.:: Per Jilid + Tafsir Al-Mahfuzh ::.

JILID 3 - JUZ 2-A

Hal. 22

سَيَقُولُ السُّفَهَاءُ مِنَ النَّاسِ مَا وَلَّاهُمْ عَنْ قِبْلَتِهِمُ الَّتِي كَانُوا عَلَيْهَا ۚ قُلْ لِلَّهِ الْمَشْرِقُ وَالْمَغْرِبُ ۚ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ إِلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

Kemenag RI 2019: Orang-orang yang kurang akal di antara manusia akan berkata, “Apakah yang memalingkan mereka (kaum muslim) dari kiblat yang dahulu mereka (berkiblat) kepadanya?” Katakanlah (Nabi Muhammad), “Milik Allahlah timur dan barat. Dia memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki ke jalan yang lurus (berdasarkan kesiapannya untuk menerima petunjuk).” (QS. 2 : 142)
Prof. Quraish Shihab: Orang-orang yang picik di antara manusia akan berkata: “Apakah yang memalingkan mereka (kaum Muslim) dari kiblat mereka (Baitul Maqdis) (yang dahulu) mereka telah berkiblat kepadanya?” Jawablah (Nabi Muhammad saw.): “Milik Allah timur dan barat; Dia menganugerahi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya (berdasarkan kemauan dan kecenderungan masing-masing) ke jalan lebar yang lurus.”
HAMKA: Akan berkata yang bodoh-bodoh dari manusia itu, "Apakah yang memalingkan manusia itu dari kiblat mereka yang telah ada mereka padanya?" Katakanlah, "Kepunyaan Allah timur dan barat. Dia memberi petunjuk siapa yang Dia kehendaki kepada jalan yang lurus."

وَكَذَٰلِكَ جَعَلْنَاكُمْ أُمَّةً وَسَطًا لِتَكُونُوا شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسِ وَيَكُونَ الرَّسُولُ عَلَيْكُمْ شَهِيدًا ۗ وَمَا جَعَلْنَا الْقِبْلَةَ الَّتِي كُنْتَ عَلَيْهَا إِلَّا لِنَعْلَمَ مَنْ يَتَّبِعُ الرَّسُولَ مِمَّنْ يَنْقَلِبُ عَلَىٰ عَقِبَيْهِ ۚ وَإِنْ كَانَتْ لَكَبِيرَةً إِلَّا عَلَى الَّذِينَ هَدَى اللَّهُ ۗ وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُضِيعَ إِيمَانَكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ بِالنَّاسِ لَرَءُوفٌ رَحِيمٌ

Kemenag RI 2019: Demikian pula Kami telah menjadikan kamu (umat Islam) umat pertengahan ) agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Nabi Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. Kami tidak menetapkan kiblat (Baitulmaqdis) yang (dahulu) kamu berkiblat kepadanya, kecuali agar Kami mengetahui (dalam kenyataan) siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang berbalik ke belakang. Sesungguhnya (pemindahan kiblat) itu sangat berat, kecuali bagi orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah. Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia. (QS. 2 : 143)
Prof. Quraish Shihab: Dan demikianlah Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), ummatan wasathan (umat pertengahan, moderat dan teladan) supaya kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan supaya Rasul (Nabi Muhammad saw.) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. Dan Kami tidak menetapkan kiblat yang menjadi (kiblat) kamu (sekarang), melainkan supaya Kami mengetahui (dalam dunia nyata) siapa yang mengikuti Rasul (Nabi Muhammad saw.) dan siapa yang membelot. Dan benar-benar (pemindahan kiblat itu terasa) sangat berat, kecuali bagi orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah (berdasarkan kemauan dan kecenderungan masing-masing); dan Allah sekali-kali tidak akan menyia-nyiakan iman kamu. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Penyayang, lagi Maha Pengasih kepada manusia.
HAMKA: Dan demikianlah, telah Kami jadikan kamu suatu umat yang di tengah, supaya kamu menjadi saksi-saksi atas manusia, dan adalah Rasul men jadi saksi (pula) atas kamu. Dan, tidaklah Kami jadikan kiblat yang telah ada engkau atasnya, melainkan supaya Kami ketahui siapa yang mengikut Rasul dari siapa yang berpaling atas dua tumitnya. Dan, memanglah berat itu kecuali atas orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah. Dan, tidaklah Allah akan menyia-nyiakan iman kamu. Sesungguhnya, Allah terhadap manusia adalah Penyantun lagi Penyayang.

قَدْ نَرَىٰ تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِي السَّمَاءِ ۖ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضَاهَا ۚ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ ۚ وَحَيْثُ مَا كُنْتُمْ فَوَلُّوا وُجُوهَكُمْ شَطْرَهُ ۗ وَإِنَّ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ لَيَعْلَمُونَ أَنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَبِّهِمْ ۗ وَمَا اللَّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا يَعْمَلُونَ

Kemenag RI 2019: Sungguh, Kami melihat wajahmu (Nabi Muhammad) sering menengadah ke langit. Maka, pasti akan Kami palingkan engkau ke kiblat yang engkau sukai. Lalu, hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidilharam. Di mana pun kamu sekalian berada, hadapkanlah wajahmu ke arah itu. Sesungguhnya orang-orang yang diberi kitab ) benar-benar mengetahui bahwa (pemindahan kiblat ke Masjidilharam) itu adalah kebenaran dari Tuhan mereka. Allah tidak lengah terhadap apa yang mereka kerjakan. (QS. 2 : 144)
Prof. Quraish Shihab: Sungguh, Kami (sering) melihat wajahmu (Nabi Muhammad saw.) menengadah ke langit, maka, Kami benar-benar akan memalingkanmu ke kiblat yang engkau sukai. Maka palingkanlah wajahmu ke arah Masjid al-Haram? Dan di mana saja kamu berada, maka palingkanlah wajah-wajah kamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi al-Kitab (Taurat dan Injil), mereka benar-benar mengetahui bahwa (berpaling ke Masjid al-Haram) itu adalah benar dari Tuhannya Pemelihara mereka; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan.
HAMKA: Sesungguhnya, Kami lihat muka engkau menengadah-nengadah ke langit maka Kami palingkanlah engkau kepada kiblat yang engkau ingini. Sebab itu, palingkanlah muka engkau ke Masjidil Haram. Dan, di mana saja kamu semua berada palingkanlah mukamu ke pihaknya. Dan, sesungguhnya orang-orang yang diberi kitab mengetahui bahwasanya itu adalah kebenaran dari Tuhan mereka. Dan, tidaklah Allah lengah dari apa pun yang kamu amalkan.

وَلَئِنْ أَتَيْتَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ بِكُلِّ آيَةٍ مَا تَبِعُوا قِبْلَتَكَ ۚ وَمَا أَنْتَ بِتَابِعٍ قِبْلَتَهُمْ ۚ وَمَا بَعْضُهُمْ بِتَابِعٍ قِبْلَةَ بَعْضٍ ۚ وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ ۙ إِنَّكَ إِذًا لَمِنَ الظَّالِمِينَ

Kemenag RI 2019: Sungguh, jika engkau (Nabi Muhammad) mendatangkan ayat-ayat (keterangan) kepada orang-orang yang diberi kitab itu, mereka tidak akan mengikuti kiblatmu. Engkau pun tidak akan mengikuti kiblat mereka. Sebagian mereka (pun) tidak akan mengikuti kiblat sebagian yang lain. Sungguh, jika engkau mengikuti keinginan mereka setelah sampai ilmu kepadamu, niscaya engkau termasuk orang-orang zalim. (QS. 2 : 145)
Prof. Quraish Shihab: Dan jika engkau (Nabi Muhammad saw.) benar-benar mendatangkan semua ayat kepada orang-orang yang diberi al-Kitab (Taurat dan Injil), mereka tidak akan mengikuti kiblatmu, dan engkau (pun) tidak akan mengikuti kiblat mereka, dan sebagian mereka (pun) tidak akan mengikuti kiblat sebagian yang lain. Dan jika engkau benar-benar mengikuti keinginan mereka setelah datang ilmu kepadamu, sesungguhnya engkau—kalau demikian—tentu termasuk (golongan) orang-orang zalim.
HAMKA: Dan meskipun engkau beri orang-orang yang diberi kitab itu dengan tiap-tiap keterangan, tidaklah mereka akan mengikut kiblat engkau itu. Dan, engkau pun tidaklah akan mengikut kiblat mereka. Dan, tidaklah yang sebagian mereka akan mengikut kiblat yang sebagian. Dan, jikalau engkau perturutkan kemauan-kemauan mereka sesudah datang kepada engkau sebagian dari pengetahuan, sesungguhnya adalah engkau di masa itu dari orang-orang yang aniaya.
Hal. 23

الَّذِينَ آتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ يَعْرِفُونَهُ كَمَا يَعْرِفُونَ أَبْنَاءَهُمْ ۖ وَإِنَّ فَرِيقًا مِنْهُمْ لَيَكْتُمُونَ الْحَقَّ وَهُمْ يَعْلَمُونَ

Kemenag RI 2019: Orang-orang yang telah Kami anugerahi Kitab (Taurat dan Injil) mengenalnya (Nabi Muhammad) ) seperti mereka mengenal anak-anak mereka sendiri. Sesungguhnya sekelompok dari mereka pasti menyembunyikan kebenaran, sedangkan mereka mengetahui(-nya). (QS. 2 : 146)
Prof. Quraish Shihab: Orang-orang yang telah Kami anugerahkan kepada mereka al-Kitab (Taurat dan Injil), mereka mengenalnya (Nabi Muhammad saw.) seperti mereka mengenal anak-anak mereka sendiri. Dan sesungguhnya segolongan dari mereka benar-benar menyembunyikan yang haq (kebenaran yang sempurna), sedangkan mereka mengetahui.
HAMKA: Orang-orang yang diberikan kepada mereka kitab, mengenallah mereka akan dia Sebagaimana mereka anak-anak mereka (sendiri). Dan, sesungguhnya sebagian dari mereka, mereka seMbunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui.

