.:: Per Jilid + Tafsir Al-Mahfuzh ::.

JILID 11 - JUZ 6-A

Hal. 102

لَا يُحِبُّ اللَّهُ الْجَهْرَ بِالسُّوءِ مِنَ الْقَوْلِ إِلَّا مَنْ ظُلِمَ ۚ وَكَانَ اللَّهُ سَمِيعًا عَلِيمًا

Kemenag RI 2019: Allah tidak menyukai perkataan buruk (yang diucapkan) secara terus terang, kecuali oleh orang yang dizalimi. ) Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS. 4 : 148)
Prof. Quraish Shihab: Allah tidak menyukai perbuatan terang-terangan dengan keburukan menyangkut ucapan, kecuali yang dilakukan dengan sangat terpaksa oleh orang yang dianiaya. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
HAMKA: llah tidak menyukai penyebaran perkataan-perkataan yang buruk, kecuali oleh orang yang telah teraniaya. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

إِنْ تُبْدُوا خَيْرًا أَوْ تُخْفُوهُ أَوْ تَعْفُوا عَنْ سُوءٍ فَإِنَّ اللَّهَ كَانَ عَفُوًّا قَدِيرًا

Kemenag RI 2019: Jika kamu menampakkan atau menyembunyikan suatu kebaikan atau memaafkan suatu kesalahan, sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Kuasa. (QS. 4 : 149)
Prof. Quraish Shihab: Jika kamu menampakkan suatu kebaikan atau menyembunyikannya atau memaafkan suatu kesalahan, maka sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Kuasa.
HAMKA: Jika kamu memperlihatkan kebaikan, menyembunyikannya, atau memaafkan suatu keburukan, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Pemaaf lagi Maha Kuasa.

إِنَّ الَّذِينَ يَكْفُرُونَ بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ وَيُرِيدُونَ أَنْ يُفَرِّقُوا بَيْنَ اللَّهِ وَرُسُلِهِ وَيَقُولُونَ نُؤْمِنُ بِبَعْضٍ وَنَكْفُرُ بِبَعْضٍ وَيُرِيدُونَ أَنْ يَتَّخِذُوا بَيْنَ ذَٰلِكَ سَبِيلًا

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya orang-orang yang kufur kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan bermaksud membeda-bedakan ) antara (keimanan kepada) Allah dan rasul-rasul-Nya dengan mengatakan, “Kami beriman kepada sebagian dan kami mengingkari sebagian (yang lain),” serta bermaksud mengambil jalan tengah antara itu (keimanan atau kekufuran), (QS. 4 : 150)
Prof. Quraish Shihab: Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada Allah dan para rasul-Nya, serta bermaksud memisahkan antara keimanan kepada Allah dan keimanan kepada para rasul-Nya dengan mengatakan, “Kami beriman kepada sebagian, dan kami kafir terhadap sebagian,” serta bermaksud mengambil jalan tengah di antara yang demikian itu,
HAMKA: Sesungguhnya orang-orang yang kufur kepada Allah dan rasul-rasul-Nya, dan mereka hendak memisah-misahkan antara Allah dan rasul-rasul-Nya, seraya berkata, "Kami percaya kepada sebagian, dan kami kufur terhadap sebagian lainnya," serta mereka ingin mengambil jalan tengah di antara (keimanan dan kekufuran) itu.

أُولَٰئِكَ هُمُ الْكَافِرُونَ حَقًّا ۚ وَأَعْتَدْنَا لِلْكَافِرِينَ عَذَابًا مُهِينًا

Kemenag RI 2019: merekalah orang-orang kafir yang sebenarnya. Kami telah menyediakan untuk orang-orang kafir azab yang menghinakan. (QS. 4 : 151)
Prof. Quraish Shihab: mereka itulah orang-orang kafir sebenar-benarnya. Kami telah menyediakan untuk orang-orang kafir azab yang menghinakan.
HAMKA: Itulah orang-orang yang sebenarnya kafir. Dan Kami telah sediakan bagi orang-orang yang kafir itu azab yang menghinakan.

وَالَّذِينَ آمَنُوا بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ وَلَمْ يُفَرِّقُوا بَيْنَ أَحَدٍ مِنْهُمْ أُولَٰئِكَ سَوْفَ يُؤْتِيهِمْ أُجُورَهُمْ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

Kemenag RI 2019: Adapun orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan tidak membeda-bedakan seorang pun di antara mereka (para rasul), kelak Allah akan memberikan pahala kepada mereka. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. 4 : 152)
Prof. Quraish Shihab: Orang-orang yang beriman kepada Allah dan para rasul-Nya serta tidak membeda-bedakan seorang pun di antara mereka, kelak Allah akan memberikan kepada mereka pahala mereka. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Pengasih.
HAMKA: Adapun orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-rasul-Nya, serta tidak memisah-misahkan di antara seorang pun dari mereka, akan diberikan kepada mereka ganjaran mereka. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

يَسْأَلُكَ أَهْلُ الْكِتَابِ أَنْ تُنَزِّلَ عَلَيْهِمْ كِتَابًا مِنَ السَّمَاءِ ۚ فَقَدْ سَأَلُوا مُوسَىٰ أَكْبَرَ مِنْ ذَٰلِكَ فَقَالُوا أَرِنَا اللَّهَ جَهْرَةً فَأَخَذَتْهُمُ الصَّاعِقَةُ بِظُلْمِهِمْ ۚ ثُمَّ اتَّخَذُوا الْعِجْلَ مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَتْهُمُ الْبَيِّنَاتُ فَعَفَوْنَا عَنْ ذَٰلِكَ ۚ وَآتَيْنَا مُوسَىٰ سُلْطَانًا مُبِينًا

Kemenag RI 2019: Ahlulkitab ) meminta kepadamu (Nabi Muhammad) agar engkau menurunkan sebuah kitab dari langit kepada mereka. Sungguh, mereka telah meminta kepada Musa yang lebih besar daripada itu. Mereka berkata, “Perlihatkanlah Allah kepada kami secara nyata.” Maka, petir menyambar mereka karena kezalimannya. Kemudian, mereka menjadikan anak sapi ) (sebagai sembahan), (padahal) telah datang kepada mereka bukti-bukti (ketauhidan) yang nyata, lalu Kami memaafkan yang demikian itu. Kami telah menganugerahkan kepada Musa kekuasaan yang nyata. (QS. 4 : 153)
Prof. Quraish Shihab: Ahl al-Kitab (orang-orang Yahudi) meminta kepadamu (Nabi Muhammad ?) supaya engkau menurunkan kepada mereka sebuah kitab dari langit. Maka sungguh, mereka telah meminta kepada Musa yang lebih besar dari itu. Mereka berkata, “Perlihatkanlah Allah kepada kami dengan nyata.” Karena itu, mereka disambar petir disebabkan kezaliman mereka. Kemudian mereka menyembah patung anak sapi setelah datang kepada mereka bukti-bukti yang nyata. Namun, Kami maafkan mereka atas hal itu, dan telah Kami anugerahkan kepada Musa kekuasaan yang nyata.
HAMKA: Ahlul Kitab meminta kepadamu (wahai Muhammad) agar diturunkan kepada mereka sebuah kitab dari langit. Padahal mereka telah meminta kepada Musa sesuatu yang lebih besar dari itu, lalu mereka berkata, "Perlihatkanlah kepada kami Allah secara terang-terangan." Maka mereka disambar petir karena kezaliman mereka. Kemudian mereka menyembah anak sapi setelah datang kepada mereka keterangan-keterangan yang jelas. Namun Kami maafkan mereka atas hal itu, dan Kami berikan kepada Musa kekuasaan yang nyata.

وَرَفَعْنَا فَوْقَهُمُ الطُّورَ بِمِيثَاقِهِمْ وَقُلْنَا لَهُمُ ادْخُلُوا الْبَابَ سُجَّدًا وَقُلْنَا لَهُمْ لَا تَعْدُوا فِي السَّبْتِ وَأَخَذْنَا مِنْهُمْ مِيثَاقًا غَلِيظًا

Kemenag RI 2019: Kami pun telah mengangkat gunung (Sinai) di atas mereka untuk (menguatkan) perjanjian mereka. ) Kami perintahkan kepada mereka, “Masukilah pintu gerbang (Baitulmaqdis) itu sambil bersujud”. Kami perintahkan pula kepada mereka, “Janganlah melanggar (peraturan) pada hari Sabat.” Kami telah mengambil dari mereka perjanjian yang kukuh. (QS. 4 : 154)
Prof. Quraish Shihab: Kami telah mengangkat gunung Thur di atas mereka untuk mengikat perjanjian mereka. Kami perintahkan kepada mereka, “Masukilah pintu gerbang itu sambil bersujud!” Dan Kami perintahkan pula kepada mereka, “Janganlah kamu melanggar perintah pada hari Sabtu.” Kami telah mengambil dari mereka perjanjian yang kukuh.
HAMKA: Dan Kami angkatkan gunung ke atas mereka untuk mengambil janji mereka, dan Kami katakan kepada mereka, "Masuklah ke dalam pintu itu dalam keadaan sujud!" Dan Kami juga katakan kepada mereka, "Janganlah kalian melanggar aturan pada hari Sabtu." Dan Kami telah mengambil dari mereka janji yang kukuh.
Hal. 103

فَبِمَا نَقْضِهِمْ مِيثَاقَهُمْ وَكُفْرِهِمْ بِآيَاتِ اللَّهِ وَقَتْلِهِمُ الْأَنْبِيَاءَ بِغَيْرِ حَقٍّ وَقَوْلِهِمْ قُلُوبُنَا غُلْفٌ ۚ بَلْ طَبَعَ اللَّهُ عَلَيْهَا بِكُفْرِهِمْ فَلَا يُؤْمِنُونَ إِلَّا قَلِيلًا

Kemenag RI 2019: Maka, (Kami hukum mereka) ) karena mereka melanggar perjanjian itu, kafir terhadap keterangan-keterangan Allah, membunuh nabi-nabi tanpa hak (alasan yang benar), dan mengatakan, “Hati kami tertutup.” Sebenarnya Allah telah mengunci hati mereka karena kekufurannya. Maka, mereka tidak beriman kecuali hanya sebagian kecil (dari mereka). (QS. 4 : 155)
Prof. Quraish Shihab: Maka, Kami hukum mereka disebabkan pelanggaran mereka terhadap perjanjian mereka, dan karena kekafiran mereka terhadap ayat-ayat Allah serta pembunuhan mereka terhadap para nabi yang tidak dibenarkan. Mereka juga berkata, “Hati kami tertutup.” Bahkan, Allah telah mengunci hati mereka karena kekafiran mereka. Karena itu, mereka tidak beriman kecuali sebagian kecil dari mereka.
HAMKA: Maka Kami kutuk mereka karena mereka memungkiri janji mereka, kufur terhadap ayat-ayat Allah, membunuh nabi-nabi tanpa alasan yang benar, serta karena mereka berkata, "Hati kami tertutup." Bahkan Allah telah mencap hati mereka karena kekufuran mereka, sehingga mereka tidak beriman kecuali sedikit.

