5. Al-Maidah

Surat 4 | 120 ayat | Surat 6

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَوْفُوا بِالْعُقُودِ ۚ أُحِلَّتْ لَكُمْ بَهِيمَةُ الْأَنْعَامِ إِلَّا مَا يُتْلَىٰ عَلَيْكُمْ غَيْرَ مُحِلِّي الصَّيْدِ وَأَنْتُمْ حُرُمٌ ۗ إِنَّ اللَّهَ يَحْكُمُ مَا يُرِيدُ

Kemenag RI 2019: Wahai orang-orang yang beriman, penuhilah janji-janji! ) Dihalalkan bagimu hewan ternak, kecuali yang akan disebutkan kepadamu (keharamannya) dengan tidak menghalalkan berburu ketika kamu sedang berihram (haji atau umrah). Sesungguhnya Allah menetapkan hukum sesuai dengan yang Dia kehendaki. ( QS. Al-Maidah : 1)
Quraish Shihab: Hai orang-orang yang beriman! Penuhilah akad-akad. Dihalalkan bagi kamu binatang ternak, kecuali apa yang akan dibacakan (disampaikan) kepada kamu, dengan tidak menghalalkan berburu ketika kamu sedang dalam keadaan berihram. Sesungguhnya Allah menetapkan hukum menurut yang Dia kehendaki.
HAMKA: Wahai orang-orang yang beriman! Sempurnakanlah perjanjian-perjanjian (yang telah kamu buat)! Dihalalkan bagi kamu binatang ternak, kecuali yang akan disebutkan nanti, dalam keadaan tidak menghalalkan buruan saat kamu berihram. Sesungguhnya Allah memutuskan apa yang Dia kehendaki.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُحِلُّوا شَعَائِرَ اللَّهِ وَلَا الشَّهْرَ الْحَرَامَ وَلَا الْهَدْيَ وَلَا الْقَلَائِدَ وَلَا آمِّينَ الْبَيْتَ الْحَرَامَ يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِنْ رَبِّهِمْ وَرِضْوَانًا ۚ وَإِذَا حَلَلْتُمْ فَاصْطَادُوا ۚ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ أَنْ صَدُّوكُمْ عَنِ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ أَنْ تَعْتَدُوا ۘ وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

Kemenag RI 2019: Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syiar-syiar (kesucian) Allah, ) jangan (melanggar kehormatan) bulan-bulan haram, ) jangan (mengganggu) hadyu (hewan-hewan kurban) ) dan qal?’id (hewan-hewan kurban yang diberi tanda), ) dan jangan (pula mengganggu) para pengunjung Baitulharam sedangkan mereka mencari karunia dan rida Tuhannya! ) Apabila kamu telah bertahalul (menyelesaikan ihram), berburulah (jika mau). Janganlah sekali-kali kebencian(-mu) kepada suatu kaum, karena mereka menghalang-halangimu dari Masjidilharam, mendorongmu berbuat melampaui batas (kepada mereka). Tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah sangat berat siksaan-Nya. ( QS. Al-Maidah : 2)
Quraish Shihab: Hai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu melanggar syi'ar-syi'ar Allah, dan jangan (melanggar kehormatan) bulan-bulan Haram, jangan (mengganggu) al-hadyu dan al-qalaid dan jangan (mengganggu) para pengunjung Baitullah sedangkan mereka mencari karunia dan keridhaan dari Tuhan Pemelihara mereka. Apabila kamu telah bertahallul (atau karena satu dan lain sebab, kamu tidak menyelesaikan ibadah haji kamu, misalnya karena sakit atau terkepung musuh), maka berburulah (jika kamu mau). Dan janganlah sekali-kali kebencian kamu terhadap suatu kaum karena mereka menghalang-halangi kamu dari Masjid al-Haram, mendorong kamu berbuat sesuatu yang melampaui batas (terhadap mereka). Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan ketakwaan, dan jangan tolong-menolong dalam dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah sangat keras pembalasan-(Nya).
HAMKA: Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu melanggar syiar-syiar Allah, dan jangan pada bulan-bulan yang dihormati, dan jangan pada binatang kurban, dan jangan pada kalungan leher, dan jangan pada orang-orang yang datang berduyun ke rumah yang mulia, dengan harapan memperoleh kurnia Tuhan mereka dan keridhaan-Nya. Dan apabila kamu telah tahallul (selesai melaksanakan ibadah haji), bolehlah kamu berburu, dan janganlah kebencian terhadap suatu kaum menyebabkan kamu melampaui batas, karena mereka pernah menghalangimu dari Masjidil Haram. Bertolong-tolonglah kamu dalam kebaikan dan ketakwaan, dan janganlah kamu bertolong-tolongan dalam dosa dan permusuhan. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah sangat keras siksaan-Nya.

حُرِّمَتْ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةُ وَالدَّمُ وَلَحْمُ الْخِنْزِيرِ وَمَا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللَّهِ بِهِ وَالْمُنْخَنِقَةُ وَالْمَوْقُوذَةُ وَالْمُتَرَدِّيَةُ وَالنَّطِيحَةُ وَمَا أَكَلَ السَّبُعُ إِلَّا مَا ذَكَّيْتُمْ وَمَا ذُبِحَ عَلَى النُّصُبِ وَأَنْ تَسْتَقْسِمُوا بِالْأَزْلَامِ ۚ ذَٰلِكُمْ فِسْقٌ ۗ الْيَوْمَ يَئِسَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ دِينِكُمْ فَلَا تَخْشَوْهُمْ وَاخْشَوْنِ ۚ الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا ۚ فَمَنِ اضْطُرَّ فِي مَخْمَصَةٍ غَيْرَ مُتَجَانِفٍ لِإِثْمٍ ۙ فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Kemenag RI 2019: Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, dan (daging hewan) yang disembelih bukan atas (nama) Allah, yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang (sempat) kamu sembelih. ) (Diharamkan pula) apa yang disembelih untuk berhala. (Demikian pula) mengundi nasib dengan azl?m (anak panah), ) (karena) itu suatu perbuatan fasik. Pada hari ini ) orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu. Oleh sebab itu, janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridai Islam sebagai agamamu. Maka, siapa yang terpaksa karena lapar, bukan karena ingin berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. ( QS. Al-Maidah : 3)
Quraish Shihab: Diharamkan bagi kamu bangkai, darah, daging babi, dan (binatang) yang (ketika) disembelih (disebut nama) selain Allah, yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang kamu (sempat) menyembelihnya, dan yang disembelih untuk berhala-berhala. Dan (diharamkan juga atas kamu) mengundi nasib dengan anak panah, itu adalah kefasikan (keluar dari ketaatan kepada Allah swt.). Pada hari ini orang-orang yang kafir telah berputus asa untuk (mengalahkan) agama kamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Aku sempurnakan untuk kamu agama kamu, dan telah Aku cukupkan kepada kamu nikmat-Ku, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agama bagi kamu. Maka, barang siapa (dalam keadaan) terpaksa (memakannya) karena kelaparan dan tanpa sengaja berbuat dosa, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun, lagi Maha Pengasih.
HAMKA: Diharamkan bagi kamu bangkai, darah, daging babi, dan apa yang disembelih untuk selain Allah, serta yang mati tercekik, yang mati terpukul, yang mati terjatuh, yang mati terkena tanduk, dan yang dimakan oleh binatang buas, kecuali yang sempat kamu sembelih. Juga yang disembelih di atas patung (Nushub), dan yang kamu peroleh dengan mengundi nasib. Semua itu adalah kedurhakaan. Pada hari ini, orang-orang kafir telah putus asa terhadap agamamu. Karena itu, janganlah kamu takut kepada mereka, dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini, Aku telah sempurnakan agamamu untukmu, Aku telah cukupkan nikmat-Ku atasmu, dan Aku ridhoi Islam sebagai agamamu. Namun, siapa yang terpaksa karena kelaparan, bukan karena sengaja ingin berdosa, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

يَسْأَلُونَكَ مَاذَا أُحِلَّ لَهُمْ ۖ قُلْ أُحِلَّ لَكُمُ الطَّيِّبَاتُ ۙ وَمَا عَلَّمْتُمْ مِنَ الْجَوَارِحِ مُكَلِّبِينَ تُعَلِّمُونَهُنَّ مِمَّا عَلَّمَكُمُ اللَّهُ ۖ فَكُلُوا مِمَّا أَمْسَكْنَ عَلَيْكُمْ وَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَيْهِ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ

Kemenag RI 2019: Mereka bertanya kepadamu (Nabi Muhammad), “Apakah yang dihalalkan bagi mereka?” Katakanlah, “Yang dihalalkan bagimu adalah (makanan-makanan) yang baik dan (buruan yang ditangkap) oleh binatang pemburu yang telah kamu latih untuk berburu, yang kamu latih menurut apa yang telah diajarkan Allah kepadamu. Maka, makanlah apa yang ditangkapnya untukmu ) dan sebutlah nama Allah (waktu melepasnya). Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah sangat cepat perhitungan-Nya.” ( QS. Al-Maidah : 4)
Quraish Shihab: Mereka bertanya kepadamu (Nabi Muhammad SAW): "Apakah makanan yang dihalalkan bagi mereka?" Katakanlah: "Dihalalkan bagi kamu (memakan) yang baik-baik, serta (binatang buruan) yang ditangkap oleh hewan pemburu yang telah kamu latih dengan mengajarkannya berburu menurut apa yang diajarkan Allah kepadamu. Maka, makanlah apa yang ditangkapnya untukmu, dan sebutlah nama Allah saat melepas hewan pemburu itu. Bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah sangat cepat perhitungan-Nya."
HAMKA: Mereka bertanya kepadamu apa yang dihalalkan bagi mereka. Katakanlah, "Telah dihalalkan bagi kamu segala yang baik-baik, dan apa yang kamu ajar dari binatang-binatang pemburu, yang kamu latih untuk berburu sesuai dengan apa yang telah diajarkan Allah kepadamu. Maka makanlah apa yang mereka tangkap untuk kamu, dan sebutlah nama Allah atasnya, dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah sangat cepat perhitungan-Nya."

الْيَوْمَ أُحِلَّ لَكُمُ الطَّيِّبَاتُ ۖ وَطَعَامُ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ حِلٌّ لَكُمْ وَطَعَامُكُمْ حِلٌّ لَهُمْ ۖ وَالْمُحْصَنَاتُ مِنَ الْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُحْصَنَاتُ مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِكُمْ إِذَا آتَيْتُمُوهُنَّ أُجُورَهُنَّ مُحْصِنِينَ غَيْرَ مُسَافِحِينَ وَلَا مُتَّخِذِي أَخْدَانٍ ۗ وَمَنْ يَكْفُرْ بِالْإِيمَانِ فَقَدْ حَبِطَ عَمَلُهُ وَهُوَ فِي الْآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ

Kemenag RI 2019: Pada hari ini dihalalkan bagimu segala (makanan) yang baik. Makanan (sembelihan) Ahlulkitab itu halal bagimu dan makananmu halal (juga) bagi mereka. (Dihalalkan bagimu menikahi) perempuan-perempuan yang menjaga kehormatan di antara perempuan-perempuan yang beriman dan perempuan-perempuan yang menjaga kehormatan di antara orang-orang yang diberi kitab suci sebelum kamu, apabila kamu membayar maskawin mereka untuk menikahinya, tidak dengan maksud berzina, dan tidak untuk menjadikan (mereka) pasangan gelap (gundik). Siapa yang kufur setelah beriman, maka sungguh sia-sia amalnya dan di akhirat dia termasuk orang-orang yang rugi. ( QS. Al-Maidah : 5)
Quraish Shihab: Pada hari ini, dihalalkan bagi kamu memakan yang baik-baik. Makanan orang-orang yang diberi kitab (Yahudi dan Nasrani) halal bagi kamu, dan makanan kamu halal bagi mereka. Juga dihalalkan bagi kamu menikahi wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara wanita-wanita mukmin, serta wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu, asalkan kamu telah membayar maskawin mereka dengan maksud menjaga kesucian, bukan untuk berzina atau menjadikannya pasangan secara sembunyi-sembunyi (gundik). Barang siapa kafir setelah beriman, maka sungguh hapuslah amalnya, dan di akhirat kelak, dia termasuk orang-orang yang rugi.
HAMKA: Pada hari ini, telah dihalalkan bagimu segala yang baik-baik, dan makanan orang-orang yang diberi Kitab itu halal bagimu, dan makanan kamu pun halal bagi mereka. Dan perempuan-perempuan merdeka dari kalangan Mukminat, serta perempuan-perempuan merdeka dari mereka yang diberi Kitab sebelum kamu, apabila kamu telah memberikan mahar kepada mereka. Dalam keadaan menikah, bukan berzina, dan bukan mengambil pasangan secara diam-diam. Barangsiapa yang menolak keimanan, maka amalannya akan sia-sia, dan dia di akhirat termasuk golongan orang-orang yang rugi.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ ۚ وَإِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوا ۚ وَإِنْ كُنْتُمْ مَرْضَىٰ أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِنْكُمْ مِنَ الْغَائِطِ أَوْ لَامَسْتُمُ النِّسَاءَ فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُمْ مِنْهُ ۚ مَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِنْ حَرَجٍ وَلَٰكِنْ يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Kemenag RI 2019: Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu berdiri hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku serta usaplah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai kedua mata kaki. Jika kamu dalam keadaan junub, mandilah. Jika kamu sakit, ) dalam perjalanan, kembali dari tempat buang air (kakus), atau menyentuh ) perempuan, lalu tidak memperoleh air, bertayamumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Allah tidak ingin menjadikan bagimu sedikit pun kesulitan, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu agar kamu bersyukur. ( QS. Al-Maidah : 6)
Quraish Shihab: Hai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan shalat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai dengan siku-siku, sapulah kepalamu, dan basuhlah kakimu sampai dengan kedua mata kaki. Jika kamu dalam keadaan junub, maka mandilah. Namun, jika kamu sakit, dalam perjalanan, atau salah seorang di antara kamu kembali dari tempat buang air, atau kamu telah menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan tanah yang baik (suci). Sapulah wajahmu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak menghendaki kesulitan untuk kamu, tetapi Dia hendak menyucikan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya atas kamu, supaya kamu bersyukur.
HAMKA: Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu berdiri untuk shalat, maka basuhlah muka kamu dan tangan kamu hingga siku, sapulah kepala kamu, dan basuhlah kaki kamu hingga kedua mata kaki. Dan jika kamu dalam keadaan berjunub, maka bersucilah kamu. Jika kamu sedang sakit, dalam perjalanan, atau telah datang dari tempat buang air besar, atau kamu telah menyentuh perempuan, tetapi kamu tidak menemukan air, maka bertayamumlah dengan tanah yang baik. Sapulah wajah kamu dan tangan kamu dengan tanah tersebut. Allah tidak ingin memberatkan kamu, tetapi Dia ingin mensucikan kamu dan Dia ingin menyempurnakan nikmat-Nya atas kamu, agar kamu bersyukur.

وَاذْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَمِيثَاقَهُ الَّذِي وَاثَقَكُمْ بِهِ إِذْ قُلْتُمْ سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ

Kemenag RI 2019: Ingatlah nikmat Allah kepadamu dan perjanjian-Nya ) yang telah Dia ikatkan kepadamu ketika kamu mengatakan, “Kami mendengar dan kami menaati.” Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala isi hati. ( QS. Al-Maidah : 7)
Quraish Shihab: Dan ingatlah nikmat Allah yang telah Dia berikan kepada kamu, serta perjanjian-Nya yang telah Dia ikatkan dengan kamu, ketika kamu berkata, "Kami dengar dan kami taati." Maka bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui isi hati (setiap makhluk).
HAMKA: Dan ingatlah olehmu akan nikmat Allah atas kamu dan perjanjian-Nya yang telah Dia janjikan kepadamu, ketika kamu berkata, "Kami dengar dan kami taati." Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang ada di dalam hati kamu.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ لِلَّهِ شُهَدَاءَ بِالْقِسْطِ ۖ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَىٰ أَلَّا تَعْدِلُوا ۚ اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَىٰ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

Kemenag RI 2019: Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penegak (kebenaran) karena Allah (dan) saksi-saksi (yang bertindak) dengan adil. Janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlakulah adil karena (adil) itu lebih dekat pada takwa. Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan. ( QS. Al-Maidah : 8)
Quraish Shihab: Hai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu orang-orang yang selalu menegakkan keadilan karena Allah, menjadi saksi yang jujur dan adil. Janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum membuatmu berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena keadilan itu lebih dekat kepada takwa. Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan.
HAMKA: Wahai orang-orang yang beriman! Hendaklah kamu menjadi orang yang lurus karena Allah, menjadi saksi dengan adil, dan janganlah karena kebencian dari suatu kaum, kamu tidak berlaku adil. Berlaku adillah! Itulah yang akan mendekatkan kamu kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ ۙ لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَأَجْرٌ عَظِيمٌ

Kemenag RI 2019: Allah telah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan beramal saleh (bahwa) bagi mereka ampunan dan pahala yang besar. ( QS. Al-Maidah : 9)
Quraish Shihab: Allah telah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, bahwa mereka akan mendapatkan ampunan dan pahala yang sangat besar.
HAMKA: Allah telah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan beramal saleh, untuk mereka ampunan dan ganjaran yang besar.

وَالَّذِينَ كَفَرُوا وَكَذَّبُوا بِآيَاتِنَا أُولَٰئِكَ أَصْحَابُ الْجَحِيمِ

Kemenag RI 2019: Adapun orang-orang yang kufur dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itulah penghuni (neraka) Jahim. ( QS. Al-Maidah : 10)
Quraish Shihab: Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, baik yang tertulis maupun yang terhampar di alam semesta, mereka itulah para penghuni neraka Jahim.
HAMKA: Dan orang-orang yang kufur dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu akan menjadi sahabat neraka.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ هَمَّ قَوْمٌ أَنْ يَبْسُطُوا إِلَيْكُمْ أَيْدِيَهُمْ فَكَفَّ أَيْدِيَهُمْ عَنْكُمْ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ

Kemenag RI 2019: Wahai orang-orang yang beriman, ingatlah nikmat Allah (yang dianugerahkan) kepadamu ketika suatu kaum bermaksud hendak menyerangmu dengan tangannya, lalu Dia menahan tangan (mencegah) mereka dari kamu. Bertakwalah kepada Allah dan hanya kepada Allahlah hendaknya orang-orang mukmin itu bertawakal. ( QS. Al-Maidah : 11)
Quraish Shihab: Hai orang-orang yang beriman! Ingatlah nikmat Allah kepada kamu ketika suatu kaum bermaksud hendak menggerakkan tangan mereka kepada kamu (untuk berbuat jahat, membunuh, atau memerangi kamu), lalu Allah menahan tangan mereka dari kamu. Maka bertakwalah kepada Allah, dan hendaknya kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakkal.
HAMKA: Wahai orang-orang yang beriman! Ingatlah nikmat Allah atas kamu, ketika suatu kaum berniat jahat untuk mengulurkan tangan mereka kepadamu, namun Allah menghalangi tangan mereka itu dari kamu. Dan bertakwalah kepada Allah, dan hanya kepada Allah hendaknya orang-orang yang beriman bertawakal.

وَلَقَدْ أَخَذَ اللَّهُ مِيثَاقَ بَنِي إِسْرَائِيلَ وَبَعَثْنَا مِنْهُمُ اثْنَيْ عَشَرَ نَقِيبًا ۖ وَقَالَ اللَّهُ إِنِّي مَعَكُمْ ۖ لَئِنْ أَقَمْتُمُ الصَّلَاةَ وَآتَيْتُمُ الزَّكَاةَ وَآمَنْتُمْ بِرُسُلِي وَعَزَّرْتُمُوهُمْ وَأَقْرَضْتُمُ اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا لَأُكَفِّرَنَّ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَلَأُدْخِلَنَّكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ ۚ فَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذَٰلِكَ مِنْكُمْ فَقَدْ ضَلَّ سَوَاءَ السَّبِيلِ

Kemenag RI 2019: Sungguh, Allah benar-benar telah mengambil perjanjian dengan Bani Israil dan Kami telah mengangkat dua belas orang pemimpin di antara mereka. Allah berfirman, “Aku bersamamu. Sungguh, jika kamu mendirikan salat, menunaikan zakat, beriman kepada rasul-rasul-Ku dan membantu mereka, serta kamu meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, ) pasti akan Aku hapus kesalahan-kesalahanmu dan akan Aku masukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Maka, siapa yang kufur di antaramu setelah itu, sungguh dia telah tersesat dari jalan yang lurus.” ( QS. Al-Maidah : 12)
Quraish Shihab: Demi Allah! Sungguh, Allah telah mengambil perjanjian dari Bani Israil, dan Kami telah mengutus di antara mereka dua belas orang pemimpin. Allah berfirman: "Sesungguhnya Aku bersama kamu, jika kamu benar-benar melaksanakan shalat dengan sempurna, menunaikan zakat, beriman kepada para rasul-Ku, mendukung mereka, dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, Aku pasti akan menghapus dosa-dosa kamu dan memasukkan kamu ke dalam surga-surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. Maka barang siapa kafir di antara kamu setelah itu, sungguh dia telah tersesat dari jalan yang lurus."
HAMKA: Dan sesungguhnya Allah telah mengambil janji dari Bani Israil, dan Kami telah mengangkat dari kalangan mereka dua belas pemimpin. Dan Allah berfirman, "Sesungguhnya Aku bersama kamu. Jika kamu mendirikan shalat, mengeluarkan zakat, beriman kepada rasul-rasul-Ku, membantu mereka, dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, maka sesungguhnya Aku akan mengampuni dosa-dosa kamu, dan Aku akan memasukkan kamu ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Barangsiapa yang kafir setelah itu, maka sesungguhnya dia telah tersesat dari jalan yang lurus."

