بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Ayat 1
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
Kemenag RI 2019
Wahai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakanmu dari diri yang satu (Adam) dan Dia menciptakan darinya pasangannya (Hawa). Dari keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. ) Bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta dan (peliharalah) hubungan kekeluargaan. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu.
(Ref)
Quraish Shihab
Hai seluruh manusia! Bertakwalah kepada Tuhan Pemelihara kamu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan menciptakan darinya pasangannya; Dia mem-perkembangbiakkan dari keduanya laki-laki yang banyak dan perempuan. Dan bertakwalah kepada Allah Yang dengan (nama)-Nya kamu saling meminta dan (pelihara pula) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah adalah Maha mengawasi kamu.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Hai sekalian manusia! Bertakwalah kamu kepada Tuhanmu, yang telah menjadikan kamu dari satu diri, dan daripadanya dijadikan-Nya istrinya serta dari keduanya Dia memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Bertakwalah kepada Allah, yang kamu telah tanya-bertanya tentang (nama)-Nya, dan (peliharalah) kekeluargaan. Sesungguhnya Allah Pengawas atas kamu.
Ayat 2
وَآتُوا الْيَتَامَىٰ أَمْوَالَهُمْ ۖ وَلَا تَتَبَدَّلُوا الْخَبِيثَ بِالطَّيِّبِ ۖ وَلَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَهُمْ إِلَىٰ أَمْوَالِكُمْ ۚ إِنَّهُ كَانَ حُوبًا كَبِيرًا
Kemenag RI 2019
Berikanlah kepada anak-anak yatim (yang sudah dewasa) harta mereka. Janganlah kamu menukar yang baik dengan yang buruk dan janganlah kamu makan harta mereka bersama hartamu. Sesungguhnya (tindakan menukar dan memakan) itu adalah dosa yang besar.
(Ref)
Quraish Shihab
Dan berikanlah kepada anak-anak yatim harta mereka, dan janganlah kamu menukar yang baik dengan yang buruk dan janganlah kamu makan harta mereka bersama harta kamu. Sesungguhnya itu adalah dosa yang besar.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Berikanlah kepada anak-anak yatim itu harta mereka, janganlah kamu menukarkan sesuatu yang buruk kepada yang baik, dan jangan kamu makan harta mereka (dengan jalan mencampuradukkannya) kepada harta-hartamu. Sesungguhnya itu dosa yang besar.
Ayat 3
وَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تُقْسِطُوا فِي الْيَتَامَىٰ فَانْكِحُوا مَا طَابَ لَكُمْ مِنَ النِّسَاءِ مَثْنَىٰ وَثُلَاثَ وَرُبَاعَ ۖ فَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تَعْدِلُوا فَوَاحِدَةً أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَلَّا تَعُولُوا
Kemenag RI 2019
Jika kamu khawatir tidak akan mampu berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana kamu menikahinya), nikahilah perempuan (lain) yang kamu senangi: dua, tiga, atau empat. Akan tetapi, jika kamu khawatir tidak akan mampu berlaku adil, (nikahilah) seorang saja atau hamba sahaya perempuan yang kamu miliki. Yang demikian itu lebih dekat untuk tidak berbuat zalim.
(Ref)
Quraish Shihab
Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap wanita-wanita yatim (apabila kamu menikahi mereka), maka nikahilah yang kamu senangi dari wanita-wanita (lain): dua, tiga atau empat. Lalu, jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (nikahilah) seorang saja, atau hamba sahaya¹¹³ wanita yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil (bila menikahi) anak-anak yatim, maka nikahilah perempuan-perempuan (lain) yang kamu senangi; dua, tiga atau empat. Akan tetapi, jika kamu takut tidak akan bisa berlaku adil, maka seorang sajalah, atau hamba sahaya yang kamu miliki. Yangdemikian itulah yang lebih memungkinkan kamu terhindar dari berlaku sewenang-wenang.
Ayat 4
وَآتُوا النِّسَاءَ صَدُقَاتِهِنَّ نِحْلَةً ۚ فَإِنْ طِبْنَ لَكُمْ عَنْ شَيْءٍ مِنْهُ نَفْسًا فَكُلُوهُ هَنِيئًا مَرِيئًا
Kemenag RI 2019
Berikanlah mahar kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian yang penuh kerelaan. Kemudian, jika mereka menyerahkan kepada kamu sebagian dari (mahar) itu dengan senang hati, terimalah dan nikmatilah pemberian itu dengan senang hati.
(Ref)
Quraish Shihab
Berikanlah maskawin kepada wanita-wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan. Lalu, jika mereka dengan senang hati menyerahkan untuk kamu sebagian darinya, maka makanlah (ambil dan pergunakanlah pemberian) itu (sebagai pemberian) yang menyenangkan, lagi baik akibatnya.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Berikanlah kepada perempuan-perempuan itu mas kawin mereka, sebagai kewajiban. Akan tetapi, jika mereka berikan kepada kamu sebagian dari padanya, dengan hati senang, maka makanlah dengan senang sentosa.
Ayat 5
وَلَا تُؤْتُوا السُّفَهَاءَ أَمْوَالَكُمُ الَّتِي جَعَلَ اللَّهُ لَكُمْ قِيَامًا وَارْزُقُوهُمْ فِيهَا وَاكْسُوهُمْ وَقُولُوا لَهُمْ قَوْلًا مَعْرُوفًا
Kemenag RI 2019
Janganlah kamu serahkan kepada orang-orang yang belum sempurna akalnya harta (mereka yang ada dalam kekuasaan)-mu yang Allah jadikan sebagai pokok kehidupanmu. Berilah mereka belanja dan pakaian dari (hasil harta) itu dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang baik.
(Ref)
Quraish Shihab
Dan janganlah kamu menyerahkan kepada orang-orang yang belum sempurna akalnya (yang tidak bisa mengelola harta benda), harta kamu (atau harta mereka yang ada dalam kekuasaan kamu) yang dijadikan Allah untuk kamu sebagai pokok kehidupan. Berilah mereka (bagian dari harta itu) dan pakaian serta ucapkanlah kepada mereka perkataan yang baik.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Janganlah kamu berikan kepada orang-orang yang bodoh harta kamu, yang telah dijadikan Allah bagimu pokok penghidupan adanya; berilah mereka makan padanya dan berilah mereka pakaian serta katakanlah kepada mereka kata-kata yang baik
Ayat 6
وَابْتَلُوا الْيَتَامَىٰ حَتَّىٰ إِذَا بَلَغُوا النِّكَاحَ فَإِنْ آنَسْتُمْ مِنْهُمْ رُشْدًا فَادْفَعُوا إِلَيْهِمْ أَمْوَالَهُمْ ۖ وَلَا تَأْكُلُوهَا إِسْرَافًا وَبِدَارًا أَنْ يَكْبَرُوا ۚ وَمَنْ كَانَ غَنِيًّا فَلْيَسْتَعْفِفْ ۖ وَمَنْ كَانَ فَقِيرًا فَلْيَأْكُلْ بِالْمَعْرُوفِ ۚ فَإِذَا دَفَعْتُمْ إِلَيْهِمْ أَمْوَالَهُمْ فَأَشْهِدُوا عَلَيْهِمْ ۚ وَكَفَىٰ بِاللَّهِ حَسِيبًا
Kemenag RI 2019
Ujilah anak-anak yatim itu (dalam hal mengatur harta) sampai ketika mereka cukup umur untuk menikah. Lalu, jika menurut penilaianmu mereka telah pandai (mengatur harta), serahkanlah kepada mereka hartanya. Janganlah kamu memakannya (harta anak yatim) melebihi batas kepatutan dan (janganlah kamu) tergesa-gesa (menghabiskannya) sebelum mereka dewasa. Siapa saja (di antara pemelihara itu) mampu, maka hendaklah dia menahan diri (dari memakan harta anak yatim itu) dan siapa saja yang fakir, maka bolehlah dia makan harta itu menurut cara yang baik. Kemudian, apabila kamu menyerahkan harta itu kepada mereka, hendaklah kamu adakan saksi-saksi. Cukuplah Allah sebagai pengawas.
(Ref)
Quraish Shihab
Dan ujilah anak-anak yatim (dalam hal pengelolaan dan penggunaan harta) sampai mereka mencapai pernikahan. Maka jika kamu telah mengetahui adanya pada mereka kecerdasan, maka serahkanlah kepada mereka harta-harta mereka. Dan janganlah kamu menggunakan harta anak-anak yatim lebih dari batas kepatutan dan (janganlah juga kamu) tergesa-gesa membelanjakan harta itu sebelum mereka dewasa. Barang siapa mampu, maka hendaklah menahan diri (menggunakan harta anak-anak yatim) dan barang siapa miskin, maka bolehlah dia makan (harta itu) menurut cara yang patut. Lalu, apabila kamu menyerahkan harta mereka kepada mereka, maka hendaklah kamu mengadakan persaksian atas (penyerahan harta itu kepada) mereka. Dan cukuplah Allah sebagai Pengawas.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Hendaklah kamu selidiki anak-anak yatim itu, hingga sampai waktunya untuk menikah. Jika kamu tilik pada mereka telah ada kecerdikan, serahkanlah harta mereka kepada mereka. Dan janganlah kamu makan harta itu dengan boros dan cepat-cepat sebelum mereka dewasa. Barangsiapa yang kaya, hendaklah dia menahan diri dan barangsiapa yang fakir, bolehlah makan secara patut. Kemudian, apabila kamu menyerahkan harta mereka kepada mereka, hendaklah kamu adakan saksi atasnya. Dan cukuplah Allah sebagai Penghitung.
Ayat 7
لِلرِّجَالِ نَصِيبٌ مِمَّا تَرَكَ الْوَالِدَانِ وَالْأَقْرَبُونَ وَلِلنِّسَاءِ نَصِيبٌ مِمَّا تَرَكَ الْوَالِدَانِ وَالْأَقْرَبُونَ مِمَّا قَلَّ مِنْهُ أَوْ كَثُرَ ۚ نَصِيبًا مَفْرُوضًا
Kemenag RI 2019
Bagi laki-laki ada hak bagian dari harta peninggalan kedua orang tua dan kerabatnya dan bagi perempuan ada hak bagian (pula) dari harta peninggalan kedua orang tua dan kerabatnya, baik sedikit maupun banyak, menurut bagian yang telah ditetapkan.
(Ref)
Quraish Shihab
Bagi laki-laki (ada) bagian dari apa (harta) peninggalan ibu-bapak dan para kerabat, dan bagi wanita (ada) bagian dari apa (harta) peninggalan ibu-bapak dan para kerabat, sedikit atau banyak darinya, (berdasarkan) bagian yang telah ditetapkan (oleh Allah swt.).
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Untuk laki-laki ada bagian dari yang ditinggalkan oleh ibu bapak dan keluarga yang dekat; dan untuk perempuan-perempuan pun ada bagian dari yang ditinggalkan oleh ibu bapak dan keluarga yang dekat, dari (peninggalan) yang sedikit ataupun banyak; bagian yang sudah ditetapkan.
Ayat 8
وَإِذَا حَضَرَ الْقِسْمَةَ أُولُو الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينُ فَارْزُقُوهُمْ مِنْهُ وَقُولُوا لَهُمْ قَوْلًا مَعْرُوفًا
Kemenag RI 2019
Apabila (saat) pembagian itu hadir beberapa kerabat, ) anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, berilah mereka sebagian dari harta itu ) dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang baik.
(Ref)
Quraish Shihab
Dan apabila (pada saat) pembagian itu hadir kerabat (yang tidak berhak mendapat warisan, atau) anak yatim dan orang-orang miskin, maka berilah mereka sebagian dari harta itu dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang baik.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Dan apabila hadir tatkala membagi-bagi itu kerabat, anak-anak yatim dan orang-orang miskin, beri rezekilah mereka dari harta itu, dan katakanlah kepada mereka kata-kata yang sepatutnya.
Ayat 9
وَلْيَخْشَ الَّذِينَ لَوْ تَرَكُوا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافًا خَافُوا عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا اللَّهَ وَلْيَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا
Kemenag RI 2019
Hendaklah merasa takut orang-orang yang seandainya (mati) meninggalkan setelah mereka, keturunan yang lemah (yang) mereka khawatir terhadapnya. Maka, bertakwalah kepada Allah dan berbicaralah dengan tutur kata yang benar (dalam hal menjaga hak-hak keturunannya).
(Ref)
Quraish Shihab
Dan hendaklah takut (kepada Allah swt.) orang-orang yang jika seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar, lagi tepat.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Hendaklah orang-orang merasa cemas seandainya meninggalkan keturunan yang lemah, yang mereka khawatir atas mereka. Maka, bertakwalah kepada Allah dan katakanlah perkataan yang tepat.
Ayat 10
إِنَّ الَّذِينَ يَأْكُلُونَ أَمْوَالَ الْيَتَامَىٰ ظُلْمًا إِنَّمَا يَأْكُلُونَ فِي بُطُونِهِمْ نَارًا ۖ وَسَيَصْلَوْنَ سَعِيرًا
Kemenag RI 2019
Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api dalam perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka).
(Ref)
Quraish Shihab
Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sesungguhnya mereka itu hanya menelan api dalam perut mereka dan mereka akan masuk ke (dalam) api yang menyala-nyala (neraka).
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Sesungguh orang-orang yang memakan harta benda anak-anak yatim dengan aniaya, lain tidak melainkan menelan api ke dalam perut mereka. Dan mereka akan masuk ke api yang bernyala-nyala
Ayat 11
يُوصِيكُمُ اللَّهُ فِي أَوْلَادِكُمْ ۖ لِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ الْأُنْثَيَيْنِ ۚ فَإِنْ كُنَّ نِسَاءً فَوْقَ اثْنَتَيْنِ فَلَهُنَّ ثُلُثَا مَا تَرَكَ ۖ وَإِنْ كَانَتْ وَاحِدَةً فَلَهَا النِّصْفُ ۚ وَلِأَبَوَيْهِ لِكُلِّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا السُّدُسُ مِمَّا تَرَكَ إِنْ كَانَ لَهُ وَلَدٌ ۚ فَإِنْ لَمْ يَكُنْ لَهُ وَلَدٌ وَوَرِثَهُ أَبَوَاهُ فَلِأُمِّهِ الثُّلُثُ ۚ فَإِنْ كَانَ لَهُ إِخْوَةٌ فَلِأُمِّهِ السُّدُسُ ۚ مِنْ بَعْدِ وَصِيَّةٍ يُوصِي بِهَا أَوْ دَيْنٍ ۗ آبَاؤُكُمْ وَأَبْنَاؤُكُمْ لَا تَدْرُونَ أَيُّهُمْ أَقْرَبُ لَكُمْ نَفْعًا ۚ فَرِيضَةً مِنَ اللَّهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيمًا حَكِيمًا
Kemenag RI 2019
Allah mensyariatkan (mewajibkan) kepadamu tentang (pembagian warisan untuk) anak-anakmu, (yaitu) bagian seorang anak laki-laki sama dengan bagian dua orang anak perempuan. ) Jika anak itu semuanya perempuan yang jumlahnya lebih dari dua, bagian mereka dua pertiga dari harta yang ditinggalkan. Jika dia (anak perempuan) itu seorang saja, dia memperoleh setengah (harta yang ditinggalkan). Untuk kedua orang tua, bagian masing-masing seperenam dari harta yang ditinggalkan, jika dia (yang meninggal) mempunyai anak. Jika dia (yang meninggal) tidak mempunyai anak dan dia diwarisi oleh kedua orang tuanya (saja), ibunya mendapat sepertiga. Jika dia (yang meninggal) mempunyai beberapa saudara, ibunya mendapat seperenam. (Warisan tersebut dibagi) setelah (dipenuhi) wasiat yang dibuatnya atau (dan dilunasi) utangnya. (Tentang) orang tuamu dan anak-anakmu, kamu tidak mengetahui siapa di antara mereka yang lebih banyak manfaatnya bagimu. Ini adalah ketetapan Allah. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
(Ref)
Quraish Shihab
Allah mewasiatkan kamu (tentang pembagian warisan) untuk anak-anak kamu. (Yaitu), bagian seorang anak lelaki sama dengan bagian dua orang anak perempuan; dan jika anak itu (semuanya) perempuan lebih dari dua, maka bagi mereka dua pertiga dari apa (harta) yang ditinggalkan; Jika anak perempuan itu seorang (saja), maka dia mendapat setengah. Dan untuk dua orang ibu-bapaknya, bagi masing-masing dari keduanya seperenam dari yang ditinggalkan, jika yang meninggal itu memunyai anak. Jika dia tidak memunyai anak dan dia diwarisi oleh ibu-bapaknya (saja), maka ibunya mendapat sepertiga; jika dia (yang meninggal itu) memunyai beberapa saudara, maka ibunya mendapat seperenam. (Pembagian-pembagian tersebut) sesudah (dipenuhinya) wasiat¹¹? (dan) atau (dilunasi) utang(nya). Orang tua kamu dan anak-anak kamu, kamu tidak mengetahui siapa di antara mereka yang lebih dekat manfaatnya bagi kamu. (Ini adalah) ketetapan dari Allah. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui, lagi Maha Bijaksana.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Allah mewajibkan kamu terhadap anak-anak kamu; untuk seorang anak laki-laki sama dengan dua bagian anak perempuan. Jika perempuan lebih dari dua, maka bagi mereka dua pertiga dari harta yang ditinggalkan. Jika hanya seorang (anak perempuan), maka untuknya separuh. Dan bagi kedua ibu bapaknya (si mati), masing-masing seperenam dari harta yang ditinggalkan, jika si mati mempunyai anak. Jika tidak mempunyai anak, sedang ahli warisnya itu hanya kedua ibu bapaknya, maka untuk ibunya sepertiga. Jika si mati mempunyai beberapa saudara, untuk ibunya seperenam, (yaitu) sesudah wasiatnya dipenuhi dan atau utangnya dibayarkan. Bapakbapak kamu ataupun anak-anak kamu tidaklah kamu ketahui siapakah antara mereka yang lebih manfaatnya bagimu. (Semuanya ini adalah) ketetapan dari Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui dan Mahabijaksana.
Ayat 12
وَلَكُمْ نِصْفُ مَا تَرَكَ أَزْوَاجُكُمْ إِنْ لَمْ يَكُنْ لَهُنَّ وَلَدٌ ۚ فَإِنْ كَانَ لَهُنَّ وَلَدٌ فَلَكُمُ الرُّبُعُ مِمَّا تَرَكْنَ ۚ مِنْ بَعْدِ وَصِيَّةٍ يُوصِينَ بِهَا أَوْ دَيْنٍ ۚ وَلَهُنَّ الرُّبُعُ مِمَّا تَرَكْتُمْ إِنْ لَمْ يَكُنْ لَكُمْ وَلَدٌ ۚ فَإِنْ كَانَ لَكُمْ وَلَدٌ فَلَهُنَّ الثُّمُنُ مِمَّا تَرَكْتُمْ ۚ مِنْ بَعْدِ وَصِيَّةٍ تُوصُونَ بِهَا أَوْ دَيْنٍ ۗ وَإِنْ كَانَ رَجُلٌ يُورَثُ كَلَالَةً أَوِ امْرَأَةٌ وَلَهُ أَخٌ أَوْ أُخْتٌ فَلِكُلِّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا السُّدُسُ ۚ فَإِنْ كَانُوا أَكْثَرَ مِنْ ذَٰلِكَ فَهُمْ شُرَكَاءُ فِي الثُّلُثِ ۚ مِنْ بَعْدِ وَصِيَّةٍ يُوصَىٰ بِهَا أَوْ دَيْنٍ غَيْرَ مُضَارٍّ ۚ وَصِيَّةً مِنَ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَلِيمٌ
Kemenag RI 2019
Bagimu (para suami) seperdua dari harta yang ditinggalkan oleh istri-istrimu, jika mereka tidak mempunyai anak. Jika mereka (istri-istrimu) itu mempunyai anak, kamu mendapat seperempat dari harta yang ditinggalkannya setelah (dipenuhi) wasiat yang mereka buat atau (dan setelah dibayar) utangnya. Bagi mereka (para istri) seperempat harta yang kamu tinggalkan jika kamu tidak mempunyai anak. Jika kamu mempunyai anak, bagi mereka (para istri) seperdelapan dari harta yang kamu tinggalkan (setelah dipenuhi) wasiat yang kamu buat atau (dan setelah dibayar) utang-utangmu. Jika seseorang, baik laki-laki maupun perempuan, meninggal dunia tanpa meninggalkan ayah dan anak, tetapi mempunyai seorang saudara laki-laki (seibu) atau seorang saudara perempuan (seibu), bagi masing-masing dari kedua jenis saudara itu seperenam harta. Akan tetapi, jika mereka (saudara-saudara seibu itu) lebih dari seorang, mereka bersama-sama dalam bagian yang sepertiga itu, setelah (dipenuhi wasiat) yang dibuatnya atau (dan setelah dibayar) utangnya dengan tidak menyusahkan (ahli waris). ) Demikianlah ketentuan Allah. Allah Maha Mengetahui lagi Maha Penyantun.
(Ref)
Quraish Shihab
Dan bagi kamu seperdua dari harta yang ditinggalkan oleh istri-istri kamu, jika mereka tidak memunyai anak. Jika mereka (istri-istri kamu itu) memunyai anak, maka kamu mendapat seperempat dari harta yang mereka tinggalkan sesudah wasiat yang mereka wasiatkan (dan) atau (dilunasi) utang(nya). Dan bagi mereka (istri-istri) seperempat harta yang kamu tinggalkan jika kamu tidak memunyai anak. Jika kamu memunyai anak, maka bagi mereka (istri-istri) seperdelapan dari harta yang kamu tinggalkan sesudah dipenuhi wasiat yang kamu buat (dan) atau (dilunasi) utang (kamu). Jika seseorang laki-laki atau perempuan mati tidak meninggalkan ayah dan tidak meninggalkan anak, tetapi dia memunyai seorang saudara laki-laki atau seorang saudara perempuan, maka bagi masing-masing dari kedua (jenis) saudara itu seperenam harta (yang ditinggalkan). Tetapi jika mereka (saudara-saudara seibu itu) lebih dari seorang, maka mereka bersama-sama dalam (bagian) yang sepertiga itu, sesudah dipenuhi wasiat yang dibuat olehnya (dan) atau (dilunasi) utang(nya) dengan tidak memberi mudharat (kepada siapa pun, termasuk ahli waris). (Itulah) wasiat dari Allah, dan Allah Maha Mengetahui, lagi Maha Penyantun.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Dan untuk kamu separuh dari harta yang ditinggalkan oleh istri-istrimu, jika mereka tidak mempunyai anak. Jika mereka mempunyai anak, maka untukmu seperempat dari harta yang mereka tinggalkan, (yaitu) sesudah wasiat mereka dipenuhi, ataupun utang mereka dibayarkan. Dan untuk mereka seperempat dari harta yang kamu tinggalkan, jika kamu tidak mempunyai anak. Akan tetapi, jika kamu mempunyai anak, maka untuk mereka (istri itu) seperdelapan dari harta yang kamu tinggalkan, (yaitu) sesudah wasiat dipehuni atau utang dibayarkan. Dan jika seorang laki-laki atau perempuan yang diwarisi itu Kalalah (tidak mempunyai ibu, bapak, dan anak), tetapi mempunyai seorang saudara laki-laki atau seorang saudara perempuan, maka untuk mereka itu masing-masing seperenam. Akan tetapi, jika mereka lebih dari itu, maka bersekutulah mereka pada yang sepertiga itu, (yaitu) sesudah wasiatnya dipenuhi ataupun utangnya dibayarkan, (dengan) tidak menyusahkan. Ketetapan dari Allah dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Penyabar.
Ayat 13
تِلْكَ حُدُودُ اللَّهِ ۚ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ يُدْخِلْهُ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا ۚ وَذَٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ
Kemenag RI 2019
Itu adalah batas-batas (ketentuan) Allah. Siapa saja yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia akan memasukkannya ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. (Mereka) kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang sangat besar.
(Ref)
Quraish Shihab
Itu adalah hukum-hukum Allah.¹¹? Barang siapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, pasti Dia memasukkannya ke surga-surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai, sedangkan mereka kekal di dalamnya; dan itulah keberuntungan yang sangat besar.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Yang demikian itulah batas-batas Allah. Dan barangsiapa yangtaat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya akan dimasukkan-Nya ke surga, mengalir air sungai di bawahnya; mereka kekal di dalamnya. Yang demikianlah kejayaan yang besar.
Ayat 14
وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَيَتَعَدَّ حُدُودَهُ يُدْخِلْهُ نَارًا خَالِدًا فِيهَا وَلَهُ عَذَابٌ مُهِينٌ
Kemenag RI 2019
Siapa saja yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya serta melanggar batas-batas ketentuan-Nya, niscaya Dia akan memasukkannya ke dalam api neraka. (Dia) kekal di dalamnya. Baginya azab yang menghinakan.
(Ref)
Quraish Shihab
Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya dan melanggar ketentuan-ketentuan-Nya, pasti Dia memasukkannya dalam api neraka, sedangkan dia kekal di dalamnya; dan baginya azab yang menghinakan.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya dan melanggar akan batas-batasNya, niscaya akan dimasukkan-Nya ke dalam neraka, kekal di dalamnya, dan baginya adzab yang menghinakan.
Ayat 15
وَاللَّاتِي يَأْتِينَ الْفَاحِشَةَ مِنْ نِسَائِكُمْ فَاسْتَشْهِدُوا عَلَيْهِنَّ أَرْبَعَةً مِنْكُمْ ۖ فَإِنْ شَهِدُوا فَأَمْسِكُوهُنَّ فِي الْبُيُوتِ حَتَّىٰ يَتَوَفَّاهُنَّ الْمَوْتُ أَوْ يَجْعَلَ اللَّهُ لَهُنَّ سَبِيلًا
Kemenag RI 2019
Para wanita yang melakukan perbuatan keji ) di antara wanita-wanita kamu, maka mintalah kesaksian atas (perbuatan keji)-nya dari empat orang di antara kamu. Apabila mereka telah memberikan kesaksian, tahanlah mereka (para wanita itu) dalam rumah sampai mereka menemui ajal atau sampai Allah memberi jalan (yang lain) kepadanya. )
(Ref)
Quraish Shihab
Dan (terhadap) wanita-wanita yang mendatangi perbuatan yang sangat keji (berzina atau berhubungan dengan sesama jenis) dari wanita-wanita kamu, maka hendaklah kamu mempersaksikan atas mereka empat orang saksi laki-laki di antara kamu. Lalu, apabila mereka telah memberi persaksian, maka tahanlah mereka dalam rumah sampai maut menyempurnakan ajal mereka, atau sampai Allah memberi jalan (penyelesaian) bagi mereka.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Dan (terhadap) siapa-siapa yang mengerjakan yang keji dari antara perempuan-perempuan kamu, maka hendaklah kamu adakan empat orang saksi dari antara kamu atas mereka; jika mereka telah memberikan kesaksian, maka tahanlah perempuan-perempuan itu di dalam rumah, hingga maut datang kepada mereka, atau Allah mengadakan jalan lain untuk mereka.
Ayat 16
وَاللَّذَانِ يَأْتِيَانِهَا مِنْكُمْ فَآذُوهُمَا ۖ فَإِنْ تَابَا وَأَصْلَحَا فَأَعْرِضُوا عَنْهُمَا ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ تَوَّابًا رَحِيمًا
Kemenag RI 2019
(Jika ada) dua orang di antara kamu yang melakukannya (perbuatan keji), berilah hukuman kepada keduanya. Jika keduanya bertobat dan memperbaiki diri, biarkanlah mereka. Sesungguhnya Allah adalah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.
(Ref)
Quraish Shihab
Dan (terhadap) dua orang laki-laki yang melakukan perbuatan keji (berzina dan berhubungan dengan sesama jenis) diantara kamu, maka jatuhilah hukuman kepada keduanya, lalu jika keduanya bertaubat dan memperbaiki diri, maka biarkanlah mereka. Sesungguhnya Allah adalah Maha Penerima taubat, lagi Maha Pengasih.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
(Terhadap) dua orang yang mengerjakan yang keji antara kamu, maka kamu sakitilah keduanya. (Tetapi) jika mereka telah tobat dan memperbaiki diri, maka hendaklah kamu berpaling dari mereka keduanya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang
Ayat 17
إِنَّمَا التَّوْبَةُ عَلَى اللَّهِ لِلَّذِينَ يَعْمَلُونَ السُّوءَ بِجَهَالَةٍ ثُمَّ يَتُوبُونَ مِنْ قَرِيبٍ فَأُولَٰئِكَ يَتُوبُ اللَّهُ عَلَيْهِمْ ۗ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا
Kemenag RI 2019
Sesungguhnya tobat yang pasti diterima Allah itu hanya bagi mereka yang melakukan keburukan karena kebodohan, kemudian mereka segera bertobat. Merekalah yang Allah terima tobatnya. Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
(Ref)
Quraish Shihab
Sesungguhnya taubat (yakni penerimaan taubat yang diwajibkan Allah swt. atas Diri-Nya) di sisi Allah hanyalah (taubat) bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan disebabkan kejahilan (didorong oleh ketidaksadaran akan dampak buruk dari kejahatan itu), yang kemudian mereka bertaubat dengan segera, maka mereka itulah yang diterima Allah taubatnya; dan Allah adalah Maha Mengetahui, lagi Maha Bijaksana.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Sesungguhnya tobat yang diterima Allah itu hanyalah tobat orang-orang yang berbuat suatu kejahatan dengan kebodohan, kemudian mereka pun tobat selekas-lekasnya. Mereka itulah yang diterima Allah tobatnya. Allah Maha Mengetahui dan Mahabijaksana
Ayat 18
وَلَيْسَتِ التَّوْبَةُ لِلَّذِينَ يَعْمَلُونَ السَّيِّئَاتِ حَتَّىٰ إِذَا حَضَرَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ إِنِّي تُبْتُ الْآنَ وَلَا الَّذِينَ يَمُوتُونَ وَهُمْ كُفَّارٌ ۚ أُولَٰئِكَ أَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا
Kemenag RI 2019
Tidaklah tobat itu (diterima Allah) bagi orang-orang yang melakukan keburukan sehingga apabila datang ajal kepada seorang di antara mereka, (barulah) dia mengatakan, “Saya benar-benar bertobat sekarang.” Tidak (pula) bagi orang-orang yang meninggal dunia, sementara mereka di dalam kekufuran. Telah Kami sediakan azab yang sangat pedih bagi mereka.