الْحَقُّ مِنْ رَبِّكَ ۖ فَلَا تَكُونَنَّ مِنَ الْمُمْتَرِينَ

Kemenag RI 2019: Kebenaran itu dari Tuhanmu. Maka, janganlah sekali-kali engkau (Nabi Muhammad) termasuk orang-orang yang ragu. (QS. 2 : 147)
Prof. Quraish Shihab: Yang haq (kebenaran yang sempurna) dari Tuhan Memeliharamu, sebab itu janganlah sekali-kali engkau termasuk orang-orang yang ragu.
HAMKA: Kebenaran adalah dari Tuhan engkau. Maka, sekali-kali janganlah engkau termasuk dari orang yang ragu.

وَلِكُلٍّ وِجْهَةٌ هُوَ مُوَلِّيهَا ۖ فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ ۚ أَيْنَ مَا تَكُونُوا يَأْتِ بِكُمُ اللَّهُ جَمِيعًا ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Kemenag RI 2019: Bagi setiap umat ada kiblat yang dia menghadap ke arahnya. Maka, berlomba-lombalah kamu dalam berbagai kebajikan. Di mana saja kamu berada, pasti Allah akan mengumpulkan kamu semuanya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS. 2 : 148)
Prof. Quraish Shihab: Bagi setiap umat ada kiblatnya yang dia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu (dalam berbuat) kebajikan-kebajikan. Di mana saja kamu berada, (pasti) Allah akan mengumpulkan kamu semuanya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
HAMKA: Dan bagi tiap-tiapnya itu satu tujuan yang dia hadapi. Sebab itu, berlomba-lombalah kamu pada serba kebaikan. Di mana saja kamu berada niscaya akan dikumpulkan Allah kamu sekalian. Sesungguhnya, Allah atas tiap-tiap sesuatu Maha kuasa.

وَمِنْ حَيْثُ خَرَجْتَ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ ۖ وَإِنَّهُ لَلْحَقُّ مِنْ رَبِّكَ ۗ وَمَا اللَّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ

Kemenag RI 2019: Dari mana pun engkau (Nabi Muhammad) keluar, hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidilharam. Sesungguhnya (hal) itu benar-benar (ketentuan) yang hak (pasti, yang tidak diragukan lagi) dari Tuhanmu. Allah tidak lengah terhadap apa yang kamu kerjakan. (QS. 2 : 149)
Prof. Quraish Shihab: Dan dari mana saja engkau (Nabi Muhammad saw.) keluar, maka palingkanlah wajahmu ke arah Masjid al-Haram; dan sesungguhnya ia (ketentuan itu) benar-benar sesuatu yanghaq (mantap lagi tidak mengalami perubahan dan atau diragukan) dari Tuhan Pemeliharamu. Dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan.
HAMKA: Dan dari mana saja engkau keluar, hadapkanlah muka engkau ke pihak Masjidil Haram. Dan, sesungguhnya (perintah) itu adalah kebenaran dari Tuhan engkau. Dan, tidaklah Allah lengah dari apa pun yang kamu amalkan.

وَمِنْ حَيْثُ خَرَجْتَ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ ۚ وَحَيْثُ مَا كُنْتُمْ فَوَلُّوا وُجُوهَكُمْ شَطْرَهُ لِئَلَّا يَكُونَ لِلنَّاسِ عَلَيْكُمْ حُجَّةٌ إِلَّا الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْهُمْ فَلَا تَخْشَوْهُمْ وَاخْشَوْنِي وَلِأُتِمَّ نِعْمَتِي عَلَيْكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

Kemenag RI 2019: Dari mana pun engkau (Nabi Muhammad) keluar, maka hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidilharam. Di mana saja kamu berada, maka hadapkanlah wajahmu ke arahnya agar tidak ada alasan bagi manusia (untuk menentangmu), kecuali orang-orang yang zalim di antara mereka. Maka, janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku agar Aku sempurnakan nikmat-Ku kepadamu dan agar kamu mendapat petunjuk. (QS. 2 : 150)
Prof. Quraish Shihab: Dan dari mana saja engkau (Nabi Muhammad saw.) keluar, maka palingkanlah wajahmu ke arah Masjid al-Haram. Dan di mana saja kamu berada, maka palingkanlah wajah-wajah kamu ke arahnya, supaya tidak ada alasan bagi manusia (untuk menentang) kamu, kecuali orang-orang yang berbuat zalim di antara mereka. Maka, janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Dan supaya Aku menyempurnakan nikmat-Ku atas kamu, dan supaya kamu mendapat petunjuk.
HAMKA: Dan dari mana saja pun kamu keluar maka hadapkanlah muka engkau ke pihak Masjidil Haram, dan di mana saja pun kamu berada, hendaklah kamu hadapkan muka kamu ke pihaknya. Supaya jangan ada alasan bagi manusia hendak mencela kamu. Kecuali orang-orang yang aniaya di antara mereka maka janganlah kamu takut kepada mereka, dan takutlah kepada Aku. Aku sempumakan nikmat-Ku kepada kamu, dan supaya kamu mendapat petunjuk.

كَمَا أَرْسَلْنَا فِيكُمْ رَسُولًا مِنْكُمْ يَتْلُو عَلَيْكُمْ آيَاتِنَا وَيُزَكِّيكُمْ وَيُعَلِّمُكُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَيُعَلِّمُكُمْ مَا لَمْ تَكُونُوا تَعْلَمُونَ

Kemenag RI 2019: Sebagaimana (Kami telah menyempurnakan nikmat kepadamu), Kami pun mengutus kepadamu seorang Rasul (Nabi Muhammad) dari (kalangan) kamu yang membacakan kepadamu ayat-ayat Kami, menyucikan kamu, dan mengajarkan kepadamu Kitab (Al-Qur’an) dan hikmah (sunah), serta mengajarkan apa yang belum kamu ketahui. (QS. 2 : 151)
Prof. Quraish Shihab: Sebagaimana (Kami telah menyempurnakan nikmat Kami kepada kamu) Kami telah mengutus kepada kamu Rasul (Nabi Muhammad saw.) dari (kalangan) kamu. Dia membacakan (menyampaikan) ayat-ayat Kami kepada kamu dan menyucikan (jiwa) kamu dan dia mengajarkan kepada kamu al-Kitab (al-Qur’an) dan al-Hikmah (Sunnah), serta mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui.
HAMKA: Sebagaimana telah Kami utus kepada kamu seorang rasul dari kalangan kamu sendiri, yang mengajarkan kepada kamu ayat-ayat Kami dan membersihkan kamu dan akan mengajarkan kepada kamu Kitab dan Hikmah, dan akan mengajarkan kepada kamu yang kepada kamu perkaraperkara yang tidak kamu ketahui.

فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ

Kemenag RI 2019: Maka, ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku. (QS. 2 : 152)
Prof. Quraish Shihab: Karena itu, ingatlah kepada-Ku, (pasti) Aku ingat (pula) kepada kamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.
HAMKA: Maka, ingatlah kepada-Ku, niscaya Aku akan ingat pula kepadamu; dan bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu menjadi kufur.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

Kemenag RI 2019: Wahai orang-orang yang beriman, mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. (QS. 2 : 153)
Prof. Quraish Shihab: Hai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah swt.) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat, sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.
HAMKA: Wahai, orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan dengan sabar dan shalat; sesungguhnya Allah adalah beserta orang-orang yangsabar.
Hal. 24

وَلَا تَقُولُوا لِمَنْ يُقْتَلُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَمْوَاتٌ ۚ بَلْ أَحْيَاءٌ وَلَٰكِنْ لَا تَشْعُرُونَ

Kemenag RI 2019: Janganlah kamu mengatakan bahwa orang-orang yang terbunuh di jalan Allah (mereka) telah mati. Namun, (sebenarnya mereka) hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya. (QS. 2 : 154)
Prof. Quraish Shihab: Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka itu) mati; bahkan (mereka itu) hidup (bahagia di alam Barzah), tetapi kamu tidak menyadari (kehidupan mereka).
HAMKA: Dan janganlah kamu katakan terhadap orang yang terbunuh di jalan Allah bahwa mereka mati. Bahkan mereka hidup, akan tetapi kamu tidak merasa.

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ

Kemenag RI 2019: Kami pasti akan mengujimu dengan sedikit ketakutan dan kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Sampaikanlah (wahai Nabi Muhammad,) kabar gembira kepada orang-orang sabar, (QS. 2 : 155)
Prof. Quraish Shihab: Dan sungguh, Kami pasti akan (terus menerus) menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang sabar.
HAMKA: Dan sesungguhnya akan Kami beri kamu percobaan dengan sesuatu dari ketakutan dan kelaparan dan kekurangan dari harta benda dan jiwa-jiwa dan buah buahan; dan berilah kabar yang menyukakan kepada orang yang sabar.

الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

Kemenag RI 2019: (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan “Inn? lill?hi wa inn? ilaihi r?ji‘?n” (sesungguhnya kami adalah milik Allah dan sesungguhnya hanya kepada-Nya kami akan kembali). (QS. 2 : 156)
Prof. Quraish Shihab: (Yaitu), orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna liLlahi wa inna ilaihi rajiun” (Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan sesungguhnya hanya kepada-Nya kami akan kembali).
HAMKA: (Yaitu) orang-orang yang apabila menimpa kepada mereka suatu musibah, mereka berkata, "Sesungguhnya, kita ini dari Allah dan sesungguhnya kepada-Nyalah kita semua akan kembali."

أُولَٰئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ

Kemenag RI 2019: Mereka itulah yang memperoleh ampunan dan rahmat dari Tu-hannya dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS. 2 : 157)
Prof. Quraish Shihab: Mereka itulah yang mendapat banyak keberkahan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan Pemelihara mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.
HAMKA: Mereka itu akan dikaruniakan atas mereka anugerah-anugerah dari Tuhan mereka dan rahmat, dan mereka itulah orang-orang yang akan mendapat petunjuk.

إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ ۖ فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ أَوِ اعْتَمَرَ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِ أَنْ يَطَّوَّفَ بِهِمَا ۚ وَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَإِنَّ اللَّهَ شَاكِرٌ عَلِيمٌ

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya Safa dan Marwah merupakan sebagian syiar (agama) Allah. ) Maka, siapa beribadah haji ke Baitullah atau berumrah, tidak ada dosa baginya mengerjakan sai ) antara keduanya. Siapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri, ) lagi Maha Mengetahui. (QS. 2 : 158)
Prof. Quraish Shihab: Sesungguhnya Shafa dan Marwa adalah sebagian dari syiar-syiar Allah.³? Maka, barang siapa beribadah haji ke Baitullah atau berumrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sa‘i antara keduanya. Dan barang siapa dengan kerelaan hati mengerjakan suatu kebajikan, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri kebaikan, lagi Maha Mengetahui.
HAMKA: Sesungguhnya, Shafa dan Marwah itu adalah daripada syiar-syiar Allah jua. Maka, barangsiapa yang naik haji ke rumah itu atau umrah, tidaklah mengapa bahwa dia keliling pada keduanya. Dan, barangsiapa yang me nambah kerja kebaikan maka sesungguhnya Allah adalah Pembalas terima kasih, lagi Maha Mengetahui.

إِنَّ الَّذِينَ يَكْتُمُونَ مَا أَنْزَلْنَا مِنَ الْبَيِّنَاتِ وَالْهُدَىٰ مِنْ بَعْدِ مَا بَيَّنَّاهُ لِلنَّاسِ فِي الْكِتَابِ ۙ أُولَٰئِكَ يَلْعَنُهُمُ اللَّهُ وَيَلْعَنُهُمُ اللَّاعِنُونَ

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan dan petunjuk, setelah Kami jelaskan kepada manusia dalam Kitab (Al-Qur’an), mereka itulah yang dilaknat Allah dan dilaknat (pula) oleh mereka yang melaknat, (QS. 2 : 159)
Prof. Quraish Shihab: Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya dalam al-Kitab untuk (kepentingan) manusia, mereka itu dilaknat Allah dan dilaknat (pula) oleh semua (makhluk) yang dapat melaknat.
HAMKA: Sesungguhnya, orang-orang yang me nyembunyikan apa yangtelah pemah Kami turun kan dari keterangan-keterangan dan petunjuk, setelah Kami terangkan dianya kepada manusia di dalam Kitab, mereka itu akan dilaknat oleh Allah dan mereka pun akan dilaknat oleh orang orang yang melaknat.

إِلَّا الَّذِينَ تَابُوا وَأَصْلَحُوا وَبَيَّنُوا فَأُولَٰئِكَ أَتُوبُ عَلَيْهِمْ ۚ وَأَنَا التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

Kemenag RI 2019: kecuali orang-orang yang telah bertobat, mengadakan perbaikan, dan menjelaskan(-nya). ) Mereka itulah yang Aku terima tobatnya. Akulah Yang Maha Penerima Tobat lagi Maha Penyayang. (QS. 2 : 160)
Prof. Quraish Shihab: Kecuali orang-orang yang bertaubat dan mengadakan perbaikan serta menerangkan (kebenaran), maka terhadap mereka itu Aku menerima taubat mereka, dan Aku-lah Yang Maha Penerima taubat, lagi Maha Pengasih.
HAMKA: Kecuali orang-orang yang bertobat dan berbuat perbaikan dan mereka yang memberikan penjelasan. Maka, mereka itulah yang akan Aku beri tobat atas mereka; dan Aku adalah Pemberi tobat lagi Penyayang.

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا وَمَاتُوا وَهُمْ كُفَّارٌ أُولَٰئِكَ عَلَيْهِمْ لَعْنَةُ اللَّهِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya orang-orang yang kufur dan mati dalam keadaan kafir, mereka itu mendapat laknat Allah, para malaikat, dan manusia seluruhnya. (QS. 2 : 161)
Prof. Quraish Shihab: Sesungguhnya orang-orang kafir (dan menyembunyikan kebenaran yang seharusnya ditampakkan) dan mereka mati (dalam keadaan) kafir, mereka itu mendapat laknat Allah, para malaikat dan manusia semua.
HAMKA: Sesungguhnya, orang-orang yang tidak mau percaya, dan mati, padahal mereka masih di dalam kufur. Mereka itu, atas mereka adalah laknat Allah dan Malaikat dan manusia sekaliannya.

خَالِدِينَ فِيهَا ۖ لَا يُخَفَّفُ عَنْهُمُ الْعَذَابُ وَلَا هُمْ يُنْظَرُونَ

Kemenag RI 2019: Mereka kekal di dalamnya (laknat). Tidak akan diringankan azab dari mereka, dan mereka tidak diberi penangguhan. (QS. 2 : 162)
Prof. Quraish Shihab: Mereka kekal di dalamnya, tidak diringankan azab dari mereka dan tidak (pula) mereka diberi tangguh.
HAMKA: Kekal mereka di dalamnya; tidak akan diringankan adzab atas mereka, dan tidaklah me reka akan dipedulikan.Dan Tuhan kamu itu adalah Tuhan Yang Maha Esa. Tidak ada Tuhan melainkan Dia Yang Mahamurah, lagi Maha Penyayang.

وَإِلَٰهُكُمْ إِلَٰهٌ وَاحِدٌ ۖ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الرَّحْمَٰنُ الرَّحِيمُ

Kemenag RI 2019: Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa. Tidak ada tuhan selain Dia Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. (QS. 2 : 163)
Prof. Quraish Shihab: Tuhan kamu (adalah) Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan (Yang berhak disembah) melainkan Dia, Pemberi Kasih Yang Maha Pengasih.
HAMKA: Dan Tuhan kamu itu adalah Tuhan Yang Maha Esa. Tidak ada Tuhan melainkan Dia Yang Mahamurah, lagi Maha Penyayang.
Hal. 25

إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَالْفُلْكِ الَّتِي تَجْرِي فِي الْبَحْرِ بِمَا يَنْفَعُ النَّاسَ وَمَا أَنْزَلَ اللَّهُ مِنَ السَّمَاءِ مِنْ مَاءٍ فَأَحْيَا بِهِ الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا وَبَثَّ فِيهَا مِنْ كُلِّ دَابَّةٍ وَتَصْرِيفِ الرِّيَاحِ وَالسَّحَابِ الْمُسَخَّرِ بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَعْقِلُونَ

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya pada penciptaan langit dan bumi, pergantian malam dan siang, ) bahtera yang berlayar di laut dengan (muatan) yang bermanfaat bagi manusia, apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengannya Dia menghidupkan bumi setelah mati (kering), dan Dia menebarkan di dalamnya semua jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi, (semua itu) sungguh merupakan tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang mengerti. (QS. 2 : 164)
Prof. Quraish Shihab: Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih berganti(nya) malam dan siang, bahtera-bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang bermanfaat bagi manusia, dan apa yang diturunkan Allah dari langit berupa air, lalu dengannya (air itu) Dia hidupkan (suburkan) bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di dalamnya (bumi itu) semua jenis makhluk melata (termasuk manusia), dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; (pada semua itu) benar-benar terdapat tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah swt.) bagi kaum yang berpikir?
HAMKA: Sesungguhnya, pada kejadian semua langit dan bumi dan perubahan malam dan siang dan kapal yang berlayar di lautan membawa barang yang bermanfaat bagi manusia, dan apa yang diturunkan Allah dari langit pada air maka dihidupkan-Nya dengan (air) itu bumi, sesudah matinya, seraya disebarkan-Nya padanya dari tiap-tiap jenis binatang, dan peredaran angin, dan awan yang diperintah di antara langit dan bumi; adalah semuanya itu tanda-tanda bagi kaum yang berakal.

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَتَّخِذُ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَنْدَادًا يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ اللَّهِ ۖ وَالَّذِينَ آمَنُوا أَشَدُّ حُبًّا لِلَّهِ ۗ وَلَوْ يَرَى الَّذِينَ ظَلَمُوا إِذْ يَرَوْنَ الْعَذَابَ أَنَّ الْقُوَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًا وَأَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعَذَابِ

Kemenag RI 2019: Di antara manusia ada yang menjadikan (sesuatu) selain Allah sebagai tandingan-tandingan (bagi-Nya) yang mereka cintai seperti mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat kuat cinta mereka kepada Allah. Sekiranya orang-orang yang berbuat zalim itu melihat, ketika mereka melihat azab (pada hari Kiamat), bahwa kekuatan itu semuanya milik Allah dan bahwa Allah sangat keras azab-Nya, (niscaya mereka menyesal). (QS. 2 : 165)
Prof. Quraish Shihab: Di antara manusia ada orang-orang yang menyembah sekutu-sekutu selain Allah. Mereka mencintainya sebagaimana (mereka) mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman, cinta mereka kepada Allah sangat kuat. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim (itu) mengetahui ketika mereka melihat azab (pada Hari Kiamat), bahwa semua kekuatan adalah milik Allah dan bahwa Allah sangat keras azab-(Nya, niscaya mereka menyesal).
HAMKA: Dan setengah dari manusia ada yang mengambil yang selain Allah menjadi tandingan tandingan, yang mereka cintai mereka itu sebagaimana mencintai Allah. Akan tetapi, orang-orang yang beriman terlebih cintalah mereka akan Allah. Padahal, kalau mengertilah orang-orang yang zalim itu, seketika mereka melihat adzab, bahwasanya kekuatan adalah pada Allah, dan bahwasanya Allah adalah sangat pedih siksa-Nya.

إِذْ تَبَرَّأَ الَّذِينَ اتُّبِعُوا مِنَ الَّذِينَ اتَّبَعُوا وَرَأَوُا الْعَذَابَ وَتَقَطَّعَتْ بِهِمُ الْأَسْبَابُ

Kemenag RI 2019: (Yaitu) ketika orang-orang yang diikuti berlepas tangan dari orang-orang yang mengikuti saat mereka (orang-orang yang diikuti) melihat azab, dan (ketika) segala hubungan antara mereka terputus. (QS. 2 : 166)
Prof. Quraish Shihab: (Yaitu), ketika orang-orang yang diikuti itu berlepas diri dari orang-orang yang mengikuti-(nya), dan mereka melihat azab; dan (ketika segala) hubungan antara mereka terputus (sama sekali).
HAMKA: (Yaitu) tatkala melepaskan diri orang-orang yang diikut daripada orang-orang yang mengikut, dan mereka lihatlah adzab, dan putuslah dengan mereka segala harapan.

