8. Al-Anfal

Surat 7 | 75 ayat | Surat 9

يَسْأَلُونَكَ عَنِ الْأَنْفَالِ ۖ قُلِ الْأَنْفَالُ لِلَّهِ وَالرَّسُولِ ۖ فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَصْلِحُوا ذَاتَ بَيْنِكُمْ ۖ وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

Kemenag RI 2019: Mereka bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang (pembagian) harta rampasan perang. Katakanlah, “Harta rampasan perang itu milik Allah dan Rasul (menurut ketentuan Allah dan Rasul-Nya). Maka, bertakwalah kepada Allah dan perbaikilah hubungan di antara sesamamu dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya jika kamu orang-orang mukmin.” ( QS. Al-Anfal : 1)
Quraish Shihab: Mereka bertanya kepadamu (Nabi Muhammad saw.) tentang (pembagian) harta rampasan perang (yang diperoleh tanpa melalui peperangan). Katakanlah (Nabi Muhammad saw.): "Harta rampasan perang itu milik Allah dan Rasul, maka bertakwalah kepada Allah dan perbaikilah (hubungan) di antara sesamamu, dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya, jika kamu adalah orang-orang mukmin."
HAMKA: Mereka bertanya kepada engkau tentang rampasan perang. Katakanlah, "Rampasan perang adalah untuk Allah dan Rasul-Nya maka takwalah kepada dan perbaikilah keadaan di antara kamu dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya; jika me-mang kamu orang-orang yang beriman.

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah mereka yang jika disebut nama Allah, ) gemetar hatinya dan jika dibacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, bertambah (kuat) imannya dan hanya kepada Tuhannya mereka bertawakal, ( QS. Al-Anfal : 2)
Quraish Shihab: Orang-orang mukmin hanyalah mereka yang apabila disebut (nama) Allah, gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, maka bertambah iman mereka dan kepada Tuhan Pemelihara mereka, mereka berserah diri.
HAMKA: Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu ialah orang-orang yang apabila disebut nama Allah takutlah hati mereka dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, bartambahlah bagi mereka keimanan dan kepada Tuhan merekalah, mereka itu bertawakal.

الَّذِينَ يُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ

Kemenag RI 2019: (yaitu) orang-orang yang melaksanakan salat dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka. ( QS. Al-Anfal : 3)
Quraish Shihab: (Yaitu) orang-orang yang melaksanakan shalat secara berkesinambungan, dan menafkahkan sebagian (rezeki) yang Kami anugerahkan kepada mereka.
HAMKA: (Yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat dan dari apa yang dikaruniakan kepada mereka, mereka belanjakan.

أُولَٰئِكَ هُمُ الْمُؤْمِنُونَ حَقًّا ۚ لَهُمْ دَرَجَاتٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَمَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ

Kemenag RI 2019: Mereka itulah orang-orang yang benar-benar beriman. Bagi mereka derajat (tinggi) di sisi Tuhannya dan ampunan serta rezeki yang mulia. ( QS. Al-Anfal : 4)
Quraish Shihab: Mereka itulah orang-orang mukmin yang haq (sebenarnya, lagi mantap imannya). Bagi mereka derajat-derajat (yang tinggi) di sisi Tuhan Pemelihara mereka, dan ampunan serta rezeki yang mulia.
HAMKA: Mereka itulah orang-orang beriman yang sebenarnya; bagi mereka beberapa derajat di sisi Tuhan mereka dan ampunan dan karunia yang mulia.

كَمَا أَخْرَجَكَ رَبُّكَ مِنْ بَيْتِكَ بِالْحَقِّ وَإِنَّ فَرِيقًا مِنَ الْمُؤْمِنِينَ لَكَارِهُونَ

Kemenag RI 2019: (Peristiwa itu) ) sebagaimana Tuhanmu menyuruhmu pergi dari rumahmu dengan (berdasar) kebenaran meskipun sesungguhnya sebagian orang-orang yang beriman, itu tidak menyukainya. ( QS. Al-Anfal : 5)
Quraish Shihab: Sebagaimana (keadaanmu dahulu ketika) engkau (Nabi Muhammad saw.) dikeluarkan oleh Tuhan Pemeliharamu dari rumahmu (untuk berperang di Badar) dengan cara yang haq (benar), padahal sesungguhnya sebagian dari orang-orang mukmin benar-benar tidak senang (untuk keluar menghadapi musuh).
HAMKA: Sebagaimana Tuhan engkau telah menge-luarkan engkau dari rumah engkau dengan ke-benaran, padahal sesungguhnya segolongan dari orang-orang yang beriman tidak suka.

يُجَادِلُونَكَ فِي الْحَقِّ بَعْدَمَا تَبَيَّنَ كَأَنَّمَا يُسَاقُونَ إِلَى الْمَوْتِ وَهُمْ يَنْظُرُونَ

Kemenag RI 2019: Mereka membantahmu (Nabi Muhammad) tentang kebenaran (Perang Badar) setelah nyata (bahwa mereka pasti menang) seakan-akan mereka dihalau pada kematian dan melihat (sebab kematian itu). ( QS. Al-Anfal : 6)
Quraish Shihab: Mereka membantahmu (Nabi Muhammad saw.) tentang kebenaran (yakni keharusan keluar kota menghadapi musuh) sesudah ia (menjadi jelas) seakan-akan mereka dihalau menuju kematian sedang mereka melihat (bahwa kematian benar-benar dekat).
HAMKA: Mereka membantah engkau tentang kebe-naran itu sesudah dia nyata, seakan-akan mereka diseret kepada maut; sedang mereka melihat.

وَإِذْ يَعِدُكُمُ اللَّهُ إِحْدَى الطَّائِفَتَيْنِ أَنَّهَا لَكُمْ وَتَوَدُّونَ أَنَّ غَيْرَ ذَاتِ الشَّوْكَةِ تَكُونُ لَكُمْ وَيُرِيدُ اللَّهُ أَنْ يُحِقَّ الْحَقَّ بِكَلِمَاتِهِ وَيَقْطَعَ دَابِرَ الْكَافِرِينَ

Kemenag RI 2019: (Ingatlah) ketika Allah menjanjikan kepadamu bahwa salah satu dari dua golongan ) (yang kamu hadapi) adalah milikmu, sedangkan kamu menginginkan bahwa yang tidak mempunyai kekuatan senjatalah milikmu. Akan tetapi, Allah hendak menetapkan yang benar (Islam) dengan ketentuan-Nya dan memusnahkan orang-orang kafir sampai ke akar-akarnya ( QS. Al-Anfal : 7)
Quraish Shihab: Dan (ingatlah), ketika Allah menjanjikan kepadamu bahwa salah satu dari dua golongan (yang kamu hadapi) menjadi milikmu, sedangkan kamu menginginkan bahwa yang tidak mempunyai kekuatan (senjata) yang untuk kamu, dan Allah menghendaki untuk menetapkan yang haq (kebenaran yang sempurna, yakni agama Islam) dengan kalimat-kalimat-Nya, dan memusnahkan orang-orang kafir hingga ke akar-akarnya.
HAMKA: Dan, (ingatlah) tatkala Allah menjanjikan kepada kamu salah satu dari dua golongan, bahwa dia itu adalah untuk kamu;, tetapi kamu ingin supaya yang tidak bersenjata itu untuk kamu. Dan, Allah berkehendak membuktikan kebenaran dengan kalimat-kalimat-Nya dan me-mutus akar-akar kaum yang kafir.

لِيُحِقَّ الْحَقَّ وَيُبْطِلَ الْبَاطِلَ وَلَوْ كَرِهَ الْمُجْرِمُونَ

Kemenag RI 2019: agar Allah menetapkan yang benar (Islam) dan menghilangkan yang batil (syirik), walaupun para pendosa (musyrik) itu tidak menyukai(-nya). ( QS. Al-Anfal : 8)
Quraish Shihab: Supaya Allah menetapkan yang haq (kebenaran sempurna, yakni agama Islam) dan membatalkan yang batil (salah dan sesat), walaupun para pendurhaka tidak menyukai (ketetapan Allah swt. itu).
HAMKA: Supaya Dia tetapkan kebenaran dan Dia hapuskan kebatilan walaupun tidak suka orang-orang yang berdosa itu.

إِذْ تَسْتَغِيثُونَ رَبَّكُمْ فَاسْتَجَابَ لَكُمْ أَنِّي مُمِدُّكُمْ بِأَلْفٍ مِنَ الْمَلَائِكَةِ مُرْدِفِينَ

Kemenag RI 2019: (Ingatlah) ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu Dia mengabulkan(-nya) bagimu (seraya berfirman), “Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu berupa seribu malaikat yang datang berturut-turut.” ( QS. Al-Anfal : 9)
Quraish Shihab: (Ingatlah), ketika kamu (Nabi Muhammad saw.) memohon pertolongan kepada Tuhan Pemeliharamu, lalu Allah mengabulkan permohonanmu (dengan berfirman), “Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut.”
HAMKA: (Ingatlah) tatkala kamu memohon per tolongan kepada Tuhan kamu, lalu Dia perkenan-kan bagi kamu, (seraya kata-Nya), "Sesungguhnya Aku akan membantu kamu dengan seribu dari malaikat yang beriring-iring.

وَمَا جَعَلَهُ اللَّهُ إِلَّا بُشْرَىٰ وَلِتَطْمَئِنَّ بِهِ قُلُوبُكُمْ ۚ وَمَا النَّصْرُ إِلَّا مِنْ عِنْدِ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

Kemenag RI 2019: Allah tidak menjadikannya (bala bantuan itu), melainkan sebagai kabar gembira dan agar hatimu menjadi tenteram karenanya. Kemenangan itu hanyalah dari sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. ( QS. Al-Anfal : 10)
Quraish Shihab: Dan Allah tidak menjadikannya (pemberian bala bantuan itu) melainkan sebagai kabar gembira (bagi kamu) dan agar hatimu merasa tenteram karenanya. Dan kemenangan itu hanyalah dari Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
HAMKA: Dan, tidaklah Allah menjadikan bantuan itu, melainkan sebagai berita gembira dan supaya tenteramlah dengan dia hati kamu; dan tidaklah ada kemenangan melainkan dari sisi Allah; se sungguhnya Allah adalah Mahagagah lagi Bijak sana.

إِذْ يُغَشِّيكُمُ النُّعَاسَ أَمَنَةً مِنْهُ وَيُنَزِّلُ عَلَيْكُمْ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً لِيُطَهِّرَكُمْ بِهِ وَيُذْهِبَ عَنْكُمْ رِجْزَ الشَّيْطَانِ وَلِيَرْبِطَ عَلَىٰ قُلُوبِكُمْ وَيُثَبِّتَ بِهِ الْأَقْدَامَ

Kemenag RI 2019: (Ingatlah) ketika Allah membuat kamu mengantuk sebagai penenteraman dari-Nya dan menurunkan air (hujan) dari langit kepadamu untuk menyucikan kamu dengan (hujan) itu, menghilangkan gangguan-gangguan setan dari dirimu, dan menguatkan hatimu serta memperteguh telapak kakimu. ( QS. Al-Anfal : 11)
Quraish Shihab: (Ingatlah), ketika rasa kantuk meliputi kamu sebagai suatu penenteraman dari Allah, dan Dia menurunkan air dari langit kepadamu untuk menyucikan kamu dengannya dan menghilangkan darimu gangguan setan (berupa kekhawatiran), serta untuk menguatkan hatimu dan meneguhkan dengan air itu telapak kakimu (agar tidak goyah).
HAMKA: Dan, (ingatlah) tatkala Dia jadikan kamu mengantuk sebagai keamanan daripada-Nya dan Dia turunkan atas kamu air dari langit, untuk membersihkan kamu dan menghabiskan dari kamu kekotoran setan dan supaya Dia perkuat hati kamu dan Dia teguhkan dengan dia pendirian kamu.

