.:: Per Jilid + Tafsir Al-Mahfuzh ::.

JILID 4 - JUZ 2-B

Hal. 32

وَاذْكُرُوا اللَّهَ فِي أَيَّامٍ مَعْدُودَاتٍ ۚ فَمَنْ تَعَجَّلَ فِي يَوْمَيْنِ فَلَا إِثْمَ عَلَيْهِ وَمَنْ تَأَخَّرَ فَلَا إِثْمَ عَلَيْهِ ۚ لِمَنِ اتَّقَىٰ ۗ وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّكُمْ إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ

Kemenag RI 2019: Berzikirlah kepada Allah pada hari yang telah ditentukan jumlahnya. ) Siapa yang mempercepat (meninggalkan Mina) setelah dua hari, tidak ada dosa baginya. Siapa yang mengakhirkannya tidak ada dosa (pula) baginya, ) (yakni) bagi orang yang bertakwa. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa hanya kepada-Nya kamu akan dikumpulkan. (QS. 2 : 203)
Prof. Quraish Shihab: Dan berdzikirlah kepada Allah (dalam) beberapa hari yang berbilang.?? Maka, barang siapa (ingin) cepat (berangkat dari Mina) sesudah dua hari, maka tidak ada dosa baginya. Dan barang siapa (ingin) menangguhkan, maka tidak ada dosa (pula) atasnya bagi orang yang bertakwa. Dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu akan dikumpulkan kepada-Nya.
HAMKA: Dan sebutlah Allah pada hari-hari yang telah ditentukan itu. Maka, barangsiapa yang mempercepat dalam dua hari maka tidaklah ada dosa atasnya. Dan, barangsiapa yang mentakhirkan maka tidaklah (pula) ada dosa atasnya; yaitu bagi barangsiapa yang takwa. Dan, takwalah kamu kepada Allah, dan ketahuilah bahwasanya kamu sekalian kepada-Nyalah akan dikumpulkan.

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يُعْجِبُكَ قَوْلُهُ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَيُشْهِدُ اللَّهَ عَلَىٰ مَا فِي قَلْبِهِ وَهُوَ أَلَدُّ الْخِصَامِ

Kemenag RI 2019: Di antara manusia ada yang pembicaraannya tentang kehidupan dunia mengagumkan engkau (Nabi Muhammad) dan dia menjadikan Allah sebagai saksi atas (kebenaran) isi hatinya. Padahal, dia adalah penentang yang paling keras. (QS. 2 : 204)
Prof. Quraish Shihab: Di antara manusia ada yang ucapannya tentang kehidupan dunia menarik hati kamu, dan dia menjadikan Allah sebagai Saksi atas apa (kebenaran) dalam hatinya, padahal dia adalah penentang yang paling keras.
HAMKA: Dan setengah dari manusia ada yang menarik hati engkau kata-katanya dari hidup di dunia, dan dia menjadikan Allah saksi atas apa yang dalam hatinya, padahal dia adalah sejahatjahat musuh.

وَإِذَا تَوَلَّىٰ سَعَىٰ فِي الْأَرْضِ لِيُفْسِدَ فِيهَا وَيُهْلِكَ الْحَرْثَ وَالنَّسْلَ ۗ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ الْفَسَادَ

Kemenag RI 2019: Apabila berpaling (dari engkau atau berkuasa), dia berusaha untuk berbuat kerusakan di bumi serta merusak tanam-tanaman dan ternak. Allah tidak menyukai kerusakan. (QS. 2 : 205)
Prof. Quraish Shihab: Apabila dia berpaling (meninggalkan kamu atau memerintah), dia berjalan di bumi untuk melakukan kerusakan padanya, dan merusak tanam-tanaman dan binatang ternak, dan Allah tidak menyukai kerusakan.
HAMKA: Dan apabila telah berpisah berjalanlah dia di bumi hendak merusak padanya dan membinasakan pertanian dan petemakan; padahal Allah tidaklah suka akan kerusakan.

وَإِذَا قِيلَ لَهُ اتَّقِ اللَّهَ أَخَذَتْهُ الْعِزَّةُ بِالْإِثْمِ ۚ فَحَسْبُهُ جَهَنَّمُ ۚ وَلَبِئْسَ الْمِهَادُ

Kemenag RI 2019: Apabila dikatakan kepadanya, “Bertakwalah kepada Allah,” bangkitlah kesombongan yang menyebabkan dia berbuat dosa (lebih banyak lagi). Maka, cukuplah (balasan) baginya (neraka) Jahanam. Sungguh (neraka Jahanam) itu seburuk-buruk tempat tinggal. (QS. 2 : 206)
Prof. Quraish Shihab: Dan apabila dikatakan kepadanya: “Bertakwalah kepada Allah,” bangkit (dalam dirinya) kesombongan yang (menyebabkan) dia berbuat dosa (lebih banyak lagi), maka cukuplah baginya (neraka) Jahannam, dan benar-benar (Jahannam itu) seburuk-buruk tempat tinggal.
HAMKA: Dan apabila dikatakan kepadanya, "Takwalah kepada Allah?" Dibawalah dia oleh kesombongannya berbuat dosa. Lantaran itu, cukuplah Jahannam untuknya dan itulah seburuk-buruk ketetapan.

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَشْرِي نَفْسَهُ ابْتِغَاءَ مَرْضَاتِ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ رَءُوفٌ بِالْعِبَادِ

Kemenag RI 2019: Di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya untuk mencari rida Allah. Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba(-Nya). (QS. 2 : 207)
Prof. Quraish Shihab: Dan di antara manusia ada orang yang membeli (menjual) dirinya karena mencari keridhaan Allah; dan Allah Maha Penyantun kepada para hamba-(Nya).
HAMKA: Dan setengah dari manusia ada yang menjual dirinya karena mengharapkan keridhaan Allah. Dan, Allah adalah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

Kemenag RI 2019: Wahai orang-orang yang beriman, masuklah ke dalam Islam (kedamaian) secara menyeluruh dan janganlah ikuti langkah-langkah setan! Sesungguhnya ia adalah musuh yang nyata bagimu. (QS. 2 : 208)
Prof. Quraish Shihab: Hai orang-orang yang beriman! Masuklah kamu dalam kedamaian (Islam) secara menyeluruh, dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya ia (setan itu) musuh yang nyata bagimu.
HAMKA: Wahai, orang-orang yang beriman! Masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhannya dan janganlah kamu turut jejak-jejak setan; sesungguhnya, dia bagi kamu adalah musuh yang nyata.

فَإِنْ زَلَلْتُمْ مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَتْكُمُ الْبَيِّنَاتُ فَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

Kemenag RI 2019: Maka, jika kamu menyimpang (dari jalan Allah) setelah bukti-bukti kebenaran yang nyata sampai kepadamu, ketahuilah bahwa Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. 2 : 209)
Prof. Quraish Shihab: Tetapi, jika kamu tergelincir (dari jalan Allah swt.) sesudah datang kepada kamu bukti-bukti kebenaran, maka ketahuilah bahwa Allah Maha Perkasa, lagi Maha Bijaksana.
HAMKA: Maka apabila kamu tergelincir sesudah datang kepada kamu penjelasan-penjelasan maka ketahuilah olehmu bahwasanya Allah adalah Mahagagah, lagi Mahabijaksana.

هَلْ يَنْظُرُونَ إِلَّا أَنْ يَأْتِيَهُمُ اللَّهُ فِي ظُلَلٍ مِنَ الْغَمَامِ وَالْمَلَائِكَةُ وَقُضِيَ الْأَمْرُ ۚ وَإِلَى اللَّهِ تُرْجَعُ الْأُمُورُ

Kemenag RI 2019: Tidak ada yang mereka tunggu-tunggu (pada hari Kiamat), kecuali kedatangan Allah dalam naungan awan bersama malaikat (untuk melakukan perhitungan), sedangkan perkara (mereka) telah diputuskan. Kepada Allahlah segala perkara dikembalikan. (QS. 2 : 210)
Prof. Quraish Shihab: Apakah yang mereka nantikan hanya Allah yang datang bersama para malaikat (pada Hari Kiamat) dalam naungan awan? (Jelas bukan itu yang mereka nantikan j. Dan putuskanlah urusan. Dan hanya kepada Allah dikembalikan semua urusan.
HAMKA: Tiadalah yang mereka tunggu kecuali bahwa datang kepada mereka itu (siksa) Allah di dalam gumpalan awan bersama Malaikat, padahal perkara telah diputuskan dan kepada Allah akan kembali segala perkara.
Hal. 33

سَلْ بَنِي إِسْرَائِيلَ كَمْ آتَيْنَاهُمْ مِنْ آيَةٍ بَيِّنَةٍ ۗ وَمَنْ يُبَدِّلْ نِعْمَةَ اللَّهِ مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَتْهُ فَإِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

Kemenag RI 2019: Tanyakanlah kepada Bani Israil, “Berapa banyak bukti nyata (kebenaran) yang telah Kami anugerahkan kepada mereka?” Siapa yang menukar nikmat Allah (dengan kekufuran) setelah (nikmat itu) datang kepadanya, sesungguhnya Allah Maha Keras hukuman-Nya. (QS. 2 : 211)
Prof. Quraish Shihab: Tanyakanlah kepada Bani Israil: “Berapa banyak tanda-tanda (kebenaran) yang nyata yang telah Kami anugerahkan kepada mereka?” Barangsiapa menukar nikmat Allah setelah datang (nikmat itu) kepadanya, maka sesungguhnya Allah sangat keras pembalasan- (Nya).
HAMKA: Tanyakanlah kepada Bani lsrail berapakah sudah Kami berikan kepada mereka keterangan yang nyata? Dan barangsiapa yang mengganti nikmat Allah sesudah datang kepadanya maka sesungguhnya Allah amat keras siksaan-Nya.

زُيِّنَ لِلَّذِينَ كَفَرُوا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَيَسْخَرُونَ مِنَ الَّذِينَ آمَنُوا ۘ وَالَّذِينَ اتَّقَوْا فَوْقَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۗ وَاللَّهُ يَرْزُقُ مَنْ يَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ

Kemenag RI 2019: Kehidupan dunia dijadikan terasa indah dalam pandangan orang-orang yang kufur dan mereka (terus) menghina orang-orang yang beriman. Padahal orang-orang yang bertakwa itu berada di atas mereka pada hari Kiamat. Allah memberi rezeki kepada orang yang Dia kehendaki tanpa perhitungan. (QS. 2 : 212)
Prof. Quraish Shihab: Kehidupan dunia dijadikan indah dalam pandangan orang-orang yang kafir, dan mereka (terus-menerus) merendahkan orang-orang yang beriman. Padahal orang-orang yang bertakwa (itu) di atas mereka (lebih mulia dari mereka) pada Hari Kiamat. Dan Allah memberi rezeki (secara terus-menerus) kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa batas.
HAMKA: Dihiaskan bagi orang-orang yang kafir kehidupan dunia dan mereka hinakan orang-orang yang beriman. Padahal, orang-orang yang bertakwa itu akan lebih atas dari mereka di hari kiamat Dan, Allah mengaruniakan rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya dengan tidak dihitung.