وَقَالَ الَّذِينَ اتَّبَعُوا لَوْ أَنَّ لَنَا كَرَّةً فَنَتَبَرَّأَ مِنْهُمْ كَمَا تَبَرَّءُوا مِنَّا ۗ كَذَٰلِكَ يُرِيهِمُ اللَّهُ أَعْمَالَهُمْ حَسَرَاتٍ عَلَيْهِمْ ۖ وَمَا هُمْ بِخَارِجِينَ مِنَ النَّارِ

Kemenag RI 2019: Orang-orang yang mengikuti berkata, “Andaikan saja kami mendapat kesempatan kembali (ke dunia), tentu kami akan berlepas tangan dari mereka sebagaimana mereka berlepas tangan dari kami.” Demikianlah Allah memperlihatkan kepada mereka amal perbuatan mereka sebagai penyesalan bagi mereka. Mereka sungguh tidak akan keluar dari neraka. (QS. 2 : 167)
Prof. Quraish Shihab: Dan berkatalah orang-orang yang mengikuti: “Jika seandainya kami dapat kembali (ke dunia), maka kami akan berlepas diri dari mereka, sebagaimana mereka berlepas diri dari kami (pada Hari Kiamat).” Demikianlah Allah memperlihatkan kepada mereka amal-amal mereka (menjadi) aneka penyesalan yang luar biasa bagi mereka; sedangkan mereka sekali-kali tidak akan keluar dari api neraka.
HAMKA: Dan berkatalah orang-orangyangmengikut itu, "Kalau sekiranya ada bagi kami (kesempatan) kembali (ke dunia) maka kami pun akan berlepas diri dari mereka, sebagaimana mereka telah berlepas diri dari kami." Demikianlah Allah memperlihatkan kepada mereka akan amal-amal mereka, yang membawa keluhan-keluhan atas mereka. Dan, sekali-kali tidaklah mereka akan keluar dari neraka.

يَا أَيُّهَا النَّاسُ كُلُوا مِمَّا فِي الْأَرْضِ حَلَالًا طَيِّبًا وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

Kemenag RI 2019: Wahai manusia, makanlah sebagian (makanan) di bumi yang halal lagi baik dan janganlah mengikuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya ia bagimu merupakan musuh yang nyata. (QS. 2 : 168)
Prof. Quraish Shihab: Hai seluruh manusia! Makanlah yang halal, lagi baik dari apa (yang terdapat) di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan; (karena) sesungguhnya ia (setan) adalah musuh yang nyata bagi kamu.
HAMKA: Wahai manusia! Makanlah dari apa yang ada di bumi ini barang yang halal lagi baik, dan jangan kamu ikuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya, dia bagi kamu adalah musuh yang sangat nyata.

إِنَّمَا يَأْمُرُكُمْ بِالسُّوءِ وَالْفَحْشَاءِ وَأَنْ تَقُولُوا عَلَى اللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya (setan) hanya menyuruh kamu untuk berbuat jahat dan keji serta mengatakan tentang Allah apa yang tidak kamu ketahui. (QS. 2 : 169)
Prof. Quraish Shihab: Sesungguhnya ia (setan) hanya menyuruh kamu berbuat jahat dan keji, dan mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui.
HAMKA: Yang disuruhkannya kepada kamu hanyalah hal yang jahat dan hal yang keji, dan supaya kamu katakan terhadap Allah hal-hal yang tidak kamu ketahui.
Hal. 26

وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ اتَّبِعُوا مَا أَنْزَلَ اللَّهُ قَالُوا بَلْ نَتَّبِعُ مَا أَلْفَيْنَا عَلَيْهِ آبَاءَنَا ۗ أَوَلَوْ كَانَ آبَاؤُهُمْ لَا يَعْقِلُونَ شَيْئًا وَلَا يَهْتَدُونَ

Kemenag RI 2019: Apabila dikatakan kepada mereka, “Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah,” mereka menjawab, “Tidak. Kami tetap mengikuti kebiasaan yang kami dapati pada nenek moyang kami.” Apakah (mereka akan mengikuti juga) walaupun nenek moyang mereka (itu) tidak mengerti apa pun dan tidak mendapat petunjuk? (QS. 2 : 170)
Prof. Quraish Shihab: Apabila dikatakan kepada mereka: “Ikutilah dengan sungguh-sungguh apa yang telah diturunkan Allah!” Mereka menjawab: “(Tidak!), tetapi kami (hanya) mengikuti apa yang kami dapati atasnya nenek moyang kami.” Apakah (mereka akan mengikuti juga) walaupun nenek moyang mereka (itu) tidak memahami sesuatu dan tidak (juga) mendapat petunjuk?
HAMKA: Dan apabila dikatakan kepada mereka, "lkutlah apa yang diturunkan Allah!" Mereka katakana, "Bahkan kami {hanya) mau mengikut apa yang telah terbiasa atasnya nenek moyang kami." Bagaimana kalau keadaan nenek moyang mereka itu tidak mengerti suatu apa pun dan tidak mendapat petunjuk?

وَمَثَلُ الَّذِينَ كَفَرُوا كَمَثَلِ الَّذِي يَنْعِقُ بِمَا لَا يَسْمَعُ إِلَّا دُعَاءً وَنِدَاءً ۚ صُمٌّ بُكْمٌ عُمْيٌ فَهُمْ لَا يَعْقِلُونَ

Kemenag RI 2019: Perumpamaan (penyeru) orang-orang yang kufur adalah seperti (penggembala) yang meneriaki (gembalaannya) yang tidak mendengar (memahami) selain panggilan dan teriakan (saja). (Mereka) tuli, bisu, dan buta sehingga mereka tidak mengerti. (QS. 2 : 171)
Prof. Quraish Shihab: Perumpamaan (orang yang menyeru) orang-orang yang kafir (kepada kebenaran) adalah seperti (penggembala) yang berteriak memanggil (binatang) yang tidak mendengar (tidak memahami atau tidak dapat memanfaatkan suara panggilan itu) selain panggilan dan seruan (saja). Mereka tuli, bisu, dan buta, maka mereka tidak berpikir.
HAMKA: Dan perumpamaan orang-orang yang tidak mau percaya itu ialah seumpama orang yang mengimbau kepada barang yang tidak mendengar kecuali panggllan dan seruan; tuli, bisu, buta. Oleh sebab itu, tidaklah mereka berakal.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ وَاشْكُرُوا لِلَّهِ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ

Kemenag RI 2019: Wahai orang-orang yang beriman, makanlah apa-apa yang baik yang Kami anugerahkan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah jika kamu benar-benar hanya menyembah kepada-Nya. (QS. 2 : 172)
Prof. Quraish Shihab: Hai orang-orang yang beriman! Makanlah dari rezeki yang baik-baik yang Kami anugerahkan kepada kamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika kamu benar-benar hanya menyembah kepada-Nya.
HAMKA: Wahai, orang-orang yang beriman! Makanlah daripada yang baik-baik apa yang telah Kami karuniakan kepada kamu, dan bersyukurlah kepada Allah, jikalau memang hanya kepada-Nya kamu menyembah.

إِنَّمَا حَرَّمَ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةَ وَالدَّمَ وَلَحْمَ الْخِنْزِيرِ وَمَا أُهِلَّ بِهِ لِغَيْرِ اللَّهِ ۖ فَمَنِ اضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَلَا عَادٍ فَلَا إِثْمَ عَلَيْهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya Dia hanya mengharamkan atasmu bangkai, darah, daging babi, dan (daging) hewan yang disembelih dengan (menyebut nama) selain Allah. Akan tetapi, siapa yang terpaksa (memakannya), bukan karena menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. 2 : 173)
Prof. Quraish Shihab: Sesungguhnya (Allah swt.) hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi`*¹ dan apa (binatang) yang (ketika) disembelih (disebut nama) selain Allah. Tetapi, barang siapa (dalam keadaan) terpaksa (memakannya) sedangkan dia tidak menginginkan-(nya) dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun, lagi Maha Pengasih.
HAMKA: Sesungguhnya, tidakada yang Dia haramkan atas kamu selain bangkai dan darah dan daging babi dan apa yang disembelih untuk yang selain Allah. Akan tetapi~ barangsiapa yang terpaksa, bukan melanggar dan bukan melampaui batas maka tidaklah ada dosa atasnya. Sesungguhnya, Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

إِنَّ الَّذِينَ يَكْتُمُونَ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ مِنَ الْكِتَابِ وَيَشْتَرُونَ بِهِ ثَمَنًا قَلِيلًا ۙ أُولَٰئِكَ مَا يَأْكُلُونَ فِي بُطُونِهِمْ إِلَّا النَّارَ وَلَا يُكَلِّمُهُمُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلَا يُزَكِّيهِمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah diturunkan Allah, yaitu Kitab (Taurat), dan menukarkannya dengan harga murah, mereka hanya menelan api neraka ke dalam perutnya. Allah tidak akan menyapa mereka pada hari Kiamat dan tidak akan menyucikan mereka. Bagi mereka azab yang sangat pedih. (QS. 2 : 174)
Prof. Quraish Shihab: Sesungguhnya orang-orang yang (sedang dan akan) menyembunyikan apa yang telah diturunkan Allah, yaitu al-Kitab, dan menjualnya dengan harga yang sedikit (murah), mereka itu (sebenarnya) tidak memakan (tidak menelan) ke dalam perutnya melainkan api, dan Allah tidak akan berbicara kepada mereka pada Hari Kiamat dan tidak akan menyucikan mereka dan bagi mereka azab yang sangat pedih.
HAMKA: Sesungguhnya, orang-orang yang menyembunyikan apa yang diturunkan Allah dari Kitab, dan mereka jual dia dengan harga yang sedikit, itulah mereka yang tidak ada di makannya dalam perutnya selain dari api neraka. Dan, tidaklah akan bercakap Allah dengan mereka di hari kiamat, dan tidaklah Dia akan membersihkan mereka, dan untuk mereka adalah adzab yang pedih.