وَبِكُفْرِهِمْ وَقَوْلِهِمْ عَلَىٰ مَرْيَمَ بُهْتَانًا عَظِيمًا

Kemenag RI 2019: (Kami juga menghukum mereka) karena kekufuran mereka dan tuduhan mereka terhadap Maryam dengan tuduhan palsu lagi sangat keji. (QS. 4 : 156)
Prof. Quraish Shihab: Dan Kami hukum pula mereka karena kekafiran mereka dan tuduhan mereka terhadap Maryam dengan kedustaan yang sangat besar.
HAMKA: Dan juga karena kekufuran mereka, serta ucapan mereka terhadap Maryam dengan tuduhan dusta yang besar.

وَقَوْلِهِمْ إِنَّا قَتَلْنَا الْمَسِيحَ عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ رَسُولَ اللَّهِ وَمَا قَتَلُوهُ وَمَا صَلَبُوهُ وَلَٰكِنْ شُبِّهَ لَهُمْ ۚ وَإِنَّ الَّذِينَ اخْتَلَفُوا فِيهِ لَفِي شَكٍّ مِنْهُ ۚ مَا لَهُمْ بِهِ مِنْ عِلْمٍ إِلَّا اتِّبَاعَ الظَّنِّ ۚ وَمَا قَتَلُوهُ يَقِينًا

Kemenag RI 2019: (Kami menghukum pula mereka) karena ucapan mereka, “Sesungguhnya kami telah membunuh Almasih, Isa putra Maryam, Rasul Allah,” ) padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh adalah) orang yang menurut mereka menyerupai (Isa). Sesungguhnya mereka yang berselisih pendapat tentangnya (pembunuhan Isa), selalu dalam keragu-raguan terhadapnya. Mereka benar-benar tidak mengetahui (siapa sebenarnya yang dibunuh itu), kecuali mengikuti persangkaan belaka. (Jadi,) mereka tidak yakin telah membunuhnya. (QS. 4 : 157)
Prof. Quraish Shihab: Dan karena ucapan mereka, “Sesungguhnya kami telah membunuh al-Masih, ‘Isa putra Maryam, rasul Allah,” padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak pula menyalibnya. Tetapi (yang mereka bunuh adalah) seseorang yang diserupakan bagi mereka. Sesungguhnya, orang-orang yang berselisih paham tentang itu benar-benar dalam keragu-raguan. Mereka tidak memiliki sedikit pun pengetahuan tentang hal itu selain mengikuti persangkaan belaka. Dan mereka tidak membunuhnya dengan yakin.
HAMKA: Dan karena perkataan mereka, "Sesungguhnya kami telah membunuh Al-Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah." Padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak pula menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh) diserupakan bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih tentang hal itu berada dalam keraguan. Mereka tidak memiliki pengetahuan tentangnya, kecuali mengikuti sangkaan belaka. Dan mereka tidak membunuhnya secara pasti.

بَلْ رَفَعَهُ اللَّهُ إِلَيْهِ ۚ وَكَانَ اللَّهُ عَزِيزًا حَكِيمًا

Kemenag RI 2019: Akan tetapi, Allah telah mengangkatnya (Isa) ke hadirat-Nya. ) Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. 4 : 158)
Prof. Quraish Shihab: Tetapi Allah telah mengangkatnya (‘Isa as.) kepada-Nya. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
HAMKA: Bahkan Allah telah mengangkatnya kepada-Nya. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

وَإِنْ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ إِلَّا لَيُؤْمِنَنَّ بِهِ قَبْلَ مَوْتِهِ ۖ وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ يَكُونُ عَلَيْهِمْ شَهِيدًا

Kemenag RI 2019: Tidak ada seorang pun di antara Ahlulkitab, kecuali beriman kepadanya (Isa) menjelang kematiannya. ) Pada hari Kiamat dia (Isa) akan menjadi saksi mereka. (QS. 4 : 159)
Prof. Quraish Shihab: Tidak ada seorang pun dari Ahl al-Kitab melainkan akan beriman kepadanya (‘Isa as.) sebelum kematiannya. Dan pada Hari Kiamat, dia akan menjadi saksi terhadap mereka.
HAMKA: Dan tidak seorang pun dari Ahlul Kitab melainkan pasti akan beriman kepadanya sebelum kematiannya. Dan pada hari Kiamat, Isa akan menjadi saksi atas mereka.

فَبِظُلْمٍ مِنَ الَّذِينَ هَادُوا حَرَّمْنَا عَلَيْهِمْ طَيِّبَاتٍ أُحِلَّتْ لَهُمْ وَبِصَدِّهِمْ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ كَثِيرًا

Kemenag RI 2019: Karena kezaliman orang-orang Yahudi, Kami mengharamkan atas mereka (makanan-makanan) yang baik yang (dahulu) pernah dihalalkan bagi mereka; juga karena mereka sering menghalangi (orang lain) dari jalan Allah, (QS. 4 : 160)
Prof. Quraish Shihab: Maka, disebabkan kezaliman orang-orang Yahudi, Kami mengharamkan atas mereka makanan yang baik-baik yang sebelumnya dihalalkan bagi mereka, dan karena mereka banyak menghalangi orang lain dari jalan Allah.
HAMKA: Maka karena kezaliman orang-orang Yahudi, Kami haramkan atas mereka beberapa hal yang baik yang sebelumnya dihalalkan bagi mereka, dan karena mereka menghalangi (manusia) dari jalan Allah dengan sangat.

وَأَخْذِهِمُ الرِّبَا وَقَدْ نُهُوا عَنْهُ وَأَكْلِهِمْ أَمْوَالَ النَّاسِ بِالْبَاطِلِ ۚ وَأَعْتَدْنَا لِلْكَافِرِينَ مِنْهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا

Kemenag RI 2019: melakukan riba, padahal sungguh mereka telah dilarang darinya; dan memakan harta orang dengan cara tidak sah (batil). Kami sediakan untuk orang-orang kafir di antara mereka azab yang sangat pedih. (QS. 4 : 161)
Prof. Quraish Shihab: Dan karena mereka memakan riba, padahal mereka telah dilarang darinya, serta memakan harta orang lain dengan cara yang batil. Kami telah menyediakan bagi orang-orang kafir di antara mereka azab yang pedih.
HAMKA: Dan karena mereka memakan riba, padahal mereka telah dilarang daripadanya, serta karena mereka memakan harta manusia dengan cara yang salah. Dan Kami telah menyediakan bagi orang-orang kafir di antara mereka azab yang pedih.

لَٰكِنِ الرَّاسِخُونَ فِي الْعِلْمِ مِنْهُمْ وَالْمُؤْمِنُونَ يُؤْمِنُونَ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ ۚ وَالْمُقِيمِينَ الصَّلَاةَ ۚ وَالْمُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَالْمُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ أُولَٰئِكَ سَنُؤْتِيهِمْ أَجْرًا عَظِيمًا

Kemenag RI 2019: Akan tetapi, orang-orang yang ilmunya mendalam di antara mereka dan orang-orang mukmin beriman pada (Al-Qur’an) yang diturunkan kepadamu (Nabi Muhammad) dan pada (kitab-kitab) yang diturunkan sebelummu. (Begitu pula) mereka yang melaksanakan salat, yang menunaikan zakat, dan yang beriman kepada Allah serta hari Akhir. Kepada mereka akan Kami berikan pahala yang besar. (QS. 4 : 162)
Prof. Quraish Shihab: Tetapi orang-orang yang mantap dalam ilmu di antara mereka, dan orang-orang yang beriman, mereka percaya kepada apa yang telah diturunkan kepadamu (Nabi Muhammad ) dan apa yang telah diturunkan sebelum kamu (Taurat, Injil, dan Zabur). Mereka juga melaksanakan shalat, menunaikan zakat, dan beriman kepada Allah serta Hari Akhir. Mereka itulah yang akan Kami anugerahi pahala yang sangat besar.
HAMKA: Tetapi orang-orang yang mendalam ilmunya di antara mereka, dan orang-orang yang beriman, mereka beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu (wahai Muhammad) dan kepada apa yang telah diturunkan sebelumnya. Terlebih lagi orang-orang yang mendirikan salat, mengeluarkan zakat, dan beriman kepada Allah dan Hari Akhir. Mereka itulah yang akan Kami berikan ganjaran yang besar.
Hal. 104

إِنَّا أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ كَمَا أَوْحَيْنَا إِلَىٰ نُوحٍ وَالنَّبِيِّينَ مِنْ بَعْدِهِ ۚ وَأَوْحَيْنَا إِلَىٰ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ وَالْأَسْبَاطِ وَعِيسَىٰ وَأَيُّوبَ وَيُونُسَ وَهَارُونَ وَسُلَيْمَانَ ۚ وَآتَيْنَا دَاوُودَ زَبُورًا

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya Kami telah mewahyukan kepadamu (Nabi Muhammad) sebagaimana Kami telah mewahyukan kepada Nuh dan nabi-nabi setelahnya. Kami telah mewahyukan pula kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya‘qub dan keturunan(-nya), Isa, Ayyub, Yunus, Harun, dan Sulaiman. Kami telah memberikan (Kitab) Zabur kepada Daud. (QS. 4 : 163)
Prof. Quraish Shihab: Sesungguhnya Kami telah mewahyukan kepadamu (Nabi Muhammad saw.) sebagaimana Kami telah mewahyukan kepada Nuh dan para nabi yang sesudahnya. Kami telah mewahyukan kepada Ibrahim, Isma’il, Ishaq, Ya’qub, dan anak cucu mereka, serta kepada ‘Isa, Ayyub, Yunus, Harun, dan Sulaiman. Dan Kami telah menganugerahkan kepada Daud (Kitab) Zabur.
HAMKA: Sesungguhnya telah Kami wahyukan kepada engkau sebagaimana yang telah Kami wahyukan kepada Nuh dan nabi-nabi setelahnya. Dan telah Kami wahyukan kepada Ibrahim, Isma’il, Ishaq, Ya’qub, anak cucu mereka, Isa, Ayub, Yunus, Harun, dan Sulaiman. Dan telah Kami berikan kepada Dawud kitab Zabur.

