| Hal. 142 |
|
وَلَوْ أَنَّنَا نَزَّلْنَا إِلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةَ وَكَلَّمَهُمُ الْمَوْتَىٰ وَحَشَرْنَا عَلَيْهِمْ كُلَّ شَيْءٍ قُبُلًا مَا كَانُوا لِيُؤْمِنُوا إِلَّا أَنْ يَشَاءَ اللَّهُ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَهُمْ يَجْهَلُونَ Kemenag RI 2019: Seandainya Kami benar-benar menurunkan malaikat kepada mereka (sebagai saksi kebenaran Rasul), orang yang telah mati pun (Kami hidupkan kembali lalu) berbicara dengan mereka, dan Kami kumpulkan di hadapan mereka segala sesuatu (yang mereka inginkan), mereka tidak juga akan beriman, kecuali jika Allah menghendaki. Namun, kebanyakan mereka tidak mengetahui (hakikat ini). (QS. 6 : 111)Prof. Quraish Shihab: Dan jika seandainya Kami menurunkan para malaikat kepada mereka (kaum musyrik), dan orang-orang yang mati berbicara dengan mereka, dan Kami mengumpulkan segala sesuatu ke hadapan mereka, tentu mereka tidak (juga) akan beriman, kecuali jika Allah menghendaki (berdasarkan kecenderungan dan pilihan masing-masing), tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui (hakikat ini). HAMKA: Dan walaupun Kami turunkan kepada mereka malaikat dan Kami percakapkan kepada mereka orang mati, dan Kami kumpulkan atas mereka segala sesuatu berhadapan, niscaya tidaklah mereka akan beriman kecuali bahwa Allah menghendaki. Tetapi, kebanyakan mereka tidak tahu. |
|
وَكَذَٰلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نَبِيٍّ عَدُوًّا شَيَاطِينَ الْإِنْسِ وَالْجِنِّ يُوحِي بَعْضُهُمْ إِلَىٰ بَعْضٍ زُخْرُفَ الْقَوْلِ غُرُورًا ۚ وَلَوْ شَاءَ رَبُّكَ مَا فَعَلُوهُ ۖ فَذَرْهُمْ وَمَا يَفْتَرُونَ Kemenag RI 2019: Demikianlah (sebagaimana Kami menjadikan bagimu musuh) Kami telah menjadikan (pula) bagi setiap nabi musuh yang terdiri atas setan-setan (berupa) manusia dan jin. Sebagian mereka membisikkan kepada sebagian yang lain perkataan yang indah sebagai tipuan. Seandainya Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak akan melakukannya. Maka, tinggalkan mereka bersama apa yang mereka ada-adakan (kebohongan). (QS. 6 : 112)Prof. Quraish Shihab: Dan demikianlah (sebagaimana Kami jadikan setan dan manusia sebagai musuh bagimu wahai Nabi Muhammad saw.), Kami jadikan (pula) bagi setiap nabi musuh, yaitu setan-setan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin; sebagian mereka membisikkan kepada sebagian yang lain perkataan-perkataan yang indah untuk menipu. Dan jika seandainya Tuhan Pemeliharamu menghendaki, tentu mereka tidak mengerjakannya (tetapi permusuhan itu terjadi untuk menguji manusia), maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan. HAMKA: Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap Nabi itu ada musuh, setan-setan manusia dan jin, membisikkan setengah mereka kepada yang setengah (lain)nya kata-kata yang lemak manis sebagai tipu daya. Dan, jika Tuhan engkau menghendaki tidaklah mereka berbuat begitu. Maka, biarkanlah mereka dengan apa yang mereka buat-buatkan itu. |
|
وَلِتَصْغَىٰ إِلَيْهِ أَفْئِدَةُ الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِالْآخِرَةِ وَلِيَرْضَوْهُ وَلِيَقْتَرِفُوا مَا هُمْ مُقْتَرِفُونَ Kemenag RI 2019: (Setan-setan itu saling membisikkan perkataan yang indah juga) agar hati kecil orang-orang yang tidak beriman pada akhirat tertarik pada bisikan itu serta menyenanginya, dan agar mereka melakukan apa yang biasa mereka (setan-setan itu) lakukan. (QS. 6 : 113)Prof. Quraish Shihab: Dan supaya hati kecil orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat cenderung kepadanya (tipu daya dan bisikan halus setan), dan supaya mereka merasa senang kepadanya dan supaya mereka mengerjakan apa yang mereka (setan-setan) kerjakan. HAMKA: Dan supaya tertarik kepadanya hati orang-orang yang tidak percaya kepada akhirat dan supaya mereka ridha kepadanya. Dan supaya mereka kerjakan keburukan apa yang hendak mereka kerjakan. |
|
أَفَغَيْرَ اللَّهِ أَبْتَغِي حَكَمًا وَهُوَ الَّذِي أَنْزَلَ إِلَيْكُمُ الْكِتَابَ مُفَصَّلًا ۚ وَالَّذِينَ آتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ يَعْلَمُونَ أَنَّهُ مُنَزَّلٌ مِنْ رَبِّكَ بِالْحَقِّ ۖ فَلَا تَكُونَنَّ مِنَ الْمُمْتَرِينَ Kemenag RI 2019: Maka, apakah (pantas) aku mencari selain Allah sebagai hakim, padahal Dialah yang menurunkan Kitab (Al-Qur’an) kepadamu (dengan penjelasan) secara terperinci? Orang-orang yang telah Kami anugerahi Kitab Suci mengetahui (bahwa) sesungguhnya (Al-Qur’an) itu diturunkan dari Tuhanmu dengan benar. Maka, janganlah sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu. (QS. 6 : 114)Prof. Quraish Shihab: (Katakanlah, wahai Nabi Muhammad saw.): “Maka, apakah selain Allah (yang patut) aku cari sebagai hakim, padahal Dia yang telah menurunkan al-Kitab (al-Qur’an) kepadamu dengan terperinci?” Dan orang-orang yang telah Kami anugerahkan kitab kepada mereka mengetahui bahwa al-Qur’an diturunkan dari Tuhan Pemeliharamu dengan haq (benar dan mengandung kebenaran). Maka, janganlah sekali-kali engkau termasuk orang-orang yang ragu. HAMKA: Apakah yang selain Allah yang akan aku mintakan jadi hakim? Padahal, Dialah yang menurunkan kitab kepada kamu dengan terang. Sedang orang-orang yang telah Kami beri kitab itu pun tahu bahwasanya dia diturunkan dari Tuhan engkau dengan sebenarnya. Maka janganlah engkau sekali-kali termasuk orang-orang yang ragu-ragu. |
|
وَتَمَّتْ كَلِمَتُ رَبِّكَ صِدْقًا وَعَدْلًا ۚ لَا مُبَدِّلَ لِكَلِمَاتِهِ ۚ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ Kemenag RI 2019: Telah sempurna kalimat Tuhanmu (Al-Qur’an) dengan (mengandung) kebenaran dan keadilan. Tidak ada (seorang pun) yang dapat mengubah kalimat-kalimat-Nya. Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS. 6 : 115)Prof. Quraish Shihab: Dan telah sempurnalah kalimat Tuhan Pemeliharamu (al-Qur’an) dalam keadaan benar dan adil. Tidak ada yang dapat mengubah kalimat-kalimat-Nya dan Dia-lah Yang Maha Mendengar, lagi Maha Mengetahui. HAMKA: Dan telah sempurna kalimat Tuhan engkau, dalam keadaan benar dan adil. Sekali-kali, tidak ada pengganti dari kalimat-kalimat-Nya. Dan, Dia adalah Maha Mendengar lagi Mengetahui. |
|
وَإِنْ تُطِعْ أَكْثَرَ مَنْ فِي الْأَرْضِ يُضِلُّوكَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ ۚ إِنْ يَتَّبِعُونَ إِلَّا الظَّنَّ وَإِنْ هُمْ إِلَّا يَخْرُصُونَ Kemenag RI 2019: Jika engkau mengikuti (kemauan) kebanyakan orang (kafir) di bumi ini (dalam urusan agama), niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka hanya mengikuti persangkaan belaka dan mereka hanyalah membuat kebohongan. (QS. 6 : 116)Prof. Quraish Shihab: Dan jika engkau (Nabi Muhammad saw.) menuruti (saran dan cara hidup) kebanyakan (manusia) yang berada di bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti dugaan, dan mereka tidak lain hanyalah mengira-ngira. HAMKA: Dan, jika engkau ikut kebanyakan orang di bumi ini, niscaya akan mereka sesatkan engkau daripada jalan Allah. Karena, tidak ada yang mereka ikuti kecuali sangka-sangka. Dan, tidaklah mereka kecuali berdusta. |
|
إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ مَنْ يَضِلُّ عَنْ سَبِيلِهِ ۖ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ Kemenag RI 2019: Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dia (pula) yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS. 6 : 117)Prof. Quraish Shihab: Sesungguhnya Tuhan Pemeliharamu, Dia-lah Yang lebih mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya dan Dia lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. HAMKA: Sesungguhnya Tuhan engkau, Dialah Yang Lebih Tahu siapa yang sesat daripada jalan-Nya, dan Dialah yang Lebih Tahu siapa yang mendapat petunjuk. |
|
فَكُلُوا مِمَّا ذُكِرَ اسْمُ اللَّهِ عَلَيْهِ إِنْ كُنْتُمْ بِآيَاتِهِ مُؤْمِنِينَ Kemenag RI 2019: Makanlah sebagian apa (daging hewan halal) yang (ketika disembelih) disebut nama Allah jika kamu beriman pada ayat-ayat-Nya. (QS. 6 : 118)Prof. Quraish Shihab: Maka, makanlah dari apa (binatang-binatang yang halal) yang disebut nama Allah atasnya (saat disembelih), jika kamu orang-orang mukmin pada ayat-ayat-Nya. HAMKA: Maka, makanlah dari apa yang disembelih dengan menyebut nama Allah atasnya, jika memang kamu beriman pada ayat-ayat-Nya. |
| Hal. 143 |
|
وَمَا لَكُمْ أَلَّا تَأْكُلُوا مِمَّا ذُكِرَ اسْمُ اللَّهِ عَلَيْهِ وَقَدْ فَصَّلَ لَكُمْ مَا حَرَّمَ عَلَيْكُمْ إِلَّا مَا اضْطُرِرْتُمْ إِلَيْهِ ۗ وَإِنَّ كَثِيرًا لَيُضِلُّونَ بِأَهْوَائِهِمْ بِغَيْرِ عِلْمٍ ۗ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِالْمُعْتَدِينَ Kemenag RI 2019: Mengapa kamu tidak mau memakan sesuatu (daging hewan) yang (ketika disembelih) disebut nama Allah. Padahal, Allah telah menjelaskan secara rinci kepadamu sesuatu yang Dia haramkan kepadamu, kecuali jika kamu dalam keadaan terpaksa. Sesungguhnya banyak yang menyesatkan (orang lain) dengan mengikuti hawa nafsunya tanpa dasar pengetahuan. Sesungguhnya Tuhanmu lebih mengetahui orang-orang yang melampaui batas. (QS. 6 : 119)Prof. Quraish Shihab: Dan mengapa kamu tidak mau makan apa (daging binatang) yang disebut nama Allah atasnya (saat disembelih), padahal sungguh Dia telah menjelaskan secara rinci kepada kamu apa yang diharamkan-Nya atas kamu, kecuali apa yang terpaksa kamu makan. Dan sesungguhnya banyak (manusia) benar-benar (sesat dan hendak) menyesatkan (orang lain) dengan hawa nafsu mereka tanpa pengetahuan. Sesungguhnya Tuhan Pemelihara kamu, Dia-lah yang lebih mengetahui orang-orang yang melampaui batas. HAMKA: Mengapa kamu tidak akan memakan dari apa yang disebutkan nama Allah atasnya, padahal telah Dia jelaskan kepada kamu apa yang Dia haramkan atas kamu kecuali apa yang terpaksa kamu kepadanya. Dan, sesungguhnya kebanyakan (orang) telah menyesatkan dengan hawa nafsu mereka, dengan tidak pengetahuan. Dan, sesungguhnya Tuhan engkau, Dialah yang lebih mengetahui siapa orang-orang yang melanggar batas. |