(Ref)
Quraish Shihab
Dan tidaklah taubat itu (diterima Allah swt.) untuk orang-orang yang mengerjakan kejahatan-kejahatan (yang) hingga apabila datang kepada seseorang di antara mereka kematian, (barulah) dia mengatakan: “Sesungguhnya aku bertaubat sekarang.” Dan tidak (pula bagi) orang-orang yang mati, sedangkan mereka dalam kekafiran. Itulah orang-orang yang telah Kami sediakan bagi mereka azab yang sangat pedih.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Dan tidaklah tobat orang-orang yang berbuat kejahatan-kejahatan, (yang) hingga apabila maut telah datang kepada seseorang antara mereka, (barulah) dia berkata, “Sesungguhnya tobatlah aku sekarang!” Dan tidak (pula diterima tobat) orang-orang yang mati, padahal mereka kafir. (Bagi) mereka itu telah Kami sediakan adzab yang pedih.
Ayat 19
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَحِلُّ لَكُمْ أَنْ تَرِثُوا النِّسَاءَ كَرْهًا ۖ وَلَا تَعْضُلُوهُنَّ لِتَذْهَبُوا بِبَعْضِ مَا آتَيْتُمُوهُنَّ إِلَّا أَنْ يَأْتِينَ بِفَاحِشَةٍ مُبَيِّنَةٍ ۚ وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ ۚ فَإِنْ كَرِهْتُمُوهُنَّ فَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَيَجْعَلَ اللَّهُ فِيهِ خَيْرًا كَثِيرًا
Kemenag RI 2019
Wahai orang-orang yang beriman, tidak halal bagi kamu mewarisi perempuan dengan jalan paksa. ) Janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, kecuali apabila mereka melakukan perbuatan keji yang nyata. Pergaulilah mereka dengan cara yang patut. Jika kamu tidak menyukai mereka, (bersabarlah) karena boleh jadi kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan kebaikan yang banyak di dalamnya.
(Ref)
Quraish Shihab
Hai orang-orang yang beriman! Tidak halal bagi kamu mewarisi (harta atau diri) wanita dengan jalan paksa dan janganlah kamu menyusahkan mereka¹¹? karena (kamu) hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya (berupa maskawin atau mengambil warisan dari bekas suaminya), kecuali apabila mereka melakukan perbuatan keji yang nyata (maka kamu boleh mengambil sebagian dari harta itu dengan menuntut cerai). Dan bergaullah dengan mereka secara ma’ruf (patut). Selanjutnya, apabila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah dan jangan terburu-buru menceraikannya) karena boleh jadi kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Wahai orang-orang yang beriman! Tidaklah halal bagi kamu mewarisi perempuan-perempuan kamu dengan paksa. Janganlah kamu menyusahkan mereka lantaran hendak mendapat sebagian dari yang telah kamu berikan kepada mereka, kecuali jika mereka melakukan kekejian yang nyata. Pergaulilah mereka dengan cara yang patut, dan sekiranya kamu tidak senang kepada mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan kebaikan yang banyak padanya.
Ayat 20
وَإِنْ أَرَدْتُمُ اسْتِبْدَالَ زَوْجٍ مَكَانَ زَوْجٍ وَآتَيْتُمْ إِحْدَاهُنَّ قِنْطَارًا فَلَا تَأْخُذُوا مِنْهُ شَيْئًا ۚ أَتَأْخُذُونَهُ بُهْتَانًا وَإِثْمًا مُبِينًا
Kemenag RI 2019
Jika kamu ingin mengganti istri dengan istri yang lain, sedangkan kamu telah memberikan kepada salah seorang di antara mereka harta yang banyak (sebagai mahar), janganlah kamu mengambilnya kembali sedikit pun. Apakah kamu akan mengambilnya kembali dengan cara dusta dan dosa yang nyata?
(Ref)
Quraish Shihab
Dan jika kamu (para suami) ingin mengganti (menceraikan) pasangan (istri) dengan pasangan yang lain (istri baru), sedangkan kamu telah memberikan kepada seseorang di antara mereka harta yang banyak (berupa maskawin), maka janganlah kamu mengambil kembali darinya sedikit pun. Apakah kamu akan mengambilnya kembali dengan (melakukan) tuduhan dusta dan dengan (menanggung) dosa yang nyata?
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Dan jika kamu bermaksud mengganti seorang istri dengan istri lain, padahal telah kamu berikan kepada salah seorang mereka harta yang banyak, maka janganlah kamu ambil sedikit pun dari harta itu. Apakah (patut) kamu mengambilnya dengan cara yang mengejutkan itu dan dosa yang nyata?
Ayat 21
وَكَيْفَ تَأْخُذُونَهُ وَقَدْ أَفْضَىٰ بَعْضُكُمْ إِلَىٰ بَعْضٍ وَأَخَذْنَ مِنْكُمْ مِيثَاقًا غَلِيظًا
Kemenag RI 2019
Bagaimana kamu akan mengambilnya (kembali), padahal kamu telah menggauli satu sama lain (sebagai suami istri) dan mereka pun (istri-istrimu) telah membuat perjanjian yang kuat (ikatan pernikahan) denganmu?
(Ref)
Quraish Shihab
Bagaimana kamu akan mengambilnya kembali, padahal sungguh sebagian kamu telah bergaul luas (sebagai suami-istri) dengan sebagian yang lain. Dan mereka (istri-istri) telah mengambil dari kamu perjanjian yang teguh (untuk hidup bersama dan saling menjaga rahasia).
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Dan bagaimana kamu akan mengambilnya, padahal telah berpadu sebagian kamu kepada yang sebagian? Dan telah mereka ambil dari kamu janji yang berat?
Ayat 22
وَلَا تَنْكِحُوا مَا نَكَحَ آبَاؤُكُمْ مِنَ النِّسَاءِ إِلَّا مَا قَدْ سَلَفَ ۚ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَمَقْتًا وَسَاءَ سَبِيلًا
Kemenag RI 2019
Janganlah kamu menikahi wanita-wanita yang telah dinikahi oleh ayahmu, kecuali (kejadian pada masa) yang telah lampau. Sesungguhnya (perbuatan) itu sangat keji dan dibenci (oleh Allah) dan seburuk-buruk jalan (yang ditempuh).
(Ref)
Quraish Shihab
Dan janganlah kamu nikahi apa (wanita-wanita) yang telah dinikahi (walau belum dicampuri) oleh ayah-ayah kamu (baik ayah langsung, maupun kakek, baik dari sisi ayah maupun ibu), terkecuali apa yang telah lampau (sebelum turunnya larangan ini). Sesungguhnya perbuatan itu sangat keji dan dibenci (oleh Allah swt.) serta seburuk-buruk jalan.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Janganlah kamu nikahi perempuan-perempuan yang telah dinikahi oleh ayahmu, kecuali (kejadian pada masa) yang telah lampau. Sesungguhnya perbuatan itu amat keji, dibenci Allah dan sejahat-jahat jalan.
Ayat 23
حُرِّمَتْ عَلَيْكُمْ أُمَّهَاتُكُمْ وَبَنَاتُكُمْ وَأَخَوَاتُكُمْ وَعَمَّاتُكُمْ وَخَالَاتُكُمْ وَبَنَاتُ الْأَخِ وَبَنَاتُ الْأُخْتِ وَأُمَّهَاتُكُمُ اللَّاتِي أَرْضَعْنَكُمْ وَأَخَوَاتُكُمْ مِنَ الرَّضَاعَةِ وَأُمَّهَاتُ نِسَائِكُمْ وَرَبَائِبُكُمُ اللَّاتِي فِي حُجُورِكُمْ مِنْ نِسَائِكُمُ اللَّاتِي دَخَلْتُمْ بِهِنَّ فَإِنْ لَمْ تَكُونُوا دَخَلْتُمْ بِهِنَّ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ وَحَلَائِلُ أَبْنَائِكُمُ الَّذِينَ مِنْ أَصْلَابِكُمْ وَأَنْ تَجْمَعُوا بَيْنَ الْأُخْتَيْنِ إِلَّا مَا قَدْ سَلَفَ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ غَفُورًا رَحِيمًا
Kemenag RI 2019
Diharamkan atas kamu (menikahi) ibu-ibumu, anak-anak perempuanmu, saudara-saudara perempuanmu, saudara-saudara perempuan ayahmu, saudara-saudara perempuan ibumu, anak-anak perempuan dari saudara laki-lakimu, anak-anak perempuan dari saudara perempuanmu, ibu yang menyusuimu, saudara-saudara perempuanmu sesusuan, ibu istri-istrimu (mertua), anak-anak perempuan dari istrimu (anak tiri) yang dalam pemeliharaanmu ) dari istri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum bercampur dengan istrimu itu (dan sudah kamu ceraikan), tidak berdosa bagimu (menikahinya), (dan diharamkan bagimu) istri-istri anak kandungmu (menantu), dan (diharamkan pula) mengumpulkan (dalam pernikahan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali (kejadian pada masa) yang telah lampau. Sesungguhnya Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
(Ref)
Quraish Shihab
Diharamkan atas kamu (menikahi) ibu-ibu kamu; anak-anak kamu yang perempuan; saudara-saudara kamu yang perempuan, saudara-saudara ayah kamu yang perempuan; saudara-saudara ibu kamu yang perempuan; anak-anak perempuan dari saudara-saudara kamu yang laki-laki; anak-anak perempuan dari saudara-saudara kamu yang perempuan; ibu-ibu kamu yang menyusui kamu; saudara-saudara.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Diharamkan atas kamu (menikahi) ibu-ibu kamu, anak-anak perempuan kamu, saudara-saudara perempuan ayah, saudara-saudara perempuan ibumu, anak-anak perempuan saudara laki-laki, anak-anak perempuan saudara perempuan, ibu-ibumu yang pernah menyusui kamu, saudara-saudara perempuan kamu sepesusuan, ibu-ibu istri-istrimu, anak-anak perempuan yang dalam pangkuanmu dari istri-istrimu, yang telah kamu campuri. Akan tetapi, jika belum kamu campuri mereka, maka tiada halangan atas kamu. Dan istri-istri anak kandungmu laki-laki; dan (jangan) kamu mengumpulkan dua saudara perempuan, kecuali (kejadian pada masa) yang te|ah lampau. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang.
Ayat 24
وَالْمُحْصَنَاتُ مِنَ النِّسَاءِ إِلَّا مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ۖ كِتَابَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ ۚ وَأُحِلَّ لَكُمْ مَا وَرَاءَ ذَٰلِكُمْ أَنْ تَبْتَغُوا بِأَمْوَالِكُمْ مُحْصِنِينَ غَيْرَ مُسَافِحِينَ ۚ فَمَا اسْتَمْتَعْتُمْ بِهِ مِنْهُنَّ فَآتُوهُنَّ أُجُورَهُنَّ فَرِيضَةً ۚ وَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ فِيمَا تَرَاضَيْتُمْ بِهِ مِنْ بَعْدِ الْفَرِيضَةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيمًا حَكِيمًا
Kemenag RI 2019
(Diharamkan juga bagi kamu menikahi) perempuan-perempuan yang bersuami, kecuali hamba sahaya perempuan (tawanan perang) yang kamu miliki ) sebagai ketetapan Allah atas kamu. Dihalalkan bagi kamu selain (perempuan-perempuan) yang demikian itu, yakni kamu mencari (istri) dengan hartamu (mahar) untuk menikahinya, bukan untuk berzina. Karena kenikmatan yang telah kamu dapatkan dari mereka, berikanlah kepada mereka imbalannya (maskawinnya) sebagai suatu kewajiban. Tidak ada dosa bagi kamu mengenai sesuatu yang saling kamu relakan sesudah menentukan kewajiban (itu). ) Sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
(Ref)
Quraish Shihab
Dan (diharamkan juga bagi kamu menikahi) wanita-wanita yang bersuami, kecuali para hamba sahaya yang kamu miliki (akibat perang mempertahankan agama). Itu sebagai ketetapan Allah atas kamu. Dan dihalalkan bagi kamu selain (wanita-wanita) yang demikian itu, (supaya kamu) mencari (istri) dengan harta kamu untuk memelihara kesucian tidak dengan maksud berzina. Maka, istri-istri yang telah kamu nikmati (campuri) di antara mereka, berikanlah kepada mereka imbalannya (maskawinnya) sebagai suatu kewajiban; dan tidak ada dosa bagi kamu terhadap sesuatu yang kamu telah saling merelakannya, sesudah menentukan kewajiban (itu). Sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui, lagi Maha Bijaksana.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Dan (diharamkan juga) wanita-wanita yang bersuami, kecuali budak-budak yang kamu miliki. (Hukum ini adalah) ketetapan Allah atas kamu. Dan dihalalkan bagi kamu selain dari yang demikian (yaitu wanita-wanita yang tidak bersuami), untuk kamu mencari istri dengan hartamu, untuk menikahinya, bukan untuk berzina. Maka, siapa saja di antara kamu yang menikmati dari mereka (dengan menikah), berikanlah kepada mereka maharnya sebagai suatu kewajiban. Dan tidak ada dosa bagimu untuk melakukan kesepakatan setelah (penetapan) mahar itu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana.
Ayat 25
وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ مِنْكُمْ طَوْلًا أَنْ يَنْكِحَ الْمُحْصَنَاتِ الْمُؤْمِنَاتِ فَمِنْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ مِنْ فَتَيَاتِكُمُ الْمُؤْمِنَاتِ ۚ وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِإِيمَانِكُمْ ۚ بَعْضُكُمْ مِنْ بَعْضٍ ۚ فَانْكِحُوهُنَّ بِإِذْنِ أَهْلِهِنَّ وَآتُوهُنَّ أُجُورَهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ مُحْصَنَاتٍ غَيْرَ مُسَافِحَاتٍ وَلَا مُتَّخِذَاتِ أَخْدَانٍ ۚ فَإِذَا أُحْصِنَّ فَإِنْ أَتَيْنَ بِفَاحِشَةٍ فَعَلَيْهِنَّ نِصْفُ مَا عَلَى الْمُحْصَنَاتِ مِنَ الْعَذَابِ ۚ ذَٰلِكَ لِمَنْ خَشِيَ الْعَنَتَ مِنْكُمْ ۚ وَأَنْ تَصْبِرُوا خَيْرٌ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ
Kemenag RI 2019
Siapa di antara kamu yang tidak mempunyai biaya untuk menikahi perempuan merdeka yang mukmin (boleh menikahi) perempuan mukmin dari para hamba sahaya yang kamu miliki. Allah lebih tahu tentang keimananmu. Sebagian kamu adalah sebagian dari yang lain (seketurunan dari Adam dan Hawa). Oleh karena itu, nikahilah mereka dengan izin keluarga (tuan) mereka dan berilah mereka maskawin dengan cara yang pantas, dalam keadaan mereka memelihara kesucian diri, bukan pezina dan bukan (pula) perempuan yang mengambil laki-laki lain sebagai piaraannya. Apabila mereka telah berumah tangga (bersuami), tetapi melakukan perbuatan keji (zina), (hukuman) atas mereka adalah setengah dari hukuman perempuan-perempuan merdeka (yang tidak bersuami). Hal itu (kebolehan menikahi hamba sahaya) berlaku bagi orang-orang yang takut terhadap kesulitan (dalam menghindari zina) di antara kamu. Kesabaranmu lebih baik bagi kamu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
(Ref)
Quraish Shihab
Dan barang siapa di antara kamu yang tidak cukup mampu untuk menikahi wanita-wanita merdeka mukmin, maka (dia boleh menikahi) wanita mukmin dari para hamba sahaya yang kamu miliki (akibat perang mempertahankan agama). Allah mengetahui keimanan kamu; sebagian kamu adalah dari sebagian yang lain, karena itu nikahilah mereka dengan izin keluarga (tuan) mereka dan berilah maskawin mereka menurut (cara dan ukuran) yang patut, dan dalam keadaan mereka memelihara kesucian diri tidak dengan maksud berzina dan bukan (pula) wanita yang mengambil laki-laki sebagai piaraannya; dan apabila mereka telah memelihara diri mereka (dengan menikah) kemudian mereka mengerjakan perbuatan yang keji (zina), maka atas mereka separuh siksa (hukuman yang ditetapkan) atas wanita-wanita merdeka yang telah bersuami. (Kebolehan menikahi wanita hamba sahaya) itu, adalah bagi orang-orang yang takut kepada kesulitan (menjaga diri) di antara kamu, dan kesabaran itu lebih baik bagi kamu. Dan Allah Maha Pengampun, lagi Maha Pengasih.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Dan barangsiapa di antara kamu yang tidak memiliki kemampuan untuk menikahi wanita merdeka yang beriman, maka (bolehlah menikahi) budak-budak wanita yang kamu miliki yang beriman. Allah lebih mengetahui keimananmu; sebagian kamu berasal dari sebagian yang lain. Maka nikahilah mereka dengan izin keluarga mereka, dan berikanlah mahar mereka dengan pantas, sebagai (tanda) perkawinan, bukan untuk berzina atau menjadikannya sebagai gundik. Dan apabila mereka telah menjadi istri (dan kemudian) melakukan perbuatan keji, maka hukumannya adalah setengah dari hukuman yang dikenakan kepada wanita-wanita merdeka. Yang demikian itu adalah bagi siapa yang khawatir melakukan perzinaan di antara kamu. Dan jika kamu bersabar, itu lebih baik bagimu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Ayat 26
يُرِيدُ اللَّهُ لِيُبَيِّنَ لَكُمْ وَيَهْدِيَكُمْ سُنَنَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَيَتُوبَ عَلَيْكُمْ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ
Kemenag RI 2019
Allah hendak menerangkan (syariat-Nya) kepadamu, menunjukkan kepadamu berbagai jalan (kehidupan) orang yang sebelum kamu (para nabi dan orang-orang saleh), dan menerima tobatmu. Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
(Ref)
Quraish Shihab
Allah hendak menjelaskan kepada kamu (hukum-hukum-Nya) dan menunjukkan kepada kamu jalan-jalan orang yang sebelum kamu (para nabi dan orang-orang yang taat) dan menerima taubat kamu. Allah Maha Mengetahui, lagi Maha Bijaksana.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Allah hendak menerangkan kepada kamu, dan hendak menunjukkan kepada kamu jalan-jalan yang ditempuh oleh orang-orang sebelum kamu. Dan Dia hendak menerima tobatmu. Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
Ayat 27
وَاللَّهُ يُرِيدُ أَنْ يَتُوبَ عَلَيْكُمْ وَيُرِيدُ الَّذِينَ يَتَّبِعُونَ الشَّهَوَاتِ أَنْ تَمِيلُوا مَيْلًا عَظِيمًا
Kemenag RI 2019
Allah hendak menerima tobatmu, sedangkan orang-orang yang mengikuti hawa nafsu menghendaki agar kamu berpaling sejauh-jauhnya (dari kebenaran).
(Ref)
Quraish Shihab
Dan Allah hendak menerima taubat kamu, sedangkan orang-orang yang mengikuti hawa nafsu bermaksud supaya kamu berpaling (dari kebenaran) sejauh-jauhnya.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Dan Allah hendak menerima tobatmu. Tetapi orang-orang yang mengikuti hawa nafsu mereka menginginkan agar kamu menyimpang dengan penyimpangan yang besar.
Ayat 28
يُرِيدُ اللَّهُ أَنْ يُخَفِّفَ عَنْكُمْ ۚ وَخُلِقَ الْإِنْسَانُ ضَعِيفًا
Kemenag RI 2019
Allah hendak memberikan keringanan kepadamu dan manusia diciptakan (dalam keadaan) lemah.
(Ref)
Quraish Shihab
Allah hendak meringankan kamu dan manusia diciptakan lemah.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Allah hendak meringankan (beban) kamu, karena manusia diciptakan dalam keadaan lemah.
Ayat 29
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ إِلَّا أَنْ تَكُونَ تِجَارَةً عَنْ تَرَاضٍ مِنْكُمْ ۚ وَلَا تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا
Kemenag RI 2019
Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan harta sesamamu dengan cara yang batil (tidak benar), kecuali berupa perniagaan atas dasar suka sama suka di antara kamu. Janganlah kamu membunuh dirimu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.
(Ref)
Quraish Shihab
Hai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu makan harta kamu di antara kamu dengan jalan yang batil (dengan melanggar ketentuan agama atau persyaratan yang disepakati). Tetapi, (hendaklah) dengan perniagaan yang berdasar kerelaan di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh diri kamu (atau membunuh orang lain dengan tanpa hak); sesungguhnya Allah terhadap kamu adalah Maha Pengasih.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu memakan harta-harta sesamamu dengan cara yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang dilakukan secara suka sama suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu. Sesungguhnya Allah sangat menyayangimu.
Ayat 30
وَمَنْ يَفْعَلْ ذَٰلِكَ عُدْوَانًا وَظُلْمًا فَسَوْفَ نُصْلِيهِ نَارًا ۚ وَكَانَ ذَٰلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرًا
Kemenag RI 2019
Siapa yang berbuat demikian dengan cara melanggar aturan dan berbuat zalim kelak Kami masukkan dia ke dalam neraka. Yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.
(Ref)
Quraish Shihab
Dan barang siapa berbuat demikian dengan melakukan agresi dan aniaya, maka Kami kelak memasukkannya ke neraka. Yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Dan barangsiapa melakukan hal tersebut dengan melanggar batas dan berbuat zalim, maka Kami akan memasukkannya ke dalam neraka. Dan yang demikian itu bagi Allah adalah mudah.
Ayat 31
إِنْ تَجْتَنِبُوا كَبَائِرَ مَا تُنْهَوْنَ عَنْهُ نُكَفِّرْ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَنُدْخِلْكُمْ مُدْخَلًا كَرِيمًا
Kemenag RI 2019
Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang (mengerjakan)-nya, niscaya Kami menghapus kesalahan-kesalahanmu dan Kami memasukkanmu ke tempat yang mulia (surga).
(Ref)
Quraish Shihab
Jika kamu (berusaha dengan sungguh-sungguh) menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang kamu dilarang (mengerjakan)nya, pasti Kami hapus kesalahan-kesalahan kamu dan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (surga).
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar yang dilarang bagimu, niscaya Kami akan menghapuskan kesalahan-kesalahanmu, dan Kami akan memasukkanmu ke tempat yang mulia.
Ayat 32
وَلَا تَتَمَنَّوْا مَا فَضَّلَ اللَّهُ بِهِ بَعْضَكُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ ۚ لِلرِّجَالِ نَصِيبٌ مِمَّا اكْتَسَبُوا ۖ وَلِلنِّسَاءِ نَصِيبٌ مِمَّا اكْتَسَبْنَ ۚ وَاسْأَلُوا اللَّهَ مِنْ فَضْلِهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا
Kemenag RI 2019
Janganlah kamu berangan-angan (iri hati) terhadap apa yang telah dilebihkan Allah kepada sebagian kamu atas sebagian yang lain. Bagi laki-laki ada bagian dari apa yang mereka usahakan dan bagi perempuan (pun) ada bagian dari apa yang mereka usahakan. Mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui segala sesuatu.
(Ref)
Quraish Shihab
Dan janganlah kamu berangan-angan (yang menghasilkan ketamakan) terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebagian kamu (yang kualitasnya lebih baik atau jumlahnya) lebih banyak dari (apa yang dianugerahkan-Nya kepada) sebagian yang lain. Bagi laki-laki ada bagian dari apa yang mereka usahakan, dan bagi wanita-wanita (pun) ada bagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui segala sesuatu.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Dan janganlah kamu mengangan-angankan apa yang telah dikaruniakan Allah kepada sebagian kamu lebih banyak dari sebagian yang lain. Bagi laki-laki ada bagian dari apa yang mereka usahakan, dan bagi perempuan juga ada bagian dari apa yang mereka usahakan. Mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
Ayat 33
وَلِكُلٍّ جَعَلْنَا مَوَالِيَ مِمَّا تَرَكَ الْوَالِدَانِ وَالْأَقْرَبُونَ ۚ وَالَّذِينَ عَقَدَتْ أَيْمَانُكُمْ فَآتُوهُمْ نَصِيبَهُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدًا
Kemenag RI 2019
Bagi setiap (laki-laki dan perempuan) Kami telah menetapkan para ahli waris atas apa yang ditinggalkan oleh kedua orang tuanya dan karib kerabatnya. Orang-orang yang kamu telah bersumpah setia dengan mereka, berikanlah bagian itu kepada mereka. Sesungguhnya Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu.
(Ref)
Quraish Shihab
Bagi setiap (harta peninggalan) yang ditinggalkan ibu-bapak dan karib kerabat, Kami jadikan para ahli warisnya. Dan orang-orang yang kamu telah bersumpah setia dengan mereka, maka berilah mereka bagian mereka. Sesungguhnya Allah adalah menyaksikan segala sesuatu.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Dan untuk setiap orang telah Kami tetapkan ahli waris dari apa yang ditinggalkannya, yaitu orang tua dan kerabat yang paling dekat, serta orang-orang yang telah terikat janji oleh tanganmu. Maka berikanlah kepada mereka bagiannya. Sesungguhnya Allah menyaksikan segala sesuatu.
Ayat 34
الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ بِمَا فَضَّلَ اللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ وَبِمَا أَنْفَقُوا مِنْ أَمْوَالِهِمْ ۚ فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللَّهُ ۚ وَاللَّاتِي تَخَافُونَ نُشُوزَهُنَّ فَعِظُوهُنَّ وَاهْجُرُوهُنَّ فِي الْمَضَاجِعِ وَاضْرِبُوهُنَّ ۖ فَإِنْ أَطَعْنَكُمْ فَلَا تَبْغُوا عَلَيْهِنَّ سَبِيلًا ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيًّا كَبِيرًا
Kemenag RI 2019
Laki-laki (suami) adalah penanggung jawab ) atas para perempuan (istri) karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (perempuan) dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari hartanya. Perempuan-perempuan saleh adalah mereka yang taat (kepada Allah) dan menjaga diri ketika (suaminya) tidak ada karena Allah telah menjaga (mereka). Perempuan-perempuan yang kamu khawatirkan akan nusyuz, ) berilah mereka nasihat, tinggalkanlah mereka di tempat tidur (pisah ranjang), dan (kalau perlu,) pukullah mereka (dengan cara yang tidak menyakitkan). Akan tetapi, jika mereka menaatimu, janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkan mereka. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.
(Ref)
Quraish Shihab
Para lelaki (suami) adalah pemimpin dan penanggung jawab atas wanita-wanita (istri), oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Maka, wanita yang saleh, ialah yang taat, memelihara diri ketika (suami) tidak di tempat, oleh karena Allah telah memelihara mereka. Wanita-wanita yang kamu khawatirkan pembangkangan¹²? mereka, maka nasihatilah mereka dan tinggalkanlah mereka di tempat-tempat pembaringan dan (jika itu belum membuatnya jera) pukullah mereka (dengan cara yang tidak menyakitkan). Lalu, jika mereka telah menaati kamu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkan mereka. Sesungguhnya Allah adalah Maha Tinggi, lagi Maha Besar.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Laki-laki adalah pemimpin bagi perempuan, karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (perempuan), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Maka perempuan yang baik adalah yang taat kepada Allah dan menjaga dirinya ketika suaminya tidak ada, karena Allah telah menjaga mereka. Dan perempuan-perempuan yang kamu khawatirkan akan kedurhakaannya, maka nasihatilah mereka, pisahkanlah mereka di tempat tidur, dan pukullah mereka. Tetapi jika mereka taat kepadamu, maka janganlah kamu mencari-cari alasan untuk menyusahkan mereka. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.
Ayat 35
وَإِنْ خِفْتُمْ شِقَاقَ بَيْنِهِمَا فَابْعَثُوا حَكَمًا مِنْ أَهْلِهِ وَحَكَمًا مِنْ أَهْلِهَا إِنْ يُرِيدَا إِصْلَاحًا يُوَفِّقِ اللَّهُ بَيْنَهُمَا ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيمًا خَبِيرًا
Kemenag RI 2019
Jika kamu (para wali) khawatir terjadi persengketaan di antara keduanya, utuslah seorang juru damai dari keluarga laki-laki dan seorang juru damai dari keluarga perempuan. Jika keduanya bermaksud melakukan islah (perdamaian), niscaya Allah memberi taufik kepada keduanya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Teliti.
(Ref)
Quraish Shihab
Dan jika kamu khawatir ada persengketaan antara keduanya (suami-istri), maka kirimlah seorang juru damai yang bijaksana dari keluarga laki-laki dan seorang juru damai yang bijaksana dari keluarga perempuan. Jika keduanya bermaksud mengadakan perbaikan, niscaya Allah memberi taufik¹²¹ kepada suami-istri (itu). Sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui, lagi Mahateliti.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Dan jika kamu khawatir akan terjadi perselisihan antara keduanya, maka utuslah seorang hakam dari pihak laki-laki dan seorang hakam dari pihak perempuan. Jika keduanya bermaksud mengadakan perbaikan, niscaya Allah akan memberi taufik kepada keduanya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.
Ayat 36
وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا ۖ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَبِذِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينِ وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْبِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالًا فَخُورًا
Kemenag RI 2019
Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Berbuat baiklah kepada kedua orang tua, karib kerabat, anak-anak ya tim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh, teman sejawat, ibnusabil, serta hamba sahaya yang kamu miliki. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang sombong lagi sangat membanggakan diri.
(Ref)
Quraish Shihab
Sembahlah Allah dan janganlah kamu menyekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dan (persembahkanlah) kebajikan yang sempurna kepada ibu-bapak, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan jauh, teman sejawat, orang-orang dalam perjalanan yang memerlukan pertolongan dan hamba sahaya yang kamu miliki. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong, lagi membangga-banggakan diri.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, kerabat dekat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat, tetangga jauh, teman sejawat, ibnu sabil, dan hamba sahaya yang kamu miliki. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang sombong dan membanggakan diri.
Ayat 37
الَّذِينَ يَبْخَلُونَ وَيَأْمُرُونَ النَّاسَ بِالْبُخْلِ وَيَكْتُمُونَ مَا آتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ ۗ وَأَعْتَدْنَا لِلْكَافِرِينَ عَذَابًا مُهِينًا
Kemenag RI 2019
(Yaitu) orang-orang yang kikir, menyuruh orang (lain) berbuat kikir, dan menyembunyikan karunia yang telah dianugerahkan Allah kepada mereka. Kami telah menyediakan untuk orang-orang kafir itu azab yang menghinakan.
(Ref)
Quraish Shihab
(Yaitu) yang berlaku kikir dan menyuruh orang (lain) berbuat kikir, dan menyembunyikan apa yang telah dianugerahkan Allah kepada mereka dari karunia-Nya. Kami telah menyediakan untuk orang-orang kafir azab yang sangat menghinakan. Allah adalah Maha Pemaaf, lagi Maha Pengampun.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
(Yaitu) orang-orang yang kikir dan menyuruh orang lain berbuat kikir, serta menyembunyikan apa yang telah diberikan Allah kepada mereka dari karunia-Nya. Dan Kami telah menyediakan bagi orang-orang yang kafir itu azab yang menghinakan.
