7. Al-A'raf

Surat 6 | 206 ayat | Surat 8

المص

Kemenag RI 2019: Alif Laam Miim. ( QS. Al-A'raf : 1)
Quraish Shihab: Alif Laam Miim.
HAMKA: ALif Laam Miim Shaad

كِتَابٌ أُنْزِلَ إِلَيْكَ فَلَا يَكُنْ فِي صَدْرِكَ حَرَجٌ مِنْهُ لِتُنْذِرَ بِهِ وَذِكْرَىٰ لِلْمُؤْمِنِينَ

Kemenag RI 2019: (Inilah) Kitab yang diturunkan kepadamu (Nabi Muhammad), maka janganlah engkau sesak dada karenanya supaya dengan (kitab itu) engkau memberi peringatan, dan menjadi pelajaran bagi orang-orang yang beriman. ( QS. Al-A'raf : 2)
Quraish Shihab: (Ini adalah) Kitab (al-Qur’an) yang diturunkan (oleh Allah swt.) kepadamu (Nabi Muhammad saw.), maka janganlah dalam dadamu ada kesempitan karenanya (yakni karena penolakan sementara orang terhadap al-Qur’an), supaya engkau memberi peringatan (kepada orang kafir) dengannya dan menjadi pengajaran bagi orang-orang mukmin.
HAMKA: Suatu kitab yang telah diturunkan kepada engkau maka janganlah ada dalam dada engkau rasa sesak daripadanya supaya engkau ancamkan dengan dia dan peringatan bagi orang-orang yang beriman.

اتَّبِعُوا مَا أُنْزِلَ إِلَيْكُمْ مِنْ رَبِّكُمْ وَلَا تَتَّبِعُوا مِنْ دُونِهِ أَوْلِيَاءَ ۗ قَلِيلًا مَا تَذَكَّرُونَ

Kemenag RI 2019: Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu dan janganlah kamu ikuti pelindung ) selain Dia. Sedikit sekali kamu mengambil pelajaran. ( QS. Al-A'raf : 3)
Quraish Shihab: Ikutilah (hai seluruh manusia) apa yang diturunkan kepada kamu dari Tuhan Pemelihara kamu dan janganlah kamu mengikuti para pemimpin selain-Nya! Sangat sedikit kamu mengambil pelajaran (dari al-Qur’an).
HAMKA: Turutilah olehmu apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhan kamu dan janganlah kamu turuti yang selain dari Dia menjadi penolong-penolong. Sedikitlah kamu yang ingat.

وَكَمْ مِنْ قَرْيَةٍ أَهْلَكْنَاهَا فَجَاءَهَا بَأْسُنَا بَيَاتًا أَوْ هُمْ قَائِلُونَ

Kemenag RI 2019: Betapa banyak negeri yang telah Kami binasakan. Siksaan Kami datang (menimpa penduduknya) pada malam hari atau pada saat mereka beristirahat pada siang hari. ( QS. Al-A'raf : 4)
Quraish Shihab: Padahal, betapa banyak negeri yang telah Kami binasakan (akibat kedurhakaan penduduknya), maka datanglah siksa Kami menimpanya di waktu mereka berada di malam hari, atau di waktu mereka berbaring di tengah hari.
HAMKA: Dan berapa banyak desa yang telah Kami binasakan dia, maka datanglah kepadanya siksaan Kami di tengah malam ataupun sedang mereka tidur tengah hari.

فَمَا كَانَ دَعْوَاهُمْ إِذْ جَاءَهُمْ بَأْسُنَا إِلَّا أَنْ قَالُوا إِنَّا كُنَّا ظَالِمِينَ

Kemenag RI 2019: Maka, ketika siksaan Kami datang menimpa mereka, keluhan mereka tidak lain hanyalah ucapan “Sesungguhnya kami adalah orang-orang zalim.” ( QS. Al-A'raf : 5)
Quraish Shihab: Maka, tidak ada keluhan (yang) mereka (ucapkan) di waktu datang kepada mereka siksa Kami, kecuali (penyesalan dan pengakuan dosa, seraya) mengatakan: “Sesungguhnya kami adalah orang-orang zalim.”
HAMKA: Maka tiadalah ada seruan mereka ketika datang siksaan Kami itu, kecuali mereka berkata, “Sesungguhnya kami ini orang-orang yang zalim.”

فَلَنَسْأَلَنَّ الَّذِينَ أُرْسِلَ إِلَيْهِمْ وَلَنَسْأَلَنَّ الْمُرْسَلِينَ

Kemenag RI 2019: Pasti akan Kami tanyai umat yang kepada mereka telah diutus para rasul. Pasti akan Kami tanyai (pula) para rasul. ( QS. Al-A'raf : 6)
Quraish Shihab: Maka, sungguh Kami pasti akan menanyai (umat-umat) yang telah diutus para rasul kepada mereka dan sungguh Kami pasti akan menanyai (pula) para rasul.
HAMKA: Maka sesungguhnya akan Kami periksa orang-orang yang dikirim (rasul-rasul) kepada mereka itu dan sesungguhnya akan Kami periksa rasul-rasul itu sendiri.

فَلَنَقُصَّنَّ عَلَيْهِمْ بِعِلْمٍ ۖ وَمَا كُنَّا غَائِبِينَ

Kemenag RI 2019: Kemudian, pasti akan Kami kabarkan (hal itu) kepada mereka berdasarkan ilmu (Kami). Sedikit pun Kami tidak pernah gaib (jauh dari mereka). ( QS. Al-A'raf : 7)
Quraish Shihab: Maka, sungguh Kami pasti akan mengabarkan (apa yang telah mereka perbuat) kepada mereka berdasarkan pengetahuan (Kami) dan Kami sekali-kali tidak gaib (tidak jauh dari mereka).
HAMKA: Maka sesungguhnya akan Kami ceritakan kepada mereka dengan pengetahuan dan sekali-kali tiadalah Kami gaib.

وَالْوَزْنُ يَوْمَئِذٍ الْحَقُّ ۚ فَمَنْ ثَقُلَتْ مَوَازِينُهُ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

Kemenag RI 2019: Timbangan pada hari itu (menjadi ukuran) kebenaran. Siapa yang berat timbangan (kebaikan)-nya, mereka itulah orang yang beruntung. ( QS. Al-A'raf : 8)
Quraish Shihab: Timbangan pada hari (Kebangkitan) itu haq (benar), maka barang siapa berat timbangan-timbangan (amal kebaikan)-nya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung.
HAMKA: Dan timbangan pada hari itu adalah benar. Maka barangsiapa yang berat timbangannya, maka mereka orang-orang yang beroleh kejayaan.

وَمَنْ خَفَّتْ مَوَازِينُهُ فَأُولَٰئِكَ الَّذِينَ خَسِرُوا أَنْفُسَهُمْ بِمَا كَانُوا بِآيَاتِنَا يَظْلِمُونَ

Kemenag RI 2019: Siapa yang ringan timbangan (kebaikan)-nya, mereka itulah orang yang telah merugikan dirinya sendiri karena mereka selalu mengingkari ayat-ayat Kami. ( QS. Al-A'raf : 9)
Quraish Shihab: Dan barang siapa ringan timbangan-timbangan (amal kebaikan)-nya, maka mereka itulah orang-orang yang merugikan diri mereka (sendiri), disebabkan mereka selalu mengingkari ayat-ayat Kami.
HAMKA: Dan barangsiapa yang ringan timbangannya maka mereka itu adalah orang-orang yang telah merugikan diri mereka sendiri dengan sebab mereka terhadap ayat-ayat Kami berlaku zalim.

وَلَقَدْ مَكَّنَّاكُمْ فِي الْأَرْضِ وَجَعَلْنَا لَكُمْ فِيهَا مَعَايِشَ ۗ قَلِيلًا مَا تَشْكُرُونَ

Kemenag RI 2019: Sungguh, Kami benar-benar telah menempatkan kamu sekalian di bumi dan Kami sediakan di sana (bumi) penghidupan untukmu. (Akan tetapi,) sedikit sekali kamu bersyukur. ( QS. Al-A'raf : 10)
Quraish Shihab: Dan demi (keagungan dan kekuasaan Kami)! Sungguh, Kami telah menempatkan kamu di bumi dan Kami adakan bagi kamu di dalamnya penghidupan. Sangat sedikitlah kamu bersyukur.
HAMKA: Dan sesungguhnya telah Kami tetapkan kamu di bumi dan telah Kami jadikan untuk kamu di dalamnya beberapa penghidupan. Sedikitlah kamu yang berterima kasih.

وَلَقَدْ خَلَقْنَاكُمْ ثُمَّ صَوَّرْنَاكُمْ ثُمَّ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ لَمْ يَكُنْ مِنَ السَّاجِدِينَ

Kemenag RI 2019: Sungguh, Kami benar-benar telah menciptakan kamu (Adam), kemudian Kami membentuk (tubuh)-mu. Lalu, Kami katakan kepada para malaikat, “Bersujudlah kamu kepada Adam.” Mereka pun sujud, tetapi Iblis (enggan). Ia (Iblis) tidak termasuk kelompok yang bersujud. ( QS. Al-A'raf : 11)
Quraish Shihab: Dan demi (keagungan dan kekuasaan Kami)! Sungguh, Kami telah menciptakan (leluhur) kamu (Nabi Adam as.), kemudian Kami bentuk (leluhur) kamu, kemudian Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kepada Adam!” maka mereka segera bersujud, tetapi Iblis (enggan dan angkuh), ia tidak termasuk (kelompok) orang-orang yang sujud.
HAMKA: Dan sesungguhnya telah Kami jadikan kamu dan telah Kami beri kamu rupa. Kemudian itu telah Kami katakan kepada Malaikat, “Sujudlah kepada Adam!” Maka sujudlah mereka, kecuali iblis. Tiadalah ada dia dari mereka yang sujud.

قَالَ مَا مَنَعَكَ أَلَّا تَسْجُدَ إِذْ أَمَرْتُكَ ۖ قَالَ أَنَا خَيْرٌ مِنْهُ خَلَقْتَنِي مِنْ نَارٍ وَخَلَقْتَهُ مِنْ طِينٍ

Kemenag RI 2019: Dia (Allah) berfirman, “Apakah yang menghalangimu (sehingga) kamu tidak bersujud ketika Aku menyuruhmu?” Ia (Iblis) menjawab, “Aku lebih baik daripada dia. Engkau menciptakanku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah.” ( QS. Al-A'raf : 12)
Quraish Shihab: Dia berfirman: “Apakah yang menghalangimu sehingga tidak bersujud ketika Aku menyuruhmu?” Ia (Iblis) berkata: “Aku lebih baik darinya, Engkau menciptakan aku dari api, sedangkan Engkau menciptakannya dari tanah.”
HAMKA: Dia berfirman, “Apakah yang menghambat engkau sampai tidak sujud ketika Aku perintahkan engkau?” Dia menjawab, “Aku lebih baik dari dia. Engkau telah menjadikan daku dari api dan Engkau telah menjadikannya dari tanah.”

قَالَ فَاهْبِطْ مِنْهَا فَمَا يَكُونُ لَكَ أَنْ تَتَكَبَّرَ فِيهَا فَاخْرُجْ إِنَّكَ مِنَ الصَّاغِرِينَ

Kemenag RI 2019: Dia (Allah) berfirman, “Turunlah kamu darinya (surga) karena kamu tidak sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya. Keluarlah! Sesungguhnya kamu termasuk makhluk yang hina.” ( QS. Al-A'raf : 13)
Quraish Shihab: Dia berfirman: “Maka turunlah darinya (surga), karena engkau tidak sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, maka keluarlah, sesungguhnya engkau termasuk orang-orang yang hina.”
HAMKA: Berfirman Dia, “Turunlah engkau daripadanya karena tidaklah patut engkau menyombongkan diri. Maka keluarlah engkau, sesungguhnya engkau adalah daripada golongan orang yang kecil.”

قَالَ أَنْظِرْنِي إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَ

Kemenag RI 2019: Ia (Iblis) menjawab, “Berilah aku penangguhan waktu sampai hari mereka dibangkitkan.” ( QS. Al-A'raf : 14)
Quraish Shihab: Ia (Iblis) berkata: “Beri tangguhlah aku sampai waktu mereka dibangkitkan (dari alam Barzakh pada hari Kiamat).”
HAMKA: Dia berkata, “Beri kesempatanlah aku sampai kepada hari mereka akan dibangkitkan.”

قَالَ إِنَّكَ مِنَ الْمُنْظَرِينَ

Kemenag RI 2019: Dia (Allah) berfirman, “Sesungguhnya kamu termasuk mereka yang diberi penangguhan waktu.” ( QS. Al-A'raf : 15)
Quraish Shihab: Dia berfirman: “Sesungguhnya engkau termasuk mereka yang diberi tangguh.”
HAMKA: Dia berfirman, “Sesungguhnya engkau daripada orang-orang yang diberi kesempatan.”

قَالَ فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَ

Kemenag RI 2019: Ia (Iblis) menjawab, “Karena Engkau telah menyesatkan aku, pasti aku akan selalu menghalangi mereka dari jalan-Mu yang lurus. ( QS. Al-A'raf : 16)
Quraish Shihab: Ia (Iblis) berkata: “Karena Engkau telah menyesatkanku (karena kecenderungan hatinya untuk sesat), aku benar-benar akan duduk menghadapi (dan menghalang-halangi) mereka di jalan Engkau yang lebar, lagi lurus.
HAMKA: Dia berkata, “Demi sebab Engkau telah menyesatkan daku, maka sungguh aku halangi mereka dari jalan Engkau yang lurus itu.

ثُمَّ لَآتِيَنَّهُمْ مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَنْ شَمَائِلِهِمْ ۖ وَلَا تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ

Kemenag RI 2019: Kemudian, pasti aku akan mendatangi mereka dari depan, dari belakang, dari kanan, dan dari kiri mereka. Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur.” ( QS. Al-A'raf : 17)
Quraish Shihab: Kemudian, aku tentu akan mendatangi (menjerumuskan) mereka dari depan dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka (sebagai) orang-orang yang bersyukur.”
HAMKA: Kemudian itu, aku akan mendatangi mereka dari hadapan mereka dan dari belakang mereka, dan dari kanan mereka dan dari kiri mereka, dan tidaklah akan Engkau dapati kebanyakan mereka itu berterima kasih.

قَالَ اخْرُجْ مِنْهَا مَذْءُومًا مَدْحُورًا ۖ لَمَنْ تَبِعَكَ مِنْهُمْ لَأَمْلَأَنَّ جَهَنَّمَ مِنْكُمْ أَجْمَعِينَ

Kemenag RI 2019: Dia (Allah) berfirman, “Keluarlah kamu darinya (surga) dalam keadaan terhina dan terusir! Sungguh, siapa pun di antara mereka yang mengikutimu pasti akan Aku isi (neraka) Jahanam dengan kamu semua.” ( QS. Al-A'raf : 18)
Quraish Shihab: Dia berfirman: “Keluarlah engkau darinya (surga, dalam keadaan) terhina, lagi terusir. Barang siapa di antara mereka benar-benar mengikutimu, Aku pasti akan memenuhi (neraka) Jahannam dengan kamu semua.
HAMKA: Dia berfirman, “Keluarlah engkau daripadanya dalam keadaan terhina dan terusir. Sesungguhnya barangsiapa yang mengikuti engkau di antara mereka, sesungguhnya akan Aku penuhkah Jahannam dengan kamu sekalian.”

وَيَا آدَمُ اسْكُنْ أَنْتَ وَزَوْجُكَ الْجَنَّةَ فَكُلَا مِنْ حَيْثُ شِئْتُمَا وَلَا تَقْرَبَا هَٰذِهِ الشَّجَرَةَ فَتَكُونَا مِنَ الظَّالِمِينَ

Kemenag RI 2019: (Allah berfirman,) “Wahai Adam, tinggallah engkau dan istrimu di surga (ini). Lalu, makanlah apa saja yang kamu berdua sukai dan janganlah kamu berdua mendekati pohon yang satu ini sehingga kamu berdua termasuk orang-orang yang zalim.” ( QS. Al-A'raf : 19)
Quraish Shihab: Dan wahai Adam! Diamilah olehmu dan istrimu surga (ini), maka makanlah oleh kamu berdua di mana dan kapan saja kamu berdua kehendaki, dan janganlah kamu berdua mendekati pohon ini, sehingga menyebabkan kamu berdua termasuk orang-orang zalim.”
HAMKA: Dan wahai Adam! Tinggallah engkau dan istri engkau di surga itu maka makanlah olehmu berdua mana-mana yang kamu sukai, tetapi janganlah kamu berdua mendekat kepada pohon ini, sebab kamu akan termasuk dari mereka yang zalim.

فَوَسْوَسَ لَهُمَا الشَّيْطَانُ لِيُبْدِيَ لَهُمَا مَا وُورِيَ عَنْهُمَا مِنْ سَوْآتِهِمَا وَقَالَ مَا نَهَاكُمَا رَبُّكُمَا عَنْ هَٰذِهِ الشَّجَرَةِ إِلَّا أَنْ تَكُونَا مَلَكَيْنِ أَوْ تَكُونَا مِنَ الْخَالِدِينَ

Kemenag RI 2019: Maka, setan membisikkan (pikiran jahat) kepada keduanya yang berakibat tampak pada keduanya sesuatu yang tertutup dari aurat keduanya. Ia (setan) berkata, “Tuhanmu tidak melarang kamu berdua untuk mendekati pohon ini, kecuali (karena Dia tidak senang) kamu berdua menjadi malaikat atau kamu berdua termasuk orang-orang yang kekal (dalam surga).” ( QS. Al-A'raf : 20)
Quraish Shihab: Maka, setan membisikkan (pikiran jahat) kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari aurat mereka berdua dan ia (setan) berkata: “Tuhan Pemelihara kamu berdua tidak melarang kamu berdua dari mendekati pohon ini, melainkan (karena Dia tidak senang) kamu berdua menjadi malaikat atau kamu berdua tidak menjadi kelompok mereka yang kekal (di surga).”
HAMKA: Maka setan pun membisikkan kepada mereka keduanya yang akan menampakkan kepada keduanya dari kemaluan mereka berdua dan berkata, “Tidakkah melarang Tuhan kamu berdua dari pohon ini, melainkan lantaran kamu berdua akan jadi malaikat atau lantaran kamu berdua akan jadi dari orang-orang yang kekal.”

وَقَاسَمَهُمَا إِنِّي لَكُمَا لَمِنَ النَّاصِحِينَ

Kemenag RI 2019: Ia (setan) bersumpah kepada keduanya, “Sesungguhnya aku ini bagi kamu berdua benar-benar termasuk para pemberi nasihat.” ( QS. Al-A'raf : 21)
Quraish Shihab: Dan ia (setan) bersumpah kepada keduanya: “Sesungguhnya aku bagi kamu berdua benar-benar termasuk para pemberi nasihat.”
HAMKA: Dan bersumpah dia kepada keduanya, “Sesungguhnyalah aku kepada kamu berdua dari orang yang memberi nasihat.”

فَدَلَّاهُمَا بِغُرُورٍ ۚ فَلَمَّا ذَاقَا الشَّجَرَةَ بَدَتْ لَهُمَا سَوْآتُهُمَا وَطَفِقَا يَخْصِفَانِ عَلَيْهِمَا مِنْ وَرَقِ الْجَنَّةِ ۖ وَنَادَاهُمَا رَبُّهُمَا أَلَمْ أَنْهَكُمَا عَنْ تِلْكُمَا الشَّجَرَةِ وَأَقُلْ لَكُمَا إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمَا عَدُوٌّ مُبِينٌ

Kemenag RI 2019: Ia (setan) menjerumuskan keduanya dengan tipu daya. Maka, ketika keduanya telah mencicipi (buah) pohon itu, tampaklah pada keduanya auratnya dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun (di) surga. Tuhan mereka menyeru mereka, “Bukankah Aku telah melarang kamu berdua dari pohon itu dan Aku telah mengatakan bahwa sesungguhnya setan adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua?” ( QS. Al-A'raf : 22)
Quraish Shihab: Maka, ia (setan) menurunkan keduanya (dari ketaatan kepada kedurhakaan) dengan tipu daya. Maka, ketika keduanya telah merasakan (buah) pohon (itu), nampaklah bagi keduanya auratnya, dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun (yang ada di) surga. Dan Tuhan Pemelihara mereka menyeru mereka berdua: “Bukankah Aku telah melarang kamu berdua melampaui (mendekati) pohon itu dan telah Aku firmankan kepada kamu berdua, sesungguhnya setan adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua?”
HAMKA: Maka dia anjurkanlah keduanya dengan tipu daya. Maka setelah keduanya merasai pohon itu terbukalah bagi keduanya kemaluan keduanya dan bergegaslah keduanya menutup atas keduanya dengan daun-daunan surga. Dan menyerulah Tuhan mereka kepada keduanya, “Bukankah telah Aku larang kamu berdua dari pohon itu dan telah Aku katakan kepada kamu berdua sesungguhnya setan itu bagi kamu berdua adalah musuh yang nyata?”

قَالَا رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

Kemenag RI 2019: Keduanya berkata, “Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan tidak merahmati kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi.” ( QS. Al-A'raf : 23)
Quraish Shihab: Keduanya berkata: “Tuhan Pemelihara kami, kami telah menganiaya diri kami, dan jika Engkau tidak mengampuni dan merahmati kami, pastilah kami termasuk orang-orang yang rugi."
HAMKA: Keduanya menjawab, “Wahai Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami dan jika tidaklah Engkau ampuni kami dan Engkau rahmati kami. Sesungguhnya jadilah kami dari orang-orang yang rugi.”

قَالَ اهْبِطُوا بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ ۖ وَلَكُمْ فِي الْأَرْضِ مُسْتَقَرٌّ وَمَتَاعٌ إِلَىٰ حِينٍ

Kemenag RI 2019: Dia (Allah) berfirman, “Turunlah kamu! Sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain serta bagi kamu ada tempat tinggal dan kesenangan di bumi sampai waktu yang telah ditentukan.” ( QS. Al-A'raf : 24)
Quraish Shihab: Dia berfirman: “Turunlah kamu! Sebagian kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain, dan bagi kamu ada tempat kediaman (sementara) di bumi dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan.”
HAMKA: Dia berfirman, “Turunlah kamu semua! Yang sebagian kamu dari yang sebagian adalah musuh dan untuk kamu di dalam bumi itu adalah tempat menetap dan untuk bekal, sampai suatu ketika.”

قَالَ فِيهَا تَحْيَوْنَ وَفِيهَا تَمُوتُونَ وَمِنْهَا تُخْرَجُونَ

Kemenag RI 2019: Dia (Allah) berfirman, “Di sana kamu hidup, di sana kamu mati, dan dari sana (pula) kamu akan dikeluarkan (dibangkitkan).” ( QS. Al-A'raf : 25)
Quraish Shihab: Dia berfirman: “Di dalamnya (bumi) kamu hidup dan di dalamnya (bumi) kamu mati, dan darinya (pula) kamu akan dikeluarkan (dibangkitkan di alam Barzakh).”
HAMKA: Firman-Nya (pula), “Di dalamnya kamu akan hidup dan di dalamnya kamu semua akan mati dan daripadanya kamu akan dikeluarkan.”

يَا بَنِي آدَمَ قَدْ أَنْزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًا يُوَارِي سَوْآتِكُمْ وَرِيشًا ۖ وَلِبَاسُ التَّقْوَىٰ ذَٰلِكَ خَيْرٌ ۚ ذَٰلِكَ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُونَ

Kemenag RI 2019: Wahai anak cucu Adam, sungguh Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan bulu (sebagai bahan pakaian untuk menghias diri). (Akan tetapi,) pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu merupakan sebagian tanda-tanda (kekuasaan) Allah agar mereka selalu ingat. ( QS. Al-A'raf : 26)
Quraish Shihab: Hai anak-cucu Adam! Sungguh, Kami telah menurunkan kepada kamu pakaian untuk menutupi aurat-aurat kamu dan bulu (sebagai bahan pakaian yang indah untuk menghias diri). Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebagian dari tanda-tanda (kekuasaan) Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.
HAMKA: Wahai anak-anak Adam, sesungguhnya telah Kami turunkan atas kamu pakaian akan penutup kemaluan kamu dan pakaian perhiasan dan pakaian takwa, tetapi inilah yang lebih baik. Yang demikian itu adalah dari ayat-ayat Allah, mudah-mudahan mereka akan ingat.

يَا بَنِي آدَمَ لَا يَفْتِنَنَّكُمُ الشَّيْطَانُ كَمَا أَخْرَجَ أَبَوَيْكُمْ مِنَ الْجَنَّةِ يَنْزِعُ عَنْهُمَا لِبَاسَهُمَا لِيُرِيَهُمَا سَوْآتِهِمَا ۗ إِنَّهُ يَرَاكُمْ هُوَ وَقَبِيلُهُ مِنْ حَيْثُ لَا تَرَوْنَهُمْ ۗ إِنَّا جَعَلْنَا الشَّيَاطِينَ أَوْلِيَاءَ لِلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ

Kemenag RI 2019: Wahai anak cucu Adam, janganlah sekali-kali kamu tertipu oleh setan sebagaimana ia (setan) telah mengeluarkan ibu bapakmu dari surga dengan menanggalkan pakaian keduanya untuk memperlihatkan kepada keduanya aurat mereka berdua. Sesungguhnya ia (setan) dan para pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak (bisa) melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan setan-setan itu (sebagai) penolong ) bagi orang-orang yang tidak beriman. ( QS. Al-A'raf : 27)
Quraish Shihab: Hai anak cucu Adam! Janganlah sekali-kali kamu ditipu oleh setan sebagaimana ia telah mengeluarkan ibu-bapak kamu dari surga, ia mencabut dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya aurat mereka berdua. Sesungguhnya ia (setan) dan para pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak (bisa) melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan setan-setan (sebagai) para pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman.”
HAMKA: Wahai anak-anak Adam, janganlah sampai menipu akan kamu setan itu, sebagaimana telah dikeluarkannya kedua ibu-bapakmu dari surga, dia tarik dari keduanya pakaian keduanya supaya kelihatan oleh keduanya kemaluan mereka. Sesungguhnya dia itu melihat kamu, dia dan golongannya, dalam pada itu kamu tidak melihat mereka. Sesungguhnya, Kami telah menjadikan setan-setan itu pemimpin-pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman.

وَإِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً قَالُوا وَجَدْنَا عَلَيْهَا آبَاءَنَا وَاللَّهُ أَمَرَنَا بِهَا ۗ قُلْ إِنَّ اللَّهَ لَا يَأْمُرُ بِالْفَحْشَاءِ ۖ أَتَقُولُونَ عَلَى اللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ

Kemenag RI 2019: Apabila mereka melakukan perbuatan keji, mereka berkata, “Kami mendapati nenek moyang kami melakukan yang demikian dan Allah menyuruh kami mengerjakannya.” Katakanlah (Nabi Muhammad), “Sesungguhnya Allah tidak memerintahkan kekejian. ) Pantaskah kamu mengatakan tentang Allah apa yang tidak kamu ketahui?” ( QS. Al-A'raf : 28)
Quraish Shihab: Dan apabila mereka melakukan perbuatan keji (seperti berzina, membuka aurat, berthawaf tanpa busana, lalu mendapat teguran), mereka berkata: “Kami mendapati atas dasar itulah nenek moyang kami (sehingga kami mengerjakannya) dan Allah menyuruh kami mengerjakannya.” Katakanlah (Nabi Muhammad saw.): “Sesungguhnya Allah tidak memerintahkan (siapa pun untuk melakukan) kekejian. Pantaskah kamu menyatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?”
HAMKA: Dan, apabila mereka mengerjakan sesuatu yang keji, mereka katakan, “Telah kami dapati bapak-bapak kami atas pekerjaan itu dan Allah pun telah memerintahkannya.” Katakanlah, “Sesungguhnya Allah tidaklah memerintahkan barang sesuatu yang keji-keji. Apakah kamu katakan atas Allah sesuatu yang tidak kamu ketahui.”

قُلْ أَمَرَ رَبِّي بِالْقِسْطِ ۖ وَأَقِيمُوا وُجُوهَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَادْعُوهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ ۚ كَمَا بَدَأَكُمْ تَعُودُونَ

Kemenag RI 2019: Katakanlah (Nabi Muhammad), “Tuhanku memerintahkan aku berlaku adil. Hadapkanlah wajahmu (kepada Allah) di setiap masjid dan berdoalah kepada-Nya dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya. Kamu akan kembali kepada-Nya sebagaimana Dia telah menciptakan kamu pada permulaan.” ( QS. Al-A'raf : 29)
Quraish Shihab: Katakanlah (Nabi Muhammad saw.): “Tuhan Pemeliharaku memerintahkan (seluruh manusia) untuk (menegakkan) keadilan, dan luruskanlah wajah-wajah kamu (kepada Allah swt.) di setiap masjid dan berdoalah kepada-Nya dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya. Sebagaimana Dia telah menciptakan kamu pada permulaan, (demikian pula) kamu akan kembali (kepada-Nya).”
HAMKA: Katakanlah, “Tuhanku telah memerintahkan dengan perimbangan dan supaya kamu tegakkan wajah-wajahmu di sisi tiap-tiap masjid dan serulah Dia, di dalam keadaan ikhlas agama untuk-Nya. Sebagaimana Dia telah memulakan (menjadikan) kamu, kamu pun akan kembali.”

فَرِيقًا هَدَىٰ وَفَرِيقًا حَقَّ عَلَيْهِمُ الضَّلَالَةُ ۗ إِنَّهُمُ اتَّخَذُوا الشَّيَاطِينَ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِ اللَّهِ وَيَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ مُهْتَدُونَ

Kemenag RI 2019: Sekelompok (manusia) telah diberi-Nya petunjuk dan sekelompok (lainnya) telah pasti kesesatan atas mereka. Sesungguhnya mereka menjadikan setan-setan sebagai pelindung ) selain Allah. Mereka mengira bahwa mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk. ( QS. Al-A'raf : 30)
Quraish Shihab: Sekelompok (manusia) telah diberi-Nya petunjuk dan sekelompok (lainnya) telah pasti kesesatan atas mereka (karena enggan memanfaatkan petunjuk). Sesungguhnya mereka menjadikan setan-setan (sebagai) para wali (pelindung) selain Allah, dan mereka mengira bahwa mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.”
HAMKA: Satu golongan diberi-Nya petunjuk dan satu golongan (lagi) tertimpa atas mereka kesesatan. Sesungguhnya, mereka telah mengambil setan-setan jadi pemimpin-pemimpin selain Allah dan mereka mengira bahwa mereka adalah mendapat petunjuk.

يَا بَنِي آدَمَ خُذُوا زِينَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوا ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ

Kemenag RI 2019: Wahai anak cucu Adam, pakailah pakaianmu yang indah pada setiap (memasuki) masjid dan makan serta minumlah, tetapi janganlah berlebihan. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang berlebihan. ( QS. Al-A'raf : 31)
Quraish Shihab: Hai anak-cucu Adam! Pakailah pakaian kamu yang indah setiap (memasuki dan berada di) masjid, dan makan serta minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan (dalam segala hal).
HAMKA: “Wahai anak-anak Adam, pakailah perhiasan kamu pada tiap-tiap masjid dan makanlah kamu dan minumlah, tetapi jangan berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak suka kepada orang yang berlebih-lebihan.”