|
وَذَرُوا ظَاهِرَ الْإِثْمِ وَبَاطِنَهُ ۚ إِنَّ الَّذِينَ يَكْسِبُونَ الْإِثْمَ سَيُجْزَوْنَ بِمَا كَانُوا يَقْتَرِفُونَ Kemenag RI 2019: Tinggalkanlah dosa yang terlihat dan yang tersembunyi. Sesungguhnya orang-orang yang mengerjakan (perbuatan) dosa kelak akan dibalas (dengan siksaan) karena apa yang mereka kerjakan. (QS. 6 : 120)Prof. Quraish Shihab: Dan tinggalkanlah dosa yang tampak dan yang tersembunyi. Sesungguhnya orang-orang yang selalu mengerjakan dosa, kelak diberi balasan (yang setimpal) dengan apa yang selalu mereka perbuat. HAMKA: Dan jauhilah zahir dosa dan batinnya. Dan sesungguhnya orang-orang yang berbuat sesuatu dosa, akan dibalaslah dengan apa yang telah dikerjakan. |
|
وَلَا تَأْكُلُوا مِمَّا لَمْ يُذْكَرِ اسْمُ اللَّهِ عَلَيْهِ وَإِنَّهُ لَفِسْقٌ ۗ وَإِنَّ الشَّيَاطِينَ لَيُوحُونَ إِلَىٰ أَوْلِيَائِهِمْ لِيُجَادِلُوكُمْ ۖ وَإِنْ أَطَعْتُمُوهُمْ إِنَّكُمْ لَمُشْرِكُونَ Kemenag RI 2019: Janganlah kamu memakan sesuatu dari (daging hewan) yang (ketika disembelih) tidak disebut nama Allah. Perbuatan itu benar-benar suatu kefasikan. Sesungguhnya setan benar-benar selalu membisiki kawan-kawannya ) agar mereka membantahmu. Jika kamu menuruti mereka, sesungguhnya kamu benar-benar musyrik. (QS. 6 : 121)Prof. Quraish Shihab: Dan janganlah kamu makan dari apa yang tidak disebut nama Allah atasnya (saat disembelih), dan sesungguhnya ia (memakan sembelihan itu) adalah benar-benar suatu kefasikan (keluar dari ketaatan kepada Allah swt.). Sesungguhnya setan-setan membisikkan kepada kawan-kawan mereka supaya mereka membantah kamu; dan jika kamu menuruti mereka, sesungguhnya kamu tentulah menjadi orang-orang musyrik. HAMKA: Dan, janganlah kamu makan dari apa yang tidak disebutkan nama Allah atasnya, dan sesungguhnya itu adalah suatu kedurhakaan. Dan, sesungguhnya setan-setan itu membisikkan kepada pengikut-pengikut mereka, supaya mereka membantah kamu. Dan, jika kamu menuruti mereka, sesungguhnya musyriklah kamu. |
|
أَوَمَنْ كَانَ مَيْتًا فَأَحْيَيْنَاهُ وَجَعَلْنَا لَهُ نُورًا يَمْشِي بِهِ فِي النَّاسِ كَمَنْ مَثَلُهُ فِي الظُّلُمَاتِ لَيْسَ بِخَارِجٍ مِنْهَا ۚ كَذَٰلِكَ زُيِّنَ لِلْكَافِرِينَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ Kemenag RI 2019: Apakah orang yang sudah mati lalu Kami hidupkan dan beri dia cahaya yang membuatnya dapat berjalan di tengah-tengah orang banyak, seperti orang yang berada dalam kegelapan sehingga dia tidak dapat keluar dari sana? Demikianlah, dijadikan terasa indah bagi orang-orang kafir apa yang mereka kerjakan. (QS. 6 : 122)Prof. Quraish Shihab: Apakah orang yang (sudah) mati (jiwanya dan tenggelam dalam gelapnya kekufuran) kemudian dia Kami hidupkan (dengan iman dan takwa) dan Kami jadikan untuknya cahaya (Islam yang terang), yang dengannya (cahaya itu) dia dapat berjalan di tengah-tengah (masyarakat) manusia; serupa dengan (keadaan) orang yang berada dalam aneka kegelapan yang dia tidak dapat keluar darinya? Demikianlah dijadikan indah (oleh setan) bagi orang-orang kafir apa yang mereka kerjakan. HAMKA: Dan apakah orang yang telah mati lalu Kami hidupkan dia dan Kami jadikan baginya cahaya, yang berjalan dia dengan (cahaya) itu di antara manusia, akan sama seperti orang yang dalam kegelapan, yang tidak ada jalan keluar daripadanya? Demikian itulah, telah dihiasi bagi orang-orang yang kafir itu apa-apa yang telah mereka kerjakan. |
|
وَكَذَٰلِكَ جَعَلْنَا فِي كُلِّ قَرْيَةٍ أَكَابِرَ مُجْرِمِيهَا لِيَمْكُرُوا فِيهَا ۖ وَمَا يَمْكُرُونَ إِلَّا بِأَنْفُسِهِمْ وَمَا يَشْعُرُونَ Kemenag RI 2019: Demikian pula pada setiap negeri Kami jadikan orang-orang jahatnya ) sebagai pembesar agar melakukan tipu daya di sana. Padahal, mereka hanya menipu diri sendiri tanpa menyadarinya. (QS. 6 : 123)Prof. Quraish Shihab: Dan demikianlah Kami jadikan pada setiap negeri para pemimpin pendurhakanya, supaya mereka melakukan tipu daya di dalamnya. Dan mereka tidak memperdaya melainkan diri mereka (sendiri), sedangkan mereka tidak menyadari. HAMKA: Dan demikianlah, telah Kami jadikan pada tiap-tiap negeri beberapa orang-orang besar jadi pendurhaka supaya mereka menipu daya di dalamnya. Padahal, tidaklah mereka menipu daya melainkan kepada diri mereka sendiri, namun mereka tidaklah sadar. |
|
وَإِذَا جَاءَتْهُمْ آيَةٌ قَالُوا لَنْ نُؤْمِنَ حَتَّىٰ نُؤْتَىٰ مِثْلَ مَا أُوتِيَ رُسُلُ اللَّهِ ۘ اللَّهُ أَعْلَمُ حَيْثُ يَجْعَلُ رِسَالَتَهُ ۗ سَيُصِيبُ الَّذِينَ أَجْرَمُوا صَغَارٌ عِنْدَ اللَّهِ وَعَذَابٌ شَدِيدٌ بِمَا كَانُوا يَمْكُرُونَ Kemenag RI 2019: Apabila datang suatu ayat kepada mereka, mereka berkata, “Kami tidak akan beriman hingga diberikan kepada kami (sesuatu) seperti apa yang diberikan kepada rasul-rasul Allah.” Allah lebih mengetahui di mana Dia menempatkan tugas kerasulan-Nya. Orang-orang yang berdosa nanti akan ditimpa kehinaan di sisi Allah dan azab yang keras karena tipu daya yang mereka lakukan. (QS. 6 : 124)Prof. Quraish Shihab: Dan apabila datang suatu ayat (bukti yang jelas) kepada mereka, mereka berkata: “Kami sekali-kali tidak akan beriman, sampai diberikan kepada kami yang serupa dengan apa yang telah diberikan kepada para utusan Allah.” Allah lebih mengetahui di mana Dia menempatkan (tugas) kerasulan-Nya. Orang-orang yang berdosa, kelak ditimpa kehinaan di sisi Allah dan azab yang sangat keras disebabkan mereka selalu membuat tipu daya. HAMKA: Dan apabila datang kepada mereka suatu ayat, mereka berkata, “Sekali-kali, kami tidak akan percaya sehingga didatangkan seumpama apa yang didatangkan kepada rasul-rasul Allah.” Tetapi, Allah-lah yang lebih mengetahui kira-kira di mana yang patut Dia menjadikan risalah-Nya. Akan mengenailah kepada orang-orang yang berdosa itu suatu kehinaan dari sisi Allah dan siksaan yang sangat, lantaran apa yang mereka tipu dayakan itu. |
| Hal. 144 |
|
فَمَنْ يُرِدِ اللَّهُ أَنْ يَهْدِيَهُ يَشْرَحْ صَدْرَهُ لِلْإِسْلَامِ ۖ وَمَنْ يُرِدْ أَنْ يُضِلَّهُ يَجْعَلْ صَدْرَهُ ضَيِّقًا حَرَجًا كَأَنَّمَا يَصَّعَّدُ فِي السَّمَاءِ ۚ كَذَٰلِكَ يَجْعَلُ اللَّهُ الرِّجْسَ عَلَى الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ Kemenag RI 2019: Maka, siapa yang Allah kehendaki mendapat hidayah, Dia akan melapangkan dadanya untuk menerima Islam. Siapa yang Dia kehendaki menjadi sesat, Dia akan menjadikan dadanya sempit lagi sesak seakan-akan dia sedang mendaki ke langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman. (QS. 6 : 125)Prof. Quraish Shihab: Maka, barang siapa (yang) Allah kehendaki untuk dianugerahi-Nya petunjuk (karena kecenderungan hatinya untuk memperoleh petunjuk), pasti Dia melapangkan dadanya untuk Islam. Dan barang siapa (yang) dikehendaki (Allah swt.) untuk disesatkan-Nya (karena kecenderungan hatinya untuk sesat), pasti Dia menjadikan dadanya sempit lagi sesak, bagaikan sedang mendaki di langit. Demikianlah Allah menimpakan siksa atas orang-orang yang tidak beriman. HAMKA: Dan barang siapa dikehendaki Allah hendak memberinya petunjuk, niscaya akan Dia bukakan dadanya buat (menerima) Islam. Dan barang siapa yang Dia kehendaki menyesatkannya, dijadikanlah dadanya sempit picik, seakan-akan dia akan meningkat ke langit. Seperti demikianlah Allah menjadikan kekotoran atas orang-orang yang tidak mau beriman. |
|
وَهَٰذَا صِرَاطُ رَبِّكَ مُسْتَقِيمًا ۗ قَدْ فَصَّلْنَا الْآيَاتِ لِقَوْمٍ يَذَّكَّرُونَ Kemenag RI 2019: Inilah jalan Tuhanmu yang lurus. Sungguh, Kami telah menjelaskan secara rinci ayat-ayat (Kami) kepada orang-orang yang mengambil pelajaran. (QS. 6 : 126)Prof. Quraish Shihab: Dan inilah jalan Tuhan Pemeliharamu, (jalan yang) lurus. Sungguh, Kami telah menjelaskan secara rinci ayat-ayat (keterangan dan bukti kebenaran) kepada orang-orang yang mengambil pelajaran. HAMKA: Dan inilah jalan Tuhan engkau, yang lurus. Sesungguhnya telah Kami jelaskan ayat-ayat Kami kepada kaum yang mau ingat. |
|
لَهُمْ دَارُ السَّلَامِ عِنْدَ رَبِّهِمْ ۖ وَهُوَ وَلِيُّهُمْ بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ Kemenag RI 2019: Bagi mereka (disediakan) tempat yang damai (surga) di sisi Tuhannya. Dialah pelindung mereka karena apa (amal kebajikan) yang mereka kerjakan. (QS. 6 : 127)Prof. Quraish Shihab: Untuk mereka (disediakan) negeri aman pada sisi Tuhan Pemelihara mereka dan Dia-lah Pelindung mereka disebabkan apa yang selalu mereka kerjakan. HAMKA: Bagi mereka adalah negeri yang sejahtera di sisi Tuhan mereka dan Dialah penolong mereka, dengan sebab apa yang mereka amalkan. |
|