فَبِمَا نَقْضِهِمْ مِيثَاقَهُمْ لَعَنَّاهُمْ وَجَعَلْنَا قُلُوبَهُمْ قَاسِيَةً ۖ يُحَرِّفُونَ الْكَلِمَ عَنْ مَوَاضِعِهِ ۙ وَنَسُوا حَظًّا مِمَّا ذُكِّرُوا بِهِ ۚ وَلَا تَزَالُ تَطَّلِعُ عَلَىٰ خَائِنَةٍ مِنْهُمْ إِلَّا قَلِيلًا مِنْهُمْ ۖ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاصْفَحْ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

Kemenag RI 2019: (Namun,) karena mereka melanggar janjinya, Kami melaknat mereka dan Kami menjadikan hati mereka keras membatu. Mereka suka mengubah firman-firman (Allah) dari tempat-tempatnya ) dan mereka (sengaja) melupakan sebagian pesan yang telah diperingatkan kepada mereka. Engkau (Nabi Muhammad) senantiasa akan melihat pengkhianatan dari mereka, kecuali sekelompok kecil di antara mereka (yang tidak berkhianat). Maka, maafkanlah mereka dan biarkanlah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang muhsin. ( QS. Al-Maidah : 13)
Quraish Shihab: Maka, disebabkan oleh pelanggaran perjanjian mereka, Kami melaknat mereka dan menjadikan hati mereka keras membatu. Mereka mengubah perkataan-perkataan Allah dari tempat-tempatnya dan melupakan sebagian dari apa yang telah diperingatkan kepada mereka (dalam Kitab Taurat). Engkau (Nabi Muhammad SAW) akan selalu mengetahui pengkhianatan dari mereka, kecuali dari segelintir kecil di antara mereka. Maka maafkanlah mereka yang tidak berkhianat dan biarkanlah mereka. Sungguh, Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan (muhsin).
HAMKA: Maka, akibat dari pengingkaran mereka terhadap janji mereka, Kami kutuk mereka dan Kami jadikan hati mereka keras. Mereka mengubah-ubah kata-kata dari tempat-tempatnya, dan dengan sengaja mereka melupakan sebagian dari apa yang telah diwahyukan kepada mereka. Dan engkau akan terus melihat pengkhianatan yang muncul dari mereka, kecuali sedikit dari mereka. Maka maafkanlah mereka dan tinggalkanlah mereka. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.

وَمِنَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّا نَصَارَىٰ أَخَذْنَا مِيثَاقَهُمْ فَنَسُوا حَظًّا مِمَّا ذُكِّرُوا بِهِ فَأَغْرَيْنَا بَيْنَهُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ إِلَىٰ يَوْمِ الْقِيَامَةِ ۚ وَسَوْفَ يُنَبِّئُهُمُ اللَّهُ بِمَا كَانُوا يَصْنَعُونَ

Kemenag RI 2019: Dari orang-orang yang mengatakan, “Sesungguhnya kami adalah orang Nasrani,” Kami telah mengambil perjanjian. Kemudian, mereka melupakan sebagian pesan yang telah diperingatkan kepada mereka. Maka, Kami menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara mereka hingga hari Kiamat. Kelak Allah akan memberitakan kepada mereka apa yang selama ini mereka perbuat. ( QS. Al-Maidah : 14)
Quraish Shihab: Dan di antara orang-orang yang mengatakan, "Sesungguhnya kami adalah orang-orang Nasrani," ada yang telah Kami ambil perjanjian mereka, tetapi mereka melupakan sebagian dari apa yang telah diperingatkan kepada mereka (dalam Kitab Injil). Maka Kami timbulkan permusuhan dan kebencian di antara mereka hingga Hari Kiamat. Kelak Allah akan memberitahukan kepada mereka apa yang selalu mereka perbuat.
HAMKA: Dan sebagian dari mereka berkata, "Sesungguhnya kami adalah Nashara!" Kami telah mengambil perjanjian dari mereka, tetapi mereka melupakan sebagian dari apa yang diingatkan kepada mereka. Maka Kami timbulkan permusuhan dan kebencian di antara mereka hingga hari Kiamat. Dan Allah akan memberitakan kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan.

يَا أَهْلَ الْكِتَابِ قَدْ جَاءَكُمْ رَسُولُنَا يُبَيِّنُ لَكُمْ كَثِيرًا مِمَّا كُنْتُمْ تُخْفُونَ مِنَ الْكِتَابِ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ ۚ قَدْ جَاءَكُمْ مِنَ اللَّهِ نُورٌ وَكِتَابٌ مُبِينٌ

Kemenag RI 2019: Wahai Ahlulkitab, sungguh rasul Kami telah datang kepadamu untuk menjelaskan banyak hal dari (isi) kitab suci yang kamu sembunyikan dan membiarkan (tidak menjelaskan) banyak hal (pula). Sungguh, telah datang kepadamu cahaya dari Allah dan kitab suci ) yang jelas. ( QS. Al-Maidah : 15)
Quraish Shihab: Hai Ahl al-Kitab! Sungguh, telah datang kepada kamu Rasul Kami (yang nama dan sifat-sifatnya tercantum dalam kitab yang ada pada kamu), menjelaskan kepada kamu banyak dari isi Kitab yang kamu sembunyikan dan membiarkan (tidak menjelaskan) banyak lainnya. Sungguh, telah datang kepada kamu cahaya (Nabi Muhammad SAW) dari Allah dan Kitab (Al-Qur'an) yang menerangkan.
HAMKA: Wahai Ahlul Kitab! Sungguh telah datang kepada kamu Utusan Kami, menerangkan kepada kamu banyak hal dari apa yang telah kamu sembunyikan dari al-Kitab, dan Dia maafkan dari yang banyak lagi. Sungguh telah datang kepada kamu dari Allah suatu cahaya dan kitab yang nyata.

يَهْدِي بِهِ اللَّهُ مَنِ اتَّبَعَ رِضْوَانَهُ سُبُلَ السَّلَامِ وَيُخْرِجُهُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ بِإِذْنِهِ وَيَهْدِيهِمْ إِلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

Kemenag RI 2019: Dengannya (kitab suci) Allah menunjukkan kepada orang yang mengikuti rida-Nya jalan-jalan keselamatan, mengeluarkannya dari berbagai kegelapan menuju cahaya dengan izin-Nya, dan menunjukkan kepadanya (satu) jalan yang lurus. ( QS. Al-Maidah : 16)
Quraish Shihab: Dengan cahaya dan kitab suci itu, Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridhaan-Nya ke jalan-jalan keselamatan. Dia mengeluarkan mereka dari berbagai kegelapan menuju cahaya yang terang benderang dengan izin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus.
HAMKA: Dengan kitab itu, Allah memberi petunjuk kepada barangsiapa yang mengikuti keridhaanNya, kepada berbagai jalan kedamaian, dan Dia mengeluarkan mereka daripada gelap gulita kepada cahaya, dengan izin-Nya, dan Dia menunjuki mereka kepada jalan yang lurus.

لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ ۚ قُلْ فَمَنْ يَمْلِكُ مِنَ اللَّهِ شَيْئًا إِنْ أَرَادَ أَنْ يُهْلِكَ الْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ وَأُمَّهُ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا ۗ وَلِلَّهِ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا ۚ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ ۚ وَاللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Kemenag RI 2019: Sungguh, benar-benar telah kufur orang-orang yang berkata, “Sesungguhnya Allah itulah Almasih putra Maryam.” Katakanlah (Nabi Muhammad), “(Jika benar begitu,) siapakah yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah jika Dia hendak membinasakan Almasih putra Maryam, ibunya, dan seluruh yang berada di bumi?” Milik Allahlah kerajaan langit, bumi, dan apa yang ada di antara keduanya. Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. ( QS. Al-Maidah : 17)
Quraish Shihab: Demi Allah! Sungguh, telah kafirlah orang-orang yang berkata, "Sesungguhnya Allah itu adalah Al-Masih putra Maryam." Katakanlah (wahai Nabi Muhammad SAW): "Siapakah yang dapat menghalangi kehendak Allah jika Dia hendak membinasakan Al-Masih putra Maryam beserta ibunya dan semua yang berada di bumi ini?" Milik Allah-lah kerajaan langit dan bumi serta apa yang ada di antara keduanya. Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
HAMKA: Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan bahwa Allah itu adalah al-Masih anak Maryam, mereka telah kafir. Katakanlah, "Jika demikian, siapa yang memiliki kekuasaan untuk menahan sesuatu dari Allah, jika Dia ingin membinasakan al-Masih anak Maryam, ibunya, dan semua orang yang ada di bumi? Bagi Allah-lah kekuasaan atas segala langit dan bumi, dan apa yang ada di antara keduanya. Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki, dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu."

وَقَالَتِ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَىٰ نَحْنُ أَبْنَاءُ اللَّهِ وَأَحِبَّاؤُهُ ۚ قُلْ فَلِمَ يُعَذِّبُكُمْ بِذُنُوبِكُمْ ۖ بَلْ أَنْتُمْ بَشَرٌ مِمَّنْ خَلَقَ ۚ يَغْفِرُ لِمَنْ يَشَاءُ وَيُعَذِّبُ مَنْ يَشَاءُ ۚ وَلِلَّهِ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا ۖ وَإِلَيْهِ الْمَصِيرُ

Kemenag RI 2019: Orang Yahudi dan orang Nasrani berkata, “Kami adalah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya.” Katakanlah, “(Jika benar begitu,) mengapa Allah menyiksa kamu karena dosa-dosamu? Sebaliknya, kamu adalah manusia (biasa) di antara orang-orang yang Dia ciptakan. Dia mengampuni siapa yang Dia kehendaki dan menyiksa siapa yang Dia kehendaki (pula). Milik Allahlah kerajaan langit, bumi, dan apa yang ada di antara keduanya, dan kepada-Nya semua akan kembali.” ( QS. Al-Maidah : 18)
Quraish Shihab: Orang-orang Yahudi dan Nasrani mengatakan, "Kami adalah anak-anak Allah dan para kekasih-Nya." Katakanlah (wahai Nabi Muhammad SAW): "Mengapa Allah menyiksa kamu karena dosa-dosa kamu?" Bahkan, kamu adalah manusia biasa di antara makhluk-makhluk yang diciptakan-Nya. Dia mengampuni siapa yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya. Milik Allah-lah kerajaan langit dan bumi serta apa yang ada di antara keduanya. Dan hanya kepada-Nya tempat kembali.
HAMKA: Dan orang-orang Yahudi dan Nasrani berkata, "Kami ini adalah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya." Katakanlah, "Jika demikian, mengapa Dia mengadzab kamu karena dosa-dosa kamu? Bahkan kamu itu hanyalah manusia dari makhluk yang diciptakan oleh-Nya. Dia memberi ampun kepada siapa yang Dia kehendaki dan menyiksa siapa yang Dia kehendaki. Bagi Allah-lah kekuasaan atas semua langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, dan kepada-Nyalah tempat kembali."

يَا أَهْلَ الْكِتَابِ قَدْ جَاءَكُمْ رَسُولُنَا يُبَيِّنُ لَكُمْ عَلَىٰ فَتْرَةٍ مِنَ الرُّسُلِ أَنْ تَقُولُوا مَا جَاءَنَا مِنْ بَشِيرٍ وَلَا نَذِيرٍ ۖ فَقَدْ جَاءَكُمْ بَشِيرٌ وَنَذِيرٌ ۗ وَاللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Kemenag RI 2019: Wahai Ahlulkitab, sungguh rasul Kami telah datang kepadamu untuk memberi penjelasan setelah beberapa saat terhentinya (pengutusan) rasul-rasul agar kamu tidak mengatakan, “Tidak ada yang datang kepada kami, baik pembawa berita gembira maupun pemberi peringatan.” Sungguh, telah datang kepadamu pembawa berita gembira dan pemberi peringatan. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. ( QS. Al-Maidah : 19)
Quraish Shihab: Hai Ahl al-Kitab! Sungguh, telah datang kepada kamu Rasul Kami (Nabi Muhammad SAW), menjelaskan kepada kamu setelah terputusnya pengiriman para rasul, supaya kamu tidak mengatakan, "Tidak datang kepada kami seorang pembawa kabar gembira, tidak pula seorang pemberi peringatan." Maka sungguh telah datang kepada kamu pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
HAMKA: Wahai Ahlul Kitab! Sesungguhnya telah datang kepada kamu Utusan Kami, yang menerangkan kepada kamu setelah terputusnya rasul-rasul, supaya kamu tidak mengatakan, "Tidak ada seorang pun yang datang kepada kami sebagai pembawa berita kesukaan atau pembawa ancaman." Sesungguhnya telah datang kepada kamu pembawa berita kesukaan dan pembawa ancaman. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

وَإِذْ قَالَ مُوسَىٰ لِقَوْمِهِ يَا قَوْمِ اذْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ جَعَلَ فِيكُمْ أَنْبِيَاءَ وَجَعَلَكُمْ مُلُوكًا وَآتَاكُمْ مَا لَمْ يُؤْتِ أَحَدًا مِنَ الْعَالَمِينَ

Kemenag RI 2019: (Ingatlah) ketika Musa berkata kepada kaumnya, “Wahai kaumku, ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika Dia mengangkat nabi-nabi di antaramu, menjadikanmu (terhormat seperti) para raja, dan menganugerahkan kepadamu apa yang belum pernah Dia anugerahkan kepada seorang pun di antara umat yang lain. ( QS. Al-Maidah : 20)
Quraish Shihab: Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada kaumnya (Bani Israil): “Hai kaumku! Ingatlah nikmat Allah kepada kamu ketika Dia mengangkat para nabi di antara kamu, menjadikan kamu raja-raja, dan telah menganugerahkan kepada kamu apa yang belum pernah dianugerahkan-Nya kepada seorang pun di antara umat manusia.”
HAMKA: Dan ingatlah ketika Musa berkata kepada kaumnya, "Wahai kaumku, ingatlah nikmat Allah atas kamu, ketika Dia menjadikan di antara kamu nabi-nabi, menjadikan kamu raja-raja, dan memberikan kepada kamu hal yang tidak pernah diberikan kepada seorang pun dari seluruh alam."

يَا قَوْمِ ادْخُلُوا الْأَرْضَ الْمُقَدَّسَةَ الَّتِي كَتَبَ اللَّهُ لَكُمْ وَلَا تَرْتَدُّوا عَلَىٰ أَدْبَارِكُمْ فَتَنْقَلِبُوا خَاسِرِينَ

Kemenag RI 2019: Wahai kaumku, masuklah ke tanah suci (Baitulmaqdis) yang telah Allah tentukan bagimu ) dan janganlah berbalik ke belakang (karena takut kepada musuh), nanti kamu menjadi orang-orang yang rugi.” ( QS. Al-Maidah : 21)
Quraish Shihab: Hai kaumku! Masuklah ke tanah yang disucikan yang telah ditetapkan Allah bagi kamu, dan janganlah kamu lari ke belakang sehingga kamu menjadi orang-orang yang rugi.
HAMKA: Wahai kaumku! Masuklah kamu ke dalam Tanah Suci yang telah ditentukan Allah untuk kamu, dan janganlah kamu berpaling dari-Nya. Karena jika kamu berpaling, kamu akan menjadi orang-orang yang rugi.

قَالُوا يَا مُوسَىٰ إِنَّ فِيهَا قَوْمًا جَبَّارِينَ وَإِنَّا لَنْ نَدْخُلَهَا حَتَّىٰ يَخْرُجُوا مِنْهَا فَإِنْ يَخْرُجُوا مِنْهَا فَإِنَّا دَاخِلُونَ

Kemenag RI 2019: Mereka berkata, “Wahai Musa, sesungguhnya di dalamnya (negeri itu) ada orang-orang yang sangat kuat dan kejam. Kami tidak akan memasukinya sebelum mereka keluar. Jika mereka keluar dari sana, kami pasti akan masuk.” ( QS. Al-Maidah : 22)
Quraish Shihab: Mereka berkata: "Wahai Musa! Sesungguhnya di sana ada kaum yang gagah perkasa, dan kami sekali-kali tidak akan memasukinya sebelum mereka keluar darinya. Maka jika mereka keluar darinya, barulah kami akan masuk."
HAMKA: Mereka berkata, "Wahai Musa! Sesungguhnya di sana ada suatu kaum yang bengis, dan kami tidak akan masuk ke sana, kecuali mereka keluar dari sana. Jika mereka keluar, baru kami akan masuk."

قَالَ رَجُلَانِ مِنَ الَّذِينَ يَخَافُونَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمَا ادْخُلُوا عَلَيْهِمُ الْبَابَ فَإِذَا دَخَلْتُمُوهُ فَإِنَّكُمْ غَالِبُونَ ۚ وَعَلَى اللَّهِ فَتَوَكَّلُوا إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

Kemenag RI 2019: Berkatalah dua orang laki-laki di antara mereka yang bertakwa, yang keduanya telah diberi nikmat oleh Allah, “Masukilah pintu gerbang negeri itu untuk (menyerang) mereka (penduduk Baitulmaqdis). Jika kamu memasukinya, kamu pasti akan menang. Bertawakallah hanya kepada Allah, jika kamu orang-orang mukmin.” ( QS. Al-Maidah : 23)
Quraish Shihab: Berkatalah dua orang di antara orang-orang yang takut, yang Allah telah menganugerahkan nikmat atas keduanya: “Serbulah mereka melalui pintu gerbang (kota) itu, maka apabila kamu menyerbunya niscaya kamu akan menang. Dan hendaklah kepada Allah (saja) kamu bertawakkal, jika kamu benar-benar orang-orang mukmin.”
HAMKA: Berkata dua orang laki-laki dari golongan orang-orang yang takut, yang telah diberi nikmat oleh Allah, "Masuklah kamu ke sana melalui pintunya. Jika kamu sudah masuk, kamu akan menang. Bertawakal lah kepada Allah, jika kamu benar-benar orang-orang yang beriman."

قَالُوا يَا مُوسَىٰ إِنَّا لَنْ نَدْخُلَهَا أَبَدًا مَا دَامُوا فِيهَا ۖ فَاذْهَبْ أَنْتَ وَرَبُّكَ فَقَاتِلَا إِنَّا هَاهُنَا قَاعِدُونَ

Kemenag RI 2019: Mereka berkata, “Wahai Musa, sesungguhnya kami sampai kapan pun tidak akan memasukinya selama mereka masih ada di dalamnya. Oleh karena itu, pergilah engkau bersama Tuhanmu, lalu berperanglah kamu berdua. Sesungguhnya kami tetap berada di sini saja.” ( QS. Al-Maidah : 24)
Quraish Shihab: Mereka berkata: “Wahai Musa! Se sungguhnya kami sekali-sekali tidak akan memasukinya selama-lamanya, selagi mereka ada di dalamnya, karena itu pergilah engkau bersama Tuhan Pemeliharamu, dan berperanglah kamu berdua, sesungguhnya kami di sini akan duduk (menanti).”
HAMKA: Mereka berkata, "Wahai Musa! Kami tidak akan masuk ke sana selama mereka masih ada di sana. Maka pergilah kamu bersama Tuhanmu, berperanglah kalian, sementara kami tetap di sini."

قَالَ رَبِّ إِنِّي لَا أَمْلِكُ إِلَّا نَفْسِي وَأَخِي ۖ فَافْرُقْ بَيْنَنَا وَبَيْنَ الْقَوْمِ الْفَاسِقِينَ

Kemenag RI 2019: Dia (Musa) berkata, “Ya Tuhanku, aku tidak mempunyai kekuasaan apa pun, kecuali atas diriku sendiri dan saudaraku. Oleh sebab itu, pisahkanlah antara kami dan kaum yang fasik itu.” ( QS. Al-Maidah : 25)
Quraish Shihab: Dia (Nabi Musa as.) berkata: “Tuhan Pemeliharaku, sesungguhnya aku tidak menguasai kecuali diriku (sendiri) bersama saudaraku (Nabi Harun as.). Sebab itu, pisahkanlah antara kami dengan orang-orang yang fasik (keluar dari ketaatan kepada Allah swt.).
HAMKA: Musa berkata, "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku tidak menguasai selain diriku dan saudaraku, maka pisahkanlah antara kami dan kaum yang fasik itu."

قَالَ فَإِنَّهَا مُحَرَّمَةٌ عَلَيْهِمْ ۛ أَرْبَعِينَ سَنَةً ۛ يَتِيهُونَ فِي الْأَرْضِ ۚ فَلَا تَأْسَ عَلَى الْقَوْمِ الْفَاسِقِينَ

Kemenag RI 2019: (Allah) berfirman, “(Jika demikian,) sesungguhnya (negeri) itu terlarang buat mereka selama empat puluh tahun. (Selama itu) mereka akan mengembara kebingungan di bumi. Maka, janganlah engkau (Musa) bersedih atas (nasib) kaum yang fasik itu.” ( QS. Al-Maidah : 26)
Quraish Shihab: Dia sesungguhnya berfirman: ia (negeri “Maka, itu) diharamkan atas mereka selama empat puluh tahun, mereka akan tersesat di bumi (padang pasir sekeliling negeri itu). Maka, janganlah engkau (Nabi Musa as.) bersedih hati atas orang- orang yang fasik (keluar dari ketaatan kepada Allah swt.).
HAMKA: Allah berfirman, "Sesungguhnya tanah suci itu diharamkan bagi mereka selama empat puluh tahun. Mereka akan merayap di bumi, maka janganlah kamu bersedih hati atas kaum yang fasik itu."

وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ ابْنَيْ آدَمَ بِالْحَقِّ إِذْ قَرَّبَا قُرْبَانًا فَتُقُبِّلَ مِنْ أَحَدِهِمَا وَلَمْ يُتَقَبَّلْ مِنَ الْآخَرِ قَالَ لَأَقْتُلَنَّكَ ۖ قَالَ إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللَّهُ مِنَ الْمُتَّقِينَ

Kemenag RI 2019: Bacakanlah (Nabi Muhammad) kepada mereka berita tentang dua putra Adam dengan sebenarnya. Ketika keduanya mempersembahkan kurban, kemudian diterima dari salah satunya (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). Dia (Qabil) berkata, “Sungguh, aku pasti akan membunuhmu.” Dia (Habil) berkata, “Sesungguhnya Allah hanya menerima (amal) dari orang-orang yang bertakwa. ( QS. Al-Maidah : 27)
Quraish Shihab: Bacakanlah (sampaikanlah) kepada mereka berita (kisah) kedua putra Adam dengan sebenarnya; ketika keduanya mempersembahkan kurban, maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). Dia (Qabil) berkata: “Aku pasti membunuhmu!” Dia (Habil) menjawab: “Sesungguhnya Allah hanya menerima (dengan penerimaan yang sempurna) dari orang-orang yang bertakwa.
HAMKA: Dan bacakanlah kepada mereka berita dua orang anak Adam dengan benar, tatkala keduanya mengurbankan akan suatu kurban, maka diterima dari yang seorang dari mereka berdua dan tidak diterima dari yang seorang lagi, berkata dia, “Sungguh engkau akan aku bunuh!” Menjawab dia, “Yang diterima oleh Allah hanyalah yang dari orang-orang yang bertakwa.”