أُولَٰئِكَ الَّذِينَ اشْتَرَوُا الضَّلَالَةَ بِالْهُدَىٰ وَالْعَذَابَ بِالْمَغْفِرَةِ ۚ فَمَا أَصْبَرَهُمْ عَلَى النَّارِ

Kemenag RI 2019: Mereka itulah yang membeli kesesatan dengan petunjuk dan azab dengan ampunan. Maka, alangkah beraninya mereka menentang api neraka. (QS. 2 : 175)
Prof. Quraish Shihab: Mereka itulah orang-orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk dan siksa dengan ampunan. Maka, alangkah beraninya mereka menentang api neraka.
HAMKA: ltulah orang-orang yang telah membeli kesesatan dengan petunjuk, dan adzab dengan ampunan. Alangkah sabamya mereka atas neraka.

ذَٰلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ نَزَّلَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ ۗ وَإِنَّ الَّذِينَ اخْتَلَفُوا فِي الْكِتَابِ لَفِي شِقَاقٍ بَعِيدٍ

Kemenag RI 2019: Yang demikian itu disebabkan Allah telah menurunkan kitab suci dengan hak. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (kebenaran) kitab suci itu benar-benar dalam perpecahan yang jauh. (QS. 2 : 176)
Prof. Quraish Shihab: Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya Allah telah menurunkan al-Kitab dengan haq (benar dan mengandung kebenaran); dan sesungguhnya orang-orang yang berselisih tentang (kebenaran) al-Kitab (Taurat dan Injil), benar-benar dalam penyimpangan yang jauh.
HAMKA: Yang demikian ialah karena sesungguhnya Allah telah menurunkan Kitab dengan kebenaran. Dan, sesungguhnya yang masih berselisih dari hal kitab itu adalah di dalam pecah-belah yang jauh.
Hal. 27

لَيْسَ الْبِرَّ أَنْ تُوَلُّوا وُجُوهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَلَٰكِنَّ الْبِرَّ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالْكِتَابِ وَالنَّبِيِّينَ وَآتَى الْمَالَ عَلَىٰ حُبِّهِ ذَوِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَالسَّائِلِينَ وَفِي الرِّقَابِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَالْمُوفُونَ بِعَهْدِهِمْ إِذَا عَاهَدُوا ۖ وَالصَّابِرِينَ فِي الْبَأْسَاءِ وَالضَّرَّاءِ وَحِينَ الْبَأْسِ ۗ أُولَٰئِكَ الَّذِينَ صَدَقُوا ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُتَّقُونَ

Kemenag RI 2019: Kebajikan itu bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat, melainkan kebajikan itu ialah (kebajikan) orang yang beriman kepada Allah, hari Akhir, malaikat-malaikat, kitab suci, dan nabi-nabi; memberikan harta yang dicintainya kepada kerabat, anak yatim, orang miskin, musafir, peminta-minta, dan (memerdekakan) hamba sahaya; melaksanakan salat; menunaikan zakat; menepati janji apabila berjanji; sabar dalam kemelaratan, penderitaan, dan pada masa peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa. (QS. 2 : 177)
Prof. Quraish Shihab: Bukanlah memalingkan wajah kamu ke arah timur dan barat (itu suatu) kebajikan, tetapi kebajikan (itu) ialah beriman kepada Allah, Hari Kemudian, para malaikat, kitab-kitab, para nabi, dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, orang-orang dalam perjalanan yang memerlukan pertolongan, dan orang-orang yang meminta-minta; dan (orang yang memerdekakan) hamba sahaya, dan melaksanakan shalat dengan sempurna, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janji mereka apabila mereka berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan, dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.
HAMKA: 177. Bukanlah kebajikan itu lantaran kamu memalingkan mukamu ke arah timur dan barat. Akan tetapi, kebajikan itu ialah bahwa kamu percaya kepada Allah dan hari yang akhir dan Malaikat dan Kitab dan nabi-nabi. Dan, memberikan harta atas cinta kepadanya, kepada keluarga yang hampir dan anak-anak yatim dan orang-orang miskin dan anak perjalanan dan orang-orang yang meminta dan penebus hamba sahaya. Dan, mendirikan shalat dan mengeluarkan zakat, dan orang-orang yang akan memenuhi janji mereka apabila mereka berjanji, dan orang-orang yang sabar di waktu kepayahan dan kesusahan dan seketika peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِصَاصُ فِي الْقَتْلَى ۖ الْحُرُّ بِالْحُرِّ وَالْعَبْدُ بِالْعَبْدِ وَالْأُنْثَىٰ بِالْأُنْثَىٰ ۚ فَمَنْ عُفِيَ لَهُ مِنْ أَخِيهِ شَيْءٌ فَاتِّبَاعٌ بِالْمَعْرُوفِ وَأَدَاءٌ إِلَيْهِ بِإِحْسَانٍ ۗ ذَٰلِكَ تَخْفِيفٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَرَحْمَةٌ ۗ فَمَنِ اعْتَدَىٰ بَعْدَ ذَٰلِكَ فَلَهُ عَذَابٌ أَلِيمٌ

Kemenag RI 2019: Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan kepadamu (melaksanakan) kisas berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh. Orang merdeka dengan orang merdeka, hamba sahaya dengan hamba sahaya, dan perempuan dengan perempuan. Siapa yang memperoleh maaf dari saudaranya hendaklah mengikutinya dengan cara yang patut dan hendaklah menunaikan kepadanya dengan cara yang baik. ) Yang demikian itu adalah keringanan dan rahmat dari Tuhanmu. Siapa yang melampaui batas setelah itu, maka ia akan mendapat azab yang sangat pedih. (QS. 2 : 178)
Prof. Quraish Shihab: Hai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu qishas‘² berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh; (dengan ketentuan bahwa) orang merdeka dengan orang merdeka, hamba sahaya dengan hamba sahaya, dan wanita dengan wanita. Maka, barang siapa mendapat suatu pemaafan dari saudaranya, hendaklah (yang memaafkan) mengikuti dengan cara yang patut,¹³ dan hendaklah (yang diberi maaf) membayar (tebusan) kepadanya (yang memberi maaf) dengan cara yang baik.`¹? Yang demikian itu adalah suatu keringanan dari Tuhan Pemelihara kamu dan suatu rahmat. Maka, barang siapa melanggar batas sesudah itu, maka baginya azab yang sangat pedih.
HAMKA: Wahai, orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu hukum qishash pada orang-orang yang terbunuh; orang merdeka dengan orang merdeka dan hamba sahaya dengan hamba sahaya dan perempuan dengan perempuan. Akan tetapi, barangsiapa yang diampunkan untuknya dari saudaranya sebagian maka hendaklah mengikuti dengan yang baik, dan tunaikan kepadanya dengan cara yang baik. Demikianlah keringanan dari Tuhanmu dan rahmat. Akan tetapi, barang siapa yang (masih) melanggar sesudah demikian maka untuknya adalah adzab yang pedih.

وَلَكُمْ فِي الْقِصَاصِ حَيَاةٌ يَا أُولِي الْأَلْبَابِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Kemenag RI 2019: Dalam kisas itu ada (jaminan) kehidupan bagimu, wahai orang-orang yang berakal agar kamu bertakwa. (QS. 2 : 179)
Prof. Quraish Shihab: Dan dalam qishash itu ada (jaminan kelangsungan) hidup bagi kamu, hai Ulul Albab (orang-orang yang berakal bersih, murni, dan cerah), supaya kamu bertakwa.
HAMKA: Dan untuk kamu di dalam hal qishash itu ada kehidupan, wahai orang-orang yang mempunyai pikiran dalam. Supaya kamu semua menjadi orang-orang yang bertakwa.

كُتِبَ عَلَيْكُمْ إِذَا حَضَرَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ إِنْ تَرَكَ خَيْرًا الْوَصِيَّةُ لِلْوَالِدَيْنِ وَالْأَقْرَبِينَ بِالْمَعْرُوفِ ۖ حَقًّا عَلَى الْمُتَّقِينَ

Kemenag RI 2019: Diwajibkan kepadamu, apabila seseorang di antara kamu didatangi (tanda-tanda) maut sedang dia meninggalkan kebaikan (harta yang banyak), berwasiat kepada kedua orang tua dan karib kerabat dengan cara yang patut (sebagai) kewajiban bagi orang-orang yang bertakwa. ) (QS. 2 : 180)
Prof. Quraish Shihab: Diwajibkan atas kamu, apabila seorang di antara kamu didatangi (tanda-tanda) maut, jika dia meninggalkan kebaikan (harta yang banyak), hendaknya (dia) berwasiat untuk ibu-bapak dan karib-kerabatnya menurut cara yang patut,¹¹? (ini adalah) haq (kewajiban yang harus dilaksanakan) atas orang-orang bertakwa.
HAMKA: Diwajibkan atas kamu apabila seorang daripada kamu hampir mati jika dia ada meninggalkan harta supaya berwasiat untuk dua ibu bapak dan keluarga terdekat, dengan baik. Kewajiban atas orang-orang yang takwa.