وَيَوْمَ يَحْشُرُهُمْ جَمِيعًا يَا مَعْشَرَ الْجِنِّ قَدِ اسْتَكْثَرْتُمْ مِنَ الْإِنْسِ ۖ وَقَالَ أَوْلِيَاؤُهُمْ مِنَ الْإِنْسِ رَبَّنَا اسْتَمْتَعَ بَعْضُنَا بِبَعْضٍ وَبَلَغْنَا أَجَلَنَا الَّذِي أَجَّلْتَ لَنَا ۚ قَالَ النَّارُ مَثْوَاكُمْ خَالِدِينَ فِيهَا إِلَّا مَا شَاءَ اللَّهُ ۗ إِنَّ رَبَّكَ حَكِيمٌ عَلِيمٌ Kemenag RI 2019: (Ingatlah) pada hari ketika Dia mengumpulkan mereka semua (dan Allah berfirman), “Wahai golongan jin, kamu telah sering kali (menyesatkan) manusia.” Kawan-kawan ) mereka dari golongan manusia berkata, “Ya Tuhan, kami telah saling mendapatkan kesenangan ) dan kami telah sampai pada waktu yang telah Engkau tentukan buat kami.” Allah berfirman, “Nerakalah tempat kamu selama-lamanya, kecuali jika Allah menghendaki lain.” Sesungguhnya Tuhanmu Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui. (QS. 6 : 128)Prof. Quraish Shihab: Dan (ingatlah), pada hari ketika Dia mengumpulkan mereka semua (baik yang taat maupun yang durhaka), Allah berfirman: “Hai golongan jin (yang durhaka)! Sungguh, kamu telah banyak (menyesatkan) manusia,” dan telah berkata bekas kawan-kawan mereka (di dunia) dari golongan manusia: “Tuhan Pemelihara kami! Sebagian kami telah memperoleh kesenangan (sementara) dari sebagian (yang lain) dan kami (bersama para jin durhaka itu) telah sampai kepada batas akhir (kematian) yang telah Engkau tentukan bagi kami.” Dia berfirman: “Neraka itulah kediaman kamu, dalam keadaan kekal di dalamnya, kecuali apa yang dikehendaki Allah.” Sesungguhnya Tuhan Pemelihara kamu Maha Bijaksana, lagi Maha Mengetahui. HAMKA: Dan (ingatlah) akan hari, yang akan Dia himpunkan mereka sekalian, “Wahai sekalian golongan jin, sesungguhnya kamu telah mendapat banyak (hasil) dari manusia.” Dan berkata pengikut-pengikut mereka dari (kalangan) manusia, “Wahai Tuhan kami, telah bersenang-senang setengah kami dengan yang setengah dan telah sampai kami kepada ajal kami yang telah Engkau tentukan bagi kami.” Berfirman Dia, “Nerakalah tempat kamu dalam keadaan kekal di dalamnya.” Kecuali apa yang dikehendaki oleh Allah. Sesungguhnya Tuhan engkau adalah Mahabijaksana, lagi Mengetahui. |
|
وَكَذَٰلِكَ نُوَلِّي بَعْضَ الظَّالِمِينَ بَعْضًا بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ Kemenag RI 2019: Demikianlah Kami jadikan sebagian orang-orang zalim berteman dengan sebagian lainnya, sebagai balasan atas apa yang selalu mereka kerjakan. (QS. 6 : 129)Prof. Quraish Shihab: Dan demikianlah Kami jadikan sebagian orang-orang yang zalim menjadi dekat bagi sebagian yang lain disebabkan apa yang selalu mereka usahakan. HAMKA: Dan demikianlah akan Kami iringkan sebagian orang-orang yang zalim itu dengan yang sebagian, lantaran apa yang telah mereka usahakan. |
|
يَا مَعْشَرَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ أَلَمْ يَأْتِكُمْ رُسُلٌ مِنْكُمْ يَقُصُّونَ عَلَيْكُمْ آيَاتِي وَيُنْذِرُونَكُمْ لِقَاءَ يَوْمِكُمْ هَٰذَا ۚ قَالُوا شَهِدْنَا عَلَىٰ أَنْفُسِنَا ۖ وَغَرَّتْهُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَشَهِدُوا عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ أَنَّهُمْ كَانُوا كَافِرِينَ Kemenag RI 2019: (Allah berfirman,) “Wahai golongan jin dan manusia, tidakkah sudah datang kepadamu rasul-rasul dari kalanganmu sendiri yang menyampaikan ayat-ayat-Ku kepadamu dan memperingatkanmu tentang pertemuan pada hari ini?” Mereka menjawab, “(Ya,) kami menjadi saksi atas diri kami sendiri.” Namun, mereka tertipu oleh kehidupan dunia. Mereka telah menjadi saksi atas diri mereka sendiri bahwa mereka adalah orang kafir. (QS. 6 : 130)Prof. Quraish Shihab: Hai golongan jin dan manusia! Apakah belum datang kepada kamu para rasul dari kalangan kamu (sendiri), yang menyampaikan (dan menjelaskan) kepada kamu ayat-ayat-Ku dan memberi peringatan kepada kamu terhadap pertemuan kamu dengan hari ini (Hari Kebangkitan)? Mereka berkata: “Kami menjadi saksi (bahwa Engkau telah mengutus para rasul, dan kami telah melakukan penganiayaan) atas diri kami sendiri.” Kehidupan dunia telah memperdaya mereka, dan mereka menjadi saksi atas diri mereka (sendiri) bahwa mereka adalah (benar-benar) orang-orang kafir. HAMKA: “Wahai golongan jin dan manusia, bukankah telah datang kepada kamu beberapa rasul dari (kalangan) kamu, yang menceritakan kepada kamu tentang ayat-ayat-Ku dan telah memberi ancaman kepada kamu dari hal pertemuan hari kamu ini?” Berkata mereka, “Kami telah menyaksikan atas diri-diri kami.” Dan telah tertipu mereka oleh kehidupan dunia dan mereka pun telah menyaksikan atas kesalahan diri-diri mereka bahwa sesungguhnya mereka memang telah menjadi orang-orang yang kafir. |
|
ذَٰلِكَ أَنْ لَمْ يَكُنْ رَبُّكَ مُهْلِكَ الْقُرَىٰ بِظُلْمٍ وَأَهْلُهَا غَافِلُونَ Kemenag RI 2019: Demikian itu (pengutusan para rasul) karena Tuhanmu tidak akan membinasakan suatu negeri karena kezaliman (mereka), sedangkan penduduknya dalam keadaan belum tahu. (QS. 6 : 131)Prof. Quraish Shihab: Yang demikian itu (diutusnya para rasul) adalah karena Tuhan Pemelihara kamu tidaklah membinasakan kota-kota (beserta penduduknya) disebabkan kezaliman (apa pun yang mereka lakukan), sedangkan penduduknya dalam keadaan lengah (tidak tahu dan tidak sadar tentang apa yang dikehendaki Allah swt. dari mereka serta apa dampak dari ketaatan dan pelanggaran mereka). HAMKA: Demikianlah karena Tuhan engkau tidaklah membinasakan negeri-negeri itu dengan aniaya, sedang penduduknya lalai. |
| Hal. 145 |
|
وَلِكُلٍّ دَرَجَاتٌ مِمَّا عَمِلُوا ۚ وَمَا رَبُّكَ بِغَافِلٍ عَمَّا يَعْمَلُونَ Kemenag RI 2019: Masing-masing orang ada tingkatannya, (sesuai) dengan apa yang mereka kerjakan. Tuhanmu tidak lengah terhadap apa yang mereka kerjakan. (QS. 6 : 132)Prof. Quraish Shihab: Dan setiap orang memperoleh derajat-derajat (tingkat-tingkat di surga atau neraka) dari (seimbang dengan) apa yang telah mereka kerjakan. Dan Tuhan Pemeliharamu sekadar tidak lengah dari apa yang mereka perbuat (baik yang durhaka maupun yang taat). HAMKA: Dan bagi tiap-tiap seseorang ada beberapa derajat dari apa yang mereka amalkan. Dan tidaklah Tuhan engkau lalai dari apa yang mereka amalkan itu. |
|
وَرَبُّكَ الْغَنِيُّ ذُو الرَّحْمَةِ ۚ إِنْ يَشَأْ يُذْهِبْكُمْ وَيَسْتَخْلِفْ مِنْ بَعْدِكُمْ مَا يَشَاءُ كَمَا أَنْشَأَكُمْ مِنْ ذُرِّيَّةِ قَوْمٍ آخَرِينَ Kemenag RI 2019: Tuhanmulah Yang Maha Kaya lagi penuh rahmat. Jika menghendaki, Dia akan memusnahkanmu. Setelah itu, Dia akan menggantimu dengan yang dikehendaki-Nya, sebagaimana Dia menjadikan kamu dari keturunan kaum lain (sebelummu). (QS. 6 : 133)Prof. Quraish Shihab: Dan Tuhan Pemeliharamu adalah Maha Kaya, lagi Pemilik rahmat. Jika Dia menghendaki, pasti Dia memusnahkan kamu dan mengganti (kamu) setelah kamu (dimusnahkan-Nya) dengan apa (makhluk dari jenis manusia atau jenis lain) yang dikehendaki-Nya, sebagaimana Dia telah menjadikan kamu dari keturunan kaum yang lain. HAMKA: Dan Tuhan engkau adalah kaya, mempunyai rahmat. Jika Dia kehendaki, niscaya akan dibinasakan-Nya kamu dan diganti-Nya sesudah kamu (dengan) siapa yang Dia kehendaki, sebagaimana telah Dia jadikan kamu dari keturunan kaum yang lain. |
|
إِنَّ مَا تُوعَدُونَ لَآتٍ ۖ وَمَا أَنْتُمْ بِمُعْجِزِينَ Kemenag RI 2019: Sesungguhnya apa pun yang dijanjikan kepadamu pasti datang dan kamu tidak mampu menolaknya. (QS. 6 : 134)Prof. Quraish Shihab: Sesungguhnya apa yang dijanjikan (Allah swt.) kepada kamu (seperti kehadiran Hari Kiamat, surga dan neraka) pasti datang, dan kamu sekali-kali tidak sanggup menolaknya. HAMKA: Sesungguhnya apa yang dijanjikan kepada kamu, pastilah datang, dan tidaklah kamu akan terlepas. |
|
قُلْ يَا قَوْمِ اعْمَلُوا عَلَىٰ مَكَانَتِكُمْ إِنِّي عَامِلٌ ۖ فَسَوْفَ تَعْلَمُونَ مَنْ تَكُونُ لَهُ عَاقِبَةُ الدَّارِ ۗ إِنَّهُ لَا يُفْلِحُ الظَّالِمُونَ Kemenag RI 2019: Katakanlah (Nabi Muhammad), “Wahai kaumku, berbuatlah menurut kedudukanmu, aku pun berbuat (demikian). Kelak kamu akan mengetahui siapa yang akan memperoleh tempat (terbaik) di akhirat (nanti). Sesungguhnya orang-orang yang zalim tidak akan beruntung. (QS. 6 : 135)Prof. Quraish Shihab: Katakanlah (Nabi Muhammad saw.): “Hai kaumku! Berbuatlah sesuai kedudukan kamu, sesungguhnya aku (pun) berbuat; kelak kamu pasti mengetahui siapa yang memperoleh kesudahan (yang baik) dari dunia ini. Sesungguhnya orang-orang zalim tidak akan mendapat keberuntungan. HAMKA: Katakanlah, “Wahai kaumku, beramallah kamu menurut kesanggupan kamu. Sesungguhnya aku pun akan beramal. Maka, akan mengetahui kamu, siapakah yang akan dan baginya, akibat (baik) di akhirat. Sesungguhnya, tidaklah akan beroleh bahagia orang-orang yang zalim.” |
|
وَجَعَلُوا لِلَّهِ مِمَّا ذَرَأَ مِنَ الْحَرْثِ وَالْأَنْعَامِ نَصِيبًا فَقَالُوا هَٰذَا لِلَّهِ بِزَعْمِهِمْ وَهَٰذَا لِشُرَكَائِنَا ۖ فَمَا كَانَ لِشُرَكَائِهِمْ فَلَا يَصِلُ إِلَى اللَّهِ ۖ وَمَا كَانَ لِلَّهِ فَهُوَ يَصِلُ إِلَىٰ شُرَكَائِهِمْ ۗ سَاءَ مَا يَحْكُمُونَ Kemenag RI 2019: Mereka menyediakan sebagian dari sesuatu yang Allah ciptakan, yaitu hasil tanaman dan hewan ternak, untuk Allah sambil berkata menurut persangkaan mereka, “Ini untuk Allah dan yang ini untuk berhala-berhala kami.” Bagian yang (disediakan) untuk berhala-berhala mereka tidak akan sampai kepada Allah, sedangkan bagian yang (disediakan) untuk Allah akan sampai pada berhala-berhala mereka. ) Sangat buruk ketetapan mereka itu. (QS. 6 : 136)Prof. Quraish Shihab: Dan mereka (yang menyekutukan Allah swt.) memperuntukkan bagi Allah dari apa yang telah Dia kembangbiakkan bagian dari tanaman dan ternak, lalu mereka berkata sesuai dengan anggapan mereka: “Ini untuk Allah dan ini untuk sekutu-sekutu (berhala-berhala) kami.” Maka, apa yang diperuntukkan bagi sekutu-sekutu mereka tidak sampai kepada Allah; dan apa yang diperuntukkan bagi Allah, maka itu sampai kepada sekutu-sekutu mereka. HAMKA: Dan mereka adakan pembagian untuk Allah dari apa yang Dia jadikan; dari ladang dan binatang-binatang ternak, seraya mereka berkata, “Ini adalah untuk Allah menurut pendakwaan mereka dan ini untuk berhala-berhala kami.” Namun, apa yang mereka untukkan bagi berhala-berhala itu, tidak sampai kepada Allah. Dan, apa yang untuk Allah maka itu sampai kepada berhala-berhala mereka. Sangat buruklah apa yang mereka putuskan itu. |