لَئِنْ بَسَطْتَ إِلَيَّ يَدَكَ لِتَقْتُلَنِي مَا أَنَا بِبَاسِطٍ يَدِيَ إِلَيْكَ لِأَقْتُلَكَ ۖ إِنِّي أَخَافُ اللَّهَ رَبَّ الْعَالَمِينَ

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya jika engkau (Qabil) menggerakkan tanganmu kepadaku untuk membunuhku, aku tidak akan menggerakkan tanganku kepadamu untuk membunuhmu. Sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan semesta alam. ( QS. Al-Maidah : 28)
Quraish Shihab: Sungguh, jika engkau benar-benar menggerakkan tanganmu kepadaku untuk membunuhku, aku sekali-kali tidak akan menggerakkan tanganku kepadamu untuk membunuhmu. Sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan Pemelihara seluruh alam.
HAMKA: Sesungguhnya jika engkau melepaskan tangan engkau karena hendak membunuh aku, tidaklah aku akan melepaskan tanganku kepada engkau karena hendak membunuh engkau, karena sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan sarwa sekalian alam.

إِنِّي أُرِيدُ أَنْ تَبُوءَ بِإِثْمِي وَإِثْمِكَ فَتَكُونَ مِنْ أَصْحَابِ النَّارِ ۚ وَذَٰلِكَ جَزَاءُ الظَّالِمِينَ

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya aku ingin engkau kembali (kepada-Nya) dengan (membawa) dosa (karena membunuh)-ku dan dosamu (sebelum itu) sehingga engkau akan termasuk penghuni neraka. Itulah balasan bagi orang-orang yang zalim.” ( QS. Al-Maidah : 29)
Quraish Shihab: Sesungguhnya aku ingin supaya engkau kembali dengan (membawa) dosa (pembunuhan terhadap)-ku dan dosamu sendiri, sehingga menyebabkan engkau menjadi penghuni neraka, dan yang demikian itulah balasan bagi orang-orang zalim.”
HAMKA: Sesungguhnya aku mau engkau pikul dosaku dan dosamu, lalu engkau jadi ahli neraka, dan demikian itulah balasan bagi orang-orang yang zalim.

فَطَوَّعَتْ لَهُ نَفْسُهُ قَتْلَ أَخِيهِ فَقَتَلَهُ فَأَصْبَحَ مِنَ الْخَاسِرِينَ

Kemenag RI 2019: Kemudian, hawa nafsunya (Qabil) mendorong dia untuk membunuh saudaranya. ) Maka, dia pun (benar-benar) membunuhnya sehingga dia termasuk orang-orang yang rugi. ( QS. Al-Maidah : 30)
Quraish Shihab: Maka, hawa nafsunya menjadikan dia (Qabil) rela mem bunuh saudaranya, maka dia (Qabil) membunuhnya (Habil), maka menjadilah dia di antara orang-orang yang rugi.
HAMKA: Tetapi telah menuduhkan kepadanya nafsunya membunuh saudaranya, lalu dibunuhnyalah dia, maka jadilah dia dari golongan orang-orang yang rugi.

فَبَعَثَ اللَّهُ غُرَابًا يَبْحَثُ فِي الْأَرْضِ لِيُرِيَهُ كَيْفَ يُوَارِي سَوْءَةَ أَخِيهِ ۚ قَالَ يَا وَيْلَتَا أَعَجَزْتُ أَنْ أَكُونَ مِثْلَ هَٰذَا الْغُرَابِ فَأُوَارِيَ سَوْءَةَ أَخِي ۖ فَأَصْبَحَ مِنَ النَّادِمِينَ

Kemenag RI 2019: Kemudian, Allah mengirim seekor burung gagak untuk menggali tanah supaya Dia memperlihatkan kepadanya (Qabil) bagaimana cara mengubur mayat saudaranya. ) (Qabil) berkata, “Celakalah aku! Mengapa aku tidak mampu berbuat seperti burung gagak ini sehingga aku dapat mengubur mayat saudaraku?” Maka, jadilah dia termasuk orang-orang yang menyesal. ( QS. Al-Maidah : 31)
Quraish Shihab: Kemudian, Allah mengutus seekor burung gagak menggali- gali di bumi untuk memperlihatkan kepadanya (Qabil) bagaimana dia menguburkan mayat saudaranya. Dia (Qabil) berkata: “Aduhai, celakalah aku! Mengapa aku tidak mampu berbuat seperti burung gagak ini, lalu aku dapat menguburkan mayat saudaraku?” Karena itu, menjadilah dia di antara orang-orang yang menyesal.
HAMKA: Maka dikirim Allah-lah seekor gagak mengorek-ngorek di bumi untuk memperlihatkan kepadanya bagaimana menguburkan bangkai saudaranya itu, berkata dia, “Wahai celakanya aku! Lemahkah aku bahwa akan ada seumpama gagak ini, buat menimbun bangkai saudaraku.” Maka jadilah dia dari orang-orang menyesal.

مِنْ أَجْلِ ذَٰلِكَ كَتَبْنَا عَلَىٰ بَنِي إِسْرَائِيلَ أَنَّهُ مَنْ قَتَلَ نَفْسًا بِغَيْرِ نَفْسٍ أَوْ فَسَادٍ فِي الْأَرْضِ فَكَأَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ جَمِيعًا وَمَنْ أَحْيَاهَا فَكَأَنَّمَا أَحْيَا النَّاسَ جَمِيعًا ۚ وَلَقَدْ جَاءَتْهُمْ رُسُلُنَا بِالْبَيِّنَاتِ ثُمَّ إِنَّ كَثِيرًا مِنْهُمْ بَعْدَ ذَٰلِكَ فِي الْأَرْضِ لَمُسْرِفُونَ

Kemenag RI 2019: Oleh karena itu, Kami menetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil bahwa siapa yang membunuh seseorang bukan karena (orang yang dibunuh itu) telah membunuh orang lain atau karena telah berbuat kerusakan di bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh semua manusia. ) Sebaliknya, siapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, dia seakan-akan telah memelihara kehidupan semua manusia. Sungguh, rasul-rasul Kami benar-benar telah datang kepada mereka dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas. Kemudian, sesungguhnya banyak di antara mereka setelah itu melampaui batas di bumi. ( QS. Al-Maidah : 32)
Quraish Shihab: Oleh karena itu, Kami menetapkan atas Bani Israil, bahwa barang siapa membunuh satu jiwa, bukan karena (orang itu membunuh) jiwa orang lain, atau (bukan) karena membuat kerusakan di bumi, maka seolah-olah dia telah membunuh manusia semuanya. Dan barang siapa memeliharanya (kehidupan seorang manusia), maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. Dan demi (keagungan dan kekuasaan Kami)! Sungguh, telah datang kepada mereka para rasul Kami dengan keterangan-keterangan yang jelas, kemudian sesungguhnya banyak dari mereka sesudah itu benar-benar melampaui batas di bumi.
HAMKA: Oleh karena itu Kami wajibkanlah kepada Bani Israil, bahwa barangsiapa membunuh seseorang, yang bukan karena membunuh (pula), atau berbuat kerusakan di bumi, maka seakan-akan adalah dia telah membunuh manusia semuanya, dan barangsiapa yang menghidupkannya, maka adalah dia seakan-akan menghidupkan manusia semuanya. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka rasul-rasul Kami dengan berbagai keterangan, kemudian itu sesungguhnya kebanyakan di antara mereka sesudah yang demikian itu, di atas bumi ini, sungguh melewati batas.

إِنَّمَا جَزَاءُ الَّذِينَ يُحَارِبُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَيَسْعَوْنَ فِي الْأَرْضِ فَسَادًا أَنْ يُقَتَّلُوا أَوْ يُصَلَّبُوا أَوْ تُقَطَّعَ أَيْدِيهِمْ وَأَرْجُلُهُمْ مِنْ خِلَافٍ أَوْ يُنْفَوْا مِنَ الْأَرْضِ ۚ ذَٰلِكَ لَهُمْ خِزْيٌ فِي الدُّنْيَا ۖ وَلَهُمْ فِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيمٌ

Kemenag RI 2019: Balasan bagi orang-orang yang memerangi Allah dan rasul-Nya serta membuat kerusakan di bumi hanyalah dibunuh, disalib, dipotong tangan dan kaki mereka secara silang, atau diasingkan dari tempat kediamannya. Yang demikian itu merupakan kehinaan bagi mereka di dunia dan di akhirat (kelak) mereka mendapat azab yang sangat berat, ) ( QS. Al-Maidah : 33)
Quraish Shihab: Sesungguhnya balasan bagi orang- orang yang memerangi (melanggar silang, dengan angkuh ketentuan-ketentuan) Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di bumi, hanyalah mereka dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan ber atau dibuang dari negeri (tempat kediamannya). Yang demikian itu (sebagai suatu) penghinaan untuk mereka di dunia, dan di akhirat (bila mereka tidak bertaubat) bagi mereka azab yang sangat besar.
HAMKA: Tidak ada lain balasan bagi orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan mengusahakan kerusuhan di bumi, selain dari dibunuh mereka, atau disalibkan mereka, atau dipotong tangan-tangan mereka dan kaki-kaki mereka berselang-seling, atau dibuang dari bumi itu. Yang demikian itu adalah suatu penghinaan bagi mereka di dunia ini, dan untuk mereka di akhirat adalah azab yang besar.

إِلَّا الَّذِينَ تَابُوا مِنْ قَبْلِ أَنْ تَقْدِرُوا عَلَيْهِمْ ۖ فَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Kemenag RI 2019: kecuali orang-orang yang bertobat sebelum kamu dapat menangkapnya. Maka, ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. ( QS. Al-Maidah : 34)
Quraish Shihab: Kecuali orang-orang yang bertaubat (di antara mereka) sebelum kamu dapat menguasai (menangkap) mereka; maka ketahuilah bahwa Allah Maha Pengampun, lagi Maha Pengasih.
HAMKA: Kecuali orang-orang yang bertobat dari sebelum kamu dapat menangkap mereka. Maka ketahuilah bahwasanya Allah adalah Maha Pengampun, lagi Penyayang.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَابْتَغُوا إِلَيْهِ الْوَسِيلَةَ وَجَاهِدُوا فِي سَبِيلِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Kemenag RI 2019: Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, carilah wasilah (jalan untuk mendekatkan diri) kepada-Nya, dan berjihadlah (berjuanglah) di jalan-Nya agar kamu beruntung. ( QS. Al-Maidah : 35)
Quraish Shihab: Hai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan ber sungguh-sungguhlah mencari jalan (yang mendekatkan diri) kepada Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan.
HAMKA: Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang menyampaikan kamu kepada-Nya, dan bersungguh-sungguhlah pada jalan-Nya, mudah-mudahan kamu mendapat kejayaan.

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوْ أَنَّ لَهُمْ مَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا وَمِثْلَهُ مَعَهُ لِيَفْتَدُوا بِهِ مِنْ عَذَابِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ مَا تُقُبِّلَ مِنْهُمْ ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya orang-orang yang kufur, seandainya memiliki segala apa yang ada di bumi dan ditambah (lagi) dengan sebanyak itu untuk menebus diri mereka dari azab hari Kiamat, niscaya semua (tebusan) itu tidak akan diterima dari mereka. Bagi mereka azab yang sangat pedih. ( QS. Al-Maidah : 36)
Quraish Shihab: Sesungguhnya orang-orang yang kafir, jika seandainya bagi mereka semua (kekayaan) yang ada di bumi dan (ditambah) sebanyak isi bumi itu (lagi) bersamanya untuk menebus diri mereka dengan itu dari azab Hari Kiamat, niscaya (tebusan itu) tidak akan diterima dari mereka, (karena itu pastilah) mereka bagi azab yang sangat pedih.
HAMKA: Sesungguhnya orang-orang yang kufur, walaupun mereka mempunyai apa yang ada di bumi ini semua, dan seumpama itu pula sertanya karena hendak menebus diri mereka dengan dia daripada siksaan hari Kiamat, niscaya tidaklah akan diterima dari mereka. Dan bagi mereka adalah siksaan yang pedih.

يُرِيدُونَ أَنْ يَخْرُجُوا مِنَ النَّارِ وَمَا هُمْ بِخَارِجِينَ مِنْهَا ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ مُقِيمٌ

Kemenag RI 2019: Mereka ingin keluar dari neraka, tetapi tidak akan dapat keluar dari sana. Bagi mereka azab yang kekal. ( QS. Al-Maidah : 37)
Quraish Shihab: Mereka ingin keluar dari neraka, padahal mereka sekali-kali tidak dapat keluar darinya, dan mereka memperoleh azab yang kekal.
HAMKA: Mereka ingin bahwa keluar dari neraka, padahal tidak mereka akan keluar dari dalamnya, sedang bagi mereka adalah siksaan yang tetap.

وَالسَّارِقُ وَالسَّارِقَةُ فَاقْطَعُوا أَيْدِيَهُمَا جَزَاءً بِمَا كَسَبَا نَكَالًا مِنَ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

Kemenag RI 2019: Laki-laki maupun perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya sebagai balasan atas perbuatan yang mereka lakukan dan sebagai siksaan dari Allah. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. ( QS. Al-Maidah : 38)
Quraish Shihab: Pencuri laki-laki dan pencuri perempuan, maka potonglah tangan keduanya (sebagai) balasan bagi apa yang mereka berdua perbuat dan (sebagai) siksa dari Allah. Dan Allah Maha Perkasa, lagi Maha Bijaksana.
HAMKA: Dan laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, maka hendaklah kamu potong tangan mereka sebagai balasan atas apa yang telah mereka perbuat itu, sebagai contoh menakutkan dari Allah. Dan Allah adalah Mahagagah, lagi Bijaksana.

فَمَنْ تَابَ مِنْ بَعْدِ ظُلْمِهِ وَأَصْلَحَ فَإِنَّ اللَّهَ يَتُوبُ عَلَيْهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Kemenag RI 2019: Maka, siapa yang bertobat setelah melakukan kezaliman dan memperbaiki diri, sesungguhnya Allah menerima tobatnya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. ( QS. Al-Maidah : 39)
Quraish Shihab: Maka, barang siapa bertaubat sesudah melakukan penganiayaannya (pencurian itu) dan memperbaiki (diri), maka sesungguhnya Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun, lagi Maha Pengasih.
HAMKA: Maka barangsiapa yang tobat sesudah kezalimannya, dan berbuat perbaikan, maka sesungguhnya Allah akan memberi tobat atasnya. Sesungguhnya Allah adalah Maha Pengampun, lagi Penyayang.

أَلَمْ تَعْلَمْ أَنَّ اللَّهَ لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ يُعَذِّبُ مَنْ يَشَاءُ وَيَغْفِرُ لِمَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Kemenag RI 2019: Tidakkah engkau tahu bahwa sesungguhnya milik Allahlah kerajaan langit dan bumi? Dia menyiksa siapa yang Dia kehendaki dan mengampuni siapa yang Dia kehendaki. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. ( QS. Al-Maidah : 40)
Quraish Shihab: Tidakkah engkau mengetahui, sesungguhnya Allah Yang memiliki kerajaan langit dan bumi, Dia menyiksa siapa yang dikehendaki- Nya dan mengampuni siapa yang dikehendaki-Nya (berdasarkan kemauan dan kecenderungan masing- masing). Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
HAMKA: Apakah tidak engkau ketahui bahwasanya Allah, bagi-Nyalah kerajaan semua langit dan bumi? bumi. Dia akan menyiksa barangsiapa yang Dia kehendaki dan akan memberi ampun barang siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah atas tiap-tiap sesuatu adalah Mahakuasa.

يَا أَيُّهَا الرَّسُولُ لَا يَحْزُنْكَ الَّذِينَ يُسَارِعُونَ فِي الْكُفْرِ مِنَ الَّذِينَ قَالُوا آمَنَّا بِأَفْوَاهِهِمْ وَلَمْ تُؤْمِنْ قُلُوبُهُمْ ۛ وَمِنَ الَّذِينَ هَادُوا ۛ سَمَّاعُونَ لِلْكَذِبِ سَمَّاعُونَ لِقَوْمٍ آخَرِينَ لَمْ يَأْتُوكَ ۖ يُحَرِّفُونَ الْكَلِمَ مِنْ بَعْدِ مَوَاضِعِهِ ۖ يَقُولُونَ إِنْ أُوتِيتُمْ هَٰذَا فَخُذُوهُ وَإِنْ لَمْ تُؤْتَوْهُ فَاحْذَرُوا ۚ وَمَنْ يُرِدِ اللَّهُ فِتْنَتَهُ فَلَنْ تَمْلِكَ لَهُ مِنَ اللَّهِ شَيْئًا ۚ أُولَٰئِكَ الَّذِينَ لَمْ يُرِدِ اللَّهُ أَنْ يُطَهِّرَ قُلُوبَهُمْ ۚ لَهُمْ فِي الدُّنْيَا خِزْيٌ ۖ وَلَهُمْ فِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيمٌ

Kemenag RI 2019: Wahai Rasul (Muhammad), janganlah engkau disedihkan oleh orang-orang yang bersegera dalam kekufuran, yaitu orang-orang (munafik) yang mengatakan dengan mulut mereka, “Kami telah beriman,” padahal hati mereka belum beriman, dan juga orang-orang Yahudi. (Mereka adalah) orang-orang yang sangat suka mendengar (berita-berita) bohong lagi sangat suka mendengar (perkataan-perkataan) orang lain yang belum pernah datang kepadamu. Mereka mengubah firman-firman (Allah) setelah berada di tempat-tempat yang (sebenar)-nya. Mereka mengatakan, “Jika ini yang diberikan kepada kamu, terimalah. Jika kamu diberi yang bukan ini, hati-hatilah.” Siapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, maka sekali-kali engkau tidak akan mampu menolak sesuatu pun dari Allah. Mereka itu adalah orang-orang yang Allah tidak hendak menyucikan hati mereka. Di dunia mereka mendapat kehinaan dan di akhirat akan mendapat azab yang sangat berat. ( QS. Al-Maidah : 41)
Quraish Shihab: Wahai Rasul (Nabi Muhammad saw.)! Hendaknya engkau jangan disedihkan oleh orang-orang yang bersegera dalam kekafiran, yaitu (di antara) orang-orang yang mengatakan dengan mulut-mulut mereka: “Kami telah beriman,” padahal hati mereka belum beriman; dan di antara orang-orang Yahudi, mereka sangat suka mendengar kebohongan dan sangat suka mendengar (perkataan-perkataan) kaum lain yang belum pernah datang kepadamu (Nabi Muhammad saw.); mereka mengubah perkataan-perkataan (Allah swt.) setelah (mantap berada) di tempat-tempatnya. Mereka mengatakan: “Jika diberikan ini kepada kamu, maka terimalah, dan jika kamu diberi yang bukan ini, maka hati-hatilah.” Barang siapa Allah menghendaki kesesatannya (karena enggan beriman), maka sekali-kali engkau tidak akan mampu menolak sesuatu (pun) dari Allah. Mereka itu adalah orang-orang yang Allah tidak hendak menyucikan hati mereka. Mereka di dunia mendapat kehinaan dan bagi mereka di akhirat azab yang sangat besar.
HAMKA: Wahai Rasul! Janganlah mendukacitakan engkau orang-orang yang berlomba dalam ke kufuran dari antara orang-orang yang berkata dengan mulut mereka, “Kami telah beriman,” padahal tidaklah beriman hati mereka, dan dari antara orang-orang Yahudi. Mereka mendengar untuk berdusta. Mereka mendengar untuk sua tu kaum yang lain yang tidak datang kepada engkau. Mereka mengubah kalimat-kalimat dari sesudah (teratur) tempat-tempatnya. Mereka berkata, “Jika didatangkan kepada kamu (hu kum) begini, maka terimalah dia, dan jika tidak didatangkannya kepada kamu, maka hendaklah kamu berjaga diri.” Dan barangsiapa yang dike hendaki Allah akan mengujinya, maka sekali-kali tidaklah engkau berkuasa (menolaknya) daripada Allah sesuatu pun. Itulah orang-orang yang tidak dikehendaki (lagi) oleh Allah bahwa akan membersihkan hati mereka. Bagi mereka di dunia ini kehinaan dan bagi mereka di akhirat adzab yang besar.

سَمَّاعُونَ لِلْكَذِبِ أَكَّالُونَ لِلسُّحْتِ ۚ فَإِنْ جَاءُوكَ فَاحْكُمْ بَيْنَهُمْ أَوْ أَعْرِضْ عَنْهُمْ ۖ وَإِنْ تُعْرِضْ عَنْهُمْ فَلَنْ يَضُرُّوكَ شَيْئًا ۖ وَإِنْ حَكَمْتَ فَاحْكُمْ بَيْنَهُمْ بِالْقِسْطِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ

Kemenag RI 2019: Mereka (orang-orang Yahudi itu) sangat suka mendengar berita bohong lagi banyak memakan makanan yang haram. Maka, jika mereka datang kepadamu (Nabi Muhammad untuk meminta putusan), berilah putusan di antara mereka atau berpalinglah dari mereka. Jika engkau berpaling, mereka tidak akan membahayakanmu sedikit pun. Akan tetapi, jika engkau memutuskan (perkara mereka), putuskanlah dengan adil. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang adil. ( QS. Al-Maidah : 42)
Quraish Shihab: (Orang-orang Yahudi adalah) orang-orang yang suka mendengar kebohongan dan banyak memakan yang haram (seperti riba dan sogok-menyogok). Maka, apabila mereka datang kepadamu maka putuskan-lah (perkara) di antara mereka, atau berpalinglah dari mereka; jika engkau berpaling dari mereka, maka mereka tidak akan memberi mudharat kepadamu sedikit pun. Dan jika engkau memutuskan (perkara) mereka, maka putuskanlah (perkara) di antara mereka dengan adil, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.
HAMKA: Mereka suka mendengar-dengar untuk berdusta; mereka suka memakan harta haram. Maka jika mereka datang kepada engkau, hukumlah di antara mereka atau berpalinglah dari mereka. Dan jika engkau berpaling daripada mereka, tidaklah mereka akan membahayakan bagi engkau sesuatu pun. Dan jika engkau menghukum, maka hukumlah di antara mereka dengan adil. Sesungguhnya Allah cinta kepada orang-orang yang berlaku adil.

وَكَيْفَ يُحَكِّمُونَكَ وَعِنْدَهُمُ التَّوْرَاةُ فِيهَا حُكْمُ اللَّهِ ثُمَّ يَتَوَلَّوْنَ مِنْ بَعْدِ ذَٰلِكَ ۚ وَمَا أُولَٰئِكَ بِالْمُؤْمِنِينَ

Kemenag RI 2019: Bagaimana mereka menjadikanmu sebagai hakim mereka, sedangkan mereka mempunyai Taurat yang di dalamnya (ada) hukum Allah, kemudian mereka berpaling (dari putusanmu) setelah itu? Mereka benar-benar bukanlah orang-orang mukmin. ( QS. Al-Maidah : 43)
Quraish Shihab: Dan bagaimanakah mereka menjadikanmu (Nabi Muhammad saw.) hakim mereka, padahal mereka memunyai Taurat yang di dalamnya terdapat hukum Allah, kemudian mereka berpaling sesudah itu? Mereka (sungguh) bukanlah orang-orang mukmin.
HAMKA: Dan bagaimanalah mereka menjadikan engkau hakim? Padahal di sisi mereka ada Taurat? Di dalamnya ada Hukum Allah, kemudian itu mereka pun berpaling dari sesudah itu? Dan tidaklah mereka itu orang-orang yang beriman?