فَمَنْ بَدَّلَهُ بَعْدَمَا سَمِعَهُ فَإِنَّمَا إِثْمُهُ عَلَى الَّذِينَ يُبَدِّلُونَهُ ۚ إِنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Kemenag RI 2019: Siapa yang mengubahnya (wasiat itu), setelah mendengarnya, sesungguhnya dosanya hanya bagi orang yang mengubahnya. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS. 2 : 181)
Prof. Quraish Shihab: Maka, barang siapa mengubahnya (wasiat itu) setelah dia mendengar-(nya), maka sesungguhnya dosanya adalah hanya bagi orang-orang yang mengubahnya. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar, lagi Maha Mengetahui.
HAMKA: Maka barangsiapa yang mengubahnya setelah dia mendengamya, tidaklah ada dosa melainkan atas orang yang mengubah-ubahnya itu. Sesungguhnya, Allah adalah Maha Mendengar, lagi Mengetahui.
Hal. 28

فَمَنْ خَافَ مِنْ مُوصٍ جَنَفًا أَوْ إِثْمًا فَأَصْلَحَ بَيْنَهُمْ فَلَا إِثْمَ عَلَيْهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Kemenag RI 2019: Akan tetapi, siapa yang khawatir terhadap pewasiat (akan berlaku) tidak adil atau berbuat dosa, lalu dia mendamaikan mereka, ) dia tidak berdosa. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. 2 : 182)
Prof. Quraish Shihab: (Tetapi), barang siapa khawatir terhadap orang yang berwasiat (berlaku) berat sebelah atau berbuat dosa, lalu dia mendamaikan antara mereka, maka tidaklah ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun, lagi Maha Pengasih.
HAMKA: Dan barangsiapa yang takut bahwa dari yang berwasiat itu ada kekeliruan atau dosa, lalu diperdamaikannya di antara mereka maka tidaklah dia berdosa. Sesungguhnya, Allah adalah Maha Pengampun lagi Penyayang.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Kemenag RI 2019: Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. (QS. 2 : 183)
Prof. Quraish Shihab: Hai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu supaya kamu bertakwa.
HAMKA: Wahai, orang-orang yang beriman! Diwajibkan kepada kamu puasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang yang sebelum kamu, supaya kamu menjadi orang yang bertakwa.

أَيَّامًا مَعْدُودَاتٍ ۚ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۚ وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ ۖ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَهُ ۚ وَأَنْ تَصُومُوا خَيْرٌ لَكُمْ ۖ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ

Kemenag RI 2019: (Yaitu) beberapa hari tertentu. Maka, siapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), (wajib mengganti) sebanyak hari (yang dia tidak berpuasa itu) pada hari-hari yang lain. Bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, (yaitu) memberi makan seorang miskin. Siapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, ) itu lebih baik baginya dan berpuasa itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. (QS. 2 : 184)
Prof. Quraish Shihab: (Yaitu dalam) beberapa hari yang tertentu. Maka, barang siapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu dia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak (hari yang ditinggalkan pada) hari-hari yang lain. Dan (wajib) bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa)?? membayar fidyah, (yaitu): memberi makan orang miskin. Kemudian, barang siapa dengan kerelaan hati mengerjakan suatu kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahui.
HAMKA: (Yaitu) beberapa hari yang dihitung. Maka, barangsiapa yang di antara kamu dalam keadaannya di dalam sakit atau dalam perjalanan maka perhitungan dari hari yang lain. Dan, atas orang-orang yang berat mereka atasnya ialah fidyah (yaitu) memberi makanan orang miskin. Namun, siapa yang menderma lebih maka itu adalah baik untuknya. Dan, bahwa berpuasa itu adalah lebih baik buat kamu jika kamu mengetahui.

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ ۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۖ وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۗ يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Kemenag RI 2019: Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan (QS. 2 : 185)
Prof. Quraish Shihab: (Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, (bulan) yang di dalamnya diturunkan (permulaan) al-Qur’an (sebagai) petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk (itu) serta pembeda (antara yang haq dan yang batil). Karena itu, barang siapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya di) bulan (itu), maka hendaklah dia berpuasa (pada bulan itu), dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (lalu dia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak (hari yang ditinggalkan) pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagi kamu dan tidak menghendaki kesukaran bagi kamu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangan-(nya) dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepada kamu, supaya kamu bersyukur-
HAMKA: (Yaitu) sebulan Ramadhan, yang diturunkan padanya Al-Quran, menjadi petunjuk bagi manusia dan penjelasan dari petunjuk itu dan pembeda. Maka, barangsiapa yang menyaksikan bulan di antara kamu hendaklah dia puasa. Dan, barangsiapa yang dalam keadaan sakit atau dalam perjalanan maka hitungan di hari yang lain, Allah menghendaki keringanan untuk kamu, dan bukanlah Allah menghendaki kesukaran untuk kamu. Dan, hendaklah kamu sempumakan hitungan, dan hendaklah kamu membesarkan nama Allah atas apa yang telah diberikan-Nya petunjuk akan kamu, dan supaya kamu bersyukur.

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

Kemenag RI 2019: Apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang Aku, sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Maka, hendaklah mereka memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku agar mereka selalu berada dalam kebenaran. (QS. 2 : 186)
Prof. Quraish Shihab: Apabila para hamba-Ku bertanya kepadamu (Nabi Muhammad saw.) tentang Aku, maka (jawablah), sesungguhnya Aku (sangat) dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia memohon kepada-Ku, maki hendaklah mereka memenuhi (segula perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, supaya mereka selalu berada dalam kebenaran.
HAMKA: Dan apabila hamba-hamba-Ku itu bertanya kepada engkau dari hal Aku maka sesungguhnya Aku adalah dekat. Aku perkenankan permohonan orang yang memohon apabila dia memohon kepada-Ku. Maka, hendaklah mereka sambut seruan-ku dan hendaklah mereka percaya kepada-Ku supaya mereka beroleh kecerdikan.
Hal. 29

أُحِلَّ لَكُمْ لَيْلَةَ الصِّيَامِ الرَّفَثُ إِلَىٰ نِسَائِكُمْ ۚ هُنَّ لِبَاسٌ لَكُمْ وَأَنْتُمْ لِبَاسٌ لَهُنَّ ۗ عَلِمَ اللَّهُ أَنَّكُمْ كُنْتُمْ تَخْتَانُونَ أَنْفُسَكُمْ فَتَابَ عَلَيْكُمْ وَعَفَا عَنْكُمْ ۖ فَالْآنَ بَاشِرُوهُنَّ وَابْتَغُوا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَكُمْ ۚ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ ۖ ثُمَّ أَتِمُّوا الصِّيَامَ إِلَى اللَّيْلِ ۚ وَلَا تُبَاشِرُوهُنَّ وَأَنْتُمْ عَاكِفُونَ فِي الْمَسَاجِدِ ۗ تِلْكَ حُدُودُ اللَّهِ فَلَا تَقْرَبُوهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ آيَاتِهِ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ

Kemenag RI 2019: Dihalalkan bagimu pada malam puasa bercampur dengan istrimu. Mereka adalah pakaian bagimu dan kamu adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwa kamu tidak dapat menahan dirimu sendiri, tetapi Dia menerima tobatmu dan memaafkanmu. Maka, sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah bagimu. Makan dan minumlah hingga jelas bagimu (perbedaan) antara benang putih dan benang hitam, yaitu fajar. Kemudian, sempurnakanlah puasa sampai (datang) malam. Akan tetapi, jangan campuri mereka ketika kamu (dalam keadaan) beriktikaf di masjid. Itulah batas-batas (ketentuan) Allah. Maka, janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia agar mereka bertakwa. (QS. 2 : 187)
Prof. Quraish Shihab: Dihalalkan bagi kamu pada malam hari (bulan) Puasa bercampur dengan istri-istri kamu; mereka itu adalah pakaian bagi kamu dan kamu (pun) adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwa kamu tidak dapat menahan (nafsu) kamu, karena itu Dia menerima taubat kamu dan memberi maaf kepada kamu. Maka, sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah untuk kamu, dan makan minumlah hingga jelas benar bagi kamu benang putih dari benang hitam, (yaitu) fajar. Kemudian, sempurnakanlah puasa (itu) sampai (datang) malam, tetapi janganlah kamu campuri mereka sedangkan kamu beri`tikaf dalam masjid. Itulah hukum-hukum Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat-Nya kepada manusia supaya mereka bertakwa.
HAMKA: Dihalalkan bagi kamu pada malam puasa bercampur kepada istri kamu; mereka adalah pakaian bagi kamu dan kamu adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu telah berkhianat kepada diri-diri kamu; maka telah diampuni-Nya kamu dan dimaafkanNya kamu. Maka, sekarang singgunglah mereka dan carilah apa yang telah ditentukan Allah buat kamu. Dan, makanlah dan minumlah, sehingga berbeda bagi kamu tali putih dari tali hitam dari waktu fajar. Kemudian, itu sempumakanlah puasa sampai malam, dan jangan kamu singgung mereka, padahal kamu sedang iktikaf di dalam masjid masjid. ltulah batas-batas Allah maka janganlah kamu dekati akan dia. Demikianlah Allah telah menjelaskan perintah-perintah-Nya kepada manusia, supaya mereka jadi takwa.

وَلَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ وَتُدْلُوا بِهَا إِلَى الْحُكَّامِ لِتَأْكُلُوا فَرِيقًا مِنْ أَمْوَالِ النَّاسِ بِالْإِثْمِ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ

Kemenag RI 2019: Janganlah kamu makan harta di antara kamu dengan jalan yang batil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada para hakim dengan maksud agar kamu dapat memakan sebagian harta orang lain itu dengan jalan dosa, padahal kamu mengetahui. (QS. 2 : 188)
Prof. Quraish Shihab: Dan janganlah kamu makan harta (sebagian) kamu, di antara kamu dengan jalan yang batil (dengan melanggar ketentuan agama atau persyaratan yang disepakati) dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim (yang berwenang memutuskan), supaya kamu dapat makan sebagian dari harta orang (lain) dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kamu mengetahui.
HAMKA: Dan janganlah kamu makan harta benda kamu di antara kamu dengan jalan yang batil dan kamu bawa ke muka hakim-hakim, karena kamu hendak memakan sebagian daripada harta benda manusia dengan dosa, padahal kamu mengetahui.

يَسْأَلُونَكَ عَنِ الْأَهِلَّةِ ۖ قُلْ هِيَ مَوَاقِيتُ لِلنَّاسِ وَالْحَجِّ ۗ وَلَيْسَ الْبِرُّ بِأَنْ تَأْتُوا الْبُيُوتَ مِنْ ظُهُورِهَا وَلَٰكِنَّ الْبِرَّ مَنِ اتَّقَىٰ ۗ وَأْتُوا الْبُيُوتَ مِنْ أَبْوَابِهَا ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Kemenag RI 2019: Mereka bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang bulan sabit. ) Katakanlah, “Itu adalah (penunjuk) waktu bagi manusia dan (ibadah) haji.” Bukanlah suatu kebajikan memasuki rumah dari belakangnya, tetapi kebajikan itu adalah (kebajikan) orang yang bertakwa. Masukilah rumah-rumah dari pintu-pintunya, dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung. (QS. 2 : 189)
Prof. Quraish Shihab: Mereka bertanya kepadamu (Nabi Muhammad saw.) tentang bulan-bulan sabit. Katakanlah: “Ia (bulan sabit) adalah tanda-tanda waktu bagi manusia dan (bagi ibadah) haji. Dan bukanlah kebajikan memasuki rumah-rumah dari belakangnya, tetapi kebajikan itu ialah (kebajikan) orang yang bertakwa. Dan masuklah ke rumah-rumah itu dari pintunya; dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu beruntung.”
HAMKA: Mereka bertanya kepada engkau dari hal bulan sabit. Katakanlah, "Dia itu adalah waktuwaktu yang ditentukan untuk manusia dan (untuk) haji." Dan tidaklah kebajikan itu, bahwa kamu masuk ke rumah kamu dari belakangnya, tetapi yang kebajikan ialah barangsiapa yang takwa, dan datanglah ke rumah-rumah dari pintupintunya, dan takwalah kepada Allah, supaya kamu beroleh kejayaan.

وَقَاتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ الَّذِينَ يُقَاتِلُونَكُمْ وَلَا تَعْتَدُوا ۚ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ

Kemenag RI 2019: Perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu dan jangan melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. (QS. 2 : 190)
Prof. Quraish Shihab: Perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, dan janganlah kamu melampaui batas, sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.
HAMKA: Dan perangilah pada jalan Allah orangorang yang memerangi kamu, tetapi janganlah melampaui batas. Sesungguhnya, Allah tidak suka kepada orang-orang yang melampaui batas.
Hal. 30

وَاقْتُلُوهُمْ حَيْثُ ثَقِفْتُمُوهُمْ وَأَخْرِجُوهُمْ مِنْ حَيْثُ أَخْرَجُوكُمْ ۚ وَالْفِتْنَةُ أَشَدُّ مِنَ الْقَتْلِ ۚ وَلَا تُقَاتِلُوهُمْ عِنْدَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ حَتَّىٰ يُقَاتِلُوكُمْ فِيهِ ۖ فَإِنْ قَاتَلُوكُمْ فَاقْتُلُوهُمْ ۗ كَذَٰلِكَ جَزَاءُ الْكَافِرِينَ

Kemenag RI 2019: Bunuhlah mereka (yang memerangimu) di mana pun kamu jumpai dan usirlah mereka dari tempat mereka mengusirmu. Padahal, fitnah ) itu lebih kejam daripada pembunuhan. Lalu janganlah kamu perangi mereka di Masjidilharam, kecuali jika mereka memerangimu di tempat itu. Jika mereka memerangimu, maka perangilah mereka. Demikianlah balasan bagi orang-orang kafir. (QS. 2 : 191)
Prof. Quraish Shihab: Dan bunuhlah mereka karena memerangi dan bermaksud membunuh kamu di mana saja kamu temukan mereka dan (bila mereka tidak bermaksud membunuh, dan hanya mengusir kamu) usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu (Mekkah); dan fitnah itu lebih keras lebih besar bahaya dosanya I dari pembunuhan, dan janganlah` kamu memerangi mereka di Masjid al-Haram, kecuali jika mereka memerangi kamu di rempar im. Maka, jika mereka memerangi kamu (di tempat itu), maka bunuhlah mereka. Demikirmlali balasan bagi orang-orang kafir.
HAMKA: Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu bertemu mereka, dan keluarkanlah mereka sebagaimana mereka telah mengeluarkan kamu. Dan, fitnah adalah lebih ngeri daripada pembunuhan. Dan jangan kamu perangi rnereka di Masjidll Haram sehingga mereka perangi kamu padanya. Maka, jika mereka perangi kamu maka bunuhlah rnereka. Demikianlah balasan untuk orang-orang yang kafir.

فَإِنِ انْتَهَوْا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Kemenag RI 2019: Namun, jika mereka berhenti (memusuhimu), sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. 2 : 192)
Prof. Quraish Shihab: Maka, jika mereka berhenti dari memusuhi kamu), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun, lagi` Maha Pengasih.
HAMKA: Namun, jika mereka berhenti maka sesungguhnya Allah adalah Maha Pengampun, lagi Penyayang.

وَقَاتِلُوهُمْ حَتَّىٰ لَا تَكُونَ فِتْنَةٌ وَيَكُونَ الدِّينُ لِلَّهِ ۖ فَإِنِ انْتَهَوْا فَلَا عُدْوَانَ إِلَّا عَلَى الظَّالِمِينَ

Kemenag RI 2019: Perangilah mereka itu sampai tidak ada lagi fitnah dan agama (ketaatan) hanya bagi Allah semata. Jika mereka berhenti (melakukan fitnah), tidak ada (lagi) permusuhan, kecuali terhadap orang-orang zalim. (QS. 2 : 193)
Prof. Quraish Shihab: Dan perangilah mereka sehingga tidak ada fitnah (penganiayaan dan atau syirik) dan (sehingga) agama (ketaatan) itu seluruhnya seman mau umuk Allah. |ilu mereka berhenti dari penganiayaan dan atau kemusyrikan), maka tidak ada permusuhan (lagi), kecuali terhadap orang-orang zalim.
HAMKA: Dan perangilah mereka sehingga tidak ada fitnah lagi, dan jadilah agama untuk Allah. Akan tetapi, jika mereka telah berhenti maka tidak ada lagi permusuhan, kecuali atas orang-orang yang aniaya.

الشَّهْرُ الْحَرَامُ بِالشَّهْرِ الْحَرَامِ وَالْحُرُمَاتُ قِصَاصٌ ۚ فَمَنِ اعْتَدَىٰ عَلَيْكُمْ فَاعْتَدُوا عَلَيْهِ بِمِثْلِ مَا اعْتَدَىٰ عَلَيْكُمْ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ

Kemenag RI 2019: Bulan haram dengan bulan haram ) dan (terhadap) sesuatu yang dihormati ) berlaku (hukum) kisas. Oleh sebab itu, siapa yang menyerang kamu, seranglah setimpal dengan serangannya terhadapmu. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah bersama orang-orang yang bertakwa. (QS. 2 : 194)
Prof. Quraish Shihab: Bulan Haram dengan bulan Haram," dan pada sesuatu yang patut dihormati,’¹ (perilaku hukumi rjishas. Oleh sebab itu, barang siapa melakukan peiiycnijigau terhadap kamu. maka lakukan (pula) serangan (pembalasan i seimbang dengan serangan-fnyaj terhadap kamu. Bci takwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah bersama orang-orang yang bertakwa.
HAMKA: Bulan yang mulia dengan bulan yang mulia. Dan, segala yang mulia itu ada padanya qishash. Maka, barangsiapa yang melanggar kepada kamu hendaklah langgar pula atasnya, yang setimpal dengan pelanggarannya atas kamu itu. Dan, takwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah adalah beserta orang-orang yang bertakwa

وَأَنْفِقُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ ۛ وَأَحْسِنُوا ۛ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

Kemenag RI 2019: Berinfaklah di jalan Allah, janganlah jerumuskan dirimu ke dalam kebinasaan, dan berbuatbaiklah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. (QS. 2 : 195)
Prof. Quraish Shihab: Dan belanjakanlah (harta kamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan tangan (diri) kamu ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang muhsin (orang yang selalu berbuat yang lebih baik.
HAMKA: Dan berinfaklah pada jalan Allah, dan janganlah kamu lemparkan diri kamu ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah. Sesungguhnya, Allah suka kepada orang-orang yang berbuat baik.

وَأَتِمُّوا الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ لِلَّهِ ۚ فَإِنْ أُحْصِرْتُمْ فَمَا اسْتَيْسَرَ مِنَ الْهَدْيِ ۖ وَلَا تَحْلِقُوا رُءُوسَكُمْ حَتَّىٰ يَبْلُغَ الْهَدْيُ مَحِلَّهُ ۚ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيضًا أَوْ بِهِ أَذًى مِنْ رَأْسِهِ فَفِدْيَةٌ مِنْ صِيَامٍ أَوْ صَدَقَةٍ أَوْ نُسُكٍ ۚ فَإِذَا أَمِنْتُمْ فَمَنْ تَمَتَّعَ بِالْعُمْرَةِ إِلَى الْحَجِّ فَمَا اسْتَيْسَرَ مِنَ الْهَدْيِ ۚ فَمَنْ لَمْ يَجِدْ فَصِيَامُ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ فِي الْحَجِّ وَسَبْعَةٍ إِذَا رَجَعْتُمْ ۗ تِلْكَ عَشَرَةٌ كَامِلَةٌ ۗ ذَٰلِكَ لِمَنْ لَمْ يَكُنْ أَهْلُهُ حَاضِرِي الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