قُلْ مَنْ حَرَّمَ زِينَةَ اللَّهِ الَّتِي أَخْرَجَ لِعِبَادِهِ وَالطَّيِّبَاتِ مِنَ الرِّزْقِ ۚ قُلْ هِيَ لِلَّذِينَ آمَنُوا فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا خَالِصَةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۗ كَذَٰلِكَ نُفَصِّلُ الْآيَاتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ

Kemenag RI 2019: Katakanlah (Nabi Muhammad), “Siapakah yang mengharamkan perhiasan (dari) Allah yang telah Dia sediakan untuk hamba-hamba-Nya dan rezeki yang baik-baik? Katakanlah, ‘Semua itu adalah untuk orang-orang yang beriman (dan juga tidak beriman) dalam kehidupan dunia, (tetapi ia akan menjadi) khusus (untuk mereka yang beriman saja) pada hari Kiamat.’” Demikianlah Kami menjelaskan secara terperinci ayat-ayat itu kepada kaum yang mengetahui. ( QS. Al-A'raf : 32)
Quraish Shihab: Katakanlah (Nabi Muhammad saw.): “Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah Dia keluarkan untuk para hamba-Nya dan (siapa pula yang mengharamkan) yang baik-baik dari rezeki?” Katakanlah: “Ia adalah untuk orang-orang yang beriman (dan juga yang tidak beriman) di kehidupan dunia, (tetapi ia akan menjadi) khusus (untuk mereka yang beriman saja) pada Hari Kiamat.” Demikianlah Kami menjelaskan secara rinci ayat-ayat (ketetapan-ketetapan hukum atau bukti-bukti kekuasaan Kami) kepada kaum yang mengetahui.
HAMKA: Katakanlah, “Siapakah yang mengharamkan perhiasan Allah yang telah Dia keluarkan untuk hamba-hamba-Nya dan yang baik-baik dari karunia-Nya?” Katakanlah, “Dia adalah untuk orang-orang yang beriman di dalam hidup di dunia dan khusus (untuk mereka) di hari Kiamat. Demikianlah, Kami jelaskan ayat-ayat itu bagi kaum yang mau mengetahui.”

قُلْ إِنَّمَا حَرَّمَ رَبِّيَ الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ وَالْإِثْمَ وَالْبَغْيَ بِغَيْرِ الْحَقِّ وَأَنْ تُشْرِكُوا بِاللَّهِ مَا لَمْ يُنَزِّلْ بِهِ سُلْطَانًا وَأَنْ تَقُولُوا عَلَى اللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ

Kemenag RI 2019: Katakanlah (Nabi Muhammad), “Sesungguhnya Tuhanku hanya mengharamkan segala perbuatan keji yang tampak dan yang tersembunyi, perbuatan dosa, dan perbuatan melampaui batas tanpa alasan yang benar. (Dia juga mengharamkan) kamu mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan bukti pembenaran untuk itu dan (mengharamkan) kamu mengatakan tentang Allah apa yang tidak kamu ketahui.” ( QS. Al-A'raf : 33)
Quraish Shihab: Katakanlah (Nabi Muhammad saw.): “Sesungguhnya Tuhan Pemeliharaku hanya mengharamkan perbuatan-perbuatan yang keji; (baik) yang tampak dan yang tersembunyi, dan perbuatan dosa, pelampauan batas tanpa (alasan yang) benar, dan (Dia mengharamkan) kamu menyekutukan Allah dengan sesuatu yang Dia tidak menurunkan hujjah (bukti pembenaran) untuk itu dan (mengharamkan pula) mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui.”
HAMKA: Katakanlah, “Sesungguhnya yang diharamkan oleh Tuhanku hanyalah kejahatan-kejahatan, yang nyata dan yang tersembunyi dan dosa dan keaniayaan dengan tidak benar dan bahwa kamu persekutukan dengan Allah sesuatu yang tidak Dia turunkan keterangannya dan bahwa kamu katakan atas (nama) Allah sesuatu yang tidak kamu ketahui.”

وَلِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ ۖ فَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً ۖ وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ

Kemenag RI 2019: Setiap umat mempunyai ajal (batas waktu). Jika ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta penundaan sesaat pun dan tidak dapat (pula) meminta percepatan. ( QS. Al-A'raf : 34)
Quraish Shihab: Dan setiap umat mempunyai ajal (mengenai umur dan jatuhnya sanksi); maka apabila telah datang ajal mereka, mereka tidak dapat mengundurkan barang sesaat pun dan tidak (pula) memajukan-(nya).
HAMKA: Dan bagi tiap-tiap umat ada ajalnya. Maka apabila datang ajal mereka, tidaklah dapat mereka dimundurkan satu saat pun dan tidak dapat mereka minta dimajukan.

يَا بَنِي آدَمَ إِمَّا يَأْتِيَنَّكُمْ رُسُلٌ مِنْكُمْ يَقُصُّونَ عَلَيْكُمْ آيَاتِي ۙ فَمَنِ اتَّقَىٰ وَأَصْلَحَ فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

Kemenag RI 2019: Wahai anak cucu Adam, jika datang kepadamu rasul-rasul dari kalanganmu sendiri, yang menceritakan kepadamu ayat-ayat-Ku, siapa pun yang bertakwa dan melakukan perbaikan, tidak ada rasa takut menimpa mereka dan tidak (pula) mereka bersedih. ( QS. Al-A'raf : 35)
Quraish Shihab: Hai anak-cucu Adam! Jika datang kepada kamu para rasul dari kamu menyampaikan (dan menjelaskan) kepada kamu ayat-ayat-Ku, maka barang siapa bertakwa dan melakukan perbaikan, maka tidak ada rasa takut menimpa mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.
HAMKA: Wahai, anak-anak Adam! Jika datang kepada kamu rasul-rasul dari antara kamu sendiri yang menceritakan kepada kamu ayat-ayat Kami maka barangsiapa yang bertakwa dan berbuat perbaikan, tidaklah ada ketakutan atas mereka dan tidaklah mereka akan berduka cita.

وَالَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا وَاسْتَكْبَرُوا عَنْهَا أُولَٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

Kemenag RI 2019: Orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya. ( QS. Al-A'raf : 36)
Quraish Shihab: Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, mereka itu para penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.
HAMKA: Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan membesarkan diri terhadapnya, mereka itu adalah ahli-ahli neraka. Mereka di dalamnya akan kekal.

فَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرَىٰ عَلَى اللَّهِ كَذِبًا أَوْ كَذَّبَ بِآيَاتِهِ ۚ أُولَٰئِكَ يَنَالُهُمْ نَصِيبُهُمْ مِنَ الْكِتَابِ ۖ حَتَّىٰ إِذَا جَاءَتْهُمْ رُسُلُنَا يَتَوَفَّوْنَهُمْ قَالُوا أَيْنَ مَا كُنْتُمْ تَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ ۖ قَالُوا ضَلُّوا عَنَّا وَشَهِدُوا عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ أَنَّهُمْ كَانُوا كَافِرِينَ

Kemenag RI 2019: Siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah atau yang mendustakan ayat-ayat-Nya? Mereka itu akan memperoleh bagian (yang telah ditentukan) dari ketetapan Allah (di dunia) sehingga apabila datang kepada mereka para utusan (malaikat) Kami untuk mencabut nyawanya, mereka (para malaikat) berkata, “Manakah sembahan yang biasa kamu sembah selain Allah?” Mereka (orang-orang musyrik) menjawab, “Semuanya telah lenyap dari kami.” Mereka memberikan kesaksian terhadap diri mereka sendiri bahwa mereka adalah orang-orang kafir. ( QS. Al-A'raf : 37)
Quraish Shihab: Maka, siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah atau mendustakan ayat-ayat-Nya? Mereka itu akan memperoleh bagian (yang telah ditentukan) dari ketetapan Allah (di dunia) sehingga apabila datang kepada mereka para utusan Kami untuk mewafatkan mereka, (di waktu itu) mereka (para utusan Kami) bertanya: “Dimana yang biasa kamu sembah selain Allah?” Mereka (orang-orang musyrik) menjawab: “Semuanya telah lenyap dari kami,” dan mereka menyaksikan atas diri mereka bahwa mereka adalah orang-orang kafir.
HAMKA: Maka siapakah yang lebih zalim daripada orang yang membuat-buat kedustaan atas nama Allah atau mendustakan ayat-ayat-Nya? Mereka itu akan dicapai oleh nasib mereka dari dalam Al-Kitab sehingga apabila datang kepada mereka utusan-utusan Kami, yang akan mewafatkan mereka, sambil bertanya, “Di manakah apa yang telah kamu seru selain dari Allah itu?” Mereka menjawab, “Mereka telah hilang daripada kami dan mereka pun menyaksikan atas diri mereka sendiri-sendiri bahwasanya mereka dahulunya memang telah kafir.”

قَالَ ادْخُلُوا فِي أُمَمٍ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِكُمْ مِنَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ فِي النَّارِ ۖ كُلَّمَا دَخَلَتْ أُمَّةٌ لَعَنَتْ أُخْتَهَا ۖ حَتَّىٰ إِذَا ادَّارَكُوا فِيهَا جَمِيعًا قَالَتْ أُخْرَاهُمْ لِأُولَاهُمْ رَبَّنَا هَٰؤُلَاءِ أَضَلُّونَا فَآتِهِمْ عَذَابًا ضِعْفًا مِنَ النَّارِ ۖ قَالَ لِكُلٍّ ضِعْفٌ وَلَٰكِنْ لَا تَعْلَمُونَ

Kemenag RI 2019: Allah berfirman, “Masuklah kamu ke dalam api neraka bersama umat-umat yang telah berlalu sebelum kamu dari (golongan) jin dan manusia.” Setiap kali suatu umat masuk, dia melaknat saudaranya, sehingga apabila mereka telah masuk semuanya, berkatalah orang yang (masuk) belakangan (kepada) orang yang (masuk) terlebih dahulu, “Ya Tuhan kami, mereka telah menyesatkan kami. Datangkanlah siksaan api neraka yang berlipat ganda kepada mereka.” Allah berfirman, “Masing-masing mendapatkan (siksaan) yang berlipat ganda, tetapi kamu tidak mengetahui.” ( QS. Al-A'raf : 38)
Quraish Shihab: Dia berfirman: “Masuklah kamu bersama umat-umat yang sungguh telah berlalu sebelum kamu dari (golongan) jin dan manusia ke dalam neraka.” Setiap suatu umat masuk, dia mengutuk saudaranya sehingga apabila mereka semua telah masuk, berkatalah orang-orang yang masuk kemudian (para pengikut) di antara mereka kepada orang-orang yang masuk terdahulu (para pemimpin): “Tuhan Pemelihara kami, mereka telah menyesatkan kami, sebab itu berikanlah kepada mereka azab berlipat ganda dari neraka.” Dia berfirman: “Masing-masing mendapat (azab) berlipat ganda, tetapi kamu tidak mengetahui.”
HAMKA: Berfirman Dia, “Masuklah kamu bersama umat-umat yang telah dahulu dari sebelum kamu daripada jin dan manusia ke dalam neraka!” Tiap-tiap telah masuk suatu umat, melaknatlah dia akan saudaranya sehingga apabila telah berkumpul di dalamnya semuanya, berkatalah yang kemudian tentang mereka yang terdahulu itu: “Ya! Tuhan kami, mereka inilah yang telah menyesatkan kami. Maka berilah kepada mereka azab yang berlipat ganda dari neraka!” Dia berfirman, “Bagi tiap-tiapnya berlipat ganda. Tetapi, kamu tidak tahu.”

وَقَالَتْ أُولَاهُمْ لِأُخْرَاهُمْ فَمَا كَانَ لَكُمْ عَلَيْنَا مِنْ فَضْلٍ فَذُوقُوا الْعَذَابَ بِمَا كُنْتُمْ تَكْسِبُونَ

Kemenag RI 2019: Orang yang (masuk) terlebih dahulu berkata kepada yang (masuk) belakangan, “Kamu tidak mempunyai kelebihan sedikit pun atas kami. Maka, rasakanlah azab itu karena perbuatan yang telah kamu lakukan.” ( QS. Al-A'raf : 39)
Quraish Shihab: Dan berkata orang-orang yang masuk terdahulu (para pemimpin) di antara mereka kepada orang-orang yang masuk kemudian (para pengikut): “Kamu tidak mempunyai kelebihan sedikit pun atas kami, maka rasakanlah azab karena perbuatan yang telah kamu usahakan.”
HAMKA: Dan berkata mereka yang terdahulu kepada yang kemudian. Maka, tidaklah ada bagi kamu kelebihan atas kami. Sebab itu, rasakanlah azab karena apa yang telah kamu usahakan.

إِنَّ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا وَاسْتَكْبَرُوا عَنْهَا لَا تُفَتَّحُ لَهُمْ أَبْوَابُ السَّمَاءِ وَلَا يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّىٰ يَلِجَ الْجَمَلُ فِي سَمِّ الْخِيَاطِ ۚ وَكَذَٰلِكَ نَجْزِي الْمُجْرِمِينَ

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya (bagi) orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit ) dan mereka tidak akan masuk surga sebelum unta masuk ke dalam lubang jarum. ) Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat durhaka. ( QS. Al-A'raf : 40)
Quraish Shihab: Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, sekali-kali tidak akan dibukakan bagi (amalan, doa dan arwah) mereka pintu-pintu langit dan tidak (pula) mereka masuk surga, hingga unta masuk ke lubang jarum. Demikianlah Kami memberi balasan kepada para pendurhaka.
HAMKA: Sesungguhnya orang-orang yang telah mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombong terhadapnya, tidaklah akan dibukakan untuk mereka pintu-pintu langit dan tidaklah mereka akan masuk ke dalam surga sehingga menyelusuplah seekor unta ke dalam lubang jarum. Dan sebagaimana demikianlah Kami membalas orang-orang yang berdosa besar.

لَهُمْ مِنْ جَهَنَّمَ مِهَادٌ وَمِنْ فَوْقِهِمْ غَوَاشٍ ۚ وَكَذَٰلِكَ نَجْزِي الظَّالِمِينَ

Kemenag RI 2019: Bagi mereka (disediakan) alas tidur dari (api neraka) Jahanam dan di atas mereka ada selimut (dari api neraka). Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang zalim. ( QS. Al-A'raf : 41)
Quraish Shihab: Bagi mereka hamparan (berupa api neraka) Jahanam dan di atas mereka ada selimut (dari api neraka). Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang zalim.
HAMKA: Untuk mereka dari Jahannam adalah satu tempat yang sangat rendah dan di atas mereka ada beberapa penutup. Dan, sebagaimana demikianlah Kami membalas orang-orang yang zalim.

وَالَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَا نُكَلِّفُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا أُولَٰئِكَ أَصْحَابُ الْجَنَّةِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

Kemenag RI 2019: (Adapun) orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, Kami tidak akan membebani seseorang melainkan menurut kesanggupannya. Mereka itulah penghuni surga. Mereka kekal di dalamnya. ( QS. Al-A'raf : 42)
Quraish Shihab: Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, Kami tidak membebani seseorang melainkan sesuai kesanggupannya. Mereka itulah para penghuni surga; mereka kekal di dalamnya.
HAMKA: Dan orang-orang yang beriman dan beramal saleh, tidak Kami membebani suatu diri melainkan sekadar kesanggupannya. Adalah mereka itu penghuni surga. Mereka akan kekal di dalamnya.

وَنَزَعْنَا مَا فِي صُدُورِهِمْ مِنْ غِلٍّ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهِمُ الْأَنْهَارُ ۖ وَقَالُوا الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَٰذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ ۖ لَقَدْ جَاءَتْ رُسُلُ رَبِّنَا بِالْحَقِّ ۖ وَنُودُوا أَنْ تِلْكُمُ الْجَنَّةُ أُورِثْتُمُوهَا بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

Kemenag RI 2019: Kami mencabut rasa dendam dari dalam dada mereka, (di surga) mengalir di bawah mereka sungai-sungai. Mereka berkata, “Segala puji bagi Allah yang telah menunjukkan kami ke (surga) ini. Kami tidak akan mendapat petunjuk sekiranya Allah tidak menunjukkan kami. Sungguh, rasul-rasul Tuhan kami telah datang membawa kebenaran.” Diserukan kepada mereka, “Itulah surga yang telah diwariskan kepadamu karena apa yang selalu kamu kerjakan.” ( QS. Al-A'raf : 43)
Quraish Shihab: Dan Kami telah mencabut apa yang berada dalam dada-dada mereka dari semua kedengkian; (di surga sana, di mana mereka berada di tempat yang tinggi yang) di bawah mereka mengalir sungai-sungai, dan mereka berkata: “Segala puji hanya bagi Allah yang telah menunjuki kami (memberi kami bimbingan dan kemampuan untuk beramal sehingga mengantar kami) ke sini (surga ini), sedangkan kami sekali-kali tidak akan mendapat petunjuk jika seandainya Allah tidak memberi kami petunjuk. Demi (Allah)! Sungguh, telah datang para rasul Tuhan Pemelihara kami dengan haq (benar dan membawa kebenaran).” Dan diserukan kepada mereka: “Itulah surga yang diwariskan kepada kamu, disebabkan apa (amal-amal saleh) yang dahulu kamu kerjakan.”
HAMKA: Dan Kami cabut apa yang ada di dalam dada mereka dari rasa dengki. Mengalir dari bawahnya sungai-sungai, dan mereka berkata, “Sekalian puji untuk Allah yang telah menunjuki kita untuk ini dan tidaklah kita mendapat petunjuk, kalau tidakkah Allah yang menunjuki kita. Sesungguhnya, telah datang utusan-utusan Tuhan kita dengan kebenaran. Dan, mereka diseru, ‘Bahwa itulah dia surga yang telah diwariskan dia untuk kamu, tersebab dari apa yang telah kamu amalkan.’”

وَنَادَىٰ أَصْحَابُ الْجَنَّةِ أَصْحَابَ النَّارِ أَنْ قَدْ وَجَدْنَا مَا وَعَدَنَا رَبُّنَا حَقًّا فَهَلْ وَجَدْتُمْ مَا وَعَدَ رَبُّكُمْ حَقًّا ۖ قَالُوا نَعَمْ ۚ فَأَذَّنَ مُؤَذِّنٌ بَيْنَهُمْ أَنْ لَعْنَةُ اللَّهِ عَلَى الظَّالِمِينَ

Kemenag RI 2019: Para penghuni surga menyeru para penghuni neraka, “Sungguh, kami telah mendapati sesuatu (surga) yang dijanjikan Tuhan kepada kami itu benar. Apakah kamu telah mendapati (pula) sesuatu (azab) yang dijanjikan Tuhan kepadamu itu benar?” Mereka menjawab, “Benar.” Kemudian penyeru (malaikat) mengumumkan di antara mereka, “Laknat Allah bagi orang-orang yang zalim.” ( QS. Al-A'raf : 44)
Quraish Shihab: Dan para penghuni surga menyeru kepada para penghuni neraka: “Sungguh, kami benar-benar telah mendapatkan apa (surga) yang pernah Tuhan Pemelihara kami janjikan kepada kami. Maka, apakah kamu benar-benar telah mendapatkan (pula) apa (azab) yang pernah Tuhan Pemelihara kamu janjikan?” Mereka menjawab: "Betul.” Kemudian, seorang penyeru mengumandangkan di antara mereka itu: “Laknat Allah ditimpakan atas orang-orang zalim.”
HAMKA: Dan berserulah penghuni surga kepada penghuni neraka, bahwa kami telah mendapati apa yang telah dijanjikan oleh Tuhan kami dengan sebenarnya. Maka sudahlah kamu mendapati apa yang telah dijanjikan oleh Tuhan kamu kamu dengan sebenarnya? Mereka menjawab, “Ya.” Maka berserulah seorang penyeru di antara mereka bahwa laknat Allah-lah atas orang-orang yang zalim.

الَّذِينَ يَصُدُّونَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ وَيَبْغُونَهَا عِوَجًا وَهُمْ بِالْآخِرَةِ كَافِرُونَ

Kemenag RI 2019: (Mereka adalah) orang-orang yang menghalang-halangi (orang lain) dari jalan Allah serta menginginkan jalan itu menjadi bengkok dan mereka itu orang-orang yang mengingkari (kehidupan) akhirat. ( QS. Al-A'raf : 45)
Quraish Shihab: (Yaitu) orang-orang yang (terus menerus) menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah dan menginginkannya (jalan itu) menjadi bengkok (berliku-liku dan menyesatkan), dan mereka terhadap akhirat, adalah orang-orang kafir.
HAMKA: (Yaitu) orang-orang yang memalingkan (manusia) daripada jalan Allah dan yang ingin supaya jalan itu bengkok, sedang mereka terhadap hari akhirat tidaklah mau percaya.

وَبَيْنَهُمَا حِجَابٌ ۚ وَعَلَى الْأَعْرَافِ رِجَالٌ يَعْرِفُونَ كُلًّا بِسِيمَاهُمْ ۚ وَنَادَوْا أَصْحَابَ الْجَنَّةِ أَنْ سَلَامٌ عَلَيْكُمْ ۚ لَمْ يَدْخُلُوهَا وَهُمْ يَطْمَعُونَ

Kemenag RI 2019: Di antara keduanya (para penghuni surga dan neraka) ada batas pemisah dan di atas tempat yang tertinggi (al-a‘r?f) ) ada orang-orang yang saling mengenal dengan tandanya masing-masing. Mereka menyeru para penghuni surga, “Sal?mun ‘alaikum (semoga keselamatan tercurah kepadamu).” Mereka belum dapat memasukinya, padahal mereka sangat ingin (memasukinya). ( QS. Al-A'raf : 46)
Quraish Shihab: Dan di antara keduanya (penghuni surga dan neraka) ada batas pemisah; dan di atas A'raf (tempat tertinggi) ada beberapa laki-laki (orang-orang) yang mereka kenal, masing-masing dengan tanda-tanda (khusus) mereka. Dan (mereka yang di atas A'raf) menyeru penduduk surga: “Salamun 'alaikum (salam sejahtera bagi kamu).” Mereka belum (lagi) memasukinya, sedangkan mereka sangat ingin segera (memasukinya).
HAMKA: Dan di antara keduanya ada dinding dan di atas benteng itu ada beberapa laki-laki yang mereka mengenal akan tiap-tiap seseorang dengan tanda masing-masing dan menyerulah mereka kepada penghuni surga itu bahwa selamat sejahteralah atas kamu. Mereka belumlah masuk, padahal mereka amat ingin.

وَإِذَا صُرِفَتْ أَبْصَارُهُمْ تِلْقَاءَ أَصْحَابِ النَّارِ قَالُوا رَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا مَعَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ

Kemenag RI 2019: Apabila pandangan mereka dialihkan ke arah penghuni neraka, mereka berkata, “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau tempatkan kami bersama kaum yang zalim itu.” ( QS. Al-A'raf : 47)
Quraish Shihab: Dan apabila pandangan mereka dialihkan ke arah penghuni neraka, mereka berkata: “Tuhan Pemelihara kami, janganlah Engkau jadikan (tempatkan) kami bersama kaum yang zalim.”
HAMKA: Dan apabila dipalingkan pemandangan mereka ke pihak ahli neraka, mereka berkata, “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami bersama-sama kaum yang zalim.”

وَنَادَىٰ أَصْحَابُ الْأَعْرَافِ رِجَالًا يَعْرِفُونَهُمْ بِسِيمَاهُمْ قَالُوا مَا أَغْنَىٰ عَنْكُمْ جَمْعُكُمْ وَمَا كُنْتُمْ تَسْتَكْبِرُونَ

Kemenag RI 2019: Orang-orang di atas tempat yang tertinggi (al-a‘r?f) menyeru orang-orang yang mereka kenal dengan tanda-tanda (khusus) sambil berkata, “Tidak ada manfaatnya bagimu (harta) yang kamu kumpulkan dan apa yang selalu kamu sombongkan. ( QS. Al-A'raf : 48)
Quraish Shihab: Dan mereka yang di atas A‘raf menyeru beberapa laki-laki (beberapa orang dari penghuni neraka) yang mereka mengenalnya dengan tanda-tanda (khusus) mereka, (dengan) mengatakan: “Tidak berguna untuk kamu apa yang kamu kumpulkan (di dunia berupa kekayaan atau kelompok) dan apa saja yang selalu kamu sombongkan.
HAMKA: Dan menyeru penghuni benteng tinggi itu kepada orang-orang laki-laki yang mereka kenal dari tanda mereka masing-masing, mereka berkata, “Bukankah tidak berfaedah kepada kamu apa yang kamu kumpul-kumpulkan itu dan apa yang telah kamu besar-besarkan?”

أَهَٰؤُلَاءِ الَّذِينَ أَقْسَمْتُمْ لَا يَنَالُهُمُ اللَّهُ بِرَحْمَةٍ ۚ ادْخُلُوا الْجَنَّةَ لَا خَوْفٌ عَلَيْكُمْ وَلَا أَنْتُمْ تَحْزَنُونَ

Kemenag RI 2019: Itukah orang-orang yang kamu telah bersumpah (ketika kamu hidup di dunia), bahwa mereka tidak akan diberi rahmat oleh Allah?” (Allah berfirman,) “Masuklah kamu ke dalam surga! Tidak ada rasa takut padamu dan kamu juga tidak akan bersedih.” ( QS. Al-A'raf : 49)
Quraish Shihab: (Para penghuni surga) itukah orang-orang yang kamu telah bersumpah (ketika kamu hidup di dunia) bahwa mereka tidak akan diberi rahmat oleh Allah?” (Allah swt. berfirman): “Masuklah ke surga, tidak ada rasa takut menimpa kamu dan tidak (pula) kamu bersedih hati.”
HAMKA: Apakah ini orang-orang yang pernah kamu sumpahkan bahwa tidaklah Allah akan mencapaikan rahmat kepada mereka, “Masuklah kamu ke dalam surga! Tidak ada ketakutan atas kamu dan tidaklah kamu akan berduka cita.”

وَنَادَىٰ أَصْحَابُ النَّارِ أَصْحَابَ الْجَنَّةِ أَنْ أَفِيضُوا عَلَيْنَا مِنَ الْمَاءِ أَوْ مِمَّا رَزَقَكُمُ اللَّهُ ۚ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ حَرَّمَهُمَا عَلَى الْكَافِرِينَ

Kemenag RI 2019: Para penghuni neraka menyeru para penghuni surga, “Tuangkanlah (sedikit) air kepada kami atau rezeki apa saja yang telah dikaruniakan Allah kepadamu.” Mereka menjawab, “Sesungguhnya Allah telah mengharamkan keduanya (air dan rezeki) bagi orang-orang kafir.” ( QS. Al-A'raf : 50)
Quraish Shihab: Dan para penghuni neraka menyeru para penghuni surga: “Curahkanlah kepada kami sedikit air atau sedikit dari apa (rezeki) yang telah dikaruniakan Allah kepada kamu.” Mereka menjawab: “Sesungguhnya Allah telah mengharamkan keduanya atas orang-orang kafir.
HAMKA: Dan menyerulah ahli neraka itu kepada ahli surga, “Tuangkanlah kepada kami dari air atau dari apa-apa yang telah dikaruniakan Allah kepada kamu.” Mereka menjawab, “Sesungguhnya Allah telah mengharamkan kedua-duanya itu atas orang-orang kafir.”

الَّذِينَ اتَّخَذُوا دِينَهُمْ لَهْوًا وَلَعِبًا وَغَرَّتْهُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا ۚ فَالْيَوْمَ نَنْسَاهُمْ كَمَا نَسُوا لِقَاءَ يَوْمِهِمْ هَٰذَا وَمَا كَانُوا بِآيَاتِنَا يَجْحَدُونَ

Kemenag RI 2019: (Mereka adalah) orang-orang yang menjadikan agamanya sebagai kelengahan dan permainan serta mereka telah tertipu oleh kehidupan dunia. Maka, pada hari ini (Kiamat), Kami melupakan mereka sebagaimana mereka dahulu melupakan pertemuan hari ini dan karena mereka selalu mengingkari ayat-ayat Kami. ( QS. Al-A'raf : 51)
Quraish Shihab: (Yaitu) orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai permainan dan kelengahan, dan (itu semua karena) kehidupan dunia telah memperdaya mereka.” (Allah swt. berfirman): “Maka, pada hari (Kiamat) ini, Kami melupakan mereka sebagaimana mereka melupakan pertemuan mereka dengan hari ini, dan (sebagaimana) mereka selalu mengingkari ayat-ayat Kami.”
HAMKA: (Yaitu) orang yang telah mengambil agama jadi kesia-siaan dan permainan dan mereka telah diperdayakan oleh kehidupan dunia. Maka pada hari ini, Kami lupakanlah mereka, sebagaimana mereka telah melupakan pertemuan hari mereka ini dan lantaran mereka telah tidak percaya kepada ayat-ayat Kami.

وَلَقَدْ جِئْنَاهُمْ بِكِتَابٍ فَصَّلْنَاهُ عَلَىٰ عِلْمٍ هُدًى وَرَحْمَةً لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ

Kemenag RI 2019: Sungguh, Kami telah mendatangkan kepada mereka Kitab (Al-Qur’an) yang telah Kami jelaskan secara terperinci atas dasar pengetahuan sebagai petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman. ( QS. Al-A'raf : 52)
Quraish Shihab: Dan demi (keagungan dan kekuasaan Kami)! Sungguh, Kami telah mendatangkan kepada mereka sebuah Kitab (al-Qur’an). Kami telah menjelaskannya secara rinci berdasarkan pengetahuan (Kami); ia menjadi petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.
HAMKA: Dan sesungguhnya telah Kami datangkan kepada mereka sebuah kitab, yang telah Kami jelaskan dia dengan dasar pengetahuan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang mau percaya.

هَلْ يَنْظُرُونَ إِلَّا تَأْوِيلَهُ ۚ يَوْمَ يَأْتِي تَأْوِيلُهُ يَقُولُ الَّذِينَ نَسُوهُ مِنْ قَبْلُ قَدْ جَاءَتْ رُسُلُ رَبِّنَا بِالْحَقِّ فَهَلْ لَنَا مِنْ شُفَعَاءَ فَيَشْفَعُوا لَنَا أَوْ نُرَدُّ فَنَعْمَلَ غَيْرَ الَّذِي كُنَّا نَعْمَلُ ۚ قَدْ خَسِرُوا أَنْفُسَهُمْ وَضَلَّ عَنْهُمْ مَا كَانُوا يَفْتَرُونَ

Kemenag RI 2019: Tidakkah mereka menunggu kecuali takwilnya (terwujudnya kebenaran Al-Qur’an). Pada hari bukti kebenaran itu tiba, orang-orang yang sebelum itu mengabaikannya berkata, “Sungguh, rasul-rasul Tuhan kami telah datang membawa kebenaran. Maka adakah pemberi syafaat bagi kami yang akan memberikan pertolongan kepada kami atau agar kami dikembalikan (ke dunia) sehingga kami akan beramal tidak seperti perbuatan yang pernah kami lakukan dahulu?” Sungguh, mereka telah merugikan diri sendiri dan telah hilang lenyap dari mereka apa pun yang dahulu mereka ada-adakan. ( QS. Al-A'raf : 53)
Quraish Shihab: Tidaklah mereka menunggu kecuali takwil-nya. Pada hari datangnya itu, berkatalah orang-orang yang melupakannya sebelum itu: “Sungguh, telah datang para rasul Tuhan Pemelihara kami dengan haq (benar dan membawa kebenaran), maka adakah bagi kami para pemberi syafaat (yang membantu untuk memohonkan pertolongan kepada Allah swt.), sehingga memberi syafaat bagi kami, atau dapatkah kami dikembalikan, sehingga kami dapat beramal yang lain dari yang pernah kami amalkan?” Sungguh, mereka telah merugikan diri sendiri dan telah lenyaplah dari mereka apa (sesembahan-sesembahan) yang dahulu mereka ada-adakan.
HAMKA: Tiadakah ada yang mereka tunggu selain kesudahannya. Pada hari datang kesudahannya itu, berkatalah orang-orang yang telah melupakannya terlebih dahulu itu, “Sesungguhnya telah datang utusan-utusan Tuhan kami dengan kebenaran. Lantaran itu adakah penolong-penolong yang akan datang menolong kami atau kami dikembalikan? Supaya akan kami amalkan, lain dari apa yang telah kami amalkan (dahulu).” Sungguh, mereka telah merugikan diri mereka sendiri dan telah lenyap dari mereka apa-apa yang mereka ada-adakan itu.