Ayat 38
وَالَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ رِئَاءَ النَّاسِ وَلَا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَلَا بِالْيَوْمِ الْآخِرِ ۗ وَمَنْ يَكُنِ الشَّيْطَانُ لَهُ قَرِينًا فَسَاءَ قَرِينًا
Kemenag RI 2019
(Allah juga tidak menyukai) orang-orang yang menginfakkan hartanya karena riya kepada orang (lain) dan orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari Akhir. Siapa yang menjadikan setan sebagai temannya, (ketahuilah bahwa) dia adalah seburuk-buruk teman.
(Ref)
Quraish Shihab
Dan (juga) orang-orang yang menafkahkan harta mereka karena riya kepada manusia, dan orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada Hari Kemudian. Barang siapa menjadikan setan sebagai temannya, maka ia (setan) adalah seburuk-buruk teman.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Dan (juga) orang-orang yang menafkahkan harta mereka karena riya kepada manusia dan tidak beriman kepada Allah dan hari akhir. Barangsiapa yang setan menjadi temannya, maka setan itu adalah teman yang seburuk-buruknya.
Ayat 39
وَمَاذَا عَلَيْهِمْ لَوْ آمَنُوا بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَأَنْفَقُوا مِمَّا رَزَقَهُمُ اللَّهُ ۚ وَكَانَ اللَّهُ بِهِمْ عَلِيمًا
Kemenag RI 2019
Apa ruginya bagi mereka seandainya mereka beriman kepada Allah dan hari Akhir serta menginfakkan sebagian rezeki yang telah dianugerahkan Allah kepada mereka? Allah adalah Maha Mengetahui (keadaan) mereka.
(Ref)
Quraish Shihab
Apakah ruginya bagi mereka, jika seandainya mereka beriman ke-pada Allah dan Hari Kemudian dan menafkahkan sehagj.m rezeki yang relah dianugerahkan Allah kepada mereka? Dan adalah Allah Maha Mengetahui I keadaan) mereka.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Dan mengapakah mereka tidak beriman kepada Allah dan hari akhir, serta menafkahkan sebagian dari rezeki yang telah diberikan Allah kepada mereka? Allah Maha Mengetahui tentang mereka.
Ayat 40
إِنَّ اللَّهَ لَا يَظْلِمُ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ ۖ وَإِنْ تَكُ حَسَنَةً يُضَاعِفْهَا وَيُؤْتِ مِنْ لَدُنْهُ أَجْرًا عَظِيمًا
Kemenag RI 2019
Sesungguhnya Allah tidak akan menzalimi (seseorang) walaupun sebesar zarah. Jika (sesuatu yang sebesar zarah) itu berupa kebaikan, niscaya Allah akan melipatgandakannya dan memberikan pahala yang besar dari sisi-Nya.
(Ref)
Quraish Shihab
Sesungguhnya Allah tidak menganiaya (seseorang walaupun) sebesar zarrah,¹- dan jika ada kebajikan sebesar zarrah, pasri Dia .ikan melipatgandakannya dan memberikan pahala yang sangat besar dari sisi-Nya.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Sesungguhnya Allah tidak akan menzalimi seseorang walaupun sebesar zarah. Dan jika ada kebaikan, niscaya Allah akan melipatgandakannya dan memberikan dari sisi-Nya pahala yang besar.
Ayat 41
فَكَيْفَ إِذَا جِئْنَا مِنْ كُلِّ أُمَّةٍ بِشَهِيدٍ وَجِئْنَا بِكَ عَلَىٰ هَٰؤُلَاءِ شَهِيدًا
Kemenag RI 2019
Bagaimanakah (keadaan manusia kelak pada hari Kiamat) jika Kami mendatangkan seorang saksi (rasul) dari setiap umat dan Kami mendatangkan engkau (Nabi Muhammad) sebagai saksi atas mereka?
(Ref)
Quraish Shihab
Maka, bagaimanakah (aneka keadaan yang dialami nrang-nrang kafir nanti) apabila Kami mendatangkan seorang saksi dari setiap umat dan Kami mendatangkan engkau (Nabi Muhammad sawi) sebagai saksi aras mereka itu?
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Maka bagaimanakah (keadaan mereka kelak), apabila Kami mendatangkan seorang saksi dari setiap umat, dan Kami mendatangkan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas mereka?
Ayat 42
يَوْمَئِذٍ يَوَدُّ الَّذِينَ كَفَرُوا وَعَصَوُا الرَّسُولَ لَوْ تُسَوَّىٰ بِهِمُ الْأَرْضُ وَلَا يَكْتُمُونَ اللَّهَ حَدِيثًا
Kemenag RI 2019
Pada hari itu orang-orang yang kufur dan mendurhakai Rasul (Nabi Muhammad) berharap seandainya mereka diratakan dengan tanah (dikubur atau hancur luluh menjadi tanah), padahal mereka tidak dapat menyembunyikan suatu kejadian pun dari Allah.
(Ref)
Quraish Shihab
Pada hari itu orang-orang kafir dan urang-orang yang mendurhakai rasul. ingin jika seandainya mereka disamaratakan dengan ranah (karena midu dan takut), dan mereka tidak dapat menyembunyikan suatu kejadian pun dari Allah.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Pada hari itu, orang-orang yang kafir dan mendurhakai Rasul ingin sekali jika mereka disamakan dengan tanah, dan mereka tidak dapat menyembunyikan dari Allah suatu perkataan pun.
Ayat 43
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَقْرَبُوا الصَّلَاةَ وَأَنْتُمْ سُكَارَىٰ حَتَّىٰ تَعْلَمُوا مَا تَقُولُونَ وَلَا جُنُبًا إِلَّا عَابِرِي سَبِيلٍ حَتَّىٰ تَغْتَسِلُوا ۚ وَإِنْ كُنْتُمْ مَرْضَىٰ أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِنْكُمْ مِنَ الْغَائِطِ أَوْ لَامَسْتُمُ النِّسَاءَ فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَفُوًّا غَفُورًا
Kemenag RI 2019
Wahai orang-orang yang beriman, janganlah mendekati salat, sedangkan kamu dalam keadaan mabuk sampai kamu sadar akan apa yang kamu ucapkan dan jangan (pula menghampiri masjid ketika kamu) dalam keadaan junub, kecuali sekadar berlalu (saja) sehingga kamu mandi (junub). Jika kamu sakit, sedang dalam perjalanan, salah seorang di antara kamu kembali dari tempat buang air, atau kamu telah menyentuh perempuan, ) sedangkan kamu tidak mendapati air, maka bertayamumlah kamu dengan debu yang baik (suci). Usaplah wajah dan tanganmu (dengan debu itu). Sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun.
(Ref)
Quraish Shihab
Hai orang orang yang beiimou! Janganlah kamu mendekati shalat sedangkan kamu dalam keadaan mabuk, (tetapi shalatlah dengan khusyuk dan penuh kesadaran) sehingga kamu mengetahui apa yang kamu ucapkan, dan tidak juga (dibenarkan bagi) kamu (menghampiri masjid) dalam keadaan junub’ terkecuali sekadar berlalu (saja), hingga kamu mandi. Duli jika kamu sakit atau dalam per jalanan atau salah seorang di antara kamu kembali dari tempat buang ah atau kamu telah menyentuh perempuan,¹ ’’ lalu kamu tidak mendapati air. maka bertayaminumlah¹ dengan tanah yang baik (suci); maka sapulah wajah kamu dan tangan kamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Pemaaf, lagi Maha Pengampun.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mendekati salat ketika kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan. Dan jangan (pula mendekati salat) dalam keadaan junub, kecuali sekadar lewat saja, hingga kamu mandi. Dan jika kamu sakit atau sedang dalam perjalanan, atau datang dari tempat buang air, atau kamu menyentuh perempuan, lalu kamu tidak mendapatkan air, maka bertayamumlah dengan tanah yang bersih; sapulah wajahmu dan tanganmu. Sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun.
Ayat 44
أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ أُوتُوا نَصِيبًا مِنَ الْكِتَابِ يَشْتَرُونَ الضَّلَالَةَ وَيُرِيدُونَ أَنْ تَضِلُّوا السَّبِيلَ
Kemenag RI 2019
Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang telah diberi bagian (pengetahuan) dari Kitab (Taurat)? Mereka membeli kesesatan dan menghendaki agar kamu tersesat dari jalan (yang benar).
(Ref)
Quraish Shihab
Tidakkah kamu memperhatikan uratig-urarig (Yahudi) yang telah diberi bagian dan al-Kitab (Taurat)? Mereka membeli kesesalan dan mereka bermaksud supaya kamu tersesat dari jalan (yang benar).
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Tidakkah engkau memperhatikan orang-orang yang telah diberi sebagian dari Kitab? Mereka membeli kesesatan dan menginginkan agar kamu tersesat dari jalan yang benar.
Ayat 45
وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِأَعْدَائِكُمْ ۚ وَكَفَىٰ بِاللَّهِ وَلِيًّا وَكَفَىٰ بِاللَّهِ نَصِيرًا
Kemenag RI 2019
Allah lebih tahu (daripada kamu) tentang musuh-musuhmu. Cukuplah Allah menjadi pelindung dan cukuplah Allah menjadi penolong (kamu).
(Ref)
Quraish Shihab
Dan Allah lebih mengetahui (daripada kamu) tentang para musuh kamu. Dan cukuplah Allah sebagai Pelindung dan cukuplah .Allah sebagai Penolong.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Dan Allah lebih mengetahui siapa musuh-musuhmu. Cukuplah Allah menjadi Pelindung, dan cukuplah Allah menjadi Penolong.
Ayat 46
مِنَ الَّذِينَ هَادُوا يُحَرِّفُونَ الْكَلِمَ عَنْ مَوَاضِعِهِ وَيَقُولُونَ سَمِعْنَا وَعَصَيْنَا وَاسْمَعْ غَيْرَ مُسْمَعٍ وَرَاعِنَا لَيًّا بِأَلْسِنَتِهِمْ وَطَعْنًا فِي الدِّينِ ۚ وَلَوْ أَنَّهُمْ قَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا وَاسْمَعْ وَانْظُرْنَا لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ وَأَقْوَمَ وَلَٰكِنْ لَعَنَهُمُ اللَّهُ بِكُفْرِهِمْ فَلَا يُؤْمِنُونَ إِلَّا قَلِيلًا
Kemenag RI 2019
Di antara orang-orang Yahudi ada yang mengubah perkataan dari tempat-tempatnya. Mereka berkata, “Kami mendengar, tetapi kami membangkang.” (Mereka mengatakan pula,) “Dengarkanlah,” sedangkan (engkau Nabi Muhammad sebenarnya) tidak mendengar apa pun. (Mereka mengatakan,) r?‘in? ) dengan memutarbalikkan lidahnya dan mencela agama. Seandainya mereka mengatakan, “Kami mendengar dan patuh. Dengarkanlah dan perhatikanlah kami,” tentulah itu lebih baik bagi mereka dan lebih tepat. Akan tetapi, Allah melaknat mereka karena kekufurannya. Mereka tidak beriman, kecuali sedikit sekali.
(Ref)
Quraish Shihab
(Yaitu) orang-orang Yahudi; mereka dan mereka berkata:"Kami mendengar, tetapi kami tidak menaati." kami tidak mendengar” Dan mereka mengatakan: "Ra'ina" (perhatikan keadaan atau kemauan kami).” dengan memutar-muiar lidah mereka dan mencerca agama. Jika seandainya mereka mengatakan: “Kami mendengar dan kami patuh, dan dengarlah, dan perhatikanlah kami, tentulah itu lebih baik bagi mereka dan lebih tepat, tetapi Allah mengutuk mereka, karena kekafiran mereka. Mereka tidak beriman kecuali iman, yang sangat tipis.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Di antara orang-orang Yahudi, ada yang mengubah kalimat-kalimat dari tempatnya, dan mereka berkata, "Kami mendengar tetapi kami mendurhakai," dan "Dengarlah!" dengan maksud yang tidak benar, serta "Raa'ina," dengan memutar-mutar lidah mereka dan mencela agama. Seandainya mereka berkata, "Kami mendengar dan kami taat, dengarlah, dan perhatikanlah kami," tentu itu lebih baik bagi mereka dan lebih lurus. Tetapi Allah telah mengutuk mereka karena kekufuran mereka, sehingga mereka tidak beriman kecuali sedikit.
Ayat 47
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ آمِنُوا بِمَا نَزَّلْنَا مُصَدِّقًا لِمَا مَعَكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ نَطْمِسَ وُجُوهًا فَنَرُدَّهَا عَلَىٰ أَدْبَارِهَا أَوْ نَلْعَنَهُمْ كَمَا لَعَنَّا أَصْحَابَ السَّبْتِ ۚ وَكَانَ أَمْرُ اللَّهِ مَفْعُولًا
Kemenag RI 2019
Wahai orang-orang yang telah diberi Kitab, berimanlah pada apa yang telah Kami turunkan (Al-Qur’an) yang membenarkan Kitab yang ada padamu sebelum Kami mengubah wajah-wajah(-mu), lalu Kami putar ke belakang (sebagai penghinaan) atau Kami laknat mereka sebagaimana Kami melaknat orang-orang (yang berbuat maksiat) pada hari Sabat (Sabtu). Ketetapan Allah (pasti) berlaku.
(Ref)
Quraish Shihab
Hai orang-orang yang sudah diberi al-kitan! Berimanlah kamu kepada apa yang telah Kami turunkan (Al-Quran) yang membenarkan apa (kitab) yang ada pada kamu sebelum Kami mengubah wajah-wajah (kamu), lalu Kami putar ke belakang atau Kami melaknat mereka sebagaimana Kami telah melaknat orang-orang (yang berbuat maksiat) pada hari Sabtu. DAn adalah ketetapan Allah (pasti) berlalu.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Wahai orang-orang yang telah diberi kitab! Berimanlah kepada apa yang telah Kami turunkan, yang membenarkan apa yang ada padamu, sebelum Kami menghapus wajah-wajah (mereka), lalu Kami balikkan ke belakang, atau Kami kutuk mereka sebagaimana Kami telah mengutuk orang-orang yang melanggar hari Sabtu. Dan ketetapan Allah pasti terlaksana.
Ayat 48
إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ ۚ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَىٰ إِثْمًا عَظِيمًا
Kemenag RI 2019
Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni (dosa) karena mempersekutukan-Nya (syirik), tetapi Dia mengampuni apa (dosa) yang selain (syirik) itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Siapa pun yang mempersekutukan Allah sungguh telah berbuat dosa yang sangat besar.
(Ref)
Quraish Shihab
Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa mempersekutukan-Nya (syirik), dan mengampuni dosa yang selain dari itu bagi siapa yang Dia kehendaki (berdasarkan ketetapan dan kebijaksanaan-Nya). Barangsiapa menyekutukan Allah, maka sungguh dia telah berbuat dosa yang besar.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa mempersekutukan-Nya (syirik), tetapi Dia mengampuni dosa yang selain dari itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Barangsiapa mempersekutukan Allah, maka sungguh, dia telah berbuat dosa yang besar.
Ayat 49
أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ يُزَكُّونَ أَنْفُسَهُمْ ۚ بَلِ اللَّهُ يُزَكِّي مَنْ يَشَاءُ وَلَا يُظْلَمُونَ فَتِيلًا
Kemenag RI 2019
Tidakkah engkau memperhatikan orang-orang yang menganggap dirinya suci? Sebenarnya Allah menyucikan siapa yang Dia kehendaki dan mereka tidak dizalimi sedikit pun.
(Ref)
Quraish Shihab
Tidakkah engkau melihat orang-orang yang menganggap diri mereka suci? Sebenarnya, Allah-lah yang menyucikan siapa yang Dia kehendaki. Mereka tidak akan dizalimi sedikit pun.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Tidakkah engkau memperhatikan orang-orang yang menganggap diri mereka suci? Sebenarnya Allah-lah yang menyucikan siapa yang Dia kehendaki, dan mereka tidak akan dizalimi sedikit pun.
Ayat 50
انْظُرْ كَيْفَ يَفْتَرُونَ عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ ۖ وَكَفَىٰ بِهِ إِثْمًا مُبِينًا
Kemenag RI 2019
Perhatikanlah betapa mereka mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. Cukuplah perbuatan itu menjadi dosa yang nyata (bagi mereka).
(Ref)
Quraish Shihab
Perhatikanlah betapa mereka mengada-adakan kebohongan terhadap Allah! Cukuplah perbuatan itu sebagai dosa yang nyata.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Perhatikanlah, betapa mereka mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. Cukuplah yang demikian itu sebagai dosa yang nyata.
Ayat 51
أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ أُوتُوا نَصِيبًا مِنَ الْكِتَابِ يُؤْمِنُونَ بِالْجِبْتِ وَالطَّاغُوتِ وَيَقُولُونَ لِلَّذِينَ كَفَرُوا هَٰؤُلَاءِ أَهْدَىٰ مِنَ الَّذِينَ آمَنُوا سَبِيلًا
Kemenag RI 2019
Tidakkah engkau memperhatikan orang-orang (Yahudi) yang telah diberi bagian (pengetahuan) dari Kitab (Taurat), (betapa) mereka percaya kepada jibt dan tagut ) serta mengatakan kepada orang-orang kafir (musyrik Makkah) bahwa mereka itu lebih benar jalannya daripada orang-orang yang beriman.
(Ref)
Quraish Shihab
Tidakkah engkau (wahai Nabi Muhammad SAW) memperhatikan orang-orang yang diberi bagian dari Kitab? Mereka percaya kepada sebagian Kitab dan kufur terhadap sebagian yang lain, dan mereka berkata kepada orang-orang kafir (kaum musyrik Mekkah), “Mereka (orang-orang kafir) itu lebih benar jalannya daripada orang-orang yang beriman.”
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Tidakkah engkau melihat orang-orang yang telah diberi sebagian dari Kitab? Mereka mempercayai kesesatan dan penyelewengan, serta berkata tentang orang-orang kafir, "Mereka itu lebih benar jalannya daripada orang-orang yang beriman."
Ayat 52
أُولَٰئِكَ الَّذِينَ لَعَنَهُمُ اللَّهُ ۖ وَمَنْ يَلْعَنِ اللَّهُ فَلَنْ تَجِدَ لَهُ نَصِيرًا
Kemenag RI 2019
Mereka itulah yang dilaknat Allah. Siapa pun yang dilaknat Allah niscaya engkau (Nabi Muhammad) tidak akan mendapat penolong baginya.
(Ref)
Quraish Shihab
Mereka (orang-orang Yahudi) itulah orang-orang yang dilaknat Allah (dijauhkan dari rahmat-Nya). Barangsiapa yang dilaknat Allah, pasti kamu tidak akan menemukan seorang penolong pun untuknya.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Mereka itulah orang-orang yang telah dikutuk oleh Allah. Dan barangsiapa yang dikutuk oleh Allah, maka tidak ada seorang pun yang dapat membantunya.
Ayat 53
أَمْ لَهُمْ نَصِيبٌ مِنَ الْمُلْكِ فَإِذًا لَا يُؤْتُونَ النَّاسَ نَقِيرًا
Kemenag RI 2019
Ataukah mereka mempunyai bagian dari kerajaan (kekuasaan)? Meskipun ada, mereka tidak akan memberikan (kebajikan) sedikit pun kepada manusia.
(Ref)
Quraish Shihab
Ataukah mereka memiliki bagian dari kerajaan (kekuasaan)? Meskipun mereka memilikinya, mereka tidak akan memberikan sedikit pun kepada manusia.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Ataukah mereka memiliki bagian dari kerajaan? Jika demikian, mereka tidak akan memberikan kepada manusia meskipun sebesar biji zarah.
Ayat 54
أَمْ يَحْسُدُونَ النَّاسَ عَلَىٰ مَا آتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ ۖ فَقَدْ آتَيْنَا آلَ إِبْرَاهِيمَ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَآتَيْنَاهُمْ مُلْكًا عَظِيمًا
Kemenag RI 2019
Ataukah mereka dengki kepada manusia karena karunia yang telah dianugerahkan Allah kepadanya? Sungguh, Kami telah menganugerahkan kitab dan hikmah kepada keluarga Ibrahim dan Kami telah menganugerahkan kerajaan (kekuasaan) yang sangat besar kepada mereka.
(Ref)
Quraish Shihab
Ataukah mereka iri hati kepada manusia karena anugerah yang telah Allah berikan kepada mereka (seperti Nabi Muhammad SAW dan umatnya)? Sungguh, Kami telah memberikan kitab dan hikmah kepada keluarga Ibrahim, serta menganugerahkan kepada mereka kerajaan yang sangat besar.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Ataukah mereka iri hati kepada manusia atas apa yang telah diberikan Allah kepada mereka dari karunia-Nya? Sesungguhnya Kami telah memberikan kepada keluarga Ibrahim Kitab dan Hikmah, serta kerajaan yang besar.
Ayat 55
فَمِنْهُمْ مَنْ آمَنَ بِهِ وَمِنْهُمْ مَنْ صَدَّ عَنْهُ ۚ وَكَفَىٰ بِجَهَنَّمَ سَعِيرًا
Kemenag RI 2019
Lalu, di antara mereka ada yang beriman kepadanya dan di antara mereka ada pula yang berpaling darinya. Cukuplah (bagi mereka neraka) Jahanam yang apinya menyala-nyala.
(Ref)
Quraish Shihab
Maka, di antara mereka ada yang beriman kepadanya (mengakui anugerah itu) dan ada yang menolak. Dan cukuplah neraka Jahannam yang menyala-nyala apinya sebagai balasan bagi mereka.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Maka di antara mereka ada yang beriman kepadanya, dan di antara mereka ada yang berpaling darinya. Padahal, cukuplah neraka Jahannam sebagai tempat pembakaran.
Ayat 56
إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا بِآيَاتِنَا سَوْفَ نُصْلِيهِمْ نَارًا كُلَّمَا نَضِجَتْ جُلُودُهُمْ بَدَّلْنَاهُمْ جُلُودًا غَيْرَهَا لِيَذُوقُوا الْعَذَابَ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَزِيزًا حَكِيمًا
Kemenag RI 2019
Sesungguhnya orang-orang yang kufur pada ayat-ayat Kami kelak akan Kami masukkan ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti dengan kulit yang lain agar mereka merasakan (kepedihan) azab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
(Ref)
Quraish Shihab
Sesungguhnya orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Kami (menutupi kebenaran dan bukti keesaan Allah serta kebenaran para utusan-Nya), kelak Kami masukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti dengan kulit yang lain agar mereka merasakan azab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Sesungguhnya orang-orang yang menampik ayat-ayat Kami, akan Kami bakar mereka dengan api. Tiap kali kulit mereka masak, Kami ganti dengan kulit lainnya, supaya mereka merasakan azab itu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Kuat, lagi Maha Bijaksana.
Ayat 57
وَالَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ سَنُدْخِلُهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ۖ لَهُمْ فِيهَا أَزْوَاجٌ مُطَهَّرَةٌ ۖ وَنُدْخِلُهُمْ ظِلًّا ظَلِيلًا
Kemenag RI 2019
Orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan akan Kami masukkan ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Di sana mereka mempunyai pasangan-pasangan yang disucikan dan Kami masukkan mereka ke tempat yang teduh lagi nyaman.
(Ref)
Quraish Shihab
Orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, kelak Kami masukkan mereka ke dalam surga-surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Di sana mereka memiliki pasangan-pasangan yang disucikan, dan Kami masukkan mereka ke tempat yang teduh berkesinambungan.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Dan orang-orang yang beriman dan beramal saleh, akan Kami masukkan mereka ke dalam surga-surga, yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Kekal mereka di dalamnya. Di sana juga ada istri-istri yang suci, dan Kami masukkan mereka ke bawah lindungan yang nyaman.
Ayat 58
إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَىٰ أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ أَنْ تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ ۚ إِنَّ اللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ سَمِيعًا بَصِيرًا
Kemenag RI 2019
Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanah kepada pemiliknya. Apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia, hendaklah kamu tetapkan secara adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang paling baik kepadamu. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.
(Ref)
Quraish Shihab
Sesungguhnya Allah menyuruh kamu untuk menyampaikan amanah-amanah kepada pemiliknya, dan apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia, hendaklah kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Sesungguhnya Allah memerintahkan kamu supaya menunaikan amanah kepada ahlinya. Dan apabila kamu menghukum di antara manusia, hendaklah kamu hukumkan dengan adil. Sesungguhnya dengan sebaik-baiknyalah Allah menasihati kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Memandang.
Ayat 59
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ ۖ فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۚ ذَٰلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا
Kemenag RI 2019
Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nabi Muhammad) serta ululamri (pemegang kekuasaan) di antara kamu. Jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu, kembalikanlah kepada Allah (Al-Qur’an) dan Rasul (sunahnya) jika kamu beriman kepada Allah dan hari Akhir. Yang demikian itu lebih baik (bagimu) dan lebih bagus akibatnya (di dunia dan di akhirat).
(Ref)
Quraish Shihab
Hai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasul-Nya (Nabi Muhammad SAW), dan ulil amri (pemerintah) di antara kamu. Maka jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu, kembalikanlah kepada Allah (kepada al-Qur'an) dan Rasul (Sunnah-Nya), jika kamu beriman kepada Allah dan Hari Kemudian. Yang demikian itu lebih baik dan lebih baik akibatnya (di dunia dan akhirat).
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Wahai orang-orang yang beriman, taatlah kamu kepada Allah dan taatlah kamu kepada Rasul dan kepada orang-orang yang berkuasa dari antara kamu. Maka jika bertikaian kamu dalam sesuatu hal, hendaklah kamu kembalikan dianya kepada Allah dan Rasul, jika memang kamu percaya kepada Allah dan Hari Kemudian. Itulah yang sebaik-baik dan seelok-elok pengertian.
Ayat 60
أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ يَزْعُمُونَ أَنَّهُمْ آمَنُوا بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ يُرِيدُونَ أَنْ يَتَحَاكَمُوا إِلَى الطَّاغُوتِ وَقَدْ أُمِرُوا أَنْ يَكْفُرُوا بِهِ وَيُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُضِلَّهُمْ ضَلَالًا بَعِيدًا
Kemenag RI 2019
Tidakkah engkau (Nabi Muhammad) memperhatikan orang-orang yang mengaku bahwa mereka telah beriman pada apa yang diturunkan kepadamu (Al-Qur’an) dan pada apa yang diturunkan sebelummu? Mereka hendak bertahkim kepada tagut, padahal mereka telah diperintahkan untuk mengingkarinya. Setan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) kesesatan yang sangat jauh.
(Ref)
Quraish Shihab
Tidakkah engkau (Nabi Muhammad SAW) memperhatikan orang-orang yang mengaku telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu (al-Qur'an) dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu? Mereka hendak berhakim kepada thaghut, padahal mereka telah diperintah untuk mengingkarinya. Dan setan bermaksud menyesatkan mereka dengan penyesatan yang jauh.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Tidakkah engkau lihat kepada orang-orang yang berkata bahwa mereka telah beriman dengan apa yang telah diturunkan kepadamu dan apa yang diturunkan sebelum engkau, padahal mereka meminta hukum kepada thagut sedang mereka sudah diperintah supaya jangan percaya kepadanya? Dan setan ingin menyesatkan mereka, sesat yang sejauh-jauhnya.
Ayat 61
وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ تَعَالَوْا إِلَىٰ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَإِلَى الرَّسُولِ رَأَيْتَ الْمُنَافِقِينَ يَصُدُّونَ عَنْكَ صُدُودًا
Kemenag RI 2019
Apabila dikatakan kepada mereka, “Marilah (patuh) pada apa yang telah diturunkan Allah dan (patuh) kepada Rasul,” engkau (Nabi Muhammad) melihat orang-orang munafik benar-benar berpaling darimu.
(Ref)
Quraish Shihab
Apabila dikatakan kepada mereka, “Marilah menuju kepada apa (petunjuk dan hukum) yang telah Allah turunkan dan kepada Rasul (Nabi Muhammad SAW),” tentu engkau lihat orang-orang munafik berpaling darimu dengan sekuat-kuatnya.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Dan apabila dikatakan kepada mereka, “Kemarilah kepada apa yang diturunkan Allah dan kepada Rasul,” engkau lihatlah orang-orang yang munafik itu berpaling darimu dengan sekuat-kuatnya.
Ayat 62
فَكَيْفَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ بِمَا قَدَّمَتْ أَيْدِيهِمْ ثُمَّ جَاءُوكَ يَحْلِفُونَ بِاللَّهِ إِنْ أَرَدْنَا إِلَّا إِحْسَانًا وَتَوْفِيقًا
Kemenag RI 2019
Bagaimana halnya apabila (kelak) musibah menimpa mereka (orang munafik) karena perbuatannya sendiri. Kemudian, mereka datang kepadamu (Nabi Muhammad) sambil bersumpah, “Demi Allah, kami sekali-kali tidak menghendaki selain kebaikan dan perdamaian.”
(Ref)
Quraish Shihab
Maka, bagaimana halnya apabila mereka (orang-orang musyrik) ditimpa musibah disebabkan perbuatan tangan mereka sendiri, kemudian mereka datang kepadamu sambil bersumpah, “Demi Allah! Kami sekali-kali tidak menghendaki selain kebaikan (yang menyeluruh terhadap semua pihak) dan penyesuaian (di antara mereka yang berselisih).”
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Maka betapalah (halnya) apabila menimpa kepada mereka suatu bahaya, lantaran perbuatan tangan mereka sendiri, kemudian mereka datang kepadamu sambil bersumpah, “Demi Allah! Maksud kami tidak lain hanyalah kebaikan dan perdamaian.”
Ayat 63
أُولَٰئِكَ الَّذِينَ يَعْلَمُ اللَّهُ مَا فِي قُلُوبِهِمْ فَأَعْرِضْ عَنْهُمْ وَعِظْهُمْ وَقُلْ لَهُمْ فِي أَنْفُسِهِمْ قَوْلًا بَلِيغًا
Kemenag RI 2019
Mereka itulah orang-orang yang Allah ketahui apa yang ada di dalam hatinya. Oleh karena itu, berpalinglah dari mereka, nasihatilah mereka, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang membekas pada jiwanya.
(Ref)
Quraish Shihab
Mereka itu adalah orang-orang yang Allah mengetahui apa yang dalam hati mereka. Karena itu, berpalinglah dari mereka, dan berilah mereka pelajaran yang menyentuh hati, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas dalam diri mereka.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Mereka itu adalah orang-orang yang Allah mengetahui apa yang ada dalam hati mereka. Maka berpalinglah dari mereka dan beri pengajaranlah mereka, dan katakanlah kepada mereka kata-kata yang membekas dalam hati mereka.