إِنَّا أَنْزَلْنَا التَّوْرَاةَ فِيهَا هُدًى وَنُورٌ ۚ يَحْكُمُ بِهَا النَّبِيُّونَ الَّذِينَ أَسْلَمُوا لِلَّذِينَ هَادُوا وَالرَّبَّانِيُّونَ وَالْأَحْبَارُ بِمَا اسْتُحْفِظُوا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ وَكَانُوا عَلَيْهِ شُهَدَاءَ ۚ فَلَا تَخْشَوُا النَّاسَ وَاخْشَوْنِ وَلَا تَشْتَرُوا بِآيَاتِي ثَمَنًا قَلِيلًا ۚ وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْكَافِرُونَ

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya Kami telah menurunkan Taurat. Di dalamnya ada petunjuk dan cahaya. Dengannya para nabi, yang berserah diri (kepada Allah), memberi putusan atas perkara orang Yahudi. Demikian pula para rabi dan ulama-ulama mereka (juga memberi putusan) sebab mereka diperintahkan (oleh Allah untuk) menjaga kitab Allah dan mereka merupakan saksi-saksi terhadapnya. Oleh karena itu, janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi) takutlah kepada-Ku. Janganlah kamu menukar ayat-ayat-Ku dengan harga yang murah. Siapa yang tidak memutuskan (suatu urusan) menurut ketentuan yang diturunkan Allah, maka mereka itulah orang-orang kafir. ) ( QS. Al-Maidah : 44)
Quraish Shihab: Sesungguhnya Kami telah menurunkan Taurat, di dalamnya terdapat petunjuk dan cahaya. Dengannya para nabi (dari kalangan Bani Israil) yang berserah diri (kepada Allah swt.) memutuskan (perkara) untuk orang-orang Yahudi, juga riibbdniyyini dan para pendeta, karena mereka diperintahkan (oleh Allah swt. supaya) memelihara kitab Allah dan mereka menjadi para saksi terhadapnya. Maka, janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi) takutlah kepada-Ku. Dan janganlah kamu menukarkan ayat-ayat-Ku dengan harga yang sedikit. Barang siapa tidak memutuskan (perkara) menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang kafir.
HAMKA: Sesungguhnya telah Kami turunkan Taurat. Di dalamnya ada petunjuk dan cahaya, menghukum dengan dia nabi-nabi yang menyerah diri (kepada Allah) terhadap orang-orang Yahudi. Dan juga pendeta-pendeta dan orang-orang alim dengan apa yang telah diamanahi mereka dari Kitab Allah. Dan adalah mereka itu menjadi saksi atasnya. Maka janganlah kamu takuti manusia tetapi takutlah Aku; dan janganlah kau jual ayat-ayat-Ku dengan harga yang sedikit. Dan barangsiapa yang tidak menghukum dengan apa yang diturunkan Allah, maka adalah mereka itu orang-orang yang kafir.

وَكَتَبْنَا عَلَيْهِمْ فِيهَا أَنَّ النَّفْسَ بِالنَّفْسِ وَالْعَيْنَ بِالْعَيْنِ وَالْأَنْفَ بِالْأَنْفِ وَالْأُذُنَ بِالْأُذُنِ وَالسِّنَّ بِالسِّنِّ وَالْجُرُوحَ قِصَاصٌ ۚ فَمَنْ تَصَدَّقَ بِهِ فَهُوَ كَفَّارَةٌ لَهُ ۚ وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ

Kemenag RI 2019: Kami telah menetapkan bagi mereka (Bani Israil) di dalamnya (Taurat) bahwa nyawa (dibalas) dengan nyawa, mata dengan mata, hidung dengan hidung, telinga dengan telinga, gigi dengan gigi, dan luka-luka (pun) ada kisasnya (balasan yang sama). Siapa yang melepaskan (hak kisasnya), maka itu (menjadi) penebus dosa baginya. Siapa yang tidak memutuskan (suatu urusan) menurut ketentuan yang diturunkan Allah, maka mereka itulah orang-orang zalim. ( QS. Al-Maidah : 45)
Quraish Shihab:
HAMKA: Dan telah Kami wajibkan atas mereka di dalamnya, bahwasanya jiwa (balas) dengan jiwa, mata dengan mata, hidung dengan hidung, telinga dengan telinga, gigi dengan gigi, dan luka-luka ada qisasnya. Maka barangsiapa yang mendermakan hak balas itu maka adalah itu penebus baginya. Dan barangsiapa yang tidak menghukum dengan apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang aniaya.

وَقَفَّيْنَا عَلَىٰ آثَارِهِمْ بِعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ التَّوْرَاةِ ۖ وَآتَيْنَاهُ الْإِنْجِيلَ فِيهِ هُدًى وَنُورٌ وَمُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ التَّوْرَاةِ وَهُدًى وَمَوْعِظَةً لِلْمُتَّقِينَ

Kemenag RI 2019: Kami meneruskan jejak mereka (para nabi Bani Israil) dengan (mengutus) Isa putra Maryam yang membenarkan apa (kitab suci) yang sebelumnya, yaitu Taurat. Kami menurunkan Injil kepadanya (yang) di dalamnya terdapat petunjuk dan cahaya; yang membenarkan kitab suci yang sebelumnya, yaitu Taurat; dan menjadi petunjuk serta pengajaran bagi orang-orang yang bertakwa. ( QS. Al-Maidah : 46)
Quraish Shihab: Dan Kami telah mengiringkan jejak mereka (para nabi Bani Israil) dengan ‘Isa putra Maryam, membenarkan apa (kitab) yang sebelumnya, yaitu Taurat. Dan Kami telah menganugerahkan kepadanya Injil. Di dalamnya terdapat petunjuk dan cahaya dan (Kitab Injil itu) membenarkan apa (kitab) yang sebelumnya, yaitu Taurat dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa.
HAMKA: Dan telah Kami iringi atas jejak-jejak mereka dengan Isa anak Maryam, sebagai menggenapi bagi yang terlebih dahulu daripadanya dari Taurat; dan telah Kami berikan kepadanya Injil. Di dalamnya ada petunjuk dan cahaya dan sebagai menggenapi bagi apa yang terdahulu daripadanya dari Taurat, dan petunjuk dan pengajaran bagi orang-orang yang (mau) bertakwa.

وَلْيَحْكُمْ أَهْلُ الْإِنْجِيلِ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فِيهِ ۚ وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ

Kemenag RI 2019: Hendaklah pengikut Injil memutuskan (urusan) menurut apa yang diturunkan Allah di dalamnya. ) Siapa yang tidak memutuskan (suatu urusan) menurut ketentuan yang diturunkan Allah, maka mereka itulah orang-orang fasik. ( QS. Al-Maidah : 47)
Quraish Shihab: Hendaklah para pengikut Injil, memutuskan (perkara) menurut apa yang diturunkan Allah di dalamnya. Barang siapa tidak memutuskan (perkara) menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itulah orang-orang fasik (keluar dari ketaatan kepada Allah swt.).
HAMKA: Maka hendaklah menghukum Ahlul Injil dengan apa yang telah diturunkan oleh Allah padanya. Dan barangsiapa yang tidak menghukum dengan apa yang diturunkan oleh Allah, maka itulah orang-orang yang fasik.

وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ الْكِتَابِ وَمُهَيْمِنًا عَلَيْهِ ۖ فَاحْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ ۖ وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ عَمَّا جَاءَكَ مِنَ الْحَقِّ ۚ لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنْكُمْ شِرْعَةً وَمِنْهَاجًا ۚ وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ لَجَعَلَكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَلَٰكِنْ لِيَبْلُوَكُمْ فِي مَا آتَاكُمْ ۖ فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ ۚ إِلَى اللَّهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيعًا فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ

Kemenag RI 2019: Kami telah menurunkan kitab suci (Al-Qur’an) kepadamu (Nabi Muhammad) dengan (membawa) kebenaran sebagai pembenar kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya dan sebagai penjaganya (acuan kebenaran terhadapnya). Maka, putuskanlah (perkara) mereka menurut aturan yang diturunkan Allah dan janganlah engkau mengikuti hawa nafsu mereka dengan (meninggalkan) kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk setiap umat di antara kamu Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Seandainya Allah menghendaki, niscaya Dia menjadikanmu satu umat (saja). Akan tetapi, Allah hendak mengujimu tentang karunia yang telah Dia anugerahkan kepadamu. Maka, berlomba-lombalah dalam berbuat kebaikan. Hanya kepada Allah kamu semua kembali, lalu Dia memberitahukan kepadamu apa yang selama ini kamu perselisihkan. ( QS. Al-Maidah : 48)
Quraish Shihab: Dan Kami telah menurunkan kepa damu (Nabi Muhammad saw.) al-Kitab (al-Quran) dengan haq (benar dan me ngandung kebenaran), membenarkan apa yang sebelumnya dari kitab-kitab dan (juga sebagai) batu ujian (yakni tolok ukur kebenaran) terhadapnya (kitab-kitab); maka putuskanlah (perkara) di antara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah engkau mengikuti hawa nafsu mereka dengan (meninggalkan kebenaran) yang telah datang kepadamu. Bagi masing-masing (umat) Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Jika seandainya Allah menghendaki, pasti Dia menjadikan kamu satu umat (saja), tetapi Dia hendak menguji kamu melalui apa yang telah dianugerahkan- Nya kepada kamu, maka berlomba- lombalah kamu (dalam) berbuat aneka kebajikan. Hanya kepada Allah-lah tempat kamu semua kembali, lalu Dia akan memberitahukan kepada kamu tentang apa yang yang dahulu kamu berselisih tentangnya.
HAMKA: Dan telah Kami turunkan kepada engkau Kitab itu dengan kebenaran, menggenapkan apa yang terlebih dahulu daripadanya dari Kitab, dan sebagai penyaksi atasnya. Maka hukumkanlah di antara mereka dengan apa yang telah diturunkan Allah, dan janganlah engkau turuti hawa nafsu mereka, dari apa pun yang akan memalingkan engkau daripada kebenaran. Bagi tiap-tiapnya itu telah Kami adakan peraturan dan jalan. Dan jikalau Allah menghendaki, sesungguhnya telah dijadikan kamu semua umat yang satu. Akan tetapi diberi-Nya ujian kamu pada apa yang telah diberikan-Nya kepada kamu itu. Sebab itu berlomba-lombalah berbuat kebajikan-kebajikan. Kepada Allah-lah tempat kembali kamu sekalian, maka akan diberitakan-Nya kepada kamu tentang apa yang telah kamu perselisihkan kepada-Nya.

وَأَنِ احْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ وَاحْذَرْهُمْ أَنْ يَفْتِنُوكَ عَنْ بَعْضِ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ إِلَيْكَ ۖ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَاعْلَمْ أَنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ أَنْ يُصِيبَهُمْ بِبَعْضِ ذُنُوبِهِمْ ۗ وَإِنَّ كَثِيرًا مِنَ النَّاسِ لَفَاسِقُونَ

Kemenag RI 2019: Hendaklah engkau memutuskan (urusan) di antara mereka menurut aturan yang diturunkan Allah dan janganlah engkau mengikuti hawa nafsu mereka. Waspadailah mereka agar mereka tidak dapat memperdayakan engkau untuk meninggalkan sebagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah berkehendak menimpakan musibah kepada mereka disebabkan sebagian dosa-dosa mereka. Sesungguhnya banyak dari manusia adalah orang-orang yang fasik. ( QS. Al-Maidah : 49)
Quraish Shihab: Dan hendaklah engkau (Nabi Muhammad saw.) memutuskan (perkara) di antara mereka (Ahl al- Kitab dan selain mereka) menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah engkau mengikuti hawa nafsu mereka. Dan berhati-hatilah terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkanmu dari sebagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu.151 Jika mereka berpaling, maka ketahuilah sesungguhnya Allah hendak menimpakan musibah kepada mereka disebabkan sebagian dosa-dosa mereka. Dan sesung guhnya banyak dari manusia adalah orang-orang yang benar-benar fasik (keluar dari ketaatan kepada Allah swt.).
HAMKA: Dan bahwa hendaklah engkau menghukum di antara mereka itu dengan apa yang telah diturunkan oleh Allah, dan janganlah engkau turuti hawa nafsu mereka, dan berjaga dirilah engkau dari mereka agar jangan sampai mereka fitnahi engkau dari setengah apa yang diturunkan Allah kepada engkau. Maka sekiranya mereka berpaling, ketahuilah oleh engkau bahwa Allah tidaklah mau, melainkan menyiksa mereka dengan setengah dari dosa-dosa mereka. Dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia adalah sungguh-sungguh fasik.

أَفَحُكْمَ الْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُونَ ۚ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللَّهِ حُكْمًا لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ

Kemenag RI 2019: Apakah hukum jahiliah yang mereka kehendaki? (Hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang meyakini (agamanya)? ( QS. Al-Maidah : 50)
Quraish Shihab: Apakah hukum Jahiliyah155 yang mereka kehendaki, dan siapakah yang lebih baik dari Allah dalam menetapkan hukum bagi kaum yang (mau) meyakini?
HAMKA: Apakah hukum secara jahiliyah yang mereka ingini? Padahal siapakah yang lebih baik daripada Allah hukum-Nya? Bagi kaum yang berkeyakinan?

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَىٰ أَوْلِيَاءَ ۘ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ ۚ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ

Kemenag RI 2019: Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menjadikan orang Yahudi dan Nasrani sebagai teman setia(-mu). ) Sebagian mereka menjadi teman setia bagi sebagian yang lain. Siapa di antara kamu yang menjadikan mereka teman setia, maka sesungguhnya dia termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang zalim. ( QS. Al-Maidah : 51)
Quraish Shihab: Hai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menjadikan orang- orang Yahudi dan Nasrani sebagai para wali (teman dekat dan penolong), sebagian mereka adalah wali (teman dekat dan penolong) bagi sebagian yang lain. Barang siapa di antara kamu menjadikan mereka (yang memusuhi Islam itu sebagai) orang-orang dekat dan penolong, maka sesungguhnya dia termasuk sebagian (dari kelompok) mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang zalim.
HAMKA: Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mengambil orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin; sebagian mereka adalah pemimpin-pemimpin dari yang sebagian. Dan barangsiapa yang menjadikan mereka pemimpin di antara kamu, maka sesungguhnya dia itu telah tergolong dari mereka. Sesungguhnya Allah tidaklah akan memberi petunjuk kepada kaum yang zalim.

فَتَرَى الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ يُسَارِعُونَ فِيهِمْ يَقُولُونَ نَخْشَىٰ أَنْ تُصِيبَنَا دَائِرَةٌ ۚ فَعَسَى اللَّهُ أَنْ يَأْتِيَ بِالْفَتْحِ أَوْ أَمْرٍ مِنْ عِنْدِهِ فَيُصْبِحُوا عَلَىٰ مَا أَسَرُّوا فِي أَنْفُسِهِمْ نَادِمِينَ

Kemenag RI 2019: Maka, kamu akan melihat orang-orang yang hatinya berpenyakit segera mendekati mereka (Yahudi dan Nasrani) seraya berkata, “Kami takut akan tertimpa mara bahaya.” Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenangan (kepada Rasul-Nya) atau suatu keputusan dari sisi-Nya sehingga mereka menyesali apa yang mereka rahasiakan dalam diri mereka. ( QS. Al-Maidah : 52)
Quraish Shihab: Maka, engkau akan melihat orang- orang yang ada penyakit dalam hati mereka bersegera mendekati mereka (orang-orang Yahudi dan Nasrani) seraya berkata: “Kami takut mendapat marabahaya.” Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenangan atau suatu ketetapan dari sisi-Nya. Karena itu, mereka menjadi orang-orang yang menyesal terhadap apa yang mereka rahasiakan dalam diri mereka.
HAMKA: Maka akan engkau lihat orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit, berlomba-lombalah bila mereka kepada mereka, berkata mereka, “Kami takut bahwa akan menimpa kepada kami kecelakaan.” Maka moga-mogalah Allah akan mendatangkan kemenangan atau suatu keadaan dari sisi-Nya. Maka jadilah mereka itu, atas apa yang mereka simpan-simpan dalam hati mereka, menjadi orang-orang yang menyesal.

وَيَقُولُ الَّذِينَ آمَنُوا أَهَٰؤُلَاءِ الَّذِينَ أَقْسَمُوا بِاللَّهِ جَهْدَ أَيْمَانِهِمْ ۙ إِنَّهُمْ لَمَعَكُمْ ۚ حَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ فَأَصْبَحُوا خَاسِرِينَ

Kemenag RI 2019: Orang-orang yang beriman akan berkata, “Inikah orang yang bersumpah dengan (nama) Allah secara sungguh-sungguh bahwa mereka benar-benar beserta kamu?” Segala amal mereka menjadi sia-sia sehingga mereka menjadi orang-orang yang rugi. ( QS. Al-Maidah : 53)
Quraish Shihab: Dan orang-orang yang beriman berkata: “Mereka itukah yang bersumpah dengan (nama) Allah dengan segala kesungguhan bahwa mereka benar-benar bersama kamu?” Sia-sialah segala amal mereka, maka (dengan demikian) mereka menjadi orang-orang yang rugi.
HAMKA: Dan berkata orang-orang yang beriman, “Orang-orang inikah yang telah bersumpah dengan nama Allah dengan kesungguhan sumpah mereka, bahwa mereka adalah bersama kamu?” Telah gugurlah amal-amal mereka, maka jadilah mereka orang-orang yang merugi.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا مَنْ يَرْتَدَّ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِ فَسَوْفَ يَأْتِي اللَّهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُ أَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى الْكَافِرِينَ يُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلَا يَخَافُونَ لَوْمَةَ لَائِمٍ ۚ ذَٰلِكَ فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَنْ يَشَاءُ ۚ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

Kemenag RI 2019: Wahai orang-orang yang beriman, siapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Dia mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang-orang mukmin dan bersikap tegas terhadap orang-orang kafir. Mereka berjihad di jalan Allah dan tidak takut pada celaan orang yang mencela. Itulah karunia Allah yang diberikan-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki. Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui. ( QS. Al-Maidah : 54)
Quraish Shihab: Hai orang-orang yang beriman! Barang siapa di antara kamu murtad dari agamanya, maka kelak Allah mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka (pun) mencintai-Nya. Lemah lembut terhadap orang-orang mukmin, tegas terhadap orang-orang kafir. Mereka berjihad di jalan Allah dan tidak takut kepada celaan pencela. Itulah karunia dianugerahkan-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki (sesuai dengan kuasa dan kebijaksanaan-Nya), dan Allah Maha Luas (anugerah-Nya), lagi Maha Mengetahui.
HAMKA: Wahai orang-orang yang beriman! Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, maka akan didatangkan oleh Allah suatu kaum yang dicintai-Nya, dan mereka pun mencintai-Nya, yang merendah diri kepada orang-orang yang beriman, gagah perkasa menghadapi orang-orang kafir, yang mereka berjihad pada jalan Allah, dan tidak mereka takut akan celaan orang yang mencela. Yang demikianlah karunia Allah, yang Dia berikan kepada barangsiapa yang Dia kehendaki. Dan Allah adalah Mahaluas, lagi Mahatahu.

إِنَّمَا وَلِيُّكُمُ اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَالَّذِينَ آمَنُوا الَّذِينَ يُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَهُمْ رَاكِعُونَ

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya penolongmu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman yang menegakkan salat dan menunaikan zakat seraya tunduk (kepada Allah). ( QS. Al-Maidah : 55)
Quraish Shihab: Sesungguhnya Wali (Pelindung dan Penolong) kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman yang melaksanakan shalat secara berkesinambungan dan menunaikan zakat, seraya rukuk (tunduk kepada Allah swt. dan melaksanakan tuntunan-tuntunan- Nya).
HAMKA: Tidak ada pemimpin bagi kamu, kecuali Allah dan Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan shalat dan mengeluarkan zakat, dan mereka itu semuanya tunduk.

وَمَنْ يَتَوَلَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَالَّذِينَ آمَنُوا فَإِنَّ حِزْبَ اللَّهِ هُمُ الْغَالِبُونَ

Kemenag RI 2019: Siapa yang menjadikan Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman sebagai penolongnya, sesungguhnya para pengikut Allah itulah yang akan menjadi pemenang. ( QS. Al-Maidah : 56)
Quraish Shihab: Dan barang siapa mengambil Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman menjadi wali (penolong), maka sesungguhnya kelompok pengikut Allah itulah (yang akan menjadi) para pemenang.
HAMKA: Dan barangsiapa yang menjadikan Allah dan Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman menjadi pemimpin, maka sesungguhnya partai Allah, mereka itulah yang akan menang.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الَّذِينَ اتَّخَذُوا دِينَكُمْ هُزُوًا وَلَعِبًا مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَالْكُفَّارَ أَوْلِيَاءَ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

Kemenag RI 2019: Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menjadikan orang-orang yang menjadikan agamamu bahan ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi kitab suci sebelummu dan orang-orang kafir, sebagai teman setia(-mu). ) Bertakwalah kepada Allah jika kamu orang-orang mukmin. ( QS. Al-Maidah : 57)
Quraish Shihab: Hai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menjadikan orang- orang yang membuat agama kamu bahan olok-olokan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi Kitab sebelum kamu dan orang-orang yang kafir, sebagai wali (teman dekat dan penolong). Dan bertakwalah kepada Allah jika kamu orang-orang mukmin.
HAMKA: Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mengambil orang-orang yang telah menjadikan agamamu sebagai ejekan dan permainan—(yaitu) dari orang-orang yang telah diberi kitab sebelum kamu, dan orang-orang yang kafir—sebagai pemimpin-pemimpin. Bertakwalah kepada Allah jika memang kamu orang-orang yang beriman.

وَإِذَا نَادَيْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ اتَّخَذُوهَا هُزُوًا وَلَعِبًا ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ قَوْمٌ لَا يَعْقِلُونَ

Kemenag RI 2019: Apabila kamu menyeru untuk (melaksanakan) salat, mereka menjadikannya bahan ejekan dan permainan. Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka orang-orang yang tidak mengerti. ( QS. Al-Maidah : 58)
Quraish Shihab: Dan apabila kamu menyeru (mereka) untuk (melaksanakan) shalat, mereka menjadikannya bahan olok- olokan dan permainan. Itu adalah karena sesungguhnya mereka kaum yang tidak mau berpikir.
HAMKA: Dan apabila kamu menyeru mereka kepada shalat, mereka menjadikannya sebagai ejekan dan permainan. Yang demikian itu karena mereka adalah kaum yang tidak berakal.