إِنَّ رَبَّكُمُ اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَىٰ عَلَى الْعَرْشِ يُغْشِي اللَّيْلَ النَّهَارَ يَطْلُبُهُ حَثِيثًا وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالنُّجُومَ مُسَخَّرَاتٍ بِأَمْرِهِ ۗ أَلَا لَهُ الْخَلْقُ وَالْأَمْرُ ۗ تَبَارَكَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya Tuhanmu adalah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, ) kemudian Dia bersemayam di atas ?Arasy. ) Dia menutupkan malam pada siang yang mengikutinya dengan cepat. (Dia ciptakan) matahari, bulan, dan bintang-bintang tunduk pada perintah-Nya. Ingatlah! Hanya milik-Nyalah segala penciptaan dan urusan. Maha Berlimpah anugerah Allah, Tuhan semesta alam. ( QS. Al-A'raf : 54)
Quraish Shihab: Sesungguhnya Tuhan Pemelihara kamu ialah Allah Yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam hari (enam masa), kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy (berkuasa dan mengatur segala yang diciptakan-Nya sehingga berfungsi sebagaimana yang Dia kehendaki). Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang, (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha banyak berkah Allah, Tuhan Pemelihara seluruh alam.
HAMKA: Sesungguhnya Tuhan kamu adalah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi di dalam enam hari, kemudian bersemayamlah Dia di atas Arsy. Dia tutupkan malam kepada siang, yang mengiringinya dengan cepat, dan matahari, bulan, dan bintang-bintang, semuanya tunduk kepada ketetapan-Nya. Ketahuilah, bagi-Nyalah seluruh penciptaan dan ketentuan. Mahasucilah Allah pemelihara sekalian alam.

ادْعُوا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ

Kemenag RI 2019: Berdoalah kepada Tuhanmu dengan rendah hati dan suara yang lembut. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. ( QS. Al-A'raf : 55)
Quraish Shihab: Berdoalah kepada Tuhan Pemelihara kamu dengan berendah diri dan dengan (suara lembut seperti orang) merahasiakan (sesuatu). Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang orang yang melampaui batas.
HAMKA: Serulah Tuhanmu dengan merendahkan diri dan bersunyi. Sesungguhnya Dia tidaklah suka kepada orang-orang yang melewati batas.

وَلَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَاحِهَا وَادْعُوهُ خَوْفًا وَطَمَعًا ۚ إِنَّ رَحْمَتَ اللَّهِ قَرِيبٌ مِنَ الْمُحْسِنِينَ

Kemenag RI 2019: Janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah diatur dengan baik. Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat dengan orang-orang yang berbuat baik. ( QS. Al-A'raf : 56)
Quraish Shihab: Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi sesudah perbaikannya dan berdoalah kepada-Nya dalam keadaan takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang-orang muhsin.
HAMKA: Dan janganlah kamu merusak di bumi sesudah selesainya dan serulah Dia dengan keadaan takut dan sangat harap. Sesungguhnya, rahmat Allah adalah dekat kepada orang-orang yang berbuat kebajikan.

وَهُوَ الَّذِي يُرْسِلُ الرِّيَاحَ بُشْرًا بَيْنَ يَدَيْ رَحْمَتِهِ ۖ حَتَّىٰ إِذَا أَقَلَّتْ سَحَابًا ثِقَالًا سُقْنَاهُ لِبَلَدٍ مَيِّتٍ فَأَنْزَلْنَا بِهِ الْمَاءَ فَأَخْرَجْنَا بِهِ مِنْ كُلِّ الثَّمَرَاتِ ۚ كَذَٰلِكَ نُخْرِجُ الْمَوْتَىٰ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

Kemenag RI 2019: Dialah yang mendatangkan angin sebagai kabar gembira yang mendahului kedatangan rahmat-Nya (hujan) sehingga apabila (angin itu) telah memikul awan yang berat, Kami halau ia ke suatu negeri yang mati (tandus), lalu Kami turunkan hujan di daerah itu. Kemudian Kami tumbuhkan dengan hujan itu berbagai macam buah-buahan. Seperti itulah Kami membangkitkan orang-orang mati agar kamu selalu ingat. ( QS. Al-A'raf : 57)
Quraish Shihab: Dan Dia-lah yang mengirimkan aneka angin sebagai pembawa kabar gembira sebelum (kedatangan) rahmat-Nya (berupa hujan); sehingga apabila (aneka angin itu) telah memikul awan yang berat, Kami halau ia ke suatu negeri yang mati (tandus), lalu Kami turunkan hujan di sana, maka Kami keluarkan dengannya berbagai macam buah-buahan. Seperti itulah Kami membangkitkan orang-orang yang telah mati, supaya kamu selalu ingat (mengambil pelajaran darinya).
HAMKA: Dan Dialah yang mengirim berbagai angin sebagai pembawa berita gembira di hadapan rahmat-Nya sehingga apabila dia telah membawa mega yang berat, Kami tariklah dia ke negeri yang mati dan Kami turunkanlah dengan dia air. Maka, Kami keluarkanlah dengan (air) itu tiap-tiap tumbuh-tumbuhan. Demikian pulalah akan Kami hidupkan orang yang telah mati supaya kamu mau ingat.

وَالْبَلَدُ الطَّيِّبُ يَخْرُجُ نَبَاتُهُ بِإِذْنِ رَبِّهِ ۖ وَالَّذِي خَبُثَ لَا يَخْرُجُ إِلَّا نَكِدًا ۚ كَذَٰلِكَ نُصَرِّفُ الْآيَاتِ لِقَوْمٍ يَشْكُرُونَ

Kemenag RI 2019: Tanah yang baik, tanaman-tanamannya tumbuh subur seizin Tuhannya. Adapun tanah yang tidak subur, tanaman-tanamannya hanya tumbuh merana. Demikianlah Kami jelaskan berulang kali tanda-tanda kebesaran (Kami) bagi orang-orang yang bersyukur. ( QS. Al-A'raf : 58)
Quraish Shihab: Dan tanah yang baik, tanaman-tanamannya tumbuh subur dengan izin Tuhan Pemeliharanya; dan (tanah) yang buruk, tanaman-tanamannya hanya tumbuh merana. Demikianlah Kami berkali-kali menjelaskan ayat-ayat (tanda-tanda kebesaran dan kekuasaan Kami) bagi orang-orang yang bersyukur.
HAMKA: Dan negeri yang baik akan keluarlah tumbuh-tumbuhannya dengan izin Tuhannya dan yang buruk tidaklah akan keluar melainkan dengan susah-payah. Demikianlah Kami menjelaskan ayat-ayat bagi kaum yang mau berterima kasih.

لَقَدْ أَرْسَلْنَا نُوحًا إِلَىٰ قَوْمِهِ فَقَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَٰهٍ غَيْرُهُ إِنِّي أَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيمٍ

Kemenag RI 2019: Sungguh, Kami telah mengutus Nuh (sebagai rasul) kepada kaumnya, lalu ia berkata, “Wahai kaumku, sembahlah Allah (karena) tidak ada tuhan bagi kamu selain Dia.” Sesungguhnya (kalau kamu tidak menyembah Allah) aku takut kamu akan ditimpa azab hari yang besar (hari Kiamat). ( QS. Al-A'raf : 59)
Quraish Shihab: Demi (keagungan dan kekuasaan Kami)! Sungguh, Kami telah mengutus Nuh (sebagai nabi dan rasul) kepada kaumnya, lalu dia berkata: “Hai kaumku! Sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan (Yang Kuasa dan berhak disembah) bagi kamu melainkan Dia. Sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa azab hari yang sangat besar (Hari Kiamat).”
HAMKA: Sesungguhnya telah Kami utus Nuh kepada kaumnya maka dia pun berkata, “Wahai kaumnya sembahlah olehmu akan Allah! Tidak ada bagi kamu barang mana pun Tuhan selain Dia. Sesungguhnya aku takut akan datang atas kamu azab hari yang besar.”

قَالَ الْمَلَأُ مِنْ قَوْمِهِ إِنَّا لَنَرَاكَ فِي ضَلَالٍ مُبِينٍ

Kemenag RI 2019: Pemuka-pemuka dari kaumnya berkata, “Sesungguhnya kami benar-benar melihatmu (berada) dalam kesesatan yang nyata.” ( QS. Al-A'raf : 60)
Quraish Shihab: Para pemuka dari kaumnya berkata: “Sesungguhnya kami benar-benar melihatmu berada dalam kesesatan yang nyata.”
HAMKA: Berkatalah pemuka-pemuka dari kaumnya itu, “Sesungguhnya kami pandang engkau ini adalah di dalam kesesatan yang nyata.”

قَالَ يَا قَوْمِ لَيْسَ بِي ضَلَالَةٌ وَلَٰكِنِّي رَسُولٌ مِنْ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Kemenag RI 2019: Dia (Nuh) menjawab, “Hai kaumku, tidak ada padaku kesesatan sedikit pun, tetapi aku adalah rasul dari Tuhan semesta alam. ( QS. Al-A'raf : 61)
Quraish Shihab: Dia (Nabi Nuh as.) berkata: “Hai kaumku! Tidak ada padaku kesesatan sedikit pun, tetapi sesungguhnya aku adalah rasul Tuhan Pemelihara seluruh alam.
HAMKA: Berkata dia, “Wahai kaumku, tidaklah padaku ini kesesatan. Akan tetapi, aku ini adalah Rasul daripada Tuhan sarwa sekalian alam.

أُبَلِّغُكُمْ رِسَالَاتِ رَبِّي وَأَنْصَحُ لَكُمْ وَأَعْلَمُ مِنَ اللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ

Kemenag RI 2019: Aku sampaikan kepadamu risalah (amanat) Tuhanku dan aku memberi nasihat kepadamu. Aku mengetahui dari Allah apa yang tidak kamu ketahui. ( QS. Al-A'raf : 62)
Quraish Shihab: Aku sampaikan kepada kamu risalah-risalah (pesan dan amanah) Tuhan Pemeliharaku dan aku memberi nasihat kepada kamu, dan aku mengetahui dari Allah apa yang tidak kamu ketahui.
HAMKA: Akan aku sampaikan kepada kamu risalah dari Tuhanku dan aku akan memberi nasihat kepada kamu dan aku mengetahui dari karunia Allah, hal-ihwal yang tidak kamu ketahui.

أَوَعَجِبْتُمْ أَنْ جَاءَكُمْ ذِكْرٌ مِنْ رَبِّكُمْ عَلَىٰ رَجُلٍ مِنْكُمْ لِيُنْذِرَكُمْ وَلِتَتَّقُوا وَلَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

Kemenag RI 2019: Apakah kamu (tidak percaya dan) heran bahwa telah datang kepada kamu peringatan dari Tuhanmu kepada seorang laki-laki dari golonganmu agar dia memberi peringatan kepadamu, agar kamu bertakwa, dan agar kamu mendapat rahmat?” ( QS. Al-A'raf : 63)
Quraish Shihab: Apakah kamu (tidak percaya dan) heran bahwa telah datang kepada kamu tuntunan dari Tuhan Pemelihara kamu atas seorang laki-laki dari (kalangan) kamu, supaya dia memberi peringatan kepada kamu dan (dengan harapan) kamu bertakwa dan supaya kamu mendapat rahmat?
HAMKA: Apakah kamu tercengang bahwa datang kepada kamu suatu peringatan dari Tuhan kamu dengan perantaraan seorang laki-laki dari antara kamu untuk mengancam kamu supaya kamu bertakwa dan supaya kamu diberi rahmat?”

فَكَذَّبُوهُ فَأَنْجَيْنَاهُ وَالَّذِينَ مَعَهُ فِي الْفُلْكِ وَأَغْرَقْنَا الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا ۚ إِنَّهُمْ كَانُوا قَوْمًا عَمِينَ

Kemenag RI 2019: (Karena) mereka mendustakannya (Nuh), Kami selamatkan dia dan orang-orang yang bersamanya di dalam bahtera serta Kami tenggelamkan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang buta (mata hatinya). ( QS. Al-A'raf : 64)
Quraish Shihab: Maka, mereka mendustakannya (Nabi Nuh as.), lalu Kami menyelamat kan dia dan orang-orang yang bersamanya dalam bahtera, dan Kami menenggelamkan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang buta (mata hatinya).
HAMKA: Tetapi mereka dustakan dia. Maka, Kami selamatkanlah dia dan orang-orang yang besertanya dalam sebuah bahtera. Kami tenggelamkan orang-orang yang telah mendustakan ayat-ayat Kami itu. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang buta.

وَإِلَىٰ عَادٍ أَخَاهُمْ هُودًا ۗ قَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَٰهٍ غَيْرُهُ ۚ أَفَلَا تَتَّقُونَ

Kemenag RI 2019: (Kami telah mengutus) kepada (kaum) ‘Ad saudara mereka, Hud. Dia berkata, “Wahai kaumku, sembahlah Allah, tidak ada tuhan bagimu selain Dia. Tidakkah kamu bertakwa?” ( QS. Al-A'raf : 65)
Quraish Shihab: Dan kepada (kaum) Ad (Kami telah mengutus) saudara mereka, Hud. Dia berkata: “Hai kaumku! Sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagi kamu satu Tuhan pun (Yang Kuasa dan berhak disembah) melainkan Dia. Maka, tidakkah kamu bertakwa?”
HAMKA: Dan kepada ‘Ad, saudara mereka Hud. Dia berkata, “Wahai kaumku, sembahlah olehmu akan Allah! Tidak ada bagi kamu barang mana pun Tuhan selain Dia. Apakah kamu tidak mau bertakwa?”

قَالَ الْمَلَأُ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ قَوْمِهِ إِنَّا لَنَرَاكَ فِي سَفَاهَةٍ وَإِنَّا لَنَظُنُّكَ مِنَ الْكَاذِبِينَ

Kemenag RI 2019: Para pemuka yang kufur di antara kaumnya berkata, “Sesungguhnya kami benar-benar melihat kamu dalam keadaan kurang akal dan sesungguhnya kami menduga bahwa kamu termasuk para pembohong.” ( QS. Al-A'raf : 66)
Quraish Shihab: Para pemuka orang-orang yang kafir di antara kaumnya berkata: “Sesungguhnya kami benar-benar melihatmu dalam kepicikan dan sesungguhnya kami benar-benar menyangkamu termasuk para pembohong."
HAMKA: Berkata pemuka-pemuka yang kufur dari kaumnya itu, “Sesungguhnya kami lihat engkau dalam keadaan pandir dan sesungguhnya berat sangka kami bahwa engkau ini adalah dari orang-orang yang mendusta.”

قَالَ يَا قَوْمِ لَيْسَ بِي سَفَاهَةٌ وَلَٰكِنِّي رَسُولٌ مِنْ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Kemenag RI 2019: Dia (Hud) berkata, “Wahai kaumku, tidak ada padaku kekurangan akal sedikit pun, tetapi aku ini adalah rasul dari Tuhan semesta alam. ( QS. Al-A'raf : 67)
Quraish Shihab: Dia (Nabi Hud as.) berkata: “Hai kaumku! Tidak ada padaku sedikit kepicikan pun, tetapi, aku adalah rasul dari Tuhan Pemelihara seluruh alam.
HAMKA: Dia berkata, “Wahai kaumku, bukanlah padaku ada kepandiran, akan tetapi aku ini adalah utusan dari Tuhan sarwa sekalian alam.

أُبَلِّغُكُمْ رِسَالَاتِ رَبِّي وَأَنَا لَكُمْ نَاصِحٌ أَمِينٌ

Kemenag RI 2019: Aku sampaikan kepadamu risalah-risalah (amanat) Tuhanku dan aku terhadap kamu adalah penasihat yang tepercaya. ( QS. Al-A'raf : 68)
Quraish Shihab: Aku sampaikan kepada kamu risalah-risalah (pesan dan amanah) Tuhan Pemeliharaku, dan aku terhadap kamu adalah penasihat yang jujur.”
HAMKA: Akan aku sampaikan kepada kamu risalah dari Tuhanku dan aku ini bagi kamu adalah pembawa nasihat yang dipercaya.”

أَوَعَجِبْتُمْ أَنْ جَاءَكُمْ ذِكْرٌ مِنْ رَبِّكُمْ عَلَىٰ رَجُلٍ مِنْكُمْ لِيُنْذِرَكُمْ ۚ وَاذْكُرُوا إِذْ جَعَلَكُمْ خُلَفَاءَ مِنْ بَعْدِ قَوْمِ نُوحٍ وَزَادَكُمْ فِي الْخَلْقِ بَسْطَةً ۖ فَاذْكُرُوا آلَاءَ اللَّهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Kemenag RI 2019: Apakah kamu (tidak percaya dan) heran bahwa telah datang kepadamu tuntunan dari Tuhanmu atas seorang laki-laki dari golonganmu supaya dia memberi peringatan kepadamu? Ingatlah, ketika Dia (Allah) menjadikan kamu pengganti-pengganti (yang berkuasa) sesudah kaum Nuh, dan melebihkan kamu dalam penciptaan (berupa) tubuh yang tinggi, besar, dan kuat. Maka, ingatlah nikmat-nikmat Allah supaya kamu mendapat keberuntungan.” ( QS. Al-A'raf : 69)
Quraish Shihab: Apakah kamu (tidak percaya dan) heran bahwa telah datang kepada kamu tuntunan dari Tuhan Pemelihara kamu atas seorang laki-laki dari (kalangan) kamu, supaya dia memberi peringatan kepada kamu? Dan ingatlah, ketika Dia menjadikan kamu para khalifah (yang berkuasa) setelah kaum Nuh dan melebihkan untuk kamu dalam pencipraan (berupa) ketegaran (jasmani dan pikiran). Maka, ingatlah nikmat- nikmat Allah supaya kamu mendapat keberuntungan.
HAMKA: Apakah tercengang kamu bahwa datang kepada kamu peringatan dari Tuhan kamu dengan perantaraan seorang laki-laki dari kalanganmu sendiri untuk menyampaikan ancaman kepada kamu? Dan, ingatlah olehmu, tatkala Dia telah menjadikan kamu khalifah-khalifah sesudah kaum Nuh dan Dia lebihkan kamu pada kejadian. Maka, ingatlah olehmu akan nikmat-nikmat Allah itu supaya kamu berbahagia.

قَالُوا أَجِئْتَنَا لِنَعْبُدَ اللَّهَ وَحْدَهُ وَنَذَرَ مَا كَانَ يَعْبُدُ آبَاؤُنَا ۖ فَأْتِنَا بِمَا تَعِدُنَا إِنْ كُنْتَ مِنَ الصَّادِقِينَ

Kemenag RI 2019: Mereka berkata, “Apakah engkau (wahai Hud) datang kepada kami agar kami menyembah Allah semata dan meninggalkan apa yang biasa disembah oleh bapak-bapak kami? Maka, datangkanlah kepada kami apa yang kamu janjikan kepada kami jika kamu termasuk orang-orang yang benar.” ( QS. Al-A'raf : 70)
Quraish Shihab: Mereka berkata: ‘Apakah engkau (Nabi Hud as.) datang kepada kami supaya kami menyembah Allah satu- satu-Nya dan kami tinggalkan apa yang selalu disembah oleh nenek moyang kami? Maka, datangkanlah apa (siksa) yang engkau janjikan kepada kami, jika engkau termasuk orang orang yang benar.”
HAMKA: Mereka bertanya, “Apakah engkau datang kepada kami supaya kami menyembah Allah sendirinya saja? Dan supaya kami tinggalkan apa-apa yang disembah oleh bapak-bapak kami? Kalau begitu, datangkanlah kepada kami apa yang telah engkau janjikan itu, jika engkau dari golongan orang-orang yang benar.”

قَالَ قَدْ وَقَعَ عَلَيْكُمْ مِنْ رَبِّكُمْ رِجْسٌ وَغَضَبٌ ۖ أَتُجَادِلُونَنِي فِي أَسْمَاءٍ سَمَّيْتُمُوهَا أَنْتُمْ وَآبَاؤُكُمْ مَا نَزَّلَ اللَّهُ بِهَا مِنْ سُلْطَانٍ ۚ فَانْتَظِرُوا إِنِّي مَعَكُمْ مِنَ الْمُنْتَظِرِينَ

Kemenag RI 2019: Dia (Hud) berkata, “Sungguh, sudah pasti kamu akan ditimpa azab dan kemarahan dari Tuhanmu. Apakah kamu sekalian hendak berbantah dengan Aku tentang nama-nama (berhala) yang kamu beserta nenek moyangmu menamakannya, padahal Allah tidak menurunkan sedikit pun hujah (alasan pembenaran) untuk itu? Maka, tunggulah (azab dan kemarahan itu)! Sesungguhnya aku bersamamu termasuk orang-orang yang menunggu.” ( QS. Al-A'raf : 71)
Quraish Shihab: Dia (Nabi Hud as.) berkata: “Sungguh, telah jatuh atas kamu dari Tuhan Pemelihara kamu siksa dan murka. Apakah kamu membantah aku tentang nama-nama (berhala) yang kamu menamainya dan (demikian juga) nenek moyang kamu, padahal Allah tidak menurunkan tentangnya sedikit pun hujjah (alasan pembenaran); maka tunggulah (siksa dan murka Allah swt.)! Sesungguhnya aku bersama kamu termasuk orang- orang yang menunggu.”
HAMKA: Dia berkata, “Sesungguhnya telah tertimpa ke atas kamu penyiksaan dan kemurkaan dari Tuhan kamu. Apakah kamu akan membantah tentang nama-nama yang kamu namakan itu? Kamu dan bapak-bapak kamu? Tidaklah ada Allah menurunkan tentang itu dari satu keterangan pun. Maka, tunggulah olehmu, sesungguhnya aku pun bersama kamu daripada orang-orang yang menunggu pula.”

فَأَنْجَيْنَاهُ وَالَّذِينَ مَعَهُ بِرَحْمَةٍ مِنَّا وَقَطَعْنَا دَابِرَ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا ۖ وَمَا كَانُوا مُؤْمِنِينَ

Kemenag RI 2019: Maka, Kami selamatkan dia (Hud) dan orang-orang yang bersamanya karena rahmat yang besar dari Kami, dan Kami binasakan sampai akar-akarnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka bukanlah orang-orang mukmin. ( QS. Al-A'raf : 72)
Quraish Shihab: Maka, Kami menyelamatkannya (Nabi Hud as.) dan orang-orang yang bersamanya dengan rahmat dari Kami, dan Kami binasakan sampai ke akar-akarnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka tidak pernah merupakan orang-orang mukmin.
HAMKA: Maka, Kami selamatkanlah dia dan orang-orang yang beserta dia, dengan rahmat daripada Kami. Dan Kami putuskanlah akar dari orang-orang yang telah mendustakan ayat-ayat Kami itu karena bukanlah mereka daripada orang-orang yang beriman.

وَإِلَىٰ ثَمُودَ أَخَاهُمْ صَالِحًا ۗ قَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَٰهٍ غَيْرُهُ ۖ قَدْ جَاءَتْكُمْ بَيِّنَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ ۖ هَٰذِهِ نَاقَةُ اللَّهِ لَكُمْ آيَةً ۖ فَذَرُوهَا تَأْكُلْ فِي أَرْضِ اللَّهِ ۖ وَلَا تَمَسُّوهَا بِسُوءٍ فَيَأْخُذَكُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

Kemenag RI 2019: (Kami telah mengutus) kepada (kaum) Samud saudara mereka, Saleh. Dia berkata, “Wahai kaumku, sembahlah Allah, tidak ada bagi kamu tuhan selain Dia. Sungguh, telah datang kepada kamu bukti yang nyata dari Tuhanmu. Ini adalah unta betina Allah untuk kamu sebagai mukjizat. Maka, biarkanlah ia makan di bumi Allah dan janganlah kamu mengganggunya dengan keburukan apa pun sehingga kamu ditimpa siksa yang sangat pedih.” ( QS. Al-A'raf : 73)
Quraish Shihab: Dan kepada (kaum) Tsamud (Kami utus) saudara mereka, Shaleh. Dia berkata: “Hai kaumku! Sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagi kamu satu Tuhan pun (Yang Kuasa dan berhak disembah) melainkan Dia. Sungguh, telah datang kepada kamu bukti yang nyata dari Tuhan Pemelihara kamu; ini adalah unta betina dari Allah sebagai tanda (mukjizat) bagi kamu, oleh sebab itu, biarkanlah ia makan di bumi Allah, dan jangan kamu menyentuhnya dengan keburukan sehingga menyebabkan kamu ditimpa siksa yang sangat pedih.”
HAMKA: Dan kepada Tsamud, saudara mereka, Shalih. Dia berkata, “Wahai kaumku, sembahlah olehmu Allah! Tidak ada bagi kamu sembarang Tuhan pun selain Dia. Telah datang kepada kamu suatu keterangan daripada Tuhan kamu. Inilah dia unta Allah untuk kamu sebagai satu tanda, maka biarkanlah dia makan dari bumi Allah dan janganlah kamu ganggu dia dengan suatu kejahatan pun. Karena akan menimpa kepada kamu azab yang pedih.”

وَاذْكُرُوا إِذْ جَعَلَكُمْ خُلَفَاءَ مِنْ بَعْدِ عَادٍ وَبَوَّأَكُمْ فِي الْأَرْضِ تَتَّخِذُونَ مِنْ سُهُولِهَا قُصُورًا وَتَنْحِتُونَ الْجِبَالَ بُيُوتًا ۖ فَاذْكُرُوا آلَاءَ اللَّهِ وَلَا تَعْثَوْا فِي الْأَرْضِ مُفْسِدِينَ

Kemenag RI 2019: Ingatlah ketika (Allah) menjadikan kamu pengganti-pengganti (yang berkuasa) sesudah ‘Ad dan memberikan tempat bagimu di bumi. Kamu membuat pada dataran rendahnya bangunan-bangunan besar dan kamu pahat gunung-gunungnya menjadi rumah. Maka, ingatlah nikmat-nikmat Allah dan janganlah kamu melakukan kejahatan di bumi dengan berbuat kerusakan. ( QS. Al-A'raf : 74)
Quraish Shihab: Dan ingatlah ketika (Allah swt.) menjadikan kamu pata khalifah (yang berkuasa) setelah (kaum) ‘Ad, dan Dia menempatkan kamu di bumi; kamu membuat pada dataran-dataran rendahnya bangunan-bangunan besar, dan kamu pahat gunung-gunungnya menjadi rumah-rumah; maka ingatlah nikmat-nikmat Allah dan janganlah kamu melakukan kejahatan di bumi sebagai orang-orang yang berbuat kerusakan.
HAMKA: Dan ingatlah oleh kamu ketika Dia telah menjadikan kamu khalifah-khalifah dari sesudah ‘Ad, dan Dia beri kekukuhan kamu di bumi, kamu jadikan dari tanahnya yang rata mahligai-mahligai dan kamu pahat gunung-gunung untuk rumah-rumah. Maka, ingatlah olehmu nikmat-nikmat Allah itu dan janganlah kamu bersemarahaja-lela di bumi membuat kebinasaan.”

قَالَ الْمَلَأُ الَّذِينَ اسْتَكْبَرُوا مِنْ قَوْمِهِ لِلَّذِينَ اسْتُضْعِفُوا لِمَنْ آمَنَ مِنْهُمْ أَتَعْلَمُونَ أَنَّ صَالِحًا مُرْسَلٌ مِنْ رَبِّهِ ۚ قَالُوا إِنَّا بِمَا أُرْسِلَ بِهِ مُؤْمِنُونَ

Kemenag RI 2019: Pemuka-pemuka yang menyombongkan diri di antara kaumnya berkata kepada orang-orang yang dianggap lemah yang telah beriman di antara mereka, “Tahukah kamu bahwa Saleh diutus (menjadi rasul) oleh Tuhannya?” Mereka menjawab, “Sesungguhnya kami beriman kepada apa (wahyu) yang dibawanya.” ( QS. Al-A'raf : 75)
Quraish Shihab: Para pemuka dari kaumnya yang sangat sombong berkata kepada orang- orang yang dianggap lemah, yakni yang beriman di antara mereka: 'Apakah kamu mengetahui (percaya) bahwa Shaleh diutus oleh Tuhan Pemeliharanya?” Mereka menjawab: “Sesungguhnya kami beriman kepada apa (wahyu yang Nabi Shaleh as.) diutus untuk (menyampai kan) nya.”
HAMKA: Berkata pemuka-pemuka dari orang-orang yang menyombong di dalam kaumnya itu kepada orang-orang yang lemah, bagi yang beriman di antara mereka, “Apakah kamu mengetahui bahwa Shalih itu diutus dari Tuhannya?” Mereka menjawab, “Kami ini percaya kepada apa yang disuruh dia menyampaikan itu.”

قَالَ الَّذِينَ اسْتَكْبَرُوا إِنَّا بِالَّذِي آمَنْتُمْ بِهِ كَافِرُونَ

Kemenag RI 2019: Orang-orang yang menyombongkan diri berkata, “Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang mengingkari apa yang kamu imani.” ( QS. Al-A'raf : 76)
Quraish Shihab: Orang-orang yang sombong berkata: “Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang tidak percaya kepada apa yang kamu imani itu.”
HAMKA: Berkata orang-orang yang membesarkan diri itu, “Sesungguhnya kami dengan apa yang kamu percayai itu adalah menolak.”

فَعَقَرُوا النَّاقَةَ وَعَتَوْا عَنْ أَمْرِ رَبِّهِمْ وَقَالُوا يَا صَالِحُ ائْتِنَا بِمَا تَعِدُنَا إِنْ كُنْتَ مِنَ الْمُرْسَلِينَ

Kemenag RI 2019: Lalu, mereka memotong unta betina itu dan mereka melampaui batas terhadap perintah Tuhan mereka, dan mereka berkata, “Wahai Saleh, datangkanlah kepada kami apa (ancaman siksa) yang engkau janjikan kepada kami jika engkau termasuk orang-orang yang diutus (Allah).” ( QS. Al-A'raf : 77)
Quraish Shihab: Kemudian, mereka menyembelih unta betina (itu) dan mereka melampaui batas terhadap perintah Tuhan Pemelihara mereka dan berkata: “Wahai Shaleh! Datangkanlah kepada kami apa (siksa) yang engkau janjikan kepada kami, jika engkau termasuk para rasul (yang diutus Allah swt.).”
HAMKA: Maka mereka sembelihlah unta itu. Maka mendurhakalah mereka dari perintah Tuhan mereka, seraya mereka berkata, “Hai Shalih, datangkanlah kepada kami apa yang telah engkau janjikan kepada kami itu, jika benar engkau dari orang yang diutus.”

فَأَخَذَتْهُمُ الرَّجْفَةُ فَأَصْبَحُوا فِي دَارِهِمْ جَاثِمِينَ

Kemenag RI 2019: Maka, gempa (dahsyat) menimpa mereka sehingga mereka menjadi (mayat-mayat yang) bergelimpangan di dalam (reruntuhan) tempat tinggal mereka. ( QS. Al-A'raf : 78)
Quraish Shihab: (Karena kesombongan dan perbuatan yang melampaui batas itu), mereka ditimpa gempa (yang dahsyat), maka jadilah mereka (mayat-mayat yang) bergelimpangan di tempat tinggal mereka.
HAMKA: Maka menimpalah kepada mereka gempa. Lalu jadilah mereka di dalam rumah mereka menjadi kaku.

فَتَوَلَّىٰ عَنْهُمْ وَقَالَ يَا قَوْمِ لَقَدْ أَبْلَغْتُكُمْ رِسَالَةَ رَبِّي وَنَصَحْتُ لَكُمْ وَلَٰكِنْ لَا تُحِبُّونَ النَّاصِحِينَ

Kemenag RI 2019: Maka, dia (Saleh) meninggalkan mereka seraya berkata, “Wahai kaumku, sungguh aku telah menyampaikan kepadamu risalah (amanat) Tuhanku dan aku telah menasihatimu, tetapi kamu tidak menyukai para pemberi nasihat.” ( QS. Al-A'raf : 79)
Quraish Shihab: Maka, dia (Nabi Shaleh as.) meninggalkan mereka (seraya) berkata: “Hai kaumku! Demi (Allah)! Sungguh, aku telah menyampaikan kepada kamu risalah (pesan dan amanah) Tuhan pemeliharaku dan aku telah menasihati kamu, tetapi kamu tidak menyukai para pemberi nasihat.
HAMKA: Maka berpalinglah dia daripada mereka dan dia berkata, “Wahai kaumku, sesungguhnya telah aku sampaikan kepada kamu risalah dari Tuhanku dan aku telah bernasihat kepada kamu, tetapi kamu tidak suka kepada orang-orang yang bernasihat.”

وَلُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ أَتَأْتُونَ الْفَاحِشَةَ مَا سَبَقَكُمْ بِهَا مِنْ أَحَدٍ مِنَ الْعَالَمِينَ

Kemenag RI 2019: (Kami juga telah mengutus) Lut (kepada kaumnya). (Ingatlah) ketika dia berkata kepada kaumnya, “Apakah kamu mengerjakan perbuatan keji yang belum pernah dikerjakan oleh seorang pun sebelum kamu di dunia ini? ( QS. Al-A'raf : 80)
Quraish Shihab: Dan (Kami juga telah mengutus) Luth.lsl (Ingatlah), ketika dia berkata kepada kaumnya: “Apakah kamu mengerjakan fdhisyah (perbuatan yang sangat buruk, yaitu homoseksual)ls3 yang tidak satu pun (makhluk hidup) mendahului kamu (mengerjakannya) di seluruh alam?
HAMKA: Dan Luth, tatkala dia berkata kepada kaumnya, “Apakah kamu berbuat suatu kekejian yang belum pernah dikerjakan oleh seseorang pun dan isi alam ini?”

إِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الرِّجَالَ شَهْوَةً مِنْ دُونِ النِّسَاءِ ۚ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ مُسْرِفُونَ

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya kamu benar-benar mendatangi laki-laki untuk melampiaskan syahwat, bukan kepada perempuan, bahkan kamu adalah kaum yang melampaui batas.” ( QS. Al-A'raf : 81)
Quraish Shihab: Sesungguhnya kamu benar-benar telah mendatangi laki-laki untuk (melampiaskan) syahwat, bukan (mendatangi) wanita, bahkan kamu adalah kaum pelampau batas.”
HAMKA: Sesungguhnya kamu mendatangi laki-laki dengan syahwat, bukan kepada perempuan, bahkan kamu ini adalah suatu kaum yang telah melampau.

وَمَا كَانَ جَوَابَ قَوْمِهِ إِلَّا أَنْ قَالُوا أَخْرِجُوهُمْ مِنْ قَرْيَتِكُمْ ۖ إِنَّهُمْ أُنَاسٌ يَتَطَهَّرُونَ

Kemenag RI 2019: Tidak ada jawaban kaumnya selain berkata, “Usirlah mereka (Lut dan pengikutnya) dari negerimu ini. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang menganggap dirinya suci.” ( QS. Al-A'raf : 82)
Quraish Shihab: Tidak ada jawaban kaumnya selain mengatakan: “Usirlah mereka (Nabi Luth as.) dari kota kamu, sesungguhnya mereka adalah orang-orang (lemah) yang (terus-menerus) sangat menyucikan diri.”
HAMKA: Dan, tiadalah ada jawab kaumnya melainkan bahwa mereka berkata, “Keluarkanlah mereka itu dari desa-desa kamu. Sesungguhnya mereka itu adalah orang-orang yang ingin suci.”

فَأَنْجَيْنَاهُ وَأَهْلَهُ إِلَّا امْرَأَتَهُ كَانَتْ مِنَ الْغَابِرِينَ

Kemenag RI 2019: Maka, Kami selamatkan dia dan pengikutnya, kecuali istrinya. Dia (istrinya) termasuk (orang-orang kafir) yang tertinggal. ( QS. Al-A'raf : 83)
Quraish Shihab: Maka Kami selamatkan dia (Nabi Luth as.) dan keluarganya kecuali istrinya; dia termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan).
HAMKA: Maka Kami selamatkanlah dia dan ahlinya kecuali istrinya, adalah dia ini termasuk orang-orang yang tertinggal.

وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهِمْ مَطَرًا ۖ فَانْظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُجْرِمِينَ

Kemenag RI 2019: Kami hujani mereka dengan hujan (batu). Perhatikanlah, bagaimana kesudahan para pendurhaka. ( QS. Al-A'raf : 84)
Quraish Shihab: Dan Kami hujani atas mereka hujan (batu), maka perhatikanlah bagaimana kesudahan para pendurhaka.
HAMKA: Dan Kami hujankanlah atas mereka semacam hujan. Maka lihatlah betapa jadinya akibat orang-orang yang berdosa besar.

وَإِلَىٰ مَدْيَنَ أَخَاهُمْ شُعَيْبًا ۗ قَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَٰهٍ غَيْرُهُ ۖ قَدْ جَاءَتْكُمْ بَيِّنَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ ۖ فَأَوْفُوا الْكَيْلَ وَالْمِيزَانَ وَلَا تَبْخَسُوا النَّاسَ أَشْيَاءَهُمْ وَلَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَاحِهَا ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

Kemenag RI 2019: Kepada penduduk Madyan, Kami (utus) saudara mereka, Syu?aib. Dia berkata, “Wahai kaumku, sembahlah Allah. Tidak ada bagimu tuhan (yang disembah) selain Dia. Sungguh, telah datang kepadamu bukti yang nyata dari Tuhanmu. Maka, sempurnakanlah takaran dan timbangan, dan janganlah merugikan (hak-hak) orang lain sedikit pun. Jangan (pula) berbuat kerusakan di bumi setelah perbaikannya. ) Itulah lebih baik bagimu, jika kamu beriman.” ( QS. Al-A'raf : 85)
Quraish Shihab: Dan (Kami telah mengutus) kepada (kaum) Madyan” saudara mereka, Syuaib. Dia berkata: “Hai kaumku! Sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagi kamu satu Tuhan pun (Yang Kuasa dan berhak disembah) melainkan Dia. Sungguh, telah datang kepada kamu bukti yang nyata dari Tuhan Pemelihara kamu; maka sempurnakanlah takaran dan timbangan dan janganlah kamu merugikan manusia menyangkut (takaran dan barang-barang timbangan yang akan kamu berikan kepada) mereka dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi sesudah perbaikannya. Yang demikian itu lebih baik bagi kamu, jika kamu orang-orang mukmin.
HAMKA: Dan kepada Madyan saudara mereka, Syu’aib. Dia berkata, “Wahai kaumku, sembahlah olehmu akan Allah, tidak ada bagi kamu sembarang Tuhan pun selain Dia. Sesungguhnya, telah datang kepada kamu satu keterangan daripada Tuhan kamu. Sebab itu, cukuplah sukatan dan timbangan dan janganlah kamu rugikan atas manusia hak milik mereka, dan janganlah kamu berbuat kusut di bumi sesudah selesainya. Begitulah yang baik bagi kamu jika kamu mau percaya.”

وَلَا تَقْعُدُوا بِكُلِّ صِرَاطٍ تُوعِدُونَ وَتَصُدُّونَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِهِ وَتَبْغُونَهَا عِوَجًا ۚ وَاذْكُرُوا إِذْ كُنْتُمْ قَلِيلًا فَكَثَّرَكُمْ ۖ وَانْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُفْسِدِينَ

Kemenag RI 2019: Janganlah kamu duduk di setiap jalan dengan menakut-nakuti dan menghalang-halangi orang-orang yang beriman dari jalan Allah, serta ingin membelokkannya. Ingatlah ketika kamu dahulunya sedikit, lalu Allah memperbanyak jumlah kamu. Perhatikanlah, bagaimana kesudahan orang-orang yang berbuat kerusakan. ( QS. Al-A'raf : 86)
Quraish Shihab: Dan janganlah kamu duduk di setiap jalan (menuju kebaikan dunia dan akhirat, dengan maksud) menakut-nakuti dan menghalang-halangi (siapa) yang beriman dari jalan Allah dan menginginkannya supaya (jalan Allah swt. itu) menyimpang. Dan ingatlah, ketika dahulu kamu berjumlah) sedikit, lalu Dia memperbanyak kamu, dan perhatikanlah bagaimana kesudahan para perusak.
HAMKA: Dan janganlah kamu duduk di tiap-tiap jalan menakut-nakuti dan memalingkan dari jalan Allah terhadap orang-orang yang beriman kepada-Nya, dan kamu ingin menjadikannya bengkok. Dan, ingatlah olehmu ketika kamu masih sedikit, Dia telah membanyakkan kamu. Dan, perhatikanlah olehmu betapa jadinya akibat orang-orang yang berbuat kerusakan.

وَإِنْ كَانَ طَائِفَةٌ مِنْكُمْ آمَنُوا بِالَّذِي أُرْسِلْتُ بِهِ وَطَائِفَةٌ لَمْ يُؤْمِنُوا فَاصْبِرُوا حَتَّىٰ يَحْكُمَ اللَّهُ بَيْنَنَا ۚ وَهُوَ خَيْرُ الْحَاكِمِينَ

Kemenag RI 2019: Jika ada segolongan di antara kamu yang beriman kepada (ajaran) yang aku diutus menyampaikannya dan ada (pula) segolongan yang tidak beriman, bersabarlah sampai Allah menetapkan keputusan di antara kita. Dia adalah pemberi putusan yang terbaik. ( QS. Al-A'raf : 87)
Quraish Shihab: Dan jika ada segolongan dari kamu beriman kepada apa yang aku diutus untuk menyampaikannya dan ada (pula) segolongan yang tidak beriman, maka bersabarlah hingga Allah memutuskan (perkara) diantara kita dan Dia adalah sebaik-baik Pemberi putusan.
HAMKA: Dan, jika ada suatu golongan daripada kamu yang telah percaya pada apa yang disuruh aku menyampaikannya itu, sedang satu golongan lagi tidak mau percaya. Maka, tunggulah sehingga Allah menghukum di antara kita. Karena, Allah adalah sebaik-baik penghukum.

قَالَ الْمَلَأُ الَّذِينَ اسْتَكْبَرُوا مِنْ قَوْمِهِ لَنُخْرِجَنَّكَ يَا شُعَيْبُ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَكَ مِنْ قَرْيَتِنَا أَوْ لَتَعُودُنَّ فِي مِلَّتِنَا ۚ قَالَ أَوَلَوْ كُنَّا كَارِهِينَ

Kemenag RI 2019: Para pemuka yang sombong dari kaumnya berkata, “Wahai Syu'aib, sungguh, kami akan mengusirmu bersama orang-orang yang beriman kepadamu dari negeri kami, kecuali engkau benar-benar kembali kepada agama kami.” Syu?aib berkata, “Apakah (kami kembali padanya) meskipun kami membenci(-nya)? ( QS. Al-A'raf : 88)
Quraish Shihab: Para pemuka dari kaumnya yang sangat sombong berkata: “Wahai Syuaib! sungguh, kami pasti mengusirmu dan orang-orang yang beriman bersamamu dari kota kami atau engkau harus benar-benar kembali ke agama kami.” Dia (Nabi Syuaib as.) menjawab: “Apakah (kamu akan mengusir atau mengembalikan kami ke keadaan semula) walaupun kami tidak menyukai (apa yang kamu kerjakan)?
HAMKA: Berkata pemuka-pemuka yang menyombong dari kaumnya itu, “Sesungguhnya akan kami keluarkan engkau, hai Syu’aib dan orang-orang yang beriman beserta engkau dari desa kami atau kamu sungguh-sungguh kembali kepada agama kami.” Dia berkata, “Bagaimana kalau kami tidak suka?”

قَدِ افْتَرَيْنَا عَلَى اللَّهِ كَذِبًا إِنْ عُدْنَا فِي مِلَّتِكُمْ بَعْدَ إِذْ نَجَّانَا اللَّهُ مِنْهَا ۚ وَمَا يَكُونُ لَنَا أَنْ نَعُودَ فِيهَا إِلَّا أَنْ يَشَاءَ اللَّهُ رَبُّنَا ۚ وَسِعَ رَبُّنَا كُلَّ شَيْءٍ عِلْمًا ۚ عَلَى اللَّهِ تَوَكَّلْنَا ۚ رَبَّنَا افْتَحْ بَيْنَنَا وَبَيْنَ قَوْمِنَا بِالْحَقِّ وَأَنْتَ خَيْرُ الْفَاتِحِينَ

Kemenag RI 2019: Sungguh, kami telah mengada-adakan kebohongan besar kepada Allah jika kami kembali pada agamamu setelah Allah menyelamatkan kami darinya. Tidaklah patut kami kembali padanya, kecuali jika Allah Tuhan kami menghendaki. Pengetahuan Tuhan kami meliputi segala sesuatu. Hanya kepada Allah kami bertawakal. Wahai Tuhan kami, berilah keputusan antara kami dan kaum kami dengan hak (adil). Engkaulah pemberi keputusan terbaik.” ( QS. Al-A'raf : 89)
Quraish Shihab: Sungguh, kami telah mengada-adakan kebohongan besar terhadap Allah, jika kami kembali kepada agama kamu sesudah Allah menyelamatkan kami darinya. Dan tidaklah patut kami kembali (masuk) ke dalamnya kecuali jika Allah, Tuhan Pemelihara kami menghendaki. Pengetahuan Tuhan Pemelihara kami meliputi segala sesuatu. Kepada Allah kami bertawakkal. Tuhan Pemelihara kami, putuskanlah antara kami dan antara kaum kami dengan haq (adil) dan Engkaulah Pemberi putusan yang sebaik-baiknya.”
HAMKA: Sesungguhnya kami telah mengadakan dusta kepada Allah jika kami kembali kepada agama kamu sesudah kami diselamatkan Allah daripadanya dan tidaklah bagi kami akan kembali kepadanya kecuali jika dikehendaki Tuhan kami. Amat luaslah pengetahuan Tuhan kami atas tiap-tiap sesuatu, kepada Allah-lah kami bertawakal. Ya Tuhan kami! Bukakanlah kebenaran di antara kami dan di antara kaum kami karena Engkaulah yang sebaik-baik pembuka kebenaran.

وَقَالَ الْمَلَأُ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ قَوْمِهِ لَئِنِ اتَّبَعْتُمْ شُعَيْبًا إِنَّكُمْ إِذًا لَخَاسِرُونَ

Kemenag RI 2019: Para pemuka orang-orang yang kufur dari kaumnya berkata (kepada sesamanya), “Sungguh, jika kamu mengikuti Syu?aib, niscaya kamu benar-benar menjadi orang-orang yang rugi.” ( QS. Al-A'raf : 90)
Quraish Shihab: Dan para pemuka orang-orang yang kafir dari kaumnya berkata: “Jika kamu benar-benar mengikuti Syuaib sesungguhnya kamu—jika demikian—menjadi orang-orang yang rugi.”
HAMKA: Dan berkata pemuka-pemuka yang kufur dari kaumnya itu, “Jika kamu mengikuti Syu’aib sesungguhnya kamu itu adalah orang-orang yang rugi.”

فَأَخَذَتْهُمُ الرَّجْفَةُ فَأَصْبَحُوا فِي دَارِهِمْ جَاثِمِينَ

Kemenag RI 2019: Maka, gempa (dahsyat) menimpa mereka sehingga mereka menjadi (mayat-mayat yang) bergelimpangan di dalam (reruntuhan) tempat tinggal mereka. ( QS. Al-A'raf : 91)
Quraish Shihab: Maka, mereka ditimpa gempa (yang dahsyat), maka jadilah mereka (mayat-mayat) yang bergelimpangan di tempat tinggal mereka.
HAMKA: Maka ditimpalah mereka oleh suatu gempa lalu terbenamlah mereka di tempat tinggal mereka.

الَّذِينَ كَذَّبُوا شُعَيْبًا كَأَنْ لَمْ يَغْنَوْا فِيهَا ۚ الَّذِينَ كَذَّبُوا شُعَيْبًا كَانُوا هُمُ الْخَاسِرِينَ

Kemenag RI 2019: Orang-orang yang mendustakan Syu'aib seakan-akan belum pernah tinggal di (negeri) itu. Mereka yang mendustakan Syu?aib itulah orang-orang yang rugi. ( QS. Al-A'raf : 92)
Quraish Shihab: Orang-orang yang mendustakan Syuaib seolah-olah mereka belum pernah bertempat tinggal di dalamnya (negeri mereka), orang-orang yang mendustakan Syuaib mereka itulah orang-orang yang rugi.
HAMKA: Orang-orang yang mendustakan Syu’aib, seakan-akan tidak pernah ada di situ; orang-orang yang telah mendustakan Syu’aib adalah mereka orang-orang yang rugi.

فَتَوَلَّىٰ عَنْهُمْ وَقَالَ يَا قَوْمِ لَقَدْ أَبْلَغْتُكُمْ رِسَالَاتِ رَبِّي وَنَصَحْتُ لَكُمْ ۖ فَكَيْفَ آسَىٰ عَلَىٰ قَوْمٍ كَافِرِينَ

Kemenag RI 2019: (Ketika Syu?aib yakin azab akan menimpa kaum kafir,) ia meninggalkan mereka seraya berkata, “Wahai kaumku, sungguh aku benar-benar telah menyampaikan risalah Tuhanku kepadamu dan aku telah menasihatimu. Maka, bagaimana aku akan bersedih terhadap kaum kafir?” ( QS. Al-A'raf : 93)
Quraish Shihab: (Akibat kebinasaan yang menimpa kaumnya), maka dia (Nabi Syuaib as.) meninggalkan mereka (seraya) berkata: “Hai kaumku, demi (Allah)! Sungguh, aku telah menyampaikan kepada kamu risalah-risalah (pesan dan amanah) Tuhan Pemeliharaku dan aku telah menasihati kamu, maka bagaimana aku bersedih terhadap kaum kafir?”
HAMKA: Lalu berpalinglah dia dari mereka dan berkata, “Wahai kaumku! Sesungguhnya telah aku sampaikan kepada kamu segala risalah dari Tuhanku dan telah aku nasihati kamu maka betapalah aku akan bersedih atas kaum yang kafir.”

وَمَا أَرْسَلْنَا فِي قَرْيَةٍ مِنْ نَبِيٍّ إِلَّا أَخَذْنَا أَهْلَهَا بِالْبَأْسَاءِ وَالضَّرَّاءِ لَعَلَّهُمْ يَضَّرَّعُونَ

Kemenag RI 2019: Kami tidak mengutus seorang nabi pun di suatu negeri, (lalu penduduknya mendustakan nabi itu,) melainkan Kami timpakan kepada penduduknya kesempitan dan penderitaan agar mereka (tunduk dengan) merendahkan diri. ( QS. Al-A'raf : 94)
Quraish Shihab: Dan Kami tidak mengutus kepada (penduduk) suatu negeri seorang nabi pun (lalu mereka mendurhakai nabi itu), melainkan Kami timpakan terhadap penduduknya kesulitan dan penderitaan supaya mereka tunduk (merendahkan diri, dan) bermohon (ampun dan keselamatan pada Allah swt.).
HAMKA: Dan, tidaklah Kami utus seorang nabi pun pada suatu negeri melainkan Kami kenakan kepada penduduknya kesusahan dan kemelaratan supaya mereka mau merendahkan diri.

ثُمَّ بَدَّلْنَا مَكَانَ السَّيِّئَةِ الْحَسَنَةَ حَتَّىٰ عَفَوْا وَقَالُوا قَدْ مَسَّ آبَاءَنَا الضَّرَّاءُ وَالسَّرَّاءُ فَأَخَذْنَاهُمْ بَغْتَةً وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ

Kemenag RI 2019: Kemudian, Kami ganti penderitaan itu dengan kesenangan (sehingga keturunan dan harta mereka) bertambah banyak. Lalu, mereka berkata, “Sungguh, nenek moyang kami telah merasakan penderitaan dan kesenangan.” Maka, Kami timpakan siksaan atas mereka dengan tiba-tiba, sedangkan mereka tidak menyadari. ( QS. Al-A'raf : 95)
Quraish Shihab: Kemudian, Kami mengganti kesusahan itu dengan kesenangan hingga (keturunan dan harta) mereka bertambah banyak dan mereka berkata: “Sungguh, nenek moyang kami pun telah disentuh penderitaan dan kesenangan.” Maka, Kami timpakan (siksa) atas mereka secara tiba-tiba, sedangkan mereka tidak menyadari.
HAMKA: Kemudian Kami gantikanlah kebaikan itu di tempat keburukan sehingga mereka berkembang biak dan mereka berkata, “Sesungguhnya kemelaratan dan kesenangan telah menyentuh bapak-bapak kami.” Lalu Kami siksa mereka dengan tiba-tiba sedang mereka tidaklah sadar.

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَٰكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

Kemenag RI 2019: Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, niscaya Kami akan membukakan untuk mereka berbagai keberkahan dari langit dan bumi. Akan tetapi, mereka mendustakan (para rasul dan ayat-ayat Kami). Maka, Kami menyiksa mereka disebabkan oleh apa yang selalu mereka kerjakan. ( QS. Al-A'raf : 96)
Quraish Shihab: Padahal, jika seandainya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami melimpahkan kepada mereka berkah-berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (para rasul dan ayat-ayat Kami), maka Kami timpakan (siksa) atas mereka disebabkan apa yang selalu mereka usahakan.
HAMKA: Dan, jika penduduk negeri-negeri itu beriman dan bertakwa, sesungguhnya akan Kami bukakan kepada mereka beberapa berkah dari langit dan bumi. Akan tetapi, mereka telah mendustakan maka Kami siksa mereka dengan sebab apa yang telah mereka usahakan.

أَفَأَمِنَ أَهْلُ الْقُرَىٰ أَنْ يَأْتِيَهُمْ بَأْسُنَا بَيَاتًا وَهُمْ نَائِمُونَ

Kemenag RI 2019: Apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari siksa Kami yang datang pada malam hari ketika mereka sedang tidur? ( QS. Al-A'raf : 97)
Quraish Shihab: Apakah penduduk negeri-negeri (itu) merasa aman dari kedatangan siksa Kami kepada mereka di waktu malam saat mereka sedang tidur?
HAMKA: Maka merasa amankah penduduk negeri-negeri itu bahwa datang kepada mereka siksaan Kami di waktu malam padahal mereka sedang tidur.

أَوَأَمِنَ أَهْلُ الْقُرَىٰ أَنْ يَأْتِيَهُمْ بَأْسُنَا ضُحًى وَهُمْ يَلْعَبُونَ

Kemenag RI 2019: Atau, apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari siksa Kami yang datang pada waktu duha (waktu menjelang tengah hari) ketika mereka sedang bermain? ( QS. Al-A'raf : 98)
Quraish Shihab: Atau apakah penduduk negeri-negeri (itu) merasa aman dari kedatangan siksa Kami kepada mereka di waktu Dhuha (ketika matahari naik sepenggalah) saat mereka sedang bermain?
HAMKA: Atau merasa amankah penduduk negeri-negeri itu bahwa datang kepada mereka siksaan Kami menjelang tengah hari padahal mereka sedang bermain-main?

أَفَأَمِنُوا مَكْرَ اللَّهِ ۚ فَلَا يَأْمَنُ مَكْرَ اللَّهِ إِلَّا الْقَوْمُ الْخَاسِرُونَ

Kemenag RI 2019: Atau, apakah mereka merasa aman dari siksa Allah (yang tidak terduga-duga)? Tidak ada orang yang merasa aman dari siksa Allah, selain kaum yang rugi. ( QS. Al-A'raf : 99)
Quraish Shihab: Atau apakah mereka merasa aman dari makar (siksa) Allah? Tidak ada yang merasa aman dari makar Allah kecuali kaum yang rugi.
HAMKA: Adakah mereka merasa aman dari siasat Allah? Maka tidaklah ada yang aman (merasa) aman dari siasat Allah melainkan kaum yang rugi.

أَوَلَمْ يَهْدِ لِلَّذِينَ يَرِثُونَ الْأَرْضَ مِنْ بَعْدِ أَهْلِهَا أَنْ لَوْ نَشَاءُ أَصَبْنَاهُمْ بِذُنُوبِهِمْ ۚ وَنَطْبَعُ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ فَهُمْ لَا يَسْمَعُونَ

Kemenag RI 2019: Ataukah belum juga jelas bagi orang-orang yang mewarisi suatu negeri setelah (lenyap) penduduknya, bahwa seandainya Kami menghendaki, Kami benar-benar akan menimpakan (siksa) kepada mereka karena dosa-dosanya? Kami akan mengunci hati mereka sehingga mereka tidak dapat mendengar (pelajaran). ( QS. Al-A'raf : 100)
Quraish Shihab: Apakah belum jelas bagi orang-orang yang mewarisi suatu negeri sesudah (lenyap) penduduknya, bahwa jika seandainya Kami menghendaki, pasti Kami timpakan terhadap mereka (siksa) disebabkan dosa-dosa mereka; dan Kami mengunci mati hati mereka, sehingga mereka tidak (dapat) mendengar.
HAMKA: Apakah tidak jelas oleh orang-orang yang mewarisi bumi sesudah ahlinya bahwa kalau Kami mau, niscaya Kami siksa lah mereka dengan sebab dosa-dosa mereka dan Kami cap hati mereka lantaran mereka tidak mau mendengar.

تِلْكَ الْقُرَىٰ نَقُصُّ عَلَيْكَ مِنْ أَنْبَائِهَا ۚ وَلَقَدْ جَاءَتْهُمْ رُسُلُهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ فَمَا كَانُوا لِيُؤْمِنُوا بِمَا كَذَّبُوا مِنْ قَبْلُ ۚ كَذَٰلِكَ يَطْبَعُ اللَّهُ عَلَىٰ قُلُوبِ الْكَافِرِينَ

Kemenag RI 2019: Negeri-negeri (yang telah Kami binasakan) itu Kami ceritakan sebagian kisahnya kepadamu (Nabi Muhammad). Sungguh, rasul-rasul mereka telah datang dengan membawa bukti-bukti yang nyata kepada mereka. Akan tetapi, mereka tidak mau beriman pada apa yang telah mereka dustakan sebelumnya. Demikianlah Allah mengunci hati orang-orang yang kafir. ( QS. Al-A'raf : 101)
Quraish Shihab: Itulah negeri-negeri (yang telah Kami binasakan), Kami kisahkan kepadamu (Nabi Muhammad saw.) sebagian dari berita-berita (penting)-nya. Dan demi (keagungan dan kekuasaan Kami)! Sungguh, telah datang kepada mereka para rasul mereka dengan bukti-bukti nyata, maka mereka tidak beriman kepada apa yang dahulu telah mereka dustakan. Demikianlah Allah mengunci mati hati orang-orang kafir.
HAMKA: Negeri-negeri itu, Kami ceritakan kepada engkau berita-beritanya dan sesungguhnya telah datang kepada mereka rasul-rasul mereka dengan keterangan-keterangan, tetapi mereka tidak mau percaya kepada apa yang telah mereka dustakan terlebih dahulu. Demikianlah Allah mencap atas hati orang-orang yang kafir.

وَمَا وَجَدْنَا لِأَكْثَرِهِمْ مِنْ عَهْدٍ ۖ وَإِنْ وَجَدْنَا أَكْثَرَهُمْ لَفَاسِقِينَ

Kemenag RI 2019: Kami tidak mendapati kebanyakan mereka memenuhi janji. Sesungguhnya Kami dapati kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik. ( QS. Al-A'raf : 102)
Quraish Shihab: Dan Kami tidak mendapati bagi kebanyakan mereka (menepati) sedikit janji (pun). Sesungguhnya Kami mendapati kebanyakan mereka adalah orang-orang yang benar-benar fasik (keluar dari ketaatan kepada Allah swt.).
HAMKA: Dan tidaklah Kami dapati kebanyakan mereka itu menepati janji, tetapi sesungguhnya Kami dapati kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.

ثُمَّ بَعَثْنَا مِنْ بَعْدِهِمْ مُوسَىٰ بِآيَاتِنَا إِلَىٰ فِرْعَوْنَ وَمَلَئِهِ فَظَلَمُوا بِهَا ۖ فَانْظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُفْسِدِينَ

Kemenag RI 2019: Kemudian, Kami utus Musa setelah mereka dengan membawa tanda-tanda (kekuasaan) Kami kepada Fir‘aun dan pemuka-pemuka kaumnya. Lalu, mereka mengingkarinya. Perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berbuat kerusakan. ( QS. Al-A'raf : 103)
Quraish Shihab: Kemudian Kami mengutus sesudah mereka Musa dengan ayat-ayat (mukjizat dan tanda-tanda kebesaran) Kami kepada Firaun dan para pemuka kaumnya, lalu mereka menganiayanya, maka perhatikanlah bagaimana kesudahan para perusak.
HAMKA: Kemudian itu Kami bangkitkan sesudah mereka itu Musa dengan ayat-ayat Kami kepada Fir’aun dan orang-orang besarnya, tetapi mereka telah berlaku zalim terhadap ayat-ayat itu. Maka, pandanglah betapa kesudahan orang-orang yang berbuat kerusakan.

وَقَالَ مُوسَىٰ يَا فِرْعَوْنُ إِنِّي رَسُولٌ مِنْ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Kemenag RI 2019: Musa berkata, “Wahai Fir‘aun, sesungguhnya aku adalah seorang utusan dari Tuhan semesta alam. ( QS. Al-A'raf : 104)
Quraish Shihab: Dan Musa berkata: “Hai Firaun! Sesungguhnya aku adalah utusan dari Tuhan Pemelihara seluruh alam
HAMKA: Dan, berkata Musa, “Wahai Fir’aun! Sesungguhnya aku ini adalah utusan dari Tuhan Pemelihara seluruh alam.

حَقِيقٌ عَلَىٰ أَنْ لَا أَقُولَ عَلَى اللَّهِ إِلَّا الْحَقَّ ۚ قَدْ جِئْتُكُمْ بِبَيِّنَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ فَأَرْسِلْ مَعِيَ بَنِي إِسْرَائِيلَ

Kemenag RI 2019: Wajib atasku tidak mengatakan (sesuatu) terhadap Allah, kecuali yang hak (benar). Sungguh, aku datang kepadamu dengan membawa bukti yang nyata dari Tuhanmu. Maka, lepaskanlah Bani Israil (pergi) bersamaku.” ( QS. Al-A'raf : 105)
Quraish Shihab: Wajib atasku tidak mengatakan (sesuatu) terhadap Allah, kecuali yang haq (benar). Sungguh, aku datang kepada kamu dengan membawa bukti yang nyata (berupa aneka mukjizat yang bersumber) dari Tuhan Pemelihara kamu, maka lepaskanlah Bani Israil (pergi) bersama aku (menuju Bait al-Maqdis).
HAMKA: Betul-betul aku tidak mengatakan melainkan yang benar. Sesungguhnya aku datang kepada kamu dengan keterangan dari Tuhan kamu maka biarkanlah bersama aku Bani Israil itu.”

قَالَ إِنْ كُنْتَ جِئْتَ بِآيَةٍ فَأْتِ بِهَا إِنْ كُنْتَ مِنَ الصَّادِقِينَ

Kemenag RI 2019: Dia (Fir‘aun) berkata, “Jika benar engkau membawa suatu bukti, tunjukkanlah, kalau kamu termasuk orang-orang yang benar.” ( QS. Al-A'raf : 106)
Quraish Shihab: Dia (Firaun) berkata: “Jika benar engkau telah membawa suatu bukti, maka datangkanlah (bukti itu) jika engkau termasuk orang-orang yang benar.”
HAMKA: Dia berkata, “Jika adalah kedatangan engkau ini dengan suatu ayat maka datangkanlah dia jika adalah engkau dari orang-orang yang benar.”

فَأَلْقَىٰ عَصَاهُ فَإِذَا هِيَ ثُعْبَانٌ مُبِينٌ

Kemenag RI 2019: Maka, dia (Musa) melemparkan tongkatnya, tiba-tiba ia (tongkat itu) menjadi ular besar yang nyata. ( QS. Al-A'raf : 107)
Quraish Shihab: Maka, dia (Nabi Musa as.) melemparkan tongkatnya, lalu tiba-tiba ia (berubah menjadi) ular yang nyata.
HAMKA: Maka, dilemparkanlah tongkatnya lalu tiba-tiba dia menjadi satu ular yang nyata.