وَرُسُلًا قَدْ قَصَصْنَاهُمْ عَلَيْكَ مِنْ قَبْلُ وَرُسُلًا لَمْ نَقْصُصْهُمْ عَلَيْكَ ۚ وَكَلَّمَ اللَّهُ مُوسَىٰ تَكْلِيمًا

Kemenag RI 2019: Ada beberapa rasul yang telah Kami ceritakan (kisah) tentang mereka kepadamu sebelumnya dan ada (pula) beberapa rasul (lain) yang tidak Kami ceritakan (kisah) tentang mereka kepadamu. Allah telah benar-benar berbicara kepada Musa (secara langsung). ) (QS. 4 : 164)
Prof. Quraish Shihab: (Kami telah mengutus) para rasul lainnya, sebagian dari mereka telah Kami kisahkan kepadamu sebelumnya, dan sebagian lagi tidak Kami kisahkan kepadamu. Dan Allah telah berbicara kepada Musa secara langsung.
HAMKA: Dan kepada beberapa rasul yang sungguh telah Kami kisahkan kepadamu sebelumnya, serta beberapa rasul lain yang tidak Kami kisahkan kepada engkau. Dan Allah telah berbicara kepada Musa dengan benar-benar berbicara.

رُسُلًا مُبَشِّرِينَ وَمُنْذِرِينَ لِئَلَّا يَكُونَ لِلنَّاسِ عَلَى اللَّهِ حُجَّةٌ بَعْدَ الرُّسُلِ ۚ وَكَانَ اللَّهُ عَزِيزًا حَكِيمًا

Kemenag RI 2019: (Kami mengutus) rasul-rasul sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan agar tidak ada alasan bagi manusia untuk membantah Allah setelah rasul-rasul itu (diutus). Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. 4 : 165)
Prof. Quraish Shihab: (Kami mengutus mereka sebagai) para rasul pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan, supaya tidak ada alasan bagi manusia untuk membantah Allah setelah datangnya para rasul itu. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
HAMKA: Para rasul itu diutus dengan membawa berita gembira dan peringatan, agar tidak ada alasan bagi manusia untuk membantah Allah setelah diutusnya para rasul itu. Dan Allah adalah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.

لَٰكِنِ اللَّهُ يَشْهَدُ بِمَا أَنْزَلَ إِلَيْكَ ۖ أَنْزَلَهُ بِعِلْمِهِ ۖ وَالْمَلَائِكَةُ يَشْهَدُونَ ۚ وَكَفَىٰ بِاللَّهِ شَهِيدًا

Kemenag RI 2019: Akan tetapi, Allah bersaksi atas apa (Al-Qur’an) yang telah diturunkan-Nya kepadamu (Nabi Muhammad). Dia menurunkannya dengan ilmu-Nya. (Demikian pula) para malaikat pun bersaksi. Cukuplah Allah menjadi saksi. (QS. 4 : 166)
Prof. Quraish Shihab: Tetapi ketahuilah, Allah menyaksikan apa yang diturunkan kepadamu (Nabi Muhammad ?). Dia menurunkannya (Al-Qur'an) dengan ilmu-Nya; dan para malaikat pun menyaksikan. Cukuplah Allah menjadi saksi.
HAMKA: Tetapi Allah menjadi saksi bahwa apa yang telah Dia turunkan kepadamu itu, benar-benar diturunkan-Nya dengan ilmu-Nya, dan para malaikat pun menjadi saksi. Dan cukuplah Allah sebagai saksi.

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا وَصَدُّوا عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ قَدْ ضَلُّوا ضَلَالًا بَعِيدًا

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya orang-orang yang kufur dan menghalang-halangi (orang lain) dari jalan Allah, benar-benar telah tersesat jauh. (QS. 4 : 167)
Prof. Quraish Shihab: Sesungguhnya orang-orang kafir dan menghalang-halangi orang lain dari jalan Allah, mereka sungguh telah tersesat dalam kesesatan yang jauh.
HAMKA: Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan berpaling dari jalan Allah, mereka benar-benar telah sesat, sesat yang sangat jauh.

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا وَظَلَمُوا لَمْ يَكُنِ اللَّهُ لِيَغْفِرَ لَهُمْ وَلَا لِيَهْدِيَهُمْ طَرِيقًا

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya orang-orang yang kufur dan melakukan kezaliman, Allah tidak akan mengampuni mereka dan tidak akan menunjukkan kepada mereka jalan apa pun, (QS. 4 : 168)
Prof. Quraish Shihab: Sesungguhnya orang-orang kafir (yang mengingkari kebenaran) dan berbuat zalim (dengan menyekutukan Allah Yang Maha Esa), sekali-kali Allah tidak akan mengampuni mereka dan tidak akan menunjukkan mereka ke jalan (kebenaran).
HAMKA: Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan menganiaya diri mereka, Allah tidak akan mengampuni mereka dan tidak akan menunjukkan mereka suatu jalan pun.

إِلَّا طَرِيقَ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ۚ وَكَانَ ذَٰلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرًا

Kemenag RI 2019: kecuali jalan ke (neraka) Jahanam. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Hal itu bagi Allah (sangat) mudah. (QS. 4 : 169)
Prof. Quraish Shihab: Kecuali ke jalan menuju (neraka) Jahannam; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Dan yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.
HAMKA: Kecuali jalan ke Jahannam, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Dan hal tersebut adalah mudah bagi Allah.

يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَكُمُ الرَّسُولُ بِالْحَقِّ مِنْ رَبِّكُمْ فَآمِنُوا خَيْرًا لَكُمْ ۚ وَإِنْ تَكْفُرُوا فَإِنَّ لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا

Kemenag RI 2019: Wahai manusia, sungguh telah datang Rasul (Nabi Muhammad) kepadamu dengan (membawa) kebenaran dari Tuhanmu. Maka, berimanlah (kepadanya). Itu lebih baik bagimu. Jika kamu kufur, (itu tidak merugikan Allah sedikit pun) karena sesungguhnya milik Allahlah apa yang di langit dan di bumi. Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (QS. 4 : 170)
Prof. Quraish Shihab: Wahai seluruh manusia! Sungguh, telah datang kepada kalian seorang Rasul (Nabi Muhammad saw.) dengan haq (benar dan membawa kebenaran) dari Tuhanmu. Maka berimanlah, itu lebih baik bagi kalian. Jika kalian kafir, sesungguhnya segala yang ada di langit dan bumi adalah milik Allah. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
HAMKA: Wahai sekalian manusia! Sesungguhnya telah datang kepada kamu rasul dengan membawa kebenaran dari Tuhanmu, maka percayalah kepadanya! Itulah yang terbaik bagi kamu. Namun jika kamu tidak mau beriman, maka sesungguhnya milik Allah-lah apa yang ada di langit dan di bumi. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
Hal. 105

يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لَا تَغْلُوا فِي دِينِكُمْ وَلَا تَقُولُوا عَلَى اللَّهِ إِلَّا الْحَقَّ ۚ إِنَّمَا الْمَسِيحُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ رَسُولُ اللَّهِ وَكَلِمَتُهُ أَلْقَاهَا إِلَىٰ مَرْيَمَ وَرُوحٌ مِنْهُ ۖ فَآمِنُوا بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ ۖ وَلَا تَقُولُوا ثَلَاثَةٌ ۚ انْتَهُوا خَيْرًا لَكُمْ ۚ إِنَّمَا اللَّهُ إِلَٰهٌ وَاحِدٌ ۖ سُبْحَانَهُ أَنْ يَكُونَ لَهُ وَلَدٌ ۘ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ وَكَفَىٰ بِاللَّهِ وَكِيلًا

Kemenag RI 2019: Wahai Ahlulkitab, janganlah kamu berlebih-lebihan dalam (menjalankan) agamamu ) dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah, kecuali yang benar. Sesungguhnya Almasih, Isa putra Maryam, hanyalah utusan Allah dan (makhluk yang diciptakan dengan) kalimat-Nya ) yang Dia sampaikan kepada Maryam dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. ) Maka, berimanlah kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan, “(Tuhan itu) tiga.” Berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya hanya Allahlah Tuhan Yang Maha Esa. Maha Suci Dia dari (anggapan) mempunyai anak. Milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Cukuplah Allah sebagai pelindung. (QS. 4 : 171)
Prof. Quraish Shihab: Wahai Ahlul Kitab! Janganlah kamu berlebih-lebihan dalam melaksanakan agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al-Masih, ‘Isa putra Maryam itu adalah utusan Allah yang diciptakan dengan kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan dengan tiupan ruh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan para rasul-Nya. Janganlah kamu mengatakan, “(Tuhan itu) tiga.” Berhentilah dari ucapan dan kepercayaan itu! Itu lebih baik bagi kamu. Sesungguhnya Allah adalah Tuhan Yang Maha Esa. Mahasuci Allah dari memiliki anak. Segala yang ada di langit dan di bumi adalah milik-Nya. Cukuplah Allah sebagai Wakil (Pemelihara dan Pelindung).
HAMKA: Wahai Ahlul Kitab! Janganlah kamu berlebih-lebihan dalam agama kamu, dan janganlah kamu berkata atas nama Allah kecuali yang sebenarnya. Sesungguhnya al-Masih Isa anak Maryam itu tidak lain hanyalah Rasulullah dan kalimat-Nya yang Dia letakkan kepada Maryam, serta Ruh yang datang dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya, dan janganlah kamu katakan: "Tiga!" Berhentilah! Itulah yang sebaik-baiknya bagi kamu, karena sesungguhnya Allah itu, tidak lain, melainkan Tuhan yang Tunggal. Amat sucilah Dia, bahwa Dia tidak memiliki anak. Kepunyaan-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi, dan cukuplah dengan Allah sebagai Pelindung.