إِذْ يُوحِي رَبُّكَ إِلَى الْمَلَائِكَةِ أَنِّي مَعَكُمْ فَثَبِّتُوا الَّذِينَ آمَنُوا ۚ سَأُلْقِي فِي قُلُوبِ الَّذِينَ كَفَرُوا الرُّعْبَ فَاضْرِبُوا فَوْقَ الْأَعْنَاقِ وَاضْرِبُوا مِنْهُمْ كُلَّ بَنَانٍ

Kemenag RI 2019: (Ingatlah) ketika Tuhanmu mewahyukan kepada para malaikat, “Sesungguhnya Aku bersamamu. Maka, teguhkanlah (pendirian) orang-orang yang beriman. Kelak Aku akan menimpakan rasa takut ke dalam hati orang-orang yang kufur. Maka, tebaslah bagian atas leher mereka dan potonglah tiap-tiap ujung jari mereka. ) ( QS. Al-Anfal : 12)
Quraish Shihab: (Ingatlah), ketika Tuhan Pemeliharamu mewahyukan kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku bersama kamu, maka teguhkanlah pendirian orang-orang yang beriman. Akan Aku masukkan rasa takut ke dalam hati orang-orang kafir, maka penggallah kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka.”
HAMKA: (Ingatlah) tatkala Tuhan engkau mewahyu kan kepada malaikat, "Sesungguhnya Aku adalah beserta kamu. Oleh sebab itu tetapkanlah hati orang-orang beriman. Akan Aku masukkan rasa takut ke dalam hati orang-orang yang kafir. Maka, pancunglah di atas kuduk dan pukullah daripada mereka tiap-tiap ujung jari mereka."

ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ شَاقُّوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ ۚ وَمَنْ يُشَاقِقِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَإِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

Kemenag RI 2019: (Ketentuan) yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka menentang Allah dan Rasul-Nya. Siapa yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya. ( QS. Al-Anfal : 13)
Quraish Shihab: Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka menentang Allah dan Rasul-Nya. Barang siapa menentang Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya Allah sangat keras pembalasan-Nya.
HAMKA: Yang demikian ialah karena mereka telah melanggar Allah dan Rasul-Nya; dan barangsiapa yang melanggar Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya Allah adalah sangat pedih siksaan-Nya.

ذَٰلِكُمْ فَذُوقُوهُ وَأَنَّ لِلْكَافِرِينَ عَذَابَ النَّارِ

Kemenag RI 2019: Demikian itu (hukuman dunia yang ditimpakan atasmu). Maka, rasakanlah hukuman itu, dan (di hari Kiamat) sesungguhnya bagi orang-orang kafir ada azab neraka. ( QS. Al-Anfal : 14)
Quraish Shihab: Itulah (siksa duniawi yang dijatuhkan atas kamu, hai para pembangkang), maka rasakanlah! Dan sesungguhnya bagi orang-orang kafir itu ada (lagi) azab neraka.
HAMKA: Begitulah maka rasakanlah olehmu itu; dan sesungguhnya bagi orang-orang yang kafir adalah siksaan neraka.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا لَقِيتُمُ الَّذِينَ كَفَرُوا زَحْفًا فَلَا تُوَلُّوهُمُ الْأَدْبَارَ

Kemenag RI 2019: Wahai orang-orang yang beriman, jika kamu bertemu orang-orang kafir yang akan menyerangmu, janganlah kamu berbalik membelakangi mereka (mundur). ( QS. Al-Anfal : 15)
Quraish Shihab: Hai orang-orang yang beriman! Apabila kamu bertemu dengan orang-orang kafir yang siap berperang (menyerbu kamu), maka janganlah kamu membelakangi mereka.
HAMKA: Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu bertemu dengan orang,orang yang kafr itu dalam suatu penyerbuan, janganlah kamu memalingkan punggung dari mereka.

وَمَنْ يُوَلِّهِمْ يَوْمَئِذٍ دُبُرَهُ إِلَّا مُتَحَرِّفًا لِقِتَالٍ أَوْ مُتَحَيِّزًا إِلَىٰ فِئَةٍ فَقَدْ بَاءَ بِغَضَبٍ مِنَ اللَّهِ وَمَأْوَاهُ جَهَنَّمُ ۖ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ

Kemenag RI 2019: Siapa yang mundur pada waktu itu, kecuali berbelok untuk (siasat) perang atau hendak menggabungkan diri dengan pasukan yang lain, dia pasti akan kembali dengan membawa kemurkaan Allah. Tempatnya adalah (neraka) Jahanam dan (itulah) seburuk-buruk tempat kembali. ( QS. Al-Anfal : 16)
Quraish Shihab: Barang siapa membelakangi mereka (yakni mundur karena takut) pada waktu itu, kecuali berbelok untuk (menerapkan siasat) peperangan atau menggabungkan diri dengan pasukan yang lain, maka sungguh dia kembali dengan kemurkaan dari Allah, dan tempatnya adalah (neraka) Jahanam. Dan (itulah) seburuk-buruk tempat kembali.
HAMKA: Dan, barangsiapa yang memalingkan pung gung dari antara mereka di hari Itu, kecuali ka-rena hendak mengatur siasat perang atau karena hendak menggabungkan diri dengan suatu rombongan maka sesungguhnya dia telah kermbal dengan kemurkaan dari Allah dan tempat mereka adalah dalam neraka Jahannam. Dan, itulah seburuk-buruk tempat kembali.

فَلَمْ تَقْتُلُوهُمْ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ قَتَلَهُمْ ۚ وَمَا رَمَيْتَ إِذْ رَمَيْتَ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ رَمَىٰ ۚ وَلِيُبْلِيَ الْمُؤْمِنِينَ مِنْهُ بَلَاءً حَسَنًا ۚ إِنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Kemenag RI 2019: Maka, (sebenarnya) bukan kamu yang membunuh mereka, melainkan Allah yang membunuh mereka dan bukan engkau yang melempar ketika engkau melempar, melainkan Allah yang melempar. (Allah berbuat demikian untuk membinasakan mereka) dan untuk memberi kemenangan kepada orang-orang mukmin dengan kemenangan yang baik. ) Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. ( QS. Al-Anfal : 17)
Quraish Shihab: Maka (sebenarnya) bukan kamu (kaum Muslim) yang membunuh mereka, tetapi Allah yang membunuh mereka, dan bukan engkau (Nabi Muhammad saw.) yang melempar (batu atau pasir kecil) ketika engkau melempar, tetapi Allah yang melempar. Dia (melakukan hal itu untuk) membinasakan kaum musyrik dan menganugerahkan kepada orang-orang mukmin dari sisi-Nya anugerah yang baik. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar, lagi Maha Mengetahui.
HAMKA: Maka, bukanlah kamu yang mermbunuh mereka, tetapiAllahlahyang membunuhmereka. Dan bukanlah engkau yang melempar tatkala engkau melempar, melainkan Allahlah yang melempar,; karena Dia hendak memberikepada orangsorang yang berimansuatu pemberian yang balk. Sesungguhnya Allah adalah Maha Men dengar lagi Mengetahui.

ذَٰلِكُمْ وَأَنَّ اللَّهَ مُوهِنُ كَيْدِ الْكَافِرِينَ

Kemenag RI 2019: Demikian itu (adalah kemenangan yang besar) dan sesungguhnya Allah melemahkan tipu daya orang-orang kafir. ( QS. Al-Anfal : 18)
Quraish Shihab: Demikianlah (karunia Allah swt. kepada kamu), dan sesungguhnya Allah melemahkan tipu daya orang-orang kafir.
HAMKA: Begitulah! Dan sesungguhnya Allah me-lemahkantijpu daya orangyorang yang kafr.

إِنْ تَسْتَفْتِحُوا فَقَدْ جَاءَكُمُ الْفَتْحُ ۖ وَإِنْ تَنْتَهُوا فَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۖ وَإِنْ تَعُودُوا نَعُدْ وَلَنْ تُغْنِيَ عَنْكُمْ فِئَتُكُمْ شَيْئًا وَلَوْ كَثُرَتْ وَأَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُؤْمِنِينَ

Kemenag RI 2019: Jika kamu (kaum kafir) meminta putusan (tentang pihak mana yang benar), sungguh putusan itu telah datang kepadamu (kemenangan kaum muslim pada Perang Badar). Jika kamu berhenti (memusuhi Rasul), itulah yang lebih baik bagimu. Jika kamu kembali (melakukan kezaliman serupa), niscaya Kami akan kembali (mengalahkan kamu). Pasukanmu sedikit pun tidak akan dapat menolak bahaya darimu biarpun (banyak jumlahnya). Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang beriman. ( QS. Al-Anfal : 19)
Quraish Shihab: Jika kamu (kaum kafir) memohon putusan (perihal siapa yang benar), maka sungguh telah datang kepadamu putusan itu (kemenangan kaum Muslim di perang Badar); dan jika kamu berhenti (melakukan hal yang tidak diridai Allah swt.), maka itulah yang baik bagimu; dan jika kamu kembali (melakukan kejahatan serupa), pasti Kami kembali (mengalahkan kamu); dan kelompok kamu sekali-kali tidak akan mencukupi (untuk membela) kamu sedikit pun, walaupun (kelompok kamu) banyak, dan sesungguhnya Allah bersama orang-orang mukmin.
HAMKA: Jika kamu meminta kemenangan maka sesungguhnya telah datang kepada kamu ke-menangan itu. Namun, ika kamu mau berhenti maka itulah yang lebih baik bagi kamu. Akan tetapi, kalau kamu kembali lagi, Kami pun akan kembali. Dan, sekalikali tidaklah akan berfaedah bag' kamu golongan kamu itu sedikit pun, walau pun dia banyak. Dan, bahwasanya Allah adalah beserta orang-orang yang beriman.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَا تَوَلَّوْا عَنْهُ وَأَنْتُمْ تَسْمَعُونَ

Kemenag RI 2019: Wahai orang-orang yang beriman, taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berpaling dari-Nya, padahal kamu mendengar (perintah dan larangan-Nya). ( QS. Al-Anfal : 20)
Quraish Shihab: Hai orang-orang yang beriman! Taatilah kepada Allah dan Rasul-Nya, dan janganlah kamu berpaling dari (tuntunan-tuntunan)-Nya, sedangkan kamu mendengar (tuntunan-tuntunan itu).
HAMKA: Wahai orang-orang yang beriman! Taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya; dan janganlah kamu berpaling daripadanya padahal kamu mendengar.

وَلَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ قَالُوا سَمِعْنَا وَهُمْ لَا يَسْمَعُونَ

Kemenag RI 2019: Janganlah kamu menjadi seperti orang-orang (munafik dan musyrik) yang berkata, “Kami mendengarkan.” Padahal, mereka tidak mendengarkan (tidak mengamalkannya). ( QS. Al-Anfal : 21)
Quraish Shihab: Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang (munafik atau musyrik) yang berkata: “Kami mendengarkan,” padahal mereka tidak mendengarkan (tidak mengamalkannya).
HAMKA: Dan, janganlah kamu jadi seperti orang.orang yang berkata, "Kami telah mendengar, "Padahal, tidaklah mereka mendengar.

إِنَّ شَرَّ الدَّوَابِّ عِنْدَ اللَّهِ الصُّمُّ الْبُكْمُ الَّذِينَ لَا يَعْقِلُونَ

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya seburuk-buruk makhluk yang bergerak di atas bumi dalam pandangan Allah ialah mereka yang tuli dan bisu (tidak mau mendengar dan tidak mau mengatakan kebenaran), yaitu orang-orang yang tidak mengerti. ( QS. Al-Anfal : 22)
Quraish Shihab: Sesungguhnya seburuk-buruk makhluk-makhluk melata (termasuk manusia) di sisi Allah (ialah) yang tuli (sehingga tidak dapat mendengar tuntunan), bisu (sehingga tidak dapat bertanya) dan yang tidak berakal (tidak dapat berpikir dan mengerti apa-apa).
HAMKA: Sesungguhnya sejahatjahat makhluk yang merayap disisi Allah ialah orang-orang yang pekak, tuli, bisu, dan yang tidak mempergunakan akal.

وَلَوْ عَلِمَ اللَّهُ فِيهِمْ خَيْرًا لَأَسْمَعَهُمْ ۖ وَلَوْ أَسْمَعَهُمْ لَتَوَلَّوْا وَهُمْ مُعْرِضُونَ

Kemenag RI 2019: Seandainya Allah mengetahui ada kebaikan pada diri mereka, pasti Dia jadikan mereka dapat mendengar. ) Seandainya Allah menjadikan mereka dapat mendengar, niscaya mereka berpaling dan memang memalingkan diri. ( QS. Al-Anfal : 23)
Quraish Shihab: Jika seandainya Allah mengetahui pada diri mereka ada (kesiapan untuk menerima dan mengamalkan) kebaikan, pastilah Allah menjadikan mereka mendengar (sehingga memperoleh hidayah). Dan jika seandainya Allah menjadikan mereka mendengar, pastilah mereka pasti meninggalkan (apa yang mereka dengar itu) sedang mereka dalam keadaan berpaling (dari kebenaran).
HAMKA: Dan, jilka Allah telah membuktikan pada mereka ada kebaikkan, niscaya Allah akan mem buat mereka mendengar. Dan, kalau Allah telah membuat mereka mendengar, mereka akan berpaling pula padahal mereka menjauhkan diri.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَجِيبُوا لِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُمْ لِمَا يُحْيِيكُمْ ۖ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ يَحُولُ بَيْنَ الْمَرْءِ وَقَلْبِهِ وَأَنَّهُ إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ

Kemenag RI 2019: Wahai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan Rasul (Nabi Muhammad) apabila dia menyerumu pada sesuatu yang memberi kehidupan kepadamu! ) Ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dengan hatinya ) dan sesungguhnya kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan. ( QS. Al-Anfal : 24)
Quraish Shihab: Hai orang-orang yang beriman! Penuhilah (seruan) Allah dan Rasul (Nabi Muhammad saw.), apabila dia (Nabi Muhammad saw.) menyeru kamu kepada apa yang menghidupkan kamu, dan ketahuilah sesungguhnya Allah membatasi antara seseorang dan hatinya (yakni menguasai seluruh jiwa dan raga manusia), dan hanya kepada-Nya-lah kamu akan dikumpulkan.
HAMKA: Wahai orang orang yang beriman! Sam butlah panggilan Allah dan RasulNya apabila kamutelahdipanggilNyakepadaapayangmeng-hidupkan kamu. Dan, ketahuilah bahwasanya Allah akan menghalangi di antara seseorang dengan hatinya dan sesungguhnya kepada-Nya jualah kamu semua akan dikumpulkan.

وَاتَّقُوا فِتْنَةً لَا تُصِيبَنَّ الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْكُمْ خَاصَّةً ۖ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

Kemenag RI 2019: Peliharalah dirimu dari siksaan yang tidak hanya menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Ketahuilah bahwa Allah Maha Keras hukuman-Nya. ( QS. Al-Anfal : 25)
Quraish Shihab: Dan peliharalah dirimu dari siksa yang sekali-kali tidak menimpa secara khusus orang-orang yang zalim di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah sangat keras pembalasan-(Nya).
HAMKA: Dan, jauhilah olehmu suatu fitnah yang tidak akan menimpa orang-orang yang zalim di antara kamu saja. Dan, ketahuilah bahwasanya Allah amatlah pedih siksaan-Nya.

وَاذْكُرُوا إِذْ أَنْتُمْ قَلِيلٌ مُسْتَضْعَفُونَ فِي الْأَرْضِ تَخَافُونَ أَنْ يَتَخَطَّفَكُمُ النَّاسُ فَآوَاكُمْ وَأَيَّدَكُمْ بِنَصْرِهِ وَرَزَقَكُمْ مِنَ الطَّيِّبَاتِ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Kemenag RI 2019: Ingatlah ketika kamu (umat Islam) masih (berjumlah) sedikit lagi tertindas di bumi (Makkah). (Saat itu) kamu takut bahwa orang-orang akan menculikmu, lalu Dia memberimu tempat menetap (Madinah), menjadikanmu kuat dengan pertolongan-Nya, dan memberimu rezeki yang baik agar kamu bersyukur. ( QS. Al-Anfal : 26)
Quraish Shihab: Dan ingatlah (kaum Muslim), ketika kamu (masih berjumlah) sedikit, lagi tertindas di bumi, kamu takut orang-orang menculik kamu (satu per satu), maka Dia menganugerahkan kepada kamu tempat menetap dan menjadikan kamu kuat dengan pertolongan-Nya dan menganugerahkan kepada kamu rezeki yang baik-baik supaya kamu bersyukur.
HAMKA: Dan ingatlah olehmu ketika kamu masih sedikit dan ditindas orang di bumi, takut akan diperkucilkan orang; maka Dia telah melindungi kamu dan menyokong kamu dengan per-tolongan-Nya dan dikaruniai-Nya kamu dengan sebagian yang baik-baik, supaya kamu ber-terima kasih.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَخُونُوا اللَّهَ وَالرَّسُولَ وَتَخُونُوا أَمَانَاتِكُمْ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ

Kemenag RI 2019: Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul serta janganlah kamu mengkhianati amanat yang dipercayakan kepadamu, sedangkan kamu mengetahui. ( QS. Al-Anfal : 27)
Quraish Shihab: Hai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mengkhianati Allah dan (juga jangan mengkhianati) Rasul (Nabi Muhammad saw., tetapi perkenankanlah seruannya) dan janganlah kamu mengkhianati amanah-amanah yang dipercayakan kepada kamu (oleh siapa pun), sedangkan kamu mengetahui.
HAMKA: Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu khianati Allah dan Rasul dan kamu khianati pula amanat-amanat kamu padahal kamu mengetahui.

وَاعْلَمُوا أَنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ وَأَنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ

Kemenag RI 2019: Ketahuilah bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai ujian dan sesungguhnya di sisi Allah ada pahala yang besar. ( QS. Al-Anfal : 28)
Quraish Shihab: Dan ketahuilah bahwa harta kamu dan anak-anak kamu hanyalah cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah pahala yang sangat besar.
HAMKA: Dan, ketahuilah olehmu, sesungguhnya harta benda kamu dan anak-anak kamu hanyalah fitnah (ujian) dan bahwasanya Allah itu di sisinyalah pahala yang besar.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَتَّقُوا اللَّهَ يَجْعَلْ لَكُمْ فُرْقَانًا وَيُكَفِّرْ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ

Kemenag RI 2019: Wahai orang-orang yang beriman, jika kamu bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan furqan (kemampuan membedakan antara yang hak dan batil) kepadamu, menghapus segala kesalahanmu, dan mengampuni (dosa-dosa)-mu. Allah memiliki karunia yang besar. ( QS. Al-Anfal : 29)
Quraish Shihab: Hai orang-orang yang beriman! Jika kamu bertakwa kepada Allah, pasti Dia akan menganugerahkan kepada kamu furqan (pembeda antara yang benar dan salah) dan menghapus kesalahan-kesalahan kamu serta mengampuni kamu. Dan Allah adalah Pemilik karunia yang sangat besar.
HAMKA: Wahai orang orang yang beriman! Jika kamu Nya untuk kamu suatu pembeda dan akan Dia hapuskan daripada kamu kesalahan-kesalahan kamu dan akan Dia ampuni bagi kamu. Dan, Allah adalah mempunyai karunia yang besar.

وَإِذْ يَمْكُرُ بِكَ الَّذِينَ كَفَرُوا لِيُثْبِتُوكَ أَوْ يَقْتُلُوكَ أَوْ يُخْرِجُوكَ ۚ وَيَمْكُرُونَ وَيَمْكُرُ اللَّهُ ۖ وَاللَّهُ خَيْرُ الْمَاكِرِينَ

Kemenag RI 2019: (Ingatlah) ketika orang-orang yang kufur merencanakan tipu daya terhadapmu (Nabi Muhammad) untuk menahan, membunuh, atau mengusirmu. Mereka membuat tipu daya dan Allah membalas tipu daya itu. Allah adalah sebaik-baik pembalas tipu daya. ( QS. Al-Anfal : 30)
Quraish Shihab: Dan (ingatlah), ketika orang-orang kafir memikirkan tipu daya terhadapmu (Nabi Muhammad saw.) untuk menahanmu atau membunuhmu, atau mengusirmu (dari Makkah). Mereka memikirkan untuk melakukan tipu daya, dan Allah (pun) melakukan tipu daya. Dan Allah sebaik-baik Pembalas tipu daya.
HAMKA: Dan, ingatlah tatkala telah mengatur tipu daya orangs-orang kafir itu terhadap engkau, buat menawan engkau atau membunuh engkau atau mengeluarkan engkau. Dan, mereka mengatur tipu daya, sedang Allah pun mengatur tipu daya dan Allah itu adalah sepandaipandai pengatur tipu daya.