كَانَ النَّاسُ أُمَّةً وَاحِدَةً فَبَعَثَ اللَّهُ النَّبِيِّينَ مُبَشِّرِينَ وَمُنْذِرِينَ وَأَنْزَلَ مَعَهُمُ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ لِيَحْكُمَ بَيْنَ النَّاسِ فِيمَا اخْتَلَفُوا فِيهِ ۚ وَمَا اخْتَلَفَ فِيهِ إِلَّا الَّذِينَ أُوتُوهُ مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَتْهُمُ الْبَيِّنَاتُ بَغْيًا بَيْنَهُمْ ۖ فَهَدَى اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا لِمَا اخْتَلَفُوا فِيهِ مِنَ الْحَقِّ بِإِذْنِهِ ۗ وَاللَّهُ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ إِلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

Kemenag RI 2019: Manusia itu (dahulunya) umat yang satu (dalam ketauhidan). (Setelah timbul perselisihan,) lalu Allah mengutus para nabi (untuk) menyampaikan kabar gembira dan peringatan. Allah menurunkan bersama mereka Kitab yang mengandung kebenaran untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan. Tidak ada yang berselisih tentangnya, kecuali orang-orang yang telah diberi (Kitab) setelah bukti-bukti yang nyata sampai kepada mereka, karena kedengkian di antara mereka sendiri. Maka, dengan kehendak-Nya, Allah memberi petunjuk kepada mereka yang beriman tentang kebenaran yang mereka perselisihkan. Allah memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki ke jalan yang lurus (berdasarkan kesiapannya untuk menerima petunjuk). (QS. 2 : 213)
Prof. Quraish Shihab: Manusia dahulunya adalah umat yang satu (kemudian mereka berselisih). Lalu, Allah mengutus para nabi sebagai pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan, dan Dia menurunkan bersama mereka kitab suci dengan haq (benar dan mengandung kebenaran), untuk memberi putusan di antara manusia tentang apa (urusan) yang mereka perselisihkan. Dan tidaklah berselisih tentangnya (kitab itu) melainkan orang yang telah didatangkan kepada mereka (kitab itu), (yaitu) setelah datang kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, karena keinginan yang tidak wajar (dengki) di antara mereka sendiri. Maka, Allah memberi petunjuk kepada orang-orang yang beriman kepada kebenaran tentang hal yang mereka perselisihkan itu dengan izin-Nya. Dan Allah memberi petunjuk bagi siapa yang dikehendaki-Nya (berdasarkan kemauan dan kecenderungan masing-masing) kepada jalan lebar yang lurus.
HAMKA: Adalah manusia itu umat yang satu. Lalu, Allah mengutus nabi-nabi membawa berita kesukaan dan berita ancaman. Dan, Dia turunkan bersama mereka akan kitab dengan kebenaran. Supaya (kitab itu) memberi keputusan di antara manusia dalam hal-hal yang mereka perselisihkan padanya. Dan, tidaklah berselisih tentang (kitab) itu melainkan orang-orang yang telah diberikan dia kepada mereka, sesudah datang kepada mereka keterangan-keterangan lantaran dengki di antara mereka. Maka, Allah memberikan petunjuk kepada orang-orang yang beriman, dari hal yang diperselisihkan oleh orang-orang itu dengan kebenaran atas izin-Nya. Dan, Allah memberikan petunjuk kepada barangsiapa yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus.

أَمْ حَسِبْتُمْ أَنْ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَأْتِكُمْ مَثَلُ الَّذِينَ خَلَوْا مِنْ قَبْلِكُمْ ۖ مَسَّتْهُمُ الْبَأْسَاءُ وَالضَّرَّاءُ وَزُلْزِلُوا حَتَّىٰ يَقُولَ الرَّسُولُ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ مَتَىٰ نَصْرُ اللَّهِ ۗ أَلَا إِنَّ نَصْرَ اللَّهِ قَرِيبٌ

Kemenag RI 2019: Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) seperti (yang dialami) orang-orang terdahulu sebelum kamu. Mereka ditimpa kemelaratan, penderitaan, dan diguncang (dengan berbagai cobaan) sehingga Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya berkata, “Kapankah datang pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat. (QS. 2 : 214)
Prof. Quraish Shihab: Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepada kamu (cobaan) sebagaimana (halnya) orang-orang yang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah rasul (pesuruh Allah swt. pada waktu itu) dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah sangat dekat.
HAMKA: Ataukah kamu kira bahwa kamu akan masuk ke surga, padahal belum datang kepada kamu seumpama yang pemah datang kepada orang yang telah lalu sebelum kamu; telah menimpa kepada mereka kesusahan, kecelakaan, dan di guncangkan mereka, sehingga berkatalah rasul dan orang-orang yang beriman sertanya, "Bilakah pertolongan Allah?" Ketahuilah! Sesungguhnya, pertolongan Allah itu amat dekat.
Hal. 34

يَسْأَلُونَكَ مَاذَا يُنْفِقُونَ ۖ قُلْ مَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ خَيْرٍ فَلِلْوَالِدَيْنِ وَالْأَقْرَبِينَ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينِ وَابْنِ السَّبِيلِ ۗ وَمَا تَفْعَلُوا مِنْ خَيْرٍ فَإِنَّ اللَّهَ بِهِ عَلِيمٌ

Kemenag RI 2019: Mereka bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang apa yang harus mereka infakkan. Katakanlah, “Harta apa saja yang kamu infakkan, hendaknya diperuntukkan bagi kedua orang tua, kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, dan orang yang dalam perjalanan (dan membutuhkan pertolongan).” Kebaikan apa saja yang kamu kerjakan, sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya. (QS. 2 : 215)
Prof. Quraish Shihab: Mereka bertanya kepadamu (Nabi Muhammad saw.) tentang apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: “Apa (harta yang baik) yang kamu nafkahkan, maka untuk ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan (yang memerlukan pertolongan).” Dan apa saja kebajikan yang kamu lakukan, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya.
HAMKA: Mereka akan bertanya kepada engkau, "Apakah yangakan mereka belanjakan." Katakanlah, "Apa yang akan kamu belanjakan dari kebaikan ialah kepada ibu-bapak dan keluarga karib dan anak-anak yatim dan orang-orang miskin dan anak perjalanan. Dan, apa saja yang kamu perbuat dari hal kebaikan maka sesungguhnya Allah adalah mengetahuinya.

كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

Kemenag RI 2019: Diwajibkan atasmu berperang, padahal itu kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu baik bagimu dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu buruk bagimu. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui. (QS. 2 : 216)
Prof. Quraish Shihab: Diwajibkan atas kamu berperang, padahal ia (berperang itu) adalah $es uaru yang kamu benci Dan boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia baik bagi kamu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia buruk bagi kamu; Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.
HAMKA: Telah diperintahkan kepada kamu berperang, sedang dia itu tidak kamu sukai. Boleh jadi sesuatu yang tidak kamu sukai, padahal ada baiknya bagi kamu. Dan, boleh jadi kamu sukai sesuatu, padahal dia itu tidak baik bagi kamu. Dan, Allah mengetahui, sedang kamu tidaklah tahu.

يَسْأَلُونَكَ عَنِ الشَّهْرِ الْحَرَامِ قِتَالٍ فِيهِ ۖ قُلْ قِتَالٌ فِيهِ كَبِيرٌ ۖ وَصَدٌّ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ وَكُفْرٌ بِهِ وَالْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَإِخْرَاجُ أَهْلِهِ مِنْهُ أَكْبَرُ عِنْدَ اللَّهِ ۚ وَالْفِتْنَةُ أَكْبَرُ مِنَ الْقَتْلِ ۗ وَلَا يَزَالُونَ يُقَاتِلُونَكُمْ حَتَّىٰ يَرُدُّوكُمْ عَنْ دِينِكُمْ إِنِ اسْتَطَاعُوا ۚ وَمَنْ يَرْتَدِدْ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِ فَيَمُتْ وَهُوَ كَافِرٌ فَأُولَٰئِكَ حَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ۖ وَأُولَٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

Kemenag RI 2019: Mereka bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang berperang pada bulan haram. Katakanlah, “Berperang dalam bulan itu adalah (dosa) besar. Namun, menghalangi (orang) dari jalan Allah, ingkar kepada-Nya, (menghalangi orang masuk) Masjidilharam, dan mengusir penduduk dari sekitarnya, lebih besar (dosanya) dalam pandangan Allah. Fitnah (pemusyrikan dan penindasan) lebih kejam daripada pembunuhan.” Mereka tidak akan berhenti memerangi kamu sampai kamu murtad (keluar) dari agamamu jika mereka sanggup. Siapa di antara kamu yang murtad dari agamanya lalu dia mati dalam kekafiran, sia-sialah amal mereka di dunia dan akhirat. Mereka itulah penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya. (QS. 2 : 217)
Prof. Quraish Shihab: Mereka bertanya kepadamu (Nabi Muhammad saw.) tentang berperang pada bulan Haram. Katakanlah; `‘Berperang di dalamnya (bulan itu) adalah (dosa) besar; tetapi menghalang-halangi (manusia dari jalan Allah, kafir kepada Allah, (menghalang-halangi manusia masuki Masjid al-Haram dan mengusir penduduknya dari (sekitar)-nya, lebih besar (balnya dan dosanya) di sisi Allah, Dan berbuat fitnah?’ lebih besar (dosanya) daripada membunuh.” Dan mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu (kaum Muslim) sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agama kamu (kepada kekafiran), jika mereka sanggup. Dan barang siapa murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam keadaan kafir, maka mereka itulah yang sia-sia amal-amal mereka di dunia dan akhirat, dan mereka itulah para penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.
HAMKA: Mereka akan bertanya kepada engkau dari hal bulan yang mulia (tentang) berperang padanya. Katakanlah, "Berperang padanya adalah soal be.sar! Akan tetapi, menjauhkan manusia daripada jalan Allah dan kufur kepada-Nya dan Masjidil Haram serta mengusir penduduk darinya adalah lebih besar di sisi Allah, dan fitnah adalah lebih besar lagi dari pembunuhan. Dan, mereka akan selalu memerangi kamu sehingga (dapatlah) mereka mengembalikan kamu dari agama kamu, jika mereka sanggup. Dan, barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati, padahal dia telah kafir maka mereka itu telah gagallah amalan-amalan mereka di dunia dan di akhirat. Dan, mereka itu adalah penghuni neraka, mereka akan kekal di dalamnya!

