Rumah Fiqih Indonesia

📖 FIKRAH

Selamat Jalan Kiyai Ali Mustafa Yaqub

Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu secara tiba-tiba dari tengah manusia, tapi Allah mencabut ilmu dengan dicabutnya nyawa para ulama. Hingga ketika tidak tersisa satu pun dari ulama, orang-orang menjadikan orang-orang bodoh untuk menjadi pemimpin.
Setiap mendengar kabar duka wafatnya seorang alim, saya langsung teringat dengan hadits berikut ini :

إِنّ الله لا يقْبِضُ العِلْم اِنْتِزاعًا ينْتزِعُهُ مِن العِبادِ ولكِنْ يقْبِضُ العِلْم بِقبْضِ العُلماء حتىّ إِذالم يُبْقِ عالِمًا اِتّخذ النّاسُ رُءُوسًا جُهّالاً فسُئِلُوا فأفْتوْا بِغيْرِ عِلْمٍ فضلُّوا وأضلُّوا

Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu secara tiba-tiba dari tengah manusia, tapi Allah mencabut ilmu dengan dicabutnya nyawa para ulama. Hingga ketika tidak tersisa satu pun dari ulama, orang-orang menjadikan orang-orang bodoh untuk menjadi pemimpin. Ketika orang-orang bodoh itu ditanya tentang masalah agama mereka berfatwa tanpa ilmu, akhirnya mereka sesat dan menyesatkan (HR. Bukhari dan Muslim)

KH. Prof. Dr. Ali Mustafa Yaqub., MA, secara pribadi saya mengenal sosok yang satu ini. Bukan saja karena saya mahasiwa beliau sewaktu S-2, juga bukan sekedar karena beliau satu almamater kuliah di Jamiatul Imam Muhammad Ibnu Suud Al-Islamiyah Kerajaan Saudi Arabia saja, namun lebih dari itu beliau kenal dekat dengan orang tua saya.

Bahkan beliau pernah menyempatkan diri mampir ke kediaman saya di daerah Setiabudi Kuningan. Saat itu beliau sembari menyampaikan ceramah di hadapan ratusan ustadzah dan penceramah terkait dengan ilmu hadits.

Bagi yang belum kenal dekat dengan beliau, memang terkesan agak galak. Setidaknya bagi mahasiswanya yang datang terlambat di kelas seperti saya. Tapi sebenarnya beliau ramah dan baik hati. Selesai memarahi saya karena terlambat, pulangnya beliau menyapa saya baik-baik dan menjawab semua pertanyaan saya dengan rinci.

Bahkan beliau berbaik hati menghadiahi saya sebuah buku berbahasa Arab yang lumayan tebal hapir 400-an halaman dengan sampul hardcover. Rupanya itu adalah disertasi doktoral beliau, Ma'ayiir Al-Halal wal Haram fil Ath'imah wa Asyribah wal Adwiyah wal Mustahdharat At-Tajmiliyah fi Dhau'il-Quran wassunnah. Sampai di rumah langsung saya baca habis disertasi itu.

Alkohol Najis

Ada satu catatan menarik dari isinya, misanya ketika beliau lebih cenderung menganggap Alkohol itu sebagai benda najis. Walaupun beliau tetap menyebutkan ada perbedaan pendapat tentang hukum kenajisan Alkohol.

لا شك أن الخمر لا يسمى خمرا إلا إذا خامرت العقل. ولا توجد فيها مخامرة إلا بعد (ب)وجود المادة المسكرة. وهذه المادة المسكرة التي من أجلها حرمت الخمر هي : الكحول

Tidak diragukan lagi bahwa tidaklah dinamakan khamar kecuali bila menutup akal. Dan akal ini tidak tertutup kecuali dengan keberadaan zat yang memabukkan. Dan zat yang memabukkan dimana khamar menjadi haram itu tidak lain adalah Alkohol.[1]

Oke tidak apa-apa, sebagai sebuah pilihan tentu sah-sah saja beliau memilih. Walaupun saya pribadi agak kurang setuju dengan pilihan beliau dan cenderung ikut pendapat yang mengatakan tidak najis. Tapi disitulah seninya kita berbeda pendapat. Dan beliau masih bisa memaklumi perbedaan pendapat.

Menegur Penceramah TV

Di tengah maraknya dakwah di televisi dewasa ini dan bermunculannya para penceramah, beliau adalah orang yang cukup kritis atas materi ceramah para penceramah tv itu. Beliau tidak segan-segan untuk menegur seorang penceramah bila keliru mengutip hadits dan salah dalam berfatwa menggunakan hadits tersebut.

Memang para penceramah TV itu salah juga. Mereka suka teledor dan seenaknya saja main kutip frasa tertentu dalam bahasa Arab sambil menyebutnya sebagai hadits nabi. Padahal sama sekali bukan hadits. Dan itu namanya adalah dusta kepada Rasulullah SAW.