وَإِذَا تُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ آيَاتُنَا قَالُوا قَدْ سَمِعْنَا لَوْ نَشَاءُ لَقُلْنَا مِثْلَ هَٰذَا ۙ إِنْ هَٰذَا إِلَّا أَسَاطِيرُ الْأَوَّلِينَ

Kemenag RI 2019: Apabila ayat-ayat Kami dibacakan kepada mereka, mereka berkata, “Sungguh, kami telah mendengar (yang seperti ini). Jika kami menghendaki, niscaya kami dapat mengucapkan yang seperti ini juga. (Al-Qur’an) ini tidak lain hanyalah dongeng orang-orang terdahulu.” ( QS. Al-Anfal : 31)
Quraish Shihab: Dan apabila dibacakan (disampaikan) kepada mereka ayat-ayat Kami, mereka berkata: “Sungguh, kami telah mendengar(nya). Jika seandainya kami menghendaki, tentu kami dapat mengucapkan yang seperti ini. Ini tidak lain hanyalah dongeng orang-orang terdahulu.”
HAMKA: Dan, apabila dibacakan kepada mereka itu ayat-ayat Kami, mereka berkata: sungguh telah kami dengar, Kalau kami mau, kami pun dapat mengatakan yang serupa ini. Ini tidak lain hanya lah dongeng dongeng orang orang purbakala. membaca Al-Qur'an dari balik dinding.

وَإِذْ قَالُوا اللَّهُمَّ إِنْ كَانَ هَٰذَا هُوَ الْحَقَّ مِنْ عِنْدِكَ فَأَمْطِرْ عَلَيْنَا حِجَارَةً مِنَ السَّمَاءِ أَوِ ائْتِنَا بِعَذَابٍ أَلِيمٍ

Kemenag RI 2019: (Ingatlah) ketika mereka (orang-orang musyrik) berkata, “Ya Allah, jika (Al-Qur’an) ini adalah kebenaran dari sisi-Mu, hujanilah kami dengan batu dari langit atau datangkanlah kepada kami azab yang sangat pedih.” ( QS. Al-Anfal : 32)
Quraish Shihab: Dan (ingatlah), ketika mereka berkata: “Ya Allah, jika (al-Qur’an) ini adalah benar-benar dari sisi-Mu, maka hujanilah kami dengan batu-batu dari langit, atau datangkanlah kepada kami siksa yang pedih.”
HAMKA: Dan, ingatlah tatkala mereka berkata, "Ya Tuhan!Jika inilah dia kebenaran itu dari sisi Engkau maka hujankanlah ke atas kami batu batu dari langit atau datangkanlah kepada kami siksaan yang pedih."

وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُعَذِّبَهُمْ وَأَنْتَ فِيهِمْ ۚ وَمَا كَانَ اللَّهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُونَ

Kemenag RI 2019: Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka selama engkau (Nabi Muhammad) berada di antara mereka dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka selama mereka memohon ampunan. ( QS. Al-Anfal : 33)
Quraish Shihab: Dan Allah sekali-kali tidak akan menyiksa mereka, sedangkan engkau (Nabi Muhammad saw.) berada di antara mereka. Dan Allah sekali-kali tidak akan menyiksa mereka, sedangkan mereka memohon ampun.
HAMKA: Dan, tidaklah Allah akan menyiksa mereka, selama engkau ada pada mereka; dan tidaklah Allah menyiksa mereka, padahal mereka memohon ampunan.

وَمَا لَهُمْ أَلَّا يُعَذِّبَهُمُ اللَّهُ وَهُمْ يَصُدُّونَ عَنِ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَمَا كَانُوا أَوْلِيَاءَهُ ۚ إِنْ أَوْلِيَاؤُهُ إِلَّا الْمُتَّقُونَ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُونَ

Kemenag RI 2019: Mengapa Allah tidak mengazab mereka, sedangkan mereka menghalang-halangi (orang) untuk (beribadah di) Masjidilharam? Mereka bukanlah orang-orang yang berhak menjadi pengurusnya. Orang yang berhak menjadi pengurusnya hanyalah orang-orang yang bertakwa, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui. ( QS. Al-Anfal : 34)
Quraish Shihab: Mengapa Allah tidak menyiksa mereka, sedangkan mereka (wajar untuk disiksa, karena mereka) menghalang-halangi (ibadah dan pengamatan) kepada Masjidil Haram, padahal mereka bukanlah para walinya (pemeliharanya). Sesungguhnya para wali-nya tidak lain kecuali orang-orang yang bertakwa, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.
HAMKA: Dan, mengapa mereka tidak (patut) disiksa oleh Allah, padahal mereka menghambat orang dari Masjidil Haram, sedang mereka bukanlah pe.ngurusnya. Tidaklah ada penguasa-penguasanya, melainkan orang-orang yang bertakwa. Akan tetapl, kebanyakan mereka tidaklah mengetahui.

وَمَا كَانَ صَلَاتُهُمْ عِنْدَ الْبَيْتِ إِلَّا مُكَاءً وَتَصْدِيَةً ۚ فَذُوقُوا الْعَذَابَ بِمَا كُنْتُمْ تَكْفُرُونَ

Kemenag RI 2019: Salat mereka di sekitar Baitullah tidak lain hanyalah siulan dan tepuk tangan. Maka, rasakanlah azab ini karena kamu selalu kufur. ( QS. Al-Anfal : 35)
Quraish Shihab: Dan tidaklah shalat mereka di dekat Baitullah, kecuali hanya siulan dan tepuk tangan. Maka, (kelak ketika azab telah jatuh, dikatakan kepada mereka): “Rasakanlah azab disebabkan kamu terus-menerus melakukan kekufuran!”
HAMKA: Dan, tidaklah ada shalat mereka di sisi rumah suci itu melainkan bersiulsiul dan bertepuk tangan, Maka, rasakanlah olehmu adzab, akibat dari kekufuruan kamu itu,

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ لِيَصُدُّوا عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ ۚ فَسَيُنْفِقُونَهَا ثُمَّ تَكُونُ عَلَيْهِمْ حَسْرَةً ثُمَّ يُغْلَبُونَ ۗ وَالَّذِينَ كَفَرُوا إِلَىٰ جَهَنَّمَ يُحْشَرُونَ

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya orang-orang yang kufur menginfakkan harta mereka untuk menghalang-halangi (orang) dari jalan Allah. Mereka akan (terus) menginfakkan harta itu, kemudian (hal itu) menjadi (sebab) penyesalan yang besar bagi mereka. Akhirnya, mereka akan dikalahkan. Ke (neraka) Jahanamlah orang-orang yang kufur itu akan dikumpulkan ( QS. Al-Anfal : 36)
Quraish Shihab: Sesungguhnya orang-orang yang kafir menafkahkan harta mereka untuk menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah. Maka, mereka akan menafkahkannya, lalu (apa yang mereka lakukan itu) menjadi (sebab) penyesalan besar bagi mereka, kemudian mereka akan dikalahkan. Dan ke (neraka) Jahanam orang-orang yang kafir akan dikumpulkan.
HAMKA: Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu menafkahkah harta benda mereka untuk meng hambat orang daripada jalan Allah. Maka, me reka akan membelanjakan harta itu. Akan tetapi kemudian dia akan menjadi penyesalan atas me-reka. Kemudian itu mereka akan dikalahkan. Dan, orang orang yang kafir itu kepada Jahannamlah mereka akan dikumpulkan.

لِيَمِيزَ اللَّهُ الْخَبِيثَ مِنَ الطَّيِّبِ وَيَجْعَلَ الْخَبِيثَ بَعْضَهُ عَلَىٰ بَعْضٍ فَيَرْكُمَهُ جَمِيعًا فَيَجْعَلَهُ فِي جَهَنَّمَ ۚ أُولَٰئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ

Kemenag RI 2019: agar Allah memisahkan (golongan) yang buruk dari yang baik dan menjadikan (golongan) yang buruk itu sebagiannya di atas yang lain, lalu Dia menumpukkan semuanya. Kemudian, Dia menjadikannya ke dalam (neraka) Jahanam. Mereka itulah orang-orang yang rugi. ( QS. Al-Anfal : 37)
Quraish Shihab: Supaya (dengan penjelasan itu) Allah membedakan yang buruk dari yang baik dan menjadikan (golongan manusia) yang buruk sebagiannya di atas sebagian yang lain, lalu kesemuanya ditumpukkan-Nya, maka dijadikan-Nya (semua tumpukan itu) dalam (neraka) Jahanam. Mereka itulah orang-orang yang rugi.
HAMKA: Karena Allah hendak menyisihkan yang buruk dari yang baik. Dan, akan Dia jadikan yang buruk itu setengahnya atas yang setengah, lalu Dia tumpukkan sekaliannya, kemudian Dia masukkan ke dalam neraka Jahannam. Mereka itulah orang.orang yang rugi.

قُلْ لِلَّذِينَ كَفَرُوا إِنْ يَنْتَهُوا يُغْفَرْ لَهُمْ مَا قَدْ سَلَفَ وَإِنْ يَعُودُوا فَقَدْ مَضَتْ سُنَّتُ الْأَوَّلِينَ

Kemenag RI 2019: Katakanlah (Nabi Muhammad) kepada orang-orang yang kufur itu, “Jika mereka berhenti (dari kekufurannya dan masuk Islam), niscaya akan diampuni dosa-dosa mereka yang telah lalu. Jika mereka kembali lagi (memerangi Nabi), sungguh berlaku (kepada mereka) sunah (aturan Allah untuk menjatuhkan sanksi atas) orang-orang terdahulu.” ( QS. Al-Anfal : 38)
Quraish Shihab: Katakanlah (Nabi Muhammad saw.) kepada orang-orang yang kafir: “Jika mereka berhenti (dari kekufuran dan memeluk Islam), pasti Allah akan mengampuni mereka (atas) dosa-dosa yang sudah telah lalu; dan jika mereka kembali (melakukan dosa serupa), maka (Allah swt. akan menjatuhkan sanksi atas mereka) sebagaimana telah dijatuhkan sanksi atas orang-orang terdahulu.”
HAMKA: Katakanlah kepada orang orang yang kafritu, "Jika mereka mau berhenti akan diampunilah bagi mereka apa yang telah berlalu. Jika mereka ka kembali lagi maka sungguh telah berlalu contohorang orang yang terdahulu”.

وَقَاتِلُوهُمْ حَتَّىٰ لَا تَكُونَ فِتْنَةٌ وَيَكُونَ الدِّينُ كُلُّهُ لِلَّهِ ۚ فَإِنِ انْتَهَوْا فَإِنَّ اللَّهَ بِمَا يَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

Kemenag RI 2019: Perangilah mereka sampai tidak ada lagi fitnah (penganiayaan atau syirik) dan agama seutuhnya hanya bagi Allah. Jika mereka berhenti (dari kekufuran), sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan. ( QS. Al-Anfal : 39)
Quraish Shihab: Dan perangilah mereka sehingga tidak ada fitnah (penganiayaan dan atau syirik) dan supaya agama (ketaatan) seluruhnya semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari penganiayaan dan atau kemusyrikan), maka sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan.
HAMKA: Dan, perangilah mereka sehingga tidak ada fitnah lagi dan jadilah agama seluruhnya untuk Allah. Maka, ika mereka berhenti maka sesungguhnya Allah terhadap apa yang mereka kerjakan itu adalah melihat.

وَإِنْ تَوَلَّوْا فَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَوْلَاكُمْ ۚ نِعْمَ الْمَوْلَىٰ وَنِعْمَ النَّصِيرُ

Kemenag RI 2019: Jika mereka berpaling, ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah pelindungmu. Dia adalah sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong. ( QS. Al-Anfal : 40)
Quraish Shihab: Dan jika mereka berpaling, maka ketahuilah bahwa Allah Pelindung kamu. (Dia-lah) sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong.
HAMKA: Dan, jika mereka berpaling maka ketahuilah olehmu bahwasanya Allah adalah pelindungmu, semula mulia pelindung, semulia mulia penolong.