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَالَّذِينَ هَاجَرُوا وَجَاهَدُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أُولَٰئِكَ يَرْجُونَ رَحْمَتَ اللَّهِ ۚ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya orang-orang yang beriman serta orang-orang yang berhijrah dan berjihad ) di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. 2 : 218)
Prof. Quraish Shihab: Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad` di jalan .Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun, lagi Maha Pengasih.
HAMKA: Sesungguhnya, orang-orang yang beriman dan orang-orang yang berhijrah dan berjuang pada jalan Allah, itulah orang-orang yang mengharapkan rahmat Allah. Sedang Allah adalah Maha Pengampun lagi Penyayang.

يَسْأَلُونَكَ عَنِ الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ ۖ قُلْ فِيهِمَا إِثْمٌ كَبِيرٌ وَمَنَافِعُ لِلنَّاسِ وَإِثْمُهُمَا أَكْبَرُ مِنْ نَفْعِهِمَا ۗ وَيَسْأَلُونَكَ مَاذَا يُنْفِقُونَ قُلِ الْعَفْوَ ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمُ الْآيَاتِ لَعَلَّكُمْ تَتَفَكَّرُونَ

Kemenag RI 2019: Mereka bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang khamar ) dan judi. Katakanlah, “Pada keduanya terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia. (Akan tetapi,) dosa keduanya lebih besar daripada manfaatnya.” Mereka (juga) bertanya kepadamu (tentang) apa yang mereka infakkan. Katakanlah, “(Yang diinfakkan adalah) kelebihan (dari apa yang diperlukan).” Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu berpikir (QS. 2 : 219)
Prof. Quraish Shihab: Mereka bertanya kepadamu (Nabi Muhammad SAW.) tentang khamar dan judi. Katakanlah; "Pada keduanya (terdapat) dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya," Dan mereka juga bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah; ` Yang lebih dari keperluan." Demikianlah Allah menjelaskan syariatnyat-(Nya) kepada kamu supaya kamu memikirkannya.
HAMKA: Mereka bertanya kepada engkau dari hal minuman keras dan perjudian. Katakanlah, "Pada keduanya itu ada dosa besar dan ada (pula) beberapa manfaat bagi manusia. Akan tetapi, dosa keduanya lebih besar dari manfaat keduanya." Dan mereka bertanya kepada engkau dari hal apa yang akan mereka belanjakan. Katakanlah, "Kelebihan dari yang perlu." Demikianlah Allah telah menjelaskan kepada kamu akan ayat-ayat, supaya kamu berpikir.
Hal. 35

فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ۗ وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الْيَتَامَىٰ ۖ قُلْ إِصْلَاحٌ لَهُمْ خَيْرٌ ۖ وَإِنْ تُخَالِطُوهُمْ فَإِخْوَانُكُمْ ۚ وَاللَّهُ يَعْلَمُ الْمُفْسِدَ مِنَ الْمُصْلِحِ ۚ وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ لَأَعْنَتَكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

Kemenag RI 2019: tentang dunia dan akhirat. Mereka bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang anak-anak yatim. Katakanlah, “Memperbaiki keadaan mereka adalah baik.” Jika kamu mempergauli mereka, mereka adalah saudara-saudaramu. Allah mengetahui orang yang berbuat kerusakan dan yang berbuat kebaikan. Seandainya Allah menghendaki, niscaya Dia mendatangkan kesulitan kepadamu. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. 2 : 220)
Prof. Quraish Shihab: tentang dunia dan akhirat. Dan mereka bertanya kepadamu (Nabi Muhammad saw.) tentang anak yatim, katakanlah: “Mengurus (urusan) mereka secara patut adalah baik, dan jika kamu mencampuri mereka (seperti dalam makanan), maka (itulah yang baik dan wajar karena mereka) adalah saudara-saudara kamu. Allah mengetahui (siapa) yang membuat kerusakan dari yang mengadakan perbaikan. Dan jika seandainya Allah menghendaki, pasti D i.i dapat mendatangkan kesulitan kepada kamu. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa, lagi Maha bijaksana.
HAMKA: Di dunia dan di akhirat. Dan, mereka pun akan bertanya kepada engkau dari hal anakanak yatim. Katakanlah, "Mengatur baik-baik keadaan mereka adalah lebih baik. Dan, jika kamu bercampur-gaul dengan mereka maka mereka itu adalah saudara-saudara kamu." Dan Allah mengetahui siapa yang merusak siapa yang suka memperbaiki, sekiranya Allah menghendaki niscaya diberati-Nya kamu. Sesungguhnya, Allah adalah Mahagagah, lagi Mahabijaksana.

وَلَا تَنْكِحُوا الْمُشْرِكَاتِ حَتَّىٰ يُؤْمِنَّ ۚ وَلَأَمَةٌ مُؤْمِنَةٌ خَيْرٌ مِنْ مُشْرِكَةٍ وَلَوْ أَعْجَبَتْكُمْ ۗ وَلَا تُنْكِحُوا الْمُشْرِكِينَ حَتَّىٰ يُؤْمِنُوا ۚ وَلَعَبْدٌ مُؤْمِنٌ خَيْرٌ مِنْ مُشْرِكٍ وَلَوْ أَعْجَبَكُمْ ۗ أُولَٰئِكَ يَدْعُونَ إِلَى النَّارِ ۖ وَاللَّهُ يَدْعُو إِلَى الْجَنَّةِ وَالْمَغْفِرَةِ بِإِذْنِهِ ۖ وَيُبَيِّنُ آيَاتِهِ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ

Kemenag RI 2019: Janganlah kamu menikahi perempuan musyrik hingga mereka beriman! Sungguh, hamba sahaya perempuan yang beriman lebih baik daripada perempuan musyrik, meskipun dia menarik hatimu. Jangan pula kamu menikahkan laki-laki musyrik (dengan perempuan yang beriman) hingga mereka beriman. Sungguh, hamba sahaya laki-laki yang beriman lebih baik daripada laki-laki musyrik meskipun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedangkan Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. (Allah) menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia agar mereka mengambil pelajaran. (QS. 2 : 221)
Prof. Quraish Shihab: Dan janganlah kamu nikahi wanita-wanita musyrik sebelum mereka beriman. Dan tentu hamba sahaya wanita mukmin lebih baik daripada wanita musyrik, walaupun dia menarik hati kamu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik laki-laki (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Dan tentu hamba sahaya lelaki mukmin lebih baik dari lelaki musyrik, walaupun dia menarik hati kamu. Mereka (orang-orang musyrik) mengajak (kamu dan anak-anak kamu) ke neraka, sedangkan Allah mengajak (kamu dan siapa pun menuju amal-amal yang dapat mengantar) ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Dia menjelaskan ayat-ayat (tanda-tanda kebesaran dan kekuasaan)-Nya kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran.
HAMKA: Dan janganlah kamu kawini perempuanperempuan musyrik sehingga mereka beriman. Dan, sesungguhnya seorang hamba perempuan yang beriman lebih baik daripada perempuan (merdeka) yang musyrik, walaupun (kecantikan) menarik hatimu. Dan, janganlah kamu kawinkan orang-orang laki-laki yang musyrik sehingga mereka beriman. Dan, sesungguhnya seorang budak laki-laki yang beriman lebih baik dari seorang laki-laki musyrik, walaupun kamu tertarik padanya. Mereka itu adalah mengajak kamu kepada neraka, sedang Allah mengajak kamu kepada surga dan maghfirah, dengan izin-Nya. Dan, dijelaskan-Nya ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka ingat.

وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الْمَحِيضِ ۖ قُلْ هُوَ أَذًى فَاعْتَزِلُوا النِّسَاءَ فِي الْمَحِيضِ ۖ وَلَا تَقْرَبُوهُنَّ حَتَّىٰ يَطْهُرْنَ ۖ فَإِذَا تَطَهَّرْنَ فَأْتُوهُنَّ مِنْ حَيْثُ أَمَرَكُمُ اللَّهُ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ

Kemenag RI 2019: Mereka bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang haid. Katakanlah, “Itu adalah suatu kotoran.” ) Maka, jauhilah para istri (dari melakukan hubungan intim) pada waktu haid dan jangan kamu dekati mereka (untuk melakukan hubungan intim) hingga mereka suci (habis masa haid). Apabila mereka benar-benar suci (setelah mandi wajib), campurilah mereka sesuai dengan (ketentuan) yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertobat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri. (QS. 2 : 222)
Prof. Quraish Shihab: Mereka bertanya kepadamu (Nabi Muhammad saw.) tentang haid. Katakanlah: “Ia adalah gangguan.” Oleh sebab itu, hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita (tidak bercampur dengannya) di waktu haid; dan janganlah kamu mendekati mereka sebelum mereka suci (mandi setelah haid berhenti). Apabila mereka telah bersuci, maka campurilah mereka di tempat yang diperintahkan Allah kepada kamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang taubat dan menyukar orang-orang yang bersungguh-sungguh menyucikan diri.
HAMKA: Dan mereka bertanya kepada engkau dari hal haid. Katakanlah, "Dia itu adalah suatu gangguan!" Sebab itu, hendaklah kamu menjauhi perempuan-perempuan itu ketika dia berhaid, dan jangan mereka didekati sehingga mereka telah bersih. Maka, apabila mereka telah bersud maka bolehlah kamu menghampiri mereka sebagaimana yang telah perintahkan Allah kepada kamu. Sesungguhnya, Allah suka kepada orangorang yang bertobat, dan suka (pula) kepada orang-orang yang bersuci.

نِسَاؤُكُمْ حَرْثٌ لَكُمْ فَأْتُوا حَرْثَكُمْ أَنَّىٰ شِئْتُمْ ۖ وَقَدِّمُوا لِأَنْفُسِكُمْ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّكُمْ مُلَاقُوهُ ۗ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ

Kemenag RI 2019: Istrimu adalah ladang bagimu. ) Maka, datangilah ladangmu itu (bercampurlah dengan benar dan wajar) kapan dan bagaimana yang kamu sukai. Utamakanlah (hal yang terbaik) untuk dirimu. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu (kelak) akan menghadap kepada-Nya. Sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang mukmin. (QS. 2 : 223)
Prof. Quraish Shihab: Istri-istri kamu adalah tanah tempat kamu bercocok-tanam, maka datangilah ranah tempat bercocok-tanam kamu kapan dan bagaimana saja kamu kehendaki. Dan kedepankanlah (hubungan istri itu) untuk (kebaikan) diri kamu, serta bertakwalah kepada Allah, dan ketahuilah bahwa kamu akan menemui-Nya. Dan sampaikanlah kabar gembira (kepada) orang-orang mukmin.
HAMKA: lstri-istri kamu adalah sawah ladang bagi kamu. Maka, datangilah sawah ladangmu itu sebagaimana kamu kehendaki. Dan, bersedlalah untuk diri kamu dan takwalah kepada Allah, dan ketahuilah bahwasanya kamu akan menjumpaiNya kelak, dan kabar gembiralah untuk orangorang yang beriman.