Ayat 64
وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ رَسُولٍ إِلَّا لِيُطَاعَ بِإِذْنِ اللَّهِ ۚ وَلَوْ أَنَّهُمْ إِذْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ جَاءُوكَ فَاسْتَغْفَرُوا اللَّهَ وَاسْتَغْفَرَ لَهُمُ الرَّسُولُ لَوَجَدُوا اللَّهَ تَوَّابًا رَحِيمًا
Kemenag RI 2019
Kami tidak mengutus seorang rasul pun, kecuali untuk ditaati dengan izin Allah. Seandainya mereka (orang-orang munafik) setelah menzalimi dirinya datang kepadamu (Nabi Muhammad), lalu memohon ampunan kepada Allah, dan Rasul pun memohonkan ampunan untuk mereka, niscaya mereka mendapati Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.
(Ref)
Quraish Shihab
Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun melainkan untuk ditaati dengan izin Allah. Sesungguhnya, jika seandainya mereka (orang-orang munafik) ketika menganiaya dirinya datang kepadamu (Nabi Muhammad SAW) lalu memohon ampun kepada Allah, dan Rasul pun memohonkan ampun untuk mereka, tentulah mereka mendapati Allah Maha Penerima Taubat, lagi Maha Pengasih.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Dan tidaklah Kami mengutus seorang Rasul pun, melainkan supaya ditaati dengan izin Allah. Dan jika mereka itu, sesudah menganiaya diri mereka sendiri, datang kepadamu, lalu mereka memohon ampun kepada Allah, dan Rasul pun memohonkan ampun (pula) untuk mereka, niscaya mereka akan mendapati Allah adalah Pemberi taubat lagi Penyayang.
Ayat 65
فَلَا وَرَبِّكَ لَا يُؤْمِنُونَ حَتَّىٰ يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لَا يَجِدُوا فِي أَنْفُسِهِمْ حَرَجًا مِمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
Kemenag RI 2019
Demi Tuhanmu, mereka tidak beriman hingga bertahkim kepadamu (Nabi Muhammad) dalam perkara yang diperselisihkan di antara mereka. Kemudian, tidak ada keberatan dalam diri mereka terhadap putusan yang engkau berikan dan mereka terima dengan sepenuhnya.
(Ref)
Quraish Shihab
Maka, demi Tuhan Pemeliharamu, mereka tidak beriman hingga mereka menjadikan engkau (Nabi Muhammad SAW) hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang engkau berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Maka sungguh tidak, demi Allah, mereka tidaklah beriman, hingga mereka menjadikan engkau sebagai hakim dalam hal-hal yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak mendapati di dalam diri mereka keberatan atas apa yang engkau putuskan, dan mereka pun menyerah dengan penyerahan yang sepenuhnya.
Ayat 66
وَلَوْ أَنَّا كَتَبْنَا عَلَيْهِمْ أَنِ اقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ أَوِ اخْرُجُوا مِنْ دِيَارِكُمْ مَا فَعَلُوهُ إِلَّا قَلِيلٌ مِنْهُمْ ۖ وَلَوْ أَنَّهُمْ فَعَلُوا مَا يُوعَظُونَ بِهِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ وَأَشَدَّ تَثْبِيتًا
Kemenag RI 2019
Seandainya Kami perintahkan kepada mereka (orang-orang munafik), “Bunuhlah dirimu atau keluarlah kamu dari kampung halamanmu,” niscaya mereka tidak akan melakukannya, kecuali sebagian kecil dari mereka. Seandainya mereka melaksanakan pengajaran yang diberikan kepada mereka, sungguh itu lebih baik bagi mereka dan lebih menguatkan (iman mereka).
(Ref)
Quraish Shihab
Dan sesungguhnya jika Kami perintahkan kepada mereka (orang-orang munafik), “Bunuhlah diri kamu atau keluarlah dari kampung halaman kamu!” niscaya mereka tidak akan melakukannya, kecuali sebagian kecil dari mereka. Dan sesungguhnya jika mereka melaksanakan pengajaran yang diberikan kepada mereka, tentulah hal yang demikian itu lebih baik bagi mereka dan lebih menguatkan iman mereka.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Dan kalau kiranya Kami wajibkan atas mereka, supaya “bunuhlah diri kamu, atau keluarlah kamu dari kampung-kampung kamu,” tidaklah akan mereka lakukan, kecuali sedikit saja dari mereka. Dan kalau mereka mengerjakan apa yang diajarkan kepada mereka, niscaya itu lebih baik bagi mereka dan lebih tepat.
Ayat 67
وَإِذًا لَآتَيْنَاهُمْ مِنْ لَدُنَّا أَجْرًا عَظِيمًا
Kemenag RI 2019
Jika demikian (halnya), pasti Kami anugerahkan kepada mereka dari sisi Kami pahala yang sangat besar
(Ref)
Quraish Shihab
Dan kalau demikian, pasti Kami menganugerahkan kepada mereka dari sisi Kami pahala yang sangat besar.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Dan pada waktu itu, niscaya Kami berikan kepada mereka, dari sisi Kami, ganjaran yang besar.
Ayat 68
وَلَهَدَيْنَاهُمْ صِرَاطًا مُسْتَقِيمًا
Kemenag RI 2019
dan pasti Kami tunjukkan kepada mereka jalan yang lurus.
(Ref)
Quraish Shihab
Dan pasti Kami tunjuki mereka jalan yang lebar dan lurus.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Dan niscaya Kami beri mereka petunjuk jalan yang lurus.
Ayat 69
وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَالرَّسُولَ فَأُولَٰئِكَ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ ۚ وَحَسُنَ أُولَٰئِكَ رَفِيقًا
Kemenag RI 2019
Siapa yang menaati Allah dan Rasul (Nabi Muhammad), mereka itulah orang-orang yang (akan dikumpulkan) bersama orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, (yaitu) para nabi, para pencinta kebenaran, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.
(Ref)
Quraish Shihab
Dan barang siapa yang menaati Allah dan Rasul maka mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu nabi-nabi, shiddiqin, syuhada: dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Dan barangsiapa yang taat kepada Allah dan Rasul, maka mereka akan bersama dengan orang-orang yang diberi nikmat oleh Allah, dari nabi-nabi, shiddiqin, syuhada, dan shalihin. Mereka adalah sebaik-baik teman dekat.
Ayat 70
ذَٰلِكَ الْفَضْلُ مِنَ اللَّهِ ۚ وَكَفَىٰ بِاللَّهِ عَلِيمًا
Kemenag RI 2019
Itulah karunia dari Allah. Cukuplah Allah Yang Maha Mengetahui.
(Ref)
Quraish Shihab
Yang demikian itu adalah karunia dari Allah. Dan cukuplah Allah Yang Maha Mengetahui.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Itulah kurnia dari Allah. Dan cukuplah Allah sebagai Maha Mengetahui.
Ayat 71
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا خُذُوا حِذْرَكُمْ فَانْفِرُوا ثُبَاتٍ أَوِ انْفِرُوا جَمِيعًا
Kemenag RI 2019
Wahai orang-orang yang beriman, bersiap siagalah dan majulah (ke medan pertempuran) secara berkelompok-kelompok atau majulah bersama-sama (serentak).
(Ref)
Quraish Shihab
Hai orang-orang yang beriman! Bersiap siagalah menghadapi musuh Allah dan Rasul-Nya, lalu majulah berkelompok-kelompok, atau majulah bersama-sama!
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Wahai orang-orang yang beriman! Ambillah persediaan kamu lalu majulah berkelompok-kelompok atau majulah bersama-sama.
Ayat 72
وَإِنَّ مِنْكُمْ لَمَنْ لَيُبَطِّئَنَّ فَإِنْ أَصَابَتْكُمْ مُصِيبَةٌ قَالَ قَدْ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيَّ إِذْ لَمْ أَكُنْ مَعَهُمْ شَهِيدًا
Kemenag RI 2019
Sesungguhnya di antara kamu pasti ada orang yang sangat enggan pergi (ke medan pertempuran). Jika kamu ditimpa musibah, dia berkata, “Sungguh, Allah telah menganugerahkan nikmat kepadaku karena aku tidak ikut berperang bersama mereka.”
(Ref)
Quraish Shihab
Dan sesungguhnya di antara kamu (orang-orang beriman) ada orang yang benar-benar berlambat-lambat (berat hati untuk berjuang). Maka jika kamu ditimpa musibah, dia berkata, “Sungguh, Allah telah menganugerahkan nikmat kepadaku karena aku tidak bersama mereka menjadi saksi (ikut berperang sehingga gugur, atau terluka atau kehilangan harta benda).”
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Dan sesungguhnya di antara kamu ada yang sungguh-sungguh terbelakang, maka jika menimpa kepada kamu satu bahaya, dia berkata, “Sesungguhnya Allah telah memberi nikmat ke padaku, karena aku tidak turut menyaksikan bersama mereka.”
Ayat 73
وَلَئِنْ أَصَابَكُمْ فَضْلٌ مِنَ اللَّهِ لَيَقُولَنَّ كَأَنْ لَمْ تَكُنْ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَهُ مَوَدَّةٌ يَا لَيْتَنِي كُنْتُ مَعَهُمْ فَأَفُوزَ فَوْزًا عَظِيمًا
Kemenag RI 2019
Sungguh, jika kamu mendapat karunia (kemenangan) dari Allah, tentulah dia mengatakan seakan-akan belum pernah ada hubungan kasih sayang antara kamu dengan dia, “Aduhai, sekiranya aku dahulu bersama mereka, tentu aku akan memperoleh kemenangan yang agung (pula).”
(Ref)
Quraish Shihab
Dan jika kamu benar-benar memperoleh karunia dari Allah, tentulah dia menginginkan, seolah-olah belum pernah ada hubungan kasih sayang di antara kamu dengan dia: “Aduhai, kiranya aku (dahulu) ada bersama-sama mereka, tentu aku mendapatkan kemenangan yang sangat besar.”
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Akan tetapi, jika kamu mendapatkan suatu kurnia dari Allah, dia akan berkata seolah-olah tidak ada hubungan di antara kamu dan mereka. “Alangkah baiknya jika aku ada bersama mereka, tentu aku pun akan memperoleh keuntungan yang besar.”
Ayat 74
فَلْيُقَاتِلْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ الَّذِينَ يَشْرُونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا بِالْآخِرَةِ ۚ وَمَنْ يُقَاتِلْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَيُقْتَلْ أَوْ يَغْلِبْ فَسَوْفَ نُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًا
Kemenag RI 2019
Oleh karena itu, hendaklah orang-orang yang membeli kehidupan dunia dengan (kehidupan) akhirat berperang di jalan Allah! Siapa yang berperang di jalan Allah dan gugur atau memperoleh kemenangan niscaya kelak Kami anugerahkan kepadanya pahala yang sangat besar.
(Ref)
Quraish Shihab
Karena itu, hendaklah orang-orang yang menjual kehidupan dunia dengan kehidupan akhirat berperang di jalan Allah. Barang siapa berperang di jalan Allah, baik gugur atau menang, maka kelak Kami berikan kepadanya pahala yang sangat besar.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Lantaran itu, berperanglah di jalan Allah bagi orang yang menjual kehidupan dunia dengan kehidupan akhirat. Barang siapa yang berperang di jalan Allah, lalu dia terbunuh atau menang, maka Kami akan memberikan kepadanya ganjaran yang besar.
Ayat 75
وَمَا لَكُمْ لَا تُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَالْمُسْتَضْعَفِينَ مِنَ الرِّجَالِ وَالنِّسَاءِ وَالْوِلْدَانِ الَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا أَخْرِجْنَا مِنْ هَٰذِهِ الْقَرْيَةِ الظَّالِمِ أَهْلُهَا وَاجْعَلْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ وَلِيًّا وَاجْعَلْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ نَصِيرًا
Kemenag RI 2019
Mengapa kamu tidak berperang di jalan Allah dan (membela) orang-orang yang lemah dari (kalangan) laki-laki, perempuan, dan anak-anak yang berdoa, “Wahai Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri ini (Makkah) yang penduduknya zalim. Berilah kami pelindung dari sisi-Mu dan berilah kami penolong dari sisi-Mu.”
(Ref)
Quraish Shihab
Mengapa kamu tidak mau berjuang di jalan Allah dan membela orang-orang yang lemah, baik laki-laki, wanita, maupun anak-anak yang berdoa: “Tuhan Pemelihara kami, keluarkanlah kami dari negeri ini (Mekkah) yang zalim penduduknya dan berilah kami pelindung dari sisi Engkau, serta berilah kami penolong dari sisi Engkau.”
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Mengapa kamu tidak mau berperang di jalan Allah dan membela orang-orang yang tertindas, baik laki-laki, perempuan, maupun anak-anak, yang berdoa, “Ya Tuhan kami! Keluarkanlah kami dari negeri ini yang penduduknya zalim, dan jadikanlah bagi kami dari sisi Engkau seorang pembela.”
Ayat 76
الَّذِينَ آمَنُوا يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ۖ وَالَّذِينَ كَفَرُوا يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ الطَّاغُوتِ فَقَاتِلُوا أَوْلِيَاءَ الشَّيْطَانِ ۖ إِنَّ كَيْدَ الشَّيْطَانِ كَانَ ضَعِيفًا
Kemenag RI 2019
Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah dan orang-orang yang kufur berperang di jalan tagut. Perangilah kawan-kawan setan itu. Sesungguhnya tipu daya setan itu lemah.
(Ref)
Quraish Shihab
Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut, maka perangilah kawan-kawan dan para pengikut setan, karena sesungguhnya tipu daya setan itu lemah.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, sedangkan orang-orang kafir berperang di jalan thagut. Maka perangilah pengikut-pengikut setan itu. Sesungguhnya tipu daya setan itu lemah.
Ayat 77
أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ قِيلَ لَهُمْ كُفُّوا أَيْدِيَكُمْ وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ فَلَمَّا كُتِبَ عَلَيْهِمُ الْقِتَالُ إِذَا فَرِيقٌ مِنْهُمْ يَخْشَوْنَ النَّاسَ كَخَشْيَةِ اللَّهِ أَوْ أَشَدَّ خَشْيَةً ۚ وَقَالُوا رَبَّنَا لِمَ كَتَبْتَ عَلَيْنَا الْقِتَالَ لَوْلَا أَخَّرْتَنَا إِلَىٰ أَجَلٍ قَرِيبٍ ۗ قُلْ مَتَاعُ الدُّنْيَا قَلِيلٌ وَالْآخِرَةُ خَيْرٌ لِمَنِ اتَّقَىٰ وَلَا تُظْلَمُونَ فَتِيلًا
Kemenag RI 2019
Tidakkah engkau memperhatikan orang-orang yang dikatakan kepada mereka, “Tahanlah tanganmu (dari berperang), tegakkanlah salat, dan tunaikanlah zakat!” Ketika mereka diwajibkan berperang, tiba-tiba segolongan mereka (munafik) takut kepada manusia (musuh) seperti ketakutan mereka kepada Allah, bahkan lebih takut daripada itu. Mereka berkata, “Wahai Tuhan kami, mengapa Engkau wajibkan berperang kepada kami? Mengapa tidak Engkau tangguhkan (kewajiban berperang) kepada kami beberapa waktu lagi?” Katakanlah, “Kesenangan di dunia ini hanyalah sedikit, sedangkan akhirat itu lebih baik bagi orang yang bertakwa dan kamu tidak akan dizalimi sedikit pun.”
(Ref)
Quraish Shihab
Tidakkah kamu memperhatikan orang-orang yang dikatakan kepada mereka: “Tahanlah tangan-tangan kamu (janganlah berperang karena belum tiba saatnya), laksanakanlah shalat dengan sempurna dan tunaikanlah zakat!” Tetapi, setelah diwajibkan kepada mereka perang, tiba-tiba segolongan dari mereka takut kepada manusia seperti ketakutan mereka kepada Allah, bahkan lebih dahsyat takutnya. Mereka berkata: “Tuhan Pemelihara kami, mengapa Engkau wajibkan kepada kami peperangan? Kiranya Engkau tangguhkan ke waktu yang dekat.” Katakanlah: “Kesenangan dunia (hanya) sedikit, dan akhirat itu lebih baik untuk orang-orang yang bertakwa dan kamu tidak akan dianiaya sedikit pun.”
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Tidakkah engkau lihat orang-orang yang pernah dikatakan kepada mereka, “Tahanlah tangan kamu dan dirikanlah shalat serta berikanlah zakat!” Namun ketika diperintahkan kepada mereka untuk berperang, tiba-tiba sebagian dari mereka takut kepada manusia sebagaimana mereka takut kepada Allah, bahkan lebih takut lagi. Mereka berkata, “Ya Tuhan kami! Mengapa diperintahkan kepada kami untuk berperang? Mengapa tidak Engkau biarkan kami hingga ajal kami tiba?” Katakanlah, “Kesenangan dunia itu sedikit, dan akhirat lebih baik bagi orang yang bertakwa, dan kamu tidak akan dianiaya sedikit pun.”
Ayat 78
أَيْنَمَا تَكُونُوا يُدْرِكْكُمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنْتُمْ فِي بُرُوجٍ مُشَيَّدَةٍ ۗ وَإِنْ تُصِبْهُمْ حَسَنَةٌ يَقُولُوا هَٰذِهِ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ ۖ وَإِنْ تُصِبْهُمْ سَيِّئَةٌ يَقُولُوا هَٰذِهِ مِنْ عِنْدِكَ ۚ قُلْ كُلٌّ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ ۖ فَمَالِ هَٰؤُلَاءِ الْقَوْمِ لَا يَكَادُونَ يَفْقَهُونَ حَدِيثًا
Kemenag RI 2019
Di mana pun kamu berada, kematian akan mendatangimu, meskipun kamu berada dalam benteng yang kukuh. Jika mereka (orang-orang munafik) memperoleh suatu kebaikan, mereka berkata, “Ini dari sisi Allah” dan jika mereka ditimpa suatu keburukan, mereka berkata, “Ini dari engkau (Nabi Muhammad).” Katakanlah, “Semuanya (datang) dari sisi Allah.” Mengapa orang-orang itu hampir tidak memahami pembicaraan?
(Ref)
Quraish Shihab
Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, meskipun kamu berada di dalam benteng-benteng yang tinggi lagi kokoh. Dan jika mereka (orang-orang munafik) memperoleh kebaikan, mereka mengatakan: “Ini dari sisi Allah,” dan jika mereka ditimpa bencana, mereka mengatakan: “Ini dari engkau (Nabi Muhammad saw.).” Katakanlah: “Semuanya dari sisi Allah.” Maka mengapa orang-orang itu hampir saja tidak memahami pembicaraan?
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Di mana saja kamu berada, kematian akan menemukan kamu, meskipun kamu berada di dalam benteng yang kokoh. Jika mereka memperoleh kebaikan, mereka berkata, “Ini adalah dari sisi Allah,” tetapi jika mereka ditimpa kesulitan, mereka berkata, “Ini adalah dari sisi engkau.” Katakanlah, “Semua itu dari sisi Allah.” Mengapa kaum itu hampir-hampir tidak memahami perkataan?
Ayat 79
مَا أَصَابَكَ مِنْ حَسَنَةٍ فَمِنَ اللَّهِ ۖ وَمَا أَصَابَكَ مِنْ سَيِّئَةٍ فَمِنْ نَفْسِكَ ۚ وَأَرْسَلْنَاكَ لِلنَّاسِ رَسُولًا ۚ وَكَفَىٰ بِاللَّهِ شَهِيدًا
Kemenag RI 2019
Kebaikan (nikmat) apa pun yang kamu peroleh (berasal) dari Allah, sedangkan keburukan (bencana) apa pun yang menimpamu itu disebabkan oleh (kesalahan) dirimu sendiri. Kami mengutus engkau (Nabi Muhammad) menjadi Rasul kepada (seluruh) manusia. Cukuplah Allah sebagai saksi.
(Ref)
Quraish Shihab
Apa saja nikmat yang engkau peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu maka dari (kesalahan) dirimu sendiri. Kami telah mengutusmu (Nabi Muhammad saw.) menjadi rasul kepada seluruh manusia. Dan cukuplah Allah menjadi Saksi.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Apa saja kebaikan yang menimpamu adalah dari Allah, dan apa saja kesulitan yang menimpa kamu adalah dari dirimu sendiri. Kami telah mengutus rasul kepada manusia, dan cukuplah Allah sebagai Penyaksi.
Ayat 80
مَنْ يُطِعِ الرَّسُولَ فَقَدْ أَطَاعَ اللَّهَ ۖ وَمَنْ تَوَلَّىٰ فَمَا أَرْسَلْنَاكَ عَلَيْهِمْ حَفِيظًا
Kemenag RI 2019
Siapa yang menaati Rasul (Muhammad), maka sungguh telah menaati Allah. Siapa yang berpaling, maka Kami tidak mengutus engkau (Nabi Muhammad) sebagai pemelihara ) mereka.
(Ref)
Quraish Shihab
Barang siapa menaati Rasul (Nabi Muhammad SAW), maka sungguh dia telah menaati Allah. Dan barang siapa berpaling, maka Kami tidak mengutusmu (Nabi Muhammad SAW) untuk menjadi pengawas atas mereka.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Barangsiapa yang taat kepada Rasul, maka sesungguhnya dia telah taat kepada Allah. Tetapi barangsiapa yang berpaling, maka Kami tidak mengutusmu sebagai pengawas atas mereka.
Ayat 81
وَيَقُولُونَ طَاعَةٌ فَإِذَا بَرَزُوا مِنْ عِنْدِكَ بَيَّتَ طَائِفَةٌ مِنْهُمْ غَيْرَ الَّذِي تَقُولُ ۖ وَاللَّهُ يَكْتُبُ مَا يُبَيِّتُونَ ۖ فَأَعْرِضْ عَنْهُمْ وَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ ۚ وَكَفَىٰ بِاللَّهِ وَكِيلًا
Kemenag RI 2019
Mereka (orang-orang munafik) berkata, “(Kewajiban kami hanyalah) taat.” Akan tetapi, apabila mereka telah pergi darimu (Nabi Muhammad), sebagian mereka mengatur siasat pada malam hari (mengambil keputusan) berbeda dari yang telah mereka katakan. Allah mencatat siasat yang mereka atur pada malam hari itu. Berpalinglah dari mereka dan bertawakallah kepada Allah. Cukuplah Allah sebagai pelindung.
(Ref)
Quraish Shihab
Mereka (orang-orang munafik) mengatakan: “Kami (sepenuhnya) taat.” Tetapi, apabila mereka telah keluar dari sisimu, sebagian dari mereka mengatur siasat di malam hari, berbeda dengan yang telah mereka katakan. Allah mencatat apa (siasat) yang mereka atur di malam hari itu, maka berpalinglah dari mereka dan bertawakkallah kepada Allah. Cukuplah Allah menjadi Wakil (Penjaga, Pelindung, dan Pemelihara).
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Mereka berkata, “Kami taat!” Namun ketika mereka berpisah darimu, sebagian dari mereka berbisik di malam hari, berbeda dengan apa yang mereka katakan. Allah mencatat apa yang mereka bisikkan di malam hari itu. Oleh karena itu, berpalinglah daripadamu dan bertawakalah kepada Allah. Cukuplah Allah sebagai Pembela.
Ayat 82
أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ ۚ وَلَوْ كَانَ مِنْ عِنْدِ غَيْرِ اللَّهِ لَوَجَدُوا فِيهِ اخْتِلَافًا كَثِيرًا
Kemenag RI 2019
Tidakkah mereka menadaburi Al-Qur’an? Seandainya (Al-Qur’an) itu tidak datang dari sisi Allah, tentulah mereka menemukan banyak pertentangan di dalamnya.
(Ref)
Quraish Shihab
Maka, tidakkah mereka memperhatikan al-Qur’an? Jika seandainya ia (al-Qur’an itu) bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapati di dalamnya pertentangan yang banyak.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Apakah mereka tidak merenungkan Al-Qur'an? Jika Al-Qur'an itu bukan dari sisi Allah, niscaya mereka akan menemukan banyak pertentangan di dalamnya.
Ayat 83
وَإِذَا جَاءَهُمْ أَمْرٌ مِنَ الْأَمْنِ أَوِ الْخَوْفِ أَذَاعُوا بِهِ ۖ وَلَوْ رَدُّوهُ إِلَى الرَّسُولِ وَإِلَىٰ أُولِي الْأَمْرِ مِنْهُمْ لَعَلِمَهُ الَّذِينَ يَسْتَنْبِطُونَهُ مِنْهُمْ ۗ وَلَوْلَا فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُ لَاتَّبَعْتُمُ الشَّيْطَانَ إِلَّا قَلِيلًا
Kemenag RI 2019
Apabila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanan (kemenangan) atau ketakutan (kekalahan), mereka menyebarluaskannya. Padahal, seandainya mereka menyerahkannya kepada Rasul dan ululamri (pemegang kekuasaan) di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya (secara resmi) dari mereka (Rasul dan ululamri). Sekiranya bukan karena karunia dan rahmat Allah kepadamu, tentulah engkau mengikuti setan, kecuali sebagian kecil saja (di antara kamu).
(Ref)
Quraish Shihab
Dan apabila datang kepada mereka suatu persoalan tentang keamanan atau pun ketakutan, mereka lalu menyebarluaskannya. Jika seandainya mereka mengembalikannya kepada Rasul (Nabi Muhammad SAW) dan ulil amri di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya mengetahuinya dari mereka (dari Rasul SAW dan ulil amri). Kalau bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu, tentulah kamu mengikuti setan, kecuali sebagian kecil saja (di antara kamu).
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Dan apabila datang kepada mereka suatu berita, baik tentang keamanan maupun kecemasan, mereka menyebarluaskannya. Padahal jika mereka mengembalikannya kepada Rasul dan kepada orang-orang yang berkuasa di antara mereka, niscaya hal itu akan diketahui oleh orang-orang yang menyelidikinya di antara mereka. Dan kalau bukan karena kurnia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu, niscaya kamu semua telah mengikuti setan, kecuali sedikit.
Ayat 84
فَقَاتِلْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ لَا تُكَلَّفُ إِلَّا نَفْسَكَ ۚ وَحَرِّضِ الْمُؤْمِنِينَ ۖ عَسَى اللَّهُ أَنْ يَكُفَّ بَأْسَ الَّذِينَ كَفَرُوا ۚ وَاللَّهُ أَشَدُّ بَأْسًا وَأَشَدُّ تَنْكِيلًا
Kemenag RI 2019
Maka, berperanglah engkau (Nabi Muhammad) di jalan Allah. Tidaklah engkau dibebani (tanggung jawab), kecuali (yang terkait) dengan dirimu sendiri. Kobarkanlah (semangat) orang-orang mukmin (untuk berperang). Semoga Allah menolak serangan orang-orang yang kufur itu. Allah sangat dahsyat kekuatan-Nya dan sangat keras siksaan-Nya.
(Ref)
Quraish Shihab
Maka, berperanglah engkau (Nabi Muhammad SAW) pada jalan Allah, tidaklah engkau dibebani melainkan dengan kewajibanmu sendiri. Kobarkanlah semangat orang-orang mukmin. Mudah-mudahan Allah menolak serangan orang-orang yang kafir. Allah sangat besar kekuatan-Nya dan sangat keras siksa-Nya.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Maka berperanglah di jalan Allah; kamu tidak dibebani melainkan dengan kewajibanmu sendiri. Kerahkanlah orang-orang yang beriman. Mudah-mudahan Allah akan menahan kekuatan orang-orang kafir itu. Allah Maha Kuat dan Maha Pedih siksa-Nya.
Ayat 85
مَنْ يَشْفَعْ شَفَاعَةً حَسَنَةً يَكُنْ لَهُ نَصِيبٌ مِنْهَا ۖ وَمَنْ يَشْفَعْ شَفَاعَةً سَيِّئَةً يَكُنْ لَهُ كِفْلٌ مِنْهَا ۗ وَكَانَ اللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ مُقِيتًا
Kemenag RI 2019
Siapa yang memberi pertolongan yang baik niscaya akan memperoleh bagian (pahala) darinya. Siapa yang memberi pertolongan yang buruk niscaya akan menanggung bagian (dosa) darinya. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
(Ref)
Quraish Shihab
Barang siapa memberikan syafaat yang baik (yakni menjadi perantara sehingga orang lain dapat melaksanakan tuntunan agama), niscaya dia akan memperoleh bagian (pahala) dirinya. Dan barang siapa memberi syafaat (yakni menjadi perantara terjadinya) yang buruk, niscaya dia akan memikul bagian (dosa) darinya. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Barangsiapa yang memberikan syafaat yang baik, niscaya dia akan memperoleh keuntungan daripadanya. Dan barangsiapa yang memberikan syafaat yang buruk, niscaya dia akan menanggung akibatnya. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Ayat 86
وَإِذَا حُيِّيتُمْ بِتَحِيَّةٍ فَحَيُّوا بِأَحْسَنَ مِنْهَا أَوْ رُدُّوهَا ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ حَسِيبًا
Kemenag RI 2019
Apabila kamu dihormati dengan suatu penghormatan (salam), balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik daripadanya atau balaslah dengan yang sepadan. Sesungguhnya Allah Maha Memperhitungkan segala sesuatu.
(Ref)
Quraish Shihab
Apabila kamu dihormati dengan suatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik, atau balaslah dengan yang serupa. Sesungguhnya Allah Maha Memperhitungkan atas segala sesuatu.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Dan apabila kamu diberi hormat dengan suatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik daripadanya, atau balaslah dengan yang sama. Sesungguhnya Allah Maha Menghitung segala sesuatu.
Ayat 87
اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۚ لَيَجْمَعَنَّكُمْ إِلَىٰ يَوْمِ الْقِيَامَةِ لَا رَيْبَ فِيهِ ۗ وَمَنْ أَصْدَقُ مِنَ اللَّهِ حَدِيثًا
Kemenag RI 2019
Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Sungguh, Dia pasti mengumpulkan kamu pada hari Kiamat yang tidak ada keraguan di dalamnya. Siapakah yang lebih benar perkataannya daripada Allah?
(Ref)
Quraish Shihab
"Allah, tidak ada Tuhan selain Dia. Sesungguhnya Dia akan mengumpulkan kamu di Hari Kiamat yang tidak ada keraguan di dalamnya. Dan siapakah orang yang lebih benar perkataannya daripada Allah?"
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Allah! Tidak ada Tuhan selain Dia. Sesungguhnya Dia akan mengumpulkan kamu pada Hari Kiamat. Tidak ada keraguan tentang hal itu. Dan siapakah yang lebih benar ucapannya selain dari Allah?