قُلْ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ هَلْ تَنْقِمُونَ مِنَّا إِلَّا أَنْ آمَنَّا بِاللَّهِ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْنَا وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلُ وَأَنَّ أَكْثَرَكُمْ فَاسِقُونَ

Kemenag RI 2019: Katakanlah, “Wahai Ahlulkitab, apakah kamu memandang kami salah hanya karena kami beriman kepada Allah, pada apa yang diturunkan kepada kami (Al-Qur’an), pada apa yang diturunkan sebelumnya, dan (kami yakin bahwa) sesungguhnya kebanyakan kamu adalah orang-orang fasik?” ( QS. Al-Maidah : 59)
Quraish Shihab: Katakanlah (Nabi Muhammad saw.): “Hai Ahl al-Kitab! Apakah kamu memandang kami salah, hanya karena kami beriman kepada Allah, kepada apa yang diturunkan kepada kami dan kepada apa yang diturunkan sebelumnya, dan bahwa kebanyakan di antara kamu adalah orang-orang fasik (keluar dari ketaatan kepada Allah swt.)? ’
HAMKA: Katakanlah, "Wahai Ahlul Kitab! Bukankah kebencian kalian kepada kami itu hanyalah karena kami beriman kepada Allah, kepada apa yang diturunkan kepada kami, dan kepada apa yang diturunkan sebelumnya? Dan bahwasanya kebanyakan dari kalian adalah orang-orang yang fasik."

قُلْ هَلْ أُنَبِّئُكُمْ بِشَرٍّ مِنْ ذَٰلِكَ مَثُوبَةً عِنْدَ اللَّهِ ۚ مَنْ لَعَنَهُ اللَّهُ وَغَضِبَ عَلَيْهِ وَجَعَلَ مِنْهُمُ الْقِرَدَةَ وَالْخَنَازِيرَ وَعَبَدَ الطَّاغُوتَ ۚ أُولَٰئِكَ شَرٌّ مَكَانًا وَأَضَلُّ عَنْ سَوَاءِ السَّبِيلِ

Kemenag RI 2019: Katakanlah (Nabi Muhammad), “Apakah akan aku beritakan kepadamu tentang sesuatu yang lebih buruk pembalasannya daripada itu ) di sisi Allah? (Yaitu balasan) orang yang dilaknat dan dimurkai Allah (yang) di antara mereka Dia jadikan kera dan babi. ) (Di antara mereka ada pula yang) menyembah Tagut.” Mereka itu lebih buruk tempatnya dan lebih tersesat dari jalan yang lurus. ( QS. Al-Maidah : 60)
Quraish Shihab: Katakanlah (Nabi Muhammad saw.): “Apakah akan aku beritahukan kepada kamu tentang (orang-orang) yang lebih buruk pembalasannya dari (orang-orang fasik) itu di sisi Allah? Yaitu, orang-orang yang dilaknat dan dimurkai Allah. Di antara mereka ada yang Dia jadikan kera-kera dan babi- babi; dan (orang) yang menyembah thaghnt?l5b Mereka itu lebih buruk kedudukan-(nya) dan lebih tersesat dari jalan yang lurus.
HAMKA: Katakanlah, "Maukah aku beritakan kepada kalian sesuatu yang lebih buruk balasannya di sisi Allah daripada yang demikian itu?" Yaitu orang-orang yang telah dilaknat oleh Allah, yang dimurkai-Nya, dan yang Dia jadikan kera-kera serta babi-babi, serta penyembah thagut. Mereka itulah orang-orang yang paling buruk tempatnya dan paling sesat dari jalan yang lurus.

وَإِذَا جَاءُوكُمْ قَالُوا آمَنَّا وَقَدْ دَخَلُوا بِالْكُفْرِ وَهُمْ قَدْ خَرَجُوا بِهِ ۚ وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا كَانُوا يَكْتُمُونَ

Kemenag RI 2019: Apabila (Ahlulkitab yang munafik) datang kepadamu, mereka berkata, “Kami telah beriman,” padahal mereka datang dengan kekufuran dan mereka pergi (juga) dengannya (kekufuran). Allah lebih mengetahui apa yang selalu mereka sembunyikan. ( QS. Al-Maidah : 61)
Quraish Shihab: Dan apabila orang-orang (Yahudi atau munafik) datang kepada kamu, mereka berkata: “Kami telah beriman,” padahal sungguh mereka telah datang (kepada kamu) dengan kekufiiran dan sungguh mereka pergi dengannya (pula), dan Allah lebih mengetahui apa yang mereka sembunyikan.
HAMKA: Dan apabila mereka datang kepadamu, mereka berkata, "Kami telah beriman!" Padahal sesungguhnya mereka masuk dengan kekafiran dan keluar pun dengan itu juga. Dan Allah lebih mengetahui apa yang mereka sembunyikan.

وَتَرَىٰ كَثِيرًا مِنْهُمْ يُسَارِعُونَ فِي الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَأَكْلِهِمُ السُّحْتَ ۚ لَبِئْسَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Kemenag RI 2019: Kamu akan melihat banyak di antara mereka (Ahlulkitab) berlomba-lomba dalam perbuatan dosa, permusuhan, dan memakan (makanan) yang haram. Sungguh, itulah seburuk-buruk apa yang selalu mereka kerjakan. ( QS. Al-Maidah : 62)
Quraish Shihab: Dan engkau akan melihat banyak dari mereka bersegera dalam dosa, permusuhan dan makan yang haram. Benar-benar sangat buruk apa yang telah mereka kerjakan.
HAMKA: Dan engkau akan melihat kebanyakan dari mereka berlomba-lomba dalam dosa, permusuhan, dan memakan yang haram. Sungguh buruk apa yang mereka kerjakan.

لَوْلَا يَنْهَاهُمُ الرَّبَّانِيُّونَ وَالْأَحْبَارُ عَنْ قَوْلِهِمُ الْإِثْمَ وَأَكْلِهِمُ السُّحْتَ ۚ لَبِئْسَ مَا كَانُوا يَصْنَعُونَ

Kemenag RI 2019: Mengapa para ulama dan pendeta tidak melarang mereka mengucapkan perkataan bohong dan memakan (makanan) yang haram? Sungguh, itulah seburuk- buruk apa yang selalu mereka perbuat. ( QS. Al-Maidah : 63)
Quraish Shihab: Mengapa rabbdniyyim dan para pendeta (mereka) tidak menghalangi mereka dari perkataan mereka yang dosa dan makanan mereka yang haram? Benar-benar sangat buruk apa yang telah mereka perbuat.
HAMKA: Mengapa para pendeta dan ulama mereka tidak melarang mereka dari perkataan dosa dan memakan yang haram? Sungguh buruk apa yang telah mereka perbuat.

وَقَالَتِ الْيَهُودُ يَدُ اللَّهِ مَغْلُولَةٌ ۚ غُلَّتْ أَيْدِيهِمْ وَلُعِنُوا بِمَا قَالُوا ۘ بَلْ يَدَاهُ مَبْسُوطَتَانِ يُنْفِقُ كَيْفَ يَشَاءُ ۚ وَلَيَزِيدَنَّ كَثِيرًا مِنْهُمْ مَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ طُغْيَانًا وَكُفْرًا ۚ وَأَلْقَيْنَا بَيْنَهُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ إِلَىٰ يَوْمِ الْقِيَامَةِ ۚ كُلَّمَا أَوْقَدُوا نَارًا لِلْحَرْبِ أَطْفَأَهَا اللَّهُ ۚ وَيَسْعَوْنَ فِي الْأَرْضِ فَسَادًا ۚ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ

Kemenag RI 2019: Orang-orang Yahudi berkata, “Tangan Allah terbelenggu (kikir).” Sebenarnya tangan merekalah yang dibelenggu. Mereka dilaknat disebabkan apa yang telah mereka katakan. Sebaliknya, kedua tangan-Nya terbuka (Maha Pemurah). Dia memberi rezeki sebagaimana Dia kehendaki. (Al-Qur’an) yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu itu pasti akan menambah kedurhakaan dan kekufuran bagi kebanyakan mereka. Kami timbulkan permusuhan dan kebencian di antara mereka sampai hari Kiamat. Setiap kali mereka menyalakan api peperangan, Allah memadamkannya. Mereka berusaha (menimbulkan) kerusakan di bumi. Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan. ( QS. Al-Maidah : 64)
Quraish Shihab: Dan orang-orang Yahudi berkata: “Tangan Allah terbelenggu (kikir).” Tangan merekalah yang dibelenggu dan merekalah yang dilaknat disebabkan apa yang telah mereka katakan. (Tidak demikian), tetapi kedua tangan-Nya terbuka; Dia menafkahkan sebagaimana Dia kehendaki. Dan apa yang diturunkan kepadamu (berupa tuntunan, di antaranya adalah wahyu al-Qur’an) dari Tuhan Pemelihara kamu, pasti akan menambah pelampauan batas dan kekufuran bagi banyak (orang) di antara mereka. Dan Kami campakkan permusuhan dan kebencian di antara mereka hingga Hari Kiamat. Setiap kali mereka menyalakan api peperangan, Allah memadamkannya dan mereka berbuat kerusakan di bumi, dan Allah tidak menyukai para pembuat kerusakan.
HAMKA: Dan orang-orang Yahudi berkata, "Tangan Allah terbelenggu!" Padahal yang terbelenggu adalah tangan mereka sendiri, dan mereka dikutuk karena apa yang mereka katakan itu. Bahkan kedua tangan-Nya terbuka, Dia memberi rezeki sebagaimana yang Dia kehendaki. Dan apa yang telah diturunkan oleh Tuhanmu kepadamu itu akan semakin menambah kedurhakaan dan kekufuran bagi kebanyakan dari mereka. Dan Kami akan timpakan di antara mereka permusuhan dan kebencian hingga hari Kiamat. Setiap kali mereka menyalakan api peperangan, Allah memadamkannya. Mereka terus berusaha membuat kerusakan di bumi, padahal Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْكِتَابِ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَكَفَّرْنَا عَنْهُمْ سَيِّئَاتِهِمْ وَلَأَدْخَلْنَاهُمْ جَنَّاتِ النَّعِيمِ

Kemenag RI 2019: Seandainya Ahlulkitab itu beriman dan bertakwa, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahan mereka dan tentu Kami masukkan mereka ke dalam surga-surga yang penuh kenikmatan. ( QS. Al-Maidah : 65)
Quraish Shihab: Dan jika seandainya Ahl al-Kitab beriman dan bertakwa, pastilah Kami hapus kesalahan-kesalahan mereka dan pastilah Kami masukkan mereka (ke) surga-surga Na‘im (yang penuh kenikmatan).
HAMKA: Dan sekiranya Ahlul Kitab itu beriman dan bertakwa, niscaya Kami hapuskanlah dari mereka kesalahan-kesalahan mereka, dan niscaya Kami masukkanlah mereka ke dalam surga-surga ke nikmatan.

وَلَوْ أَنَّهُمْ أَقَامُوا التَّوْرَاةَ وَالْإِنْجِيلَ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِمْ مِنْ رَبِّهِمْ لَأَكَلُوا مِنْ فَوْقِهِمْ وَمِنْ تَحْتِ أَرْجُلِهِمْ ۚ مِنْهُمْ أُمَّةٌ مُقْتَصِدَةٌ ۖ وَكَثِيرٌ مِنْهُمْ سَاءَ مَا يَعْمَلُونَ

Kemenag RI 2019: Seandainya mereka menegakkan (hukum) Taurat, Injil, dan (Al-Qur’an) yang diturunkan kepada mereka dari Tuhan mereka, niscaya mereka akan mendapat makanan dari atas mereka dan dari bawah kaki mereka. ) Di antara mereka ada umat yang menempuh jalan yang lurus. Sementara itu, banyak di antara mereka sangat buruk apa yang mereka kerjakan. ( QS. Al-Maidah : 66)
Quraish Shihab: Dan jika seandainya mereka sungguh-sungguh menegakkan Taurat, Injil dan apa yang diturunkan kepada mereka dari Tuhan Pemelihara mereka, niscaya mereka akan makan (memperoleh rezeki yang bersumber) dari atas mereka dan dari bawah kaki mereka. " Di antara mereka ada golongan yang pertengahan. Dan banyak di antara mereka yang sangat buruk apa yang mereka kerjakan.
HAMKA: Dan sekiranya mereka benar-benar menegakkan Taurat dan Injil serta apa yang telah diturunkan kepada mereka dari Tuhan mereka, niscaya mereka akan mendapatkan rezeki dari atas mereka dan dari bawah kaki mereka. Di antara mereka ada golongan yang berlaku adil, tetapi kebanyakan dari mereka sangat buruk amal perbuatannya.

يَا أَيُّهَا الرَّسُولُ بَلِّغْ مَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ ۖ وَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَمَا بَلَّغْتَ رِسَالَتَهُ ۚ وَاللَّهُ يَعْصِمُكَ مِنَ النَّاسِ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ

Kemenag RI 2019: Wahai Rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan Tuhanmu kepadamu. Jika engkau tidak melakukan (apa yang diperintahkan itu), berarti engkau tidak menyampaikan risalah-Nya. Allah menjaga engkau dari (gangguan) manusia. ) Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang kafir. ( QS. Al-Maidah : 67)
Quraish Shihab: Wahai Rasul! Sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhan Pemeliharamu. Dan jika tidak engkau kerjakan, maka engkau tidak menyampaikan amanah-Nya. Allah memeliharamu dari (gangguan) manusia. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum kafir.
HAMKA: Wahai Rasul! Sampaikanlah apa yang telah diturunkan kepadamu dari Tuhanmu. Jika tidak engkau lakukan, maka engkau tidaklah menyampaikan perintah-Nya. Dan Allah akan melindungimu dari manusia. Sesungguhnya Allah tidak akan memberi petunjuk kepada kaum yang kafir.

قُلْ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لَسْتُمْ عَلَىٰ شَيْءٍ حَتَّىٰ تُقِيمُوا التَّوْرَاةَ وَالْإِنْجِيلَ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْكُمْ مِنْ رَبِّكُمْ ۗ وَلَيَزِيدَنَّ كَثِيرًا مِنْهُمْ مَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ طُغْيَانًا وَكُفْرًا ۖ فَلَا تَأْسَ عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

Kemenag RI 2019: Katakanlah (Nabi Muhammad), “Wahai Ahlulkitab, kamu tidak menganut sesuatu pun (agama yang benar) hingga kamu menegakkan ajaran-ajaran Taurat, Injil, dan (Al-Qur’an) yang diturunkan Tuhanmu kepadamu.” Apa yang diturunkan Tuhanmu kepadamu pasti akan membuat banyak di antara mereka lebih durhaka dan ingkar. Maka, janganlah engkau bersedih terhadap kaum yang kafir itu. ( QS. Al-Maidah : 68)
Quraish Shihab: Katakanlah (Nabi Muhammad saw.): “Hai Ahl al-Kitab! Kamu tidak berada di atas satu pijakan (agama) sedikit pun hingga kamu menegakkan (ajaran) Taurat, Injil dan apa yang diturunkan kepada kamu dari Tuhan Pemelihara kamu.” Dan apa yang diturunkan kepadamu (berupa tuntunan, di antaranya adalah wahyu al-Qur’an) dari Tuhan Pemeliharamu, pasti akan menambah pidampaujii batas dan kekufuran bagi banyak (orang) di antara mereka; muka j:5J i gaillaJ i engkau bersedih hati rfrhadap orang-orang kafir.
HAMKA: Katakanlah, "Wahai Ahlul Kitab! Kalian tidak berada di atas kebenaran hingga kalian menegakkan Taurat dan Injil, serta apa yang telah diturunkan kepada kalian dari Tuhan kalian." Dan apa yang diturunkan dari Tuhanmu itu bagi kebanyakan mereka hanyalah menambah kedurhakaan dan kekafiran. Maka janganlah engkau bersedih terhadap kaum yang kafir itu.

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَالَّذِينَ هَادُوا وَالصَّابِئُونَ وَالنَّصَارَىٰ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَعَمِلَ صَالِحًا فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang Yahudi, Sabiin, dan Nasrani, siapa yang beriman kepada Allah, hari Akhir, dan beramal saleh, tidak ada rasa takut yang menimpa mereka dan mereka pun tidak bersedih. ( QS. Al-Maidah : 69)
Quraish Shihab: Sesungguhnya orang-orang yang beriman (kepada Nabi Muhammad saw.), orang-orang Yahudi (yang mengaku beriman kepada Nabi Musa as.), Shabi’in (kaum musyrik atau penganut agama dan kepercayaan lain) dan orang-orang Nasrani (yang mengaku beriman kepada Nabi ‘Isa as.), siapa saja (di antara mereka) beriman kepada Allah dan Hari Kemudian serta mengerjakan amal saleh, maka tidak ada rasa takut menimpa mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.
HAMKA: Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang Yahudi, orang-orang Shabi’un, dan Nasrani—barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir serta beramal saleh, maka tidak ada ketakutan bagi mereka dan mereka tidak akan bersedih hati.

لَقَدْ أَخَذْنَا مِيثَاقَ بَنِي إِسْرَائِيلَ وَأَرْسَلْنَا إِلَيْهِمْ رُسُلًا ۖ كُلَّمَا جَاءَهُمْ رَسُولٌ بِمَا لَا تَهْوَىٰ أَنْفُسُهُمْ فَرِيقًا كَذَّبُوا وَفَرِيقًا يَقْتُلُونَ

Kemenag RI 2019: Sungguh, Kami benar-benar telah mengambil perjanjian dari Bani Israil dan telah mengutus rasul-rasul kepada mereka. ) Setiap kali rasul datang kepada mereka dengan membawa apa yang tidak sesuai dengan hawa nafsu mereka, sebagian (dari rasul itu) mereka dustakan dan sebagian yang lain mereka bunuh. ( QS. Al-Maidah : 70)
Quraish Shihab: Demi (keagungan dan kekuasaan Kami)! Sungguh, Kami telah mengambil perjanjian dari Bani Israil dan Kami telah mengutus kepada mereka para utusan. (Tetapi), setiap datang seorang utusan kepada mereka dengan membawa apa yang tidak diingini oleh hawa nafsu mereka, sekelompok (dari para rasul itu) mereka dustakan dan sekelompok (lainnya) mereka bunuh.
HAMKA: Sesungguhnya Kami telah mengambil perjanjian dari Bani Israil dan telah Kami utus kepada mereka para rasul. Setiap kali datang seorang rasul kepada mereka dengan membawa ajaran yang tidak sesuai dengan hawa nafsu mereka, mereka mendustakannya. Bahkan, sebagian mereka membunuhnya.

وَحَسِبُوا أَلَّا تَكُونَ فِتْنَةٌ فَعَمُوا وَصَمُّوا ثُمَّ تَابَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ ثُمَّ عَمُوا وَصَمُّوا كَثِيرٌ مِنْهُمْ ۚ وَاللَّهُ بَصِيرٌ بِمَا يَعْمَلُونَ

Kemenag RI 2019: Mereka mengira bahwa tidak akan terjadi fitnah (azab akibat dosa-dosa mereka). Oleh karena itu, mereka menjadi buta dan tuli. Setelah itu Allah menerima tobat mereka, kemudian banyak di antara mereka buta dan tuli (lagi). Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan. ( QS. Al-Maidah : 71)
Quraish Shihab: Dan mereka mengira bahwa tidak akan ada suatu bencana (yang me nimpa mereka), maka mereka menjadi buta (tidak dapat melihat tanda-tanda kebesaran Allah swt.) dan tuli (tidak mendengar petunjuk dan peringatan- peringatan-Nya), kemudian (mereka sadar dan bertaubat, maka) Allah menerima taubat mereka, kemudian banyak dari mereka buta dan tuli (lagi). Dan Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan.
HAMKA: Mereka mengira tidak akan ada ujian, maka mereka pun menjadi buta dan tuli. Kemudian Allah menerima tobat mereka, tetapi setelah itu kebanyakan dari mereka kembali buta dan tuli. Dan Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan.

لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ ۖ وَقَالَ الْمَسِيحُ يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ اعْبُدُوا اللَّهَ رَبِّي وَرَبَّكُمْ ۖ إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ ۖ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ

Kemenag RI 2019: Sungguh, telah kufur orang-orang yang berkata, “Sesungguhnya Allah itulah Almasih putra Maryam.” Almasih (sendiri) berkata, “Wahai Bani Israil, sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu!” Sesungguhnya siapa yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka sungguh, Allah mengharamkan surga baginya dan tempatnya ialah neraka. Tidak ada seorang penolong pun bagi orang-orang zalim itu. ( QS. Al-Maidah : 72)
Quraish Shihab: Demi (Allah)! Sungguh, telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah adalah al-Masih putra Maryam,” padahal al-Masih berkata: “Hai Bani Israil! Sembahlah Allah Tuhan Pemeliharaku dan Tuhan Pemelihara kamu. barang siapa Sesungguhnya menyekutukan Allah, maka sungguh Allah telah mengharamkan baginya surga dan tempatnya adalah neraka. Dan tidak ada bagi orang-orang zalim (satu) penolong (pun).”
HAMKA: Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata, "Sesungguhnya Allah adalah al-Masih putra Maryam!" Padahal al-Masih sendiri berkata, "Wahai Bani Israil! Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhan kalian!" Sesungguhnya barang siapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka sungguh Allah telah mengharamkan surga baginya, dan tempat kembalinya adalah neraka. Dan bagi orang-orang zalim tidak ada penolong.

لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ ثَالِثُ ثَلَاثَةٍ ۘ وَمَا مِنْ إِلَٰهٍ إِلَّا إِلَٰهٌ وَاحِدٌ ۚ وَإِنْ لَمْ يَنْتَهُوا عَمَّا يَقُولُونَ لَيَمَسَّنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

Kemenag RI 2019: Sungguh, telah kufur orang-orang yang mengatakan bahwa Allah adalah salah satu dari yang tiga, padahal tidak ada tuhan selain Tuhan Yang Maha Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan, pasti orang-orang yang kufur di antara mereka akan ditimpa azab yang sangat pedih. ( QS. Al-Maidah : 73)
Quraish Shihab: Demi (Allah)! Sungguh, telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah salah satu dari tiga,” padahal sekali-kali tidak ada Tuhan (Yang Kuasa dan berhak disembah) melainkan Tuhan Yang Maha Esa semata-mata. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan, pasti orang-orang yang kafir di antara mereka akan ditimpa azab yang sangat pedih.
HAMKA: Dan sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata, "Sesungguhnya Allah adalah salah satu dari yang tiga." Padahal tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan, niscaya akan menimpa mereka azab yang pedih.