وَنَزَعَ يَدَهُ فَإِذَا هِيَ بَيْضَاءُ لِلنَّاظِرِينَ

Kemenag RI 2019: Dia menarik tangannya, tiba-tiba ia (tangan itu) menjadi putih (bercahaya) bagi orang-orang yang melihat(-nya). ( QS. Al-A'raf : 108)
Quraish Shihab: Dan dia menarik tangannya (dari dalam lubang leher bajunya), lalu tiba-tiba ia (tangan itu) menjadi putih bercahaya (yang tampak jelas) bagi orang-orang yang melihat-(nya).
HAMKA: Dan, dia kembangkan tangannya lalu tiba-tiba dia putih kelihatan bagi orang-orang yang melihat.

قَالَ الْمَلَأُ مِنْ قَوْمِ فِرْعَوْنَ إِنَّ هَٰذَا لَسَاحِرٌ عَلِيمٌ

Kemenag RI 2019: Para pemuka kaum Fir‘aun berkata, “Sesungguhnya orang ini benar-benar penyihir yang sangat pandai. ( QS. Al-A'raf : 109)
Quraish Shihab: Para pemuka dari kaum Firaun berkata: “Sesungguhnya ini (Nabi Musa as.) benar-benar adalah penyihir yang sangat pandai.
HAMKA: Berkata pemuka-pemuka dari kaum Fir’aun itu, “Sesungguhnya dia ini adalah seorang ahli sihir yang berpengetahuan.

يُرِيدُ أَنْ يُخْرِجَكُمْ مِنْ أَرْضِكُمْ ۖ فَمَاذَا تَأْمُرُونَ

Kemenag RI 2019: Dia hendak mengusir kamu dari negerimu.” (Fir‘aun berkata,) “Maka, apa saran kamu?” ( QS. Al-A'raf : 110)
Quraish Shihab: Dia (Nabi Musa as.) hendak mengeluarkan kamu dari negeri kamu. Maka, apakah yang kamu perintahkan?”
HAMKA: Dia hendak mengeluarkan kamu dari bumi kamu; apakah yang akan kamu perintahkan?

قَالُوا أَرْجِهْ وَأَخَاهُ وَأَرْسِلْ فِي الْمَدَائِنِ حَاشِرِينَ

Kemenag RI 2019: Mereka (para pemuka) itu menjawab, “Beri tangguhlah dia dan saudaranya dan utuslah ke kota-kota beberapa orang untuk mengumpulkan (para penyihir) ( QS. Al-A'raf : 111)
Quraish Shihab: Mereka (para pemuka kaum Firaun) berkata: “Beri tangguhlah dia dan saudaranya (Nabi Harun as.) serta kirimlah ke kota-kota (beberapa orang yang) akan mengumpulkan (para ahli sihir),
HAMKA: Mereka berkata, “Berilah dia dan saudaranya kesempatan dan kirimlah (utusan-utusan) ke kota-kota buat mengumpulkan orang.

يَأْتُوكَ بِكُلِّ سَاحِرٍ عَلِيمٍ

Kemenag RI 2019: (agar) mereka membawa semua penyihir yang pandai kepadamu.” ( QS. Al-A'raf : 112)
Quraish Shihab: (supaya) mereka membawa kepadamu semua penyihir yang sangat pandai.”
HAMKA: Nanti mereka akan datang kepada engkau dengan tiap-tiap ahli sihir yang berpengetahuan.”

وَجَاءَ السَّحَرَةُ فِرْعَوْنَ قَالُوا إِنَّ لَنَا لَأَجْرًا إِنْ كُنَّا نَحْنُ الْغَالِبِينَ

Kemenag RI 2019: Para penyihir datang kepada Fir‘aun. Mereka berkata, “(Apakah) kami benar-benar akan mendapat imbalan jika kami menang?” ( QS. Al-A'raf : 113)
Quraish Shihab: Dan datanglah para penyihir itu kepada Firaun mengatakan: “(Apakah) kami benar-benar akan memperoleh upah, jika sesungguhnya kami yang (menjadi) para pemenang?”
HAMKA: Dan, datanglah ahli-ahli sihir itu kepada Fir’aun dan mereka berkata, “Sesungguhnya tentulah untuk kami ada upah jika adalah kami yang menang.”

قَالَ نَعَمْ وَإِنَّكُمْ لَمِنَ الْمُقَرَّبِينَ

Kemenag RI 2019: Dia (Fir‘aun) menjawab, “Ya, bahkan sesungguhnya kamu pasti termasuk orang-orang yang didekatkan (kedudukannya kepadaku).” ( QS. Al-A'raf : 114)
Quraish Shihab: Dia (Firaun) berkata: “Ya, dan sesungguhnya kamu benar-benar (akan) termasuk orang-orang yang didekatkan (kedudukannya padaku).”
HAMKA: Dia jawab, “Ya! Bahkan kamu akan jadi orang-orang yang didekatkan.”

قَالُوا يَا مُوسَىٰ إِمَّا أَنْ تُلْقِيَ وَإِمَّا أَنْ نَكُونَ نَحْنُ الْمُلْقِينَ

Kemenag RI 2019: Mereka (para penyihir) berkata, “Wahai Musa, engkaukah yang akan melemparkan (lebih dahulu) atau kami yang melemparkan?” ( QS. Al-A'raf : 115)
Quraish Shihab: Mereka (para penyihir) berkata: “Wahai Musa! Engkau yang melemparkan (terlebih dahulu), dan bisa (juga) kami yang menjadi pelempar.”
HAMKA: Mereka berkata, “Hai Musa! Engkaukah yang akan melempar kart (lebih dahulu) atau kamikah yang akan terlebih dahulu melemparkan?”

قَالَ أَلْقُوا ۖ فَلَمَّا أَلْقَوْا سَحَرُوا أَعْيُنَ النَّاسِ وَاسْتَرْهَبُوهُمْ وَجَاءُوا بِسِحْرٍ عَظِيمٍ

Kemenag RI 2019: Dia (Musa) menjawab, “Lemparkanlah (lebih dahulu)!” Maka, ketika melemparkan (tali-temali), mereka menyihir mata orang banyak dan menjadikan mereka takut. Mereka memperlihatkan sihir yang hebat (menakjubkan). ( QS. Al-A'raf : 116)
Quraish Shihab: Dia (Nabi Musa as.) menjawab: “Lemparkanlah (terlebih dahulu apa yang hendak kamu lempar)!” Maka, ketika mereka melemparkan (tali temali itu), mereka menyihir mata orang banyak (tali temali terlihat bagaikan ular-ular yang bergerak dan bertumpuk satu sama lain) dan menjadikan mereka sangat takut, dan mereka (para penyihir itu) mendatangkan sihir yang sangat besar.
HAMKA: Dia jawab, “Lemparkanlah!” Maka tatkala telah mereka lemparkan, mereka sihirilah mata manusia dan mereka pertakut-takuti mereka dan datangkanlah mereka dengan sihir yang besar.

وَأَوْحَيْنَا إِلَىٰ مُوسَىٰ أَنْ أَلْقِ عَصَاكَ ۖ فَإِذَا هِيَ تَلْقَفُ مَا يَأْفِكُونَ

Kemenag RI 2019: Kami wahyukan kepada Musa, “Lemparkanlah tongkatmu!” Maka, tiba-tiba ia menelan (habis) segala kepalsuan mereka. ( QS. Al-A'raf : 117)
Quraish Shihab: Dan telah Kami wahyukan kepada Musa: “Lemparkanlah tongkatmu!” Maka, tiba-tiba ia menelan apa yang mereka bohongkan (yakni sihir dan sulap yang mereka lakukan).
HAMKA: Dan, Kami wahyukan kepada Musa, “Lemparkanlah tongkatmu itu!” Tiba-tiba ditelannya apa yang mereka pertunjukkan itu.

فَوَقَعَ الْحَقُّ وَبَطَلَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Kemenag RI 2019: Maka, terbuktilah kebenaran dan sia-sialah segala yang mereka kerjakan. ( QS. Al-A'raf : 118)
Quraish Shihab: Maka, nyatalah yang haq (benar dan mantap) dan batallah apa yang selalu mereka kerjakan.
HAMKA: Maka tetaplah yang benar dan batallah segala apa yang mereka berbuat itu.

فَغُلِبُوا هُنَالِكَ وَانْقَلَبُوا صَاغِرِينَ

Kemenag RI 2019: Mereka dikalahkan di tempat itu dan jadilah mereka orang-orang yang hina. ( QS. Al-A'raf : 119)
Quraish Shihab: Maka mereka (para penyihir) dikalahkan di tempat itu dan berbaliklah mereka menjadi orang-orang yang hina.
HAMKA: Lantaran itu, kalahlah mereka semua di sana dan berbaliklah mereka menjadi kecil.

وَأُلْقِيَ السَّحَرَةُ سَاجِدِينَ

Kemenag RI 2019: Para penyihir itu tersungkur dalam keadaan sujud. ) ( QS. Al-A'raf : 120)
Quraish Shihab: Dan para penyihir itu disungkurkan (oleh rasa takut kepada Allah swt. dan oleh rasa kagum pada mukjizat Nabi Musa as.) dalam keadaan bersujud (kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai tanda syukur dan juga tanda berlepas diri dari kekufuran dan kepatuhan kepada Firaun).
HAMKA: Dan, tunduklah ahli-ahli sihir itu bersujud.

قَالُوا آمَنَّا بِرَبِّ الْعَالَمِينَ

Kemenag RI 2019: Mereka berkata, “Kami beriman kepada Tuhan semesta alam, ( QS. Al-A'raf : 121)
Quraish Shihab: Mereka (para penyihir) berkata: “Kami telah beriman kepada Tuhan Pemelihara seluruh alam,
HAMKA: Mereka katakan, “Kami telah percaya kepada Tuhan Pemelihara sekalian alam.

رَبِّ مُوسَىٰ وَهَارُونَ

Kemenag RI 2019: (yaitu) Tuhannya Musa dan Harun.” ( QS. Al-A'raf : 122)
Quraish Shihab: Tuhan Pemelihara Musa dan Harun.”
HAMKA: (Yaitu) Tuhan Musa dan Harun.”

قَالَ فِرْعَوْنُ آمَنْتُمْ بِهِ قَبْلَ أَنْ آذَنَ لَكُمْ ۖ إِنَّ هَٰذَا لَمَكْرٌ مَكَرْتُمُوهُ فِي الْمَدِينَةِ لِتُخْرِجُوا مِنْهَا أَهْلَهَا ۖ فَسَوْفَ تَعْلَمُونَ

Kemenag RI 2019: Fir‘aun berkata, “Mengapa kamu beriman kepadanya sebelum aku memberi izin kepadamu? Sesungguhnya ini benar-benar tipu muslihat yang telah kamu rencanakan di kota ini untuk mengusir penduduknya. Kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu ini). ( QS. Al-A'raf : 123)
Quraish Shihab: Dia (Firaun) berkata: “Apakah kamu beriman kepadanya (Nabi Musa as.) sebelum aku memberi izin kepada kamu? Sesungguhnya ini adalah makar yang telah kamu rencanakan di kota ini, supaya kamu mengeluarkan penduduknya darinya; maka kelak kamu mengetahui (akibat perbuatan kamu itu).”
HAMKA: Berkata Fir’aun, “Kamu percaya kepadanya, sebelum aku berizin kepadamu. Sesungguhnya ini adalah suatu tipu daya yang telah kamu perbuat di dalam negeri ini untuk mengeluarkan penduduknya dari dalamnya. Lantaran itu kamu akan tahu sendiri.

لَأُقَطِّعَنَّ أَيْدِيَكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ مِنْ خِلَافٍ ثُمَّ لَأُصَلِّبَنَّكُمْ أَجْمَعِينَ

Kemenag RI 2019: Pasti akan aku potong tangan dan kakimu dengan bersilang (tangan kanan dan kaki kiri atau sebaliknya) kemudian sungguh akan aku salib kamu semua.” ( QS. Al-A'raf : 124)
Quraish Shihab: (Aku bersumpah), Demi (kekuasaanku)! Sesungguhnya aku benar-benar akan memotong tangan-tangan dan kaki-kaki kamu secara bersilang, kemudian sungguh aku benar-benar akan menyalib kamu semua.”
HAMKA: Sungguh, akan aku potong tangan kamu dan kaki kamu cara berselang kemudian itu akan aku salibkan kamu semuanya.”

قَالُوا إِنَّا إِلَىٰ رَبِّنَا مُنْقَلِبُونَ

Kemenag RI 2019: Mereka (para penyihir) menjawab, “Sesungguhnya kami hanya akan kembali kepada Tuhan kami. ( QS. Al-A'raf : 125)
Quraish Shihab: Mereka (para penyihir) menjawab: “Sesungguhnya kami hanya akan kembali kepada Tuhan Pemelihara kami.
HAMKA: Mereka menjawab, “Sesungguhnya kami akan pulang kepada Tuhan.

وَمَا تَنْقِمُ مِنَّا إِلَّا أَنْ آمَنَّا بِآيَاتِ رَبِّنَا لَمَّا جَاءَتْنَا ۚ رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَتَوَفَّنَا مُسْلِمِينَ

Kemenag RI 2019: Engkau (Fir‘aun) tidak menghukum kami, kecuali karena kami beriman kepada ayat-ayat Tuhan kami ketika ayat-ayat itu datang kepada kami.” (Mereka berdoa,) “Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan matikanlah kami dalam keadaan muslim (berserah diri kepada-Mu).” ( QS. Al-A'raf : 126)
Quraish Shihab: Dan engkau tidak membenci kami, melainkan (karena) kami telah beriman kepada ayat-ayat Tuhan Pemelihara kami ketika (ayat-ayat itu) datang kepada kami. Tuhan Pemelihara kami, curahkanlah kesabaran kepada kami dan wafatkanlah kami dalam keadaan Muslim (tunduk patuh dan berserah diri kepada Allah swt.).”
HAMKA: Dan, tidaklah engkau mendendam kepada kami melainkan karena kami telah percaya kepada ayat-ayat Tuhan kami setelah dia datang kepada kami. Ya Tuhan kami, lapangkanlah kami dalam keadaan sabar dan wafatkanlah kami di dalam Islam!

وَقَالَ الْمَلَأُ مِنْ قَوْمِ فِرْعَوْنَ أَتَذَرُ مُوسَىٰ وَقَوْمَهُ لِيُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ وَيَذَرَكَ وَآلِهَتَكَ ۚ قَالَ سَنُقَتِّلُ أَبْنَاءَهُمْ وَنَسْتَحْيِي نِسَاءَهُمْ وَإِنَّا فَوْقَهُمْ قَاهِرُونَ

Kemenag RI 2019: Para pemuka dari kaum Fir‘aun berkata, “Apakah engkau akan membiarkan Musa dan kaumnya sehingga mereka berbuat kerusakan di negeri ini (Mesir) dan dia (Musa) meninggalkanmu dan tuhan-tuhanmu?” (Fir‘aun) menjawab, “Akan kita bunuh anak-anak laki-laki mereka dan kita biarkan hidup anak-anak perempuan mereka. Sesungguhnya kita berkuasa penuh atas mereka.” ( QS. Al-A'raf : 127)
Quraish Shihab: Dan berkatalah para pemuka dari kaum Firaun: “Apakah engkau akan membiarkan Musa dan kaumnya sehingga akibatnya mereka membuat kerusakan di bumi dan meninggalkanmu kamu serta sesembahan-sesembahanmu?” Dia (Firaun) menjawab: “Akan kita bunuh anak-anak laki-laki mereka dan kita biarkan hidup (anak-anak) perempuan mereka (untuk disiksa dan dilecehkan) dan sesungguhnya kita berkuasa penuh atas mereka.”
HAMKA: Dan, berkata pemuka-pemuka dari kaum Fir’aun itu, “Apakah akan engkau biarkan Musa dan kaumnya membuat kerusakan di bumi dan dia tinggalkan engkau dan tuhan-tuhan engkau?” Dia berkata, “Akan kita bunuh anak-anak laki-laki mereka dan kita biarkan hidup perempuan-perempuan mereka karena sesungguhnya kita atas mereka adalah sangat berkuasa.”

قَالَ مُوسَىٰ لِقَوْمِهِ اسْتَعِينُوا بِاللَّهِ وَاصْبِرُوا ۖ إِنَّ الْأَرْضَ لِلَّهِ يُورِثُهَا مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ ۖ وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِينَ

Kemenag RI 2019: Musa berkata kepada kaumnya, “Mohonlah pertolongan kepada Allah dan bersabarlah. Sesungguhnya bumi (ini) milik Allah. Dia akan mewariskannya kepada siapa saja yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya. Kesudahan (yang baik) adalah bagi orang-orang yang bertakwa.” ( QS. Al-A'raf : 128)
Quraish Shihab: Musa berkata kepada kaumnya: “Mohonlah pertolongan kepada Allah dan bersabarlah; sesungguhnya bumi milik Allah, diwariskan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya dari para hamba-Nya. Dan kesudahan (yang baik) bagi orang-orang yang bertakwa.”
HAMKA: Berkata Musa kepada kaumnya, “Bermohon pertolonganlah kepada Allah dan bersabarlah, sesungguhnya bumi ini adalah kepunyaan Allah. Dia wariskan kepada siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hamba-Nya dan akibat kebaikan terakhir adalah bagi orang-orang yang bertakwa.”

قَالُوا أُوذِينَا مِنْ قَبْلِ أَنْ تَأْتِيَنَا وَمِنْ بَعْدِ مَا جِئْتَنَا ۚ قَالَ عَسَىٰ رَبُّكُمْ أَنْ يُهْلِكَ عَدُوَّكُمْ وَيَسْتَخْلِفَكُمْ فِي الْأَرْضِ فَيَنْظُرَ كَيْفَ تَعْمَلُونَ

Kemenag RI 2019: Mereka (kaum Musa) berkata, “Kami telah ditindas (oleh Fir‘aun) sebelum engkau datang kepada kami dan setelah engkau datang.” (Musa) menjawab, “Mudah-mudahan Tuhanmu membinasakan musuhmu dan menjadikan kamu penguasa di bumi lalu Dia akan melihat bagaimana perbuatanmu.” ( QS. Al-A'raf : 129)
Quraish Shihab: Mereka (kaum Nabi Musa as.) berkata: “Kami telah diganggu sebelum engkau datang kepada kami dan sesudah engkau datang.” Dia (Nabi Musa as.) menjawab: “Mudah-mudahan Tuhan Pemelihara kamu membinasakan musuh kamu dan menjadikan kamu penguasa di bumi, lalu Dia akan melihat bagaimana kamu berbuat.”
HAMKA: Mereka berkata, “Telah disakiti kami sebelum engkau datang kepada kami dan sesudah engkau mendatangi kami!” Dia berkata, “Mudah-mudahan Tuhan kamu akan membinasakan musuh kamu dan menjadikan kamu khalifah di bumi. Namun, Dia akan melihat bagaimana kamu bekerja.”

وَلَقَدْ أَخَذْنَا آلَ فِرْعَوْنَ بِالسِّنِينَ وَنَقْصٍ مِنَ الثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُونَ

Kemenag RI 2019: Sungguh, Kami telah menghukum Fir‘aun dan kaumnya dengan (mendatangkan) kemarau panjang dan kekurangan buah-buahan agar mereka mengambil pelajaran. ( QS. Al-A'raf : 130)
Quraish Shihab: Demi (keagungan dan kekuasaan Kami)! Sungguh, Kami telah menghukum (Firaun dan) kaum Firaun dengan masa-masa sulit dan kekurangan buah-buahan, supaya mereka mengambil pelajaran.
HAMKA: Dan, sesungguhnya telah Kami timpakan kepada keluarga Fir’aun itu kekeringan dan kekurangan hasil buah-buahan supaya maulah mereka ingat.

فَإِذَا جَاءَتْهُمُ الْحَسَنَةُ قَالُوا لَنَا هَٰذِهِ ۖ وَإِنْ تُصِبْهُمْ سَيِّئَةٌ يَطَّيَّرُوا بِمُوسَىٰ وَمَنْ مَعَهُ ۗ أَلَا إِنَّمَا طَائِرُهُمْ عِنْدَ اللَّهِ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُونَ

Kemenag RI 2019: Maka, apabila kebaikan (kemakmuran) datang kepada mereka, mereka berkata, “Kami pantas mendapatkan ini (karena usaha kami).” Jika ditimpa kesusahan, mereka lemparkan sebab kesialan itu kepada Musa dan orang-orang yang bersamanya. Ketahuilah, sesungguhnya ketentuan tentang nasib mereka (baik dan buruk) di sisi Allah, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui. ( QS. Al-A'raf : 131)
Quraish Shihab: Maka, apabila celah datang kepada mereka (kaum Firaun) kebaikan, mereka berkata: “Bagi kami hal ini (wajar).” Dan jika mereka ditimpa kesusahan, mereka lemparkan kesialan kepada Musa dan siapa yang bersamanya. Ketahuilah, sesungguhnya ketentuan tentang kadar (baik dan buruk) mereka adalah (ketetapan) dari Allah, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.
HAMKA: Maka, apabila datang kepada mereka suatu kebaikan, mereka berkata, “Untuk kitalah ini!” Dan jika menimpa kepada mereka suatu kesukaran, mereka pun mempersalahkan Musa dan orang-orang yang serta dengan dia. Ketahuilah, tidak lain kesialan mereka itu hanyalah dari sisi Allah. Akan tetapi, kebanyakan mereka tidak mau tahu.

وَقَالُوا مَهْمَا تَأْتِنَا بِهِ مِنْ آيَةٍ لِتَسْحَرَنَا بِهَا فَمَا نَحْنُ لَكَ بِمُؤْمِنِينَ

Kemenag RI 2019: Mereka (kaum Fir‘aun) berkata (kepada Musa), “Bukti apa pun yang engkau bawa kepada kami untuk menyihir kami dengannya, kami tidak akan beriman kepadamu.” ( QS. Al-A'raf : 132)
Quraish Shihab: Mereka (kaum Firaun) berkata: “Betapapun engkau mendatangkan tanda kepada kami (berupa mukjizat atau bukti kebenaranmu) untuk menyihir kami dengannya, maka tidaklah kami menjadi orang-orang mukmin padamu.”
HAMKA: Dan, mereka berkata, “Apa jua pun keterangan yang engkau bawakan kepada kami, untuk menyihir kami dengan dia, tetapi kami tidaklah percaya kepada engkau.”

فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمُ الطُّوفَانَ وَالْجَرَادَ وَالْقُمَّلَ وَالضَّفَادِعَ وَالدَّمَ آيَاتٍ مُفَصَّلَاتٍ فَاسْتَكْبَرُوا وَكَانُوا قَوْمًا مُجْرِمِينَ

Kemenag RI 2019: Maka, Kami kirimkan kepada mereka (siksa berupa) banjir besar, belalang, kutu, katak, dan darah (air minum berubah menjadi darah) sebagai bukti-bukti yang jelas dan terperinci. Akan tetapi, mereka tetap menyombongkan diri dan mereka adalah kaum pendurhaka. ( QS. Al-A'raf : 133)
Quraish Shihab: (Disebabkan kedurhakaan Firaun dan kaumnya), Kami kirimkan kepada mereka (siksa berupa) topan, belalang, kutu, katak-katak dan darah sebagai bukti-bukti yang jelas, tetapi mereka sangat menyombongkan diri dan mereka adalah kaum pendurhaka.
HAMKA: Maka, Kami kirimlah kepada mereka angin topan, belalang, kutu-kutu, kodok-kodok, dan darah sebagai bukti yang terpisah-pisah, tetapi mereka menyombong juga dan adalah mereka itu kaum yang durhaka.

وَلَمَّا وَقَعَ عَلَيْهِمُ الرِّجْزُ قَالُوا يَا مُوسَى ادْعُ لَنَا رَبَّكَ بِمَا عَهِدَ عِنْدَكَ ۖ لَئِنْ كَشَفْتَ عَنَّا الرِّجْزَ لَنُؤْمِنَنَّ لَكَ وَلَنُرْسِلَنَّ مَعَكَ بَنِي إِسْرَائِيلَ

Kemenag RI 2019: Ketika azab (yang telah diterangkan itu) menimpa mereka, mereka pun berkata, “Wahai Musa, mohonkanlah untuk kami kepada Tuhanmu sesuai dengan janji-Nya kepadamu. Jika engkau dapat menghilangkan azab itu dari kami, niscaya kami akan beriman kepadamu dan pasti akan kami biarkan Bani Israil pergi bersamamu.” ( QS. Al-A'raf : 134)
Quraish Shihab: Dan ketika siksa (itu) menimpa mereka, mereka berkata: “Wahai Musa! Mohonkanlah untuk kami kepada Tuhan Pemeliharamu dengan apa (yakni perkenan-Nya mengabulkan doamu, atau kenabianmu atau rahasia Ilahi yang engkau peroleh) yang dianugerahkan padamu. Sesungguhnya jika engkau (dengan doamu berhasil) melenyapkan siksa (itu) dari kami, pasti kami akan beriman kepadamu dan pasti kami akan membiarkan Bani Israil pergi bersamamu.”
HAMKA: Dan, tatkala telah menimpa kepada mereka bencana itu, mereka berkata, “Wahai Musa! Doakanlah untuk kami kepada Tuhan engkau dengan apa yang telah dijanjikan-Nya kepada engkau. Sesungguhnya jika telah engkau lepaskan kami dari bencana itu, sungguh kami akan percaya kepada engkau dan akan kami serahkan bersama engkau Bani Israil itu.”

فَلَمَّا كَشَفْنَا عَنْهُمُ الرِّجْزَ إِلَىٰ أَجَلٍ هُمْ بَالِغُوهُ إِذَا هُمْ يَنْكُثُونَ

Kemenag RI 2019: Namun, setelah Kami hilangkan azab itu dari mereka hingga batas waktu yang harus mereka penuhi, ternyata mereka ingkar janji. ( QS. Al-A'raf : 135)
Quraish Shihab: Maka, setelah Kami lenyapkan siksa (itu) dari mereka hingga batas waktu yang mereka sampai kepadanya, tiba-tiba mereka memungkirinya.
HAMKA: Maka, tatkala telah Kami lepaskan mereka dari bencana itu sehingga suatu masa yang mereka sampai kepadanya, tiba-tiba mereka pun mungkir.

فَانْتَقَمْنَا مِنْهُمْ فَأَغْرَقْنَاهُمْ فِي الْيَمِّ بِأَنَّهُمْ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا وَكَانُوا عَنْهَا غَافِلِينَ

Kemenag RI 2019: Maka, Kami membalas mereka (dengan siksa yang lebih berat). Kami tenggelamkan mereka di laut karena mereka telah mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka adalah orang-orang yang lengah terhadapnya. ( QS. Al-A'raf : 136)
Quraish Shihab: Maka, Kami membalas mereka (dengan siksa yang lebih berat), maka (ketika siksa itu datang), Kami tenggelamkan mereka di laut (Merah), karena sesungguhnya mereka telah mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka adalah orang-orang yang lalai padanya.
HAMKA: Maka, Kami balaslah kepada mereka dan Kami tenggelamkan mereka ke dalam laut karena mereka telah mendustakan ayat-ayat Kami dan adalah mereka itu lalai daripadanya.

وَأَوْرَثْنَا الْقَوْمَ الَّذِينَ كَانُوا يُسْتَضْعَفُونَ مَشَارِقَ الْأَرْضِ وَمَغَارِبَهَا الَّتِي بَارَكْنَا فِيهَا ۖ وَتَمَّتْ كَلِمَتُ رَبِّكَ الْحُسْنَىٰ عَلَىٰ بَنِي إِسْرَائِيلَ بِمَا صَبَرُوا ۖ وَدَمَّرْنَا مَا كَانَ يَصْنَعُ فِرْعَوْنُ وَقَوْمُهُ وَمَا كَانُوا يَعْرِشُونَ

Kemenag RI 2019: Kami wariskan kepada kaum yang selalu tertindas itu, bumi bagian timur dan bagian baratnya ) yang telah Kami berkahi. (Dengan demikian,) telah sempurnalah firman Tuhanmu yang baik itu (sebagai janji) untuk Bani Israil disebabkan kesabaran mereka. Kami hancurkan apa pun yang telah dibuat Fir‘aun dan kaumnya serta apa pun yang telah mereka bangun. ) ( QS. Al-A'raf : 137)
Quraish Shihab: Dan Kami wariskan kepada kaum yang telah ditindas (itu), (negeri-negeri) bagian timur bumi dan bagian baratnya yang telah Kami berkahi. Dan (dengan demikian) telah sempurnalah kalimat (janji) Tuhan Pemelihara kamu yang baik untuk Bani Israil disebabkan kesabaran mereka. Dan Kami hancurkan apa yang telah dibuat Firaun dan kaumnya dan apa yang telah mereka bangun.
HAMKA: Dan, telah Kami wariskan kepada kaum yang tertindas itu timur-timur bumi dan barat-baratnya yang telah Kami berkat padanya dan sempurnalah kalimat Tuhan engkau yang sebaik-baiknya atas Bani Israil, lantaran kesabaran mereka dan telah Kami hancurkan apa-apa yang diperbuat oleh Fir’aun dan kaumnya dan apa-apa yang telah mereka dirikan.

وَجَاوَزْنَا بِبَنِي إِسْرَائِيلَ الْبَحْرَ فَأَتَوْا عَلَىٰ قَوْمٍ يَعْكُفُونَ عَلَىٰ أَصْنَامٍ لَهُمْ ۚ قَالُوا يَا مُوسَى اجْعَلْ لَنَا إِلَٰهًا كَمَا لَهُمْ آلِهَةٌ ۚ قَالَ إِنَّكُمْ قَوْمٌ تَجْهَلُونَ

Kemenag RI 2019: Kami menyeberangkan Bani Israil (melintasi) laut itu (dengan selamat). Ketika mereka sampai kepada suatu kaum yang masih tetap menyembah berhala, mereka (Bani Israil) berkata, “Wahai Musa, buatlah untuk kami tuhan (berupa berhala) sebagaimana tuhan-tuhan mereka.” (Musa) menjawab, “Sesungguhnya kamu adalah kaum yang bodoh.” ( QS. Al-A'raf : 138)
Quraish Shihab: Dan Kami seberangkan Bani Israil ke (suatu tempat, menjauhi) lautan itu, lalu setelah mereka sampai kepada suatu kaum yang tekun menyembah berhala-berhala kepunyaan mereka, mereka (Bani Israil) b
HAMKA:

إِنَّ هَٰؤُلَاءِ مُتَبَّرٌ مَا هُمْ فِيهِ وَبَاطِلٌ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya apa yang mereka anut (kemusyrikan) akan dihancurkan dan akan sia-sia apa yang telah mereka kerjakan. ( QS. Al-A'raf : 139)
Quraish Shihab: Sesungguhnya mereka (para penyembah berhala) itu akan dihancurkan apa (kepercayaan) yang sedang mereka anut, dan akan batal (tidak bermanfaat sedikitpun) apa yang selalu mereka kerjakan.
HAMKA: Sesungguhnya mereka itu akan dibinasakanlah keadaan mereka dan batallah apa yang mereka kerjakan itu.

قَالَ أَغَيْرَ اللَّهِ أَبْغِيكُمْ إِلَٰهًا وَهُوَ فَضَّلَكُمْ عَلَى الْعَالَمِينَ

Kemenag RI 2019: Dia (Musa) berkata (kepada kaumnya), “Apakah aku mencarikan untukmu tuhan selain Allah, padahal Dialah yang telah melebihkan kamu atas segala umat (pada masa itu)?” ( QS. Al-A'raf : 140)
Quraish Shihab: Dia (Nabi Musa as.) berkata: “Patutkah aku mencari Tuhan selain Allah untuk kamu, padahal Dia-lah yang telah melebihkan kamu atas seluruh alam (umat di masanya).”
HAMKA: Apakah yang selain dari Allah akan aku carikan untuk menjadi Tuhan? Padahal Dia telah memuliakan kamu daripada sekelian manusia.