Ayat 88
فَمَا لَكُمْ فِي الْمُنَافِقِينَ فِئَتَيْنِ وَاللَّهُ أَرْكَسَهُمْ بِمَا كَسَبُوا ۚ أَتُرِيدُونَ أَنْ تَهْدُوا مَنْ أَضَلَّ اللَّهُ ۖ وَمَنْ يُضْلِلِ اللَّهُ فَلَنْ تَجِدَ لَهُ سَبِيلًا
Kemenag RI 2019
Mengapa kamu (wahai orang mukmin) (terpecah) menjadi dua golongan dalam (menghadapi) orang-orang munafik, padahal Allah telah mengembalikan mereka (pada kekufuran) karena usaha mereka sendiri? Apakah kamu bermaksud memberi petunjuk kepada orang yang telah dibiarkan sesat oleh Allah? Siapa yang dibiarkan sesat oleh Allah niscaya engkau (Nabi Muhammad) tidak akan menemukan jalan baginya (untuk diberi petunjuk).
(Ref)
Quraish Shihab
"Maka mengapa kamu menjadi dua golongan dalam menghadapi orang-orang munafik, padahal Allah telah membalikkan mereka kepada kekafiran disebabkan usaha mereka sendiri? Apakah kamu berkehendak memberi petunjuk kepada orang-orang yang telah disesatkan Allah? Barang siapa yang disesatkan Allah, sekali-kali engkau tidak akan mendapatkan jalan untuknya."
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Mengapa kamu menjadi dua golongan (menghadapi) kaum munafik itu? Padahal Allah telah menjerumuskan mereka. Apakah kamu hendak memberikan petunjuk kepada orang yang telah disesatkan Allah? Dan barangsiapa yang disesatkan oleh Allah, maka sekali-kali tidaklah akan engkau dapat untuknya satu jalan pun.
Ayat 89
وَدُّوا لَوْ تَكْفُرُونَ كَمَا كَفَرُوا فَتَكُونُونَ سَوَاءً ۖ فَلَا تَتَّخِذُوا مِنْهُمْ أَوْلِيَاءَ حَتَّىٰ يُهَاجِرُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ ۚ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَخُذُوهُمْ وَاقْتُلُوهُمْ حَيْثُ وَجَدْتُمُوهُمْ ۖ وَلَا تَتَّخِذُوا مِنْهُمْ وَلِيًّا وَلَا نَصِيرًا
Kemenag RI 2019
Mereka sangat menginginkan agar kamu mau menjadi kufur sebagaimana mereka telah kufur sehingga kamu sama (dengan mereka). Janganlah kamu jadikan siapa pun di antara mereka sebagai teman setia ) sebelum mereka berpindah pada jalan Allah. Jika mereka berpaling, tawan dan bunuhlah mereka di mana pun kamu temukan mereka. Janganlah kamu jadikan seorang pun di antara mereka sebagai teman setia dan jangan pula sebagai penolong.
(Ref)
Quraish Shihab
Mereka ingin sekali jika seandainya kamu menjadi kafir sebagaimana mereka telah menjadi kafir, sehingga kamu menjadi sama (dengan mereka). Maka, janganlah kamu jadikan siapa pun di antara mereka orang-orang dekat dan penolong, hingga mereka berhijrah pada jalan Allah. Maka jika mereka berpaling, tawan dan bunuhlah mereka di mana saja kamu dapati mereka, dan janganlah kamu menjadikan seorang (pun) di antara mereka sebagai teman dekat dan jangan (pula menjadikannya sebagai) penolong,
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Mereka ingin agar kamu kafir seperti mereka kafir, maka jadilah kamu sama dengan mereka. Sebab itu, janganlah kamu jadikan mereka sahabat-sahabatmu, sehingga mereka berhijrah di jalan Allah. Maka jika mereka berpaling, tawanlah mereka dan bunuhlah mereka di mana saja kamu dapati mereka, dan janganlah kamu jadikan mereka sahabat, serta jangan seorang pun menjadi pembantu mereka.
Ayat 90
إِلَّا الَّذِينَ يَصِلُونَ إِلَىٰ قَوْمٍ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَهُمْ مِيثَاقٌ أَوْ جَاءُوكُمْ حَصِرَتْ صُدُورُهُمْ أَنْ يُقَاتِلُوكُمْ أَوْ يُقَاتِلُوا قَوْمَهُمْ ۚ وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ لَسَلَّطَهُمْ عَلَيْكُمْ فَلَقَاتَلُوكُمْ ۚ فَإِنِ اعْتَزَلُوكُمْ فَلَمْ يُقَاتِلُوكُمْ وَأَلْقَوْا إِلَيْكُمُ السَّلَمَ فَمَا جَعَلَ اللَّهُ لَكُمْ عَلَيْهِمْ سَبِيلًا
Kemenag RI 2019
Kecuali, orang-orang yang menjalin hubungan dengan suatu kaum yang antara kamu dan kaum itu ada perjanjian (damai, mereka jangan dibunuh atau jangan ditawan). (Demikian juga) orang-orang yang datang kepadamu, sedangkan hati mereka berat untuk memerangi kamu atau memerangi kaumnya. Seandainya Allah menghendaki, niscaya Dia berikan kekuasaan kepada mereka untuk menghadapi kamu sehingga mereka memerangimu. Akan tetapi, jika mereka membiarkanmu (tidak mengganggumu), tidak memerangimu, dan menawarkan perdamaian kepadamu (menyerah), Allah tidak memberi jalan bagimu (untuk menawan dan membunuh) mereka.
(Ref)
Quraish Shihab
kecuali orang-orang (kafir) yang (lari dari kamu sehingga) sampai kepada suatu kaum (untuk meminta perlindungan), yang telah ada perjanjian antara kamu dan mereka (maka janganlah engkau tawan atau bunuh mereka itu) atau (demikian juga) orang-orang yang telah datang kepada kamu, sedangkan hati mereka merasa keberatan untuk memerangi kamu dan memerangi kaumnya. Jika Allah menghendaki, pasti Dia memberi kekuasaan kepada mereka terhadap kamu, sehingga tentulah mereka memerangi kamu. Tetapi, jika mereka membiarkan kamu, dan tidak memerangi kamu serta mengemukakan penyerahan diri kepada kamu, maka Allah tidak memberi jalan bagi kamu terhadap mereka (untuk menawan atau membunuh mereka).
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Mereka ingin jikalau kamu kafir (pula) sebagaimana mereka kafir, maka jadilah kamu bersamaan. Sebab itu janganlah kamu ambil mereka jadi sahabat-sahabat, sehingga mereka pun berhijrah pada jalan Allah. Maka jika mereka berpaling, tawanlah mereka dan bunuhlah mereka di mana saja kamu dapati mereka, dan jangan ada yang kamu ambil mereka jadi sahabat atau pembantu.
Ayat 91
سَتَجِدُونَ آخَرِينَ يُرِيدُونَ أَنْ يَأْمَنُوكُمْ وَيَأْمَنُوا قَوْمَهُمْ كُلَّ مَا رُدُّوا إِلَى الْفِتْنَةِ أُرْكِسُوا فِيهَا ۚ فَإِنْ لَمْ يَعْتَزِلُوكُمْ وَيُلْقُوا إِلَيْكُمُ السَّلَمَ وَيَكُفُّوا أَيْدِيَهُمْ فَخُذُوهُمْ وَاقْتُلُوهُمْ حَيْثُ ثَقِفْتُمُوهُمْ ۚ وَأُولَٰئِكُمْ جَعَلْنَا لَكُمْ عَلَيْهِمْ سُلْطَانًا مُبِينًا
Kemenag RI 2019
Akan kamu dapati (golongan) lain yang menginginkan agar mereka hidup aman bersamamu dan aman (pula) bersama kaumnya. Setiap kali mereka diajak kembali kepada fitnah (syirik), mereka pun terjerumus ke dalamnya. Oleh karena itu, jika mereka tidak membiarkanmu (tetap mengganggumu), tidak pula mau menawarkan perdamaian kepadamu, dan tidak menahan tangan mereka (dari memerangimu), tawanlah dan bunuhlah mereka di mana saja kamu temukan. Merekalah orang-orang yang Kami berikan kepadamu alasan yang nyata (untuk menawan dan membunuh) mereka.
(Ref)
Quraish Shihab
Kelak kamu mendapati (golongan-golongan) lain, yang bermaksud supaya mereka aman dari kamu dan aman (pula) dari kaum mereka. Setiap mereka diajak kembali kepada fitnah (syirik dan kedurhakaan), mereka terjun ke dalamnya. Karena itu, jika mereka tidak membiarkan kamu dan (tidak) mau mengemukakan penyerahan diri kepada kamu, serta (tidak) menahan tangan-tangan mereka (untuk memerangi atau mengganggu), maka tawanlah mereka dan bunuhlah mereka di mana saja kamu temukan mereka, dan merekalah orang-orang yang Kami berikan kepada kamu alasan yang nyata (untuk menawan atau membunuh) mereka.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Akan kamu dapati (pula) beberapa orang lain, yang ingin supaya mereka aman daripada kamu dan aman daripada kaum mereka. Tiap kali mereka dikembalikan kepada fitnah, terjerumuslah mereka ke dalamnya. Maka jika tidak mereka tinggalkan kamu dan tidak menawarkan perdamaian kepada kamu, dan tidak memberhentikan tangan mereka, maka tawanlah mereka dan bunuhlah mereka di mana saja pun kamu dapati mereka. Karena mereka itu, telah Kami jadikan untuk kamu kekuasaan yang nyata atas mereka.
Ayat 92
وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ أَنْ يَقْتُلَ مُؤْمِنًا إِلَّا خَطَأً ۚ وَمَنْ قَتَلَ مُؤْمِنًا خَطَأً فَتَحْرِيرُ رَقَبَةٍ مُؤْمِنَةٍ وَدِيَةٌ مُسَلَّمَةٌ إِلَىٰ أَهْلِهِ إِلَّا أَنْ يَصَّدَّقُوا ۚ فَإِنْ كَانَ مِنْ قَوْمٍ عَدُوٍّ لَكُمْ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَتَحْرِيرُ رَقَبَةٍ مُؤْمِنَةٍ ۖ وَإِنْ كَانَ مِنْ قَوْمٍ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَهُمْ مِيثَاقٌ فَدِيَةٌ مُسَلَّمَةٌ إِلَىٰ أَهْلِهِ وَتَحْرِيرُ رَقَبَةٍ مُؤْمِنَةٍ ۖ فَمَنْ لَمْ يَجِدْ فَصِيَامُ شَهْرَيْنِ مُتَتَابِعَيْنِ تَوْبَةً مِنَ اللَّهِ ۗ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا
Kemenag RI 2019
Tidak patut bagi seorang mukmin membunuh seorang mukmin, kecuali karena tersalah (tidak sengaja). Siapa yang membunuh seorang mukmin karena tersalah (hendaklah) memerdekakan seorang hamba sahaya mukmin dan (membayar) tebusan yang diserahkan kepada keluarganya (terbunuh), kecuali jika mereka (keluarga terbunuh) membebaskan pembayaran. Jika dia (terbunuh) dari kaum yang memusuhimu, padahal dia orang beriman, (hendaklah pembunuh) memerdekakan hamba sahaya mukmin. Jika dia (terbunuh) dari kaum (kafir) yang ada perjanjian (damai) antara mereka dengan kamu, (hendaklah pembunuh) membayar tebusan yang diserahkan kepada keluarganya serta memerdekakan hamba sahaya mukmin. Siapa yang tidak mendapatkan (hamba sahaya) hendaklah berpuasa dua bulan berturut-turut sebagai (ketetapan) cara bertobat dari Allah. Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
(Ref)
Quraish Shihab
Dan tidak (ada kepatuhan, bahkan tidak ada wujudnya) bagi seorang mukmin membunuh seorang mukmin, kecuali karena tersalah (atau tidak disengaja), dan barang siapa membunuh seorang mukmin karena tersalah, maka (wajiblah) dia memerdekakan seorang hamba sahaya mukmin serta membayar diat¹³? yang diserahkan kepada keluarganya (yakni keluarga yang terbunuh), kecuali jika mereka (keluarga terbunuh) bersedekah (atau membebaskan keluarga pembunuh dari membayar diat). Jika si terbunuh dari kaum yang memusuhi kamu padahal dia mukmin, maka (wajiblah bagi si pembunuh) memerdekakan hamba sahaya mukmin. Dan jika dia (si pembunuh dari kaum yang telah ada perjanjian (damai dan tidak saling menyerang) antara kamu dengan mereka, maka (wajiblah baginya) membayar diat yang diserahkan kepada keluarga terbunuh serta memerdekakan hamba sahaya mukmin. Barang siapa tidak memperolehnya (yakni diat), maka wajiblah dia (si pembunuh) berpuasa dua bulan berturut-turut sebagai (ketetapan cara) taubat dari Allah. Dan adalah Allah Maha Mengetahui, lagi Maha Bijaksana.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Dan tidaklah ada bagi seorang Mukmin membunuh seorang Mukmin lain kecuali karena keliru. Dan barangsiapa membunuh seorang Mukmin dengan keliru, hendaklah memerdekakan seorang budak yang Mukmin, dan diyat yang diserahkan kepada keluarganya, kecuali jika mereka bersedekah. Akan tetapi jika yang terbunuh itu dari kaum yang menjadi musuh bagi kamu, padahal dia seorang Mukmin, maka hendaklah memerdekakan seorang budak yang Mukmin pula. Dan jika yang terbunuh itu dari suatu kaum yang di antara kamu dan mereka ada suatu perjanjian, maka diyat yang diserahkan kepada keluarganya dan memerdekakan seorang budak yang Mukmin. Tetapi barangsiapa tidak mendapat, maka dengan puasa dua bulan berturut-turut, sebagai tobat dari Allah. Dan adalah Allah itu Mahatahu, lagi Bijaksana.
Ayat 93
وَمَنْ يَقْتُلْ مُؤْمِنًا مُتَعَمِّدًا فَجَزَاؤُهُ جَهَنَّمُ خَالِدًا فِيهَا وَغَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِ وَلَعَنَهُ وَأَعَدَّ لَهُ عَذَابًا عَظِيمًا
Kemenag RI 2019
Siapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja, balasannya adalah (neraka) Jahanam. Dia kekal di dalamnya. Allah murka kepadanya, melaknatnya, dan menyediakan baginya azab yang sangat besar.
(Ref)
Quraish Shihab
Dan barang siapa membunuh seorang mukmin dengan sengaja, maka balasannya adalah neraka Jahannam, dia kekal di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan melaknatnya serta menyediakan azab yang sangat besar baginya.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Dan barangsiapa yang membunuh seorang Mukmin dengan sengaja, maka balasannya ialah Jahannam, kekal di dalamnya, dan murkalah Allah atasnya, dan Dia laknat akan dia dan Dia sediakan untuknya siksaan yang besar.
Ayat 94
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا ضَرَبْتُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَتَبَيَّنُوا وَلَا تَقُولُوا لِمَنْ أَلْقَىٰ إِلَيْكُمُ السَّلَامَ لَسْتَ مُؤْمِنًا تَبْتَغُونَ عَرَضَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا فَعِنْدَ اللَّهِ مَغَانِمُ كَثِيرَةٌ ۚ كَذَٰلِكَ كُنْتُمْ مِنْ قَبْلُ فَمَنَّ اللَّهُ عَلَيْكُمْ فَتَبَيَّنُوا ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرًا
Kemenag RI 2019
Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu pergi (berperang) di jalan Allah, bertabayunlah (carilah kejelasan) dan janganlah kamu mengatakan kepada orang yang mengucapkan salam kepadamu, “Kamu bukan seorang mukmin,” (lalu kamu membunuhnya) dengan maksud mencari harta benda kehidupan dunia karena di sisi Allah ada harta yang banyak. Demikianlah keadaan kamu dahulu, lalu Allah menganugerahkan nikmat-Nya kepadamu, maka telitilah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
(Ref)
Quraish Shihab
Hai orang-orang yang beriman! Apabila kamu pergi (berperang) di jalan Allah, maka telitilah (siapa yang kamu hadapi dan berhati-hatilah dalam mengambil keputusan untuk membunuh) dan janganlah kamu mengatakan kepada orang yang mengucapkan salam (dan atau menyerahkan diri) kepada kamu: “Engkau bukan seorang mukmin,” (lalu kamu membunuhnya) dengan maksud mencari harta (di) kehidupan dunia, karena di sisi Allah ada harta yang banyak. Demikianlah keadaan kamu dahulu (ketika kamu menyembunyikan keimanan kamu), lalu Allah menganugerahkan nikmat-Nya atas kamu (antara lain keberanian menampakkan keimanan), maka telitilah. Sesungguhnya adalah Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu pergi (berperang) pada jalan Allah, maka telitilah, dan janganlah kamu katakan kepada orang yang memberi salam kepada kamu, "Engkau bukan orang Mukmin!" Karena kamu mengharapkan kehidupan dunia, padahal di sisi Allah-lah harta yang banyak. Begitulah juga keadaan kamu dahulu, maka memberi kumialah Allah kepadamu. Sebab itu telitilah! Sesungguhnya Allah adalah Amat Tahu apa yang kamu kerjakan.
Ayat 95
لَا يَسْتَوِي الْقَاعِدُونَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ غَيْرُ أُولِي الضَّرَرِ وَالْمُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ ۚ فَضَّلَ اللَّهُ الْمُجَاهِدِينَ بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ عَلَى الْقَاعِدِينَ دَرَجَةً ۚ وَكُلًّا وَعَدَ اللَّهُ الْحُسْنَىٰ ۚ وَفَضَّلَ اللَّهُ الْمُجَاهِدِينَ عَلَى الْقَاعِدِينَ أَجْرًا عَظِيمًا
Kemenag RI 2019
Tidak sama orang-orang mukmin yang duduk (tidak turut berperang) tanpa mempunyai uzur dengan orang-orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwanya. Allah melebihkan derajat orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk (tidak ikut berperang tanpa uzur). Kepada masing-masing, Allah menjanjikan (pahala) yang terbaik (surga), (tetapi) Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang-orang yang duduk dengan pahala yang besar.
(Ref)
Quraish Shihab
Tidaklah sama ant.tra orang-orang mukmin yang duduk (ridak turut berperang) selain vang memunyai uzur (alasan yang dibenarkan agama) dengan orang-orang (mukmin) yang bcrpndd di jalan Allali dengan ha n a dan jiwa mereka. Allah melebihkan orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwa mereka atas orang orang yang duduk, satu derajat. All.Ui menjanjikan ipalukt) yang lebih baik kepada masing-masing dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang duduk dengan pahala yang besar.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Orang-orang yang duduk dari kalangan orang yang beriman yang tidak berhalangan, tidaklah sama dengan orang-orang yang berjihad pada jalan Allah dengan harta benda mereka dan diri-diri mereka. Allah telah melebihkan orang-orang yang berjihad dengan harta benda mereka dan diri mereka itu, daripada orang-orang yang duduk, satu derajat. Tetapi untuk tiap-tiap satu dari keduanya telah dijanjikan Allah kebaikan. Dan Allah telah melebihkan orang-orang Mujahidin daripada orang yang duduk, dengan ganjaran yang besar.
Ayat 96
دَرَجَاتٍ مِنْهُ وَمَغْفِرَةً وَرَحْمَةً ۚ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا
Kemenag RI 2019
(Yaitu,) beberapa derajat dari-Nya, serta ampunan dan rahmat. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
(Ref)
Quraish Shihab
(yaitu) beberapa derajat dari-Nya, dan ampunan serta rahmat. Allah Maha Pengampun, lagi Maha Pengasih.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Yaitu) beberapa derajat daripadanya, dan ampunan, dan rahmat. Dan adalah Allah itu Pengampun, lagi Penyayang.
Ayat 97
إِنَّ الَّذِينَ تَوَفَّاهُمُ الْمَلَائِكَةُ ظَالِمِي أَنْفُسِهِمْ قَالُوا فِيمَ كُنْتُمْ ۖ قَالُوا كُنَّا مُسْتَضْعَفِينَ فِي الْأَرْضِ ۚ قَالُوا أَلَمْ تَكُنْ أَرْضُ اللَّهِ وَاسِعَةً فَتُهَاجِرُوا فِيهَا ۚ فَأُولَٰئِكَ مَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ ۖ وَسَاءَتْ مَصِيرًا
Kemenag RI 2019
Sesungguhnya orang-orang yang dicabut nyawanya oleh malaikat dalam keadaan menzalimi dirinya, ) mereka (malaikat) bertanya, “Bagaimana kamu ini?” Mereka menjawab, “Kami adalah orang-orang yang tertindas di bumi (Makkah).” Mereka (malaikat) bertanya, “Bukankah bumi Allah itu luas sehingga kamu dapat berhijrah di sana?” Maka, tempat mereka itu (neraka) Jahanam dan itu seburuk-buruk tempat kembali.
(Ref)
Quraish Shihab
Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan oleh para malaikat dalam keadaan menganiaya diri mereka (sendiri), mereka (para malaikat) bertanya: "Dalam keadaan bagaimana kamu dahulu?" Mereka menjawab: “Kami orang-orang yang sangat lemah di bumi.” Mereka (para malaikat) berkata: “Bukankah bumi Allah luas, sehingga kamu dapat berhijrah di sana?" Maka, orang-orang itu tempatnya adalah (neraka) Jahannam, dan ia adalah seburuk-buruk tempat tinggal.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
esungguhnya orang-orang yang akan diterima oleh malaikat, padahal mereka telah menzalimi diri mereka, akan bertanya (malaikat), "Darihal apakah keadaan kamu?" Mereka menjawab, "Kami ini tertindas di bumi!" Mereka berkata, "Bukankah bumi Allah itu luas? Untuk kamu berhijrah padanya?" Maka mereka itu, tempat kembali mereka adalah Jahannam, dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.
Ayat 98
إِلَّا الْمُسْتَضْعَفِينَ مِنَ الرِّجَالِ وَالنِّسَاءِ وَالْوِلْدَانِ لَا يَسْتَطِيعُونَ حِيلَةً وَلَا يَهْتَدُونَ سَبِيلًا
Kemenag RI 2019
Kecuali, mereka yang tertindas dari (kalangan) laki-laki, perempuan, dan anak-anak yang tidak berdaya dan tidak mengetahui jalan (untuk berhijrah).
(Ref)
Quraish Shihab
Kecuali orang-orang yang sangat lemah, baik laki-laki, atau perempuan, atau anak-anak yang tidak mampu berdaya upaya dan tidak mengetahui jalan keluar yang tepat menghadapi kesulitan dan ancaman.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Kecuali orang-orang yang tertindas dari laki-laki, perempuan, dan kanak-kanak yang tidak sanggup berdaya-upaya dan mereka tidak mendapat suatu jalan pun.
Ayat 99
فَأُولَٰئِكَ عَسَى اللَّهُ أَنْ يَعْفُوَ عَنْهُمْ ۚ وَكَانَ اللَّهُ عَفُوًّا غَفُورًا
Kemenag RI 2019
Mereka itu, mudah-mudahan Allah memaafkannya. Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun.
(Ref)
Quraish Shihab
Mereka itu mudah-mudahan Allah memaafkan mereka, dan Allah adalah Maha Pemaaf, lagi Maha Pengampun.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Maka mereka itu, mudah-mudahan Allah akan memaafkan mereka, dan adalah Allah itu Pemaaf, lagi Pengampun.
Ayat 100
وَمَنْ يُهَاجِرْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ يَجِدْ فِي الْأَرْضِ مُرَاغَمًا كَثِيرًا وَسَعَةً ۚ وَمَنْ يَخْرُجْ مِنْ بَيْتِهِ مُهَاجِرًا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ ثُمَّ يُدْرِكْهُ الْمَوْتُ فَقَدْ وَقَعَ أَجْرُهُ عَلَى اللَّهِ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا
Kemenag RI 2019
Siapa yang berhijrah di jalan Allah niscaya akan mendapatkan di bumi ini tempat hijrah yang banyak dan kelapangan (rezeki dan hidup). Siapa yang keluar dari rumahnya untuk berhijrah karena Allah dan Rasul-Nya, kemudian meninggal (sebelum sampai ke tempat tujuan), sungguh, pahalanya telah ditetapkan di sisi Allah. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
(Ref)
Quraish Shihab
Barang siapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di bumi ini tempat yang luas dan rezeki yang banyak. Barang siapa keluar dari rumahnya dalam keadaan berhijrah menuju Allah dan Rasul-Nya, lalu dia didapati oleh maut, maka sungguh telah tetap ganjarannya di sisi Allah. Dan Allah adalah Maha Pengampun, lagi Maha Pengasih.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Dan barangsiapa yang berhijrah pada jalan Allah, niscaya dia akan bertemu di bumi ini tempat berlindung yang banyak dan kelapangan. Dan barangsiapa yang keluar dari rumahnya berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian dicapai oleh maut, maka sesungguhnya telah tersedia pahalanya atas Allah, dan adalah Allah itu Pengampun, lagi Penyayang.
Ayat 101
وَإِذَا ضَرَبْتُمْ فِي الْأَرْضِ فَلَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَنْ تَقْصُرُوا مِنَ الصَّلَاةِ إِنْ خِفْتُمْ أَنْ يَفْتِنَكُمُ الَّذِينَ كَفَرُوا ۚ إِنَّ الْكَافِرِينَ كَانُوا لَكُمْ عَدُوًّا مُبِينًا
Kemenag RI 2019
Apabila kamu bepergian di bumi, maka tidak dosa bagimu untuk mengqasar salat jika kamu takut diserang orang-orang yang kufur. Sesungguhnya orang-orang kafir itu adalah musuh yang nyata bagimu.
(Ref)
Quraish Shihab
Dan apabila kamu bepergian di bumi, maka tidaklah mengapa kamu meng-qashar sebagian shalat jika kamu takut diserang orang-orang kafir. Sesungguhnya orang-orang kafir itu adalah musuh yang nyata bagi kamu.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Dan apabila kamu bepergian di bumi, maka tidaklah mengapa atas kamu bahwa kamu mengqasharkan shalat, jika kamu takut bahwa akan diganggu oleh orang-orang kafir. Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu, adalah mereka terhadap kamu musuh yang nyata.
Ayat 102
وَإِذَا كُنْتَ فِيهِمْ فَأَقَمْتَ لَهُمُ الصَّلَاةَ فَلْتَقُمْ طَائِفَةٌ مِنْهُمْ مَعَكَ وَلْيَأْخُذُوا أَسْلِحَتَهُمْ فَإِذَا سَجَدُوا فَلْيَكُونُوا مِنْ وَرَائِكُمْ وَلْتَأْتِ طَائِفَةٌ أُخْرَىٰ لَمْ يُصَلُّوا فَلْيُصَلُّوا مَعَكَ وَلْيَأْخُذُوا حِذْرَهُمْ وَأَسْلِحَتَهُمْ ۗ وَدَّ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوْ تَغْفُلُونَ عَنْ أَسْلِحَتِكُمْ وَأَمْتِعَتِكُمْ فَيَمِيلُونَ عَلَيْكُمْ مَيْلَةً وَاحِدَةً ۚ وَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ إِنْ كَانَ بِكُمْ أَذًى مِنْ مَطَرٍ أَوْ كُنْتُمْ مَرْضَىٰ أَنْ تَضَعُوا أَسْلِحَتَكُمْ ۖ وَخُذُوا حِذْرَكُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ أَعَدَّ لِلْكَافِرِينَ عَذَابًا مُهِينًا
Kemenag RI 2019
Apabila engkau (Nabi Muhammad) berada di tengah-tengah mereka (sahabatmu dan dalam keadaan takut diserang), lalu engkau hendak melaksanakan salat bersama mereka, hendaklah segolongan dari mereka berdiri (salat) bersamamu dengan menyandang senjatanya. Apabila mereka (yang salat bersamamu) telah sujud (menyempurnakan satu rakaat), hendaklah mereka pindah dari belakangmu (untuk menghadapi musuh). Lalu, hendaklah datang golongan lain yang belum salat agar mereka salat bersamamu ) dan hendaklah mereka bersiap siaga dengan menyandang senjatanya. Orang-orang yang kufur ingin agar kamu lengah terhadap senjata dan harta bendamu, lalu mereka menyerbumu secara tiba-tiba. Tidak ada dosa bagimu meletakkan senjata jika kamu mendapat suatu kesusahan, baik karena hujan maupun karena sakit dan bersiap siagalah kamu. ) Sesungguhnya Allah telah menyediakan azab yang menghinakan bagi orang-orang kafir.
(Ref)
Quraish Shihab
Dan apabila engkau (Nabi Muhammad SAW) berada di tengah-tengah mereka (kaum Muslim), lalu engkau hendak melaksanakan shalat bersama-sama mereka, maka hendaklah segolongan dari mereka berdiri (shalat) bersamamu dan menyandang senjata mereka, kemudian apabila mereka sujud, maka hendaklah mereka pindah dari belakangmu (untuk menghadapi musuh dan berjaga-jaga) dan hendaklah datang golongan kedua yang belum shalat, lalu hendaklah mereka shalat bersamamu, dan hendaklah mereka bersiap siaga dan menyandang senjata mereka. Orang-orang kafir ingin jika seandainya kamu lengah terhadap senjata kamu dan harta benda kamu, lalu mereka menyerbu kamu sekaligus. Dan tidak ada dosa atas kamu meletakkan senjata-senjata kamu jika kamu mendapat sesuatu kesusahan seperti karena hujan atau karena kamu sakit; dan siap-siagalah. Sesungguhnya Allah telah menyediakan bagi orang-orang kafir azab yang sangat menghinakan.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Dan jika engkau di antara mereka, lalu engkau mendirikan shalat, mengimami mereka, maka hendaklah berdiri segolongan dari mereka bersama engkau, dan hendaklah mereka memegang senjata-senjata mereka. Maka apabila mereka telah sujud, hendaklah mereka berada di belakang kamu, dan hendaklah datang pula segolongan yang lain yang belum shalat, maka hendaklah mereka shalat bersama engkau, dan hendaklah mereka mengambil penjagaan mereka dan memegang senjata-senjata mereka. Ingin sekali orang-orang yang kafir itu kalau kamu lengah dari senjata-senjata kamu dan perlengkapan-perlengkapan kamu, lalu mereka bisa menyerang kamu dengan sekali serang. Tetapi tidaklah mengapa atas kamu, jika ada halangan bagi kamu dari sebab hujan, atau kamu dalam keadaan sakit, bahwa kamu lepaskan senjata kamu. Dan perteguhlah penjagaan kamu. Sesungguhnya Allah telah menyediakan untuk orang yang kafir, siksaan yang menghina.
Ayat 103
فَإِذَا قَضَيْتُمُ الصَّلَاةَ فَاذْكُرُوا اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِكُمْ ۚ فَإِذَا اطْمَأْنَنْتُمْ فَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ ۚ إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا
Kemenag RI 2019
Apabila kamu telah menyelesaikan salat, berzikirlah kepada Allah (mengingat dan menyebut-Nya), baik ketika kamu berdiri, duduk, maupun berbaring. Apabila kamu telah merasa aman, laksanakanlah salat itu (dengan sempurna). Sesungguhnya salat itu merupakan kewajiban yang waktunya telah ditentukan atas orang-orang mukmin.