Kemenag RI 2019: Sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah. Akan tetapi, jika kamu terkepung (oleh musuh), (sembelihlah) hadyu ) yang mudah didapat dan jangan mencukur (rambut) kepalamu sebelum hadyu sampai di tempat penyembelihannya. Jika ada di antara kamu yang sakit atau ada gangguan di kepala (lalu dia bercukur), dia wajib berfidyah, yaitu berpuasa, bersedekah, atau berkurban. ) Apabila kamu dalam keadaan aman, siapa yang mengerjakan umrah sebelum haji (tamatu’), dia (wajib menyembelih) hadyu yang mudah didapat. Akan tetapi, jika tidak mendapatkannya, dia (wajib) berpuasa tiga hari dalam (masa) haji dan tujuh (hari) setelah kamu kembali. Itulah sepuluh hari yang sempurna. Ketentuan itu berlaku bagi orang yang keluarganya tidak menetap di sekitar Masjidilharam. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Keras hukuman-Nya. (QS. 2 : 196)
Prof. Quraish Shihab: Sempurnakanlah (ibadah) haji dan umrah karena Allah. Maka jika kamu terkepung (terhalang), maka (sembelihlah) hewan kurban yang mudah didapat, dan jangan kamu mencukur (rambut) kepala kamu sebelum hewan kurban sampai di tempat penyembelihannya. Maka barang siapa di antara kamu sakit atau ada gangguan di kepalanya (lalu dia bercukur), maka wajiblah utasnya berfidyah, (yaitu) berpuasa (selama tiga hari) atau bersedekah (makanan untuk enam orang miskin) atau berkurban (dengan menyembelih seekor kambing). Maka, apabila kamu telah (merasa) aman, maka barang siapa ingin mengerjakan haji) tamattu` dengan (mengerjakan) umrah sebelum haji, maka wajiblah dia menyembelih) hewan kurban yang mudah didapat. Tetapi jika dia tidak mendapatkan (binatang kurban atau tidak mampu inuud.ipalkannya). maka dia wajib berpuasa (selama! tiga hari dalam (masa) haji dan tujuh (hati lagi? apabila kamu telah kembali, itulah sepuluh yang sempurna. Demikian itulah (kewajiban membayar fidyah) bagi orang-orang yang keluarganya tidak berada di Masjid al-Haram. Dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah sangat keras pembalasan-(Nya).
HAMKA: Dan, sempumakanlah haji dan umrah itu karena Allah. Namun, jika kamu dihalangi, kirimkan kurban sedapatnya. Dan, jangan kamu cukur kepalamu hingga kurban ke penyembelihan. Maka, barangsiapa yang sakit atau ada gangguan di kepalanya, berfidyahlah dengan puasa, sedekah, atau kurban. Namun, jika kamu telah aman, lalu siapa yang bersenang-senang dengan umrah pada haji, hendaklah dibayar dengan kurban sedapatnya. Namun, barangsiapa yang tidak mendapat, hendaklah puasa tiga hari ketika haji dan tujuh hari apabila telah kembali kamu. ltulah sepuluh hari yang sempuma. Yang demikian itu bagi orang yang tidak ada dirinya jadi penduduk Masjidil Haram. Dan, takwalah kepada Allah, dan ketahuilah bahwasanya Allah adalah sangat berat siksaan-Nya.
Hal. 31

الْحَجُّ أَشْهُرٌ مَعْلُومَاتٌ ۚ فَمَنْ فَرَضَ فِيهِنَّ الْحَجَّ فَلَا رَفَثَ وَلَا فُسُوقَ وَلَا جِدَالَ فِي الْحَجِّ ۗ وَمَا تَفْعَلُوا مِنْ خَيْرٍ يَعْلَمْهُ اللَّهُ ۗ وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَىٰ ۚ وَاتَّقُونِ يَا أُولِي الْأَلْبَابِ

Kemenag RI 2019: (Musim) haji itu (berlangsung pada) bulan-bulan yang telah dimaklumi. ) Siapa yang mengerjakan (ibadah) haji dalam (bulan-bulan) itu, janganlah berbuat rafa?, ) berbuat maksiat, dan bertengkar dalam (melakukan ibadah) haji. Segala kebaikan yang kamu kerjakan (pasti) Allah mengetahuinya. Berbekallah karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa. Bertakwalah kepada-Ku wahai orang-orang yang mempunyai akal sehat. (QS. 2 : 197)
Prof. Quraish Shihab: Haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi,` maka barang siapa mewajibkan (atas dirinya) untuk berhaji di dalam uyu (bulan-bulan itu). maka tidak ada ufitt; (bercampur dengan istri, cumbu rayu, dan hcrkat.i cabul), tidak ada kefasikan (berucap atau berbuat sesuatu yang melanggar norma-norma susila dan agama) dan tidak ada hanrah-bantahan di dalam haji. Dan apa ptm yang kamu kerjakan berupa kebaikan, (pasti) Allah mengetahuinya. Berbekallah kamu! Maka, sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa, dan bcriakwdali kepada Ku. liai Ulul Albab (orang orang yang berakal bersih murni, dan cerahi’
HAMKA: Haji itu adalah beberapa bulan yang telah dimaklumi. Maka, barangsiapa yang memerlukan dirinya berhaji di bulan-bulan itu maka sekali-kali tidak boleh rafats {bercakap kotor) dan tidak boleh fusuq dan tidak boleh berbantah di dalam haji. Dan, apa pun kebaikan yang kamu perbuat, Allah mengetahuinya dan bersiap-bekallah kamu. Maka, sesungguhnya bekal yang sebaik-baiknya ialah takwa. Dan, takwalah kepada-Ku, wahai orang-orang yang berpikir.

لَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَنْ تَبْتَغُوا فَضْلًا مِنْ رَبِّكُمْ ۚ فَإِذَا أَفَضْتُمْ مِنْ عَرَفَاتٍ فَاذْكُرُوا اللَّهَ عِنْدَ الْمَشْعَرِ الْحَرَامِ ۖ وَاذْكُرُوهُ كَمَا هَدَاكُمْ وَإِنْ كُنْتُمْ مِنْ قَبْلِهِ لَمِنَ الضَّالِّينَ

Kemenag RI 2019: Bukanlah suatu dosa bagimu mencari karunia dari Tuhanmu (pada musim haji). Apabila kamu bertolak dari Arafah, berzikirlah kepada Allah di Masyarilharam. ) Berzikirlah kepada-Nya karena Dia telah memberi petunjuk kepadamu meskipun sebelumnya kamu benar-benar termasuk orang-orang yang sesat. (QS. 2 : 198)
Prof. Quraish Shihab: Tidak ada dosa atas kamu mencari karunia (rezeki hasil perniagaan atau usaha halal lainnya pada musim haji) dari Tuhan Pemelihara kamu. Maka, apabila kamu telah bertolak dari Arafah (menuju ke Muzdalifah), maka berdzikirlah kepada Allah di Masy`ar al-Haram (bukit Quzah di Muzdalifah). Dan berzikir! ah kepada Allah sebagaimana yang ditunjukkan-Nya kepada kamu: dan sesungguhnya kamu sebelum itu benar benar termasuk orang-orang sesat.
HAMKA: Tidaklah mengapa bahwa kamu mencari anugerah dari Tuhan kamu. Maka, apabila telah berduyun-duyun kamu dari Arafah, hendaklah kamu menyebut nama Allah di Masy`aril Haram, dan sebutlah akan Dia, sebagaimana Dia telah memberimu petunjuk. Dan, meskipun pada sebelumnya adalah kamu dari orang-orang yang resat.

ثُمَّ أَفِيضُوا مِنْ حَيْثُ أَفَاضَ النَّاسُ وَاسْتَغْفِرُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Kemenag RI 2019: Kemudian, bertolaklah kamu dari tempat orang-orang bertolak (Arafah) dan mohonlah ampunan kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. 2 : 199)
Prof. Quraish Shihab: Kemudian, bertolaklah kamu dari tempat bertolaknya orang-orang banyak (Arafah). Dan mohonlah ampun kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha Pengampun, lagi Mana Pengasih.
HAMKA: Kemudian, berduyunlah kamu di tempat yang orang-orang lain telah berduyun, dan memohon ampunlah kamu kepada Allah. Sesungguhnya, Allah adalah Pemberi ampun, lagi Penyayang.

فَإِذَا قَضَيْتُمْ مَنَاسِكَكُمْ فَاذْكُرُوا اللَّهَ كَذِكْرِكُمْ آبَاءَكُمْ أَوْ أَشَدَّ ذِكْرًا ۗ فَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَقُولُ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا وَمَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ مِنْ خَلَاقٍ

Kemenag RI 2019: Apabila kamu telah menyelesaikan manasik (rangkaian ibadah) haji, berzikirlah kepada Allah sebagaimana kamu menyebut-nyebut nenek moyang kamu, bahkan berzikirlah lebih dari itu. Di antara manusia ada yang berdoa, “Ya Tuhan kami, berilah kami (kebaikan) di dunia,” sedangkan di akhirat dia tidak memperoleh bagian apa pun. (QS. 2 : 200)
Prof. Quraish Shihab: Maka, apabila lumu telah menyelesaikan ibadah haji kamu, maka berdzikirlah kepada Allah, sebagaimana kamu menyebut-nyebut nenek moyang kamu/’ bahkan berzikirlah lebih teguh (mantap) dari itu. Maka, di antara manusia ada orang yang berdoa: “Tuhan Pemelihara kami, benlah (apa yang menyenangkan hidupi kami di dunia,” dan tidak ada baginya bagian i yang menyenangkan) di akhirat,
HAMKA: Maka, apabila telah selesai manasik kamu maka sebutlah nama Allah sebagaimana kamu menyebut-nyebut nama nenek moyang kamu, atau lebih lagi sebutan. Maka, adalah di antara manusia yang berkata, "Ya, Tuhan kami! Berilah kepada kami kebaikan) di dunia!" Tetapi tidak ada baginya pembagian.

وَمِنْهُمْ مَنْ يَقُولُ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Kemenag RI 2019: Di antara mereka ada juga yang berdoa, “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat serta lindungilah kami dari azab neraka.” (QS. 2 : 201)
Prof. Quraish Shihab: Dan di antara mereka ada yang berdoa: “Tuhan Pemelihara kami, tinugerahilah kami (segala yang baik) di dunia dan di akhirat dan peliharalah kami dari azab neraka.
HAMKA: Dan setengah mereka pula) ada yang berkata, "Ya, Tuhan kami! Berilah kami di dunia kebaikan dan di akhirat pun kebaikan pula). Dan, peliharalah kiranya kami dari siksaan neraka."

أُولَٰئِكَ لَهُمْ نَصِيبٌ مِمَّا كَسَبُوا ۚ وَاللَّهُ سَرِيعُ الْحِسَابِ

Kemenag RI 2019: Mereka itulah yang memperoleh bagian dari apa yang telah mereka kerjakan. Allah Maha Cepat perhitungan-Nya. (QS. 2 : 202)
Prof. Quraish Shihab: Mereka itulah orang-orang yang mendapat bagian dari apa yang telah mereka usahakan; dan Allah sangat cepat perhitungan-(Nya).
HAMKA: Mereka itu, untuk mereka adalah pembagian dari apa yang mereka usahakan. Dan, Allah adalah yang amat cepat perkiraan-Nya.