|
وَكَذَٰلِكَ زَيَّنَ لِكَثِيرٍ مِنَ الْمُشْرِكِينَ قَتْلَ أَوْلَادِهِمْ شُرَكَاؤُهُمْ لِيُرْدُوهُمْ وَلِيَلْبِسُوا عَلَيْهِمْ دِينَهُمْ ۖ وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ مَا فَعَلُوهُ ۖ فَذَرْهُمْ وَمَا يَفْتَرُونَ Kemenag RI 2019: Demikianlah berhala-berhala mereka (setan) menjadikan terasa indah bagi banyak orang musyrik membunuh anak-anak mereka untuk membinasakan mereka dan mengacaukan agama mereka sendiri. ) Seandainya Allah berkehendak, niscaya mereka tidak akan mengerjakannya. Biarkanlah mereka bersama apa (kebohongan) yang mereka ada-adakan. (QS. 6 : 137)Prof. Quraish Shihab: Dan demikianlah sekutu-sekutu mereka telah menjadikan banyak di antara (golongan) orang-orang musyrik memandang indah pembunuhan anak-anak mereka, sehingga akibatnya membinasakan mereka dan mengaburkan bagi mereka (pemahaman) agama mereka. Dan jika seandainya Allah menghendaki, pasti mereka tidak mengerjakannya (tetapi Allah swt. tidak menghendaki karena Dia telah menganugerahkan kepada manusia kebebasan untuk memilah dan memilih), maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan. HAMKA: Dan demikian pula, dinampakkan bagus pada kebanyakan dari musyrikin itu membunuh anak-anak mereka, oleh sekutu-sekutu mereka karena hendak menjerumuskan mereka dan karena hendak menimbulkan keraguan atas mereka berkenaan dengan agama mereka. Kalau Allah menghendaki, niscaya tidaklah mereka berbuat begitu. Maka, biarkanlah mereka dan biarkanlah apa yang mereka ada-adakan itu. |
| Hal. 146 |
|
وَقَالُوا هَٰذِهِ أَنْعَامٌ وَحَرْثٌ حِجْرٌ لَا يَطْعَمُهَا إِلَّا مَنْ نَشَاءُ بِزَعْمِهِمْ وَأَنْعَامٌ حُرِّمَتْ ظُهُورُهَا وَأَنْعَامٌ لَا يَذْكُرُونَ اسْمَ اللَّهِ عَلَيْهَا افْتِرَاءً عَلَيْهِ ۚ سَيَجْزِيهِمْ بِمَا كَانُوا يَفْتَرُونَ Kemenag RI 2019: Mereka berkata menurut anggapan mereka, “Inilah hewan ternak dan hasil bumi yang dilarang, tidak boleh dimakan, kecuali oleh orang yang kami kehendaki. Ada pula hewan yang diharamkan punggungnya (tidak boleh ditunggangi) dan ada hewan ternak yang (ketika disembelih) boleh tidak menyebut nama Allah.” (Hal itu) sebagai kebohongan terhadap Allah. Kelak Allah akan membalas semua yang mereka ada-adakan. (QS. 6 : 138)Prof. Quraish Shihab: Dan (selain kesesatan yang lalu), mereka (juga) mengatakan: “Inilah binatang ternak dan tanaman yang dilarang, tidak boleh (ada yang) memakannya, kecuali siapa yang kami kehendaki (yaitu, para pelayan berhala),” menurut anggapan mereka (yang keliru). Dan (ada) binatang ternak yang diharamkan menungganginya dan binatang ternak yang mereka tidak menyebut nama Allah atasnya (sewaktu mereka sembelih, atau mereka kendarai untuk melaksanakan haji sambil mengumandangkan nama berhala-berhala mereka, bukan nama Allah swt.). (Ucapan itu) semata-mata kedustaan terhadap-Nya. Kelak Dia membalas mereka terhadap apa yang selalu mereka ada-adakan. HAMKA: Dan, mereka berkata, “Ini adalah binatang-binatang ternak dan ladang larangan yang seorang pun tidak boleh memakannya kecuali siapa-siapa yang kami kehendaki,” menurut pendakwaan dan beberapa binatang ternak yang diharamkan menungganginya dan beberapa binatang ternak yang tidak disebut nama Allah (ketika menyembelihnya) karena mengada-adakan atasnya. Maka Dia akan membalas kepada mereka dari apa yang telah mereka ada-adakan itu. |
|
وَقَالُوا مَا فِي بُطُونِ هَٰذِهِ الْأَنْعَامِ خَالِصَةٌ لِذُكُورِنَا وَمُحَرَّمٌ عَلَىٰ أَزْوَاجِنَا ۖ وَإِنْ يَكُنْ مَيْتَةً فَهُمْ فِيهِ شُرَكَاءُ ۚ سَيَجْزِيهِمْ وَصْفَهُمْ ۚ إِنَّهُ حَكِيمٌ عَلِيمٌ Kemenag RI 2019: Mereka juga berkata, “Apa yang ada di dalam perut hewan ternak ini khusus untuk kaum laki-laki kami dan haram bagi istri-istri kami.” Jika (yang ada di dalam perut itu dilahirkan dalam keadaan) mati, semua boleh (memakannya). Kelak Allah akan membalas ketetapan mereka. Sesungguhnya Dia Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui. (QS. 6 : 139)Prof. Quraish Shihab: Dan mereka mengatakan: “Apa yang dalam perut binatang ternak ini (janin dan atau susunya) adalah khusus untuk laki-laki kami dan diharamkan atas pasangan-pasangan kami (wanita),” dan jika ia (yang dalam perut itu dilahirkan dalam keadaan) mati, maka mereka (laki-laki dan wanita) bersekutu (untuk makan anak binatang yang lahir mati itu atau minum susunya). Kelak Allah membalas mereka atas penyifatan mereka itu (bahwa ini halal dan ini haram). Sesungguhnya Dia Maha Bijaksana, lagi Maha Mengetahui. HAMKA: Dan, mereka berkata, “Apa yang ada di dalam perut binatang-binatang ternak ini adalah halal untuk laki-laki kami dan diharamkan untuk istri-istri kami.” Dan jika kandungan binatang-binatang itu mati maka mereka bersekutu padanya. Allah akan membalas kepada mereka tentang aturan yang mereka sifatkan itu. Sesungguhnya Dia adalah Mahabijaksana lagi Mengetahui. |
|
قَدْ خَسِرَ الَّذِينَ قَتَلُوا أَوْلَادَهُمْ سَفَهًا بِغَيْرِ عِلْمٍ وَحَرَّمُوا مَا رَزَقَهُمُ اللَّهُ افْتِرَاءً عَلَى اللَّهِ ۚ قَدْ ضَلُّوا وَمَا كَانُوا مُهْتَدِينَ Kemenag RI 2019: Sungguh rugi orang-orang yang membunuh anak-anak mereka karena kebodohan tanpa pengetahuan dan mengharamkan rezeki yang dikaruniakan Allah kepada mereka dengan (semata-mata) membuat-buat kebohongan terhadap Allah. Sungguh, mereka telah sesat dan tidak mendapat petunjuk. (QS. 6 : 140)Prof. Quraish Shihab: Sungguh, telah merugi orang-orang yang telah membunuh anak-anak mereka karena kebodohan, lagi tanpa pengetahuan, dan mereka mengharamkan rezeki yang telah dianugerahkan Allah kepada mereka (antara lain berupa binatang dan tanaman) semata-mata mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. Sungguh, mereka telah sesat dan bukanlah mereka orang-orang yang mendapat petunjuk. HAMKA: Sesungguhnya telah rugi orang-orang yang membunuh anak-anak mereka karena pandir dan tidak mempunyai pengetahuan dan telah mereka haramkan apa yang telah dihalalkan Allah kepada mereka, semata-mata karena dibuat-buat saja dusta atas nama Allah. Sesungguhnya mereka telah sesat, dan tidaklah mereka mendapat petunjuk. |
|
وَهُوَ الَّذِي أَنْشَأَ جَنَّاتٍ مَعْرُوشَاتٍ وَغَيْرَ مَعْرُوشَاتٍ وَالنَّخْلَ وَالزَّرْعَ مُخْتَلِفًا أُكُلُهُ وَالزَّيْتُونَ وَالرُّمَّانَ مُتَشَابِهًا وَغَيْرَ مُتَشَابِهٍ ۚ كُلُوا مِنْ ثَمَرِهِ إِذَا أَثْمَرَ وَآتُوا حَقَّهُ يَوْمَ حَصَادِهِ ۖ وَلَا تُسْرِفُوا ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ Kemenag RI 2019: Dialah yang menumbuhkan tanaman-tanaman yang merambat dan yang tidak merambat, pohon kurma, tanaman yang beraneka ragam rasanya, serta zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya) dan tidak serupa (rasanya). Makanlah buahnya apabila ia berbuah dan berikanlah haknya (zakatnya) pada waktu memetik hasilnya. Akan tetapi, janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan. (QS. 6 : 141)Prof. Quraish Shihab: Dan Dia-lah yang menjadikan kebun-kebun yang berjunjung (yang disanggah tiang) dan yang tidak berjunjung, pohon kurma, tanaman yang beraneka ragam rasanya, zaitun dan delima yang serupa (dalam bentuk dan warnanya) dan tidak serupa (aroma dan kegunaannya). Makanlah sebagian buahnya bila ia berbuah, dan tunaikanlah (dari sebagian yang lain) haknya di hari memetik (hasilnya) dan janganlah kamu berlebih-lebihan (dalam segala hal). Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan. HAMKA: Dan Dialah yang telah menimbulkan kebun-kebun yang dijunjungkan dan yang bukan dijunjungkan, dan pohon kurma, tumbuh-tumbuhan yang berlainan rasanya dan zaitun, dan delima yang bersamaan dan yang bukan bersamaan. “Maka makanlah dari buahnya apabila dia berbuah dan keluarkanlah haknya di hari pengenatannya dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Dia tidaklah suka kepada orang-orang yang berlebih-lebihan.” |
|
وَمِنَ الْأَنْعَامِ حَمُولَةً وَفَرْشًا ۚ كُلُوا مِمَّا رَزَقَكُمُ اللَّهُ وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ Kemenag RI 2019: Di antara hewan-hewan ternak itu ada yang dijadikan pengangkut beban dan ada (pula) yang untuk disembelih. Makanlah rezeki yang diberikan Allah kepadamu. Janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya dia adalah musuh yang nyata bagimu. (QS. 6 : 142)Prof. Quraish Shihab: Dan dari (jenis) binatang ternak itu (ada yang) Dia jadikan untukmu sebagian pengangkutan dan sebagian untuk dimakan. HAMKA: Dan dari binatang-binatang ternak itu ada pengangkut dan (ada) sembelihan. “Makanlah dari apa yang telah dikaruniakan kepada kamu oleh Allah dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya dia terhadap kamu adalah musuh yang nyata.” |