وَاعْلَمُوا أَنَّمَا غَنِمْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَأَنَّ لِلَّهِ خُمُسَهُ وَلِلرَّسُولِ وَلِذِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينِ وَابْنِ السَّبِيلِ إِنْ كُنْتُمْ آمَنْتُمْ بِاللَّهِ وَمَا أَنْزَلْنَا عَلَىٰ عَبْدِنَا يَوْمَ الْفُرْقَانِ يَوْمَ الْتَقَى الْجَمْعَانِ ۗ وَاللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Kemenag RI 2019: Ketahuilah, sesungguhnya apa pun yang kamu peroleh sebagai rampasan perang, ) maka seperlimanya untuk Allah, Rasul, kerabat (Rasul), anak-anak yatim, orang-orang miskin, dan ibnusabil, ) jika kamu beriman kepada Allah dan kepada apa yang Kami turunkan kepada hamba Kami (Nabi Muhammad) pada hari al-furq?n (pembeda), yaitu pada hari bertemunya dua pasukan. ) Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. ( QS. Al-Anfal : 41)
Quraish Shihab: Dan ketahuilah, bahwa apa yang telah kamu peroleh sebagai rampasan perang walau sedikit, maka sesungguhnya untuk Allah seperlimanya, untuk Rasul, untuk para kerabat (Rasul saw.), anak-anak yatim, orang-orang miskin, dan ibnu sabil (orang-orang yang dalam perjalanan yang memerlukan pertolongan), jika kamu beriman kepada Allah dan kepada apa yang Kami telah menurunkan kepada hamba Kami (Nabi Muhammad saw.) pada hari al-furqan, pada hari bertemunya dua pasukan (Muslim dan musyrik di Badar). Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
HAMKA: 42. Tatkala kamu di pinggir gunung yang dekat, sedang mereka dipinggir gunung yang jauh, dan kafilah itu di bawah kamu. Padahal jikalau kamu berianjijanian, niscaya berselisihanlah kamu dengan perjanjian itu. Tetapi Allah hendak menetapkan sesuatu hal yang telah ditentukan.Supaya binasalah orang yang binasa sesudah ada kejelasan dan supaya hidup orang yang hidup sesudah ada kejelasan. Dan sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar, lagi Mengetahui.

إِذْ أَنْتُمْ بِالْعُدْوَةِ الدُّنْيَا وَهُمْ بِالْعُدْوَةِ الْقُصْوَىٰ وَالرَّكْبُ أَسْفَلَ مِنْكُمْ ۚ وَلَوْ تَوَاعَدْتُمْ لَاخْتَلَفْتُمْ فِي الْمِيعَادِ ۙ وَلَٰكِنْ لِيَقْضِيَ اللَّهُ أَمْرًا كَانَ مَفْعُولًا لِيَهْلِكَ مَنْ هَلَكَ عَنْ بَيِّنَةٍ وَيَحْيَىٰ مَنْ حَيَّ عَنْ بَيِّنَةٍ ۗ وَإِنَّ اللَّهَ لَسَمِيعٌ عَلِيمٌ

Kemenag RI 2019: (Yaitu,) ketika kamu berada di pinggir lembah yang dekat (kota Madinah) dan mereka berada di pinggir lembah yang jauh (dari kota Madinah), sedangkan kafilah itu berada lebih rendah daripada kamu (menelusuri pantai). ) Seandainya kamu mengadakan perjanjian (untuk menentukan hari pertempuran), niscaya kamu berbeda pendapat dalam menentukan hari pertempuran itu, tetapi (pertempuran itu terjadi) supaya Allah melaksanakan suatu urusan yang harus terjadi, yaitu agar orang yang binasa itu binasa dengan bukti yang nyata dan agar orang yang hidup itu hidup dengan bukti yang nyata (pula). Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. ( QS. Al-Anfal : 42)
Quraish Shihab: Ketika kamu (pasukan Islam) berada di pinggir lembah yang dekat (kota Madinah), dan mereka (orang-orang kafir) di pinggir lembah yang jauh (dari kota Madinah), sedangkan kafilah berada di bawah kamu (menelusuri pantai). Dan jika seandainya kamu saling berjanji (untuk bertemu dan menentukan hari pertempuran), pastilah kamu berselisih dalam waktu (dan tempat pertempuran), tetapi (pertempuran itu terjadi) supaya Allah menegakkan urusan yang harus terjadi, sehingga yang binasa, binasalah dengan keterangan yang nyata dan yang hidup, hiduplah dengan keterangan yang nyata (pula). Dan sesungguhnya Allah Maha Mendengar, lagi Maha Mengetahui.
HAMKA:

إِذْ يُرِيكَهُمُ اللَّهُ فِي مَنَامِكَ قَلِيلًا ۖ وَلَوْ أَرَاكَهُمْ كَثِيرًا لَفَشِلْتُمْ وَلَتَنَازَعْتُمْ فِي الْأَمْرِ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ سَلَّمَ ۗ إِنَّهُ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ

Kemenag RI 2019: (Ingatlah) ketika Allah memperlihatkan mereka kepadamu (Nabi Muhammad) di dalam mimpimu (dalam jumlah) sedikit. Seandainya Allah memperlihatkan mereka kepadamu (dalam jumlah) banyak, niscaya kamu gentar dan kamu akan berbantah-bantahan dalam urusan itu, tetapi Allah telah menyelamatkan (kamu). Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui apa yang ada dalam hati. ( QS. Al-Anfal : 43)
Quraish Shihab: (Ingatlah), ketika Allah menampakkan mereka (pasukan musyrik) kepadamu (Nabi Muhammad saw.) dalam mimpimu (dalam jumlah sedikit). Dan jika seandainya Dia memperlihatkan kepada kamu bahwa mereka (berjumlah) banyak, tentu kamu gentar dan tentu kamu akan berbantah-bantahan dalam urusan itu, tetapi Allah telah menyelamatkan (kamu). Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala isi hati.
HAMKA: (Ingatlah) tatkala Allah memperlihatkan mereka kepada engkau, di dalam mimpi engkau, (bahwa mereka) sedikit. Sedang kalau Dia mem-perlihatkan kepada engkau dalam keadaan banyak, niscaya patah semangatlah kamu dan tentu kamu akan berselisihan dalam perkara itu. Tetapi Allah telah menyelamatkan. Sesung guhnya Dia adalah Amat Mengetahui apa yang ada dalam sekalian dada.

وَإِذْ يُرِيكُمُوهُمْ إِذِ الْتَقَيْتُمْ فِي أَعْيُنِكُمْ قَلِيلًا وَيُقَلِّلُكُمْ فِي أَعْيُنِهِمْ لِيَقْضِيَ اللَّهُ أَمْرًا كَانَ مَفْعُولًا ۗ وَإِلَى اللَّهِ تُرْجَعُ الْأُمُورُ

Kemenag RI 2019: (Ingatlah) ketika Dia memperlihatkan mereka kepada kamu (orang-orang beriman), ketika kamu berjumpa dengan mereka (berjumlah) sedikit menurut penglihatan matamu dan Dia memperlihatkan kamu (berjumlah) sedikit dalam penglihatan mereka supaya Allah melaksanakan suatu urusan yang harus terjadi. Hanya kepada Allah segala urusan dikembalikan. ( QS. Al-Anfal : 44)
Quraish Shihab: Dan (ingatlah), ketika Dia menampakkan mereka (pasukan musyrik) kepada kamu, ketika kamu berjumpa (dengan mereka), dalam (penglihatan) mata kamu (bahwa jumlah mereka) sedikit, dan kamu ditampakkan-Nya sedikit (pula) pada (penglihatan) mata mereka, supaya Allah menetapkan suatu urusan yang harus terjadi. Dan hanya kepada Allah dikembalikan segala urusan.
HAMKA: Dan (ingatlah) tatkala Dia memperlihatkan mereka kepada kamu, di kala kamu telah ber-hadap hadapan bahwa mereka itu sedikit pada pandangan mata kamu. Dan Dia perlihatkan (pula) bahwa kamu sedikit pula pada pandangan mata mereka Karena Allah hendak menetapkan suatu hal yang telah ditintukan. Dan kepada Allah-lah dikembalikan segala perkara.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا لَقِيتُمْ فِئَةً فَاثْبُتُوا وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Kemenag RI 2019: Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu bertemu dengan pasukan (musuh), maka berteguh hatilah dan sebutlah (nama) Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung. ( QS. Al-Anfal : 45)
Quraish Shihab: Hai orang-orang yang beriman! Apabila kamu menemui pasukan (musuh), maka berteguh hatilah dan sebutlah (nama) Allah sebanyak-banyaknya, supaya kamu beruntung.
HAMKA: Wahai orang orang yang beriman! Apabila kamu telah bertemu dengan sekelompok (mu-suh), maka hendaklah kamu tetap, dan ingatlah Allah sebanyak-banyaknya, supaya kamu berbahagia.

وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَا تَنَازَعُوا فَتَفْشَلُوا وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ ۖ وَاصْبِرُوا ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

Kemenag RI 2019: Taatilah Allah dan Rasul-Nya, janganlah kamu berbantah-bantahan yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan kekuatanmu hilang, serta bersabarlah. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar. ( QS. Al-Anfal : 46)
Quraish Shihab: Dan taatilah Allah dan Rasul-Nya, dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatan kamu, dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.
HAMKA: Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, karena kamu akan lemah dan hilang kekuatan kamu, dan hendaklah kamu sabar. Sesungguhnya Allah adalah beserta orang orang yang sabar.

وَلَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ خَرَجُوا مِنْ دِيَارِهِمْ بَطَرًا وَرِئَاءَ النَّاسِ وَيَصُدُّونَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ ۚ وَاللَّهُ بِمَا يَعْمَلُونَ مُحِيطٌ

Kemenag RI 2019: Janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang keluar dari kampung halamannya dengan rasa angkuh dan ingin dipuji orang (riya) serta menghalang-halangi (orang) dari jalan Allah. Allah Maha Meliputi apa yang mereka kerjakan. ( QS. Al-Anfal : 47)
Quraish Shihab: Dan janganlah kamu (orang-orang mukmin) menjadi seperti orang-orang yang keluar dari tempat tinggal mereka dengan angkuh dan dengan maksud riya terhadap manusia serta menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah, sedangkan Allah Maha Meliputi apa yang mereka kerjakan.
HAMKA: Dan janganlah kamu jadi seperti orang-orang yang keluar dari rumahrumah mereka dalam keadan sombong dan menonjol-nonjolkan di kepada manusia, seraya menghalang'i dari Jalan Alah, Dan Alah terhadap aparapa yang kamu kerjakan adalah meliputi.