(Ref)
Quraish Shihab
Maka, apabila kamu telah menyelesaikan shalat (kamu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk, dan di waktu berbaring. Selanjutnya, apabila kamu telah merasa aman, maka laksanakanlah shalat dengan sempurna (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat (itu) adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang mukmin.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Maka apabila telah kamu selesaikan shalat, maka ingatlah Allah, di kala berdiri, di kala duduk, dan di kala berbaring di rusuk kamu. Maka apabila kamu telah tenteram, maka dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu atas orang-orang yang beriman adalah kewajiban yang diwaktukan.
Ayat 104
وَلَا تَهِنُوا فِي ابْتِغَاءِ الْقَوْمِ ۖ إِنْ تَكُونُوا تَأْلَمُونَ فَإِنَّهُمْ يَأْلَمُونَ كَمَا تَأْلَمُونَ ۖ وَتَرْجُونَ مِنَ اللَّهِ مَا لَا يَرْجُونَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا
Kemenag RI 2019
Janganlah kamu merasa lemah dalam mengejar kaum itu (musuhmu). Jika kamu menderita kesakitan, sesungguhnya mereka pun menderita kesakitan sebagaimana yang kamu rasakan. (Bahkan) kamu dapat mengharapkan dari Allah apa yang tidak dapat mereka harapkan. Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
(Ref)
Quraish Shihab
Dan janganlah kamu berhati lemah dalam mengejar mereka (musuh-musuh kamu). Jika kamu kesakitan, maka sesungguhnya mereka juga menderita kesakitan sebagaimana kamu, sedangkan kamu mengharap dari Allah apa yang tidak mereka harapkan. Dan adalah Allah Maha Mengetahui, lagi Maha Bijaksana.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Dan janganlah kamu lengah dalam mengejar kaum itu. Jika kamu menderita sakit, maka sesungguhnya mereka pun menderita sakit pula sebagaimana yang kamu derita. Sedang kamu mengharapkan dari Allah, hal yang tidak mereka harapkan. Dan adalah Allah itu Maha Mengetahui, lagi Bijaksana.
You said:
Ayat 105
إِنَّا أَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ لِتَحْكُمَ بَيْنَ النَّاسِ بِمَا أَرَاكَ اللَّهُ ۚ وَلَا تَكُنْ لِلْخَائِنِينَ خَصِيمًا
Kemenag RI 2019
Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab (Al-Qur’an) kepadamu (Nabi Muhammad) dengan hak agar kamu memutuskan (perkara) di antara manusia dengan apa yang telah Allah ajarkan kepadamu. Janganlah engkau menjadi penentang (orang yang tidak bersalah) karena (membela) para pengkhianat. )
(Ref)
Quraish Shihab
Sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu (wahai Nabi Muhammad SAW) Kitab (Al-Qur’an) dengan haq (benar dan mengandung kebenaran), supaya engkau mengadili antara manusia dengan apa yang telah Allah perlihatkan kepadamu, dan janganlah engkau menjadi penentang (bagi orang yang tidak bersalah) karena (membela) para pengkhianat
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Sesungguhnya telah Kami turunkan kepadamu Kitab itu dengan kebenaran, supaya engkau hukumkan di antara manusia dengan apa yang telah diperlihatkan Allah kepadamu. Dan janganlah engkau menjadi pembela bagi orang-orang yang khianat.
Ayat 106
وَاسْتَغْفِرِ اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ كَانَ غَفُورًا رَحِيمًا
Kemenag RI 2019
Mohonlah ampunan kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
(Ref)
Quraish Shihab
Dan mohonlah ampun kepada Allah. Sesungguhnya Allah adalah Maha Pengampun, lagi Maha Pengasih.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Dan mohonkanlah ampun kepada Allah. Sesungguhnya Allah adalah Maha Pengampun, lagi Penyayang.
Ayat 107
وَلَا تُجَادِلْ عَنِ الَّذِينَ يَخْتَانُونَ أَنْفُسَهُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ خَوَّانًا أَثِيمًا
Kemenag RI 2019
Janganlah engkau (Nabi Muhammad) berdebat untuk (membela) orang-orang yang mengkhianati dirinya. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang selalu berkhianat dan bergelimang dosa.
(Ref)
Quraish Shihab
Dan janganlah engkau (Nabi Muhammad SAW) berdebat (untuk membela) orang-orang yang mengkhianati diri mereka (yakni mengkhianati orang lain). Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang selalu berkhianat, lagi bergelimang dosa.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Dan janganlah engkau membela orang-orang yang mengkhianati diri mereka. Sesungguhnya Allah tidak suka kepada orang yang berkhianat dan berdosa.
Ayat 108
يَسْتَخْفُونَ مِنَ النَّاسِ وَلَا يَسْتَخْفُونَ مِنَ اللَّهِ وَهُوَ مَعَهُمْ إِذْ يُبَيِّتُونَ مَا لَا يَرْضَىٰ مِنَ الْقَوْلِ ۚ وَكَانَ اللَّهُ بِمَا يَعْمَلُونَ مُحِيطًا
Kemenag RI 2019
Mereka dapat bersembunyi dari manusia, tetapi tidak dapat bersembunyi dari Allah. Dia bersama (mengawasi) mereka ketika pada malam hari mereka menetapkan keputusan rahasia yang tidak diridai-Nya. Allah Maha Meliputi apa yang mereka kerjakan.
(Ref)
Quraish Shihab
Mereka (para pengkhianat) bersembunyi dari manusia, tetapi mereka tidak bersembunyi dari Allah, padahal Dia bersama mereka ketika di malam hari mereka menetapkan ucapan yang tidak Dia ridhai. Dan adalah Allah Maha Meliputi apa yang mereka kerjakan.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Mereka bersembunyi dari manusia, tetapi mereka tidak dapat bersembunyi dari Allah. Padahal Dia ada bersama mereka ketika mereka menyusun-nyusun (rencana) pada malam hari, perkataan yang Dia tidak ridhoi. Dan Allah itu telah mengepung apa-apa yang mereka kerjakan.
Ayat 109
هَا أَنْتُمْ هَٰؤُلَاءِ جَادَلْتُمْ عَنْهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا فَمَنْ يُجَادِلُ اللَّهَ عَنْهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَمْ مَنْ يَكُونُ عَلَيْهِمْ وَكِيلًا
Kemenag RI 2019
Begitulah kamu. Kamu berdebat untuk (membela) mereka dalam kehidupan dunia ini. Akan tetapi, siapa yang akan menentang Allah untuk (membela) mereka pada hari Kiamat? Atau, siapakah yang menjadi pelindung mereka (dari azab Allah)?
(Ref)
Quraish Shihab
Hai, beginilah kamu! Kamu telah berdebat untuk (membela) mereka di kehidupan dunia (ini). Maka, siapakah yang akan mendebat Allah untuk mereka pada Hari Kiamat? Atau siapakah yang menjadi pelindung mereka?
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Ha! Itulah kamu, orang-orang yang telah membela mereka dalam kehidupan dunia. Maka siapakah yang akan membela mereka di hari Kiamat? Atau siapakah yang akan menjadi pengurus atas mereka?
Ayat 110
وَمَنْ يَعْمَلْ سُوءًا أَوْ يَظْلِمْ نَفْسَهُ ثُمَّ يَسْتَغْفِرِ اللَّهَ يَجِدِ اللَّهَ غَفُورًا رَحِيمًا
Kemenag RI 2019
Siapa yang berbuat kejahatan atau menganiaya dirinya, kemudian memohon ampunan kepada Allah, niscaya akan mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
(Ref)
Quraish Shihab
Dan barang siapa mengerjakan kejahatan (terhadap orang lain) atau menganiaya diri sendiri, kemudian mohon ampun kepada Allah, niscaya dia mendapati Allah Maha Pengampun, lagi Maha Pengasih.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Dan barangsiapa yang berbuat suatu kejahatan atau menganiaya dirinya, kemudian dia pun memohon ampun kepada Allah, niscaya akan didapatinya Allah itu Maha Pengampun, lagi Penyayang.
Ayat 111
وَمَنْ يَكْسِبْ إِثْمًا فَإِنَّمَا يَكْسِبُهُ عَلَىٰ نَفْسِهِ ۚ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا
Kemenag RI 2019
Siapa yang berbuat dosa sesungguhnya dia mengerjakannya untuk merugikan dirinya sendiri. Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
(Ref)
Quraish Shihab
Barang siapa mengerjakan dosa, maka sesungguhnya dia mengerjakannya atas (kemudharatan) dirinya (sendiri). Dan adalah Allah Maha Mengetahui, lagi Maha Bijaksana.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Dan barangsiapa yang mengusahakan suatu dosa, maka usahanya itu hanya akan celaka bagi dirinya sendiri. Dan Allah itu Maha Mengetahui, lagi Bijaksana.
Ayat 112
وَمَنْ يَكْسِبْ خَطِيئَةً أَوْ إِثْمًا ثُمَّ يَرْمِ بِهِ بَرِيئًا فَقَدِ احْتَمَلَ بُهْتَانًا وَإِثْمًا مُبِينًا
Kemenag RI 2019
Siapa yang berbuat kesalahan atau dosa, kemudian menuduhkannya kepada orang yang tidak bersalah, sungguh telah memikul suatu kebohongan dan dosa yang nyata.
(Ref)
Quraish Shihab
Dan barang siapa mengerjakan kesalahan atau dosa, kemudian dia melemparkannya kepada orang yang tidak bersalah, maka sungguh dia telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Dan barangsiapa yang mengusahakan suatu kejahatan atau dosa, kemudian dia tuduhkan kejahatan itu kepada seorang yang bersih, maka sesungguhnya dia telah memikul suatu dusta besar dan dosa yang nyata.
Ayat 113
وَلَوْلَا فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكَ وَرَحْمَتُهُ لَهَمَّتْ طَائِفَةٌ مِنْهُمْ أَنْ يُضِلُّوكَ وَمَا يُضِلُّونَ إِلَّا أَنْفُسَهُمْ ۖ وَمَا يَضُرُّونَكَ مِنْ شَيْءٍ ۚ وَأَنْزَلَ اللَّهُ عَلَيْكَ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَعَلَّمَكَ مَا لَمْ تَكُنْ تَعْلَمُ ۚ وَكَانَ فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكَ عَظِيمًا
Kemenag RI 2019
Kalau bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepadamu (Nabi Muhammad), tentu segolongan dari mereka berkeinginan keras untuk menyesatkanmu. Akan tetapi, mereka tidak menyesatkan, kecuali dirinya sendiri dan tidak membahayakanmu sedikit pun. Allah telah menurunkan Kitab (Al-Qur’an) dan hikmah (sunah) kepadamu serta telah mengajarkan kepadamu apa yang tadinya belum kamu ketahui. Karunia Allah yang dilimpahkan kepadamu itu sangat besar.
(Ref)
Quraish Shihab
Jika seandainya bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepadamu (Nabi Muhammad SAW), tentulah segolongan dari mereka (orang-orang munafik dan orang-orang yang bersangka baik tetapi keliru) berkeinginan keras menyesatkanmu. Tetapi, mereka tidak (dapat) menyesatkanmu melainkan diri mereka sendiri, dan mereka tidak dapat membahayakanmu sedikit (pun). Dan Allah telah menurunkan Kitab (Al-Qur’an) dan Hikmah (as-Sunnah) kepadamu, dan telah mengajarkan kepadamu apa yang belum engkau ketahui. Dan adalah karunia Allah sangat besar atasmu.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Dan kalau bukan karena kurnia Allah atasmu, dan rahmat-Nya, sesungguhnya setengah dari mereka telah bertekad jahat hendak menyesatkanmu. Tetapi mereka tidak dapat menyesatkanmu, kecuali diri mereka sendiri. Dan mereka tidak akan dapat membahayakanmu sedikit pun. Dan telah diturunkan oleh Allah Kitab itu kepadamu, dan hikmah, dan telah Dia ajarkan kepadamu hal-hal yang tadinya engkau tidak tahu. Dan kurnia Allah kepadamu adalah amat besar.
Ayat 114
لَا خَيْرَ فِي كَثِيرٍ مِنْ نَجْوَاهُمْ إِلَّا مَنْ أَمَرَ بِصَدَقَةٍ أَوْ مَعْرُوفٍ أَوْ إِصْلَاحٍ بَيْنَ النَّاسِ ۚ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَٰلِكَ ابْتِغَاءَ مَرْضَاتِ اللَّهِ فَسَوْفَ نُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًا
Kemenag RI 2019
Tidak ada kebaikan pada banyak pembicaraan rahasia mereka, kecuali (pada pembicaraan rahasia) orang yang menyuruh bersedekah, (berbuat) kebaikan, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Siapa yang berbuat demikian karena mencari rida Allah kelak Kami anugerahkan kepadanya pahala yang sangat besar.
(Ref)
Quraish Shihab
Tidak ada kebaikan pada banyak bisikan mereka, kecuali dari orang yang menyuruh (orang lain) memberi sedekah, atau berbuat kebaikan, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Dan barang siapa berbuat demikian karena mencari keridhaan Allah, maka kelak Kami menganugerahkan kepadanya ganjaran yang sangat besar.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Tidaklah ada kebaikan pada kebanyakan bisik-bisik mereka itu, kecuali orang yang menyuruh dengan sedekah, atau perbuatan yang patut, atau mendamaikan di antara manusia. Dan barangsiapa yang berbuat demikian itu, karena menginginkan keridhaan Allah, maka sungguhnya Dia akan memberinya kelak pahala yang besar.
Ayat 115
وَمَنْ يُشَاقِقِ الرَّسُولَ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ الْهُدَىٰ وَيَتَّبِعْ غَيْرَ سَبِيلِ الْمُؤْمِنِينَ نُوَلِّهِ مَا تَوَلَّىٰ وَنُصْلِهِ جَهَنَّمَ ۖ وَسَاءَتْ مَصِيرًا
Kemenag RI 2019
Siapa yang menentang Rasul (Nabi Muhammad) setelah jelas kebenaran baginya dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan dalam kesesatannya dan akan Kami masukkan ke dalam (neraka) Jahanam. Itu seburuk-buruk tempat kembali.
(Ref)
Quraish Shihab
Dan barang siapa menentang Rasul (Nabi Muhammad SAW) sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami arahkan dia ke arah yang dipilihnya dan Kami masukkan dia ke (neraka) Jahannam, dan (Jahannam itu) seburuk-buruk tempat kembali.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Dan barangsiapa yang memusuhi Rasul setelah jelas baginya petunjuk, lalu diikutinya jalan orang-orang yang tidak beriman, maka akan Kami palingkan dia ke mana dia berpaling, dan akan Kami masukkan dia ke dalam neraka Jahannam, dan itulah tempat kembali yang seburuk-buruknya.
Ayat 116
إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ ۚ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا بَعِيدًا
Kemenag RI 2019
Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni (dosa) karena mempersekutukan-Nya (syirik), tetapi Dia mengampuni apa (dosa) yang selain (syirik) itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Siapa pun yang mempersekutukan Allah sungguh telah tersesat jauh.
(Ref)
Quraish Shihab
Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni siapa yang menyekutukan-Nya dengan sesuatu, dan mengampuni dosa selain dari itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya (berdasarkan ketetapan dan kebijaksanaan-Nya). Barang siapa menyekutukan Allah, maka sungguh dia telah sesat dengan kesesatan yang jauh.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni orang yang mempersekutukan-Nya. Namun, Dia akan mengampuni selain itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya dia telah sesat dalam kesesatan yang jauh.
Ayat 117
إِنْ يَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ إِلَّا إِنَاثًا وَإِنْ يَدْعُونَ إِلَّا شَيْطَانًا مَرِيدًا
Kemenag RI 2019
Mereka tidak menyembah selain Dia, kecuali berhala dan mereka juga tidak menyembah, kecuali setan yang durhaka.
(Ref)
Quraish Shihab
Yang mereka seru selain Dia tidak lain hanyalah berhala, dan dengan menyembah berhala itu mereka pada hakikatnya tidak lain hanyalah menyembah setan yang durhaka.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Mereka tidak menyeru selain dari-Nya, kecuali perempuan-perempuan, dan mereka tidak menyeru selain setan yang durhaka.
Ayat 118
لَعَنَهُ اللَّهُ ۘ وَقَالَ لَأَتَّخِذَنَّ مِنْ عِبَادِكَ نَصِيبًا مَفْرُوضًا
Kemenag RI 2019
Allah melaknatnya. Dia (setan) berkata, “Aku benar-benar akan mengambil bagian tertentu dari hamba-hamba-Mu. )
(Ref)
Quraish Shihab
Allah melaknatnya. Ia (setan) berkata: “Aku benar-benar akan mengambil dari para hamba-Mu (yang lemah imannya) bagian yang sudah ditentukan.”
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Allah telah mengutuknya. Dan dia (setan) berkata, "Sesungguhnya aku akan mengambil sebagian dari hamba-hamba-Mu, suatu bagian yang tertentu."
Ayat 119
وَلَأُضِلَّنَّهُمْ وَلَأُمَنِّيَنَّهُمْ وَلَآمُرَنَّهُمْ فَلَيُبَتِّكُنَّ آذَانَ الْأَنْعَامِ وَلَآمُرَنَّهُمْ فَلَيُغَيِّرُنَّ خَلْقَ اللَّهِ ۚ وَمَنْ يَتَّخِذِ الشَّيْطَانَ وَلِيًّا مِنْ دُونِ اللَّهِ فَقَدْ خَسِرَ خُسْرَانًا مُبِينًا
Kemenag RI 2019
Aku benar-benar akan menyesatkan mereka, membangkitkan angan-angan kosong mereka, menyuruh mereka (untuk memotong telinga-telinga binatang ternaknya) hingga mereka benar-benar memotongnya, ) dan menyuruh mereka (mengubah ciptaan Allah) hingga benar-benar mengubahnya.” ) Siapa yang menjadikan setan sebagai pelindung selain Allah sungguh telah menderita kerugian yang nyata.
(Ref)
Quraish Shihab
Dan aku benar-benar akan menyesatkan mereka, dan aku benar-benar akan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka dan aku benar-benar akan menyuruh mereka (memotong telinga-telinga binatang ternak), lalu mereka benar-benar memotongnya, dan aku benar-benar akan menyuruh mereka (mengubah ciptaan Allah swt.), lalu mereka benar-benar mengubah ciptaan Allah itu.” Barang siapa menjadikan setan sebagai pelindung selain Allah, maka sungguh dia menderita kerugian yang nyata.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Dan sesungguhnya aku akan menyesatkan mereka, dan sungguh aku akan menjanjikan kepada mereka angan-angan, dan aku akan memerintah mereka, sehingga mereka memotong telinga binatang ternak, dan sungguh aku akan memerintah mereka hingga mereka mengubah perbuatan Allah. Dan barangsiapa yang mengambil setan sebagai pelindung selain Allah, sesungguhnya dia telah rugi, rugi yang nyata sekali.
Ayat 120
يَعِدُهُمْ وَيُمَنِّيهِمْ ۖ وَمَا يَعِدُهُمُ الشَّيْطَانُ إِلَّا غُرُورًا
Kemenag RI 2019
(Setan) memberikan janji-janji kepada mereka dan membangkitkan angan-angan kosong mereka. Padahal, setan tidak menjanjikan kepada mereka, kecuali tipuan belaka.
(Ref)
Quraish Shihab
(Setan) memberikan janji-janji kepada mereka dan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka, padahal setan itu tidak menjanjikan kepada mereka selain dari tipuan (belaka).
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Setan akan memberikan janji-janji kepada mereka dan memenuhi mereka dengan angan-angan. Dan tidak ada yang dijanjikan oleh setan kepada mereka, selain tipu daya belaka.
Ayat 121
أُولَٰئِكَ مَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ وَلَا يَجِدُونَ عَنْهَا مَحِيصًا
Kemenag RI 2019
Mereka (yang tertipu) itu tempatnya di (neraka) Jahanam dan tidak akan menemukan tempat (lain untuk) lari darinya.
(Ref)
Quraish Shihab
Mereka itu (yang percaya dan mengikuti setan) tempatnya (adalah neraka) Jahannam dan mereka tidak memperoleh tempat lari darinya.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Tempat kembali mereka adalah Jahannam. Dan mereka tidak akan menemukan tempat untuk mengelak dari sana.
Ayat 122
وَالَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ سَنُدْخِلُهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ۖ وَعْدَ اللَّهِ حَقًّا ۚ وَمَنْ أَصْدَقُ مِنَ اللَّهِ قِيلًا
Kemenag RI 2019
Orang-orang yang beriman dan beramal saleh akan Kami masukkan ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Janji Allah itu benar. Siapakah yang lebih benar perkataannya daripada Allah?
(Ref)
Quraish Shihab
Orang-orang yang beriman dan
mengerjakan amal-amal saleh, akan
Kami masukkan mereka ke surga-surga
yang di bawahnya mengalir sungaisungai, mereka kekal di dalamnya
selama-lamanya. Janji Allah itu
benar. Dan siapakah yang lebih benar
perkataannya daripada Allah?
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Dan orang-orang yang beriman dan beramal saleh, akan Kami masukkan mereka ke dalam surga-surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai, kekal mereka di dalamnya selama-lamanya. Janji Allah yang benar. Dan siapakah lagi selain Allah yang lebih benar perkataannya?
Ayat 123
لَيْسَ بِأَمَانِيِّكُمْ وَلَا أَمَانِيِّ أَهْلِ الْكِتَابِ ۗ مَنْ يَعْمَلْ سُوءًا يُجْزَ بِهِ وَلَا يَجِدْ لَهُ مِنْ دُونِ اللَّهِ وَلِيًّا وَلَا نَصِيرًا
Kemenag RI 2019
(Pahala dari Allah) bukanlah (menurut) angan-anganmu ) dan bukan (pula menurut) angan-angan Ahlulkitab. Siapa yang mengerjakan kejahatan niscaya akan dibalas sesuai dengan (kejahatan itu) dan dia tidak akan menemukan untuknya pelindung serta penolong selain Allah.
(Ref)
Quraish Shihab
(Pahala dari Allah swt.) bukanlah
menurut angan-angan kamu yang
kosong dan tidak (pula) menurut
angan-angan Ahli Kitab. Barang siapa
mengerjakan kejahatan, niscaya akan
diberi balasan (yang setimpal) dengannya dan dia tidak akan memperoleh
pelindung baginya dan tidak (pula)
penolong selain Allah
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Bukanlah angan-angan kamu dan bukan pula angan-angan Ahlul-Kitab. Barangsiapa yang berbuat suatu kejahatan, niscaya akan dibalas dengan itu pula. Dan tidaklah dia akan mendapatkan selain Allah sebagai pelindung dan pembela.
Ayat 124
وَمَنْ يَعْمَلْ مِنَ الصَّالِحَاتِ مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَأُولَٰئِكَ يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ وَلَا يُظْلَمُونَ نَقِيرًا
Kemenag RI 2019
Siapa yang beramal saleh, baik laki-laki maupun perempuan, sedangkan dia beriman, akan masuk ke dalam surga dan tidak dizalimi sedikit pun.
(Ref)
Quraish Shihab
Dan barang siapa mengerjakan
sebagian arnal-amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan sedangkan dia
mukmin, maka mereka itu akan masuk surga; dan mereka tidak dianiaya
sedikit (pun)
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Dan barangsiapa yang berbuat pekerjaan-pekerjaan yang saleh, baik laki-laki maupun perempuan, sedang dia beriman, maka mereka itu akan masuk ke dalam surga, dan tidaklah mereka akan dianiaya walaupun sedikit.
Ayat 125
وَمَنْ أَحْسَنُ دِينًا مِمَّنْ أَسْلَمَ وَجْهَهُ لِلَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ وَاتَّبَعَ مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا ۗ وَاتَّخَذَ اللَّهُ إِبْرَاهِيمَ خَلِيلًا
Kemenag RI 2019
Siapakah yang lebih baik agamanya daripada orang yang memasrahkan dirinya kepada Allah, sedangkan dia muhsin (orang yang berbuat kebaikan) dan mengikuti agama Ibrahim yang hanif? Allah telah menjadikan Ibrahim sebagai kekasih(-Nya).
(Ref)
Quraish Shihab
Dan siapakah yang lebih baik
agamanya daripada orang yang ikhlas
menyerahkan wajahnya (totalitas
dirinya) kepada Allah, sedangkan dia
muhsin (selalu berbuat yang lebih baik),
dan telah mengikuti agama Ibrahim
yang lurus? Dan Allah telah menjadikan
Ibrahim kesayangan-(Nya)
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Dan siapakah yang lebih baik agamanya daripada orang yang telah menyerahkan wajahnya kepada Allah, sedang dia berbuat kebajikan, dan mengikuti Agama Ibrahim yang hanif? Padahal Allah telah mengambil Ibrahim itu menjadi kekasih-Nya.
Ayat 126
وَلِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۚ وَكَانَ اللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ مُحِيطًا
Kemenag RI 2019
Hanya milik Allah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Allah Maha Meliputi segala sesuatu.
(Ref)
Quraish Shihab
Dan milik Allah apa yang di
langit dan yang di bumi, dan adalah
Allah Maha Meliputi segala sesuatu.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Dan kepunyaan Allah-lah apa yang ada di langit dan di bumi. Dan adalah Allah itu Maha Meliputi segala sesuatu.
Ayat 127
وَيَسْتَفْتُونَكَ فِي النِّسَاءِ ۖ قُلِ اللَّهُ يُفْتِيكُمْ فِيهِنَّ وَمَا يُتْلَىٰ عَلَيْكُمْ فِي الْكِتَابِ فِي يَتَامَى النِّسَاءِ اللَّاتِي لَا تُؤْتُونَهُنَّ مَا كُتِبَ لَهُنَّ وَتَرْغَبُونَ أَنْ تَنْكِحُوهُنَّ وَالْمُسْتَضْعَفِينَ مِنَ الْوِلْدَانِ وَأَنْ تَقُومُوا لِلْيَتَامَىٰ بِالْقِسْطِ ۚ وَمَا تَفْعَلُوا مِنْ خَيْرٍ فَإِنَّ اللَّهَ كَانَ بِهِ عَلِيمًا
Kemenag RI 2019
Mereka meminta fatwa kepada engkau (Nabi Muhammad) tentang perempuan. Katakanlah, “Allah memberi fatwa kepadamu tentang mereka, ) dan apa yang dibacakan kepadamu dalam Al-Qur’an tentang para perempuan yatim yang tidak kamu berikan sesuatu (maskawin) yang ditetapkan untuk mereka, sedangkan kamu ingin menikahi mereka, ) serta (tentang) anak-anak yang tidak berdaya. (Allah juga memberi fatwa kepadamu) untuk mengurus anak-anak yatim secara adil. Kebajikan apa pun yang kamu kerjakan, sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya.
(Ref)
Quraish Shihab
Mereka meminta fatwa kepadamu (Nabi Muhammad SAW) tentang wanita-wanita. Katakanlah: “Allah memberi fatwa kepadamu tentang mereka, dan apa yang dibacakan (disampaikan) kepada kamu dalam Kitab (Al-Qur’an) tentang wanita-wanita yatim yang kamu tidak memberikan kepada mereka apa yang ditetapkan untuk mereka, sedangkan kamu ingin menikahi mereka dan tentang anak-anak yang sangat lemah. Dan (Allah SWT menyuruh kamu) supaya kamu mengurus anak-anak yatim secara adil. Dan kebajikan apa saja yang kamu kerjakan, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahuinya.”
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Dan mereka meminta fatwa kepadamu mengenai perempuan-perempuan. Katakanlah, “Allah akan memberi keterangan kepada kamu mengenai mereka, dan (juga) apa-apa yang dibacakan kepadamu dalam Kitab ini mengenai anak-anak yatim perempuan yang tidak kamu serahkan kepada mereka apa yang diwajibkan untuk mereka, padahal kamu ingin menikahi mereka, dan (juga) mengenai anak-anak yang lemah, dan agar kamu mengurus anak-anak yatim itu dengan adil. Maka apapun yang kamu perbuat mengenai kebaikan, sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya."
Ayat 128
وَإِنِ امْرَأَةٌ خَافَتْ مِنْ بَعْلِهَا نُشُوزًا أَوْ إِعْرَاضًا فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِمَا أَنْ يُصْلِحَا بَيْنَهُمَا صُلْحًا ۚ وَالصُّلْحُ خَيْرٌ ۗ وَأُحْضِرَتِ الْأَنْفُسُ الشُّحَّ ۚ وَإِنْ تُحْسِنُوا وَتَتَّقُوا فَإِنَّ اللَّهَ كَانَ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرًا
Kemenag RI 2019
Jika seorang perempuan khawatir suaminya akan nusyuz ) atau bersikap tidak acuh, keduanya dapat mengadakan perdamaian yang sebenarnya. ) Perdamaian itu lebih baik (bagi mereka), walaupun manusia itu menurut tabiatnya kikir. ) Jika kamu berbuat kebaikan dan memelihara dirimu (dari nusyuz dan sikap tidak acuh) sesungguhnya Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan.
(Ref)
Quraish Shihab
Dan jika seorang wanita khawatir akan nusyuz (keangkuhan suami yang mengakibatkannya meremehkan istri dan menghalang-halangi hak-haknya) atau sikap berpaling (yakni sikap tidak acuh) dari suaminya (sehingga si istri merasa tidak mendapatkan sikap ramah yang dikhawatirkan dapat mengantar pada perceraian), maka tidak ada dosa bagi keduanya mengadakan perdamaian antar keduanya yang sebenar-benarnya, dan perdamaian itu lebih baik, walaupun kekikiran selalu dihadirkan dalam jiwa (manusia). Dan jika kamu berbuat ihsan (memperlakukan orang lain lebih baik dari perlakuannya terhadap diri sendiri) dan bertakwa, maka sesungguhnya Allah adalah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Dan jika seorang perempuan takut akan timbulnya kebencian atau perpalangan dari suaminya, maka tidaklah mengapa bagi mereka untuk berdamai di antara keduanya dengan suatu perdamaian. Dan perdamaian itu adalah jalan yang baik. Padahal jiwa-jiwa itu cenderung pada kedegilan. Dan jika kamu berbuat baik dan bertakwa, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu perbuat.