| Hal. 147 |
|
ثَمَانِيَةَ أَزْوَاجٍ ۖ مِنَ الضَّأْنِ اثْنَيْنِ وَمِنَ الْمَعْزِ اثْنَيْنِ ۗ قُلْ آلذَّكَرَيْنِ حَرَّمَ أَمِ الْأُنْثَيَيْنِ أَمَّا اشْتَمَلَتْ عَلَيْهِ أَرْحَامُ الْأُنْثَيَيْنِ ۖ نَبِّئُونِي بِعِلْمٍ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ Kemenag RI 2019: Ada delapan hewan ternak yang berpasangan (empat pasang, yaitu) sepasang domba dan sepasang kambing. Katakanlah, “Apakah yang Dia haramkan itu dua yang jantan, dua yang betina, atau yang ada dalam kandungan kedua betinanya? Terangkanlah kepadaku berdasarkan pengetahuan jika kamu orang yang benar.” (QS. 6 : 143)Prof. Quraish Shihab: (Binatang ternak itu ada) delapan pasang (jantan dan betina), dari (jenis) domba dua, dan dari (jenis) kambing dua. Katakanlah (Nabi Muhammad saw. kepada orang-orang musyrik): “Apakah dua yang jantan (domba dan kambing) yang diharamkan (Allah swt.) ataukah dua yang betina (domba dan kambing), ataukah yang ada dalam kandungan kedua betina? Beritahukanlah kepadaku berdasar pengetahuan, jika kamu orang-orang yang benar.” HAMKA: Delapan berpasangan dari biri-biri dua dan dari kambing dua. Tanyakanlah, “Apakah dua yang jantan itu yang Dia haramkan ataukah dua yang betina? Ataukah yang dikandung dalam peranakan dua yang betina itu? Ceritakanlah kepadaku dengan pengetahuan, jika sungguh kamu orang-orang yang benar.” |
|
وَمِنَ الْإِبِلِ اثْنَيْنِ وَمِنَ الْبَقَرِ اثْنَيْنِ ۗ قُلْ آلذَّكَرَيْنِ حَرَّمَ أَمِ الْأُنْثَيَيْنِ أَمَّا اشْتَمَلَتْ عَلَيْهِ أَرْحَامُ الْأُنْثَيَيْنِ ۖ أَمْ كُنْتُمْ شُهَدَاءَ إِذْ وَصَّاكُمُ اللَّهُ بِهَٰذَا ۚ فَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرَىٰ عَلَى اللَّهِ كَذِبًا لِيُضِلَّ النَّاسَ بِغَيْرِ عِلْمٍ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ Kemenag RI 2019: (Dua pasang lagi adalah) sepasang unta dan sepasang sapi. Katakanlah, “Apakah yang Dia haramkan dua yang jantan, dua yang betina, atau yang ada dalam kandungan kedua betinanya? Apakah kamu menjadi saksi ketika Allah menetapkan ini bagimu? Siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah untuk menyesatkan orang-orang tanpa pengetahuan?” ) Sesungguhnya Allah tidak akan memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. (QS. 6 : 144)Prof. Quraish Shihab: Dan (ingatlah) pada hari ketika Allah berfirman: “Hai Isa putra Maryam, ingatlah nikmat-Ku terhadapmu dan terhadap ibumu, ketika Aku menguatkanmu dengan Ruhul Qudus (malaikat Jibril) sehingga engkau dapat berbicara kepada manusia di buaian dan ketika dewasa. Dan ketika Aku mengajarkan kepadamu Kitab (Injil) dan hikmah (yang terkandung di dalamnya), Taurat dan Injil, dan ketika engkau membuat dari tanah (tanah liat) (berupa burung) dengan izin-Ku, lalu engkau meniupnya dan menjadi burung yang hidup dengan izin-Ku. Dan ketika engkau menyembuhkan orang yang buta sejak lahir dan orang yang berpenyakit sopak dengan izin-Ku. Dan ketika engkau mengeluarkan orang-orang mati dengan izin-Ku. Dan ketika Aku menahan Bani Israil (yang engkau lahirkan di masa mereka) dan ketika engkau mengingatkan mereka, jika mereka bersikap ingkar terhadap tanda-tanda-Ku.” HAMKA: Dan dari unta dua dan dari lembu dua. Tanyakanlah, “Apakah dua yang jantan itu yang Dia haramkan ataukah dua yang betina, ataukah yang dikandung dalam peranakan dua yang betina itu? Apakah kamu menyaksikan ketika Allah memerintahkan kamu dengan ini? Maka, siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan dusta atas Allah untuk menyesatkan manusia dengan tidak pengetahuan? Sesungguhnya Allah tidaklah memberi petunjuk kepada kaum yang zalim.” |
|
قُلْ لَا أَجِدُ فِي مَا أُوحِيَ إِلَيَّ مُحَرَّمًا عَلَىٰ طَاعِمٍ يَطْعَمُهُ إِلَّا أَنْ يَكُونَ مَيْتَةً أَوْ دَمًا مَسْفُوحًا أَوْ لَحْمَ خِنْزِيرٍ فَإِنَّهُ رِجْسٌ أَوْ فِسْقًا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللَّهِ بِهِ ۚ فَمَنِ اضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَلَا عَادٍ فَإِنَّ رَبَّكَ غَفُورٌ رَحِيمٌ Kemenag RI 2019: Katakanlah, “Tidak kudapati di dalam apa yang diwahyukan kepadaku sesuatu yang diharamkan memakannya bagi yang ingin memakannya, kecuali (daging) hewan yang mati (bangkai), darah yang mengalir, daging babi karena ia najis, atau yang disembelih secara fasik, (yaitu) dengan menyebut (nama) selain Allah. Akan tetapi, siapa pun yang terpaksa bukan karena menginginkannya dan tidak melebihi (batas darurat), maka sesungguhnya Tuhanmu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. 6 : 145)Prof. Quraish Shihab: Katakanlah (wahai Nabi Muhammad saw.): “Aku tidak menemukan dalam wahyu yang diturunkan kepadaku (al-Qur’an) sesuatu yang diharamkan atas orang yang memakannya, kecuali yang sudah diharamkan atasnya sendiri (sebelum turunnya al-Qur’an). Yaitu, bangkai, darah yang mengalir, daging babi dan binatang yang disembelih dengan menyebut selain nama Allah. Tetapi barang siapa yang dalam keadaan terpaksa (makan) bukan karena maksud durhaka dan tidak melampaui batas, maka sesungguhnya Tuhanmu Maha Pengampun, lagi Maha Penyayang. HAMKA: Katakanlah, “Tidaklah aku dapati di dalam apa yang diwahyukan kepadaku sesuatu yang diharamkan bagi si pemakan yang mau memakannya kecuali bahwa dia itu bangkai atau darah yang mengalir atau daging babi. Karena sesungguhnya dia itu kotor atau suatu pendurhakaan yang disembelih untuk selain Allah. Maka, barang siapa yang terpaksa, bukan karena ingin atau sengaja hendak melebihi, maka sesungguhnya Tuhan engkau adalah Pengampun lagi Penyayang.” |
|
وَعَلَى الَّذِينَ هَادُوا حَرَّمْنَا كُلَّ ذِي ظُفُرٍ ۖ وَمِنَ الْبَقَرِ وَالْغَنَمِ حَرَّمْنَا عَلَيْهِمْ شُحُومَهُمَا إِلَّا مَا حَمَلَتْ ظُهُورُهُمَا أَوِ الْحَوَايَا أَوْ مَا اخْتَلَطَ بِعَظْمٍ ۚ ذَٰلِكَ جَزَيْنَاهُمْ بِبَغْيِهِمْ ۖ وَإِنَّا لَصَادِقُونَ Kemenag RI 2019: Atas orang-orang Yahudi Kami mengharamkan semua (hewan) yang berkuku. ) Kami mengharamkan pula atas mereka lemak sapi dan domba, kecuali yang melekat di punggungnya, yang ada dalam isi perutnya, atau yang bercampur dengan tulang. Demikianlah Kami menghukum mereka karena kedurhakaannya. Sesungguhnya Kami Maha Benar. (QS. 6 : 146)Prof. Quraish Shihab: Dan bagi orang-orang Yahudi, Kami haramkan segala binatang yang bergigi tajam. Dan bagi mereka ada yang Kami perintahkan (dalam Taurat) untuk mengharamkan sebagian makanan sebagaimana telah Kami jelaskan kepada mereka secara rinci. Dan bagi setiap orang yang zalim di antara mereka, sesungguhnya Kami akan menimpakan azab yang keras. HAMKA: Dan, atas orang-orang Yahudi telah Kami haramkan tiap-tiap yang mempunyai kuku, dan dari lembu dan kambing, telah Kami haramkan atas mereka lemaknya. Kecuali, lemak yang ada di punggung keduanya atau di dalam perut, atau apa yang tercampur dengan tulang. Demikian itulah, Kami balas mereka dengan sebab kejahatan mereka. Sesungguhnya Kami adalah benar. |
| Hal. 148 |
|
فَإِنْ كَذَّبُوكَ فَقُلْ رَبُّكُمْ ذُو رَحْمَةٍ وَاسِعَةٍ وَلَا يُرَدُّ بَأْسُهُ عَنِ الْقَوْمِ الْمُجْرِمِينَ Kemenag RI 2019: Maka, jika mereka mendustakanmu, katakanlah, “Tuhanmu mempunyai rahmat yang luas dan siksa-Nya tidak dapat dielakkan dari orang-orang yang berdosa.” (QS. 6 : 147)Prof. Quraish Shihab: Maka jika mereka mendustakanmu, maka katakanlah: 'Tuhan kamu mempunyai rahmat yang luas; dan siksa-Nya tidak dapat ditolak terhadap kaum para pendurhaka: " HAMKA: Maka, jika mereka mendustakan engkau, katakanlah, “Tuhan kamu adalah mempunyai rahmat yang luas dan tidaklah dapat ditolak siksaan-Nya daripada kaum yang berbuat dosa.” |
|
سَيَقُولُ الَّذِينَ أَشْرَكُوا لَوْ شَاءَ اللَّهُ مَا أَشْرَكْنَا وَلَا آبَاؤُنَا وَلَا حَرَّمْنَا مِنْ شَيْءٍ ۚ كَذَٰلِكَ كَذَّبَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ حَتَّىٰ ذَاقُوا بَأْسَنَا ۗ قُلْ هَلْ عِنْدَكُمْ مِنْ عِلْمٍ فَتُخْرِجُوهُ لَنَا ۖ إِنْ تَتَّبِعُونَ إِلَّا الظَّنَّ وَإِنْ أَنْتُمْ إِلَّا تَخْرُصُونَ Kemenag RI 2019: Orang-orang musyrik akan berkata, “Jika Allah menghendaki, tentu kami tidak akan mempersekutukan-Nya, begitu pula nenek moyang kami, dan kami tidak akan mengharamkan apa pun.” Seperti itu pula orang-orang sebelum mereka telah mendustakan (para rasul) sampai mereka merasakan azab Kami. Katakanlah (Nabi Muhammad), “Apakah kamu mempunyai dalil yang dapat kamu kemukakan kepada kami? Yang kamu ikuti hanya persangkaan belaka dan kamu hanya mengira-ngira.” (QS. 6 : 148)Prof. Quraish Shihab: Orang-orang yang mempersekutukan Tuhan, akan mengatakan: 'Jika Allah menghendaki, niscaya kami dan ( demikian juga) bapak-bapak kami tidak mempersekutukan-Nya dan tidak (pula) kami mengharamkan sesuatu apa pun. " Demikian pula orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan (para rasul) sampai mereka merasakan siksaan Kami. Katakanlah: "Apakah kamu mempunyai sesuatu pengetahuan sehingga dapat kamu mengemukakannya kepada Kami?" Kamu tidak mengikuti kecuali persangkaan belaka, dan kamu tidak lain hanya mengira-ngira. HAMKA: Akan berkata orang-orang yang mempersekutukan itu, “Jika Allah menghendaki, niscaya tidaklah kami akan mempersekutukan, tidak (pula) bapak-bapak kami, dan tidak kami akan mengharamkan apa-apa.” Seperti itu pulalah telah mendustakan orang-orang yang sebelum mereka sehingga mereka merasakan siksaan Kami. Tanyakanlah, “Adakah pada kamu suatu ilmu yang bisa kamu keluarkan kepada Kami?” Tidak ada yang kamu ikuti kecuali sangka-sangka dan tidaklah kamu ini melainkan berdusta semua. |