لَنْ يَسْتَنْكِفَ الْمَسِيحُ أَنْ يَكُونَ عَبْدًا لِلَّهِ وَلَا الْمَلَائِكَةُ الْمُقَرَّبُونَ ۚ وَمَنْ يَسْتَنْكِفْ عَنْ عِبَادَتِهِ وَيَسْتَكْبِرْ فَسَيَحْشُرُهُمْ إِلَيْهِ جَمِيعًا

Kemenag RI 2019: Almasih tidak akan pernah enggan menjadi hamba Allah dan begitu pula para malaikat yang dekat (kepada Allah). Siapa yang enggan menyembah-Nya dan menyombongkan diri, maka Allah akan mengumpulkan mereka semua kepada-Nya. (QS. 4 : 172)
Prof. Quraish Shihab: Al-Masih (Nabi ‘Isa a.s.) sama sekali tidak enggan menjadi hamba Allah, begitu pula para malaikat yang terdekat. Barang siapa enggan menyembah-Nya dan menyombongkan diri, kelak Allah akan mengumpulkan mereka semua kepada-Nya.
HAMKA: Sekali-kali tidaklah merasa malu al-Masih itu bahwa dia menjadi hamba dari Allah, dan tidak pula malaikat-malaikat yang telah dihampirkan (oleh Allah) Dan barangsiapa yang merasa malu daripada beribadah kepada-Nya, lagi menyombong, maka Dia akan mengumpulkan mereka kepada-Nya, sekaliannya.

فَأَمَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ فَيُوَفِّيهِمْ أُجُورَهُمْ وَيَزِيدُهُمْ مِنْ فَضْلِهِ ۖ وَأَمَّا الَّذِينَ اسْتَنْكَفُوا وَاسْتَكْبَرُوا فَيُعَذِّبُهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا وَلَا يَجِدُونَ لَهُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ وَلِيًّا وَلَا نَصِيرًا

Kemenag RI 2019: Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, Allah akan menyempurnakan pahala bagi mereka dan menambah sebagian dari karunia-Nya. Sementara itu, orang-orang yang enggan (menyembah Allah) dan menyombongkan diri, maka Allah akan mengazab mereka dengan azab yang pedih. Mereka pun tidak akan mendapatkan pelindung dan penolong selain Allah. (QS. 4 : 173)
Prof. Quraish Shihab: Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal- amal saleh, maka (Allah swt.) akan menyempurnakan pahala mereka dan akan menambah untuk mereka sebagian karunia-Nya. Adapun orang- orang yang enggan (menjadi hamba Allah swt. dengan mengabaikan tuntunan-Nya) dan menyombongkan diri, maka Dia akan menyiksa mereka dengan azab yang pedih, dan mereka tidak akan ada bagi mereka pelindung dan tidak (pula) penolong selain Allah.
HAMKA: Adapun orang-orang yang beriman dan beramal saleh, maka Dia akan menyempurnakan ganjaran-ganjaran mereka dan akan menambah pula untuk mereka dari karunia-Nya. Adapun orang yang merasa malu dan bersombong diri, maka Dia akan mengadzab mereka dengan adzab yang pedih. Dan tidaklah mereka akan mendapatkan pelindung selain Allah, dan tidak pula seorang penolong pun.

يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَكُمْ بُرْهَانٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكُمْ نُورًا مُبِينًا

Kemenag RI 2019: Wahai manusia, sesungguhnya telah sampai kepadamu bukti kebenaran (Nabi Muhammad dengan mukjizatnya) dari Tuhanmu dan telah Kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang (Al-Qur’an). (QS. 4 : 174)
Prof. Quraish Shihab: Wahai manusia! Sungguh, telah datang kepada kamu bukti kebenaran (kenabian Muhammad saw.) dari Tuhan Pemeliharamu, dan Kami telah menurunkan kepada kamu cahaya terang benderang (Al-Qur’an).
HAMKA: Wahai sekalian manusia! Sesungguhnya telah datang kepada kamu keterangan dari Tuhan kamu. Dan telah Kami turunkan kepada kamu cahaya yang nyata.

فَأَمَّا الَّذِينَ آمَنُوا بِاللَّهِ وَاعْتَصَمُوا بِهِ فَسَيُدْخِلُهُمْ فِي رَحْمَةٍ مِنْهُ وَفَضْلٍ وَيَهْدِيهِمْ إِلَيْهِ صِرَاطًا مُسْتَقِيمًا

Kemenag RI 2019: Adapun orang-orang yang beriman kepada Allah dan berpegang teguh pada (agama)-Nya, maka Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmat dan karunia dari-Nya (surga) serta menunjukkan mereka jalan yang lurus kepada-Nya. (QS. 4 : 175)
Prof. Quraish Shihab: Adapun orang-orang yang beriman kepada Allah dan berpegang pada tuntunan agama-Nya, pasti Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmat-Nya, menganugerahkan limpahan karunia-Nya, dan menunjukkan mereka jalan lebar yang lurus menuju kepada-Nya.
HAMKA: Adapun orang-orang yang beriman kepada Allah dan berpegang teguh kepada-Nya, maka akan dimasukkan-Nya mereka ke dalam rahmat dari-Nya dan kemurahan. Dan akan Dia beri petunjuk kepada mereka ke jalan yang lurus.
Hal. 106

يَسْتَفْتُونَكَ قُلِ اللَّهُ يُفْتِيكُمْ فِي الْكَلَالَةِ ۚ إِنِ امْرُؤٌ هَلَكَ لَيْسَ لَهُ وَلَدٌ وَلَهُ أُخْتٌ فَلَهَا نِصْفُ مَا تَرَكَ ۚ وَهُوَ يَرِثُهَا إِنْ لَمْ يَكُنْ لَهَا وَلَدٌ ۚ فَإِنْ كَانَتَا اثْنَتَيْنِ فَلَهُمَا الثُّلُثَانِ مِمَّا تَرَكَ ۚ وَإِنْ كَانُوا إِخْوَةً رِجَالًا وَنِسَاءً فَلِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ الْأُنْثَيَيْنِ ۗ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ أَنْ تَضِلُّوا ۗ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

Kemenag RI 2019: Mereka meminta fatwa kepadamu (tentang kal?lah). ) Katakanlah, “Allah memberi fatwa kepadamu tentang kal?lah, (yaitu) jika seseorang meninggal dan dia tidak mempunyai anak, tetapi mempunyai seorang saudara perempuan, bagiannya (saudara perempuannya itu) seperdua dari harta yang ditinggalkannya. Adapun saudara laki-lakinya mewarisi (seluruh harta saudara perempuan) jika dia tidak mempunyai anak. Akan tetapi, jika saudara perempuan itu dua orang, bagi keduanya dua pertiga dari harta yang ditinggalkan. Jika mereka (ahli waris itu terdiri atas) beberapa saudara laki-laki dan perempuan, bagian seorang saudara laki-laki sama dengan bagian dua orang saudara perempuan. Allah menerangkan (hukum ini) kepadamu agar kamu tidak tersesat. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS. 4 : 176)
Prof. Quraish Shihab: Mereka meminta fatwa kepadamu (Nabi Muhammad SAW). Katakanlah: "Allah memberi fatwa kepada kamu tentang kalalah (seseorang yang meninggal dunia tanpa memiliki anak dan ayah): jika seseorang meninggal dunia dan ia tidak memiliki anak, tetapi memiliki seorang saudara perempuan, maka saudara perempuan itu memperoleh setengah dari harta yang ditinggalkannya; dan jika yang meninggal adalah saudara perempuannya dan ia memiliki saudara laki-laki, maka saudara laki-laki itu mewarisi seluruh hartanya (dengan ketentuan bahwa saudara perempuan yang meninggal itu tidak memiliki anak). Jika saudara perempuan itu ada dua orang, maka keduanya memperoleh dua pertiga dari harta yang ditinggalkan. Dan jika ada saudara-saudara laki-laki dan perempuan, maka bagian seorang saudara laki-laki adalah sebesar dua bagian saudara perempuan. Allah menjelaskan kepada kamu supaya kamu tidak sesat. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu."
HAMKA: Mereka meminta fatwa kepadamu! Katakanlah, "Allah akan memberi fatwa kepada kamu tentang kalalah. Jika seseorang meninggal dan tidak ada anak, namun memiliki seorang saudara perempuan, maka untuknya separuh dari apa yang ditinggalkan. Dan jika saudara perempuan itu tidak memiliki anak, maka dia (saudara perempuan) yang akan mewarisinya. Jika ada dua saudara perempuan, maka keduanya berhak mendapatkan dua pertiga dari harta yang ditinggalkan. Dan jika terdapat saudara laki-laki dan perempuan, maka bagi laki-laki bagian yang setara dengan dua bagian perempuan. Allah menjelaskan hal ini agar kamu tidak tersesat. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu."