وَلَا تَجْعَلُوا اللَّهَ عُرْضَةً لِأَيْمَانِكُمْ أَنْ تَبَرُّوا وَتَتَّقُوا وَتُصْلِحُوا بَيْنَ النَّاسِ ۗ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Kemenag RI 2019: Janganlah kamu jadikan (nama) Allah dalam sumpahmu sebagai penghalang dari berbuat baik, bertakwa, dan menciptakan kedamaian di antara manusia. Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS. 2 : 224)
Prof. Quraish Shihab: Janganlah kamu jadikan (nama) Allah dalam sumpali kamu sebagai penghalang untuk berbuat kebajikan, bertakwa, dan mengadakan isbl.iii (perbaikan) di antara manusia. Allah Maha Mendengar (sumpah kamu), lagi Maha Mengetahui (isi hari kamu).
HAMKA: Dan janganlah kamu jadikan Allah sebagai penghalang bagi sumpah kamu (yang menghalangi kamu) berbuat kebajikan dan bertakwa dan mendamaikan di antara manusia. Dan, Allah adalah Maha Mendengar dan Mengetahui
Hal. 36

لَا يُؤَاخِذُكُمُ اللَّهُ بِاللَّغْوِ فِي أَيْمَانِكُمْ وَلَٰكِنْ يُؤَاخِذُكُمْ بِمَا كَسَبَتْ قُلُوبُكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ حَلِيمٌ

Kemenag RI 2019: Allah tidak menghukummu karena sumpahmu yang tidak kamu sengaja, tetapi Dia menghukummu karena sumpah yang diniatkan oleh hatimu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun. ) (QS. 2 : 225)
Prof. Quraish Shihab: Allah tidak menuntut pertanggungjawaban kamu disebabkan sumpan-sumpali kamu yang tidak dimaksudkan (untuk bersumpah), tetapi Dia menuntut pertanggungjawaban kamu disebabkan (stimp.in-sunipali kamu) yang dilakukan hati kamu. Allah Maha Pengampun, lagi Malta Penyantun.
HAMKA: Tidaklah diperhitungkan oleh Allah apa yang sia-sia pada sumpah kamu. Akan tetapi, akan diperhitungkan kamu oleh apa yang diusahakan dia oleh hati kamu. Sedang Allah adalah Maha Pengampun, lagi Maha Penyayang.

لِلَّذِينَ يُؤْلُونَ مِنْ نِسَائِهِمْ تَرَبُّصُ أَرْبَعَةِ أَشْهُرٍ ۖ فَإِنْ فَاءُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Kemenag RI 2019: Orang yang meng-ila’ (bersumpah tidak mencampuri) istrinya diberi tenggang waktu empat bulan. Jika mereka kembali (mencampuri istrinya), sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. 2 : 226)
Prof. Quraish Shihab: Kepada orang-orang yang meng-Ua istrinya¹`¹ diberi tangguh empat bulan (lamanya). Kemudian, jika mereka kembali (sebagai suami-istri), maka sesungguhnya Alla.li Maha Pengampun, lagi Malta Pengasih.
HAMKA: Dan bagi orang-orang yang bersumpah hendak berjauh diri dari istri-istri mereka, (hendaklah) menunggu (paling lama) empat bulan. Maka, jika mereka kembali (sesudah itu) maka sesungguhnya Allah adalah Maha Pengampun, lagi Penyayang

وَإِنْ عَزَمُوا الطَّلَاقَ فَإِنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Kemenag RI 2019: Jika mereka berketetapan hati untuk bercerai, sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS. 2 : 227)
Prof. Quraish Shihab: Dan jika mereka berketetapan hati untuk talak (bercerai), maka sesungguhnya Allah Maha Mendengar, lagi Maha Mengetahui.
HAMKA: Dan jika mereka berazam hendak menalak maka sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Mengetahui

وَالْمُطَلَّقَاتُ يَتَرَبَّصْنَ بِأَنْفُسِهِنَّ ثَلَاثَةَ قُرُوءٍ ۚ وَلَا يَحِلُّ لَهُنَّ أَنْ يَكْتُمْنَ مَا خَلَقَ اللَّهُ فِي أَرْحَامِهِنَّ إِنْ كُنَّ يُؤْمِنَّ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۚ وَبُعُولَتُهُنَّ أَحَقُّ بِرَدِّهِنَّ فِي ذَٰلِكَ إِنْ أَرَادُوا إِصْلَاحًا ۚ وَلَهُنَّ مِثْلُ الَّذِي عَلَيْهِنَّ بِالْمَعْرُوفِ ۚ وَلِلرِّجَالِ عَلَيْهِنَّ دَرَجَةٌ ۗ وَاللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

Kemenag RI 2019: Para istri yang diceraikan (wajib) menahan diri mereka (menunggu) tiga kali qur?’ (suci atau haid). Tidak boleh bagi mereka menyembunyikan apa yang diciptakan Allah dalam rahim mereka, jika mereka beriman kepada Allah dan hari Akhir. Suami-suami mereka lebih berhak untuk kembali kepada mereka dalam (masa) itu, jika mereka menghendaki perbaikan. Mereka (para perempuan) mempunyai hak seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang patut. Akan tetapi, para suami mempunyai kelebihan atas mereka. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. 2 : 228)
Prof. Quraish Shihab: Wanita-wanita yang ditalak menunggu dengan menahan diri mereka, tiga kali quru`. Dan tidak halal bagi mereka menyembunyikan apa yang diciptakan Allah dalam rahim mereka,`: jika mereka beriman kepada Allah dan Hari Kemudian. Dati suami-suami mereka lebih berhak merujuk mereka dalam (masa menanti) itu, jika mereka (suami-suami) menghendaki islah (rujuk). Dan mereka (istri-istri) mempunyai hak yang seimbang dengan kewajiban mereka menurut cam yang yang patut, Tetapi, suami-suami memunyai (satu) derajat. (tingkatan) atas mereka. Allah Maha Perkasa, lagi Maha Bijaksana,
HAMKA: Dan perempuan-perempuan yang ditalak itu hendaklah menahan diri mereka tiga kali bersih, dan tidaklah halal bagi mereka menyembunyikan apa yang dijadikan Allah di dalam peranakan-peranakan mereka jika memang mereka beriman kepada Allah dan hari yang akhir. Sedang suami mereka lebih berhak mengembalikan mereka kepada keadaan yang demikian, jika semuanya hendak mencari damai. Dan, bagi mereka adalah (hak) seumpama (kewajiban) yang atas mereka jua, dengan patut. Dan, laki-laki mempunyai derajat atas mereka. Dan, Allah adalah Mahagagah lagi Bijaksana.

الطَّلَاقُ مَرَّتَانِ ۖ فَإِمْسَاكٌ بِمَعْرُوفٍ أَوْ تَسْرِيحٌ بِإِحْسَانٍ ۗ وَلَا يَحِلُّ لَكُمْ أَنْ تَأْخُذُوا مِمَّا آتَيْتُمُوهُنَّ شَيْئًا إِلَّا أَنْ يَخَافَا أَلَّا يُقِيمَا حُدُودَ اللَّهِ ۖ فَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا يُقِيمَا حُدُودَ اللَّهِ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِمَا فِيمَا افْتَدَتْ بِهِ ۗ تِلْكَ حُدُودُ اللَّهِ فَلَا تَعْتَدُوهَا ۚ وَمَنْ يَتَعَدَّ حُدُودَ اللَّهِ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ

Kemenag RI 2019: Talak (yang dapat dirujuk) itu dua kali. (Setelah itu suami dapat) menahan (rujuk) dengan cara yang patut atau melepaskan (menceraikan) dengan baik. Tidak halal bagi kamu mengambil kembali sesuatu (mahar) yang telah kamu berikan kepada mereka, kecuali keduanya (suami dan istri) khawatir tidak mampu menjalankan batas-batas ketentuan Allah. Jika kamu (wali) khawatir bahwa keduanya tidak mampu menjalankan batas-batas (ketentuan) Allah, maka keduanya tidak berdosa atas bayaran yang (harus) diberikan (oleh istri) untuk menebus dirinya. ) Itulah batas-batas (ketentuan) Allah, janganlah kamu melanggarnya. Siapa yang melanggar batas-batas (ketentuan) Allah, mereka itulah orang-orang zalim. (QS. 2 : 229)
Prof. Quraish Shihab: Talak (yang dapat dirujuk) dua kali. Setelah itu (suami) boleh menahan dengan cara yang parut t rujuk lagi dengan cara yang baik) atau menceraikan tanpa boleh kembali lagi dengan cara yang baik. Tidak halal bagi kamu (suami-istri) mengambil kembali sebagian dari sesuatu yang telah kamu berikan (berupa maskawin atau hadiah-hadiah) kepada mereka (istri-istri), kecuali apabila keduanya (suami-istri) khawatir tidak akan dapat menjalankan hukum-hukum Allah. Maka, jika kamu khawatir bahwa keduanya tidak dapat menjalankan hukum-hukum Allah, maka tidak ada dosa atas keduanya rentang bayaran yang diberikan oleh (istri) untuk menebus dirinya. Itulah hukum-hukum Allah, maka janganlah kamu melanggarnya. Barang siapa melanggar hukum-hukum Allah, maka mereka itulah orang-orang zalim.
HAMKA: Talak itu hanya dua kali; sesudah itu peganglah dengan sepatutnya atau lepaskan dengan yang baik. Dan, tidaklah halal bagi kamu bahwa kamu ambil dari sesuatu yang telah kamu berikan kepada mereka, kecuali jika keduanya takut bahwa keduanya tidak akan mendirikan batas batas peraturan Allah. Maka, jika kamu takut mereka berdua tidak akan mendirikan peraturan-raturan Allah maka tidaklah mengapa atas keduanya tentang apa yang ditebuskan si istri dengan dia. Demikianlah peraturan-peraturan Allah maka janganlah kamu langgar akan dia. Dan, barangsiapa yang melanggar peraturanperaturan Allah itulah orang-orang yang zalim

فَإِنْ طَلَّقَهَا فَلَا تَحِلُّ لَهُ مِنْ بَعْدُ حَتَّىٰ تَنْكِحَ زَوْجًا غَيْرَهُ ۗ فَإِنْ طَلَّقَهَا فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِمَا أَنْ يَتَرَاجَعَا إِنْ ظَنَّا أَنْ يُقِيمَا حُدُودَ اللَّهِ ۗ وَتِلْكَ حُدُودُ اللَّهِ يُبَيِّنُهَا لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ

Kemenag RI 2019: Jika dia menceraikannya kembali (setelah talak kedua), perempuan itu tidak halal lagi baginya hingga dia menikah dengan laki-laki yang lain. Jika (suami yang lain itu) sudah menceraikannya, tidak ada dosa bagi keduanya (suami pertama dan mantan istri) untuk menikah kembali jika keduanya menduga akan dapat menjalankan hukum-hukum Allah. Itulah ketentuan-ketentuan Allah yang diterangkan-Nya kepada orang-orang yang (mau) mengetahui. (QS. 2 : 230)
Prof. Quraish Shihab: Maka, jika dia (suami) mentalak-nya (sesudah talak kedua), maka dia (bekas istrinya) tidak halal (lagi) baginya sesudah itu, hingga dia menikah dengan suami selainnya. T .alu, jika dia (suami yang baru) mencerai kanny a, maka tidak ada dosa bagi keduanya (suami penamu dengan bekas istrinya) untuk menikah kembali jika keduanya menduga akan dan.it menjalankan hukum-hukum Allah. Itulah hukum-hukum Alhn, dijelaskan-Nya kepada kaum yang (mau) mengetahui.
HAMKA: Maka jika dia talak (lagi) akan dia maka tidaklah halal baginya sesudah itu, sehingga dia (perempuan) kawin dengan suami yang lain. Maka, jika ditalaknya (pula) maka tidaklah mengapa atas mereka berdua jika mereka berkembalikan1 (yaitu) jika keras sangka mereka berdua bahwa mereka akan dapat menegakkan peraturan-peraturan Allah. Dan, begitulah peraturan-peraturan Allah dinyatakan-Nya dia, untuk kaum yang (suka) mengetahui.
Hal. 37

وَإِذَا طَلَّقْتُمُ النِّسَاءَ فَبَلَغْنَ أَجَلَهُنَّ فَأَمْسِكُوهُنَّ بِمَعْرُوفٍ أَوْ سَرِّحُوهُنَّ بِمَعْرُوفٍ ۚ وَلَا تُمْسِكُوهُنَّ ضِرَارًا لِتَعْتَدُوا ۚ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَٰلِكَ فَقَدْ ظَلَمَ نَفْسَهُ ۚ وَلَا تَتَّخِذُوا آيَاتِ اللَّهِ هُزُوًا ۚ وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَمَا أَنْزَلَ عَلَيْكُمْ مِنَ الْكِتَابِ وَالْحِكْمَةِ يَعِظُكُمْ بِهِ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

Kemenag RI 2019: Apabila kamu menceraikan istri(-mu), hingga (hampir) berakhir masa idahnya, ) tahanlah (rujuk) mereka dengan cara yang patut atau ceraikanlah mereka dengan cara yang patut (pula). Janganlah kamu menahan (rujuk) mereka untuk memberi kemudaratan sehingga kamu melampaui batas. Siapa yang melakukan demikian, dia sungguh telah menzalimi dirinya sendiri. Janganlah kamu jadikan ayat-ayat (hukum-hukum) Allah sebagai bahan ejekan. Ingatlah nikmat Allah kepadamu dan apa yang telah diturunkan Allah kepadamu, yaitu Kitab (Al-Qur’an) dan Hikmah (Sunah), untuk memberi pengajaran kepadamu. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (QS. 2 : 231)
Prof. Quraish Shihab: Apabila kamu mentalak istri (kamu), lalu mereka mendekati akhir masa iddah-nya, maka rujukilah mereka menurut cara yang patut atau ceraikanlah mereka dengan cara yang patut (pula). Dan janganlah kamu rujuki mereka untuk memberi kemudharatan sehingga mengakibatkan kamu melampaui batas. Dan barang siapa demikian itu, maka sungguh dia telah berbuat aniaya terhadap dirinva sendiri. Dan (Janganlah kamu jadikan hukum-hukum Allah sebagai bahan olok-olokan. Ingatlah nikmat kepada kamu, dan apa yang telah Dia turunkan kepada kamu, (yaitu) al-Kitab (Al-Quran) dan al-Hikmah (Sunnah). Dia (Allah swt.) memberi pengajaran kepada kamu dengannya (apa yang diturunkan-Nya itu). Bertakwalah kepada Allah dah ketahuilah bahwa Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
HAMKA: Dan apabila kamu menalak perempuanperempuan itu, lantas sampai janji mereka (iddah) maka rujuklah kepada mereka dengan yang patut atau lepaskan mereka dengan patut (pula), dan jangan kamu rujuk kepada mereka dengan (maksud) menyusahkan, karena kamu hendak melanggar (peraturan Allah); dan barangsiapa yang berbuat demikian, sesungguhnya dia telah menganiaya dirinya (sendiri). Dan, janganlah kamu ambil ayat-ayat Allah jadi permainan. Dan, ingatlah olehmu nikrnat Allah atas kamu dan apa yang telah Dia turunkan kepada karnu daripada kitab dan hikmah, yang telah dinasihatkan-Nya kepada kamu dengan dia. Dan, takwalah kepada Allah, dan ketahuilah bahwasanya Allah atas tiaptiap sesuatu adalah mengetahui.

وَإِذَا طَلَّقْتُمُ النِّسَاءَ فَبَلَغْنَ أَجَلَهُنَّ فَلَا تَعْضُلُوهُنَّ أَنْ يَنْكِحْنَ أَزْوَاجَهُنَّ إِذَا تَرَاضَوْا بَيْنَهُمْ بِالْمَعْرُوفِ ۗ ذَٰلِكَ يُوعَظُ بِهِ مَنْ كَانَ مِنْكُمْ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۗ ذَٰلِكُمْ أَزْكَىٰ لَكُمْ وَأَطْهَرُ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

Kemenag RI 2019: Apabila kamu (sudah) menceraikan istri(-mu) lalu telah sampai (habis) masa idahnya, janganlah kamu menghalangi mereka untuk menikah dengan (calon) suaminya ) apabila telah terdapat kerelaan di antara mereka dengan cara yang patut. Itulah yang dinasihatkan kepada orang-orang di antara kamu yang beriman kepada Allah dan hari Akhir. Hal itu lebih bersih bagi (jiwa)-mu dan lebih suci (bagi kehormatanmu). Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui. (QS. 2 : 232)
Prof. Quraish Shihab: Apabila kamu mentalak istri-istri-linu), lalu mereka telah mencapai batas akhir `iddah) mereka, maka janganlah kamu menghalangi mereka menikahi (bakal) suami-suami mereka, apabila telah terdapat kerelaan di antara mereka menurut cara yang patut. Itulah yang dinasihatkan kepada orang-orang dj antara kamu yang beriman Kepada Allah dan Hati Kemudian. Yang demikian ini dapat lebih mengembangkan (hubungan antar) kamu dan lebih suci (bagi jiwa kamu). Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.
HAMKA: Dan apabila kamu talak perempuanperempuan itu, lalu sampai janjinya (iddahnya) maka janganlah kamu harnbat-hambat mereka akan kawin dengan suami-suami mereka, apabila telah berkesukaan di antara mereka dengan secara patut. Demikianlah yang diberi nasihat dengan dia barangsiapa di antara kamu yang beriman kepada Allah dan hari yang akhir. ltulah yang sebersih bersihnya bagi kamu dan sesuci· sucinya. Dan, Allah-lah yang mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.

وَالْوَالِدَاتُ يُرْضِعْنَ أَوْلَادَهُنَّ حَوْلَيْنِ كَامِلَيْنِ ۖ لِمَنْ أَرَادَ أَنْ يُتِمَّ الرَّضَاعَةَ ۚ وَعَلَى الْمَوْلُودِ لَهُ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ ۚ لَا تُكَلَّفُ نَفْسٌ إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَا تُضَارَّ وَالِدَةٌ بِوَلَدِهَا وَلَا مَوْلُودٌ لَهُ بِوَلَدِهِ ۚ وَعَلَى الْوَارِثِ مِثْلُ ذَٰلِكَ ۗ فَإِنْ أَرَادَا فِصَالًا عَنْ تَرَاضٍ مِنْهُمَا وَتَشَاوُرٍ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِمَا ۗ وَإِنْ أَرَدْتُمْ أَنْ تَسْتَرْضِعُوا أَوْلَادَكُمْ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ إِذَا سَلَّمْتُمْ مَا آتَيْتُمْ بِالْمَعْرُوفِ ۗ وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

Kemenag RI 2019: Ibu-ibu hendaklah menyusui anak-anaknya selama dua tahun penuh, bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Kewajiban ayah menanggung makan dan pakaian mereka dengan cara yang patut. Seseorang tidak dibebani, kecuali sesuai dengan kemampuannya. Janganlah seorang ibu dibuat menderita karena anaknya dan jangan pula ayahnya dibuat menderita karena anaknya. Ahli waris pun seperti itu pula. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) berdasarkan persetujuan dan musyawarah antara keduanya, tidak ada dosa atas keduanya. Apabila kamu ingin menyusukan anakmu (kepada orang lain), tidak ada dosa bagimu jika kamu memberikan pembayaran dengan cara yang patut. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. (QS. 2 : 233)
Prof. Quraish Shihab: Ibu ibu (hendaklah) menyusui anak-anaknya selama dua tahun penuh." (yaitu) bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan (menjadi kewajiban ayah) auis bayi yang dilahirkan untuknya memberi rezeki (makanan) dan pakaian kepada mereka (ibu-ibu) menurut cara yang parut. Seseorang tidak dibebani melainkan sesuai kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan (juga) seorang ayah karena anaknya, dan pewaris pun betke waiiban demikian, kemudian, apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahuni berdasarkan kerelaan dan permusyawaratan dari keduanya, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin menyusukan anak kamu (pada wanita lain), maka tidak ada dosa bagi kamu apabila kamu memberikan pembayaran menurut cara yang patut. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu Kerjakan.
HAMKA: Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempumakan penyusuan. Dan, kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma`ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya, dan waris pun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan pennusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan, jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.
Hal. 38

وَالَّذِينَ يُتَوَفَّوْنَ مِنْكُمْ وَيَذَرُونَ أَزْوَاجًا يَتَرَبَّصْنَ بِأَنْفُسِهِنَّ أَرْبَعَةَ أَشْهُرٍ وَعَشْرًا ۖ فَإِذَا بَلَغْنَ أَجَلَهُنَّ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ فِيمَا فَعَلْنَ فِي أَنْفُسِهِنَّ بِالْمَعْرُوفِ ۗ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

Kemenag RI 2019: Orang-orang yang mati di antara kamu dan meninggalkan istri-istri hendaklah mereka (istri-istri) menunggu dirinya (beridah) empat bulan sepuluh hari. Kemudian, apabila telah sampai (akhir) idah mereka, tidak ada dosa bagimu (wali) mengenai apa yang mereka lakukan terhadap diri mereka ) menurut cara yang patut. Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. 2 : 234)
Prof. Quraish Shihab: Orang-orang yang disempurnakan usianya di dunia (meninggal dunia) di antara kamu dengan meninggalkan istri-istri, hendaklah istri-istri itu menunggu dengan menahan diri mereka (ber-‘iddah) empat bulan dan sepuluh (hari). Apabila mereka telah mencapai batas akhir (‘iddah) mereka, maka tidak ada dosa bagi kamu membiarkan mereka berbuat terhadap diri mereka menurut cara yang patut. Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.
HAMKA: Dan orang-orang yang meninggal dari antara kamu, sedang mereka meninggalkan istriistri, hendaklah istri-istri itu menahan diri mereka empat bulan sepuluh hari. Maka, apabila telah sampai janji mereka itu, tidaklah mengapa atas kamu pada apa yang mereka perbuat pada diri mereka dengan sepatutnya Dan Allah terhadap apa yang kamu kerjakan adalah sangat tahu

وَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ فِيمَا عَرَّضْتُمْ بِهِ مِنْ خِطْبَةِ النِّسَاءِ أَوْ أَكْنَنْتُمْ فِي أَنْفُسِكُمْ ۚ عَلِمَ اللَّهُ أَنَّكُمْ سَتَذْكُرُونَهُنَّ وَلَٰكِنْ لَا تُوَاعِدُوهُنَّ سِرًّا إِلَّا أَنْ تَقُولُوا قَوْلًا مَعْرُوفًا ۚ وَلَا تَعْزِمُوا عُقْدَةَ النِّكَاحِ حَتَّىٰ يَبْلُغَ الْكِتَابُ أَجَلَهُ ۚ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ مَا فِي أَنْفُسِكُمْ فَاحْذَرُوهُ ۚ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ غَفُورٌ حَلِيمٌ

Kemenag RI 2019: Tidak ada dosa bagimu atas kata sindiran untuk meminang perempuan-perempuan ) atau (keinginan menikah) yang kamu sembunyikan dalam hati. Allah mengetahui bahwa kamu akan menyebut-nyebut mereka. Akan tetapi, janganlah kamu berjanji secara diam-diam untuk (menikahi) mereka, kecuali sekadar mengucapkan kata-kata yang patut (sindiran). Jangan pulalah kamu menetapkan akad nikah sebelum berakhirnya masa idah. Ketahuilah bahwa Allah mengetahui apa yang ada dalam hatimu. Maka, takutlah kepada-Nya. Ketahuilah bahwa Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun. (QS. 2 : 235)
Prof. Quraish Shihab: Dan tidak ada dosa bagi kamu meminang wanita-wanita (yang suaminya telah meninggal dan masih dalam masa ‘iddah) itu dengan sindiran atau kamu menyembunyikan (keinginan menikahi mereka) dalam hati kamu. Allah mengetahui bahwa kamu akan membicarakan mereka, tetapi janganlah kamu mengadakan janji (menikahi) mereka secara rahasia kecuali sekadar mengucapkan (kepada mereka) perkataan yang patut. Dan janganlah kamu berketetapan hati untuk berakad nikah, sebelum sampai ketetapan (menyangkut ‘iddah wanita itu) pada akhir masanya. Dan ketahuilah bahwa Allah mengetahui apa yang ada dalam hati kamu; maka takutlah kepada-Nya, dan ketahuilah bahwa Allah Maha Pengampun, lagi Maha Penyantun.
HAMKA: Tidaklah dosa atas kamu dari hal peminangan perempuan yang kamu sindirkan atau apa yang kamu simpankan dalam dirimu. Allah mengetahui bahwasanya kamu akan mengenang-ngenang perempuan-perempuan itu. Akan tetapi, jangan kamu be~anji dengan mereka itu secara rahasia. Akan tetapi, hendaklah kamu katakan kata-kata yang sopan. Dan, jangan kamu tentukan ikatan nikah, sehingga sampai catatan kepada janjinya (iddah); dan ketahuilah bahwasanya Allah mengetahui apa yang ada di dalam dirimu masing-masing, sebab itu hati-hatilah terhadap-Nya. Dan, ketahuilah bahwasanya Allah adalah Maha Pengampun, lagi Penyayang.

لَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ إِنْ طَلَّقْتُمُ النِّسَاءَ مَا لَمْ تَمَسُّوهُنَّ أَوْ تَفْرِضُوا لَهُنَّ فَرِيضَةً ۚ وَمَتِّعُوهُنَّ عَلَى الْمُوسِعِ قَدَرُهُ وَعَلَى الْمُقْتِرِ قَدَرُهُ مَتَاعًا بِالْمَعْرُوفِ ۖ حَقًّا عَلَى الْمُحْسِنِينَ

Kemenag RI 2019: Tidak ada dosa bagimu (untuk tidak membayar mahar) jika kamu menceraikan istri-istrimu yang belum kamu sentuh (campuri) atau belum kamu tentukan maharnya. Berilah mereka mut‘ah, ) bagi yang kaya sesuai dengan kemampuannya dan bagi yang miskin sesuai dengan kemampuannya pula, sebagai pemberian dengan cara yang patut dan ketentuan bagi orang-orang yang berbuat ihsan. (QS. 2 : 236)
Prof. Quraish Shihab: Tidak ada kewajiban atas kamu (membayar mahar) jika kamu menceraikan istri-istri (kamu) selama kamu belum menyentuh (mencampuri) mereka atau mewajibkan (atas diri kamu) untuk mereka satu kewajiban (membayar mahar). Dan hendaklah kamu berikan (suatu) pemberian kepada mereka. Orang yang luas (rezekinya) menurut kemampuannya dan orang yang miskin menurut kemampuannya (pula), yaitu pemberian menurut cara yang patut. Yang demikian itu merupakan hak (ketentuan) atas orang-orang muhsin (orang yang selalu berbuat yang lebih baik).
HAMKA: Tidaklah ada halangan atas kamu jika kamu menalak perempuan, selama tidak kamu sentuh mereka, atau sebelum kamu tentukan kepada mereka (mahar) yang difardhukan dan berilah mereka bekal; (yaitu) bagi orang yang berkelapangan sekadar (lapangnya), dan bagi yang berkesempitan menurut kadamya (pula), yaitu bekalan yang sepatutnya. Menjadi kewajiban bagi orang-orang yang ingin berbuat kebaikan.

وَإِنْ طَلَّقْتُمُوهُنَّ مِنْ قَبْلِ أَنْ تَمَسُّوهُنَّ وَقَدْ فَرَضْتُمْ لَهُنَّ فَرِيضَةً فَنِصْفُ مَا فَرَضْتُمْ إِلَّا أَنْ يَعْفُونَ أَوْ يَعْفُوَ الَّذِي بِيَدِهِ عُقْدَةُ النِّكَاحِ ۚ وَأَنْ تَعْفُوا أَقْرَبُ لِلتَّقْوَىٰ ۚ وَلَا تَنْسَوُا الْفَضْلَ بَيْنَكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

Kemenag RI 2019: Jika kamu menceraikan mereka sebelum kamu sentuh (campuri), padahal kamu sudah menentukan maharnya, maka (bayarlah) separuh dari apa yang telah kamu tentukan, kecuali jika mereka atau pihak yang memiliki kewenangan nikah (suami atau wali) membebaskannya. ) Pembebasanmu itu lebih dekat pada ketakwaan. Janganlah melupakan kebaikan di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. (QS. 2 : 237)
Prof. Quraish Shihab: Jika kamu menceraikan mereka (istri-istri kamu) sebelum kamu menyentuh (mencampuri) mereka, dan sungguh kamu telah menetapkan kewajiban (atas diri kamu, yakni mahar) bagi mereka, maka (berikanlah) seperdua dari apa yang telah kamu wajibkan, kecuali jika mereka memaafkan (membebaskan) atau dimaafkan (dibebaskan atau ditambah) oleh orang yang memegang ikatan nikah (wali atau suami), dan pemaafan kamu (itu) lebih dekat kepada takwa. Dan janganlah kamu melupakan jasa keutamaan (hubungan baik) di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.
HAMKA: Dan jika kamu talak mereka sebelum kamu menyentuh mereka, padahal telah kamu tentukan untuk mereka (mahar) yang difardhukan itu maka separuhlah dari apa yang kamu fardhukan itu. Kecuali jika mereka maafkan atau memberi maaf yang di tangannya terpegang ikatan nikah itu. Dan, bahwa kamu bermaafmaafan itulah dia yang lebih dekat kepada takwa. Dan, janganlah kamu lupakan kebaktian di antara kamu. Sesungguhnya, Allah terhadap apa yang kamu kerjakan adalah melihat.
Hal. 39

حَافِظُوا عَلَى الصَّلَوَاتِ وَالصَّلَاةِ الْوُسْطَىٰ وَقُومُوا لِلَّهِ قَانِتِينَ

Kemenag RI 2019: Peliharalah semua salat (fardu) dan salat Wus??. ) Berdirilah karena Allah (dalam salat) dengan khusyuk. (QS. 2 : 238)
Prof. Quraish Shihab: Saling peliharalah (dengan sungguh-sungguh) segala shalat dan (demikian juga) shalat wusthd (pertengahan).?? Laksanakanlah (shalat itu secara sempurna, lagi berkesinambungan dan) khusyuk karena Allah.
HAMKA: Peliharalah olehmu dengan sungguhsungguh shalat-shalat itu dan shalat yang paling tengah, dan berdirilah kamu karena Allah dengan khusyu.

فَإِنْ خِفْتُمْ فَرِجَالًا أَوْ رُكْبَانًا ۖ فَإِذَا أَمِنْتُمْ فَاذْكُرُوا اللَّهَ كَمَا عَلَّمَكُمْ مَا لَمْ تَكُونُوا تَعْلَمُونَ

Kemenag RI 2019: Jika kamu berada dalam keadaan takut, salatlah dengan berjalan kaki atau berkendaraan. Lalu, apabila kamu telah aman, ingatlah Allah (salatlah) sebagaimana Dia telah mengajarkan kepadamu apa yang tidak kamu ketahui. (QS. 2 : 239)
Prof. Quraish Shihab: Maka, jika kamu dalam keadaan takut (bahaya), maka (shalatlah) sambil berjalan atau berkendaraan. Kemudian apabila kamu telah aman, maka sebutlah Allah (shalatlah), sebab Dia telah mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui.
HAMKA: Tetapi jika kamu dalam ketakutan maka (kerjakanlah) dengan berjalan atau berkendaraan. Akan tetapi, apabila telah aman kamu maka sebutlah nama Allah sebagaimana yang telah Dia ajarkan kepada kamu, perkara yang (dahulunya) kamu tidak tahu.

