab:Dan jika ada segolongan dari kamu beriman kepada apa yang aku diutus untuk menyampaikannya dan ada (pula) segolongan yang tidak beriman, maka bersabarlah hingga Allah memutuskan (perkara) diantara kita dan Dia adalah sebaik-baik Pemberi putusan. HAMKA:Dan, jika ada suatu golongan daripada kamu yang telah percaya pada apa yang disuruh aku menyampaikannya itu, sedang satu golongan lagi tidak mau percaya. Maka, tunggulah sehingga Allah menghukum di antara kita. Karena, Allah adalah sebaik-baik penghukum.