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَوْفُوا بِالْعُقُودِ ۚ أُحِلَّتْ لَكُمْ بَهِيمَةُ الْأَنْعَامِ إِلَّا مَا يُتْلَىٰ عَلَيْكُمْ غَيْرَ مُحِلِّي الصَّيْدِ وَأَنْتُمْ حُرُمٌ ۗ إِنَّ اللَّهَ يَحْكُمُ مَا يُرِيدُ

Kemenag RI 2019: Wahai orang-orang yang beriman, penuhilah janji-janji! ) Dihalalkan bagimu hewan ternak, kecuali yang akan disebutkan kepadamu (keharamannya) dengan tidak menghalalkan berburu ketika kamu sedang berihram (haji atau umrah). Sesungguhnya Allah menetapkan hukum sesuai dengan yang Dia kehendaki. (QS. 5 : 1)
Prof. Quraish Shihab: Hai orang-orang yang beriman! Penuhilah akad-akad. Dihalalkan bagi kamu binatang ternak, kecuali apa yang akan dibacakan (disampaikan) kepada kamu, dengan tidak menghalalkan berburu ketika kamu sedang dalam keadaan berihram. Sesungguhnya Allah menetapkan hukum menurut yang Dia kehendaki.
HAMKA: Wahai orang-orang yang beriman! Sempurnakanlah perjanjian-perjanjian (yang telah kamu buat)! Dihalalkan bagi kamu binatang ternak, kecuali yang akan disebutkan nanti, dalam keadaan tidak menghalalkan buruan saat kamu berihram. Sesungguhnya Allah memutuskan apa yang Dia kehendaki.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُحِلُّوا شَعَائِرَ اللَّهِ وَلَا الشَّهْرَ الْحَرَامَ وَلَا الْهَدْيَ وَلَا الْقَلَائِدَ وَلَا آمِّينَ الْبَيْتَ الْحَرَامَ يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِنْ رَبِّهِمْ وَرِضْوَانًا ۚ وَإِذَا حَلَلْتُمْ فَاصْطَادُوا ۚ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ أَنْ صَدُّوكُمْ عَنِ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ أَنْ تَعْتَدُوا ۘ وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

Kemenag RI 2019: Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syiar-syiar (kesucian) Allah, ) jangan (melanggar kehormatan) bulan-bulan haram, ) jangan (mengganggu) hadyu (hewan-hewan kurban) ) dan qal?’id (hewan-hewan kurban yang diberi tanda), ) dan jangan (pula mengganggu) para pengunjung Baitulharam sedangkan mereka mencari karunia dan rida Tuhannya! ) Apabila kamu telah bertahalul (menyelesaikan ihram), berburulah (jika mau). Janganlah sekali-kali kebencian(-mu) kepada suatu kaum, karena mereka menghalang-halangimu dari Masjidilharam, mendorongmu berbuat melampaui batas (kepada mereka). Tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah sangat berat siksaan-Nya. (QS. 5 : 2)
Prof. Quraish Shihab: Hai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu melanggar syi'ar-syi'ar Allah, dan jangan (melanggar kehormatan) bulan-bulan Haram, jangan (mengganggu) al-hadyu dan al-qalaid dan jangan (mengganggu) para pengunjung Baitullah sedangkan mereka mencari karunia dan keridhaan dari Tuhan Pemelihara mereka. Apabila kamu telah bertahallul (atau karena satu dan lain sebab, kamu tidak menyelesaikan ibadah haji kamu, misalnya karena sakit atau terkepung musuh), maka berburulah (jika kamu mau). Dan janganlah sekali-kali kebencian kamu terhadap suatu kaum karena mereka menghalang-halangi kamu dari Masjid al-Haram, mendorong kamu berbuat sesuatu yang melampaui batas (terhadap mereka). Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan ketakwaan, dan jangan tolong-menolong dalam dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah sangat keras pembalasan-(Nya).
HAMKA: Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu melanggar syiar-syiar Allah, dan jangan pada bulan-bulan yang dihormati, dan jangan pada binatang kurban, dan jangan pada kalungan leher, dan jangan pada orang-orang yang datang berduyun ke rumah yang mulia, dengan harapan memperoleh kurnia Tuhan mereka dan keridhaan-Nya. Dan apabila kamu telah tahallul (selesai melaksanakan ibadah haji), bolehlah kamu berburu, dan janganlah kebencian terhadap suatu kaum menyebabkan kamu melampaui batas, karena mereka pernah menghalangimu dari Masjidil Haram. Bertolong-tolonglah kamu dalam kebaikan dan ketakwaan, dan janganlah kamu bertolong-tolongan dalam dosa dan permusuhan. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah sangat keras siksaan-Nya.
Hal. 107

حُرِّمَتْ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةُ وَالدَّمُ وَلَحْمُ الْخِنْزِيرِ وَمَا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللَّهِ بِهِ وَالْمُنْخَنِقَةُ وَالْمَوْقُوذَةُ وَالْمُتَرَدِّيَةُ وَالنَّطِيحَةُ وَمَا أَكَلَ السَّبُعُ إِلَّا مَا ذَكَّيْتُمْ وَمَا ذُبِحَ عَلَى النُّصُبِ وَأَنْ تَسْتَقْسِمُوا بِالْأَزْلَامِ ۚ ذَٰلِكُمْ فِسْقٌ ۗ الْيَوْمَ يَئِسَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ دِينِكُمْ فَلَا تَخْشَوْهُمْ وَاخْشَوْنِ ۚ الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا ۚ فَمَنِ اضْطُرَّ فِي مَخْمَصَةٍ غَيْرَ مُتَجَانِفٍ لِإِثْمٍ ۙ فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Kemenag RI 2019: Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, dan (daging hewan) yang disembelih bukan atas (nama) Allah, yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang (sempat) kamu sembelih. ) (Diharamkan pula) apa yang disembelih untuk berhala. (Demikian pula) mengundi nasib dengan azl?m (anak panah), ) (karena) itu suatu perbuatan fasik. Pada hari ini ) orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu. Oleh sebab itu, janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridai Islam sebagai agamamu. Maka, siapa yang terpaksa karena lapar, bukan karena ingin berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. 5 : 3)
Prof. Quraish Shihab: Diharamkan bagi kamu bangkai, darah, daging babi, dan (binatang) yang (ketika) disembelih (disebut nama) selain Allah, yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang kamu (sempat) menyembelihnya, dan yang disembelih untuk berhala-berhala. Dan (diharamkan juga atas kamu) mengundi nasib dengan anak panah, itu adalah kefasikan (keluar dari ketaatan kepada Allah swt.). Pada hari ini orang-orang yang kafir telah berputus asa untuk (mengalahkan) agama kamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Aku sempurnakan untuk kamu agama kamu, dan telah Aku cukupkan kepada kamu nikmat-Ku, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agama bagi kamu. Maka, barang siapa (dalam keadaan) terpaksa (memakannya) karena kelaparan dan tanpa sengaja berbuat dosa, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun, lagi Maha Pengasih.
HAMKA: Diharamkan bagi kamu bangkai, darah, daging babi, dan apa yang disembelih untuk selain Allah, serta yang mati tercekik, yang mati terpukul, yang mati terjatuh, yang mati terkena tanduk, dan yang dimakan oleh binatang buas, kecuali yang sempat kamu sembelih. Juga yang disembelih di atas patung (Nushub), dan yang kamu peroleh dengan mengundi nasib. Semua itu adalah kedurhakaan. Pada hari ini, orang-orang kafir telah putus asa terhadap agamamu. Karena itu, janganlah kamu takut kepada mereka, dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini, Aku telah sempurnakan agamamu untukmu, Aku telah cukupkan nikmat-Ku atasmu, dan Aku ridhoi Islam sebagai agamamu. Namun, siapa yang terpaksa karena kelaparan, bukan karena sengaja ingin berdosa, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

يَسْأَلُونَكَ مَاذَا أُحِلَّ لَهُمْ ۖ قُلْ أُحِلَّ لَكُمُ الطَّيِّبَاتُ ۙ وَمَا عَلَّمْتُمْ مِنَ الْجَوَارِحِ مُكَلِّبِينَ تُعَلِّمُونَهُنَّ مِمَّا عَلَّمَكُمُ اللَّهُ ۖ فَكُلُوا مِمَّا أَمْسَكْنَ عَلَيْكُمْ وَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَيْهِ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ

Kemenag RI 2019: Mereka bertanya kepadamu (Nabi Muhammad), “Apakah yang dihalalkan bagi mereka?” Katakanlah, “Yang dihalalkan bagimu adalah (makanan-makanan) yang baik dan (buruan yang ditangkap) oleh binatang pemburu yang telah kamu latih untuk berburu, yang kamu latih menurut apa yang telah diajarkan Allah kepadamu. Maka, makanlah apa yang ditangkapnya untukmu ) dan sebutlah nama Allah (waktu melepasnya). Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah sangat cepat perhitungan-Nya.” (QS. 5 : 4)
Prof. Quraish Shihab: Mereka bertanya kepadamu (Nabi Muhammad SAW): "Apakah makanan yang dihalalkan bagi mereka?" Katakanlah: "Dihalalkan bagi kamu (memakan) yang baik-baik, serta (binatang buruan) yang ditangkap oleh hewan pemburu yang telah kamu latih dengan mengajarkannya berburu menurut apa yang diajarkan Allah kepadamu. Maka, makanlah apa yang ditangkapnya untukmu, dan sebutlah nama Allah saat melepas hewan pemburu itu. Bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah sangat cepat perhitungan-Nya."
HAMKA: Mereka bertanya kepadamu apa yang dihalalkan bagi mereka. Katakanlah, "Telah dihalalkan bagi kamu segala yang baik-baik, dan apa yang kamu ajar dari binatang-binatang pemburu, yang kamu latih untuk berburu sesuai dengan apa yang telah diajarkan Allah kepadamu. Maka makanlah apa yang mereka tangkap untuk kamu, dan sebutlah nama Allah atasnya, dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah sangat cepat perhitungan-Nya."