وَإِذْ زَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطَانُ أَعْمَالَهُمْ وَقَالَ لَا غَالِبَ لَكُمُ الْيَوْمَ مِنَ النَّاسِ وَإِنِّي جَارٌ لَكُمْ ۖ فَلَمَّا تَرَاءَتِ الْفِئَتَانِ نَكَصَ عَلَىٰ عَقِبَيْهِ وَقَالَ إِنِّي بَرِيءٌ مِنْكُمْ إِنِّي أَرَىٰ مَا لَا تَرَوْنَ إِنِّي أَخَافُ اللَّهَ ۚ وَاللَّهُ شَدِيدُ الْعِقَابِ

Kemenag RI 2019: (Ingatlah) ketika setan menjadikan terasa indah bagi mereka perbuatan-perbuatan (dosa) mereka dan mengatakan, “Tidak ada (seorang pun) yang dapat mengalahkan kamu pada hari ini dan sesungguhnya aku adalah penolongmu.” Maka, ketika kedua pasukan itu telah saling melihat (berhadapan), ia (setan) berbalik ke belakang seraya berkata, “Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu, sesungguhnya aku melihat apa (para malaikat) yang tidak kamu lihat. Sesungguhnya aku takut kepada Allah.” Allah sangat keras hukuman-Nya. ( QS. Al-Anfal : 48)
Quraish Shihab: Dan (ingatlah), ketika setan menjadikan mereka (pasukan musyrik) memandang indah perbuatan-perbuatan mereka dan mengatakan: “Tidak (ada satu pun) manusia yang dapat menang terhadap kamu pada hari ini, dan sesungguhnya aku adalah orang dekat kamu.” Maka, ketika kedua pasukan telah saling melihat, ia (setan) balik ke belakang (mundur meninggalkan pasukan musyrik) seraya berkata: “Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu; sesungguhnya aku melihat apa (para malaikat) yang kamu tidak melihat; sesungguhnya aku takut kepada Allah.” Dan Allah sangat keras pembalasan-Nya.
HAMKA: Dan (ingatlah) tatkala setan menyanjung nyanjung terhadap mereka atas perbuatampper-buatan mereka seraya berkata, “Tidakiah ada yang akan mengalahkan kamu pada har ini dari manusia mana pun, dan sesungguhnya aku jadi pelindung kamu.” Maka tatkala telah berhadap-hadapan kedua kelompok itu, berbaliklah dia (setan) atas dua tumitnya dan dia pun berkata, “Sesungguhnya aku berlepas diri daripada kamu, sesungguhnya aku telah melihat apa yang tidak kamu lihat, sesungguhnya aku takut kepada Allah, karena Allah itu amat keras siksaan-Nya.”

إِذْ يَقُولُ الْمُنَافِقُونَ وَالَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ غَرَّ هَٰؤُلَاءِ دِينُهُمْ ۗ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَإِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

Kemenag RI 2019: (Ingatlah) ketika orang-orang munafik dan orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya berkata, “Mereka itu (orang-orang mukmin) ditipu oleh agamanya.” (Allah berfirman,) “Siapa pun yang bertawakal kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” ( QS. Al-Anfal : 49)
Quraish Shihab: (Ingatlah), ketika orang-orang munafik dan orang-orang yang ada penyakit dalam hati mereka berkata: “Mereka itu (orang-orang mukmin) ditipu oleh agama mereka.” Padahal, barang siapa bertawakal kepada Allah, maka sesungguhnya Allah Maha Perkasa, lagi Maha Bijaksana.
HAMKA: Tatkala berkata orangs-orang yang munafik dan orang orang yang di dalam hati mereka ada penyakit. “Telah menipu kepada mereka agama mereka.” Padahal barangsiapa yang bertawakal kepada Allah, maka sesungguhnya Allah

وَلَوْ تَرَىٰ إِذْ يَتَوَفَّى الَّذِينَ كَفَرُوا ۙ الْمَلَائِكَةُ يَضْرِبُونَ وُجُوهَهُمْ وَأَدْبَارَهُمْ وَذُوقُوا عَذَابَ الْحَرِيقِ

Kemenag RI 2019: Seandainya engkau melihat ketika para malaikat mencabut nyawa orang-orang yang kafir sambil memukul wajah-wajah dan punggung-punggung mereka (dan berkata), “Rasakanlah olehmu siksa yang membakar,” (niscaya engkau saksikan sesuatu yang sangat dahsyat). ( QS. Al-Anfal : 50)
Quraish Shihab: Dan jika seandainya engkau melihat (keadaan mereka) ketika para malaikat mematikan orang-orang yang kafir seraya memukul wajah-wajah dan belakang mereka (dan berkata): “Rasakanlah azab yang membakar.”
HAMKA: Dan (alangkah) ngeri kalau engkau melihat, tatkala malaikat menerima orang-orang yang kafr itu, akan mereka pukul muka mereka dan punggung mereka seraya (berkata), “Rasakanlah olehmu siksaan pembakaran.”

ذَٰلِكَ بِمَا قَدَّمَتْ أَيْدِيكُمْ وَأَنَّ اللَّهَ لَيْسَ بِظَلَّامٍ لِلْعَبِيدِ

Kemenag RI 2019: Yang demikian itu disebabkan oleh perbuatan tanganmu (sendiri) dan sesungguhnya Allah (sama sekali) tidak menzalimi hamba-hamba-Nya. ( QS. Al-Anfal : 51)
Quraish Shihab: (Azab) yang demikian itu disebabkan oleh perbuatan tangan kamu (sendiri). Sesungguhnya Allah sekali-kali bukanlah Penganiaya para hamba-Nya.
HAMKA: Yang demikian itu, (ialah) karena apa yang telah dikerjakan dahulunya oleh tangan kamu.Dan bahwasanya Allah tidaklah berlaku zalim kepada hamba-hamba-Nya.

كَدَأْبِ آلِ فِرْعَوْنَ ۙ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ ۚ كَفَرُوا بِآيَاتِ اللَّهِ فَأَخَذَهُمُ اللَّهُ بِذُنُوبِهِمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ قَوِيٌّ شَدِيدُ الْعِقَابِ

Kemenag RI 2019: (Keadaan mereka) serupa dengan keadaan pengikut Fir‘aun dan orang-orang yang sebelum mereka. Mereka mengingkari ayat-ayat Allah, maka Allah menyiksa mereka disebabkan dosa-dosanya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi sangat keras hukuman-Nya. ( QS. Al-Anfal : 52)
Quraish Shihab: Serupa dengan keadaan para pengikut Firaun serta orang-orang yang sebelum mereka, mereka mengingkari ayat-ayat Allah, maka Allah menyiksa mereka disebabkan dosa-dosa mereka. Sesungguhnya Allah Maha Kuat, lagi sangat keras pembalasan-Nya.
HAMKA: Seperti kelakuan keluarga Fir'aun dan orang-orang yang sebelum mereka, Mereka telah kufur belaka kepada ayat-ayat Allah, maka Allah telah menyiksa mereka akibat dosa-dosa mereka, Se sungguhnya Allah adalah Mahakuat lagi sangat pedih siksaan-Nya.

ذَٰلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ لَمْ يَكُ مُغَيِّرًا نِعْمَةً أَنْعَمَهَا عَلَىٰ قَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ ۙ وَأَنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Kemenag RI 2019: Yang demikian itu karena sesungguhnya Allah tidak akan mengubah suatu nikmat yang telah dianugerahkan-Nya kepada suatu kaum sehingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. ( QS. Al-Anfal : 53)
Quraish Shihab: (Keadaan) yang demikian itu adalah karena sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nikmat yang telah dianugerahkan-Nya kepada suatu kaum, hingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka, dan sesungguhnya Allah Maha Mendengar, lagi Maha Mengetahui.
HAMKA: Yang demikian itu, (ialah) karena Allah tidak akan mengubah suatu nikmat yang telah dinikmatkan-Nya kepada suatu kaum sehingga mereka mengubah apa yang ada pada dirimereka masing-masing, Dan, sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar, lagi Maha Mengetahui.

كَدَأْبِ آلِ فِرْعَوْنَ ۙ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ ۚ كَذَّبُوا بِآيَاتِ رَبِّهِمْ فَأَهْلَكْنَاهُمْ بِذُنُوبِهِمْ وَأَغْرَقْنَا آلَ فِرْعَوْنَ ۚ وَكُلٌّ كَانُوا ظَالِمِينَ

Kemenag RI 2019: (Keadaan mereka) serupa dengan keadaan pengikut Fir‘aun dan orang-orang yang sebelum mereka. Mereka mendustakan ayat-ayat Tuhannya. Maka, Kami membinasakan mereka disebabkan oleh dosa-dosanya dan Kami tenggelamkan pengikut Fir‘aun (bersamanya). Semuanya adalah orang-orang zalim. ( QS. Al-Anfal : 54)
Quraish Shihab: Serupa dengan keadaan para pengikut Firaun dan orang-orang yang sebelum mereka, mereka mendustakan ayat-ayat Tuhan Pemelihara mereka, maka Kami membinasakan mereka disebabkan dosa-dosa mereka dan Kami tenggelamkan para pengikut Firaun; dan kesemuanya adalah orang-orang zalim.
HAMKA: Sebagai kelakuan keluarga Fir'aun dan orang-orang yang sebelum mereka. Mereka te-lah mendustakan ayat-ayat Tuhan mereka, maka Kami binasakanlah mereka lantaran dosa-dosa mereka, dan telah Kami tenggelamkan keluarga Fir'aun itu, Dan mereka semuanya itu adalah orang-orang yang zalim.

إِنَّ شَرَّ الدَّوَابِّ عِنْدَ اللَّهِ الَّذِينَ كَفَرُوا فَهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya seburuk-buruk makhluk melata dalam pandangan Allah ialah orang-orang yang kufur karena mereka tidak beriman. ( QS. Al-Anfal : 55)
Quraish Shihab: Sesungguhnya seburuk-buruk makhluk-makhluk melata (termasuk manusia) di sisi Allah (ialah) orang-orang yang kafir, karena mereka tidak beriman.
HAMKA: Sesungguhnya sejahat jahat makhluk yang merayap di sisi Allah, ialah orang-orang yang kafir, Maka mereka itu tidaklah mau beriman.

الَّذِينَ عَاهَدْتَ مِنْهُمْ ثُمَّ يَنْقُضُونَ عَهْدَهُمْ فِي كُلِّ مَرَّةٍ وَهُمْ لَا يَتَّقُونَ

Kemenag RI 2019: (Yaitu,) orang-orang yang engkau telah mengikat perjanjian dengan mereka, kemudian setiap kali berjanji mereka mengkhianati janjinya sedangkan mereka tidak bertakwa. ( QS. Al-Anfal : 56)
Quraish Shihab: (Yaitu) orang-orang yang kamu telah mengambil perjanjian dari mereka, kemudian mereka mengingkari (membatalkan dan melanggar) perjanjian mereka setiap kali (mereka melakukan perjanjian), dan mereka (sama sekali) tidak bertakwa.
HAMKA: (Yaitu) orang orang yang telah engkau perbuat perianjan dengan setengah mereka, ke-mudian itu mereka rusakkan perjanjian mereka itu pada tiap kali, dan mereka tidaklah merasa takut.