أَفَلَا يَتُوبُونَ إِلَى اللَّهِ وَيَسْتَغْفِرُونَهُ ۚ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Kemenag RI 2019: Tidakkah mereka bertobat kepada Allah dan memohon ampunan kepada-Nya, padahal Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang? ( QS. Al-Maidah : 74)
Quraish Shihab: Maka, tidakkah mereka bertaubat kepada Allah dan memohon ampunan- Nya. Dan Allah Maha Pengampun, lagi Maha Pengasih.
HAMKA: Maka, mengapa mereka tidak juga bertobat kepada Allah dan memohon ampun kepada-Nya? Padahal Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

مَا الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ إِلَّا رَسُولٌ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهِ الرُّسُلُ وَأُمُّهُ صِدِّيقَةٌ ۖ كَانَا يَأْكُلَانِ الطَّعَامَ ۗ انْظُرْ كَيْفَ نُبَيِّنُ لَهُمُ الْآيَاتِ ثُمَّ انْظُرْ أَنَّىٰ يُؤْفَكُونَ

Kemenag RI 2019: Almasih putra Maryam hanyalah seorang rasul. Sebelumnya pun sudah berlalu beberapa rasul. Ibunya adalah seorang yang berpegang teguh pada kebenaran. Keduanya makan (seperti halnya manusia biasa). Perhatikanlah bagaimana Kami menjelaskan ayat-ayat (tanda-tanda kekuasaan) kepada mereka (Ahlulkitab), kemudian perhatikanlah bagaimana mereka dipalingkan (dari kebenaran). ( QS. Al-Maidah : 75)
Quraish Shihab: Al-Masih putra Maryam tidak lain hanyalah seorang rasul. Sungguh, telah berlalu sebelumnya beberapa rasul, dan ibunya adalah seorang shiddiqab (yang sangat benar dalam niat, ucapan dan prilakunya), keduanya senantiasa memakan makanan. Perhatikanlah bagaimana Kami menjelaskan kepada mereka (Ahl al-Kitab) ayat-ayat (bukti-bukti, tanda-tanda, dan argumentasi yang beraneka ragam), kemudian perhatikanlah bagaimana mereka dipalingkan (tidak mau mengerti tentang tanda- tanda itu).
HAMKA: Al-Masih putra Maryam tidak lain hanyalah seorang rasul, seperti para rasul yang telah mendahuluinya. Dan ibunya adalah seorang wanita yang sangat taat. Keduanya biasa makan makanan seperti manusia lainnya. Perhatikanlah bagaimana Kami menjelaskan tanda-tanda kebesaran Kami kepada mereka, tetapi lihatlah bagaimana mereka tetap berpaling.

قُلْ أَتَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ مَا لَا يَمْلِكُ لَكُمْ ضَرًّا وَلَا نَفْعًا ۚ وَاللَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Kemenag RI 2019: Katakanlah (Nabi Muhammad), “Mengapa kamu menyembah selain Allah sesuatu yang tidak dapat mendatangkan kepadamu mudarat dan tidak (pula) manfaat?” Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. ( QS. Al-Maidah : 76)
Quraish Shihab: Katakanlah (Nabi Muhammad saw. dan siapa saja): “Apakah kamu menyembah selain dari Allah, sesuatu yang tidak mampu mendatangkan mudharat kepada kamu dan tidak (pula) memberi manfaat?” Dan Allah, Dia Yang Maha Mendengar, lagi Maha Mengetahui.
HAMKA: Katakanlah, "Apakah kalian menyembah selain Allah, sesuatu yang tidak berkuasa mendatangkan mudarat maupun manfaat bagi kalian? Padahal Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."

قُلْ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لَا تَغْلُوا فِي دِينِكُمْ غَيْرَ الْحَقِّ وَلَا تَتَّبِعُوا أَهْوَاءَ قَوْمٍ قَدْ ضَلُّوا مِنْ قَبْلُ وَأَضَلُّوا كَثِيرًا وَضَلُّوا عَنْ سَوَاءِ السَّبِيلِ

Kemenag RI 2019: Katakanlah (Nabi Muhammad), “Wahai Ahlulkitab, janganlah kamu berlebih-lebihan dalam (urusan) agamamu tanpa hak. Janganlah kamu mengikuti hawa nafsu kaum yang benar-benar tersesat sebelum kamu dan telah menyesatkan banyak (manusia) serta mereka sendiri pun tersesat dari jalan yang lurus.” ( QS. Al-Maidah : 77)
Quraish Shihab: Katakanlah (Nabi Muhammadsaw.): “Hai Ahl al-Kitab! Janganlah kamu ber lebih-lebihan dalam (melaksanakan) agama kamu dengan cara tidak benar. Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang sungguh telah tersesat dahulu (sebelum datangnya Nabi Muhammad saw.) dan mereka telah menyesatkan banyak (orang), dan mereka sesat dari jalan yang lurus (sesudah datangnya Nabi Muhammad saw.).
HAMKA: Katakanlah, "Wahai Ahlul Kitab! Janganlah kalian berlebih-lebihan dalam agama kalian di luar kebenaran, dan janganlah kalian mengikuti hawa nafsu suatu kaum yang telah tersesat sejak dahulu, serta telah menyesatkan banyak orang, dan mereka pun telah menyimpang dari jalan yang lurus."

لُعِنَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ عَلَىٰ لِسَانِ دَاوُودَ وَعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ ۚ ذَٰلِكَ بِمَا عَصَوْا وَكَانُوا يَعْتَدُونَ

Kemenag RI 2019: Orang-orang yang kufur dari Bani Israil telah dilaknat (oleh Allah) melalui lisan (ucapan) Daud dan Isa putra Maryam. Hal itu karena mereka durhaka dan selalu melampaui batas. ( QS. Al-Maidah : 78)
Quraish Shihab: Telah dilaknat orang-orang kafir dari Bani Israil disebabkan oleh (ucapan) lisan Daud (yang melaksanakan syariat Nabi Musa as.) dan (juga ucapan) ‘Isa putra Maryam (yang mengukuhkan syariat Nabi Musa as.). Yang demikian (kutukan kedua Nabi) itu, disebabkan mereka telah durhaka dan melampaui batas.
HAMKA: Orang-orang kafir dari Bani Israil telah dikutuk melalui lisan Dawud dan Isa putra Maryam. Hal itu karena mereka telah berbuat durhaka dan selalu melanggar aturan.

كَانُوا لَا يَتَنَاهَوْنَ عَنْ مُنْكَرٍ فَعَلُوهُ ۚ لَبِئْسَ مَا كَانُوا يَفْعَلُونَ

Kemenag RI 2019: Mereka tidak saling mencegah perbuatan mungkar yang mereka lakukan. Sungguh, itulah seburuk-buruk apa yang selalu mereka lakukan. ( QS. Al-Maidah : 79)
Quraish Shihab: Mereka tidak saling melarang tindakan munkar yang mereka perbuat. Benar-benar sangat buruk apa yang selalu mereka perbuat.
HAMKA: Mereka tidak saling melarang perbuatan mungkar yang telah mereka lakukan. Sungguh buruk apa yang telah mereka kerjakan.

تَرَىٰ كَثِيرًا مِنْهُمْ يَتَوَلَّوْنَ الَّذِينَ كَفَرُوا ۚ لَبِئْسَ مَا قَدَّمَتْ لَهُمْ أَنْفُسُهُمْ أَنْ سَخِطَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ وَفِي الْعَذَابِ هُمْ خَالِدُونَ

Kemenag RI 2019: Engkau melihat banyak di antara mereka bersekutu dengan orang-orang yang kufur (musyrik). Sungguh, itulah seburuk-buruk apa yang mereka lakukan untuk diri mereka sendiri (sehingga mengakibatkan) Allah murka kepada mereka. Mereka akan kekal dalam azab. ( QS. Al-Maidah : 80)
Quraish Shihab: Engkau melihat banyak dari mereka (Ahl al-Kitab) yang menjadikan orang- orang yang kafir sebagai wali (teman dekat dan penolong). Demi (Allah)! Sungguh, sangat buruk apa yang mereka ajukan untuk diri mereka, (yaitu) murka Allah atas mereka; dan dalam azab mereka kekal.
HAMKA: Engkau akan melihat bahwa kebanyakan dari mereka menjadikan orang-orang kafir sebagai pemimpin. Sungguh buruk apa yang telah mereka persiapkan untuk diri mereka sendiri, hingga mereka mendapat kemurkaan Allah dan akan kekal dalam azab.

وَلَوْ كَانُوا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالنَّبِيِّ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مَا اتَّخَذُوهُمْ أَوْلِيَاءَ وَلَٰكِنَّ كَثِيرًا مِنْهُمْ فَاسِقُونَ

Kemenag RI 2019: Seandainya mereka beriman kepada Allah, Nabi (Muhammad), dan apa yang diturunkan kepadanya, niscaya mereka tidak akan menjadikan orang musyrik itu sebagai sekutu. ) Akan tetapi, banyak di antara mereka adalah orang-orang fasik. ( QS. Al-Maidah : 81)
Quraish Shihab: Jika seandainya mereka (Ahl al- Kitab) beriman kepada Allah, kepada Nabi (Nabi Musa as. atau kepada Nabi Muhammad saw.) dan kepada apa yang diturunkan kepadanya (berupa Taurat atau al-Qur’an), tentu mereka tidak akan menjadikan mereka (orang-orang kafir itu) sebagai wali (teman dekat dan penolong), tetapi banyak dari mereka adalah orang-orang fasik (keluar dari ketaatan kepada Allah swt.)
HAMKA: Sekiranya mereka beriman kepada Allah, kepada Nabi itu, dan kepada apa yang diturunkan kepadanya, tentulah mereka tidak akan menjadikan orang-orang kafir sebagai pemimpin. Tetapi kebanyakan dari mereka adalah orang-orang fasik.

لَتَجِدَنَّ أَشَدَّ النَّاسِ عَدَاوَةً لِلَّذِينَ آمَنُوا الْيَهُودَ وَالَّذِينَ أَشْرَكُوا ۖ وَلَتَجِدَنَّ أَقْرَبَهُمْ مَوَدَّةً لِلَّذِينَ آمَنُوا الَّذِينَ قَالُوا إِنَّا نَصَارَىٰ ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّ مِنْهُمْ قِسِّيسِينَ وَرُهْبَانًا وَأَنَّهُمْ لَا يَسْتَكْبِرُونَ

Kemenag RI 2019: Pasti akan engkau dapati orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman, yaitu orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. Pasti akan engkau dapati pula orang yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman, yaitu orang-orang yang berkata, “Sesungguhnya kami adalah orang Nasrani.” Hal itu karena di antara mereka terdapat para pendeta dan rahib, juga karena mereka tidak menyombongkan diri. ( QS. Al-Maidah : 82)
Quraish Shihab: Pasti, engkau (Nabi Muhammad saw.) benar-benar akan mendapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang Yahudi dan orang-orang yang menyekutukan (Allah swt.). Dan demi (Allah)! Engkau pasti akan mendapati yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya kami adalah orang-orang Nasrani.” Yang demikian itu karena di antara mereka itu terdapat para pendeta1'’8 dan para rahib,lw (dan juga) karena sesungguhnya mereka tidak menyombongkan diri.
HAMKA: Engkau akan mendapati bahwa orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang beriman adalah orang-orang Yahudi dan mereka yang mempersekutukan Allah. Dan engkau akan mendapati bahwa orang yang paling dekat dalam kasih sayang terhadap orang-orang beriman adalah mereka yang berkata, "Sesungguhnya kami ini adalah orang-orang Nasrani." Hal itu karena di antara mereka terdapat pendeta-pendeta dan rahib-rahib, serta karena mereka tidak menyombongkan diri.

وَإِذَا سَمِعُوا مَا أُنْزِلَ إِلَى الرَّسُولِ تَرَىٰ أَعْيُنَهُمْ تَفِيضُ مِنَ الدَّمْعِ مِمَّا عَرَفُوا مِنَ الْحَقِّ ۖ يَقُولُونَ رَبَّنَا آمَنَّا فَاكْتُبْنَا مَعَ الشَّاهِدِينَ

Kemenag RI 2019: Apabila mereka mendengar sesuatu (Al-Qur’an) yang diturunkan kepada Rasul (Nabi Muhammad), engkau melihat mata mereka bercucuran air mata disebabkan kebenaran yang telah mereka ketahui (dari kitab-kitab mereka sendiri). Mereka berkata, “Ya Tuhan kami, kami telah beriman. Maka, catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi (atas kebenaran Al-Qur’an dan kenabian Muhammad). ( QS. Al-Maidah : 83)
Quraish Shihab: Dan apabila mereka mendengar apa (al-Qur’an) yang diturunkan kepada Rasul (Nabi Muhammad saw.), engkau melihat mata mereka bercucuran air mata disebabkan kebenaran yang telah mereka ketahui seraya berkata: “Tuhan Pemelihara kami, kami telah beriman, karena itu catatlah kami bersama orang- orang yang menjadi saksi.
HAMKA: Dan apabila mereka mendengar apa yang diturunkan kepada Rasul, akan engkau lihat air mata mereka meleleh, lantaran apa yang telah mereka ketahui setengah dari kebenaran. Mereka pun berkata, “Ya Tuhan kami, kami telah percaya, sebab itu tuliskanlah kami dari golongan orang-orang yang menyaksikan.”

وَمَا لَنَا لَا نُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَمَا جَاءَنَا مِنَ الْحَقِّ وَنَطْمَعُ أَنْ يُدْخِلَنَا رَبُّنَا مَعَ الْقَوْمِ الصَّالِحِينَ

Kemenag RI 2019: Mengapa kami tidak beriman kepada Allah dan kebenaran yang telah datang kepada kami, padahal kami sangat ingin agar Tuhan kami memasukkan kami bersama kaum yang saleh?” ( QS. Al-Maidah : 84)
Quraish Shihab: Mengapa kami tidak beriman kepada Allah dan kepada kebenaran yang telah datang kepada kami, padahal kami sangat ingin supaya Tuhan Pemelihara kami memasukkan kami bersama kaum yang saleh.”
HAMKA: Mengapalah kami tidak akan beriman kepada Allah dan kepada yang datang kepada kami daripada kebenaran dan rindulah kami akan dimasukkan kami oleh Tuhan kami beserta kaum yang saleh.

فَأَثَابَهُمُ اللَّهُ بِمَا قَالُوا جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا ۚ وَذَٰلِكَ جَزَاءُ الْمُحْسِنِينَ

Kemenag RI 2019: Maka, Allah memberi pahala kepada mereka atas sesuatu yang telah mereka ucapkan, (yaitu) surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya. Itulah balasan (bagi) orang-orang yang berbuat kebaikan. ( QS. Al-Maidah : 85)
Quraish Shihab: Maka, Allah menganugerahkan mereka ganjaran sebagai imbalan atas apa (perkataan) yang mereka ucapkan, (yaitu) surga-surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya. Dan itulah balasan bagi orang-orang muhsin (orang-orang yang selalu berbuat yang lebih baik).
HAMKA: Maka memberi pahalalah Allah kepada mereka lantaran apa yang telah mereka katakan itu, yaitu surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, kekal mereka di dalamnya. Dan itulah ganjaran bagi orang-orang yang berbuat baik.

وَالَّذِينَ كَفَرُوا وَكَذَّبُوا بِآيَاتِنَا أُولَٰئِكَ أَصْحَابُ الْجَحِيمِ

Kemenag RI 2019: Adapun orang-orang yang kufur dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itulah penghuni (neraka) Jahim. ( QS. Al-Maidah : 86)
Quraish Shihab: Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami (baik yang terbaca maupun yang terhampar di alam semesta), mereka itu adalah para penghuni (neraka) Jahim.
HAMKA: Dan orang-orang yang kufur dan mendustakan ayat-ayat Kami, adalah mereka itu ahli neraka.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُحَرِّمُوا طَيِّبَاتِ مَا أَحَلَّ اللَّهُ لَكُمْ وَلَا تَعْتَدُوا ۚ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ

Kemenag RI 2019: Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengharamkan sesuatu yang baik yang telah Allah halalkan bagi kamu, dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. ( QS. Al-Maidah : 87)
Quraish Shihab: Hai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu haramkan apa yang baik yang telah Allah halalkan bagi kamu, dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.
HAMKA: Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu haramkan barang baik yang telah dihalalkan Allah bagi kamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak suka kepada orang-orang yang melampaui batas.

وَكُلُوا مِمَّا رَزَقَكُمُ اللَّهُ حَلَالًا طَيِّبًا ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي أَنْتُمْ بِهِ مُؤْمِنُونَ

Kemenag RI 2019: Makanlah apa yang telah Allah anugerahkan kepadamu sebagai rezeki yang halal lagi baik, dan bertakwalah kepada Allah yang hanya kepada-Nya kamu beriman. ( QS. Al-Maidah : 88)
Quraish Shihab: Dan makanlah yang halal lagi baik dari rezeki yang telah Allah anuge- rahkan kepada kamu, dan bertakwalah kepada Allah, yang kamu adalah orang-orang mukmin kepada-Nya.
HAMKA: Dan makanlah olehmu apa yang telah dikaruniakan kepada kamu oleh Allah, yang halal lagi baik. Dan bertakwalah kepada Allah, kepada-Nyalah kamu beriman.

لَا يُؤَاخِذُكُمُ اللَّهُ بِاللَّغْوِ فِي أَيْمَانِكُمْ وَلَٰكِنْ يُؤَاخِذُكُمْ بِمَا عَقَّدْتُمُ الْأَيْمَانَ ۖ فَكَفَّارَتُهُ إِطْعَامُ عَشَرَةِ مَسَاكِينَ مِنْ أَوْسَطِ مَا تُطْعِمُونَ أَهْلِيكُمْ أَوْ كِسْوَتُهُمْ أَوْ تَحْرِيرُ رَقَبَةٍ ۖ فَمَنْ لَمْ يَجِدْ فَصِيَامُ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ ۚ ذَٰلِكَ كَفَّارَةُ أَيْمَانِكُمْ إِذَا حَلَفْتُمْ ۚ وَاحْفَظُوا أَيْمَانَكُمْ ۚ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Kemenag RI 2019: Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpahmu yang tidak disengaja (untuk bersumpah), tetapi Dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang kamu sengaja. Maka, kafaratnya (denda akibat melanggar sumpah) ialah memberi makan sepuluh orang miskin dari makanan yang (biasa) kamu berikan kepada keluargamu, memberi pakaian kepada mereka, atau memerdekakan seorang hamba sahaya. Siapa yang tidak mampu melakukannya, maka (kafaratnya) berpuasa tiga hari. Itulah kafarat sumpah-sumpahmu apabila kamu bersumpah (dan kamu melanggarnya). Jagalah sumpah-sumpahmu! Demikianlah Allah menjelaskan kepadamu hukum-hukum-Nya agar kamu bersyukur (kepada-Nya). ( QS. Al-Maidah : 89)
Quraish Shihab: Allah tidak menuntut pertanggung- jawaban kamu disebabkan sumpah-sumpah kamu yang tidak dimaksudkan (untuk bersumpah), tetapi Dia menuntut pertanggungjawaban kamu disebabkan sumpah-sumpah yang kamu sengaja, maka kaffarat-nya (denda akibat melanggar sumpah) ialah memberi makan sepuluh orang miskin, yaitu dari (makanan) per- tengahan yang (pada umumnya) kamu berikan kepada keluarga kamu, atau memberi pakaian kepada mereka atau memerdekakan seorang hamba sahaya. Barang siapa tidak sanggup (melakukan salah satu dari yang disebutkan itu), maka (dia wajib) puasa (selama) tiga hari. Itulah kaffarat sumpah-sumpah kamu apabila kamu bersumpah (dan kamu melanggarnya). Dan jagalah sumpah kamu. Demikianlah Allah menjelaskan kepadamu hukum-hukum-Nya supaya kamu bersyukur.
HAMKA: Tidaklah disalahkan kamu oleh Allah, dari sebab yang terlanjur dari sumpah kamu. Tetapi, kamu disalahkan-Nya dari sebab sumpah-sumpah yang kamu sungguh-sungguhkan. Maka, denda-nya ialah memberi makan sepuluh orang miskin dengan makanan yang pertengahan daripada ma-kanan yang kamu berikan kepada ahli kamu, atau memberi pakaian untuk mereka, atau memer-dekakan budak. Maka, barangsiapa yang tidak mampu, hendaklah puasa tiga hari. Demikian itu-lah denda sumpah-sumpah kamu apabila kamu bersumpah. Oleh karena itu, peliharalah sum-pah-sumpah kamu apabila kamu bersumpah. De-mikianlah Allah menyatakan kepada kamu akan ayat-ayat-Nya, supaya kamu berterima kasih.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْأَنْصَابُ وَالْأَزْلَامُ رِجْسٌ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Kemenag RI 2019: Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya minuman keras, berjudi, (berkurban untuk) berhala, dan mengundi nasib dengan anak panah adalah perbuatan keji (dan) termasuk perbuatan setan. Maka, jauhilah (perbuatan-perbuatan) itu agar kamu beruntung. ( QS. Al-Maidah : 90)
Quraish Shihab: Hai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya khamr (segala yang memabukkan walau sedikit), judi, (berkurban untuk) berhala-berhala, dan panah-panah (yang digunakan untuk mengundi nasib) adalah perbuatan keji yang termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu memperoleh keberuntungan.
HAMKA: Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya, arak dan judi dan sembelihan untuk berhala dan undi-undi nasib adalah kotor dari pekerjaan setan. Maka hendaklah kamu jauhi ia, supaya kamu beroleh kejayaan.

إِنَّمَا يُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُوقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ فِي الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَعَنِ الصَّلَاةِ ۖ فَهَلْ أَنْتُمْ مُنْتَهُونَ

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya setan hanya bermaksud menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu melalui minuman keras dan judi serta (bermaksud) menghalangi kamu dari mengingat Allah dan (melaksanakan) salat, maka tidakkah kamu mau berhenti? ( QS. Al-Maidah : 91)
Quraish Shihab: Sesungguhnya setan hanya bermaksud menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu melalui khamr dan judi, serta menghalangi kamu dari mengingat (dan menyebut-nyebut kebesaran dan kuasa) Allah dan (melaksanakan) shalat; maka apakah kamu akan berhenti?
HAMKA: Lain tidak, keinginan setan itu hanyalah hendak menimbulkan di antara kamu permusuhan dan berbenci-bencian pada arak dan judi itu, dan hendak memalingkan kamu dari mengingat Allah dan mengingat shalat. Oleh karena itu, tidakkah kamu mau berhenti?

وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَاحْذَرُوا ۚ فَإِنْ تَوَلَّيْتُمْ فَاعْلَمُوا أَنَّمَا عَلَىٰ رَسُولِنَا الْبَلَاغُ الْمُبِينُ

Kemenag RI 2019: Taatlah kamu kepada Allah dan taatlah kamu kepada Rasul serta berhati-hatilah! Jika kamu berpaling, maka ketahuilah bahwa kewajiban Rasul Kami hanyalah menyampaikan (ajaran Allah) dengan jelas. ( QS. Al-Maidah : 92)
Quraish Shihab: Dan taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul, serta berhati-hatilah (untuk tidak melanggar ketentuan agama). Jika kamu berpaling, maka ketahuilah bahwa kewajiban Rasul Kami hanyalah penyampaian (tuntunan Allah swt.) yang terang.
HAMKA: Dan taatlah kamu kepada Allah dan taatlah kamu kepada Rasul dan berhati-hatilah kamu. Maka jikalau kamu berpaling, ketahuilah kewajiban Rasul hanyalah menyampaikan dengan nyata.

لَيْسَ عَلَى الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ جُنَاحٌ فِيمَا طَعِمُوا إِذَا مَا اتَّقَوْا وَآمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ ثُمَّ اتَّقَوْا وَآمَنُوا ثُمَّ اتَّقَوْا وَأَحْسَنُوا ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

Kemenag RI 2019: Tidak ada dosa bagi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh menyangkut sesuatu yang telah mereka makan (dahulu sebelum turunnya aturan yang mengharamkan), apabila mereka bertakwa dan beriman, serta mengerjakan amal-amal saleh, kemudian mereka (tetap) bertakwa dan beriman, selanjutnya mereka (tetap juga) bertakwa dan berbuat kebajikan. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. ( QS. Al-Maidah : 93)
Quraish Shihab: Tidak ada dosa bagi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh menyangkut apa yang telah mereka makan (sebelum adanya ketentuan dari Allah swt.), apabila mereka bertakwa dan beriman, serta mengerjakan amal-amal saleh, kemudian mereka (tetap) bertakwa dan beriman, kemudian mereka bertakwa dan berbuat ihsan (menempatkan orang lain dengan cara yang lebih baik dari perlakuan terhadap diri sendiri). Dan Allah menyukai orang-orang muhsin (orang-orang yang selalu berbuat yang lebih baik).
HAMKA: Tidak ada salahnya bagi orang-orang yang beriman dan beramal yang saleh pada apa-apa yang mereka makan, asalkan mereka bertakwa dan beriman dan beramal yang saleh-saleh. Kemudian itu, mereka pun bertakwa dan beriman, kemudian itu mereka pun bertakwa dan memperbaiki. Dan Allah suka kepada orang yang berbuat kebaikan.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَيَبْلُوَنَّكُمُ اللَّهُ بِشَيْءٍ مِنَ الصَّيْدِ تَنَالُهُ أَيْدِيكُمْ وَرِمَاحُكُمْ لِيَعْلَمَ اللَّهُ مَنْ يَخَافُهُ بِالْغَيْبِ ۚ فَمَنِ اعْتَدَىٰ بَعْدَ ذَٰلِكَ فَلَهُ عَذَابٌ أَلِيمٌ

Kemenag RI 2019: Wahai orang-orang yang beriman, sungguh Allah pasti akan mengujimu dengan sesuatu dari hewan buruan yang (mudah) didapat oleh tangan dan tombakmu agar Allah mengetahui siapa yang takut kepada-Nya, meskipun Dia gaib. Siapa yang melanggar (batas) setelah itu, baginya azab yang pedih. ( QS. Al-Maidah : 94)
Quraish Shihab: Hai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya Allah pasti akan menguji kamu dengan sesuatu dari binatang buruan yang (mudah) didapat oleh tangan dan tombakmu, supaya Allah mengetahui siapa yang takut kepada-Nya, meskipun Dia gaib. Barang siapa melanggar (batas) sesudah itu, maka baginya azab yang sangat pedih.
HAMKA: Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya Allah akan memberi cobaan kepada kamu (melarang) sesuatu dari perburuan yang dapat dicapai oleh tangan kamu dan panah-panah kamu. Membutikanlah Allah, siapa yang takut kepada-Nya di tempat tersembunyi. Siapa yang melanggar sesudah itu, untuknya ada lah adzab yang pedih.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَقْتُلُوا الصَّيْدَ وَأَنْتُمْ حُرُمٌ ۚ وَمَنْ قَتَلَهُ مِنْكُمْ مُتَعَمِّدًا فَجَزَاءٌ مِثْلُ مَا قَتَلَ مِنَ النَّعَمِ يَحْكُمُ بِهِ ذَوَا عَدْلٍ مِنْكُمْ هَدْيًا بَالِغَ الْكَعْبَةِ أَوْ كَفَّارَةٌ طَعَامُ مَسَاكِينَ أَوْ عَدْلُ ذَٰلِكَ صِيَامًا لِيَذُوقَ وَبَالَ أَمْرِهِ ۗ عَفَا اللَّهُ عَمَّا سَلَفَ ۚ وَمَنْ عَادَ فَيَنْتَقِمُ اللَّهُ مِنْهُ ۗ وَاللَّهُ عَزِيزٌ ذُو انْتِقَامٍ

Kemenag RI 2019: Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu membunuh hewan buruan, ) ketika kamu sedang berihram (haji atau umrah). Siapa di antara kamu membunuhnya dengan sengaja, dendanya (ialah menggantinya) dengan hewan ternak yang sepadan dengan (hewan buruan) yang dibunuhnya menurut putusan dua orang yang adil di antara kamu sebagai hadyu (hewan kurban) yang (dibawa) sampai ke Ka‘bah ) atau (membayar) kafarat dengan memberi makan orang-orang miskin ) atau berpuasa, seimbang dengan makanan yang dikeluarkan itu, ) agar dia merasakan akibat buruk dari perbuatannya. Allah telah memaafkan perbuatan yang telah lalu. ) Siapa kembali mengerjakannya, pasti Allah akan menyiksanya. Allah Maha Perkasa lagi Maha Memiliki (kekuasaan) untuk membalas. ( QS. Al-Maidah : 95)
Quraish Shihab: Hai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu membunuh binatang buruan, ketika kamu sedang berihram. Barang siapa di antara kamu membunuhnya dengan sengaja, maka dendanya (sebagai hukuman penggantinya) dengan binatang ternak yang sepadan (nilai) hadyu (dilihat dari segi bentuknya) menurut putusan dua orang yang adil di antara kamu, sebagai hadyu yang dibawa sampai ke Ka'bah; atau (membayar) kafarat dengan memberi makan orang-orang miskin, atau berpuasa. puasa seimbang dengan makanan yang dikeluarkan itu, supaya dia merasakan akibat buruk dari perbuatannya. Allah telah memaafkan apa yang telah lalu. Dan barang siapa kembali mengerjakannya, pasti Allah akan menyiksanya. Allah Maha Perkasa, lagi memiliki (kekuasaan untuk) membalas.
HAMKA: Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu membunuh buruan sedang kamu dalam ihram. Karena, barangsiapa di antara kamu membunuhnya dengan sengaja maka dendanya ialah binatang-binatang ternak sebanding dengan yang dibunuh yang akan diputuskan oleh dua orang yang adil di antara kamu, sebagai kurban buat disampaikan ke Ka'bah atau denda memberi makan orang-orang miskin atau sebanding dengan itu puasa, supaya dia rasakan perbuatannya itu. Diberi maaf oleh Allah apa yang telah lalu. Tetapi barangsiapa yang mengulangi lagi maka Allah akan menyiksanya. Dan Allah adalah Mahagagah lagi Pembalas.

أُحِلَّ لَكُمْ صَيْدُ الْبَحْرِ وَطَعَامُهُ مَتَاعًا لَكُمْ وَلِلسَّيَّارَةِ ۖ وَحُرِّمَ عَلَيْكُمْ صَيْدُ الْبَرِّ مَا دُمْتُمْ حُرُمًا ۗ وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ

Kemenag RI 2019: Dihalalkan bagi kamu hewan buruan laut ) dan makanan (yang berasal dari) laut sebagai kesenangan bagimu, dan bagi orang-orang yang dalam perjalanan; dan diharamkan atasmu (menangkap) hewan buruan darat selama kamu dalam keadaan ihram. Bertakwalah kepada Allah yang hanya kepada-Nya kamu akan dikumpulkan. ( QS. Al-Maidah : 96)
Quraish Shihab: Dihalalkan bagi kamu binatang buruan laut, dan makanannya adalah kesenangan bagi kamu, dan bagi orang-orang yang dalam perjalanan; dan diharamkan atas kamu binatang buruan darat, selama kamu dalam keadaan berihram. Dan bertakwalah kepada Allah yang hanya kepada-Nya kamu akan dikumpulkan.
HAMKA: Dihalalkan bagi kamu buruan laut, dan makanannya sebagai bekal bagi kamu dan bagi orang-orang pelayar. Tetapi diharamkan atas kamu buruan darat selama kamu dalam ihram.

جَعَلَ اللَّهُ الْكَعْبَةَ الْبَيْتَ الْحَرَامَ قِيَامًا لِلنَّاسِ وَالشَّهْرَ الْحَرَامَ وَالْهَدْيَ وَالْقَلَائِدَ ۚ ذَٰلِكَ لِتَعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَأَنَّ اللَّهَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

Kemenag RI 2019: Allah telah menjadikan Ka‘bah, rumah suci itu sebagai pusat kegiatan (peribadatan dan urusan dunia) ) bagi manusia, dan (demikian pula) bulan haram, hadyu (hewan kurban) dan qala?’id (hewan kurban yang diberi kalung). Yang demikian itu agar kamu mengetahui bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa pun yang ada di langit dan apa pun yang ada di bumi dan bahwa Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. ( QS. Al-Maidah : 97)
Quraish Shihab: Allah telah menjadikan Ka‘bah, rumah suci itu sebagai qiy?m (pusat peribadatan dan urusan dunia) bagi manusia, dan (demikian pula) bulan Haram, hady (binatang kurban), dan qal?id (binatang kurban yang diberi kalung). Yang demikian itu supaya kamu mengetahui bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang di langit dan apa yang di bumi dan bahwa Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
HAMKA: Allah telah menjadikan Ka'bah, Rumah Yang Suci itu berdiri (teguh) untuk manusia. Begitu pun bulan yang suci dan binatang kurban (bisa) dan (kurban) bertanda. Yang demikian itu supaya kamu tahu bahwasanya Allah adalah Mengetahui apa pun yang ada di semua langit dan apa yang di bumi. Dan bahwasanya Allah atas tiap-tiap sesuatu adalah Mahatahu.

اعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ وَأَنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Kemenag RI 2019: Ketahuilah bahwa Allah sangat keras hukuman-Nya dan bahwa Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. ( QS. Al-Maidah : 98)
Quraish Shihab: Ketahuilah bahwa Allah sangat keras pembalasan(-Nya) dan bahwa Allah Maha Pengampun, lagi Maha Pengasih.
HAMKA: Ketahuilah olehmu bahwasanya Allah adalah sangat pedih siksa-Nya, dan sesungguhnya Allah pun sangat pengampun lagi penyayang.

مَا عَلَى الرَّسُولِ إِلَّا الْبَلَاغُ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تُبْدُونَ وَمَا تَكْتُمُونَ

Kemenag RI 2019: Kewajiban Rasul tidak lain hanyalah menyampaikan (ajaran Allah). Allah mengetahui apa pun yang kamu tampakkan dan apa pun yang kamu sembunyikan. ( QS. Al-Maidah : 99)
Quraish Shihab: Kewajiban rasul tidak lain hanyalah penyampaian (tuntunan Allah swt.), dan Allah mengetahui apa yang kamu tampakkan dan apa yang kamu sembunyikan.
HAMKA: Tidak ada kewajiban bagi Rasul melainkan menyampaikan. Dan Allah adalah Mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan.

قُلْ لَا يَسْتَوِي الْخَبِيثُ وَالطَّيِّبُ وَلَوْ أَعْجَبَكَ كَثْرَةُ الْخَبِيثِ ۚ فَاتَّقُوا اللَّهَ يَا أُولِي الْأَلْبَابِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Kemenag RI 2019: Katakanlah (Nabi Muhammad), “Tidaklah sama yang buruk dengan yang baik meskipun banyaknya yang buruk itu menarik hatimu. Maka, bertakwalah kepada Allah wahai orang-orang yang berakal sehat agar kamu beruntung.” ( QS. Al-Maidah : 100)
Quraish Shihab: Katakanlah (Nabi Muhammad saw.): “Tidak sama yang buruk dengan yang baik, meskipun banyaknya yang buruk itu menarik hatimu, maka bertakwalah kepada Allah, hai Ulul Alb?b (orang-orang yang berakal bersih, murni dan cerdas), supaya kamu mendapat keberuntungan.”
HAMKA: Katakanlah: Tidaklah sama barang yang buruk dengan yang baik walaupun engkau tercengang oleh banyaknya yang buruk. Maka, takwalah kamu sekalian kepada Allah, wahai orang-orang yang mempunyai pikiran, supaya kamu beroleh kejayaan.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَسْأَلُوا عَنْ أَشْيَاءَ إِنْ تُبْدَ لَكُمْ تَسُؤْكُمْ وَإِنْ تَسْأَلُوا عَنْهَا حِينَ يُنَزَّلُ الْقُرْآنُ تُبْدَ لَكُمْ عَفَا اللَّهُ عَنْهَا ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ حَلِيمٌ

Kemenag RI 2019: Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menanyakan (kepada Nabimu) hal-hal yang jika diterangkan kepadamu (niscaya) menyusahkan kamu. Jika kamu menanyakannya ketika Al-Qur’an sedang diturunkan, (niscaya) akan diterangkan kepadamu. Allah telah memaafkan (kamu) tentang hal itu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun. ( QS. Al-Maidah : 101)
Quraish Shihab: Hai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menanyakan hal-hal yang jika diterangkan kepada kamu, (niscaya) menyusahkan kamu dan jika kamu menanyakannya di waktu al-Qur’an sedang diturunkan, (niscaya) akan diterangkan kepada kamu. Allah telah memaafkan tuntutan itu. Dan Allah Maha Pengampun, lagi Maha Penyantun.
HAMKA: Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu tanyakan hal-hal yang jika diterangkan kepada kamu akan menyusahkan kamu. Tetapi, jika kamu bertanya dari hal (ayat-ayat) itu seketika diturunkan Al-Qur'an itu, niscaya akan diterangkanlah kepada kamu. Allah telah memaafkan kamu karena Allah itu adalah Pengampun lagi Pemaaf.

قَدْ سَأَلَهَا قَوْمٌ مِنْ قَبْلِكُمْ ثُمَّ أَصْبَحُوا بِهَا كَافِرِينَ

Kemenag RI 2019: Sungguh, segolongan manusia sebelum kamu telah menanyakan hal-hal serupa itu (kepada nabi mereka), kemudian mereka menjadi kafir karenanya. ( QS. Al-Maidah : 102)
Quraish Shihab: Sesungguh, telah ditanyakan hal-hal serupa oleh segolongan manusia sebelum kamu, kemudian merkea menjadi orang-orang kafir semuanya.
HAMKA: Sesungguhnya telah menanyakan akan hal itu suatu kaum sebelum kamu. Kemudian, jadilah mereka orang-orang yang kafir lantaran itu.

مَا جَعَلَ اللَّهُ مِنْ بَحِيرَةٍ وَلَا سَائِبَةٍ وَلَا وَصِيلَةٍ وَلَا حَامٍ ۙ وَلَٰكِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا يَفْتَرُونَ عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ ۖ وَأَكْثَرُهُمْ لَا يَعْقِلُونَ

Kemenag RI 2019: Allah tidak pernah menetapkan sedikit pun (aturan) menyangkut ba?i?rah, ) sa?’ibah, ) wa?i?lah, ) dan ?a?m. ) Akan tetapi, orang-orang yang kafir membuat-buat kedustaan terhadap Allah dan kebanyakan mereka tidak mengerti. ( QS. Al-Maidah : 103)
Quraish Shihab: Allah tidak pernah menjadikan bah?rah, tidak juga s?’ibah, tidak juga wa??lah dan tidak juga ??m. Tetapi, orang-orang kafir mengada-adakan kebohongan besar terhadap Allah, tetapi kebanyakan mereka tidak berpikir.
HAMKA: Tidaklah Allah menjadikan Bahirah, Saaibah, Washilah, dan tidak pula Haam. Akan tetapi, orang-orang kafirlah yang membuat-buat atas nama Allah akan kedustaan. Dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang tidak berakal.

وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ تَعَالَوْا إِلَىٰ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَإِلَى الرَّسُولِ قَالُوا حَسْبُنَا مَا وَجَدْنَا عَلَيْهِ آبَاءَنَا ۚ أَوَلَوْ كَانَ آبَاؤُهُمْ لَا يَعْلَمُونَ شَيْئًا وَلَا يَهْتَدُونَ

Kemenag RI 2019: Apabila dikatakan kepada mereka, “Marilah mengikuti sesuatu yang Allah turunkan dan (mengikuti) Rasul,” mereka menjawab, “Cukuplah bagi kami apa yang kami dapati pada nenek moyang kami.” Apakah (mereka akan mengikuti nenek moyang mereka) walaupun mereka itu tidak mengetahui sesuatu pun dan tidak (pula) mendapat petunjuk? ( QS. Al-Maidah : 104)
Quraish Shihab: Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Marilah menuju kepada apa yang diturunkan Allah (untuk dijadikan ketetapan hukum) dan menuju kepada Rasul (menaati hukum),” mereka menjawab: “Cukuplah bagi kami apa yang kami dapati nenek moyang kami (mengerjakannya).” Dan apakah (mereka akan mengikuti juga) walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui sesuatu dan tidak (pula) mendapat petunjuk?
HAMKA: Dan apabila dikatakan kepada mereka, "Marilah kepada apa yang diturunkan oleh Allah dan kepada Rasul." Mereka pun menjawab, "Cukuplah bagi kami apa-apa yang telah kami dapati atasnya bapak-bapak kami." Apakah walaupun bapak-bapak mereka itu tidak mengetahui sesuatu dan tidak dapat petunjuk?

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا عَلَيْكُمْ أَنْفُسَكُمْ ۖ لَا يَضُرُّكُمْ مَنْ ضَلَّ إِذَا اهْتَدَيْتُمْ ۚ إِلَى اللَّهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيعًا فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

Kemenag RI 2019: Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu! Orang yang sesat itu tidak akan memberimu mudarat apabila kamu telah mendapat petunjuk. Hanya kepada Allah kamu kembali semuanya, lalu Dia akan menerangkan kepadamu apa yang selama ini kamu kerjakan. ( QS. Al-Maidah : 105)
Quraish Shihab: Hai orang-orang yang beriman! Jagalah diri kamu; tidak ada orang sesat yang dapat mendatangkan mudharat kepada kamu apabila kamu telah mendapat petunjuk. Hanya kepada Allah, tempat kamu semua kembali, lalu Dia akan memberitahukan kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.
HAMKA: Wahai orang-orang yang beriman! Jagalah diri kamu! Tidaklah akan membahayakan bagi kamu orang yang telah tersesat apabila kamu telah mendapat petunjuk. Kepada Allah-lah tempat kembali kamu sekalian. Maka Dia akan menjelaskan kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا شَهَادَةُ بَيْنِكُمْ إِذَا حَضَرَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ حِينَ الْوَصِيَّةِ اثْنَانِ ذَوَا عَدْلٍ مِنْكُمْ أَوْ آخَرَانِ مِنْ غَيْرِكُمْ إِنْ أَنْتُمْ ضَرَبْتُمْ فِي الْأَرْضِ فَأَصَابَتْكُمْ مُصِيبَةُ الْمَوْتِ ۚ تَحْبِسُونَهُمَا مِنْ بَعْدِ الصَّلَاةِ فَيُقْسِمَانِ بِاللَّهِ إِنِ ارْتَبْتُمْ لَا نَشْتَرِي بِهِ ثَمَنًا وَلَوْ كَانَ ذَا قُرْبَىٰ ۙ وَلَا نَكْتُمُ شَهَادَةَ اللَّهِ إِنَّا إِذًا لَمِنَ الْآثِمِينَ

Kemenag RI 2019: Wahai orang-orang yang beriman, persaksian di antara kamu, apabila telah datang kepada salah seorang (di antara) kamu (tanda-tanda) kematian, sedangkan dia akan berwasiat, adalah dua orang yang adil di antara kamu atau dua orang selain kamu (nonmuslim) jika kamu dalam perjalanan di bumi lalu kamu ditimpa musibah kematian. Jika kamu ragu (akan kesaksiannya), tahanlah kedua saksi itu setelah salat agar bersumpah dengan nama Allah, “Kami tidak akan mengambil keuntungan dengan sumpah ini walaupun dia karib kerabat dan kami tidak menyembunyikan kesaksian Allah. Sesungguhnya jika demikian, tentu kami termasuk orang-orang yang berdosa.” ( QS. Al-Maidah : 106)
Quraish Shihab: Hai orang-orang yang beriman! Persaksian di antara kamu apabila (tanda-tanda) kematian telah hadir kepada salah seorang dari kamu, sedangkan dia akan berwasiat, adalah oleh dua orang yang adil di antara kamu, atau dua orang selain kamu jika kamu dalam perjalanan di bumi lalu kamu ditimpa musibah kematian. Kamu tahan (kedua saksi itu) sesudah shalat (untuk bersumpah), lalu keduanya bersumpah dengan (nama) Allah jika kamu ragu: “Kami tidak akan menukarnya dengan harga (yang sedikit) walaupun untuk kerabat, dan kami tidak (pula) menyembunyikan persaksian Allah. Sesungguhnya kalau kami demikian, tentulah kami termasuk para pendosa.”
HAMKA: Wahai orang-orang yang beriman! Kesaksian di antara kamu apabila seseorang di antara kamu hampir mati, waktu berwasiat, ialah dua orang yang adil di antara kamu atau dua orang yang bukan dari kamu, jika kamu di dalam perjalanan di bumi lalu bahaya maut menimpa kamu. Kamu tahan keduanya sesudah shalat, keduanya bersumpah dengan nama Allah, jika kamu ragu-ragu. "Kami tidak menjual dia dengan harta, walaupun dia keluarga yang dekat dan kami tidak akan menyembunyikan kesaksian Allah. Karena kalau begitu, sesungguhnya adalah kami dari orang-orang yang berdosa."