وَالَّذِينَ يُتَوَفَّوْنَ مِنْكُمْ وَيَذَرُونَ أَزْوَاجًا وَصِيَّةً لِأَزْوَاجِهِمْ مَتَاعًا إِلَى الْحَوْلِ غَيْرَ إِخْرَاجٍ ۚ فَإِنْ خَرَجْنَ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ فِي مَا فَعَلْنَ فِي أَنْفُسِهِنَّ مِنْ مَعْرُوفٍ ۗ وَاللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

Kemenag RI 2019: Orang-orang yang akan mati di antara kamu dan meninggalkan istri-istri hendaklah membuat wasiat untuk istri-istrinya, (yaitu) nafkah sampai setahun tanpa mengeluarkannya (dari rumah). Akan tetapi, jika mereka keluar (sendiri), tidak ada dosa bagimu mengenai hal-hal yang patut yang mereka lakukan terhadap diri mereka sendiri. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. 2 : 240)
Prof. Quraish Shihab: Orang-orang yang (merasa akan) disempurnakan (usianya di dunia) di antara kamu dan meninggalkan istri-istri, hendaklah berwasiat untuk istri-istrinya, (yaitu) pemberian nafkah hingga setahun lamanya dengan tidak dipindahkan (dari rumahnya). Tetapi jika mereka pindah (sendiri), maka tidak ada dosa bagi kamu (hai wali atau waris dari yang meninggal) membiarkan mereka berbuat yang patut pada diri mereka. Allah Maha Perkasa, lagi Maha Bijaksana.
HAMKA: Dan orang-orang yang meninggal dunia di antara kamu, sedangkan dia meninggalkan istriistri, hendaklah berwasiat untuk istri-istri mereka itu, yaitu supaya diberi bekal sampai setahun tidak dikeluarkan mereka. Akan tetapi, jika mereka keluar (sendiri) maka tidak salahnya atas kamu (membiarkan) apa yang mereka kerjakan pada diri mereka dari perkara yang patut. Dan, Allah adalah Mahagagah, lagi Bijaksana.

وَلِلْمُطَلَّقَاتِ مَتَاعٌ بِالْمَعْرُوفِ ۖ حَقًّا عَلَى الْمُتَّقِينَ

Kemenag RI 2019: Bagi istri-istri yang diceraikan terdapat hak mut‘ah dengan cara yang patut. Demikian ini adalah ketentuan bagi orang-orang yang bertakwa. (QS. 2 : 241)
Prof. Quraish Shihab: Untuk wanita-wanita yang dicerai (hendaklah diberikan oleh suaminya) mata??menurut cara yang patut, sebagai suatu kewajiban bagi orang-orang yang bertakwa.
HAMKA: Dan untuk perempuan-perempuan yang ditalak, wajiblah diberi bekal menurut patutnya; kewajiban atas orang-orang yang takwa

كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ

Kemenag RI 2019: Demikianlah Allah menerangkan kepadamu ayat-ayat-Nya agar kamu mengerti. (QS. 2 : 242)
Prof. Quraish Shihab: Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat-(Nya) kepada kamu supaya kamu dapat memahami(nya).
HAMKA: Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayatNya kepada kamu, supaya kamu berpikir.

أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ خَرَجُوا مِنْ دِيَارِهِمْ وَهُمْ أُلُوفٌ حَذَرَ الْمَوْتِ فَقَالَ لَهُمُ اللَّهُ مُوتُوا ثُمَّ أَحْيَاهُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ لَذُو فَضْلٍ عَلَى النَّاسِ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَشْكُرُونَ

Kemenag RI 2019: Tidakkah kamu memperhatikan orang-orang yang keluar dari kampung halamannya dalam jumlah ribuan karena takut mati? Lalu, Allah berfirman kepada mereka, “Matilah kamu!” Kemudian, Allah menghidupkan mereka. Sesungguhnya Allah Pemberi karunia kepada manusia, tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur. (QS. 2 : 243)
Prof. Quraish Shihab: Tidakkah kamu memperhatikan orang-orang yang keluar dari kampung halaman mereka, sedangkan mereka beribu-ribu (jumlahnya) karena takut mati; maka Allah berfirman kepada mereka: “Matilah kamu (semua),” kemudian Dia menghidupkan mereka. Sesungguhnya Allah benar-benar memiliki karunia (yang dilimpahkan-Nya) atas manusia, tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur.
HAMKA: Atau tidakkah engkau perhatikan orangorang yang keluar dari kampung-kampung mereka, pad a ha I mereka beribu-ribu, karena takut mati? Maka berkatalah Allah kepada mereka, "Matilah kamu semuanya!" Kemudian Dia hidupkan mereka. Sesungguhnya, Allah adalah mempunyai karunia atas manusia, akan tetapi kebanyakan manusia tidaklah bersyukur.

وَقَاتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Kemenag RI 2019: Berperanglah kamu di jalan Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS. 2 : 244)
Prof. Quraish Shihab: Berperanglah kamu di jalan Allah, dan ketahuilah bahwa Allah Maha Mendengar, lagi Maha Mengetahui.
HAMKA: Dan berperanglah kamu pada jalan Allah dan ketahuilah olehmu bahwasanya Allah adalah Maha Mendengar, lagi Mengetahui.

مَنْ ذَا الَّذِي يُقْرِضُ اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا فَيُضَاعِفَهُ لَهُ أَضْعَافًا كَثِيرَةً ۚ وَاللَّهُ يَقْبِضُ وَيَبْسُطُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

Kemenag RI 2019: Siapakah yang mau memberi pinjaman yang baik kepada Allah? ) Dia akan melipatgandakan (pembayaran atas pinjaman itu) baginya berkali-kali lipat. Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki). Kepada-Nyalah kamu dikembalikan. (QS. 2 : 245)
Prof. Quraish Shihab: Barang siapa mau memberi kepada Allah pinjaman yang haik, maka Dia akan melipatgandakan (pembayaran pinjaman itu) kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Allah menyempitkan dan melapangkan (rewki), dan hanya kepada-Nya kamu akan dikembalikan,
HAMKA: Siapakah dia, yang sudi meminjami Allah dengan pinjaman yang baik, supaya Dia gandakan untuknya dengan pergandaan yang banyak? Dan Allah menahan-nahan dan meluas-lebarkan (menghamparkan), dan kepada kepada-Nyalah kamu sekalian akan kembali.
Hal. 40

أَلَمْ تَرَ إِلَى الْمَلَإِ مِنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ مِنْ بَعْدِ مُوسَىٰ إِذْ قَالُوا لِنَبِيٍّ لَهُمُ ابْعَثْ لَنَا مَلِكًا نُقَاتِلْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ۖ قَالَ هَلْ عَسَيْتُمْ إِنْ كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ أَلَّا تُقَاتِلُوا ۖ قَالُوا وَمَا لَنَا أَلَّا نُقَاتِلَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَقَدْ أُخْرِجْنَا مِنْ دِيَارِنَا وَأَبْنَائِنَا ۖ فَلَمَّا كُتِبَ عَلَيْهِمُ الْقِتَالُ تَوَلَّوْا إِلَّا قَلِيلًا مِنْهُمْ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ بِالظَّالِمِينَ

Kemenag RI 2019: Tidakkah kamu perhatikan para pemuka Bani Israil setelah Musa wafat, (yaitu) ketika mereka berkata kepada seorang nabi mereka, “Angkatlah seorang raja untuk kami, niscaya kami berperang di jalan Allah.” Dia menjawab, “Jangan-jangan jika diwajibkan atasmu berperang, kamu tidak akan berperang juga.” Mereka menjawab, “Mengapa kami tidak akan berperang di jalan Allah, sedangkan sungguh kami telah diusir dari kampung halaman kami dan (dipisahkan dari) anak-anak kami?” ) Akan tetapi, ketika perang diwajibkan atas mereka, mereka berpaling, kecuali sebagian kecil dari mereka. Allah Maha Mengetahui orang-orang zalim. (QS. 2 : 246)
Prof. Quraish Shihab: Tidakkah kamu memperhatikan para pemuka dari Bani Israil sesudah Musa, (yaitu) ketika mereka berkata kepada seorang nabi mereka: “Angkatlah untuk kami seorang raja supaya kami berperang (di bawah pimpinannya) di jalan Allah.” Dia (nabi mereka) menjawab: “Apakah sekiranya jika nanti kamu diwajibkan berperang, kamu tidak akan berperang?” Mereka menjawab: “Mengapa kami tidak mau berperang di jalan Allah, padahal sungguh kami telah diusir dari kampung halaman kami dan (dijauhkan dari) anak-anak kami?” Maka, ketika perang diwajibkan atas mereka, mereka berpaling, kecuali sedikit di antara mereka. Dan Allah Maha Mengetahui orang-orang zalim.
HAMKA: Tidakkah engkau perhatikan, dari hal pemuka-pemuka Bani lsrail sesudah Musa? Ketika mereka berkata kepada seorang nabi mereka, "Angkatlah untuk kami seorang raja, supaya kami berperang pad a jalan Allah!" Berkata dia, "Apakah tidak akan terjadi kelak, kalau diperintahkan atas kamu berperang, bahwa kamu tidak akan mau berperang?" Mereka menjawab, "Bagaimana kami tidak akan mau berperang pada jalan Allah, padahal kami telah diusir dari kampung halaman kami dan anak-anak kami." Tetapi setelah diperintahkan kepada mereka berperang, berpalinglah mereka kecuali sedikit dari antara mereka. Dan, Allah mengetahui orang-orang yang aniaya.

وَقَالَ لَهُمْ نَبِيُّهُمْ إِنَّ اللَّهَ قَدْ بَعَثَ لَكُمْ طَالُوتَ مَلِكًا ۚ قَالُوا أَنَّىٰ يَكُونُ لَهُ الْمُلْكُ عَلَيْنَا وَنَحْنُ أَحَقُّ بِالْمُلْكِ مِنْهُ وَلَمْ يُؤْتَ سَعَةً مِنَ الْمَالِ ۚ قَالَ إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَاهُ عَلَيْكُمْ وَزَادَهُ بَسْطَةً فِي الْعِلْمِ وَالْجِسْمِ ۖ وَاللَّهُ يُؤْتِي مُلْكَهُ مَنْ يَشَاءُ ۚ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

Kemenag RI 2019: Nabi mereka berkata kepada mereka, “Sesungguhnya Allah telah mengangkat Talut menjadi rajamu.” Mereka menjawab, “Bagaimana (mungkin) dia memperoleh kerajaan (kekuasaan) atas kami, sedangkan kami lebih berhak atas kerajaan itu daripadanya dan dia tidak diberi kekayaan yang banyak?” (Nabi mereka) menjawab, “Sesungguhnya Allah telah memilihnya (menjadi raja) kamu dan memberikan kepadanya kelebihan ilmu dan fisik.” Allah menganugerahkan kerajaan-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki. Allah Maha Luas (kekuasaan dan rezeki-Nya) lagi Maha Mengetahui. (QS. 2 : 247)
Prof. Quraish Shihab: Nabi mereka mengatakan pada mereka: “Sesungguhnya Allah benar-benar telah mengutus untuk kamu Thalut menjadi raja.” Mereka menjawab: “Bagaimana (mungkin) dia memunyai wewenang memerintah kami padahal kami lebih berhak (mengendalikan) pemerintahan daripadanya, sedangkan dia (pun) tidak diberi kelapangan dalam harta?” (Nabi mereka) berkata: “Sesungguhnya Allah telah memilihnya atas kamu dan melebihkan untuknya keluasan dalam ilmu dan (keperkasaan) jasmani.” Allah memberikan kekuasaan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Luas (kekuasaan, keagungan dan rezeki-Nya), lagi Maha Mengetahui.
HAMKA: Dan berkatalah kepada mereka nabi mereka itu, "Sesungguhnya, Allah telah melantik untuk kamu Thalut menjadi raja." Mereka ber· kata, "Adakah patut dia berkuasa atas kami, padahal kami lebih berhak dengan kekuasaan itu daripadanya. Sedang dia tidak diberi kemampuan dan harta." Berkata dia, "Sesungguhnya, Allah telah memilih dia atas kamu dan telah melebihkannya keluasan daripada pengetahuan dan tubuh." Dan Allah memberikan kerajaan-Nya kepada barangsiapa yang Dia kehendaki. Dan, Allah adalah Mahaluas, lagi Mengetahui.