وَإِذْ أَنْجَيْنَاكُمْ مِنْ آلِ فِرْعَوْنَ يَسُومُونَكُمْ سُوءَ الْعَذَابِ ۖ يُقَتِّلُونَ أَبْنَاءَكُمْ وَيَسْتَحْيُونَ نِسَاءَكُمْ ۚ وَفِي ذَٰلِكُمْ بَلَاءٌ مِنْ رَبِّكُمْ عَظِيمٌ

Kemenag RI 2019: (Ingatlah wahai Bani Israil) ketika Kami menyelamatkan kamu dari para pengikut Fir‘aun yang menyiksa kamu dengan siksaan yang paling buruk. Mereka membunuh anak-anakmu yang laki-laki dan membiarkan hidup anak-anakmu yang perempuan. Pada yang demikian itu terdapat cobaan yang besar dari Tuhanmu. ( QS. Al-A'raf : 141)
Quraish Shihab: Dan (ingatlah), ketika Kami menyelamatkan kamu dari para pengikut Firaun; mereka menimpakan kepada kamu seburuk-buruk siksa, mereka membunuh anak-anak kamu yang laki-laki dan membiarkan hidup (anak-anak kamu yang) perempuan (untuk disiksa dan dilecehkan). Dan pada yang demikian itu terdapat cobaan yang sangat besar dari Tuhan Pemelihara kamu.
HAMKA: Dan (ingatlah) tatkala Kami telah menyelamatkan kamu dari keluarga Fir’aun padahal mereka sedang menyakiti kamu dengan sejahat-jahat siksaan. Mereka bunuh anak-anak laki-laki kamu dan mereka biarkan hidup perempuan-perempuan kamu sedang pada yang demikian itu adalah suatu bala yang amat besar dari Tuhan kamu.

وَوَاعَدْنَا مُوسَىٰ ثَلَاثِينَ لَيْلَةً وَأَتْمَمْنَاهَا بِعَشْرٍ فَتَمَّ مِيقَاتُ رَبِّهِ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً ۚ وَقَالَ مُوسَىٰ لِأَخِيهِ هَارُونَ اخْلُفْنِي فِي قَوْمِي وَأَصْلِحْ وَلَا تَتَّبِعْ سَبِيلَ الْمُفْسِدِينَ

Kemenag RI 2019: Kami telah menjanjikan Musa (untuk memberikan kitab Taurat setelah bermunajat selama) tiga puluh malam. Kami sempurnakan jumlah malam itu dengan sepuluh (malam lagi). Maka, lengkaplah waktu yang telah ditentukan Tuhannya empat puluh malam. Musa berkata kepada saudaranya, (yaitu) Harun, “Gantikanlah aku dalam (memimpin) kaumku, perbaikilah (dirimu dan kaummu), dan janganlah engkau mengikuti jalan orang-orang yang berbuat kerusakan.” ( QS. Al-A'raf : 142)
Quraish Shihab: Dan telah Kami janjikan kepada Musa (untuk bermunajat kepada Kami dan Kami akan menganugerahkan kitab Taurat sesudah berlalu waktu) tiga puluh malam, dan Kami menyempurnakannya dengan sepuluh (malam lagi), maka sempurnalah waktu yang telah ditentukan Tuhan Pemeliharanya, (yaitu) empat puluh malam. Dan berkata Musa kepada saudaranya Harun: “Gantikanlah aku dalam (memimpin) kaumku, dan perbaikilah, dan janganlah engkau mengikuti jalan para pembuat kerusakan.”
HAMKA: Dan (ingatlah) telah Kami janjikan kepada Musa tiga puluh malam dan telah Kami cukupkan dia dengan sepuluh lagi sehingga sempurnalah dengan (tambahan) itu, waktu perjanjian dari Tuhannya itu empat puluh malam. Dan, berkatalah Musa kepada saudaranya Harun, “Gantikanlah aku pada kaummu dan berbuat baiklah dan jangan engkau ikuti jalan orang-orang yang membuat kerusakan.”

وَلَمَّا جَاءَ مُوسَىٰ لِمِيقَاتِنَا وَكَلَّمَهُ رَبُّهُ قَالَ رَبِّ أَرِنِي أَنْظُرْ إِلَيْكَ ۚ قَالَ لَنْ تَرَانِي وَلَٰكِنِ انْظُرْ إِلَى الْجَبَلِ فَإِنِ اسْتَقَرَّ مَكَانَهُ فَسَوْفَ تَرَانِي ۚ فَلَمَّا تَجَلَّىٰ رَبُّهُ لِلْجَبَلِ جَعَلَهُ دَكًّا وَخَرَّ مُوسَىٰ صَعِقًا ۚ فَلَمَّا أَفَاقَ قَالَ سُبْحَانَكَ تُبْتُ إِلَيْكَ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُؤْمِنِينَ

Kemenag RI 2019: Ketika Musa datang untuk (bermunajat) pada waktu yang telah Kami tentukan (selama empat puluh hari) dan Tuhan telah berfirman (langsung) kepadanya, dia berkata, “Ya Tuhanku, tampakkanlah (diri-Mu) kepadaku agar aku dapat melihat Engkau.” Dia berfirman, “Engkau tidak akan (sanggup) melihat-Ku, namun lihatlah ke gunung itu. Jika ia tetap di tempatnya (seperti sediakala), niscaya engkau dapat melihat-Ku.” Maka, ketika Tuhannya menampakkan (keagungan-Nya) pada gunung itu, ) gunung itu hancur luluh dan Musa pun jatuh pingsan. Setelah Musa sadar, dia berkata, “Maha Suci Engkau. Aku bertobat kepada-Mu dan aku adalah orang yang pertama-tama beriman.” ( QS. Al-A'raf : 143)
Quraish Shihab: Dia berfirman: “Wahai Musa! Sesungguhnya Aku telah memilihmu atas manusia untuk membawa risalah-risalah-Ku (pesan dan amanah-Ku) dan firman-Ku, maka berpegang teguhlah kepada apa yang telah Aku anugerahkan kepadamu dan hendaklah engkau termasuk orang-orang yang bersyukur.”
HAMKA: Dan, tatkala Musa telah datang di waktu yang telah Kami tentukan itu dan telah bercakap Tuhannya kepadanya, berkatalah dia, “Ya Tuhanku! Tunjukkanlah diri-Mu, aku ingin melihat Engkau.” Dia bersabda, “Sekali-kali engkau tidak akan dapat melihat Aku. Namun, lihatlah ke gunung itu; jika dia telah tetap pada tempatnya maka engkau akan melihat Daku. Maka, tatkala Tuhannya telah menunjukkan diri pada gunung itu maka menjadi hancurlah dia dan tersungkurlah Musa, pingsan. Setelah dia sadar, berkatalah dia, “Mahasuci Engkau. Aku bertobat kepada Engkau dan aku adalah orang yang pertama sekali beriman.”

قَالَ يَا مُوسَىٰ إِنِّي اصْطَفَيْتُكَ عَلَى النَّاسِ بِرِسَالَاتِي وَبِكَلَامِي فَخُذْ مَا آتَيْتُكَ وَكُنْ مِنَ الشَّاكِرِينَ

Kemenag RI 2019: Dia berfirman, “Wahai Musa, sesungguhnya Aku memilih (melebihkan) engkau dari manusia (yang lain) untuk membawa risalah dan berbicara (langsung) dengan-Ku. Maka, berpegang teguhlah pada apa yang Aku berikan kepadamu dan jadilah kamu termasuk orang-orang yang bersyukur.” ( QS. Al-A'raf : 144)
Quraish Shihab: Dan telah Kami tuliskan untuknya pada lauh-lauh (Taurat) segala sesuatu, sebagai pelajaran dan penjelasan secara rinci bagi segala sesuatu (yang dibutuhkan oleh Bani Israil pada masa itu), maka ambillah ia (Taurat) dengan teguh dan suruhlah kaummu mengambil yang terbaik darinya (perintahkan mereka melaksanakan kandungannya), kelak Aku perlihatkan kepada kamu negeri orang-orang fasik (keluar dari ketaatan kepada Allah swt.).
HAMKA: Dia berkata, “Wahai, Musa! Sesungguhnya Aku telah memilih engkau atas sekelian manusia dengan risalah-risalah-Ku dan kalam-Ku. Sebab itu, ambillah apa yang telah Aku berikan kepada engkau itu dan jadilah engkau dari orang-orang yang bersyukur.”

وَكَتَبْنَا لَهُ فِي الْأَلْوَاحِ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ مَوْعِظَةً وَتَفْصِيلًا لِكُلِّ شَيْءٍ فَخُذْهَا بِقُوَّةٍ وَأْمُرْ قَوْمَكَ يَأْخُذُوا بِأَحْسَنِهَا ۚ سَأُرِيكُمْ دَارَ الْفَاسِقِينَ

Kemenag RI 2019: Kami telah menuliskan untuk Musa pada lauh-lauh (Taurat) ) segala sesuatu sebagai pelajaran dan penjelasan untuk segala hal. Lalu ( QS. Al-A'raf : 145)
Quraish Shihab: Aku akan memalingkan dari ayat-ayat (tanda-tanda kebesaran dan keagungan)-Ku orang-orang yang sangat angkuh di bumi tanpa haq (alasan yang benar). Jika mereka melihat setiap ayat-(Ku), mereka tidak beriman kepadanya. Dan jika mereka melihat jalan (yang membawa kepada) petunjuk (menuju kebenaran dan kebajikan), mereka tidak menjadikannya jalan (yang seharusnya mereka tempuh), tetapi jika mereka melihat jalan kesesatan, mereka menjadikannya jalan. Yang demikian itu adalah karena mereka mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka terhadapnya selalu lalai.
HAMKA: Dan, Kami tuliskan untuknya di dalam loh tiap-tiap sesuatu sebagai pengajaran dan penjelasan bagi tiap-tiap sesuatu. Lantaran itu ambillah dia dengan teguh dan perintahkanlah akan engkau magangkan sebagi yang sebaik-baiknya. Akan Aku tunjukkan kepada kamu tempat orang-orang yang berbuat fasik.

سَأَصْرِفُ عَنْ آيَاتِيَ الَّذِينَ يَتَكَبَّرُونَ فِي الْأَرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ وَإِنْ يَرَوْا كُلَّ آيَةٍ لَا يُؤْمِنُوا بِهَا وَإِنْ يَرَوْا سَبِيلَ الرُّشْدِ لَا يَتَّخِذُوهُ سَبِيلًا وَإِنْ يَرَوْا سَبِيلَ الْغَيِّ يَتَّخِذُوهُ سَبِيلًا ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا وَكَانُوا عَنْهَا غَافِلِينَ

Kemenag RI 2019: Aku akan memalingkan orang-orang yang menyombongkan diri di bumi tanpa alasan yang benar dari tanda-tanda (kekuasaan-Ku). Jika mereka melihat semua tanda-tanda itu, mereka tetap tidak mau beriman padanya. Jika mereka melihat jalan kebenaran, mereka tetap tidak mau menempuhnya. (Sebaliknya,) jika mereka melihat jalan kesesatan, mereka menempuhnya. Demikian itu adalah karena mereka mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka selalu lengah terhadapnya. ( QS. Al-A'raf : 146)
Quraish Shihab: Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan pertemuan (yang dijanjikan Allah swt. di) akhirat, sia-sialah amal-amal mereka. Apakah mereka tidak dibalas melainkan dengan (balasan yang setimpal dengan) apa yang telah mereka kerjakan?
HAMKA: Akan Aku palingkan dari ayat-ayat-Ku orang-orang yang takabur di bumi dengan tidak benar dan jika mereka melihat tiap-tiap ayat, mereka tidak mau beriman kepadanya. Dan, meskipun mereka melihat jalan petunjuk, mereka tidak juga (mau) mengambilnya jadi jalan. Namun, jika melihat jalan sesat, mereka ambillah dia jadi jalan. Demikian itu karena mereka telah mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka daripadanya adalah lalai.

وَالَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا وَلِقَاءِ الْآخِرَةِ حَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ ۚ هَلْ يُجْزَوْنَ إِلَّا مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Kemenag RI 2019: Orang-orang yang mendustakan tanda-tanda (kekuasaan) Kami dan adanya pertemuan akhirat, sia-sialah amal mereka. Bukankah mereka (tidak) akan dibalas, kecuali (sesuai dengan) apa yang telah mereka kerjakan. ( QS. Al-A'raf : 147)
Quraish Shihab: Dan kaum Musa, sesudah (kepergian)-nya (ke gunung Thur untuk bermunajat kepada Allah swt.), membuat dari perhiasan-perhiasan mereka (patung) anak sapi yang bertubuh dan bersuara. Tidakkah mereka melihat bahwa ia (patung anak sapi itu) tidak dapat berbicara kepada mereka dan tidak dapat menunjukkan jalan kepada mereka? Mereka menjadikannya (sesembahan) dan mereka adalah orang-orang zalim.
HAMKA: Dan, orang-orang yang mendustakan ayat Kami dan pertemuan akhirat, gugurlah segala amalan mereka. Apakah akan dibalas mereka kecuali dengan apa yang mereka amalkan?

وَاتَّخَذَ قَوْمُ مُوسَىٰ مِنْ بَعْدِهِ مِنْ حُلِيِّهِمْ عِجْلًا جَسَدًا لَهُ خُوَارٌ ۚ أَلَمْ يَرَوْا أَنَّهُ لَا يُكَلِّمُهُمْ وَلَا يَهْدِيهِمْ سَبِيلًا ۘ اتَّخَذُوهُ وَكَانُوا ظَالِمِينَ

Kemenag RI 2019: Kaum Musa, setelah kepergian (Musa ke Gunung Sinai), membuat (sembahan berupa) patung anak sapi yang bertubuh dan dapat melenguh (bersuara) ) dari perhiasan emas mereka. Apakah mereka tidak mengetahui bahwa (patung) anak sapi itu tidak dapat berbicara dengan mereka dan tidak dapat (pula) menunjukkan jalan (kebaikan) kepada mereka? (Bahkan,) mereka menjadikannya (sebagai sembahan). Mereka adalah orang-orang zalim. ( QS. Al-A'raf : 148)
Quraish Shihab: Dan setelah mereka sangat menyesali perbuatannya dan mengetahui bahwa mereka sungguh telah tersesat (dari jalan kebenaran), mereka pun berkata: “Jika Tuhan Pemelihara kami benar-benar tidak merahmati kami dan mengampuni kami, tentulah kami benar-benar termasuk orang-orang rugi.”
HAMKA: Dan, telah mengambil kaum Musa sesudah dia, dari perhiasan mereka seekor anak sapi bertubuh yang memiliki suara. Apakah tidak mereka perhatikan bahwasanya dia tidak bisa bercakap dengan mereka dan tidak (bisa) menunjuki mereka jalan? Mereka mengambilnya (sebagai berhala); dan mereka itu adalah orang-orang yang zalim.

وَلَمَّا سُقِطَ فِي أَيْدِيهِمْ وَرَأَوْا أَنَّهُمْ قَدْ ضَلُّوا قَالُوا لَئِنْ لَمْ يَرْحَمْنَا رَبُّنَا وَيَغْفِرْ لَنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

Kemenag RI 2019: Setelah mereka (sangat) menyesali perbuatannya dan mengetahui bahwa mereka benar-benar sesat, mereka berkata, “Sungguh, jika Tuhan kami tidak memberi rahmat kepada kami dan tidak mengampuni kami, pastilah kami menjadi orang-orang yang merugi.” ( QS. Al-A'raf : 149)
Quraish Shihab: Dan Musa memilih dari kaumnya tujuh puluh lelaki (untuk memohonkan taubat) pada waktu yang telah Kami tentukan. Maka, ketika mereka ditimpa gempa (yang dahsyat), dia (Nabi Musa as.) berkata: “Tuhan Pemeliharaku, jika seandainya Engkau menghendaki, tentulah Engkau membinasakan mereka dan aku sebelum ini (kami menghadap ke hadirat-Mu). Apakah Engkau membinasakan kami karena perbuatan orang-orang yang picik di antara kami? (Apa yang dilakukan oleh para penyembah patung anak sapi) itu hanyalah cobaan dari-Mu (terhadap mereka dan terhadap kami), Engkau sesatkan dengannya siapa yang Engkau kehendaki (kesesatannya setelah nyata kehendak mereka untuk sesat) dan Engkau beri petunjuk siapa yang Engkau kehendaki (berdasarkan kesiapan jiwa untuk menerima petunjuk). Engkau-lah Wali (Pemimpin dan Pelindung) kami, maka ampunilah kami dan rahmatilah kami dan Engkau adalah sebaik-baik Pemberi ampun.
HAMKA: Dan, setelah jatuh dari tangan mereka dan mereka lihat bahwasanya mereka telah tersesat, mereka berkata, “Sungguh, jika tidaklah memberi ampun kita Tuhan kita dan tidak merahmati kita, sesungguhnya jadilah kita orang-orang yang rugi.”

وَلَمَّا رَجَعَ مُوسَىٰ إِلَىٰ قَوْمِهِ غَضْبَانَ أَسِفًا قَالَ بِئْسَمَا خَلَفْتُمُونِي مِنْ بَعْدِي ۖ أَعَجِلْتُمْ أَمْرَ رَبِّكُمْ ۖ وَأَلْقَى الْأَلْوَاحَ وَأَخَذَ بِرَأْسِ أَخِيهِ يَجُرُّهُ إِلَيْهِ ۚ قَالَ ابْنَ أُمَّ إِنَّ الْقَوْمَ اسْتَضْعَفُونِي وَكَادُوا يَقْتُلُونَنِي فَلَا تُشْمِتْ بِيَ الْأَعْدَاءَ وَلَا تَجْعَلْنِي مَعَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ

Kemenag RI 2019: Ketika Musa kembali kepada kaumnya dalam keadaan marah lagi sedih, dia berkata, “Alangkah buruknya perbuatan yang kamu kerjakan selama kepergianku! Apakah kamu hendak mendahului janji Tuhanmu?” ) Musa pun melemparkan lauh-lauh (Taurat) itu dan memegang kepala (menjambak) saudaranya (Harun) sambil menariknya ke arahnya. (Harun) berkata, “Wahai anak ibuku, kaum ini telah menganggapku lemah dan hampir saja mereka membunuhku. Oleh karena itu, janganlah engkau menjadikan musuh-musuh menyorakiku (karena melihat perlakuan kasarmu terhadapku). Janganlah engkau menjadikanku (dalam pandanganmu) bersama kaum yang zalim.” ( QS. Al-A'raf : 150)
Quraish Shihab: Dan ketika Musa telah kembali kepada kaumnya dalam keadaan marah dan sedih (karena mengetahui kaumnya menyembah patung anak sapi), berkatalah dia (khususnya kepada Nabi Harun as. dan para pemuka kaumnya): “Alangkah buruknya pelaksanaan tugas yang kamu lakukan sesudah (kepergian)-ku! Apakah kamu hendak mendahului urusan (mempercepat jatuhnya siksa) Tuhan Pemelihara kamu?” Dan (Nabi Musa as.) melemparkan lauh-lauh (yang diterima dari Allah swt. melalui malaikat ketika bermunajat) dan memegang (rambut) kepala saudaranya (Nabi Harun as.) sambil menariknya ke arahnya. Dia (Nabi Harun as.) berkata: “Wahai putra ibu-(ku)! Sesungguhnya kaum ini telah menganggapku lemah dan hampir saja mereka membunuhku, sebab itu janganlah engkau menjadikan musuh-musuh bergembira melihatku (dengan kecamanmu yang keras ini), dan janganlah engkau jadikan aku bersama kaum yang zalim.”
HAMKA: Dan, tatkala Musa telah kembali kepada kaumnya dalam keadaan marah, ia hati, berkatalah dia, “Buruk sekali apa yang kamu kerjakan, menggantikan aku sepeninggalku. Apakah patut kamu mendahului perintah Tuhan kamu?” Lalu dilemparkannya alwah itu dan dipegangnya kepala saudaranya seraya ditariknya. Dia berkata, “Wahai anak ibuku, sesungguhnya kaum itu memandangku lemah dan nyarislah mereka membunuhku. Sebab itu, janganlah engkau gembirakan musuh terhadap aku dan janganlah engkau masukkan aku bersama kaum yang zalim.”

قَالَ رَبِّ اغْفِرْ لِي وَلِأَخِي وَأَدْخِلْنَا فِي رَحْمَتِكَ ۖ وَأَنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ

Kemenag RI 2019: Dia (Musa) berdoa, “Ya Tuhanku, ampunilah aku dan saudaraku serta masukkanlah kami ke dalam rahmat-Mu. Engkaulah Maha Penyayang dari semua yang penyayang.” ( QS. Al-A'raf : 151)
Quraish Shihab: Dia (Nabi Musa as.) berkata: “Tuhan Pemeliharaku, ampunilah aku dan saudaraku dan masukkanlah kami ke dalam rahmat-Mu, dan Engkau adalah Maha Pengasih di antara para pengasih.”
HAMKA: Berkata dia, “Ya Tuhanku, ampunilah akan daku dan akan saudaraku dan masukkanlah kiranya kami ke dalam rahmat Engkau karena Engkau adalah Yang Paling Penyayang dari segala yang penyayang.”

إِنَّ الَّذِينَ اتَّخَذُوا الْعِجْلَ سَيَنَالُهُمْ غَضَبٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَذِلَّةٌ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۚ وَكَذَٰلِكَ نَجْزِي الْمُفْتَرِينَ

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya orang-orang yang menjadikan (patung) anak sapi (sebagai sembahan) kelak akan menerima kemurkaan dan kehinaan dari Tuhan mereka dalam kehidupan di dunia. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang mengada-ada. ( QS. Al-A'raf : 152)
Quraish Shihab: Sesungguhnya orang-orang yang menjadikan (patung) anak sapi (sebagai sesembahan), kelak menimpa mereka murka dari Tuhan Pemelihara mereka dan kehinaan di kehidupan dunia. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang mengada-adakan kebohongan.
HAMKA: Sesungguhnya orang-orang yang telah mengambil ‘ijil itu, akan mencapai kepada mereka kemurkaan dari Tuhan mereka dan kehinaan pada hidup di dunia. Dan, demikianlah Kami akan membalas orang-orang yang membuat dusta.

وَالَّذِينَ عَمِلُوا السَّيِّئَاتِ ثُمَّ تَابُوا مِنْ بَعْدِهَا وَآمَنُوا إِنَّ رَبَّكَ مِنْ بَعْدِهَا لَغَفُورٌ رَحِيمٌ

Kemenag RI 2019: Orang-orang yang mengerjakan keburukan, kemudian setelah itu bertobat dan beriman, sesungguhnya Tuhanmu, setelah (tobat) itu, Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. ( QS. Al-A'raf : 153)
Quraish Shihab: Dan orang-orang yang mengerjakan kejahatan-kejahatan, kemudian bertaubat sesudah (kedurhakaan yang dilakukannya) itu dan beriman; sesungguhnya Tuhan Pemeliharamu, pasti sesudahnya (taubat yang disertai iman) Maha Pengampun, lagi Maha Pengasih.
HAMKA: Dan, orang-orang yang beramal dengan kejahatan, kemudian mereka pun tobat sesudahnya dan beriman pula; sesungguhnya Tuhan engkau sesudah itu adalah Maha Pengampun lagi Penyayang.

وَلَمَّا سَكَتَ عَنْ مُوسَى الْغَضَبُ أَخَذَ الْأَلْوَاحَ ۖ وَفِي نُسْخَتِهَا هُدًى وَرَحْمَةٌ لِلَّذِينَ هُمْ لِرَبِّهِمْ يَرْهَبُونَ

Kemenag RI 2019: Setelah amarah Musa mereda, dia mengambil (kembali) lauh-lauh (Taurat) itu. Di dalam tulisannya terdapat petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang takut kepada Tuhannya. ( QS. Al-A'raf : 154)
Quraish Shihab: Dan sesudah reda amarah Musa, dia mengambil lauh-lauh itu; dan dalam tulisannya terdapat petunjuk dan rahmat untuk orang-orang yang kepada Tuhan Pemelihara mereka, selalu takut.
HAMKA: Dan, tatkala telah surut dari Musa kemarahan itu, dia ambillah alwah itu dan di dalam naskahnya ada petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang ada rasa takut kepada Tuhan mereka.

وَاخْتَارَ مُوسَىٰ قَوْمَهُ سَبْعِينَ رَجُلًا لِمِيقَاتِنَا ۖ فَلَمَّا أَخَذَتْهُمُ الرَّجْفَةُ قَالَ رَبِّ لَوْ شِئْتَ أَهْلَكْتَهُمْ مِنْ قَبْلُ وَإِيَّايَ ۖ أَتُهْلِكُنَا بِمَا فَعَلَ السُّفَهَاءُ مِنَّا ۖ إِنْ هِيَ إِلَّا فِتْنَتُكَ تُضِلُّ بِهَا مَنْ تَشَاءُ وَتَهْدِي مَنْ تَشَاءُ ۖ أَنْتَ وَلِيُّنَا فَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا ۖ وَأَنْتَ خَيْرُ الْغَافِرِينَ

Kemenag RI 2019: Musa memilih tujuh puluh orang dari kaumnya untuk (memohon tobat kepada Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan. Ketika mereka ditimpa gempa bumi, Musa berkata, “Ya Tuhanku, jika Engkau kehendaki, tentulah Engkau membinasakan mereka dan aku sebelum ini. Apakah Engkau akan membinasakan kami karena perbuatan orang-orang yang kurang akal di antara kami? (Penyembahan terhadap patung anak sapi) itu hanyalah cobaan dari-Mu. Engkau menyesatkan siapa yang Engkau kehendaki dengan cobaan itu dan Engkau memberi petunjuk siapa yang Engkau kehendaki. ) Engkaulah Pelindung kami. Maka, ampunilah kami dan berilah kami rahmat. Engkaulah sebaik-baik pemberi ampun.” ( QS. Al-A'raf : 155)
Quraish Shihab: Dan Musa memilih dari kaumnya tujuh puluh lelaki (untuk memohonkan taubat) pada waktu yang telah Kami tentukan. Maka, ketika mereka ditimpa gempa (yang dahsyat), dia (Nabi Musa as.) berkata: “Tuhan Pemeliharaku, jika seandainya Engkau menghendaki, tentulah Engkau membinasakan mereka dan aku sebelum ini (kami menghadap ke hadirat-Mu). Apakah Engkau membinasakan kami karena perbuatan orang-orang yang picik di antara kami? (Apa yang dilakukan oleh para penyembah patung anak sapi) itu hanyalah cobaan dari-Mu (terhadap mereka dan terhadap kami), Engkau sesatkan dengannya siapa yang Engkau kehendaki (kesesatannya setelah nyata kehendak mereka untuk sesat) dan Engkau beri petunjuk siapa yang Engkau kehendaki (berdasarkan kesiapan jiwa untuk menerima petunjuk). Engkau-lah Wali (Pemimpin dan Pelindung) kami, maka ampunilah kami dan rahmatilah kami dan Engkau adalah sebaik-baik Pemberi ampun.
HAMKA: Dan, dipilihlah oleh Musa dari kaumnya itu tujuh puluh laki-laki untuk pertemuan Kami. Maka, tatkala gempa datang menimpa mereka, berkatalah dia, “Ya Tuhanku! Kalau Engkau kehendaki, tentu telah Engkau binasakan mereka terlebih dahulu dan aku sendiri pun. Apakah Engkau akan membinasakan kami karena perbuatan orang-orang yang pandir di antara kami. Ini tidak lain hanyalah percobaan Engkau juga, akan Engkau sesatkan dengan dia barangsiapa yang Engkau kehendaki dan akan Engkau beri petunjuk barangsiapa yang Engkau kehendaki. Engkaulah pelindung kami, sebab itu ampunilah kami dan rahmatilah kami, sedang Engkau adalah yang sebaik-baik pemberi ampun.”

وَاكْتُبْ لَنَا فِي هَٰذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ إِنَّا هُدْنَا إِلَيْكَ ۚ قَالَ عَذَابِي أُصِيبُ بِهِ مَنْ أَشَاءُ ۖ وَرَحْمَتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ ۚ فَسَأَكْتُبُهَا لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَالَّذِينَ هُمْ بِآيَاتِنَا يُؤْمِنُونَ

Kemenag RI 2019: Tetapkanlah untuk kami kebaikan di dunia ini dan di akhirat. Sesungguhnya kami kembali (bertobat) kepada Engkau. (Allah) berfirman, “Siksa-Ku akan Aku timpakan kepada siapa yang Aku kehendaki dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu. Akan Aku tetapkan rahmat-Ku bagi orang-orang yang bertakwa dan menunaikan zakat serta bagi orang-orang yang beriman pada ayat-ayat Kami.” ( QS. Al-A'raf : 156)
Quraish Shihab: Dan tetapkanlah untuk kami hasanah (segala yang baik) di dunia ini dan di akhirat; sesungguhnya kami telah kembali (bertaubat) kepada-Mu.” Dia berfirman: “Siksa-Ku akan Aku timpakan kepada siapa yang Aku kehendaki dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu. Maka, akan Aku tetapkan (rahmat-Ku yang khusus dan berkesinambungan) untuk orang-orang yang bertakwa, (terutama) yang menunaikan zakat dan mereka yang terhadap ayat-ayat Kami terus menerus beriman.”
HAMKA: Dan, tuliskanlah kiranya untuk kami suatu kebaikan di dunia dan (juga) di akhirat; sesungguhnya kami telah bertobat kepada Engkau. Dia berfirman, “Azab-Ku akan Aku kenakan dia kepada barangsiapa yang Aku kehendaki dan rahmat-Ku meliputi tiap-tiap sesuatu. Maka, akan Aku tuliskan dia untuk orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang mengeluarkan zakat dan orang-orang yang percaya kepada ayat-ayat Kami.”

الَّذِينَ يَتَّبِعُونَ الرَّسُولَ النَّبِيَّ الْأُمِّيَّ الَّذِي يَجِدُونَهُ مَكْتُوبًا عِنْدَهُمْ فِي التَّوْرَاةِ وَالْإِنْجِيلِ يَأْمُرُهُمْ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَاهُمْ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبَاتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبَائِثَ وَيَضَعُ عَنْهُمْ إِصْرَهُمْ وَالْأَغْلَالَ الَّتِي كَانَتْ عَلَيْهِمْ ۚ فَالَّذِينَ آمَنُوا بِهِ وَعَزَّرُوهُ وَنَصَرُوهُ وَاتَّبَعُوا النُّورَ الَّذِي أُنْزِلَ مَعَهُ ۙ أُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

Kemenag RI 2019: (Yaitu,) orang-orang yang mengikuti Rasul (Muhammad), Nabi yang ummi (tidak pandai baca tulis) yang (namanya) mereka temukan tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada pada mereka. Dia menyuruh mereka pada yang makruf, mencegah dari yang mungkar, menghalalkan segala yang baik bagi mereka, mengharamkan segala yang buruk bagi mereka, dan membebaskan beban-beban serta belenggu-belenggu yang ada pada mereka. ) Adapun orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya, dan mengikuti cahaya terang yang diturunkan bersamanya (Al-Qur’an), mereka itulah orang-orang beruntung. ( QS. Al-A'raf : 157)
Quraish Shihab: Orang-orang yang mengikuti Rasul (Nabi Muhammad saw.), Nabi yang ummi (yang tidak pandai membaca dan menulis) yang mereka (ulama Yahudi dan Nasrani) mendapatinya tertulis dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka. Dia (Nabi Muhammad saw.) menyuruh mereka kepada yang maruf (kebaikan) dan mencegah mereka dari yang munkar (keburukan) dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan atas mereka segala yang buruk dan menyingkirkan dari mereka beban-beban mereka dan belenggu-belenggu yang tadinya ada pada mereka. Maka, orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang (tuntunan yang diturunkan al-Qur’an) bersamanya, mereka itulah orang-orang yang beruntung.
HAMKA: (Yaitu) orang-orang yang menuruti akan Rasul, Nabi yang ummi, yang mereka dapati akan dia tertulis di sisi mereka dalam Taurat dan Injil, yang menyuruh akan mereka berbuat yang ma’ruf dan mencegah akan mereka berbuat yang mungkar dan yang menghalalkan bagi mereka akan yang baik-baik dan mengharamkan atas mereka yang keji-keji; dan yang menanggalkan dari mereka beban yang memberati mereka dan belenggu-belenggu yang ada di atas diri mereka. Maka, orang-orang yang beriman kepadanya dan memuliakannya dan menolong akan dia dan mengikut akan cahaya yang diturunkan bersamanya dia, itulah orang-orang yang akan beroleh kejayaan.