فَإِنْ عُثِرَ عَلَىٰ أَنَّهُمَا اسْتَحَقَّا إِثْمًا فَآخَرَانِ يَقُومَانِ مَقَامَهُمَا مِنَ الَّذِينَ اسْتَحَقَّ عَلَيْهِمُ الْأَوْلَيَانِ فَيُقْسِمَانِ بِاللَّهِ لَشَهَادَتُنَا أَحَقُّ مِنْ شَهَادَتِهِمَا وَمَا اعْتَدَيْنَا إِنَّا إِذًا لَمِنَ الظَّالِمِينَ

Kemenag RI 2019: Jika terbukti kedua saksi itu berbuat dosa, ) maka dua orang yang lain menggantikan kedudukannya, yaitu di antara ahli waris yang berhak dan lebih dekat kepada orang yang meninggal, lalu keduanya bersumpah dengan nama Allah, “Sungguh, kesaksian kami lebih layak diterima daripada kesaksian kedua saksi itu, dan kami tidak melanggar batas. Sesungguhnya jika (berbuat) demikian, tentu kami termasuk orang-orang yang zalim.” ( QS. Al-Maidah : 107)
Quraish Shihab: Jika ditemukan bahwa keduanya (saksi itu) membuat dosa (berbohong dalam hal persaksian mereka), maka orang yang lain yang berhak, yang lebih dekat kepada orang yang meninggal untuk menggantikan tempat keduanya, lalu keduanya bersumpah dengan (nama) Allah: “Persaksian kami benar-benar lebih layak (diterima) daripada persaksian mereka berdua (kedua saksi itu), dan kami tidak melanggar batas, sesungguhnya kalau demikian, tentulah kami termasuk orang-orang zalim.”
HAMKA: Tetapi, apabila didapati bahwa keduanya ternyata berbuat dosa maka hendaklah ada dua orang yang lain yang lebih hampir, dari orang-orang yang diperbuat dosa atasnya itu, akan menggantikan mereka berdua tadi lalu bersumpah dengan nama Allah, "Bahwa kesaksian kami lebih patut (diterima) daripada kesaksian mereka yang berdua itu dan kami tidaklah melampaui batas. Karena kalau begitu niscayalah kami termasuk orang-orang yang aniaya."

ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَنْ يَأْتُوا بِالشَّهَادَةِ عَلَىٰ وَجْهِهَا أَوْ يَخَافُوا أَنْ تُرَدَّ أَيْمَانٌ بَعْدَ أَيْمَانِهِمْ ۗ وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاسْمَعُوا ۗ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ

Kemenag RI 2019: Hal itu lebih dekat untuk membuat mereka memberikan kesaksian yang sebenarnya, atau mereka merasa takut akan dikembalikan sumpahnya (kepada ahli waris) setelah mereka bersumpah. ) Bertakwalah kepada Allah dan dengarkanlah (perintah-Nya). Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang fasik. ( QS. Al-Maidah : 108)
Quraish Shihab: Itulah sebaik-baik jalan untuk membuat mereka mengemukakan persaksian mereka (yang sebenarnya), atau mereka takut akan dikembalikan sumpahnya (kepada ahli waris) sesudah mereka bersumpah. Bertakwalah kepada Allah dan dengarkanlah (patuhilah semua perintah-Nya). Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum fasik (keluar dari ketaatan kepada Allah swt.).
HAMKA: Yang demikian itulah cara yang lebih dekat supaya orang-orang mendatangkan kesaksian menurut semestinya atau supaya mereka takut akan dikembalikan sumpah-sumpah mereka sesudah mereka bersumpah. Dan bertakwalah kepada Allah dan dengarkanlah. Karena Allah tidak akan menunjuki kaum yang fasik.

يَوْمَ يَجْمَعُ اللَّهُ الرُّسُلَ فَيَقُولُ مَاذَا أُجِبْتُمْ ۖ قَالُوا لَا عِلْمَ لَنَا ۖ إِنَّكَ أَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ

Kemenag RI 2019: (Ingatlah) pada hari ketika Allah mengumpulkan para rasul, lalu Dia bertanya (kepada mereka), “Apa jawaban (kaummu) terhadap (seruan)-mu?” Mereka (para rasul) menjawab, “Kami tidak tahu (tentang itu). Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui segala yang gaib.” ( QS. Al-Maidah : 109)
Quraish Shihab: (Ingatlah), pada hari ketika Allah mengumpulkan para rasul, lalu Dia berfirman: “Apa jawaban terhadap kamu?” Mereka menjawab: “Tidak ada pengetahuan kami (tentang itu); sesungguhnya Engkaulah, (dan hanya) Engkaulah Yang Maha Mengetahui perkara-perkara yang gaib.”
HAMKA: Pada hari Allah akan mengumpulkan rasul-rasul, lalu Dia akan bertanya, "Bagaimanakah kamu disambut?" Mereka menjawab, "Tidaklah ada pengetahuan bagi kami. Sesungguhnya Engkaulah yang lebih mengetahui akan hal-hal yang gaib-gaib."

إِذْ قَالَ اللَّهُ يَا عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ اذْكُرْ نِعْمَتِي عَلَيْكَ وَعَلَىٰ وَالِدَتِكَ إِذْ أَيَّدْتُكَ بِرُوحِ الْقُدُسِ تُكَلِّمُ النَّاسَ فِي الْمَهْدِ وَكَهْلًا ۖ وَإِذْ عَلَّمْتُكَ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَالتَّوْرَاةَ وَالْإِنْجِيلَ ۖ وَإِذْ تَخْلُقُ مِنَ الطِّينِ كَهَيْئَةِ الطَّيْرِ بِإِذْنِي فَتَنْفُخُ فِيهَا فَتَكُونُ طَيْرًا بِإِذْنِي ۖ وَتُبْرِئُ الْأَكْمَهَ وَالْأَبْرَصَ بِإِذْنِي ۖ وَإِذْ تُخْرِجُ الْمَوْتَىٰ بِإِذْنِي ۖ وَإِذْ كَفَفْتُ بَنِي إِسْرَائِيلَ عَنْكَ إِذْ جِئْتَهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ فَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْهُمْ إِنْ هَٰذَا إِلَّا سِحْرٌ مُبِينٌ

Kemenag RI 2019: (Ingatlah) ketika Allah berfirman, “Wahai Isa putra Maryam, ingatlah nikmat-Ku kepadamu dan kepada ibumu sewaktu Aku menguatkanmu dengan Ruhulkudus. Engkau dapat berbicara dengan manusia pada waktu masih dalam buaian dan setelah dewasa. (Ingatlah) ketika Aku mengajarkan menulis kepadamu, (juga) hikmah, Taurat, dan Injil. (Ingatlah) ketika engkau membentuk dari tanah (sesuatu) seperti bentuk burung dengan seizin-Ku, kemudian engkau meniupnya, lalu menjadi seekor burung (yang sebenarnya) dengan seizin-Ku. (Ingatlah) ketika engkau menyembuhkan orang yang buta sejak lahir dan orang yang berpenyakit kusta dengan seizin-Ku. (Ingatlah) ketika engkau mengeluarkan orang mati (dari kubur menjadi hidup) dengan seizin-Ku. (Ingatlah) ketika Aku menghalangi Bani Israil (dari keinginan mereka membunuhmu) pada waktu engkau mengemukakan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, lalu orang-orang kafir di antara mereka berkata, “Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata.” ( QS. Al-Maidah : 110)
Quraish Shihab: (Ingatlah), ketika Allah berfirman: “Wahai ‘Isa putra Maryam! Ingatlah nikmat-Ku kepadamu dan kepada ibumu ketika Aku menguatkanmu dengan Ruh Al-Qudus (Malaikat Jibril as.). Engkau (dapat) berbicara dengan manusia ketika (masih) dalam buaian dan sesudah dewasa; dan (ingatlah) ketika Aku mengajarmu tulis menulis, Hikmah, serta Taurat dan Injil, dan (ingatlah pula) ketika engkau membuat dari tanah (sesuatu) yang seperti bentuk burung dengan izin-Ku, lalu engkau meniup padanya, lalu ia menjadi seekor burung dengan izin-Ku. Dan (ingatlah), ketika engkau menyembuhkan orang yang buta sejak lahir dan orang yang berpenyakit kusta dengan izin-Ku, dan (ingatlah) ketika engkau mengeluarkan (menghidupkan kembali) orang-orang mati dengan izin-Ku, dan ketika Aku menghalangi Bani Israil (untuk menganiaya dan membunuhmu) ketika engkau membawa kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, lalu orang-orang kafir di antara mereka berkata: “Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata.”
HAMKA: (Ingatlah) tatkala berkata Allah kepada Isa anak Maryam, "Ingatlah oleh engkau akan nikmat-Ku atas engkau dan ke atas ibumu, tatkala Aku menyokong engkau dengan Ruhul-Qudus engkau berkata-kata dengan manusia dalam ayunan dan di kala dewasa. Dan (ingatlah) tatkala Aku ajarkan kepada engkau tulisan dan hikmah, Taurat, dan Injil, dan (ingatlah) tatkala engkau menjadikan dari tanah seperti bentuk burung dengan izin-Ku lalu engkau embuskan padanya maka jadilah dia burung dengan izin-Ku, dan engkau sembuhkan orang buta dan penyakit sopak dengan izin-Ku. Dan (ingatlah) tatkala engkau menghidupkan orang yang sudah mati dengan izin-Ku. Dan (ingatlah) tatkala Aku menghambat Bani Israil dari engkau, tatkala engkau datang kepada mereka dengan keterangan-keterangan, lantas berkatalah orang-orang yang kafir di antara mereka 'Ini tidak lain melainkan sihir yang nyata.'"

وَإِذْ أَوْحَيْتُ إِلَى الْحَوَارِيِّينَ أَنْ آمِنُوا بِي وَبِرَسُولِي قَالُوا آمَنَّا وَاشْهَدْ بِأَنَّنَا مُسْلِمُونَ

Kemenag RI 2019: (Ingatlah) ketika Aku ilhamkan kepada para pengikut setia Isa, “Berimanlah kamu kepada-Ku dan kepada Rasul-Ku.” Mereka menjawab, “Kami telah beriman dan saksikanlah (wahai Rasul) bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri.” ( QS. Al-Maidah : 111)
Quraish Shihab: Dan (ingatlah), ketika Aku mewahyukan (mengilhami) kepada Hawariyyin (para pengikut setia Nabi ‘Isa as.): “Berimanlah kamu kepada-Ku dan kepada Rasul-Ku.” Mereka berkata: “Kami telah beriman dan saksikanlah bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang Muslim (tunduk patuh dan berserah diri kepada Allah swt.).”
HAMKA: Dan (ingatlah) tatkala Aku memberikan ilham kepada Hawariyin, supaya mereka itu beriman kepada engkau dan kepada Rasul-Ku, mereka pun berkata, "Kami telah beriman! Dan saksikanlah bahwa sesungguhnya kami ini adalah orang-orang yang telah berserah diri!"

إِذْ قَالَ الْحَوَارِيُّونَ يَا عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ هَلْ يَسْتَطِيعُ رَبُّكَ أَنْ يُنَزِّلَ عَلَيْنَا مَائِدَةً مِنَ السَّمَاءِ ۖ قَالَ اتَّقُوا اللَّهَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

Kemenag RI 2019: (Ingatlah) ketika para pengikut setia Isa berkata, “Wahai Isa putra Maryam, sanggupkah (bersediakah) Tuhanmu menurunkan hidangan dari langit kepada kami?” Isa menjawab, “Bertak-walah kepada Allah jika kamu orang-orang mukmin.” ( QS. Al-Maidah : 112)
Quraish Shihab: (Ingatlah), ketika Hawariyyin (para pengikut setia Nabi ‘Isa as.) berkata: “Wahai ‘Isa putra Maryam! Mampukah Tuhan Pemeliharamu menurunkan untuk kami hidangan dari langit?” Dia (Nabi ‘Isa as.) menjawab: “Bertakwalah kepada Allah jika kamu benar-benar orang-orang mukmin.”
HAMKA: (Ingatlah) tatkala Hawariy?n itu berkata, “Wahai Isa anak Maryam! Apakah berkuasa Tuhan engkau menurunkan kepada kami suatu hidangan dari langit?” Jawabnya, “Takutlah kepada Allah jika betul-betul kamu orang-orang yang beriman.”

قَالُوا نُرِيدُ أَنْ نَأْكُلَ مِنْهَا وَتَطْمَئِنَّ قُلُوبُنَا وَنَعْلَمَ أَنْ قَدْ صَدَقْتَنَا وَنَكُونَ عَلَيْهَا مِنَ الشَّاهِدِينَ

Kemenag RI 2019: Mereka berkata, “Kami ingin makan darinya (hidangan itu) dan agar tenteram hati kami serta agar kami yakin bahwa engkau telah berkata benar kepada kami, dan atasnya (hidangan itu) kami termasuk orang-orang yang menjadi saksi.” ( QS. Al-Maidah : 113)
Quraish Shihab: Mereka berkata: “Kami ingin makan sebagian darinya (hidangan itu) dan (supaya) tenteram hati kami dan (supaya) kami yakin bahwa sungguh engkau telah berkata benar kepada kami, dan kami menjadi orang-orang yang menyaksikannya.”
HAMKA: Mereka berkata, “Kami ingin supaya makan darinya dan supaya tenteramlah hati kami, dan supaya kami tahu bahwa engkau telah berkata yang benar kepada kami dan supaya jadilah kami dari orang-orang yang benar-benar menyaksikan.”

قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا أَنْزِلْ عَلَيْنَا مَائِدَةً مِنَ السَّمَاءِ تَكُونُ لَنَا عِيدًا لِأَوَّلِنَا وَآخِرِنَا وَآيَةً مِنْكَ ۖ وَارْزُقْنَا وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ

Kemenag RI 2019: Isa putra Maryam berdoa, “Ya Allah Tuhan kami, turunkanlah kepada kami hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami, yaitu bagi orang-orang yang sekarang bersama kami maupun yang datang setelah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan-Mu. Berilah kami rezeki. Engkaulah sebaik-baik pemberi rezeki.” ( QS. Al-Maidah : 114)
Quraish Shihab: ‘Isa putra Maryam berdoa: “Allahumna, (Ya Allah), Tuhan Pemelihara kami, turunkanlah kepada kami suatu hidangan dari langit yang akan menjadi hari raya bagi kami, bagi orang-orang yang bersama kami dan yang datang sesudah kami, dan menjadi bukti dari-Mu (tentang kekuasaan- Mu); anugerahkanlah rezeki untuk kami, dan Engkau-lah sebaik-baik Pemberi rezeki.”
HAMKA: Berkata Isa anak Maryam, “Ya Allah, ya Tuhan kami! Turunkanlah kiranya kepada kami suatu hidangan dari langit, supaya dia menjadi hari raya bagi kami, bagi orang-orang yang permulaan kami dan yang di akhir kami, dan sebagai suatu tanda dari Engkau, dan berilah rezeki akan kami, karena Engkaulah adalah yang sebaik-baik pemberi rezeki.”

قَالَ اللَّهُ إِنِّي مُنَزِّلُهَا عَلَيْكُمْ ۖ فَمَنْ يَكْفُرْ بَعْدُ مِنْكُمْ فَإِنِّي أُعَذِّبُهُ عَذَابًا لَا أُعَذِّبُهُ أَحَدًا مِنَ الْعَالَمِينَ

Kemenag RI 2019: Allah berfirman, “Sesungguhnya Aku akan menurunkannya (hidangan itu) kepadamu. Siapa yang kufur di antaramu setelah (turun hidangan) itu, sesungguhnya Aku akan mengazabnya dengan azab yang tidak pernah Aku timpakan kepada seorang pun di antara (manusia) seluruh alam.” ( QS. Al-Maidah : 115)
Quraish Shihab: Allah berfirman: “Sesungguhnya Aku akan menurunkannya (hidangan) itu kepada kamu; maka barang siapa kafir di antara kamu sesudah (turun- nya hidangan) itu, maka sesungguh- nya Aku akan mengazabnya dengan azab yang tidak pernah Aku timpakan kepada seorang pun di antara umat manusia.”
HAMKA: Berkata-lah Allah, “Sesungguhnya, Aku akan menurunkannya kepada kamu. Barang siapa yang kufur sesudah itu dari antara kamu maka sesungguhnya akan Aku adzab ia dengan suatu adzab yang belum pernah Aku adzabkan kepada seseorang pun daripada isi alam.”

وَإِذْ قَالَ اللَّهُ يَا عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ أَأَنْتَ قُلْتَ لِلنَّاسِ اتَّخِذُونِي وَأُمِّيَ إِلَٰهَيْنِ مِنْ دُونِ اللَّهِ ۖ قَالَ سُبْحَانَكَ مَا يَكُونُ لِي أَنْ أَقُولَ مَا لَيْسَ لِي بِحَقٍّ ۚ إِنْ كُنْتُ قُلْتُهُ فَقَدْ عَلِمْتَهُ ۚ تَعْلَمُ مَا فِي نَفْسِي وَلَا أَعْلَمُ مَا فِي نَفْسِكَ ۚ إِنَّكَ أَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ

Kemenag RI 2019: (Ingatlah) ketika Allah berfirman, “Wahai Isa putra Maryam, apakah engkau mengatakan kepada orang-orang, ‘Jadikanlah aku dan ibuku sebagai dua tuhan selain Allah?’” Dia (Isa) menjawab, “Maha Suci Engkau, tidak patut bagiku mengatakan apa pun yang bukan hakku. Jika aku pernah mengatakannya tentulah Engkau telah mengetahuinya. Engkau mengetahui apa pun yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa pun yang ada pada diri-Mu. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mengetahui segala yang gaib.” ( QS. Al-Maidah : 116)
Quraish Shihab: Dan (ingatlah), ketika Allah berfirman: “Wahai ‘Isa putra Maryam! Adakah engkau telah mengatakan kepada manusia: ‘Jadikanlah aku dan ibuku dua tuhan selain Allah?’” Dia (Nabi ‘Isa as.) menjawab: “Mahasuci Engkau, tidaklah (mungkin dan tidak ada wujudnya) bagiku mengatakan apa yang bukan hakku. Jika aku pernah mengatakannya, maka sungguh Engkau telah mengetahuinya. Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri-Mu. Sesungguhnya Engkau, (dan hanya) Engkau-lah Yang Maha Mengetahui perkara-perkara yang gaib.
HAMKA: “Dan (ingatlah) tatkala berfirman Allah, ‘Wahai Isa anak Maryam, adakah engkau pernah berkata kepada manusia, ‘Jadikanlah aku dan ibuku sebagai Tuhan selain Allah?’ Dia menjawab, ‘Mahasuci Engkau! Tidaklah patut bagiku bahwa akan mengatakan apa yang tidak hakku. Jika ada aku mengatakannya, niscaya Engkau telah mengetahuinya (sebab) Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku, sedangkan aku tidaklah mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya, Engkaulah yang lebih mengetahui akan hal yang gaib-gaib.’”

مَا قُلْتُ لَهُمْ إِلَّا مَا أَمَرْتَنِي بِهِ أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ رَبِّي وَرَبَّكُمْ ۚ وَكُنْتُ عَلَيْهِمْ شَهِيدًا مَا دُمْتُ فِيهِمْ ۖ فَلَمَّا تَوَفَّيْتَنِي كُنْتَ أَنْتَ الرَّقِيبَ عَلَيْهِمْ ۚ وَأَنْتَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ

Kemenag RI 2019: Aku tidak (pernah) mengatakan kepada mereka kecuali sesuatu yang Engkau perintahkan kepadaku, (yaitu) “Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu.” Aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di tengah-tengah mereka. Setelah Engkau mewafatkan aku, Engkaulah yang mengawasi mereka. Engkau Maha Menyaksikan atas segala sesuatu. ( QS. Al-Maidah : 117)
Quraish Shihab: Aku tidak (pernah) mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku untuk (mengatakan)-nya, (yaitu): ‘Sembahlah Allah, Tuhan Pemeliharaku dan Tuhan Pemelihara kamu,’ dan adalah aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di antara mereka. Maka setelah Engkau wafatkan aku, Engkau- lah yang mengawasi mereka. Dan Engkau Maha Menyaksikan atas segala sesuatu.
HAMKA:

إِنْ تُعَذِّبْهُمْ فَإِنَّهُمْ عِبَادُكَ ۖ وَإِنْ تَغْفِرْ لَهُمْ فَإِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

Kemenag RI 2019: Jika Engkau menyiksa mereka, sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba-Mu. Jika Engkau mengampuni mereka, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” ( QS. Al-Maidah : 118)
Quraish Shihab: Jika Engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya mereka adalah para hamba-Mu, dan jika Engkau mengampuni mereka, maka sesungguhnya Engkau-lah Yang Maha Perkasa, lagi Maha Bijaksana."
HAMKA: Jika hendak Engkau adzab mereka itu maka sesungguhnya mereka itu adalah hamba Engkau. Dan jika Engkau beri ampun mereka maka sesungguhnya Engkaulah adalah Mahagagah lagi Bijaksana.”

قَالَ اللَّهُ هَٰذَا يَوْمُ يَنْفَعُ الصَّادِقِينَ صِدْقُهُمْ ۚ لَهُمْ جَنَّاتٌ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ۚ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ ۚ ذَٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

Kemenag RI 2019: Allah berfirman, “Ini adalah hari yang kebenaran orang-orang yang benar bermanfaat bagi mereka. Bagi merekalah surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah rida kepada mereka dan mereka pun rida kepada-Nya. Itulah kemenangan yang agung.” ( QS. Al-Maidah : 119)
Quraish Shihab: Allah berfirman: "Ini adalah suatu hari yang bermanfaat bagi ash-shiddiqin (orang-orang yang selalu benar dan jujur, atas) kebenaran dan kejujuran mereka. Bagi mereka surga-surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya; Allah ridha pada mereka dan mereka (pun) ridha pada-Nya. Itulah keberuntungan yang sangat besar."
HAMKA: Berfirman Allah, “Inilah hari yang akan memberi manfaat kepada orang-orang yang benar, kebenaran mereka. Untuk mereka adalah surga-surga yang mengalir dari bawahnya sungai-sungai, hal keadaan kekal mereka di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada Allah. Yang demikian itulah kemenangan yang besar.”

لِلَّهِ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا فِيهِنَّ ۚ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Kemenag RI 2019: Hanya milik Allah kerajaan langit dan bumi serta apa pun yang ada di dalamnya. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. ( QS. Al-Maidah : 120)
Quraish Shihab: Milik Allah kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada di dalamnya (yakni di dalam dan permukaan langit dan bumi); dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.
HAMKA: Bagi Allah-lah kerajaan semua langit dan bumi dan apa jua pun yang ada pada semuanya. Dan Dia, atas segala sesuatu adalah Mahakuasa.

5. Al-Maidah

Surat 4 | 120 ayat | Surat 6
123456789101112131415161718192021222324252627282930313233343536373839404142434445464748495051525354555657585960616263646566676869707172737475767778798081828384858687888990919293949596979899100101102103104105106107108109110111112113114115116117118119120