فَإِمَّا تَثْقَفَنَّهُمْ فِي الْحَرْبِ فَشَرِّدْ بِهِمْ مَنْ خَلْفَهُمْ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُونَ

Kemenag RI 2019: Maka, jika engkau (Nabi Muhammad) benar-benar mendapati mereka dalam peperangan, cerai-beraikanlah orang-orang yang di belakang mereka dengan (menumpas) mereka agar mereka mengambil pelajaran. ( QS. Al-Anfal : 57)
Quraish Shihab: Maka, apabila engkau (Nabi Muhammad saw.) menemui mereka dalam peperangan, maka cerai-beraikanlah siapa yang di belakang mereka, supaya mereka mengambil pelajaran.
HAMKA: Lantaran itu bilamana engkau menggempur mereka di dalam peperangan, maka hancurkan-lah mereka (untuk contoh) orang-orang yang di belakang mereka, supaya mereka ingat.

وَإِمَّا تَخَافَنَّ مِنْ قَوْمٍ خِيَانَةً فَانْبِذْ إِلَيْهِمْ عَلَىٰ سَوَاءٍ ۚ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْخَائِنِينَ

Kemenag RI 2019: Jika engkau (Nabi Muhammad) benar-benar khawatir (akan terjadi) pengkhianatan dari suatu kaum, kembalikanlah (perjanjian itu) kepada mereka dengan cara seimbang (adil dan jujur). Sesungguhnya Allah tidak menyukai para pengkhianat. ( QS. Al-Anfal : 58)
Quraish Shihab: Dan apabila engkau (Nabi Muhammad saw.) benar-benar khawatir (akan terjadi) pengkhianatan dari suatu kaum, maka kembalikanlah kepada mereka (perjanjian itu) dengan seimbang (adil dan jujur). Sesungguhnya Allah tidak menyukai para pengkhianat.
HAMKA: Dan bilamana engkau takut dari suatu kaum akan timbul khianat, maka campakkan-lah (perjanjian itu) kepada mereka dengan jelas.Sesungguhnya Allah tidaklah suka kepada orang orang yang khianat.

وَلَا يَحْسَبَنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا سَبَقُوا ۚ إِنَّهُمْ لَا يُعْجِزُونَ

Kemenag RI 2019: Janganlah sekali-kali orang-orang kafir itu mengira (bahwa) mereka dapat lolos (dari kekuasaan Allah). Sesungguhnya mereka tidak dapat melemahkan (Allah). ( QS. Al-Anfal : 59)
Quraish Shihab: Dan janganlah sekali-kali orang-orang yang kafir mengira mereka dapat lolos (dari siksa Allah swt.). Sesungguhnya mereka (musuh-musuh kamu) tidak dapat melemahkan (Allah swt.).
HAMKA: Dan sekalikali janganlah menyangka orang-orang yang kafir itu bahwa mereka sudah be-bas. Sesungguhnya mereka tidaklah akan mele-mahkan.

وَأَعِدُّوا لَهُمْ مَا اسْتَطَعْتُمْ مِنْ قُوَّةٍ وَمِنْ رِبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِ عَدُوَّ اللَّهِ وَعَدُوَّكُمْ وَآخَرِينَ مِنْ دُونِهِمْ لَا تَعْلَمُونَهُمُ اللَّهُ يَعْلَمُهُمْ ۚ وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ شَيْءٍ فِي سَبِيلِ اللَّهِ يُوَفَّ إِلَيْكُمْ وَأَنْتُمْ لَا تُظْلَمُونَ

Kemenag RI 2019: Persiapkanlah untuk (menghadapi) mereka apa yang kamu mampu, berupa kekuatan (yang kamu miliki) dan pasukan berkuda. Dengannya (persiapan itu) kamu membuat gentar musuh Allah, musuh kamu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya, (tetapi) Allah mengetahuinya. Apa pun yang kamu infakkan di jalan Allah niscaya akan dibalas secara penuh kepadamu, sedangkan kamu tidak akan dizalimi. ( QS. Al-Anfal : 60)
Quraish Shihab: Dan siapkanlah untuk (menghadapi) mereka apa yang kamu mampu dari kekuatan dan dari kuda-kuda yang ditambatkan (untuk perang) dengan tujuan (menakut-nakuti) musuh Allah dan musuh kamu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahui (siapa) mereka; tetapi Allah mengetahuinya. Apa (saja) yang kamu nafkahkan pada jalan Allah, (pasti) kamu akan diberi (pahalanya) dengan cukup, sedangkan kamu (sedikitpun) tidak dianiaya (dirugikan).
HAMKA: Dan persiapkanlah(untuk menghadapi)mereka apa yang kamu bisa, dari kekuatan dan dari tambatan kuda-kuda untuk kamu mena-kutkan musuh Allah dan musuh kamu dengan dia, dan (musuh) yang lain dari mereka yang tidak kamu ketahui siapa mereka. Allah yang mengetahui siapa mereka. Dan apa pun yang kamu belanjakan pada jalan Allah, akan disem-purnakan (ganjarannya) untuk kamu, dan kamu tidaklah akan teraniaya.

وَإِنْ جَنَحُوا لِلسَّلْمِ فَاجْنَحْ لَهَا وَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ ۚ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Kemenag RI 2019: (Akan tetapi,) jika mereka condong pada perdamaian, condonglah engkau (Nabi Muhammad) padanya dan bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya hanya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. ( QS. Al-Anfal : 61)
Quraish Shihab: Dan jika mereka (orang-orang kafir) condong kepada perdamaian, maka condonglah kepadanya dan bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Dia, (dan hanya) Dia-lah Yang Maha Mendengar, lagi Maha Mengetahui.
HAMKA: Dan jika mereka cenderung kepada perda-maian, maka hendaklah engkau cenderung' pula kepadanya. Dan bertawakallah kepada Allah, se.sungguhrya Dia adalah Maha Mendengar, lag'i Maha Mengetahui.

وَإِنْ يُرِيدُوا أَنْ يَخْدَعُوكَ فَإِنَّ حَسْبَكَ اللَّهُ ۚ هُوَ الَّذِي أَيَّدَكَ بِنَصْرِهِ وَبِالْمُؤْمِنِينَ

Kemenag RI 2019: Jika mereka hendak menipumu, sesungguhnya cukuplah Allah (menjadi Pelindung) bagimu. Dialah yang memperkuat kamu dengan pertolongan-Nya dan dengan (dukungan) orang-orang mukmin. ( QS. Al-Anfal : 62)
Quraish Shihab: Dan jika mereka hendak menipumu (Nabi Muhammad saw.), maka sesungguhnya cukuplah bagimu Allah (untuk menjadi Pelindungmu). Dia-lah yang mendukungmu dengan pertolongan-Nya (saat engkau sendirian sebagaimana dahulu di Makkah) dan (menolongmu) dengan orang-orang mukmin (dalam perang Badar yang lalu dan di masa-masa mendatang).
HAMKA: Dan jika mereka hendak memperdayakan engkau, maka sesungguhnya cukuplah bagi eng-kau Allah. Dialah yang akan meneguhkan engkau dengan pertolongan-Nya dan dengan orang-orang yang beriman.

وَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ ۚ لَوْ أَنْفَقْتَ مَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا مَا أَلَّفْتَ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ أَلَّفَ بَيْنَهُمْ ۚ إِنَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

Kemenag RI 2019: Dia (Allah) mempersatukan hati mereka (orang yang beriman). Seandainya engkau (Nabi Muhammad) menginfakkan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya engkau tidak dapat mempersatukan hati mereka, tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. ( QS. Al-Anfal : 63)
Quraish Shihab: Dan Allah yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman). Jika seandainya engkau (Nabi Muhammad saw.) membelanjakan semua apa yang berada di bumi, niscaya engkau tidak dapat mempersatukan hati mereka, tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Perkasa, lagi Maha Bijaksana.
HAMKA: Dan Dia telah mempersatukan di antara hati kamu. Kalau engkau belanjakan apa yang ada pada bumi semua, tidaklah engkau dapat mempersatukan di antara hati mereka. Akan tetapi, Allahlah yang telah mempersatukan di antara mereka, Sesungguhnya Dia adalah Maha-gagah, lagi Bijaksana.

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ حَسْبُكَ اللَّهُ وَمَنِ اتَّبَعَكَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ

Kemenag RI 2019: Wahai Nabi (Muhammad), cukuplah Allah (menjadi pelindung) bagi engkau dan bagi orang-orang mukmin yang mengikutimu. ( QS. Al-Anfal : 64)
Quraish Shihab: Wahai Nabi (Muhammad saw.)! Cukuplah Allah (sebagai Penolong dan Pembimbing) bagimu dan (bagi) siapa yang mengikutimu dari orang-orang mukmin.
HAMKA: Wahal Nabi!Cokup untuk engkau Alah dan orang orang yang mengkut engkau dari orang.orang yang beriman.

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ حَرِّضِ الْمُؤْمِنِينَ عَلَى الْقِتَالِ ۚ إِنْ يَكُنْ مِنْكُمْ عِشْرُونَ صَابِرُونَ يَغْلِبُوا مِائَتَيْنِ ۚ وَإِنْ يَكُنْ مِنْكُمْ مِائَةٌ يَغْلِبُوا أَلْفًا مِنَ الَّذِينَ كَفَرُوا بِأَنَّهُمْ قَوْمٌ لَا يَفْقَهُونَ

Kemenag RI 2019: Wahai Nabi (Muhammad), kobarkanlah semangat orang-orang mukmin untuk berperang. Jika ada dua puluh orang yang sabar di antara kamu, niscaya mereka dapat mengalahkan dua ratus (orang musuh); dan jika ada seratus orang (yang sabar) di antara kamu, niscaya mereka dapat mengalahkan seribu orang kafir karena mereka (orang-orang kafir itu) adalah kaum yang tidak memahami. ) ( QS. Al-Anfal : 65)
Quraish Shihab: Wahai Nabi (Muhammad saw.)! Kobarkanlah semangat orang-orang mukmin untuk berperang! Jika ada di antara kamu dua puluh orang sabar, niscaya mereka dapat mengalahkan dua ratus (orang). Dan jika ada di antara kamu seratus (orang), tentu mereka dapat mengalahkan seribu (orang) dari orang-orang kafir, karena mereka kaum yang tidak (mau) memahami.
HAMKA: Wahai Nabi! Kerahkanlah orang-orang yang beriman itu kepada berperang. Jika ada dari antara kamu dua puluh orang yang semuanya sabar, mereka akan mengalahkan dua ratus. Dan jika ada di antara kamu seratus, mereka akan mengalahkan seribu dari orang orang yang kafir itu. Karena mereka itu adalah kaum yang tidak mengerti.