قُلْ يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ جَمِيعًا الَّذِي لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۖ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ يُحْيِي وَيُمِيتُ ۖ فَآمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ الَّذِي يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَكَلِمَاتِهِ وَاتَّبِعُوهُ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

Kemenag RI 2019: Katakanlah (Nabi Muhammad), “Wahai manusia, sesungguhnya aku ini utusan Allah bagi kamu semua, Yang memiliki kerajaan langit dan bumi, tidak ada tuhan selain Dia, serta Yang menghidupkan dan mematikan. Maka, berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, (yaitu) nabi ummi (tidak pandai baca tulis) yang beriman kepada Allah dan kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya). Ikutilah dia agar kamu mendapat petunjuk.” ( QS. Al-A'raf : 158)
Quraish Shihab: Katakanlah (Nabi Muhammad saw.): “Hai (seluruh) manusia! Sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepada kamu semua, yang memiliki kerajaan langit dan bumi; tidak ada Tuhan (Yang Kuasa dan berhak disembah) melainkan Dia, yang menghidupkan dan mematikan, maka berimanlah kepada Allah dan Rasul-Nya, Nabi yang ummi (tidak pandai membaca dan menulis), yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab)-Nya dan ikutilah dia, supaya kamu mendapat petunjuk.”
HAMKA: Katakanlah, “Wahai manusia! Sesungguhnya aku ini adalah rasul Allah kepada kamu sekalian; (Tuhan) Yang mempunyai kerajaan semua langit dan bumi; tidak ada Tuhan melainkan Dia, Yang menghidupkan dan yang mematikan. Maka, percayalah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya yang ummi, yang beriman kepada Allah dan kalimat-kalimat-Nya; dan ikutilah dia, mudah-mudahan kamu mendapat petunjuk-Nya.”

وَمِنْ قَوْمِ مُوسَىٰ أُمَّةٌ يَهْدُونَ بِالْحَقِّ وَبِهِ يَعْدِلُونَ

Kemenag RI 2019: Di antara kaum Musa terdapat suatu umat yang memberi petunjuk (kepada manusia) dengan (dasar) kebenaran dan dengan itu (pula) mereka berlaku adil. ) ( QS. Al-A'raf : 159)
Quraish Shihab: Dan di antara kaum Musa terdapat suatu umat yang memberi petunjuk (kepada umat manusia, khususnya Bani Israil) dengan (cara dan tujuan yang) haq (benar), dan dengannya mereka selalu berlaku adil.
HAMKA: Dan daripada kaum Musa itu ada satu umat yang memimpin dengan kebenaran dan dengan (kebenaran) itu mereka berlaku adil.

وَقَطَّعْنَاهُمُ اثْنَتَيْ عَشْرَةَ أَسْبَاطًا أُمَمًا ۚ وَأَوْحَيْنَا إِلَىٰ مُوسَىٰ إِذِ اسْتَسْقَاهُ قَوْمُهُ أَنِ اضْرِبْ بِعَصَاكَ الْحَجَرَ ۖ فَانْبَجَسَتْ مِنْهُ اثْنَتَا عَشْرَةَ عَيْنًا ۖ قَدْ عَلِمَ كُلُّ أُنَاسٍ مَشْرَبَهُمْ ۚ وَظَلَّلْنَا عَلَيْهِمُ الْغَمَامَ وَأَنْزَلْنَا عَلَيْهِمُ الْمَنَّ وَالسَّلْوَىٰ ۖ كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ ۚ وَمَا ظَلَمُونَا وَلَٰكِنْ كَانُوا أَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ

Kemenag RI 2019: Kami membagi mereka (Bani Israil) menjadi dua belas suku yang tiap-tiap mereka berjumlah besar. Kami wahyukan kepada Musa ketika kaumnya meminta air kepadanya, “Pukullah batu itu dengan tongkatmu!” Maka, memancarlah dari (batu) itu dua belas mata air. Sungguh, setiap suku telah mengetahui tempat minumnya masing-masing. Kami naungi mereka dengan awan dan Kami turunkan kepada mereka manna dan salwa. ) (Kami berfirman), “Makanlah yang baik-baik dari rezeki yang telah Kami anugerahkan kepadamu.” Mereka tidak menzalimi Kami, tetapi merekalah yang selalu menzalimi dirinya sendiri. ( QS. Al-A'raf : 160)
Quraish Shihab: Dan Kami cerai-beraikan dan pencarkan mereka (orang-orang Yahudi) menjadi dua belas suku (sebagai) umat-umat (besar), dan telah Kami wahyukan kepada Musa ketika kaumnya meminta air kepadanya: “Pukullah batu (itu dengan tongkatmu)!” Maka, memancarlah darinya dua belas mata air. Sungguh, setiap orang (suku) telah mengetahui tempat minum mereka.
HAMKA: Dan Kami bagi-bagi mereka kepada dua belas keluarga, sebagai umat-umat; dan Kami wahyukan kepada Musa ketika kaumnya meminta minuman kepadanya, supaya engkau pukul batu itu dengan tongkatmu itu. Lalu, terpancarlah daripadanya dua belas mata air, yang telah tahu saja tiap-tiap manusia di mana tempat minum mereka. Dan, telah Kami tudungi atas mereka awan dan telah kami turunkan kepada mereka manna dan salwa. Makanlah dari yang baik-baik yang telah Kami karuniakan kepada kamu. Dan, tidaklah mereka menganiaya Kami. Akan tetapi, adalah mereka menganiaya diri mereka sendiri.

وَإِذْ قِيلَ لَهُمُ اسْكُنُوا هَٰذِهِ الْقَرْيَةَ وَكُلُوا مِنْهَا حَيْثُ شِئْتُمْ وَقُولُوا حِطَّةٌ وَادْخُلُوا الْبَابَ سُجَّدًا نَغْفِرْ لَكُمْ خَطِيئَاتِكُمْ ۚ سَنَزِيدُ الْمُحْسِنِينَ

Kemenag RI 2019: (Ingatlah) ketika dikatakan kepada mereka (Bani Israil), “Tinggallah di negeri ini (Baitulmaqdis) dan makanlah dari (hasil bumi)-nya di mana saja kamu kehendaki, serta katakanlah, ‘Bebaskanlah kami dari dosa,’ lalu masukilah pintu gerbangnya sambil membungkuk! (Jika kamu melakukan itu semua,) niscaya Kami mengampuni kesalahan-kesalahanmu.” Kami akan menambah (karunia) kepada orang-orang yang berbuat kebaikan. ( QS. Al-A'raf : 161)
Quraish Shihab: Dan (ingatlah), ketika dikatakan (oleh Allah swt. melalui rasul) kepada mereka: “Tinggallah di negeri ini (Baitul Maqdis atau Yerusalem Lama) dan makanlah dari (hasil bumi)-nya di mana (dan kapan) saja yang kamu kehendaki.” Dan katakanlah: “Hiththah (bebaskanlah kami dari dosa-dosa kami yang banyak dan besar) dan masukilah pintu gerbang sambil membungkuk, pasti Kami ampuni kesalahan-kesalahan kamu.” Kelak Kami tambah (anugerah Kami) kepada orang-orang
HAMKA: Dan, (ingatlah) tatkala dikatakan kepada mereka, “Berdiamlah di negeri ini dan makanlah dari padanya mana-mana yang kamu sukai dan katakanlah, ‘Kami mohon ampun.’ Dan masuklah ke dalam pintu itu dalam keadaan sujud, niscaya akan Kami ampuni kesalahan-kesalahan kamu, akan Kami tambah bagi orang-orang yang berbuat kebaikan.”

فَبَدَّلَ الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْهُمْ قَوْلًا غَيْرَ الَّذِي قِيلَ لَهُمْ فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ رِجْزًا مِنَ السَّمَاءِ بِمَا كَانُوا يَظْلِمُونَ

Kemenag RI 2019: Maka, orang-orang yang zalim di antara mereka mengganti (perkataan itu) dengan perkataan yang tidak diperintahkan kepada mereka. ) Lalu, Kami timpakan kepada mereka azab dari langit karena mereka selalu berbuat zalim. ( QS. Al-A'raf : 162)
Quraish Shihab: Kemudian, orang-orang yang zalim di antara mereka itu mengganti (perkataan yang diperintahkan itu) dengan perkataan yang tidak di katakan kepada mereka, maka Kami timpakan kepada mereka siksa dari langit disebabkan kezaliman mereka.
HAMKA: Maka, menggantikanlah orang-orang yang zalim dari mereka, dengan kata lain yang bukan dikatakan kepada mereka. Lantaran itu Kami turunkanlah kepada mereka suatu bencana dari langit, akibat dari kezaliman mereka itu.

وَاسْأَلْهُمْ عَنِ الْقَرْيَةِ الَّتِي كَانَتْ حَاضِرَةَ الْبَحْرِ إِذْ يَعْدُونَ فِي السَّبْتِ إِذْ تَأْتِيهِمْ حِيتَانُهُمْ يَوْمَ سَبْتِهِمْ شُرَّعًا وَيَوْمَ لَا يَسْبِتُونَ ۙ لَا تَأْتِيهِمْ ۚ كَذَٰلِكَ نَبْلُوهُمْ بِمَا كَانُوا يَفْسُقُونَ

Kemenag RI 2019: Tanyakanlah kepada mereka tentang negeri ) yang terletak di dekat laut ketika mereka melanggar aturan pada hari Sabat, ) (yaitu) ketika datang kepada mereka ikan-ikan (yang berada di sekitar) mereka bermunculan di permukaan air. Padahal, pada hari-hari yang bukan Sabat ikan-ikan itu tidak datang kepada mereka. Demikianlah Kami menguji mereka karena mereka selalu berlaku fasik. ( QS. Al-A'raf : 163)
Quraish Shihab: Dan tanyakanlah (Nabi Muhammad saw.) kepada mereka tentang negeri yang terletak di dekat laut (teluk Aqabah, kota Aylah sekarang) ketika mereka melanggar (aturan) pada hari Sabtu, ketika datang kepada mereka ikan-ikan mereka terapung-apung di permukaan air, dan di hari-hari yang bukan Sabtu, ikan-ikan itu tidak datang kepada mereka. Demikianlah Kami menguji mereka disebabkan mereka (sering kali) berbuat fasik (keluar dari ketaatan kepada Allah swt.).
HAMKA: Dan, tanyakanlah kepada mereka perihal negeri yang di dekat laut itu, seketika mereka melanggar peraturan pada hari Sabtu, ketika datang kepada mereka ikan-ikan itu berkilat-kilat di hari mereka bersabat itu, sedang di hari mereka tidak bersabat (ikan-ikan) itu tidak datang kepada mereka. Demikianlah Kami mencoba mereka dengan sebab mereka adalah kaum yang fasik.

وَإِذْ قَالَتْ أُمَّةٌ مِنْهُمْ لِمَ تَعِظُونَ قَوْمًا ۙ اللَّهُ مُهْلِكُهُمْ أَوْ مُعَذِّبُهُمْ عَذَابًا شَدِيدًا ۖ قَالُوا مَعْذِرَةً إِلَىٰ رَبِّكُمْ وَلَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ

Kemenag RI 2019: (Ingatlah) ketika salah satu golongan di antara mereka berkata, “Mengapa kamu menasihati kaum yang akan dibinasakan atau diazab Allah dengan azab yang sangat keras?” Mereka menjawab, “Agar kami mempunyai alasan (lepas tanggung jawab) kepada Tuhanmu ) dan agar mereka bertakwa.” ( QS. Al-A'raf : 164)
Quraish Shihab: Dan ketika suatu umat (golongan) di antara mereka (Bani Israil) berkata: “Mengapa kamu menasihati kaum yang Allah akan membinasakan mereka atau menyiksa mereka dengan siksa yang sangat keras?” Mereka (golongan yang selalu memberi nasihat) menjawab: “Supaya kami mempunyai alasan (dan pelepas tanggung jawab) kepada Tuhan Pemelihara kamu, dan supaya mereka bertakwa.”
HAMKA: Dan, (ingat pulalah) tatkala berkata suatu umat dari antara mereka, “Mengapa kamu beri pengajaran suatu kaum yang Allah telah membinasakan mereka atau mengadzab mereka dengan azab yang sangat?” Mereka menjawab, “Untuk melepaskan kewajiban kepada Tuhan kamu dan supaya mereka bertakwa.”

فَلَمَّا نَسُوا مَا ذُكِّرُوا بِهِ أَنْجَيْنَا الَّذِينَ يَنْهَوْنَ عَنِ السُّوءِ وَأَخَذْنَا الَّذِينَ ظَلَمُوا بِعَذَابٍ بَئِيسٍ بِمَا كَانُوا يَفْسُقُونَ

Kemenag RI 2019: Maka, setelah mereka melupakan apa yang diperingatkan kepada mereka, Kami selamatkan orang-orang yang mencegah (orang berbuat) keburukan dan Kami timpakan kepada orang-orang yang zalim azab yang keras karena mereka selalu berbuat fasik. ( QS. Al-A'raf : 165)
Quraish Shihab: Maka, ketika mereka (golongan yang diberi nasihat) melupakan apa yang diperingatkan kepada mereka, Kami selamatkan orang-orang yang melarang keburukan dan Kami timpakan kepada orang-orang yang zalim siksa yang sangat buruk, disebabkan mereka selalu berbuat fasik (keluar dari ketaatan kepada Allah swt.).
HAMKA: Maka, tatkala mereka telah lupa apa yang diperingatkan kepada mereka, Kami selamatkanlah orang-orang yang telah mencegah dari kejahatan dan Kami siksa orang-orang yang aniaya itu dengan azab yang pedih dari sebab mereka telah berbuat fasik.

فَلَمَّا عَتَوْا عَنْ مَا نُهُوا عَنْهُ قُلْنَا لَهُمْ كُونُوا قِرَدَةً خَاسِئِينَ

Kemenag RI 2019: Kemudian, ketika mereka bersikeras (melampaui batas) terhadap segala yang dilarang, Kami katakan kepada mereka, “Jadilah kamu kera yang hina!” ( QS. Al-A'raf : 166)
Quraish Shihab: Maka, ketika mereka melampaui batas terhadap apa yang mereka dilarang mengerjakannya, Kami berfirman kepada mereka: “Jadilah kamu kera-kera yang hina, lagi terkutuk!”
HAMKA: Maka tatkala mereka telah melanggar apa yang dilarang daripadanya, Kami katakanlah kepada mereka, “Jadilah kamu monyet-monyet yang hina.”

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكَ لَيَبْعَثَنَّ عَلَيْهِمْ إِلَىٰ يَوْمِ الْقِيَامَةِ مَنْ يَسُومُهُمْ سُوءَ الْعَذَابِ ۗ إِنَّ رَبَّكَ لَسَرِيعُ الْعِقَابِ ۖ وَإِنَّهُ لَغَفُورٌ رَحِيمٌ

Kemenag RI 2019: (Ingatlah) ketika Tuhanmu memberitahukan bahwa sungguh Dia akan mengirimkan kepada mereka (Bani Israil) orang-orang yang akan menimpakan seburuk-buruk azab kepada mereka sampai hari Kiamat. Sesungguhnya Tuhanmu sangat cepat hukuman-Nya dan sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. ( QS. Al-A'raf : 167)
Quraish Shihab: Dan ingatlah (Nabi Muhammad saw.), ketika Tuhan Pemeliharamu memaklumkan sesungguhnya Dia pasti akan mengirim (dari satu tempat) kepada mereka (orang-orang Yahudi yang durhaka itu) sampai pada Hari Kiamat, siapa (orang-orang) yang akan menimpakan kepada mereka seburuk-buruk siksa. Sesungguhnya Tuhan Pemelihara kamu pasti sangat cepat pembalasan-Nya, dan sesungguhnya Dia benar-benar Maha Pengampun, lagi Maha Penyayang.
HAMKA: Dan, (ingatlah) tatkala Tuhan engkau memberitahukan bahwa sesungguhnya Dia akan membangkitkan atas mereka, hingga Hari Kiamat, orang yang akan menimpakan kepada mereka seburuk-buruk azab. Sesungguhnya Tuhan engkau itu, adalah sangat cepat siksaan-Nya dan sesungguhnya Dia itu pun adalah Pengampun lagi Penyayang.

وَقَطَّعْنَاهُمْ فِي الْأَرْضِ أُمَمًا ۖ مِنْهُمُ الصَّالِحُونَ وَمِنْهُمْ دُونَ ذَٰلِكَ ۖ وَبَلَوْنَاهُمْ بِالْحَسَنَاتِ وَالسَّيِّئَاتِ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

Kemenag RI 2019: Kami membagi mereka di bumi ini menjadi beberapa golongan. Di antaranya ada orang-orang yang saleh dan ada (pula) yang tidak. Kami menguji mereka dengan berbagai kebaikan dan keburukan agar mereka kembali (pada kebenaran). ( QS. Al-A'raf : 168)
Quraish Shihab: Dan Kami cerai-beraikan dan pencarkan mereka (orang-orang Yahudi) di bumi ini (menjadi) beberapa golongan; di antara mereka ada orang-orang yang saleh dan di antara mereka ada (juga) yang tidak demikian. Dan Kami telah (dan pasti akan) menguji mereka dengan kebaikan-kebaikan dan (juga dengan) keburukan-keburukan, supaya mereka kembali (kepada kebenaran).
HAMKA: Dan, Kami potong-potong mereka di bumi ini menjadi beberapa umat. Di antara mereka ada yang shalih dan ada (di antara mereka itu tidak demikian dan Kami coba mereka dengan berbagai kebaikan dan berbagai kejahatan, supaya mereka kembali.

فَخَلَفَ مِنْ بَعْدِهِمْ خَلْفٌ وَرِثُوا الْكِتَابَ يَأْخُذُونَ عَرَضَ هَٰذَا الْأَدْنَىٰ وَيَقُولُونَ سَيُغْفَرُ لَنَا وَإِنْ يَأْتِهِمْ عَرَضٌ مِثْلُهُ يَأْخُذُوهُ ۚ أَلَمْ يُؤْخَذْ عَلَيْهِمْ مِيثَاقُ الْكِتَابِ أَنْ لَا يَقُولُوا عَلَى اللَّهِ إِلَّا الْحَقَّ وَدَرَسُوا مَا فِيهِ ۗ وَالدَّارُ الْآخِرَةُ خَيْرٌ لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ ۗ أَفَلَا تَعْقِلُونَ

Kemenag RI 2019: Kemudian, setelah mereka, datanglah generasi (yang lebih buruk) yang mewarisi kitab suci (Taurat). Mereka mengambil harta benda (duniawi) yang rendah ini (sebagai ganti dari kebenaran). Lalu, mereka berkata, “Kami akan diampuni.” Jika nanti harta benda (duniawi) datang kepada mereka sebanyak itu, niscaya mereka akan mengambilnya (juga). Bukankah mereka sudah terikat perjanjian dalam kitab suci (Taurat) bahwa mereka tidak akan mengatakan kepada Allah, kecuali yang benar, dan mereka pun telah mempelajari apa yang tersebut di dalamnya? Negeri akhirat itu lebih baik bagi mereka yang bertakwa. Maka, tidakkah kamu mengerti? ( QS. Al-A'raf : 169)
Quraish Shihab: Maka, digantikanlah sesudah mereka (orang-orang Yahudi terdahulu) generasi (lain yang lebih buruk) yang mewarisi al-Kitab (Taurat); mereka (generasi yang baru itu) mengambil harta (duniawi) yang rendah ini, dan berkata: “Kami akan diampuni (oleh Allah swt.).” Dan jika datang kepada mereka harta serupa (itu), niscaya mereka (terus-menerus) akan mengambilnya (juga). Bukankah telah dikukuhkan (oleh Allah swt.) dari mereka perjanjian (yang kuat dalam) al-Kitab (Taurat), (yaitu) bahwa mereka tidak akan mengatakan terhadap Allah kecuali yang haq (benar), padahal mereka telah mempelajari apa yang tersebut di dalamnya? Dan negeri akhirat lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka, tidakkah kamu berpikir?
HAMKA: Maka, menggantikanlah sesudah mereka itu suatu keturunan yang mewarisi kitab, mereka ambil benda-benda yang rendah ini dan mereka berkata, “Kita akan diampuni!” Dan jika datang (juga) kepada mereka benda seperti itu, mereka pun mengambilnya pula. Bukankah telah diambil perjanjian atas mereka dalam kitab itu bahwa mereka tidak boleh berkata atas nama Allah melainkan perkara yang benar? Sedangkan mereka pun telah membaca apa yang ada di dalamnya? Padahal negeri akhirat adalah lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Apakah mereka tidak mau mempergunakan akal?

وَالَّذِينَ يُمَسِّكُونَ بِالْكِتَابِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ إِنَّا لَا نُضِيعُ أَجْرَ الْمُصْلِحِينَ

Kemenag RI 2019: Orang-orang yang berpegang teguh pada kitab suci (Taurat) dan melaksanakan salat, sesungguhnya Kami tidak akan menyia-nyiakan pahala orang-orang saleh. ( QS. Al-A'raf : 170)
Quraish Shihab: Dan orang-orang yang berpegang teguh dengan al-Kitab (Taurat) dan melaksanakan shalat secara sempurna, sesungguhnya Kami tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang selalu melakukan kebaikan dan perbaikan.
HAMKA: Dan, orang-orang yang berpegang teguh dengan kitab dan mereka pun mendirikan shalat, sesungguhnya Kami tidaklah akan menyiakan pahala bagi orang-orang yang berbuat perbaikan.

وَإِذْ نَتَقْنَا الْجَبَلَ فَوْقَهُمْ كَأَنَّهُ ظُلَّةٌ وَظَنُّوا أَنَّهُ وَاقِعٌ بِهِمْ خُذُوا مَا آتَيْنَاكُمْ بِقُوَّةٍ وَاذْكُرُوا مَا فِيهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Kemenag RI 2019: (Ingatlah) ketika Kami mengangkat gunung (dari akarnya) ke atas mereka, seakan-akan (gunung) itu awan dan mereka yakin bahwa (gunung) itu akan jatuh menimpa mereka. (Kami berfirman kepada mereka,) “Peganglah dengan teguh apa yang telah Kami anugerahkan kepadamu serta ingatlah selalu (amalkanlah) apa yang tersebut di dalamnya agar kamu bertakwa.” ( QS. Al-A'raf : 171)
Quraish Shihab: Dan (ingatlah), ketika Kami mencabut sehingga terangkat gunung (Thursina) ke atas mereka seolah-olah ia naungan (awan) dan mereka yakin bahwa gunung itu akan jatuh menimpa mereka. (Ketika itu Kami firmankan kepada mereka): “Peganglah dengan teguh apa yang telah Kami anugerahkan kepada kamu, dan ingatlah (amalkan selalu) apa yang terdapat di dalamnya supaya kamu bertakwa!”
HAMKA: Dan (ingatlah) tatkala Kami angkatkan gunung itu di atas mereka, seakan-akan sebuah atap dan mereka telah menyangka bahwa gunung itu akan jatuh kepada mereka. “Peganglah Kitab yang telah Kami berikan kepada kamu dengan teguh dan ingatlah apa-apa yang ada padanya, supaya kamu bertakwa.”

وَإِذْ أَخَذَ رَبُّكَ مِنْ بَنِي آدَمَ مِنْ ظُهُورِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَأَشْهَدَهُمْ عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ ۖ قَالُوا بَلَىٰ ۛ شَهِدْنَا ۛ أَنْ تَقُولُوا يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّا كُنَّا عَنْ هَٰذَا غَافِلِينَ

Kemenag RI 2019: (Ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan dari tulang punggung anak cucu Adam, keturunan mereka dan Allah mengambil kesaksiannya terhadap diri mereka sendiri (seraya berfirman), “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab, “Betul (Engkau Tuhan kami), kami bersaksi.” (Kami melakukannya) agar pada hari Kiamat kamu (tidak) mengatakan, “Sesungguhnya kami lengah terhadap hal ini,” ( QS. Al-A'raf : 172)
Quraish Shihab: Dan (ingatlah), ketika Tuhan Pemeliharamu mengeluarkan dari anak-cucu Adam dari punggung (sulbi orang tua) mereka, keturunan mereka, dan Dia mempersaksikan mereka atas diri mereka (sendiri): “Bukankah Aku Tuhan Pemelihara kamu?” Mereka menjawab: “Betul! Kami telah menyaksikan.” (Kami lakukan yang demikian itu) supaya pada Hari Kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang lengah terhadap ini.”
HAMKA: Dan, (ingatlah) tatkala Tuhan engkau mengambil dari anak cucu Adam dari tulang-tulang punggung mereka dan Dia jadikan mereka saksi atas diri mereka sendiri. “Bukankah Aku Tuhan kamu?” Semua menjawab, “Memang kami menyaksikan.” Supaya jangan kamu berkata di Hari Kiamat, “Sesungguhnya kami lalai dari ini.”

أَوْ تَقُولُوا إِنَّمَا أَشْرَكَ آبَاؤُنَا مِنْ قَبْلُ وَكُنَّا ذُرِّيَّةً مِنْ بَعْدِهِمْ ۖ أَفَتُهْلِكُنَا بِمَا فَعَلَ الْمُبْطِلُونَ

Kemenag RI 2019: atau agar kamu (tidak) mengatakan, “Sesungguhnya nenek moyang kami telah mempersekutukan (Tuhan) sejak dahulu, sedangkan kami adalah keturunan yang (datang) setelah mereka. Maka, apakah Engkau akan menyiksa kami karena perbuatan para pelaku kebatilan?” ) ( QS. Al-A'raf : 173)
Quraish Shihab: Atau (supaya) kamu (tidak) mengatakan: “Sesungguhnya nenek moyang kami telah menyekutukan (Allah swt.) sejak dahulu, sedangkan kami adalah anak-anak keturunan (yang datang) sesudah mereka. Maka, apakah Engkau akan membinasakan kami karena perbuatan para pembuat kebatilan?”
HAMKA: Atau supaya tidak kamu katakan, “Yang musyrik itu hanyalah bapak-bapak kami yang dahulu sedang kami ini hanyalah keturunan sesudah mereka. Maka, apakah Engkau akan membinasakan kami lantaran apa yang dikerjakan oleh orang-orang yang berbuat salah?”

وَكَذَٰلِكَ نُفَصِّلُ الْآيَاتِ وَلَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

Kemenag RI 2019: Demikianlah Kami menjelaskan secara terperinci ayat-ayat itu dan agar mereka kembali (kepada kebenaran). ( QS. Al-A'raf : 174)
Quraish Shihab: Dan demikianlah Kami menjelaskan secara rinci ayat-ayat (bukti-bukti keesaan dan perintah Kami) itu, supaya mereka kembali (kepada kebenaran dan fithrah).
HAMKA: Dan, demikianlah Kami jelaskan ayat-ayat itu, supaya mereka kembali.

وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ الَّذِي آتَيْنَاهُ آيَاتِنَا فَانْسَلَخَ مِنْهَا فَأَتْبَعَهُ الشَّيْطَانُ فَكَانَ مِنَ الْغَاوِينَ

Kemenag RI 2019: Bacakanlah (Nabi Muhammad) kepada mereka (tentang) berita orang yang telah Kami anugerahkan ayat-ayat Kami kepadanya. Kemudian, dia melepaskan diri dari (ayat-ayat) itu, lalu setan mengikutinya (dan terus menggodanya) sehingga dia termasuk orang yang sesat. ( QS. Al-A'raf : 175)
Quraish Shihab: Dan (sampaikanlah wahai Nabi Muhammad saw.) kepada mereka (orang-orang musyrik), berita (tentang) orang yang telah Kami anugerahkan kepadanya ayat-ayat Kami, kemudian dia melepaskan diri darinya (dan tidak mengamalkan pesan ayat-ayat itu), maka dia diikuti oleh setan sehingga dia termasuk orang-orang sesat.
HAMKA: Dan, bacakanlah kepada mereka berita orang yang telah Kami datangkan kepadanya ayat-ayat Kami, tetapi dia terlepas daripadanya; maka setan pun menjadikan dia pengikutnya lalu jadilah dia daripada orang-orang yang tersesat.

وَلَوْ شِئْنَا لَرَفَعْنَاهُ بِهَا وَلَٰكِنَّهُ أَخْلَدَ إِلَى الْأَرْضِ وَاتَّبَعَ هَوَاهُ ۚ فَمَثَلُهُ كَمَثَلِ الْكَلْبِ إِنْ تَحْمِلْ عَلَيْهِ يَلْهَثْ أَوْ تَتْرُكْهُ يَلْهَثْ ۚ ذَٰلِكَ مَثَلُ الْقَوْمِ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا ۚ فَاقْصُصِ الْقَصَصَ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ

Kemenag RI 2019: Seandainya Kami menghendaki, niscaya Kami tinggikan (derajat)-nya dengan (ayat-ayat) itu, tetapi dia cenderung pada dunia dan mengikuti hawa nafsunya. Maka, perumpamaannya seperti anjing. Jika kamu menghalaunya, ia menjulurkan lidahnya dan jika kamu membiarkannya, dia menjulurkan lidahnya (juga). Demikian itu adalah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka, ceritakanlah kisah-kisah itu agar mereka berpikir. ( QS. Al-A'raf : 176)
Quraish Shihab: Dan jika seandainya Kami menghendaki, pasti Kami meninggikan (derajat)nya dengannya (pengamalan ayat-ayat itu), tetapi dia cenderung ke dunia dan mengikuti hawa nafsunya, maka perumpamaannya adalah seperti anjing. Jika engkau menghalaunya, ia menjulurkan lidahnya, dan jika engkau membiarkannya, ia menjulurkan lidahnya juga. Demikian itulah perumpamaan kaum yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka, ceritakanlah kisah-kisah (itu) supaya mereka berpikir.
HAMKA: Dan, jika Kami kehendaki, niscaya Kami angkatkanlah dia dengan (ayat-ayat) itu. Akan tetapi, dia melekat ke bumi dan memperturutkan hawa nafsunya. Maka, perumpamaannya adalah seperti anjing, yang jika engkau halaukan dia, lidahnya dijulurkannya; atau engkau biarkan dia, tetapi lidahnya dijulurkannya juga. Demikianlah perumpamaan kaum yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka, ceritakanlah cerita-cerita itu, supaya mereka berpikir.

سَاءَ مَثَلًا الْقَوْمُ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا وَأَنْفُسَهُمْ كَانُوا يَظْلِمُونَ

Kemenag RI 2019: Sangat buruk perumpamaan kaum yang mendustakan ayat-ayat Kami. Mereka hanya menzalimi diri mereka sendiri. ( QS. Al-A'raf : 177)
Quraish Shihab: Sangat buruklah perumpamaan kaum yang mendustakan ayat-ayat Kami (karena mereka mengabaikan tuntunan pengetahuannya, bahkan berbuat zalim), dan terhadap diri mereka (sendiri, bukan terhadap orang lain), mereka (terus-menerus) berbuat zalim.
HAMKA: Buruklah perumpamaan kaum yang mendustakan ayat-ayat Kami itu dan kepada diri mereka sendirilah mereka berbuat aniaya.

مَنْ يَهْدِ اللَّهُ فَهُوَ الْمُهْتَدِي ۖ وَمَنْ يُضْلِلْ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ

Kemenag RI 2019: Siapa saja yang Allah beri petunjuk, dialah yang mendapat petunjuk dan siapa saja yang Allah sesatkan, merekalah orang-orang yang merugi. ( QS. Al-A'raf : 178)
Quraish Shihab: Barang siapa dianugerahi petunjuk oleh Allah (karena kecenderungan hatinya untuk memperoleh petunjuk-Nya), maka dialah yang mendapat petunjuk; dan barang siapa disesatkan-Nya (karena kecenderungan hatinya untuk sesat), maka mereka itulah orang-orang yang rugi.
HAMKA: Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah maka itulah orang yang beroleh petunjuk; dan barangsiapa yang Dia sesatkan, mereka itulah orang-orang yang rugi.

وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِنَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ ۖ لَهُمْ قُلُوبٌ لَا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لَا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آذَانٌ لَا يَسْمَعُونَ بِهَا ۚ أُولَٰئِكَ كَالْأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ ۚ أُولَٰئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ

Kemenag RI 2019: Sungguh, Kami benar-benar telah menciptakan banyak dari kalangan jin dan manusia untuk (masuk neraka) Jahanam (karena kesesatan mereka). Mereka memiliki hati yang tidak mereka pergunakan untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan memiliki mata yang tidak mereka pergunakan untuk melihat (ayat-ayat Allah), serta memiliki telinga yang tidak mereka pergunakan untuk mendengarkan (ayat-ayat Allah). Mereka seperti hewan ternak, bahkan lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lengah. ( QS. Al-A'raf : 179)
Quraish Shihab: Dan demi (keagungan dan kekuasaan Kami)! Sungguh, Kami telah menciptakan untuk (isi neraka) Jahannam banyak dari jin dan manusia (karena kesesatan mereka); mereka mempunyai hati, (tetapi) mereka tidak mempergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah swt.), dan mereka mempunyai mata, (tetapi) mereka tidak mempergunakannya (untuk melihat tanda-tanda kekuasaan Allah swt.), dan mereka mempunyai telinga, (tetapi) mereka tidak mempergunakannya (untuk mendengar petunjuk-petunjuk Allah swt.). Mereka itu seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat. Mereka itulah orang-orang yang lalai.
HAMKA: Dan, sesungguhnya telah Kami sediakan untuk neraka Jahannam beberapa banyak dari jin dan manusia. Pada mereka ada hati, (tetapi) mereka tidak mau memperhatikan dengan dia. Dan, pada mereka ada mata, (tetapi mereka tidak mau melihat dengan dia. Dan, pada mereka ada telinga, (tetapi) mereka tidak mau mendengarkan dengan dia. Itulah orang-orang yang seperti binatang ternak, bahkan mereka itu lebih sesat. Mereka itu adalah orang-orang yang lalai.

وَلِلَّهِ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ فَادْعُوهُ بِهَا ۖ وَذَرُوا الَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِي أَسْمَائِهِ ۚ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Kemenag RI 2019: Allah memiliki Asmaulhusna (nama-nama yang terbaik). Maka, bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut (Asmaulhusna) itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyalahartikan nama-nama-Nya. ) Mereka kelak akan mendapat balasan atas apa yang telah mereka kerjakan. ( QS. Al-A'raf : 180)
Quraish Shihab: Dan (hanya) milik Allah al-Asma al-Husna (nama-nama Allah swt. yang terbaik dan sempurna), maka bermohonlah kepada-Nya dengan (menyebut salah satu dari al-Asma’ al-Husna) itu. Dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang (dari kebenaran) dalam (menyebut) nama-nama-Nya (atau menyandangkan sesuatu yang tidak layak bagi Zat Allah Yang Maha Agung), kelak mereka dibalas (disebabkan oleh) apa yang telah mereka kerjakan.
HAMKA: Dan, bagi Allah-lah nama-nama yang baik; sebab itu serulah akan Dia dengan nama-nama itu dan biarkanlah orang-orang yang tidak percaya kepada nama-nama-Nya itu. Mereka akan diganjari atas apa-apa yang telah mereka kerjakan.

وَمِمَّنْ خَلَقْنَا أُمَّةٌ يَهْدُونَ بِالْحَقِّ وَبِهِ يَعْدِلُونَ

Kemenag RI 2019: Di antara orang-orang yang telah Kami ciptakan ada umat yang memberi petunjuk dengan (dasar) kebenaran dan dengan itu (pula) mereka berlaku adil. ( QS. Al-A'raf : 181)
Quraish Shihab: Dan di antara siapa yang Kami ciptakan, ada umat yang memberi petunjuk dengan (cara dan tujuan yang) haq (benar), dan dengannya mereka (selalu) berlaku adil.
HAMKA: Dan, di antara yang telah Kami jadikan itu, ada umat yang memberi petunjuk dengan kebenaran dan dengan dia mereka berlaku adil.

وَالَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا سَنَسْتَدْرِجُهُمْ مِنْ حَيْثُ لَا يَعْلَمُونَ

Kemenag RI 2019: Orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami akan Kami biarkan mereka berangsur-angsur (menuju kebinasaan) dari arah yang tidak mereka ketahui. ) ( QS. Al-A'raf : 182)
Quraish Shihab: Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, kelak Kami menarik mereka berangsur-angsur (menuju kebinasaan) dengan cara yang tidak mereka ketahui.
HAMKA: Dan, orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, akan Kami lalaikan langkahan mereka dari jurusan yang mereka sendiri tidak tahu.

وَأُمْلِي لَهُمْ ۚ إِنَّ كَيْدِي مَتِينٌ

Kemenag RI 2019: Aku memberi tenggang waktu kepada mereka. Sesungguhnya rencana-Ku sangat teguh. ( QS. Al-A'raf : 183)
Quraish Shihab: Dan Aku menangguhkan (siksa) bagi mereka (dengan menganugerahkan kenikmatan yang menjadikan mereka lupa daratan). Sesungguhnya rencana-Ku sangat teguh.
HAMKA: Dan, Aku ulur waktu untuk mereka; sesungguhnya pembalasan-Ku sangat teguh.

أَوَلَمْ يَتَفَكَّرُوا ۗ مَا بِصَاحِبِهِمْ مِنْ جِنَّةٍ ۚ إِنْ هُوَ إِلَّا نَذِيرٌ مُبِينٌ

Kemenag RI 2019: Apakah mereka tidak merenungkan bahwa teman mereka (Nabi Muhammad) tidak gila sedikit pun? Dia hanyalah seorang pemberi peringatan yang jelas. ( QS. Al-A'raf : 184)
Quraish Shihab: Apakah mereka (yang mendustakan ayat-ayat Allah swt. dan ditangguhkan siksa atas mereka itu) lengah dan tidak memikirkan bahwa teman mereka (Nabi Muhammad saw.) tidak mempunyai sedikit pun kegilaan. Dia tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan, lagi pemberi penjelasan.
HAMKA: Apakah mereka tidak mau memikirkan; tidaklah teman mereka itu seorang dari yang gila. Lain tidak dia itu hanyalah seorang pemberi ancaman yang nyata.

أَوَلَمْ يَنْظُرُوا فِي مَلَكُوتِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا خَلَقَ اللَّهُ مِنْ شَيْءٍ وَأَنْ عَسَىٰ أَنْ يَكُونَ قَدِ اقْتَرَبَ أَجَلُهُمْ ۖ فَبِأَيِّ حَدِيثٍ بَعْدَهُ يُؤْمِنُونَ

Kemenag RI 2019: Apakah mereka tidak memperhatikan kerajaan langit dan bumi dan segala apa yang Allah ciptakan dan kemungkinan telah makin dekatnya waktu (kebinasaan) mereka? Lalu, berita mana lagi setelah ini yang akan mereka percayai? ( QS. Al-A'raf : 185)
Quraish Shihab: Apakah mereka tidak memperhatikan kerajaan langit dan bumi dan apa yang diciptakan Allah dari segala sesuatu, dan bahwa boleh jadi telah semakin dekat ajal mereka? Maka, kepada berita manakah (lagi) sesudahnya yang mereka akan percaya?
HAMKA: Apakah mereka tidak memandang kepada kerajaan semua langit dan bumi, dan apa-apa yang telah dijadikan Allah dari sesuatu dan bahwa boleh jadi telah dekat ajal mereka? Maka kepada perkataan yang manakah lagi sesudah itu, mereka hendak percaya.

مَنْ يُضْلِلِ اللَّهُ فَلَا هَادِيَ لَهُ ۚ وَيَذَرُهُمْ فِي طُغْيَانِهِمْ يَعْمَهُونَ

Kemenag RI 2019: Siapa saja yang Allah sesatkan, tidak ada yang mampu memberinya petunjuk dan Dia akan membiarkannya terombang-ambing dalam kesesatan. ) ( QS. Al-A'raf : 186)
Quraish Shihab: Barang siapa yang Allah menyesatkannya (karena kecenderungan hatinya untuk sesat), maka baginya tidak ada lagi pemberi petunjuk. Dan Dia membiarkan mereka berrombang-ambing dalam kesesatan mereka.
HAMKA: Barangsiapa yang disesatkan oleh Allah maka tidaklah ada baginya pemberi petunjuk; dan Dia akan membiarkan mereka dalam kesesatan itu, jadi kebingungan.

يَسْأَلُونَكَ عَنِ السَّاعَةِ أَيَّانَ مُرْسَاهَا ۖ قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ رَبِّي ۖ لَا يُجَلِّيهَا لِوَقْتِهَا إِلَّا هُوَ ۚ ثَقُلَتْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ لَا تَأْتِيكُمْ إِلَّا بَغْتَةً ۗ يَسْأَلُونَكَ كَأَنَّكَ حَفِيٌّ عَنْهَا ۖ قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ اللَّهِ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

Kemenag RI 2019: Mereka menanyakan kepadamu (Nabi Muhammad) tentang kiamat, “Kapan terjadi?” Katakanlah, “Sesungguhnya pengetahuan tentangnya hanya ada pada Tuhanku. Tidak ada (seorang pun) yang dapat menjelaskan waktu terjadinya selain Dia. (Kiamat) itu sangat berat (huru-haranya bagi makhluk yang) di langit dan di bumi. Ia tidak akan datang kepadamu kecuali secara tiba-tiba.” Mereka bertanya kepadamu seakan-akan engkau mengetahuinya. Katakanlah (Nabi Muhammad), “Sesungguhnya pengetahuan tentangnya hanya ada pada Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” ( QS. Al-A'raf : 187)
Quraish Shihab: Mereka bertanya kepadamu (Nabi Muhammad saw.) tentang Kiamat: “Kapankah terjadinya?” Katakanlah (Nabi Muhammad saw.): “Sesungguhnya pengetahuan tentang Kiamat hanya pada sisi Tuhan Pemeliharaku, tidak ada yang dapat menjelaskannya. Kiamat itu sangat berat bagi makhluk yang ada di langit dan di bumi, dan tidak akan datang kepada kalian kecuali secara tiba-tiba.” Mereka bertanya seolah-olah engkau mengetahuinya. Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan rentang waktu Kiamat hanya di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya.”
HAMKA: Mereka bertanya kepada engkau perihal Sa‘ah, bilakah datangnya. Katakanlah, “Pengetahuan tentangnya adalah di sisi Tuhanku. Tidak ada yang bisa menampakkannya pada waktunya melainkan Dia. Beratlah urusan itu di langit dan di bumi. Dia tidak akan datang kepada kamu, kecuali dengan tiba-tiba.” Mereka akan, bertanya kepada engkau seolah-olah engkau lebih dekat perihal itu. Katakanlah, “Namun ilmunya hanyalah di sisi Allah. Akan tetapi, kebanyakan manusia tidaklah mengetahui.”

قُلْ لَا أَمْلِكُ لِنَفْسِي نَفْعًا وَلَا ضَرًّا إِلَّا مَا شَاءَ اللَّهُ ۚ وَلَوْ كُنْتُ أَعْلَمُ الْغَيْبَ لَاسْتَكْثَرْتُ مِنَ الْخَيْرِ وَمَا مَسَّنِيَ السُّوءُ ۚ إِنْ أَنَا إِلَّا نَذِيرٌ وَبَشِيرٌ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ

Kemenag RI 2019: Katakanlah (Nabi Muhammad), “Aku tidak kuasa mendatangkan manfaat maupun menolak mudarat bagi diriku, kecuali apa yang Allah kehendaki. Seandainya aku mengetahui yang gaib, niscaya aku akan berbuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan bahaya tidak akan menimpaku. Aku hanyalah pemberi peringatan dan pembawa berita gembira bagi kaum yang beriman.” ( QS. Al-A'raf : 188)
Quraish Shihab: Katakanlah (Nabi Muhammad saw.): “Aku tidak memunyai sedikit pun kekuasaan untuk mendatangkan bagi diriku manfaat dan tidak pula menolak mudharat, kecuali apa yang dikehendaki Allah. Dan jika seandainya aku mengetahui yang gaib, tentulah aku memperbanyak kebajikan dan aku tidak akan disentuh keburukan. Aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan, dan pembawa kabar gembira bagi kaum yang beriman.”
HAMKA: Katakanlah, “Tidaklah aku kuasa mendatangkan manfaat atas diriku sendiri dan tidak pula menolak bahaya, kecuali apa yang dikehendaki oleh Allah. Dan, kalau adalah aku mengetahui yang ghaib, niscaya telah aku kumpulkan harta yang banyak-banyak dan tentulah tidak akan menimpa aku sesuatu kesusahan. Tidaklah aku ini melainkan pemberi ancaman dan warta gembira bagi kamu yang beriman.”

هُوَ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَجَعَلَ مِنْهَا زَوْجَهَا لِيَسْكُنَ إِلَيْهَا ۖ فَلَمَّا تَغَشَّاهَا حَمَلَتْ حَمْلًا خَفِيفًا فَمَرَّتْ بِهِ ۖ فَلَمَّا أَثْقَلَتْ دَعَوَا اللَّهَ رَبَّهُمَا لَئِنْ آتَيْتَنَا صَالِحًا لَنَكُونَنَّ مِنَ الشَّاكِرِينَ

Kemenag RI 2019: Dialah yang menciptakan kamu dari jiwa yang satu (Adam) dan darinya Dia menjadikan pasangannya agar dia cenderung dan merasa tenteram kepadanya. Kemudian, setelah ia mencampurinya, dia (istrinya) mengandung dengan ringan. Maka, ia pun melewatinya dengan mudah. Kemudian, ketika dia merasa berat, keduanya (suami istri) memohon kepada Allah, Tuhan mereka, “Sungguh, jika Engkau memberi kami anak yang saleh, pasti kami termasuk orang-orang yang bersyukur.” ) ( QS. Al-A'raf : 189)
Quraish Shihab: Dialah Yang menciptakan kamu (keturunan Nabi Adam as.) dari diri yang satu dan darinya Dia menjadikan pasangannya, supaya dia merasa tenang (dan cenderung) kepada pasangannya. Maka setelah dicampurinya, dia mengandung kandungan yang ringan, dan itu berlangsung (dalam keadaan ringan) dengannya beberapa waktu lamanya. Lalu ketika dia merasa berat, keduanya bermohon kepada Allah, Tuhan Pemelihara mereka berdua: “Demi kekuasaan dan kebesaran-Mu! Jika Engkau menganugerahi kami (anak) yang sempurna, tentulah kami benar-benar termasuk orang-orang yang bersyukur.”
HAMKA: Dialah yang telah menciptakan kamu daripada diri yang satu, dan Dia jadikan daripadanya istrinya, supaya dia merasa tenang dengan dia. Maka, tatkala dia telah mencampurinya, mengandunglah dia satu kandungan yang ringan lalu dia terus dengan dia. Maka, tatkala telah berat, berdoalah keduanya kepada Allah, “Sesungguhnya jika Engkau anugerahi kami anak laki-laki yang baik, akan jadilah kami daripada orang-orang yang bersyukur.”

فَلَمَّا آتَاهُمَا صَالِحًا جَعَلَا لَهُ شُرَكَاءَ فِيمَا آتَاهُمَا ۚ فَتَعَالَى اللَّهُ عَمَّا يُشْرِكُونَ

Kemenag RI 2019: Kemudian, setelah Dia memberi keduanya seorang anak yang saleh, mereka menjadikan sekutu bagi Allah ) dalam (penciptaan) anak yang telah Dia anugerahkan kepada mereka. Maka, Maha Tinggi Allah dari apa yang mereka persekutukan. ( QS. Al-A'raf : 190)
Quraish Shihab: Maka, ketika Allah menganugerahi keduanya (pasangan itu, anak) yang sempurna, maka keduanya menjadikan bagi-Nya sekutu-sekutu (yang mereka anggap sebagai pemberi anugerah) terhadap apa (anak) yang telah dianugerahkan Allah kepada keduanya (yakni, mereka tidak bersyukur). Maka, Maha Tinggi Allah dari apa yang mereka sekutukan.
HAMKA: Maka, tatkala Dia telah memberikan kepada keduanya putra yang baik, mereka adakanlah bagi-Nya sekutu-sekutu dalam hal apa yang telah Dia berikan itu. Mahasucilah Allah dari apa yang mereka persekutukan itu.

أَيُشْرِكُونَ مَا لَا يَخْلُقُ شَيْئًا وَهُمْ يُخْلَقُونَ

Kemenag RI 2019: Apakah mereka mempersekutukan (Allah dengan) sesuatu (berhala) yang tidak dapat menciptakan sesuatu apa pun, padahal ia (berhala) sendiri diciptakan? ( QS. Al-A'raf : 191)
Quraish Shihab: Apakah mereka menyekutukan apa yang tidak dapat menciptakan sesuatu pun, sedangkan mereka (sekutu-sekutu itu) diciptakan oleh manusia?
HAMKA: Apakah mereka persekutukan apa-apa yang tidak menjadikan sesuatu padahal merekalah yang dijadikan?

وَلَا يَسْتَطِيعُونَ لَهُمْ نَصْرًا وَلَا أَنْفُسَهُمْ يَنْصُرُونَ

Kemenag RI 2019: (Berhala) itu tidak dapat memberikan pertolongan kepada mereka (para penyembahnya) dan (bahkan) kepada dirinya sendiri pun ia tidak dapat memberi pertolongan. ( QS. Al-A'raf : 192)
Quraish Shihab: Dan mereka (sekutu-sekutu itu) tidak mampu memberi mereka (para penyembahnya) pertolongan, dan kepada diri mereka sendiri pun mereka tidak dapat menolong.
HAMKA: Dan, tidaklah mereka sanggup menolong mereka dan diri mereka sendiri pun tidak bisa mereka tolong?

وَإِنْ تَدْعُوهُمْ إِلَى الْهُدَىٰ لَا يَتَّبِعُوكُمْ ۚ سَوَاءٌ عَلَيْكُمْ أَدَعَوْتُمُوهُمْ أَمْ أَنْتُمْ صَامِتُونَ

Kemenag RI 2019: Jika kamu (orang-orang musyrik) menyeru mereka (berhala-berhala itu) untuk memberi petunjuk kepadamu, mereka tidak akan memenuhi seruanmu. Sama saja (hasilnya) buatmu, apakah kamu menyeru mereka atau berdiam diri. ( QS. Al-A'raf : 193)
Quraish Shihab: Dan jika kamu (orang-orang musyrik) menyeru mereka (sekutu-sekutu) kepada petunjuk, tidaklah mereka mengikuti kamu, sama saja bagi kamu apakah kamu menyeru mereka ataupun kamu berdiam diri.
HAMKA: Dan, jika kamu ajak mereka kepada petunjuk, tidaklah mereka mau menuruti kamu. Sama saja atas kamu, apakah kamu ajak mereka atau pun kamu berdiam diri.

إِنَّ الَّذِينَ تَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ عِبَادٌ أَمْثَالُكُمْ ۖ فَادْعُوهُمْ فَلْيَسْتَجِيبُوا لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya berhala-berhala yang kamu seru selain Allah adalah makhluk (yang lemah) seperti kamu. Maka, serulah mereka, lalu biarlah mereka memenuhi seruanmu, jika kamu orang yang benar. ( QS. Al-A'raf : 194)
Quraish Shihab: Sesungguhnya (berhala-berhala) yang kamu seru selain Allah adalah para hamba yang serupa kamu. Maka serulah mereka, lalu biarkanlah mereka memperkenankan (permohonan) untuk kamu, jika kamu orang-orang yang benar.
HAMKA: Sesungguhnya yang kamu seru selain dari Allah itu adalah hamba-hamba seperti kamu juga. Maka, (cobalah) kamu seru mereka supaya memperkenankan permohonan kamu, jika adalah kamu orang-orang yang benar.

أَلَهُمْ أَرْجُلٌ يَمْشُونَ بِهَا ۖ أَمْ لَهُمْ أَيْدٍ يَبْطِشُونَ بِهَا ۖ أَمْ لَهُمْ أَعْيُنٌ يُبْصِرُونَ بِهَا ۖ أَمْ لَهُمْ آذَانٌ يَسْمَعُونَ بِهَا ۗ قُلِ ادْعُوا شُرَكَاءَكُمْ ثُمَّ كِيدُونِ فَلَا تُنْظِرُونِ

Kemenag RI 2019: Apakah mereka (berhala) mempunyai kaki untuk berjalan, mempunyai tangan untuk memegang dengan keras, ) mempunyai mata untuk melihat, atau mempunyai telinga untuk mendengar? Katakanlah (Nabi Muhammad), “Panggillah (berhala-berhalamu) yang kamu anggap sekutu Allah, kemudian lakukanlah tipu daya (untuk mencelakakan)-ku dan jangan kamu tunda lagi. ( QS. Al-A'raf : 195)
Quraish Shihab: Apakah mereka mempunyai kaki yang dengannya mereka berjalan, atau tangan yang dengannya mereka memegang dengan keras, atau mata yang dengannya mereka melihat, atau telinga yang dengannya mereka mendengar? Katakanlah (Nabi Muhammad saw.): “Panggillah sekutu-sekutu kamu, kemudian lakukanlah tipu daya terhadapku dengan segera tanpa memberi tangguh kepadaku.”
HAMKA: Apakah ada pada mereka kaki yang mereka berjalan dengan dia? Atau adakah pada mereka tangan yang mereka meninjun dengan dia? Atau adakah bagi mereka mata yang mereka melihat dengan dia? Atau adakah bagi mereka telinga yang mereka mendengar dengan dia? Katakanlah, “Serulah sekutu-sekutu kamu itu, kemudian itu cobakanlah tipu dayamu kepada-Ku maka cobalah, jangan Aku diberi tempo.”

إِنَّ وَلِيِّيَ اللَّهُ الَّذِي نَزَّلَ الْكِتَابَ ۖ وَهُوَ يَتَوَلَّى الصَّالِحِينَ

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya pelindungku adalah Allah yang telah menurunkan kitab suci (Al-Qur’an). Dia melindungi orang-orang saleh. ( QS. Al-A'raf : 196)
Quraish Shihab: Sesungguhnya Wali-ku (Pelindung, Pembela, dan Penolongku) adalah Allah yang telah menurunkan al-Kitab (al-Qur’an) dan Dia menjadi Wali orang-orang saleh.
HAMKA: Sesungguhnya pelindungku ialah Allah, yang telah menurunkan kitab dan Dialah yang melindungi orang-orang yang shalih.

وَالَّذِينَ تَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ لَا يَسْتَطِيعُونَ نَصْرَكُمْ وَلَا أَنْفُسَهُمْ يَنْصُرُونَ

Kemenag RI 2019: Berhala-berhala yang kamu seru selain Allah tidaklah sanggup menolongmu, bahkan tidak dapat menolong dirinya sendiri. ( QS. Al-A'raf : 197)
Quraish Shihab: Dan yang kamu seru selain Dia tidaklah mereka mampu menolong kamu, bahkan terhadap diri mereka sendiri pun, mereka tidak dapat menolongnya.
HAMKA: Dan, mereka yang kamu seru selain dari Dia, tidaklah mereka sanggup menolong kamu dan tidak pula menolong diri mereka sendiri.

وَإِنْ تَدْعُوهُمْ إِلَى الْهُدَىٰ لَا يَسْمَعُوا ۖ وَتَرَاهُمْ يَنْظُرُونَ إِلَيْكَ وَهُمْ لَا يُبْصِرُونَ

Kemenag RI 2019: Jika kamu menyeru mereka (berhala-berhala) untuk memberi petunjuk, mereka tidak dapat mendengarnya. Kamu mengira mereka memperhatikanmu, padahal mereka tidak melihat.” ( QS. Al-A'raf : 198)
Quraish Shihab: Dan jika kamu (para penyembah berhala) menyeru mereka (sekutu-sekutu) kepada petunjuk, mereka tidak mendengar. Dan engkau melihat mereka (sekutu-sekutu) memandang kepadamu, padahal mereka tidak melihat.
HAMKA: Dan, jika kamu seru mereka kepada petunjuk, tidaklah mereka mau mendengarkan dan engkau lihatlah mereka itu memandang kepada engkau, padahal mereka tidaklah melihat.

خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلِينَ

Kemenag RI 2019: Jadilah pemaaf, perintahlah (orang-orang) pada yang makruf, dan berpalinglah dari orang-orang bodoh. ( QS. Al-A'raf : 199)
Quraish Shihab: Jadilah pemaaf dan suruhlah (orang mengerjakan) yang maruf, serta berpalinglah dari orang-orang jahil.
HAMKA: Ambillah cara memaafkan dan suruhlah berbuat yang ma’ruf dan berpalinglah dari orang-orang yang bodoh.

وَإِمَّا يَنْزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ ۚ إِنَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Kemenag RI 2019: Jika setan benar-benar menggodamu dengan halus, berlindunglah kepada Allah. ) Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. ( QS. Al-A'raf : 200)
Quraish Shihab: Dan apabila engkau benar-benar dibisikkan (dirayu dengan halus) oleh setan dengan satu bisikan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, lagi Maha Mengetahui.
HAMKA: Dan, jika mengenai kepada engkau suatu gangguan dari setan maka berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Dia adalah Mendengar lagi Mengetahui.

إِنَّ الَّذِينَ اتَّقَوْا إِذَا مَسَّهُمْ طَائِفٌ مِنَ الشَّيْطَانِ تَذَكَّرُوا فَإِذَا هُمْ مُبْصِرُونَ

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa, jika mereka dibayang-bayangi pikiran jahat (berbuat dosa) dari setan, mereka pun segera ingat (kepada Allah). Maka, seketika itu juga mereka melihat (kesalahan-kesalahannya). ( QS. Al-A'raf : 201)
Quraish Shihab: Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa apabila mereka disentuh godaan dari setan, mereka mengingat (Allah swt.), maka seketika itu juga mereka melihat (dan menyadari kesalahannya).
HAMKA: Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa apabila menyentuh akan mereka suatu gangguan dari setan; mereka pun (segera) ingat lalu mereka pun melihat.

وَإِخْوَانُهُمْ يَمُدُّونَهُمْ فِي الْغَيِّ ثُمَّ لَا يُقْصِرُونَ

Kemenag RI 2019: Teman-teman mereka (orang kafir dan fasik) membantu setan-setan dalam kesesatan, kemudian mereka tidak henti-hentinya (menyesatkan). ( QS. Al-A'raf : 202)
Quraish Shihab: Dan teman-teman mereka (para pendurhaka) membantu mereka dalam kesesatan, kemudian mereka tidak henti-hentinya menyesatkan.
HAMKA: Dan, kawan-kawan mereka menolong mereka di dalam kesesatan, kemudian mereka tidak berhenti.

وَإِذَا لَمْ تَأْتِهِمْ بِآيَةٍ قَالُوا لَوْلَا اجْتَبَيْتَهَا ۚ قُلْ إِنَّمَا أَتَّبِعُ مَا يُوحَىٰ إِلَيَّ مِنْ رَبِّي ۚ هَٰذَا بَصَائِرُ مِنْ رَبِّكُمْ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ

Kemenag RI 2019: Jika engkau (Nabi Muhammad) tidak membacakan satu ayat kepada mereka, mereka berkata, “Mengapa tidak engkau buat sendiri ayat itu?” Katakanlah, “Sesungguhnya aku hanya mengikuti apa yang diwahyukan Tuhanku kepadaku. (Al-Qur’an) ini adalah bukti-bukti yang nyata dari Tuhanmu, petunjuk, dan rahmat bagi kaum yang beriman.” ( QS. Al-A'raf : 203)
Quraish Shihab: Dan apabila engkau (Nabi Muhammad saw.) tidak membawakan suatu ayat kepada mereka (seperti apa yang mereka inginkan), mereka berkata: “Mengapa engkau tidak memilihnya (dari apa yang kami usulkan, atau membuat al-Qur’an yang lain)?” Katakanlah (Nabi Muhammad saw.): “Sesungguhnya aku hanya mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku dari Tuhan Pemeliharaku. (Al-Qur’an) ini adalah bukti-bukti yang nyata dari Tuhan Pemelihara kamu, petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.”
HAMKA: Dan, apabila tidak engkau bawakan kepada mereka suatu ayat, mereka berkata, “Mengapa tidak engkau pilihkan dia?” Katakanlah, “Yang aku turuti hanyalah apa yang diwahyukan kepadaku daripada Tuhanku. Ini adalah beberapa pandangan dari Tuhan kamu dan petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.”

وَإِذَا قُرِئَ الْقُرْآنُ فَاسْتَمِعُوا لَهُ وَأَنْصِتُوا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

Kemenag RI 2019: Jika dibacakan Al-Qur’an, dengarkanlah (dengan saksama) dan diamlah agar kamu dirahmati. ( QS. Al-A'raf : 204)
Quraish Shihab: Dan apabila dibacakan (ayat-ayat) al-Qur’an, maka dengarkanlah ia dengan tekun, diperhatikanlah dengan tenang supaya kamu mendapat rahmat.
HAMKA: Dan, apabila dibacakan orang Al-Qur’an maka dengarkanlah dia dan berdiam dirilah. Moga-moga kamu mendapat rahmat.

وَاذْكُرْ رَبَّكَ فِي نَفْسِكَ تَضَرُّعًا وَخِيفَةً وَدُونَ الْجَهْرِ مِنَ الْقَوْلِ بِالْغُدُوِّ وَالْآصَالِ وَلَا تَكُنْ مِنَ الْغَافِلِينَ

Kemenag RI 2019: Ingatlah Tuhanmu dalam hatimu dengan rendah hati dan rasa takut pada waktu pagi dan petang, dengan tidak mengeraskan suara, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lengah. ( QS. Al-A'raf : 205)
Quraish Shihab: Dan seburlah (dan ingatlah nama) Tuhan Pemeliharamu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengetamkan (mengabaikan) hati di waktu pagi dan petang, dan janganlah engkau termasuk orang-orang yang lengah.
HAMKA: Dan, sebutlah Tuhan engkau di dalam hatimu dengan merendah diri dan takut; dan tidak dengan kata-kata yang keras, pada pagi hari dan petang; dan janganlah engkau termasuk orang-orang yang lalai.

إِنَّ الَّذِينَ عِنْدَ رَبِّكَ لَا يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِهِ وَيُسَبِّحُونَهُ وَلَهُ يَسْجُدُونَ ۩

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya (malaikat) yang ada di sisi Tuhanmu tidak menyombongkan diri dari ibadah kepada-Nya dan mereka menyucikan-Nya. Hanya kepada-Nya mereka bersujud. ) ( QS. Al-A'raf : 206)
Quraish Shihab: Sesungguhnya mereka (para malaikat) yang ada di sisi Tuhan Pemeliharamu tidaklah menyombongkan diri (dalam hal menyembah-Nya) dan mereka bertasbih kepada-Nya dan hanya kepada-Nya mereka bersujud.
HAMKA: Sesungguhnya mereka yang berada di sisi Tuhan engkau, tidaklah mereka menyombong daripada ibadah kepada-Nya; dan mereka pun mengucapkan kesucian atas-Nya; dan kepada-Nyalah mereka bersujud.

7. Al-A'raf

Surat 6 | 206 ayat | Surat 8
123456789101112131415161718192021222324252627282930313233343536373839404142434445464748495051525354555657585960616263646566676869707172737475767778798081828384858687888990919293949596979899100101102103104105106107108109110111112113114115116117118119120121122123124125126127128129130131132133134135136137138139140141142143144145146147148149150151152153154155156157158159160161162163164165166167168169170171172173174175176177178179180181182183184185186187188189190191192193194195196197198199200201202203204205206