Ayat 129
وَلَنْ تَسْتَطِيعُوا أَنْ تَعْدِلُوا بَيْنَ النِّسَاءِ وَلَوْ حَرَصْتُمْ ۖ فَلَا تَمِيلُوا كُلَّ الْمَيْلِ فَتَذَرُوهَا كَالْمُعَلَّقَةِ ۚ وَإِنْ تُصْلِحُوا وَتَتَّقُوا فَإِنَّ اللَّهَ كَانَ غَفُورًا رَحِيمًا
Kemenag RI 2019
Kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara istri-istri(-mu) walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian. Oleh karena itu, janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai) sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung. Jika kamu mengadakan islah (perbaikan) dan memelihara diri (dari kecurangan), sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
(Ref)
Quraish Shihab
Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara istri-istri (mu), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian, karena itu janganlah kamu terlalu cenderung (kepada salah satu istri) sehingga kamu biarkan (istrimu) yang lain terkatung-katung. Dan jika kamu mengadakan ishlah (perbaikan) dan bertakwa, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Pengampun, lagi Maha Pengasih.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Dan sekali-kali tidaklah kamu akan sanggup berlaku adil antara perempuan-perempuan, bagaimanapun kamu berusaha. Sebab itu, janganlah kamu terlalu condong, sehingga kamu biarkan dia seperti tergantung. Dan jika kamu berbuat damai dan menjaga takwa, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.
Ayat 130
وَإِنْ يَتَفَرَّقَا يُغْنِ اللَّهُ كُلًّا مِنْ سَعَتِهِ ۚ وَكَانَ اللَّهُ وَاسِعًا حَكِيمًا
Kemenag RI 2019
Jika keduanya bercerai, Allah akan memberi kecukupan kepada masing-masing dari keluasan (karunia)-Nya. Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Bijaksana.
(Ref)
Quraish Shihab
Jika keduanya bercerai, maka Allah akan memberi kecukupan kepada masing-masing dari keluasan (karunia)-Nya. Dan adalah Allah Maha Luas, lagi Maha Bijaksana.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Dan jika keduanya bercerai, Allah akan mencukupkan bagi masing-masing dari Kurnia-Nya. Dan Allah Maha Luas, lagi Maha Bijaksana.
Ayat 131
وَلِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ وَلَقَدْ وَصَّيْنَا الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَإِيَّاكُمْ أَنِ اتَّقُوا اللَّهَ ۚ وَإِنْ تَكْفُرُوا فَإِنَّ لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۚ وَكَانَ اللَّهُ غَنِيًّا حَمِيدًا
Kemenag RI 2019
Hanya milik Allah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Sungguh, Kami telah mewasiatkan kepada orang-orang yang diberi kitab suci sebelum kamu dan (juga) kepadamu (umat Islam) agar bertakwa kepada Allah. Akan tetapi, jika kamu kufur, maka sesungguhnya hanya milik Allah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.
(Ref)
Quraish Shihab
Dan milik Allah apa yang di langit dan apa yang di bumi, dan demi (keagungan dan kekuasaan Kami), sungguh Kami telah mewasiatkan kepada orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan (juga) kepada kamu (umat Islam); bertakwalah kepada Allah. Tetapi jika kamu kafir, maka sesungguhnya milik Allah apa yang di langit dan yang di bumi dan Allah adalah Maha Kaya, lagi Maha Terpuji.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Dan bagi Allah-lah apa yang ada di semua langit dan apa yang ada di bumi. Dan sesungguhnya telah Kami pesankan kepada orang-orang yang telah diberi Kitab dari sebelum kamu dan kepada kamu juga, supaya bertakwalah kamu kepada Allah. Tetapi jika kamu kufur, maka sesungguhnya kepunyaan Allah-lah apa yang ada di semua langit dan apa yang ada di bumi. Dan Allah itu Mahakaya, lagi Maha Terpuji.
Ayat 132
وَلِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۚ وَكَفَىٰ بِاللَّهِ وَكِيلًا
Kemenag RI 2019
Hanya milik Allah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Cukuplah Allah sebagai pemelihara.
(Ref)
Quraish Shihab
Dan milik Allah apa yang di langit dan apa yang di bumi. Cukuplah Allah sebagai Pemelihara.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Dan bagi Allah-lah apa yang ada di semua langit dan apa yang ada di bumi, dan cukuplah Allah sebagai Pengawas.
Ayat 133
إِنْ يَشَأْ يُذْهِبْكُمْ أَيُّهَا النَّاسُ وَيَأْتِ بِآخَرِينَ ۚ وَكَانَ اللَّهُ عَلَىٰ ذَٰلِكَ قَدِيرًا
Kemenag RI 2019
Jika Dia menghendaki, niscaya Dia musnahkan kamu semua wahai manusia, dan Dia datangkan (umat) yang lain (sebagai penggantimu). Allah Maha Kuasa berbuat demikian.
(Ref)
Quraish Shihab
Jika Dia menghendaki, pasti Dia memusnahkan kamu hai manusia, dan Dia datangkan umat yang lain. Dan adalah Allah Maha Kuasa berbuat demikian.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Jika Dia kehendaki, niscaya Dia habiskan kamu wahai manusia dan akan didatangkan-Nya dengan yang lain. Dan Allah atas tiap-tiap sesuatu Menentukan.
Ayat 134
مَنْ كَانَ يُرِيدُ ثَوَابَ الدُّنْيَا فَعِنْدَ اللَّهِ ثَوَابُ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ۚ وَكَانَ اللَّهُ سَمِيعًا بَصِيرًا
Kemenag RI 2019
Siapa yang menghendaki pahala dunia, maka di sisi Allah ada pahala dunia dan akhirat. Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.
(Ref)
Quraish Shihab
Barang siapa menghendaki pahala (di) dunia (saja), maka di sisi Allah ada pahala (di) dunia dan akhirat. Dan adalah Allah Maha Mendengar, lagi Maha Melihat.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Barangsiapa yang menginginkan pahala dunia, maka di sisi Allah ada pahala dunia dan akhirat. Dan Allah itu Mendengar, lagi Melihat.
Ayat 135
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ بِالْقِسْطِ شُهَدَاءَ لِلَّهِ وَلَوْ عَلَىٰ أَنْفُسِكُمْ أَوِ الْوَالِدَيْنِ وَالْأَقْرَبِينَ ۚ إِنْ يَكُنْ غَنِيًّا أَوْ فَقِيرًا فَاللَّهُ أَوْلَىٰ بِهِمَا ۖ فَلَا تَتَّبِعُوا الْهَوَىٰ أَنْ تَعْدِلُوا ۚ وَإِنْ تَلْوُوا أَوْ تُعْرِضُوا فَإِنَّ اللَّهَ كَانَ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرًا
Kemenag RI 2019
Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penegak keadilan dan saksi karena Allah, walaupun kesaksian itu memberatkan dirimu sendiri, ibu bapakmu, atau kerabatmu. Jika dia (yang diberatkan dalam kesaksian) kaya atau miskin, Allah lebih layak tahu (kemaslahatan) keduanya. Maka, janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang (dari kebenaran). Jika kamu memutarbalikkan (kata-kata) atau berpaling (enggan menjadi saksi), sesungguhnya Allah Maha Teliti terhadap segala apa yang kamu kerjakan.
(Ref)
Quraish Shihab
Hai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu para penegak keadilan, menjadi para saksi karena Allah, meskipun terhadap dirimu sendiri atau ibu-bapak dan para kerabatmu. Jika dia kaya ataupun miskin, maka Allah lebih layak tahu (kebaikan) keduanya. Maka, janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang (dari kebenaran). Dan jika kamu memutarbalikkan (kata-kata) atau berpaling (enggan menjadi saksi), maka sesungguhnya Allah adalah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu orang-orang yang tegak dengan keadilan, menjadi saksi karena Allah, walaupun terhadap dirimu sendiri, ataupun kedua ibu bapak, ataupun keluarga kerabat. Jika dia kaya ataupun fakir, maka Allah adalah lebih hampir dengan mereka berdua. Sebab itu, janganlah kamu ikuti hawa nafsu, hingga kamu berpaling. Karena jika kamu putar-putar atau berpaling, maka sesungguhnya Allah terhadap apa yang kamu perbuat itu sangat Mengetahui.
Ayat 136
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا آمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي نَزَّلَ عَلَىٰ رَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي أَنْزَلَ مِنْ قَبْلُ ۚ وَمَنْ يَكْفُرْ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا بَعِيدًا
Kemenag RI 2019
Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah, Rasul-Nya (Nabi Muhammad), Kitab (Al-Qur’an) yang diturunkan kepada Rasul-Nya, dan kitab yang Dia turunkan sebelumnya. Siapa yang kufur kepada Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para rasul-Nya, dan hari Akhir sungguh dia telah tersesat sangat jauh.
(Ref)
Quraish Shihab
Hai orang-orang yang beriman! Berimanlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada Kitab (Al-Qur’an) yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya, serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barang siapa kafir kepada Allah, atau para malaikat-Nya, atau kitab-kitab-Nya, atau para rasul-Nya atau Hari Kemudian, maka sungguh dia telah sesat dengan kesesatan yang jauh.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Wahai orang-orang yang beriman! Percayalah kepada Allah dan Rasul-Nya, dan Kitab yang telah Dia turunkan kepada Rasul-Nya, serta Kitab yang telah diturunkan sebelum itu. Dan barangsiapa yang tidak mau percaya kepada Allah dan malaikat-malaikat-Nya, dan Kitab-Kitab-Nya, dan rasul-rasul-Nya, serta hari Kemudian, maka sesungguhnya dia telah sesat, sesat yang sejauh-jauhnya.
Ayat 137
إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا ثُمَّ كَفَرُوا ثُمَّ آمَنُوا ثُمَّ كَفَرُوا ثُمَّ ازْدَادُوا كُفْرًا لَمْ يَكُنِ اللَّهُ لِيَغْفِرَ لَهُمْ وَلَا لِيَهْدِيَهُمْ سَبِيلًا
Kemenag RI 2019
Sesungguhnya orang-orang yang beriman, lalu kufur, kemudian beriman (lagi), kemudian kufur (lagi), lalu bertambah kekufurannya, Allah tidak akan mengampuninya dan tidak (pula) menunjukkan kepadanya jalan (yang lurus).
(Ref)
Quraish Shihab
Sesungguhnya orang-orang yang beriman kemudian kafir, kemudian beriman kemudian kafir (lagi), kemudian bertambah kekafirannya, maka sekali-kali Allah tidak akan mengampuni mereka, dan tidak (pula) menunjukkan kepada mereka jalan yang lurus.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Sesungguhnya orang-orang yang beriman, kemudian itu mereka kafir, kemudian beriman pula, kemudian kafir lagi, kemudian bertambah kekafirannya; maka sekali-kali tidaklah Allah akan memberi ampun kepada mereka dan tidak pula akan memberi mereka petunjuk kepada jalan yang benar.
Ayat 138
بَشِّرِ الْمُنَافِقِينَ بِأَنَّ لَهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا
Kemenag RI 2019
Berilah kabar ‘gembira’ kepada orang-orang munafik bahwa sesungguhnya bagi mereka azab yang sangat pedih.
(Ref)
Quraish Shihab
Sampaikanlah kepada orang-orang munafik bahwa bagi mereka azab yang sangat pedih.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Gembirakanlah orang-orang yang munafik itu, bahwa untuk mereka adalah adzab siksaan yang pedih.
Ayat 139
الَّذِينَ يَتَّخِذُونَ الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِ الْمُؤْمِنِينَ ۚ أَيَبْتَغُونَ عِنْدَهُمُ الْعِزَّةَ فَإِنَّ الْعِزَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًا
Kemenag RI 2019
(Yaitu) orang-orang yang menjadikan orang-orang kafir sebagai pelindung ) dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? (Ketahuilah) sesungguhnya semua kemuliaan itu milik Allah.
(Ref)
Quraish Shihab
(Yaitu) mereka yang menjadikan orang-orang kafir sebagai para wali (teman akrab, pembela atau pelindung) dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi mereka? Karena sesungguhnya kekuatan itu milik Allah semua.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
(Yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir jadi pemimpin-pemimpin, yang bukan dari orang-orang beriman. Apakah mereka hendak mencari kemuliaan dari sisi mereka itu? Padahal sesungguhnya kemuliaan itu adalah bagi Allah belaka.
Ayat 140
وَقَدْ نَزَّلَ عَلَيْكُمْ فِي الْكِتَابِ أَنْ إِذَا سَمِعْتُمْ آيَاتِ اللَّهِ يُكْفَرُ بِهَا وَيُسْتَهْزَأُ بِهَا فَلَا تَقْعُدُوا مَعَهُمْ حَتَّىٰ يَخُوضُوا فِي حَدِيثٍ غَيْرِهِ ۚ إِنَّكُمْ إِذًا مِثْلُهُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ جَامِعُ الْمُنَافِقِينَ وَالْكَافِرِينَ فِي جَهَنَّمَ جَمِيعًا
Kemenag RI 2019
Sungguh, Allah telah menurunkan (ketentuan) bagimu dalam Kitab (Al-Qur’an) bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan (oleh orang-orang kafir), janganlah kamu duduk bersama mereka hingga mereka memasuki pembicaraan yang lain. Sesungguhnya kamu (apabila tetap berbuat demikian) tentulah serupa dengan mereka. Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan semua orang munafik dan orang kafir di (neraka) Jahanam.
(Ref)
Quraish Shihab
Padahal, sungguh Allah telah menurunkan kepada kamu (umat Islam) dalam Kitab (Al-Qur’an) bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan dipermainkan, maka janganlah kamu duduk bersama mereka, sampai mereka membicarakan pembicaraan selainnya. Sesungguhnya apabila (kamu berbuat) demikian, tentulah kamu serupa dengan mereka. Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan orang-orang munafik dan orang-orang kafir semuanya di (neraka) Jahannam.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Dan sesungguhnya Dia telah turunkan kepada kamu dalam Kitab ini, bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah, lalu mereka tidak mempercayainya dan mereka mengolok-olokkannya, maka janganlah kamu duduk bersama mereka, sehingga mereka memasuki pembicaraan lainnya. Sesungguhnya, pada waktu itu, kamu sudah seumpama mereka. Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan orang-orang yang munafik dan orang-orang yang kafir di dalam Jahannam semuanya.
Ayat 141
الَّذِينَ يَتَرَبَّصُونَ بِكُمْ فَإِنْ كَانَ لَكُمْ فَتْحٌ مِنَ اللَّهِ قَالُوا أَلَمْ نَكُنْ مَعَكُمْ وَإِنْ كَانَ لِلْكَافِرِينَ نَصِيبٌ قَالُوا أَلَمْ نَسْتَحْوِذْ عَلَيْكُمْ وَنَمْنَعْكُمْ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ ۚ فَاللَّهُ يَحْكُمُ بَيْنَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۗ وَلَنْ يَجْعَلَ اللَّهُ لِلْكَافِرِينَ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ سَبِيلًا
Kemenag RI 2019
(Mereka itu adalah) orang-orang yang menunggu-nunggu (peristiwa) yang akan terjadi pada dirimu. Apabila kamu mendapat kemenangan dari Allah, mereka berkata, “Bukankah kami (turut berperang) bersamamu?” Jika orang-orang kafir mendapat bagian (dari kemenangan), mereka berkata, “Bukankah kami turut memenangkanmu dan membela kamu dari orang-orang mukmin?” Allah akan memberi keputusan di antara kamu pada hari Kiamat. Allah tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk mengalahkan orang-orang mukmin.
(Ref)
Quraish Shihab
Mereka itu adalah orang-orang munafik yang menunggu-nunggu peristiwa menyedihkan yang akan terjadi pada dirimu. Maka, jika kamu mendapatkan kemenangan dari Allah, mereka berkata, "Bukankah kami ikut serta bersama kamu?" Dan jika orang-orang kafir mendapat bagian dari keberuntungan atau kemenangan, mereka berkata, "Bukankah kami mampu menguasai dan membunuh kamu, tetapi kami justru melindungi dan membela kamu dari orang-orang mukmin?" Allah akan memberi putusan di antara kamu pada Hari Kiamat, dan Allah sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk memusnahkan atau menunjukkan kekeliruan ajaran orang-orang mukmin.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
(Mereka itu ialah) orang-orang yang menunggu-nunggu (perubahan) atas kamu. Maka jika ada bagi kamu satu kemenangan dari Allah, mereka pun berkata, "Bukankah kami ini pun bersamamu?" Akan tetapi jika ada bagi orang-orang yang kafir itu bagian, mereka pun berkata, "Bukankah kami telah menunjuki atas kamu dan telah merintangi kamu dari orang-orang yang beriman itu?" Maka Allah akan memutuskan di antara kamu di hari Kiamat. Dan sekali-kali tidaklah Allah akan memberikan suatu jalan pun untuk orang-orang yang kafir, terhadap orang-orang yang beriman
Ayat 142
إِنَّ الْمُنَافِقِينَ يُخَادِعُونَ اللَّهَ وَهُوَ خَادِعُهُمْ وَإِذَا قَامُوا إِلَى الصَّلَاةِ قَامُوا كُسَالَىٰ يُرَاءُونَ النَّاسَ وَلَا يَذْكُرُونَ اللَّهَ إِلَّا قَلِيلًا
Kemenag RI 2019
Sesungguhnya orang-orang munafik itu hendak menipu Allah, tetapi Allah membalas tipuan mereka (dengan membiarkan mereka larut dalam kesesatan dan penipuan mereka). Apabila berdiri untuk salat, mereka melakukannya dengan malas dan bermaksud riya di hadapan manusia. Mereka pun tidak mengingat Allah, kecuali sedikit sekali.
(Ref)
Quraish Shihab
Sesungguhnya orang-orang munafik itu berusaha menipu Allah, dan Dia pun membalas tipuan mereka dengan membiarkan mereka larut dalam kesesatan dan penipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat, mereka berdiri dengan malas. Mereka riya di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Sesungguhnya orang-orang yang munafik itu menipu Allah. Dan Allah pun membalas penipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat, mereka berdiri dengan malas. Mereka hendak menonjolkan diri di hadapan manusia, dan tidaklah mereka mengingat Allah, kecuali sedikit.
Ayat 143
مُذَبْذَبِينَ بَيْنَ ذَٰلِكَ لَا إِلَىٰ هَٰؤُلَاءِ وَلَا إِلَىٰ هَٰؤُلَاءِ ۚ وَمَنْ يُضْلِلِ اللَّهُ فَلَنْ تَجِدَ لَهُ سَبِيلًا
Kemenag RI 2019
Mereka (orang-orang munafik) dalam keadaan ragu antara yang demikian (iman atau kafir), tidak termasuk golongan (orang beriman) ini dan tidak (pula) golongan (orang kafir) itu. Siapa yang dibiarkan sesat oleh Allah (karena tidak mengikuti tuntunan-Nya dan memilih kesesatan), kamu tidak akan menemukan jalan (untuk memberi petunjuk) baginya.
(Ref)
Quraish Shihab
Mereka (orang-orang munafik) dalam keadaan terombang-ambing, tidak kepada golongan mukmin ini dan tidak pula kepada golongan kafir itu. Barang siapa disesatkan oleh Allah karena enggan mengikuti tuntunan-Nya dan memilih kesesatan, maka engkau (Nabi Muhammad SAW) sekali-kali tidak akan mendapatkan jalan (memperoleh petunjuk) untuknya.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Keadaan mereka terombang-ambing di antara yang demikian itu, tidak kepada mereka ini dan tidak pula kepada mereka itu. Dan barangsiapa yang disesatkan oleh Allah, maka sekali-kali tidak akan engkau dapatkan untuk mereka suatu jalan pun.
Ayat 144
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِ الْمُؤْمِنِينَ ۚ أَتُرِيدُونَ أَنْ تَجْعَلُوا لِلَّهِ عَلَيْكُمْ سُلْطَانًا مُبِينًا
Kemenag RI 2019
Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menjadikan orang-orang kafir sebagai teman setia ) dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah kamu ingin memberi alasan yang jelas bagi Allah (untuk menjatuhkan hukuman) atasmu?
(Ref)
Quraish Shihab
Hai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menjadikan orang-orang kafir sebagai wali (teman akrab, pembela, atau pelindung) dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Maukah kamu mengadakan alasan yang nyata bagi Allah untuk menyiksa kamu?
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu ambil orang-orang kafir menjadi pemimpin, yang bukan dari orang-orang yang beriman. Apakah kamu ingin agar Allah menjadikan atas kamu suatu kekuasaan yang nyata?
Ayat 145
إِنَّ الْمُنَافِقِينَ فِي الدَّرْكِ الْأَسْفَلِ مِنَ النَّارِ وَلَنْ تَجِدَ لَهُمْ نَصِيرًا
Kemenag RI 2019
Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) di tingkat paling bawah dari neraka. Kamu tidak akan mendapat seorang penolong pun bagi mereka.
(Ref)
Quraish Shihab
Sesungguhnya orang-orang munafik ditempatkan pada tingkat yang paling bawah dari neraka. Dan engkau sekali-kali tidak akan mendapatkan satu penolong pun bagi mereka.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Sesungguhnya orang-orang yang munafik itu berada di tingkat yang paling bawah dari neraka. Dan sekali-kali tidak akan engkau dapati untuk mereka satu penolong pun.
Ayat 146
إِلَّا الَّذِينَ تَابُوا وَأَصْلَحُوا وَاعْتَصَمُوا بِاللَّهِ وَأَخْلَصُوا دِينَهُمْ لِلَّهِ فَأُولَٰئِكَ مَعَ الْمُؤْمِنِينَ ۖ وَسَوْفَ يُؤْتِ اللَّهُ الْمُؤْمِنِينَ أَجْرًا عَظِيمًا
Kemenag RI 2019
Kecuali, orang-orang yang bertobat, memperbaiki diri, ) berpegang teguh pada (agama) Allah, dan dengan ikhlas (menjalankan) agama mereka karena Allah, mereka itu bersama orang-orang mukmin. Kelak Allah akan memberikan pahala yang besar kepada orang-orang mukmin.
(Ref)
Quraish Shihab
Kecuali, orang-orang yang telah bertaubat dengan menyesali dan meninggalkan kemunafikan mereka, serta telah mengadakan perbaikan dan berpegang teguh pada agama Allah dengan tulus ikhlas mengerjakan ajaran agama mereka karena Allah. Maka mereka itu bersama orang-orang mukmin, dan kelak Allah memberikan pahala yang sangat besar kepada orang-orang mukmin.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Kecuali orang-orang yang telah tobat, memperbaiki diri, berpegang teguh dengan Allah, dan mengikhlaskan agama mereka kepada Allah. Maka mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang beriman. Dan Allah akan memberikan ganjaran yang besar kepada orang-orang yang beriman.
Ayat 147
مَا يَفْعَلُ اللَّهُ بِعَذَابِكُمْ إِنْ شَكَرْتُمْ وَآمَنْتُمْ ۚ وَكَانَ اللَّهُ شَاكِرًا عَلِيمًا
Kemenag RI 2019
Allah tidak akan menyiksamu jika kamu bersyukur dan beriman. Allah Maha Mensyukuri ) lagi Maha Mengetahui.
(Ref)
Quraish Shihab
Apa manfaatnya bagi Allah untuk menyiksa kamu, jika kamu bersyukur dan beriman? Dan adalah Allah Maha Mensyukuri orang-orang yang taat dan berbuat kebajikan, lagi Maha Mengetahui.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Apakah Allah akan mengadzab kamu jika kamu telah bersyukur dan beriman? Dan adalah Allah itu Pembalas terima kasih lagi Mengetahui.
Ayat 148
لَا يُحِبُّ اللَّهُ الْجَهْرَ بِالسُّوءِ مِنَ الْقَوْلِ إِلَّا مَنْ ظُلِمَ ۚ وَكَانَ اللَّهُ سَمِيعًا عَلِيمًا
Kemenag RI 2019
Allah tidak menyukai perkataan buruk (yang diucapkan) secara terus terang, kecuali oleh orang yang dizalimi. ) Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
(Ref)
Quraish Shihab
Allah tidak menyukai perbuatan terang-terangan dengan keburukan menyangkut ucapan, kecuali yang dilakukan dengan sangat terpaksa oleh orang yang dianiaya. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
llah tidak menyukai penyebaran perkataan-perkataan yang buruk, kecuali oleh orang yang telah teraniaya. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
Ayat 149
إِنْ تُبْدُوا خَيْرًا أَوْ تُخْفُوهُ أَوْ تَعْفُوا عَنْ سُوءٍ فَإِنَّ اللَّهَ كَانَ عَفُوًّا قَدِيرًا
Kemenag RI 2019
Jika kamu menampakkan atau menyembunyikan suatu kebaikan atau memaafkan suatu kesalahan, sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Kuasa.
(Ref)
Quraish Shihab
Jika kamu menampakkan suatu kebaikan atau menyembunyikannya atau memaafkan suatu kesalahan, maka sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Kuasa.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Jika kamu memperlihatkan kebaikan, menyembunyikannya, atau memaafkan suatu keburukan, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Pemaaf lagi Maha Kuasa.
Ayat 150
إِنَّ الَّذِينَ يَكْفُرُونَ بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ وَيُرِيدُونَ أَنْ يُفَرِّقُوا بَيْنَ اللَّهِ وَرُسُلِهِ وَيَقُولُونَ نُؤْمِنُ بِبَعْضٍ وَنَكْفُرُ بِبَعْضٍ وَيُرِيدُونَ أَنْ يَتَّخِذُوا بَيْنَ ذَٰلِكَ سَبِيلًا
Kemenag RI 2019
Sesungguhnya orang-orang yang kufur kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan bermaksud membeda-bedakan ) antara (keimanan kepada) Allah dan rasul-rasul-Nya dengan mengatakan, “Kami beriman kepada sebagian dan kami mengingkari sebagian (yang lain),” serta bermaksud mengambil jalan tengah antara itu (keimanan atau kekufuran),
(Ref)
Quraish Shihab
Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada Allah dan para rasul-Nya, serta bermaksud memisahkan antara keimanan kepada Allah dan keimanan kepada para rasul-Nya dengan mengatakan, “Kami beriman kepada sebagian, dan kami kafir terhadap sebagian,” serta bermaksud mengambil jalan tengah di antara yang demikian itu,
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Sesungguhnya orang-orang yang kufur kepada Allah dan rasul-rasul-Nya, dan mereka hendak memisah-misahkan antara Allah dan rasul-rasul-Nya, seraya berkata, "Kami percaya kepada sebagian, dan kami kufur terhadap sebagian lainnya," serta mereka ingin mengambil jalan tengah di antara (keimanan dan kekufuran) itu.
Ayat 151
أُولَٰئِكَ هُمُ الْكَافِرُونَ حَقًّا ۚ وَأَعْتَدْنَا لِلْكَافِرِينَ عَذَابًا مُهِينًا
Kemenag RI 2019
merekalah orang-orang kafir yang sebenarnya. Kami telah menyediakan untuk orang-orang kafir azab yang menghinakan.
(Ref)
Quraish Shihab
mereka itulah orang-orang kafir sebenar-benarnya. Kami telah menyediakan untuk orang-orang kafir azab yang menghinakan.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Itulah orang-orang yang sebenarnya kafir. Dan Kami telah sediakan bagi orang-orang yang kafir itu azab yang menghinakan.
Ayat 152
وَالَّذِينَ آمَنُوا بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ وَلَمْ يُفَرِّقُوا بَيْنَ أَحَدٍ مِنْهُمْ أُولَٰئِكَ سَوْفَ يُؤْتِيهِمْ أُجُورَهُمْ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا
Kemenag RI 2019
Adapun orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan tidak membeda-bedakan seorang pun di antara mereka (para rasul), kelak Allah akan memberikan pahala kepada mereka. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
(Ref)
Quraish Shihab
Orang-orang yang beriman kepada Allah dan para rasul-Nya serta tidak membeda-bedakan seorang pun di antara mereka, kelak Allah akan memberikan kepada mereka pahala mereka. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Pengasih.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Adapun orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-rasul-Nya, serta tidak memisah-misahkan di antara seorang pun dari mereka, akan diberikan kepada mereka ganjaran mereka. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Ayat 153
يَسْأَلُكَ أَهْلُ الْكِتَابِ أَنْ تُنَزِّلَ عَلَيْهِمْ كِتَابًا مِنَ السَّمَاءِ ۚ فَقَدْ سَأَلُوا مُوسَىٰ أَكْبَرَ مِنْ ذَٰلِكَ فَقَالُوا أَرِنَا اللَّهَ جَهْرَةً فَأَخَذَتْهُمُ الصَّاعِقَةُ بِظُلْمِهِمْ ۚ ثُمَّ اتَّخَذُوا الْعِجْلَ مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَتْهُمُ الْبَيِّنَاتُ فَعَفَوْنَا عَنْ ذَٰلِكَ ۚ وَآتَيْنَا مُوسَىٰ سُلْطَانًا مُبِينًا
Kemenag RI 2019
Ahlulkitab ) meminta kepadamu (Nabi Muhammad) agar engkau menurunkan sebuah kitab dari langit kepada mereka. Sungguh, mereka telah meminta kepada Musa yang lebih besar daripada itu. Mereka berkata, “Perlihatkanlah Allah kepada kami secara nyata.” Maka, petir menyambar mereka karena kezalimannya. Kemudian, mereka menjadikan anak sapi ) (sebagai sembahan), (padahal) telah datang kepada mereka bukti-bukti (ketauhidan) yang nyata, lalu Kami memaafkan yang demikian itu. Kami telah menganugerahkan kepada Musa kekuasaan yang nyata.
(Ref)
Quraish Shihab
Ahl al-Kitab (orang-orang Yahudi) meminta kepadamu (Nabi Muhammad ?) supaya engkau menurunkan kepada mereka sebuah kitab dari langit. Maka sungguh, mereka telah meminta kepada Musa yang lebih besar dari itu. Mereka berkata, “Perlihatkanlah Allah kepada kami dengan nyata.” Karena itu, mereka disambar petir disebabkan kezaliman mereka. Kemudian mereka menyembah patung anak sapi setelah datang kepada mereka bukti-bukti yang nyata. Namun, Kami maafkan mereka atas hal itu, dan telah Kami anugerahkan kepada Musa kekuasaan yang nyata.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Ahlul Kitab meminta kepadamu (wahai Muhammad) agar diturunkan kepada mereka sebuah kitab dari langit. Padahal mereka telah meminta kepada Musa sesuatu yang lebih besar dari itu, lalu mereka berkata, "Perlihatkanlah kepada kami Allah secara terang-terangan." Maka mereka disambar petir karena kezaliman mereka. Kemudian mereka menyembah anak sapi setelah datang kepada mereka keterangan-keterangan yang jelas. Namun Kami maafkan mereka atas hal itu, dan Kami berikan kepada Musa kekuasaan yang nyata.
Ayat 154
وَرَفَعْنَا فَوْقَهُمُ الطُّورَ بِمِيثَاقِهِمْ وَقُلْنَا لَهُمُ ادْخُلُوا الْبَابَ سُجَّدًا وَقُلْنَا لَهُمْ لَا تَعْدُوا فِي السَّبْتِ وَأَخَذْنَا مِنْهُمْ مِيثَاقًا غَلِيظًا
Kemenag RI 2019
Kami pun telah mengangkat gunung (Sinai) di atas mereka untuk (menguatkan) perjanjian mereka. ) Kami perintahkan kepada mereka, “Masukilah pintu gerbang (Baitulmaqdis) itu sambil bersujud”. Kami perintahkan pula kepada mereka, “Janganlah melanggar (peraturan) pada hari Sabat.” Kami telah mengambil dari mereka perjanjian yang kukuh.
