| Hal. 122 |
|
وَإِذَا سَمِعُوا مَا أُنْزِلَ إِلَى الرَّسُولِ تَرَىٰ أَعْيُنَهُمْ تَفِيضُ مِنَ الدَّمْعِ مِمَّا عَرَفُوا مِنَ الْحَقِّ ۖ يَقُولُونَ رَبَّنَا آمَنَّا فَاكْتُبْنَا مَعَ الشَّاهِدِينَ Kemenag RI 2019: Apabila mereka mendengar sesuatu (Al-Qur’an) yang diturunkan kepada Rasul (Nabi Muhammad), engkau melihat mata mereka bercucuran air mata disebabkan kebenaran yang telah mereka ketahui (dari kitab-kitab mereka sendiri). Mereka berkata, “Ya Tuhan kami, kami telah beriman. Maka, catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi (atas kebenaran Al-Qur’an dan kenabian Muhammad). (QS. 5 : 83)Prof. Quraish Shihab: Dan apabila mereka mendengar apa (al-Qur’an) yang diturunkan kepada Rasul (Nabi Muhammad saw.), engkau melihat mata mereka bercucuran air mata disebabkan kebenaran yang telah mereka ketahui seraya berkata: “Tuhan Pemelihara kami, kami telah beriman, karena itu catatlah kami bersama orang- orang yang menjadi saksi. HAMKA: Dan apabila mereka mendengar apa yang diturunkan kepada Rasul, akan engkau lihat air mata mereka meleleh, lantaran apa yang telah mereka ketahui setengah dari kebenaran. Mereka pun berkata, “Ya Tuhan kami, kami telah percaya, sebab itu tuliskanlah kami dari golongan orang-orang yang menyaksikan.” |
|
وَمَا لَنَا لَا نُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَمَا جَاءَنَا مِنَ الْحَقِّ وَنَطْمَعُ أَنْ يُدْخِلَنَا رَبُّنَا مَعَ الْقَوْمِ الصَّالِحِينَ Kemenag RI 2019: Mengapa kami tidak beriman kepada Allah dan kebenaran yang telah datang kepada kami, padahal kami sangat ingin agar Tuhan kami memasukkan kami bersama kaum yang saleh?” (QS. 5 : 84)Prof. Quraish Shihab: Mengapa kami tidak beriman kepada Allah dan kepada kebenaran yang telah datang kepada kami, padahal kami sangat ingin supaya Tuhan Pemelihara kami memasukkan kami bersama kaum yang saleh.” HAMKA: Mengapalah kami tidak akan beriman kepada Allah dan kepada yang datang kepada kami daripada kebenaran dan rindulah kami akan dimasukkan kami oleh Tuhan kami beserta kaum yang saleh. |
|
فَأَثَابَهُمُ اللَّهُ بِمَا قَالُوا جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا ۚ وَذَٰلِكَ جَزَاءُ الْمُحْسِنِينَ Kemenag RI 2019: Maka, Allah memberi pahala kepada mereka atas sesuatu yang telah mereka ucapkan, (yaitu) surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya. Itulah balasan (bagi) orang-orang yang berbuat kebaikan. (QS. 5 : 85)Prof. Quraish Shihab: Maka, Allah menganugerahkan mereka ganjaran sebagai imbalan atas apa (perkataan) yang mereka ucapkan, (yaitu) surga-surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya. Dan itulah balasan bagi orang-orang muhsin (orang-orang yang selalu berbuat yang lebih baik). HAMKA: Maka memberi pahalalah Allah kepada mereka lantaran apa yang telah mereka katakan itu, yaitu surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, kekal mereka di dalamnya. Dan itulah ganjaran bagi orang-orang yang berbuat baik. |
|
وَالَّذِينَ كَفَرُوا وَكَذَّبُوا بِآيَاتِنَا أُولَٰئِكَ أَصْحَابُ الْجَحِيمِ Kemenag RI 2019: Adapun orang-orang yang kufur dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itulah penghuni (neraka) Jahim. (QS. 5 : 86)Prof. Quraish Shihab: Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami (baik yang terbaca maupun yang terhampar di alam semesta), mereka itu adalah para penghuni (neraka) Jahim. HAMKA: Dan orang-orang yang kufur dan mendustakan ayat-ayat Kami, adalah mereka itu ahli neraka. |
|
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُحَرِّمُوا طَيِّبَاتِ مَا أَحَلَّ اللَّهُ لَكُمْ وَلَا تَعْتَدُوا ۚ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ Kemenag RI 2019: Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengharamkan sesuatu yang baik yang telah Allah halalkan bagi kamu, dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. (QS. 5 : 87)Prof. Quraish Shihab: Hai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu haramkan apa yang baik yang telah Allah halalkan bagi kamu, dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. HAMKA: Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu haramkan barang baik yang telah dihalalkan Allah bagi kamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak suka kepada orang-orang yang melampaui batas. |
|
وَكُلُوا مِمَّا رَزَقَكُمُ اللَّهُ حَلَالًا طَيِّبًا ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي أَنْتُمْ بِهِ مُؤْمِنُونَ Kemenag RI 2019: Makanlah apa yang telah Allah anugerahkan kepadamu sebagai rezeki yang halal lagi baik, dan bertakwalah kepada Allah yang hanya kepada-Nya kamu beriman. (QS. 5 : 88)Prof. Quraish Shihab: Dan makanlah yang halal lagi baik dari rezeki yang telah Allah anuge- rahkan kepada kamu, dan bertakwalah kepada Allah, yang kamu adalah orang-orang mukmin kepada-Nya. HAMKA: Dan makanlah olehmu apa yang telah dikaruniakan kepada kamu oleh Allah, yang halal lagi baik. Dan bertakwalah kepada Allah, kepada-Nyalah kamu beriman. |
|
لَا يُؤَاخِذُكُمُ اللَّهُ بِاللَّغْوِ فِي أَيْمَانِكُمْ وَلَٰكِنْ يُؤَاخِذُكُمْ بِمَا عَقَّدْتُمُ الْأَيْمَانَ ۖ فَكَفَّارَتُهُ إِطْعَامُ عَشَرَةِ مَسَاكِينَ مِنْ أَوْسَطِ مَا تُطْعِمُونَ أَهْلِيكُمْ أَوْ كِسْوَتُهُمْ أَوْ تَحْرِيرُ رَقَبَةٍ ۖ فَمَنْ لَمْ يَجِدْ فَصِيَامُ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ ۚ ذَٰلِكَ كَفَّارَةُ أَيْمَانِكُمْ إِذَا حَلَفْتُمْ ۚ وَاحْفَظُوا أَيْمَانَكُمْ ۚ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ Kemenag RI 2019: Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpahmu yang tidak disengaja (untuk bersumpah), tetapi Dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang kamu sengaja. Maka, kafaratnya (denda akibat melanggar sumpah) ialah memberi makan sepuluh orang miskin dari makanan yang (biasa) kamu berikan kepada keluargamu, memberi pakaian kepada mereka, atau memerdekakan seorang hamba sahaya. Siapa yang tidak mampu melakukannya, maka (kafaratnya) berpuasa tiga hari. Itulah kafarat sumpah-sumpahmu apabila kamu bersumpah (dan kamu melanggarnya). Jagalah sumpah-sumpahmu! Demikianlah Allah menjelaskan kepadamu hukum-hukum-Nya agar kamu bersyukur (kepada-Nya). (QS. 5 : 89)Prof. Quraish Shihab: Allah tidak menuntut pertanggung- jawaban kamu disebabkan sumpah-sumpah kamu yang tidak dimaksudkan (untuk bersumpah), tetapi Dia menuntut pertanggungjawaban kamu disebabkan sumpah-sumpah yang kamu sengaja, maka kaffarat-nya (denda akibat melanggar sumpah) ialah memberi makan sepuluh orang miskin, yaitu dari (makanan) per- tengahan yang (pada umumnya) kamu berikan kepada keluarga kamu, atau memberi pakaian kepada mereka atau memerdekakan seorang hamba sahaya. Barang siapa tidak sanggup (melakukan salah satu dari yang disebutkan itu), maka (dia wajib) puasa (selama) tiga hari. Itulah kaffarat sumpah-sumpah kamu apabila kamu bersumpah (dan kamu melanggarnya). Dan jagalah sumpah kamu. Demikianlah Allah menjelaskan kepadamu hukum-hukum-Nya supaya kamu bersyukur. HAMKA: Tidaklah disalahkan kamu oleh Allah, dari sebab yang terlanjur dari sumpah kamu. Tetapi, kamu disalahkan-Nya dari sebab sumpah-sumpah yang kamu sungguh-sungguhkan. Maka, denda-nya ialah memberi makan sepuluh orang miskin dengan makanan yang pertengahan daripada ma-kanan yang kamu berikan kepada ahli kamu, atau memberi pakaian untuk mereka, atau memer-dekakan budak. Maka, barangsiapa yang tidak mampu, hendaklah puasa tiga hari. Demikian itu-lah denda sumpah-sumpah kamu apabila kamu bersumpah. Oleh karena itu, peliharalah sum-pah-sumpah kamu apabila kamu bersumpah. De-mikianlah Allah menyatakan kepada kamu akan ayat-ayat-Nya, supaya kamu berterima kasih. |
| Hal. 123 |
|
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْأَنْصَابُ وَالْأَزْلَامُ رِجْسٌ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ Kemenag RI 2019: Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya minuman keras, berjudi, (berkurban untuk) berhala, dan mengundi nasib dengan anak panah adalah perbuatan keji (dan) termasuk perbuatan setan. Maka, jauhilah (perbuatan-perbuatan) itu agar kamu beruntung. (QS. 5 : 90)Prof. Quraish Shihab: Hai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya khamr (segala yang memabukkan walau sedikit), judi, (berkurban untuk) berhala-berhala, dan panah-panah (yang digunakan untuk mengundi nasib) adalah perbuatan keji yang termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu memperoleh keberuntungan. HAMKA: Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya, arak dan judi dan sembelihan untuk berhala dan undi-undi nasib adalah kotor dari pekerjaan setan. Maka hendaklah kamu jauhi ia, supaya kamu beroleh kejayaan. |
|
إِنَّمَا يُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُوقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ فِي الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَعَنِ الصَّلَاةِ ۖ فَهَلْ أَنْتُمْ مُنْتَهُونَ Kemenag RI 2019: Sesungguhnya setan hanya bermaksud menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu melalui minuman keras dan judi serta (bermaksud) menghalangi kamu dari mengingat Allah dan (melaksanakan) salat, maka tidakkah kamu mau berhenti? (QS. 5 : 91)Prof. Quraish Shihab: Sesungguhnya setan hanya bermaksud menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu melalui khamr dan judi, serta menghalangi kamu dari mengingat (dan menyebut-nyebut kebesaran dan kuasa) Allah dan (melaksanakan) shalat; maka apakah kamu akan berhenti? HAMKA: Lain tidak, keinginan setan itu hanyalah hendak menimbulkan di antara kamu permusuhan dan berbenci-bencian pada arak dan judi itu, dan hendak memalingkan kamu dari mengingat Allah dan mengingat shalat. Oleh karena itu, tidakkah kamu mau berhenti? |
|
وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَاحْذَرُوا ۚ فَإِنْ تَوَلَّيْتُمْ فَاعْلَمُوا أَنَّمَا عَلَىٰ رَسُولِنَا الْبَلَاغُ الْمُبِينُ Kemenag RI 2019: Taatlah kamu kepada Allah dan taatlah kamu kepada Rasul serta berhati-hatilah! Jika kamu berpaling, maka ketahuilah bahwa kewajiban Rasul Kami hanyalah menyampaikan (ajaran Allah) dengan jelas. (QS. 5 : 92)Prof. Quraish Shihab: Dan taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul, serta berhati-hatilah (untuk tidak melanggar ketentuan agama). Jika kamu berpaling, maka ketahuilah bahwa kewajiban Rasul Kami hanyalah penyampaian (tuntunan Allah swt.) yang terang. HAMKA: Dan taatlah kamu kepada Allah dan taatlah kamu kepada Rasul dan berhati-hatilah kamu. Maka jikalau kamu berpaling, ketahuilah kewajiban Rasul hanyalah menyampaikan dengan nyata. |
|
لَيْسَ عَلَى الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ جُنَاحٌ فِيمَا طَعِمُوا إِذَا مَا اتَّقَوْا وَآمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ ثُمَّ اتَّقَوْا وَآمَنُوا ثُمَّ اتَّقَوْا وَأَحْسَنُوا ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ Kemenag RI 2019: Tidak ada dosa bagi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh menyangkut sesuatu yang telah mereka makan (dahulu sebelum turunnya aturan yang mengharamkan), apabila mereka bertakwa dan beriman, serta mengerjakan amal-amal saleh, kemudian mereka (tetap) bertakwa dan beriman, selanjutnya mereka (tetap juga) bertakwa dan berbuat kebajikan. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. (QS. 5 : 93)Prof. Quraish Shihab: Tidak ada dosa bagi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh menyangkut apa yang telah mereka makan (sebelum adanya ketentuan dari Allah swt.), apabila mereka bertakwa dan beriman, serta mengerjakan amal-amal saleh, kemudian mereka (tetap) bertakwa dan beriman, kemudian mereka bertakwa dan berbuat ihsan (menempatkan orang lain dengan cara yang lebih baik dari perlakuan terhadap diri sendiri). Dan Allah menyukai orang-orang muhsin (orang-orang yang selalu berbuat yang lebih baik). HAMKA: Tidak ada salahnya bagi orang-orang yang beriman dan beramal yang saleh pada apa-apa yang mereka makan, asalkan mereka bertakwa dan beriman dan beramal yang saleh-saleh. Kemudian itu, mereka pun bertakwa dan beriman, kemudian itu mereka pun bertakwa dan memperbaiki. Dan Allah suka kepada orang yang berbuat kebaikan. |
|
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَيَبْلُوَنَّكُمُ اللَّهُ بِشَيْءٍ مِنَ الصَّيْدِ تَنَالُهُ أَيْدِيكُمْ وَرِمَاحُكُمْ لِيَعْلَمَ اللَّهُ مَنْ يَخَافُهُ بِالْغَيْبِ ۚ فَمَنِ اعْتَدَىٰ بَعْدَ ذَٰلِكَ فَلَهُ عَذَابٌ أَلِيمٌ Kemenag RI 2019: Wahai orang-orang yang beriman, sungguh Allah pasti akan mengujimu dengan sesuatu dari hewan buruan yang (mudah) didapat oleh tangan dan tombakmu agar Allah mengetahui siapa yang takut kepada-Nya, meskipun Dia gaib. Siapa yang melanggar (batas) setelah itu, baginya azab yang pedih. (QS. 5 : 94)Prof. Quraish Shihab: Hai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya Allah pasti akan menguji kamu dengan sesuatu dari binatang buruan yang (mudah) didapat oleh tangan dan tombakmu, supaya Allah mengetahui siapa yang takut kepada-Nya, meskipun Dia gaib. Barang siapa melanggar (batas) sesudah itu, maka baginya azab yang sangat pedih. HAMKA: Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya Allah akan memberi cobaan kepada kamu (melarang) sesuatu dari perburuan yang dapat dicapai oleh tangan kamu dan panah-panah kamu. Membutikanlah Allah, siapa yang takut kepada-Nya di tempat tersembunyi. Siapa yang melanggar sesudah itu, untuknya ada lah adzab yang pedih. |
|
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَقْتُلُوا الصَّيْدَ وَأَنْتُمْ حُرُمٌ ۚ وَمَنْ قَتَلَهُ مِنْكُمْ مُتَعَمِّدًا فَجَزَاءٌ مِثْلُ مَا قَتَلَ مِنَ النَّعَمِ يَحْكُمُ بِهِ ذَوَا عَدْلٍ مِنْكُمْ هَدْيًا بَالِغَ الْكَعْبَةِ أَوْ كَفَّارَةٌ طَعَامُ مَسَاكِينَ أَوْ عَدْلُ ذَٰلِكَ صِيَامًا لِيَذُوقَ وَبَالَ أَمْرِهِ ۗ عَفَا اللَّهُ عَمَّا سَلَفَ ۚ وَمَنْ عَادَ فَيَنْتَقِمُ اللَّهُ مِنْهُ ۗ وَاللَّهُ عَزِيزٌ ذُو انْتِقَامٍ Kemenag RI 2019: Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu membunuh hewan buruan, ) ketika kamu sedang berihram (haji atau umrah). Siapa di antara kamu membunuhnya dengan sengaja, dendanya (ialah menggantinya) dengan hewan ternak yang sepadan dengan (hewan buruan) yang dibunuhnya menurut putusan dua orang yang adil di antara kamu sebagai hadyu (hewan kurban) yang (dibawa) sampai ke Ka‘bah ) atau (membayar) kafarat dengan memberi makan orang-orang miskin ) atau berpuasa, seimbang dengan makanan yang dikeluarkan itu, ) agar dia merasakan akibat buruk dari perbuatannya. Allah telah memaafkan perbuatan yang telah lalu. ) Siapa kembali mengerjakannya, pasti Allah akan menyiksanya. Allah Maha Perkasa lagi Maha Memiliki (kekuasaan) untuk membalas. (QS. 5 : 95)Prof. Quraish Shihab: Hai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu membunuh binatang buruan, ketika kamu sedang berihram. Barang siapa di antara kamu membunuhnya dengan sengaja, maka dendanya (sebagai hukuman penggantinya) dengan binatang ternak yang sepadan (nilai) hadyu (dilihat dari segi bentuknya) menurut putusan dua orang yang adil di antara kamu, sebagai hadyu yang dibawa sampai ke Ka'bah; atau (membayar) kafarat dengan memberi makan orang-orang miskin, atau berpuasa. puasa seimbang dengan makanan yang dikeluarkan itu, supaya dia merasakan akibat buruk dari perbuatannya. Allah telah memaafkan apa yang telah lalu. Dan barang siapa kembali mengerjakannya, pasti Allah akan menyiksanya. Allah Maha Perkasa, lagi memiliki (kekuasaan untuk) membalas. HAMKA: Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu membunuh buruan sedang kamu dalam ihram. Karena, barangsiapa di antara kamu membunuhnya dengan sengaja maka dendanya ialah binatang-binatang ternak sebanding dengan yang dibunuh yang akan diputuskan oleh dua orang yang adil di antara kamu, sebagai kurban buat disampaikan ke Ka'bah atau denda memberi makan orang-orang miskin atau sebanding dengan itu puasa, supaya dia rasakan perbuatannya itu. Diberi maaf oleh Allah apa yang telah lalu. Tetapi barangsiapa yang mengulangi lagi maka Allah akan menyiksanya. Dan Allah adalah Mahagagah lagi Pembalas. |
| Hal. 124 |
|
أُحِلَّ لَكُمْ صَيْدُ الْبَحْرِ وَطَعَامُهُ مَتَاعًا لَكُمْ وَلِلسَّيَّارَةِ ۖ وَحُرِّمَ عَلَيْكُمْ صَيْدُ الْبَرِّ مَا دُمْتُمْ حُرُمًا ۗ وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ Kemenag RI 2019: Dihalalkan bagi kamu hewan buruan laut ) dan makanan (yang berasal dari) laut sebagai kesenangan bagimu, dan bagi orang-orang yang dalam perjalanan; dan diharamkan atasmu (menangkap) hewan buruan darat selama kamu dalam keadaan ihram. Bertakwalah kepada Allah yang hanya kepada-Nya kamu akan dikumpulkan. (QS. 5 : 96)Prof. Quraish Shihab: Dihalalkan bagi kamu binatang buruan laut, dan makanannya adalah kesenangan bagi kamu, dan bagi orang-orang yang dalam perjalanan; dan diharamkan atas kamu binatang buruan darat, selama kamu dalam keadaan berihram. Dan bertakwalah kepada Allah yang hanya kepada-Nya kamu akan dikumpulkan. HAMKA: Dihalalkan bagi kamu buruan laut, dan makanannya sebagai bekal bagi kamu dan bagi orang-orang pelayar. Tetapi diharamkan atas kamu buruan darat selama kamu dalam ihram. |
|
جَعَلَ اللَّهُ الْكَعْبَةَ الْبَيْتَ الْحَرَامَ قِيَامًا لِلنَّاسِ وَالشَّهْرَ الْحَرَامَ وَالْهَدْيَ وَالْقَلَائِدَ ۚ ذَٰلِكَ لِتَعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَأَنَّ اللَّهَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ Kemenag RI 2019: Allah telah menjadikan Ka‘bah, rumah suci itu sebagai pusat kegiatan (peribadatan dan urusan dunia) ) bagi manusia, dan (demikian pula) bulan haram, hadyu (hewan kurban) dan qala?’id (hewan kurban yang diberi kalung). Yang demikian itu agar kamu mengetahui bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa pun yang ada di langit dan apa pun yang ada di bumi dan bahwa Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (QS. 5 : 97)Prof. Quraish Shihab: Allah telah menjadikan Ka‘bah, rumah suci itu sebagai qiy?m (pusat peribadatan dan urusan dunia) bagi manusia, dan (demikian pula) bulan Haram, hady (binatang kurban), dan qal?id (binatang kurban yang diberi kalung). Yang demikian itu supaya kamu mengetahui bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang di langit dan apa yang di bumi dan bahwa Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. HAMKA: Allah telah menjadikan Ka'bah, Rumah Yang Suci itu berdiri (teguh) untuk manusia. Begitu pun bulan yang suci dan binatang kurban (bisa) dan (kurban) bertanda. Yang demikian itu supaya kamu tahu bahwasanya Allah adalah Mengetahui apa pun yang ada di semua langit dan apa yang di bumi. Dan bahwasanya Allah atas tiap-tiap sesuatu adalah Mahatahu. |
|
اعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ وَأَنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ Kemenag RI 2019: Ketahuilah bahwa Allah sangat keras hukuman-Nya dan bahwa Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. 5 : 98)Prof. Quraish Shihab: Ketahuilah bahwa Allah sangat keras pembalasan(-Nya) dan bahwa Allah Maha Pengampun, lagi Maha Pengasih. HAMKA: Ketahuilah olehmu bahwasanya Allah adalah sangat pedih siksa-Nya, dan sesungguhnya Allah pun sangat pengampun lagi penyayang. |
|
مَا عَلَى الرَّسُولِ إِلَّا الْبَلَاغُ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تُبْدُونَ وَمَا تَكْتُمُونَ Kemenag RI 2019: Kewajiban Rasul tidak lain hanyalah menyampaikan (ajaran Allah). Allah mengetahui apa pun yang kamu tampakkan dan apa pun yang kamu sembunyikan. (QS. 5 : 99)Prof. Quraish Shihab: Kewajiban rasul tidak lain hanyalah penyampaian (tuntunan Allah swt.), dan Allah mengetahui apa yang kamu tampakkan dan apa yang kamu sembunyikan. HAMKA: Tidak ada kewajiban bagi Rasul melainkan menyampaikan. Dan Allah adalah Mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan. |
|
قُلْ لَا يَسْتَوِي الْخَبِيثُ وَالطَّيِّبُ وَلَوْ أَعْجَبَكَ كَثْرَةُ الْخَبِيثِ ۚ فَاتَّقُوا اللَّهَ يَا أُولِي الْأَلْبَابِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ Kemenag RI 2019: Katakanlah (Nabi Muhammad), “Tidaklah sama yang buruk dengan yang baik meskipun banyaknya yang buruk itu menarik hatimu. Maka, bertakwalah kepada Allah wahai orang-orang yang berakal sehat agar kamu beruntung.” (QS. 5 : 100)Prof. Quraish Shihab: Katakanlah (Nabi Muhammad saw.): “Tidak sama yang buruk dengan yang baik, meskipun banyaknya yang buruk itu menarik hatimu, maka bertakwalah kepada Allah, hai Ulul Alb?b (orang-orang yang berakal bersih, murni dan cerdas), supaya kamu mendapat keberuntungan.” HAMKA: Katakanlah: Tidaklah sama barang yang buruk dengan yang baik walaupun engkau tercengang oleh banyaknya yang buruk. Maka, takwalah kamu sekalian kepada Allah, wahai orang-orang yang mempunyai pikiran, supaya kamu beroleh kejayaan. |
|
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَسْأَلُوا عَنْ أَشْيَاءَ إِنْ تُبْدَ لَكُمْ تَسُؤْكُمْ وَإِنْ تَسْأَلُوا عَنْهَا حِينَ يُنَزَّلُ الْقُرْآنُ تُبْدَ لَكُمْ عَفَا اللَّهُ عَنْهَا ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ حَلِيمٌ Kemenag RI 2019: Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menanyakan (kepada Nabimu) hal-hal yang jika diterangkan kepadamu (niscaya) menyusahkan kamu. Jika kamu menanyakannya ketika Al-Qur’an sedang diturunkan, (niscaya) akan diterangkan kepadamu. Allah telah memaafkan (kamu) tentang hal itu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun. (QS. 5 : 101)Prof. Quraish Shihab: Hai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menanyakan hal-hal yang jika diterangkan kepada kamu, (niscaya) menyusahkan kamu dan jika kamu menanyakannya di waktu al-Qur’an sedang diturunkan, (niscaya) akan diterangkan kepada kamu. Allah telah memaafkan tuntutan itu. Dan Allah Maha Pengampun, lagi Maha Penyantun. HAMKA: Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu tanyakan hal-hal yang jika diterangkan kepada kamu akan menyusahkan kamu. Tetapi, jika kamu bertanya dari hal (ayat-ayat) itu seketika diturunkan Al-Qur'an itu, niscaya akan diterangkanlah kepada kamu. Allah telah memaafkan kamu karena Allah itu adalah Pengampun lagi Pemaaf. |
|
قَدْ سَأَلَهَا قَوْمٌ مِنْ قَبْلِكُمْ ثُمَّ أَصْبَحُوا بِهَا كَافِرِينَ Kemenag RI 2019: Sungguh, segolongan manusia sebelum kamu telah menanyakan hal-hal serupa itu (kepada nabi mereka), kemudian mereka menjadi kafir karenanya. (QS. 5 : 102)Prof. Quraish Shihab: Sesungguh, telah ditanyakan hal-hal serupa oleh segolongan manusia sebelum kamu, kemudian merkea menjadi orang-orang kafir semuanya. HAMKA: Sesungguhnya telah menanyakan akan hal itu suatu kaum sebelum kamu. Kemudian, jadilah mereka orang-orang yang kafir lantaran itu. |
|
مَا جَعَلَ اللَّهُ مِنْ بَحِيرَةٍ وَلَا سَائِبَةٍ وَلَا وَصِيلَةٍ وَلَا حَامٍ ۙ وَلَٰكِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا يَفْتَرُونَ عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ ۖ وَأَكْثَرُهُمْ لَا يَعْقِلُونَ Kemenag RI 2019: Allah tidak pernah menetapkan sedikit pun (aturan) menyangkut ba?i?rah, ) sa?’ibah, ) wa?i?lah, ) dan ?a?m. ) Akan tetapi, orang-orang yang kafir membuat-buat kedustaan terhadap Allah dan kebanyakan mereka tidak mengerti. (QS. 5 : 103)Prof. Quraish Shihab: Allah tidak pernah menjadikan bah?rah, tidak juga s?’ibah, tidak juga wa??lah dan tidak juga ??m. Tetapi, orang-orang kafir mengada-adakan kebohongan besar terhadap Allah, tetapi kebanyakan mereka tidak berpikir. HAMKA: Tidaklah Allah menjadikan Bahirah, Saaibah, Washilah, dan tidak pula Haam. Akan tetapi, orang-orang kafirlah yang membuat-buat atas nama Allah akan kedustaan. Dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang tidak berakal. |
| Hal. 125 |
|
وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ تَعَالَوْا إِلَىٰ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَإِلَى الرَّسُولِ قَالُوا حَسْبُنَا مَا وَجَدْنَا عَلَيْهِ آبَاءَنَا ۚ أَوَلَوْ كَانَ آبَاؤُهُمْ لَا يَعْلَمُونَ شَيْئًا وَلَا يَهْتَدُونَ Kemenag RI 2019: Apabila dikatakan kepada mereka, “Marilah mengikuti sesuatu yang Allah turunkan dan (mengikuti) Rasul,” mereka menjawab, “Cukuplah bagi kami apa yang kami dapati pada nenek moyang kami.” Apakah (mereka akan mengikuti nenek moyang mereka) walaupun mereka itu tidak mengetahui sesuatu pun dan tidak (pula) mendapat petunjuk? (QS. 5 : 104)Prof. Quraish Shihab: Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Marilah menuju kepada apa yang diturunkan Allah (untuk dijadikan ketetapan hukum) dan menuju kepada Rasul (menaati hukum),” mereka menjawab: “Cukuplah bagi kami apa yang kami dapati nenek moyang kami (mengerjakannya).” Dan apakah (mereka akan mengikuti juga) walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui sesuatu dan tidak (pula) mendapat petunjuk? HAMKA: Dan apabila dikatakan kepada mereka, "Marilah kepada apa yang diturunkan oleh Allah dan kepada Rasul." Mereka pun menjawab, "Cukuplah bagi kami apa-apa yang telah kami dapati atasnya bapak-bapak kami." Apakah walaupun bapak-bapak mereka itu tidak mengetahui sesuatu dan tidak dapat petunjuk? |
|
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا عَلَيْكُمْ أَنْفُسَكُمْ ۖ لَا يَضُرُّكُمْ مَنْ ضَلَّ إِذَا اهْتَدَيْتُمْ ۚ إِلَى اللَّهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيعًا فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ Kemenag RI 2019: Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu! Orang yang sesat itu tidak akan memberimu mudarat apabila kamu telah mendapat petunjuk. Hanya kepada Allah kamu kembali semuanya, lalu Dia akan menerangkan kepadamu apa yang selama ini kamu kerjakan. (QS. 5 : 105)Prof. Quraish Shihab: Hai orang-orang yang beriman! Jagalah diri kamu; tidak ada orang sesat yang dapat mendatangkan mudharat kepada kamu apabila kamu telah mendapat petunjuk. Hanya kepada Allah, tempat kamu semua kembali, lalu Dia akan memberitahukan kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan. HAMKA: Wahai orang-orang yang beriman! Jagalah diri kamu! Tidaklah akan membahayakan bagi kamu orang yang telah tersesat apabila kamu telah mendapat petunjuk. Kepada Allah-lah tempat kembali kamu sekalian. Maka Dia akan menjelaskan kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan. |
|
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا شَهَادَةُ بَيْنِكُمْ إِذَا حَضَرَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ حِينَ الْوَصِيَّةِ اثْنَانِ ذَوَا عَدْلٍ مِنْكُمْ أَوْ آخَرَانِ مِنْ غَيْرِكُمْ إِنْ أَنْتُمْ ضَرَبْتُمْ فِي الْأَرْضِ فَأَصَابَتْكُمْ مُصِيبَةُ الْمَوْتِ ۚ تَحْبِسُونَهُمَا مِنْ بَعْدِ الصَّلَاةِ فَيُقْسِمَانِ بِاللَّهِ إِنِ ارْتَبْتُمْ لَا نَشْتَرِي بِهِ ثَمَنًا وَلَوْ كَانَ ذَا قُرْبَىٰ ۙ وَلَا نَكْتُمُ شَهَادَةَ اللَّهِ إِنَّا إِذًا لَمِنَ الْآثِمِينَ Kemenag RI 2019: Wahai orang-orang yang beriman, persaksian di antara kamu, apabila telah datang kepada salah seorang (di antara) kamu (tanda-tanda) kematian, sedangkan dia akan berwasiat, adalah dua orang yang adil di antara kamu atau dua orang selain kamu (nonmuslim) jika kamu dalam perjalanan di bumi lalu kamu ditimpa musibah kematian. Jika kamu ragu (akan kesaksiannya), tahanlah kedua saksi itu setelah salat agar bersumpah dengan nama Allah, “Kami tidak akan mengambil keuntungan dengan sumpah ini walaupun dia karib kerabat dan kami tidak menyembunyikan kesaksian Allah. Sesungguhnya jika demikian, tentu kami termasuk orang-orang yang berdosa.” (QS. 5 : 106)Prof. Quraish Shihab: Hai orang-orang yang beriman! Persaksian di antara kamu apabila (tanda-tanda) kematian telah hadir kepada salah seorang dari kamu, sedangkan dia akan berwasiat, adalah oleh dua orang yang adil di antara kamu, atau dua orang selain kamu jika kamu dalam perjalanan di bumi lalu kamu ditimpa musibah kematian. Kamu tahan (kedua saksi itu) sesudah shalat (untuk bersumpah), lalu keduanya bersumpah dengan (nama) Allah jika kamu ragu: “Kami tidak akan menukarnya dengan harga (yang sedikit) walaupun untuk kerabat, dan kami tidak (pula) menyembunyikan persaksian Allah. Sesungguhnya kalau kami demikian, tentulah kami termasuk para pendosa.” HAMKA: Wahai orang-orang yang beriman! Kesaksian di antara kamu apabila seseorang di antara kamu hampir mati, waktu berwasiat, ialah dua orang yang adil di antara kamu atau dua orang yang bukan dari kamu, jika kamu di dalam perjalanan di bumi lalu bahaya maut menimpa kamu. Kamu tahan keduanya sesudah shalat, keduanya bersumpah dengan nama Allah, jika kamu ragu-ragu. "Kami tidak menjual dia dengan harta, walaupun dia keluarga yang dekat dan kami tidak akan menyembunyikan kesaksian Allah. Karena kalau begitu, sesungguhnya adalah kami dari orang-orang yang berdosa." |
|
فَإِنْ عُثِرَ عَلَىٰ أَنَّهُمَا اسْتَحَقَّا إِثْمًا فَآخَرَانِ يَقُومَانِ مَقَامَهُمَا مِنَ الَّذِينَ اسْتَحَقَّ عَلَيْهِمُ الْأَوْلَيَانِ فَيُقْسِمَانِ بِاللَّهِ لَشَهَادَتُنَا أَحَقُّ مِنْ شَهَادَتِهِمَا وَمَا اعْتَدَيْنَا إِنَّا إِذًا لَمِنَ الظَّالِمِينَ Kemenag RI 2019: Jika terbukti kedua saksi itu berbuat dosa, ) maka dua orang yang lain menggantikan kedudukannya, yaitu di antara ahli waris yang berhak dan lebih dekat kepada orang yang meninggal, lalu keduanya bersumpah dengan nama Allah, “Sungguh, kesaksian kami lebih layak diterima daripada kesaksian kedua saksi itu, dan kami tidak melanggar batas. Sesungguhnya jika (berbuat) demikian, tentu kami termasuk orang-orang yang zalim.” (QS. 5 : 107)Prof. Quraish Shihab: Jika ditemukan bahwa keduanya (saksi itu) membuat dosa (berbohong dalam hal persaksian mereka), maka orang yang lain yang berhak, yang lebih dekat kepada orang yang meninggal untuk menggantikan tempat keduanya, lalu keduanya bersumpah dengan (nama) Allah: “Persaksian kami benar-benar lebih layak (diterima) daripada persaksian mereka berdua (kedua saksi itu), dan kami tidak melanggar batas, sesungguhnya kalau demikian, tentulah kami termasuk orang-orang zalim.” HAMKA: Tetapi, apabila didapati bahwa keduanya ternyata berbuat dosa maka hendaklah ada dua orang yang lain yang lebih hampir, dari orang-orang yang diperbuat dosa atasnya itu, akan menggantikan mereka berdua tadi lalu bersumpah dengan nama Allah, "Bahwa kesaksian kami lebih patut (diterima) daripada kesaksian mereka yang berdua itu dan kami tidaklah melampaui batas. Karena kalau begitu niscayalah kami termasuk orang-orang yang aniaya." |
|
ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَنْ يَأْتُوا بِالشَّهَادَةِ عَلَىٰ وَجْهِهَا أَوْ يَخَافُوا أَنْ تُرَدَّ أَيْمَانٌ بَعْدَ أَيْمَانِهِمْ ۗ وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاسْمَعُوا ۗ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ Kemenag RI 2019: Hal itu lebih dekat untuk membuat mereka memberikan kesaksian yang sebenarnya, atau mereka merasa takut akan dikembalikan sumpahnya (kepada ahli waris) setelah mereka bersumpah. ) Bertakwalah kepada Allah dan dengarkanlah (perintah-Nya). Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang fasik. (QS. 5 : 108)Prof. Quraish Shihab: Itulah sebaik-baik jalan untuk membuat mereka mengemukakan persaksian mereka (yang sebenarnya), atau mereka takut akan dikembalikan sumpahnya (kepada ahli waris) sesudah mereka bersumpah. Bertakwalah kepada Allah dan dengarkanlah (patuhilah semua perintah-Nya). Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum fasik (keluar dari ketaatan kepada Allah swt.). HAMKA: Yang demikian itulah cara yang lebih dekat supaya orang-orang mendatangkan kesaksian menurut semestinya atau supaya mereka takut akan dikembalikan sumpah-sumpah mereka sesudah mereka bersumpah. Dan bertakwalah kepada Allah dan dengarkanlah. Karena Allah tidak akan menunjuki kaum yang fasik. |
| Hal. 126 |
|
يَوْمَ يَجْمَعُ اللَّهُ الرُّسُلَ فَيَقُولُ مَاذَا أُجِبْتُمْ ۖ قَالُوا لَا عِلْمَ لَنَا ۖ إِنَّكَ أَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ Kemenag RI 2019: (Ingatlah) pada hari ketika Allah mengumpulkan para rasul, lalu Dia bertanya (kepada mereka), “Apa jawaban (kaummu) terhadap (seruan)-mu?” Mereka (para rasul) menjawab, “Kami tidak tahu (tentang itu). Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui segala yang gaib.” (QS. 5 : 109)Prof. Quraish Shihab: (Ingatlah), pada hari ketika Allah mengumpulkan para rasul, lalu Dia berfirman: “Apa jawaban terhadap kamu?” Mereka menjawab: “Tidak ada pengetahuan kami (tentang itu); sesungguhnya Engkaulah, (dan hanya) Engkaulah Yang Maha Mengetahui perkara-perkara yang gaib.” HAMKA: Pada hari Allah akan mengumpulkan rasul-rasul, lalu Dia akan bertanya, "Bagaimanakah kamu disambut?" Mereka menjawab, "Tidaklah ada pengetahuan bagi kami. Sesungguhnya Engkaulah yang lebih mengetahui akan hal-hal yang gaib-gaib." |
|
إِذْ قَالَ اللَّهُ يَا عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ اذْكُرْ نِعْمَتِي عَلَيْكَ وَعَلَىٰ وَالِدَتِكَ إِذْ أَيَّدْتُكَ بِرُوحِ الْقُدُسِ تُكَلِّمُ النَّاسَ فِي الْمَهْدِ وَكَهْلًا ۖ وَإِذْ عَلَّمْتُكَ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَالتَّوْرَاةَ وَالْإِنْجِيلَ ۖ وَإِذْ تَخْلُقُ مِنَ الطِّينِ كَهَيْئَةِ الطَّيْرِ بِإِذْنِي فَتَنْفُخُ فِيهَا فَتَكُونُ طَيْرًا بِإِذْنِي ۖ وَتُبْرِئُ الْأَكْمَهَ وَالْأَبْرَصَ بِإِذْنِي ۖ وَإِذْ تُخْرِجُ الْمَوْتَىٰ بِإِذْنِي ۖ وَإِذْ كَفَفْتُ بَنِي إِسْرَائِيلَ عَنْكَ إِذْ جِئْتَهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ فَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْهُمْ إِنْ هَٰذَا إِلَّا سِحْرٌ مُبِينٌ Kemenag RI 2019: (Ingatlah) ketika Allah berfirman, “Wahai Isa putra Maryam, ingatlah nikmat-Ku kepadamu dan kepada ibumu sewaktu Aku menguatkanmu dengan Ruhulkudus. Engkau dapat berbicara dengan manusia pada waktu masih dalam buaian dan setelah dewasa. (Ingatlah) ketika Aku mengajarkan menulis kepadamu, (juga) hikmah, Taurat, dan Injil. (Ingatlah) ketika engkau membentuk dari tanah (sesuatu) seperti bentuk burung dengan seizin-Ku, kemudian engkau meniupnya, lalu menjadi seekor burung (yang sebenarnya) dengan seizin-Ku. (Ingatlah) ketika engkau menyembuhkan orang yang buta sejak lahir dan orang yang berpenyakit kusta dengan seizin-Ku. (Ingatlah) ketika engkau mengeluarkan orang mati (dari kubur menjadi hidup) dengan seizin-Ku. (Ingatlah) ketika Aku menghalangi Bani Israil (dari keinginan mereka membunuhmu) pada waktu engkau mengemukakan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, lalu orang-orang kafir di antara mereka berkata, “Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata.” (QS. 5 : 110)Prof. Quraish Shihab: (Ingatlah), ketika Allah berfirman: “Wahai ‘Isa putra Maryam! Ingatlah nikmat-Ku kepadamu dan kepada ibumu ketika Aku menguatkanmu dengan Ruh Al-Qudus (Malaikat Jibril as.). Engkau (dapat) berbicara dengan manusia ketika (masih) dalam buaian dan sesudah dewasa; dan (ingatlah) ketika Aku mengajarmu tulis menulis, Hikmah, serta Taurat dan Injil, dan (ingatlah pula) ketika engkau membuat dari tanah (sesuatu) yang seperti bentuk burung dengan izin-Ku, lalu engkau meniup padanya, lalu ia menjadi seekor burung dengan izin-Ku. Dan (ingatlah), ketika engkau menyembuhkan orang yang buta sejak lahir dan orang yang berpenyakit kusta dengan izin-Ku, dan (ingatlah) ketika engkau mengeluarkan (menghidupkan kembali) orang-orang mati dengan izin-Ku, dan ketika Aku menghalangi Bani Israil (untuk menganiaya dan membunuhmu) ketika engkau membawa kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, lalu orang-orang kafir di antara mereka berkata: “Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata.” HAMKA: (Ingatlah) tatkala berkata Allah kepada Isa anak Maryam, "Ingatlah oleh engkau akan nikmat-Ku atas engkau dan ke atas ibumu, tatkala Aku menyokong engkau dengan Ruhul-Qudus engkau berkata-kata dengan manusia dalam ayunan dan di kala dewasa. Dan (ingatlah) tatkala Aku ajarkan kepada engkau tulisan dan hikmah, Taurat, dan Injil, dan (ingatlah) tatkala engkau menjadikan dari tanah seperti bentuk burung dengan izin-Ku lalu engkau embuskan padanya maka jadilah dia burung dengan izin-Ku, dan engkau sembuhkan orang buta dan penyakit sopak dengan izin-Ku. Dan (ingatlah) tatkala engkau menghidupkan orang yang sudah mati dengan izin-Ku. Dan (ingatlah) tatkala Aku menghambat Bani Israil dari engkau, tatkala engkau datang kepada mereka dengan keterangan-keterangan, lantas berkatalah orang-orang yang kafir di antara mereka 'Ini tidak lain melainkan sihir yang nyata.'" |
|
وَإِذْ أَوْحَيْتُ إِلَى الْحَوَارِيِّينَ أَنْ آمِنُوا بِي وَبِرَسُولِي قَالُوا آمَنَّا وَاشْهَدْ بِأَنَّنَا مُسْلِمُونَ Kemenag RI 2019: (Ingatlah) ketika Aku ilhamkan kepada para pengikut setia Isa, “Berimanlah kamu kepada-Ku dan kepada Rasul-Ku.” Mereka menjawab, “Kami telah beriman dan saksikanlah (wahai Rasul) bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri.” (QS. 5 : 111)Prof. Quraish Shihab: Dan (ingatlah), ketika Aku mewahyukan (mengilhami) kepada Hawariyyin (para pengikut setia Nabi ‘Isa as.): “Berimanlah kamu kepada-Ku dan kepada Rasul-Ku.” Mereka berkata: “Kami telah beriman dan saksikanlah bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang Muslim (tunduk patuh dan berserah diri kepada Allah swt.).” HAMKA: Dan (ingatlah) tatkala Aku memberikan ilham kepada Hawariyin, supaya mereka itu beriman kepada engkau dan kepada Rasul-Ku, mereka pun berkata, "Kami telah beriman! Dan saksikanlah bahwa sesungguhnya kami ini adalah orang-orang yang telah berserah diri!" |
|
إِذْ قَالَ الْحَوَارِيُّونَ يَا عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ هَلْ يَسْتَطِيعُ رَبُّكَ أَنْ يُنَزِّلَ عَلَيْنَا مَائِدَةً مِنَ السَّمَاءِ ۖ قَالَ اتَّقُوا اللَّهَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ Kemenag RI 2019: (Ingatlah) ketika para pengikut setia Isa berkata, “Wahai Isa putra Maryam, sanggupkah (bersediakah) Tuhanmu menurunkan hidangan dari langit kepada kami?” Isa menjawab, “Bertak-walah kepada Allah jika kamu orang-orang mukmin.” (QS. 5 : 112)Prof. Quraish Shihab: (Ingatlah), ketika Hawariyyin (para pengikut setia Nabi ‘Isa as.) berkata: “Wahai ‘Isa putra Maryam! Mampukah Tuhan Pemeliharamu menurunkan untuk kami hidangan dari langit?” Dia (Nabi ‘Isa as.) menjawab: “Bertakwalah kepada Allah jika kamu benar-benar orang-orang mukmin.” HAMKA: (Ingatlah) tatkala Hawariy?n itu berkata, “Wahai Isa anak Maryam! Apakah berkuasa Tuhan engkau menurunkan kepada kami suatu hidangan dari langit?” Jawabnya, “Takutlah kepada Allah jika betul-betul kamu orang-orang yang beriman.” |
|
قَالُوا نُرِيدُ أَنْ نَأْكُلَ مِنْهَا وَتَطْمَئِنَّ قُلُوبُنَا وَنَعْلَمَ أَنْ قَدْ صَدَقْتَنَا وَنَكُونَ عَلَيْهَا مِنَ الشَّاهِدِينَ Kemenag RI 2019: Mereka berkata, “Kami ingin makan darinya (hidangan itu) dan agar tenteram hati kami serta agar kami yakin bahwa engkau telah berkata benar kepada kami, dan atasnya (hidangan itu) kami termasuk orang-orang yang menjadi saksi.” (QS. 5 : 113)Prof. Quraish Shihab: Mereka berkata: “Kami ingin makan sebagian darinya (hidangan itu) dan (supaya) tenteram hati kami dan (supaya) kami yakin bahwa sungguh engkau telah berkata benar kepada kami, dan kami menjadi orang-orang yang menyaksikannya.” HAMKA: Mereka berkata, “Kami ingin supaya makan darinya dan supaya tenteramlah hati kami, dan supaya kami tahu bahwa engkau telah berkata yang benar kepada kami dan supaya jadilah kami dari orang-orang yang benar-benar menyaksikan.” |
| Hal. 127 |
|
قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا أَنْزِلْ عَلَيْنَا مَائِدَةً مِنَ السَّمَاءِ تَكُونُ لَنَا عِيدًا لِأَوَّلِنَا وَآخِرِنَا وَآيَةً مِنْكَ ۖ وَارْزُقْنَا وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ Kemenag RI 2019: Isa putra Maryam berdoa, “Ya Allah Tuhan kami, turunkanlah kepada kami hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami, yaitu bagi orang-orang yang sekarang bersama kami maupun yang datang setelah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan-Mu. Berilah kami rezeki. Engkaulah sebaik-baik pemberi rezeki.” (QS. 5 : 114)Prof. Quraish Shihab: ‘Isa putra Maryam berdoa: “Allahumna, (Ya Allah), Tuhan Pemelihara kami, turunkanlah kepada kami suatu hidangan dari langit yang akan menjadi hari raya bagi kami, bagi orang-orang yang bersama kami dan yang datang sesudah kami, dan menjadi bukti dari-Mu (tentang kekuasaan- Mu); anugerahkanlah rezeki untuk kami, dan Engkau-lah sebaik-baik Pemberi rezeki.” HAMKA: Berkata Isa anak Maryam, “Ya Allah, ya Tuhan kami! Turunkanlah kiranya kepada kami suatu hidangan dari langit, supaya dia menjadi hari raya bagi kami, bagi orang-orang yang permulaan kami dan yang di akhir kami, dan sebagai suatu tanda dari Engkau, dan berilah rezeki akan kami, karena Engkaulah adalah yang sebaik-baik pemberi rezeki.” |
|
قَالَ اللَّهُ إِنِّي مُنَزِّلُهَا عَلَيْكُمْ ۖ فَمَنْ يَكْفُرْ بَعْدُ مِنْكُمْ فَإِنِّي أُعَذِّبُهُ عَذَابًا لَا أُعَذِّبُهُ أَحَدًا مِنَ الْعَالَمِينَ Kemenag RI 2019: Allah berfirman, “Sesungguhnya Aku akan menurunkannya (hidangan itu) kepadamu. Siapa yang kufur di antaramu setelah (turun hidangan) itu, sesungguhnya Aku akan mengazabnya dengan azab yang tidak pernah Aku timpakan kepada seorang pun di antara (manusia) seluruh alam.” (QS. 5 : 115)Prof. Quraish Shihab: Allah berfirman: “Sesungguhnya Aku akan menurunkannya (hidangan) itu kepada kamu; maka barang siapa kafir di antara kamu sesudah (turun- nya hidangan) itu, maka sesungguh- nya Aku akan mengazabnya dengan azab yang tidak pernah Aku timpakan kepada seorang pun di antara umat manusia.” HAMKA: Berkata-lah Allah, “Sesungguhnya, Aku akan menurunkannya kepada kamu. Barang siapa yang kufur sesudah itu dari antara kamu maka sesungguhnya akan Aku adzab ia dengan suatu adzab yang belum pernah Aku adzabkan kepada seseorang pun daripada isi alam.” |
|
وَإِذْ قَالَ اللَّهُ يَا عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ أَأَنْتَ قُلْتَ لِلنَّاسِ اتَّخِذُونِي وَأُمِّيَ إِلَٰهَيْنِ مِنْ دُونِ اللَّهِ ۖ قَالَ سُبْحَانَكَ مَا يَكُونُ لِي أَنْ أَقُولَ مَا لَيْسَ لِي بِحَقٍّ ۚ إِنْ كُنْتُ قُلْتُهُ فَقَدْ عَلِمْتَهُ ۚ تَعْلَمُ مَا فِي نَفْسِي وَلَا أَعْلَمُ مَا فِي نَفْسِكَ ۚ إِنَّكَ أَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ Kemenag RI 2019: (Ingatlah) ketika Allah berfirman, “Wahai Isa putra Maryam, apakah engkau mengatakan kepada orang-orang, ‘Jadikanlah aku dan ibuku sebagai dua tuhan selain Allah?’” Dia (Isa) menjawab, “Maha Suci Engkau, tidak patut bagiku mengatakan apa pun yang bukan hakku. Jika aku pernah mengatakannya tentulah Engkau telah mengetahuinya. Engkau mengetahui apa pun yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa pun yang ada pada diri-Mu. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mengetahui segala yang gaib.” (QS. 5 : 116)Prof. Quraish Shihab: Dan (ingatlah), ketika Allah berfirman: “Wahai ‘Isa putra Maryam! Adakah engkau telah mengatakan kepada manusia: ‘Jadikanlah aku dan ibuku dua tuhan selain Allah?’” Dia (Nabi ‘Isa as.) menjawab: “Mahasuci Engkau, tidaklah (mungkin dan tidak ada wujudnya) bagiku mengatakan apa yang bukan hakku. Jika aku pernah mengatakannya, maka sungguh Engkau telah mengetahuinya. Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri-Mu. Sesungguhnya Engkau, (dan hanya) Engkau-lah Yang Maha Mengetahui perkara-perkara yang gaib. HAMKA: “Dan (ingatlah) tatkala berfirman Allah, ‘Wahai Isa anak Maryam, adakah engkau pernah berkata kepada manusia, ‘Jadikanlah aku dan ibuku sebagai Tuhan selain Allah?’ Dia menjawab, ‘Mahasuci Engkau! Tidaklah patut bagiku bahwa akan mengatakan apa yang tidak hakku. Jika ada aku mengatakannya, niscaya Engkau telah mengetahuinya (sebab) Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku, sedangkan aku tidaklah mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya, Engkaulah yang lebih mengetahui akan hal yang gaib-gaib.’” |
|
مَا قُلْتُ لَهُمْ إِلَّا مَا أَمَرْتَنِي بِهِ أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ رَبِّي وَرَبَّكُمْ ۚ وَكُنْتُ عَلَيْهِمْ شَهِيدًا مَا دُمْتُ فِيهِمْ ۖ فَلَمَّا تَوَفَّيْتَنِي كُنْتَ أَنْتَ الرَّقِيبَ عَلَيْهِمْ ۚ وَأَنْتَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ Kemenag RI 2019: Aku tidak (pernah) mengatakan kepada mereka kecuali sesuatu yang Engkau perintahkan kepadaku, (yaitu) “Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu.” Aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di tengah-tengah mereka. Setelah Engkau mewafatkan aku, Engkaulah yang mengawasi mereka. Engkau Maha Menyaksikan atas segala sesuatu. (QS. 5 : 117)Prof. Quraish Shihab: Aku tidak (pernah) mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku untuk (mengatakan)-nya, (yaitu): ‘Sembahlah Allah, Tuhan Pemeliharaku dan Tuhan Pemelihara kamu,’ dan adalah aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di antara mereka. Maka setelah Engkau wafatkan aku, Engkau- lah yang mengawasi mereka. Dan Engkau Maha Menyaksikan atas segala sesuatu. HAMKA: |
|
إِنْ تُعَذِّبْهُمْ فَإِنَّهُمْ عِبَادُكَ ۖ وَإِنْ تَغْفِرْ لَهُمْ فَإِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ Kemenag RI 2019: Jika Engkau menyiksa mereka, sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba-Mu. Jika Engkau mengampuni mereka, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. 5 : 118)Prof. Quraish Shihab: Jika Engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya mereka adalah para hamba-Mu, dan jika Engkau mengampuni mereka, maka sesungguhnya Engkau-lah Yang Maha Perkasa, lagi Maha Bijaksana." HAMKA: Jika hendak Engkau adzab mereka itu maka sesungguhnya mereka itu adalah hamba Engkau. Dan jika Engkau beri ampun mereka maka sesungguhnya Engkaulah adalah Mahagagah lagi Bijaksana.” |
|
قَالَ اللَّهُ هَٰذَا يَوْمُ يَنْفَعُ الصَّادِقِينَ صِدْقُهُمْ ۚ لَهُمْ جَنَّاتٌ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ۚ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ ۚ ذَٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ Kemenag RI 2019: Allah berfirman, “Ini adalah hari yang kebenaran orang-orang yang benar bermanfaat bagi mereka. Bagi merekalah surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah rida kepada mereka dan mereka pun rida kepada-Nya. Itulah kemenangan yang agung.” (QS. 5 : 119)Prof. Quraish Shihab: Allah berfirman: "Ini adalah suatu hari yang bermanfaat bagi ash-shiddiqin (orang-orang yang selalu benar dan jujur, atas) kebenaran dan kejujuran mereka. Bagi mereka surga-surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya; Allah ridha pada mereka dan mereka (pun) ridha pada-Nya. Itulah keberuntungan yang sangat besar." HAMKA: Berfirman Allah, “Inilah hari yang akan memberi manfaat kepada orang-orang yang benar, kebenaran mereka. Untuk mereka adalah surga-surga yang mengalir dari bawahnya sungai-sungai, hal keadaan kekal mereka di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada Allah. Yang demikian itulah kemenangan yang besar.” |
|
لِلَّهِ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا فِيهِنَّ ۚ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ Kemenag RI 2019: Hanya milik Allah kerajaan langit dan bumi serta apa pun yang ada di dalamnya. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS. 5 : 120)Prof. Quraish Shihab: Milik Allah kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada di dalamnya (yakni di dalam dan permukaan langit dan bumi); dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. HAMKA: Bagi Allah-lah kerajaan semua langit dan bumi dan apa jua pun yang ada pada semuanya. Dan Dia, atas segala sesuatu adalah Mahakuasa. |
| Hal. 128 |
|
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَجَعَلَ الظُّلُمَاتِ وَالنُّورَ ۖ ثُمَّ الَّذِينَ كَفَرُوا بِرَبِّهِمْ يَعْدِلُونَ Kemenag RI 2019: Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan langit dan bumi, dan menjadikan kegelapan-kegelapan dan cahaya. Sungguhpun demikian, orang-orang yang kufur mempersamakan tuhan mereka (dengan sesuatu yang lain). (QS. 6 : 1)Prof. Quraish Shihab: Segala puji hanya bagi Allah Yang telah menciptakan langit dan bumi, dan menjadikan aneka gelap dan terang, kemudian orang-orang yang kafir menyekutukan (sesuatu) dengan Tuhan Pemelihara mereka. HAMKA: Segala puji-pujian untuk Allah yang telah menjadikan semua langit dan bumi dan telah mengadakan yang gelap-gelap dan cahaya. Kemudian, orang-orang yang kafir itu adalah mereka dengan Tuhan mereka, mempersekutukan. |
|
هُوَ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ طِينٍ ثُمَّ قَضَىٰ أَجَلًا ۖ وَأَجَلٌ مُسَمًّى عِنْدَهُ ۖ ثُمَّ أَنْتُمْ تَمْتَرُونَ Kemenag RI 2019: Dialah yang menciptakan kamu dari tanah, kemudian Dia menentukan batas waktu hidup (masing-masing). Waktu yang ditentukan (untuk kebangkitan setelah mati) ada pada-Nya. Kemudian, kamu masih meragukannya. (QS. 6 : 2)Prof. Quraish Shihab: Dia-lah Yang menciptakan kamu dari tanah, sesudah itu ditentukan-Nya ajal (masing-masing) dan (ada lagi suatu) ajal (yaitu kebangkitan setelah mati) yang (juga) ditentukan di sisi-Nya, kemudian kamu (masih terus) ragu (akan keniscayaan Hari Kebangkitan itu). HAMKA: Dialah yang telah menjadikan kamu dari tanah, lalu Dia tentukan suatu ajal dan suatu ajal lagi yang telah tertentu ada di sisi-Nya. Kemudian, kamu masih (juga) ragu-ragu. |
|
وَهُوَ اللَّهُ فِي السَّمَاوَاتِ وَفِي الْأَرْضِ ۖ يَعْلَمُ سِرَّكُمْ وَجَهْرَكُمْ وَيَعْلَمُ مَا تَكْسِبُونَ Kemenag RI 2019: Dialah Allah (yang disembah) di langit dan di bumi. Dia mengetahui apa pun yang kamu rahasiakan dan kamu tampakkan serta mengetahui apa pun yang kamu usahakan. (QS. 6 : 3)Prof. Quraish Shihab: Dan Dia-lah Allah (Yang Kuasa dan disembah) di langit dan di bumi; Dia mengetahui apa yang kamu rahasiakan dan apa yang kamu tampakkan dan mengetahui (pula) apa yang kamu usahakan. HAMKA: Dan Dialah Allah di semua langit dan di bumi. Dia mengetahui akan rahasia kamu dan yang terang kamu dan Dia pun mengetahui apa yang kamu usahakan. |
|
وَمَا تَأْتِيهِمْ مِنْ آيَةٍ مِنْ آيَاتِ رَبِّهِمْ إِلَّا كَانُوا عَنْهَا مُعْرِضِينَ Kemenag RI 2019: Tidaklah datang kepada mereka satu ayat pun dari ayat-ayat ) Tuhan mereka, kecuali mereka (pasti) berpaling darinya. (QS. 6 : 4)Prof. Quraish Shihab: Dan tidak ada suatu ayat (bukti kebenaran) pun dari ayat-ayat Tuhan Pemelihara mereka yang sampai kepada mereka (orang-orang kafir), melainkan mereka selalu berpaling darinya. HAMKA: Dan tidaklah datang kepada mereka satu ayat pun dari ayat-ayat Tuhan mereka, melainkan mereka berpaling daripadanya. |
|
فَقَدْ كَذَّبُوا بِالْحَقِّ لَمَّا جَاءَهُمْ ۖ فَسَوْفَ يَأْتِيهِمْ أَنْبَاءُ مَا كَانُوا بِهِ يَسْتَهْزِئُونَ Kemenag RI 2019: Sungguh, mereka telah mendustakan kebenaran (Al-Qur’an) ketika sampai kepada mereka. Maka, kelak akan sampai kepada mereka berita-berita (tentang kebenaran) sesuatu yang selalu mereka perolok-olokkan. (QS. 6 : 5)Prof. Quraish Shihab: Sungguh, mereka telah mendustakan yang haq (kebenaran yang sempurna) ketika (yang haq itu) datang kepada mereka, maka kelak sampai kepada mereka (kenyataan dari) berita-berita yang (selalu) mereka perolok-olokan. HAMKA: Maka, sesungguhnya mereka telah mendustakan kebenaran tatkala dia telah datang kepada mereka. Karena itu, akan datanglah kepada mereka berita-berita tentang apa yang telah mereka perolok-olokan itu. |
|
أَلَمْ يَرَوْا كَمْ أَهْلَكْنَا مِنْ قَبْلِهِمْ مِنْ قَرْنٍ مَكَّنَّاهُمْ فِي الْأَرْضِ مَا لَمْ نُمَكِّنْ لَكُمْ وَأَرْسَلْنَا السَّمَاءَ عَلَيْهِمْ مِدْرَارًا وَجَعَلْنَا الْأَنْهَارَ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهِمْ فَأَهْلَكْنَاهُمْ بِذُنُوبِهِمْ وَأَنْشَأْنَا مِنْ بَعْدِهِمْ قَرْنًا آخَرِينَ Kemenag RI 2019: Tidakkah mereka perhatikan betapa banyak generasi sebelum mereka yang telah Kami binasakan? (Yaitu) generasi yang telah Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, yang belum pernah Kami lakukan kepada kamu; dan Kami curahkan air hujan yang lebat, Kami jadikan sungai-sungai mengalir di bawah mereka; lalu Kami binasakan mereka karena dosa-dosa mereka, selanjutnya Kami munculkan sesudah mereka generasi lain. (QS. 6 : 6)Prof. Quraish Shihab: Apakah mereka tidak memperhatikan berapa banyak generasi yang telah Kami binasakan sebelum mereka? Padahal Kami telah meneguhkan mereka di bumi, (yaitu) keteguhan yang belum pernah Kami berikan kepadamu (masyarakat Mekkah), dan Kami kirimkan (awan sehingga menurunkan hujan dari) langit untuk mereka (dengan membawa hujan) yang deras dan Kami jadikan sungai-sungai mengalir di bawah mereka, lalu Kami binasakan mereka karena dosa mereka (sendiri), dan Kami ciptakan sesudah mereka generasi yang lain. HAMKA: Apakah tidak mereka lihat berapa banyak angkatan yang telah Kami binasakan sebelum mereka, yang telah Kami beri beriku kekuasaan yang teguh di bumi, yang tidak Kami berikan kepada kamu. Dan telah Kami turunkan hujan lebat kepada mereka dan telah Kami jadikan sungai-sungai yang mengalir di bawah mereka. Maka, telah Kami binasakan mereka itu karena dosa-dosa mereka dan Kami timbulkan sesudah mereka angkatan yang lain. |
|
وَلَوْ نَزَّلْنَا عَلَيْكَ كِتَابًا فِي قِرْطَاسٍ فَلَمَسُوهُ بِأَيْدِيهِمْ لَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا إِنْ هَٰذَا إِلَّا سِحْرٌ مُبِينٌ Kemenag RI 2019: Seandainya Kami turunkan kepadamu (Nabi Muhammad) kitab (berupa tulisan) pada kertas sehingga mereka dapat menyentuhnya dengan tangan mereka sendiri, pastilah orang-orang kafir itu mengatakan, “Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata.” (QS. 6 : 7)Prof. Quraish Shihab: Dan jika seandainya Kami turunkan kepadamu (Nabi Muhammad saw., al-Qur'an yang berupa) tulisan di atas kertas, lalu mereka dapat memegangnya dengan tangan mereka, tentulah orang-orang yang kafir itu berkata: "Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata." HAMKA: Dan, walaupun Kami turunkan kepada engkau sebuah kitab di atas kertas, sampai mereka pegang dia dengan tangan mereka, sesungguhnya berkatalah orang-orang yang tidak mau percaya itu, “Tidak lain ini hanyalah sihir yang nyata.” |
|
وَقَالُوا لَوْلَا أُنْزِلَ عَلَيْهِ مَلَكٌ ۖ وَلَوْ أَنْزَلْنَا مَلَكًا لَقُضِيَ الْأَمْرُ ثُمَّ لَا يُنْظَرُونَ Kemenag RI 2019: Mereka berkata, “Mengapa tidak diturunkan malaikat kepadanya (Nabi Muhammad)?” ) Andaikata Kami turunkan malaikat, niscaya selesailah urusan (mereka dibinasakan karena pengingkaran) kemudian mereka tidak lagi ditangguhkan (sedikit pun untuk bertobat). (QS. 6 : 8)Prof. Quraish Shihab: Dan mereka berkata: "Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Nabi Muhammad saw.) seorang malaikat (yang dapat kami lihat secara nyata dan menyatakan kebenaran Muhammad)?" Sedangkan, jika seandainya Kami turunkan malaikat, tentu selesailah urusan itu, kemudian mereka tidak diberi tangguh (mereka akan dibinasakan seketika)." HAMKA: Dan mereka berkata, “Mengapa maka tidak diturunkan atasnya malak?” Padahal, kalau Kami turunkan malak, tentu selesailah urusan kemudian mereka pun tidaklah akan dipedulikan. |
| Hal. 129 |
|
وَلَوْ جَعَلْنَاهُ مَلَكًا لَجَعَلْنَاهُ رَجُلًا وَلَلَبَسْنَا عَلَيْهِمْ مَا يَلْبِسُونَ Kemenag RI 2019: Seandainya Kami jadikan dia (rasul) itu (dari) malaikat, tentu Kami jadikan dia (berwujud) laki-laki, dan pasti Kami buat mereka tetap ragu sebagaimana kini mereka ragu. ) (QS. 6 : 9)Prof. Quraish Shihab: Dan jika seandainya Kami jadikan dia malaikat, pastilah Kami menjadikan dia laki-laki dan (jika demikian), Kami (pun) akan menjadikan mereka tetap ragu sebagaimana kini mereka ragu. HAMKA: Dan kalau Kami jadikan dia itu malak, niscaya Kami jadikan dia seorang laki-laki dan niscaya Kami ragukan mereka sebagaimana mereka (sekarang) ragu-ragu. |
|
وَلَقَدِ اسْتُهْزِئَ بِرُسُلٍ مِنْ قَبْلِكَ فَحَاقَ بِالَّذِينَ سَخِرُوا مِنْهُمْ مَا كَانُوا بِهِ يَسْتَهْزِئُونَ Kemenag RI 2019: Sungguh, rasul-rasul sebelum engkau (Nabi Muhammad) benar-benar telah diperolok-olokkan, maka turunlah kepada orang-orang yang mencemooh mereka (rasul-rasul) apa (azab) yang selalu mereka perolok-olokkan. (QS. 6 : 10)Prof. Quraish Shihab: Demi (Allah)! Sungguh, telah diperolok-olok (pula) para rasul sebelummu (Nabi Muhammad saw.), maka turunlah (siksa) kepada orang-orang yang mengejek di antara mereka (sebagai balasan bagi) apa yang (selalu) mereka perolok-olokan. HAMKA: Dan sesungguhnya telah diperolok-olokkan beberapa rasul sebelum engkau maka turunlah kepada orang-orang yang telah memperolok-olokkan itu di antara mereka (balasan dari) apa yang mereka perolok-olokkan itu. |
|
قُلْ سِيرُوا فِي الْأَرْضِ ثُمَّ انْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُكَذِّبِينَ Kemenag RI 2019: Katakanlah (Nabi Muhammad), “Jelajahilah bumi, kemudian perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan itu.” (QS. 6 : 11)Prof. Quraish Shihab: Katakanlah (Nabi Muhammad saw.): "Berjalanlah di bumi, kemudian perhatikanlah bagaimana kesudahan para pendusta!" HAMKA: Katakanlah, “Mengembaralah di bumi kemudian pandangilah betapa jadinya akibat dari orang orang yang mendustakan.” |
|
قُلْ لِمَنْ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۖ قُلْ لِلَّهِ ۚ كَتَبَ عَلَىٰ نَفْسِهِ الرَّحْمَةَ ۚ لَيَجْمَعَنَّكُمْ إِلَىٰ يَوْمِ الْقِيَامَةِ لَا رَيْبَ فِيهِ ۚ الَّذِينَ خَسِرُوا أَنْفُسَهُمْ فَهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ Kemenag RI 2019: Katakanlah (Nabi Muhammad), “Milik siapakah apa yang di langit dan di bumi?” Katakanlah, “Milik Allah.” Dia telah menetapkan (sifat) kasih sayang pada diri-Nya. ) Sungguh, Dia pasti akan mengumpulkan kamu pada hari Kiamat yang tidak ada keraguan padanya. Orang-orang yang merugikan dirinya, mereka itu tidak beriman. (QS. 6 : 12)Prof. Quraish Shihab: Katakanlah (Nabi Muhammad saw.): "Milik siapakah apa yang di langit dan di bumi?" Katakanlah: "Milik Allah." Dia telah menetapkan atas Diri-Nya (untuk melimpahkan) rahmat (kepada seluruh alam). Dia pasti akan mengumpulkan kamu pada Hari Kiamat yang tidak ada keraguan padanya. Orang-orang yang merugikan dirinya, maka mereka itu tidak beriman. HAMKA: Katakanlah, “Kepunyaan siapakah yang ada di semua langit dan bumi?” Katakanlah, “Kepunyaan Allah!” Dia telah mewajibkan diri-Nya akan memberi rahmat. Sesungguhnya, akan dikumpulkan-Nya kamu pada hari Kiamat yang tidak ada ragu-ragu tentang itu lagi. Orang-orang yang telah merugikan diri sendiri maka mereka itu tidaklah orang-orang yang beriman. |
|
وَلَهُ مَا سَكَنَ فِي اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ ۚ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ Kemenag RI 2019: Milik-Nyalah segala sesuatu yang ada pada malam dan siang hari. Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS. 6 : 13)Prof. Quraish Shihab: Dan milik-Nya segala yang ada pada malam dan siang hari. Dan Dia-lah Yang Maha Mendengar, lagi Maha Mengetahui. HAMKA: Dan bagi-Nyalah apa yang tenang di malam hari dan siang. Dan Dia adalah mendengar lagi mengetahui. |
|
قُلْ أَغَيْرَ اللَّهِ أَتَّخِذُ وَلِيًّا فَاطِرِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَهُوَ يُطْعِمُ وَلَا يُطْعَمُ ۗ قُلْ إِنِّي أُمِرْتُ أَنْ أَكُونَ أَوَّلَ مَنْ أَسْلَمَ ۖ وَلَا تَكُونَنَّ مِنَ الْمُشْرِكِينَ Kemenag RI 2019: Katakanlah (Nabi Muhammad), “Apakah selain Allah, Pencipta langit dan bumi serta Dia memberi makan dan tidak diberi makan, akan aku jadikan sebagai pelindung?” Katakanlah (Nabi Muhammad), “Sesungguhnya aku diperintahkan agar aku menjadi orang pertama yang berserah diri (kepada Allah), dan jangan sekali-kali kamu masuk golongan orang-orang musyrik.” (QS. 6 : 14)Prof. Quraish Shihab: Katakanlah (Nabi Muhammad saw.): "Apakah (sesuatu) selain Allah itu (wajar) aku jadikan pelindung? (Allah swt.) Pencipta langit dan bumi. Dia memberi makan dan tidak diberi makan." Katakanlah: "Sesungguhnya aku diperintah supaya menjadi orang yang pertama berserah diri (kepada Allah swt.), dan janganlah sekali-kali engkau termasuk (golongan) orang-orang musyrik. HAMKA: Katakanlah, “Adakah yang selain Allah akan aku ambil jadi pemimpin? Pencipta semua langit dan bumi dan Dia yang memberi makan dan bukan Dia yang diberi makan.” Katakanlah, “Sesungguhnya aku disuruh supaya menjadi orang yang mula-mula menyerah diri.” Dan sekali-kali jangan engkau jadi dari golongan orang-orang yang musyrik. |
|
قُلْ إِنِّي أَخَافُ إِنْ عَصَيْتُ رَبِّي عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيمٍ Kemenag RI 2019: Katakanlah, “Sesungguhnya aku takut azab pada hari yang besar (kiamat) jika aku durhaka kepada Tuhanku.” (QS. 6 : 15)Prof. Quraish Shihab: Katakanlah (Nabi Muhammad saw.): "Sesungguhnya aku takut pada azab hari yang besar (Hari Kiamat), jika aku durhaka pada Tuhan Pemeliharaku." HAMKA: Katakanlah, “Sesungguhnya, aku takut jika aku mendurhaka kepada Tuhanku akan adzab di hari yang besar.” |
|
مَنْ يُصْرَفْ عَنْهُ يَوْمَئِذٍ فَقَدْ رَحِمَهُ ۚ وَذَٰلِكَ الْفَوْزُ الْمُبِينُ Kemenag RI 2019: Siapa yang dijauhkan darinya (azab) pada hari itu, maka sungguh Dia telah merahmatinya. Itulah keberuntungan yang nyata. (QS. 6 : 16)Prof. Quraish Shihab: Barang siapa dijauhkan darinya (azab) pada hari itu, maka sungguh Dia telah merahmatinya. Dan yang demikian itulah keberuntungan yang nyata. HAMKA: Barangsiapa yang dipalingkan daripadanya (adzab itu) pada hari itu maka sesungguhnya Dia telah memberi rahmat kepadanya dan itulah dia kemenangan yang nyata. |
|
وَإِنْ يَمْسَسْكَ اللَّهُ بِضُرٍّ فَلَا كَاشِفَ لَهُ إِلَّا هُوَ ۖ وَإِنْ يَمْسَسْكَ بِخَيْرٍ فَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ Kemenag RI 2019: Jika Allah menimpakan kemudaratan kepadamu, tidak ada yang dapat menghilangkannya selain Dia; dan jika Dia memberikan kebaikan kepadamu, Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS. 6 : 17)Prof. Quraish Shihab: Dan jika Allah menimpakan kemudharatan (musibah atau bencana) kepadamu, maka tidak ada yang menghilangkannya melainkan Dia. Dan jika Dia menyentuhkan (menganugerahkan walau sedikit) kebaikan kepadamu, maka Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. HAMKA: Dan jika Allah mengenakan engkau dengan suatu bahaya maka tidak seorang pun yang bisa melepaskannya kecuali Dia. Dan jika Dia mengenakan engkau dengan suatu kebaikan maka adalah Dia atas tiap-tiap sesuatu Mahakuasa. |
|
وَهُوَ الْقَاهِرُ فَوْقَ عِبَادِهِ ۚ وَهُوَ الْحَكِيمُ الْخَبِيرُ Kemenag RI 2019: Dialah Penguasa atas hamba-hamba-Nya, dan Dialah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui. (QS. 6 : 18)Prof. Quraish Shihab: Dan Dia-lah Penguasa atas para hamba-Nya. Dan Dia-lah Yang Maha Bijaksana, lagi Mahateliti. HAMKA: Dan Dialah Yang Mahaperkasa atas hamba-hamba-Nya, dan Dia adalah Mahabijaksana lagi sangat meneliti. |
| Hal. 130 |
|
قُلْ أَيُّ شَيْءٍ أَكْبَرُ شَهَادَةً ۖ قُلِ اللَّهُ ۖ شَهِيدٌ بَيْنِي وَبَيْنَكُمْ ۚ وَأُوحِيَ إِلَيَّ هَٰذَا الْقُرْآنُ لِأُنْذِرَكُمْ بِهِ وَمَنْ بَلَغَ ۚ أَئِنَّكُمْ لَتَشْهَدُونَ أَنَّ مَعَ اللَّهِ آلِهَةً أُخْرَىٰ ۚ قُلْ لَا أَشْهَدُ ۚ قُلْ إِنَّمَا هُوَ إِلَٰهٌ وَاحِدٌ وَإِنَّنِي بَرِيءٌ مِمَّا تُشْرِكُونَ Kemenag RI 2019: Katakanlah (Nabi Muhammad), “Siapakah yang lebih kuat kesaksiannya?” Katakanlah, “Allah. Dia menjadi saksi antara aku dan kamu. Al-Qur’an ini diwahyukan kepadaku supaya dengan itu aku mengingatkan kamu dan orang yang sampai (Al-Qur’an kepadanya). Apakah kamu benar-benar bersaksi bahwa ada tuhan-tuhan lain selain Allah?” Katakanlah, “Aku tidak bersaksi.” Katakanlah, “Sesungguhnya Dialah Tuhan Yang Maha Esa dan aku lepas tangan dari apa yang kamu persekutukan.” (QS. 6 : 19)Prof. Quraish Shihab: Katakanlah (Nabi Muhammad saw.): "Apakah sesuatu yang lebih besar persaksiannya?" Katakanlah: "Allah, Dia menjadi Saksi antara aku dan kamu. Dan al-Qur'an ini diwahyukan kepadaku supaya dengannya aku memberi peringatan kepada kamu dan kepada orang-orang yang (al-Qur'an ini) sampai kepadanya. Apakah sesungguhnya kamu benar-benar menyaksikan bahwa ada sesembahan-sesembahan lain bersama Allah? Katakanlah: 'Aku tidak mengakui.' Katakanlah: 'Sesungguhnya Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu sekutukan.' " HAMKA: Katakanlah, “Apakah yang terlebih besar kesaksiannya?” Katakanlah, “Allah-lah Yang menjadi saksi di antara aku dan di antara kamu. Dan telah diwahyukan kepadaku Al-Qur'an ini untuk memberi ancaman kepada kamu dengan dia dan kepada barangsiapa yang telah sampai. Apakah kamu menyaksikan bahwa beserta Allah ada tuhan-tuhan yang lain?” Katakanlah, “Sesungguhnya aku tidaklah menyaksikan itu!” Katakanlah, “Sesungguhnya hanya Dialah Tuhan Yang Satu dan sesungguhnya aku berlepas diri daripada apa yang kamu persekutukan itu.” |
|
الَّذِينَ آتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ يَعْرِفُونَهُ كَمَا يَعْرِفُونَ أَبْنَاءَهُمُ ۘ الَّذِينَ خَسِرُوا أَنْفُسَهُمْ فَهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ Kemenag RI 2019: Orang-orang yang telah Kami beri Kitab mengenalnya (Nabi Muhammad) seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Orang-orang yang merugikan diri sendiri itu tidak beriman. (QS. 6 : 20)Prof. Quraish Shihab: Orang-orang yang telah Kami anugerahkan kepada mereka al-Kitab (orang-orang Yahudi dan Nasrani) mengenalnya (Nabi Muhammad saw.) seperti mereka mengenal anak-anak mereka. Orang-orang yang merugikan dirinya, maka mereka itu tidak beriman. HAMKA: Orang-orang yang telah Kami berikan kitab kepada mereka, telah mengenalnya; sebagai- mana mereka mengenal anak-anak mereka sendiri. Mereka itu telah merugikan diri mereka sendiri maka bukanlah mereka itu orang-orang yang beriman. |
|
وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرَىٰ عَلَى اللَّهِ كَذِبًا أَوْ كَذَّبَ بِآيَاتِهِ ۗ إِنَّهُ لَا يُفْلِحُ الظَّالِمُونَ Kemenag RI 2019: Siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan suatu kebohongan terhadap Allah atau mendustakan ayat-ayat-Nya? Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu tidak beruntung. (QS. 6 : 21)Prof. Quraish Shihab: Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan kebohongan besar terhadap Allah, atau mendustakan ayat-ayat (bukti-bukti keesaan dan kekuasaan) Nya dan (akan kebenaran al-Qur'an)? Sesungguhnya tidaklah beruntung orang-orang zalim. HAMKA: Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan atas nama Allah akan kedustaan atau mendustakan ayat-ayat-Nya? Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu tidak akan beruntung. |
|
وَيَوْمَ نَحْشُرُهُمْ جَمِيعًا ثُمَّ نَقُولُ لِلَّذِينَ أَشْرَكُوا أَيْنَ شُرَكَاؤُكُمُ الَّذِينَ كُنْتُمْ تَزْعُمُونَ Kemenag RI 2019: (Ingatlah) tatkala Kami kumpulkan mereka semua kemudian Kami berfirman kepada orang-orang yang mempersekutukan Kami, “Manakah sekutu-sekutumu yang kamu sangkakan?” (QS. 6 : 22)Prof. Quraish Shihab: Dan (ingatlah kebohongan mereka terhadap Allah swt. di dunia ini) pada hari (ketika) Kami mengumpulkan mereka semua, kemudian Kami berkata kepada orang-orang yang menyekutukan (Allah swt.): "Di manakah sembahan-sembahan kamu yang dahulu kamu anggap (sekutu-sekutu Kami)?" HAMKA: Dan pada hari Kami mengumpulkan mereka semuanya, kemudian Kami berkata kepada orang-orang yang mempersekutukan, "Di manakah sekutu-sekutu kamu yang dahulunya kamu duga?" |
|
ثُمَّ لَمْ تَكُنْ فِتْنَتُهُمْ إِلَّا أَنْ قَالُوا وَاللَّهِ رَبِّنَا مَا كُنَّا مُشْرِكِينَ Kemenag RI 2019: Kemudian, mereka tidak punya jawaban atas kebohongan mereka, kecuali (terpaksa) mengatakan, “Demi Allah, Tuhan kami, kami bukanlah orang-orang musyrik.” (QS. 6 : 23)Prof. Quraish Shihab: Kemudian tidak ada fitnah (ucapan dan jawaban yang tidak berdasar) mereka, kecuali mengatakan: "Demi Allah, Tuhan Pemelihara kami, sekali-kali kami bukan orang-orang musyrik." HAMKA: Kemudian, tidaklah ada fitnah bagi mereka melainkan bahwa mereka berkata, "Demi Allah Tuhan kami, tidaklah kami ini orang-orang yang mempersekutukan." |
|
انْظُرْ كَيْفَ كَذَبُوا عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ ۚ وَضَلَّ عَنْهُمْ مَا كَانُوا يَفْتَرُونَ Kemenag RI 2019: Perhatikanlah (Nabi Muhammad) bagaimana mereka berdusta terhadap diri sendiri. Lenyaplah dari mereka apa (kebohongan) yang selalu mereka ada-adakan. (QS. 6 : 24)Prof. Quraish Shihab: Lihatlah, bagaimana mereka telah berdusta terhadap diri mereka (sendiri) dan lenyaplah dari mereka apa (sembahan-sembahan) yang dahulu mereka ada-adakan. HAMKA: Lihatlah bagaimana mereka telah berdusta atas nama diri mereka dan hilanglah dari mereka apa-apa yang dahulunya mereka ada-adakan. |
|
وَمِنْهُمْ مَنْ يَسْتَمِعُ إِلَيْكَ ۖ وَجَعَلْنَا عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ أَكِنَّةً أَنْ يَفْقَهُوهُ وَفِي آذَانِهِمْ وَقْرًا ۚ وَإِنْ يَرَوْا كُلَّ آيَةٍ لَا يُؤْمِنُوا بِهَا ۚ حَتَّىٰ إِذَا جَاءُوكَ يُجَادِلُونَكَ يَقُولُ الَّذِينَ كَفَرُوا إِنْ هَٰذَا إِلَّا أَسَاطِيرُ الْأَوَّلِينَ Kemenag RI 2019: Di antara mereka ada yang mendengarkan engkau (Nabi Muhammad membaca Al-Qur’an), padahal Kami menjadikan di hati mereka penutup, (sehingga mereka tidak) memahaminya, dan (Kami jadikan) pada telinga mereka penyumbat. Jika mereka melihat segala tanda kebenaran, mereka tetap tidak beriman padanya, sehingga apabila mereka datang kepadamu untuk membantahmu, orang-orang kafir itu berkata, “Ini (Al-Qur’an) tiada lain hanyalah dongengan orang-orang terdahulu.” (QS. 6 : 25)Prof. Quraish Shihab: Dan di antara mereka (yang mendustakan kebenaran) ada orang yang mendengarkanmu (membaca al-Qur'an), padahal Kami telah meletakkan di atas hati mereka penutup-penutup (karena mereka pada dasarnya tidak mau) memahaminya, dan di telinga mereka ada penyumbat (sehingga mereka tidak mendengar dengan benar). Dan jika mereka melihat segala tanda (kebenaran), mereka tetap tidak (mau) beriman kepadanya. Sehingga apabila mereka datang kepadamu untuk membantahmu, orang-orang yang kafir berkata: "Al-Qur'an ini tidak lain hanyalah dongeng-dongeng orang-orang terdahulu." HAMKA: Dan di antara mereka ada yang mendengar kepadamu. Dan Kami jadikan atas hati mereka penutup sehingga mereka tidak mengerti dan atas telinga mereka ada pekak. Dan walaupun mereka melihat tiap-tiap tanda, mereka tidak akan beriman kepadanya sehingga tatkala mereka datang kepadamu, mereka berbantah-bantahan dengan kamu, berkatalah orang-orang yang kafir, "Tidak lain ini hanyalah dongeng orang-orang dahulu." |
|
وَهُمْ يَنْهَوْنَ عَنْهُ وَيَنْأَوْنَ عَنْهُ ۖ وَإِنْ يُهْلِكُونَ إِلَّا أَنْفُسَهُمْ وَمَا يَشْعُرُونَ Kemenag RI 2019: Mereka melarang (orang lain) mendengarkannya (Al-Qur’an) dan mereka pun menjauhkan diri darinya. Mereka tidak membinasakan kecuali diri mereka sendiri, tetapi mereka tidak menyadari. (QS. 6 : 26)Prof. Quraish Shihab: Mereka melarang (orang lain) mendengarkannya (al-Qur'an) dan mereka menjauhkan diri dari (tuntunan)-nya, dan mereka hanyalah membinasakan diri mereka sendiri, sedangkan mereka tidak menyadari. HAMKA: Dan mereka mencegah orang darinya dan mereka menjauh darinya. Dan tidaklah mereka membinasakan melainkan diri mereka sendiri sedangkan mereka tidak menyadarinya. |