|
قُلْ فَلِلَّهِ الْحُجَّةُ الْبَالِغَةُ ۖ فَلَوْ شَاءَ لَهَدَاكُمْ أَجْمَعِينَ Kemenag RI 2019: Katakanlah (Nabi Muhammad), “Hanya milik Allahlah dalil yang kuat. Maka, kalau Dia menghendaki, niscaya kamu semua mendapat petunjuk.” (QS. 6 : 149)Prof. Quraish Shihab: Katakanlah (Nabi Muhammad saw.): “(Jika kamu berkata demikian), maka Allah memiliki hujjah (bukti pembenaran) (atas kebohongan kamu) yang sangat jelas, sebab jika seandainya Dia menghendaki, pasti Dia memberi petunjuk kepada kamu semua (tetapi Allah swt. tidak berkehendak demikian, karena Dia berkehendak untuk memberi kebebasan memilih kepada manusia).” HAMKA: Katakanlah, “Maka pada Allah-lah alasan yang kuat. Maka kalau Dia kehendaki, niscaya diberi-Nya petunjuklah kamu sekalian.” |
|
قُلْ هَلُمَّ شُهَدَاءَكُمُ الَّذِينَ يَشْهَدُونَ أَنَّ اللَّهَ حَرَّمَ هَٰذَا ۖ فَإِنْ شَهِدُوا فَلَا تَشْهَدْ مَعَهُمْ ۚ وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا وَالَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِالْآخِرَةِ وَهُمْ بِرَبِّهِمْ يَعْدِلُونَ Kemenag RI 2019: Katakanlah (Nabi Muhammad), “Bawalah saksi-saksimu yang dapat membuktikan bahwa Allah mengharamkan ini.” Jika mereka memberi kesaksian, engkau jangan (ikut pula) memberi kesaksian bersama mereka. Jangan engkau ikuti keinginan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat dan mempersekutukan Tuhan. (QS. 6 : 150)Prof. Quraish Shihab: Katakanlah (Nabi Muhammad saw.): “Hadirkanlah para saksi kamu yang dapat memberikan kesaksian bahwa Allah telah mengharamkan ini.” Jika mereka memberikan kesaksian, maka janganlah engkau (Nabi Muhammad saw.) memberi kesaksian bersama mereka; dan jangan (pula) engkau mengikuti hawa nafsu orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan orang-orang yang tidak beriman kepada (kehidupan) akhirat, sedangkan mereka menyekutukan (sesuatu) dengan Tuhan Pemelihara mereka. HAMKA: Katakanlah, “Bawalah kemari saksi-saksi kamu yang akan menyaksikan bahwa Allah telah mengharamkan ini.” Tetapi, jika mereka telah menyaksikan maka janganlah engkau menjadi saksi bersama mereka dan janganlah engkau ikuti hawa nafsu orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan orang-orang yang tidak percaya kepada akhirat itu, sedang mereka terhadap Tuhan mereka adalah mempersekutukan. |
|
قُلْ تَعَالَوْا أَتْلُ مَا حَرَّمَ رَبُّكُمْ عَلَيْكُمْ ۖ أَلَّا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا ۖ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۖ وَلَا تَقْتُلُوا أَوْلَادَكُمْ مِنْ إِمْلَاقٍ ۖ نَحْنُ نَرْزُقُكُمْ وَإِيَّاهُمْ ۖ وَلَا تَقْرَبُوا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ ۖ وَلَا تَقْتُلُوا النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ ۚ ذَٰلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ Kemenag RI 2019: Katakanlah (Nabi Muhammad), “Kemarilah! Aku akan membacakan apa yang diharamkan Tuhan kepadamu, (yaitu) janganlah mempersekutukan-Nya dengan apa pun, berbuatbaiklah kepada kedua orang tua, dan janganlah membunuh anak-anakmu karena kemiskinan. (Tuhanmu berfirman,) ‘Kamilah yang memberi rezeki kepadamu dan kepada mereka.’ Janganlah pula kamu mendekati perbuatan keji, baik yang terlihat maupun yang tersembunyi. Janganlah kamu membunuh orang yang diharamkan Allah, kecuali dengan alasan yang benar. ) Demikian itu Dia perintahkan kepadamu agar kamu mengerti. (QS. 6 : 151)Prof. Quraish Shihab: Katakanlah: “Marilah aku bacakan apa yang diharamkan atas kamu oleh Tuhanmu: janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun; berbuat baiklah kepada kedua orang tua, kaum kerabat, anak yatim, orang miskin, tetangga yang dekat, tetangga yang jauh, teman sejawat dan musafir; dan janganlah kamu memboroskan harta dengan boros yang berlebihan. Sesungguhnya orang-orang yang boros itu adalah saudara setan, dan setan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.” HAMKA: Katakanlah, “Kemarilah supaya aku bacakan apa yang diharamkan oleh Tuhan kamu kepada kamu. (Yaitu) bahwa janganlah kamu mempersekutukan dengan Dia sesuatu pun dan dengan kedua ibu-bapak hendaklah berbuat baik dan janganlah kamu bunuh anak-anak kamu karena kepapaan. Kamilah yang memberi rezeki kamu dan kepada mereka. Dan jangan kamu dekati segala kejahian yang zahir daripadanya dan yang batin dan jangan kamu bunuh suatu jiwa yang diharamkan oleh Allah kecuali dengan hak. Demikian itulah Dia wasiatkan kepada kamu supaya kamu mengerti.” |
| Hal. 149 |
|
وَلَا تَقْرَبُوا مَالَ الْيَتِيمِ إِلَّا بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ حَتَّىٰ يَبْلُغَ أَشُدَّهُ ۖ وَأَوْفُوا الْكَيْلَ وَالْمِيزَانَ بِالْقِسْطِ ۖ لَا نُكَلِّفُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۖ وَإِذَا قُلْتُمْ فَاعْدِلُوا وَلَوْ كَانَ ذَا قُرْبَىٰ ۖ وَبِعَهْدِ اللَّهِ أَوْفُوا ۚ ذَٰلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ Kemenag RI 2019: Janganlah kamu mendekati (menggunakan) harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih bermanfaat, sampai dia mencapai (usia) dewasa. Sempurnakanlah takaran dan timbangan dengan adil. Kami tidak membebani seseorang melainkan menurut kesanggupannya. Apabila kamu berbicara, lakukanlah secara adil sekalipun dia kerabat(-mu). Penuhilah pula janji Allah. Demikian itu Dia perintahkan kepadamu agar kamu mengambil pelajaran.” (QS. 6 : 152)Prof. Quraish Shihab: Dan janganlah kamu mendekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang terbaik, hingga dia mencapai kedewasaannya. Dan sempurnakanlah takaran dan timbangan dengan adil. Kami tidak membebani seseorang melainkan sesuai kesanggupannya. Dan apabila kamu berucap (maka janganlah berbohong atau curang); berlakulah adil walaupun dia adalah kerabat-(mu), dan penuhilah janji Allah. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepada kamu supaya kamu (selalu) ingat (dan mengambil pelajaran).” HAMKA: Dan jangan kamu dekat harta anak yatim melainkan dengan cara yang amat baik sehingga dia sampai umur. Dan penuhilah sukatan dan timbangan dengan adil. Tidaklah Kami memberat akan suatu diri, melainkan sesanggupnya. Dan apabila kamu berkata-kata hendaklah kamu adil, walaupun adalah dia kerabat kamu. Dan janji Allah hendaklah kamu penuhi. Demikianlah Dia wasiatkan kepada kamu, supaya kamu semuanya ingat. |
|
وَأَنَّ هَٰذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ ۖ وَلَا تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيلِهِ ۚ ذَٰلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ Kemenag RI 2019: Sungguh, inilah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah! Jangan kamu ikuti jalan-jalan (yang lain) sehingga mencerai-beraikanmu dari jalan-Nya. Demikian itu Dia perintahkan kepadamu agar kamu bertakwa. (QS. 6 : 153)Prof. Quraish Shihab: Dan bahwa ini adalah jalan-Ku yang lebar lagi lurus, maka ikutilah ia; dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), sehingga mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu supaya kamu bertakwa. HAMKA: Dan sesungguhnya ini adalah jalanku yang lurus. Sebab itu turutilah dia. Dan jangan kamu turuti jalan-jalan (lain) karena itu akan memecah-belahkan kamu dari jalan-Nya. Demikianlah Dia wasiatkan kepada kamu supaya kamu semuanya bertakwa. |
|
ثُمَّ آتَيْنَا مُوسَى الْكِتَابَ تَمَامًا عَلَى الَّذِي أَحْسَنَ وَتَفْصِيلًا لِكُلِّ شَيْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً لَعَلَّهُمْ بِلِقَاءِ رَبِّهِمْ يُؤْمِنُونَ Kemenag RI 2019: Kemudian, Kami telah menganugerahkan kepada Musa Kitab (Taurat) untuk menyempurnakan (nikmat Kami) kepada orang yang berbuat kebaikan, menjelaskan secara rinci segala sesuatu, serta memberi petunjuk dan rahmat agar mereka beriman kepada pertemuan dengan Tuhannya. (QS. 6 : 154)Prof. Quraish Shihab: Kemudian, Kami telah menganugerahkan kepada Musa al-Kitab (Taurat) untuk menyempurnakan (nikmat Kami) kepada orang yang berbuat kebaikan, dan untuk menjelaskan secara rinci segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat, supaya mereka beriman tentang pertemuan (mereka) dengan Tuhan Pemelihara mereka. HAMKA: Kemudian telah Kami berikan kitab kepada Musa dalam keadaan sempurna atas orang yang berbuat baik dan penjelasan bagi tiap-tiap sesuatu dan petunjuk dan rahmat. Supaya mereka percaya pada pertemuan dengan Tuhan mereka. |
|
وَهَٰذَا كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ مُبَارَكٌ فَاتَّبِعُوهُ وَاتَّقُوا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ Kemenag RI 2019: (Al-Qur’an) ini adalah Kitab yang Kami turunkan lagi diberkahi. Maka, ikutilah dan bertakwalah agar kamu dirahmati. (QS. 6 : 155)Prof. Quraish Shihab: Dan (al-Qur’an) ini adalah kitab yang telah Kami turunkan, (lagi) diberkahi, maka ikutilah ia dan bertakwalah supaya kamu mendapatkan rahmat. HAMKA: Dan ini adalah sebuah kitab yang telah Kami turunkan dia yang diberkati. Ikutilah olehnya akan dia dan bertakwalah. Mudah-mudahan kamu diberi rahmat. |
|