الْيَوْمَ أُحِلَّ لَكُمُ الطَّيِّبَاتُ ۖ وَطَعَامُ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ حِلٌّ لَكُمْ وَطَعَامُكُمْ حِلٌّ لَهُمْ ۖ وَالْمُحْصَنَاتُ مِنَ الْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُحْصَنَاتُ مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِكُمْ إِذَا آتَيْتُمُوهُنَّ أُجُورَهُنَّ مُحْصِنِينَ غَيْرَ مُسَافِحِينَ وَلَا مُتَّخِذِي أَخْدَانٍ ۗ وَمَنْ يَكْفُرْ بِالْإِيمَانِ فَقَدْ حَبِطَ عَمَلُهُ وَهُوَ فِي الْآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ

Kemenag RI 2019: Pada hari ini dihalalkan bagimu segala (makanan) yang baik. Makanan (sembelihan) Ahlulkitab itu halal bagimu dan makananmu halal (juga) bagi mereka. (Dihalalkan bagimu menikahi) perempuan-perempuan yang menjaga kehormatan di antara perempuan-perempuan yang beriman dan perempuan-perempuan yang menjaga kehormatan di antara orang-orang yang diberi kitab suci sebelum kamu, apabila kamu membayar maskawin mereka untuk menikahinya, tidak dengan maksud berzina, dan tidak untuk menjadikan (mereka) pasangan gelap (gundik). Siapa yang kufur setelah beriman, maka sungguh sia-sia amalnya dan di akhirat dia termasuk orang-orang yang rugi. (QS. 5 : 5)
Prof. Quraish Shihab: Pada hari ini, dihalalkan bagi kamu memakan yang baik-baik. Makanan orang-orang yang diberi kitab (Yahudi dan Nasrani) halal bagi kamu, dan makanan kamu halal bagi mereka. Juga dihalalkan bagi kamu menikahi wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara wanita-wanita mukmin, serta wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu, asalkan kamu telah membayar maskawin mereka dengan maksud menjaga kesucian, bukan untuk berzina atau menjadikannya pasangan secara sembunyi-sembunyi (gundik). Barang siapa kafir setelah beriman, maka sungguh hapuslah amalnya, dan di akhirat kelak, dia termasuk orang-orang yang rugi.
HAMKA: Pada hari ini, telah dihalalkan bagimu segala yang baik-baik, dan makanan orang-orang yang diberi Kitab itu halal bagimu, dan makanan kamu pun halal bagi mereka. Dan perempuan-perempuan merdeka dari kalangan Mukminat, serta perempuan-perempuan merdeka dari mereka yang diberi Kitab sebelum kamu, apabila kamu telah memberikan mahar kepada mereka. Dalam keadaan menikah, bukan berzina, dan bukan mengambil pasangan secara diam-diam. Barangsiapa yang menolak keimanan, maka amalannya akan sia-sia, dan dia di akhirat termasuk golongan orang-orang yang rugi.
Hal. 108

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ ۚ وَإِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوا ۚ وَإِنْ كُنْتُمْ مَرْضَىٰ أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِنْكُمْ مِنَ الْغَائِطِ أَوْ لَامَسْتُمُ النِّسَاءَ فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُمْ مِنْهُ ۚ مَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِنْ حَرَجٍ وَلَٰكِنْ يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Kemenag RI 2019: Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu berdiri hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku serta usaplah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai kedua mata kaki. Jika kamu dalam keadaan junub, mandilah. Jika kamu sakit, ) dalam perjalanan, kembali dari tempat buang air (kakus), atau menyentuh ) perempuan, lalu tidak memperoleh air, bertayamumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Allah tidak ingin menjadikan bagimu sedikit pun kesulitan, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu agar kamu bersyukur. (QS. 5 : 6)
Prof. Quraish Shihab: Hai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan shalat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai dengan siku-siku, sapulah kepalamu, dan basuhlah kakimu sampai dengan kedua mata kaki. Jika kamu dalam keadaan junub, maka mandilah. Namun, jika kamu sakit, dalam perjalanan, atau salah seorang di antara kamu kembali dari tempat buang air, atau kamu telah menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan tanah yang baik (suci). Sapulah wajahmu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak menghendaki kesulitan untuk kamu, tetapi Dia hendak menyucikan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya atas kamu, supaya kamu bersyukur.
HAMKA: Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu berdiri untuk shalat, maka basuhlah muka kamu dan tangan kamu hingga siku, sapulah kepala kamu, dan basuhlah kaki kamu hingga kedua mata kaki. Dan jika kamu dalam keadaan berjunub, maka bersucilah kamu. Jika kamu sedang sakit, dalam perjalanan, atau telah datang dari tempat buang air besar, atau kamu telah menyentuh perempuan, tetapi kamu tidak menemukan air, maka bertayamumlah dengan tanah yang baik. Sapulah wajah kamu dan tangan kamu dengan tanah tersebut. Allah tidak ingin memberatkan kamu, tetapi Dia ingin mensucikan kamu dan Dia ingin menyempurnakan nikmat-Nya atas kamu, agar kamu bersyukur.

وَاذْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَمِيثَاقَهُ الَّذِي وَاثَقَكُمْ بِهِ إِذْ قُلْتُمْ سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ

Kemenag RI 2019: Ingatlah nikmat Allah kepadamu dan perjanjian-Nya ) yang telah Dia ikatkan kepadamu ketika kamu mengatakan, “Kami mendengar dan kami menaati.” Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala isi hati. (QS. 5 : 7)
Prof. Quraish Shihab: Dan ingatlah nikmat Allah yang telah Dia berikan kepada kamu, serta perjanjian-Nya yang telah Dia ikatkan dengan kamu, ketika kamu berkata, "Kami dengar dan kami taati." Maka bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui isi hati (setiap makhluk).
HAMKA: Dan ingatlah olehmu akan nikmat Allah atas kamu dan perjanjian-Nya yang telah Dia janjikan kepadamu, ketika kamu berkata, "Kami dengar dan kami taati." Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang ada di dalam hati kamu.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ لِلَّهِ شُهَدَاءَ بِالْقِسْطِ ۖ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَىٰ أَلَّا تَعْدِلُوا ۚ اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَىٰ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

Kemenag RI 2019: Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penegak (kebenaran) karena Allah (dan) saksi-saksi (yang bertindak) dengan adil. Janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlakulah adil karena (adil) itu lebih dekat pada takwa. Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan. (QS. 5 : 8)
Prof. Quraish Shihab: Hai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu orang-orang yang selalu menegakkan keadilan karena Allah, menjadi saksi yang jujur dan adil. Janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum membuatmu berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena keadilan itu lebih dekat kepada takwa. Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan.
HAMKA: Wahai orang-orang yang beriman! Hendaklah kamu menjadi orang yang lurus karena Allah, menjadi saksi dengan adil, dan janganlah karena kebencian dari suatu kaum, kamu tidak berlaku adil. Berlaku adillah! Itulah yang akan mendekatkan kamu kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ ۙ لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَأَجْرٌ عَظِيمٌ

Kemenag RI 2019: Allah telah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan beramal saleh (bahwa) bagi mereka ampunan dan pahala yang besar. (QS. 5 : 9)
Prof. Quraish Shihab: Allah telah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, bahwa mereka akan mendapatkan ampunan dan pahala yang sangat besar.
HAMKA: Allah telah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan beramal saleh, untuk mereka ampunan dan ganjaran yang besar.
Hal. 109

وَالَّذِينَ كَفَرُوا وَكَذَّبُوا بِآيَاتِنَا أُولَٰئِكَ أَصْحَابُ الْجَحِيمِ

Kemenag RI 2019: Adapun orang-orang yang kufur dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itulah penghuni (neraka) Jahim. (QS. 5 : 10)
Prof. Quraish Shihab: Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, baik yang tertulis maupun yang terhampar di alam semesta, mereka itulah para penghuni neraka Jahim.
HAMKA: Dan orang-orang yang kufur dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu akan menjadi sahabat neraka.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ هَمَّ قَوْمٌ أَنْ يَبْسُطُوا إِلَيْكُمْ أَيْدِيَهُمْ فَكَفَّ أَيْدِيَهُمْ عَنْكُمْ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ

Kemenag RI 2019: Wahai orang-orang yang beriman, ingatlah nikmat Allah (yang dianugerahkan) kepadamu ketika suatu kaum bermaksud hendak menyerangmu dengan tangannya, lalu Dia menahan tangan (mencegah) mereka dari kamu. Bertakwalah kepada Allah dan hanya kepada Allahlah hendaknya orang-orang mukmin itu bertawakal. (QS. 5 : 11)
Prof. Quraish Shihab: Hai orang-orang yang beriman! Ingatlah nikmat Allah kepada kamu ketika suatu kaum bermaksud hendak menggerakkan tangan mereka kepada kamu (untuk berbuat jahat, membunuh, atau memerangi kamu), lalu Allah menahan tangan mereka dari kamu. Maka bertakwalah kepada Allah, dan hendaknya kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakkal.
HAMKA: Wahai orang-orang yang beriman! Ingatlah nikmat Allah atas kamu, ketika suatu kaum berniat jahat untuk mengulurkan tangan mereka kepadamu, namun Allah menghalangi tangan mereka itu dari kamu. Dan bertakwalah kepada Allah, dan hanya kepada Allah hendaknya orang-orang yang beriman bertawakal.

وَلَقَدْ أَخَذَ اللَّهُ مِيثَاقَ بَنِي إِسْرَائِيلَ وَبَعَثْنَا مِنْهُمُ اثْنَيْ عَشَرَ نَقِيبًا ۖ وَقَالَ اللَّهُ إِنِّي مَعَكُمْ ۖ لَئِنْ أَقَمْتُمُ الصَّلَاةَ وَآتَيْتُمُ الزَّكَاةَ وَآمَنْتُمْ بِرُسُلِي وَعَزَّرْتُمُوهُمْ وَأَقْرَضْتُمُ اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا لَأُكَفِّرَنَّ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَلَأُدْخِلَنَّكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ ۚ فَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذَٰلِكَ مِنْكُمْ فَقَدْ ضَلَّ سَوَاءَ السَّبِيلِ

Kemenag RI 2019: Sungguh, Allah benar-benar telah mengambil perjanjian dengan Bani Israil dan Kami telah mengangkat dua belas orang pemimpin di antara mereka. Allah berfirman, “Aku bersamamu. Sungguh, jika kamu mendirikan salat, menunaikan zakat, beriman kepada rasul-rasul-Ku dan membantu mereka, serta kamu meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, ) pasti akan Aku hapus kesalahan-kesalahanmu dan akan Aku masukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Maka, siapa yang kufur di antaramu setelah itu, sungguh dia telah tersesat dari jalan yang lurus.” (QS. 5 : 12)
Prof. Quraish Shihab: Demi Allah! Sungguh, Allah telah mengambil perjanjian dari Bani Israil, dan Kami telah mengutus di antara mereka dua belas orang pemimpin. Allah berfirman: "Sesungguhnya Aku bersama kamu, jika kamu benar-benar melaksanakan shalat dengan sempurna, menunaikan zakat, beriman kepada para rasul-Ku, mendukung mereka, dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, Aku pasti akan menghapus dosa-dosa kamu dan memasukkan kamu ke dalam surga-surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. Maka barang siapa kafir di antara kamu setelah itu, sungguh dia telah tersesat dari jalan yang lurus."
HAMKA: Dan sesungguhnya Allah telah mengambil janji dari Bani Israil, dan Kami telah mengangkat dari kalangan mereka dua belas pemimpin. Dan Allah berfirman, "Sesungguhnya Aku bersama kamu. Jika kamu mendirikan shalat, mengeluarkan zakat, beriman kepada rasul-rasul-Ku, membantu mereka, dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, maka sesungguhnya Aku akan mengampuni dosa-dosa kamu, dan Aku akan memasukkan kamu ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Barangsiapa yang kafir setelah itu, maka sesungguhnya dia telah tersesat dari jalan yang lurus."