|
وَلَوْ تَرَىٰ إِذْ وُقِفُوا عَلَى النَّارِ فَقَالُوا يَا لَيْتَنَا نُرَدُّ وَلَا نُكَذِّبَ بِآيَاتِ رَبِّنَا وَنَكُونَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ Kemenag RI 2019: Seandainya engkau (Nabi Muhammad) melihat ketika mereka dihadapkan ke neraka, mereka berkata, “Seandainya kami dikembalikan (ke dunia), tentu kami tidak akan mendustakan ayat-ayat Tuhan kami, dan kami menjadi orang-orang mukmin.” (QS. 6 : 27)Prof. Quraish Shihab: Dan jika seandainya engkau (Nabi Muhammad saw.) melihat ketika mereka dihadapkan ke neraka, (tentulah engkau akan menyaksikan peristiwa dahsyat; dan ketika itu mereka menyadari dosa-dosa mereka) maka mereka berkata: "Aduhail Kiranya kami dikembalikan (ke dunia) dan kami tidak mendustakan ayat-ayat Tuhan Pemelihara kami, dan kami (akan) termasuk golongan orang-orang mukmin." HAMKA: Dan alangkah hebat kalau engkau lihat tatkala mereka diberdirikan di pinggir neraka lalu mereka berkata, “Wahai kiranya, alangkah baiknya jika kami dikembalikan supaya kami tidak mendustakan (lagi) akan ayat-ayat Tuhan kami dan jadilah kami daripada orang-orang yang beriman.” |
| Hal. 131 |
|
بَلْ بَدَا لَهُمْ مَا كَانُوا يُخْفُونَ مِنْ قَبْلُ ۖ وَلَوْ رُدُّوا لَعَادُوا لِمَا نُهُوا عَنْهُ وَإِنَّهُمْ لَكَاذِبُونَ Kemenag RI 2019: Namun, (sebenarnya) kejahatan yang mereka selalu sembunyikan dahulu telah tampak bagi mereka. Seandainya dikembalikan (ke dunia), tentu mereka akan mengulang kembali apa yang telah dilarang mengerjakannya. Sesungguhnya mereka benar-benar para pendusta. (QS. 6 : 28)Prof. Quraish Shihab: (Tidak demikian)! Bahkan sebenarnya telah nampak bagi mereka (azab yang tidak dapat mereka elakkan, sebagai akibat dari) apa yang dahulu selalu mereka sembunyikan. Dan jika seandainya mereka dikembalikan (ke dunia), tentulah mereka kembali kepada apa (kejahatan) yang mereka telah dilarang mengerjakannya, dan sesungguhnya mereka benar-benar para pembohong. HAMKA: Bahkan telah nyatalah bagi mereka apa yang mereka sembunyikan dahulunya. Tetapi jika sekiranya mereka dikembalikan pun niscaya mereka akan kembali (pula) kepada apa yang mereka telah dilarang daripadanya itu. Karena sesungguhnya mereka itu adalah pendusta. |
|
وَقَالُوا إِنْ هِيَ إِلَّا حَيَاتُنَا الدُّنْيَا وَمَا نَحْنُ بِمَبْعُوثِينَ Kemenag RI 2019: Mereka pun akan mengatakan, “Hidup hanyalah di dunia ini dan kita tidak akan dibangkitkan.” (QS. 6 : 29)Prof. Quraish Shihab: Dan mereka (pasti) mengatakan (pula): "Kehidupan ini hanyalah kehidupan kita di dunia saja dan kita sekali-kali tidak akan dibangkitkan." HAMKA: Dan mereka berkata, “Ini tidak lain hanyalah kehidupan kita di dunia saja. Dan tidakkah kita akan dibangkitkan.” |
|
وَلَوْ تَرَىٰ إِذْ وُقِفُوا عَلَىٰ رَبِّهِمْ ۚ قَالَ أَلَيْسَ هَٰذَا بِالْحَقِّ ۚ قَالُوا بَلَىٰ وَرَبِّنَا ۚ قَالَ فَذُوقُوا الْعَذَابَ بِمَا كُنْتُمْ تَكْفُرُونَ Kemenag RI 2019: Seandainya engkau (Nabi Muhammad) melihat ketika mereka dihadapkan kepada Tuhannya (tentulah engkau melihat peristiwa yang luar biasa). Dia berfirman, “Bukankah (kebangkitan) ini benar?” Mereka menjawab, “Sungguh benar, demi Tuhan kami.” Dia berfirman, “Rasakanlah azab ini karena kamu selalu kufur (kepadanya).” (QS. 6 : 30)Prof. Quraish Shihab: Dan jika seandainya engkau (Nabi Muhammad saw.) melihat ketika mereka dihadapkan kepada Tuhan Pemelihara mereka, (tentu engkau akan menyaksikan peristiwa yang tidak tergambarkan dengan kata-kata; dan ketika itu Allah swt.) berfirman: "Bukankah (kebangkitan) ini benar?" Mereka menjawab: "Sungguh benar, demi Tuhan Pemelihara Kami." (Dia) berfirman: "Karena itu rasakanlah azab ini, disebabkan kamu terus menerus mengingkari(-Nya)!" HAMKA: Dan jikalau engkau lihat tatkala mereka didirikan atas api lalu mereka berkata, "Alangkah baiknya jika kami dikembalikan dan tidaklah kami mendustakan ayat-ayat Tuhan kami dan kami akan jadi dari golongan orang-orang yang beriman.” |
|
قَدْ خَسِرَ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِلِقَاءِ اللَّهِ ۖ حَتَّىٰ إِذَا جَاءَتْهُمُ السَّاعَةُ بَغْتَةً قَالُوا يَا حَسْرَتَنَا عَلَىٰ مَا فَرَّطْنَا فِيهَا وَهُمْ يَحْمِلُونَ أَوْزَارَهُمْ عَلَىٰ ظُهُورِهِمْ ۚ أَلَا سَاءَ مَا يَزِرُونَ Kemenag RI 2019: Sungguh rugi orang-orang yang mendustakan pertemuan dengan Allah. Maka, apabila hari Kiamat datang kepada mereka secara tiba-tiba, mereka berkata, “Alangkah besarnya penyesalan kami atas kelalaian kami tentangnya (hari Kiamat),” sambil memikul dosa-dosa di atas punggungnya. Alangkah buruknya apa yang mereka pikul itu. (QS. 6 : 31)Prof. Quraish Shihab: Sungguh, telah merugi orang-orang yang mendustakan Pertemuan dengan Allah sehingga apabila datang kepada mereka Kiamat secara tiba-tiba, mereka berkata: "Alangkah (besar) penyesalan kami terhadap kelalaian kami tentangnya (Hari Kiamat), sedangkan mereka memikul dosa-dosa di atas punggung mereka. Sungguh, sangat buruk apa yang mereka pikul. HAMKA: Sesungguhnya rugilah orang-orang yang mendustakan pertemuan dengan Allah sehingga apabila datang kepada mereka saat itu dengan sekonyong-konyong, berkatalah mereka, "Wahai menyesalnya kita atas apa yang telah kita abaikan di dalam (dunia)." Sedangkan mereka memikul dosa-dosa mereka di bahu mereka. Alangkah buruknya yang mereka pikul itu! |
|
وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَعِبٌ وَلَهْوٌ ۖ وَلَلدَّارُ الْآخِرَةُ خَيْرٌ لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ ۗ أَفَلَا تَعْقِلُونَ Kemenag RI 2019: Kehidupan dunia hanyalah permainan dan kelengahan, sedangkan negeri akhirat itu, sungguh lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Tidakkah kamu mengerti? (QS. 6 : 32)Prof. Quraish Shihab: Dan tidaklah kehidupan dunia kecuali permainan dan kelengahan, sedangkan negeri akhirat benar-benar lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Tidakkah kamu (hai orang-orang kafir) berpikir? HAMKA: Dan tidaklah kehidupan dunia itu melainkan permainan dan kelalaian. Dan sesungguhnya, kampung akhiratlah yang sebaik-baiknya bagi orang-orang yang bertakwa. Maka, apakah kamu tidak mau berpikir? |
|
قَدْ نَعْلَمُ إِنَّهُ لَيَحْزُنُكَ الَّذِي يَقُولُونَ ۖ فَإِنَّهُمْ لَا يُكَذِّبُونَكَ وَلَٰكِنَّ الظَّالِمِينَ بِآيَاتِ اللَّهِ يَجْحَدُونَ Kemenag RI 2019: Sungguh, Kami mengetahui bahwa sesungguhnya apa yang mereka katakan itu betul-betul membuatmu (Nabi Muhammad) bersedih. (Bersabarlah) karena sebenarnya mereka tidak mendustakanmu, tetapi orang-orang zalim itu selalu mengingkari ayat-ayat Allah. (QS. 6 : 33)Prof. Quraish Shihab: Sungguh, Kami mengetahui sesungguhnya apa yang mereka katakan itu tentu menyedihkan hatimu (Nabi Muhammad saw.); (tetapi janganlah bersedih hati), karena sesungguhnya mereka bukan mendustakanmu, tetapi orang-orang yang zalim (itu) mengingkari ayat-ayat Allah. HAMKA: Sesungguhnya, Kami tahu bahwa telah sangat mendukacitakan engkau apa yang mereka katakan. Sesungguhnya bukanlah mereka itu mendustakan engkau, tetapi orang-orang yang zalim itu mengingkari ayat-ayat Allah. |
|
وَلَقَدْ كُذِّبَتْ رُسُلٌ مِنْ قَبْلِكَ فَصَبَرُوا عَلَىٰ مَا كُذِّبُوا وَأُوذُوا حَتَّىٰ أَتَاهُمْ نَصْرُنَا ۚ وَلَا مُبَدِّلَ لِكَلِمَاتِ اللَّهِ ۚ وَلَقَدْ جَاءَكَ مِنْ نَبَإِ الْمُرْسَلِينَ Kemenag RI 2019: Sungguh rasul-rasul sebelum engkau pun telah didustakan, lalu mereka sabar terhadap pendustaan dan penganiayaan (yang dilakukan) terhadap mereka sampai datang pertolongan Kami kepada mereka. Tidak ada yang dapat mengubah kalim?t Allah. ) Sungguh, telah datang kepadamu sebagian berita rasul-rasul itu. (QS. 6 : 34)Prof. Quraish Shihab: Dan demi (Allah)! Sungguh, telah didustakan (pula oleh kaum mereka) para rasul (yang diutus Allah swt.) sebelummu (Nabi Muhammad saw.), tetapi mereka sabar terhadap pendustaan dan gangguan terhadap mereka, sampai datang pertolongan Kami kepada mereka. Dan tidak ada yang dapat mengubah kalimat-kalimat (janji dan ketetapan-ketetapan) Allah. Dan demi (Allah)! Sungguh, telah datang kepadamu sebagian dari berita (penting yang dialami oleh) para rasul. HAMKA: Sesungguhnya, telah didustakan beberapa rasul dari sebelum engkau, tetapi mereka adalah sabar atas apa yang didustakan mereka dan disakiti mereka. Sehingga datanglah kepada mereka pertolongan Kami. Karena tidaklah ada pengganti dari kalimat-kalimat Allah. Dan sesungguhnya telah datang kepada engkau setengah dari berita utusan-utusan itu. |
|
وَإِنْ كَانَ كَبُرَ عَلَيْكَ إِعْرَاضُهُمْ فَإِنِ اسْتَطَعْتَ أَنْ تَبْتَغِيَ نَفَقًا فِي الْأَرْضِ أَوْ سُلَّمًا فِي السَّمَاءِ فَتَأْتِيَهُمْ بِآيَةٍ ۚ وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ لَجَمَعَهُمْ عَلَى الْهُدَىٰ ۚ فَلَا تَكُونَنَّ مِنَ الْجَاهِلِينَ Kemenag RI 2019: Jika keberpalingan mereka terasa berat bagimu (Nabi Muhammad), andaikan engkau dapat membuat lubang di bumi atau tangga ke langit lalu engkau dapat mendatangkan bukti (mukjizat) kepada mereka, (maka buatlah). Seandainya Allah menghendaki, tentu Dia akan menjadikan mereka semua mengikuti petunjuk. Oleh karena itu, janganlah sekali-kali engkau termasuk orang-orang yang bodoh. (QS. 6 : 35)Prof. Quraish Shihab: Dan jika keberpalingan mereka terasa sangat berat bagimu (Nabi Muhammad saw.), maka jika engkau dapat membuat lubang di bumi atau tangga ke langit lalu engkau dapat mendatangkan bukti (mukjizat) kepada mereka. (maka buatlah). Jika seandainya Allah menghendaki, pasti Dia mengumpulkan mereka semua dalam petunjuk, sebab itu janganlah sekali-kali engkau termasuk orang-orang jahil. HAMKA: Dan jika amat besar bagimu perpaligan mereka maka jika engkau sanggup membuat suatu lubang di bumi atau suatu jenjang ke langit lalu engkau bawakan kepada mereka satu ayat! Karena kalau Allah menghendaki, niscaya Dia kumpulkan mereka atas petunjuk itu. Maka, janganlah engkau jadi dari orang-orang yang bodoh. |