أَنْ تَقُولُوا إِنَّمَا أُنْزِلَ الْكِتَابُ عَلَىٰ طَائِفَتَيْنِ مِنْ قَبْلِنَا وَإِنْ كُنَّا عَنْ دِرَاسَتِهِمْ لَغَافِلِينَ Kemenag RI 2019: (Kami turunkan Al-Qur’an itu) supaya kamu (tidak) mengatakan, “Kitab itu hanya diturunkan kepada dua golongan sebelum kami (Yahudi dan Nasrani) dan sesungguhnya kami lengah dari apa yang mereka baca,” (QS. 6 : 156)Prof. Quraish Shihab: (Kami telah menurunkan al-Qur’an itu) supaya kamu (tidak berdalih pada Hari Kiamat dengan) mengatakan: “Sesungguhnya Kitab itu hanya diturunkan kepada dua golongan (Yahudi dan Nasrani saja) sebelum kami, dan sesungguhnya kami lengah terhadap (apa) yang (berulang-ulang) mereka baca.” HAMKA: Supaya kamu tidak berkata, “Semata-mata diturunkan kitab hanyalah kepada dua golongan sebelum kita dan sesungguhnya kita adalah lalai dari bacaan mereka.” |
|
أَوْ تَقُولُوا لَوْ أَنَّا أُنْزِلَ عَلَيْنَا الْكِتَابُ لَكُنَّا أَهْدَىٰ مِنْهُمْ ۚ فَقَدْ جَاءَكُمْ بَيِّنَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ ۚ فَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنْ كَذَّبَ بِآيَاتِ اللَّهِ وَصَدَفَ عَنْهَا ۗ سَنَجْزِي الَّذِينَ يَصْدِفُونَ عَنْ آيَاتِنَا سُوءَ الْعَذَابِ بِمَا كَانُوا يَصْدِفُونَ Kemenag RI 2019: atau supaya kamu (tidak) mengatakan, “Sesungguhnya jikalau Kitab itu diturunkan kepada kami, tentulah kami lebih mendapat petunjuk daripada mereka.” Sungguh, telah datang kepadamu penjelasan yang nyata, petunjuk, dan rahmat dari Tuhanmu. Maka, siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mendustakan ayat-ayat Allah dan berpaling darinya? Kelak, Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang berpaling dari ayat-ayat Kami dengan siksaan yang buruk karena mereka selalu berpaling. (QS. 6 : 157)Prof. Quraish Shihab: Atau supaya kamu (tidak) mengatakan: “Sesungguhnya jika seandainya kitab (itu) diturunkan kepada kami, tentulah kami lebih mendapat petunjuk dari mereka.” Maka sungguh, telah datang kepada kamu keterangan yang nyata dari Tuhan Pemelihara kamu, serta petunjuk dan rahmat. Maka, siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mendustakan ayat-ayat Allah dan berpaling darinya? Kelak Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berpaling dari ayat-ayat Kami dengan azab yang buruk karena mereka selalu berpaling. HAMKA: Atau kamu katakan, “Sesungguhnya kalau diturunkan kepada kami kitab, niscaya kamilah yang akan lebih mendapat petunjuk daripada mereka.” Maka sesungguhnya telah datang kepada kamu keterangan dari Tuhan kamu dan petunjuk dan rahmat. Maka siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah dan berpaling daripadanya? Akan Kami balas orang-orang yang berpaling dari ayat-ayat Kami dengan seburuk-buruk balasan sebab apa yang telah mereka palingkan itu. |
| Hal. 150 |
|
هَلْ يَنْظُرُونَ إِلَّا أَنْ تَأْتِيَهُمُ الْمَلَائِكَةُ أَوْ يَأْتِيَ رَبُّكَ أَوْ يَأْتِيَ بَعْضُ آيَاتِ رَبِّكَ ۗ يَوْمَ يَأْتِي بَعْضُ آيَاتِ رَبِّكَ لَا يَنْفَعُ نَفْسًا إِيمَانُهَا لَمْ تَكُنْ آمَنَتْ مِنْ قَبْلُ أَوْ كَسَبَتْ فِي إِيمَانِهَا خَيْرًا ۗ قُلِ انْتَظِرُوا إِنَّا مُنْتَظِرُونَ Kemenag RI 2019: Yang mereka nanti-nantikan hanyalah kedatangan malaikat kepada mereka, kedatangan Tuhanmu, atau sebagian tanda-tanda dari Tuhanmu. Pada hari datangnya sebagian tanda-tanda Tuhanmu tidak bermanfaat lagi iman seseorang yang belum beriman sebelum itu atau (belum) berusaha berbuat kebajikan dalam masa imannya itu. Katakanlah, “Tunggulah! Sesungguhnya Kami pun menunggu.” (QS. 6 : 158)Prof. Quraish Shihab: Apakah mereka hanya menantikan kedatangan malaikat kepada mereka ataukah kedatangan Tuhan Pemeliharamu (supaya mereka melihat-Nya dengan mata kepala) atau kedatangan sebagian tanda-tanda (mukjizat yang bersifat inderawi dari) Tuhan Pemeliharamu. Pada hari datangnya sebagian tanda-tanda (dari) Tuhan Pemeliharamu, tidaklah bermanfaat (lagi) bagi diri seseorang imannya, yang belum beriman sebelum itu, atau dia (belum) mengusahakan kebaikan dalam masa imannya. Katakanlah: “Tunggulah, sesungguhnya kami (pun) menunggu.” HAMKA: Tidaklah yang mereka tunggu-tunggu, melainkan bahwa datang kepada mereka malaikat atau datang Tuhan engkau atau datang setengah dari ayat-ayat Tuhan engkau. Pada hari datang sebagian dari ayat-ayat Tuhan engkau itu, tidaklah akan memberi manfaat kepada suatu diri imannya, yang tidak beriman lebih dahulu atau dia berusaha pada imannya itu suatu kebaikan. Katakanlah, “Tunggulah olehmu sesungguhnya Kami pun menunggu.” |
|
إِنَّ الَّذِينَ فَرَّقُوا دِينَهُمْ وَكَانُوا شِيَعًا لَسْتَ مِنْهُمْ فِي شَيْءٍ ۚ إِنَّمَا أَمْرُهُمْ إِلَى اللَّهِ ثُمَّ يُنَبِّئُهُمْ بِمَا كَانُوا يَفْعَلُونَ Kemenag RI 2019: Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah agamanya dan mereka menjadi (terpecah) dalam golongan-golongan, sedikit pun engkau (Nabi Muhammad) tidak bertanggung jawab terhadap mereka. Sesungguhnya urusan mereka (terserah) hanya kepada Allah. Kemudian, Dia akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka perbuat. (QS. 6 : 159)Prof. Quraish Shihab: Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah agama mereka (dengan menciptakan kepercayaan dan praktik-praktik ibadah yang tidak disyariatkan Allah swt.) dan mereka (terpecah) menjadi beberapa golongan, (sungguh tidak diridhai Allah swt.), (karena itu) engkau (Nabi Muhammad saw.) tidak berkaitan sedikit pun dengan mereka. Sesungguhnya urusan mereka hanya (kembali) kepada Allah, kemudian Dia akan memberitahukan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan. HAMKA: Sesungguhnya orang-orang yang memecah-belahkan agama mereka dan jadilah mereka bergolong-golongan, bukanlah engkau daripada mereka, pada apa jua pun. Lain tidak, perkara mereka itu kepada Allah. Kemudian Dia akan memberitakan kepada mereka apa yang mereka kerjakan. |
|
مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا ۖ وَمَنْ جَاءَ بِالسَّيِّئَةِ فَلَا يُجْزَىٰ إِلَّا مِثْلَهَا وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ Kemenag RI 2019: Siapa yang berbuat kebaikan, dia akan mendapat balasan sepuluh kali lipatnya. Siapa yang berbuat keburukan, dia tidak akan diberi balasan melainkan yang seimbang dengannya. Mereka (sedikit pun) tidak dizalimi (dirugikan). (QS. 6 : 160)Prof. Quraish Shihab: Barang siapa membawa amal baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat (amal)-nya; dan barang siapa membawa perbuatan buruk, maka dia tidak diberi balasan melainkan setimpal dengan (perbuatan buruhnya, dan mereka (sedikit pun) tidak dianiaya. HAMKA: Dan barang siapa yang datang dengan satu kebaikan maka untuknya adalah sepuluh kali ganda; dan barang siapa yang datang dengan satu kejahatan maka tidaklah dia akan diganjari melainkan seumpamanya. Sedang mereka tidaklah akan dianiaya. |
|
قُلْ إِنَّنِي هَدَانِي رَبِّي إِلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ دِينًا قِيَمًا مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا ۚ وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ Kemenag RI 2019: Katakanlah (Nabi Muhammad), “Sesungguhnya Tuhanku telah membimbingku ke jalan yang lurus, agama yang benar, agama Ibrahim yang lurus, dan dia (Ibrahim) tidak termasuk orang-orang musyrik.” (QS. 6 : 161)Prof. Quraish Shihab: Katakanlah (Nabi Muhammad saw); “Sesungguhnya aku telah dibimbing oleh Tuhan Pemeliharaku ke jalan lebar yang lurus, agama yang benar; agama Ibrahim yang biuuf (tidak cenderung kepada kebatilan dan jauh dari kepercayaan sesat), dan sekali-kali bukanlah dia (Nabi Ibrahim as.) termasuk (golongan) orang-orang musyrik.” HAMKA: Katakanlah, “Sesungguhnya aku telah diberi petunjuk akan daku oleh Tuhanku kepada jalan yang lurus. Agama yang teguh, agama Ibrahim yang jujur, dan tidaklah dia itu dari orang-orang musyrikin.” |
|
قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ Kemenag RI 2019: Katakanlah (Nabi Muhammad), “Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. (QS. 6 : 162)Prof. Quraish Shihab: Katakanlah (Nabi Muhammad saw): “Sesungguhnya shalatku, ibadahku dan hidup serta matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan Pemelihara seluruh alam. HAMKA: Katakanlah, “Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku adalah karena Allah, Tuhan sarwa sekalian alam.” |
|
لَا شَرِيكَ لَهُ ۖ وَبِذَٰلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ Kemenag RI 2019: Tidak ada sekutu bagi-Nya. Itulah yang diperintahkan kepadaku. Aku adalah orang yang pertama dalam kelompok orang muslim.” (QS. 6 : 163)Prof. Quraish Shihab: Tidak ada sekutu bagi-Nya; dan demikian iiuhli yang diperintahkan kr.Lpad;iku, dan aku adalah (orang) yang ptrcatii,! dari (k^pmpak) ^rang-orang Muslim (tunduk patuh diui bvtstmih diri kepada Allah Swt.),” HAMKA: Tidak ada sekutu bagi-Nya; dan begitulah aku diperintah. Dan aku adalah yang mula pertama menyerah diri. |
|