فَبِمَا نَقْضِهِمْ مِيثَاقَهُمْ لَعَنَّاهُمْ وَجَعَلْنَا قُلُوبَهُمْ قَاسِيَةً ۖ يُحَرِّفُونَ الْكَلِمَ عَنْ مَوَاضِعِهِ ۙ وَنَسُوا حَظًّا مِمَّا ذُكِّرُوا بِهِ ۚ وَلَا تَزَالُ تَطَّلِعُ عَلَىٰ خَائِنَةٍ مِنْهُمْ إِلَّا قَلِيلًا مِنْهُمْ ۖ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاصْفَحْ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

Kemenag RI 2019: (Namun,) karena mereka melanggar janjinya, Kami melaknat mereka dan Kami menjadikan hati mereka keras membatu. Mereka suka mengubah firman-firman (Allah) dari tempat-tempatnya ) dan mereka (sengaja) melupakan sebagian pesan yang telah diperingatkan kepada mereka. Engkau (Nabi Muhammad) senantiasa akan melihat pengkhianatan dari mereka, kecuali sekelompok kecil di antara mereka (yang tidak berkhianat). Maka, maafkanlah mereka dan biarkanlah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang muhsin. (QS. 5 : 13)
Prof. Quraish Shihab: Maka, disebabkan oleh pelanggaran perjanjian mereka, Kami melaknat mereka dan menjadikan hati mereka keras membatu. Mereka mengubah perkataan-perkataan Allah dari tempat-tempatnya dan melupakan sebagian dari apa yang telah diperingatkan kepada mereka (dalam Kitab Taurat). Engkau (Nabi Muhammad SAW) akan selalu mengetahui pengkhianatan dari mereka, kecuali dari segelintir kecil di antara mereka. Maka maafkanlah mereka yang tidak berkhianat dan biarkanlah mereka. Sungguh, Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan (muhsin).
HAMKA: Maka, akibat dari pengingkaran mereka terhadap janji mereka, Kami kutuk mereka dan Kami jadikan hati mereka keras. Mereka mengubah-ubah kata-kata dari tempat-tempatnya, dan dengan sengaja mereka melupakan sebagian dari apa yang telah diwahyukan kepada mereka. Dan engkau akan terus melihat pengkhianatan yang muncul dari mereka, kecuali sedikit dari mereka. Maka maafkanlah mereka dan tinggalkanlah mereka. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.
Hal. 110

وَمِنَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّا نَصَارَىٰ أَخَذْنَا مِيثَاقَهُمْ فَنَسُوا حَظًّا مِمَّا ذُكِّرُوا بِهِ فَأَغْرَيْنَا بَيْنَهُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ إِلَىٰ يَوْمِ الْقِيَامَةِ ۚ وَسَوْفَ يُنَبِّئُهُمُ اللَّهُ بِمَا كَانُوا يَصْنَعُونَ

Kemenag RI 2019: Dari orang-orang yang mengatakan, “Sesungguhnya kami adalah orang Nasrani,” Kami telah mengambil perjanjian. Kemudian, mereka melupakan sebagian pesan yang telah diperingatkan kepada mereka. Maka, Kami menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara mereka hingga hari Kiamat. Kelak Allah akan memberitakan kepada mereka apa yang selama ini mereka perbuat. (QS. 5 : 14)
Prof. Quraish Shihab: Dan di antara orang-orang yang mengatakan, "Sesungguhnya kami adalah orang-orang Nasrani," ada yang telah Kami ambil perjanjian mereka, tetapi mereka melupakan sebagian dari apa yang telah diperingatkan kepada mereka (dalam Kitab Injil). Maka Kami timbulkan permusuhan dan kebencian di antara mereka hingga Hari Kiamat. Kelak Allah akan memberitahukan kepada mereka apa yang selalu mereka perbuat.
HAMKA: Dan sebagian dari mereka berkata, "Sesungguhnya kami adalah Nashara!" Kami telah mengambil perjanjian dari mereka, tetapi mereka melupakan sebagian dari apa yang diingatkan kepada mereka. Maka Kami timbulkan permusuhan dan kebencian di antara mereka hingga hari Kiamat. Dan Allah akan memberitakan kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan.

يَا أَهْلَ الْكِتَابِ قَدْ جَاءَكُمْ رَسُولُنَا يُبَيِّنُ لَكُمْ كَثِيرًا مِمَّا كُنْتُمْ تُخْفُونَ مِنَ الْكِتَابِ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ ۚ قَدْ جَاءَكُمْ مِنَ اللَّهِ نُورٌ وَكِتَابٌ مُبِينٌ

Kemenag RI 2019: Wahai Ahlulkitab, sungguh rasul Kami telah datang kepadamu untuk menjelaskan banyak hal dari (isi) kitab suci yang kamu sembunyikan dan membiarkan (tidak menjelaskan) banyak hal (pula). Sungguh, telah datang kepadamu cahaya dari Allah dan kitab suci ) yang jelas. (QS. 5 : 15)
Prof. Quraish Shihab: Hai Ahl al-Kitab! Sungguh, telah datang kepada kamu Rasul Kami (yang nama dan sifat-sifatnya tercantum dalam kitab yang ada pada kamu), menjelaskan kepada kamu banyak dari isi Kitab yang kamu sembunyikan dan membiarkan (tidak menjelaskan) banyak lainnya. Sungguh, telah datang kepada kamu cahaya (Nabi Muhammad SAW) dari Allah dan Kitab (Al-Qur'an) yang menerangkan.
HAMKA: Wahai Ahlul Kitab! Sungguh telah datang kepada kamu Utusan Kami, menerangkan kepada kamu banyak hal dari apa yang telah kamu sembunyikan dari al-Kitab, dan Dia maafkan dari yang banyak lagi. Sungguh telah datang kepada kamu dari Allah suatu cahaya dan kitab yang nyata.

يَهْدِي بِهِ اللَّهُ مَنِ اتَّبَعَ رِضْوَانَهُ سُبُلَ السَّلَامِ وَيُخْرِجُهُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ بِإِذْنِهِ وَيَهْدِيهِمْ إِلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

Kemenag RI 2019: Dengannya (kitab suci) Allah menunjukkan kepada orang yang mengikuti rida-Nya jalan-jalan keselamatan, mengeluarkannya dari berbagai kegelapan menuju cahaya dengan izin-Nya, dan menunjukkan kepadanya (satu) jalan yang lurus. (QS. 5 : 16)
Prof. Quraish Shihab: Dengan cahaya dan kitab suci itu, Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridhaan-Nya ke jalan-jalan keselamatan. Dia mengeluarkan mereka dari berbagai kegelapan menuju cahaya yang terang benderang dengan izin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus.
HAMKA: Dengan kitab itu, Allah memberi petunjuk kepada barangsiapa yang mengikuti keridhaanNya, kepada berbagai jalan kedamaian, dan Dia mengeluarkan mereka daripada gelap gulita kepada cahaya, dengan izin-Nya, dan Dia menunjuki mereka kepada jalan yang lurus.

لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ ۚ قُلْ فَمَنْ يَمْلِكُ مِنَ اللَّهِ شَيْئًا إِنْ أَرَادَ أَنْ يُهْلِكَ الْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ وَأُمَّهُ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا ۗ وَلِلَّهِ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا ۚ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ ۚ وَاللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Kemenag RI 2019: Sungguh, benar-benar telah kufur orang-orang yang berkata, “Sesungguhnya Allah itulah Almasih putra Maryam.” Katakanlah (Nabi Muhammad), “(Jika benar begitu,) siapakah yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah jika Dia hendak membinasakan Almasih putra Maryam, ibunya, dan seluruh yang berada di bumi?” Milik Allahlah kerajaan langit, bumi, dan apa yang ada di antara keduanya. Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS. 5 : 17)
Prof. Quraish Shihab: Demi Allah! Sungguh, telah kafirlah orang-orang yang berkata, "Sesungguhnya Allah itu adalah Al-Masih putra Maryam." Katakanlah (wahai Nabi Muhammad SAW): "Siapakah yang dapat menghalangi kehendak Allah jika Dia hendak membinasakan Al-Masih putra Maryam beserta ibunya dan semua yang berada di bumi ini?" Milik Allah-lah kerajaan langit dan bumi serta apa yang ada di antara keduanya. Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
HAMKA: Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan bahwa Allah itu adalah al-Masih anak Maryam, mereka telah kafir. Katakanlah, "Jika demikian, siapa yang memiliki kekuasaan untuk menahan sesuatu dari Allah, jika Dia ingin membinasakan al-Masih anak Maryam, ibunya, dan semua orang yang ada di bumi? Bagi Allah-lah kekuasaan atas segala langit dan bumi, dan apa yang ada di antara keduanya. Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki, dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu."
Hal. 111

الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ فِرَاشًا وَالسَّمَاءَ بِنَاءً وَأَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجَ بِهِ مِنَ الثَّمَرَاتِ رِزْقًا لَكُمْ ۖ فَلَا تَجْعَلُوا لِلَّهِ أَنْدَادًا وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ

Kemenag RI 2019: (Dialah) yang menjadikan bagimu bumi (sebagai) hamparan dan langit sebagai atap, dan Dialah yang menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan (hujan) itu buah-buahan sebagai rezeki untuk kamu. Oleh karena itu, janganlah kamu mengadakan tandingan-tandingan bagi Allah, padahal kamu mengetahui. (QS. 2 : 22)
Prof. Quraish Shihab: (Dia-lah) Yang menjadikan bumi (sebagai) hamparan bagi kamu dan langit (sebagai) atap, dan Dia menurunkan sebagian air dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan (air) itu (sebagian) buah-buahan sebagai bagian rezeki untuk kamu karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, sedangkan kamu mengetahui.
HAMKA: Yang telah menjadikan untuk kamu akan bumi jadi hamparan dan langit sebagai bangunan, dan diturunkan-Nya air dari langit maka keluarlah dengan sebabnya buah-buahan, rezeki bagi kamu; maka, janganlah kamu adakan bagi Allah sekutu-sekutu, padahal kamu mengetahui.