وَقَالَ لَهُمْ نَبِيُّهُمْ إِنَّ آيَةَ مُلْكِهِ أَنْ يَأْتِيَكُمُ التَّابُوتُ فِيهِ سَكِينَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَبَقِيَّةٌ مِمَّا تَرَكَ آلُ مُوسَىٰ وَآلُ هَارُونَ تَحْمِلُهُ الْمَلَائِكَةُ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

Kemenag RI 2019: Nabi mereka berkata kepada mereka, “Sesungguhnya tanda kerajaannya ialah datangnya Tabut ) kepadamu yang di dalamnya terdapat ketenangan dari Tuhanmu dan sisa dari apa yang ditinggalkan oleh keluarga Musa dan keluarga Harun yang dibawa oleh para malaikat. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagimu jika kamu orang-orang mukmin. (QS. 2 : 248)
Prof. Quraish Shihab: Nabi mereka mengatakan kepada mereka: “Sesungguhnya tanda kekuasaan (kerajaannya), ialah datang-nya Tabut kepada kamu, di dalamnya terdapat ketenangan dari Tuhan Pemelihara kamu dan sisa dari apa yang ditinggalkan oleh keluarga Musa dan keluarga Harun. (Tabut itu) dibawa oleh malaikat. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran dan kekuasaan Allah swt.) bagi kamu, jika kamu orang-orang mukmin.
HAMKA: Dan berkata kepada mereka nabi mereka, "Sesungguhnya, tanda kerajaannya ialah bahwa akan datang kepada kamu tabut itu. Di dalamnya ada sesuatu yang menenteramkan hati dari Tuhan kamu, dan sisa dari apa yang ditinggalkan oleh keluarga Musa dan keluarga Harun, yang dipikul akan dia oleh Malaikat." Sesungguhnya, pada yang demikian itu adalah tanda bagi kamu, jika sungguh kamu orang yang beriman.
Hal. 41

فَلَمَّا فَصَلَ طَالُوتُ بِالْجُنُودِ قَالَ إِنَّ اللَّهَ مُبْتَلِيكُمْ بِنَهَرٍ فَمَنْ شَرِبَ مِنْهُ فَلَيْسَ مِنِّي وَمَنْ لَمْ يَطْعَمْهُ فَإِنَّهُ مِنِّي إِلَّا مَنِ اغْتَرَفَ غُرْفَةً بِيَدِهِ ۚ فَشَرِبُوا مِنْهُ إِلَّا قَلِيلًا مِنْهُمْ ۚ فَلَمَّا جَاوَزَهُ هُوَ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ قَالُوا لَا طَاقَةَ لَنَا الْيَوْمَ بِجَالُوتَ وَجُنُودِهِ ۚ قَالَ الَّذِينَ يَظُنُّونَ أَنَّهُمْ مُلَاقُو اللَّهِ كَمْ مِنْ فِئَةٍ قَلِيلَةٍ غَلَبَتْ فِئَةً كَثِيرَةً بِإِذْنِ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ مَعَ الصَّابِرِينَ

Kemenag RI 2019: Maka, ketika Talut keluar membawa bala tentara(-nya), dia berkata, “Sesungguhnya Allah akan mengujimu dengan sebuah sungai. Maka, siapa yang meminum (airnya), sesungguhnya dia tidak termasuk (golongan)-ku. Siapa yang tidak meminumnya, sesungguhnya dia termasuk (golongan)-ku kecuali menciduk seciduk dengan tangan.” Akan tetapi, mereka meminumnya kecuali sebagian kecil di antara mereka. Ketika dia (Talut) dan orang-orang yang beriman bersamanya menyeberangi sungai itu, mereka berkata, “Kami tidak kuat lagi pada hari ini melawan Jalut dan bala tentaranya.” Mereka yang meyakini bahwa mereka akan menemui Allah berkata, “Betapa banyak kelompok kecil mengalahkan kelompok besar dengan izin Allah.” Allah bersama orang-orang yang sabar. (QS. 2 : 249)
Prof. Quraish Shihab: Maka, ketika Thalut keluar membawa bala tentaranya, dia berkata: “Sesungguhnya Allah akan menguji kamu dengan (suatu) sungai. Maka, barang siapa meminum (air) darinya, maka sesungguhnya dia bukanlah dari (kelompok)-ku. Dan barang siapa tidak meminumnya, maka sesungguhnya dia dari (kelompok)-ku, kecuali yang menciduknya seciduk dengan tangannya.” Maka, mereka meminum darinya kecuali sedikit di antara mereka. Maka, ketika dia (Thalut) dan orang-orang beriman yang bersamanya telah menyeberanginya (sungai itu), mereka berkata: “Tidak ada kesanggupan kami hari (ini) menghadapi Jalut dan bala tentaranya.” Orang-orang yang menduga (keras) bahwa mereka akan menemui Allah (dan ganjaran-Nya) berkata: “Berapa banyak (terjadi), golongan yang sedikit mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah. Dan Allah bersama orang-orang sabar.”
HAMKA: Maka tatkala telah berangkat Thalut dengan tentaranya, berkatalah dia, "Sesungguhnya, Allah akan mengujimu dengan satu sungai. Maka, barangsiapa yang minum darinya, tidaklah dia dari golonganku. Dan, barangsiapa yang tidak mengecapnya, sesungguhnya dia itulah dari golonganku kecuali barangsiapa yang menceduk satu cedukan dengan tangannya." Maka, minumlah mereka darinya kecuali sedikit dari antara mereka. Maka, setelah mereka menyeberanginya, dia dan orang-orang yang beriman sertanya, berkatalah mereka, "Sesungguhnya, tidaklah ada kesanggupan bagi kami hari ini terhadap Jalut dan tentaranya." Berkata orangorang yang percaya bahwa mereka akan menemui Allah, "Berapa banyak golongan yang sedikit mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah?" Dan sesungguhnya Allah adalah beserta orang-orang yang sabar.

وَلَمَّا بَرَزُوا لِجَالُوتَ وَجُنُودِهِ قَالُوا رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

Kemenag RI 2019: Ketika mereka maju melawan Jalut dan bala tentaranya, mereka berdoa, “Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami, kukuhkanlah langkah kami, dan menangkanlah kami atas kaum yang kafir.” (QS. 2 : 250)
Prof. Quraish Shihab: Ketika mereka menghadapi Jalut dan bala tentaranya, mereka (Thalut dan balatentaranya) berdoa: “Tuhan Pemelihara kami! Tuangkanlah kesabaran atas (diri) kami, dan kokohkanlah kaki (dan jiwa) kami dan menangkanlah kami terhadap orang-orang kafir.”
HAMKA: Dan tatkala mereka berhadap-hadapan dengan Jalut dan tentaranya itu berkatalah mereka, "Ya, Tuhan kami! Tumpahkanlah kepada kami kesabaran dan teguhkanlah kaki kami, dan tolonglah kami di dalam menghadapi kaum yang kafir.

فَهَزَمُوهُمْ بِإِذْنِ اللَّهِ وَقَتَلَ دَاوُودُ جَالُوتَ وَآتَاهُ اللَّهُ الْمُلْكَ وَالْحِكْمَةَ وَعَلَّمَهُ مِمَّا يَشَاءُ ۗ وَلَوْلَا دَفْعُ اللَّهِ النَّاسَ بَعْضَهُمْ بِبَعْضٍ لَفَسَدَتِ الْأَرْضُ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ ذُو فَضْلٍ عَلَى الْعَالَمِينَ

Kemenag RI 2019: Mereka (tentara Talut) mengalahkan tentara Jalut dengan izin Allah dan Daud membunuh Jalut. Kemudian, Allah menganugerahinya (Daud) kerajaan dan hikmah (kenabian); Dia (juga) mengajarinya apa yang Dia kehendaki. Seandainya Allah tidak menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain, niscaya rusaklah bumi ini. Akan tetapi, Allah mempunyai karunia (yang dilimpahkan-Nya) atas seluruh alam. (QS. 2 : 251)
Prof. Quraish Shihab: Mereka (tentara Thalut) mengalahkan bala tentara Jalut dengan izin Allah dan Daud membunuh Jalut, kemudian Allah menganugerahkan kepadanya kekuasaan (kerajaan) dan hikmah, dan Dia mengajarkan kepadanya apa yang dikehendaki-Nya. Dan jika seandainya Allah tidak menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain, pasti rusaklah bumi (ini). Tetapi, Allah memiliki karunia (yang dicurahkan) atas seluruh alam.
HAMKA: Maka dapatlah mereka mengalahkan mereka itu dengan izin Allah, seraya membunuhlah Dawud akan Jalut, dan diberikan Allah kepadanya kerajaan dan hikmah, dan diajarkanNya kepadanya apa yang Dia kehendaki. Dan, kalau bukanlah ada pertahanan Allah terhadap manusia, yang sebagian mereka dengan yang sebagian, sesungguhnya telah rusaklah bumi. Akan tetapi, Allah mempunyai karunia atas seluruh alam.

تِلْكَ آيَاتُ اللَّهِ نَتْلُوهَا عَلَيْكَ بِالْحَقِّ ۚ وَإِنَّكَ لَمِنَ الْمُرْسَلِينَ

Kemenag RI 2019: Itulah ayat-ayat Allah. Kami membacakannya kepadamu (Nabi Muhammad) dengan benar. Sesungguhnya engkau benar-benar termasuk di antara para rasul. (QS. 2 : 252)
Prof. Quraish Shihab: Itulah ayat-ayat Allah. Kami membacakannya (mewahyukannya) kepadamu (Nabi Muhammad saw.) dengan haq (benar) dan sesungguhnya engkau benar-benar seorang di antara para rasul yang diutus.
HAMKA: Yang demikian itu adalah ayat-ayat Allah. Kami ceritakan dia kepada engkau dengan benar. Dan, sesungguhnya, engkau adalah seorang di antara orang-orang yang diutus.