قُلْ أَغَيْرَ اللَّهِ أَبْغِي رَبًّا وَهُوَ رَبُّ كُلِّ شَيْءٍ ۚ وَلَا تَكْسِبُ كُلُّ نَفْسٍ إِلَّا عَلَيْهَا ۚ وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَىٰ ۚ ثُمَّ إِلَىٰ رَبِّكُمْ مَرْجِعُكُمْ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ Kemenag RI 2019: Katakanlah (Nabi Muhammad), “Apakah aku (pantas) mencari tuhan selain Allah, padahal Dialah Tuhan bagi segala sesuatu. Setiap orang yang berbuat dosa, dirinya sendirilah yang akan bertanggung jawab. Seseorang tidak akan memikul beban dosa orang lain. Kemudian, kepada Tuhanmulah kamu kembali, lalu Dia akan memberitahukan kepadamu apa yang dahulu kamu perselisihkan.” (QS. 6 : 164)Prof. Quraish Shihab: Katakanlah (Nabi Muhammad saw.): “Apakah aku (patut) mencari Tuhan Pemelihara selain Allah, padahal Dia adalah Tuhan Pemelihara segala sesuatu. Dan tidaklah seorang membuat dosa melainkan (akibat buruk dosa itu) kembali kepada dirinya sendiri; dan seorang y,mg berdosa ridak akan memikul dfflHl orang l.itn. Kemudian, kepada Tuhan Pfeniciihara kamu-lali tumpat kamu kembali, lalu Dia ak.in memberi rabuk.! n kepada kamu tentang apa yang dahulu kamu berselisih tentangnya. HAMKA: Katakanlah, “Apakah yang selain Allah akan aku harapkan menjadi Tuhan? Padahal Dialah Tuhan dari tiap-tiap sesuatu? Dan tidaklah mengusahakan tiap-tiap diri melainkan untuk dirinya. Dan tidaklah akan menanggung seorang penanggung akan tanggungan orang lain. Kemudian kepada Tuhan kamulah tempat kamu kembali. Maka Dialah yang akan memberitakan kepada kamu tentang apa yang telah pernah kamu perselisihkan.” |
|
وَهُوَ الَّذِي جَعَلَكُمْ خَلَائِفَ الْأَرْضِ وَرَفَعَ بَعْضَكُمْ فَوْقَ بَعْضٍ دَرَجَاتٍ لِيَبْلُوَكُمْ فِي مَا آتَاكُمْ ۗ إِنَّ رَبَّكَ سَرِيعُ الْعِقَابِ وَإِنَّهُ لَغَفُورٌ رَحِيمٌ Kemenag RI 2019: Dialah yang menjadikan kamu sebagai khalifah-khalifah di bumi dan Dia meninggikan sebagian kamu beberapa derajat atas sebagian (yang lain) untuk menguji kamu atas apa yang diberikan-Nya kepadamu. Sesungguhnya Tuhanmu sangat cepat hukuman-Nya. Sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. 6 : 165)Prof. Quraish Shihab: Dan Dia-lah yang menjadikan kamu para khalifah (di) bumi dan Dia meninggikan (derajat) sebagian kamu atas sebagian yang lain beberapa derajat untuk menguji kamu melalui apa yang diberikan-Nya kepada kamu. Sesungguhnya Tuhan Pemelihara kamu sangat cepat pembalasan-(Nya), dan sesungguhnya Dia benar-benar Maha Pengampun, lagi Maha Pengasih.” HAMKA: Dan Dialah yang telah menjadikan kamu khalifah bumi dan telah Dia angkatkan setengah kamu atas yang setengah beberapa derajat. Untuk menguji kamu pada apa-apa yang telah Dia datangkan kepada kamu. Sesungguhnya Tuhan engkau itu sangat cepat siksaan-Nya dan sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun lagi Penyayang. |
| Hal. 151 |
|
المص Kemenag RI 2019: Alif Laam Miim. (QS. 7 : 1)Prof. Quraish Shihab: Alif Laam Miim. HAMKA: ALif Laam Miim Shaad |
|
كِتَابٌ أُنْزِلَ إِلَيْكَ فَلَا يَكُنْ فِي صَدْرِكَ حَرَجٌ مِنْهُ لِتُنْذِرَ بِهِ وَذِكْرَىٰ لِلْمُؤْمِنِينَ Kemenag RI 2019: (Inilah) Kitab yang diturunkan kepadamu (Nabi Muhammad), maka janganlah engkau sesak dada karenanya supaya dengan (kitab itu) engkau memberi peringatan, dan menjadi pelajaran bagi orang-orang yang beriman. (QS. 7 : 2)Prof. Quraish Shihab: (Ini adalah) Kitab (al-Qur’an) yang diturunkan (oleh Allah swt.) kepadamu (Nabi Muhammad saw.), maka janganlah dalam dadamu ada kesempitan karenanya (yakni karena penolakan sementara orang terhadap al-Qur’an), supaya engkau memberi peringatan (kepada orang kafir) dengannya dan menjadi pengajaran bagi orang-orang mukmin. HAMKA: Suatu kitab yang telah diturunkan kepada engkau maka janganlah ada dalam dada engkau rasa sesak daripadanya supaya engkau ancamkan dengan dia dan peringatan bagi orang-orang yang beriman. |
|
اتَّبِعُوا مَا أُنْزِلَ إِلَيْكُمْ مِنْ رَبِّكُمْ وَلَا تَتَّبِعُوا مِنْ دُونِهِ أَوْلِيَاءَ ۗ قَلِيلًا مَا تَذَكَّرُونَ Kemenag RI 2019: Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu dan janganlah kamu ikuti pelindung ) selain Dia. Sedikit sekali kamu mengambil pelajaran. (QS. 7 : 3)Prof. Quraish Shihab: Ikutilah (hai seluruh manusia) apa yang diturunkan kepada kamu dari Tuhan Pemelihara kamu dan janganlah kamu mengikuti para pemimpin selain-Nya! Sangat sedikit kamu mengambil pelajaran (dari al-Qur’an). HAMKA: Turutilah olehmu apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhan kamu dan janganlah kamu turuti yang selain dari Dia menjadi penolong-penolong. Sedikitlah kamu yang ingat. |
|
وَكَمْ مِنْ قَرْيَةٍ أَهْلَكْنَاهَا فَجَاءَهَا بَأْسُنَا بَيَاتًا أَوْ هُمْ قَائِلُونَ Kemenag RI 2019: Betapa banyak negeri yang telah Kami binasakan. Siksaan Kami datang (menimpa penduduknya) pada malam hari atau pada saat mereka beristirahat pada siang hari. (QS. 7 : 4)Prof. Quraish Shihab: Padahal, betapa banyak negeri yang telah Kami binasakan (akibat kedurhakaan penduduknya), maka datanglah siksa Kami menimpanya di waktu mereka berada di malam hari, atau di waktu mereka berbaring di tengah hari. HAMKA: Dan berapa banyak desa yang telah Kami binasakan dia, maka datanglah kepadanya siksaan Kami di tengah malam ataupun sedang mereka tidur tengah hari. |
|
فَمَا كَانَ دَعْوَاهُمْ إِذْ جَاءَهُمْ بَأْسُنَا إِلَّا أَنْ قَالُوا إِنَّا كُنَّا ظَالِمِينَ Kemenag RI 2019: Maka, ketika siksaan Kami datang menimpa mereka, keluhan mereka tidak lain hanyalah ucapan “Sesungguhnya kami adalah orang-orang zalim.” (QS. 7 : 5)Prof. Quraish Shihab: Maka, tidak ada keluhan (yang) mereka (ucapkan) di waktu datang kepada mereka siksa Kami, kecuali (penyesalan dan pengakuan dosa, seraya) mengatakan: “Sesungguhnya kami adalah orang-orang zalim.” HAMKA: Maka tiadalah ada seruan mereka ketika datang siksaan Kami itu, kecuali mereka berkata, “Sesungguhnya kami ini orang-orang yang zalim.” |
|
فَلَنَسْأَلَنَّ الَّذِينَ أُرْسِلَ إِلَيْهِمْ وَلَنَسْأَلَنَّ الْمُرْسَلِينَ Kemenag RI 2019: Pasti akan Kami tanyai umat yang kepada mereka telah diutus para rasul. Pasti akan Kami tanyai (pula) para rasul. (QS. 7 : 6)Prof. Quraish Shihab: Maka, sungguh Kami pasti akan menanyai (umat-umat) yang telah diutus para rasul kepada mereka dan sungguh Kami pasti akan menanyai (pula) para rasul. HAMKA: Maka sesungguhnya akan Kami periksa orang-orang yang dikirim (rasul-rasul) kepada mereka itu dan sesungguhnya akan Kami periksa rasul-rasul itu sendiri. |
|
فَلَنَقُصَّنَّ عَلَيْهِمْ بِعِلْمٍ ۖ وَمَا كُنَّا غَائِبِينَ Kemenag RI 2019: Kemudian, pasti akan Kami kabarkan (hal itu) kepada mereka berdasarkan ilmu (Kami). Sedikit pun Kami tidak pernah gaib (jauh dari mereka). (QS. 7 : 7)Prof. Quraish Shihab: Maka, sungguh Kami pasti akan mengabarkan (apa yang telah mereka perbuat) kepada mereka berdasarkan pengetahuan (Kami) dan Kami sekali-kali tidak gaib (tidak jauh dari mereka). HAMKA: Maka sesungguhnya akan Kami ceritakan kepada mereka dengan pengetahuan dan sekali-kali tiadalah Kami gaib. |
|
وَالْوَزْنُ يَوْمَئِذٍ الْحَقُّ ۚ فَمَنْ ثَقُلَتْ مَوَازِينُهُ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ Kemenag RI 2019: Timbangan pada hari itu (menjadi ukuran) kebenaran. Siapa yang berat timbangan (kebaikan)-nya, mereka itulah orang yang beruntung. (QS. 7 : 8)Prof. Quraish Shihab: Timbangan pada hari (Kebangkitan) itu haq (benar), maka barang siapa berat timbangan-timbangan (amal kebaikan)-nya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung. HAMKA: Dan timbangan pada hari itu adalah benar. Maka barangsiapa yang berat timbangannya, maka mereka orang-orang yang beroleh kejayaan. |
|
وَمَنْ خَفَّتْ مَوَازِينُهُ فَأُولَٰئِكَ الَّذِينَ خَسِرُوا أَنْفُسَهُمْ بِمَا كَانُوا بِآيَاتِنَا يَظْلِمُونَ Kemenag RI 2019: Siapa yang ringan timbangan (kebaikan)-nya, mereka itulah orang yang telah merugikan dirinya sendiri karena mereka selalu mengingkari ayat-ayat Kami. (QS. 7 : 9)Prof. Quraish Shihab: Dan barang siapa ringan timbangan-timbangan (amal kebaikan)-nya, maka mereka itulah orang-orang yang merugikan diri mereka (sendiri), disebabkan mereka selalu mengingkari ayat-ayat Kami. HAMKA: Dan barangsiapa yang ringan timbangannya maka mereka itu adalah orang-orang yang telah merugikan diri mereka sendiri dengan sebab mereka terhadap ayat-ayat Kami berlaku zalim. |
|
وَلَقَدْ مَكَّنَّاكُمْ فِي الْأَرْضِ وَجَعَلْنَا لَكُمْ فِيهَا مَعَايِشَ ۗ قَلِيلًا مَا تَشْكُرُونَ Kemenag RI 2019: Sungguh, Kami benar-benar telah menempatkan kamu sekalian di bumi dan Kami sediakan di sana (bumi) penghidupan untukmu. (Akan tetapi,) sedikit sekali kamu bersyukur. (QS. 7 : 10)Prof. Quraish Shihab: Dan demi (keagungan dan kekuasaan Kami)! Sungguh, Kami telah menempatkan kamu di bumi dan Kami adakan bagi kamu di dalamnya penghidupan. Sangat sedikitlah kamu bersyukur. HAMKA: Dan sesungguhnya telah Kami tetapkan kamu di bumi dan telah Kami jadikan untuk kamu di dalamnya beberapa penghidupan. Sedikitlah kamu yang berterima kasih. |
|
وَلَقَدْ خَلَقْنَاكُمْ ثُمَّ صَوَّرْنَاكُمْ ثُمَّ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ لَمْ يَكُنْ مِنَ السَّاجِدِينَ Kemenag RI 2019: Sungguh, Kami benar-benar telah menciptakan kamu (Adam), kemudian Kami membentuk (tubuh)-mu. Lalu, Kami katakan kepada para malaikat, “Bersujudlah kamu kepada Adam.” Mereka pun sujud, tetapi Iblis (enggan). Ia (Iblis) tidak termasuk kelompok yang bersujud. (QS. 7 : 11)Prof. Quraish Shihab: Dan demi (keagungan dan kekuasaan Kami)! Sungguh, Kami telah menciptakan (leluhur) kamu (Nabi Adam as.), kemudian Kami bentuk (leluhur) kamu, kemudian Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kepada Adam!” maka mereka segera bersujud, tetapi Iblis (enggan dan angkuh), ia tidak termasuk (kelompok) orang-orang yang sujud. HAMKA: Dan sesungguhnya telah Kami jadikan kamu dan telah Kami beri kamu rupa. Kemudian itu telah Kami katakan kepada Malaikat, “Sujudlah kepada Adam!” Maka sujudlah mereka, kecuali iblis. Tiadalah ada dia dari mereka yang sujud. |