وَقَالَتِ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَىٰ نَحْنُ أَبْنَاءُ اللَّهِ وَأَحِبَّاؤُهُ ۚ قُلْ فَلِمَ يُعَذِّبُكُمْ بِذُنُوبِكُمْ ۖ بَلْ أَنْتُمْ بَشَرٌ مِمَّنْ خَلَقَ ۚ يَغْفِرُ لِمَنْ يَشَاءُ وَيُعَذِّبُ مَنْ يَشَاءُ ۚ وَلِلَّهِ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا ۖ وَإِلَيْهِ الْمَصِيرُ

Kemenag RI 2019: Orang Yahudi dan orang Nasrani berkata, “Kami adalah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya.” Katakanlah, “(Jika benar begitu,) mengapa Allah menyiksa kamu karena dosa-dosamu? Sebaliknya, kamu adalah manusia (biasa) di antara orang-orang yang Dia ciptakan. Dia mengampuni siapa yang Dia kehendaki dan menyiksa siapa yang Dia kehendaki (pula). Milik Allahlah kerajaan langit, bumi, dan apa yang ada di antara keduanya, dan kepada-Nya semua akan kembali.” (QS. 5 : 18)
Prof. Quraish Shihab: Orang-orang Yahudi dan Nasrani mengatakan, "Kami adalah anak-anak Allah dan para kekasih-Nya." Katakanlah (wahai Nabi Muhammad SAW): "Mengapa Allah menyiksa kamu karena dosa-dosa kamu?" Bahkan, kamu adalah manusia biasa di antara makhluk-makhluk yang diciptakan-Nya. Dia mengampuni siapa yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya. Milik Allah-lah kerajaan langit dan bumi serta apa yang ada di antara keduanya. Dan hanya kepada-Nya tempat kembali.
HAMKA: Dan orang-orang Yahudi dan Nasrani berkata, "Kami ini adalah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya." Katakanlah, "Jika demikian, mengapa Dia mengadzab kamu karena dosa-dosa kamu? Bahkan kamu itu hanyalah manusia dari makhluk yang diciptakan oleh-Nya. Dia memberi ampun kepada siapa yang Dia kehendaki dan menyiksa siapa yang Dia kehendaki. Bagi Allah-lah kekuasaan atas semua langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, dan kepada-Nyalah tempat kembali."

يَا أَهْلَ الْكِتَابِ قَدْ جَاءَكُمْ رَسُولُنَا يُبَيِّنُ لَكُمْ عَلَىٰ فَتْرَةٍ مِنَ الرُّسُلِ أَنْ تَقُولُوا مَا جَاءَنَا مِنْ بَشِيرٍ وَلَا نَذِيرٍ ۖ فَقَدْ جَاءَكُمْ بَشِيرٌ وَنَذِيرٌ ۗ وَاللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Kemenag RI 2019: Wahai Ahlulkitab, sungguh rasul Kami telah datang kepadamu untuk memberi penjelasan setelah beberapa saat terhentinya (pengutusan) rasul-rasul agar kamu tidak mengatakan, “Tidak ada yang datang kepada kami, baik pembawa berita gembira maupun pemberi peringatan.” Sungguh, telah datang kepadamu pembawa berita gembira dan pemberi peringatan. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS. 5 : 19)
Prof. Quraish Shihab: Hai Ahl al-Kitab! Sungguh, telah datang kepada kamu Rasul Kami (Nabi Muhammad SAW), menjelaskan kepada kamu setelah terputusnya pengiriman para rasul, supaya kamu tidak mengatakan, "Tidak datang kepada kami seorang pembawa kabar gembira, tidak pula seorang pemberi peringatan." Maka sungguh telah datang kepada kamu pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
HAMKA: Wahai Ahlul Kitab! Sesungguhnya telah datang kepada kamu Utusan Kami, yang menerangkan kepada kamu setelah terputusnya rasul-rasul, supaya kamu tidak mengatakan, "Tidak ada seorang pun yang datang kepada kami sebagai pembawa berita kesukaan atau pembawa ancaman." Sesungguhnya telah datang kepada kamu pembawa berita kesukaan dan pembawa ancaman. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

وَإِذْ قَالَ مُوسَىٰ لِقَوْمِهِ يَا قَوْمِ اذْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ جَعَلَ فِيكُمْ أَنْبِيَاءَ وَجَعَلَكُمْ مُلُوكًا وَآتَاكُمْ مَا لَمْ يُؤْتِ أَحَدًا مِنَ الْعَالَمِينَ

Kemenag RI 2019: (Ingatlah) ketika Musa berkata kepada kaumnya, “Wahai kaumku, ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika Dia mengangkat nabi-nabi di antaramu, menjadikanmu (terhormat seperti) para raja, dan menganugerahkan kepadamu apa yang belum pernah Dia anugerahkan kepada seorang pun di antara umat yang lain. (QS. 5 : 20)
Prof. Quraish Shihab: Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada kaumnya (Bani Israil): “Hai kaumku! Ingatlah nikmat Allah kepada kamu ketika Dia mengangkat para nabi di antara kamu, menjadikan kamu raja-raja, dan telah menganugerahkan kepada kamu apa yang belum pernah dianugerahkan-Nya kepada seorang pun di antara umat manusia.”
HAMKA: Dan ingatlah ketika Musa berkata kepada kaumnya, "Wahai kaumku, ingatlah nikmat Allah atas kamu, ketika Dia menjadikan di antara kamu nabi-nabi, menjadikan kamu raja-raja, dan memberikan kepada kamu hal yang tidak pernah diberikan kepada seorang pun dari seluruh alam."

يَا قَوْمِ ادْخُلُوا الْأَرْضَ الْمُقَدَّسَةَ الَّتِي كَتَبَ اللَّهُ لَكُمْ وَلَا تَرْتَدُّوا عَلَىٰ أَدْبَارِكُمْ فَتَنْقَلِبُوا خَاسِرِينَ

Kemenag RI 2019: Wahai kaumku, masuklah ke tanah suci (Baitulmaqdis) yang telah Allah tentukan bagimu ) dan janganlah berbalik ke belakang (karena takut kepada musuh), nanti kamu menjadi orang-orang yang rugi.” (QS. 5 : 21)
Prof. Quraish Shihab: Hai kaumku! Masuklah ke tanah yang disucikan yang telah ditetapkan Allah bagi kamu, dan janganlah kamu lari ke belakang sehingga kamu menjadi orang-orang yang rugi.
HAMKA: Wahai kaumku! Masuklah kamu ke dalam Tanah Suci yang telah ditentukan Allah untuk kamu, dan janganlah kamu berpaling dari-Nya. Karena jika kamu berpaling, kamu akan menjadi orang-orang yang rugi.

قَالُوا يَا مُوسَىٰ إِنَّ فِيهَا قَوْمًا جَبَّارِينَ وَإِنَّا لَنْ نَدْخُلَهَا حَتَّىٰ يَخْرُجُوا مِنْهَا فَإِنْ يَخْرُجُوا مِنْهَا فَإِنَّا دَاخِلُونَ

Kemenag RI 2019: Mereka berkata, “Wahai Musa, sesungguhnya di dalamnya (negeri itu) ada orang-orang yang sangat kuat dan kejam. Kami tidak akan memasukinya sebelum mereka keluar. Jika mereka keluar dari sana, kami pasti akan masuk.” (QS. 5 : 22)
Prof. Quraish Shihab: Mereka berkata: "Wahai Musa! Sesungguhnya di sana ada kaum yang gagah perkasa, dan kami sekali-kali tidak akan memasukinya sebelum mereka keluar darinya. Maka jika mereka keluar darinya, barulah kami akan masuk."
HAMKA: Mereka berkata, "Wahai Musa! Sesungguhnya di sana ada suatu kaum yang bengis, dan kami tidak akan masuk ke sana, kecuali mereka keluar dari sana. Jika mereka keluar, baru kami akan masuk."

قَالَ رَجُلَانِ مِنَ الَّذِينَ يَخَافُونَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمَا ادْخُلُوا عَلَيْهِمُ الْبَابَ فَإِذَا دَخَلْتُمُوهُ فَإِنَّكُمْ غَالِبُونَ ۚ وَعَلَى اللَّهِ فَتَوَكَّلُوا إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

Kemenag RI 2019: Berkatalah dua orang laki-laki di antara mereka yang bertakwa, yang keduanya telah diberi nikmat oleh Allah, “Masukilah pintu gerbang negeri itu untuk (menyerang) mereka (penduduk Baitulmaqdis). Jika kamu memasukinya, kamu pasti akan menang. Bertawakallah hanya kepada Allah, jika kamu orang-orang mukmin.” (QS. 5 : 23)
Prof. Quraish Shihab: Berkatalah dua orang di antara orang-orang yang takut, yang Allah telah menganugerahkan nikmat atas keduanya: “Serbulah mereka melalui pintu gerbang (kota) itu, maka apabila kamu menyerbunya niscaya kamu akan menang. Dan hendaklah kepada Allah (saja) kamu bertawakkal, jika kamu benar-benar orang-orang mukmin.”
HAMKA: Berkata dua orang laki-laki dari golongan orang-orang yang takut, yang telah diberi nikmat oleh Allah, "Masuklah kamu ke sana melalui pintunya. Jika kamu sudah masuk, kamu akan menang. Bertawakal lah kepada Allah, jika kamu benar-benar orang-orang yang beriman."