الْآنَ خَفَّفَ اللَّهُ عَنْكُمْ وَعَلِمَ أَنَّ فِيكُمْ ضَعْفًا ۚ فَإِنْ يَكُنْ مِنْكُمْ مِائَةٌ صَابِرَةٌ يَغْلِبُوا مِائَتَيْنِ ۚ وَإِنْ يَكُنْ مِنْكُمْ أَلْفٌ يَغْلِبُوا أَلْفَيْنِ بِإِذْنِ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ مَعَ الصَّابِرِينَ

Kemenag RI 2019: Sekarang (saat turunnya ayat ini) Allah telah meringankan kamu karena Dia mengetahui sesungguhnya ada kelemahan padamu. Jika di antara kamu ada seratus orang yang sabar, niscaya mereka dapat mengalahkan dua ratus (orang musuh) dan jika di antara kamu ada seribu orang (yang sabar), niscaya mereka dapat mengalahkan dua ribu orang dengan seizin Allah. Allah beserta orang-orang yang sabar. ( QS. Al-Anfal : 66)
Quraish Shihab: Sekarang (saat turunnya ayat ini), Allah telah meringankan atas kamu (ketentuan satu banding sepuluh dalam menghadapi musuh). Dia mengetahui bahwa pada kamu ada kelemahan. Maka (mulai sekarang), jika ada di antara kamu seratus orang sabar, niscaya mereka dapat mengalahkan dua ratus (orang); dan jika di antara kamu ada seribu (orang), niscaya mereka dapat mengalahkan dua ribu (orang) dengan izin Allah. Dan Allah bersama orang-orang sabar.
HAMKA: Sekarang Alah telah meringankan daripada kamu dan Dia telah membuktkan bahwa pada kamu ada kelemahan, Maka ika ada daipad?kamu seratus yang sabar, mereka akan menga lahkan dua ratus, Dan jika ada di antara kamu seribu, mereka akan mengalahkan dua ribu dengan izin Allah. Dan Allah adalah beserta orang sabar.

مَا كَانَ لِنَبِيٍّ أَنْ يَكُونَ لَهُ أَسْرَىٰ حَتَّىٰ يُثْخِنَ فِي الْأَرْضِ ۚ تُرِيدُونَ عَرَضَ الدُّنْيَا وَاللَّهُ يُرِيدُ الْآخِرَةَ ۗ وَاللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

Kemenag RI 2019: Tidaklah (sepatutnya) bagi seorang nabi mempunyai tawanan sebelum dia dapat melumpuhkan musuhnya di bumi. Kamu menghendaki harta benda duniawi, sedangkan Allah menghendaki (pahala) akhirat (untukmu). Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. ( QS. Al-Anfal : 67)
Quraish Shihab: Tidak (sepatutnya dan tidak mungkin terjadi) bagi seorang nabi mempunyai tawanan sebelum dia kukuh (dengan mengalahkan musuh dan menetapkan kekuasaannya) di bumi. Kamu (orang-orang yang mengusulkan penerimaan tebusan) menghendaki harta duniawi, sedangkan Allah menghendaki (pahala) akhirat bagi kamu. Dan Allah Maha Perkasa, lagi Maha Bijaksana.
HAMKA:

لَوْلَا كِتَابٌ مِنَ اللَّهِ سَبَقَ لَمَسَّكُمْ فِيمَا أَخَذْتُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ

Kemenag RI 2019: Seandainya tidak ada ketetapan terdahulu dari Allah, ) niscaya kamu ditimpa siksaan yang besar karena (tebusan) yang kamu ambil. ( QS. Al-Anfal : 68)
Quraish Shihab: Jika seandainya tidak ada ketetapan yang telah terdahulu dari Allah (bahwa Dia tidak akan menjatuhkan siksa sebelum terjadi pelanggaran atas ketentuan yang jelas), tentu kamu ditimpa siksa yang sangat besar disebabkan (tebusan) yang telah kamu ambil (itu).
HAMKA:

فَكُلُوا مِمَّا غَنِمْتُمْ حَلَالًا طَيِّبًا ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Kemenag RI 2019: (Jika demikian halnya ketetapan Allah,) makanlah (dan manfaatkanlah) sebagian rampasan perang yang telah kamu peroleh itu sebagai makanan yang halal lagi baik dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. ( QS. Al-Anfal : 69)
Quraish Shihab: Jika demikian halnya ketetapan Allah swt., maka makanlah (dan manfaatkanlah) dari apa (sebagian tebusan) yang telah kamu peroleh dari rampasan perang dalam keadaan halal lagi baik, dan bertakwalah kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun, lagi Maha Pengasih.
HAMKA:

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِمَنْ فِي أَيْدِيكُمْ مِنَ الْأَسْرَىٰ إِنْ يَعْلَمِ اللَّهُ فِي قُلُوبِكُمْ خَيْرًا يُؤْتِكُمْ خَيْرًا مِمَّا أُخِذَ مِنْكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Kemenag RI 2019: Wahai Nabi (Muhammad), katakanlah kepada para tawanan perang yang ada di tanganmu, “Jika Allah mengetahui ada kebaikan di dalam hatimu, niscaya Dia akan menganugerahkan kepada kamu yang lebih baik daripada apa (tebusan) yang telah diambil dari kamu dan Dia akan mengampuni kamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. ( QS. Al-Anfal : 70)
Quraish Shihab: Wahai Nabi (Muhammad saw.)! Katakanlah kepada para tawanan yang ada di tangan-tangan kamu: “Jika Allah mengetahui ada kebaikan dalam hati kamu, pasti Dia akan menganugerahkan kepada kamu yang lebih baik dari apa (tebusan) yang telah diambil dari kamu dan Dia akan mengampuni kamu. Allah Maha Pengampun, lagi Maha Pengasih.”
HAMKA:

وَإِنْ يُرِيدُوا خِيَانَتَكَ فَقَدْ خَانُوا اللَّهَ مِنْ قَبْلُ فَأَمْكَنَ مِنْهُمْ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

Kemenag RI 2019: Akan tetapi, jika mereka (para tawanan itu) hendak mengkhianatimu (Nabi Muhammad), sungguh sebelumnya mereka telah berkhianat kepada Allah. Lalu, Dia menjadikanmu menguasai mereka (pada perang Badar). Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. ( QS. Al-Anfal : 71)
Quraish Shihab: Tetapi, jika mereka (para tawanan itu) bermaksud berkhianat terhadapmu (Nabi Muhammad saw.), maka sungguh mereka telah berkhianat kepada Allah sebelum (pengkhianatan ini), lalu Dia menjadikan(mu) menguasai mereka (pada perang Badar). Dan Allah Maha Mengetahui, lagi Maha Bijaksana.
HAMKA:

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَهَاجَرُوا وَجَاهَدُوا بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَالَّذِينَ آوَوْا وَنَصَرُوا أُولَٰئِكَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ ۚ وَالَّذِينَ آمَنُوا وَلَمْ يُهَاجِرُوا مَا لَكُمْ مِنْ وَلَايَتِهِمْ مِنْ شَيْءٍ حَتَّىٰ يُهَاجِرُوا ۚ وَإِنِ اسْتَنْصَرُوكُمْ فِي الدِّينِ فَعَلَيْكُمُ النَّصْرُ إِلَّا عَلَىٰ قَوْمٍ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَهُمْ مِيثَاقٌ ۗ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya orang-orang yang beriman, berhijrah, dan berjihad dengan harta dan jiwanya pada jalan Allah, serta orang-orang yang memberikan tempat kediaman dan memberi pertolongan (kepada Muhajirin), mereka itu sebagiannya merupakan pelindung ) bagi sebagian yang lain. Orang-orang yang beriman tetapi belum berhijrah, maka tidak ada kewajiban sedikit pun atas kamu untuk melindungi mereka sehingga mereka berhijrah. (Akan tetapi,) jika mereka meminta pertolongan kepadamu dalam (urusan pembelaan) agama (Islam), wajib atas kamu memberikan pertolongan, kecuali dalam menghadapi kaum yang telah terikat perjanjian antara kamu dengan mereka. Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. ( QS. Al-Anfal : 72)
Quraish Shihab: Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad dengan harta dan jiwa mereka di jalan Allah, dan orang-orang yang memberikan tempat kediaman dan pertolongan, sebagian dari mereka adalah penolong atas sebagian yang lain. Dan (terhadap) orang-orang yang beriman, tetapi belum berhijrah, maka tidak ada kewajiban sedikitpun atas kamu melindungi mereka, sebelum mereka berhijrah. (Tetapi), jika mereka meminta pertolongan kepada kamu dalam (urusan pembelaan) agama (Islam), maka wajib atas kamu memberikan pertolongan, kecuali terhadap kaum yang telah ada perjanjian antara kamu dengan mereka. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.
HAMKA:

وَالَّذِينَ كَفَرُوا بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ ۚ إِلَّا تَفْعَلُوهُ تَكُنْ فِتْنَةٌ فِي الْأَرْضِ وَفَسَادٌ كَبِيرٌ

Kemenag RI 2019: Orang-orang yang kufur, sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Jika kamu tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah (untuk saling melindungi), niscaya akan terjadi kekacauan di bumi dan kerusakan yang besar. ( QS. Al-Anfal : 73)
Quraish Shihab: Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka menjadi penolong (bagi) sebagian yang lain. Jika kamu (kaum Muslimin) tidak melaksanakannya (apa yang diperintahkan Allah swt.), tentu akan terjadi kekacauan di bumi dan kerusakan yang besar.
HAMKA:

وَالَّذِينَ آمَنُوا وَهَاجَرُوا وَجَاهَدُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَالَّذِينَ آوَوْا وَنَصَرُوا أُولَٰئِكَ هُمُ الْمُؤْمِنُونَ حَقًّا ۚ لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ

Kemenag RI 2019: Orang-orang yang beriman, berhijrah, dan berjihad di jalan Allah, serta orang-orang yang memberi tempat kediaman dan memberi pertolongan (kepada orang Muhajirin), mereka itulah orang-orang mukmin yang sebenarnya. Bagi mereka ampunan (yang besar) dan rezeki yang mulia. ( QS. Al-Anfal : 74)
Quraish Shihab: Dan orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad pada jalan Allah, dan orang-orang yang memberi tempat kediaman dan memberi pertolongan, mereka itulah orang-orang mukmin yang haq (sempurna, lagi mantap imannya). Mereka memperoleh ampunan dan rezeki yang mulia.
HAMKA:

وَالَّذِينَ آمَنُوا مِنْ بَعْدُ وَهَاجَرُوا وَجَاهَدُوا مَعَكُمْ فَأُولَٰئِكَ مِنْكُمْ ۚ وَأُولُو الْأَرْحَامِ بَعْضُهُمْ أَوْلَىٰ بِبَعْضٍ فِي كِتَابِ اللَّهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

Kemenag RI 2019: Orang-orang yang beriman setelah itu, berhijrah, dan berjihad bersamamu, maka mereka itu termasuk (golongan) kamu. Orang-orang yang mempunyai hubungan kerabat itu sebagiannya lebih berhak bagi sebagian yang lain menurut Kitab Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. ( QS. Al-Anfal : 75)
Quraish Shihab: Dan orang-orang yang beriman sesudah itu (Nabi Muhammad saw. mengumandangkan dakwah Islam), dan berhijrah serta berjihad bersama kamu (kaum Muslim), maka mereka (termasuk) dari (golongan) kamu (juga). Dan orang-orang yang mempunyai hubungan kekerabatan, sebagian dari mereka lebih berhak (memperoleh bantuan atau warisan) atas sebagian yang lain dalam Kitab Allah (al-Qur’an atau Lauh al-Mahfuzh). Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
HAMKA:

8. Al-Anfal

Surat 7 | 75 ayat | Surat 9
123456789101112131415161718192021222324252627282930313233343536373839404142434445464748495051525354555657585960616263646566676869707172737475