Dan karena beliau ikut hadir disitu dalam tayangan itu, padahal beliau pakar hadits, wajar saja bila si penceramah itu kena tegur. Seharusnya jadi penceramah itu belajar dulu yang serius kepada para ulama, baru kemudian berceramah. Itu pun juga ada adabnya, ketika ada ulama yang lebih tinggi ilmunya tentu harus menunduk dan bukan kebelet mau tampil.

Kadang saking kesalnya dengan ulah mereka, beliau sampai menjuluki mereka sebagai 'badut-badut bersorban'. Karena mereka sejatinya memang badut alias pelawak yang berpura-pura jadi ulama. Kerjanya menipu umat seolah-olah mereka adalah ulama.

Ulama Penulis

Semasa hidup beliau pernah menjabat sebagai wakil Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), juga pernah menjadi anggota BPH Dewan Syariah Nasional DSN-MUI. Selain itu beliau cukup lama menjadi Imam Besar Masjid Istiqlal, yang saat Presiden Barrak Obama datang ke Indonesia, beliaulah yang mengantar berkeliling masjid sambil menyelipkan pesan-pesan penting.

Tapi bagi saya, yang jauh lebih saya kagumi bukan jabatan-jabatan itu. Saya lebih kagum atas karya-karya tulis beliau yang cukup banyak dan fenomenal. Bukan cuma itu tetapi banyak membentuk cara pandang saya terhadap ilmu hadits dan ilmu fiqih juga.  Hampir semua karya tulis beliau saya koleksi di lemari buku, meski sebagainnya ada yang hilang dipinjam orang tanpa pernah kembali lagi.

Akhirnya buku-buku beliau saya fotocopy dan kalau ada yang minta saya kasih foto copiannya saja. Mungkin beliau marah kalau tahu bukunya saya fotocopy. Tapi saya yakin beliau lebih marah pada orang yang suka pinjam buku tulisan beliau tapi tidak dikembalikan.

Diantara karya tulis beliau adalah :

  • Memahami Hakiat Hukum Islam (terjemahan) - 1986
  • Nasihat Nabi Kepada Pembaca dan Penghafal Al-Quran - 1990
  • Imam Bukhari dan Metodologi Kritik Hadits - 1991
  • Hadits Nabawi dan Sejarah Kodifikasinya (terjemah dari Dr. Mustafa AL-A'zhami) - 1994
  • Kritik Hadits - 1995
  • Sejarah dan Metode Dakwah Nabi - 1997
  • Bimbingan Islam untuk Pribadi dan Masyarakat (terjemah)
  • Peran Ilmu Hadits dalam Pembinaan Hukum Islam - 1999
  • Kerukunan Umat dalam Perspektif Al-Quran dan Hadits - 2000
  • Islam Masa Kini - 2002
  • MM Azami Pembela Eksisteni Hadits - 2002
  • Aqidah Imam EMpat : Abu Hanifah, Malik, Syafi'i dan Ahmad (terjemah) - 2002
  • Kemusyrikan Menurut Mazhab Syafi'i - 2002
  • Pengajian Ramadhan Kiai Duladi - 2003
  • Hadits-hadits Bermasalah - 2003
  • Hadits-hadits Palsu Seputar Ramadhan - 2003
  • Nikah Beda Agama Dalam Al-Quran dan Hadits
  • Haji Pengabdi Setan
  • Isbat Ramadan, Syawal & Zulhijah Menurut Al-Kitab Sunnah
  • Dialog Ramadhan Bersama Syaikh Bin Baz
  • Mewaspadai Provokator Haji
  • Kiblat Menurut Al-Quran dan Sunnah
  • Ramadhan Bersama Ali Mustafa Ya'qub
  • Titik Temu Wahabi NU
  • Panduan Amar Makruf Nahi Mungkar

Kepada mahasiswanya beliau sering bilang wala tamutunna illa waantum katibun. Jangan mati kecuali Anda sudah menjadi penulis.

Semoga arwah beliau ditempatkan di dalam alam barzakh yang luas, terang, lapang, penuh kenikmatan, buah dari amal beliau yang teramat banyak. Semoga doa-doa yang dipanjatkan oleh para murid, sahabat, teman dan seluruh umat Islam diterima dan dikabulkan oleh Allah SWT.

Amin ya rabbal 'alamin

[1]  Dr. Ali Mustafa Ya'qub, Ma'ayiir Al-Halal wal Haram fil Ath'imah wa Asyribah wal Adwiyah wal Mustahdharat At-Tajmiliyah fi Dhau'il-Quran wassunnah, hal. 127


Berita Fikrah Terbaru

Lihat Semua Artikel »