(Ref)
Quraish Shihab
Kami telah mengangkat gunung Thur di atas mereka untuk mengikat perjanjian mereka. Kami perintahkan kepada mereka, “Masukilah pintu gerbang itu sambil bersujud!” Dan Kami perintahkan pula kepada mereka, “Janganlah kamu melanggar perintah pada hari Sabtu.” Kami telah mengambil dari mereka perjanjian yang kukuh.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Dan Kami angkatkan gunung ke atas mereka untuk mengambil janji mereka, dan Kami katakan kepada mereka, "Masuklah ke dalam pintu itu dalam keadaan sujud!" Dan Kami juga katakan kepada mereka, "Janganlah kalian melanggar aturan pada hari Sabtu." Dan Kami telah mengambil dari mereka janji yang kukuh.
Ayat 155
فَبِمَا نَقْضِهِمْ مِيثَاقَهُمْ وَكُفْرِهِمْ بِآيَاتِ اللَّهِ وَقَتْلِهِمُ الْأَنْبِيَاءَ بِغَيْرِ حَقٍّ وَقَوْلِهِمْ قُلُوبُنَا غُلْفٌ ۚ بَلْ طَبَعَ اللَّهُ عَلَيْهَا بِكُفْرِهِمْ فَلَا يُؤْمِنُونَ إِلَّا قَلِيلًا
Kemenag RI 2019
Maka, (Kami hukum mereka) ) karena mereka melanggar perjanjian itu, kafir terhadap keterangan-keterangan Allah, membunuh nabi-nabi tanpa hak (alasan yang benar), dan mengatakan, “Hati kami tertutup.” Sebenarnya Allah telah mengunci hati mereka karena kekufurannya. Maka, mereka tidak beriman kecuali hanya sebagian kecil (dari mereka).
(Ref)
Quraish Shihab
Maka, Kami hukum mereka disebabkan pelanggaran mereka terhadap perjanjian mereka, dan karena kekafiran mereka terhadap ayat-ayat Allah serta pembunuhan mereka terhadap para nabi yang tidak dibenarkan. Mereka juga berkata, “Hati kami tertutup.” Bahkan, Allah telah mengunci hati mereka karena kekafiran mereka. Karena itu, mereka tidak beriman kecuali sebagian kecil dari mereka.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Maka Kami kutuk mereka karena mereka memungkiri janji mereka, kufur terhadap ayat-ayat Allah, membunuh nabi-nabi tanpa alasan yang benar, serta karena mereka berkata, "Hati kami tertutup." Bahkan Allah telah mencap hati mereka karena kekufuran mereka, sehingga mereka tidak beriman kecuali sedikit.
Ayat 156
وَبِكُفْرِهِمْ وَقَوْلِهِمْ عَلَىٰ مَرْيَمَ بُهْتَانًا عَظِيمًا
Kemenag RI 2019
(Kami juga menghukum mereka) karena kekufuran mereka dan tuduhan mereka terhadap Maryam dengan tuduhan palsu lagi sangat keji.
(Ref)
Quraish Shihab
Dan Kami hukum pula mereka karena kekafiran mereka dan tuduhan mereka terhadap Maryam dengan kedustaan yang sangat besar.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Dan juga karena kekufuran mereka, serta ucapan mereka terhadap Maryam dengan tuduhan dusta yang besar.
Ayat 157
وَقَوْلِهِمْ إِنَّا قَتَلْنَا الْمَسِيحَ عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ رَسُولَ اللَّهِ وَمَا قَتَلُوهُ وَمَا صَلَبُوهُ وَلَٰكِنْ شُبِّهَ لَهُمْ ۚ وَإِنَّ الَّذِينَ اخْتَلَفُوا فِيهِ لَفِي شَكٍّ مِنْهُ ۚ مَا لَهُمْ بِهِ مِنْ عِلْمٍ إِلَّا اتِّبَاعَ الظَّنِّ ۚ وَمَا قَتَلُوهُ يَقِينًا
Kemenag RI 2019
(Kami menghukum pula mereka) karena ucapan mereka, “Sesungguhnya kami telah membunuh Almasih, Isa putra Maryam, Rasul Allah,” ) padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh adalah) orang yang menurut mereka menyerupai (Isa). Sesungguhnya mereka yang berselisih pendapat tentangnya (pembunuhan Isa), selalu dalam keragu-raguan terhadapnya. Mereka benar-benar tidak mengetahui (siapa sebenarnya yang dibunuh itu), kecuali mengikuti persangkaan belaka. (Jadi,) mereka tidak yakin telah membunuhnya.
(Ref)
Quraish Shihab
Dan karena ucapan mereka, “Sesungguhnya kami telah membunuh al-Masih, ‘Isa putra Maryam, rasul Allah,” padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak pula menyalibnya. Tetapi (yang mereka bunuh adalah) seseorang yang diserupakan bagi mereka. Sesungguhnya, orang-orang yang berselisih paham tentang itu benar-benar dalam keragu-raguan. Mereka tidak memiliki sedikit pun pengetahuan tentang hal itu selain mengikuti persangkaan belaka. Dan mereka tidak membunuhnya dengan yakin.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Dan karena perkataan mereka, "Sesungguhnya kami telah membunuh Al-Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah." Padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak pula menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh) diserupakan bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih tentang hal itu berada dalam keraguan. Mereka tidak memiliki pengetahuan tentangnya, kecuali mengikuti sangkaan belaka. Dan mereka tidak membunuhnya secara pasti.
Ayat 158
بَلْ رَفَعَهُ اللَّهُ إِلَيْهِ ۚ وَكَانَ اللَّهُ عَزِيزًا حَكِيمًا
Kemenag RI 2019
Akan tetapi, Allah telah mengangkatnya (Isa) ke hadirat-Nya. ) Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
(Ref)
Quraish Shihab
Tetapi Allah telah mengangkatnya (‘Isa as.) kepada-Nya. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Bahkan Allah telah mengangkatnya kepada-Nya. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
Ayat 159
وَإِنْ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ إِلَّا لَيُؤْمِنَنَّ بِهِ قَبْلَ مَوْتِهِ ۖ وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ يَكُونُ عَلَيْهِمْ شَهِيدًا
Kemenag RI 2019
Tidak ada seorang pun di antara Ahlulkitab, kecuali beriman kepadanya (Isa) menjelang kematiannya. ) Pada hari Kiamat dia (Isa) akan menjadi saksi mereka.
(Ref)
Quraish Shihab
Tidak ada seorang pun dari Ahl al-Kitab melainkan akan beriman kepadanya (‘Isa as.) sebelum kematiannya. Dan pada Hari Kiamat, dia akan menjadi saksi terhadap mereka.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Dan tidak seorang pun dari Ahlul Kitab melainkan pasti akan beriman kepadanya sebelum kematiannya. Dan pada hari Kiamat, Isa akan menjadi saksi atas mereka.
Ayat 160
فَبِظُلْمٍ مِنَ الَّذِينَ هَادُوا حَرَّمْنَا عَلَيْهِمْ طَيِّبَاتٍ أُحِلَّتْ لَهُمْ وَبِصَدِّهِمْ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ كَثِيرًا
Kemenag RI 2019
Karena kezaliman orang-orang Yahudi, Kami mengharamkan atas mereka (makanan-makanan) yang baik yang (dahulu) pernah dihalalkan bagi mereka; juga karena mereka sering menghalangi (orang lain) dari jalan Allah,
(Ref)
Quraish Shihab
Maka, disebabkan kezaliman orang-orang Yahudi, Kami mengharamkan atas mereka makanan yang baik-baik yang sebelumnya dihalalkan bagi mereka, dan karena mereka banyak menghalangi orang lain dari jalan Allah.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Maka karena kezaliman orang-orang Yahudi, Kami haramkan atas mereka beberapa hal yang baik yang sebelumnya dihalalkan bagi mereka, dan karena mereka menghalangi (manusia) dari jalan Allah dengan sangat.
Ayat 161
وَأَخْذِهِمُ الرِّبَا وَقَدْ نُهُوا عَنْهُ وَأَكْلِهِمْ أَمْوَالَ النَّاسِ بِالْبَاطِلِ ۚ وَأَعْتَدْنَا لِلْكَافِرِينَ مِنْهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا
Kemenag RI 2019
melakukan riba, padahal sungguh mereka telah dilarang darinya; dan memakan harta orang dengan cara tidak sah (batil). Kami sediakan untuk orang-orang kafir di antara mereka azab yang sangat pedih.
(Ref)
Quraish Shihab
Dan karena mereka memakan riba, padahal mereka telah dilarang darinya, serta memakan harta orang lain dengan cara yang batil. Kami telah menyediakan bagi orang-orang kafir di antara mereka azab yang pedih.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Dan karena mereka memakan riba, padahal mereka telah dilarang daripadanya, serta karena mereka memakan harta manusia dengan cara yang salah. Dan Kami telah menyediakan bagi orang-orang kafir di antara mereka azab yang pedih.
Ayat 162
لَٰكِنِ الرَّاسِخُونَ فِي الْعِلْمِ مِنْهُمْ وَالْمُؤْمِنُونَ يُؤْمِنُونَ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ ۚ وَالْمُقِيمِينَ الصَّلَاةَ ۚ وَالْمُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَالْمُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ أُولَٰئِكَ سَنُؤْتِيهِمْ أَجْرًا عَظِيمًا
Kemenag RI 2019
Akan tetapi, orang-orang yang ilmunya mendalam di antara mereka dan orang-orang mukmin beriman pada (Al-Qur’an) yang diturunkan kepadamu (Nabi Muhammad) dan pada (kitab-kitab) yang diturunkan sebelummu. (Begitu pula) mereka yang melaksanakan salat, yang menunaikan zakat, dan yang beriman kepada Allah serta hari Akhir. Kepada mereka akan Kami berikan pahala yang besar.
(Ref)
Quraish Shihab
Tetapi orang-orang yang mantap dalam ilmu di antara mereka, dan orang-orang yang beriman, mereka percaya kepada apa yang telah diturunkan kepadamu (Nabi Muhammad ) dan apa yang telah diturunkan sebelum kamu (Taurat, Injil, dan Zabur). Mereka juga melaksanakan shalat, menunaikan zakat, dan beriman kepada Allah serta Hari Akhir. Mereka itulah yang akan Kami anugerahi pahala yang sangat besar.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Tetapi orang-orang yang mendalam ilmunya di antara mereka, dan orang-orang yang beriman, mereka beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu (wahai Muhammad) dan kepada apa yang telah diturunkan sebelumnya. Terlebih lagi orang-orang yang mendirikan salat, mengeluarkan zakat, dan beriman kepada Allah dan Hari Akhir. Mereka itulah yang akan Kami berikan ganjaran yang besar.
Ayat 163
إِنَّا أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ كَمَا أَوْحَيْنَا إِلَىٰ نُوحٍ وَالنَّبِيِّينَ مِنْ بَعْدِهِ ۚ وَأَوْحَيْنَا إِلَىٰ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ وَالْأَسْبَاطِ وَعِيسَىٰ وَأَيُّوبَ وَيُونُسَ وَهَارُونَ وَسُلَيْمَانَ ۚ وَآتَيْنَا دَاوُودَ زَبُورًا
Kemenag RI 2019
Sesungguhnya Kami telah mewahyukan kepadamu (Nabi Muhammad) sebagaimana Kami telah mewahyukan kepada Nuh dan nabi-nabi setelahnya. Kami telah mewahyukan pula kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya‘qub dan keturunan(-nya), Isa, Ayyub, Yunus, Harun, dan Sulaiman. Kami telah memberikan (Kitab) Zabur kepada Daud.
(Ref)
Quraish Shihab
Sesungguhnya Kami telah mewahyukan kepadamu (Nabi Muhammad saw.) sebagaimana Kami telah mewahyukan kepada Nuh dan para nabi yang sesudahnya. Kami telah mewahyukan kepada Ibrahim, Isma’il, Ishaq, Ya’qub, dan anak cucu mereka, serta kepada ‘Isa, Ayyub, Yunus, Harun, dan Sulaiman. Dan Kami telah menganugerahkan kepada Daud (Kitab) Zabur.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Sesungguhnya telah Kami wahyukan kepada engkau sebagaimana yang telah Kami wahyukan kepada Nuh dan nabi-nabi setelahnya. Dan telah Kami wahyukan kepada Ibrahim, Isma’il, Ishaq, Ya’qub, anak cucu mereka, Isa, Ayub, Yunus, Harun, dan Sulaiman. Dan telah Kami berikan kepada Dawud kitab Zabur.
Ayat 164
وَرُسُلًا قَدْ قَصَصْنَاهُمْ عَلَيْكَ مِنْ قَبْلُ وَرُسُلًا لَمْ نَقْصُصْهُمْ عَلَيْكَ ۚ وَكَلَّمَ اللَّهُ مُوسَىٰ تَكْلِيمًا
Kemenag RI 2019
Ada beberapa rasul yang telah Kami ceritakan (kisah) tentang mereka kepadamu sebelumnya dan ada (pula) beberapa rasul (lain) yang tidak Kami ceritakan (kisah) tentang mereka kepadamu. Allah telah benar-benar berbicara kepada Musa (secara langsung). )
(Ref)
Quraish Shihab
(Kami telah mengutus) para rasul lainnya, sebagian dari mereka telah Kami kisahkan kepadamu sebelumnya, dan sebagian lagi tidak Kami kisahkan kepadamu. Dan Allah telah berbicara kepada Musa secara langsung.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Dan kepada beberapa rasul yang sungguh telah Kami kisahkan kepadamu sebelumnya, serta beberapa rasul lain yang tidak Kami kisahkan kepada engkau. Dan Allah telah berbicara kepada Musa dengan benar-benar berbicara.
Ayat 165
رُسُلًا مُبَشِّرِينَ وَمُنْذِرِينَ لِئَلَّا يَكُونَ لِلنَّاسِ عَلَى اللَّهِ حُجَّةٌ بَعْدَ الرُّسُلِ ۚ وَكَانَ اللَّهُ عَزِيزًا حَكِيمًا
Kemenag RI 2019
(Kami mengutus) rasul-rasul sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan agar tidak ada alasan bagi manusia untuk membantah Allah setelah rasul-rasul itu (diutus). Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
(Ref)
Quraish Shihab
(Kami mengutus mereka sebagai) para rasul pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan, supaya tidak ada alasan bagi manusia untuk membantah Allah setelah datangnya para rasul itu. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Para rasul itu diutus dengan membawa berita gembira dan peringatan, agar tidak ada alasan bagi manusia untuk membantah Allah setelah diutusnya para rasul itu. Dan Allah adalah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.
Ayat 166
لَٰكِنِ اللَّهُ يَشْهَدُ بِمَا أَنْزَلَ إِلَيْكَ ۖ أَنْزَلَهُ بِعِلْمِهِ ۖ وَالْمَلَائِكَةُ يَشْهَدُونَ ۚ وَكَفَىٰ بِاللَّهِ شَهِيدًا
Kemenag RI 2019
Akan tetapi, Allah bersaksi atas apa (Al-Qur’an) yang telah diturunkan-Nya kepadamu (Nabi Muhammad). Dia menurunkannya dengan ilmu-Nya. (Demikian pula) para malaikat pun bersaksi. Cukuplah Allah menjadi saksi.
(Ref)
Quraish Shihab
Tetapi ketahuilah, Allah menyaksikan apa yang diturunkan kepadamu (Nabi Muhammad ?). Dia menurunkannya (Al-Qur'an) dengan ilmu-Nya; dan para malaikat pun menyaksikan. Cukuplah Allah menjadi saksi.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Tetapi Allah menjadi saksi bahwa apa yang telah Dia turunkan kepadamu itu, benar-benar diturunkan-Nya dengan ilmu-Nya, dan para malaikat pun menjadi saksi. Dan cukuplah Allah sebagai saksi.
Ayat 167
إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا وَصَدُّوا عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ قَدْ ضَلُّوا ضَلَالًا بَعِيدًا
Kemenag RI 2019
Sesungguhnya orang-orang yang kufur dan menghalang-halangi (orang lain) dari jalan Allah, benar-benar telah tersesat jauh.
(Ref)
Quraish Shihab
Sesungguhnya orang-orang kafir dan menghalang-halangi orang lain dari jalan Allah, mereka sungguh telah tersesat dalam kesesatan yang jauh.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan berpaling dari jalan Allah, mereka benar-benar telah sesat, sesat yang sangat jauh.
Ayat 168
إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا وَظَلَمُوا لَمْ يَكُنِ اللَّهُ لِيَغْفِرَ لَهُمْ وَلَا لِيَهْدِيَهُمْ طَرِيقًا
Kemenag RI 2019
Sesungguhnya orang-orang yang kufur dan melakukan kezaliman, Allah tidak akan mengampuni mereka dan tidak akan menunjukkan kepada mereka jalan apa pun,
(Ref)
Quraish Shihab
Sesungguhnya orang-orang kafir (yang mengingkari kebenaran) dan berbuat zalim (dengan menyekutukan Allah Yang Maha Esa), sekali-kali Allah tidak akan mengampuni mereka dan tidak akan menunjukkan mereka ke jalan (kebenaran).
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan menganiaya diri mereka, Allah tidak akan mengampuni mereka dan tidak akan menunjukkan mereka suatu jalan pun.
Ayat 169
إِلَّا طَرِيقَ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ۚ وَكَانَ ذَٰلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرًا
Kemenag RI 2019
kecuali jalan ke (neraka) Jahanam. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Hal itu bagi Allah (sangat) mudah.
(Ref)
Quraish Shihab
Kecuali ke jalan menuju (neraka) Jahannam; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Dan yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Kecuali jalan ke Jahannam, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Dan hal tersebut adalah mudah bagi Allah.
Ayat 170
يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَكُمُ الرَّسُولُ بِالْحَقِّ مِنْ رَبِّكُمْ فَآمِنُوا خَيْرًا لَكُمْ ۚ وَإِنْ تَكْفُرُوا فَإِنَّ لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا
Kemenag RI 2019
Wahai manusia, sungguh telah datang Rasul (Nabi Muhammad) kepadamu dengan (membawa) kebenaran dari Tuhanmu. Maka, berimanlah (kepadanya). Itu lebih baik bagimu. Jika kamu kufur, (itu tidak merugikan Allah sedikit pun) karena sesungguhnya milik Allahlah apa yang di langit dan di bumi. Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
(Ref)
Quraish Shihab
Wahai seluruh manusia! Sungguh, telah datang kepada kalian seorang Rasul (Nabi Muhammad saw.) dengan haq (benar dan membawa kebenaran) dari Tuhanmu. Maka berimanlah, itu lebih baik bagi kalian. Jika kalian kafir, sesungguhnya segala yang ada di langit dan bumi adalah milik Allah. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Wahai sekalian manusia! Sesungguhnya telah datang kepada kamu rasul dengan membawa kebenaran dari Tuhanmu, maka percayalah kepadanya! Itulah yang terbaik bagi kamu. Namun jika kamu tidak mau beriman, maka sesungguhnya milik Allah-lah apa yang ada di langit dan di bumi. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
Ayat 171
يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لَا تَغْلُوا فِي دِينِكُمْ وَلَا تَقُولُوا عَلَى اللَّهِ إِلَّا الْحَقَّ ۚ إِنَّمَا الْمَسِيحُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ رَسُولُ اللَّهِ وَكَلِمَتُهُ أَلْقَاهَا إِلَىٰ مَرْيَمَ وَرُوحٌ مِنْهُ ۖ فَآمِنُوا بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ ۖ وَلَا تَقُولُوا ثَلَاثَةٌ ۚ انْتَهُوا خَيْرًا لَكُمْ ۚ إِنَّمَا اللَّهُ إِلَٰهٌ وَاحِدٌ ۖ سُبْحَانَهُ أَنْ يَكُونَ لَهُ وَلَدٌ ۘ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ وَكَفَىٰ بِاللَّهِ وَكِيلًا
Kemenag RI 2019
Wahai Ahlulkitab, janganlah kamu berlebih-lebihan dalam (menjalankan) agamamu ) dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah, kecuali yang benar. Sesungguhnya Almasih, Isa putra Maryam, hanyalah utusan Allah dan (makhluk yang diciptakan dengan) kalimat-Nya ) yang Dia sampaikan kepada Maryam dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. ) Maka, berimanlah kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan, “(Tuhan itu) tiga.” Berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya hanya Allahlah Tuhan Yang Maha Esa. Maha Suci Dia dari (anggapan) mempunyai anak. Milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Cukuplah Allah sebagai pelindung.
(Ref)
Quraish Shihab
Wahai Ahlul Kitab! Janganlah kamu berlebih-lebihan dalam melaksanakan agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al-Masih, ‘Isa putra Maryam itu adalah utusan Allah yang diciptakan dengan kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan dengan tiupan ruh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan para rasul-Nya. Janganlah kamu mengatakan, “(Tuhan itu) tiga.” Berhentilah dari ucapan dan kepercayaan itu! Itu lebih baik bagi kamu. Sesungguhnya Allah adalah Tuhan Yang Maha Esa. Mahasuci Allah dari memiliki anak. Segala yang ada di langit dan di bumi adalah milik-Nya. Cukuplah Allah sebagai Wakil (Pemelihara dan Pelindung).
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Wahai Ahlul Kitab! Janganlah kamu berlebih-lebihan dalam agama kamu, dan janganlah kamu berkata atas nama Allah kecuali yang sebenarnya. Sesungguhnya al-Masih Isa anak Maryam itu tidak lain hanyalah Rasulullah dan kalimat-Nya yang Dia letakkan kepada Maryam, serta Ruh yang datang dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya, dan janganlah kamu katakan: "Tiga!" Berhentilah! Itulah yang sebaik-baiknya bagi kamu, karena sesungguhnya Allah itu, tidak lain, melainkan Tuhan yang Tunggal. Amat sucilah Dia, bahwa Dia tidak memiliki anak. Kepunyaan-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi, dan cukuplah dengan Allah sebagai Pelindung.
Ayat 172
لَنْ يَسْتَنْكِفَ الْمَسِيحُ أَنْ يَكُونَ عَبْدًا لِلَّهِ وَلَا الْمَلَائِكَةُ الْمُقَرَّبُونَ ۚ وَمَنْ يَسْتَنْكِفْ عَنْ عِبَادَتِهِ وَيَسْتَكْبِرْ فَسَيَحْشُرُهُمْ إِلَيْهِ جَمِيعًا
Kemenag RI 2019
Almasih tidak akan pernah enggan menjadi hamba Allah dan begitu pula para malaikat yang dekat (kepada Allah). Siapa yang enggan menyembah-Nya dan menyombongkan diri, maka Allah akan mengumpulkan mereka semua kepada-Nya.
(Ref)
Quraish Shihab
Al-Masih (Nabi ‘Isa a.s.) sama sekali tidak enggan menjadi hamba Allah, begitu pula para malaikat yang terdekat. Barang siapa enggan menyembah-Nya dan menyombongkan diri, kelak Allah akan mengumpulkan mereka semua kepada-Nya.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Sekali-kali tidaklah merasa malu al-Masih itu bahwa dia menjadi hamba dari Allah, dan tidak pula malaikat-malaikat yang telah dihampirkan (oleh Allah) Dan barangsiapa yang
merasa malu daripada beribadah kepada-Nya, lagi
menyombong, maka Dia akan mengumpulkan
mereka kepada-Nya, sekaliannya.
Ayat 173
فَأَمَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ فَيُوَفِّيهِمْ أُجُورَهُمْ وَيَزِيدُهُمْ مِنْ فَضْلِهِ ۖ وَأَمَّا الَّذِينَ اسْتَنْكَفُوا وَاسْتَكْبَرُوا فَيُعَذِّبُهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا وَلَا يَجِدُونَ لَهُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ وَلِيًّا وَلَا نَصِيرًا
Kemenag RI 2019
Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, Allah akan menyempurnakan pahala bagi mereka dan menambah sebagian dari karunia-Nya. Sementara itu, orang-orang yang enggan (menyembah Allah) dan menyombongkan diri, maka Allah akan mengazab mereka dengan azab yang pedih. Mereka pun tidak akan mendapatkan pelindung dan penolong selain Allah.
(Ref)
Quraish Shihab
Adapun orang-orang yang
beriman dan mengerjakan amal-
amal saleh, maka (Allah swt.) akan
menyempurnakan pahala mereka
dan akan menambah untuk mereka
sebagian karunia-Nya. Adapun orang-
orang yang enggan (menjadi hamba
Allah swt. dengan mengabaikan
tuntunan-Nya) dan menyombongkan
diri, maka Dia akan menyiksa mereka
dengan azab yang pedih, dan mereka
tidak akan ada bagi mereka pelindung
dan tidak (pula) penolong selain Allah.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Adapun orang-orang yang beriman dan beramal saleh, maka Dia akan menyempurnakan ganjaran-ganjaran mereka dan akan menambah pula untuk mereka dari karunia-Nya. Adapun orang yang merasa malu dan bersombong diri, maka Dia akan mengadzab mereka dengan adzab yang pedih. Dan tidaklah mereka akan mendapatkan pelindung selain Allah, dan tidak pula seorang penolong pun.
Ayat 174
يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَكُمْ بُرْهَانٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكُمْ نُورًا مُبِينًا
Kemenag RI 2019
Wahai manusia, sesungguhnya telah sampai kepadamu bukti kebenaran (Nabi Muhammad dengan mukjizatnya) dari Tuhanmu dan telah Kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang (Al-Qur’an).
(Ref)
Quraish Shihab
Wahai manusia! Sungguh, telah datang kepada kamu bukti kebenaran (kenabian Muhammad saw.) dari Tuhan Pemeliharamu, dan Kami telah menurunkan kepada kamu cahaya terang benderang (Al-Qur’an).
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Wahai sekalian manusia! Sesungguhnya telah datang kepada kamu keterangan dari Tuhan kamu. Dan telah Kami turunkan kepada kamu cahaya yang nyata.
Ayat 175
فَأَمَّا الَّذِينَ آمَنُوا بِاللَّهِ وَاعْتَصَمُوا بِهِ فَسَيُدْخِلُهُمْ فِي رَحْمَةٍ مِنْهُ وَفَضْلٍ وَيَهْدِيهِمْ إِلَيْهِ صِرَاطًا مُسْتَقِيمًا
Kemenag RI 2019
Adapun orang-orang yang beriman kepada Allah dan berpegang teguh pada (agama)-Nya, maka Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmat dan karunia dari-Nya (surga) serta menunjukkan mereka jalan yang lurus kepada-Nya.
(Ref)
Quraish Shihab
Adapun orang-orang yang beriman kepada Allah dan berpegang pada tuntunan agama-Nya, pasti Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmat-Nya, menganugerahkan limpahan karunia-Nya, dan menunjukkan mereka jalan lebar yang lurus menuju kepada-Nya.
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Adapun orang-orang yang beriman kepada Allah dan berpegang teguh kepada-Nya, maka akan dimasukkan-Nya mereka ke dalam rahmat dari-Nya dan kemurahan. Dan akan Dia beri petunjuk kepada mereka ke jalan yang lurus.
Ayat 176
يَسْتَفْتُونَكَ قُلِ اللَّهُ يُفْتِيكُمْ فِي الْكَلَالَةِ ۚ إِنِ امْرُؤٌ هَلَكَ لَيْسَ لَهُ وَلَدٌ وَلَهُ أُخْتٌ فَلَهَا نِصْفُ مَا تَرَكَ ۚ وَهُوَ يَرِثُهَا إِنْ لَمْ يَكُنْ لَهَا وَلَدٌ ۚ فَإِنْ كَانَتَا اثْنَتَيْنِ فَلَهُمَا الثُّلُثَانِ مِمَّا تَرَكَ ۚ وَإِنْ كَانُوا إِخْوَةً رِجَالًا وَنِسَاءً فَلِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ الْأُنْثَيَيْنِ ۗ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ أَنْ تَضِلُّوا ۗ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ
Kemenag RI 2019
Mereka meminta fatwa kepadamu (tentang kal?lah). ) Katakanlah, “Allah memberi fatwa kepadamu tentang kal?lah, (yaitu) jika seseorang meninggal dan dia tidak mempunyai anak, tetapi mempunyai seorang saudara perempuan, bagiannya (saudara perempuannya itu) seperdua dari harta yang ditinggalkannya. Adapun saudara laki-lakinya mewarisi (seluruh harta saudara perempuan) jika dia tidak mempunyai anak. Akan tetapi, jika saudara perempuan itu dua orang, bagi keduanya dua pertiga dari harta yang ditinggalkan. Jika mereka (ahli waris itu terdiri atas) beberapa saudara laki-laki dan perempuan, bagian seorang saudara laki-laki sama dengan bagian dua orang saudara perempuan. Allah menerangkan (hukum ini) kepadamu agar kamu tidak tersesat. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”
(Ref)
Quraish Shihab
Mereka meminta fatwa kepadamu (Nabi Muhammad SAW). Katakanlah: "Allah memberi fatwa kepada kamu tentang kalalah (seseorang yang meninggal dunia tanpa memiliki anak dan ayah): jika seseorang meninggal dunia dan ia tidak memiliki anak, tetapi memiliki seorang saudara perempuan, maka saudara perempuan itu memperoleh setengah dari harta yang ditinggalkannya; dan jika yang meninggal adalah saudara perempuannya dan ia memiliki saudara laki-laki, maka saudara laki-laki itu mewarisi seluruh hartanya (dengan ketentuan bahwa saudara perempuan yang meninggal itu tidak memiliki anak). Jika saudara perempuan itu ada dua orang, maka keduanya memperoleh dua pertiga dari harta yang ditinggalkan. Dan jika ada saudara-saudara laki-laki dan perempuan, maka bagian seorang saudara laki-laki adalah sebesar dua bagian saudara perempuan. Allah menjelaskan kepada kamu supaya kamu tidak sesat. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu."
Tafsir Al-Azhar (HAMKA)
Mereka meminta fatwa kepadamu! Katakanlah, "Allah akan memberi fatwa kepada kamu tentang kalalah. Jika seseorang meninggal dan tidak ada anak, namun memiliki seorang saudara perempuan, maka untuknya separuh dari apa yang ditinggalkan. Dan jika saudara perempuan itu tidak memiliki anak, maka dia (saudara perempuan) yang akan mewarisinya. Jika ada dua saudara perempuan, maka keduanya berhak mendapatkan dua pertiga dari harta yang ditinggalkan. Dan jika terdapat saudara laki-laki dan perempuan, maka bagi laki-laki bagian yang setara dengan dua bagian perempuan. Allah menjelaskan hal ini agar kamu tidak tersesat. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu."